TRANSCRIPTID

Investor Asing Cabut, Konglo Tarik Saham: Andry Hakim Jelasin Kenapa Bisa Begini

1h 13m 11s11,791 words2,452 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

saham itu bisa jadi judi atau investasi

0:02

itu tergantung pola pikir kita. Kalau

0:04

mindset berjudi ya kita tebak-tebakan

0:06

besok naik atau turun. Nah, itu berjudi.

0:08

Iya.

0:08

Nah, kalau investasi ya turun beli lagi

0:10

kan kita tahu perusahannya bagus.

0:12

Apa yang lu baca?

0:13

Jadi yang kita beli itu

0:15

kita kasih solusi.

0:17

Andri Hakim.

0:18

Terima kasih, Bro.

0:19

Kita bahas dari MSI dulu deh, Bro.

0:21

H. Jadi di MSI ini boleh enggak kasih

0:24

tahu satu analogi atau mungkin cerita

0:27

atau narasi yang memang sampai ke

0:29

teman-teman yang audiens-nya tanda kutip

0:31

mendengar ke bawah sehingga mereka paham

0:33

kenapa akhirnya MSCI ini dijadikan satu

0:36

indikator

0:37

bahwa kok

0:39

kalau mau masuk ke sebuah restoran kalau

0:41

di analogi yang lainnya harus ngecek

0:43

Crave,

0:44

harus ngecek Zomato zaman dulu tuh harus

0:46

ngecek pergi kuliner yang sudah

0:49

diapprove. Kalau make up harus ngecek

0:50

Tas Farasia approve apa enggak. He.

0:52

Kan itu menjadi acuan kan. He.

0:54

Dan kenapa bisa terjadi kayak sekarang

0:55

kok market tiba-tiba langsung panik gitu

0:57

loh, Bro. Ada apa sih, Bro? Sebenarnya

0:58

jadi ee kalau dulu orang tuh belum tahu

1:02

yang namanya MSCI. Jadi tuh biasa tuh

1:04

emiten IPO dia jualnya tuh ke

1:06

masyarakat.

1:07

Oke.

1:08

Nah, tapi ada kekurangan Mas ee Bursa

1:12

Indonesia itu ada satu kekurangan

1:13

kekurangan likuiditas.

1:15

He.

1:15

Jadi tuh emiten tuh cuma bisa jual kecil

1:17

doang kalau ke masyarakat. Paling dia

1:19

bisa untung 50 M, 100 M ya mungkin 150

1:24

M. Enggak bisa jual gede-gede.

1:26

H.

1:26

Jadi kalau mereka mau ekspansi susah.

1:29

Nah, di situlah muncul ada yang namanya

1:31

MSCI. MSI MSI itu adalah indeks asing.

1:35

He.

1:35

Kepanjangan dari Morgan Stanley Capital

1:38

Index.

1:38

Hm.

1:39

Nah, si Morgan Stanley ini eh perusahaan

1:42

ini itu tuh perusahaan investasi. Dia

1:44

tuh berinvestasi di banyak negara.

1:46

Hm.

1:47

Di dunia semua negara dia invest.

1:48

termasuk di Indonesia.

1:50

Oke.

1:50

Nah, semua itu ada bobot-bobotnya

1:52

terbantung tergantung seberapa menarik.

1:54

Misalnya Cina sangat menarik bobotnya

1:56

lebih besar. Nah, Indonesia eh emerging

2:00

dia kasihnya tuh bobotnya 1%-an. Nah,

2:02

tapi karena dana yang dikelola sama MS

2:06

ini duitnya banyak banget. Mungkin

2:08

ratusan triliun duit yang dia kelola.

2:10

Uh, duitnya banyak sekali. 1%nya itu

2:13

tetap gede.

2:14

Termasuk ada duitnya ETF.

2:16

Iya, karena itu

2:16

Black Rock. Black Rock karena itu ee

2:18

Black Rock itu entitas lain lagi.

2:21

Oke. Oke. Oke.

2:21

Nah, kalau MSI itu di situ mungkin ada

2:24

dana perusahaan-perusahaan

2:26

dana macam-macam lah.

2:28

Nah, jadi dia besar sekali. Nah,

2:30

Indonesia itu bobotnya kan 1% tapi 1%

2:33

dari triliunan ya lumayan besar.

2:36

Apa dasarnya dia ngasih kita cuma 1%?

2:39

Karena dia lihat ee Indonesia itu enggak

2:43

enggak banyak perusahaannya yang seksi.

2:45

Jadi dia cuma kasih kita bobotnya 1%.

2:47

Kalau China perusahaan yang

2:49

perusahaannya kan lebih banyak.

2:51

Iya.

2:51

Lebih menarik, lebih besar skalanya.

2:54

Nah, dia kasih bobotnya lebih besar.

2:56

Mungkin Cina tuh bisa di atas 5% seperti

2:59

itu.

2:59

Ada urusan juga enggak yang dia lihat

3:01

ini adalah siapa? Pejabat-pejabat OJK

3:04

dan Bursa Efek Indonesia di belakang ya?

3:06

Tetap ada. Tetap ada. Jadi

3:07

ekonomi dan negara ini tetap dia lihat

3:10

kalau misalnya

3:11

ee ekonominya lagi bagus, bobotnya

3:14

dinaikin dari 1% misalnya jadi 1,5 atau

3:16

2% gitu.

3:18

Oke.

3:18

Kalau misalnya ekonominya kayaknya

3:20

Indonesia tahun ini kurang bagus deh,

3:23

kurang perform dia turunin bobot

3:25

MSI-nya.

3:26

Dia turunin bobotnya misalnya dari

3:27

tadinya dari dua jadi 1,5.

3:30

Jadi yang terjadi di IHSG kemarin turun

3:32

tuh sampai dropnya mungkin minus 8%

3:34

lebih. Artinya berarti banyak

3:37

investor-investor asing yang cabut.

3:39

Iya, itu salah satu. Lalu alasan alasan

3:43

yang keduanya itu salah satu. Betul.

3:45

Alasan lagi nih, jadi banyak perusahaan

3:47

konglomrat-konglomrat di Indonesia itu

3:49

tuh mereka ngejar

3:51

tarik harga sahamnya supaya dia bisa

3:53

masuk MSCI sebenarnya

3:54

bisa masuk sana tuh untuk apa?

3:56

Supaya dapat liquidity-nya besar. Jadi

3:58

begitu misalnya ee kalau sahamnya naik

4:00

ke market cap tertentu he

4:02

dengan likuiditas tertentu

4:04

itu sahamnya tuh diinvest sama MSCI

4:07

dapat aliran dana triliunan

4:09

masuk ke perusahaan dia.

4:11

Oh karena menarik tuh.

4:12

Karena menarik. Jadi kalau tadinya

4:14

misalnya ee Bro Deri punya perusahaan

4:16

publik nih.

4:17

Iya

4:18

kalau enggak masuk MSI cuma bisa jualan

4:20

ke masyarakat buat cari modal.

4:21

Iya

4:22

jual sahamnya ke masyarakat. Masyarakat

4:24

dapat kertasnya. Broeri dapat uangnya.

4:27

Heeh.

4:27

ekspansi buat ekspansi. Tapi uangnya

4:30

terlalu kecil, ekspansinya enggak bisa

4:32

gede-gede.

4:33

Tapi kalau misalnya dia ngejar sahamnya

4:36

ke market cap tertentu masuk MSCI itu

4:40

dana yang masuk itu bisa ratusan miliar

4:42

sampai triliunan

4:43

dana hasil kelolaan dari mana-mana itu

4:45

ya.

4:45

Yes. Sekali masuk 1 hari itu bisa

4:47

triliunan 1 hari dalam 1 hari

4:50

naik dong angkanya hijau dong

4:51

naik langsung sahamnya terbang. Oh,

4:54

sahamnya langsung lompat, langsung

4:56

lompat terbang tebal langsung.

4:58

Nah, pas tebal ini emiten bisa jual

5:01

sebagian ee sahamnya untuk untuk ambil

5:05

cash.

5:06

Itu yang lu baca secara analisa

5:09

tersebut. Makanya akhirnya itu sekadar.

5:12

Iya, gua sadarin. Jadi, makanya

5:14

saham-saham yang emiten-emiten yang

5:16

ngejar MSCI itu menarik karena sahamnya

5:18

naik terus. Apakah semua saham-saham di

5:21

Indonesia ini adalah ngejar MSI?

5:22

Enggak semua, cuman sedikit. Karena buat

5:24

naikin saham itu kan butuh uang. Jadi

5:27

cuman perusahaan-perusahaan yang

5:28

modalnya besar yang dia bisa ngejar

5:30

MSCI.

5:32

Oke. Dan ada hubungannya sama ee eh free

5:37

ya ada hubungan

5:38

kan free float-nya kan Pak Prabowo atau

5:40

siapa kemarin gua sempat atau Pak

5:42

Purbaya itu pengin ada diupayakan 15%.

5:45

Betul. biar tujuannya adalah seksi lah

5:48

dagangan dagangan dan enggak dipegang

5:50

sama pemilik-pemilik perusahaan

5:51

tersebut.

5:52

Raket jadi kesempatan punya ya kurang

5:54

lebih seperti itulah. Jadi free float

5:56

sekarang tuh berapa persen, Bro?

5:57

Jadi ee karena si perusahaan ini tahu

6:00

nanti dia jualnya ke MSCI biasa tuh

6:03

supaya dia bisa kontrol harga SAMnya

6:04

supaya bisa naik dia tuh biasa

6:06

masyarakat tuh ACnya sedikit banget.

6:09

Oke.

6:09

Yang di publik real itu itu sebenarnya

6:11

banyakan dia pakai nomini.

6:13

Nomi itu ya family and friends lah.

6:16

Ah

6:17

atau pakai nama PT. Nah,

6:21

beberap e setahun sebelum-sebelumnya itu

6:23

tidak masalah, tidak dipermasalahkan

6:25

sama MSCI.

6:26

Itu bandar bukan hitungan ya?

6:28

Ee bukan bandar sih, itu sebenarnya

6:30

owner emiten

6:32

kalau bandar bisa juga kan. Tapi kan

6:34

bisa juga bisa juga. Jadi daripada dia

6:37

jual ke masyarakat, kalau masyarakat

6:40

dikasih banyak barang, masyarakat itu

6:42

kelemahannya itu dia enggak bisa pegang

6:43

barang lama. Dia dapat barang nih udah

6:45

untung buru-buru jual, buru-buru jual.

6:47

Jadi sahamnya enggak bisa naik-naik.

6:49

Dia naik turun lagi, naik turun lagi,

6:51

naik turun lagi. Sedangkan kalau

6:53

perusahaan yang keep enggak ada yang

6:54

jual, enggak ada lawan. Karena enggak

6:57

ada lawan dia tetap dia bisa kontrol

6:59

kenaikannya.

7:00

Tapi kan kalau dilebarin dari 2% free

7:02

float itu ke 15% misalnya, berarti kan

7:04

nah nanti jadi susah naik. Nah, itu

7:05

maksud gua berarti plus minus dong

7:07

ya. Plus minus

7:08

tuh. Susah naik itu gara-gara uang yang

7:10

masuk ke dalam perusahaan saham-saham

7:12

tersebut ya. Uangnya masuk itu nanti kan

7:14

dijadikan aksi korporasi kan

7:16

e

7:16

pengembangan ekspansi.

7:18

Jadi

7:18

bangun pabrik baru gitu enggak sih?

7:19

Contoh misalnya kalau ada saham ada satu

7:22

emiten yang masyarakatnya 3%.

7:24

Heeh.

7:25

R-nya ya rilnya 3% sama ada satu saham

7:28

yang masyarakatnya 15%.

7:30

Heeh.

7:30

Pasti yang 3% ini lebih gampang naik.

7:33

Karena ibarat ini kayak kita jualan air

7:35

minum nih.

7:36

Heeh.

7:37

Ee karena stoknya sedikit nih sekarang

7:39

cuma ada satu satu botol nih gua jualan

7:41

nih.

7:41

Iya.

7:42

Ini gampang banget. Di sini kita

7:43

misalnya berempat nih.

7:45

Iya.

7:46

Rebutan nih kita.

7:47

Oh iyalah. Suplai demand

7:48

lu. Iya supply demand. Nah lu rebutan

7:50

dia. Rebutan rebutan. Ini gampang naik

7:52

karena rebutan cuma satu. Satu ini.

7:54

Nah bandingkan misalnya gua jualannya

7:57

15 botol.

7:58

Ah santai-santai juga bisa. Entar sore

8:00

juga masih bisa ada. 15 15% itu 15 free

8:03

float itu ibarat 15% ya?

8:04

Iya

8:05

ya.

8:05

Jadi 15 botol nih gua jual. Sedangkan di

8:08

sini di ruangan ini cuma ada 4 orang

8:10

ya gua belinya entar sore aja.

8:11

Iya. Nah susah naik bro.

8:13

Oh

8:14

supply-nya terlalu banyak.

8:16

Berarti di di

8:17

jadi free float itu sebenarnya supply

8:19

ya. Tapi di 15% entar jadinya malah

8:20

susah naik.

8:21

Susah naik pastinya.

8:22

Nah terus jadi enggak menarik.

8:24

Eh, jadi hit MSI hit harga harga apa?

8:30

Market cap-nya jadi lebih susah. Saran

8:33

lu?

8:34

Saran gua ya mungkin MSI udah sering

8:38

dibohongin

8:40

jadinya tuh dia rubah, dia bikin lebih

8:42

susah gitu.

8:43

Sebentar, sebentar, sebentar. Dibohongin

8:44

tuh gimana Bola? Agak sederhana enggak

8:45

bahasanya? Dibohongin sama siapa?

8:47

dibohongin sama emiten

8:49

dia tulisnya tulisnya tulisnya di

8:51

pembukuan itu misalnya masyarakatnya 15%

8:54

tapi rilnya itu bukan 15 realnya itu

8:56

cuman tiga atau satu atau dua

8:58

dikasih ke masyarakat sisanya dipegang

9:00

sama family-nya dia. Dia dia juga gitu.

9:02

Yes. Dia dia juga barangnya dikekep nih

9:05

gua simpan barangnya jadinya enggak ada

9:07

supply-nya jadi harganya kan gampang

9:08

naik.

9:09

Gua bisa kontrol harga.

9:11

Ah

9:11

contoh misalnya di sini ada dua Cleo

9:12

nih. Dua-dua Cleonya gua gua kekep. Gua

9:15

cuma keluarin satu aja.

9:17

Nah, lu orang perebutkan satu ini kan.

9:18

Iya.

9:19

Karena perebutan ini kan harganya naik.

9:22

Oke.

9:23

Kalau definisi dibohongin berarti kan

9:25

kecewa nih MSI-nya.

9:27

Kecewa sebenarnya kecewanya itu karena

9:31

ya iya karena dibohongin sebenarnya

9:34

gitu. Jadi 15%-nya itu enggak real pakai

9:37

nama-nama masyarakat mana nomini.

9:39

Nah, sementara MSCI itu kalau mau ikut

9:41

gua kata MSI berarti

9:42

lu 15%-nya harus real.

9:45

Oh,

9:46

real masyarakat, real publik

9:48

barulah bisa di

9:50

masuk MSnya real beneran gitu loh.

9:54

Harus terbuka.

9:55

Jadi yang kemarin efeknya ISG turun itu

9:57

dari misalnya penipuan-penipuan yang

9:59

terjadi apa segala macamnya kayak MSI,

10:01

kenapa market tiba-tiba langsung

10:02

reaktif?

10:03

Nah, sebenarnya reaktifnya itu karena

10:06

sebenarnya MSI itu dari dari bulan

10:09

Desember tuh dia udah minta ke bursa.

10:12

minta apa

10:13

di dirubah soal free flot-nya,

10:16

aturan-uturannya supaya memenuhi MSCI

10:18

dari berapa ke berapa?

10:19

Dari bursa dari ya sampai jadi 15%-an

10:23

itulah minimal jadi 15%-an

10:26

yang real

10:27

supaya real supaya

10:29

lebih masyarakat yang beneran gitu loh.

10:31

Jadi sektor produktif

10:33

bukan nomini bukan pakai

10:34

teman-teman gitu loh. Iya iya

10:36

cuman tidak tidak dilakukan sama bursa

10:39

ya. Kenapa ya? Mungkin lagi liburan atau

10:43

apa ya gua enggak tahulah gitu ya. Jadi

10:45

tidak dikerjakan. Akhirnya nih harusnya

10:47

Februari tuh ada harusnya ada MSCI

10:50

rebalancing. Rebalancing itu ibarat ada

10:53

perusahaan-perusahaan yang harus

10:53

dimasukin di ke MSCI di bulan Februari.

10:56

Berapa jumlahnya?

10:57

Harusnya tuh ada 5 sampai 10 perusahaan

11:00

harusnya. Tapi karena si MSI kesal

11:03

kok gua enggak ditanggepin oke bulan

11:06

Februari ini enggak ada satuun

11:07

perusahaan Indonesia yang masuk.

11:09

jual barang dong.

11:10

Enggak ada yang masuk jadinya. Nah,

11:12

karena tidak ada yang masuk, semua

11:14

saham-saham yang ngejar MSI itu crash.

11:18

Karena saya nih pemegang pemegang saham

11:21

ini, perusahaan ini nih.

11:23

Saya merasa aduh enggak jadi masuk MSCI

11:25

ya.

11:26

Ya udahlah harga sekarang gua jual aja

11:27

udah tinggi.

11:29

Iya si market kan.

11:30

Yes. Reaction dari market.

11:33

Nah, jadi

11:33

jadi semua orang jualan.

11:36

Iya. Nah, dari semua orang jualan itu

11:38

awalnya ditrigger dari satu perusahaan

11:40

Konglo. Karena perusahaan Konglo ini kan

11:42

yang ngincer MSI kan. Nah, perusahaan

11:44

Konglo ini akhir harganya drop. Nah,

11:46

tapi saham perusahaan Konglo ini bisa

11:50

dijaminkan jadi margin. Jadi, orang

11:53

banyak berhutang.

11:54

He.

11:55

Sebenarnya dia cuma punya satu saham

11:56

ini.

11:57

Oke.

11:57

Dia berhutang.

11:59

Gua jadi hutang nih. Contoh gua punya

12:02

gua berhutang nih. Yang ini hutang ya?

12:04

Iya.

12:05

Tapi syarat lu berhutang saham ini

12:07

enggak boleh drop margin.

12:09

Oke.

12:10

Kalau dia drop ini lu harus jual buat

12:12

tutupin utang lu yang ini.

12:13

Pasti.

12:14

Contoh misalnya lu utang 1 M ini enggak

12:16

boleh drop. Misalnya ada kan ada

12:18

rasionya ya, ini enggak boleh turun dari

12:20

40%. H.

12:22

Nah, ternyata turun nih 50%.

12:24

Nah, ini lu harus jual.

12:27

Nah, begitu ini dijual ini juga drop

12:29

sahamnya.

12:31

Oke.

12:31

Namanya margin call.

12:34

Iya. Eh,

12:35

dijual. Nah, ini dijual nih.

12:38

Ternyata ini turun juga. Sami ini turun.

12:39

Akhirnya yang lain ikut ketarik. Nah,

12:41

itu domino effect, Bro. Ibarat main

12:44

kartu, lu jatuhin satu, dia domino.

12:47

Jatuh semuanya.

12:47

Iya.

12:48

Nah, jadi beruntun seperti itu. Itu yang

12:50

terjadi di market crash ini.

12:51

Ini ada hubungannya enggak sama gua

12:54

dapat

12:56

message.

12:56

Heeh.

12:57

Ini yang satu emiten gua lah. H.

12:59

Oke. He.

13:00

Nah, ini gua tinggal klik aja set. Dah.

13:04

Ini kan di sini ada kayak tulisan

13:06

rencana pembelian kembali saham PT. Hm.

13:09

Nah, maksudnya ini adalah yang beli

13:12

siapa? Yang rencana pembelian kembali

13:13

berarti perusahaannya sendiri.

13:13

Perusahannya sendiri. Karena

13:14

perusahaannya jadi perusahaannya si ini

13:18

itu dia kena domino efek dari jatuhnya

13:21

ini. Pertama dari Samkong Lo.

13:23

Iya.

13:24

Samkong lo jatuh ini kan akhirnya ada

13:26

orang berhutang nih. Ini diketarik. Tapi

13:28

nih orang yang berhutang di bursa Sam

13:30

tuh banyak.

13:31

Iya.

13:32

Akhirnya domino, domino, domino.

13:33

Akhirnya kena si kena domino, kena J

13:37

juga. Akhirnya sahamnya dia turun kan.

13:38

Iya.

13:39

Nah, tapi di saat saham-saham ini turun

13:42

pasti itu ada kesempatan orang jadi

13:44

melihat ini sahamnya udah murah termasuk

13:46

si ownernya.

13:48

Oh, paham.

13:49

Ownernya merasa wah saham gua di harga

13:51

segini murah banget.

13:53

Jadi owner beli sahamnya dia sendiri.

13:54

Beli dia sendiri. Buyback namanya.

13:56

Iya. Dia bilang di sini

13:59

buyback.

14:00

Byback.

14:00

Iya. Beli kembali. Gua ngelihat dari

14:03

sini

14:03

200-an miliar.

14:04

200an miliar. Iya betul.

14:06

I kan

14:07

dia membeli kembali 200 miliar karena

14:09

dia merasa murah.

14:10

I kan ini gua bacain ya.

14:11

Jadi tercatat di PT Bursa Effect

14:14

Indonesia jumlah nilai seluruh pembelian

14:16

kembali. Saham diperkirakan

14:18

sebanyak-banyaknya R miliar.

14:21

Betul. Nah itu untuk dia beli R miliar.

14:24

BCA kan juga turun tuh

14:26

hasil domino dari ini dia BCA juga

14:28

turun.

14:28

Iya. perusahaan BCnya sendiri membeli

14:30

kembali 5T. Uh, dia buy back karena dia

14:33

merasa ini harga gua segini murah

14:35

banget. Jadi sebenarnya kalau kita beli

14:38

perusahaan bagus, turun itu bukan

14:40

musibah.

14:41

Turun itu adalah berkah.

14:44

Jadinya kita bisa beli lebih di harga

14:45

yang lebih murah

14:46

lah. Iya. Retail tapi serok. Serok

14:48

saatnya serock time. It's time. E

14:50

waktunya serok. Makanya Pak Purbaya kan

14:52

bilang

14:53

ini waktunya serok

14:55

ya. Tapi kalau ril uang dari mana lagi,

14:57

Pak? Nah, yang yang betul yang kalah di

15:00

bursa itu selalu yang kehabisan uang

15:01

sebenarnya,

15:03

Bro. Ada satu cuplikan di FP gua nemu

15:06

kemarin

15:07

showroom mobil di Medan.

15:08

Heeh.

15:09

Tiba-tiba langsung banyak orang jual

15:11

mobil.

15:11

He. Terus

15:12

begitu dicek jangan-jangan mungkin

15:13

gara-gara dia pengin nyerok lagi, Bro.

15:15

Bisa aja, bisa, bisa aja, bisa aja, bisa

15:17

aja. Karena ada teman gua

15:19

tiba-tiba rame, Bro, showroom-nya, Bro.

15:20

Pada ngejual mobil karena ini kan

15:23

kesempatan, Bro. Ibarat tadinya lu

15:25

belinya di harga 1.000, tiba sekarang

15:27

diskon jadi 500.

15:28

Contohlah ada jual e iPhone nih dijual

15:31

harganya 30 juta, tiba di diskon Rp15

15:33

juta.

15:35

Serok

15:35

serok beli. Nah, harusnya mindsetnya

15:38

begitu.

15:39

Tapi bukan jadi kayak judi, Bro.

15:40

Kebanyakan orang tuh mindsetnya aduh R

15:43

juta turun R juta jadi takut.

15:45

Cuma judi enggak sih? Enggak ya? Enggak

15:46

judi. Enggak judi kayak ibarat

15:48

ibarat perusahaannya terdiskon aja

15:50

karena orang panic selling. Ibarat

15:52

iPhone ya over supply lah. Orang semua

15:55

takut semua orang jual-jualin

15:56

iPhone-nya.

15:57

Iya. Beli deh dua dua.

15:58

Contoh misalnya dipermasalahkan, "Oh,

16:00

iPhone di Indonesia udah enggak bisa, oh

16:01

iPhone-nya kalian beli tuh udah enggak

16:02

bisa dipakai lagi." Nah, orang kan pasti

16:04

obral semua iPhone-nya jadi murah.

16:06

Eh, ternyata

16:07

bohong, ternyata tetap bisa dipakai.

16:09

[tertawa] Ya, jadinya naik lagi balik

16:11

gitu.

16:12

Analoginya kurang lebih seperti itulah.

16:14

Nah, mengenai buyback itu berarti

16:15

perusahaannya sebenarnya rugi enggak

16:16

sih, Bro?

16:17

Enggak.

16:17

Kan dia ngeluarin duit 200 miliar lagi.

16:19

Dia beli tapi dia tahu nih, gua beli

16:21

sekarang misalnya di harga 500

16:24

miliar. Kalau ini balik ke 1.000,

16:27

200 miliar jadi 400 miliar.

16:29

Oh iya

16:30

dia untung 200 miliar nanti.

16:32

Tapi kalau dia beli 200 miliar kan jadi

16:34

pucuk lagi, Bro. Lah kita entar belinya

16:36

di harga atas lagi dong. Retail-retail.

16:38

Nah, makanya retail-retail tuh kita

16:40

harus berpikirnya seperti ownernya.

16:43

Kita harus punya rasa kepemilikan

16:45

perusahaannya. Jadi, kalau lagi turun

16:47

beli, sebelum ownernya beli kita sudah

16:49

beli duluan. Jadi begitu ownernya beli

16:51

kita udah cuan duluan.

16:53

Gua bisa nepis menganggap bahwa main

16:56

misalnya kalau yang orientasi judi itu

16:58

bisa kelihatan tuh, Bro. Kayak contoh

16:59

nih, gua kan dapat message, Bro. Heh,

17:02

dari si emiten tersebut, perusahaan

17:04

tersebut. logikanya dia akan buy back

17:06

ini kan bentuk dari bukan judi karena

17:08

kita baca tentang strategi, baca tentang

17:12

edukasi dan lain sebagainya dia udah

17:14

bilang gua akan beli 200 miliar sebelum

17:15

dia beli kita juga ikut beli juga.

17:18

Iya kita ikutan beli. Jangan keburuan

17:20

dia beli. Kalau dia udah beli kita baru

17:22

beli ya belinya di pucuk. Jadi sebelum

17:25

dia beli kita beli duluan seharusnya

17:27

gitu. Jadi jadi sebenarnya

17:29

ee saham itu bisa jadi judi atau

17:31

investasi itu tergantung pola pikir

17:33

kita. Iya sih.

17:35

Kalau pola pikir kita tebak-tebakan ya

17:36

jadi judi. Tapi kalau pola pikir kita

17:39

buat berinvestasi ya berinvestasi. Itu

17:41

sebenarnya tergantung mindset.

17:42

Cuma sejujurnya kan gua enggak tahu

17:43

edukasinya dia bilang buyback itu untuk

17:45

apa mungkin

17:47

gua sempat baca juga sih

17:48

salah satu personal branding owner di

17:51

sebuah perusahaan baik itu terbuka

17:53

maupun private apa segala macamnya

17:55

adalah dia bertanggung jawab. Dia muncul

17:57

ke publik, dia klarifikasi dan

17:58

seterusnya. Itu kan akhirnya jadi

17:59

ningkatin trust kan. Yes. Sama ini juga

18:01

kan artinya dia meningkatkan terust

18:03

bahwa oh gua aja beli lagi loh pas turun

18:06

tuh

18:06

gitu loh. Artinya gua enggak bikin ini

18:08

dam. Oh gua merasa ini udah murah nih.

18:11

Termasuk BCA juga beli lagi gitu loh.

18:14

Wih, makin yakin gua menjadi membernya

18:17

Stockwise untuk belajar sama seorang

18:19

Andri Hakim dan Douglas. Siapa? Douglas.

18:20

Douglas.

18:21

Iya, teman lu ya. Salam dari gua ya.

18:23

Iya. Cakep. Cakep nih.

18:24

Jadi ini sebenarnya mindsetnya harus

18:27

dibenerin. Mindsetnya harus mindset

18:29

investasi, bukan mindset berjudi. Kalau

18:31

mindset berjudi, ya kita tebak-tebakan

18:33

besok naik atau turun. Nah, itu berjudi.

18:35

Iya.

18:36

Nah, kalau investasi ya turun beli lagi

18:39

kan kita tahu perusahaannya bagus.

18:40

Balik lagi ke MSCI,

18:41

dia ngelihat bahwa gua udah kasih tahu

18:44

lu nih dari bulan

18:46

Desember ya, tahun lalu ya?

18:47

Iya, Desember tahun lalu. Tapi lu enggak

18:48

kerja-kerjain.

18:50

Yang dikerjain sama pejabat siapa?

18:51

Berarti BEI atau OJK? Dua-duanya lah.

18:54

Dua-duanya enggak enggak sebenarnya BI

18:56

lah yang lebih

18:58

bursa efeknya. Apa ngerjain apa nih?

18:59

Harusnya

19:00

harusnya ya lu free flot free flotnya

19:02

dibikin lebih terbuka

19:04

enggak? Maksudnya dia ngejar si emiten

19:06

emiten? Iya.

19:08

Oh mesti kayak lu gimana sih? Oh

19:10

peraturan ujung-ujungnya.

19:11

Peraturan emiten itu kan sebenarnya cuma

19:12

ngikutin peraturan dari si bursa. Selama

19:15

lu bursa enggak suruh gua begini ya gua

19:17

begini-begini aja.

19:18

Peraturan yang sekarang

19:20

ya

19:20

berapa?

19:21

Dia sekarang mau dinaikin jadi 15%

19:22

enggak? Yang kemarin maksud gua,

19:24

yang kemarin itu kayaknya sebenarnya

19:26

3%-an masih oke.

19:28

Dari bursa udah ada catatan ya, udah

19:29

rapi undang-undangnya kasarnya gitu.

19:31

Ee catatannya

19:35

enggak ada tertulisnya sih.

19:36

Oke.

19:37

Enggak ada tertulisnya.

19:38

Kenapa akhirnya malas ngerjain di luar

19:41

dari isu oknumnya liburan. Enggak di

19:43

luar itu. Kenapa? Mah susahkah?

19:46

Ee

19:47

berarti kan urusannya kan ketua, wakil

19:48

ketua gitu kan. E, gua sih enggak tahu

19:50

ee kenapa mereka lambat, tapi memang

19:52

kalau kalau kita lihat rata-rata

19:55

rata-rata itu yang dikomplain sama

19:58

investor itu jarang yang dilakuin sama

20:00

bursa. Kayak contoh misalnya investor

20:03

tuh komplain soal FCA dulu. FCA itu

20:05

saham tuh cuman bisa naik 10% atau turun

20:08

10%.

20:09

Semua orang udah komplain ya tetap

20:10

enggak ditanggepin sama bursa.

20:13

Contoh misalnya kalau saham naik jangan

20:15

di-suspen dong. Kalau dikit-dikit naik

20:17

di suspens. Dikit naik diuspen. Kan

20:19

sering tuh diuspens.

20:19

Iya. Gua kena-kena mulu tuh.

20:21

Ya kan gara-gara di suspen akhirnya dari

20:22

naik jadi turun

20:24

lah. Iya.

20:24

Nah itu orang udah komplain tapi tetap

20:27

enggak ditanggepin sama bursa. Bursa tuh

20:29

tidak tidak pernah jarang menanggapi

20:32

kita.

20:33

Alasannya apa?

20:34

Nah lu harus tanya ke mereka alasannya.

20:36

Bukan maksud gua kan ini kan kalau dalam

20:38

ekonomi kan ada maslahat mudorot bro. Ya

20:40

masudnya ada

20:41

ya. Gua orang bursanya gua kerjain. Nah,

20:43

cuma gua enggak tahu kenapa dia enggak

20:44

kerjain.

20:45

Takutnya kebentur sama sisi yang

20:46

lainnya. Gua kerjain. Tap.

20:48

Oh, jadi karena kalau di Amerika tuh

20:49

saham bisa naik-naik terus enggak enggak

20:51

disuspen.

20:52

Paham. Cuma maksud gua, gua coba berbaik

20:53

sangka sama orang bursa kita misalnya.

20:55

Heh.

20:56

Meskipun sekarang juga sudah resign juga

20:57

semuanya ya.

20:58

Udah resign sih.

20:59

Iya. Enggak semua maksudnya

21:00

pejabat-pejabat tertentunya. Tapi maksud

21:01

gua gini, gua coba berbaik sangkanya

21:03

gini, kalau gua coba naikin limitasinya

21:06

biar enggak kena suspen, biar kita juga

21:08

bisa asik berdagang apa segala macam,

21:10

takutnya mungkin ada hal-hal negatif

21:12

yang lain ya, Bro. Enggak, menurut gua

21:14

itu dari positif jadi negatif justru

21:16

contoh tadinya ada salah satu syarat

21:19

buat masuk MSA itu saham itu enggak

21:21

boleh suspend.

21:22

No. Oke.

21:23

Nah, contoh misalnya ada PT Timah itu

21:25

tadinya mau udah tahun lalu tuh dia udah

21:27

bisa masuk MSCI, tapi gara-gara dia

21:30

naiknya cepat disuspen.

21:33

Gara-gara disuspen dia jadi enggak bisa

21:34

masuk MSCI. Nah, tadinya kan ada flow

21:37

duit triliunan masuk nih.

21:39

Iya.

21:39

Gara-gara ulah lu duit triliun jadi

21:41

enggak bisa masuk. Uh. Nah, itu kan

21:43

ibarat apa ya?

21:45

Harusnya kita bisa dapat duit, tapi gua

21:47

cegah supaya jangan dapat duit gitu loh.

21:49

Tapi kan kerennya pejabat kita biar

21:50

takutnya nih malah ada indikasi-indikasi

21:53

bandar, ada indikasi pencucian uang gitu

21:55

kali, Bro. Kan ekonomi Indonesia jadi

21:57

besar bagus kalau duit asing masuk ke

21:59

Indonesia

22:00

bagus itu. Jadi kan ekonomi Indonesia

22:04

bisa besar kalau duit asing masuk ke

22:06

Indonesia. Nah, ini duit asing masuk ke

22:08

Indonesia diconvert jadi bisnis kan jadi

22:10

bagus lagi membuka lapangan pekerjaan.

22:12

Betul. Kalau gua tarik mundur waktu itu

22:13

peraturan dibuat kan berarti kan

22:14

gara-gara ada sebuah indikasi-indikasi

22:16

negatif misalnya kayak gorengan bandar,

22:18

pom-pom bisa jadi itu ya terlepas dari

22:20

kayak kan ekosistem sudah berubah Pak,

22:22

Bapak masih boomers aja nih Pak

22:24

kelakuannya misalnya terlepas dari

22:25

itunya tapi kan dia harus lihat dong apa

22:28

ee bidang-bidangnya ini kan PT Timah

22:30

bagus

22:31

jualan timah

22:32

oke

22:33

Indonesia punya

22:34

iya

22:34

tapi lu cegah akhirnya Indonesia jadi

22:36

enggak jadi dapat duit nah contohnya

22:38

seperti itu. Terus juga S dulu eh brand

22:42

brand sebenarnya 2 tahun lalu udah bisa

22:44

MSCI gara-gara kena suspen.

22:47

Oh

22:48

jadi enggak bisa masuk. Jadinya masuknya

22:49

baru tahun lalu.

22:51

Oh.

22:52

Nah itu jadi kan memperlambat gitu loh.

22:55

Orang-orang udah komplain tapi ya

22:58

tanggapannya lambat gitu loh dari bursa

23:00

tuh tanggapannya lambat lah gitu loh.

23:03

Terus sedangkan saham kalau turun terus

23:05

itu enggak disuspen. Kalau naik

23:06

disuspen.

23:07

Oh. Jadi enggak adil. Jadi di saham

23:10

Indonesia itu rugi gampang. Kalau untung

23:14

dibatasin.

23:15

Wah enggak beres nih. Gimana ekonomi mau

23:17

tumbuh nih?

23:18

Gitu. Jadi dia ada aturannya sebulan itu

23:20

enggak boleh naik lebih dari 100%. Jadi

23:22

sebulan tuh dibatasin cuman 100% kalau

23:24

enggak suspen. Sedangkan turun turun

23:26

bisa 100% lebih. Nah jadi banyak.

23:30

Tadinya gua nih gua misalnya tadinya gua

23:31

investor

23:33

gua mau mau beli perusahaan ini buat

23:35

jangka panjang tadinya. H

23:37

tapi karena perusahaan ini naik, gua mau

23:39

enggak mau gua harus jual dulu. Karena

23:41

kalau gua enggak jual nih naik nih ini

23:43

nanti suspend dia jadi turun.

23:45

Oh iya.

23:46

Gua kan investor enggak mau rugi.

23:48

Nah banyak perusahaan saham-saham di

23:50

Indonesia

23:51

itu turunnya itu gara-gara intervensi

23:53

dari bursa.

23:55

Wow.

23:55

Dia udah naik di intervensi suspen jadi

23:58

balik arah turun.

23:59

Naik diintervensi jadi turun gitu. Jadi

24:02

orang tuh apa ya

24:04

kesal gitu loh.

24:05

Iya.

24:07

Gua dari tadinya untung jadi rugi.

24:09

Iya,

24:10

gitu.

24:10

Sebelum nanti bacaan seorang Andri Hakim

24:13

dengan mereka akhirnya resign berjamaah.

24:16

He.

24:17

Nanti bacaannya seperti apa tuh, Bro?

24:18

Apakah market jadi kembali percaya?

24:20

Tapi gua masih penasaran dikit lagi,

24:22

Bro. Ya,

24:23

kira-kira gua enggak mau giring opininya

24:25

tentang kefitnah sih, Bro. Apa? Tapi

24:27

sebenarnya tahun ini memang juga harus

24:29

mereka harus ganti.

24:30

Oh, karena

24:31

ee orang bursa itu setiap 45 tahun tuh

24:34

ganti.

24:35

Oh, pas dong berarti ya?

24:36

Iya, pas. Jadi dia mengundurkan diri

24:38

emang lu tahun ini emang lu harus keluar

24:39

juga, resign juga. Jadi makanya dia

24:41

merasa, "Ah, gua resign sekarang juga

24:43

nanti gua berapa bulan lagi juga gua

24:45

keluar sebenarnya."

24:45

Oh, oh. Bukan karena memang biar

24:47

kelihatan gua

24:48

ya mungkin

24:48

apa namanya bahasanya

24:49

mungkin mungkin dikomplain juga mungkin

24:51

ada dikomplain ditegur terus juga dia

24:54

kepikiran ya bentar lagi juga anyway gua

24:56

juga keluar juga ya kenapa enggak

24:58

dipercepat aja

24:59

siapa yang berani komplain emang

25:01

ah gua enggak berani ngomonglah bro

25:02

masa pideno

25:04

itu

25:04

ya mungkinlah ya tapi kan kita lihat

25:06

berita Pak Presiden marah-marah karena

25:08

kan

25:09

bursa saham Indonesia itu kan

25:10

mensimbolkan ekonomi Indonesia

25:13

jadi apapun yang terjadi di bursa Bursa

25:16

Indonesia itu kan itu adalah gambaran

25:18

dari ekonomi Indonesia.

25:19

Kalau bursanya naik artinya ekonomi

25:22

Indonesia bagus sekali nih investor

25:23

berbondong-bondong pada masuk. Tapi

25:25

kalau sahamnya crash kan artinya ekonomi

25:28

lagi jelek. Itu cerminan dari asing mata

25:31

asing. Jadi asing kan enggak bisa lihat

25:33

gimanaimanaim. Dia lihatnya dari bursa

25:34

sahamnya. Sementara mungkin Pak Presiden

25:36

kita, Pak Prabowo tanda kutip

25:38

udah ngerapiin semuanya crash.

25:40

Iya seperti itu. Makanya jadi heboh

25:44

seperti itu.

25:45

Berarti kira-kira apresiasi

25:48

atau tidak apresiasi ketika ah gua

25:51

resign biar nunjukin aku adalah kesatria

25:54

bertanggung jawab apa memang udah pasnya

25:56

waktunya diganti juga?

25:58

Eh ya itu gua netral lah ya. Gua netral

26:00

[tertawa] ya. Ya.

26:02

Hah? Ya boleh aja dong. Wah gila Bapak

26:03

keren ya. ke Satria ya. Bapak

26:05

menunjukkan bahwa ya udah kalau gitu

26:07

saya resign aja kan keren dong. Tapi

26:09

emang ternyata gua baru tahu kalau emang

26:11

udah waktunya diganti juga ya.

26:12

Iya udah waktunya diganti juga

26:14

ya. Anyway lah.

26:15

Anyway udah dia diganti ada orang baru

26:17

kan ya lebih baguslah refreshing gitu

26:20

loh.

26:20

Iya ya ya.

26:21

Karena yang ini kan udah lama dia udah

26:22

kalau enggak salah udah berapa periode

26:24

lah.

26:24

Oh gitu. Oke bro. Bentar bro sebelum gua

26:27

lanjutin yang tadi lagi bro. Penasaran

26:28

nanti kira-kira orang baru ini nanti

26:30

akan bisa mempercayakan market kembali

26:31

apa enggak. Tapi gini, gua sebenarnya

26:33

enggak mau giring ke fitnah, tapi gua

26:34

pengin lebih dalam aja sih obrolannya.

26:37

Kayak

26:38

angle-nya gini, ee kira-kira tidak

26:42

mendengar kata market,

26:43

h

26:44

oknum-oknum bursa inilah ibaratnya.

26:46

Heh,

26:47

tidak mendengar ini dikarenakan ada

26:49

indikasi bisa enggak kalau digiring

26:51

obrolannya ke mental korupsi. Eh, gua

26:54

enggak tahulah istilahnya maksudnya

26:55

janjian sama siapa. Intinya

26:57

kesimpulannya benang merahnya ini adalah

26:59

menguntungkan sebelah pihak. Sehingga

27:01

aku pura-pura budek nih, oknum ya. Heh.

27:03

E gua enggak bisa

27:06

bukan maksud gua gini kom ya.

27:08

Iya. Iya. Enggak enggak bukan maksud gua

27:09

gini kira-kira apa yang menyebabkan Aira

27:12

nih bisa berpotensi untuk dikorupsikan?

27:16

Gua masih bingung. Gua pengin tahu

27:17

kalau potensi korupsikan ee

27:19

jan sama siapa?

27:20

Gua gua enggak tahu karena kan bukan

27:21

ranah gua ya.

27:23

Enggak enggak.

27:23

Tapi ya tapi tentunya ya di perusaha

27:25

saham itu kan ya

27:27

ya. Contohnya misalnya sebelum 2023 itu

27:31

IPO itu sangat gampang.

27:32

He.

27:32

Bahkan perusahaan yang jelek aja itu

27:34

bisa IPO.

27:35

Nah, cuma itu orangnya sih

27:37

bawah-bawahannya sih sudah

27:38

ditangkap-tangkepin ya.

27:38

Mafia-mafia IPO.

27:39

Mafia-mafia IPO yang IPO

27:41

perusahaan-perusahaan jelek. Dia IPO

27:43

tapi dia minta duit berapa M, berapa M

27:45

itu udah ditangkap-tangkapin.

27:46

Betul. Oke.

27:46

Tapi kalau mau ngomong kan

27:49

masa bawahan lu begitu lu kagak tahu.

27:52

Heeh.

27:53

Ya gitulah. Gua cuma misal ngomong

27:54

sampai sana lah.

27:55

Iya. Gini gini gua ngerti banget maksud

27:56

lu apa, tapi maksud gua gini

27:58

ee gua bilangnya makanya oknum gua cuma

28:01

pengin tahu edukasinya bahwa kenapa el

28:04

pura-pura enggak dengar. Maksud gua ini

28:06

berbanding lurus itu gua enggak tahu

28:07

kenapa dia

28:08

potensi dikorupsikan ya gua penasaran

28:09

misalnya contoh oh karena dia enggak

28:12

oknum ya enggak dengar itu karena dia

28:14

lagi main di sisi ini. Nah maksud gua

28:16

jangan-jangan siapa tahu ini bisa

28:17

menjadi satu masukan ke Pak Purbaya, Pak

28:19

Prabowo terkait dalam hal

28:22

wah berarti Pak ayo pantau yang di rana

28:24

ininya. Ah itu aja maksud gua kayak

28:26

misalnya kan

28:27

pura-pura enggak dengar ini kan cuma dua

28:29

hal bro.

28:29

Hm.

28:30

Memang enggak dengar.

28:31

Memang enggak dengar atau ada keuntungan

28:34

ya? Ya, itu gua

28:35

itu maksud gue

28:35

ee gua enggak bisa jawab lah. Gua enggak

28:37

tahulah di situ

28:38

tapi

28:39

bisa dua-duanya tapi gua enggak tahu

28:40

yang mana tapi gua enggak bisa

28:42

menuduhkan siapa tahu ternyata memang

28:43

dia enggak mau dengar dia enggak dengar

28:45

aja atau dia sibuk dengan hal yang lain

28:47

ya gua enggak tahu. Mungkin sibuk dengan

28:49

hal yang lain.

28:49

Iya. Cuma gua penasaran bahwa ee di

28:52

sektor apa yang bisa dikorupkan, sampai

28:54

janjian sama siapa sehingga akhirnya

28:56

tidak dinaikin

28:59

janjian nama tertentu biar diuspen

29:02

dikit-dikit. suspen gigi-gi suspen. Itu

29:04

yang lagi gua penasaran. Maksud gua

29:06

kenapa enggak dibuka aja sih

29:08

apa namanya di bilang 10% apa namanya

29:09

ee plafon

29:10

batasnya. Batasnya

29:11

batasnya kenapa enggak dibuka aja?

29:12

Giliran turun sampai 100% boleh. Giliran

29:14

pas mau naik 10% batasnya kena

29:16

threshold-nya gitu.

29:17

Mungkin mungkin dia ada ee kepenti

29:19

kebijakan tertentu kali ya. Kebijakan

29:21

tertentu. Gua enggak tahu

29:22

perhitungannya. Cuman itu yang

29:24

dikomplainkan dari investor sebenarnya.

29:26

Kenapa naik tuh kenapa kalau untung

29:29

dibatasin? Kalau rugi itu tidak ada

29:31

batas.

29:31

Boleh gua tebak? misalnya ke atas enggak

29:34

boleh karena ada permainan-permainan

29:36

orang-orang tertentu, market maker

29:38

sehingga lu enggak boleh cuan lebih

29:39

banyak karena gua harusnya lebih cuan

29:40

lebih banyak. Giliran ke bawah ya kan

29:42

duit lu yang rugi, gua enggak rugi.

29:44

Mungkin lebih ke ee sebenarnya salah

29:48

satu indikasinya itu bursa itu cari

29:50

untung tuh dari transaksi.

29:53

Jadi makin banyak orang trading jual

29:55

beli di situlah keuntungan dia.

29:57

Oke.

29:57

Kalau orang misalnya SAMnya naik terus

29:59

orang beli terus orang hold enggak

30:01

jual-jual dia enggak ada untung. ini kan

30:03

dapat juga gua ngerti maksudnya

30:04

gitu loh. Jadi dia mau orang jual beli,

30:06

jual beli, jual beli, jual beli. Makin

30:08

banyak jual beli, keuntungan dia makin

30:10

besar. Karena dia

30:11

ee cari untungnya itu dari transaksi

30:14

jual beli.

30:14

H

30:15

margin dari jual beli.

30:16

Dapat margin dari open, dapat margin

30:18

dari close.

30:19

Yes.

30:20

Kalau orang beli doang enggak jual-jual.

30:22

Kayak misalnya nih, lu beli terus lu

30:23

enggak jual-jual, dia enggak dapat duit,

30:25

Bro.

30:26

Hm.

30:26

Lu harus beli, jual, beli, jual, beli,

30:28

jual, beli, jual. Kalau bisa lu setiap

30:30

hari jual beli. Nah, mungkin

30:31

keuntungannya lebih besar di sana.

30:33

Makanya di suspens.

30:34

Makanya di suspens ya lu jual supaya

30:36

nanti kalau enggak lu turun lagi, ya lu

30:38

harus jual beli, jual beli lah.

30:40

Mungkin enggak kalau habis di suspens

30:41

langsung naik?

30:42

Enggak. Jarang. Ada mungkin suspens naik

30:45

tapi jarang. Biasa suspens turun

30:47

karena suspens udah batas mentok plafon

30:49

ya.

30:50

Mentok plafon terus.

30:51

Jadi enggak bisa naik lagi harganya.

30:52

Bisa bisa naik lagi. Tapi biasanya tuh

30:54

pertama suspens 1 hari. Terus sudah gitu

30:56

misal suspen kedua itu 3 hari. Nah,

30:59

suspen berikutnya itu bisa lama bisa

31:01

sebulan. Orang kan enggak mau duitnya

31:03

mati sebulan

31:04

lah. Iyalah.

31:05

Nah, makanya orang kalau udah mau

31:06

suspens sebulan mendingan dia jual dulu.

31:08

Oh, paham.

31:10

Kalau duitnya ke-lock sebulan enggak

31:11

bisa gerak.

31:12

Hm.

31:13

Kemudian dia jual dia beli saham yang

31:15

lain. Nanti sudah kebuka baru dia masuk

31:16

lagi.

31:17

Berarti ada dua PR-nya ya.

31:19

Mengindikasi ya. Jadi kalau udah

31:21

mendekati suspen itu

31:23

bakal koreksi. Berarti PR-nya dua dari

31:25

Pak Presiden misalnya yang pertama

31:26

adalah benahin dari suspen tadi. Berarti

31:29

di LB

31:30

ben MSCI dulu

31:31

MSI

31:32

MSCI terus kedua baru ya iklim

31:35

investasinya jadi lebih menarik lah buat

31:37

investor. Lebih mungkin

31:40

untung lebih gampang ya ruginya

31:43

dibatasin misalnya kan kalau orang

31:44

untung kan makin banyak makin ramai.

31:47

Iya

31:47

gitu kan. Terus ketiga mungkin

31:49

perusahaan-perusahaan yang bagusnya

31:51

diperbanyak jadi banyak pilihan.

31:53

Bagus-bagus.

31:54

Betawanya bagus apa enggak ya?

31:56

Kan sekarang kalau bursa sama Amerika

31:57

kan pilihannya ada 5.000-an perusahaan

31:59

tuh.

32:00

Indonesia tuh cuma 900. Dikit.

32:03

Oh oke.

32:03

Pilihannya dikit.

32:05

Yang bagus paling cuman 20% cuman 200.

32:09

Iya

32:09

200 doang. Yang lainnya kurang bagus.

32:11

Jadi dikit pilihannya.

32:13

Oke. Berarti harus dibenahin dari segala

32:15

sisi tadi ya.

32:16

Dari segala sisi. Dari aturan, dari

32:18

semua lah.

32:19

Aturan berarti kan kepalanya, ketuanya.

32:21

Nah, sekarang kan ketuanya kan juga

32:22

sudah berhenti tuh.

32:23

Nah, dan seterus. Coba buka dong e

32:25

Instagramnya Stockwise.

32:27

Jadi

32:28

gua lihat dari berita lu tuh yang gua

32:30

repost juga di Stockwise itu adalah

32:33

ketua Bursaf Indonesia.

32:35

Ganti OJK juga ganti.

32:37

Ketua OJK.

32:38

Iya. Dan lihat petinggi-petingginya

32:40

ganti semua.

32:41

Wakil

32:42

yang ini ya, yang bawah ya.

32:43

Ini kan ketua ketua OJK.

32:45

Nah, ini kan ketua OJK dan seterusnya.

32:49

Pak Mahendra.

32:50

Iya. wakilnya juga ya.

32:51

Scroll ke bawah deh. Nah, ini ya. Ini di

32:54

root BI juga ganti.

32:55

Di root BI juga

32:56

ganti.

32:57

Nah, nih kalau teman-teman mau dapat

32:59

berita-berita terkini seputar pergerakan

33:01

informasi seputar saham dan seterusnya

33:03

ini cek aja di stockwise. Nah, maksud

33:05

gua kan total-total itu kan

33:07

pejabat-pejabatnya sekian lah.

33:08

H

33:08

berarti nanti akan diganti baru

33:10

ada ada lima orangan lah.

33:11

Lima orangan. Nah, lima orang itu nanti

33:12

yang nunjuk berdasarkan apa? Apakah hak

33:15

preroges presiden

33:16

sebenarnya orang bursa itu itu dipilih

33:19

tadinya ya itu dipilih voting

33:21

yang voting itu dari sekuritas-sekuritas

33:23

ini.

33:24

Oh gitu.

33:25

Iya. Jadi

33:26

di Indonesia itu kan ada sekuritas nih.

33:29

Iya.

33:30

Dari market share-nya dia seberapa besar

33:34

ee apa investornya. Nah, dia punya

33:37

voting power lebih besar. Oke.

33:38

Nah, dia bisa pilih dan tapi dari

33:40

pilihan yang udah ada misalnya udah ada

33:43

berapa pilihan nih ya, dia bisa pilihnya

33:44

ini. Tadinya tuh voting. Nah, sekarang

33:46

gua enggak tahu langsung dipilih

33:47

presiden atau masih voting. Gua enggak

33:49

tahu

33:50

kandidat ini siapa yang sebelum dipilih

33:52

sama mereka-mereka ini

33:53

voting. Mereka

33:54

enggak kandidatnya siapa yang menaruh

33:55

lima orangnya gitu.

33:56

Harusnya sih orang-orang yang lulus dari

33:58

OJK

33:58

eh siapa yang bawa?

34:00

Ah, gua enggak tahu. Gua enggak tahu

34:01

aturannya siapa yang bawa. Menti.

34:03

Tapi biasa tuh ada pilihannya tinggal

34:05

kita voting mau yang mana. Mungkin

34:07

mencalonkan kali ya. Mungkin

34:08

mencalonkan. Iya, mungkin mencalonkan

34:10

kali ya. Mencalonkan bukan Pak Purubaya

34:11

atau Pak Prabowo?

34:14

Harusnya sih bukan ya.

34:15

Bukan deh.

34:15

Bukan lah. Saya tiba-tiba pokoknya ee

34:18

ada pilihannya yang gua tahu ya. Ada

34:20

pilihannya ya siasures ini pilih

34:23

lu mau voting ke siapa jadi ini gitu

34:26

loh.

34:26

Ini lucu-lucuan aja Bro.

34:27

Mungkin mungkin mungkin

34:28

si skur-skurus ini salah pilih atau apa

34:30

gitu kan. Mungkin dia pikir tadinya nih

34:32

bisa reformasi tapi ternyata mungkin ee

34:35

apa ya? Gua enggak tahu.

34:36

Nah, ini lucu-lucuan aja. Menurut lu,

34:37

kira-kira siapa yang pantas menjadi

34:39

ketua Bursa Efek Indonesia

34:41

untuk membenahi ini semua market jadi

34:43

lebih percaya?

34:45

Purbaya kali ya.

34:47

Tapi Pak Purbaya kan sudah menteri

34:48

keuangan ya. Mungkin perlu sosok yang

34:50

seperti itulah, sosok yang ngerti saham.

34:53

Gua lihat banyakan nih orang-orangnya

34:55

kurang ngerti saham ya. Karena memang

34:57

ada peraturan lu kalau kerja di OJK atau

35:00

di lu enggak boleh main saham.

35:02

Oh iya.

35:03

Nah, jadi dia enggak ngerti.

35:05

Oh, paham ya? Karena kalau ngerti kan

35:07

jadi obvious, Bro.

35:09

Iya. Jadi ya di satu sisi lu butuh

35:11

dua-duanya sih. Lu ngerti orang yang

35:13

bisa saham tapi lu ngerti orang yang

35:15

tahu saham tapi enggak main. Itu paling

35:18

bagus. Kayak gua ngerti saham nih tapi

35:20

gua enggak main. Nah, itu mungkin bagus.

35:22

Susah kali

35:23

susah carinya di sana.

35:24

Susah ya.

35:24

Nah, kalau lu carinya yang enggak ngerti

35:26

sama sekali, ya itu susah. Jadi dia tuh

35:29

enggak ngerti, enggak relate. Misalnya

35:30

kalau kita ngomong, "Lu naik di suspen

35:34

ya dia enggak pernah merasakan diri jadi

35:36

investor gitu. Beli terus disuspen

35:38

rasanya sakitnya gimana gitu."

35:40

Oke. Kalau ketua OJK Pak Purbaya lagi.

35:43

Ketua OJK ya menurut gua yang penting

35:45

orangnya bersih dan kompeten sih.

35:47

Jadi OJK tugasnya kan polisinya bursa

35:50

kan?

35:50

Yes, polisinya bursa.

35:52

Hmm.

35:53

Gitu. Sekarang ee ada lagi bares krim.

35:57

Oh iya

35:57

gitu. Tapi sebenarnya harusnya ranahnya

35:59

sih ranah OJK karena kalau di Amerika

36:01

juga SEC SC SEC

36:05

tapi kan katanya peraturan baru akhirnya

36:06

jadinya

36:07

ke bar es krim

36:08

bar es krim karena kan beliau

36:09

jangan-jangan lebih kompeten kan di

36:11

bidangnya. Kalau menurut gua yang

36:12

kompeten pasti orang yang ngerti

36:14

peraturan keuangan ya, OJK sih.

36:15

Cuma kan aparat penegak hukumnya kan di

36:17

sana, Bro.

36:18

Ee mungkin OJK harus cek dulu udah salah

36:22

baru dia lempar ke bares krim. Kalau dia

36:24

langsung lempar ke barism, bares kadang

36:26

kan kurang ngerti ya peraturan keuangan,

36:29

manajemen. Karena itu banyak aturan.

36:31

Contohnya misalnya kalau lu aset

36:33

management itu ee misalnya ada uang nih

36:36

100% lu tuh enggak lu enggak boleh masuk

36:39

all in ke satu emiten tuh enggak boleh.

36:41

Kalau aset management harus pecah jadi

36:43

10.

36:44

Oke.

36:45

Kalau misalnya yang ini naik tinggi, ini

36:47

harus dijual sedikit pecah lagi. Jadi

36:50

harus masing-masing tuh 10%. Nah, jadi

36:53

banyak aturan-aturannya sebenarnya. Nah,

36:55

itu sebenarnya yang ngerti tuh orang OJK

36:57

sebenarnya.

36:57

Oh, paham

36:59

gitu.

37:00

Tapi kan kalau untuk tujuannya only ya,

37:03

only efisiency. He

37:05

mungkin masih di

37:06

I

37:07

di diokekan lah ya kalau untuk itu ya.

37:09

Jadi enggak dua kali, Bro. sini juga ke

37:11

sini juga kan jadi cost juga

37:12

mungkin kali ya mungkin kali ya

37:14

tapi kalau untuk kompetensi memang Pak

37:16

Presiden harus lihat dulu sih lebih

37:17

ngerti sih kayak contohnya misalnya

37:19

orang yang lulusan perbankan kan dia

37:21

sudah lebih tahu soal keuangan, soal

37:23

fiskal soal apa, soal h

37:26

kurs kan dia lebih paham ya dibanding

37:28

orang yang ee di lapangan ya orang

37:30

kepolisian biasanya orang lapangan gitu

37:32

ya.

37:32

H oke. Jadi kalau sekarang liihat bahwa

37:35

kondisi IHSG berapa sekarang? Coba buka

37:38

indeks harga saham gabungan

37:39

R8.000-an. Ribuan ya

37:40

8.000-an.

37:41

Tadinya sempat naik tertinggi 9.000.

37:43

Nah, sekarang kan enggak ada bapaknya

37:44

nih, enggak ada ketuanya nih dan

37:46

seterusnya. Iya. Atau lu cocoknya, Bro.

37:49

Ini mungkin boleh dicoba nih. [tertawa]

37:51

Siapa gue? Gua aja belajar sama lu.

37:53

Gimana cerita el lah, Bro. Eh, setuju

37:55

enggak kalau Andre Aki menjadi kita

37:57

calonkan kita dorong menjadi ketua Bursa

37:59

Efek Indonesia

38:00

ya. Mudah-mudah lah, Bro. Ya, tanpa

38:02

mengas hormat buat yang tua-tua atau

38:04

mungkin lebih senior-senior bukan

38:05

berarti mereka enggak bisa kerja ya.

38:06

Cuma maksud gua gua pengin uji, Bro.

38:08

kayak ayo dong ya muda-muda. Wakil

38:10

presiden kita aja boleh muda

38:11

lah logikanya kan begitu bro.

38:13

Iya. I i cuma yang lebih bijak mungkin

38:14

yang lebih tua lah.

38:17

Iya paham. Atau wakilnya wakilnya yang

38:19

betul gua setuju mengenai pengalaman,

38:21

keputusan

38:22

betul

38:22

risk managemen. Itu kan memang yang

38:24

bapak-bapak kita yang terhormat di

38:26

generasi X atau boomers kan. Tapi maksud

38:28

gua yang

38:30

depan di garda terdepannya mudah dong

38:32

bro. Ini misalnya contoh kan Pak Purbaya

38:35

kan takutnya capek nih ketua Bursa Efek

38:38

Indonesianya Andri Hakim wakilnya Pak

38:40

Purbaya buat ngejaga-jagain gitu aja

38:43

Bro. Tapi lu enggak boleh main e atau

38:44

invest saham bro? Siap enggak lu?

38:46

Enggak enggak siap. Gua mendingan invest

38:48

saham aja kalau gitu [tertawa]

38:49

lebih banyak duitnya ya.

38:50

Lebih banyak duitnya

38:51

daripada jadi pejabat negara ya.

38:52

Iya. Diomel-omelin nanti.

38:55

Oh iya iya iya. Eh itu semuanya berarti

38:57

enggak boleh ya? Wakilnya juga enggak

38:58

boleh ya? Harusnya sih orang-orang OJK

38:59

sama BI enggak boleh, tapi mereka bisa

39:02

bikin pakai nama istrinya, adiknya.

39:05

Sami Mawon, Bro.

39:06

Iya. Jadi, ya itulah yang terjadi.

39:08

Peraturannya enggak boleh sama orang

39:10

kerja di sekuritas juga enggak boleh.

39:12

Oke.

39:12

Buka akun saham.

39:13

Nah, ini indeks harga saham gabungan

39:15

R8.000-an

39:16

300 crash nih dari R9.000-an kan yang

39:19

kemarin kan market crash.

39:20

Tapi

39:21

kita awal-awal tahun udah kena

39:22

sebenarnya ya. Gua udah tahu awal tahun

39:24

tuh selalu jelek. Padahal gua berjanji

39:26

sama diri gua tahun lalu ya. Akhir tahun

39:28

itu gua mendingan jual ya ee 80% udah

39:32

gua pegang cash aja. Tapi gua udah tahu

39:34

doang tapi enggak gua kerjain, Bro.

39:36

Karena takut inflasi.

39:39

Tapi gua malah tetap masuk ke saham. E

39:40

karena gua tahu setiap setiap Januari

39:43

sampai Mei itu selalu gejolak

39:44

lah. Kenapa lu enggak lu lakuin?

39:47

Greedy pasti gre

39:48

itu

39:49

greedy greedy. Harusnya gua udah untung

39:51

udah gua jual aja.

39:53

Kalau gua jual gua selamat dari ini,

39:55

tapi gua greedy. Masuk lagi ya udah kena

39:59

crash.

40:00

Lu pegang cash banyak kan juga kebentur

40:01

sama dolar. At dolar naik.

40:03

Tapi kan kerugian dolar enggak enggak

40:06

segede kerugian kalau market crash.

40:08

Kalau market crash ruginya 40%

40:11

lu portfolio lu kan.

40:13

Iya juga ya. Kalau lu berapa coba lihat

40:14

dong.

40:15

Kalau gua, gua ratusan miliar lah.

40:17

Enggak aset lu berapa sekarang? Sekarang

40:19

ya.

40:19

Ya cukuplah. Enggak. Enggak. Lu kemarin

40:21

gua lihat lu ada di event apa tuh lu

40:23

buka-bukaan lu, Bro? 1 triliun berapa

40:25

total?

40:26

I adalah 1 TN itu adalah L

40:27

1 triliun

40:28

ada. Ada ada ada

40:29

semua dari saham.

40:30

Dari saham.

40:31

Lu enggak ada bisnis?

40:32

Enggak ada

40:33

di luar dari lu nginvest pedal apa

40:34

semua?

40:34

Oh ada. Gua ada ada edukasi kelas ada.

40:37

Iya

40:38

itu buat makan sehari-hari lah

40:39

lah. Kan udah cuman banyak

40:41

gua enggak kan gua dari salam tuh gua

40:42

enggak pernah ambil gua enggak pernah

40:44

withdraw gua gulung terus. Jadi bisa

40:47

segede itu karena gua gulung terus

40:49

ya. Lu ambil buat masuk ke emitan lain

40:50

kan. Iya. Jadi ada ada perhitungannya

40:52

begini, Bro. Lu Rp10 juta kalau lu bisa

40:55

doublein 10 kali itu jadi 5 M.

41:01

R10 juta doang lu doblin 10 kali itu

41:03

jadi 5 M, Bro.

41:04

Gimana ceritanya?

41:05

R10 juta jadi 20, 20 jadi 40. 40 jadi

41:09

80. 80 jadi 160. 160 kan jadi 300-an

41:14

ya. 320-an. 320-an jadi ee 700-an.

41:18

Hampir 700-an. 700 jadi 1,5 nih. 1,5

41:24

udah jadi 3 jadi lima bro.

41:26

Oh, tapi kan ngomong gampang ya

41:28

kelihatannya. Emang begitu, Bro,

41:30

kenyataannya.

41:31

Kalau gua tuh hal yang susah gua bikin

41:33

simpel, gua bikin gampang. Jadi gua

41:35

dobelin. Tapi dobelinnya tergantung. Lu

41:37

kalau jago lu bisa dalam setahun lu

41:39

doble. Kalau lu kurang jago, ya lu

41:41

dobelnya mungkin 2 tahun, 3 tahun. Cuman

41:44

kekayaan itu sebenarnya cuman sistem

41:46

dobelin uang doang.

41:48

Ini bayangin ini R10 juta lu kalau

41:50

doblin 10 kali kan jadi ee 5 M kan.

41:53

Oh iya.

41:54

Bayangin kalau lu R juta. Kalau lu bisa

41:57

dobelin R juta 10 kali itu jadi 50 M.

42:00

Iya.

42:01

Kalau R miliar lu bisa dobelin itu jadi

42:03

500 miliar. Jadi simpel kan. Jadi gua

42:06

sebenarnya cuman doelin

42:07

miliar itu 10 kali jadi R00 juta. R00

42:11

juta gua dobelin sekali udah sat 1 T.

42:15

Wow

42:16

miliar. Nah, itu jadi pikiran harus

42:17

dibikin simpel. Kalau kita mikir simpel

42:20

jadi gampang. Kayak contohnya tadi lu

42:21

tanya kan, gimana caranya Rp100 juta

42:23

jadi 1 M?

42:25

Nah, kalau lu pikirnya sulit, wah ini 10

42:27

kali lipat. Mustahil.

42:28

Iya.

42:29

Tapi kalau lu coba lu bikinnya pikirnya

42:31

simpel nih. Satu ini sebenarnya cuma

42:32

doblein jadi dua. R juta. Rp00 juta jadi

42:35

Rp200 juta.

42:36

He.

42:36

R juta lu bisa dobblein sekali lagi jadi

42:38

400.

42:39

400 lu dobelin sekali lagi udah jadi

42:41

800.

42:43

Cuman tiga kali doang sebenarnya. Lu

42:44

cuman tiga step doang.

42:45

Soalnya ada yang ngomong begini, lagian

42:47

sih lu kena call-kol,

42:49

H

42:49

pompom pompom, saham gorengan,

42:52

influencer gadungan.

42:54

Nah, itu lu bisa jawab enggak?

42:55

Jadi saham-saham yang dulu gua beli ya

42:59

orang juga katainnya gorengan. Contohnya

43:01

dulu gua beli saham Arto dibilang

43:03

gorengan, beli saham BBHY dibilang

43:05

gorengan, beli saham Pantai Ind Kapuk

43:07

pani dibilang gorengan. Semua orang tuh

43:09

bisa bilang gorengan. Tapi menurut gua

43:12

yang benar itu yang cuan.

43:15

Oh iya dong.

43:16

Terakhir yang yang benar tuh cuan.

43:18

Misalnya dia ngomong, "Lu beli itu

43:20

salah. Yang benar itu belinya BCA. Tapi

43:23

in the end ujungnya nih yang kaya

43:26

siapa?" Ini kalau ajaran orang tua gua

43:29

ya.

43:29

Iya iya iya iya.

43:30

Yang kaya contoh misalnya dia jago teori

43:32

nih. Dia S3. S3 tapi dia misalnya dia

43:36

cuman kere lah enggak ada uang lah. S3

43:39

tapi enggak ada uang. Ada satu orang dia

43:42

enggak sekolah tapi jadi triliuner.

43:44

Pasti yang dipandang yang jadi

43:46

triliuner. Karena ini satu praktisi,

43:48

yang satu teori doang. Lu satu jago

43:50

teori, satu jago praktik. Ya, yang pasti

43:52

yang dihormati yang kedua.

43:54

Jadi menurut saya itu yang

43:59

benar itu selalu yang yang akhirnya yang

44:01

untung gitu loh.

44:03

Susah dibantah nih emang pernyataannya

44:04

kalau udah kayak gini nih.

44:05

Ya gimana lu mau gorengan atau tidaknya?

44:09

Percuma juga kalau enggak ada profit.

44:11

Simpelnya kan gitu.

44:11

Jadi yang untung selalu yang benar gitu

44:14

loh.

44:14

H

44:15

yang teorinya benar belum selalu belum

44:18

tentu benar. Dia teorinya benar

44:21

tapi tidak bisa dipraktikkan

44:23

ya akhirnya dia enggak kaya. Lu cuma ma

44:25

teori doang. Lu cuma jago teori gitu

44:27

loh. Ini kayak bapak gua pernah cerita.

44:29

Papa saya kan enggak sekolah ya.

44:31

Heh. Oke.

44:32

Dia tuh karena dia enggak sekolah dia

44:33

cuma lulusan SD sekolah dagang kan.

44:36

Heeh.

44:36

Oke.

44:37

Sekolah dagang. Nah. pernah nih di satu

44:39

meja isinya profesor semua,

44:41

insinyur-insinyur,

44:43

praktisi ekonom segala macam gitu ya.

44:45

Heh.

44:46

Terus dia dia pernah cerita ke saya,

44:48

"Itu semua praktisi ekonomi gua

44:50

marah-marahin juga." Hah. Oke. Karena

44:53

apa? Karena di meja saat lu udah di

44:55

meja, yang punya uang pasti marahin yang

44:59

enggak punya uang. [tertawa] Enggak

45:01

mungkin dia yang dia yang S3 marahin gua

45:03

mana berani dia.

45:04

Oke,

45:05

gitu. Pasti yang punya uang mar. Jadi

45:06

menurut gua, gua juga setuju. Semua

45:09

orang bisa bilang, "Oh, Andri ini sesat.

45:11

Andri ini gorengan apa segal terserah

45:13

dia mau ngomong apa." Tapi kan gua

45:15

selalu yang untung. Dia yang di posisi

45:16

yang enggak untung-untung.

45:17

Wah, keren.

45:19

Gila. Karena praktisi

45:21

bisa jadi dia akademisi, tapi akademisi

45:24

belum tentu dia praktisi.

45:25

Yes. Maksudnya itu.

45:27

Iya, kan? Karena dia sudah praktekin

45:28

ilmunya ya tetap aja berarti dia kan

45:30

berakademik kan. Yes. Jadi di real life

45:33

yang benar belum tentu benar. Yang

45:35

untung selalu benar. [tertawa]

45:38

Hah? Gila. Belajar yang benar-benar aja

45:41

teman-teman semua ya. Gua ngelihat

45:42

pergerakan Stockwise juga kemarin di

45:44

tempat lu punya kelas ya. Begitu lu

45:47

turun atau ya crash ya R miliar lu

45:50

langsung

45:51

kopdar ya secara online ya.

45:53

Itu apa sih bro yang lagi dibahas Bro

45:55

kemarin-kmarin itu? Iya menenangkan.

45:57

menenangkan sih. Menenangkan kan karena

45:59

mereka panik ya paling ya saya

46:01

menenangkan pasti

46:02

ya contohnya sama seperti kita

46:04

berdaganglah, berbisnis lah. Enggak

46:06

mungkin setiap hari bisnis kita ramai

46:08

pasti ada kena masalahnya ya kan? Kayak

46:10

contohnya bisnis lu pasti ada kena

46:11

masalahnya nih.

46:12

Nah ini sama nih lu di bursa saham juga

46:14

sama pasti enggak setiap enggak dalam

46:16

setahun tuh lu mulus terus

46:18

pasti ada crashnya.

46:20

Oke

46:21

gitu. Nah tapi lu sebagai pebisnis lu

46:23

hadapi kan masalahnya kan lu enggak

46:25

tutup bisnisnya. Iyalah

46:26

sebagai investor juga sama. Kita enggak

46:28

boleh tutup akunnya.

46:30

Oh.

46:31

Tetap lu selesaikan masalahnya. Nah,

46:33

karena di keuangan selesaikannya dengan

46:35

hitung-hitungan. Oh, yang ini dijual

46:38

dulu pindahin ke sini pindah. Money

46:40

management itu namanya.

46:40

Gitu. Di dalam obrolan stok wise itu

46:42

kayak gitu kemarin pas lagi turun.

46:43

Iya. Iya.

46:44

Bukan akhirnya malah member-membernya

46:45

kayak enggak dikasih kesempatan untuk

46:47

tanya jawab.

46:48

Tanya jawab. Jadi itu Q&A.

46:51

Hm.

46:51

Jadi tanya jawab. Terus misalnya dia

46:53

misalnya dia tanya nih gua beli saham

46:54

ini, tapi saham ini turun. Ya, selama

46:57

perusahaannya bagus, benar dia pasti dia

47:00

balik. Harusnya begitu. Jangan diblok

47:02

tuh member-member ya.

47:03

Iya. Kecuali dia beli perusahaannya

47:05

gorengan. Kalau gorengan turun ya enggak

47:09

ada batas turunnya.

47:11

Oh oke. Lu bisa jawab bahwa lu lagian

47:13

sih yang ini gitu

47:15

belinya gitu.

47:16

Enggak. Kalau saya jawabnya kan di

47:18

emiten itu kan ada 900. Heh.

47:20

Saya enggak bisa jawab semuanya. Saya

47:22

cuma bisa jawab yang saya masuk, yang

47:24

gua ngerti.

47:26

Yang gua ngerti gua jawab. Kalau yang

47:27

gua enggak ngerti kan contoh misalnya

47:28

bisnis juga banyak nih bidangnya.

47:30

Iya.

47:30

Gua enggak ngerti semua bidang. Gua cuma

47:32

ngerti bidang ini. Ya, kalau lu tanya

47:33

gua soal bidang ini, gua bisa

47:34

nasehhatin. Kalau bidang yang ini gua

47:36

enggak ngerti.

47:37

Nah, di saham kan juga sama banyak tuh

47:38

bidangnya. Ada kelautan lah, ada

47:41

batubara lah. Nah, gua cuma bisa jawab

47:44

yang bidang-bidang yang gua paham.

47:45

Oke, nih terakhir, Bro. eh di ujung

47:48

obrolan ini bahwa gua enggak tahu lu

47:50

bisa nyaranin apa enggak meskipun udah

47:52

disclaimer,

47:53

tapi kira-kira buat teman-teman yang

47:54

baru mau masuk sekarang, bukan baru mau

47:56

masuk, pas banget mereka baru tapi

47:58

dengan kondisi market lagi crash.

47:59

Nah,

48:01

kan ada yang ngomong katanya gua hijau

48:03

nih.

48:03

Hm.

48:05

Dua pertanyaan. Apakah memang market

48:06

crash semua emiten kena

48:09

atau memang yang kedua ini adalah

48:10

ternyata ada juga yang enggak kena.

48:12

Ada juga yang enggak kena. Ada sekitar

48:15

kalau enggak salah 30 40 perusahaan tuh

48:18

tetap hijau.

48:19

Kenapa?

48:20

Dari 900 rata-rata sih 90% merah. Tapi

48:24

ada juga misalnya contoh misalnya saham

48:26

emas.

48:27

Heeh.

48:28

Kan harga emas naik misalnya dia tetap

48:29

tidak terdampak. Ada juga

48:31

apa Antam misalnya

48:32

ya Antam contoh misalnya atau emitennya

48:35

kodenya emas juga sama dia dia enggak

48:37

turun-turun signifikan

48:39

ANTM sama emas gitu ya.

48:40

Emas ya itu contoh doang. Jadi enggak

48:43

semuanya terdampak sih. Yang sangat

48:45

terdampak itu yang ngejar MSCI itu yang

48:47

utama.

48:49

Oh.

48:49

Yang ngejar MSI itu terdampak nih domino

48:51

ke yang sebelah-sebelahnya. Tapi enggak

48:53

semuanya rubuh. Ada sebagian yang tetap

48:56

berdiri.

48:57

Oke, berarti yang tetap berdiri itu

48:58

adalah si tanda kutip mentor ini.

49:00

Berarti lu rida enggak kalau dibilang

49:02

dia jago? Belum tentu.

49:04

Eh, belum tentu ya. Mungkin dia

49:07

kebetulan dia lagi masuk di emiten

49:08

tersebut aja dia jadi enggak contoh

49:10

misalnya semua rumah kebakaran dia

49:11

kebetulan enggak kena aja gitu.

49:14

Kebetulan aja.

49:14

Iya juga ya. Nanti kalau ditanya tuh kan

49:16

rumah gua enggak kebakar karena gua jago

49:18

milih lokasi ya enggak juga ya.

49:19

Enggak kebetulan aja gitu [tertawa]

49:20

mungkin enggak ketiup angin gitu.

49:22

Anginnya tiupnya ke sebelah sini gitu.

49:24

Jadi dia enggak kena gitu.

49:25

Iya juga sih. Ya

49:26

susah kalau udah kayak gini mah udah

49:28

susah bro. Susah-susah karena ini kalau

49:29

ini kan gua bilangnya itu bukan kitanya

49:32

yang bodoh. Kita udah pilihnya emitennya

49:34

benar

49:35

tapi memang ekonominya yang ya satu

49:39

Indonesia yang crash. Musibah gua

49:42

bilangnya. Musibah.

49:43

Betul. Pap. Purbaya bisa bawa ke 10.000.

49:44

Emang ya?

49:45

Ee along the way pasti bisa ke 10.000.

49:48

Pasti bisa.

49:49

Oh iya.

49:49

Kalau misalnya MSCI-nya udah approve ini

49:51

pasti bullish lagi.

49:53

Pasti ini langsung untung lagi

49:54

gila-gilaan. Nah, sekarang nih lagi

49:57

diberesin nih. Kalau ternyata ada

49:58

berita, "Wah, udah deal sama MSCI, wah

50:01

itu udah pasti bullish lagi. Untung

50:03

gila-gilaan lagi pasti."

50:05

Oh,

50:06

justru makanya lagi jelek itu beli.

50:10

Oke.

50:10

Begitu bagus udah untung ya. Cuman tetap

50:13

ada resiko lah. Di mana-mana ada resiko

50:15

kan kayak kita mulai bisnis juga ada

50:17

resiko.

50:17

Iya.

50:18

Ya, di saham juga ada resiko.

50:19

Dan lu kemarin berarti minus 200 miliar.

50:21

Benar. Kalau dari hitungan aset 1

50:23

triliun

50:23

250 itu

50:24

250

50:26

berarti aset lu tinggal kalau dari 1T ya

50:28

bulat ya

50:29

enggak bulat 1T sih ada lebih-lebih

50:30

dikit lah.

50:31

Oh gua pikir tu

50:31

sekarang bahkan ya mungkin sekarang jadi

50:33

1T kurang dikit kali.

50:36

Oh berarti lu 1,3T

50:39

bro.

50:40

Enggaklah ya something lah

50:43

adalah 1T ada lah

50:44

1,2

50:45

ya. Lah 1 T-an lah. Eh

50:49

T.

50:51

Kapan ya gua udah punya segitu ya? Dari

50:54

R00 juta, Bro.

50:55

Dari satu dari 1 M lah. 1 M jadi R00

50:58

juta. R00 juta di ini. Karena kan itu

51:00

yang gua cerita di podcast tu dobelnya

51:02

gila kan.

51:03

Dari ini dari dari R00 juta itu gua

51:06

masuk 1 Miten kan jadi langsung jadi

51:08

15an M.

51:09

Iya. Iya. Tapi gua mau tahu cara lu dong

51:11

dari sat 1 triliunan ini.

51:13

Tapi itu enggak cepat ya, enggak cepat

51:15

kaya ya. Jangan pikirnya itu cepat kaya.

51:17

Itu dari 500 jadi 15 M itu 2,5 tahun

51:21

ya. Cepatlah, Bro.

51:24

Ya, cepat.

51:24

Kalau dibilang cepat, [tertawa] cepat.

51:25

Tapi kalau dibilang besok minggu depan

51:27

atau bulan depan enggak.

51:30

Oh, iya.

51:30

I kan kebanyakan orang kan maunya bulan

51:32

depan udah kaya.

51:34

Oh, iya sih. Itu juga salah juga ente

51:37

bahulu juga kalau begitu.

51:38

Iya, maksudnya gua cepat itu 2 tahun.

51:40

Nah, jangan orang salah kira itu

51:42

cepatnya itu 1 bulan.

51:44

Hmm.

51:45

Beda ya. Yuk, bisa yuk yang seumuran

51:47

sama gua nih 37 tahun ini. Target umur

51:50

gun minimal Financial Freedom 1 TN ke

51:53

atas. Harusnya bisa dong 3 tahun bro

51:55

gua menargetkan diri gua. Lu berapa umur

51:58

lu tahun ini?

51:58

Gua 37 tahun ini

52:00

lah. Sumber sama gua ya tahun '89 juga

52:02

lu ya?

52:02

Iya gua '89

52:03

lah. Sama kita ya.

52:04

Sama kita. Iya cuma gua mukanya awet

52:06

muda.

52:07

Dan lu duluan 1T kan kampret ya.

52:09

[tertawa]

52:10

Enggak kan beda bidang.

52:12

Iya. Oh gua awet tua maksudnya gua lagi

52:14

dia ngomong begitu.

52:15

Untung R juta entar digantiin kalau

52:17

kenapa-napain. [tertawa]

52:19

Oh iya ya. Nah tu target gua tuh.

52:20

Heeh.

52:21

Jadi

52:23

tapi sebenarnya uang tuh He

52:25

ee di atas 15 M itu udah enggak ada arti

52:27

sebenarnya.

52:28

Maksudnya

52:29

15 M itu sebenarnya udah cukup

52:31

buat lu financial freedom tuh udah cukup

52:32

sebenarnya. Oh

52:33

oke.

52:34

Enggak lu enggak per sebenarnya cuman ee

52:36

angka aja sebenarnya.

52:38

Oh karena lu gulung lagi ya.

52:39

Sudah sudah tidak berpengaruh sama hidup

52:42

ya. Tapi kan lu gulung lagi 15 miliar.

52:43

Ah, gua gulung lagi karena masa gua

52:44

bengong. Jadi, gua gulung aja gitu. Gua

52:47

enggak nyangka juga secepat ini. Enggak

52:49

tahu. Enggak nyangka.

52:51

Enggak nyangka. Tadinya gol gua tuh

52:53

dalam 5 tahun itu punya 15 miliar.

52:56

Ternyata cepat gulungnya. Karena setiap

52:58

tahun karena udah ngerti carinya. Ya

53:00

gitu masalahnya lu udah tahu pola.

53:02

Masalahnya

53:02

gua udah tahu polanya ya. Udah tahu

53:03

caranya cari yang gimana. Kalau lagi

53:05

enggak ada gua diam dulu. Kalau orang

53:07

kan enggak ada dia sibuk

53:09

cari. Kalau gua kan kalau lagi enggak

53:11

ada yang bagus udah gua diam. lagi ada

53:13

yang bagus baru gua full power.

53:15

Berarti lu setuju ya, diam pun itu

53:16

adalah keputusan ilmu trading atau e

53:19

investment juga ya.

53:20

Bisnis juga sama.

53:21

Iya.

53:22

Lu terlalu ekspansi terlalu cepat itu

53:24

mengakibatkan kehancuran lu.

53:27

E

53:27

jadi lu harus ekspansi sesuai kapasitas

53:29

lu.

53:30

Iya.

53:31

Kalau misalnya oh kayaknya orang kita

53:33

belum kuat buat ekspansi terlalu besar,

53:35

jangan.

53:35

Heeh.

53:36

Karena terlalu cepat berekspansi juga

53:38

kehancuran. Sekarang yang lu lakuin dari

53:40

turunnya 250 miliar. Kil gua enggak

53:43

kebayang ya minus

53:44

250 miliar tuh

53:46

tapi floating ya enggak gua cut loss.

53:48

Oke. Nah,

53:48

sama nih kayak lu nih sama floating

53:50

doang turun.

53:51

Iya. Betul betul. Yang lu lakuin

53:52

sekarang apa? Berarti gua mau contek

53:54

cara lu dong.

53:55

Karena ee gua masih ada cash beberapa

53:58

gua averaging gua beli lagi di bawah.

54:01

Boleh tahu enggak lu belinya apa?

54:03

Jangan dong. Kan nanti pom-pom saham.

54:05

Waduh belakang kamera aja ya.

54:07

Iya belak

54:08

industri. industri-industri

54:09

industrinya ya

54:12

pertambangan ada perbankan ada

54:15

campur-campurlah sekarang gua emitennya

54:17

banyak

54:17

kenapa ke sana jadi pertambangan bacaan

54:19

lu apa

54:20

ee

54:22

bagus bagi dividennya

54:24

campur-campurlah campur-campurlah

54:25

bagi dividen tuh yang tahunan atau yang

54:27

lu trading gitu

54:27

tahunan. Tahunan. Kalau saham bagi

54:30

dividen gua enggak takutik dia mau naik

54:32

turun. Kayak contohnya kan gua ada

54:34

Sambang Mandiri nih.

54:35

He.

54:35

Dia naik turun pun kemarin kan kebanting

54:37

tuh 8%. Gua diamin aja,

54:39

Bro. Bedanya lu nantinya akan ada ikut

54:42

dividen di per tanggal berapa sih?

54:44

Kalau ee bank itu per tanggal 4.

54:47

April awal April

54:48

setiap awal April.

54:49

Setiap awal April

54:50

setahun sekali kan. Nah, bedanya lu ju

54:52

kadang dua kali. Kadang dua kali kadang

54:53

sekali. Nah, itu bedanya lu jual atau

54:55

trading ya atau swing trading

54:58

enggak cepat-cepat banget, bukan

54:59

scalping gitu. Sama lu ikut dividen tuh

55:01

bedanya apa sih, Bro?

55:02

Kalau trading tuh untungnya lebih besar

55:04

tentunya dibandingkan dividen. Dividen

55:06

itu paling kecil.

55:07

Lah, kenapa lu ikut dividen?

55:09

Aman enggak pusing naik turun enggak

55:12

pusing. Yang penting setiap setiap tahun

55:14

gua dapat 10%. Contoh misalnya lu

55:16

masukinnya gede 100 miliar.

55:18

Oke. Oke. Oke.

55:19

Terus 10% kan 10 M. Enggak usah kerja

55:22

lah. Iya ya.

55:23

Iya. Nah, sekarang makanya kalau

55:24

misalnya ada orang nanya, "Bro, lu mau

55:26

invest enggak di perusahaan gua?"

55:28

Misalnya untungnya 3% 5% gua enggak mau.

55:31

Ya gua ada resiko. Kalau perusahaan lu

55:33

bangkrut,

55:34

mendingan gua masukin ke Mandiri.

55:37

Oh, i

55:37

untungnya 10% pasti.

55:39

Udah enak begitu.

55:40

Udah pasti

55:41

enggak bakal bangkrut. Enggak mungkin

55:42

dong Bank Mandiri bangkrut.

55:44

Oh, iya

55:45

iya.

55:45

Punya negara juga.

55:46

Nah, kecuali ada teman gua, dia udah

55:48

jago eksertis banget di bidangnya. Dia

55:50

bisa kasih return misalnya lebih gede

55:52

30%. marginnya ya mungkin oke, tapi

55:56

kalau marginnya kecil-kecil

55:58

misalnya di bawah 15% mendingan gua di

56:00

saham.

56:02

Hm.

56:02

Enggak ada resiko kan sebenarnya dunia

56:05

ini kan soal kita gimana manage resiko

56:07

ya.

56:07

Berarti kalau untuk resiko sekarang IHSG

56:09

kayak begini dan kondisi pada resign

56:12

ketua-ketuanya baik itu di bursa EFX

56:15

sama di OJK ini berarti nanti ke

56:17

depannya nih ini gimana bro? Ini ini ke

56:19

depannya bisa bagus bisa jelek

56:21

lah. L

56:21

kal kalau kalau penggantinya kayak Pak

56:24

Purbaya misalnya kayak dulu Ibu Sri

56:26

Mulyani diganti Purbaya kan saham

56:28

langsung bullish tuh.

56:28

Iya.

56:29

Nah ini sama nih kalau penggantinya

56:31

bagus ini saham bisa bullish. Tapi kalau

56:34

penggantinya ternyata lebih jelek bisa

56:36

beris bisa bisa turun. Nah ini

56:38

tergantung nih

56:39

personal branding.

56:40

Tongkat estafetnya ke siapa nih? Kalau

56:43

kasih tongkat extafetnya larinya lebih

56:45

kencang ya lebih kencang. Tapi tahu-tahu

56:48

kita kasih tongkat ekstet ternyata dia

56:49

enggak bisa lari lagi

56:50

ya. Berarti kan Prabowo ya perannya ya

56:53

nantinya.

56:53

Iya perannya mungkin di dia lah. Dia

56:55

pasti dia yang pilih kan.

56:56

Tapi enggak mungkin bakal diturunin dong

56:58

logikanya. Harusnya kan di luar dari

57:00

jabatan politis ya bro.

57:02

Ee ya tergantung nih kan kadang

57:04

tergantung

57:05

yang dipilih siapa. Iya

57:08

yang dipilih siapa? Tergantung orangnya

57:10

gitu loh. Samalah kita balapan mobil kan

57:12

yang menang atau kalah kan mobilnya

57:14

semua sama. Yang bikin menang atau kalah

57:16

kan.

57:17

Yang balapnya siapa nih? Apa suopirnya?

57:20

Sopirnya. Iya. Lu udah baca enggak siapa

57:21

kira-kira?

57:22

Hah?

57:22

Lu udah baca-baca?

57:23

Belum tahu sih.

57:24

Belum. Belum tahu. Belum ada gambar.

57:26

Kapan diumumin?

57:26

Karena dia baru baru resign kan kemarin

57:29

Jumat.

57:29

Iya. Maksudnya untuk digantinya

57:31

harusnya secepatnya sih karena sekarang

57:32

kosong nih.

57:33

Lah iya kan?

57:34

Iya kosong bro.

57:35

Berarti entar flat dong Samat. Pesawat

57:37

nih. Gak ada pilotnya nih.

57:38

Ya elah

57:40

terbang sendiri nih sekarang kita.

57:41

Tapi harusnya cepat dong.

57:43

Harusnya cepat. Harusnya harus cepat.

57:45

Lah kalau worst case kalau tiba-tiba

57:46

langsung jomplang ke bawah gara-gara

57:48

senten.

57:48

Makanya jangan harus cepat ganti pilot.

57:50

Kalau enggak ada pilotnya kan

57:52

ngjomplang git. Cepat atau enggak

57:53

cepatnya kan tergantung sentimen parket

57:54

juga kan. Enggak. Misalnya kan siapapun

57:56

yang jadi kan ujung-ujungnya kan bisa

57:57

turun juga meskipun cepat. Misalnya oke

57:59

besok sejam lagi

58:00

ya. Jangan penggantinya.

58:02

Nah kan. Misalnya kita carinya pilot,

58:05

penggantinya misalnya

58:07

masinis ya kan salah server gitu kan.

58:09

Salah. Iya

58:10

gitu bro.

58:11

Iya begitu pun sebaliknya.

58:12

Iya begitu pun sebaliknya. Nah kalau gua

58:15

kenapa portfolionya cepat gede

58:16

bertumbuhnya? Satu lagi mungkin yang

58:19

orang-orang jadi enggak bingung ya.

58:20

H

58:21

ee gua tuh sering pakai margin. Margin

58:23

itu hutang.

58:25

He

58:26

jadinya cepat bertumbuh. Kalau gua benar

58:29

itu dobelinnya lebih cepat lagi.

58:31

Utang sama siapa?

58:33

Sekuritas.

58:34

Emang bisa begitu?

58:35

Bisa. Jadi di sekuritas itu ada ada

58:38

ininya, ada limitnya. Kita bisa pakai

58:42

utang dari sekuritas.

58:44

Semua semua sekuritas ada di fiturnya

58:47

gitu.

58:47

Ada namanya trading limit atau namanya

58:50

margin.

58:50

Tapi ngeri, Bro, ya. Utang-utang begitu.

58:52

Yes. Ngeri. Itu seperti pedang bermata

58:54

dua.

58:55

Iya.

58:55

Kalau benar untungnya doble. Kalau salah

58:58

bisa buntung

58:59

lah. Yang ngeganti siapa? Maksudnya lu

59:01

top up gitu dong dengan

59:02

N kayak tadi nih yang tadi kalau lu

59:04

kalau lu salah nih lu ambil hutang nih

59:06

ternyata lu salah nih

59:08

ya udah emiten lu yang dijual

59:11

lah. Kalau misalnya utangnya enggak

59:12

sesuai dengan aset lu.

59:14

Contoh nih misalnya lu invest R00 juta

59:15

nih.

59:16

Iya. Terus lu ambil pinjaman R00 juta

59:18

lagi.

59:18

Heh.

59:19

Nah, kalau saham lu ternyata turun R00

59:22

juta, dia harus jual R juta.

59:25

Itu otomatis ke sell sendiri.

59:27

Dia dia bakal kasih surat, "Lu mau top

59:30

up atau mau gua jualin?"

59:33

Kalau enggak diop up dalam 4 hari

59:35

dijual. Dikasih batas waktu 4 hari.

59:38

Langsung ambil aja duitnya buat oknum

59:40

misalnya. Heh,

59:41

set langsung cabut ngilang. Enggak bisa

59:43

ya kecatat di

59:45

di aparat bisa sih

59:47

kita ya.

59:48

Iya. Sebenarnya dulu ada yang

59:49

curang-curang tapi sekarang lebih lebih

59:52

mereka lebih seleksi lah.

59:54

Tapi bisa. Nah gua bisa cepat kan ya

59:57

karena dulu pakai itu gitu 500 gua ambil

60:00

500 lagi jadi 1

60:01

mentoknya cuma boleh 500 ya. mentok sama

60:03

sama aset yang ada di sini

60:04

biasanya doble dari uang kita

60:06

yang pas lagi floating begini

60:08

di kalau itu berarti misalnya sekarang

60:10

hitungnya 150 nih hard totalnya 150 bisa

60:13

pinjam 150

60:15

bukan dari yang total invested

60:17

enggak

60:18

oh

60:20

bukan dari yang awal dari yang sudah

60:22

dinilai sekarang

60:23

kalau nilainya itu bertambah jadi bisa

60:26

pinjamnya lebih banyak contoh misalnya

60:27

dari 200 sudah terbang nih sahamnya naik

60:30

ke 400 jadi bisa pinjam nya 400.

60:34

Hm. Cuma itu pilihan ya.

60:35

Itu pilihan. Itu pilihan. Nah, yang

60:37

bikin domino ya itu pedang bermata dua.

60:39

Kalau sahamnya crash ya kena.

60:41

Hm.

60:42

Tapi kalau sahamnya lagi naik untungnya

60:44

besar. Karena itu yang gua rasakan. Jadi

60:47

gua pakai hutang untungnya jadi besar.

60:49

Oke. Dan ini berarti akan lebih masuk ke

60:51

dalam lagi apa enggak, Bro? Di hari

60:52

Senin, Bro. Kan enggak ada ketuanya.

60:54

Enggak ada enggak ada pilotnya nih, Bro.

60:56

Harusnya sih udah cukup rebound ya

60:59

harusnya ya. Harusnya udah cukup udah

61:00

cukup murah ya. Harusnya sih mulaiuliah.

61:03

Iya. Kemarin sih Jumat juga udah mulai

61:05

naik sih.

61:06

Udah mulai naik.

61:07

Hmm.

61:08

Gitu.

61:09

Sekarang tinggal kita lihat aja entar

61:10

seperti apa ya. Karena nyerok nyerok

61:12

nyerok ya.

61:12

Iya. Yes. Yang penting pemimpinnya

61:14

benarlah. Kalau pemimpinnya benar pasti

61:16

pasti bursa naik.

61:18

Tanya CCPT aja atau lu komen kira-kira

61:19

pemimpinnya siapa yang buat menjadi

61:21

penentunya? Berarti di kepala bursanya

61:23

kan, bukan di kepala OJK-nya kan?

61:24

Dua-duanya lah. Kalau bisa dua-duanya

61:25

bagus. Terus kalau duanya bagus kan ya

61:28

kombinasi, Bro.

61:30

Hm.

61:30

Ronaldo dan Messi

61:33

ng dia bro. I jadi kambing jantan itu

61:37

dua-duanya itu.

61:38

Iya gitu. [tertawa]

61:39

Okelah nanti kita update ya. Kalau

61:41

teman-teman misalnya pengin belajar juga

61:43

e sama Andri Hakim mungkin ada yang

61:44

bertanya kan banyak juga yang DM gua

61:46

ketika kemarin kan gua sempat ee posting

61:48

dan gua menyenggol-nyenggol lu juga kan

61:50

mention-mansion apa segala macamnya.

61:52

Ternyata gimana cara belajarnya. Kalau

61:53

ada yang belum tahu tinggal cek aja di

61:54

bawah. Kita bantu kali ya. Masukin link

61:56

stockwise ya. Ya enggak sih. Lu hanya di

61:58

situ ya bro ya.

61:59

Gua cuma di situ doang

62:00

ya. Nanti kita total member lu berapa

62:03

ya?

62:03

Ribuan deh.

62:04

Ribuan lah.

62:05

Ribuan ya?

62:06

Udah kaya ngapain buka kelas lagi bro?

62:08

Buat makan bro sehari-hari kan duit gua

62:10

putar terus. [tertawa]

62:11

Ya ini pragmatis. Gua suka nih. Enggak

62:13

ada yang kayak uh karena gua pengin

62:15

begini usah gua belak

62:17

blak-blakan aja lah. Enggak usah kayak

62:18

kita lagi bangun loyalitas.

62:20

Iya. Gua mau cari kebaikan ya. Semua

62:22

orang juga mau cari kebaikan. [tertawa]

62:25

Udahlah pragmatis lah. Iya. Meskipun itu

62:27

terserah lu ya jawabannya apa ya.

62:29

I ya iya kongl-konglo aja pada buka

62:30

sekolah sama aja.

62:32

Oh iya

62:33

iya kan?

62:34

Iya iya.

62:34

Aguan buka SECI school.

62:37

Heeh.

62:38

Terus Lipo punya

62:40

UPH.

62:40

UPH ya kan semua juga buka sekolah.

62:43

Apa bedanya gua sama sekolah sama juga

62:45

lah. Iya. Ya bayar juga di OPH ya.

62:47

Iya. Dia bayar 4 tahun. Gua bayar cuman

62:49

4 hari

62:50

kan dia lebih lebih cuan banyak. Iya i

62:52

iya. Itu enggak ada komplain tuh orang

62:54

[tertawa] pergi ke sekolah.

62:56

Iya juga ya

62:56

pergi gua 4 hari orang udah

62:57

komplain-komplain gitu ya. [tertawa]

63:00

Iya lagi. Iya. Enggak berani kali

63:02

ngekomplainnya. Mah lipo grup brak

63:04

berani. Iya iya iya [tertawa]

63:06

ngeri juga nih. Sinarmas punya sekolah

63:08

enggak ya?

63:09

Ada. Ada. Eh ini kan ee Prasmul dia ada

63:12

joinan.

63:13

Oh

63:14

ya kan semua ada juga.

63:15

Prasmul juga. Lu enggak per

63:17

sekarang? Sekarang tuh kong lu kalau

63:18

enggak sekolah rumah sakit dua itu

63:21

karena manusia selalu butuh dua ini.

63:23

Butuh cari uang sama butuh obat. Tua ini

63:27

industri yang enggak bakal pernah mati,

63:28

Bro.

63:29

Eh, pas nih bukan karena Andri ngomong

63:30

begini ya. Bentar nih ini jadi gua

63:31

ngapain closing mulu nih. Bentar,

63:33

bentar, bentar, bentar, [tertawa]

63:33

Teman-teman. Jadi, dua ini, ini bukan

63:35

gara-gara lu ngomong begini, Bro.

63:36

Iya.

63:37

Gua tuh telepon, Bro,

63:38

sama teman gua,

63:39

tapi

63:40

tiba-tiba temannya mau ngobrol sama gue.

63:42

Heeh.

63:43

Nanti gua ngobrol panjangnya di belakang

63:45

kamera deh sama lu, ya. Gua minta arahan

63:46

juga sih sebenarnya, cuma gua belum tahu

63:48

mau ngapain nih langsung nih karena

63:50

ya ini menurut gua dua hal yang seru

63:53

lah. Nah,

63:55

ternyata dia ngobrol dia tuh kayak

63:58

investor besar lah.

64:00

H

64:01

gua enggak tahu kalau gua sebut nama

64:02

juga lu tahu apa enggak. Tapi anyway

64:03

tiba-tiba der gua percaya sama el. Heh.

64:06

Ya, kalau bahasa gua personal branding.

64:08

Oke.

64:09

Lu mau bikin apa ke depannya?

64:10

Heh.

64:11

Gue memang punya cita-cita kayak Harvard

64:14

Business School. Heeh.

64:16

Mau wakaf produktif kek, mau semua

64:18

orientasinya bisnis kek, gua pengin

64:20

punya sekolah bisnis.

64:21

Yes. Dan dan ada satu fun fact nih,

64:23

apa?

64:23

Harvard Business School itu kan

64:24

untungnya gede banget, Bro.

64:25

Pastilah

64:26

untungnya gede banget kan.

64:27

Uangnya ini dimasukin lagi ke saham.

64:29

Iya. Tapi.

64:30

Nah, jadi sebenarnya edukasi dan

64:32

investasi itu adalah satu kesatuan,

64:34

tidak bisa dipisahkan. Makanya ini yang

64:35

gua kerjakan udah benar sebenarnya.

64:37

Oh, dimasukin saham lagi ya berarti ya?

64:38

Masukin saham lagi. Kalau enggak duitnya

64:40

nganggur dong.

64:41

Ah, dapat ilmu baru lagi gua. Oke.

64:44

Tiba-tiba direspon sama dia. Ah, cakep

64:45

tuh. Boleh, Bro.

64:47

Langsung gua tembak aja, ya.

64:49

Kalau misalnya dua

64:50

yang dijalanin, nanti kita kolaborasi

64:52

bareng bla bla bla bla bla bla, berani

64:54

enggak lu? Apaan tuh? Sekolah,

64:56

universitas sama rumah sakit. Tiba-tiba

64:58

dia ngomong begitu, "Bro,

65:00

dua itu 1 triliun oke enggak, Bro?"

65:02

Wah, itu mah bagus, Bro.

65:03

Gua gua belum tahu nih, Bro.

65:05

Ini industriju mundur.

65:06

Lu kalau dari kecil lu pasti harus

65:08

sekolah

65:09

ya kan?

65:09

Iya.

65:10

Lu kalau udah gede lu pasti sakit.

65:12

[tertawa]

65:13

Jadi lu dari lahir sampai mati lu butuh

65:15

dua ini.

65:16

Iya. Berarti bisa 500 miliar di sekolah,

65:18

500 miliar di rumah sakit.

65:20

Ya bisa bisa. Bisa aja sekarang yang

65:22

penting ada lahannya. Ya sekarang susah

65:23

di Indonesia cari lahannya sih.

65:25

I sebenarnya itu sih.

65:26

Itu tantangan terbesar ya cari lokasinya

65:28

ya.

65:29

Tiba-tiba dia nyebut rumah sakit. Rumah

65:30

sakit lu berani enggak dia? Tiba-tiba

65:32

gitu lah. Anyway

65:33

rumah sakit mah bagus bro. Bagus.

65:35

Heeh.

65:36

Ada di sini pengusaha yang bisa ada di

65:38

sini. Iya betul. Ada di sini pengusaha

65:40

yang bisa e bantu gua untuk jalanin 500

65:44

miliar sekolah atau 500 miliar rumah

65:46

sakit. Menarik tuh, Bro.

65:48

Menarik ya?

65:48

Nah, karena gua rumah enggak ada

65:49

ilmunya.

65:50

Entarlah gua ngobrol-ngobrol sama

65:51

orang-orang.

65:51

Loh, rumah sakit itu, Bro, sebenarnya

65:53

ini fun fact nih.

65:54

Iya.

65:55

Gua kayaknya banyak fun factnya.

65:56

Enggak apa-apa, Bro. Enggak apa-apa.

65:57

Biar gua juga belajar karena dia sudah

65:59

ngenyebut satu angka, yaitu 1 triliun

66:02

si si orang ini. E, tapi gua juga harus

66:04

ee provide. Jadi rumah sakit itu

66:06

sebenarnya lu cuma bikin rumah sakit dan

66:08

fasilitas-fasilitasnya,

66:09

ruangan-ruangannya, mesin-mesinnya.

66:12

Sisanya dokter-dokter ini lu kerja sama

66:14

sama universitas

66:16

yang baru lulus, lu kerja sini lu bagi

66:18

hasil, Bro.

66:19

Bagi hasil. Jadi contohnya misalnya

66:21

dia yang kerjain dapat 30 40%,

66:24

lu yang punya rumah sakit dapatnya 60%.

66:27

Jadi lu enggak perlu punya rumah sakit

66:28

itu enggak perlu lu ngerti obat-obatan.

66:30

Iya, gua pikir begitu, Bro.

66:32

Enggak. Jadi udah ada operatornya ya?

66:34

Carul enggak? Carul Tanjung deh misalnya

66:35

punya rumah sakit kan dia juga enggak

66:37

ngerti obat-obatan.

66:38

I juga ya.

66:39

Iya. Kayak orang-orang Lipo kan punya

66:41

rumah sakit Siloam.

66:43

Iya.

66:43

Mana ngerti dia bedah jantung. Dia cuma

66:46

bisnis dia bikin bangunannya,

66:48

kamar-kamarnya, ranjang-ranjangnya.

66:50

Oh,

66:51

dokternya dari universitas misalnya.

66:54

Misalnya kalau dokter gigi dari

66:55

Trisakti.

66:56

E lu lulusan-lulusan Trisakti lu butuh

66:58

kerjaan kan? Lu lulus kan?

67:00

Lu kerja di tempat gua.

67:02

Oh iya,

67:03

itu bagi hasil

67:04

itu tadi gua langsung text time, buset

67:06

gua harus pelajarin dulu nih.

67:07

Enggak usah suruh mereka gitu.

67:10

Oh, baru nanti begitu ada profitability

67:13

hasilnya, gross-nya atau profitnya gua

67:15

lempar ke Andri Hakim

67:17

untuk ngegulungin. Oh, bisa dong.

67:19

Ya bisa. Itu kan kalau duit nganggur

67:21

selalu harus diinvestasikan supaya

67:22

enggak turun. Itu menjaga nilai.

67:24

Misalnya lu dapat

67:25

dari sekolah atau dari rumah sakit lu

67:27

dapat duit banyak nih,

67:28

lu taruhin aja di Mandiri. Kan setiap

67:30

tahun dapat 10% lagi duitnya tidak

67:33

hilang nambah lagi 10%.

67:35

Itu urusan lu lah begitu-begitu.

67:37

Iya kayak

67:37

biar kan porto gua tuh dan

67:40

image gua jadi bagus di mati investor.

67:42

Iya kayak gitulah. Itu yang gua lakukan

67:45

sebenarnya.

67:45

Oh makanya lu bisa nge IPOin orang juga

67:47

ya?

67:48

Ee ya bisa sih. Bisa,

67:49

bisa. L

67:50

bisa bantuah. Bisa bantuah. Bisalah. Ya

67:53

cuman enggak susah-susah amat

67:55

sebenarnya.

67:55

Minimal mesti 50 miliar ya per tahun ya.

67:57

50 M doang. Heeh.

67:58

50 M. Kalau belum tembus ke sana, gua

68:00

sebenarnya ada obrolan sih.

68:01

Aset bisa bisa aset atau omset

68:03

salah satu atau soalnya persyaratan tuh

68:07

memiliki aset 50 M atau omset 50 M kan

68:10

atau

68:11

oh aset gedung juga termasuk.

68:12

Gedung termasuk,

68:13

rumah sakit juga bisa.

68:14

Bisa banyak kan rumah sakit IPO banyak.

68:17

Oh iya ada.

68:19

Rumah sakit pun juga ada

68:19

bidang-bidangnya. Ada rumah sakit gigi

68:21

doang, ada rumah sakit bidan doang

68:23

melahirkan doang,

68:24

ada rumah sakit jantung doang, ada rumah

68:26

sakit umum. Nah, banyak tuh. Oke.

68:28

Mau yang mana tuh?

68:29

Banyak nih

68:30

sakit anak kek.

68:32

Boleh, boleh. Coba kita ngopi-ngopi

68:33

entar habis ini.

68:34

Teman-teman gua banyak kayak begitu,

68:35

Bro. Nantilah gua ceritain. Enggak

68:36

mungkin di sini juga ya.

68:37

Iya. Siap.

68:38

Ada soal punya punya ustaz ternama, dia

68:41

punya restoran Timur Tengah, dia punya

68:43

rumah sakit juga.

68:44

Nah, kalau restoran itu bisnisnya enggak

68:46

bagus.

68:47

Kenapa?

68:48

Saingannya banyak.

68:49

Tapi kan Timur Tengah. Eh, maksudnya

68:51

dalam hal ini konteksnya ee spesifik. ee

68:53

kalau kalau misalnya pendidikan dan

68:56

rumah sakit selalu dibutuhkan, enggak

68:57

pernah mati selama mau 50 tahun, 100

69:01

tahun lagi pasti ada. Tapi kalau

69:03

restoran tidak ada restoran yang berdiri

69:05

lebih dari 100 tahun.

69:06

Oh, ilmu nih. Berarti kalau memang

69:09

orientasi dia pengin IPO atau mungkin

69:10

mau ekspansi, berarti dia gedein IPO

69:13

rumah sakitnya. Habis itu nanti dari

69:15

dana rumah sakitnya itu untuk suntik dia

69:17

punya ekspansi urusannya lu sendiri lah.

69:19

Iya. I di ee dia suntik restorannya

69:21

urusan lu sendiri nantinya. Enggak bisa

69:23

gede lah. Enggak bisa gede-gede banget.

69:26

E industrinya enggak bisa raksasa.

69:28

Tapi memang iya sih ee omset dia cuma 2

69:31

miliar per bulan.

69:32

Enggak bisa kan enggak bisa gede 2

69:33

miliar per bulan.

69:35

Nah kan makannya dibanyakin cabangnya.

69:38

Capek orangnya banyak rasanya banyak.

69:41

Lu kerjanya ee kerjanya banyak hasilnya

69:46

kecil.

69:47

Jadi ada ada pepatah kalau gua ngomong

69:49

gini nih. Kita paling bagus itu bisnis

69:51

yang kita pakai uang kecil mendapatkan

69:53

uang besar.

69:54

Iya.

69:54

Jangan kita pakai uang besar buat cari

69:56

uang kecil.

69:57

Oke. Oke.

69:59

Restoran itu menurut gua modalnya cukup

70:02

gede ya. Bisa sekarang kalau mau

70:04

renovasi udah 500 sampai 1 M.

70:06

Tapi buat nyarinya mungkin cuman

70:08

puluhan juta ya menurut gua. Kalau di

70:12

menurut gua pribadi ya

70:14

kurang seksi. Jadi saran lu adalah

70:16

di mata investor kurang seksi.

70:18

Industri apa? Saran lu? Kategorinya apa?

70:19

Kalau mau bisnis

70:20

yang gede tadi ya industrinya ee rumah

70:24

sakit ya, pendidikan, pertambangan,

70:28

industri-industri gede lah.

70:29

Oh, yang jasa berarti ya.

70:31

Ee boleh jasa ya, lebih baik jasa sih.

70:33

Karena kan pasti low cost tuh, low

70:35

effort.

70:35

Low cost. Iya. Untungnya juga gede gitu

70:38

loh, orangnya dikit.

70:41

Sisanya kan bagi hasil. Bagi hasil.

70:43

Kalau misalnya enggak ada enggak ada

70:44

tamu yang enggak ada orang yang sakit

70:46

datang kan enggak bayar apa-apa.

70:48

Heeh. Betul

70:49

kan. Bagi hasil doang lu sama dia.

70:51

Iya ya.

70:52

Sedangkan restoran kalau enggak ada yang

70:53

datang basi lu makanannya rusak.

70:57

Customer akuisisi kosungnya pasti

70:58

tinggi.

70:59

Iya. Kalau ini kan cuman kamar-kamar ya.

71:01

Ya paling operasional listrik kali ya.

71:03

Listrik kan ya AC

71:05

ya. Tapi kan kalau misalnya sepi ya

71:06

lantai atasnya lu matiin aja

71:08

lampu-lampunya [tertawa] kan.

71:09

Gua pernah ke rumah sakit begitu tuh. I

71:11

kan iya benar atasnya gelap

71:13

dulu. Soalnya [tertawa] kan gua pernah

71:15

apa kerja di bagian hotel gitu kan dia

71:17

bilang

71:18

pokoknya yang kelihatan orang lu bikin

71:20

bagus, yang enggak kelihatan tamu lu

71:23

[tertawa] biarin lu gelapin enggak usah

71:24

diikutak-kutik.

71:25

Makanya hotel-hotel yang ada di Saudi

71:28

kan gua kan di industri travel umrah ya

71:31

itu pun dia yang udah trafficnya gede

71:32

aja dia pakai lampu sensor ya bro. Iya

71:35

mati sendiri.

71:36

Mati sendiri itu saving tuh listriknya

71:38

tuh masih begitu sering banget gua salah

71:40

satu hotelnya Mov and Pck lu. Coba deh

71:42

di Zamzam clock Tower

71:43

tah mov tahu.

71:44

Iya di Saudi itu kan gua juga lumayan

71:47

langganan juga di di Zam-Zam Clock Tower

71:49

kan

71:50

di lantai P 11.

71:51

Ah itu itu kayak gitu tuh selalu mov

71:53

tuh. Jadi biasanya kamar-kamarnya agak

71:55

ujung-ujung.

71:56

Iya

71:56

karena gua dapat begitu soalnya kan kan

71:57

ujung-ujung kan benar tadi yang lu

71:59

bilang gelap

72:00

jarang kelihatan kan.

72:01

Ngapain orang belok-belok sampai ke

72:02

sonana belok-belok tuh. Nah, kalau kita

72:04

bangun hotel juga gitu tuh yang

72:06

kelihatan tamu dibikin cakep dari

72:08

lantainya marmer. Kalau enggak kelihatan

72:09

tamu udah lantainya keramik yang

72:12

kotak-kotak kecil itu aja gitu loh.

72:14

[tertawa]

72:15

Kamar mandi ya.

72:16

Iya kamar mandi.

72:17

Siap, Bro. Nanti update lagi ya, Bro ya,

72:19

mengenai ini market seperti apa dan

72:21

seterusnya.

72:22

Udah kali ada yang mau diupdate lagi

72:23

enggak dari lo sendiri?

72:24

Enggak sih. Udah itu aja

72:25

cukup ya.

72:25

Sip. Cukup.

72:26

Gua mau apresiasi buat lu ya karena lu

72:28

udah bantu biar gua agak sedikit tenang.

72:30

Jadi sini ada satu sendal yang bisa

72:32

mandi-mandi lu.

72:33

Waduh. untuk menuju langkah ke kebaikan,

72:35

Bro. Tuh.

72:36

Wah, keren.

72:37

Biar lu pas mau masuk ke tempat pijit

72:38

mikir, Bro. [tertawa]

72:41

Ini ada sendalnya ngingetin lu, Bro.

72:42

Sendal sirata. Kalau Teman-teman mau

72:44

dapetin juga sendalnya, cek aja di

72:45

bawah. Ini banyak dipakai sama

72:47

sendal-sendal pada saat umrah apa segala

72:49

macamnya.

72:50

Nah, siapa tahu kode juga kan meskipun

72:52

kita beda server tapi

72:53

y dong harus dong.

72:54

Langkah kebaikan kan enggak harus lu ke

72:56

tanah suci, bisa jadi luat tempat baik

72:58

gitu, Ben.

72:59

Mantap. Jangan lupa dibeli guys.

73:01

Siap. Retailnya ada di bawah. Cek aja

73:02

keranjangnya. Mantap. Terima kasih, Bro

73:04

Andre Game

73:05

siap. Thank you, Bro.

73:05

Thank you, Bro.

73:06

Siap.

73:07

kita kasih solusi

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.