TRANSCRIPTEnglish

Pencanangan Zona Integritas & Penandatanganan Perjanjian Kinerja BPSDM Hukum 2026

1h 36m 10s8,486 words1,726 segmentsEnglish

FULL TRANSCRIPT

0:00

mulai rangkaian acara pencanangan dan

0:02

penandatanganan komitmen bersama

0:04

pembangunan zona integritas serta

0:06

perjanjian kinerja BPSDM hukum tahun

0:09

2026. Untuk itu kami sekali lagi mohon

0:12

kerja sama Bapak Ibu sekalian untuk

0:15

dapat menonaktifkan nada dering atau

0:18

mengubah ke mode silent handphone atau

0:21

gawai Bapak Ibu masing-masing. Terima

0:23

kasih.

0:32

Lihat pintu ajainakinak

0:52

kamu langsung naik aja sampai situ

0:54

langsung naik ya biar aku langsung

0:55

menyanyikan lagi.

4:18

H

7:26

Hadirin dimohon berdiri.

7:30

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya

7:32

Manusia Hukum tidak di tempat acara.

7:56

[musik]

8:05

Sekali lagi hadirin dimohon berdiri

8:11

menyanyikan lagu kebangsaan.

8:14

Indonesia

8:26

[musik]

8:33

[musik]

8:39

[musik]

8:45

[musik]

8:53

[musik]

8:59

[musik]

9:03

[musik]

9:11

[musik]

9:16

[musik]

9:27

[musik]

9:35

[musik]

9:40

[musik]

9:47

[musik]

10:03

[musik]

10:08

menyanyikan Mas Kementerian Hukum

10:10

Republik Indonesia.

10:15

[musik]

10:47

[musik]

11:58

Hadirin disilakan duduk kembali.

12:09

Asalamualaikum warahmatullahi

12:11

wabarakatuh.

12:17

Selamat pagi. Salam sejahtera bagi kita

12:20

semua. Shalom. Om swastiastu.

12:24

Namo buddhaya. Salam kebajikan. Salam

12:28

pembelajar.

12:32

Yang terhormat Kepala Badan Pengembangan

12:35

Sumber Daya Manusia Hukum.

12:39

Yang kami hormati

12:41

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan

12:44

Kebijakan dan Evaluasi Reformasi

12:47

Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan

12:51

Pengawasan 1 Kementerian Pendalagunaan

12:54

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

12:59

Inspektur Wilayah 1 Inspektorat Jenderal

13:02

Kementerian Hukum. Asesor SDM Aparatur

13:06

Ahli Utama, Widya Iswara Ahli Utama

13:10

Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan

13:13

BPSDM Hukum. Kepala Biro Perencana dan

13:17

Organisasi Sekretariat Jenderal

13:19

Kementerian Hukum atau yang mewakili,

13:23

Direktur Politeknik Pengayoman

13:25

Indonesia, Kepala Balai Pelatihan Hukum

13:28

Semarang, Kepala Balai Pelatihan Hukum

13:32

Batam, Kepala Balai Pelatihan Hukum

13:35

Bitung, Pejabat Manajerial dan

13:38

nonmanerial di lingkungan BPSDM hukum,

13:43

serta hadirin dan undangan yang

13:46

berbahagia.

13:49

Puji dan syukur marilah kita panjatkan

13:52

kehadirat Tuhan yang maha esa karena

13:55

atas rahmat dan karunia-Nya pada pagi

13:58

hari ini kita dapat hadir dalam acara

14:02

pencanangan dan penandatanganan komitmen

14:05

bersama pembangunan zona integritas

14:09

serta perjanjian kinerja di lingkungan

14:12

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

14:14

Hukum tahun 2026. dalam keadaan sehat

14:19

walafiat.

14:21

Mengawali rangkaian kegiatan pada pagi

14:23

hari ini, marilah kita tundukkan kepala

14:26

sejenak memohon keberkahan dan

14:29

kelancaran seluruh rangkaian acara dalam

14:33

pembacaan doa yang akan dipimpin oleh

14:36

saudara Adam Miftahul Fahri. Disilakan.

14:43

Astagfirullahalazim.

14:45

Astagfirullahalazim.

14:47

Astagfirullahalazim.

14:49

Bismillahirrahmanirrahim.

14:51

Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma

14:53

sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali

14:56

sayyidina Muhammad. Ya Allah yang maha

14:59

pengasih lagi maha penyayang. Di bawah

15:02

naungan rahmat-Mu pada pagi ini kami

15:05

berkumpul dalam rangka pencanangan dan

15:07

penandatanganan komitmen bersama

15:09

pembangunan zona integritas serta

15:12

perjanjian kinerja BPSDM hukum tahun

15:14

2026. Kami memohon kepada-Mu,

15:17

limpahkanlah rahmat dan rida-Mu atas

15:20

setiap ikhtiar yang kami lakukan. Ya

15:22

Allah, ya Tuhan kami, dengan

15:24

melaksanakan kegiatan ini, tanamkanlah

15:27

dari dalam diri kami nilai-nilai

15:29

integritas, kejujuran, dan tanggung

15:32

jawab agar komitmen yang kami ikrarkan

15:35

tidak hanya tertulis dalam dokumen,

15:37

tetapi terwujud nyata dalam sikap,

15:39

perilaku, dan kinerja kami sehari-hari.

15:42

Ya Allah, jadikanlah kegiatan ini

15:44

sebagai langkah awal yang baik. Langkah

15:47

yang Engkau ridai dan langkah yang

15:48

mengantarkan kami pada keberhasilan dan

15:50

keberkahan. Ya Allah yang maha

15:53

pelindung, sehatkanlah kami, sehatkan

15:56

keluarga kami, sehatkan para pemimpin

15:58

kami, jadikanlah kami orang-orang yang

16:00

senantiasa selalu bersyukur atas

16:02

nikmat-Mu. Ampunilah kami, mudahkanlah

16:05

urusan kami, dan kabulkanlah doa kami.

16:08

Hasbunallah wikmal wakil, nikmal maula

16:11

wikman nasir. Rbana atina fid dunya

16:14

hasanah wafil akhirati hasanah

16:16

waqinaabanar. Walhamdulillahiabbil

16:19

alamin.

16:22

Selanjutnya laporan Sekretaris Badan

16:25

Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum

16:28

kepada Bapak Jusman, S., M.H. Disilakan.

16:37

[musik]

16:44

[musik]

16:46

Asalamualaikum warahmatullahi

16:48

wabarakatuh.

16:51

Selamat pagi, salam sejahtera untuk kita

16:54

semua. Shalom, om swastiastu,

16:57

Namo Buddhaya, salam kebajikan.

17:01

Yang terhormat Ibu Kepala Badan

17:04

Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum

17:06

Kementerian Hukum. Yang saya hormati

17:10

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan

17:13

Kebijakan dan Evaluasi Reformasi

17:15

Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan

17:18

Pengawas Kementerian Pemberdayagunan

17:22

Aparatur Negara Republik Indonesia,

17:24

Bapak Ahmad Hasmi. Aka. Terima kasih Pak

17:29

Hasmi. Jin buka. Saya sering

17:32

telepon-teleponan sama Pak Hasmi WA-waan

17:34

tapi baru kali ini ketemu. Terima kasih

17:37

Pak Hasmi berkenan hadir. Yang saya

17:40

hormati Inspektur Wilayah 1 Inspektorat

17:44

Jenderal Kementerian Hukum Ibu Dr.

17:48

Morina Harahap, S.H., M.M.

17:52

Yang saya hormati

17:55

pejabat fungsional ahli utama di

17:58

lingkungan BPSDM Kementerian Hukum.

18:01

Hadir eh koordinator Widya Iswara Ibu

18:05

Nuni Suryani. Terima kasih. Asesor ya

18:08

asesor SDM, Koordinator Widya Iswara Pak

18:12

Slamat. Ee asesor

18:15

SDM Aparatur Ahli Utama Bapak Iwan

18:18

Kuriawan. Terima kasih. Rekan-rekan para

18:21

pimpinan tinggi pratama di lingkungan

18:23

BPSDM Hukum. Hadir lengkap Ibu Kepala

18:27

Pusat Pengembangan Pelatihan Teknis dan

18:29

Kepemimpinan

18:31

Pak Kapus Banglat Diklat Fungsional dan

18:35

Ibu Kepala Pusat PA Kompetensi serta

18:38

Direktur Politeknik Pengayoman Indonesia

18:41

beserta wakil direktur bidang akademik

18:45

dan para kepala Balai Hukum. Saya hari

18:49

ini sudah menyebutkan Balai Pelatihan

18:51

Hukum karena baru saja kami menerima

18:54

Permenkum nomor 2 tentang organisasi dan

18:57

tata kerja Balai Pelatihan Hukum

19:00

Kementerian Hukum. Jadi tidak lagi

19:03

menggunakan Biklat tapi Bapel Kum dan

19:07

tentunya

19:08

yang mewakili Ibu Kepala Biro

19:10

Perencanaan dari bagian RB tadi saya

19:13

lihat hadir Bapak Ibu sekalian seluruh

19:18

peserta pegawai baik manajerial maupun

19:21

non manajerial di lingkungan BPSDM hukum

19:25

yang berbahagia. Pertama-tama tentunya

19:28

selalu kita memanjatkan puji dan syukur

19:30

atas kehadirat Allah Subhanahu wa taala,

19:32

Tuhan yang maha esa. Alhamdulillah pada

19:36

pagi hari ini kita semua berkumpul di

19:38

auditorium BPSDM Hukum Kampus Pengayoman

19:42

Pancasila dengan niat yang sama yaitu

19:45

mengikuti kegiatan pencanangan dan

19:48

penandatanganan komitmen bersama

19:50

pembangunan zona integritas serta

19:54

penandatanganan perjanjian kinerja BPSDM

19:57

hukum tahun anggaran 2026.

20:01

Ibu Kepala BPSDM yang kami hormati.

20:05

Perkenankan pada kesempatan ini saya

20:08

secara singkat menyampaikan laporan

20:11

persiapan kegiatan. A. Pelaksanaan

20:14

kegiatan hari ini, Selasa tanggal 20

20:18

Januari tahun 2026 pukul 09.00 sampai

20:22

dengan selesai bertempat di Auditorium

20:25

Pengayoman Pancasila lantai 2 Badan

20:29

Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum

20:31

Kementerian Hukum. B. Tujuan kegiatan

20:35

satu untuk meneguhkan komitmen bersama

20:39

seluruh jajaran BPSDM hukum dalam

20:42

pembangunan zona integritas menuju

20:45

wilayah birokrasi bersih dan melayani

20:49

atau disingkat WBBM. Yang kedua,

20:53

menyelaraskan sasaran strategis program

20:55

dan target kinerja BPSDM hukum tahun

20:58

anggaran 20 2026 melalui penandatanganan

21:03

perjanjian kinerja. Yang ketiga, untuk

21:07

memperkuat budaya integritas,

21:09

akuntabilitas, dan tanggung jawab

21:12

kinerja secara berjenjang baik dari

21:15

pusat dalam hal ini BPSDM hingga pada

21:19

unit pelaksana teknis yang ada di bawah

21:21

BPSDM hukum. C. Output daripada kegiatan

21:25

satu adalah dokumen piagam komitmen

21:29

bersama pembangunan zona integritas.

21:32

Yang kedua, dokumen fakta integritas.

21:35

Yang ketiga, dokumen perjanjian kinerja

21:38

tahun 2026. Output ini diharapkan

21:41

menjadi dasar penguatan pelaksanaan

21:43

pembangunan zona integritas dan

21:46

pengendalian kinerja secara

21:47

berkelanjutan di lingkungan badan

21:50

pengembangan sumber daya manusia hukum

21:52

dan unit pelaksana teknis yang ada.

21:55

Adapun peserta terdiri dari pimpinan

21:58

tinggi pratama, Direktur Politeknik

22:01

Pengayoman Indonesia, para kepala Balai

22:04

Pelatihan Hukum, para pejabat manaj

22:07

manajerial dan nonmanajerial di

22:10

lingkungan Badan Pengembangan Sumber

22:12

Daya Manusia Hukum. Adapun anggaran yang

22:15

digunakan untuk kegiatan ini bersumber

22:18

dari daftar isian pelaksanaan anggaran

22:20

BPSDM hukum tahun anggaran 2026 dengan

22:24

nomor SPDIPA mendatar 135.13.1.693160/

22:34

2026 tanggal 1 Desember tahun 2026. Ibu

22:39

Kepala BPSDM yang saya hormati, yang

22:42

saya banggakan. Demikian secara singkat

22:45

kami menyampaikan laporan terkait dengan

22:47

persiapan pelaksanaan kegiatan ini.

22:50

Mohon pada saatnya nanti Ibu Kepala

22:52

Badan untuk memberikan sambutan, arahan

22:55

dan mohon kepada Bapak Asdep untuk ee

23:00

memberikan penguatan terkait dengan

23:02

reformasi birokrasi di lingkungan Badan

23:05

Pengembangan Sumber Daya Manusia Hukum.

23:08

Wabillahi taufik wal hidayah.

23:09

Wasalamualaikum warahmatullahi

23:12

wabarakatuh.

23:21

[musik]

23:28

Hadirin yang kami hormati, selanjutnya

23:31

kita ikuti bersama penguatan reformasi

23:34

birokrasi dan pembangunan zona

23:37

integritas yang akan disampaikan oleh

23:40

asisten deputi koordinasi pelaksanaan

23:42

kebijakan dan evaluasi reformasi

23:45

birokrasi, akuntabilitas aparatur, dan

23:49

pengawasan

23:50

Kementerian PAN RB kepada Bapak Ahmad

23:54

AK. Disilakan.

23:57

[musik]

24:03

[musik]

24:12

[musik]

24:14

Asalamualaikum warahmatullahi

24:16

wabarakatuh.

24:19

Selamat pagi, salam sejahtera bagi kita

24:21

semua.

24:22

Yang kami hormati Bu Kapan,

24:25

Ibu Inspektur,

24:28

Bu Pak Tes,

24:30

ee Bapak Ibu pimpinan tinggi di

24:32

lingkungan BPSDM, kemudian para asesor

24:36

ee koordinator Widiswara dan Bapak Ibu

24:39

yang hadir pada kesempatan hari ini. Ini

24:41

mohon maaf Bu, kirain belakangan jadi

24:44

saya enggak nyiapin. [tertawa]

24:47

Ee sebetulnya sudah nyiapin bahan, cuman

24:49

karena tadi belum sempat di-share, jadi

24:51

saya mohon maaf ini agak terlambat untuk

24:55

merespon.

24:57

Bapak, Ibu yang kami hormati, ada

24:59

beberapa hal yang ee perlu kita ketahui

25:03

bahwa ee

25:07

saat ini pemerintah kita sedang banyak

25:10

agenda pembangunan. Yang jelas untuk

25:13

mencapai agenda pembangunan butuh

25:16

berbagai strategi. Salah satu yang bisa

25:18

dilakukan adalah melakukan percepatan

25:21

reformasi birokrasi.

25:24

ee desain reformasi birokrasi yang dulu

25:26

dengan yang sekarang tentunya akan ada

25:29

pergeseran-pergeseran ya, terutama

25:31

bagaimana kita merespon birokrasi

25:34

terhadap agenda-agenda Pak Presiden. Ya,

25:37

ini yang menjadi eh apa ya ee pemicu

25:42

kenapa reform itu selalu ada.

25:45

Ternyata di dalam ee perkembangan yang

25:48

sampai saat ini ternyata reform

25:50

birokrasi ada sebagian instansi

25:52

pemerintah yang sudah merespon secara

25:54

baik tetapi ada beberapa instansi

25:56

pemerintah yang responnya sangat sangat

25:58

lambat. Nah, di pemerintah daerah juga

26:02

ada pemerintah daerah yang bagus

26:04

terutama di Jawa gitu. Itu bagus. Tapi

26:07

kalau di daerah

26:09

ee kami pegang Sumatera dulu pernah

26:11

pegang ee wilayah timur itu

26:14

sangat-sangat jauh sehingga PR-nya

26:16

banyak. Kalau di kementerian lembaga

26:18

secara umum terutama di Kementerian

26:21

Hukum, HAM dan IPAS dulu ya itu

26:25

responnya cukup bagus. Kemudian begitu

26:27

pecah ternyata ee empat kementerian baru

26:30

ini ee startingnya beda-beda. Kemudian

26:33

kementerian hukum yang termasuk yang

26:35

lebih baik ya dibanding kementerian yang

26:37

lain.

26:42

Nah, Bapak Ibu yang kami hormati, zona

26:46

integritas itu memang dibangun ee untuk

26:49

percepatan reform.

26:51

Mungkin kita pernah ingat waktu kita

26:54

membangun reform, reform yang ada di

26:56

lembaga itu didukung oleh reform di

26:59

unit-unit yang ada. Jadi bayangannya

27:01

kalau reform lembaga itu tidak mungkin

27:03

terwujud kalau unit-unit yang ada itu

27:05

tidak melakukan reform. Sehingga kami

27:08

mendorong agar seluruh unit kerja itu

27:10

membangun reform. Bahkan dulu evaluasi

27:12

kinerja itu, evaluasi reform itu,

27:16

Teman-teman, melakukan evaluasi mandiri

27:18

terhadap unit kerjanya. kemudian akan

27:21

menjadi nilai pada ee reform-nya

27:23

lembaga. Nah, ternyata ada beberapa

27:26

kondisi ya di level lembaganya ada

27:29

reform, begitu kita lihat di lembaga di

27:32

di unitnya ternyata enggak sebaik apa

27:34

yang yang kita bayangkan. Jadi eh banyak

27:38

instanasi pemerintahnya bagus, ternyata

27:40

begitu kita masuk pada unitnya enggak

27:43

sebagus yang kita bayangkan. Padahal

27:45

reform itu akan terasa itu ketika

27:48

unitnya bagus ya. Karena unit-unit

27:51

inilah yang akan berhadapan dengan ee ee

27:54

masyarakat, dengan stakeholder kita,

27:56

dengan ee instansi yang menjadi apa

28:00

namanya? pengguna layanan kita. Nah,

28:02

ternyata kondisi inilah yang tergambar

28:04

di beberapa ee kementerian lembaga

28:06

sehingga kami mendorong lewat

28:09

pembangunan zona integritas.

28:12

Ya, awalnya memang zona integritas

28:14

sebagai pemicu ya di beberapa tempat,

28:18

tapi belakangan justru responnya

28:19

beberapa instintah ingin membangun zona

28:21

integritas di seluruh unit yang ada.

28:24

Tahun 2014 awal kita bangun Zi,

28:26

Kementerian Keuangan yang paling

28:28

responsif terhadap kebijakan ini dan

28:30

sampai sekarang. Saya ingat betul tahun

28:33

2018-19

28:36

menteri kami bilang bahwa kami akan

28:38

bergeser dari Kementerian Keuangan ke

28:39

kementerian lain ya. Tapi ternyata

28:42

Kementerian Keuangan tetap pada komitmen

28:44

ingin membangun seluruh unitnya menjadi

28:46

unit WBKWM. Nah, kemudian di beberapa

28:49

instit pemerintah yang kami dorong

28:51

termasuk di Kementerian Penegak Hukum.

28:54

Jadi Kejaksaan, Kepolisian,

28:58

Mahkamah Agung termasuk Kementerian Huk

29:00

KumHAM ya. hukum, HAM, dan Impas itu

29:03

termasuk instansi pemerintah yang kita

29:05

dorong untuk membangun ee ee zona

29:07

integritas dan ee data yang kami ee

29:12

peroleh perkembangannya cukup lumayan

29:15

bagus ya meskipun belakangan kualitas

29:19

pembangunan Z-nya itu masih

29:23

apa ya istilahnya

29:25

tidak seperti yang kita bayangkan. Ini

29:27

kan modelnya percepatan. Kalau membangun

29:30

wilayah yang atau zona yang jadi

29:33

percontohan, idealnya percontohan yang

29:36

pertama itu akan menjadi basis

29:39

percontohan yang kedua. Bukan berarti

29:41

unit yang kedua sama dengan unit yang

29:43

pertama. Kalau unit yang kedua sama

29:46

dengan modelnya unit pertama, berarti

29:48

unit kedua enggak layak menjadi contoh.

29:50

Maka unit yang kedua itu harusnya lebih

29:52

baik dari unit yang pertama. Unit yang

29:54

ketiga lebih baik dari unit yang kedua.

29:57

Nah, di ujungnya akan diperoleh sebuah

29:59

unit yang jauh lebih baik, lebih komplit

30:04

inovasinya. Sehingga memang perlu ada

30:07

suatu upaya teman-teman di Inspekturat

30:08

Jenderal membuat sebuah modeling gitu

30:12

ya. Kalau di Kementerian Hukum ada model

30:14

unit A itu minimal apa sih yang menjadi

30:18

fokus layanannya? Kalau enggak akan

30:21

ketemu unit-unitnya semuanya WBK tapi

30:24

enggak ada percepatannya. Masih sama

30:26

unit yang satu dengan unit masih sama

30:27

modelnya.

30:29

di Kementerian ee Imipas misalnya ini

30:32

sebagai ilustrasi misalnya layanan di

30:35

lembagaan

30:37

itu yang model WBK-nya harus seperti

30:40

ini. Kalau ada yang mau bangun minimal

30:42

ini plus inovasi baru. Jadi kalau

30:45

kemarin kami sempat di beberapa unit ee

30:50

apa namanya ee badan atau pusat yang

30:53

pengembangan SDM, ternyata unit-unit

30:57

yang diajukan ke WBKWBM

31:00

bentukannya itu masih di bawah standar

31:03

ee unit BPSDM yang sudah pernah menoleh

31:06

BBK atau WBM.

31:09

Ee contohnya misalnya ada beberapa unit

31:12

yang mengajukan kami challenge pernah

31:17

lihat ee modelnya BPKP Korbu enggak?

31:21

Misalnya pernah melihat punyanya BPK

31:24

enggak punyanya Kementerian Keuangan

31:25

enggak. Kalau enggak kita akan kesulitan

31:29

membuat sebuah simpulan bahwa unit ini

31:31

layak menjadi percontohan. Karena

31:33

sebetulnya percontohan itu tidak hanya

31:35

menjadi percontohan di apa di lembaga

31:38

sendiri, tetapi kita harapkan

31:40

percontohan di seluruh lembaga

31:42

pemerintah yang ada khususnya yang WBM.

31:47

Bahkan di beberapa kementerian kayak

31:49

Kementerian Keuangan itu kalau unit

31:52

kanwil memperoleh WBM dia itu bisa

31:56

menularkan termasuk unit-unit yang ada

31:58

di Pemda. H

31:59

dia membuka layanan pendampingan WB W W

32:02

W W WBK untuk pemda-pemda di sekitar ee

32:05

kanwilnya. Jadi ee kita akan melihat

32:08

seberapa kontribusi unit WBM mendorong

32:12

instansi lain atau unit di kita sendiri

32:15

dan instansi lain untuk membangun tata

32:17

kelola yang lebih baik.

32:19

Nah, Bapak Ibu yang kami hormati,

32:24

kembali kepada reform. Reform yang

32:26

sekarang itu kan basisnya kepada kondisi

32:30

ee mengikuti perkembangan ee zaman.

32:33

Digitalisasi menjadi faktor penting ya

32:36

untuk memastikan bahwa reform birokrasi

32:39

itu berjalan. Maka pembangunan Z pun

32:41

basisnya pasti digitalisasi. Jangan

32:44

cerita lagi bahwa pembangunan Zi tidak

32:47

berbasis pada ee aspek digital karena

32:50

ini pasti ketinggalan ya. Di aspek-aspek

32:53

digital inilah penting. Karena kalau

32:55

kita lihat perkembangannya sekarang di

32:57

dunia ee bisnis misalnya,

33:01

data menunjukkan bahwa transaksi

33:04

perdagangan melalui online itu jauh

33:06

melebihi ee apa namanya yang

33:09

konvensional ya. orang beli barang

33:12

tinggal klik barang dianter gitu ya.

33:15

Artinya layanan kita pun terhadap

33:18

stakeholder kita pun ee mungkin tinggal

33:21

klik orang sudah menerima layanan gitu.

33:23

Sekarang sedemikian mudahnya gitu. Jadi

33:27

ketika kita bicara tentang BPSDM

33:28

bagaimana layanan terhadap kalau ke

33:31

pegawai ya ee dia bisa memberikan

33:35

layanan yang semudah orang mengakses

33:37

berbagai layanan yang sekarang sudah

33:38

ada.

33:39

Kami pernah lihat punyanya PLN, punyanya

33:43

Bank Mandiri, kemudian Telkom. Ya,

33:47

kira-kira kalau nanti teman-teman BPSD

33:49

membangun ZI ya mungkin kiblatnya bisa

33:52

ke ke sana gitu ya. Kalau enggak ke sana

33:55

akan sulit kita memberikan sebuah apa

33:57

namanya gambaran bahwa ini layak untuk

34:00

memperoleh predikat WBM. Nah, berbagai

34:03

hal didigitalisasi ternyata memang ada

34:06

persoalan di di lingkungan kita.

34:09

Ya,

34:11

pertama adalah

34:14

ternyata banyak di instansi kita itu

34:16

masih eh silo mentality ya. Persoalannya

34:21

membangun ee apa namanya sebuah unit

34:25

yang baik itu salah satu syaratnya

34:27

adalah ee

34:30

kita harus melakukan kolaborasi ya.

34:34

tentunya BPSDM punya punya mitra-mitra

34:36

ya di samping mitra di internalnya juga

34:39

mitra pengembangan SDM di seluruh BPSDM

34:42

yang ada di Indonesia.

34:44

Ini bagian dari cara kita untuk

34:45

membangun BPSDM lebih baik.

34:48

Yang kedua memang ada beberapa yang

34:53

menjadi ee apa namanya? Handicap adalah

34:58

iklim inovasi.

35:00

Banyak inovasi yang kita bangun.

35:03

hanya untuk awarding. Ini banyak

35:06

instansi pemerintah yang membangun

35:07

inovasi. Bahkan ada satu instansi

35:10

pemerintah pada saat awarding dia

35:12

memperoleh penghargaan inovasi tapi

35:15

begitu kita cek tahun yang kedua sudah

35:17

enggak jalan. Banyak instansi pemerintah

35:20

yang bangun itu dan itu rata-rata unit

35:23

WBM.

35:24

Dia bangun inovasi pada saat WBK. Dicek

35:27

pada saat WBM-nya sudah enggak jalan.

35:29

dia menambahkan inovasi baru. Rata-rata

35:33

unit BBM itu dibangun semangatnya itu

35:36

setelah 2 tahun atau 1 tahun telah

35:37

bangun WBK. Padahal kita penginnya itu

35:40

kan minimal, tidak harus buru-buru

35:43

membangun BBM sebetulnya. Yang yang

35:45

terpenting bahwa inovasi yang dibangun

35:48

sudah berjalan baik dan sudah bisa

35:50

diracking before after-nya

35:54

perkembangan kinerjanya menjadi lebih

35:55

baik atau tidak. Karena basis inovasi

35:57

itu pasti ada isu. Ada sebuah isu, ada

36:00

sebuah kinerja yang harusnya lebih baik

36:03

dibanding sebelumnya. Kenapa kita butuh

36:05

inovasi? Kadang-kadang inovasi hanya

36:08

membungkus

36:10

kegiatan yang rutin di dalam sebuah

36:13

aplikasi. Padahal inovasi itu basisnya

36:16

pada sebuah isu. Ada persoalan layanan

36:18

yang lambat menjadi lebih cepat. Layanan

36:20

yang yang mungkin kurang berkualitas

36:23

menjadi lebih berkualitas. tetapi harus

36:26

ada tracking ee kinerjanya. Nah, banyak

36:29

instansi pemerintah yang gagal di situ

36:31

di konteks WBM.

36:34

Yang berikutnya adalah ee kesenjangan

36:37

infrastruktur ya, infrastruktur digital.

36:41

Jadi, Teman-teman banyak yang membangun

36:42

inovasi dengan digitalisasi tetapi

36:46

ee yang menguasi digital itu hanya satu

36:49

dua orang.

36:51

Ini banyak kejadian di beberapa tempat.

36:53

inovasi dengan digital enggak jalan

36:55

karena orangnya mutasi. Yang dulu pernah

36:58

bangun sudah mutasi. Jadi dia mulai dari

37:01

awal lagi. Nah, kemudian persoalan

37:04

keamanan ya. Ee mestinya sih setiap

37:08

pembangunan aplikasi pasti kerja sama

37:10

dengan PSSN ya untuk memastikan keamanan

37:12

ee ee di dalamnya ya. Yang berikutnya

37:15

adalah ee jaringan. Ini banyak

37:17

aplikasi-aplikasi yang dibangun ketika

37:20

mau diakses jaringannya terganggu.

37:23

ini juga ini banyak terjadi. Ada sebuah

37:26

ilustrasi menarik. Kebetulan saya suka

37:29

ini Bu apa mengulik layanan yang ada di

37:33

di pemerintah.

37:35

Jadi waktu itu layanan perpanjangan SIM

37:38

di PORI bisa dilakukan melalui aplikasi.

37:41

Saya coba masuk,

37:43

ternyata di aplikasi itu untuk daftar

37:46

SIM-nya ngisi aplikasi sendiri. Mau tes

37:49

kesehatan ngisi aplikasi sendiri. Tes

37:52

lagi psikologi, tes melalui aplikasi

37:54

sendiri dengan alamat yang berbeda.

37:57

Nah, saya sudah ngikutin, Bu. Ternyata

37:59

pertanyaannya banyak banget di situ.

38:01

Bagi si penerima layanan kan pasti

38:03

membutuhkan waktu dan energi untuk

38:04

menjawab itu. Karena saya ada tim, saya

38:07

suruh tim saya untuk menjawab seluruh

38:09

pertanyaan itu. Kalau saya yang diuji

38:11

mungkin enggak lulus karena tesnya

38:13

saking banyaknya. Dan alhamdulillah tes

38:15

psikologi, tes kesehatannya lulus dengan

38:18

saya lupa kategorinya excellent lah.

38:20

Nah, tinggal proses pembuatan SIM. Pas

38:23

pembuatan SIM ternyata salah satu

38:26

syaratnya harus foto di bawah eh di

38:28

dengan latar belakang warna biru. Nah,

38:31

karena di kantor saya mungkin

38:33

teman-teman ee Kementerian Hukum yang

38:35

pernah ke kantor enggak ada background

38:37

yang warnanya biru. Terpaksa pakai

38:39

background rata-rata di kantor kan

38:40

coklat ya.

38:42

Nah, setelah difoto ternyata ditolak.

38:46

Saya dapat email ditolak tidak bisa

38:48

diproses lebih lanjut karena

38:49

background-nya warnanya tidak biru. Nah,

38:54

akhirnya diminta untuk akses ke layanan

38:57

mobile ya, mobil SIM keliling lah gitu.

39:01

sampai di sana diminta lagi ee

39:03

syarat-syaratnya misalnya mana ininya ee

39:06

hasil tes kesehatan kan sudah saya sudah

39:08

masuk online tapi terpaksa harus harus

39:11

apa namanya ee mengisi lagi datanya

39:15

kemudian hasil tesnya harus dicetak

39:18

kembali dan fotokopinya harusahkan

39:20

padahal saya sudah mengirim PDF-nya

39:23

terus fotonya apa fotokopinya di mana di

39:25

seberang

39:26

bukan di kantornya di seberang bayar

39:29

sendiri akhirnya kita nyebrang fotokopi

39:31

balik lagi situ. Nah, giliran antri foto

39:35

menunggu 1 jam lebih antri foto ternyata

39:38

apa? Internetnya mati jaringan. Artinya

39:43

digitalisasi yang dibangun itu tidak

39:45

sesuai dengan harapan publik. Bukannya

39:48

menjadi lebih mudah, tetapi justru

39:52

merepotkan. Dua kali kerja sama

39:54

digitalisasi di kantor kita. kita sudah

39:57

bikin e-office

39:59

kemudian bikin surat lewat digital.

40:02

Biasanya nih para JPT nih termasuk saya

40:05

cetakannya mana?

40:08

Jadi kita sudah pakai digital,

40:09

pimpinannya minta cetakannya mana?

40:12

Rasanya kalau kita zaman dulu review itu

40:14

pengin enaknya gitu kan nyoret-nyet gitu

40:16

ya. Jadi teman-teman kita di bawah gitu

40:20

ya sudah beralih ke digital, tetapi

40:22

kitanya yang perlu berubah mindsetnya.

40:25

Sehingga beberapa kesempatan kemarin di

40:27

kami itu pimpinan tinggi harus ikut

40:31

digital leadership ya. Ada trainingnya

40:34

dengan teman-teman UNPAT eh saya ingat

40:38

tuh hampir 1 bulan, Pak ikut digital

40:41

leadership secara online setiap hari.

40:45

Jadwalnya sih cuma jam 09.00 sampai jam

40:46

11.00. Kalau enggak ikut di jamnya ya

40:49

nanti besok. Yang penting tugasnya

40:50

dikerjain karena kan waktu tidak banyak

40:53

ya. Nah ini persoalan apa namanya?

40:57

Persoalan di era digital terpenuhnya

41:00

kecukupan digital talent. Di kitanya

41:04

timnya sudah punya justru pimpinannya

41:07

yang belum. Nah, ini yang yang harus

41:09

merubah di kami juga prosesnya panjang.

41:11

Tahun 2012 kita sudah mulai bangun.

41:14

ketika pimpinannya tidak mengakses

41:16

digital ada profiling-nya sampai

41:18

segitunya. Nah, tentunya sekarang sudah

41:20

sudah saya yakin di Kementerian Hukum

41:22

sudah berjalan ee jauh lebih baik.

41:26

Yang berikutnya adalah ee persoalan

41:31

ee kita ternyata layan pemerintah lebih

41:33

banyak didesain secara analog, belum

41:36

dial dari sejak awalnya gitu ya.

41:38

sehingga ini yang ee ketika teman-teman

41:41

akan membangun WBM ee harus pastikan

41:45

karena klien kita kan lebih banyak

41:48

orang-orang yang terdidik. Tidak ada

41:49

lagi klien yang tidak melek terhadap

41:51

digital. Kalau lihat di masyarakat umum

41:54

kan digitalisasi

41:56

hampir sampai tukang nasi goreng pun

41:58

sudah digital bayar sudah Kris. Itu kan

42:00

sudah digital ya. Itu paling sebenarnya

42:02

tukang sayur aja sudah bisa pakai Kris

42:04

pembayarannya. Nah, justru di kita masih

42:07

menjadi ee masalah.

42:10

Saya tidak cerita tentang bagaimana cara

42:12

membangun Z-nya ya. Saya yakin Bapak Ibu

42:14

sudah paham tentang konteks ini.

42:17

Sehingga hanya saya me apa namanya me

42:21

menyampaikan beberapa hal yang menjadi

42:23

fokus evaluasi di WBM. Ya, memang sampai

42:28

saat ini desain kebijakan WBKWBM tuh

42:31

masih menggunakan ee yang lama ya sampai

42:36

dengan tahun ini. Jadi dulu kan RB masih

42:38

8 area perubahan kemudian di di Zi-nya

42:41

en area perubahan. Sebetulnya ee di

42:45

dalam proses evaluasi yang sekarang

42:46

sudah mengarah lebih fokus pada tiga

42:49

area perubahan ya. Tiga area perubahan.

42:52

Yang pertama adalah ee kaitan dengan

42:56

area pengawasan. Pengawasan itu

42:58

heavy-nya lebih kepada integritas ya.

43:00

Lebih pada integritas persepsi anti

43:03

korupsi ya. Yang kedua pada manajemen

43:06

kinerja. Ini yang menjadi persoalan

43:08

manajemen kinerja di beberapa instan

43:10

pemerintah yang gagal di WPM itu karena

43:13

kinerjanya ternyata tidak lebih baik

43:15

dari yang sebelumnya.

43:17

Pemahaman terhadap akuntabilitas

43:19

kinerjanya belum belum utuh. Misalnya

43:22

target tahun ini ternyata lebih kecil

43:25

atau sama dengan tahun yang sebelumnya

43:28

di dalam laporan kinerjanya terlihat ya.

43:31

Jadi tidak ada target kinerja yang

43:33

menangtang. Menangtang itu setting

43:34

targetnya jauh lebih besar sehingga kita

43:36

butuh inovasi yang baru. Kadang-kadang

43:40

kinerjanya masih sama dengan yang tahun

43:42

lalu, tapi kita bikin inovasi lah.

43:44

Inovasinya buat apa? Kan ada isu dulu

43:47

kita ingin lebih baik ke depan sehingga

43:49

kita butuh inovasi.

43:51

Yang berikutnya adalah yang ketiga

43:53

terkait dengan layanan publik ya.

43:55

Layanan publik ini memang ada satu

43:58

survei ya ini menjadi ee cara ya cara

44:03

kita atau kami semua melihat sejauh mana

44:06

progres dari layan publik. Cuman yang

44:09

menjadi persoalan ketika kita melakukan

44:11

survei terhadap persepsi lain publiknya

44:14

dilakukan dengan cara-cara yang tidak

44:16

berintegritas. Kita bicara tentang

44:18

pengawasan, bicaranya integritas. Tetapi

44:20

begitu melihat bagaimana layan publiknya

44:22

dilakukan dengan cara-cara yang tidak

44:24

berintegritas. Contoh yang paling

44:26

menonjol sama karena kami juga sebagai

44:28

responden. Teman-teman tuh telepon,

44:30

"Pak, tolong Pak ya. Nanti Bapak jadi

44:31

responden dan ya berikanlah respon yang

44:34

baik buat kami. Kami sedang membangun Z

44:37

padahal kami evaluatornya. Dia lupa

44:39

bahwa kami itu evaluatornya. Dan itu

44:41

terjadi beberapa tempat.

44:43

Ada juga yang model kita survei misalnya

44:46

data SKM dapat yang jelek-jelek tidak

44:49

ditabulasi. Kita tabulasi yang

44:52

bagus-bagus saja sehingga ujungnya nanti

44:54

kita memenuhi syaratsyarat rukunnya

44:56

mengajukan WBM. Padahal secara

44:58

substansional secara substansional itu

45:01

masih bermasalah. Ini banyak hal yang

45:03

yang terjadi seperti itu.

45:06

Kita tahu bahwa ada isu di layan publik

45:10

ya. lain publik itu yang pertama kita

45:13

dianggap itu kurang responsif. Perubahan

45:16

responsif inilah yang penting ya

45:19

keluhan. Makanya ada ada lapor, ada

45:22

ombus sebetulnya lebih responsif

45:26

responsif terhadap keluhan masyarakat.

45:29

Makanya kalau enggak lolos dari ombus

45:31

itu ketika misalnya 1 2 3 aduan tidak

45:33

direspon lebih dari 1 2 3 bulan misalnya

45:35

itu langsung cross WBM syaratnya agak

45:37

berat ya. Kemudian kurang informatif

45:41

karena layanannya bagus tapi publik

45:42

enggak tahu kurang informatif. Jadi

45:45

inovasi harus informatif.

45:48

Yang berikutnya adalah akses. Akses itu

45:50

ramai, Pak, ketika bicara tentang ee

45:54

layanan inklusif ya. Bagaimana dengan

45:57

teman-teman yang disabilitas? Layanan

46:00

publik harus bisa ee menjangkau seluruh

46:03

ee ee pihak ya. Yang berikutnya adalah

46:06

kurang koordinasi. Ini ini koordinasi

46:08

itu hal yang mudah diucapkan sebenarnya,

46:11

tapi fakta di lapangannya agak sulit

46:14

sebetul koordinasi meskipun sebetulnya

46:16

koordinasi sudah bergerak ke kolaborasi.

46:19

Koordinasi bahasa yang sangat rendahnya

46:21

kemudian sudah lari ke kolaborasi.

46:24

Kita bicara tentang kebijakan yang

46:27

berbeda-beda antara kementerian dengan

46:30

di bawahnya. Kebutuhan SDM yang seperti

46:33

apa gitu. itu enggak nyambung sama

46:36

desain kurikulum yang kita bangun

46:37

misalnya. Itu harus bisa di dijawab.

46:41

Yang berikutnya adalah birokratis.

46:43

Sering berbelit-belit. Ya, ini proses

46:46

atau kejadian yang di beberapa tempat

46:48

termasuk

46:49

ada beberapa

46:51

persyaratan yang

46:55

enggak make sense gitu.

46:57

Cerita dulu misalnya orang mau bayar

47:00

pajak itu pajak kendaraan ya harus

47:04

menyampaikan KTP asli. Mungkin Bapak Ibu

47:06

ngerasain semua tuh datang ke Samsat

47:08

gitu mau bayar kendaraan mana KTP

47:10

aslinya? Kalau enggak bawa KTP asli

47:12

enggak dilayani.

47:14

Padahal orang itu mau bayar. Bagi kami

47:16

misalnya enggak punya KTP pun, bahkan

47:19

enggak punya kendaraan pun mau bayar

47:21

pajak kendaraan ya terima-terima saja.

47:23

Kenapa harus dipersulit?

47:26

sama kayak STNK, STNK-nya enggak ada

47:28

enggak enggak ada urusan sama itu. Kalau

47:30

mau bayar ya terim saja. Ternyata

47:32

birokrasi itu lebih senang begitu. Kalau

47:34

bisa

47:36

ya dipersulit, kenapa dipermudah gitu.

47:39

Ini ini yang sering terjadi. Stigma itu

47:42

yang harus di di diselesaikan

47:45

sehingga kita ingin memperbaiki hal-hal

47:47

yang kayak gitu. Sebetulnya kalau di

47:49

BPSDM yang kami lihat di berbagai tempat

47:52

relatif resikonya sedikit. Kalau

47:54

membangun sebuah unit yang WBM resikonya

47:57

Pit karena kan teman semua ininya masih

47:59

untuk lingkungan. kecuali mungkin BPSDM

48:01

sudah membuka ee yang untuk yang lain ya

48:05

sudah ya dengan pemda atau apa mungkin

48:08

ee banyak hal yang harapannya kalau

48:11

orang kalau teman sendiri kalau mendapat

48:14

layanan tidak sesuai ya sudahlah kan

48:17

teman sendiri tapi bagi publik yang lain

48:19

berbeda bisa menjadi berbeda.

48:23

Yang berikutnya terkait dengan isu

48:25

manajemen kinerja ya. Ada beberapa hal

48:28

yang menjadi catatan kami ketika bicara

48:31

tentang manajemen kinerja. Yang pertama,

48:35

desain kinerja di level lembaga, di

48:38

level unit dan unit-unit kecil di

48:40

bawahnya. ini yang kadang-kadang tidak

48:42

tidak rapi. Level badannya apa, level

48:47

apa namanya direkturnya apa, level

48:49

pusatnya apa. Kadang-kadang ada desain

48:52

yang kinerjanya badan itu hanya kumpulan

48:56

dari kinerjanya level di bawahnya. Itu

48:59

biasanya kalau WBM itu cross agak sulit.

49:03

harusnya ada level yang berbeda antara

49:05

di levelnya badan, kemudian level pusat,

49:08

levelnya unit-unit ya, direktur harus

49:10

punya kinerja yang spesifik terhadap

49:13

level apa namanya ee unitnya, level

49:16

jabatannya ya. Karena kan setiap jabatan

49:19

punya harganya, punya kompetensi yang

49:22

dibutuhkan, pasti kinerjanya akan

49:23

berbeda-beda.

49:25

Kemudian perencanaannya seringkiali

49:27

masih silo.

49:29

Silo itu desainnya kita kan pasti punya

49:31

range trrack ya. Desain range ke

49:33

bawahnya harus clear itu apa yang di di

49:36

apa yang di yang didukung oleh unit

49:40

berpengaruh yang kinerja unit

49:43

berpengaruh kepada kinerja di atasnya.

49:45

Harus clear.

49:47

Makanya terkait dengan penjabaran

49:49

kinerja harus beres berdasarkan logical

49:51

framework-nya. Kadang-kadang kan kita

49:54

bikin kinerja desain program kegiatannya

49:57

ST seperti yang ada di anggaran. Padahal

50:00

desain yang di dalam konteks Ming gereja

50:04

adalah kegiatan yang dilakukan dalam

50:05

mencapai kinerjanya.

50:07

Seringki program kegiatan yang ada di

50:11

RENJA itu tidak sesuai dengan kebutuhan

50:13

untuk mencapai kinerjanya.

50:16

desain apa program kegiatannya. Nah, ini

50:18

yang sering menjadi masalah. Yang

50:21

berikutnya adalah

50:25

perbaikan di dalam manajemen kinerja itu

50:27

lebih pada mencapai sebuah nilai bukan

50:31

pada substansi ee apa namanya

50:34

kinerjanya. Nah, ini yang terjadi di

50:36

beberapa tempat. Nah, yang terakhir

50:40

terkait dengan manajemen kinerja isunya

50:42

adalah

50:44

ee

50:46

manajemen kinerja itu dianggap urusannya

50:50

tim di bawah.

50:52

Padahal manajemen kinerja itu urusannya

50:54

pimpinan. Ya, ini yang sering sering

50:55

terjadi sehingga pada saat kami

50:57

melakukan evaluasi misalnya wawancara

51:00

atau apa namanya Zoom biasanya lalu Zoom

51:02

ya pimpinan yang diharapkan bisa

51:05

menjelaskan tentang kinerjanya sering

51:08

sering apa sering hang. Nah, ini

51:10

biasanya evaluator agak bilang pimpinan

51:13

belum menguasai tentang kinerjanya

51:15

sendiri gitu. Nah, biasanya agak-agak

51:16

sulit ini.

51:19

Nah, terkait dengan isu integritas

51:22

memang data yang terbaru dari yang kami

51:25

peroleh ya itu ee hasil SPI-nya KPK

51:30

kemarin ya. Kementerian Hukum secara

51:34

umum ee masih lebih baik dari rata-rata

51:38

nasional. Ya, ini maaf enggak bisa

51:40

disampaikan ya. ee rata-rata nasional

51:44

itu diangkat 72. 72 itu kategorinya

51:47

rentan sebetulnya kalau KPK. Nah,

51:50

Kementerian Hukum itu dikategorinya

51:53

waspada di angka 77.

51:56

Nah, begitu kami cek ke apa namanya ke

51:59

datanya itu ada

52:04

41

52:07

unit Kementerian Hukum yang disampel dan

52:10

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia

52:12

Hukum itu ada di urutan 32 di sampel

52:17

yang dilakukan oleh KPK yang paling

52:19

bagus itu Kanwil Sulawesi Barat 89 ya

52:23

dan paling rendah itu ada di Dirjen

52:26

Administrasi Hukum angka 78 dan BPSDM

52:30

itu 81,23.

52:31

Itu sudah bagus. Artinya di atas ee

52:34

ambang minimal kan 78 artinya sudah oke.

52:39

Cuman kalau lihat ini akan menjadi

52:42

contoh harusnya lebih baik dari

52:44

unit-yunit yang lain gitu ya. Karena ini

52:45

kan menjadi contoh BBM ini perlu

52:48

dibangun

52:49

ee yang lebih baik.

52:52

Ee Bapak, Ibu yang terakhir ada beberapa

52:57

catatan ya tercatat catatan ini hasil

53:00

dari kumpulan catatan kami di berbagai

53:03

evaluasi Z

53:06

di Kementerian Hukum maupun di

53:07

kementerian lain bahkan di pemda.

53:11

Yang pertama adalah ini teknokratiknya

53:14

lah. Yang pertama rencana aksi

53:18

pembangunan ZI-nya belum berkualitas.

53:20

Enggak kebayang dulu tim manajemen

53:23

perubahannya ketika membangun sebuah

53:25

renaksi enggak clear sebetulnya apa sih

53:28

yang mau di diperbaiki itu kan akan

53:30

tergambar di renaksi ya ada satu apa

53:34

namanya ee ee kondisi yang ingin kita

53:37

capai akan tergambar dari renaksi

53:40

yang berikutnya

53:42

ini klasik tetapi faktanya banyak

53:45

termasuk unit-unit yang mengajukan WBM

53:48

LKE-nya itu enggak cukup

53:50

bahkan tidak relevan dengan apa yang

53:52

kita mau. Ini kejadian di beberapa

53:54

tempat ya. ee

53:57

teman-teman sedang ingin berkontestasi

54:01

tarulah begitu ya atau ingin

54:04

menyampaikan bahwa kami sudah reform

54:07

tapi dokumen yang disampaikan bukan itu.

54:11

Ini banyak terjadi. Nah, biasanya itu

54:13

akan menjadi catatan karena begini ini

54:16

unit yang mau narsis tetapi datanya

54:19

enggak sesuai gitu kan. Narsis kan

54:21

penting sebetulnya dalam kinerja.

54:23

Sehingga eksplorasi data itu harus harus

54:26

clear. Betul bahwa itu yang kita

54:28

sampaikan dengan data dukung yang cukup.

54:32

Ini banyak sekali yang tidak cukup. Nah,

54:35

persoalannya adalah

54:37

pembangunannya biasanya diserahkan ke

54:39

tim. Kalau tim itu ditanya apakah

54:41

dokumen sudah di-upload? Pasti

54:42

jawabannya sudah. Entah apa yang dikirim

54:47

yang penting jawab dulu sudah. Nah, kami

54:49

di dalam melakukan evaluasi enggak lihat

54:51

lagi. Kalau pimpinan lembaganya sudah

54:54

menyatakan ini yang diusulkan, maka kami

54:57

anggap bahwa yang di yang data yang ada

54:59

itu ya sudah sepengetahuan pimpinannya.

55:01

data kami di berbagai evaluasi ternyata

55:04

pimpinannya enggak tahu ya.

55:08

Yang berikutnya adalah ini harusnya

55:10

tidak sih, Teman-teman Inspektorat

55:11

pastinya sudah jagain nih ee Bu

55:16

Inspektur kadang-kadang ada yang

55:17

nilainya enggak cukup, lolos aja.

55:20

Padahal kalau enggak enggak cukup ya

55:22

dicukup-cukupin aja kan strateginya gitu

55:24

ya. meskipun nanti dievaluasi oleh

55:26

TPN-nya akan diuji, tapi ada juga begitu

55:29

di apa dihitung ternyata angka

55:31

minimalnya enggak cukup. Ini terjadi di

55:32

beberapa tempat.

55:35

Yang berikutnya

55:37

penerapan manajemen kinerja. Ya, tadi

55:39

disampaikan agak panjang, tapi intinya

55:42

ini ee ee belum baik.

55:46

yang sekarang lagi yang menjadi catatan

55:48

adalah tentang benturan kepentingan ya

55:52

yang di pengawasan selain ee ee apa

55:55

persepsi publik terhadap integritas kita

55:57

juga benturan kepentingan baik terhadap

56:00

layanan. Kalau kita kan berarti layanan

56:02

ke internal ya lebih banyak mungkin ke

56:04

pemda juga misalnya orang yang ngikut

56:07

diklat itu siapa sih?

56:09

Ternyata banyak benturan kepentingan itu

56:11

di situ. Nah, ini juga banyak terjadi

56:13

benturan kepentingan belum dikelola

56:15

secara baik. Benturan kepentingan itu

56:17

kan tidak terhindari ya. Pak Ses punya

56:20

teman, punya saudara yang mungkin dalam

56:22

satu kantor ikut apakah ada kaitan

56:24

dengan jabatan kita. Sebetulnya kan itu

56:26

enggak bisa terhindari kan, cuman

56:28

bagaimana manajemennya, ada mitigasi

56:30

resikonya. Yang penting itu. Maka yang

56:33

gagal itu rata-rata gagal melakukan

56:35

pemetaan terhadap risiko. Risiko

56:38

terhadap tercapainya sebuah kinerja,

56:41

risiko terhadap integritas, maupun

56:44

risiko terhadap layanan publik. Layan

56:46

publik juga ada risikonya.

56:50

Ee ini yang banyak belum kelar. Yang

56:53

berikutnya adalah kaitan dengan

56:55

pengaduan.

56:57

Ternyata ada satu kondisi yang berbeda.

57:00

Banyak instansi pemerintah yang

57:01

menganggap kalau WBM itu tidak ada

57:03

pengaduan.

57:06

Ya, padahal pengaduan itu yang penting

57:09

adalah dikelola.

57:11

Semakin banyak yang mengadu berarti

57:14

mengindikasikan orang yang mengadu itu

57:16

nyaman. pengaduannya pasti ditindak

57:18

lanjutin sehingga dia akan mendorong

57:20

untuk mengadu lagi setiap hal. Sehingga

57:23

dulu kami pernah waktu dengan

57:25

teman-teman di KSP target pengaduan itu

57:28

ditargetkan secara nasional itu 1 juta

57:30

pengaduan. Saya pikir kok pengaduan kok

57:32

ditargetin dia. Ternyata argumentasinya

57:36

semakin banyak yang mengadu

57:38

mengindikasikan pengelola pengaduannya

57:40

baik.

57:41

Beda kalau misalnya saya sudah mengadu

57:44

dua kali tidak direspon, tidak dilanjut,

57:47

berikutnya pasti enggak mau ngadu lagi.

57:49

Jadi argumentasinya berbeda. Makanya

57:51

pengaduan itu yang terpenting ee

57:53

pengaduan itu diklasifik kecuali

57:56

pengaduan yang sama terjadi

57:58

berulang-ulang. Berarti atas pengaduan

58:00

itu tidak ditilanjuti dengan perbaikan e

58:02

bisnis prosesnya, delivery layanannya

58:04

segala macam ya. Kemudian yang

58:11

terakhir ya, inovasi yang kita bangun

58:15

ternyata

58:17

tidak menggambarkan perbaikan yang

58:19

signifikan. Di awal saya sudah

58:20

sampaikan, saya tekankan lagi bahwa ee

58:22

perbaikan itu bisa dilihat dari

58:24

kecepatan waktu. Dulu misalnya selesai

58:28

pendaftaran atau urusan administrasi 1

58:30

hari, kita mungkin bisa 1 jam. Bahkan

58:33

mungkin tinggal klik saja. Nah, di kita

58:36

kan banyak tuh

58:38

terutama di pengelolaan ee pengelolaan

58:40

SDM di internal misalnya ada teman kita

58:43

mau naik pangkat itu masih dimintai

58:47

SK pengangkatan pertama.

58:50

Ada masih gitu di instansi di instansi

58:52

itu. Jadi dia temannya mau naik pangkat

58:54

masih dimintai SK pengangkatan CPNS-nya

58:56

dulu di mana? Padahal kan SK CPNS kan

59:00

keluarnya dari kantor. Kenapa harus

59:01

minta ke pegawai? Kegagalan tata kelola

59:04

di dalam justru membebankan kepada

59:06

stakeholder kita. Bahkan ada yang minta

59:09

SK pengangkatan terakhir. Orang mau

59:11

pensiun itu kan diminta SK pengatan kan

59:14

enggak mungkin orang ini enggak ada SK

59:17

pun yang disampaikan saatnya pensiun ya

59:20

pasti pensiun gitu.

59:22

Jadi justru kegagalan kita dalam

59:24

mengelola SDM itu terutama as pegawaian

59:27

justru dibebankan kepada stakeholder

59:30

kita, pada mitra kita, pegawai gitu.

59:32

Nah, ini juga terjadi di berbagai ee

59:35

tempat. Aplikasi tentang apa namanya

59:39

pengelolaan SDMnya sudah sedemikian

59:41

canggih gitu. Tapi begitu orang mau naik

59:43

pangkat mau pensiun aja masih susah.

59:45

Pensiun aja susah. Nah, ini yang yang

59:47

terjadi argumentasinya apa? Buat

59:51

temannya sendiri aja susah

59:54

apalagi buat orang lain. Itu gambarnya

59:57

gitu. Kalau temannya mau naik pangkat

59:59

susah, gimana kita memberikan layan

60:00

publik kepada yang masyarakat secara

60:02

umum. Nah, ini beberapa hal yang menjadi

60:05

catatan ketika ee apa namanya? unit yang

60:08

diajukan WBM itu tidak lolos. Sebetulnya

60:11

ini kan sederhana Z itu seat-sangat

60:14

sederhana logik dan semua orang tahu

60:17

bahwa kinerja tahun ini lebih baik dari

60:21

tahun sebelumnya. Kinerja tahun depan

60:24

harus lebih baik dari tahun yang

60:26

sekarang.

60:27

Sesimpel itu. Layanan publik hari ini

60:31

lebih baik dari layanan publik tahun

60:33

sebelumnya. Layanan publik ke depan

60:35

harus lebih baik dari layanan tahun ini.

60:38

Sesimpel itu sebetulnya. Nah, integritas

60:42

ini sebetulnya menjadi catatan kita

60:44

semua. Memang integritas itu yang

60:47

menjadi persoalan ketika yang terganggu

60:49

di level pimpinan. Nah, contohnya yang

60:52

sekarang ini kejadian di Pati kemudian

60:55

di

60:58

Madiun gitu ya. Yang repot itu kalau ada

61:01

unit lagi ngajuin nih tarulah ada apa

61:04

namanya SKPD-nya ngajuin pimpinan yang

61:08

kena biasanya agak sulit.

61:11

Ada beberapa instansi pemerintah dulu

61:13

yang kena

61:15

kasusnya BPK ya kalauak salah anggotanya

61:18

kena unit yang dia ngajuin gimana ini?

61:21

Karena sebetulnya unit yang diajukan

61:24

untuk Z itu adalah perwakilan dari

61:27

lembaga. Makanya syaratnya adalah ada

61:30

pengantar dari ses gitu. Sebetulnya

61:32

maknanya itu. Kenapa harus ada

61:33

pengantarnya? Dia ditunjuk oleh lembaga,

61:36

mewakili lembaga bahwa kami sudah

61:38

reform. Contohnya mana? BPSDM.

61:41

Sebetulnya itu maknanya. Kenapa kemudian

61:43

di dalam persyaratan harus

61:44

ditandatangani oleh pimpinan?

61:47

Argumentasinya itu.

61:50

Mungkin itu yang bisa disampaikan. Saya

61:52

yakin banyak hal yang ee perlu

61:54

didiskusikan tapi mungkin di kesempatan

61:56

yang lain. Intinya bahwa ee membangun

62:00

zona integritas itu harus dalam rangka

62:04

membangun reformnya lembaga. Jadi

62:07

bayangkan bahwa kita akan menjadi contoh

62:10

menjadi apa namanya unit yang

62:14

kalau bilang Kementerian Hukum sudah

62:17

reform contohnya mana BPSD. Jadi

62:20

kira-kira begitulah. Mungkin itu Bu

62:23

Kaban, Bu Inspektur, Pak Ses dan Bapak

62:27

Ibu semuanya. Ee demikian yang dapat

62:30

kami sampaikan. mudah-mudahan menjadi ya

62:33

tambahan insight lah ya ee kaitan dengan

62:36

upaya membangun tata kelola birokrasi di

62:39

Kementerian Hukum pada umumnya dan PPSDM

62:42

pada khususnya ee

62:45

supaya bisa sukseslah

62:49

ee sekali lagi tidak harus terburu-buru

62:52

mengajukan WBM gitu ya, tapi pastikan

62:55

kita memiliki sebuah kondisi yang memang

62:58

jauh lebih baik dari yang sebelumnya dan

63:01

layak untuk menjadi ee percontohan di

63:03

Kementar Hukum. Demikian lebih kurangnya

63:05

mohon maaf. Billahi taufik walhidah.

63:08

Asalamualaikum warahmatullah

63:09

wabarakatuh.

63:22

[musik]

63:34

Baik Bapak, Ibu yang berbahagia, menjadi

63:36

perhatian bagi kita bersama bahwa

63:38

pencanangan pembangunan zona integritas

63:41

merupakan langkah awal dan bagian dari

63:43

mensukseskan reformasi birokrasi dengan

63:45

melakukan penataan dan memperbaiki

63:48

sistem penyelenggaraan pemerintahan.

63:49

yang baik, efektif, efisien, layanan

63:53

prima, dan memuaskan. Selanjutnya, mari

63:56

kita ikuti bersama perjanjian kinerja

63:59

tahun 2026 dan penandatanganan komitmen

64:02

bersama pembangunan zona integritas

64:05

menuju wilayah birokrasi bersih dan

64:07

melayani di lingkungan BPSDM hukum tahun

64:11

2026. Kami mengundang dengan hormat

64:14

Kepala Balai Pelatihan Hukum Bitung

64:36

H

64:55

Kepala Balai Pelatihan Hukum Batam.

65:04

kan ter

65:07

selama hidupku

65:17

jauh

65:20

tidak akan hilang

65:32

Kepala Balai Pelatihan Hukum Semarang.

65:48

Walaupun

65:49

banyak

65:51

ne jalani

65:59

direktur Politeknik Pengayuman Indonesia

66:11

di sanalah

66:15

rasa senang

66:30

engkau

66:32

Kubang

66:34

Kepala Pusat Penilaian Kompetensi. si

67:03

Kepala Pusat Pengembangan Pelatihan

67:05

Fungsional

67:34

Kepala Pusat pengembangan pelatihan

67:36

teknis dan kepemimpinan

68:08

Engkau

68:13

sekretaris BPSDM Hukum.

68:44

kami hormat Kepala Badan Pengembangan

68:46

Sumber Daya Manusia Hukum untuk

68:48

melakukan penandatanganan perjanjian

68:50

kinerja dan komitmen bersama pembangunan

68:53

zona integritas menuju WBBM.

68:57

Tanah air

69:00

kuidas

69:04

kan terken

69:08

selama hidupku.

69:18

Baik, selanjutnya kita akan menyaksikan

69:20

pencanangan pembangunan zona integritas

69:22

menuju WBBM lingkungan BPSBM hukum.

69:25

Untuk itu kami mengundang asisten deputi

69:26

Kementerian PAN RB Inspektur Wah 1 untuk

69:29

dapat mendampingi pelaksanaan

69:31

penyatangan secara digital.

69:34

Mohon izin Ibu untuk dapat memposisikan

69:36

tangan di layar iPad yang berada di

69:38

depan Ibu

69:41

dan kepada Bapak Ibu pimpinan tinggi

69:43

pertama untuk dapat merapat

69:50

kita. Baik, mohon izin Ibu. Kita mulai

69:52

dengan hitungan mundur. 3 2 1.

69:59

Baik, kita berikan tepuk tangan yang

70:00

meriah Bapak Ibu sekalian atas telah

70:03

dicandangkannya secara digital

70:05

pembangunan zona integritas menuju WBBM

70:08

lingkungan BPSDM Hukum. [musik]

70:14

Selanjutnya persiapan foto bersama.

70:16

[musik] Kami mohon kepada tim

70:18

dokumentasi untuk dapat mengambil

70:21

tempat.

70:22

[musik]

70:26

Sekali lagi kami mohon kepada tim

70:28

dokumentasi untuk mempersiapkan diri.

70:30

Dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

70:34

Mohon izin pertama dengan posisi formal.

70:39

Baik, izin kami pandu. 1 2 3.

70:44

Sekali lagi. Satu.

70:47

T izin mengepalkan tangan kanan di depan

70:50

dada.

70:52

Salam pembaruan.

70:55

Salam pembaruan.

70:57

Baik, terima kasih. Terbikan tepuk

70:58

tangan yang meriah Bapak Ibu sekalian.

71:01

Terima kasih kepada Bapak Ibu dan

71:03

silakan kembali ke tempat semula.

71:06

Bapak Ibu hadirin yang berbahagia.

71:13

Selanjutnya marilah kita simak bersama

71:21

sambutan Kepala Badan Pengembangan

71:23

Sumber Daya Manusia Hukum kepada yang

71:26

terhormat Ibu Gusti Ayu Putus Suwardani,

71:29

BCIP, S., M.Si., CGE. Disilakan.

71:34

[musik]

71:40

[musik]

71:41

Baik. Bismillahirrahmanirrahim.

71:43

Asalamualaikum warahmatullahi

71:46

wabarakatuh.

71:53

Ah, capek ya, ada echonya soalnya.

71:56

[tertawa]

71:57

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk

71:59

kita semuanya. Om swastiastu. Namo

72:02

buddhaya. Salam kebajikan. Shalom.

72:05

Rahayu, rahayu, rahayu. Salam

72:08

pembelajar. Salam pembelajar.

72:11

Salam cerdas.

72:14

Tepuk tangan untuk kita semuanya.

72:19

yang sama-sama kita hormati dan kita

72:21

banggakan,

72:23

Asisten Deputi Koordinasi Pelaksanaan

72:25

Kebijakan dan Evaluasi Reformasi

72:28

Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan

72:31

Pengawasan Kementerian Pendayagunaan

72:34

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi,

72:37

Bapak Ahmad Hasmi. AK. Tepuk tangan

72:40

untuk beliau. Terima kasih Bapak atas

72:43

kehadirannya.

72:44

Hari ini sudah dapat bocoran kita.

72:47

Alhamdulillah. [tertawa]

72:48

Baik yang sama-sama kita hormati dan

72:51

kita banggakan, tidak lain dan tidak

72:53

bukan Inspektur Wilayah 1 Inspektorat

72:56

Jenderal Kementerian Hukum, Ibu kita

72:58

adinda saya Ibu Morina Harahap ya, Dr.

73:02

Morina Harahap, S.H., M.M. Terima kasih

73:06

Ibu kehadirannya. Yang saya hormati para

73:09

pimpinan tinggi pratama di lingkungan

73:11

BPSDM. Hadir lengkap hari ini. Kalau

73:13

tidak lengkap dicari pasti [tertawa]

73:16

hadir di sini Pak Jusman, sekretaris

73:18

BPSDM, Ibu Eva Gantini, Kapus Penkom,

73:22

Ibu Mutia Farida, Kapus Banglatekpin,

73:25

dan juga Bapak Tejo Harwanto, Kapus

73:29

Banglat Fungsional. Terima kasih

73:32

teman-teman yang luar biasa dan ee

73:36

selamat datang juga yang saya hormati

73:38

koordinator

73:40

asesor ahli utama Ibu Nuni ya sebagai

73:45

asesor ahli utama dan juga koordinator

73:48

WI Bapak Slamet dan kakanda saya Bapak

73:51

Iwan Kurniawan sebagai asesor utama juga

73:55

ee para

73:58

kepala Balai Pelatihan ya sudah berubah

74:01

sekar Sekarang Kak Bapelkum. Bapelkum ya

74:05

bukan Balatkum.

74:08

[tertawa] Bapelkum ya. Baik. Ada Pak

74:11

Rinto Balai e pelatihan Semarang, Bapak

74:15

James Balai Pelatihan Bitung dan Pak

74:17

Ivan Balai Pelatihan ee Batam ya. Karena

74:21

enggak boleh nyebut ee provinsi lagi.

74:23

Sekarang langsung tempatnya, lokasinya.

74:26

Dan yang saya hormati dan saya banggakan

74:28

eh Pak Dir ya, Direktur Poltek PIN Bapak

74:32

Odi Jaroji yang hadir bersama Ibu Wadir,

74:36

Ibu Kusmianti.

74:38

Ada lagi, Pak? Enggak ada ya? Yang dua

74:40

pamit ke Poltek ya Tangerang. Yang saya

74:44

hormati para pejabat manajerial dan non

74:47

manajerial yang luar biasa di lingkungan

74:50

BPSDM hukum Kementerian Hukum. dari Biro

74:54

Perencanaan ada yang hadir

74:58

siapa ya? Ee ada yang mewakili.

75:00

Ohih. Baik, matur nuwun. Di depan sini

75:03

Mas, monggo silakan. Iya. Ini perwakilan

75:06

dari Biro Perencanaan Sekretariat

75:08

Jenderal Kementerian Hukum. Terima kasih

75:11

atas kehadirannya. Di sini, Mas. Dekat

75:14

Ibu Kusmianti tuh biar kelihatan.

75:20

Oke, matur nuwun. Silakan.

75:24

Ya, kita buka dengan pantun. Menjahit

75:27

tekad dengan benang kejujuran

75:31

agar kuat menghadapi tantangan zaman.

75:35

Zona integritas jadi landasan

75:38

pengabdian.

75:40

Kinerja unggul wujudkan layanan

75:43

berkeadilan.

75:47

Alhamdulillah

75:49

puji syukur kita panjatkan ke hadirat

75:51

Allah Subhanahu wa taala. Tuhan yang

75:53

Maha Esa, karena hari ini akhirnya kita

75:57

bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan

76:00

pencanangan dan penandatanganan komitmen

76:03

bersama pembangunan zona integritas

76:06

serta perjanjian kinerja BPSDM hukum

76:10

tahun 2026 yang baru saja kita

76:13

laksanakan.

76:14

Bapak Hasmi yang luar biasa serta

76:17

hadirin sekalian. Alhamdulillah tadi ee

76:21

apresiasi untuk Pak Hasmi karena telah

76:23

memberikan pencerahan kepada kita

76:25

semuanya. Mudah-mudahan teman-teman juga

76:28

menyimak secara baik gitu ya apa yang

76:31

disampaikan oleh Pak Hasmi. Karena itu

76:33

ternyata kunci-kuncinya, kisi-kisinya ke

76:37

depannya kita harus seperti apa dalam

76:39

mempersiapkan kontestasi

76:42

ee WBBM untuk BPSDM hukum. Memang kalau

76:46

kita lihat BPSDM hukum baru saja

76:51

mendapatkan predikat WBK wilayah bebas

76:56

dari korupsi pada akhir tahun 2024

77:00

itu adalah ee kontestan terakhir di

77:05

Kementerian Hukum yang mendapatkan WBK

77:08

yang paling akhir gitu. Jadi enggak

77:10

apa-apa kita semangat. Tepuk tangan

77:12

untuk PSDM. [tertawa]

77:15

Jadi pada saat saya masuk menjadi

77:17

kabadan di November saya langsung

77:20

mendapatkan apresiasi dari ee pemerintah

77:24

khususnya PAN RB untuk mendapatkan ee

77:27

apa namanya? Penghargaan wilayah bebas

77:30

dari korupsi. Tidak berhenti sampai di

77:32

situ. Kita sedang mempersiapkan

77:35

kontestasi untuk WBBM. Dan ternyata

77:38

alhamdulillah tadi Pak Asmi sudah

77:40

menyampaikan enggak usah buru-buru.

77:43

Kalau belum siap ya siapkan dulu. Nah,

77:45

gitu ya. Dengan berbagai macam tadi apa

77:48

namanya kunci-kuncinya apa yang harus

77:51

kita siapkan. karena memang ee zona

77:54

integritas menuju WBKWBM ini sebenarnya

77:57

harus lahir benar-benar dari diri kita

78:01

gitu. Jangan hanya ee untuk narsis saja

78:04

gitu kalau di kita lihat perjalanannya.

78:07

Kalau kita melihat reformasi birokrasi

78:09

itu kan sebenarnya dituntut ee dari

78:13

pribadi masing-masing pegawai yang

78:15

tergabung dalam satu unit kerja, yang

78:17

tergabung lagi dalam satu lembaga ee

78:19

lebih besar lagi. Nah, kalau semuanya

78:21

sudah paham dengan ee kinerjanya,

78:24

tugas-tugasnya

78:26

dan harus dibuat dikerjakan sesuai

78:28

SOP-nya, sebenarnya itu yang kita

78:31

harapkan dan itulah hasilnya nanti ee

78:34

apa namanya? pembangunan zona

78:35

integritas. Jadi benar-benar apa yang

78:37

menjadi tugas kita kita pahami dulu

78:39

masing-masing ya. Nah, beberapa hal tadi

78:42

yang sudah ee disampaikan oleh Pak Hasmi

78:45

sebenarnya sudah bisa kita catat. Bu

78:48

Irwil pun sudah juga mendengarkan

78:51

berarti ee posisi BPSDM hukum di ee

78:57

urutan ke 32 SPI tadi Pak ya. SPI itu

79:01

sebenarnya menghentakkan

79:03

saya pribadi gitu. Saya sebagai pimpinan

79:06

di sini agak sedikit tertampar

79:09

sebenarnya gitu ya. 32 ah gitu ya. Jauh

79:13

sekali gitu. Tapi paling tidak ini

79:16

menjadi ee semangat saya dan mohon

79:19

dukungan teman-teman sekalian. Ayo kita

79:21

bergerak bersama. Bergerak bersama untuk

79:24

melihat lagi apa yang sudah kita lakukan

79:26

kemarin dan jangan kita lakukan di

79:29

berikutnya untuk meningkatkan kinerja

79:31

kita ya. Jadi hasil-hasil survei seperti

79:34

itu harusnya menjadi evaluasi kita ya.

79:37

Jangan malas juga untuk mengikuti semua

79:40

survei yang ada yang diberikan untuk

79:43

kita. Kita ee nilai diri kita sendiri

79:45

seperti apa sehingga akhirnya kita

79:47

menyadari bahwa itu sangat penting untuk

79:49

organisasi. Ya, kalau satu dua orang

79:52

malas untuk mengikuti survei, ingatkan,

79:55

ingatkan karena ini nanti hasilnya

79:56

adalah untuk organisasi yang lebih besar

79:58

lagi, organisasi BPSDM hukum. Jadi saya

80:01

berharap waktu selama 1 2 tahun ke depan

80:04

ayo kita sama-sama bergandingan tangan

80:07

lagi melihat lagi kembali ke belakang

80:09

apa yang sudah kita lakukan yang baik

80:11

kita tingkatkan, yang mungkin kurang ee

80:14

mungkin ee sebaiknya kita lebih ee

80:17

tingkatkan lagi gitu ya. Alhamdulillah,

80:20

Teman-teman sekalian, kegiatan ini

80:22

adalah momentum yang sangat penting dan

80:25

strategis guna menandai komitmen bersama

80:29

seluruh jajaran BPSDM hukum untuk terus

80:32

memperkuat tata kelola pemerintahan yang

80:36

baik, bersih, dan berorientasi pada

80:39

pelayanan publik. Memang kita tidak ee

80:43

secara langsung untuk melaksanakan

80:45

pelayanan publik eksternal, tapi saat

80:48

ini kita sedang mengarah ke sana ya.

80:51

Karena di tahun 2025 ini sudah banyak

80:55

kerja sama kita dengan beberapa

80:57

kementerian lembaga yang melaksanakan

81:00

pelatihan fungsional secara bersama-sama

81:02

termasuk juga melaksanakan uji

81:04

kompetensi dari beberapa kementerian

81:07

pemda di yang dilaksanakan di BPSDM

81:09

Hukum. Jadi ini menjadi salah satu

81:12

dorongan sebenarnya untuk kita semuanya

81:14

untuk terus meningkatkan pelayanan

81:16

publik kita ya ee baik itu untuk

81:19

internal kita maupun untuk ee eksternal.

81:23

Teman-teman sekalian, pembangunan zona

81:25

integritas merupakan sebuah upaya

81:28

transformasi budaya kerja yang menuntut

81:32

integritas profesional dan akuntabilitas

81:36

serta keteladanan dari masing-masing

81:39

pegawai dan seluruh aparatur. Ya, jadi

81:42

awalnya harus dari kita juga gitu ya,

81:45

dari pribadi kita. Bukan hanya

81:47

mendengarkan perintah atasan, tapi

81:50

justru harusnya keluar dari diri kita

81:52

masing-masing. Seperti apa itu

81:54

integritas, seperti apa itu e budaya

81:57

kerja yang kita terapkan, ya. Itu harus

81:59

semuanya tercermin dari pola pikir kita,

82:03

pola sikap kita, dan perilaku kita

82:06

sehari-hari, ya. Nah, sekarang tinggal

82:09

intropeksi sama-sama. Kalau kita mau

82:11

meningkatkan tadi ee dari angka 32

82:15

menjadi mungkin 5 besar saja, berarti

82:18

dari kita masing-masing harus terus

82:19

meningkatkan kinerja kita, integritas

82:22

kita agar ee apa yang kita harapkan

82:25

bersama untuk menuju WBM lebih mudah

82:28

kita laksanakan dan kita capai gitu ya.

82:32

Ee sejalan dengan itu, penandatanganan

82:34

perjanjian kinerja tahun 2026 merupakan

82:37

wujud nyata komitmen BPSDM

82:41

untuk bekerja secara terukur, terarah,

82:45

dan bertanggung jawab. Hasil evaluasi

82:47

kinerja kita yang sudah kita bahas

82:50

bersama di awal tahun kemarin, itulah

82:53

menjadi titik ukur kita, titik tolak

82:56

kita. Kalau kemarin hasilnya mungkin

82:59

outputnya melebihi target ee yang

83:03

ditargetkan awal tercapainya lebih

83:05

mungkin sampai 100 sampai 200%. Jangan

83:08

berpuas diri ya. Jangan berpuas diri

83:10

karena seharusnya kita meningkatkan

83:13

target-target kita lebih tinggi lagi

83:15

sehingga nanti akan lebih terlihat lagi

83:17

capaian-capaian di tahun berjalannya.

83:20

Kita berharap semuanya paham untuk itu.

83:22

Tidak hanya mencapai output saja, tapi

83:25

juga harus kita lihat outcome-nya.

83:27

Karena itu juga menjadi salah satu

83:28

penilaiannya. Tidak hanya mencari angka

83:31

output, tapi bagaimana dengan

83:32

outcome-nya, bagaimana dampaknya

83:34

terhadap penerima ee pelatihan atau

83:37

peserta pelatihan, bagaimana dampaknya

83:38

dengan lingkungan masyarakat sekitar

83:40

kita. Itu sebenarnya yang harus menjadi

83:42

ukuran ke depannya. Tidak hanya capaian

83:45

output selesai sudah selesai kita

83:47

berpuas diri tidak. Jadi kita harus

83:49

melihat outcome kita sudah seberapa jauh

83:51

gitu ya, sudah berapa banyak dan ee

83:54

termasuk

83:55

juga tentang penyerapan anggarannya.

83:58

Jadi itu harus berjalan bersamaan gitu

84:00

ya. Output bisa meningkat 100 sampai

84:02

200% tapi penyerapannya rendah sekali.

84:05

Ini pasti ada yang tidak sinkron nih kan

84:07

gitu ya. Harusnya itu menjadi catatan

84:10

kita sehingga memang harusnya semuanya

84:12

berjalan bersamaan ee linear gitu ya dan

84:15

saling mengingatkan satu sama lainnya.

84:18

LKE yang disampaikan oleh Pak Hasyim

84:20

tadi nyata gitu ya, yang penting kita

84:22

upload dulu gitu. Benar enggaknya nanti

84:25

belakangan ya. Ini yang harus kita

84:27

bereskan pelan-pelan. Jadi makanya pada

84:30

saat setiap kegiatan diharapkan seluruh

84:33

dokumen itu sudah selesai pada saat 5

84:36

hari ke depannya setelah kegiatan

84:38

sehingga tidak menanggung atau mungkin

84:41

menyimpan file-file itu sampai nantinya

84:43

baru diminta.

84:45

ini yang menyebabkan apa yang di-upload,

84:48

apa yang di ee LKE-nya seperti apa,

84:50

kegiatannya apa, LKE-nya berbeda karena

84:53

selalu menunda gitu ya. Nah, ini yang

84:55

harus kita benahi sama-sama. Ayo kita

84:58

sama-sama selesaikan semua tugas pada

85:00

saat itu juga karena tugas lainnya sudah

85:03

menanti jadi jangan tunda. Hari gini

85:06

zaman di digitalisasi kita tarsok-tarsok

85:09

ketinggalan teman-teman, ketinggalan

85:11

sekali. Buktinya sudah ada kemarin ya.

85:14

Jadi, ayo sama-sama kita cermati tadi

85:17

apa yang disampaikan oleh Bapak ee Hasmi

85:20

karena memang itulah ternyata ee

85:22

kisi-kisinya kita harus seperti apa

85:25

untuk mencapai WBBM. Ya, jangan tunggu

85:28

lagi, jangan tunda lagi. Ayo kita

85:30

sama-sama untuk bergerak bersama,

85:32

bergandingan tangan, saling

85:34

mengingatkan, berkoordinasi, dan

85:36

bersinergi serta berkolaborasi baik

85:38

dengan internal maupun dengan eksternal.

85:41

Karena kalau kita lihat tugas fungsi

85:43

dari BPSDM hukum di ee Permenkum nomor 1

85:47

tahun 2024 tentang ee tugas BPSDM di

85:51

pasal 473

85:53

adalah melaksanakan pengembangan

85:56

ee ee sumber daya pengembangan

85:58

kompetensi sumber daya manusia di bidang

86:01

hukum. Berarti tidak saja internal kita

86:04

yang harus kita ee layani, tapi juga

86:07

eksternal kita, baik itu kementerian,

86:09

lembaga, maupun pemerintah daerah, baik

86:12

itu ASN maupun non ASN. Ini harus kita

86:15

siap-siap ke depannya akan seperti itu

86:17

ya. Jadi ee kita mulai dari yang kecil

86:20

dulu, internal kita dulu, kita bereskan

86:22

tata kelolanya seperti apa. Reformasi

86:25

birokrasi yang kita inginkan harus sama

86:27

gitu ya, sama persepsinya, sama

86:29

langkahnya, sama geraknya. sama

86:31

cita-citanya pada saat itu baru kita

86:34

bisa bergerak untuk pelayanan eksternal

86:37

kita ya. Sepakat ya teman-teman ya?

86:41

Ah, enggak jelas. Sepakat enggak?

86:44

Harus sepakat mau tidak mau suka tidak

86:46

suka karena kita sudah WBK mau menjelang

86:50

WBBM. Mudah-mudahan di tahun ini belum

86:53

siap. Pak saya sedang mempersiapkan

86:55

dengan teman-teman untuk ee ee kita

86:58

membuat satu e Kementerian Hukum

87:01

Korpunya yang kita laksanakan di BPSDM.

87:04

kita harus punya KMS yang kita

87:06

cita-citakan bisa digunakan layanan ini

87:09

oleh secara terbuka tidak hanya internal

87:12

kita tapi unit eselon 1 dan juga

87:14

kementerian lembaga sehingga apa yang

87:16

kita sebut inovasi untuk mendukung WBM

87:19

ini memang benar-benar kita siapkan dari

87:22

saat ini ke depannya ya kalau kita

87:24

sepakat ayo kita sama-sama diawali

87:27

dengan penandatanganan komitmen bersama

87:29

pembangunan zona integritas dan

87:31

perjanjian kinerja bersama Menteri Hukum

87:33

Republik Republik Indonesia pada tanggal

87:35

8 Januari 2026. Kegiatan pencanangan

87:39

penandatangan komitmen bersama dan

87:41

pembangunan zona integritas serta

87:43

perjanjian kinerja BPSDM hukum

87:46

dilaksanakan sebagai implementasi

87:48

Peraturan Menteriayaan Pendayagunaan

87:51

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

87:54

Nomor 90 tahun 2021 tentang pembangunan

87:58

dan evaluasi zona integritas menuju

88:01

wilayah bebas korupsi.

88:03

bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi

88:07

bersih dan melayani di instansi

88:09

pemerintah. Sebagaimana telah diubah

88:12

dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan

88:14

Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi

88:16

nomor 5 Tahun 2024.

88:20

Hadirin yang berbahagia, teman-teman

88:22

yang luar biasa sebagai lemb lembaga

88:25

yang memiliki peran strategis dalam

88:27

pengembangan sumber daya manusia di

88:29

bidang hukum, PPSDM hukum dituntut untuk

88:32

menjadi role model. Berkali-kali tadi

88:35

Bapak ee Hasmi menyatakan kalau kita mau

88:39

jadi role model berarti kita juga harus

88:41

mempersiapkan seperti apa sih jadi

88:44

primadona. berarti kita harus persiapkan

88:46

segala sesuatunya agar benar-benar nanti

88:49

kita berharap BPSDM hukum bisa menjadi

88:52

role model bagi ee unit-yunit kerja

88:54

lainnya. Dan selain jadi ro, kita juga

88:58

bisa ee memberikan contoh terhadap

89:01

penerapan nilai-nilai integritas dan

89:03

reformasi birokrasi yang inline atau

89:07

selaras dengan nilai-nilai Pancasila

89:09

yang sudah kita terapkan di kampus

89:12

pengayoman Pancasila yang kita cintai

89:15

ini. Ee oleh karena itu saya mengajak

89:18

seluruh jajaran teman-teman sekalian

89:20

yang luar biasa untuk menjadikan

89:23

pencanangan hari ini. Pencanangan hari

89:25

ini sebagai titik tolak penguatkan

89:28

penguatan komitmen kita bersama.

89:31

peningkatan sinergi dan juga konsistensi

89:34

dalam mewujudkan birokrasi yang bersih,

89:37

melayani, cerdas, dan berdaya saing

89:41

tinggi. Akhir kata, saya berharap

89:44

kegiatan ini dapat menjadi pengingat

89:46

sekaligus penguat tekad kita bersama

89:49

untuk bekerja lebih baik lagi, lebih

89:52

baik lagi, dan lebih baik lagi serta

89:55

lebih berintegritas dan lebih

89:57

berorientasi pada hasil demi terwujudnya

90:01

ee tujuan organisasi dan ikut memberikan

90:03

kontribusi terbaik terhadap terwujudnya

90:07

Indonesia Emas tahun 2045.

90:11

Semoga Tuhan yang maha esa senantiasa

90:14

memberikan bimbingan dan kekuatan kepada

90:17

kita semuanya untuk menjalankan

90:19

tugas-tugas kita dengan sebaik-baiknya

90:22

dalam rangka memajukan organisasi dan

90:26

memberikan pelayanan yang terbaik bagi

90:28

masyarakat.

90:31

Akhirnya akan saya tutup dengan pantun

90:34

lagi ya. Oke. Langkah seirama menuju

90:38

tujuan.

90:40

Tekad menyatu tanpa ragu

90:44

dengan integritas dan perjanjian kinerja

90:47

berkelanjutan. BSDM hukum terus

90:50

meningkat, maju, dan bermutu. Billahi

90:54

taufik walhidayah. Asalamualaikum

90:56

warahmatullahi wabarakatuh. Om santi

90:59

santi santi om namo buddhaya. Salam

91:02

kebajikan. Shalom. Rahayu, rahayu,

91:05

rahayu. Salam pembelajar.

91:08

Salam pembelaj

91:10

Salam cerdas.

91:11

Pasti cerdas.

91:12

Terima kasih. Tepuk tangan untuk kita

91:14

semua.

91:35

Hadirin dimohon berdiri [musik]

91:43

menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

91:51

[musik]

91:58

[musik]

92:03

[musik]

92:13

[musik]

92:19

[musik]

92:28

[musik]

92:34

[musik]

92:41

[musik]

92:56

[musik]

93:00

berkenan dengan hormat untuk tetap dalam

93:02

posisi berdiri sejenak kita akan

93:04

melaksanakan foto bersama dengan mode

93:06

swap foto. Untuk itu dipersilakan kepada

93:09

tim dokumentasi untuk dapat mengambil

93:11

tempat di atas panggung.

93:14

Baik. terlebih dahulu dengan sikap

93:16

formal. Izin kami pandu.

93:25

Baik, izin kami pandu. 1 2 3.

93:32

Sekali lagi. 1 2 3. Izin mengembalkan

93:36

tangan kanan di depan dada.

93:39

Salam pembaruan.

93:42

Salam pemaruan.

93:44

Salam pembaruan. Baik, terima kasih.

93:47

Mari kita berikan tepuk tangan Bapak,

93:49

Ibu. Hadirin silakan duduk kembali.

93:58

Baik, Bapak, Ibu yang kami hormati.

94:00

Dengan demikian berakhirlah seluruh

94:02

rangkaian acara pencanan dan

94:05

penandatanganan komitmen bersama

94:07

pembangunan zona integritas serta

94:10

perjanjian kinerja BPSDM hukum tahun

94:13

2026. Terima kasih kami haturkan kepada

94:17

Ibu Kepala BPSDM serta Bapak Ibu hadirin

94:21

undangan yang telah berkenan hadir dan

94:23

kami mohon maaf apabila terdapat hal-hal

94:26

yang kurang berkenan selama jalannya

94:28

acara pada pagi hari ini. Akhir kata,

94:31

wabillahi taufik wal hidayah.

94:33

Wasalamualaikum warahmatullahi

94:35

wabarakatuh. Shalom. Om santi santi

94:39

santi om. Selamat pagi dan salam

94:42

sejahtera bagi kita semua.

94:48

Ah air

94:50

kuidas

94:55

kan terk

94:58

selama hidupku.

95:03

Biarkan sayangku

95:10

tidak hilang.

95:15

[musik]

95:19

Anahu

95:21

yang kucintai.

95:38

Walaupun

95:40

banyak

95:43

jalani

95:47

syai

95:50

diatlah

95:51

orang [musik]

95:54

tetapi

95:58

dan rumahku [musik]

96:02

di sanalah

96:06

[musik]

96:07

tenang

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.