Investor Asing Cabut, Konglo Tarik Saham: Andry Hakim Jelasin Kenapa Bisa Begini
FULL TRANSCRIPT
saham itu bisa jadi judi atau investasi
itu tergantung pola pikir kita. Kalau
mindset berjudi ya kita tebak-tebakan
besok naik atau turun. Nah, itu berjudi.
Iya.
Nah, kalau investasi ya turun beli lagi
kan kita tahu perusahannya bagus.
Apa yang lu baca?
Jadi yang kita beli itu
kita kasih solusi.
Andri Hakim.
Terima kasih, Bro.
Kita bahas dari MSI dulu deh, Bro.
H. Jadi di MSI ini boleh enggak kasih
tahu satu analogi atau mungkin cerita
atau narasi yang memang sampai ke
teman-teman yang audiens-nya tanda kutip
mendengar ke bawah sehingga mereka paham
kenapa akhirnya MSCI ini dijadikan satu
indikator
bahwa kok
kalau mau masuk ke sebuah restoran kalau
di analogi yang lainnya harus ngecek
Crave,
harus ngecek Zomato zaman dulu tuh harus
ngecek pergi kuliner yang sudah
diapprove. Kalau make up harus ngecek
Tas Farasia approve apa enggak. He.
Kan itu menjadi acuan kan. He.
Dan kenapa bisa terjadi kayak sekarang
kok market tiba-tiba langsung panik gitu
loh, Bro. Ada apa sih, Bro? Sebenarnya
jadi ee kalau dulu orang tuh belum tahu
yang namanya MSCI. Jadi tuh biasa tuh
emiten IPO dia jualnya tuh ke
masyarakat.
Oke.
Nah, tapi ada kekurangan Mas ee Bursa
Indonesia itu ada satu kekurangan
kekurangan likuiditas.
He.
Jadi tuh emiten tuh cuma bisa jual kecil
doang kalau ke masyarakat. Paling dia
bisa untung 50 M, 100 M ya mungkin 150
M. Enggak bisa jual gede-gede.
H.
Jadi kalau mereka mau ekspansi susah.
Nah, di situlah muncul ada yang namanya
MSCI. MSI MSI itu adalah indeks asing.
He.
Kepanjangan dari Morgan Stanley Capital
Index.
Hm.
Nah, si Morgan Stanley ini eh perusahaan
ini itu tuh perusahaan investasi. Dia
tuh berinvestasi di banyak negara.
Hm.
Di dunia semua negara dia invest.
termasuk di Indonesia.
Oke.
Nah, semua itu ada bobot-bobotnya
terbantung tergantung seberapa menarik.
Misalnya Cina sangat menarik bobotnya
lebih besar. Nah, Indonesia eh emerging
dia kasihnya tuh bobotnya 1%-an. Nah,
tapi karena dana yang dikelola sama MS
ini duitnya banyak banget. Mungkin
ratusan triliun duit yang dia kelola.
Uh, duitnya banyak sekali. 1%nya itu
tetap gede.
Termasuk ada duitnya ETF.
Iya, karena itu
Black Rock. Black Rock karena itu ee
Black Rock itu entitas lain lagi.
Oke. Oke. Oke.
Nah, kalau MSI itu di situ mungkin ada
dana perusahaan-perusahaan
dana macam-macam lah.
Nah, jadi dia besar sekali. Nah,
Indonesia itu bobotnya kan 1% tapi 1%
dari triliunan ya lumayan besar.
Apa dasarnya dia ngasih kita cuma 1%?
Karena dia lihat ee Indonesia itu enggak
enggak banyak perusahaannya yang seksi.
Jadi dia cuma kasih kita bobotnya 1%.
Kalau China perusahaan yang
perusahaannya kan lebih banyak.
Iya.
Lebih menarik, lebih besar skalanya.
Nah, dia kasih bobotnya lebih besar.
Mungkin Cina tuh bisa di atas 5% seperti
itu.
Ada urusan juga enggak yang dia lihat
ini adalah siapa? Pejabat-pejabat OJK
dan Bursa Efek Indonesia di belakang ya?
Tetap ada. Tetap ada. Jadi
ekonomi dan negara ini tetap dia lihat
kalau misalnya
ee ekonominya lagi bagus, bobotnya
dinaikin dari 1% misalnya jadi 1,5 atau
2% gitu.
Oke.
Kalau misalnya ekonominya kayaknya
Indonesia tahun ini kurang bagus deh,
kurang perform dia turunin bobot
MSI-nya.
Dia turunin bobotnya misalnya dari
tadinya dari dua jadi 1,5.
Jadi yang terjadi di IHSG kemarin turun
tuh sampai dropnya mungkin minus 8%
lebih. Artinya berarti banyak
investor-investor asing yang cabut.
Iya, itu salah satu. Lalu alasan alasan
yang keduanya itu salah satu. Betul.
Alasan lagi nih, jadi banyak perusahaan
konglomrat-konglomrat di Indonesia itu
tuh mereka ngejar
tarik harga sahamnya supaya dia bisa
masuk MSCI sebenarnya
bisa masuk sana tuh untuk apa?
Supaya dapat liquidity-nya besar. Jadi
begitu misalnya ee kalau sahamnya naik
ke market cap tertentu he
dengan likuiditas tertentu
itu sahamnya tuh diinvest sama MSCI
dapat aliran dana triliunan
masuk ke perusahaan dia.
Oh karena menarik tuh.
Karena menarik. Jadi kalau tadinya
misalnya ee Bro Deri punya perusahaan
publik nih.
Iya
kalau enggak masuk MSI cuma bisa jualan
ke masyarakat buat cari modal.
Iya
jual sahamnya ke masyarakat. Masyarakat
dapat kertasnya. Broeri dapat uangnya.
Heeh.
ekspansi buat ekspansi. Tapi uangnya
terlalu kecil, ekspansinya enggak bisa
gede-gede.
Tapi kalau misalnya dia ngejar sahamnya
ke market cap tertentu masuk MSCI itu
dana yang masuk itu bisa ratusan miliar
sampai triliunan
dana hasil kelolaan dari mana-mana itu
ya.
Yes. Sekali masuk 1 hari itu bisa
triliunan 1 hari dalam 1 hari
naik dong angkanya hijau dong
naik langsung sahamnya terbang. Oh,
sahamnya langsung lompat, langsung
lompat terbang tebal langsung.
Nah, pas tebal ini emiten bisa jual
sebagian ee sahamnya untuk untuk ambil
cash.
Itu yang lu baca secara analisa
tersebut. Makanya akhirnya itu sekadar.
Iya, gua sadarin. Jadi, makanya
saham-saham yang emiten-emiten yang
ngejar MSCI itu menarik karena sahamnya
naik terus. Apakah semua saham-saham di
Indonesia ini adalah ngejar MSI?
Enggak semua, cuman sedikit. Karena buat
naikin saham itu kan butuh uang. Jadi
cuman perusahaan-perusahaan yang
modalnya besar yang dia bisa ngejar
MSCI.
Oke. Dan ada hubungannya sama ee eh free
ya ada hubungan
kan free float-nya kan Pak Prabowo atau
siapa kemarin gua sempat atau Pak
Purbaya itu pengin ada diupayakan 15%.
Betul. biar tujuannya adalah seksi lah
dagangan dagangan dan enggak dipegang
sama pemilik-pemilik perusahaan
tersebut.
Raket jadi kesempatan punya ya kurang
lebih seperti itulah. Jadi free float
sekarang tuh berapa persen, Bro?
Jadi ee karena si perusahaan ini tahu
nanti dia jualnya ke MSCI biasa tuh
supaya dia bisa kontrol harga SAMnya
supaya bisa naik dia tuh biasa
masyarakat tuh ACnya sedikit banget.
Oke.
Yang di publik real itu itu sebenarnya
banyakan dia pakai nomini.
Nomi itu ya family and friends lah.
Ah
atau pakai nama PT. Nah,
beberap e setahun sebelum-sebelumnya itu
tidak masalah, tidak dipermasalahkan
sama MSCI.
Itu bandar bukan hitungan ya?
Ee bukan bandar sih, itu sebenarnya
owner emiten
kalau bandar bisa juga kan. Tapi kan
bisa juga bisa juga. Jadi daripada dia
jual ke masyarakat, kalau masyarakat
dikasih banyak barang, masyarakat itu
kelemahannya itu dia enggak bisa pegang
barang lama. Dia dapat barang nih udah
untung buru-buru jual, buru-buru jual.
Jadi sahamnya enggak bisa naik-naik.
Dia naik turun lagi, naik turun lagi,
naik turun lagi. Sedangkan kalau
perusahaan yang keep enggak ada yang
jual, enggak ada lawan. Karena enggak
ada lawan dia tetap dia bisa kontrol
kenaikannya.
Tapi kan kalau dilebarin dari 2% free
float itu ke 15% misalnya, berarti kan
nah nanti jadi susah naik. Nah, itu
maksud gua berarti plus minus dong
ya. Plus minus
tuh. Susah naik itu gara-gara uang yang
masuk ke dalam perusahaan saham-saham
tersebut ya. Uangnya masuk itu nanti kan
dijadikan aksi korporasi kan
e
pengembangan ekspansi.
Jadi
bangun pabrik baru gitu enggak sih?
Contoh misalnya kalau ada saham ada satu
emiten yang masyarakatnya 3%.
Heeh.
R-nya ya rilnya 3% sama ada satu saham
yang masyarakatnya 15%.
Heeh.
Pasti yang 3% ini lebih gampang naik.
Karena ibarat ini kayak kita jualan air
minum nih.
Heeh.
Ee karena stoknya sedikit nih sekarang
cuma ada satu satu botol nih gua jualan
nih.
Iya.
Ini gampang banget. Di sini kita
misalnya berempat nih.
Iya.
Rebutan nih kita.
Oh iyalah. Suplai demand
lu. Iya supply demand. Nah lu rebutan
dia. Rebutan rebutan. Ini gampang naik
karena rebutan cuma satu. Satu ini.
Nah bandingkan misalnya gua jualannya
15 botol.
Ah santai-santai juga bisa. Entar sore
juga masih bisa ada. 15 15% itu 15 free
float itu ibarat 15% ya?
Iya
ya.
Jadi 15 botol nih gua jual. Sedangkan di
sini di ruangan ini cuma ada 4 orang
ya gua belinya entar sore aja.
Iya. Nah susah naik bro.
Oh
supply-nya terlalu banyak.
Berarti di di
jadi free float itu sebenarnya supply
ya. Tapi di 15% entar jadinya malah
susah naik.
Susah naik pastinya.
Nah terus jadi enggak menarik.
Eh, jadi hit MSI hit harga harga apa?
Market cap-nya jadi lebih susah. Saran
lu?
Saran gua ya mungkin MSI udah sering
dibohongin
jadinya tuh dia rubah, dia bikin lebih
susah gitu.
Sebentar, sebentar, sebentar. Dibohongin
tuh gimana Bola? Agak sederhana enggak
bahasanya? Dibohongin sama siapa?
dibohongin sama emiten
dia tulisnya tulisnya tulisnya di
pembukuan itu misalnya masyarakatnya 15%
tapi rilnya itu bukan 15 realnya itu
cuman tiga atau satu atau dua
dikasih ke masyarakat sisanya dipegang
sama family-nya dia. Dia dia juga gitu.
Yes. Dia dia juga barangnya dikekep nih
gua simpan barangnya jadinya enggak ada
supply-nya jadi harganya kan gampang
naik.
Gua bisa kontrol harga.
Ah
contoh misalnya di sini ada dua Cleo
nih. Dua-dua Cleonya gua gua kekep. Gua
cuma keluarin satu aja.
Nah, lu orang perebutkan satu ini kan.
Iya.
Karena perebutan ini kan harganya naik.
Oke.
Kalau definisi dibohongin berarti kan
kecewa nih MSI-nya.
Kecewa sebenarnya kecewanya itu karena
ya iya karena dibohongin sebenarnya
gitu. Jadi 15%-nya itu enggak real pakai
nama-nama masyarakat mana nomini.
Nah, sementara MSCI itu kalau mau ikut
gua kata MSI berarti
lu 15%-nya harus real.
Oh,
real masyarakat, real publik
barulah bisa di
masuk MSnya real beneran gitu loh.
Harus terbuka.
Jadi yang kemarin efeknya ISG turun itu
dari misalnya penipuan-penipuan yang
terjadi apa segala macamnya kayak MSI,
kenapa market tiba-tiba langsung
reaktif?
Nah, sebenarnya reaktifnya itu karena
sebenarnya MSI itu dari dari bulan
Desember tuh dia udah minta ke bursa.
minta apa
di dirubah soal free flot-nya,
aturan-uturannya supaya memenuhi MSCI
dari berapa ke berapa?
Dari bursa dari ya sampai jadi 15%-an
itulah minimal jadi 15%-an
yang real
supaya real supaya
lebih masyarakat yang beneran gitu loh.
Jadi sektor produktif
bukan nomini bukan pakai
teman-teman gitu loh. Iya iya
cuman tidak tidak dilakukan sama bursa
ya. Kenapa ya? Mungkin lagi liburan atau
apa ya gua enggak tahulah gitu ya. Jadi
tidak dikerjakan. Akhirnya nih harusnya
Februari tuh ada harusnya ada MSCI
rebalancing. Rebalancing itu ibarat ada
perusahaan-perusahaan yang harus
dimasukin di ke MSCI di bulan Februari.
Berapa jumlahnya?
Harusnya tuh ada 5 sampai 10 perusahaan
harusnya. Tapi karena si MSI kesal
kok gua enggak ditanggepin oke bulan
Februari ini enggak ada satuun
perusahaan Indonesia yang masuk.
jual barang dong.
Enggak ada yang masuk jadinya. Nah,
karena tidak ada yang masuk, semua
saham-saham yang ngejar MSI itu crash.
Karena saya nih pemegang pemegang saham
ini, perusahaan ini nih.
Saya merasa aduh enggak jadi masuk MSCI
ya.
Ya udahlah harga sekarang gua jual aja
udah tinggi.
Iya si market kan.
Yes. Reaction dari market.
Nah, jadi
jadi semua orang jualan.
Iya. Nah, dari semua orang jualan itu
awalnya ditrigger dari satu perusahaan
Konglo. Karena perusahaan Konglo ini kan
yang ngincer MSI kan. Nah, perusahaan
Konglo ini akhir harganya drop. Nah,
tapi saham perusahaan Konglo ini bisa
dijaminkan jadi margin. Jadi, orang
banyak berhutang.
He.
Sebenarnya dia cuma punya satu saham
ini.
Oke.
Dia berhutang.
Gua jadi hutang nih. Contoh gua punya
gua berhutang nih. Yang ini hutang ya?
Iya.
Tapi syarat lu berhutang saham ini
enggak boleh drop margin.
Oke.
Kalau dia drop ini lu harus jual buat
tutupin utang lu yang ini.
Pasti.
Contoh misalnya lu utang 1 M ini enggak
boleh drop. Misalnya ada kan ada
rasionya ya, ini enggak boleh turun dari
40%. H.
Nah, ternyata turun nih 50%.
Nah, ini lu harus jual.
Nah, begitu ini dijual ini juga drop
sahamnya.
Oke.
Namanya margin call.
Iya. Eh,
dijual. Nah, ini dijual nih.
Ternyata ini turun juga. Sami ini turun.
Akhirnya yang lain ikut ketarik. Nah,
itu domino effect, Bro. Ibarat main
kartu, lu jatuhin satu, dia domino.
Jatuh semuanya.
Iya.
Nah, jadi beruntun seperti itu. Itu yang
terjadi di market crash ini.
Ini ada hubungannya enggak sama gua
dapat
message.
Heeh.
Ini yang satu emiten gua lah. H.
Oke. He.
Nah, ini gua tinggal klik aja set. Dah.
Ini kan di sini ada kayak tulisan
rencana pembelian kembali saham PT. Hm.
Nah, maksudnya ini adalah yang beli
siapa? Yang rencana pembelian kembali
berarti perusahaannya sendiri.
Perusahannya sendiri. Karena
perusahaannya jadi perusahaannya si ini
itu dia kena domino efek dari jatuhnya
ini. Pertama dari Samkong Lo.
Iya.
Samkong lo jatuh ini kan akhirnya ada
orang berhutang nih. Ini diketarik. Tapi
nih orang yang berhutang di bursa Sam
tuh banyak.
Iya.
Akhirnya domino, domino, domino.
Akhirnya kena si kena domino, kena J
juga. Akhirnya sahamnya dia turun kan.
Iya.
Nah, tapi di saat saham-saham ini turun
pasti itu ada kesempatan orang jadi
melihat ini sahamnya udah murah termasuk
si ownernya.
Oh, paham.
Ownernya merasa wah saham gua di harga
segini murah banget.
Jadi owner beli sahamnya dia sendiri.
Beli dia sendiri. Buyback namanya.
Iya. Dia bilang di sini
buyback.
Byback.
Iya. Beli kembali. Gua ngelihat dari
sini
200-an miliar.
200an miliar. Iya betul.
I kan
dia membeli kembali 200 miliar karena
dia merasa murah.
I kan ini gua bacain ya.
Jadi tercatat di PT Bursa Effect
Indonesia jumlah nilai seluruh pembelian
kembali. Saham diperkirakan
sebanyak-banyaknya R miliar.
Betul. Nah itu untuk dia beli R miliar.
BCA kan juga turun tuh
hasil domino dari ini dia BCA juga
turun.
Iya. perusahaan BCnya sendiri membeli
kembali 5T. Uh, dia buy back karena dia
merasa ini harga gua segini murah
banget. Jadi sebenarnya kalau kita beli
perusahaan bagus, turun itu bukan
musibah.
Turun itu adalah berkah.
Jadinya kita bisa beli lebih di harga
yang lebih murah
lah. Iya. Retail tapi serok. Serok
saatnya serock time. It's time. E
waktunya serok. Makanya Pak Purbaya kan
bilang
ini waktunya serok
ya. Tapi kalau ril uang dari mana lagi,
Pak? Nah, yang yang betul yang kalah di
bursa itu selalu yang kehabisan uang
sebenarnya,
Bro. Ada satu cuplikan di FP gua nemu
kemarin
showroom mobil di Medan.
Heeh.
Tiba-tiba langsung banyak orang jual
mobil.
He. Terus
begitu dicek jangan-jangan mungkin
gara-gara dia pengin nyerok lagi, Bro.
Bisa aja, bisa, bisa aja, bisa aja, bisa
aja. Karena ada teman gua
tiba-tiba rame, Bro, showroom-nya, Bro.
Pada ngejual mobil karena ini kan
kesempatan, Bro. Ibarat tadinya lu
belinya di harga 1.000, tiba sekarang
diskon jadi 500.
Contohlah ada jual e iPhone nih dijual
harganya 30 juta, tiba di diskon Rp15
juta.
Serok
serok beli. Nah, harusnya mindsetnya
begitu.
Tapi bukan jadi kayak judi, Bro.
Kebanyakan orang tuh mindsetnya aduh R
juta turun R juta jadi takut.
Cuma judi enggak sih? Enggak ya? Enggak
judi. Enggak judi kayak ibarat
ibarat perusahaannya terdiskon aja
karena orang panic selling. Ibarat
iPhone ya over supply lah. Orang semua
takut semua orang jual-jualin
iPhone-nya.
Iya. Beli deh dua dua.
Contoh misalnya dipermasalahkan, "Oh,
iPhone di Indonesia udah enggak bisa, oh
iPhone-nya kalian beli tuh udah enggak
bisa dipakai lagi." Nah, orang kan pasti
obral semua iPhone-nya jadi murah.
Eh, ternyata
bohong, ternyata tetap bisa dipakai.
[tertawa] Ya, jadinya naik lagi balik
gitu.
Analoginya kurang lebih seperti itulah.
Nah, mengenai buyback itu berarti
perusahaannya sebenarnya rugi enggak
sih, Bro?
Enggak.
Kan dia ngeluarin duit 200 miliar lagi.
Dia beli tapi dia tahu nih, gua beli
sekarang misalnya di harga 500
miliar. Kalau ini balik ke 1.000,
200 miliar jadi 400 miliar.
Oh iya
dia untung 200 miliar nanti.
Tapi kalau dia beli 200 miliar kan jadi
pucuk lagi, Bro. Lah kita entar belinya
di harga atas lagi dong. Retail-retail.
Nah, makanya retail-retail tuh kita
harus berpikirnya seperti ownernya.
Kita harus punya rasa kepemilikan
perusahaannya. Jadi, kalau lagi turun
beli, sebelum ownernya beli kita sudah
beli duluan. Jadi begitu ownernya beli
kita udah cuan duluan.
Gua bisa nepis menganggap bahwa main
misalnya kalau yang orientasi judi itu
bisa kelihatan tuh, Bro. Kayak contoh
nih, gua kan dapat message, Bro. Heh,
dari si emiten tersebut, perusahaan
tersebut. logikanya dia akan buy back
ini kan bentuk dari bukan judi karena
kita baca tentang strategi, baca tentang
edukasi dan lain sebagainya dia udah
bilang gua akan beli 200 miliar sebelum
dia beli kita juga ikut beli juga.
Iya kita ikutan beli. Jangan keburuan
dia beli. Kalau dia udah beli kita baru
beli ya belinya di pucuk. Jadi sebelum
dia beli kita beli duluan seharusnya
gitu. Jadi jadi sebenarnya
ee saham itu bisa jadi judi atau
investasi itu tergantung pola pikir
kita. Iya sih.
Kalau pola pikir kita tebak-tebakan ya
jadi judi. Tapi kalau pola pikir kita
buat berinvestasi ya berinvestasi. Itu
sebenarnya tergantung mindset.
Cuma sejujurnya kan gua enggak tahu
edukasinya dia bilang buyback itu untuk
apa mungkin
gua sempat baca juga sih
salah satu personal branding owner di
sebuah perusahaan baik itu terbuka
maupun private apa segala macamnya
adalah dia bertanggung jawab. Dia muncul
ke publik, dia klarifikasi dan
seterusnya. Itu kan akhirnya jadi
ningkatin trust kan. Yes. Sama ini juga
kan artinya dia meningkatkan terust
bahwa oh gua aja beli lagi loh pas turun
tuh
gitu loh. Artinya gua enggak bikin ini
dam. Oh gua merasa ini udah murah nih.
Termasuk BCA juga beli lagi gitu loh.
Wih, makin yakin gua menjadi membernya
Stockwise untuk belajar sama seorang
Andri Hakim dan Douglas. Siapa? Douglas.
Douglas.
Iya, teman lu ya. Salam dari gua ya.
Iya. Cakep. Cakep nih.
Jadi ini sebenarnya mindsetnya harus
dibenerin. Mindsetnya harus mindset
investasi, bukan mindset berjudi. Kalau
mindset berjudi, ya kita tebak-tebakan
besok naik atau turun. Nah, itu berjudi.
Iya.
Nah, kalau investasi ya turun beli lagi
kan kita tahu perusahaannya bagus.
Balik lagi ke MSCI,
dia ngelihat bahwa gua udah kasih tahu
lu nih dari bulan
Desember ya, tahun lalu ya?
Iya, Desember tahun lalu. Tapi lu enggak
kerja-kerjain.
Yang dikerjain sama pejabat siapa?
Berarti BEI atau OJK? Dua-duanya lah.
Dua-duanya enggak enggak sebenarnya BI
lah yang lebih
bursa efeknya. Apa ngerjain apa nih?
Harusnya
harusnya ya lu free flot free flotnya
dibikin lebih terbuka
enggak? Maksudnya dia ngejar si emiten
emiten? Iya.
Oh mesti kayak lu gimana sih? Oh
peraturan ujung-ujungnya.
Peraturan emiten itu kan sebenarnya cuma
ngikutin peraturan dari si bursa. Selama
lu bursa enggak suruh gua begini ya gua
begini-begini aja.
Peraturan yang sekarang
ya
berapa?
Dia sekarang mau dinaikin jadi 15%
enggak? Yang kemarin maksud gua,
yang kemarin itu kayaknya sebenarnya
3%-an masih oke.
Dari bursa udah ada catatan ya, udah
rapi undang-undangnya kasarnya gitu.
Ee catatannya
enggak ada tertulisnya sih.
Oke.
Enggak ada tertulisnya.
Kenapa akhirnya malas ngerjain di luar
dari isu oknumnya liburan. Enggak di
luar itu. Kenapa? Mah susahkah?
Ee
berarti kan urusannya kan ketua, wakil
ketua gitu kan. E, gua sih enggak tahu
ee kenapa mereka lambat, tapi memang
kalau kalau kita lihat rata-rata
rata-rata itu yang dikomplain sama
investor itu jarang yang dilakuin sama
bursa. Kayak contoh misalnya investor
tuh komplain soal FCA dulu. FCA itu
saham tuh cuman bisa naik 10% atau turun
10%.
Semua orang udah komplain ya tetap
enggak ditanggepin sama bursa.
Contoh misalnya kalau saham naik jangan
di-suspen dong. Kalau dikit-dikit naik
di suspens. Dikit naik diuspen. Kan
sering tuh diuspens.
Iya. Gua kena-kena mulu tuh.
Ya kan gara-gara di suspen akhirnya dari
naik jadi turun
lah. Iya.
Nah itu orang udah komplain tapi tetap
enggak ditanggepin sama bursa. Bursa tuh
tidak tidak pernah jarang menanggapi
kita.
Alasannya apa?
Nah lu harus tanya ke mereka alasannya.
Bukan maksud gua kan ini kan kalau dalam
ekonomi kan ada maslahat mudorot bro. Ya
masudnya ada
ya. Gua orang bursanya gua kerjain. Nah,
cuma gua enggak tahu kenapa dia enggak
kerjain.
Takutnya kebentur sama sisi yang
lainnya. Gua kerjain. Tap.
Oh, jadi karena kalau di Amerika tuh
saham bisa naik-naik terus enggak enggak
disuspen.
Paham. Cuma maksud gua, gua coba berbaik
sangka sama orang bursa kita misalnya.
Heh.
Meskipun sekarang juga sudah resign juga
semuanya ya.
Udah resign sih.
Iya. Enggak semua maksudnya
pejabat-pejabat tertentunya. Tapi maksud
gua gini, gua coba berbaik sangkanya
gini, kalau gua coba naikin limitasinya
biar enggak kena suspen, biar kita juga
bisa asik berdagang apa segala macam,
takutnya mungkin ada hal-hal negatif
yang lain ya, Bro. Enggak, menurut gua
itu dari positif jadi negatif justru
contoh tadinya ada salah satu syarat
buat masuk MSA itu saham itu enggak
boleh suspend.
No. Oke.
Nah, contoh misalnya ada PT Timah itu
tadinya mau udah tahun lalu tuh dia udah
bisa masuk MSCI, tapi gara-gara dia
naiknya cepat disuspen.
Gara-gara disuspen dia jadi enggak bisa
masuk MSCI. Nah, tadinya kan ada flow
duit triliunan masuk nih.
Iya.
Gara-gara ulah lu duit triliun jadi
enggak bisa masuk. Uh. Nah, itu kan
ibarat apa ya?
Harusnya kita bisa dapat duit, tapi gua
cegah supaya jangan dapat duit gitu loh.
Tapi kan kerennya pejabat kita biar
takutnya nih malah ada indikasi-indikasi
bandar, ada indikasi pencucian uang gitu
kali, Bro. Kan ekonomi Indonesia jadi
besar bagus kalau duit asing masuk ke
Indonesia
bagus itu. Jadi kan ekonomi Indonesia
bisa besar kalau duit asing masuk ke
Indonesia. Nah, ini duit asing masuk ke
Indonesia diconvert jadi bisnis kan jadi
bagus lagi membuka lapangan pekerjaan.
Betul. Kalau gua tarik mundur waktu itu
peraturan dibuat kan berarti kan
gara-gara ada sebuah indikasi-indikasi
negatif misalnya kayak gorengan bandar,
pom-pom bisa jadi itu ya terlepas dari
kayak kan ekosistem sudah berubah Pak,
Bapak masih boomers aja nih Pak
kelakuannya misalnya terlepas dari
itunya tapi kan dia harus lihat dong apa
ee bidang-bidangnya ini kan PT Timah
bagus
jualan timah
oke
Indonesia punya
iya
tapi lu cegah akhirnya Indonesia jadi
enggak jadi dapat duit nah contohnya
seperti itu. Terus juga S dulu eh brand
brand sebenarnya 2 tahun lalu udah bisa
MSCI gara-gara kena suspen.
Oh
jadi enggak bisa masuk. Jadinya masuknya
baru tahun lalu.
Oh.
Nah itu jadi kan memperlambat gitu loh.
Orang-orang udah komplain tapi ya
tanggapannya lambat gitu loh dari bursa
tuh tanggapannya lambat lah gitu loh.
Terus sedangkan saham kalau turun terus
itu enggak disuspen. Kalau naik
disuspen.
Oh. Jadi enggak adil. Jadi di saham
Indonesia itu rugi gampang. Kalau untung
dibatasin.
Wah enggak beres nih. Gimana ekonomi mau
tumbuh nih?
Gitu. Jadi dia ada aturannya sebulan itu
enggak boleh naik lebih dari 100%. Jadi
sebulan tuh dibatasin cuman 100% kalau
enggak suspen. Sedangkan turun turun
bisa 100% lebih. Nah jadi banyak.
Tadinya gua nih gua misalnya tadinya gua
investor
gua mau mau beli perusahaan ini buat
jangka panjang tadinya. H
tapi karena perusahaan ini naik, gua mau
enggak mau gua harus jual dulu. Karena
kalau gua enggak jual nih naik nih ini
nanti suspend dia jadi turun.
Oh iya.
Gua kan investor enggak mau rugi.
Nah banyak perusahaan saham-saham di
Indonesia
itu turunnya itu gara-gara intervensi
dari bursa.
Wow.
Dia udah naik di intervensi suspen jadi
balik arah turun.
Naik diintervensi jadi turun gitu. Jadi
orang tuh apa ya
kesal gitu loh.
Iya.
Gua dari tadinya untung jadi rugi.
Iya,
gitu.
Sebelum nanti bacaan seorang Andri Hakim
dengan mereka akhirnya resign berjamaah.
He.
Nanti bacaannya seperti apa tuh, Bro?
Apakah market jadi kembali percaya?
Tapi gua masih penasaran dikit lagi,
Bro. Ya,
kira-kira gua enggak mau giring opininya
tentang kefitnah sih, Bro. Apa? Tapi
sebenarnya tahun ini memang juga harus
mereka harus ganti.
Oh, karena
ee orang bursa itu setiap 45 tahun tuh
ganti.
Oh, pas dong berarti ya?
Iya, pas. Jadi dia mengundurkan diri
emang lu tahun ini emang lu harus keluar
juga, resign juga. Jadi makanya dia
merasa, "Ah, gua resign sekarang juga
nanti gua berapa bulan lagi juga gua
keluar sebenarnya."
Oh, oh. Bukan karena memang biar
kelihatan gua
ya mungkin
apa namanya bahasanya
mungkin mungkin dikomplain juga mungkin
ada dikomplain ditegur terus juga dia
kepikiran ya bentar lagi juga anyway gua
juga keluar juga ya kenapa enggak
dipercepat aja
siapa yang berani komplain emang
ah gua enggak berani ngomonglah bro
masa pideno
itu
ya mungkinlah ya tapi kan kita lihat
berita Pak Presiden marah-marah karena
kan
bursa saham Indonesia itu kan
mensimbolkan ekonomi Indonesia
jadi apapun yang terjadi di bursa Bursa
Indonesia itu kan itu adalah gambaran
dari ekonomi Indonesia.
Kalau bursanya naik artinya ekonomi
Indonesia bagus sekali nih investor
berbondong-bondong pada masuk. Tapi
kalau sahamnya crash kan artinya ekonomi
lagi jelek. Itu cerminan dari asing mata
asing. Jadi asing kan enggak bisa lihat
gimanaimanaim. Dia lihatnya dari bursa
sahamnya. Sementara mungkin Pak Presiden
kita, Pak Prabowo tanda kutip
udah ngerapiin semuanya crash.
Iya seperti itu. Makanya jadi heboh
seperti itu.
Berarti kira-kira apresiasi
atau tidak apresiasi ketika ah gua
resign biar nunjukin aku adalah kesatria
bertanggung jawab apa memang udah pasnya
waktunya diganti juga?
Eh ya itu gua netral lah ya. Gua netral
[tertawa] ya. Ya.
Hah? Ya boleh aja dong. Wah gila Bapak
keren ya. ke Satria ya. Bapak
menunjukkan bahwa ya udah kalau gitu
saya resign aja kan keren dong. Tapi
emang ternyata gua baru tahu kalau emang
udah waktunya diganti juga ya.
Iya udah waktunya diganti juga
ya. Anyway lah.
Anyway udah dia diganti ada orang baru
kan ya lebih baguslah refreshing gitu
loh.
Iya ya ya.
Karena yang ini kan udah lama dia udah
kalau enggak salah udah berapa periode
lah.
Oh gitu. Oke bro. Bentar bro sebelum gua
lanjutin yang tadi lagi bro. Penasaran
nanti kira-kira orang baru ini nanti
akan bisa mempercayakan market kembali
apa enggak. Tapi gini, gua sebenarnya
enggak mau giring ke fitnah, tapi gua
pengin lebih dalam aja sih obrolannya.
Kayak
angle-nya gini, ee kira-kira tidak
mendengar kata market,
h
oknum-oknum bursa inilah ibaratnya.
Heh,
tidak mendengar ini dikarenakan ada
indikasi bisa enggak kalau digiring
obrolannya ke mental korupsi. Eh, gua
enggak tahulah istilahnya maksudnya
janjian sama siapa. Intinya
kesimpulannya benang merahnya ini adalah
menguntungkan sebelah pihak. Sehingga
aku pura-pura budek nih, oknum ya. Heh.
E gua enggak bisa
bukan maksud gua gini kom ya.
Iya. Iya. Enggak enggak bukan maksud gua
gini kira-kira apa yang menyebabkan Aira
nih bisa berpotensi untuk dikorupsikan?
Gua masih bingung. Gua pengin tahu
kalau potensi korupsikan ee
jan sama siapa?
Gua gua enggak tahu karena kan bukan
ranah gua ya.
Enggak enggak.
Tapi ya tapi tentunya ya di perusaha
saham itu kan ya
ya. Contohnya misalnya sebelum 2023 itu
IPO itu sangat gampang.
He.
Bahkan perusahaan yang jelek aja itu
bisa IPO.
Nah, cuma itu orangnya sih
bawah-bawahannya sih sudah
ditangkap-tangkepin ya.
Mafia-mafia IPO.
Mafia-mafia IPO yang IPO
perusahaan-perusahaan jelek. Dia IPO
tapi dia minta duit berapa M, berapa M
itu udah ditangkap-tangkapin.
Betul. Oke.
Tapi kalau mau ngomong kan
masa bawahan lu begitu lu kagak tahu.
Heeh.
Ya gitulah. Gua cuma misal ngomong
sampai sana lah.
Iya. Gini gini gua ngerti banget maksud
lu apa, tapi maksud gua gini
ee gua bilangnya makanya oknum gua cuma
pengin tahu edukasinya bahwa kenapa el
pura-pura enggak dengar. Maksud gua ini
berbanding lurus itu gua enggak tahu
kenapa dia
potensi dikorupsikan ya gua penasaran
misalnya contoh oh karena dia enggak
oknum ya enggak dengar itu karena dia
lagi main di sisi ini. Nah maksud gua
jangan-jangan siapa tahu ini bisa
menjadi satu masukan ke Pak Purbaya, Pak
Prabowo terkait dalam hal
wah berarti Pak ayo pantau yang di rana
ininya. Ah itu aja maksud gua kayak
misalnya kan
pura-pura enggak dengar ini kan cuma dua
hal bro.
Hm.
Memang enggak dengar.
Memang enggak dengar atau ada keuntungan
ya? Ya, itu gua
itu maksud gue
ee gua enggak bisa jawab lah. Gua enggak
tahulah di situ
tapi
bisa dua-duanya tapi gua enggak tahu
yang mana tapi gua enggak bisa
menuduhkan siapa tahu ternyata memang
dia enggak mau dengar dia enggak dengar
aja atau dia sibuk dengan hal yang lain
ya gua enggak tahu. Mungkin sibuk dengan
hal yang lain.
Iya. Cuma gua penasaran bahwa ee di
sektor apa yang bisa dikorupkan, sampai
janjian sama siapa sehingga akhirnya
tidak dinaikin
janjian nama tertentu biar diuspen
dikit-dikit. suspen gigi-gi suspen. Itu
yang lagi gua penasaran. Maksud gua
kenapa enggak dibuka aja sih
apa namanya di bilang 10% apa namanya
ee plafon
batasnya. Batasnya
batasnya kenapa enggak dibuka aja?
Giliran turun sampai 100% boleh. Giliran
pas mau naik 10% batasnya kena
threshold-nya gitu.
Mungkin mungkin dia ada ee kepenti
kebijakan tertentu kali ya. Kebijakan
tertentu. Gua enggak tahu
perhitungannya. Cuman itu yang
dikomplainkan dari investor sebenarnya.
Kenapa naik tuh kenapa kalau untung
dibatasin? Kalau rugi itu tidak ada
batas.
Boleh gua tebak? misalnya ke atas enggak
boleh karena ada permainan-permainan
orang-orang tertentu, market maker
sehingga lu enggak boleh cuan lebih
banyak karena gua harusnya lebih cuan
lebih banyak. Giliran ke bawah ya kan
duit lu yang rugi, gua enggak rugi.
Mungkin lebih ke ee sebenarnya salah
satu indikasinya itu bursa itu cari
untung tuh dari transaksi.
Jadi makin banyak orang trading jual
beli di situlah keuntungan dia.
Oke.
Kalau orang misalnya SAMnya naik terus
orang beli terus orang hold enggak
jual-jual dia enggak ada untung. ini kan
dapat juga gua ngerti maksudnya
gitu loh. Jadi dia mau orang jual beli,
jual beli, jual beli, jual beli. Makin
banyak jual beli, keuntungan dia makin
besar. Karena dia
ee cari untungnya itu dari transaksi
jual beli.
H
margin dari jual beli.
Dapat margin dari open, dapat margin
dari close.
Yes.
Kalau orang beli doang enggak jual-jual.
Kayak misalnya nih, lu beli terus lu
enggak jual-jual, dia enggak dapat duit,
Bro.
Hm.
Lu harus beli, jual, beli, jual, beli,
jual, beli, jual. Kalau bisa lu setiap
hari jual beli. Nah, mungkin
keuntungannya lebih besar di sana.
Makanya di suspens.
Makanya di suspens ya lu jual supaya
nanti kalau enggak lu turun lagi, ya lu
harus jual beli, jual beli lah.
Mungkin enggak kalau habis di suspens
langsung naik?
Enggak. Jarang. Ada mungkin suspens naik
tapi jarang. Biasa suspens turun
karena suspens udah batas mentok plafon
ya.
Mentok plafon terus.
Jadi enggak bisa naik lagi harganya.
Bisa bisa naik lagi. Tapi biasanya tuh
pertama suspens 1 hari. Terus sudah gitu
misal suspen kedua itu 3 hari. Nah,
suspen berikutnya itu bisa lama bisa
sebulan. Orang kan enggak mau duitnya
mati sebulan
lah. Iyalah.
Nah, makanya orang kalau udah mau
suspens sebulan mendingan dia jual dulu.
Oh, paham.
Kalau duitnya ke-lock sebulan enggak
bisa gerak.
Hm.
Kemudian dia jual dia beli saham yang
lain. Nanti sudah kebuka baru dia masuk
lagi.
Berarti ada dua PR-nya ya.
Mengindikasi ya. Jadi kalau udah
mendekati suspen itu
bakal koreksi. Berarti PR-nya dua dari
Pak Presiden misalnya yang pertama
adalah benahin dari suspen tadi. Berarti
di LB
ben MSCI dulu
MSI
MSCI terus kedua baru ya iklim
investasinya jadi lebih menarik lah buat
investor. Lebih mungkin
untung lebih gampang ya ruginya
dibatasin misalnya kan kalau orang
untung kan makin banyak makin ramai.
Iya
gitu kan. Terus ketiga mungkin
perusahaan-perusahaan yang bagusnya
diperbanyak jadi banyak pilihan.
Bagus-bagus.
Betawanya bagus apa enggak ya?
Kan sekarang kalau bursa sama Amerika
kan pilihannya ada 5.000-an perusahaan
tuh.
Indonesia tuh cuma 900. Dikit.
Oh oke.
Pilihannya dikit.
Yang bagus paling cuman 20% cuman 200.
Iya
200 doang. Yang lainnya kurang bagus.
Jadi dikit pilihannya.
Oke. Berarti harus dibenahin dari segala
sisi tadi ya.
Dari segala sisi. Dari aturan, dari
semua lah.
Aturan berarti kan kepalanya, ketuanya.
Nah, sekarang kan ketuanya kan juga
sudah berhenti tuh.
Nah, dan seterus. Coba buka dong e
Instagramnya Stockwise.
Jadi
gua lihat dari berita lu tuh yang gua
repost juga di Stockwise itu adalah
ketua Bursaf Indonesia.
Ganti OJK juga ganti.
Ketua OJK.
Iya. Dan lihat petinggi-petingginya
ganti semua.
Wakil
yang ini ya, yang bawah ya.
Ini kan ketua ketua OJK.
Nah, ini kan ketua OJK dan seterusnya.
Pak Mahendra.
Iya. wakilnya juga ya.
Scroll ke bawah deh. Nah, ini ya. Ini di
root BI juga ganti.
Di root BI juga
ganti.
Nah, nih kalau teman-teman mau dapat
berita-berita terkini seputar pergerakan
informasi seputar saham dan seterusnya
ini cek aja di stockwise. Nah, maksud
gua kan total-total itu kan
pejabat-pejabatnya sekian lah.
H
berarti nanti akan diganti baru
ada ada lima orangan lah.
Lima orangan. Nah, lima orang itu nanti
yang nunjuk berdasarkan apa? Apakah hak
preroges presiden
sebenarnya orang bursa itu itu dipilih
tadinya ya itu dipilih voting
yang voting itu dari sekuritas-sekuritas
ini.
Oh gitu.
Iya. Jadi
di Indonesia itu kan ada sekuritas nih.
Iya.
Dari market share-nya dia seberapa besar
ee apa investornya. Nah, dia punya
voting power lebih besar. Oke.
Nah, dia bisa pilih dan tapi dari
pilihan yang udah ada misalnya udah ada
berapa pilihan nih ya, dia bisa pilihnya
ini. Tadinya tuh voting. Nah, sekarang
gua enggak tahu langsung dipilih
presiden atau masih voting. Gua enggak
tahu
kandidat ini siapa yang sebelum dipilih
sama mereka-mereka ini
voting. Mereka
enggak kandidatnya siapa yang menaruh
lima orangnya gitu.
Harusnya sih orang-orang yang lulus dari
OJK
eh siapa yang bawa?
Ah, gua enggak tahu. Gua enggak tahu
aturannya siapa yang bawa. Menti.
Tapi biasa tuh ada pilihannya tinggal
kita voting mau yang mana. Mungkin
mencalonkan kali ya. Mungkin
mencalonkan. Iya, mungkin mencalonkan
kali ya. Mencalonkan bukan Pak Purubaya
atau Pak Prabowo?
Harusnya sih bukan ya.
Bukan deh.
Bukan lah. Saya tiba-tiba pokoknya ee
ada pilihannya yang gua tahu ya. Ada
pilihannya ya siasures ini pilih
lu mau voting ke siapa jadi ini gitu
loh.
Ini lucu-lucuan aja Bro.
Mungkin mungkin mungkin
si skur-skurus ini salah pilih atau apa
gitu kan. Mungkin dia pikir tadinya nih
bisa reformasi tapi ternyata mungkin ee
apa ya? Gua enggak tahu.
Nah, ini lucu-lucuan aja. Menurut lu,
kira-kira siapa yang pantas menjadi
ketua Bursa Efek Indonesia
untuk membenahi ini semua market jadi
lebih percaya?
Purbaya kali ya.
Tapi Pak Purbaya kan sudah menteri
keuangan ya. Mungkin perlu sosok yang
seperti itulah, sosok yang ngerti saham.
Gua lihat banyakan nih orang-orangnya
kurang ngerti saham ya. Karena memang
ada peraturan lu kalau kerja di OJK atau
di lu enggak boleh main saham.
Oh iya.
Nah, jadi dia enggak ngerti.
Oh, paham ya? Karena kalau ngerti kan
jadi obvious, Bro.
Iya. Jadi ya di satu sisi lu butuh
dua-duanya sih. Lu ngerti orang yang
bisa saham tapi lu ngerti orang yang
tahu saham tapi enggak main. Itu paling
bagus. Kayak gua ngerti saham nih tapi
gua enggak main. Nah, itu mungkin bagus.
Susah kali
susah carinya di sana.
Susah ya.
Nah, kalau lu carinya yang enggak ngerti
sama sekali, ya itu susah. Jadi dia tuh
enggak ngerti, enggak relate. Misalnya
kalau kita ngomong, "Lu naik di suspen
ya dia enggak pernah merasakan diri jadi
investor gitu. Beli terus disuspen
rasanya sakitnya gimana gitu."
Oke. Kalau ketua OJK Pak Purbaya lagi.
Ketua OJK ya menurut gua yang penting
orangnya bersih dan kompeten sih.
Jadi OJK tugasnya kan polisinya bursa
kan?
Yes, polisinya bursa.
Hmm.
Gitu. Sekarang ee ada lagi bares krim.
Oh iya
gitu. Tapi sebenarnya harusnya ranahnya
sih ranah OJK karena kalau di Amerika
juga SEC SC SEC
tapi kan katanya peraturan baru akhirnya
jadinya
ke bar es krim
bar es krim karena kan beliau
jangan-jangan lebih kompeten kan di
bidangnya. Kalau menurut gua yang
kompeten pasti orang yang ngerti
peraturan keuangan ya, OJK sih.
Cuma kan aparat penegak hukumnya kan di
sana, Bro.
Ee mungkin OJK harus cek dulu udah salah
baru dia lempar ke bares krim. Kalau dia
langsung lempar ke barism, bares kadang
kan kurang ngerti ya peraturan keuangan,
manajemen. Karena itu banyak aturan.
Contohnya misalnya kalau lu aset
management itu ee misalnya ada uang nih
100% lu tuh enggak lu enggak boleh masuk
all in ke satu emiten tuh enggak boleh.
Kalau aset management harus pecah jadi
10.
Oke.
Kalau misalnya yang ini naik tinggi, ini
harus dijual sedikit pecah lagi. Jadi
harus masing-masing tuh 10%. Nah, jadi
banyak aturan-aturannya sebenarnya. Nah,
itu sebenarnya yang ngerti tuh orang OJK
sebenarnya.
Oh, paham
gitu.
Tapi kan kalau untuk tujuannya only ya,
only efisiency. He
mungkin masih di
I
di diokekan lah ya kalau untuk itu ya.
Jadi enggak dua kali, Bro. sini juga ke
sini juga kan jadi cost juga
mungkin kali ya mungkin kali ya
tapi kalau untuk kompetensi memang Pak
Presiden harus lihat dulu sih lebih
ngerti sih kayak contohnya misalnya
orang yang lulusan perbankan kan dia
sudah lebih tahu soal keuangan, soal
fiskal soal apa, soal h
kurs kan dia lebih paham ya dibanding
orang yang ee di lapangan ya orang
kepolisian biasanya orang lapangan gitu
ya.
H oke. Jadi kalau sekarang liihat bahwa
kondisi IHSG berapa sekarang? Coba buka
indeks harga saham gabungan
R8.000-an. Ribuan ya
8.000-an.
Tadinya sempat naik tertinggi 9.000.
Nah, sekarang kan enggak ada bapaknya
nih, enggak ada ketuanya nih dan
seterusnya. Iya. Atau lu cocoknya, Bro.
Ini mungkin boleh dicoba nih. [tertawa]
Siapa gue? Gua aja belajar sama lu.
Gimana cerita el lah, Bro. Eh, setuju
enggak kalau Andre Aki menjadi kita
calonkan kita dorong menjadi ketua Bursa
Efek Indonesia
ya. Mudah-mudah lah, Bro. Ya, tanpa
mengas hormat buat yang tua-tua atau
mungkin lebih senior-senior bukan
berarti mereka enggak bisa kerja ya.
Cuma maksud gua gua pengin uji, Bro.
kayak ayo dong ya muda-muda. Wakil
presiden kita aja boleh muda
lah logikanya kan begitu bro.
Iya. I i cuma yang lebih bijak mungkin
yang lebih tua lah.
Iya paham. Atau wakilnya wakilnya yang
betul gua setuju mengenai pengalaman,
keputusan
betul
risk managemen. Itu kan memang yang
bapak-bapak kita yang terhormat di
generasi X atau boomers kan. Tapi maksud
gua yang
depan di garda terdepannya mudah dong
bro. Ini misalnya contoh kan Pak Purbaya
kan takutnya capek nih ketua Bursa Efek
Indonesianya Andri Hakim wakilnya Pak
Purbaya buat ngejaga-jagain gitu aja
Bro. Tapi lu enggak boleh main e atau
invest saham bro? Siap enggak lu?
Enggak enggak siap. Gua mendingan invest
saham aja kalau gitu [tertawa]
lebih banyak duitnya ya.
Lebih banyak duitnya
daripada jadi pejabat negara ya.
Iya. Diomel-omelin nanti.
Oh iya iya iya. Eh itu semuanya berarti
enggak boleh ya? Wakilnya juga enggak
boleh ya? Harusnya sih orang-orang OJK
sama BI enggak boleh, tapi mereka bisa
bikin pakai nama istrinya, adiknya.
Sami Mawon, Bro.
Iya. Jadi, ya itulah yang terjadi.
Peraturannya enggak boleh sama orang
kerja di sekuritas juga enggak boleh.
Oke.
Buka akun saham.
Nah, ini indeks harga saham gabungan
R8.000-an
300 crash nih dari R9.000-an kan yang
kemarin kan market crash.
Tapi
kita awal-awal tahun udah kena
sebenarnya ya. Gua udah tahu awal tahun
tuh selalu jelek. Padahal gua berjanji
sama diri gua tahun lalu ya. Akhir tahun
itu gua mendingan jual ya ee 80% udah
gua pegang cash aja. Tapi gua udah tahu
doang tapi enggak gua kerjain, Bro.
Karena takut inflasi.
Tapi gua malah tetap masuk ke saham. E
karena gua tahu setiap setiap Januari
sampai Mei itu selalu gejolak
lah. Kenapa lu enggak lu lakuin?
Greedy pasti gre
itu
greedy greedy. Harusnya gua udah untung
udah gua jual aja.
Kalau gua jual gua selamat dari ini,
tapi gua greedy. Masuk lagi ya udah kena
crash.
Lu pegang cash banyak kan juga kebentur
sama dolar. At dolar naik.
Tapi kan kerugian dolar enggak enggak
segede kerugian kalau market crash.
Kalau market crash ruginya 40%
lu portfolio lu kan.
Iya juga ya. Kalau lu berapa coba lihat
dong.
Kalau gua, gua ratusan miliar lah.
Enggak aset lu berapa sekarang? Sekarang
ya.
Ya cukuplah. Enggak. Enggak. Lu kemarin
gua lihat lu ada di event apa tuh lu
buka-bukaan lu, Bro? 1 triliun berapa
total?
I adalah 1 TN itu adalah L
1 triliun
ada. Ada ada ada
semua dari saham.
Dari saham.
Lu enggak ada bisnis?
Enggak ada
di luar dari lu nginvest pedal apa
semua?
Oh ada. Gua ada ada edukasi kelas ada.
Iya
itu buat makan sehari-hari lah
lah. Kan udah cuman banyak
gua enggak kan gua dari salam tuh gua
enggak pernah ambil gua enggak pernah
withdraw gua gulung terus. Jadi bisa
segede itu karena gua gulung terus
ya. Lu ambil buat masuk ke emitan lain
kan. Iya. Jadi ada ada perhitungannya
begini, Bro. Lu Rp10 juta kalau lu bisa
doublein 10 kali itu jadi 5 M.
R10 juta doang lu doblin 10 kali itu
jadi 5 M, Bro.
Gimana ceritanya?
R10 juta jadi 20, 20 jadi 40. 40 jadi
80. 80 jadi 160. 160 kan jadi 300-an
ya. 320-an. 320-an jadi ee 700-an.
Hampir 700-an. 700 jadi 1,5 nih. 1,5
udah jadi 3 jadi lima bro.
Oh, tapi kan ngomong gampang ya
kelihatannya. Emang begitu, Bro,
kenyataannya.
Kalau gua tuh hal yang susah gua bikin
simpel, gua bikin gampang. Jadi gua
dobelin. Tapi dobelinnya tergantung. Lu
kalau jago lu bisa dalam setahun lu
doble. Kalau lu kurang jago, ya lu
dobelnya mungkin 2 tahun, 3 tahun. Cuman
kekayaan itu sebenarnya cuman sistem
dobelin uang doang.
Ini bayangin ini R10 juta lu kalau
doblin 10 kali kan jadi ee 5 M kan.
Oh iya.
Bayangin kalau lu R juta. Kalau lu bisa
dobelin R juta 10 kali itu jadi 50 M.
Iya.
Kalau R miliar lu bisa dobelin itu jadi
500 miliar. Jadi simpel kan. Jadi gua
sebenarnya cuman doelin
miliar itu 10 kali jadi R00 juta. R00
juta gua dobelin sekali udah sat 1 T.
Wow
miliar. Nah, itu jadi pikiran harus
dibikin simpel. Kalau kita mikir simpel
jadi gampang. Kayak contohnya tadi lu
tanya kan, gimana caranya Rp100 juta
jadi 1 M?
Nah, kalau lu pikirnya sulit, wah ini 10
kali lipat. Mustahil.
Iya.
Tapi kalau lu coba lu bikinnya pikirnya
simpel nih. Satu ini sebenarnya cuma
doblein jadi dua. R juta. Rp00 juta jadi
Rp200 juta.
He.
R juta lu bisa dobblein sekali lagi jadi
400.
400 lu dobelin sekali lagi udah jadi
800.
Cuman tiga kali doang sebenarnya. Lu
cuman tiga step doang.
Soalnya ada yang ngomong begini, lagian
sih lu kena call-kol,
H
pompom pompom, saham gorengan,
influencer gadungan.
Nah, itu lu bisa jawab enggak?
Jadi saham-saham yang dulu gua beli ya
orang juga katainnya gorengan. Contohnya
dulu gua beli saham Arto dibilang
gorengan, beli saham BBHY dibilang
gorengan, beli saham Pantai Ind Kapuk
pani dibilang gorengan. Semua orang tuh
bisa bilang gorengan. Tapi menurut gua
yang benar itu yang cuan.
Oh iya dong.
Terakhir yang yang benar tuh cuan.
Misalnya dia ngomong, "Lu beli itu
salah. Yang benar itu belinya BCA. Tapi
in the end ujungnya nih yang kaya
siapa?" Ini kalau ajaran orang tua gua
ya.
Iya iya iya iya.
Yang kaya contoh misalnya dia jago teori
nih. Dia S3. S3 tapi dia misalnya dia
cuman kere lah enggak ada uang lah. S3
tapi enggak ada uang. Ada satu orang dia
enggak sekolah tapi jadi triliuner.
Pasti yang dipandang yang jadi
triliuner. Karena ini satu praktisi,
yang satu teori doang. Lu satu jago
teori, satu jago praktik. Ya, yang pasti
yang dihormati yang kedua.
Jadi menurut saya itu yang
benar itu selalu yang yang akhirnya yang
untung gitu loh.
Susah dibantah nih emang pernyataannya
kalau udah kayak gini nih.
Ya gimana lu mau gorengan atau tidaknya?
Percuma juga kalau enggak ada profit.
Simpelnya kan gitu.
Jadi yang untung selalu yang benar gitu
loh.
H
yang teorinya benar belum selalu belum
tentu benar. Dia teorinya benar
tapi tidak bisa dipraktikkan
ya akhirnya dia enggak kaya. Lu cuma ma
teori doang. Lu cuma jago teori gitu
loh. Ini kayak bapak gua pernah cerita.
Papa saya kan enggak sekolah ya.
Heh. Oke.
Dia tuh karena dia enggak sekolah dia
cuma lulusan SD sekolah dagang kan.
Heeh.
Oke.
Sekolah dagang. Nah. pernah nih di satu
meja isinya profesor semua,
insinyur-insinyur,
praktisi ekonom segala macam gitu ya.
Heh.
Terus dia dia pernah cerita ke saya,
"Itu semua praktisi ekonomi gua
marah-marahin juga." Hah. Oke. Karena
apa? Karena di meja saat lu udah di
meja, yang punya uang pasti marahin yang
enggak punya uang. [tertawa] Enggak
mungkin dia yang dia yang S3 marahin gua
mana berani dia.
Oke,
gitu. Pasti yang punya uang mar. Jadi
menurut gua, gua juga setuju. Semua
orang bisa bilang, "Oh, Andri ini sesat.
Andri ini gorengan apa segal terserah
dia mau ngomong apa." Tapi kan gua
selalu yang untung. Dia yang di posisi
yang enggak untung-untung.
Wah, keren.
Gila. Karena praktisi
bisa jadi dia akademisi, tapi akademisi
belum tentu dia praktisi.
Yes. Maksudnya itu.
Iya, kan? Karena dia sudah praktekin
ilmunya ya tetap aja berarti dia kan
berakademik kan. Yes. Jadi di real life
yang benar belum tentu benar. Yang
untung selalu benar. [tertawa]
Hah? Gila. Belajar yang benar-benar aja
teman-teman semua ya. Gua ngelihat
pergerakan Stockwise juga kemarin di
tempat lu punya kelas ya. Begitu lu
turun atau ya crash ya R miliar lu
langsung
kopdar ya secara online ya.
Itu apa sih bro yang lagi dibahas Bro
kemarin-kmarin itu? Iya menenangkan.
menenangkan sih. Menenangkan kan karena
mereka panik ya paling ya saya
menenangkan pasti
ya contohnya sama seperti kita
berdaganglah, berbisnis lah. Enggak
mungkin setiap hari bisnis kita ramai
pasti ada kena masalahnya ya kan? Kayak
contohnya bisnis lu pasti ada kena
masalahnya nih.
Nah ini sama nih lu di bursa saham juga
sama pasti enggak setiap enggak dalam
setahun tuh lu mulus terus
pasti ada crashnya.
Oke
gitu. Nah tapi lu sebagai pebisnis lu
hadapi kan masalahnya kan lu enggak
tutup bisnisnya. Iyalah
sebagai investor juga sama. Kita enggak
boleh tutup akunnya.
Oh.
Tetap lu selesaikan masalahnya. Nah,
karena di keuangan selesaikannya dengan
hitung-hitungan. Oh, yang ini dijual
dulu pindahin ke sini pindah. Money
management itu namanya.
Gitu. Di dalam obrolan stok wise itu
kayak gitu kemarin pas lagi turun.
Iya. Iya.
Bukan akhirnya malah member-membernya
kayak enggak dikasih kesempatan untuk
tanya jawab.
Tanya jawab. Jadi itu Q&A.
Hm.
Jadi tanya jawab. Terus misalnya dia
misalnya dia tanya nih gua beli saham
ini, tapi saham ini turun. Ya, selama
perusahaannya bagus, benar dia pasti dia
balik. Harusnya begitu. Jangan diblok
tuh member-member ya.
Iya. Kecuali dia beli perusahaannya
gorengan. Kalau gorengan turun ya enggak
ada batas turunnya.
Oh oke. Lu bisa jawab bahwa lu lagian
sih yang ini gitu
belinya gitu.
Enggak. Kalau saya jawabnya kan di
emiten itu kan ada 900. Heh.
Saya enggak bisa jawab semuanya. Saya
cuma bisa jawab yang saya masuk, yang
gua ngerti.
Yang gua ngerti gua jawab. Kalau yang
gua enggak ngerti kan contoh misalnya
bisnis juga banyak nih bidangnya.
Iya.
Gua enggak ngerti semua bidang. Gua cuma
ngerti bidang ini. Ya, kalau lu tanya
gua soal bidang ini, gua bisa
nasehhatin. Kalau bidang yang ini gua
enggak ngerti.
Nah, di saham kan juga sama banyak tuh
bidangnya. Ada kelautan lah, ada
batubara lah. Nah, gua cuma bisa jawab
yang bidang-bidang yang gua paham.
Oke, nih terakhir, Bro. eh di ujung
obrolan ini bahwa gua enggak tahu lu
bisa nyaranin apa enggak meskipun udah
disclaimer,
tapi kira-kira buat teman-teman yang
baru mau masuk sekarang, bukan baru mau
masuk, pas banget mereka baru tapi
dengan kondisi market lagi crash.
Nah,
kan ada yang ngomong katanya gua hijau
nih.
Hm.
Dua pertanyaan. Apakah memang market
crash semua emiten kena
atau memang yang kedua ini adalah
ternyata ada juga yang enggak kena.
Ada juga yang enggak kena. Ada sekitar
kalau enggak salah 30 40 perusahaan tuh
tetap hijau.
Kenapa?
Dari 900 rata-rata sih 90% merah. Tapi
ada juga misalnya contoh misalnya saham
emas.
Heeh.
Kan harga emas naik misalnya dia tetap
tidak terdampak. Ada juga
apa Antam misalnya
ya Antam contoh misalnya atau emitennya
kodenya emas juga sama dia dia enggak
turun-turun signifikan
ANTM sama emas gitu ya.
Emas ya itu contoh doang. Jadi enggak
semuanya terdampak sih. Yang sangat
terdampak itu yang ngejar MSCI itu yang
utama.
Oh.
Yang ngejar MSI itu terdampak nih domino
ke yang sebelah-sebelahnya. Tapi enggak
semuanya rubuh. Ada sebagian yang tetap
berdiri.
Oke, berarti yang tetap berdiri itu
adalah si tanda kutip mentor ini.
Berarti lu rida enggak kalau dibilang
dia jago? Belum tentu.
Eh, belum tentu ya. Mungkin dia
kebetulan dia lagi masuk di emiten
tersebut aja dia jadi enggak contoh
misalnya semua rumah kebakaran dia
kebetulan enggak kena aja gitu.
Kebetulan aja.
Iya juga ya. Nanti kalau ditanya tuh kan
rumah gua enggak kebakar karena gua jago
milih lokasi ya enggak juga ya.
Enggak kebetulan aja gitu [tertawa]
mungkin enggak ketiup angin gitu.
Anginnya tiupnya ke sebelah sini gitu.
Jadi dia enggak kena gitu.
Iya juga sih. Ya
susah kalau udah kayak gini mah udah
susah bro. Susah-susah karena ini kalau
ini kan gua bilangnya itu bukan kitanya
yang bodoh. Kita udah pilihnya emitennya
benar
tapi memang ekonominya yang ya satu
Indonesia yang crash. Musibah gua
bilangnya. Musibah.
Betul. Pap. Purbaya bisa bawa ke 10.000.
Emang ya?
Ee along the way pasti bisa ke 10.000.
Pasti bisa.
Oh iya.
Kalau misalnya MSCI-nya udah approve ini
pasti bullish lagi.
Pasti ini langsung untung lagi
gila-gilaan. Nah, sekarang nih lagi
diberesin nih. Kalau ternyata ada
berita, "Wah, udah deal sama MSCI, wah
itu udah pasti bullish lagi. Untung
gila-gilaan lagi pasti."
Oh,
justru makanya lagi jelek itu beli.
Oke.
Begitu bagus udah untung ya. Cuman tetap
ada resiko lah. Di mana-mana ada resiko
kan kayak kita mulai bisnis juga ada
resiko.
Iya.
Ya, di saham juga ada resiko.
Dan lu kemarin berarti minus 200 miliar.
Benar. Kalau dari hitungan aset 1
triliun
250 itu
250
berarti aset lu tinggal kalau dari 1T ya
bulat ya
enggak bulat 1T sih ada lebih-lebih
dikit lah.
Oh gua pikir tu
sekarang bahkan ya mungkin sekarang jadi
1T kurang dikit kali.
Oh berarti lu 1,3T
bro.
Enggaklah ya something lah
adalah 1T ada lah
1,2
ya. Lah 1 T-an lah. Eh
T.
Kapan ya gua udah punya segitu ya? Dari
R00 juta, Bro.
Dari satu dari 1 M lah. 1 M jadi R00
juta. R00 juta di ini. Karena kan itu
yang gua cerita di podcast tu dobelnya
gila kan.
Dari ini dari dari R00 juta itu gua
masuk 1 Miten kan jadi langsung jadi
15an M.
Iya. Iya. Tapi gua mau tahu cara lu dong
dari sat 1 triliunan ini.
Tapi itu enggak cepat ya, enggak cepat
kaya ya. Jangan pikirnya itu cepat kaya.
Itu dari 500 jadi 15 M itu 2,5 tahun
ya. Cepatlah, Bro.
Ya, cepat.
Kalau dibilang cepat, [tertawa] cepat.
Tapi kalau dibilang besok minggu depan
atau bulan depan enggak.
Oh, iya.
I kan kebanyakan orang kan maunya bulan
depan udah kaya.
Oh, iya sih. Itu juga salah juga ente
bahulu juga kalau begitu.
Iya, maksudnya gua cepat itu 2 tahun.
Nah, jangan orang salah kira itu
cepatnya itu 1 bulan.
Hmm.
Beda ya. Yuk, bisa yuk yang seumuran
sama gua nih 37 tahun ini. Target umur
gun minimal Financial Freedom 1 TN ke
atas. Harusnya bisa dong 3 tahun bro
gua menargetkan diri gua. Lu berapa umur
lu tahun ini?
Gua 37 tahun ini
lah. Sumber sama gua ya tahun '89 juga
lu ya?
Iya gua '89
lah. Sama kita ya.
Sama kita. Iya cuma gua mukanya awet
muda.
Dan lu duluan 1T kan kampret ya.
[tertawa]
Enggak kan beda bidang.
Iya. Oh gua awet tua maksudnya gua lagi
dia ngomong begitu.
Untung R juta entar digantiin kalau
kenapa-napain. [tertawa]
Oh iya ya. Nah tu target gua tuh.
Heeh.
Jadi
tapi sebenarnya uang tuh He
ee di atas 15 M itu udah enggak ada arti
sebenarnya.
Maksudnya
15 M itu sebenarnya udah cukup
buat lu financial freedom tuh udah cukup
sebenarnya. Oh
oke.
Enggak lu enggak per sebenarnya cuman ee
angka aja sebenarnya.
Oh karena lu gulung lagi ya.
Sudah sudah tidak berpengaruh sama hidup
ya. Tapi kan lu gulung lagi 15 miliar.
Ah, gua gulung lagi karena masa gua
bengong. Jadi, gua gulung aja gitu. Gua
enggak nyangka juga secepat ini. Enggak
tahu. Enggak nyangka.
Enggak nyangka. Tadinya gol gua tuh
dalam 5 tahun itu punya 15 miliar.
Ternyata cepat gulungnya. Karena setiap
tahun karena udah ngerti carinya. Ya
gitu masalahnya lu udah tahu pola.
Masalahnya
gua udah tahu polanya ya. Udah tahu
caranya cari yang gimana. Kalau lagi
enggak ada gua diam dulu. Kalau orang
kan enggak ada dia sibuk
cari. Kalau gua kan kalau lagi enggak
ada yang bagus udah gua diam. lagi ada
yang bagus baru gua full power.
Berarti lu setuju ya, diam pun itu
adalah keputusan ilmu trading atau e
investment juga ya.
Bisnis juga sama.
Iya.
Lu terlalu ekspansi terlalu cepat itu
mengakibatkan kehancuran lu.
E
jadi lu harus ekspansi sesuai kapasitas
lu.
Iya.
Kalau misalnya oh kayaknya orang kita
belum kuat buat ekspansi terlalu besar,
jangan.
Heeh.
Karena terlalu cepat berekspansi juga
kehancuran. Sekarang yang lu lakuin dari
turunnya 250 miliar. Kil gua enggak
kebayang ya minus
250 miliar tuh
tapi floating ya enggak gua cut loss.
Oke. Nah,
sama nih kayak lu nih sama floating
doang turun.
Iya. Betul betul. Yang lu lakuin
sekarang apa? Berarti gua mau contek
cara lu dong.
Karena ee gua masih ada cash beberapa
gua averaging gua beli lagi di bawah.
Boleh tahu enggak lu belinya apa?
Jangan dong. Kan nanti pom-pom saham.
Waduh belakang kamera aja ya.
Iya belak
industri. industri-industri
industrinya ya
pertambangan ada perbankan ada
campur-campurlah sekarang gua emitennya
banyak
kenapa ke sana jadi pertambangan bacaan
lu apa
ee
bagus bagi dividennya
campur-campurlah campur-campurlah
bagi dividen tuh yang tahunan atau yang
lu trading gitu
tahunan. Tahunan. Kalau saham bagi
dividen gua enggak takutik dia mau naik
turun. Kayak contohnya kan gua ada
Sambang Mandiri nih.
He.
Dia naik turun pun kemarin kan kebanting
tuh 8%. Gua diamin aja,
Bro. Bedanya lu nantinya akan ada ikut
dividen di per tanggal berapa sih?
Kalau ee bank itu per tanggal 4.
April awal April
setiap awal April.
Setiap awal April
setahun sekali kan. Nah, bedanya lu ju
kadang dua kali. Kadang dua kali kadang
sekali. Nah, itu bedanya lu jual atau
trading ya atau swing trading
enggak cepat-cepat banget, bukan
scalping gitu. Sama lu ikut dividen tuh
bedanya apa sih, Bro?
Kalau trading tuh untungnya lebih besar
tentunya dibandingkan dividen. Dividen
itu paling kecil.
Lah, kenapa lu ikut dividen?
Aman enggak pusing naik turun enggak
pusing. Yang penting setiap setiap tahun
gua dapat 10%. Contoh misalnya lu
masukinnya gede 100 miliar.
Oke. Oke. Oke.
Terus 10% kan 10 M. Enggak usah kerja
lah. Iya ya.
Iya. Nah, sekarang makanya kalau
misalnya ada orang nanya, "Bro, lu mau
invest enggak di perusahaan gua?"
Misalnya untungnya 3% 5% gua enggak mau.
Ya gua ada resiko. Kalau perusahaan lu
bangkrut,
mendingan gua masukin ke Mandiri.
Oh, i
untungnya 10% pasti.
Udah enak begitu.
Udah pasti
enggak bakal bangkrut. Enggak mungkin
dong Bank Mandiri bangkrut.
Oh, iya
iya.
Punya negara juga.
Nah, kecuali ada teman gua, dia udah
jago eksertis banget di bidangnya. Dia
bisa kasih return misalnya lebih gede
30%. marginnya ya mungkin oke, tapi
kalau marginnya kecil-kecil
misalnya di bawah 15% mendingan gua di
saham.
Hm.
Enggak ada resiko kan sebenarnya dunia
ini kan soal kita gimana manage resiko
ya.
Berarti kalau untuk resiko sekarang IHSG
kayak begini dan kondisi pada resign
ketua-ketuanya baik itu di bursa EFX
sama di OJK ini berarti nanti ke
depannya nih ini gimana bro? Ini ini ke
depannya bisa bagus bisa jelek
lah. L
kal kalau kalau penggantinya kayak Pak
Purbaya misalnya kayak dulu Ibu Sri
Mulyani diganti Purbaya kan saham
langsung bullish tuh.
Iya.
Nah ini sama nih kalau penggantinya
bagus ini saham bisa bullish. Tapi kalau
penggantinya ternyata lebih jelek bisa
beris bisa bisa turun. Nah ini
tergantung nih
personal branding.
Tongkat estafetnya ke siapa nih? Kalau
kasih tongkat extafetnya larinya lebih
kencang ya lebih kencang. Tapi tahu-tahu
kita kasih tongkat ekstet ternyata dia
enggak bisa lari lagi
ya. Berarti kan Prabowo ya perannya ya
nantinya.
Iya perannya mungkin di dia lah. Dia
pasti dia yang pilih kan.
Tapi enggak mungkin bakal diturunin dong
logikanya. Harusnya kan di luar dari
jabatan politis ya bro.
Ee ya tergantung nih kan kadang
tergantung
yang dipilih siapa. Iya
yang dipilih siapa? Tergantung orangnya
gitu loh. Samalah kita balapan mobil kan
yang menang atau kalah kan mobilnya
semua sama. Yang bikin menang atau kalah
kan.
Yang balapnya siapa nih? Apa suopirnya?
Sopirnya. Iya. Lu udah baca enggak siapa
kira-kira?
Hah?
Lu udah baca-baca?
Belum tahu sih.
Belum. Belum tahu. Belum ada gambar.
Kapan diumumin?
Karena dia baru baru resign kan kemarin
Jumat.
Iya. Maksudnya untuk digantinya
harusnya secepatnya sih karena sekarang
kosong nih.
Lah iya kan?
Iya kosong bro.
Berarti entar flat dong Samat. Pesawat
nih. Gak ada pilotnya nih.
Ya elah
terbang sendiri nih sekarang kita.
Tapi harusnya cepat dong.
Harusnya cepat. Harusnya harus cepat.
Lah kalau worst case kalau tiba-tiba
langsung jomplang ke bawah gara-gara
senten.
Makanya jangan harus cepat ganti pilot.
Kalau enggak ada pilotnya kan
ngjomplang git. Cepat atau enggak
cepatnya kan tergantung sentimen parket
juga kan. Enggak. Misalnya kan siapapun
yang jadi kan ujung-ujungnya kan bisa
turun juga meskipun cepat. Misalnya oke
besok sejam lagi
ya. Jangan penggantinya.
Nah kan. Misalnya kita carinya pilot,
penggantinya misalnya
masinis ya kan salah server gitu kan.
Salah. Iya
gitu bro.
Iya begitu pun sebaliknya.
Iya begitu pun sebaliknya. Nah kalau gua
kenapa portfolionya cepat gede
bertumbuhnya? Satu lagi mungkin yang
orang-orang jadi enggak bingung ya.
H
ee gua tuh sering pakai margin. Margin
itu hutang.
He
jadinya cepat bertumbuh. Kalau gua benar
itu dobelinnya lebih cepat lagi.
Utang sama siapa?
Sekuritas.
Emang bisa begitu?
Bisa. Jadi di sekuritas itu ada ada
ininya, ada limitnya. Kita bisa pakai
utang dari sekuritas.
Semua semua sekuritas ada di fiturnya
gitu.
Ada namanya trading limit atau namanya
margin.
Tapi ngeri, Bro, ya. Utang-utang begitu.
Yes. Ngeri. Itu seperti pedang bermata
dua.
Iya.
Kalau benar untungnya doble. Kalau salah
bisa buntung
lah. Yang ngeganti siapa? Maksudnya lu
top up gitu dong dengan
N kayak tadi nih yang tadi kalau lu
kalau lu salah nih lu ambil hutang nih
ternyata lu salah nih
ya udah emiten lu yang dijual
lah. Kalau misalnya utangnya enggak
sesuai dengan aset lu.
Contoh nih misalnya lu invest R00 juta
nih.
Iya. Terus lu ambil pinjaman R00 juta
lagi.
Heh.
Nah, kalau saham lu ternyata turun R00
juta, dia harus jual R juta.
Itu otomatis ke sell sendiri.
Dia dia bakal kasih surat, "Lu mau top
up atau mau gua jualin?"
Kalau enggak diop up dalam 4 hari
dijual. Dikasih batas waktu 4 hari.
Langsung ambil aja duitnya buat oknum
misalnya. Heh,
set langsung cabut ngilang. Enggak bisa
ya kecatat di
di aparat bisa sih
kita ya.
Iya. Sebenarnya dulu ada yang
curang-curang tapi sekarang lebih lebih
mereka lebih seleksi lah.
Tapi bisa. Nah gua bisa cepat kan ya
karena dulu pakai itu gitu 500 gua ambil
500 lagi jadi 1
mentoknya cuma boleh 500 ya. mentok sama
sama aset yang ada di sini
biasanya doble dari uang kita
yang pas lagi floating begini
di kalau itu berarti misalnya sekarang
hitungnya 150 nih hard totalnya 150 bisa
pinjam 150
bukan dari yang total invested
enggak
oh
bukan dari yang awal dari yang sudah
dinilai sekarang
kalau nilainya itu bertambah jadi bisa
pinjamnya lebih banyak contoh misalnya
dari 200 sudah terbang nih sahamnya naik
ke 400 jadi bisa pinjam nya 400.
Hm. Cuma itu pilihan ya.
Itu pilihan. Itu pilihan. Nah, yang
bikin domino ya itu pedang bermata dua.
Kalau sahamnya crash ya kena.
Hm.
Tapi kalau sahamnya lagi naik untungnya
besar. Karena itu yang gua rasakan. Jadi
gua pakai hutang untungnya jadi besar.
Oke. Dan ini berarti akan lebih masuk ke
dalam lagi apa enggak, Bro? Di hari
Senin, Bro. Kan enggak ada ketuanya.
Enggak ada enggak ada pilotnya nih, Bro.
Harusnya sih udah cukup rebound ya
harusnya ya. Harusnya udah cukup udah
cukup murah ya. Harusnya sih mulaiuliah.
Iya. Kemarin sih Jumat juga udah mulai
naik sih.
Udah mulai naik.
Hmm.
Gitu.
Sekarang tinggal kita lihat aja entar
seperti apa ya. Karena nyerok nyerok
nyerok ya.
Iya. Yes. Yang penting pemimpinnya
benarlah. Kalau pemimpinnya benar pasti
pasti bursa naik.
Tanya CCPT aja atau lu komen kira-kira
pemimpinnya siapa yang buat menjadi
penentunya? Berarti di kepala bursanya
kan, bukan di kepala OJK-nya kan?
Dua-duanya lah. Kalau bisa dua-duanya
bagus. Terus kalau duanya bagus kan ya
kombinasi, Bro.
Hm.
Ronaldo dan Messi
ng dia bro. I jadi kambing jantan itu
dua-duanya itu.
Iya gitu. [tertawa]
Okelah nanti kita update ya. Kalau
teman-teman misalnya pengin belajar juga
e sama Andri Hakim mungkin ada yang
bertanya kan banyak juga yang DM gua
ketika kemarin kan gua sempat ee posting
dan gua menyenggol-nyenggol lu juga kan
mention-mansion apa segala macamnya.
Ternyata gimana cara belajarnya. Kalau
ada yang belum tahu tinggal cek aja di
bawah. Kita bantu kali ya. Masukin link
stockwise ya. Ya enggak sih. Lu hanya di
situ ya bro ya.
Gua cuma di situ doang
ya. Nanti kita total member lu berapa
ya?
Ribuan deh.
Ribuan lah.
Ribuan ya?
Udah kaya ngapain buka kelas lagi bro?
Buat makan bro sehari-hari kan duit gua
putar terus. [tertawa]
Ya ini pragmatis. Gua suka nih. Enggak
ada yang kayak uh karena gua pengin
begini usah gua belak
blak-blakan aja lah. Enggak usah kayak
kita lagi bangun loyalitas.
Iya. Gua mau cari kebaikan ya. Semua
orang juga mau cari kebaikan. [tertawa]
Udahlah pragmatis lah. Iya. Meskipun itu
terserah lu ya jawabannya apa ya.
I ya iya kongl-konglo aja pada buka
sekolah sama aja.
Oh iya
iya kan?
Iya iya.
Aguan buka SECI school.
Heeh.
Terus Lipo punya
UPH.
UPH ya kan semua juga buka sekolah.
Apa bedanya gua sama sekolah sama juga
lah. Iya. Ya bayar juga di OPH ya.
Iya. Dia bayar 4 tahun. Gua bayar cuman
4 hari
kan dia lebih lebih cuan banyak. Iya i
iya. Itu enggak ada komplain tuh orang
[tertawa] pergi ke sekolah.
Iya juga ya
pergi gua 4 hari orang udah
komplain-komplain gitu ya. [tertawa]
Iya lagi. Iya. Enggak berani kali
ngekomplainnya. Mah lipo grup brak
berani. Iya iya iya [tertawa]
ngeri juga nih. Sinarmas punya sekolah
enggak ya?
Ada. Ada. Eh ini kan ee Prasmul dia ada
joinan.
Oh
ya kan semua ada juga.
Prasmul juga. Lu enggak per
sekarang? Sekarang tuh kong lu kalau
enggak sekolah rumah sakit dua itu
karena manusia selalu butuh dua ini.
Butuh cari uang sama butuh obat. Tua ini
industri yang enggak bakal pernah mati,
Bro.
Eh, pas nih bukan karena Andri ngomong
begini ya. Bentar nih ini jadi gua
ngapain closing mulu nih. Bentar,
bentar, bentar, bentar, [tertawa]
Teman-teman. Jadi, dua ini, ini bukan
gara-gara lu ngomong begini, Bro.
Iya.
Gua tuh telepon, Bro,
sama teman gua,
tapi
tiba-tiba temannya mau ngobrol sama gue.
Heeh.
Nanti gua ngobrol panjangnya di belakang
kamera deh sama lu, ya. Gua minta arahan
juga sih sebenarnya, cuma gua belum tahu
mau ngapain nih langsung nih karena
ya ini menurut gua dua hal yang seru
lah. Nah,
ternyata dia ngobrol dia tuh kayak
investor besar lah.
H
gua enggak tahu kalau gua sebut nama
juga lu tahu apa enggak. Tapi anyway
tiba-tiba der gua percaya sama el. Heh.
Ya, kalau bahasa gua personal branding.
Oke.
Lu mau bikin apa ke depannya?
Heh.
Gue memang punya cita-cita kayak Harvard
Business School. Heeh.
Mau wakaf produktif kek, mau semua
orientasinya bisnis kek, gua pengin
punya sekolah bisnis.
Yes. Dan dan ada satu fun fact nih,
apa?
Harvard Business School itu kan
untungnya gede banget, Bro.
Pastilah
untungnya gede banget kan.
Uangnya ini dimasukin lagi ke saham.
Iya. Tapi.
Nah, jadi sebenarnya edukasi dan
investasi itu adalah satu kesatuan,
tidak bisa dipisahkan. Makanya ini yang
gua kerjakan udah benar sebenarnya.
Oh, dimasukin saham lagi ya berarti ya?
Masukin saham lagi. Kalau enggak duitnya
nganggur dong.
Ah, dapat ilmu baru lagi gua. Oke.
Tiba-tiba direspon sama dia. Ah, cakep
tuh. Boleh, Bro.
Langsung gua tembak aja, ya.
Kalau misalnya dua
yang dijalanin, nanti kita kolaborasi
bareng bla bla bla bla bla bla, berani
enggak lu? Apaan tuh? Sekolah,
universitas sama rumah sakit. Tiba-tiba
dia ngomong begitu, "Bro,
dua itu 1 triliun oke enggak, Bro?"
Wah, itu mah bagus, Bro.
Gua gua belum tahu nih, Bro.
Ini industriju mundur.
Lu kalau dari kecil lu pasti harus
sekolah
ya kan?
Iya.
Lu kalau udah gede lu pasti sakit.
[tertawa]
Jadi lu dari lahir sampai mati lu butuh
dua ini.
Iya. Berarti bisa 500 miliar di sekolah,
500 miliar di rumah sakit.
Ya bisa bisa. Bisa aja sekarang yang
penting ada lahannya. Ya sekarang susah
di Indonesia cari lahannya sih.
I sebenarnya itu sih.
Itu tantangan terbesar ya cari lokasinya
ya.
Tiba-tiba dia nyebut rumah sakit. Rumah
sakit lu berani enggak dia? Tiba-tiba
gitu lah. Anyway
rumah sakit mah bagus bro. Bagus.
Heeh.
Ada di sini pengusaha yang bisa ada di
sini. Iya betul. Ada di sini pengusaha
yang bisa e bantu gua untuk jalanin 500
miliar sekolah atau 500 miliar rumah
sakit. Menarik tuh, Bro.
Menarik ya?
Nah, karena gua rumah enggak ada
ilmunya.
Entarlah gua ngobrol-ngobrol sama
orang-orang.
Loh, rumah sakit itu, Bro, sebenarnya
ini fun fact nih.
Iya.
Gua kayaknya banyak fun factnya.
Enggak apa-apa, Bro. Enggak apa-apa.
Biar gua juga belajar karena dia sudah
ngenyebut satu angka, yaitu 1 triliun
si si orang ini. E, tapi gua juga harus
ee provide. Jadi rumah sakit itu
sebenarnya lu cuma bikin rumah sakit dan
fasilitas-fasilitasnya,
ruangan-ruangannya, mesin-mesinnya.
Sisanya dokter-dokter ini lu kerja sama
sama universitas
yang baru lulus, lu kerja sini lu bagi
hasil, Bro.
Bagi hasil. Jadi contohnya misalnya
dia yang kerjain dapat 30 40%,
lu yang punya rumah sakit dapatnya 60%.
Jadi lu enggak perlu punya rumah sakit
itu enggak perlu lu ngerti obat-obatan.
Iya, gua pikir begitu, Bro.
Enggak. Jadi udah ada operatornya ya?
Carul enggak? Carul Tanjung deh misalnya
punya rumah sakit kan dia juga enggak
ngerti obat-obatan.
I juga ya.
Iya. Kayak orang-orang Lipo kan punya
rumah sakit Siloam.
Iya.
Mana ngerti dia bedah jantung. Dia cuma
bisnis dia bikin bangunannya,
kamar-kamarnya, ranjang-ranjangnya.
Oh,
dokternya dari universitas misalnya.
Misalnya kalau dokter gigi dari
Trisakti.
E lu lulusan-lulusan Trisakti lu butuh
kerjaan kan? Lu lulus kan?
Lu kerja di tempat gua.
Oh iya,
itu bagi hasil
itu tadi gua langsung text time, buset
gua harus pelajarin dulu nih.
Enggak usah suruh mereka gitu.
Oh, baru nanti begitu ada profitability
hasilnya, gross-nya atau profitnya gua
lempar ke Andri Hakim
untuk ngegulungin. Oh, bisa dong.
Ya bisa. Itu kan kalau duit nganggur
selalu harus diinvestasikan supaya
enggak turun. Itu menjaga nilai.
Misalnya lu dapat
dari sekolah atau dari rumah sakit lu
dapat duit banyak nih,
lu taruhin aja di Mandiri. Kan setiap
tahun dapat 10% lagi duitnya tidak
hilang nambah lagi 10%.
Itu urusan lu lah begitu-begitu.
Iya kayak
biar kan porto gua tuh dan
image gua jadi bagus di mati investor.
Iya kayak gitulah. Itu yang gua lakukan
sebenarnya.
Oh makanya lu bisa nge IPOin orang juga
ya?
Ee ya bisa sih. Bisa,
bisa. L
bisa bantuah. Bisa bantuah. Bisalah. Ya
cuman enggak susah-susah amat
sebenarnya.
Minimal mesti 50 miliar ya per tahun ya.
50 M doang. Heeh.
50 M. Kalau belum tembus ke sana, gua
sebenarnya ada obrolan sih.
Aset bisa bisa aset atau omset
salah satu atau soalnya persyaratan tuh
memiliki aset 50 M atau omset 50 M kan
atau
oh aset gedung juga termasuk.
Gedung termasuk,
rumah sakit juga bisa.
Bisa banyak kan rumah sakit IPO banyak.
Oh iya ada.
Rumah sakit pun juga ada
bidang-bidangnya. Ada rumah sakit gigi
doang, ada rumah sakit bidan doang
melahirkan doang,
ada rumah sakit jantung doang, ada rumah
sakit umum. Nah, banyak tuh. Oke.
Mau yang mana tuh?
Banyak nih
sakit anak kek.
Boleh, boleh. Coba kita ngopi-ngopi
entar habis ini.
Teman-teman gua banyak kayak begitu,
Bro. Nantilah gua ceritain. Enggak
mungkin di sini juga ya.
Iya. Siap.
Ada soal punya punya ustaz ternama, dia
punya restoran Timur Tengah, dia punya
rumah sakit juga.
Nah, kalau restoran itu bisnisnya enggak
bagus.
Kenapa?
Saingannya banyak.
Tapi kan Timur Tengah. Eh, maksudnya
dalam hal ini konteksnya ee spesifik. ee
kalau kalau misalnya pendidikan dan
rumah sakit selalu dibutuhkan, enggak
pernah mati selama mau 50 tahun, 100
tahun lagi pasti ada. Tapi kalau
restoran tidak ada restoran yang berdiri
lebih dari 100 tahun.
Oh, ilmu nih. Berarti kalau memang
orientasi dia pengin IPO atau mungkin
mau ekspansi, berarti dia gedein IPO
rumah sakitnya. Habis itu nanti dari
dana rumah sakitnya itu untuk suntik dia
punya ekspansi urusannya lu sendiri lah.
Iya. I di ee dia suntik restorannya
urusan lu sendiri nantinya. Enggak bisa
gede lah. Enggak bisa gede-gede banget.
E industrinya enggak bisa raksasa.
Tapi memang iya sih ee omset dia cuma 2
miliar per bulan.
Enggak bisa kan enggak bisa gede 2
miliar per bulan.
Nah kan makannya dibanyakin cabangnya.
Capek orangnya banyak rasanya banyak.
Lu kerjanya ee kerjanya banyak hasilnya
kecil.
Jadi ada ada pepatah kalau gua ngomong
gini nih. Kita paling bagus itu bisnis
yang kita pakai uang kecil mendapatkan
uang besar.
Iya.
Jangan kita pakai uang besar buat cari
uang kecil.
Oke. Oke.
Restoran itu menurut gua modalnya cukup
gede ya. Bisa sekarang kalau mau
renovasi udah 500 sampai 1 M.
Tapi buat nyarinya mungkin cuman
puluhan juta ya menurut gua. Kalau di
menurut gua pribadi ya
kurang seksi. Jadi saran lu adalah
di mata investor kurang seksi.
Industri apa? Saran lu? Kategorinya apa?
Kalau mau bisnis
yang gede tadi ya industrinya ee rumah
sakit ya, pendidikan, pertambangan,
industri-industri gede lah.
Oh, yang jasa berarti ya.
Ee boleh jasa ya, lebih baik jasa sih.
Karena kan pasti low cost tuh, low
effort.
Low cost. Iya. Untungnya juga gede gitu
loh, orangnya dikit.
Sisanya kan bagi hasil. Bagi hasil.
Kalau misalnya enggak ada enggak ada
tamu yang enggak ada orang yang sakit
datang kan enggak bayar apa-apa.
Heeh. Betul
kan. Bagi hasil doang lu sama dia.
Iya ya.
Sedangkan restoran kalau enggak ada yang
datang basi lu makanannya rusak.
Customer akuisisi kosungnya pasti
tinggi.
Iya. Kalau ini kan cuman kamar-kamar ya.
Ya paling operasional listrik kali ya.
Listrik kan ya AC
ya. Tapi kan kalau misalnya sepi ya
lantai atasnya lu matiin aja
lampu-lampunya [tertawa] kan.
Gua pernah ke rumah sakit begitu tuh. I
kan iya benar atasnya gelap
dulu. Soalnya [tertawa] kan gua pernah
apa kerja di bagian hotel gitu kan dia
bilang
pokoknya yang kelihatan orang lu bikin
bagus, yang enggak kelihatan tamu lu
[tertawa] biarin lu gelapin enggak usah
diikutak-kutik.
Makanya hotel-hotel yang ada di Saudi
kan gua kan di industri travel umrah ya
itu pun dia yang udah trafficnya gede
aja dia pakai lampu sensor ya bro. Iya
mati sendiri.
Mati sendiri itu saving tuh listriknya
tuh masih begitu sering banget gua salah
satu hotelnya Mov and Pck lu. Coba deh
di Zamzam clock Tower
tah mov tahu.
Iya di Saudi itu kan gua juga lumayan
langganan juga di di Zam-Zam Clock Tower
kan
di lantai P 11.
Ah itu itu kayak gitu tuh selalu mov
tuh. Jadi biasanya kamar-kamarnya agak
ujung-ujung.
Iya
karena gua dapat begitu soalnya kan kan
ujung-ujung kan benar tadi yang lu
bilang gelap
jarang kelihatan kan.
Ngapain orang belok-belok sampai ke
sonana belok-belok tuh. Nah, kalau kita
bangun hotel juga gitu tuh yang
kelihatan tamu dibikin cakep dari
lantainya marmer. Kalau enggak kelihatan
tamu udah lantainya keramik yang
kotak-kotak kecil itu aja gitu loh.
[tertawa]
Kamar mandi ya.
Iya kamar mandi.
Siap, Bro. Nanti update lagi ya, Bro ya,
mengenai ini market seperti apa dan
seterusnya.
Udah kali ada yang mau diupdate lagi
enggak dari lo sendiri?
Enggak sih. Udah itu aja
cukup ya.
Sip. Cukup.
Gua mau apresiasi buat lu ya karena lu
udah bantu biar gua agak sedikit tenang.
Jadi sini ada satu sendal yang bisa
mandi-mandi lu.
Waduh. untuk menuju langkah ke kebaikan,
Bro. Tuh.
Wah, keren.
Biar lu pas mau masuk ke tempat pijit
mikir, Bro. [tertawa]
Ini ada sendalnya ngingetin lu, Bro.
Sendal sirata. Kalau Teman-teman mau
dapetin juga sendalnya, cek aja di
bawah. Ini banyak dipakai sama
sendal-sendal pada saat umrah apa segala
macamnya.
Nah, siapa tahu kode juga kan meskipun
kita beda server tapi
y dong harus dong.
Langkah kebaikan kan enggak harus lu ke
tanah suci, bisa jadi luat tempat baik
gitu, Ben.
Mantap. Jangan lupa dibeli guys.
Siap. Retailnya ada di bawah. Cek aja
keranjangnya. Mantap. Terima kasih, Bro
Andre Game
siap. Thank you, Bro.
Thank you, Bro.
Siap.
kita kasih solusi
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.