Pencanangan Zona Integritas & Penandatanganan Perjanjian Kinerja BPSDM Hukum 2026
FULL TRANSCRIPT
mulai rangkaian acara pencanangan dan
penandatanganan komitmen bersama
pembangunan zona integritas serta
perjanjian kinerja BPSDM hukum tahun
2026. Untuk itu kami sekali lagi mohon
kerja sama Bapak Ibu sekalian untuk
dapat menonaktifkan nada dering atau
mengubah ke mode silent handphone atau
gawai Bapak Ibu masing-masing. Terima
kasih.
Lihat pintu ajainakinak
kamu langsung naik aja sampai situ
langsung naik ya biar aku langsung
menyanyikan lagi.
H
Hadirin dimohon berdiri.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya
Manusia Hukum tidak di tempat acara.
[musik]
Sekali lagi hadirin dimohon berdiri
menyanyikan lagu kebangsaan.
Indonesia
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
menyanyikan Mas Kementerian Hukum
Republik Indonesia.
[musik]
[musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita
semua. Shalom. Om swastiastu.
Namo buddhaya. Salam kebajikan. Salam
pembelajar.
Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Hukum.
Yang kami hormati
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan
Kebijakan dan Evaluasi Reformasi
Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan
Pengawasan 1 Kementerian Pendalagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.
Inspektur Wilayah 1 Inspektorat Jenderal
Kementerian Hukum. Asesor SDM Aparatur
Ahli Utama, Widya Iswara Ahli Utama
Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan
BPSDM Hukum. Kepala Biro Perencana dan
Organisasi Sekretariat Jenderal
Kementerian Hukum atau yang mewakili,
Direktur Politeknik Pengayoman
Indonesia, Kepala Balai Pelatihan Hukum
Semarang, Kepala Balai Pelatihan Hukum
Batam, Kepala Balai Pelatihan Hukum
Bitung, Pejabat Manajerial dan
nonmanerial di lingkungan BPSDM hukum,
serta hadirin dan undangan yang
berbahagia.
Puji dan syukur marilah kita panjatkan
kehadirat Tuhan yang maha esa karena
atas rahmat dan karunia-Nya pada pagi
hari ini kita dapat hadir dalam acara
pencanangan dan penandatanganan komitmen
bersama pembangunan zona integritas
serta perjanjian kinerja di lingkungan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Hukum tahun 2026. dalam keadaan sehat
walafiat.
Mengawali rangkaian kegiatan pada pagi
hari ini, marilah kita tundukkan kepala
sejenak memohon keberkahan dan
kelancaran seluruh rangkaian acara dalam
pembacaan doa yang akan dipimpin oleh
saudara Adam Miftahul Fahri. Disilakan.
Astagfirullahalazim.
Astagfirullahalazim.
Astagfirullahalazim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
sayyidina Muhammad. Ya Allah yang maha
pengasih lagi maha penyayang. Di bawah
naungan rahmat-Mu pada pagi ini kami
berkumpul dalam rangka pencanangan dan
penandatanganan komitmen bersama
pembangunan zona integritas serta
perjanjian kinerja BPSDM hukum tahun
2026. Kami memohon kepada-Mu,
limpahkanlah rahmat dan rida-Mu atas
setiap ikhtiar yang kami lakukan. Ya
Allah, ya Tuhan kami, dengan
melaksanakan kegiatan ini, tanamkanlah
dari dalam diri kami nilai-nilai
integritas, kejujuran, dan tanggung
jawab agar komitmen yang kami ikrarkan
tidak hanya tertulis dalam dokumen,
tetapi terwujud nyata dalam sikap,
perilaku, dan kinerja kami sehari-hari.
Ya Allah, jadikanlah kegiatan ini
sebagai langkah awal yang baik. Langkah
yang Engkau ridai dan langkah yang
mengantarkan kami pada keberhasilan dan
keberkahan. Ya Allah yang maha
pelindung, sehatkanlah kami, sehatkan
keluarga kami, sehatkan para pemimpin
kami, jadikanlah kami orang-orang yang
senantiasa selalu bersyukur atas
nikmat-Mu. Ampunilah kami, mudahkanlah
urusan kami, dan kabulkanlah doa kami.
Hasbunallah wikmal wakil, nikmal maula
wikman nasir. Rbana atina fid dunya
hasanah wafil akhirati hasanah
waqinaabanar. Walhamdulillahiabbil
alamin.
Selanjutnya laporan Sekretaris Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum
kepada Bapak Jusman, S., M.H. Disilakan.
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita
semua. Shalom, om swastiastu,
Namo Buddhaya, salam kebajikan.
Yang terhormat Ibu Kepala Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum
Kementerian Hukum. Yang saya hormati
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan
Kebijakan dan Evaluasi Reformasi
Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan
Pengawas Kementerian Pemberdayagunan
Aparatur Negara Republik Indonesia,
Bapak Ahmad Hasmi. Aka. Terima kasih Pak
Hasmi. Jin buka. Saya sering
telepon-teleponan sama Pak Hasmi WA-waan
tapi baru kali ini ketemu. Terima kasih
Pak Hasmi berkenan hadir. Yang saya
hormati Inspektur Wilayah 1 Inspektorat
Jenderal Kementerian Hukum Ibu Dr.
Morina Harahap, S.H., M.M.
Yang saya hormati
pejabat fungsional ahli utama di
lingkungan BPSDM Kementerian Hukum.
Hadir eh koordinator Widya Iswara Ibu
Nuni Suryani. Terima kasih. Asesor ya
asesor SDM, Koordinator Widya Iswara Pak
Slamat. Ee asesor
SDM Aparatur Ahli Utama Bapak Iwan
Kuriawan. Terima kasih. Rekan-rekan para
pimpinan tinggi pratama di lingkungan
BPSDM Hukum. Hadir lengkap Ibu Kepala
Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan
Kepemimpinan
Pak Kapus Banglat Diklat Fungsional dan
Ibu Kepala Pusat PA Kompetensi serta
Direktur Politeknik Pengayoman Indonesia
beserta wakil direktur bidang akademik
dan para kepala Balai Hukum. Saya hari
ini sudah menyebutkan Balai Pelatihan
Hukum karena baru saja kami menerima
Permenkum nomor 2 tentang organisasi dan
tata kerja Balai Pelatihan Hukum
Kementerian Hukum. Jadi tidak lagi
menggunakan Biklat tapi Bapel Kum dan
tentunya
yang mewakili Ibu Kepala Biro
Perencanaan dari bagian RB tadi saya
lihat hadir Bapak Ibu sekalian seluruh
peserta pegawai baik manajerial maupun
non manajerial di lingkungan BPSDM hukum
yang berbahagia. Pertama-tama tentunya
selalu kita memanjatkan puji dan syukur
atas kehadirat Allah Subhanahu wa taala,
Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah pada
pagi hari ini kita semua berkumpul di
auditorium BPSDM Hukum Kampus Pengayoman
Pancasila dengan niat yang sama yaitu
mengikuti kegiatan pencanangan dan
penandatanganan komitmen bersama
pembangunan zona integritas serta
penandatanganan perjanjian kinerja BPSDM
hukum tahun anggaran 2026.
Ibu Kepala BPSDM yang kami hormati.
Perkenankan pada kesempatan ini saya
secara singkat menyampaikan laporan
persiapan kegiatan. A. Pelaksanaan
kegiatan hari ini, Selasa tanggal 20
Januari tahun 2026 pukul 09.00 sampai
dengan selesai bertempat di Auditorium
Pengayoman Pancasila lantai 2 Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum
Kementerian Hukum. B. Tujuan kegiatan
satu untuk meneguhkan komitmen bersama
seluruh jajaran BPSDM hukum dalam
pembangunan zona integritas menuju
wilayah birokrasi bersih dan melayani
atau disingkat WBBM. Yang kedua,
menyelaraskan sasaran strategis program
dan target kinerja BPSDM hukum tahun
anggaran 20 2026 melalui penandatanganan
perjanjian kinerja. Yang ketiga, untuk
memperkuat budaya integritas,
akuntabilitas, dan tanggung jawab
kinerja secara berjenjang baik dari
pusat dalam hal ini BPSDM hingga pada
unit pelaksana teknis yang ada di bawah
BPSDM hukum. C. Output daripada kegiatan
satu adalah dokumen piagam komitmen
bersama pembangunan zona integritas.
Yang kedua, dokumen fakta integritas.
Yang ketiga, dokumen perjanjian kinerja
tahun 2026. Output ini diharapkan
menjadi dasar penguatan pelaksanaan
pembangunan zona integritas dan
pengendalian kinerja secara
berkelanjutan di lingkungan badan
pengembangan sumber daya manusia hukum
dan unit pelaksana teknis yang ada.
Adapun peserta terdiri dari pimpinan
tinggi pratama, Direktur Politeknik
Pengayoman Indonesia, para kepala Balai
Pelatihan Hukum, para pejabat manaj
manajerial dan nonmanajerial di
lingkungan Badan Pengembangan Sumber
Daya Manusia Hukum. Adapun anggaran yang
digunakan untuk kegiatan ini bersumber
dari daftar isian pelaksanaan anggaran
BPSDM hukum tahun anggaran 2026 dengan
nomor SPDIPA mendatar 135.13.1.693160/
2026 tanggal 1 Desember tahun 2026. Ibu
Kepala BPSDM yang saya hormati, yang
saya banggakan. Demikian secara singkat
kami menyampaikan laporan terkait dengan
persiapan pelaksanaan kegiatan ini.
Mohon pada saatnya nanti Ibu Kepala
Badan untuk memberikan sambutan, arahan
dan mohon kepada Bapak Asdep untuk ee
memberikan penguatan terkait dengan
reformasi birokrasi di lingkungan Badan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum.
Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[musik]
Hadirin yang kami hormati, selanjutnya
kita ikuti bersama penguatan reformasi
birokrasi dan pembangunan zona
integritas yang akan disampaikan oleh
asisten deputi koordinasi pelaksanaan
kebijakan dan evaluasi reformasi
birokrasi, akuntabilitas aparatur, dan
pengawasan
Kementerian PAN RB kepada Bapak Ahmad
AK. Disilakan.
[musik]
[musik]
[musik]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita
semua.
Yang kami hormati Bu Kapan,
Ibu Inspektur,
Bu Pak Tes,
ee Bapak Ibu pimpinan tinggi di
lingkungan BPSDM, kemudian para asesor
ee koordinator Widiswara dan Bapak Ibu
yang hadir pada kesempatan hari ini. Ini
mohon maaf Bu, kirain belakangan jadi
saya enggak nyiapin. [tertawa]
Ee sebetulnya sudah nyiapin bahan, cuman
karena tadi belum sempat di-share, jadi
saya mohon maaf ini agak terlambat untuk
merespon.
Bapak, Ibu yang kami hormati, ada
beberapa hal yang ee perlu kita ketahui
bahwa ee
saat ini pemerintah kita sedang banyak
agenda pembangunan. Yang jelas untuk
mencapai agenda pembangunan butuh
berbagai strategi. Salah satu yang bisa
dilakukan adalah melakukan percepatan
reformasi birokrasi.
ee desain reformasi birokrasi yang dulu
dengan yang sekarang tentunya akan ada
pergeseran-pergeseran ya, terutama
bagaimana kita merespon birokrasi
terhadap agenda-agenda Pak Presiden. Ya,
ini yang menjadi eh apa ya ee pemicu
kenapa reform itu selalu ada.
Ternyata di dalam ee perkembangan yang
sampai saat ini ternyata reform
birokrasi ada sebagian instansi
pemerintah yang sudah merespon secara
baik tetapi ada beberapa instansi
pemerintah yang responnya sangat sangat
lambat. Nah, di pemerintah daerah juga
ada pemerintah daerah yang bagus
terutama di Jawa gitu. Itu bagus. Tapi
kalau di daerah
ee kami pegang Sumatera dulu pernah
pegang ee wilayah timur itu
sangat-sangat jauh sehingga PR-nya
banyak. Kalau di kementerian lembaga
secara umum terutama di Kementerian
Hukum, HAM dan IPAS dulu ya itu
responnya cukup bagus. Kemudian begitu
pecah ternyata ee empat kementerian baru
ini ee startingnya beda-beda. Kemudian
kementerian hukum yang termasuk yang
lebih baik ya dibanding kementerian yang
lain.
Nah, Bapak Ibu yang kami hormati, zona
integritas itu memang dibangun ee untuk
percepatan reform.
Mungkin kita pernah ingat waktu kita
membangun reform, reform yang ada di
lembaga itu didukung oleh reform di
unit-unit yang ada. Jadi bayangannya
kalau reform lembaga itu tidak mungkin
terwujud kalau unit-unit yang ada itu
tidak melakukan reform. Sehingga kami
mendorong agar seluruh unit kerja itu
membangun reform. Bahkan dulu evaluasi
kinerja itu, evaluasi reform itu,
Teman-teman, melakukan evaluasi mandiri
terhadap unit kerjanya. kemudian akan
menjadi nilai pada ee reform-nya
lembaga. Nah, ternyata ada beberapa
kondisi ya di level lembaganya ada
reform, begitu kita lihat di lembaga di
di unitnya ternyata enggak sebaik apa
yang yang kita bayangkan. Jadi eh banyak
instanasi pemerintahnya bagus, ternyata
begitu kita masuk pada unitnya enggak
sebagus yang kita bayangkan. Padahal
reform itu akan terasa itu ketika
unitnya bagus ya. Karena unit-unit
inilah yang akan berhadapan dengan ee ee
masyarakat, dengan stakeholder kita,
dengan ee instansi yang menjadi apa
namanya? pengguna layanan kita. Nah,
ternyata kondisi inilah yang tergambar
di beberapa ee kementerian lembaga
sehingga kami mendorong lewat
pembangunan zona integritas.
Ya, awalnya memang zona integritas
sebagai pemicu ya di beberapa tempat,
tapi belakangan justru responnya
beberapa instintah ingin membangun zona
integritas di seluruh unit yang ada.
Tahun 2014 awal kita bangun Zi,
Kementerian Keuangan yang paling
responsif terhadap kebijakan ini dan
sampai sekarang. Saya ingat betul tahun
2018-19
menteri kami bilang bahwa kami akan
bergeser dari Kementerian Keuangan ke
kementerian lain ya. Tapi ternyata
Kementerian Keuangan tetap pada komitmen
ingin membangun seluruh unitnya menjadi
unit WBKWM. Nah, kemudian di beberapa
instit pemerintah yang kami dorong
termasuk di Kementerian Penegak Hukum.
Jadi Kejaksaan, Kepolisian,
Mahkamah Agung termasuk Kementerian Huk
KumHAM ya. hukum, HAM, dan Impas itu
termasuk instansi pemerintah yang kita
dorong untuk membangun ee ee zona
integritas dan ee data yang kami ee
peroleh perkembangannya cukup lumayan
bagus ya meskipun belakangan kualitas
pembangunan Z-nya itu masih
apa ya istilahnya
tidak seperti yang kita bayangkan. Ini
kan modelnya percepatan. Kalau membangun
wilayah yang atau zona yang jadi
percontohan, idealnya percontohan yang
pertama itu akan menjadi basis
percontohan yang kedua. Bukan berarti
unit yang kedua sama dengan unit yang
pertama. Kalau unit yang kedua sama
dengan modelnya unit pertama, berarti
unit kedua enggak layak menjadi contoh.
Maka unit yang kedua itu harusnya lebih
baik dari unit yang pertama. Unit yang
ketiga lebih baik dari unit yang kedua.
Nah, di ujungnya akan diperoleh sebuah
unit yang jauh lebih baik, lebih komplit
inovasinya. Sehingga memang perlu ada
suatu upaya teman-teman di Inspekturat
Jenderal membuat sebuah modeling gitu
ya. Kalau di Kementerian Hukum ada model
unit A itu minimal apa sih yang menjadi
fokus layanannya? Kalau enggak akan
ketemu unit-unitnya semuanya WBK tapi
enggak ada percepatannya. Masih sama
unit yang satu dengan unit masih sama
modelnya.
di Kementerian ee Imipas misalnya ini
sebagai ilustrasi misalnya layanan di
lembagaan
itu yang model WBK-nya harus seperti
ini. Kalau ada yang mau bangun minimal
ini plus inovasi baru. Jadi kalau
kemarin kami sempat di beberapa unit ee
apa namanya ee badan atau pusat yang
pengembangan SDM, ternyata unit-unit
yang diajukan ke WBKWBM
bentukannya itu masih di bawah standar
ee unit BPSDM yang sudah pernah menoleh
BBK atau WBM.
Ee contohnya misalnya ada beberapa unit
yang mengajukan kami challenge pernah
lihat ee modelnya BPKP Korbu enggak?
Misalnya pernah melihat punyanya BPK
enggak punyanya Kementerian Keuangan
enggak. Kalau enggak kita akan kesulitan
membuat sebuah simpulan bahwa unit ini
layak menjadi percontohan. Karena
sebetulnya percontohan itu tidak hanya
menjadi percontohan di apa di lembaga
sendiri, tetapi kita harapkan
percontohan di seluruh lembaga
pemerintah yang ada khususnya yang WBM.
Bahkan di beberapa kementerian kayak
Kementerian Keuangan itu kalau unit
kanwil memperoleh WBM dia itu bisa
menularkan termasuk unit-unit yang ada
di Pemda. H
dia membuka layanan pendampingan WB W W
W W WBK untuk pemda-pemda di sekitar ee
kanwilnya. Jadi ee kita akan melihat
seberapa kontribusi unit WBM mendorong
instansi lain atau unit di kita sendiri
dan instansi lain untuk membangun tata
kelola yang lebih baik.
Nah, Bapak Ibu yang kami hormati,
kembali kepada reform. Reform yang
sekarang itu kan basisnya kepada kondisi
ee mengikuti perkembangan ee zaman.
Digitalisasi menjadi faktor penting ya
untuk memastikan bahwa reform birokrasi
itu berjalan. Maka pembangunan Z pun
basisnya pasti digitalisasi. Jangan
cerita lagi bahwa pembangunan Zi tidak
berbasis pada ee aspek digital karena
ini pasti ketinggalan ya. Di aspek-aspek
digital inilah penting. Karena kalau
kita lihat perkembangannya sekarang di
dunia ee bisnis misalnya,
data menunjukkan bahwa transaksi
perdagangan melalui online itu jauh
melebihi ee apa namanya yang
konvensional ya. orang beli barang
tinggal klik barang dianter gitu ya.
Artinya layanan kita pun terhadap
stakeholder kita pun ee mungkin tinggal
klik orang sudah menerima layanan gitu.
Sekarang sedemikian mudahnya gitu. Jadi
ketika kita bicara tentang BPSDM
bagaimana layanan terhadap kalau ke
pegawai ya ee dia bisa memberikan
layanan yang semudah orang mengakses
berbagai layanan yang sekarang sudah
ada.
Kami pernah lihat punyanya PLN, punyanya
Bank Mandiri, kemudian Telkom. Ya,
kira-kira kalau nanti teman-teman BPSD
membangun ZI ya mungkin kiblatnya bisa
ke ke sana gitu ya. Kalau enggak ke sana
akan sulit kita memberikan sebuah apa
namanya gambaran bahwa ini layak untuk
memperoleh predikat WBM. Nah, berbagai
hal didigitalisasi ternyata memang ada
persoalan di di lingkungan kita.
Ya,
pertama adalah
ternyata banyak di instansi kita itu
masih eh silo mentality ya. Persoalannya
membangun ee apa namanya sebuah unit
yang baik itu salah satu syaratnya
adalah ee
kita harus melakukan kolaborasi ya.
tentunya BPSDM punya punya mitra-mitra
ya di samping mitra di internalnya juga
mitra pengembangan SDM di seluruh BPSDM
yang ada di Indonesia.
Ini bagian dari cara kita untuk
membangun BPSDM lebih baik.
Yang kedua memang ada beberapa yang
menjadi ee apa namanya? Handicap adalah
iklim inovasi.
Banyak inovasi yang kita bangun.
hanya untuk awarding. Ini banyak
instansi pemerintah yang membangun
inovasi. Bahkan ada satu instansi
pemerintah pada saat awarding dia
memperoleh penghargaan inovasi tapi
begitu kita cek tahun yang kedua sudah
enggak jalan. Banyak instansi pemerintah
yang bangun itu dan itu rata-rata unit
WBM.
Dia bangun inovasi pada saat WBK. Dicek
pada saat WBM-nya sudah enggak jalan.
dia menambahkan inovasi baru. Rata-rata
unit BBM itu dibangun semangatnya itu
setelah 2 tahun atau 1 tahun telah
bangun WBK. Padahal kita penginnya itu
kan minimal, tidak harus buru-buru
membangun BBM sebetulnya. Yang yang
terpenting bahwa inovasi yang dibangun
sudah berjalan baik dan sudah bisa
diracking before after-nya
perkembangan kinerjanya menjadi lebih
baik atau tidak. Karena basis inovasi
itu pasti ada isu. Ada sebuah isu, ada
sebuah kinerja yang harusnya lebih baik
dibanding sebelumnya. Kenapa kita butuh
inovasi? Kadang-kadang inovasi hanya
membungkus
kegiatan yang rutin di dalam sebuah
aplikasi. Padahal inovasi itu basisnya
pada sebuah isu. Ada persoalan layanan
yang lambat menjadi lebih cepat. Layanan
yang yang mungkin kurang berkualitas
menjadi lebih berkualitas. tetapi harus
ada tracking ee kinerjanya. Nah, banyak
instansi pemerintah yang gagal di situ
di konteks WBM.
Yang berikutnya adalah ee kesenjangan
infrastruktur ya, infrastruktur digital.
Jadi, Teman-teman banyak yang membangun
inovasi dengan digitalisasi tetapi
ee yang menguasi digital itu hanya satu
dua orang.
Ini banyak kejadian di beberapa tempat.
inovasi dengan digital enggak jalan
karena orangnya mutasi. Yang dulu pernah
bangun sudah mutasi. Jadi dia mulai dari
awal lagi. Nah, kemudian persoalan
keamanan ya. Ee mestinya sih setiap
pembangunan aplikasi pasti kerja sama
dengan PSSN ya untuk memastikan keamanan
ee ee di dalamnya ya. Yang berikutnya
adalah ee jaringan. Ini banyak
aplikasi-aplikasi yang dibangun ketika
mau diakses jaringannya terganggu.
ini juga ini banyak terjadi. Ada sebuah
ilustrasi menarik. Kebetulan saya suka
ini Bu apa mengulik layanan yang ada di
di pemerintah.
Jadi waktu itu layanan perpanjangan SIM
di PORI bisa dilakukan melalui aplikasi.
Saya coba masuk,
ternyata di aplikasi itu untuk daftar
SIM-nya ngisi aplikasi sendiri. Mau tes
kesehatan ngisi aplikasi sendiri. Tes
lagi psikologi, tes melalui aplikasi
sendiri dengan alamat yang berbeda.
Nah, saya sudah ngikutin, Bu. Ternyata
pertanyaannya banyak banget di situ.
Bagi si penerima layanan kan pasti
membutuhkan waktu dan energi untuk
menjawab itu. Karena saya ada tim, saya
suruh tim saya untuk menjawab seluruh
pertanyaan itu. Kalau saya yang diuji
mungkin enggak lulus karena tesnya
saking banyaknya. Dan alhamdulillah tes
psikologi, tes kesehatannya lulus dengan
saya lupa kategorinya excellent lah.
Nah, tinggal proses pembuatan SIM. Pas
pembuatan SIM ternyata salah satu
syaratnya harus foto di bawah eh di
dengan latar belakang warna biru. Nah,
karena di kantor saya mungkin
teman-teman ee Kementerian Hukum yang
pernah ke kantor enggak ada background
yang warnanya biru. Terpaksa pakai
background rata-rata di kantor kan
coklat ya.
Nah, setelah difoto ternyata ditolak.
Saya dapat email ditolak tidak bisa
diproses lebih lanjut karena
background-nya warnanya tidak biru. Nah,
akhirnya diminta untuk akses ke layanan
mobile ya, mobil SIM keliling lah gitu.
sampai di sana diminta lagi ee
syarat-syaratnya misalnya mana ininya ee
hasil tes kesehatan kan sudah saya sudah
masuk online tapi terpaksa harus harus
apa namanya ee mengisi lagi datanya
kemudian hasil tesnya harus dicetak
kembali dan fotokopinya harusahkan
padahal saya sudah mengirim PDF-nya
terus fotonya apa fotokopinya di mana di
seberang
bukan di kantornya di seberang bayar
sendiri akhirnya kita nyebrang fotokopi
balik lagi situ. Nah, giliran antri foto
menunggu 1 jam lebih antri foto ternyata
apa? Internetnya mati jaringan. Artinya
digitalisasi yang dibangun itu tidak
sesuai dengan harapan publik. Bukannya
menjadi lebih mudah, tetapi justru
merepotkan. Dua kali kerja sama
digitalisasi di kantor kita. kita sudah
bikin e-office
kemudian bikin surat lewat digital.
Biasanya nih para JPT nih termasuk saya
cetakannya mana?
Jadi kita sudah pakai digital,
pimpinannya minta cetakannya mana?
Rasanya kalau kita zaman dulu review itu
pengin enaknya gitu kan nyoret-nyet gitu
ya. Jadi teman-teman kita di bawah gitu
ya sudah beralih ke digital, tetapi
kitanya yang perlu berubah mindsetnya.
Sehingga beberapa kesempatan kemarin di
kami itu pimpinan tinggi harus ikut
digital leadership ya. Ada trainingnya
dengan teman-teman UNPAT eh saya ingat
tuh hampir 1 bulan, Pak ikut digital
leadership secara online setiap hari.
Jadwalnya sih cuma jam 09.00 sampai jam
11.00. Kalau enggak ikut di jamnya ya
nanti besok. Yang penting tugasnya
dikerjain karena kan waktu tidak banyak
ya. Nah ini persoalan apa namanya?
Persoalan di era digital terpenuhnya
kecukupan digital talent. Di kitanya
timnya sudah punya justru pimpinannya
yang belum. Nah, ini yang yang harus
merubah di kami juga prosesnya panjang.
Tahun 2012 kita sudah mulai bangun.
ketika pimpinannya tidak mengakses
digital ada profiling-nya sampai
segitunya. Nah, tentunya sekarang sudah
sudah saya yakin di Kementerian Hukum
sudah berjalan ee jauh lebih baik.
Yang berikutnya adalah ee persoalan
ee kita ternyata layan pemerintah lebih
banyak didesain secara analog, belum
dial dari sejak awalnya gitu ya.
sehingga ini yang ee ketika teman-teman
akan membangun WBM ee harus pastikan
karena klien kita kan lebih banyak
orang-orang yang terdidik. Tidak ada
lagi klien yang tidak melek terhadap
digital. Kalau lihat di masyarakat umum
kan digitalisasi
hampir sampai tukang nasi goreng pun
sudah digital bayar sudah Kris. Itu kan
sudah digital ya. Itu paling sebenarnya
tukang sayur aja sudah bisa pakai Kris
pembayarannya. Nah, justru di kita masih
menjadi ee masalah.
Saya tidak cerita tentang bagaimana cara
membangun Z-nya ya. Saya yakin Bapak Ibu
sudah paham tentang konteks ini.
Sehingga hanya saya me apa namanya me
menyampaikan beberapa hal yang menjadi
fokus evaluasi di WBM. Ya, memang sampai
saat ini desain kebijakan WBKWBM tuh
masih menggunakan ee yang lama ya sampai
dengan tahun ini. Jadi dulu kan RB masih
8 area perubahan kemudian di di Zi-nya
en area perubahan. Sebetulnya ee di
dalam proses evaluasi yang sekarang
sudah mengarah lebih fokus pada tiga
area perubahan ya. Tiga area perubahan.
Yang pertama adalah ee kaitan dengan
area pengawasan. Pengawasan itu
heavy-nya lebih kepada integritas ya.
Lebih pada integritas persepsi anti
korupsi ya. Yang kedua pada manajemen
kinerja. Ini yang menjadi persoalan
manajemen kinerja di beberapa instan
pemerintah yang gagal di WPM itu karena
kinerjanya ternyata tidak lebih baik
dari yang sebelumnya.
Pemahaman terhadap akuntabilitas
kinerjanya belum belum utuh. Misalnya
target tahun ini ternyata lebih kecil
atau sama dengan tahun yang sebelumnya
di dalam laporan kinerjanya terlihat ya.
Jadi tidak ada target kinerja yang
menangtang. Menangtang itu setting
targetnya jauh lebih besar sehingga kita
butuh inovasi yang baru. Kadang-kadang
kinerjanya masih sama dengan yang tahun
lalu, tapi kita bikin inovasi lah.
Inovasinya buat apa? Kan ada isu dulu
kita ingin lebih baik ke depan sehingga
kita butuh inovasi.
Yang berikutnya adalah yang ketiga
terkait dengan layanan publik ya.
Layanan publik ini memang ada satu
survei ya ini menjadi ee cara ya cara
kita atau kami semua melihat sejauh mana
progres dari layan publik. Cuman yang
menjadi persoalan ketika kita melakukan
survei terhadap persepsi lain publiknya
dilakukan dengan cara-cara yang tidak
berintegritas. Kita bicara tentang
pengawasan, bicaranya integritas. Tetapi
begitu melihat bagaimana layan publiknya
dilakukan dengan cara-cara yang tidak
berintegritas. Contoh yang paling
menonjol sama karena kami juga sebagai
responden. Teman-teman tuh telepon,
"Pak, tolong Pak ya. Nanti Bapak jadi
responden dan ya berikanlah respon yang
baik buat kami. Kami sedang membangun Z
padahal kami evaluatornya. Dia lupa
bahwa kami itu evaluatornya. Dan itu
terjadi beberapa tempat.
Ada juga yang model kita survei misalnya
data SKM dapat yang jelek-jelek tidak
ditabulasi. Kita tabulasi yang
bagus-bagus saja sehingga ujungnya nanti
kita memenuhi syaratsyarat rukunnya
mengajukan WBM. Padahal secara
substansional secara substansional itu
masih bermasalah. Ini banyak hal yang
yang terjadi seperti itu.
Kita tahu bahwa ada isu di layan publik
ya. lain publik itu yang pertama kita
dianggap itu kurang responsif. Perubahan
responsif inilah yang penting ya
keluhan. Makanya ada ada lapor, ada
ombus sebetulnya lebih responsif
responsif terhadap keluhan masyarakat.
Makanya kalau enggak lolos dari ombus
itu ketika misalnya 1 2 3 aduan tidak
direspon lebih dari 1 2 3 bulan misalnya
itu langsung cross WBM syaratnya agak
berat ya. Kemudian kurang informatif
karena layanannya bagus tapi publik
enggak tahu kurang informatif. Jadi
inovasi harus informatif.
Yang berikutnya adalah akses. Akses itu
ramai, Pak, ketika bicara tentang ee
layanan inklusif ya. Bagaimana dengan
teman-teman yang disabilitas? Layanan
publik harus bisa ee menjangkau seluruh
ee ee pihak ya. Yang berikutnya adalah
kurang koordinasi. Ini ini koordinasi
itu hal yang mudah diucapkan sebenarnya,
tapi fakta di lapangannya agak sulit
sebetul koordinasi meskipun sebetulnya
koordinasi sudah bergerak ke kolaborasi.
Koordinasi bahasa yang sangat rendahnya
kemudian sudah lari ke kolaborasi.
Kita bicara tentang kebijakan yang
berbeda-beda antara kementerian dengan
di bawahnya. Kebutuhan SDM yang seperti
apa gitu. itu enggak nyambung sama
desain kurikulum yang kita bangun
misalnya. Itu harus bisa di dijawab.
Yang berikutnya adalah birokratis.
Sering berbelit-belit. Ya, ini proses
atau kejadian yang di beberapa tempat
termasuk
ada beberapa
persyaratan yang
enggak make sense gitu.
Cerita dulu misalnya orang mau bayar
pajak itu pajak kendaraan ya harus
menyampaikan KTP asli. Mungkin Bapak Ibu
ngerasain semua tuh datang ke Samsat
gitu mau bayar kendaraan mana KTP
aslinya? Kalau enggak bawa KTP asli
enggak dilayani.
Padahal orang itu mau bayar. Bagi kami
misalnya enggak punya KTP pun, bahkan
enggak punya kendaraan pun mau bayar
pajak kendaraan ya terima-terima saja.
Kenapa harus dipersulit?
sama kayak STNK, STNK-nya enggak ada
enggak enggak ada urusan sama itu. Kalau
mau bayar ya terim saja. Ternyata
birokrasi itu lebih senang begitu. Kalau
bisa
ya dipersulit, kenapa dipermudah gitu.
Ini ini yang sering terjadi. Stigma itu
yang harus di di diselesaikan
sehingga kita ingin memperbaiki hal-hal
yang kayak gitu. Sebetulnya kalau di
BPSDM yang kami lihat di berbagai tempat
relatif resikonya sedikit. Kalau
membangun sebuah unit yang WBM resikonya
Pit karena kan teman semua ininya masih
untuk lingkungan. kecuali mungkin BPSDM
sudah membuka ee yang untuk yang lain ya
sudah ya dengan pemda atau apa mungkin
ee banyak hal yang harapannya kalau
orang kalau teman sendiri kalau mendapat
layanan tidak sesuai ya sudahlah kan
teman sendiri tapi bagi publik yang lain
berbeda bisa menjadi berbeda.
Yang berikutnya terkait dengan isu
manajemen kinerja ya. Ada beberapa hal
yang menjadi catatan kami ketika bicara
tentang manajemen kinerja. Yang pertama,
desain kinerja di level lembaga, di
level unit dan unit-unit kecil di
bawahnya. ini yang kadang-kadang tidak
tidak rapi. Level badannya apa, level
apa namanya direkturnya apa, level
pusatnya apa. Kadang-kadang ada desain
yang kinerjanya badan itu hanya kumpulan
dari kinerjanya level di bawahnya. Itu
biasanya kalau WBM itu cross agak sulit.
harusnya ada level yang berbeda antara
di levelnya badan, kemudian level pusat,
levelnya unit-unit ya, direktur harus
punya kinerja yang spesifik terhadap
level apa namanya ee unitnya, level
jabatannya ya. Karena kan setiap jabatan
punya harganya, punya kompetensi yang
dibutuhkan, pasti kinerjanya akan
berbeda-beda.
Kemudian perencanaannya seringkiali
masih silo.
Silo itu desainnya kita kan pasti punya
range trrack ya. Desain range ke
bawahnya harus clear itu apa yang di di
apa yang di yang didukung oleh unit
berpengaruh yang kinerja unit
berpengaruh kepada kinerja di atasnya.
Harus clear.
Makanya terkait dengan penjabaran
kinerja harus beres berdasarkan logical
framework-nya. Kadang-kadang kan kita
bikin kinerja desain program kegiatannya
ST seperti yang ada di anggaran. Padahal
desain yang di dalam konteks Ming gereja
adalah kegiatan yang dilakukan dalam
mencapai kinerjanya.
Seringki program kegiatan yang ada di
RENJA itu tidak sesuai dengan kebutuhan
untuk mencapai kinerjanya.
desain apa program kegiatannya. Nah, ini
yang sering menjadi masalah. Yang
berikutnya adalah
perbaikan di dalam manajemen kinerja itu
lebih pada mencapai sebuah nilai bukan
pada substansi ee apa namanya
kinerjanya. Nah, ini yang terjadi di
beberapa tempat. Nah, yang terakhir
terkait dengan manajemen kinerja isunya
adalah
ee
manajemen kinerja itu dianggap urusannya
tim di bawah.
Padahal manajemen kinerja itu urusannya
pimpinan. Ya, ini yang sering sering
terjadi sehingga pada saat kami
melakukan evaluasi misalnya wawancara
atau apa namanya Zoom biasanya lalu Zoom
ya pimpinan yang diharapkan bisa
menjelaskan tentang kinerjanya sering
sering apa sering hang. Nah, ini
biasanya evaluator agak bilang pimpinan
belum menguasai tentang kinerjanya
sendiri gitu. Nah, biasanya agak-agak
sulit ini.
Nah, terkait dengan isu integritas
memang data yang terbaru dari yang kami
peroleh ya itu ee hasil SPI-nya KPK
kemarin ya. Kementerian Hukum secara
umum ee masih lebih baik dari rata-rata
nasional. Ya, ini maaf enggak bisa
disampaikan ya. ee rata-rata nasional
itu diangkat 72. 72 itu kategorinya
rentan sebetulnya kalau KPK. Nah,
Kementerian Hukum itu dikategorinya
waspada di angka 77.
Nah, begitu kami cek ke apa namanya ke
datanya itu ada
41
unit Kementerian Hukum yang disampel dan
Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia
Hukum itu ada di urutan 32 di sampel
yang dilakukan oleh KPK yang paling
bagus itu Kanwil Sulawesi Barat 89 ya
dan paling rendah itu ada di Dirjen
Administrasi Hukum angka 78 dan BPSDM
itu 81,23.
Itu sudah bagus. Artinya di atas ee
ambang minimal kan 78 artinya sudah oke.
Cuman kalau lihat ini akan menjadi
contoh harusnya lebih baik dari
unit-yunit yang lain gitu ya. Karena ini
kan menjadi contoh BBM ini perlu
dibangun
ee yang lebih baik.
Ee Bapak, Ibu yang terakhir ada beberapa
catatan ya tercatat catatan ini hasil
dari kumpulan catatan kami di berbagai
evaluasi Z
di Kementerian Hukum maupun di
kementerian lain bahkan di pemda.
Yang pertama adalah ini teknokratiknya
lah. Yang pertama rencana aksi
pembangunan ZI-nya belum berkualitas.
Enggak kebayang dulu tim manajemen
perubahannya ketika membangun sebuah
renaksi enggak clear sebetulnya apa sih
yang mau di diperbaiki itu kan akan
tergambar di renaksi ya ada satu apa
namanya ee ee kondisi yang ingin kita
capai akan tergambar dari renaksi
yang berikutnya
ini klasik tetapi faktanya banyak
termasuk unit-unit yang mengajukan WBM
LKE-nya itu enggak cukup
bahkan tidak relevan dengan apa yang
kita mau. Ini kejadian di beberapa
tempat ya. ee
teman-teman sedang ingin berkontestasi
tarulah begitu ya atau ingin
menyampaikan bahwa kami sudah reform
tapi dokumen yang disampaikan bukan itu.
Ini banyak terjadi. Nah, biasanya itu
akan menjadi catatan karena begini ini
unit yang mau narsis tetapi datanya
enggak sesuai gitu kan. Narsis kan
penting sebetulnya dalam kinerja.
Sehingga eksplorasi data itu harus harus
clear. Betul bahwa itu yang kita
sampaikan dengan data dukung yang cukup.
Ini banyak sekali yang tidak cukup. Nah,
persoalannya adalah
pembangunannya biasanya diserahkan ke
tim. Kalau tim itu ditanya apakah
dokumen sudah di-upload? Pasti
jawabannya sudah. Entah apa yang dikirim
yang penting jawab dulu sudah. Nah, kami
di dalam melakukan evaluasi enggak lihat
lagi. Kalau pimpinan lembaganya sudah
menyatakan ini yang diusulkan, maka kami
anggap bahwa yang di yang data yang ada
itu ya sudah sepengetahuan pimpinannya.
data kami di berbagai evaluasi ternyata
pimpinannya enggak tahu ya.
Yang berikutnya adalah ini harusnya
tidak sih, Teman-teman Inspektorat
pastinya sudah jagain nih ee Bu
Inspektur kadang-kadang ada yang
nilainya enggak cukup, lolos aja.
Padahal kalau enggak enggak cukup ya
dicukup-cukupin aja kan strateginya gitu
ya. meskipun nanti dievaluasi oleh
TPN-nya akan diuji, tapi ada juga begitu
di apa dihitung ternyata angka
minimalnya enggak cukup. Ini terjadi di
beberapa tempat.
Yang berikutnya
penerapan manajemen kinerja. Ya, tadi
disampaikan agak panjang, tapi intinya
ini ee ee belum baik.
yang sekarang lagi yang menjadi catatan
adalah tentang benturan kepentingan ya
yang di pengawasan selain ee ee apa
persepsi publik terhadap integritas kita
juga benturan kepentingan baik terhadap
layanan. Kalau kita kan berarti layanan
ke internal ya lebih banyak mungkin ke
pemda juga misalnya orang yang ngikut
diklat itu siapa sih?
Ternyata banyak benturan kepentingan itu
di situ. Nah, ini juga banyak terjadi
benturan kepentingan belum dikelola
secara baik. Benturan kepentingan itu
kan tidak terhindari ya. Pak Ses punya
teman, punya saudara yang mungkin dalam
satu kantor ikut apakah ada kaitan
dengan jabatan kita. Sebetulnya kan itu
enggak bisa terhindari kan, cuman
bagaimana manajemennya, ada mitigasi
resikonya. Yang penting itu. Maka yang
gagal itu rata-rata gagal melakukan
pemetaan terhadap risiko. Risiko
terhadap tercapainya sebuah kinerja,
risiko terhadap integritas, maupun
risiko terhadap layanan publik. Layan
publik juga ada risikonya.
Ee ini yang banyak belum kelar. Yang
berikutnya adalah kaitan dengan
pengaduan.
Ternyata ada satu kondisi yang berbeda.
Banyak instansi pemerintah yang
menganggap kalau WBM itu tidak ada
pengaduan.
Ya, padahal pengaduan itu yang penting
adalah dikelola.
Semakin banyak yang mengadu berarti
mengindikasikan orang yang mengadu itu
nyaman. pengaduannya pasti ditindak
lanjutin sehingga dia akan mendorong
untuk mengadu lagi setiap hal. Sehingga
dulu kami pernah waktu dengan
teman-teman di KSP target pengaduan itu
ditargetkan secara nasional itu 1 juta
pengaduan. Saya pikir kok pengaduan kok
ditargetin dia. Ternyata argumentasinya
semakin banyak yang mengadu
mengindikasikan pengelola pengaduannya
baik.
Beda kalau misalnya saya sudah mengadu
dua kali tidak direspon, tidak dilanjut,
berikutnya pasti enggak mau ngadu lagi.
Jadi argumentasinya berbeda. Makanya
pengaduan itu yang terpenting ee
pengaduan itu diklasifik kecuali
pengaduan yang sama terjadi
berulang-ulang. Berarti atas pengaduan
itu tidak ditilanjuti dengan perbaikan e
bisnis prosesnya, delivery layanannya
segala macam ya. Kemudian yang
terakhir ya, inovasi yang kita bangun
ternyata
tidak menggambarkan perbaikan yang
signifikan. Di awal saya sudah
sampaikan, saya tekankan lagi bahwa ee
perbaikan itu bisa dilihat dari
kecepatan waktu. Dulu misalnya selesai
pendaftaran atau urusan administrasi 1
hari, kita mungkin bisa 1 jam. Bahkan
mungkin tinggal klik saja. Nah, di kita
kan banyak tuh
terutama di pengelolaan ee pengelolaan
SDM di internal misalnya ada teman kita
mau naik pangkat itu masih dimintai
SK pengangkatan pertama.
Ada masih gitu di instansi di instansi
itu. Jadi dia temannya mau naik pangkat
masih dimintai SK pengangkatan CPNS-nya
dulu di mana? Padahal kan SK CPNS kan
keluarnya dari kantor. Kenapa harus
minta ke pegawai? Kegagalan tata kelola
di dalam justru membebankan kepada
stakeholder kita. Bahkan ada yang minta
SK pengangkatan terakhir. Orang mau
pensiun itu kan diminta SK pengatan kan
enggak mungkin orang ini enggak ada SK
pun yang disampaikan saatnya pensiun ya
pasti pensiun gitu.
Jadi justru kegagalan kita dalam
mengelola SDM itu terutama as pegawaian
justru dibebankan kepada stakeholder
kita, pada mitra kita, pegawai gitu.
Nah, ini juga terjadi di berbagai ee
tempat. Aplikasi tentang apa namanya
pengelolaan SDMnya sudah sedemikian
canggih gitu. Tapi begitu orang mau naik
pangkat mau pensiun aja masih susah.
Pensiun aja susah. Nah, ini yang yang
terjadi argumentasinya apa? Buat
temannya sendiri aja susah
apalagi buat orang lain. Itu gambarnya
gitu. Kalau temannya mau naik pangkat
susah, gimana kita memberikan layan
publik kepada yang masyarakat secara
umum. Nah, ini beberapa hal yang menjadi
catatan ketika ee apa namanya? unit yang
diajukan WBM itu tidak lolos. Sebetulnya
ini kan sederhana Z itu seat-sangat
sederhana logik dan semua orang tahu
bahwa kinerja tahun ini lebih baik dari
tahun sebelumnya. Kinerja tahun depan
harus lebih baik dari tahun yang
sekarang.
Sesimpel itu. Layanan publik hari ini
lebih baik dari layanan publik tahun
sebelumnya. Layanan publik ke depan
harus lebih baik dari layanan tahun ini.
Sesimpel itu sebetulnya. Nah, integritas
ini sebetulnya menjadi catatan kita
semua. Memang integritas itu yang
menjadi persoalan ketika yang terganggu
di level pimpinan. Nah, contohnya yang
sekarang ini kejadian di Pati kemudian
di
Madiun gitu ya. Yang repot itu kalau ada
unit lagi ngajuin nih tarulah ada apa
namanya SKPD-nya ngajuin pimpinan yang
kena biasanya agak sulit.
Ada beberapa instansi pemerintah dulu
yang kena
kasusnya BPK ya kalauak salah anggotanya
kena unit yang dia ngajuin gimana ini?
Karena sebetulnya unit yang diajukan
untuk Z itu adalah perwakilan dari
lembaga. Makanya syaratnya adalah ada
pengantar dari ses gitu. Sebetulnya
maknanya itu. Kenapa harus ada
pengantarnya? Dia ditunjuk oleh lembaga,
mewakili lembaga bahwa kami sudah
reform. Contohnya mana? BPSDM.
Sebetulnya itu maknanya. Kenapa kemudian
di dalam persyaratan harus
ditandatangani oleh pimpinan?
Argumentasinya itu.
Mungkin itu yang bisa disampaikan. Saya
yakin banyak hal yang ee perlu
didiskusikan tapi mungkin di kesempatan
yang lain. Intinya bahwa ee membangun
zona integritas itu harus dalam rangka
membangun reformnya lembaga. Jadi
bayangkan bahwa kita akan menjadi contoh
menjadi apa namanya unit yang
kalau bilang Kementerian Hukum sudah
reform contohnya mana BPSD. Jadi
kira-kira begitulah. Mungkin itu Bu
Kaban, Bu Inspektur, Pak Ses dan Bapak
Ibu semuanya. Ee demikian yang dapat
kami sampaikan. mudah-mudahan menjadi ya
tambahan insight lah ya ee kaitan dengan
upaya membangun tata kelola birokrasi di
Kementerian Hukum pada umumnya dan PPSDM
pada khususnya ee
supaya bisa sukseslah
ee sekali lagi tidak harus terburu-buru
mengajukan WBM gitu ya, tapi pastikan
kita memiliki sebuah kondisi yang memang
jauh lebih baik dari yang sebelumnya dan
layak untuk menjadi ee percontohan di
Kementar Hukum. Demikian lebih kurangnya
mohon maaf. Billahi taufik walhidah.
Asalamualaikum warahmatullah
wabarakatuh.
[musik]
Baik Bapak, Ibu yang berbahagia, menjadi
perhatian bagi kita bersama bahwa
pencanangan pembangunan zona integritas
merupakan langkah awal dan bagian dari
mensukseskan reformasi birokrasi dengan
melakukan penataan dan memperbaiki
sistem penyelenggaraan pemerintahan.
yang baik, efektif, efisien, layanan
prima, dan memuaskan. Selanjutnya, mari
kita ikuti bersama perjanjian kinerja
tahun 2026 dan penandatanganan komitmen
bersama pembangunan zona integritas
menuju wilayah birokrasi bersih dan
melayani di lingkungan BPSDM hukum tahun
2026. Kami mengundang dengan hormat
Kepala Balai Pelatihan Hukum Bitung
H
Kepala Balai Pelatihan Hukum Batam.
kan ter
selama hidupku
jauh
tidak akan hilang
Kepala Balai Pelatihan Hukum Semarang.
Walaupun
banyak
ne jalani
direktur Politeknik Pengayuman Indonesia
di sanalah
rasa senang
engkau
Kubang
Kepala Pusat Penilaian Kompetensi. si
Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan
Fungsional
Kepala Pusat pengembangan pelatihan
teknis dan kepemimpinan
Engkau
sekretaris BPSDM Hukum.
kami hormat Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Hukum untuk
melakukan penandatanganan perjanjian
kinerja dan komitmen bersama pembangunan
zona integritas menuju WBBM.
Tanah air
kuidas
kan terken
selama hidupku.
Baik, selanjutnya kita akan menyaksikan
pencanangan pembangunan zona integritas
menuju WBBM lingkungan BPSBM hukum.
Untuk itu kami mengundang asisten deputi
Kementerian PAN RB Inspektur Wah 1 untuk
dapat mendampingi pelaksanaan
penyatangan secara digital.
Mohon izin Ibu untuk dapat memposisikan
tangan di layar iPad yang berada di
depan Ibu
dan kepada Bapak Ibu pimpinan tinggi
pertama untuk dapat merapat
kita. Baik, mohon izin Ibu. Kita mulai
dengan hitungan mundur. 3 2 1.
Baik, kita berikan tepuk tangan yang
meriah Bapak Ibu sekalian atas telah
dicandangkannya secara digital
pembangunan zona integritas menuju WBBM
lingkungan BPSDM Hukum. [musik]
Selanjutnya persiapan foto bersama.
[musik] Kami mohon kepada tim
dokumentasi untuk dapat mengambil
tempat.
[musik]
Sekali lagi kami mohon kepada tim
dokumentasi untuk mempersiapkan diri.
Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.
Mohon izin pertama dengan posisi formal.
Baik, izin kami pandu. 1 2 3.
Sekali lagi. Satu.
T izin mengepalkan tangan kanan di depan
dada.
Salam pembaruan.
Salam pembaruan.
Baik, terima kasih. Terbikan tepuk
tangan yang meriah Bapak Ibu sekalian.
Terima kasih kepada Bapak Ibu dan
silakan kembali ke tempat semula.
Bapak Ibu hadirin yang berbahagia.
Selanjutnya marilah kita simak bersama
sambutan Kepala Badan Pengembangan
Sumber Daya Manusia Hukum kepada yang
terhormat Ibu Gusti Ayu Putus Suwardani,
BCIP, S., M.Si., CGE. Disilakan.
[musik]
[musik]
Baik. Bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Ah, capek ya, ada echonya soalnya.
[tertawa]
Selamat pagi dan salam sejahtera untuk
kita semuanya. Om swastiastu. Namo
buddhaya. Salam kebajikan. Shalom.
Rahayu, rahayu, rahayu. Salam
pembelajar. Salam pembelajar.
Salam cerdas.
Tepuk tangan untuk kita semuanya.
yang sama-sama kita hormati dan kita
banggakan,
Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan
Kebijakan dan Evaluasi Reformasi
Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan
Pengawasan Kementerian Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,
Bapak Ahmad Hasmi. AK. Tepuk tangan
untuk beliau. Terima kasih Bapak atas
kehadirannya.
Hari ini sudah dapat bocoran kita.
Alhamdulillah. [tertawa]
Baik yang sama-sama kita hormati dan
kita banggakan, tidak lain dan tidak
bukan Inspektur Wilayah 1 Inspektorat
Jenderal Kementerian Hukum, Ibu kita
adinda saya Ibu Morina Harahap ya, Dr.
Morina Harahap, S.H., M.M. Terima kasih
Ibu kehadirannya. Yang saya hormati para
pimpinan tinggi pratama di lingkungan
BPSDM. Hadir lengkap hari ini. Kalau
tidak lengkap dicari pasti [tertawa]
hadir di sini Pak Jusman, sekretaris
BPSDM, Ibu Eva Gantini, Kapus Penkom,
Ibu Mutia Farida, Kapus Banglatekpin,
dan juga Bapak Tejo Harwanto, Kapus
Banglat Fungsional. Terima kasih
teman-teman yang luar biasa dan ee
selamat datang juga yang saya hormati
koordinator
asesor ahli utama Ibu Nuni ya sebagai
asesor ahli utama dan juga koordinator
WI Bapak Slamet dan kakanda saya Bapak
Iwan Kurniawan sebagai asesor utama juga
ee para
kepala Balai Pelatihan ya sudah berubah
sekar Sekarang Kak Bapelkum. Bapelkum ya
bukan Balatkum.
[tertawa] Bapelkum ya. Baik. Ada Pak
Rinto Balai e pelatihan Semarang, Bapak
James Balai Pelatihan Bitung dan Pak
Ivan Balai Pelatihan ee Batam ya. Karena
enggak boleh nyebut ee provinsi lagi.
Sekarang langsung tempatnya, lokasinya.
Dan yang saya hormati dan saya banggakan
eh Pak Dir ya, Direktur Poltek PIN Bapak
Odi Jaroji yang hadir bersama Ibu Wadir,
Ibu Kusmianti.
Ada lagi, Pak? Enggak ada ya? Yang dua
pamit ke Poltek ya Tangerang. Yang saya
hormati para pejabat manajerial dan non
manajerial yang luar biasa di lingkungan
BPSDM hukum Kementerian Hukum. dari Biro
Perencanaan ada yang hadir
siapa ya? Ee ada yang mewakili.
Ohih. Baik, matur nuwun. Di depan sini
Mas, monggo silakan. Iya. Ini perwakilan
dari Biro Perencanaan Sekretariat
Jenderal Kementerian Hukum. Terima kasih
atas kehadirannya. Di sini, Mas. Dekat
Ibu Kusmianti tuh biar kelihatan.
Oke, matur nuwun. Silakan.
Ya, kita buka dengan pantun. Menjahit
tekad dengan benang kejujuran
agar kuat menghadapi tantangan zaman.
Zona integritas jadi landasan
pengabdian.
Kinerja unggul wujudkan layanan
berkeadilan.
Alhamdulillah
puji syukur kita panjatkan ke hadirat
Allah Subhanahu wa taala. Tuhan yang
Maha Esa, karena hari ini akhirnya kita
bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan
pencanangan dan penandatanganan komitmen
bersama pembangunan zona integritas
serta perjanjian kinerja BPSDM hukum
tahun 2026 yang baru saja kita
laksanakan.
Bapak Hasmi yang luar biasa serta
hadirin sekalian. Alhamdulillah tadi ee
apresiasi untuk Pak Hasmi karena telah
memberikan pencerahan kepada kita
semuanya. Mudah-mudahan teman-teman juga
menyimak secara baik gitu ya apa yang
disampaikan oleh Pak Hasmi. Karena itu
ternyata kunci-kuncinya, kisi-kisinya ke
depannya kita harus seperti apa dalam
mempersiapkan kontestasi
ee WBBM untuk BPSDM hukum. Memang kalau
kita lihat BPSDM hukum baru saja
mendapatkan predikat WBK wilayah bebas
dari korupsi pada akhir tahun 2024
itu adalah ee kontestan terakhir di
Kementerian Hukum yang mendapatkan WBK
yang paling akhir gitu. Jadi enggak
apa-apa kita semangat. Tepuk tangan
untuk PSDM. [tertawa]
Jadi pada saat saya masuk menjadi
kabadan di November saya langsung
mendapatkan apresiasi dari ee pemerintah
khususnya PAN RB untuk mendapatkan ee
apa namanya? Penghargaan wilayah bebas
dari korupsi. Tidak berhenti sampai di
situ. Kita sedang mempersiapkan
kontestasi untuk WBBM. Dan ternyata
alhamdulillah tadi Pak Asmi sudah
menyampaikan enggak usah buru-buru.
Kalau belum siap ya siapkan dulu. Nah,
gitu ya. Dengan berbagai macam tadi apa
namanya kunci-kuncinya apa yang harus
kita siapkan. karena memang ee zona
integritas menuju WBKWBM ini sebenarnya
harus lahir benar-benar dari diri kita
gitu. Jangan hanya ee untuk narsis saja
gitu kalau di kita lihat perjalanannya.
Kalau kita melihat reformasi birokrasi
itu kan sebenarnya dituntut ee dari
pribadi masing-masing pegawai yang
tergabung dalam satu unit kerja, yang
tergabung lagi dalam satu lembaga ee
lebih besar lagi. Nah, kalau semuanya
sudah paham dengan ee kinerjanya,
tugas-tugasnya
dan harus dibuat dikerjakan sesuai
SOP-nya, sebenarnya itu yang kita
harapkan dan itulah hasilnya nanti ee
apa namanya? pembangunan zona
integritas. Jadi benar-benar apa yang
menjadi tugas kita kita pahami dulu
masing-masing ya. Nah, beberapa hal tadi
yang sudah ee disampaikan oleh Pak Hasmi
sebenarnya sudah bisa kita catat. Bu
Irwil pun sudah juga mendengarkan
berarti ee posisi BPSDM hukum di ee
urutan ke 32 SPI tadi Pak ya. SPI itu
sebenarnya menghentakkan
saya pribadi gitu. Saya sebagai pimpinan
di sini agak sedikit tertampar
sebenarnya gitu ya. 32 ah gitu ya. Jauh
sekali gitu. Tapi paling tidak ini
menjadi ee semangat saya dan mohon
dukungan teman-teman sekalian. Ayo kita
bergerak bersama. Bergerak bersama untuk
melihat lagi apa yang sudah kita lakukan
kemarin dan jangan kita lakukan di
berikutnya untuk meningkatkan kinerja
kita ya. Jadi hasil-hasil survei seperti
itu harusnya menjadi evaluasi kita ya.
Jangan malas juga untuk mengikuti semua
survei yang ada yang diberikan untuk
kita. Kita ee nilai diri kita sendiri
seperti apa sehingga akhirnya kita
menyadari bahwa itu sangat penting untuk
organisasi. Ya, kalau satu dua orang
malas untuk mengikuti survei, ingatkan,
ingatkan karena ini nanti hasilnya
adalah untuk organisasi yang lebih besar
lagi, organisasi BPSDM hukum. Jadi saya
berharap waktu selama 1 2 tahun ke depan
ayo kita sama-sama bergandingan tangan
lagi melihat lagi kembali ke belakang
apa yang sudah kita lakukan yang baik
kita tingkatkan, yang mungkin kurang ee
mungkin ee sebaiknya kita lebih ee
tingkatkan lagi gitu ya. Alhamdulillah,
Teman-teman sekalian, kegiatan ini
adalah momentum yang sangat penting dan
strategis guna menandai komitmen bersama
seluruh jajaran BPSDM hukum untuk terus
memperkuat tata kelola pemerintahan yang
baik, bersih, dan berorientasi pada
pelayanan publik. Memang kita tidak ee
secara langsung untuk melaksanakan
pelayanan publik eksternal, tapi saat
ini kita sedang mengarah ke sana ya.
Karena di tahun 2025 ini sudah banyak
kerja sama kita dengan beberapa
kementerian lembaga yang melaksanakan
pelatihan fungsional secara bersama-sama
termasuk juga melaksanakan uji
kompetensi dari beberapa kementerian
pemda di yang dilaksanakan di BPSDM
Hukum. Jadi ini menjadi salah satu
dorongan sebenarnya untuk kita semuanya
untuk terus meningkatkan pelayanan
publik kita ya ee baik itu untuk
internal kita maupun untuk ee eksternal.
Teman-teman sekalian, pembangunan zona
integritas merupakan sebuah upaya
transformasi budaya kerja yang menuntut
integritas profesional dan akuntabilitas
serta keteladanan dari masing-masing
pegawai dan seluruh aparatur. Ya, jadi
awalnya harus dari kita juga gitu ya,
dari pribadi kita. Bukan hanya
mendengarkan perintah atasan, tapi
justru harusnya keluar dari diri kita
masing-masing. Seperti apa itu
integritas, seperti apa itu e budaya
kerja yang kita terapkan, ya. Itu harus
semuanya tercermin dari pola pikir kita,
pola sikap kita, dan perilaku kita
sehari-hari, ya. Nah, sekarang tinggal
intropeksi sama-sama. Kalau kita mau
meningkatkan tadi ee dari angka 32
menjadi mungkin 5 besar saja, berarti
dari kita masing-masing harus terus
meningkatkan kinerja kita, integritas
kita agar ee apa yang kita harapkan
bersama untuk menuju WBM lebih mudah
kita laksanakan dan kita capai gitu ya.
Ee sejalan dengan itu, penandatanganan
perjanjian kinerja tahun 2026 merupakan
wujud nyata komitmen BPSDM
untuk bekerja secara terukur, terarah,
dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi
kinerja kita yang sudah kita bahas
bersama di awal tahun kemarin, itulah
menjadi titik ukur kita, titik tolak
kita. Kalau kemarin hasilnya mungkin
outputnya melebihi target ee yang
ditargetkan awal tercapainya lebih
mungkin sampai 100 sampai 200%. Jangan
berpuas diri ya. Jangan berpuas diri
karena seharusnya kita meningkatkan
target-target kita lebih tinggi lagi
sehingga nanti akan lebih terlihat lagi
capaian-capaian di tahun berjalannya.
Kita berharap semuanya paham untuk itu.
Tidak hanya mencapai output saja, tapi
juga harus kita lihat outcome-nya.
Karena itu juga menjadi salah satu
penilaiannya. Tidak hanya mencari angka
output, tapi bagaimana dengan
outcome-nya, bagaimana dampaknya
terhadap penerima ee pelatihan atau
peserta pelatihan, bagaimana dampaknya
dengan lingkungan masyarakat sekitar
kita. Itu sebenarnya yang harus menjadi
ukuran ke depannya. Tidak hanya capaian
output selesai sudah selesai kita
berpuas diri tidak. Jadi kita harus
melihat outcome kita sudah seberapa jauh
gitu ya, sudah berapa banyak dan ee
termasuk
juga tentang penyerapan anggarannya.
Jadi itu harus berjalan bersamaan gitu
ya. Output bisa meningkat 100 sampai
200% tapi penyerapannya rendah sekali.
Ini pasti ada yang tidak sinkron nih kan
gitu ya. Harusnya itu menjadi catatan
kita sehingga memang harusnya semuanya
berjalan bersamaan ee linear gitu ya dan
saling mengingatkan satu sama lainnya.
LKE yang disampaikan oleh Pak Hasyim
tadi nyata gitu ya, yang penting kita
upload dulu gitu. Benar enggaknya nanti
belakangan ya. Ini yang harus kita
bereskan pelan-pelan. Jadi makanya pada
saat setiap kegiatan diharapkan seluruh
dokumen itu sudah selesai pada saat 5
hari ke depannya setelah kegiatan
sehingga tidak menanggung atau mungkin
menyimpan file-file itu sampai nantinya
baru diminta.
ini yang menyebabkan apa yang di-upload,
apa yang di ee LKE-nya seperti apa,
kegiatannya apa, LKE-nya berbeda karena
selalu menunda gitu ya. Nah, ini yang
harus kita benahi sama-sama. Ayo kita
sama-sama selesaikan semua tugas pada
saat itu juga karena tugas lainnya sudah
menanti jadi jangan tunda. Hari gini
zaman di digitalisasi kita tarsok-tarsok
ketinggalan teman-teman, ketinggalan
sekali. Buktinya sudah ada kemarin ya.
Jadi, ayo sama-sama kita cermati tadi
apa yang disampaikan oleh Bapak ee Hasmi
karena memang itulah ternyata ee
kisi-kisinya kita harus seperti apa
untuk mencapai WBBM. Ya, jangan tunggu
lagi, jangan tunda lagi. Ayo kita
sama-sama untuk bergerak bersama,
bergandingan tangan, saling
mengingatkan, berkoordinasi, dan
bersinergi serta berkolaborasi baik
dengan internal maupun dengan eksternal.
Karena kalau kita lihat tugas fungsi
dari BPSDM hukum di ee Permenkum nomor 1
tahun 2024 tentang ee tugas BPSDM di
pasal 473
adalah melaksanakan pengembangan
ee ee sumber daya pengembangan
kompetensi sumber daya manusia di bidang
hukum. Berarti tidak saja internal kita
yang harus kita ee layani, tapi juga
eksternal kita, baik itu kementerian,
lembaga, maupun pemerintah daerah, baik
itu ASN maupun non ASN. Ini harus kita
siap-siap ke depannya akan seperti itu
ya. Jadi ee kita mulai dari yang kecil
dulu, internal kita dulu, kita bereskan
tata kelolanya seperti apa. Reformasi
birokrasi yang kita inginkan harus sama
gitu ya, sama persepsinya, sama
langkahnya, sama geraknya. sama
cita-citanya pada saat itu baru kita
bisa bergerak untuk pelayanan eksternal
kita ya. Sepakat ya teman-teman ya?
Ah, enggak jelas. Sepakat enggak?
Harus sepakat mau tidak mau suka tidak
suka karena kita sudah WBK mau menjelang
WBBM. Mudah-mudahan di tahun ini belum
siap. Pak saya sedang mempersiapkan
dengan teman-teman untuk ee ee kita
membuat satu e Kementerian Hukum
Korpunya yang kita laksanakan di BPSDM.
kita harus punya KMS yang kita
cita-citakan bisa digunakan layanan ini
oleh secara terbuka tidak hanya internal
kita tapi unit eselon 1 dan juga
kementerian lembaga sehingga apa yang
kita sebut inovasi untuk mendukung WBM
ini memang benar-benar kita siapkan dari
saat ini ke depannya ya kalau kita
sepakat ayo kita sama-sama diawali
dengan penandatanganan komitmen bersama
pembangunan zona integritas dan
perjanjian kinerja bersama Menteri Hukum
Republik Republik Indonesia pada tanggal
8 Januari 2026. Kegiatan pencanangan
penandatangan komitmen bersama dan
pembangunan zona integritas serta
perjanjian kinerja BPSDM hukum
dilaksanakan sebagai implementasi
Peraturan Menteriayaan Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Nomor 90 tahun 2021 tentang pembangunan
dan evaluasi zona integritas menuju
wilayah bebas korupsi.
bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi
bersih dan melayani di instansi
pemerintah. Sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
nomor 5 Tahun 2024.
Hadirin yang berbahagia, teman-teman
yang luar biasa sebagai lemb lembaga
yang memiliki peran strategis dalam
pengembangan sumber daya manusia di
bidang hukum, PPSDM hukum dituntut untuk
menjadi role model. Berkali-kali tadi
Bapak ee Hasmi menyatakan kalau kita mau
jadi role model berarti kita juga harus
mempersiapkan seperti apa sih jadi
primadona. berarti kita harus persiapkan
segala sesuatunya agar benar-benar nanti
kita berharap BPSDM hukum bisa menjadi
role model bagi ee unit-yunit kerja
lainnya. Dan selain jadi ro, kita juga
bisa ee memberikan contoh terhadap
penerapan nilai-nilai integritas dan
reformasi birokrasi yang inline atau
selaras dengan nilai-nilai Pancasila
yang sudah kita terapkan di kampus
pengayoman Pancasila yang kita cintai
ini. Ee oleh karena itu saya mengajak
seluruh jajaran teman-teman sekalian
yang luar biasa untuk menjadikan
pencanangan hari ini. Pencanangan hari
ini sebagai titik tolak penguatkan
penguatan komitmen kita bersama.
peningkatan sinergi dan juga konsistensi
dalam mewujudkan birokrasi yang bersih,
melayani, cerdas, dan berdaya saing
tinggi. Akhir kata, saya berharap
kegiatan ini dapat menjadi pengingat
sekaligus penguat tekad kita bersama
untuk bekerja lebih baik lagi, lebih
baik lagi, dan lebih baik lagi serta
lebih berintegritas dan lebih
berorientasi pada hasil demi terwujudnya
ee tujuan organisasi dan ikut memberikan
kontribusi terbaik terhadap terwujudnya
Indonesia Emas tahun 2045.
Semoga Tuhan yang maha esa senantiasa
memberikan bimbingan dan kekuatan kepada
kita semuanya untuk menjalankan
tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya
dalam rangka memajukan organisasi dan
memberikan pelayanan yang terbaik bagi
masyarakat.
Akhirnya akan saya tutup dengan pantun
lagi ya. Oke. Langkah seirama menuju
tujuan.
Tekad menyatu tanpa ragu
dengan integritas dan perjanjian kinerja
berkelanjutan. BSDM hukum terus
meningkat, maju, dan bermutu. Billahi
taufik walhidayah. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Om santi
santi santi om namo buddhaya. Salam
kebajikan. Shalom. Rahayu, rahayu,
rahayu. Salam pembelajar.
Salam pembelaj
Salam cerdas.
Pasti cerdas.
Terima kasih. Tepuk tangan untuk kita
semua.
Hadirin dimohon berdiri [musik]
menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
[musik]
berkenan dengan hormat untuk tetap dalam
posisi berdiri sejenak kita akan
melaksanakan foto bersama dengan mode
swap foto. Untuk itu dipersilakan kepada
tim dokumentasi untuk dapat mengambil
tempat di atas panggung.
Baik. terlebih dahulu dengan sikap
formal. Izin kami pandu.
Baik, izin kami pandu. 1 2 3.
Sekali lagi. 1 2 3. Izin mengembalkan
tangan kanan di depan dada.
Salam pembaruan.
Salam pemaruan.
Salam pembaruan. Baik, terima kasih.
Mari kita berikan tepuk tangan Bapak,
Ibu. Hadirin silakan duduk kembali.
Baik, Bapak, Ibu yang kami hormati.
Dengan demikian berakhirlah seluruh
rangkaian acara pencanan dan
penandatanganan komitmen bersama
pembangunan zona integritas serta
perjanjian kinerja BPSDM hukum tahun
2026. Terima kasih kami haturkan kepada
Ibu Kepala BPSDM serta Bapak Ibu hadirin
undangan yang telah berkenan hadir dan
kami mohon maaf apabila terdapat hal-hal
yang kurang berkenan selama jalannya
acara pada pagi hari ini. Akhir kata,
wabillahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Shalom. Om santi santi
santi om. Selamat pagi dan salam
sejahtera bagi kita semua.
Ah air
kuidas
kan terk
selama hidupku.
Biarkan sayangku
tidak hilang.
[musik]
Anahu
yang kucintai.
Walaupun
banyak
jalani
syai
diatlah
orang [musik]
tetapi
dan rumahku [musik]
di sanalah
[musik]
tenang
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.