TRANSCRIPTID

Fisika kelas 11 | Dinamika rotasi dan kesetimbangan benda tegar (part 1)

28m 40s3,136 words525 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

hai hai semua Welcome back to fisik isi

0:02

kali ini kita akan membahas materi

0:05

dinamika rotasi dan keseimbangan benda

0:08

Tegar Sub yang akan dibahas Pada

0:10

kesempatan kali ini yaitu momen gaya

0:12

momen inersia hukum kekekalan momentum

0:16

sudut hukum 2 Newton untuk gerak rotasi

0:18

dan energi kinetik rotasi bagian pertama

0:28

akan kita bahas tentang dinamika rotasi

0:30

apa sih dinamika rotasi itu dinamika

0:34

rotasi adalah ilmu yang mempelajari

0:36

mengenai pergerakan benda yang berputar

0:39

pada poros atau titik tumpunya dinamika

0:43

rotasi dipengaruhi beberapa besaran

0:46

antara lain masa gaya percepatan

0:50

kecepatan torsi dan lain-lain di kelas

0:55

10 kalian sudah mempelajari mengenai

0:57

penyebab benda yang melakukan gerak

1:00

translasi atau gerak lurus yaitu gaya

1:03

yang diberi lambang F maka ketika benda

1:07

bergerak rotasi maka yang menyebabkan

1:09

benda bergerak rotasi tersebut kita

1:11

sebut dengan momen gaya atau torsi momen

1:16

gaya adalah besaran yang dapat

1:18

menyebabkan benda dapat berputar atau

1:21

berotasi contoh momen gaya yaitu gaya

1:24

ini yang kita berikan pada pintu

1:26

porosnya terdapat di engsel pintu ketika

1:30

kita menarik atau mendorong pintu maka

1:32

pintu akan bergerak walaupun tidak satu

1:35

putaran penuh contoh lain dari penerapan

1:37

momen gaya atau torsi adalah sebuah

1:40

batang silinder yang salah satu ujungnya

1:42

menjadi poros dan ujung lainnya kita

1:46

berikan gaya sebesar F panjang antara

1:49

gaya ke arah poros disebut sebagai

1:52

lengan momen ketika gaya diberikan ke

1:55

salah satu ujungnya maka gaya tersebut

1:58

akan menyebabkan

2:00

ngasih inner berputar terhadap porosnya

2:02

arah gerak silinder yaitu searah putaran

2:05

jarum jam atau sesuai dengan gaya yang

2:07

diberikan persamaan matematis untuk

2:10

memenuhi Aya atau torsi adalah tahu = F

2:15

dikali er Sin Teta untuk kasus ini

2:17

sudutnya 90° karena tegak lurus maka Sin

2:22

90° = 1 untuk kasus pertama yang

2:26

sudutnya 90° rumus yang bisa kita

2:29

gunakan yaitu tahu = F dikali er kasus

2:33

kedua gaya yang diberikan membentuk

2:36

sudut sebesar Teta maka rumus yang kita

2:40

gunakan yaitu tahu sama dengan SR Sin

2:43

Teta tergantung katanya berapa di mana

2:46

tahu adalah momen gaya atau torsi dalam

2:49

satuan Newton meter F adalah gaya dalam

2:52

satuan Newton er jarak gaya dari poros

2:56

dalam satuan meter Teta adalah sudut

2:58

antara f&n

3:00

Hai karena momen gaya adalah besaran

3:02

vektor maka memiliki arah untuk

3:04

menentukan kesepakatan arah disini sudah

3:07

saya buat tahu akan bernilai positif

3:09

jika benda berputar berlawanan arah

3:11

jarum jam atau bernilai negatif jika

3:14

benda berputar searah jarum jam di

3:17

beberapa sumber lain atau bernilai

3:19

positif jika searah jarum jam ini tidak

3:21

masalah ya Oke kita akan langsung masuk

3:24

ke contoh soal nomor 1 Tentukan momen

3:29

gaya pada gambar berikut terdapat tiga

3:32

gaya disini masing-masing 8 N 6 n dan 4

3:36

n gaya 6 N bekerja tepat di poros Nah di

3:41

sini kita bisa melihat karena ada tiga

3:43

buah gaya maka momen gayanya ada tiga

3:46

atau sini ada tiga berarti dari sini

3:49

kita bisa menggunakan penjumlahan tol

3:52

totalnya yaitu tol satu ditambah tau2

3:55

ditambah kau 38 kali 0,04 lengan

4:00

temennya dijadikan meter dulu ya Empat

4:02

menjadi 0,04 tau2nya 6 dikali nol karena

4:06

enam ini berada tepat di poros lengan

4:09

momennya sama dengan nol kemudian 4 n

4:12

karena dia putarannya searah jarum jam

4:15

maka dia negatif 4 dikali nol koma 06

4:19

kita lihat-lihat 8 n ini positif Karena

4:23

kalau melihat ke arah poros dia arah

4:25

putarannya searah jarum jam maka delapan

4:28

kali 0,04 0,32 ditambah nol dikurang

4:32

0,24 = 0,1 2 Newton meter di sini sudah

4:37

saya kasih keterangan tau2 bernilai nol

4:40

karena F2 tepat berada di poros sehingga

4:43

lengan momen R = 0 contoh soal nomor 2

4:47

diketahui jarak F1 ke pea dalah empat

4:50

meter dan jarak F2 ke P adalah dua m

4:54

tentukan torsi total yang dialami benda

4:57

pada gambar-gambarnya ini sudah

5:00

kelihatan porosnya di titik p dan ada

5:03

dua gaya yang salah satu gayanya

5:05

membentuk sudut gaya yang membentuk

5:07

sudut ini kita proyeksikan secara

5:10

garis-garis lurus yaitu f2y yaitu F2

5:14

sin-30 yang kita gunakan adalah F2

5:17

sin-30 karena rumusnya tadi kan ada sin

5:20

sehingga sigmat Osama dengan tol Satu

5:23

Ditambah tau2 kemudian tol satunya kita

5:27

lihat F1 kearah atas porosnya ditengah

5:31

maka arah putarannya searah jarum jam

5:33

maka kita buat negatif F1 dikali R1

5:37

begitupun f2y karena dia searah jarum

5:40

jam maka kita buat negatif F2 Sin 30°

5:44

dikali R2 disini f1nya kita masukkan

5:48

minus 10 dikali 4 min 20 kali sin-30 =

5:53

0,5 dikali 2 jadi jawabannya minus 60 n

5:58

m a

6:00

Hai Oke selanjutnya tentang momen

6:02

inersia sebelumnya kita sudah mengenal

6:05

bahwa masa dalam gerak lurus diberi

6:07

lambang m yaitu kelembaman ya pada gerak

6:10

lurus analog masa dalam gerak rotasi

6:13

kita sebut dengan momen inersia yaitu

6:17

kelembaman dalam arah rotasi jadi suatu

6:20

benda yang berputar akan terus berputar

6:22

jika tidak ada gaya luar yang bekerja

6:25

pada benda pengertian dari momen inersia

6:28

yaitu ukuran yang menyatakan kelembaman

6:32

suatu benda terhadap gaya luar yang

6:34

bekerja tentu saja geraknya dalam hal

6:37

gerak rotasi ya dalam fisika momen

6:43

inersia diberi lambang II momen inersia

6:46

suatu benda dinyatakan dengan persamaan

6:48

y = Mr kuadrat dimana ia adalah momen

6:53

inersia dalam satuan kg m kuadrat m

6:58

adalah massa dalam satuan

7:00

G dan R adalah jarak partikel dari poros

7:03

dalam satuan meter nah jika terdapat

7:06

beberapa partikel maka untuk mencari

7:09

momen inersia totalnya kita bisa

7:12

menjumlahkan sesuai dengan jumlah

7:14

partikel jadi ditotal sama dengan I1

7:18

ditambahi dua ditambahi 3 dan seterusnya

7:21

momen inersia pada berbagai bentuk benda

7:25

disini sudah saya rangkum untuk batang

7:27

silinder dengan dua poros berbeda kalau

7:30

porosnya di pusat maka momen inersia nya

7:33

seperduabelas email kuadrat kalau

7:36

porosnya di salah satu ujung maka momen

7:40

inersia dirumuskan dengan sepertiga

7:42

email kuadrat untuk silinder tipis

7:44

berongga dengan poros di sumbu silinder

7:47

is = Mr kuadrat selanjutnya untuk

7:55

silinder pejal dengan poros melalui

7:57

sumbu momen

8:00

nya sama dengan seperdua Mr kuadrat

8:03

sementara untuk silinder pejal dengan

8:06

poros melalui titik tengah sumbu

8:09

silindernya maka momen inersia nya

8:11

seperempat Mr kuadrat ditambah

8:14

seperduabelas email kuadrat untuk bola

8:17

pejal poros melalui diameter Y = 2 atau

8:21

lima Mr kuadrat sementara poros di ujung

8:24

7/5 Mr kuadrat selanjutnya untuk bola

8:30

berongga dengan poros melalui diameter Y

8:33

= 2 atau 3 Mr kuadrat sementara untuk

8:37

lempeng tipis porosnya sumbu tegak lurus

8:40

dirumuskan dengan daftar 12 m dalam

8:43

kurung aquadrat ditambah b kuadrat kita

8:48

masuk ke contoh soal yang pertama di

8:50

sini ada dua bola bermassa 2 kg dan 3 kg

8:53

yang dihubungkan dengan tali ringan tak

8:55

bermassa seperti gambar porosnya disebut

8:57

HB kita hitung momen

9:00

sistem m jarak M1 ke poros Ab itu 20 cm

9:04

dan m2 30 cm karena Bendanya ada dua

9:08

maka momen inersia totalnya berarti I1

9:12

ditambahi dua kita gunakan persamaan m1r

9:16

satu kuadrat ditambah M2 R2 kuadrat

9:19

jaraknya kita jadikan m berarti dua

9:22

dikali nol koma dua pangkat dua dan tiga

9:25

dikali 0,3 kuadrat jadi 2 dikali nol

9:28

koma 04 jadinya 0,08 dan 3 dikali 0,09 =

9:34

0,2 708 ditambah 0,27 = 0,35 kg m

9:43

kuadrat contoh soal nomor 24 buah

9:47

partikel terletak pada sistem koordinat

9:49

kartesius kita diminta untuk mencari

9:52

momen inersia sistem terhadap pusat

9:54

koordinat dari gambar terlihat terdapat

9:58

empat partikel jarak

10:00

masing-masing A dan 2A karena ada empat

10:04

partikel maka momen inersia totalnya

10:07

yaitu momen inersia Dari keempat

10:10

partikel ini yaitu m1r satu kuadrat

10:15

ditambah M2 R2 kuadrat dan seterusnya

10:17

yang pertama untuk m satunya kita anggap

10:20

aja yang 2m dikali 2 aquadrat dan

10:23

seterusnya kita masukkan aja

10:25

angka-angkanya jangan lupa kuadratnya

10:27

seperti yang pertama ini dua aquadrat

10:30

itu berarti 4A kuadrat-4 aquadrat dikali

10:34

2 m8m aquadrat 2m dikali a kuadrat sama

10:38

dengan 2m aquadrat 2m dikali a kuadrat

10:42

juga 2m kuadrat dan seterusnya kemudian

10:45

kita jumlahkan 8mh kuadrat ditambah 2m

10:50

aquadrat ditambah 2m kuadrat ditambah 2m

10:54

kuadrat sama dengan 14 Emma kuadrat

10:58

cukup mudah bukan

11:00

hai hai

11:04

Hai teorema sumbu paralel atau teorema

11:07

sumbu sejajar Teori ini digunakan untuk

11:11

menghitung momen inersia benda terhadap

11:14

sembarang sumbu mau itu sesungguhnya

11:17

digeser Seberapa pun bisa kita cari yang

11:20

penting syaratnya momen inersia benda

11:22

terhadap pusat massa harus sudah

11:24

diketahui persamaan matematis yang

11:28

digunakan untuk mencari momen inersia

11:31

setelah sumbunya digeser yaitu ih sama

11:34

dengan IPM ditambah MD kuadrat dimana ia

11:38

adalah momen inersia setelah

11:40

sesungguhnya mengalami pergeseran IPM

11:43

adalah momen inersia pusat massa m

11:47

adalah massa dan d adalah jarak yang

11:50

diukur dari pusat massa benda momen

11:57

inersia pusat massa atau IPM Ini

12:00

contohnya pada batang silinder ipmnya

12:02

seperduabelas emailku

12:04

Khan yang porosnya di tengah ya atau

12:06

dipusatnya contoh soal diketahui momen

12:10

inersia batang silinder dengan poros di

12:12

pusat adalah seperduabelas email kuadrat

12:15

tentukan momen inersia batang jika

12:18

porosnya digeser ke ujung kita sudah

12:20

mengetahui bahwa momen inersia batang

12:23

silinder untuk poros di ujung sepertiga

12:26

email kuadrat kita akan membuktikan itu

12:28

Oke kita lihat yang diketahui dari soal

12:31

ipmnya seperduabelas email kuadrat D

12:34

atau jarak yang diukur sudah digeser ke

12:38

ujungnya dari pusatnya berarti LDII

12:40

bagi2 ya ditanyakan iq3 bisa gunakan

12:44

persamaan teorema sumbu paralel ih sama

12:46

dengan IPM ditambah MD kuadrat ipmnya

12:50

seperduabelas email kuadrat ditambah m

12:53

dikali setengah help angkat dua setengah

12:55

l kuadrat itu berarti seperempat ya jadi

12:58

seperduabelas email kuadrat ditambah

13:00

seperempat email kuadrat penyebutnya

13:03

kita sama

13:04

menjadi 12 berarti empat dikali 31

13:07

ditambah tiga berarti 4/12 email kuadrat

13:11

kalau kita Sederhanakan menjadi

13:13

sepertiga email kuadrat terbukti ya

13:16

[Musik]

13:18

Hai selanjutnya tentang momentum sudut

13:24

momentum sudut diberi lambang l adalah

13:27

hasil kali lengan momen er dengan

13:30

momentum linier P secara matematis

13:33

dirumuskan dengan l = r dikali P disini

13:39

momentum adalah besaran vektor jadi

13:42

memiliki arah

13:44

Hai karena momentum linier P = massa

13:47

dikali kecepatan mp5k persamaan momentum

13:51

sudutnya menjadi er dikali m dikali V

13:55

dan karena V = Omega dikali er maka l =

14:00

Mr kuadrat dikali Omega Mr kuadrat

14:04

disini adalah momen inersia sehingga

14:07

rumus momentum sudut l adalah ide kali

14:11

Omega dimana l adalah momentum sudut

14:15

dalam satuan kg m kuadrat per sekon Ia

14:19

adalah momen inersia dalam satuan kg m

14:22

kuadrat dan omega adalah kecepatan sudut

14:26

dalam satuan radian per sekon momentum

14:30

sudut ini dapat dikatakan juga sebagai

14:32

analog momentum pada gerak rotasi hukum

14:38

kekekalan momentum sudut

14:41

Hai pada penari balet biasanya dia akan

14:44

melakukan gerakan cepat dan lambat

14:46

seorang penari balet akan menarik

14:48

tangannya ke dekat badannya untuk

14:50

berputar lebih cepat dan mengembangkan

14:53

kedua tangannya untuk berputar lebih

14:56

lambat dalam hal ini penari balet sudah

15:00

menerapkan hukum kekekalan momentum

15:02

sudut dimana momentum sudut awal sama

15:07

dengan momentum sudut akhir dapat

15:10

dirumuskan secara matematis sebagai L1 =

15:14

l2i satu omega1 = I2 omega2 Jadi

15:20

kesimpulannya ketika penari balet

15:23

menarik kedua tangannya ke dekat

15:25

badannya maka momen inersia sistem

15:28

berkurang sehingga kecepatan sudut

15:31

penari semakin besar begitu pula

15:33

sebaliknya ketika penari mengembangkan

15:36

tangannya maka momen inersia semakin

15:39

besar sehingga

15:41

kecepatan sudutnya semakin berkurang itu

15:44

yang menandakan hukum kekekalan momentum

15:46

sudut berlaku mana momentum sudutnya

15:49

bersifat kekal selama tidak ada gaya

15:52

luar yang bekerja pada sistem contoh

15:58

soal seorang penari balet memiliki momen

16:01

inersia 4 kg m kuadrat ketika lengannya

16:05

merapat ke tubuhnya dan 16 kg m kuadrat

16:09

ketika lengannya terlentang Pada saat

16:12

kedua lengannya dirapatkan ke tubuhnya

16:15

kelajuan putaran penari 12 putaran per

16:18

sekon jika kemudian kedua lengannya

16:21

direntangkan maka kelajuan putarannya

16:23

adalah dari soal yang diketahui satunya

16:27

4 kg m kuadrat Omega satunya 12 putaran

16:31

per sekon I2 nya 16 kg m kuadrat yang

16:35

ditanyakan kecepatan sudutnya ketika

16:38

lengannya direntangkan ke

16:41

kita gunakan persamaan hukum kekekalan

16:43

momentum sudut y1 omega1 = I2 pemegang

16:47

24 dikali 12 = 16 dikali Omega 24 dikali

16:54

12 = 48 = 16 kali omega2 jadi Omega 2

17:00

nya sama dengan 48 dibagi 16 = 3 putaran

17:05

per sekon jawabannya adalah B lanjut ke

17:09

contoh soal kedua ada roda satu yang

17:12

memiliki massa 3 kg dan jari-jari 0,2 m

17:16

berotasi dengan kecepatan sudut 50

17:20

Radian per sekon loga1 dikopel dengan

17:23

roda dua yang diam dan massa roda dua

17:26

adalah 2 kg dan jari-jarinya 0,1 m

17:31

tentukan kecepatan sudut akhir bersama

17:34

atau Omega aksen ketika keduanya

17:36

didorong hingga bersentuhan Oke dari

17:39

sini kita lihat besaran ya

17:41

ketahui dari soal di sini Omega 2 nya

17:49

sama dengan nol karena mula-mula Benda

17:51

2-nya dalam keadaan diam yang ditanyakan

17:55

dalam soal adalah Omega aksen setelah

17:57

keduanya di couple langkah pertama kita

18:00

cari terlebih dahulu momentum sudut

18:02

masing-masing roda untuk roda satu L1 =

18:06

setengah m1r satu kuadrat dikali omega1

18:10

karena bentuknya berupa roda pejal jadi

18:14

momen inersia nya setengah Mr kuadrat

18:16

kita masukkan angkanya setengah dikali

18:20

tiga dikali 0,04 dikali 50 = 3 Newton

18:25

meter 0,04 disini didapatkan dari r1002

18:31

dipangkatkan 2 jadi 0,2 pangkat 2 0,04

18:35

selanjutnya kita cari momentum sudut

18:38

untuk roda dua di sini ke

18:41

Jodha 2-nya dalam keadaan diam atau

18:43

nilai Omega 2-nya nol maka momentum

18:46

sudutnya nol n m langkah selanjutnya

18:50

kita gunakan l aksen = I1 ditambahi 2

18:55

dikali Omega aksen Kenapa momen ini

18:57

absennya dijumlah in karena momentum

19:00

sudut setelah dikopel artinya dua

19:03

rodanya digabungin berarti momen inersia

19:06

nya dijumlah Kim jadi kita masukin aja

19:08

tuh angka-angkanya kedalam persamaan ini

19:11

m satunya 3R satunya 0,2 kuadrat

19:15

ditambah setengah dikali 2 dikali nol

19:19

koma satu kuadrat jadi hasilnya adalah

19:23

0,07 Omega aksen kemudian karena mencari

19:28

momentum sudut setelah di couple berarti

19:30

momentum sudut pertama ditambah momentum

19:33

sudut kedua masukin aja 0,07 Omega aksen

19:37

= 3 ditambah nol jadi Omega

19:41

daunnya adalah tiga dibagi 0,07 atau 347

19:46

Radian per sekon itu jawabannya hukum

19:52

kedua Newton untuk gerak rotasi dulu di

19:55

kelas 10 kalian sudah mempelajari

19:57

mengenai hukum kedua Newton pada gerak

19:59

translasi dimana kita mengenal rumus

20:02

Sigma f = m * a nah pada gerak rotasi

20:05

juga berlaku hukum kedua Newton tetapi

20:08

bedanya gaya F massa m dan percepatan

20:13

a3t dengan tauhid dan Alpha gimana tahu

20:17

disini adalah momen gaya Ia adalah momen

20:20

inersia dan Alpha adalah percepatan

20:23

sudut energi kinetik rotasi jika pada

20:31

gerak lurus kita mengenal energi kinetik

20:34

setengah MV kuadrat cara menghitung

20:36

energi kinetik rotasi dari suatu masa

20:39

bisa digunakan persamaan

20:41

Hai Eka rotasi = setengah iomega kuadrat

20:45

yg adalah momen inersia dan omega adalah

20:49

kecepatan sudut untuk kasus

20:51

menggelinding di mana benda Tegar

20:53

bergerak translasi Dalam suatu ruang

20:56

sambil berotasi tanpa slip maka nilai

20:59

energi kinetiknya adalah Eka sama dengan

21:02

Eka rotasi ditambah Eka translasi jadi

21:06

ekornya itu merupakan gabungan antara

21:09

energi kinetik translasi dan energi

21:12

kinetik rotasi nya jika diuraikan maka

21:15

rumusnya menjadi setengah MV kuadrat

21:17

ditambah setengah iomega kuadrat masuk

21:22

ke contoh soal yang pertama dua buah

21:24

ember dihubungkan dengan tali dan katrol

21:27

berjari-jari 10 cm ditahan dalam kondisi

21:31

diam kemudian dilepaskan seperti gambar

21:34

massa M14 kg M2 2 kg massa katrol M3 kg

21:41

file-nya ditanyakan percepatan gerak

21:43

ember tegangan tali pada ember satu dan

21:46

tegangan tali pada ember dua

21:49

penyelesaian untuk soal seperti ini kita

21:52

harus meneliti gambarnya dulu yang

21:54

pertama kita akan mencari percepatan

21:56

gerak ember sehingga kita harus meninjau

21:58

katrolnya terlebih dahulu pada katrol

22:01

terdapat gaya tegangan tali T2 ke arah

22:04

bawah dan T1 juga ke arah bawah

22:06

sementara arah putaran katrolnya searah

22:10

jarum jam karena berat benda M1 nya itu

22:14

lebih besar daripada M2 sehingga

22:16

mengikuti gerak benda yang paling berat

22:18

selanjutnya kita gunakan persamaan

22:20

sigmaton = I * Alpha jadi T2 dikurang T1

22:26

dikali R = minus setengah Mr kuadrat

22:29

dikali Adiba drt2 disini bernilai

22:33

positif Karena arah gerak T2 terhadap

22:36

poros yang ada di katrol ini berlawanan

22:39

arah jarum jam semene

22:41

day-1 negatif nah airnya ini kita

22:43

keluarkan harusnya persamaannya kan T2

22:46

dikali er dikurang T1 dikali er untuk

22:48

memudahkan penyederhanaan penulisan make

22:52

airnya dikeluarin kemudian minus nya

22:55

muncul di depan angka setengah itu

22:57

karena percepatan sudutnya itu negatif

23:00

Kenapa karena berlawanan arah journal

23:03

karena searah jarum jam karena putaran

23:06

katrol searah jarum jam maka percepatan

23:08

sudutnya negatif selanjutnya kita

23:11

operasionalkan aja pecahan ini menjadi

23:14

lebih sederhana r-nya dipindahkan ke

23:16

ruas kanan Berarti r kuadrat dibagi er

23:19

kuadrat-1 kemudian yang tersisa minus

23:22

Tengah Emma jadi ini kita simpan sebagai

23:26

persamaan 1 setelah m-nya itu dimasukkan

23:29

3 kg tiga dikali minus setengah itu kan

23:32

minus 1,5 supaya minus nya hilang jadi

23:36

kita kalikan aja dengan minus 1 ruas

23:38

kiri dan ruas kanan jadi hasilnya tes

23:41

Cup mint T2 = 1,5 a selanjutnya kita

23:46

tinjau mr1 pada ember satu melakukan

23:49

gerak translasi atau gerak lurus

23:51

vertikal Sehingga dalam hal ini berlaku

23:54

hukum kedua Newton untuk gerak translasi

23:57

Sigma f = m * aw1 dikurang T1 = m1di

24:04

kalian kwe satunya itu kita masukkan 4

24:07

dikali 10 berarti 40kw itu rumusnya mkg

24:11

ya dikurang T1 = 4 akan am1 nya = 4 kita

24:17

Sederhanakan jadinya T1 = 40 Min 4 ai0

24:22

kita simpan sebagai persamaan kedua

24:25

selanjutnya kita tinjau ember kedua sama

24:29

ada ember kedua yang berwarna merah ini

24:31

bergerak secara translasi atau gerak

24:34

lurus sehingga berlaku hukum kedua

24:37

Newton Sigma F = M2

24:41

Ternate 2-nya ke atas searah dengan

24:43

gerak sistem ya maka T2 positif W2

24:48

negatif T2 dikurang W2 = M2 ditalia it2

24:53

sama T2 min 20 = 2A kalau kita rapikan

24:57

T2 = 20 plus 2A kita simpan sebagai

25:02

persamaan 3 selanjutnya persamaan 2 dan

25:06

3 yang sudah kita dapat kita gabung kita

25:09

buat kayak eliminasi gitu dikurangkan

25:11

test 1 dikurang T2 = 40 dikurang 20 = 20

25:17

min 4A mint dua A = min 6 kita simpan

25:22

sebagai persamaan 4 kemudian persamaan 1

25:26

dan 4 digabung pada persamaan 1 kita

25:29

menemukan besaran test 1 dikurang T2 dan

25:32

pada persamaan 4 juga kita temukan

25:34

persamaan T1 dikurang V2 jadi T1

25:38

dikurang T2 pada persamaan 1

25:41

kita ganti dengan 26 a-j di 20 min 6

25:46

Asama dengan 1,5 A20 = min 6 Akita

25:53

pindah ruas jadi nama ditambah 1,5 a =

25:57

7,5 A jadi tanya sama dengan 20 dibagi

26:03

7,5 atau sama dengan 2,67 meter per

26:07

sekon kuadrat jadi untuk pertanyaan yang

26:10

a.the cepatan gerak ember sudah kita

26:13

temukan jawabannya selanjutnya untuk

26:17

pertanyaan yang B tegangan tali pada

26:19

ember satu berarti kita meninjau

26:22

persamaan2 dimana T1 = 40 dikurang 4

26:26

a-a-a-a nya kita ganti dengan 2,67 jadi

26:30

jawabannya 29,30 n yang C pada ember dua

26:36

kita tinjau persamaan 3 T2 = 20 Plus 2

26:41

sekali 2,67 jawabannya 20533 n Silahkan

26:47

dicoba kembali dan dipahami kembali

26:49

untuk memperdalam penyelesaian soal

26:51

nomor satu ini selanjutnya kita masuk ke

26:54

soal nomor 2 silinder pejal dengan

26:56

jari-jari 5 cm bermassa 0,25 kg

27:01

bertranslasi dengan kelajuan linier

27:03

empat meter per sekon tentukan energi

27:06

kinetik silinder jika bersalin bergerak

27:09

translasi juga bergerak rotasi berarti

27:12

soal ini berbicara mengenai gerak

27:15

menggelinding gabungan gerak translasi

27:17

dan rotasi kita cukup menggunakan

27:19

persamaan yang sudah dibahas tadi Eka

27:22

sama dengan Eka transaksi ditambah Eka

27:25

rotasi setengah MV kuadrat ditambah

27:27

setengah iomega quadrata besaran yang

27:30

diketahui dalam soal sudah ada ya m-nya

27:32

0,25 dan seterusnya Oke dari sini kita

27:36

lihat dulu momen inersia untuk silinder

27:39

pejal itu setengah Mr

27:41

grade B arti kita akan mengganti isinya

27:44

itu dengan setengah Mr kuadrat home-nya

27:46

kita ganti dengan Fedi bazier sehingga

27:49

muncul persamaan setengah MV kuadrat

27:51

ditambah 1/4 MV kuadrat setengah kali

27:55

setengah seperempat ya jadi 3/4 MV

27:58

kuadrat kita masukkan m-nya itu 1/4 0,25

28:02

itu 1/4 ya selanjutnya kita selesaikan

28:05

saja 3/4 dikali 1/4 = 3 perenambelas

28:09

dikali 4 ^ 2 16 jadi jawabannya adalah

28:13

tiga Joule sampai di sini video

28:16

pembelajaran untuk materi dinamika

28:18

rotasi dan keseimbangan benda Tegar

28:20

bagian pertama sampai jumpa di video

28:23

pembelajaran bagian kedua berikutnya

28:25

terima kasih sudah menonton sampai jumpa

28:27

di

28:30

Hai oleh me over brush now mean the

28:35

world Challenge

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.