TRANSCRIPTID

SG KU-4078 : Nadia Habibie

1h 23m 29s9,684 words1,803 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:51

Kami mohon perhatian hadirin. Acara

0:55

studium generale akan segera dimulai.

0:58

Asalamualaikum warahmatullahi

1:00

wabarakatuh. Selamat pagi, salam

1:03

sejahtera bagi kita semua. Pada hari

1:06

ini, Rabu, 4 Maret 2026, kita akan

1:10

mengikuti Studium Generale bersama Ibu

1:13

Nadya Habibi, M.Si. Executive Board

1:16

Habibi Center dengan topik kebutuhan

1:18

Talenta Muda di Sektor Teknologi.

1:22

Acara hari ini akan diawali dengan

1:24

menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia

1:26

Raya. Hadirin dimohon berdiri.

1:48

Indonesia

1:50

tanah airku,

1:53

tanah tumpah darahku.

1:58

Di sanalah

2:00

aku berdiri

2:02

jadi penduk.

2:08

Indonesia

2:10

kebangsaanku,

2:12

bangsa dan tanah airku.

2:17

Marilah kita berseru

2:23

Indonesia bersatu.

2:27

Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,

2:32

bangsaku, rakyatku semuanya.

2:37

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya

2:42

untuk Indonesia

2:45

Raya.

2:48

Indonesia Raya merdeka merdeka tanahku

2:54

negeriku yang kucinta

2:57

Indonesia Raya merdeka merdeka hiduplah

3:03

Indonesia Raya

3:07

Indonesia Raya merdeka merdeka tanahku

3:13

negeriku yang kucinta Cinta

3:17

Indonesia Raya. Merdeka, merdeka.

3:21

Hiduplah

3:23

Indonesia

3:25

Raya.

3:30

Hadirin disilakan duduk kembali.

3:44

Hadirin yang kami hormati, selanjutnya

3:47

kita akan mengikuti penyampaian sambutan

3:49

dari Wakil Rektor Bidang Komunikasi

3:52

Kemitraan, Kealumnian, dan Administrasi

3:55

ITB yang sekaligus akan membuka acara

3:58

pada hari ini. Kami silakan dengan

4:00

hormat Dr. Arikri Kusmara.

4:11

Bismillahirrahmanirrahim.

4:14

Ee selamat pagi untuk kita semua. Semoga

4:18

para mahasiswa yang saya lihat hampir

4:20

90% ini hadir ya ee semangat terus ee di

4:26

bulan suci Ramadan ini. Dan saya ingin

4:33

menyapa juga ee mahasiswa yang ada di

4:36

kampus Jatinangor dan kampus Cirebon ya.

4:39

Semoga juga ee jaringan dan juga ee

4:43

rekan-rekan di sana semua bisa ee

4:45

mengamati dengan seksama di kelas

4:49

masing-masing.

4:51

Baik, yang saya hormati

4:55

Ibu atau mungkin lebih akrab ya, Mbak

4:57

Nadya Habibi,

4:59

eksekutif board dari The Habibi Center.

5:02

Terima kasih sebuah kehormatan bagi

5:06

Institut Teknologi Bandung ya karena

5:09

keluarga besar

5:12

almarhum

5:14

mantan Wapres kita

5:17

yang kita banggakan Bapak Habibi adalah

5:21

beserta keluarganya tentunya ya. ini

5:23

sering bolak-balik ke ITB ya, menjadi ee

5:27

semacam

5:29

mitra terdekat kalau tidak disebut

5:31

saudara ya sampai hari ini terus

5:33

berkontribusi kepada ITB. Terima kasih

5:36

Mbak Nadya bersama the Habibi Centernya,

5:39

para pimpinan ITB ee Bapak Direktur

5:43

Kemahasiswaan dan Ibu Direktur Humas.

5:46

Terima kasih sudah hadir para dosen

5:49

pengampu juga, Mas Yorga selaku

5:51

moderator, terima kasih ya, serta

5:54

mahasiswa di manapun ee kita menyimak

5:58

acara ini ya. Jadi, salam sejahtera

6:01

untuk kita semua. Hadirin sekalian,

6:04

adik-adik mahasiswa yang saya banggakan.

6:06

Ee alhamdulillah kita kembali berkumpul

6:10

setiap hari Rabu di acara Studium

6:12

General ini. Jadi tema yang sudah

6:15

diusulkan atas koordinasi tim kami

6:19

dengan

6:21

Mbak Nadya dari The Habibi Center adalah

6:24

kebutuhan talenta muda di sektor

6:26

teknologi.

6:28

Sebagai informasi umum saja mungkin Bu

6:31

Nadya bahwa sudah sangat jelas ya

6:35

mahasiswa yang mengikuti acara ini atau

6:38

mahasiswa yang masuk ITB itu semuanya

6:41

adalah talenta-talenta unggul yang sudah

6:43

melalui seleksi-seleksi ya dan mayoritas

6:48

adalah nilai-nilai tertinggi

6:50

se-Indonesia yang masuk ke Institut

6:52

Teknologi Bandung. Jadi topik ini tentu

6:56

saja sangat strategis di tengah isu masa

6:59

depan Indonesia yang sedang

7:02

mempersiapkan bertransformasi

7:05

di dalam ekonomi digital. Kemudian

7:08

teknologi yang kemudian banyak sekali

7:12

mengubah berbagai sisi kehidupan kita

7:15

yang juga akan menjadi penggerak

7:16

pertumbuhan ekonomi. Jadi saya kira

7:19

kehadiran Mbak Nadya ini juga bersama

7:23

The Habibi Center akan memiliki makna

7:27

yang penting buat kita semua. Karena

7:30

juga yang tidak kalah penting untuk

7:33

adik-adik mahasiswa bahwa kita harus

7:35

juga menjadi listener ya. Biasanya di

7:37

ITW tuh banyaknya yang paling didengar

7:40

orang lain. Tapi jangan lupa kita juga

7:42

harus menjadi pendengar ya. Nah, jadi

7:45

dengan siapapun khususnya dengan

7:47

tokoh-tokoh nasional dengan

7:49

sumber-sumber yang memang akan menjadi

7:52

inspirasi buat kita agar seluruh

7:55

mahasiswa dan kita semua dan juga

7:57

Institut Teknologi Bandung selalu

7:59

terbuka atas berbagai masukan.

8:02

Jadi kita semua mengetahui bahwa The

8:05

Habibi Center ini dibentuk atas

8:09

inspirasi, karya, dan dedikasi besar

8:11

dari Prof. Dr. Ir. BJ Habibi, Tokoh

8:15

Bangsa, alumni Teknik Mesin ITB tahun

8:19

1954

8:20

yang memberikan Fondasi Besar Teknologi

8:24

dan Kedaulatan Teknologi Nasional. Mbak

8:28

Nadia dan adik-adik sekalian, Pak Rektor

8:31

sampai menemukan satu rumus ya, loop

8:35

pertumbuhan bangsa dengan teknologi itu

8:39

kurang lebih antara 15 sampai 20 tahun

8:42

ya. Dan itu beliau juga pelajari dari

8:45

langkah-langkahnya

8:47

almarhum Profesor Habibi ya. Jadi kalau

8:50

kita lihat pidato-pidato Pak Rektor

8:52

tentang kedaulatan teknologi di

8:55

Indonesia, salah satunya refering pada

8:57

projek besar Pak Habibi. Sayang sekali

9:00

saat itu ada krisis ekonomi ya. Kita

9:04

very close gitu ya untuk kemandirian

9:07

bangsa. Tapi pada saat tahun-tahun

9:11

terakhir ketika seluruh infrastruktur

9:13

teknologi itu sudah dikembangkan,

9:15

geopolitik tahun 90-an itu berubah

9:20

dan

9:22

projek besar loop terakhir itu tidak

9:26

bisa dilanjutkan karena ada intervensi

9:28

negara lain yang kemudian membuat kita

9:31

harus berjalan lagi dari nol manadia dan

9:35

dari sekian tahun kita kemudian berusaha

9:37

bangun lagi. lagi ya untuk menguatkan

9:40

teknologi ee kedaulatan teknologi kita.

9:43

Baik, adik-adik mahasiswa. Jadi isu

9:45

talenta muda di sektor teknologi ini

9:48

bukan saja wacana, kita perlu membangun

9:51

ekosistem yang mendorong riset

9:52

berdampak.

9:54

Jadi ITB sedang sekuat tenaga menyiapkan

9:57

talenta muda kita membuat trajektori

10:00

industri dan hilirisasi teknologi.

10:03

Mudah-mudahan ini dengan kepemimpinan

10:06

bangsa sekarang bisa bersinergi dan saya

10:09

harap masukan-masukan dari Habibi Center

10:11

khususnya Mbak Nadya ini kita dapat

10:15

mendapatkan pemahaman yang lebih

10:16

mendalam mengenai bagaimana teknologi

10:19

berperan dan seluruh talenta kita juga

10:23

berperan untuk pertumbuhan ekonomi yang

10:27

lebih kuat dan juga melibatkan berbagai

10:30

pihak secara inklusif. Jadi kepada Mbak

10:33

Nadya dan Habibi Center saya mengucapkan

10:35

terima kasih atas kesediaannya pagi ini

10:37

jauh-jauh dari Jakarta ya. Selamat

10:40

mengikuti Studio Jenderal ini. Semoga

10:42

diskusi hari ini membuka perspektif baru

10:45

untuk kita semua dan menumbuhkan

10:47

semangat kontribusi Institut Teknologi

10:49

Bandung untuk Indonesia. Asalamualaikum

10:52

warahmatullahi wabarakatuh. Dengan ini

10:54

acara kami buka. Makasih.

11:05

Hadirin yang kami hormati, kita akan

11:08

memasuki acara utama pada hari ini yaitu

11:11

Studium Generale yang akan dipandu oleh

11:13

moderator yaitu Bapak Muhammad Yorga

11:16

Permana, ST, MSI, PhD. Beliau adalah

11:19

dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB

11:22

dan saat ini mengemban amanah sebagai

11:24

Kasubdit Pengembangan Prestasi Mahasiswa

11:27

ITB. Kepada Bapak Muhammad Yorga

11:29

Permauna, PhD kami. Silakan.

11:44

Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum

11:46

warahmatullahi wabarakatuh.

11:47

Waalaikumsalam. Selamat pagi, Mas, Mbak

11:50

semua calon pemimpin bangsa, mahasiswa

11:53

ITB yang mengambil kuliah studium

11:55

jenderal baik itu di Ganesa, di

11:58

Jatinangor, maupun di Cirebon. Selamat

12:01

pagi Pak Rikrik, Mbak Nadia, Bu Lala,

12:03

Pak Insano, dan Bapak Ibu semua. Eh,

12:07

hari ini sebagaimana Pak Rik sampaikan,

12:09

kita kehadiran tamu yang sangat istimewa

12:11

begitu ya. Refleksi sedikit tadi yang

12:13

seperti Pak Rik sampaikan 72 tahun lalu

12:16

1954

12:18

Prof. Habibi itu mungkin duduk seperti

12:21

Mas, Mbah semua di ITB begitu ya.

12:25

Sayangnya atau syukurnya beliau 6 bulan

12:28

ada di sini sebelum melanjutkan

12:29

pendidikannya ke AKEN dan mempelajari ee

12:33

teknik penerbangan di sana begitu. Tapi

12:35

tetap saja kalau di ITB itu walaupun 6

12:38

bulan tetap disebut alumni ITB begitu

12:40

ya. Eh, hari ini setelah 72 tahun kita

12:44

kehadiran sosok yang

12:47

menjadi penerus begitu kali ya, Mbak ee

12:50

Mbak Nadya Habibi adalah cucu dari Pak

12:54

Habibi yang punya visi dan semangat yang

12:57

sama. Mungkin Mas, Mbak di tahun 98

13:00

2000-an belum pada lahir begitu ya.

13:03

Waktu itu kita berada di era kebanggaan

13:06

ketika N250 diterbangkan gitu ya. itu

13:09

menjadi ciri bahwa Indonesia ini akan

13:11

masuk ke ee ke negara industri begitu.

13:16

Dan sayangnya sebagaimana Pak Rikrik

13:17

sampaikan ada krisis ekonomi dan hari

13:20

ini kita masih mengenal istilah

13:22

deindustrialisasi begitu ya. Jadi hari

13:24

ini ee rasanya beban masa depan

13:27

Indonesia 2045 kembali kepada anak-anak

13:30

ITB gitu. bagaimana membalik

13:33

deindustrialisasi ini untuk ke depannya

13:35

seetarnya industri-industri strategis

13:37

apa yang perlu menjadi perhatian dan

13:40

setelah adik-adik lulus nanti oke saya

13:42

mau melanjutkan karir saya melanjutkan

13:45

studi saya untuk bidang atau sektor ini

13:48

dan selama 1 jam setengah ke depan kita

13:50

akan banyak berbicara mengenai masa

13:51

depan Indonesia industri strategis kita,

13:55

termasuk konsekuensinya kepada kebutuhan

13:57

talenta muda seperti apa untuk mengisi

13:59

pos-pos industri strategi ke depan.

14:01

yaitu teman-teman semua. Saya akan

14:03

sedikit memperkenalkan eh tamu kita pada

14:05

hari ini. Mbak Nadya Habibi merupakan

14:08

Andogota Executive Board The Habibi

14:10

Center, sebuah lembaga pemikir

14:12

independen yang didirikan oleh Presiden

14:14

BJ Habibi untuk mempromosikan

14:17

nilai-nilai demokrasi, tata kelola

14:19

pemerintahan yang baik, dan pembangunan

14:21

yang inklusif di Indonesia. Dalam peran

14:24

ini, ia turut berkontribusi dalam

14:26

mendorong berbagai inisiatif terkait

14:28

sustainability dan masa depan

14:30

pembangunan Indonesia.

14:32

Mbak Nadya juga menjabat sebagai

14:34

executive board Wisma Habibi Ainun.

14:37

Sebuah kediaman bersejarah yang

14:39

melestarikan dan mempromosikan warisan

14:41

Presiden Ketiga Republik Indonesia BJ

14:44

Habibi dan Ibu Negara Ainun Habibi.

14:47

Rumah ini merepresentasikan nilai cinta,

14:49

intelektualitas, dan budaya serta

14:51

menjadi ruang yang menginspirasi dialog

14:53

publik keterlibatan budaya dan

14:55

pembelajaran lintas generasi.

14:59

Sebelumnya Mbak Nadia bekerja di

15:00

Kementerian Koordinator Bidang

15:02

Kemaritiman dan Investasi di mana ia

15:05

terlibat dalam berbagai inisiatif

15:07

sustainability termasuk upaya

15:09

memperkenalkan insentif kendaraan

15:10

listrik untuk mendorong adopsi kendaraan

15:13

listrik di Indonesia. Ia juga turut

15:16

membantu menyelenggarakan Indonesia

15:18

Sustainability Forum yang mempertemukan

15:20

para pemimpin global seperti President

15:23

World Bank dan Managing Director IMF.

15:26

Sebelum berkimprah di sektor publik,

15:28

Nadya menjabat sebagai Chief of Staff to

15:31

the CEO des Sendit, salah satu

15:33

perusahaan financial technology

15:35

terkemuka di Asia Tenggara. Dan

15:37

sebelumnya Mbak Nadya meraih gelar

15:39

sarjana dari University of Chicago, one

15:42

of the best economic school in the world

15:46

dan gelar master di bidang finance dari

15:48

Imperial College Business School, United

15:50

Kingdom. Tanpa panjang lebar, mari kita

15:52

sambut dengan meriah. Beri tepuk tangan

15:54

sebesar-besarnya untuk Mbak Nadya

15:56

Habibi.

16:01

The floor is yours, Mbak.

16:05

Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum

16:07

warahmatullahi wabarakatuh.

16:11

Yang saya hormati Bapak Wakil Rektor

16:14

Bidang Komunikasi Kealumnian, Kemitraan

16:16

dan Administrasi, Pak Rikrik Kusmara dan

16:20

para pimpinan dan dosen pengampu ITB.

16:23

Dan juga tentunya good morning atau

16:25

selamat pagi ke teman-teman ITB atau

16:28

mungkin kalau E yang masih ada di sini

16:30

akan disebut cucu intelektual. Cucu

16:32

intelektualnya Eyang Habibi itulah

16:35

istilahnya beliau untuk ee pemuda-pemudi

16:39

Indonesia. Saya merasa sangat terhormat

16:42

bisa di sini. Ee semoga juga Eyang

16:45

bangga dengan saya yang berada di sini.

16:47

Em hari ini sebetulnya sangat saya

16:50

sangat excited karena saya eh ingin

16:54

bercerita mengenai sangat penting

16:57

urgencinya ya sebetulnya untuk talenta

16:59

muda masuk ke dunia teknologi. Tapi

17:02

tentunya saya juga enggak harus panjang

17:04

lebar ya menceritakan mengenai ini

17:06

karena teman-teman udah pasti masuk ke

17:07

dunia teknologi. That's why you're in

17:09

ITB gitu. Eh apa namanya? ini adalah

17:13

sekolah untuk mempersiapkan teman-teman

17:15

untuk masuk ke dunia teknologi. Mungkin

17:18

saya akan mulai dengan satu statement.

17:22

Next.

17:24

Every technological revolution

17:27

redistributes power. Pertanyaannya

17:30

adalah are we shaping technology or are

17:35

we being shaped by it? Apa nih

17:38

maksudnya?

17:40

Setiap revolusi teknologi selalu

17:42

mendistribusikan kembali kekuasaan.

17:45

Pertanyaannya adalah apakah kita yang

17:48

membentuk teknologi itu atau justru kita

17:52

yang dibentuk olehnya?

17:54

There is a lot of power in technology.

17:57

Kalau kita pelajari sejarah, peradaban

18:00

yang berpengaruh adalah peradaban yang

18:02

memiliki teknologi terdepan pada

18:05

masanya. Misalnya Mesir Kuno

18:09

dengan membangun kekuatan melalui

18:12

teknologi irigasi dan rekayasa bangunan

18:15

dan bisa menghasilkan peradaban besar di

18:18

sungai Nil

18:20

atau kekaisaran Otoman mengubah

18:24

keseimbang kekuasaan melalui teknologi

18:26

artileri dan meriam besar yang bahkan

18:30

memungkinkan mereka menaklukkan

18:32

Konstintanopel pada tahun 1453

18:35

Dan di era modern, Amerika Serikat

18:38

membentuk tatanan global melalui

18:40

teknologi penerbangan komputer, dan

18:44

internet yang kini menjadi fondasi

18:46

ekonomi digital dunia. Jadi kalau hari

18:49

ini kita ngomong mengenai AI,

18:51

semiconductor, dan komputasi canggih.

18:55

Dan ini semua dipegang oleh Amerika

18:57

Serikat, Tiongkok, Taiwan, Korea Selatan

19:01

dan mereka memiliki pengaruh besar

19:04

karena kita jadinya tergantung sama

19:06

mereka.

19:08

Nah, jadi pertanyaannya bukan apakah

19:11

kita akan menggunakan teknologi, tetapi

19:14

apakah kita turut menciptakannya

19:17

dan membentuknya?

19:19

Karena di setiap era mereka yang

19:22

membangun teknologi seringki menentukan

19:25

arah peradaban.

19:28

Next.

19:30

Mungkin ini ya yang dimaksud sama Eyang

19:32

atau yang ingin dibangun oleh Eyang.

19:34

Eyang ee BJH. Ketika beliau masih muda,

19:38

beliau memiliki mimpi untuk membangun

19:42

pesawat.

19:44

Kenapa?

19:45

Karena beliau sebetulnya adalah anak

19:47

daerah dari Gorontalo dan beliau ingin

19:51

bisa lebih cepat ke kota-kota lain

19:54

seperti ke Makassar.

19:56

Beliau melihat bahwa transportasi ini

19:58

bisa menjadi penghubung yang lebih baik

20:01

untuk Indonesia yang sebetulnya adalah

20:03

negeri kepulauan terbesar di Indonesia.

20:06

And I think that dream grew. It was much

20:10

bigger than that.

20:12

Terinspirasi sebetulnya dari pidatonya

20:16

Presiden Soekarno mengenai

20:18

industriindustriindustri

20:20

strategis.

20:22

Beliau semakin yakin bahwa membangun

20:25

industri pesawat bersama

20:27

industri-industri lainnya dapat merubah

20:30

konstelasi Indonesia di panggung global.

20:36

Membangun pesawat

20:38

tidak strategis because it's glamorous.

20:41

bukan karena glamornya

20:44

membangun pesawat strategis karena skill

20:48

ee tersebut membutuhkan keahlian dalam

20:51

material science, aerodynamics,

20:54

control system, precision manufacturing,

20:58

and supply chain. Jadi industri tersebut

21:01

dapat mendorong capability building di

21:05

ekosistemnya. Nah, itu kata kuncinya

21:07

capability building. Beliau percaya

21:10

bahwa teknologi ini dapat membawa

21:12

Indonesia untuk menjadi negara maju

21:14

dalam waktu yang paling cepat untuk

21:17

Indonesia bisa menjadi peradaban yang

21:20

terdepan, peradaban yang lebih

21:23

bermartabat.

21:25

Karena membangun industri ini

21:27

membutuhkan technological depth. Dan

21:30

technological depth inilah yang bisa

21:32

dipahami oleh teman-teman ITB. The

21:35

engineers, the nation builders.

21:38

Next. Oh, ya. Ini Eyang membangun

21:42

industri pesawat di IPTN atau sekarang

21:44

dikenal sebagai PT Dirgantara Indonesia

21:46

yang ada di Bandung.

21:49

Next.

21:50

Nah,

21:52

di tahun 1990

21:56

industri strategis merupakan

21:58

industri-industri tersebut. Jadi ada

22:00

pesawat, perkapalan, telekomunikasi,

22:03

kereta api dan seterusnya. Banyaknya di

22:05

heavy manufacturing. Karena pada waktu

22:08

itu inilah sektor-sektor yang bisa

22:10

menentukan kedaulatan.

22:13

Kedaulatan artinya untuk negara bisa

22:16

lebih mandiri dan lebih aman.

22:19

Indonesia dapat mencapai kemakmuran

22:22

dengan meningkatkan industri ke

22:24

sektor-sektor

22:25

yang berteknologi tinggi dan melalui

22:29

transformasi tersebut menjadi bangsa

22:32

atau peradaban yang lebih bermartabat.

22:35

Bagaimana? Hightech industry drives high

22:39

productivity.

22:40

High productivity drives high wages atau

22:43

upah. and high wages

22:47

give deep dignity. Jadi hari ini saya

22:50

mau bertanya, what are the strategic

22:53

industries in 2026?

22:55

Next.

22:57

Nah, mungkin kita cerita latar belakang

22:59

ya sedikit dan ini juga yang disampaikan

23:01

tadi oleh Mas Yogi bahwa memang sekarang

23:03

kita mengalami yang disebut

23:05

deindustrialization. Apa itu? Jadi di

23:08

tahun 1990 sebetulnya hampir sekitar 30%

23:13

berkontribusi ee manufaktur gitu ya,

23:15

berkontribusi ke PDB eh PDB em from

23:20

actually making things gitu. Namun di

23:22

tahun 9899 mungkin teman-teman belum

23:25

lahir ya di tahun '9899

23:28

Krismon terjadi. Jadi maka itu kita

23:31

melihat sedikit penurunan gitu di

23:33

sekitar tahun 2000-an terus naik lagi.

23:35

Kenapa bisa naik lagi? Karena sebetulnya

23:37

biaya tenaga kerja itu turun, maka itu

23:40

sebetulnya lowtech industries

23:41

berkembang. Jadi lowtech adalah seperti

23:44

kayak tekstil, eh otomotif gitu ya,

23:47

basic manufacturing. Nah, setelah itu

23:50

turun, turun, dan menurun. Kenapa?

23:52

Karena kita ee mengalami komoditi boom

23:55

dengan batu bara, kelapa sawit, dan

23:58

nikel. kita ekspor bahan mentah ke luar

24:02

negeri dan tentu bahan mentah ini

24:05

memiliki nilai yang jauh lebih rendah di

24:07

ee daripada finish goods gitu ya. Em

24:11

kalau misalnya kita ekspor finish goods

24:13

misalnya kalau kita ekspor ee biji kopi

24:17

dibanding sama kopi mesin gitu. Mana

24:20

yang lebih mahal tentunya kopi mesin

24:22

gitu ya. Nah, itu juga sama contohnya

24:24

misalnya dengan biji nikel dibanding

24:26

dengan baterai sel. Tentunya kalau

24:28

misalnya kita ekspor atau jual ke luar

24:30

negeri, baterai seluh lebih tinggi

24:33

nilainya dibanding sama biji nikel. Jadi

24:37

inilah yang terjadi. Kita lebih terlalu

24:39

banyak sebetulnya menjual bahan-bahan

24:41

mentah dan tren ini lanjut sampai hari

24:44

ini. Maka itu kita melihat bahwa kita

24:46

sekarang ada di angka 19%.

24:48

19% eh dari manufaktur yang

24:51

berkontribusi ke PDB which is very low

24:53

turun gitu ya 11% dalam waktu 30 tahun

24:56

atau 3 dekade.

24:58

Tentu kalau kita lihat dari PDB negara

25:01

kita masih bertumbuh setiap tahun tapi

25:03

itu pertumbuhannya berasal dari

25:06

commoditi, konsumsi dan juga service

25:09

atau jasa. Enggak ada yang salah

25:12

sebetulnya dengan ini. Tapi kalau kita

25:15

tidak invest dalam production base kita,

25:18

kita akan menghadapi beberapa risiko.

25:21

Next. Jadi, if we don't strengthen our

25:24

production base, pertama produktivitas

25:28

akan slow down dan maka itu upah pun

25:31

akan slow down. Lalu kita juga akan

25:34

berisiko masuk ke middle income trap.

25:37

Artinya negara ini tidak akan mandiri,

25:40

akan selalu seperti ini dan kita tidak

25:42

bisa mengalami

25:44

apa ya kehidupan yang lebih layak, yang

25:47

lebih yang lebih nyaman. Dan yang

25:50

ketiga, kita akan terlalu bergantungan

25:52

dengan negeri lain karena kita

25:54

membutuhkan teknologi lain. Jadi,

25:56

teknologi itu bisa tentunya menjadi

25:58

senjata ya sebetulnya in the good way or

26:01

in a bad way gitu ya. And that's why

26:03

kita harus invest di teknologi.

26:06

Dan tentunya kalau ini tiga terjadi, apa

26:09

yang what happens? Our brightest minds,

26:13

insinyurinsinyur kita yang paling pintar

26:16

akan kerja di luar negeri karena e apa

26:19

yang akan dialami adalah brain drain. Di

26:21

sini mereka tidak mendapat lapangan

26:23

kerja yang mereka inginkan dan mereka ke

26:27

luar negeri karena negara-negara lain

26:29

yang bisa menawarkan ee peluang-peluang

26:31

itu dan kita kehilangan talenta.

26:35

Nah, tapi tentunya ini tidak tentang

26:37

kembali ke masa lalu ya, Teman-teman.

26:40

It's about asking bagaimana cara kami

26:43

meningkatkan sistem produksi kita untuk

26:46

masa depan karena kita membutuhkan a

26:49

structural reform. Next.

26:52

Nah, ini adalah tiga industri yang

26:55

mungkin akan menjadi sangat relevan

26:58

untuk cucu intelektual atau teman-teman

27:00

ITB. ada green industry atau industri

27:04

hijau. Adapun digital dan intelligent

27:07

infrastructure. Dan yang terakhir adalah

27:10

water atau air dan pangan. Jadi sistem

27:14

air dan pangan. Dan saya mungkin akan

27:16

lebih banyak diskusi di ee pilar

27:19

pertamanya yaitu industri hijau sesuai

27:21

dengan ee eksperti saya.

27:24

Lanjut Green Industries. Oke, mungkin

27:28

kita mulai dengan satu pendekatan yang

27:30

sedikit menarik. Saya ambil contoh dari

27:32

buku saya. Next. Nah, saya sebetulnya

27:36

dengan teman-teman saya dari The Habib

27:37

Center telah membuat satu buku namanya

27:39

Climate Action 101 eh dan itu nanti akan

27:42

tersedia juga di website tapi nanti ada

27:44

QR code-nya juga. Dan di buku ini kita

27:48

sebetulnya memperkenalkan tiga tokoh.

27:51

Satu adalah Nabil, Susi, dan Lili. Kalau

27:54

kita combine tiga-tiganya jadi

27:55

sustainability, Susina Lili gitu.

28:01

Nah, ini kenapa kita menggunakan tiga

28:04

tokoh ini? Karena kita juga ingin

28:06

menunjukkan the complexity of

28:08

sustainability in Indonesia. Kalau

28:10

Nabil, he is an average guy that you

28:13

usually see in Jakarta biasanya

28:15

menggunakan mobil yang masih pakai

28:18

bensin, masih suka pakai AC secara boros

28:21

gitu ya. Dia tuh sebenarnya udah paham

28:23

mengenai krisis iklim, tapi dia enggak

28:26

terlalu peduli karena dia merasa ya will

28:28

I make a difference gitu ya. Dan banyak

28:31

orang kayak Nabil di sini mungkin ada

28:32

yang bisa relate enggak akan judge sih

28:34

saya.

28:37

Lalu ada Susi. Nah, kalau di buku kalau

28:39

enggak salah kita bilang Susi eh sekolah

28:42

di ITB ya, kuliah di ITB. Susi adalah

28:45

social justice warrior.

28:48

Susi. Oh, oke. Sekarang teman-teman

28:50

sudah mulai melag ya. Social Justice

28:52

Warrior. Pokoknya dia memilih hidup yang

28:56

enggak senyaman. Jadi pakai tumblr ke

28:59

mana-mana, pakai motor listrik atau

29:00

jalan ke mana-mana demi menyelamatkan

29:03

bumi. Nah, Sushi itu tahu sebetulnya

29:07

kalau dia pun sebetulnya not gonna make

29:09

that big of a difference. Tapi every

29:11

small step counts. Nah, enggak banyak

29:13

nih Susi di sini atau mungkin ada

29:15

teman-teman di sini yang relate sama

29:16

Susi.

29:18

Yang terakhir adalah si Lili. Siapa ini

29:21

Lily? Lily adalah guru dari Ternate. Dia

29:25

paham sekali mengenai sustainability dan

29:28

dia sebetulnya ingin mendorong

29:29

komunitasnya di eh Ternate untuk tidak

29:32

ketinggalan ekonomi, tapi juga tidak

29:34

ketinggalan dengan sustainability.

29:37

Kebetulan komunitasnya memang secara

29:40

default udah sustainable. Bukan karena

29:43

mereka sadar untuk memilih pilihan

29:45

hijau, tapi karena mereka enggak punya

29:47

pilihan lain. Jadi kalau mereka ke pasar

29:51

enggak pakai motor, mereka jalan because

29:53

they have no means to, gitu ya kan.

29:56

Orgak pakai AC because they have no

29:59

means to. Jadi memang di Indonesia juga

30:01

ada teman-teman yang sustainable, tapi

30:03

sustainable karena enggak ada pilihan

30:05

dan sayangnya mereka jadi sedikit

30:07

tertinggal di apa namanya masa

30:10

modernitas kita. So, let's reflect on

30:14

these three characters. Sustainability

30:16

is a very complex issue di Indonesia

30:18

apalagi karena banyak sekali ketimpangan

30:21

eh social economic background ya di

30:23

sini. Next. Nah, ini adalah satu

30:26

matriks, Teman-teman.

30:29

Jadi ada xa axis sama y axis ya.

30:34

Xis-nya di sini kalau paling kanan

30:37

adalah modern life, kiri simple life.

30:40

Jadi kalau kita lihat misalnya Lili itu

30:42

simpel ya, simpel karena lebih banyak

30:45

jalan mungkin enggak menggunakan AC dan

30:48

ee alhasil ya Lily jadinya enggak

30:52

menyebabkan terlalu banyak polusi atau

30:54

carbon emissions.

30:56

Sebaliknya, Sushi atau Nabil karena

30:58

mereka juga eh ingin eh mendapat

31:02

kenyamanan dari eh modern life, jadinya

31:05

mau enggak mau mereka harus menghasilkan

31:07

lebih banyak carbon emissions. Dan

31:09

itulah sebetulnya menjadi dilema untuk

31:11

Indonesia. Kita mau berkembang, tetapi

31:14

kalau kita berkembang artinya kita harus

31:16

mengeluarkan lebih banyak emisi dong. Ya

31:19

kan? By the way, Teman-teman di sini ada

31:21

yang udah ada yang belum paham emisi

31:24

kah?

31:28

emisi adalah eh intinya greenhouse gas

31:31

ya atau gas rumah kaca yang kita bisa

31:34

keluarkan dari aktivitas ekonomi kita

31:37

sehari-hari. Bahkan sekarang hari ini,

31:40

hari ini pun gitu ya di ee gedung ini

31:43

kita mengeluarkan emisi karena kita

31:45

menggunakan listrik dan bauran listrik

31:47

kita gitu ya belum begitu hijau. Jadi 24

31:50

jam kita sebetulnya mengeluarkan emisi

31:52

kalau kita memang bisa menikmati

31:54

kehidupan yang lebih modern. Nah, jadi

31:57

teman-teman sekalian yang kita pengin

31:59

tuh adalah di kuadran 4. Bagaimana kita

32:03

bisa mendorong Susi ke kuadran 4 e ke

32:06

kuadran sisi kanan tapi enggak ke Nabil,

32:09

maunya ke bawah gitu. Karena kalau ke ke

32:12

Nabil ya berarti kita akan lebih emisif

32:14

dong, Teman-teman ya. Dan itu sebetulnya

32:16

yang menjadi ee kesulitan sebetulnya di

32:19

Indonesia gitu. Karena memang belum

32:21

banyak ee apa namanya?

32:25

contoh ekonomi yang bisa eh breaking

32:28

this chain. Because if you want to

32:30

create economy, biasanya kita mendorong

32:33

industri. Industri biasanya menggunakan

32:36

fossil fuel. Fossil fuel biasanya

32:38

mengeluarkan emisi. That's the chain.

32:42

Nah, the key is in green industry.

32:44

Bagaimana kita bisa memutuskan

32:48

ee rantai itu.

32:50

Oke, next.

32:53

Jadi ini sih yang tadi saya sampaikan,

32:55

Indonesia's prosperity

32:58

will not be determined by how much we

33:01

take from nature but by how we utilize

33:05

it through efficiency and innovation.

33:10

Apa yang aku maksud dengan ini? Selama

33:12

ini kita kalau mau berpenghasilan harus

33:17

selalu ngambil dari sumber daya alam dan

33:20

enggak ada konsekuensi kadang-kadang

33:21

gitu.

33:22

Karena kita ngambil dari sumber daya

33:24

alam, jadinya ada cost. Dan who bears

33:26

that cost? Of course, the world, this

33:29

world that we live in. But it's also the

33:31

most vulnerable, masyarakat yang paling

33:34

rentan dan biasanya paling marginal yang

33:36

kena gitu. Dan maka itu kita juga harus

33:39

lihat efisiensi dan inovasi mana yang

33:42

bisa kita pakai agar kita bisa memutus

33:45

siklus ini.

33:47

Begitu, Teman-teman. Maka itu, green

33:49

industry itu sangat penting dan aku

33:51

sangat excited bisa ngobrol dengan

33:53

nation builders di sini karena I think

33:55

this is the right spot where we can find

33:58

the brightest minds to crack the hardest

34:02

problems. Ya,

34:04

next.

34:07

Jadi untuk kita bisa mencari new green

34:10

industri sebetulnya sih eh karena saya

34:12

juga background-nya pernah di startup

34:15

ya, ada yang kita sebut namanya product

34:18

market fit

34:20

dan what we need is a lot of product

34:22

market fit. Apa itu product market fit?

34:25

Kita membangun satu produk yang diterima

34:30

oleh pasar.

34:33

Tapi produknya kali ini adalah hijau dan

34:36

pasarnya pun ingin menyerap produk

34:39

hijau.

34:41

Nah, kenapa kali ini sampai sekarang

34:43

belum banyak produk hijau? Karena

34:45

kebiasa biasanya produk hijau itu lebih

34:49

mahal dibanding produk biasa.

34:52

E beberapa tahun yang lalu atau electric

34:55

vehicles, mobil, motor, listrik mahal.

34:58

Tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah?

35:01

Pemerintah

35:02

membuat beberapa insentif agar bisa

35:06

menurunkan harganya. Dan ketika harganya

35:10

diturunkan ini bisa di-enjoy, dinikmati

35:12

oleh teman-teman. Maka itu kita juga

35:15

melihat jauh lebih banyak EV sekarang di

35:17

pasar karena demand-nya dari pasarnya

35:21

makin naik. Nah, we need more of those.

35:24

Tapi having more of those itu tidak

35:26

gampang karena kita butuh semuanya untuk

35:28

bisa berkolaborasi.

35:32

Kita butuh dari pemerintah tentunya,

35:34

dari akademisi,

35:36

dari teman-teman yang muda gitu ya.

35:39

Pokoknya dari siapapun lah kita harus

35:41

berkolaborasi.

35:43

Next.

35:46

Nah, ini mungkin sedikit snapshot ya

35:48

teman-teman. Sektor-sektor mana sih yang

35:52

menghasilkan paling banyak emisi?

35:55

Secara sejarah paling besar memang ada

35:57

di volu atau alam. Apa yang dimaksud

36:01

dengan ini?

36:03

Karena kita sudah menebang banyak sekali

36:04

pohon dan ketika kita menebang pohon,

36:07

keluarlah si emisi yang tadinya terserap

36:10

dari pohon-pohonnya.

36:12

Itu ada di 34%. Lumayan tinggi ya. Lalu

36:16

ee adapun industri, jadi kalau kita

36:18

lihat pabrik-pabrik teman-teman tentunya

36:20

keluarlah si emisi atau polusi. Dan

36:24

memang industri ini karena kita juga

36:26

ingin menjadi negara yang lebih maju

36:29

akan lebih naik emisinya. Itu biasanya

36:33

memang kayak begitu apa namanya trennya.

36:35

Tapi semoga jika industri ini naik

36:38

emisinya yang lain rendah ee lebih

36:40

rendah sehingga kalau net-net jadi lebih

36:43

rendah.

36:44

Lalu tentunya dilanjut dengan ketenaga

36:47

listrikan karena sekarang bauran listrik

36:51

kita kebanyakan dihasilkan oleh batuara.

36:55

Lanjut dengan makanan, pangan,

36:57

agriculture, transportasi, waste, dan

37:00

building.

37:02

Nah, kita juga, saya sih sebetulnya

37:04

ingin menunjukkan ini karena I wan to

37:06

show you that there are a lot of

37:08

opportunities sebetulnya di setiap

37:10

sektor ini. Tapi tentunya walaupun

37:14

banyak sektor apa eh peluang di setiap

37:17

sektor, kita juga harus ini ya apa

37:21

namanya? Realistis mana sih yang paling

37:23

low hanging fruit. yang mungkin saya

37:25

bisa berkontribusi atau teman-teman

37:27

langsung bisa berkontribusi sekarang.

37:29

Nah, next.

37:32

Kita tentunya harus lihat dari di mana

37:34

sih Indonesia paling unggul.

37:38

Indonesia itu paling unggul di menurut

37:41

saya sih di tiga hal ya. Yang pertama

37:44

adalah nikel karena memang reserves kita

37:47

paling besar di dunia. Lalu juga

37:49

renewable energy karena potensi kita

37:51

luar biasa. Jadi nomor satu dan nomor

37:54

dua itu berkaitan sekali sama SDA atau

37:56

sumber daya alam kita. Ee dan yang

37:59

ketiga sebetulnya adalah pasar kita.

38:03

Pasar kita telah menerima baik e

38:05

menerima EV baik sekali EV mobil ya. Eh

38:09

jadi dalam waktu sangat cepat dalam 1

38:12

tahun gitu eh EV car sales atau

38:14

penjualan EV eh car itu naik jadi 12%

38:19

sebetulnya dan itu dahsyat sekali. ee

38:22

penjualan

38:23

keempat paling besar tahun lalu kalau

38:25

enggak salah BYD deh Toyota terus siapa

38:28

siapa baru yang nomor empat BYD. Jadi

38:30

dahsyat sekali sebetulnya mereka itu

38:31

bertumbuh dengan sangat besar. Very

38:33

exciting. Saya juga sudah pernah ke

38:35

headquarters di BYD di Shenson. Luar

38:38

biasa sebetulnya di situ paling lebih

38:40

banyak ee perempuan ya yang menjadi

38:43

talentanya mereka dibanding laki-laki.

38:44

Jadi itu sangat menarik juga. Nah, balik

38:47

lagi ke apa namanya slide ini. Jadi, di

38:51

sisi kiri kita melihat bahwa memang SDA

38:53

kita itu sangat menarik untuk bisa ee

38:56

apa namanya? mendalami industri ini dan

38:59

juga pasar kita. Tapi SDA dan market

39:02

kita sendiri itu tidak cukup.

39:05

Kita butuh juga SDM, sumber daya manusia

39:08

yang bisa mengelola ini semua. Maka itu

39:11

kita lihat di sisi kanan kita

39:12

membutuhkan battery engineers, power

39:15

electronic experts, grid optimization

39:19

specialist, energy storage designers,

39:22

dan juga carbon accounting system.

39:25

Jujur, the list goes on gitu ya. Dan

39:27

bahkan untuk teman-teman yang enggak

39:29

stem, mungkin di sini kebanyakan stem

39:31

ya, banyak juga sebetulnya

39:33

peluang-peluang yang bisa masuk eh ke

39:36

industri hijau yang not stem related.

39:39

Jadi kalau teman-teman nanti lihat buku

39:40

aku ee bukuku tuh sebetulnya didesain

39:43

oleh beberapa anak-anak ee ITBFSRD

39:47

sebetulnya gitu ya. Jadi mereka tuh

39:49

keren banget bisa juga eh apa namanya?

39:53

Understand the concepts and make it more

39:56

eh understandable sebetulnya untuk para

39:59

Jenzi. Jenzy itu penting banget untuk

40:02

bisa di di apa namanya? to to teach them

40:08

green industry karena this is really the

40:10

industry of your future gitu and you

40:12

will be most impacted by climate change.

40:16

So we need it. Next.

40:19

Oh ya ini dia bukunya

40:22

sedikit self promotion mohon maaf.

40:27

Jadi bukunya sudah ada di Gram Media.

40:29

Alhamdulillah sudah naik cekak yang

40:31

kedua. Tapi ee ada juga free apa

40:35

namanya? Free addition-nya e-book-nya di

40:39

eh website The Habibi Center. Jadi

40:41

teman-teman juga bisa check it out.

40:43

Kalau enggak salah edisi yang ada di The

40:45

Habibi Center itu berbahasa Inggris.

40:48

Oke,

40:50

sip. Mungkin juga teman-teman juga bisa

40:52

cek siapa nih teman-teman ITBF FSRD yang

40:55

aku libatin. Ada kok di sana

40:57

foto-fotonya.

41:00

Oke, next.

41:02

Nah, ini pilar yang kedua. Pilar yang

41:04

kedua mungkin aku enggak akan bahas

41:06

sedalam yang tadi karena memang ee belum

41:09

eksertis aku, tapi juga menjadi sangat

41:11

menarik untuk teman-teman explore yaitu

41:13

digital and intelligent infrastructure.

41:16

Jadi, Indonesia itu sebetulnya secara

41:19

digital eh digital ekonomi memang sangat

41:22

bertumbuh di sini, tapi memang semuanya

41:24

lebih berkaitan dengan konsumsi kita.

41:26

Jadi kalau kita lihat, our biggest

41:28

digital companies are all consumption

41:31

related. Either their marketplace

41:33

seperti Tokopedia, Shopee gitu ya.

41:35

Walaupun Shopee bukan di Indonesia sih

41:37

atau eh marketplace juga yang

41:39

mencocokkan antara para ojek gitu ya dan

41:42

juga eh konsumen seperti Grab, Gojek

41:45

gitu. Tapi memang di sini enggak banyak

41:47

yang masuk ke infrastruktur.

41:50

Dan kenapa infrastruktur itu sangat

41:51

penting atau kadang-kadang orang juga

41:54

bilang ini adalah deep tech because this

41:56

is something that you can jual to other

41:59

eh countries gitu ya. Ini secara nilai

42:02

tambahnya lebih besar lagi. Kita tidak

42:05

hanya ngomongin mengenai market, kita

42:06

ngomongin juga mengenai value at gitu.

42:09

Next.

42:11

Jadi sebetulnya peluangnya banyak di eh

42:15

ini di deeptech atau yang kita sebut

42:17

bagaimana kita juga bisa mengengineer

42:19

the backbone backbone of digital supaya

42:23

kita tidak hanya menjadi user tapi kita

42:26

juga menjadi creator di sini enggak tahu

42:29

ya kalau teman-teman bisa baca bisa baca

42:30

enggak teman-teman sulit ya oke aku

42:33

bacain ya satu persatu eh satu energy

42:37

efficient data center ini menarik sekali

42:39

jadi data center yang green ini menjadi

42:42

irisan antara digital infrastructure dan

42:46

tadi ya kita sebut green eh industry

42:49

yang menurut aku sebetulnya takut jatuh

42:52

yang menurut aku sebetulnya bisa menjadi

42:54

keunggulan Indonesia karena Indonesia

42:56

banyak lahannya dan Indonesia pun banyak

42:58

SDA-nya, renewable energy potential-nya.

43:02

Adapun age computing

43:05

atau industrial automation ya, eh AI

43:10

deployment.

43:12

Nah, banyak sebetulnya peluang gitu ya

43:15

untuk masuk ke deeptech untuk kita bisa

43:17

merancang infrastrukturnya. Tapi kita

43:19

pun juga harus realistis mana sih yang

43:22

bisa impactful banget untuk Indonesia

43:24

berdasarkan

43:26

keunggulan-keunggulan kita. Karena

43:28

memang enggak semuanya gitu ya, kita

43:30

bisa menang. AI misalnya menurut aku

43:33

mungkin udah lumayan ketinggalan kita

43:34

kalau dibanding sama negara-negara yang

43:36

lain. US sama China, they spent like

43:38

billions, trillions already gitu. Should

43:41

we?

43:43

Probably not gitu ya kan. That's why

43:45

mungkin kita harus melihat juga di

43:46

negara mana sih menjadi keunggulan kita.

43:50

Oke, next.

43:53

Nah, ini yang terakhir pilar ketiga yang

43:56

sebetulnya saya juga ingin studi lebih

43:58

dalam lagi, pelajari lebih dalam lagi.

44:00

Water and food systems mungkin menjadi

44:02

lumayan mengejutkan untuk teman-teman

44:04

sekalian karena ini lumayan basic ya.

44:06

Tetapi kadang-kadang kita jadi lupa sama

44:08

hal-hal yang basic dan apalagi di iklim

44:13

yang penuh dengan ketidakpastian

44:15

sekarang apalagi apa yang terjadi this

44:17

weekend gitu. We really need to be sure

44:21

about our food and water.

44:26

Swasembada pangan dan swasembada air.

44:29

Dan semua

44:31

eh problem-problem ini adalah

44:33

problem-problem engineering sebetulnya

44:35

teman-teman sekalian gitu. kita pertama

44:38

the basics of pangan dan water mungkin

44:40

next sor

44:42

banyak problem tentunya di sisi kiri

44:45

kalau kita lihat kita menggunakan

44:47

teknologi yang ee sudah tidak layak lagi

44:50

atau sudah tidak sesuai dengan zamannya

44:53

gitu ya sehingga yield atau production

44:56

of pangan

44:58

jadi rendah dan maka itu kita jadi harus

45:00

impor

45:02

banyak. Lalu ingat lagi ya teman-teman,

45:05

kita adalah negara kedaulatan. Eh

45:07

kedaulatan kepulauan.

45:10

Artinya apa? Artinya distribusi akan

45:12

sulit sekali. Kadang lebih banyak air

45:14

misalnya di Kalimantan, di Sumatera,

45:16

tapi malah kebutuhannya lebih banyak di

45:18

Jawa. Jadi artinya distribusi itu harus

45:21

ngalir dari ee pulau lain ke pulau Jawa

45:25

dan sebaliknya.

45:27

Dan eh menariknya juga manajemen air

45:31

kita itu sebenarnya terdesentralisasi.

45:35

Bagus tapi juga enggak bagus. Kenapa?

45:37

Kalau kita ingin menetapkan satu standar

45:39

jadinya sulit banget gitu, tidak scale

45:41

dengan baik. Jadi di sini banyak sekali

45:44

sebetulnya opportunity to unlock and ini

45:46

memang menjadi prioritas karena tanpa

45:49

air, tanpa pangan atau tanpa air pun

45:52

kita tidak bisa hidup lagi. So this is

45:55

really priority number one. Jadi ya

45:57

seperti yang aku sampaikan tadi eh it's

45:59

all engineering problems gitu. What we

46:01

need is smart monitoring systems,

46:04

intelligent water management, efficient

46:06

storage and distribution, dan juga

46:08

climate and system modeling.

46:11

Next.

46:13

Nah, ini mungkin saya rangkum lagi

46:15

sebelum saya tutup. Jadi, semangatnya

46:18

Eyang itu masih ada sebetulnya. Mungkin

46:20

bentuknya aja yang sedikit berbeda ya.

46:22

Eyang itu banyaknya di heavy high tech

46:25

manufacturing gitu. Mungkin karena dunia

46:28

sudah berbeda itu masih kita lanjutkan

46:30

tapi dilengkapi dengan yang lain-lain.

46:32

Green industries, digital intelligence,

46:36

system resilience. sistem res menarik

46:38

karena ternyata kita harus kembali lagi

46:39

ke basics untuk bisa eh memastikan bahwa

46:43

kita aman apalagi di tengah

46:46

ketidakpastian ini. Jadi these are the

46:48

four things that you can look into to

46:51

think about your career ya and how you

46:53

can contribute to the country because

46:55

again engineers are nation builders.

47:00

Lanjut.

47:02

Nah, ini ingin menunjukkan aja bahwa di

47:05

Indonesia kita ada 64 juta eh talenta

47:09

muda,

47:11

tapi you guys are top 1% top five top 1%

47:14

gitu ya kan. Why you gitu ya?

47:19

Kenapa kalian yang mungkin apa eh yang

47:23

perlu masuk ke industri-industri ini?

47:26

Because work is not just about getting

47:29

money in my opinion. Of course it is.

47:31

But after you reach a certain point and

47:34

especially when you look at Indonesia

47:36

you want to give back

47:38

because Indonesia has the potential and

47:41

especially in this room we have a lot of

47:43

potential.

47:46

We don't want that potential to come to

47:48

waste

47:50

and if we don't want that to come to

47:51

waste we want to invest in this country

47:53

in one way or another. Gitu.

47:57

And there are many ways that we can look

47:59

into that. Mungkin nanti kita ngobrol

48:00

lebih dalam lagi di Q&A kita. Jadi aku

48:03

akan sangat excited untuk mendapat

48:05

pertanyaan-pertanyaan dari teman-teman

48:07

dan aku pun sebetulnya ingin mendengar.

48:09

I wan to be a listener juga gitu ya ke

48:10

teman-teman. How do you feel about the

48:13

future? How do you feel about future

48:15

jobs? especially being the brightest and

48:17

the strongest in the country right now.

48:24

Let's talk about that. Ya, next.

48:27

Nah, ini mungkin aku ingin akhiri dengan

48:30

satu statement lagi. Nations that build

48:33

complex foundational technologies of the

48:35

future shape the future. Jadi, ini

48:37

sebetulnya yang diinginkan oleh Eyang

48:39

Habibi. Eyang Habibi sebetulnya ingin

48:42

mendepankan Indonesia di panggung

48:44

global.

48:46

agar kita bisa meraih kedaulatan, tapi

48:50

we can also be a dignified nation and a

48:52

dignified civilization.

48:56

Dan saya rasa bisa kita realisasikan

48:59

juga bersama. Terima kasih.

49:08

Makasih banyak Manadia. A very inspiring

49:11

eh talk gitu ya. Eh, dan kayaknya beban

49:15

moralnya lebih tinggi deh gitu ya.

49:17

Berapa kali Mbak Nadia cerita tentang

49:18

engineers as a nation builders dan

49:21

rasanya ya tadi it's not only about how

49:25

we work in the future but also how we

49:28

give impact to the society of course

49:30

gitu ya. Eh, sebelum saya floor ke

49:33

teman-teman, kita masih punya banyak

49:34

waktu silakan the brightest mind

49:35

disiapkan pertanyaannya. Saya ingin

49:38

bertanya satu pertanyaan aja, Mbak,

49:40

mengenai eh reflecting back kalau Mbak

49:43

Nadia kembali 10 tahun lalu baru lulus

49:46

S1 gitu ya. Eh, jalan mana yang perlu

49:50

kita pilih gitu. Berbicara dengan

49:52

teman-teman ini kan banyak di tengah

49:55

ketidakpastian hari ini banyak anxiety

49:58

gitu ya, uncertainty word ini saya harus

50:00

ngapain sih gitu. Tentu pats-nya banyak

50:03

gitu. Ada yang mau professional career

50:05

first, ada yang mau langsung start

50:07

entrepreneur, lanjutin family bisnis,

50:11

S2 ke luar negeri,

50:13

pulang atau enggak. So, what path do you

50:17

suggest for yourself 10 years ago or for

50:21

them gitu? for myself ya. By the way 10

50:24

tahun yang lalu aku jauh lebih santai

50:25

daripada sekarang sih. Jadi mungkin gak

50:27

10 tahun Nadya 10 years ago will not

50:30

relate to Nadia now. Tapi kalau eh apa

50:35

namanya? Eh, the Nad now can reflect

50:38

back and change 10 years ago dan ingin

50:41

membuat suatu legacy ya. Eh, saya

50:46

mungkin akan menjadi memilih satu

50:48

keahlian

50:50

dan mencari di mana saya bisa lebih

50:53

mendalami eksperti itu di manapun itu

50:57

gitu. Karena

51:00

ya menurut aku memang we need more

51:02

expertise and I think kita bisa

51:04

menyumbang lebih banyak ide tapi juga

51:07

eksekusi. Jadi ide dan eksekusi itu

51:09

dua-duanya sama penting ke Indonesia

51:12

gitu ya dengan keahlian kita.

51:16

Kasih tepuk tangan untuk jawaban Mbak

51:17

Nedia.

51:20

Iya. usia 20 sampai 30 tahun rasanya

51:23

waktu yang tepat untuk m-deeper

51:25

expertise kita begitu ya dan di mana

51:27

kita bisa mengisi ruang kosong

51:28

mungkin kalau aku boleh tambah expertise

51:30

itu sebetulnya eh atau where you want to

51:32

focus itu enggak gampang ya karena kan

51:34

aku kalau sama Eyang itu agak sedikit

51:36

berbeda. Jadi Eyang itu kalau when he

51:38

was born he already knew he wanted to

51:40

make airplanes gitu ya kan aku enggak

51:42

bisa relate gitu. Jadi, waktu aku lahir

51:44

mungkin karena udah beda ya eranya atau

51:47

masanya, kebanyakan pilihan jadinya agak

51:49

bingung gitu mau mau mau fokusnya sama

51:52

mana. Tapi enggak apa-apa juga sih. Dan

51:54

eh aku rasa we need to take our time

51:56

karena it takes more than just being

51:59

logical ya menurut aku untuk memilih

52:01

satu bidang. You have to be passionate

52:02

about it gitu. Kenapa? Kalau enggak

52:05

passionate, not gonna put more hours dan

52:07

kalian juga enggak akan berkorban gitu

52:09

ya untuk bidang ini. Dan memang butuh

52:12

banyak pengorbanan untuk menjadi ahli

52:15

gitu ya dalam satu bidang. Emm begitu

52:18

sih kurang lebih

52:20

karena pasti ada suffering yang harus

52:22

dilalui ya Mb ya.

52:22

Pasti pasti

52:23

enggak mungkin indah semua. Oke kita

52:26

masuk ke saya pertanyaan tiga orang dulu

52:28

perempuan nomor satu ya baru kita ke

52:30

laki-laki. Oke siapa yang mau bertanya?

52:33

Ayo, ayo. The brightest mind, nation

52:35

builder, engineers,

52:37

scientist.

52:39

Kita kalau enggak dosen-dosennya dulu

52:41

yang nanya loh. Enggak ada yang mau

52:42

nanya nih. Enggak ada. Satu

52:46

perempuan satu dua parikrik satu. Oke,

52:50

boleh ke mik dulu parik ketiga ya.

52:53

Mbaknya dulu baru masnya baru pariklik.

52:56

Silakan

52:58

kenalan dulu ya. Oke, terima kasih

53:01

banyak atas kesempatannya, Pak. Bu,

53:03

perkenalkan saya Amalia Putri dengan NIM

53:05

13522042

53:08

dari Teknik Informatika ITB tahun 2022.

53:12

Dipanggilnya siapa, Mbak?

53:13

Amel aja.

53:14

Amel

53:14

ya. Ee, jadi saya izin bertanya tentang

53:19

emisi.

53:20

Tadi kita tahu bahwa kelistrikan itu

53:22

menghasilkan emisi sebanyak 70% dan

53:26

transportasi sebanyak 9%.

53:29

Kita tahu ada bahan bakar fosil,

53:31

listrik, dan juga yang baru itu ada

53:34

hidrogen.

53:35

Hidrogen kita tahu menghasilkan emisi

53:38

sebanyak 0%.

53:40

Kenapa kita tidak dari awal menggunakan

53:42

bahan bakar inhidrogen yang memiliki 0%

53:45

emisi misalnya di Jerman dibandingkan

53:49

dengan listrik dan bahan bahan bakar

53:52

fosil. Apa yang membatasi kita? Dan itu

53:55

aja pertanyaan saya. Terima kasih.

53:58

Terima kasih, Mbak Amel. Wow, ini

54:00

pertanyaan langsung ya nembak ke eh

54:03

pertanyaan yang teknis gitu mengenai

54:05

hidrogen. Saya tuh sebetulnya mendukung

54:07

kedua teknologi gitu ya. Tapi kalau kita

54:10

lihat di pasar sebetulnya yang ee sudah

54:13

diterima oleh lebih banyak konsumen

54:15

adalah C EV dan jawabannya kenapa?

54:18

Sangat eh simpel sih karena harganya

54:20

lebih murah. Kalau hidrogen itu masih

54:22

mahal, belum achieve apa scalability-nya

54:26

belum secepat EV. Sehingga memang untuk

54:29

membeli satu mobil hidrogen tuh jauh

54:31

lebih mahal daripada mobil EV gitu ya

54:33

kan. Jadi makanya tadi saya sebut ee apa

54:36

namanya frase produk market fit gitu ya.

54:40

Produknya ada misalnya hidrogen tapi

54:43

marketnya itu salah satu komponennya

54:45

adalah harga gitu ya kan. Jadi harga itu

54:48

penting juga agar bisa lebih gampang

54:50

diserap oleh pasar. Nah, itu sih

54:52

sebetulnya problemnya kalau misalnya nih

54:54

hidrogen ee ketemu satu cara untuk itu

54:57

menjadi lebih scalable sehingga lebih ee

55:00

apa harganya lebih murah itu mungkin

55:02

bisa diterima dengan market. Tapi kita

55:05

tidak bisa mendikte market ya sebetulnya

55:07

itu memang memiliki mekanisme sendiri

55:09

yang harus kita percayakan.

55:13

Iya. Baik, terima kasih banyak Bu Nadya

55:16

atas jawabannya.

55:18

Yang kedua,

55:24

baik, selamat pagi sebelumnya. Terima

55:26

kasih atas kesempatannya Mbak Nadya

55:28

untuk pertanyaannya. Ee perkenalkan nama

55:30

saya Anas dari Teknik Elektro. Ee yang

55:34

Habibi ini sangat menginspirasi saya.

55:37

Saya juga sekolah di SMA yang dibangun

55:40

oleh beliau di Gorontalo.

55:43

Pertanyaan saya mungkin sedikit politis.

55:46

Pertanyaan saya mungkin sedikit politis.

55:48

Ee agak di luar dari presentasi Mbak

55:51

Nadya. Namun saya sangat tertarik dengan

55:54

gerakan yang dilakukan oleh The Habibi

55:56

Center.

55:58

Tentu dengan SBM yang baik, namun tidak

56:02

ada penyerapan di dalam industri di

56:04

nasional seperti yang sudah dibilang

56:06

akan terjadiin.

56:09

Saya ingin tahu seperti apa gerakan dari

56:11

HB Center terkait hasil diskusi

56:14

intelektualitas yang dibuat atau

56:17

dilaksanakan kepada pemilik kekuasaan

56:20

tertinggi di negara ini yaitu negara

56:23

atau pemerintah untuk mendorong supaya

56:27

dibangunnya industri untuk memodernisasi

56:30

Indonesia, memajukan Indonesia ini

56:32

berhasil dan sesuai dengan PET yang

56:34

benar. seperti itu.

56:37

Ini mungkin masalah yang mirip dihadapi

56:39

dengan yang Habibi di masa lalu ketika

56:42

mengembangkan industri penerbangan yang

56:45

birokrasinya sangat memusingkan menurut

56:47

saya. Mungkin cukup sekian terima kasih.

56:52

Terima kasih banyak Mas Anas. Wow di

56:54

sini memang pertanyaan yang langsung to

56:56

the point banget ya. Ya, I appreciate

56:58

it. Em, kalau aku boleh rangkum berarti

57:02

bagaimana eh THC melakukan lebih banyak

57:04

stakeholder management ya agar bisa

57:07

memastikan eh arah kita di arah yang

57:10

benar dan tepat. Begitu ya. Em itu

57:13

memang yang dilakukan oleh The Habib

57:14

Center. Jadi, The Habibi Center adalah

57:16

satu think tank sebetulnya yang

57:18

memperjuangkan demokrasi. Demokrasi itu

57:20

sangat luas. Ee intinya sih kita memang

57:23

ingin memastikan bahwa orang-orang

57:25

mendapat haknya ya kan. hak asasi

57:27

manusia dan salah satu hak itu juga hak

57:29

ekonomi yang kita sebut di sini kan hak

57:31

ekonomi. Kita melakukan banyak

57:33

stakeholders tentunya eh stakeholder man

57:35

managementen dengan banyak KL. Saya

57:37

termasuk Bapak saya termasuk dan juga

57:39

pimpinan-pimpinan kita. Tapi tentunya

57:42

The Habib Center tidak bisa bergerak

57:43

sendiri. Eh dan maka itu dan I agree

57:47

with you. I think we can do a better job

57:48

gitu ya untuk bisa merangkul lebih

57:51

banyak CO bahkan juga pemuda-pemudi

57:53

Indonesia gitu ya. agar kita juga bisa

57:55

menyuarakan konsern kita gitu ya. I'm

57:58

happy that you said this. Why? Because

58:01

you care, that means gitu. Dan memang

58:03

kita butuh apa ya menggunakan sebetulnya

58:07

channel kita mungkin mengumpulkan

58:10

eh suara-suara termasuk suara-suara from

58:12

the bright and the the brightest and the

58:15

smartest here in the room. Maka itu

58:16

nanti di akhir sesinya aku juga ingin

58:19

minta waktu ya untuk aku tanya-tanya ke

58:20

teman-teman gitu. How do you feel about

58:23

Indonesia and future job prospects gitu

58:25

ya kan supaya itu juga bisa menjadi

58:28

peluang untuk aku suarakan itu ke

58:30

stakeholders.

58:32

Kurang lebih begitu ya Mas Anas. Terima

58:34

kasih sebelumnya. Oh ya satu lagi

58:38

mengenai birokrasi yang membingungkan.

58:40

Yes, itu memang betul sekali sangat

58:42

membingungkan dan maka itu aku juga

58:45

merasa sangat bersyukur ya Eyang itu

58:48

bisa berada di tempat lebih tepatnya

58:51

menjadi presiden di waktu yang tepat. E

58:54

karena pada waktu itu

58:58

it was a very difficult time ya Krismon

59:00

tentunya krisis krisis politik dan

59:02

lain-lain. Dan ternyata

59:05

yang memimpin negara ini adalah Eyang

59:08

saya yang sebetulnya beda sekali secara

59:11

DNA dibanding sama politisi-politisi

59:13

yang lain. Karena secara DNA beliau

59:16

adalah teknokrat, beliau adalah pure

59:19

engineer, dan beliau menggunakan e

59:22

engineering methods untuk bisa mengatasi

59:25

masalah-masalah

59:27

termasuk masalah-masalah politik gitu.

59:30

Emm dan ini mungkin it's God's blessing

59:35

ya. Kenapa? Karena he has been in

59:38

government for 20 years sebelumnya.

59:40

Beliau menjabat sebagai Menrist atau

59:42

Menteri Riset Teknologi sekarang sudah

59:44

enggak ada lagi jabatannya selama 20

59:46

tahun. Dan apa yang beliau lakukan di

59:49

dalam 2 20 tahun itu beliau juga

59:52

mempelajari sistemnya. Sistem birokrasi

59:55

yang memang kalau boleh jujur lumayan

59:57

menjelimet gitu ya kan. I think

60:01

he was able to change more than 200

60:06

regulations and undang-undang dalam

60:07

waktu cuman 17 bulan.

60:11

because he had that knowledge gitu ya

60:13

kan. Tapi memang birokrasi sekarang juga

60:15

sudah berubah dibanding sama era

60:17

sebelumnya. Jadi eh now we have to

60:20

combine forces gitu ya, THC, CSOCO yang

60:24

lain, bahkan juga teman-teman dan juga

60:27

akademisi yang lain untuk bisa bagaimana

60:29

kita bisa menavigasi a very difficult

60:32

political andratic

60:35

time sekarang.

60:38

Makasih, Pak Nadia. Pak Rikrik,

60:43

perkenalkan saya Rikrik dari FSRD.

60:47

Bangga tadi disebut FSRD-nya ya. Ee

60:50

sebagai mantan dekan jadi senang disebut

60:53

FSRD berkontribusi ya. Nah, ee yang

60:56

pertama ini tadi saya foto terus lapor

60:59

ke rektor. Ternyata pada saat yang sama,

61:03

pada menit yang sama Pak Ilham Habibi

61:05

sedang eh ngasih keynote speech di World

61:08

Engineering Day 2026 ya bersama Pak

61:11

Rektor ITB. Wah, betul-betul satu

61:16

satu yang tak terduga ya. Kemudian yang

61:19

kedua yang saya ingin tanyakan adalah ee

61:23

adakah program-program dari Habibi

61:25

Center untuk kemudian ee mendekatkan ya

61:30

dengan best talent di ITB baik dengan

61:34

mahasiswa maupun dengan fresh graduate

61:36

gitu. Karena mungkin ini salah satu yang

61:39

bisa menolong hope ITB ketika

61:43

lulusan-lulusan ini kemudian tidak

61:45

secara cepat berhadapan dengan lapangan

61:48

kerja yang dekat dengan bidang ilmunya

61:50

ya. Nah, kemudian yang kedua terakhir

61:54

ini ITB sedang mendorong

61:58

mentalitas multidisipliner ya untuk para

62:02

mahasiswanya. Karena sesuatu yang ee

62:06

dikerjakan sendiri itu sudah bukan

62:08

zamannya sekarang ya. Nah, kita ingin

62:11

meminta pengalaman Mbak Nadia terkait

62:14

dengan bagaimana ee bekerja

62:16

multidisiplin ini ee untuk bisa

62:19

didengarkan pengalamannya oleh para

62:21

mahasiswa. Mungkin gitu. Makasih.

62:25

Wow, dapat pertanyaan dari Bapak Wakil

62:27

Rektor SUA. Sebuah kehormatan ya. Terima

62:30

kasih banyak Bapak ee pertanyaannya

62:32

sangat bagus. Ee kalau saya boleh

62:33

rangkum berarti ini ee program apa yang

62:37

bisa dilakukan dengan THC atau The Habib

62:39

Center dan ITB untuk bisa lebih banyak

62:41

matching ya antara skill-skill

62:44

teman-teman pemuda-pemudi Indonesia

62:46

dengan industri. Kurang lebih begitu ya

62:48

supaya eh kita bisa menurunkan mismatch

62:52

karena banyak sekali mismatch dan

62:53

takutnya mismatch itu bisa menghasilkan

62:55

yang aku sempat sebut brain drain gitu

62:58

ya kan. menarik sekali itu suatu program

63:01

yang sebetulnya belum kita laksanakan

63:03

tapi tentunya kita sangat terbuka untuk

63:05

melakukan itu dan saya rasa mungkin kita

63:08

juga perlu mengundang ee pihak-pihak

63:11

luar negeri ya saya rasa untuk itu ee

63:13

kebetulan

63:15

ee jaringan keluarga saya masih lumayan

63:17

kuat juga ya di luar negeri karena Bapak

63:19

saya lahir dan besar di Jerman selama

63:21

3032 tahun. He is more German than

63:24

Indonesian. Sebetulnya kalau mimpi

63:26

berbahasa Jerman, Teman-teman, gitu ya.

63:29

Dan kalau ngomong bahasa Indonesia

63:32

KBBI bangetlah gitu ya. Jadi ya

63:35

maksudnya ini banget apa namanya formal

63:37

banget gitu karena that's how he learn

63:40

Indonesian. Eh, dan tentunya saya juga

63:42

punya jaringan di Amerika dan lain-lain.

63:44

Jadi, that's something that we can

63:45

discuss ya, Bapak Wakil Rektor. Dan I'm

63:48

very happy kalau kita bisa fasilitasi

63:50

karena emm kalau kita lihat juga di

63:53

negara-negara lain yang berkembang tapi

63:55

memang mungkin dibanding sama Indonesia

63:57

lebih maju misalnya kayak India gitu ya

64:00

atau Cina atau Tiongkok misalnya,

64:03

mereka mulai dengan talenta-talenta

64:05

mereka sih gitu ya. Dan kalau boleh

64:07

jujur memang diaspora mereka itu sangat

64:10

kuat. dan sangat terkoneksi dengan ee

64:13

luar dunia luar negeri bahkan dalam

64:15

negeri dan mereka maintain sebetulnya

64:18

komunitas diaspora mereka dengan baik

64:20

gitu ya sehingga bisa berkontribusi

64:22

balik ke negaranya gitu. Jadi itu

64:24

mungkin sesuatu yang kita bisa explore

64:28

juga. Terima kasih banyak. Ada yang

64:31

tertarikah untuk masuk ke program

64:32

seperti itu

64:36

dari teman-teman mungkin. If you wan to

64:37

raise your hand up no.

64:41

Malu-malu. Sebelum Mbak Nadia bertanya

64:44

ke teman-teman, ada satu pertanyaan lagi

64:45

di YouTube.

64:46

Oke,

64:47

kita akan perlihatkan ya. Kita saya baca

64:49

ya. Dari Naomi Azahran kelas 5 STI stay.

64:54

Eh, apa pendapat Mbak tentang ilmuwan

64:57

atau engineer yang terpaksa meninggalkan

64:59

negara yang mereka cintai karena negara

65:02

tersebut lebih memprioritaskan bantuan

65:04

sosial jangka pendek seperti pangan

65:07

gratis? No komen.

65:10

Dibandingkan investasi pada riset dan

65:12

teknologi, apakah menurut Anda mereka

65:15

salah karena pergi atau justru ini

65:18

adalah keputusan rasional demi

65:20

mengembangkan potensi mereka? Jika Anda

65:23

hidup di negara seperti itu sebagai

65:25

engineer yang merasa tidak didukung oleh

65:27

sistem, apa yang bisa menjadi

65:30

justifikasi untuk tetap tinggal dan

65:33

berkarya di dalam negeri? Pertanyaan

65:35

yang sulit dan kontroversial sebetulnya,

65:37

tapi rasanya menarik untuk kita

65:38

diskusikan dalam forum

65:40

forum akademik yang

65:42

Let me Breathe ya sebentar. And think

65:46

menarik ya. Dan tadi kita bicara brain

65:49

drain, kita bicara diaspora, kita bicara

65:52

eh kalau kita mau bikin pabrik EV tentu

65:55

kita enggak bisa hanya mengandalkan

65:56

lulusan ITB. We need PhD to Stanford,

65:59

more PhD to Oxford, more PhD to Imperial

66:01

College London, to Singhua University,

66:04

but then what's next? Gitu. Terlalu

66:07

frustasi enggak pulang gimana gitu. So,

66:09

what do you think, B?

66:14

Ya, coba ya, coba. Aku pikir jelas-jelas

66:17

dulu ya. Tapi yang dilakukan oleh Eyang

66:20

ini patokannya aku menggunakan Eyang.

66:23

Eyang was a mechanical engineer eh sorry

66:25

aeronautical engineer. Pada waktu beliau

66:29

studi eh di ITB pun mechanical ya bukan

66:33

aeronautical karena belum ada ya waktu

66:34

itu.

66:37

Iya basicnya mechanical tapi belum ada

66:38

yang spesifik. Dan maka itu beliau ke

66:41

luar negeri. Beliau ke luar negeri

66:44

karena he wanted to be the best at what

66:48

he does. full stop best gitu ya kan.

66:53

Kenapa? Karena beliau merasa beliau bisa

66:55

berkontribusi his best kalau beliau

66:58

menjadi ahli dalam bidangnya gitu. Jadi

67:03

kalau aku menggunakan filosofi itu ya

67:05

memang sebetulnya you go to a place

67:08

where you can be the best version of

67:10

yourself gitu.

67:13

Nah, masalah kembali atau enggak itu

67:15

menjadi keputusan kalian masing-masing

67:17

untuk Eyang. Iya. Kenapa? Karena memang

67:21

negaranya memanggil dan dari beliau ee

67:23

dari dulu beliau itu selalu dididik

67:25

untuk ya menjadi orang yang bisa

67:28

bermanfaat bagi negara dan bangsanya.

67:33

Tapi untuk menjadi bermanfaat bagi

67:35

negara dan bangsanya itu tentunya banyak

67:38

sekali caranya dan salah satu caranya

67:41

adalah seperti Eyang Habibi untuk

67:43

kembali. Ada juga Prof. Bagus Mulyadi,

67:46

ada yang pernah dengar kan? He didn't

67:48

come back.

67:49

But he is very influential.

67:53

I don't know anyone doing something like

67:55

he's doing. Intinya sih, he uses

67:58

academia untuk diplomasi.

68:01

Dia menggunakan networknya atau

68:03

jaringannya di luar negeri, di UK dan

68:04

lebih tepatnya di University of

68:06

Nottingham untuk bisa eh invest di

68:10

Indonesia dengan research-nya, dengan

68:12

dananya dan lain-lainnya. Dan itu juga

68:14

menarik sekali. Saya rasa wajar juga

68:17

gitu ya. I don't think contribution

68:19

depends on where you are but it depends

68:22

on the impact tangible impact gitu. Jadi

68:25

memang there are many ways to contribute

68:28

gak cuman satu cara. And in my opinion I

68:31

think you need to go where you will be

68:33

best at.

68:36

Kasih tepuk tangan dong buat jawaban.

68:40

Merinding saya. Tapi silakan siapkan

68:42

aplikasi ke MIT, Singhua, Stanford, or

68:44

wherever you want to go to be the best

68:46

at, gitu ya. Dan hutang budi teman-teman

68:48

sebetulnya bukan buat pemerintah tapi

68:51

sebenarnya buat Indonesia gitu ya. Oke,

68:54

sekarang mungkin Mbak Nadia mau bertanya

68:55

Mbak apa yang ingin Mbak Nadia tanyakan

68:57

kepada teman-teman tiga orang ya. Kita

68:58

minta tiga orang menjawab.

68:59

Oke, sebetulnya saya juga saya ingin

69:02

tanya sih how do you feel about the job

69:05

market sekarang, gitu ya. Emm karena

69:10

ya seperti yang disampaikan oleh Bapak

69:13

Wakil Rektor, mungkin kemungkinan besar

69:15

ada mismatch gitu ya. How do you feel

69:18

about it dan bagaimana teman-teman

69:20

sebenarnya bisa mengatasi kemungkinan

69:24

mismatch itu? Mungkin saya mulai dari

69:26

situ ya.

69:27

Oke, tiga orang.

69:29

How do you fail gitu ya job market

69:32

sekarang dan bagaimana teman-teman

69:33

merasa akan mengatasinya? S du

69:35

satu lagi perempuan. Belah sana belum

69:38

mbak-mbaknya? Ayo ayo yo.

69:40

Ada.

69:43

How do you feel about job market in the

69:46

next one year, two years after you

69:47

graduated maybe. Oke, disiapkan

69:49

pertanyaan Mbak-mbak. Silakan Masnya

69:52

dulu.

69:58

Baik, terima kasih atas kesempatannya.

70:00

Perkenalkan nama saya Muhammad Rafiat

70:01

Darajat, bisa dipanggil Raffi.

70:04

Saya dari Teknik Elektro 2022. Ee jadi

70:09

menurut saya dalam dua atau 3 tahun

70:13

setelah saya lulus menurut saya tidak

70:15

akan ada perubahan drastis. Karena

70:17

menurut saya kebutuhan industri sekarang

70:20

adalah mengerti apa yang sedang

70:21

dikerjakan oleh akademisi. Begitu.

70:24

Contoh tadi e Mbak Nadia e membawakan

70:29

tentang

70:30

water and food management system.

70:32

Begitu. Jadi kalau dari kami, saya dari

70:35

teknik elektro itu untuk monitoring

70:38

pertanian itu suatu yang sangat simpel

70:40

gitu. Jadi anak tingkat satu tingkat du

70:43

itu sudah bisa dengan mudah membuat

70:44

suatu alat dan siap untuk dipakai gitu.

70:47

Tinggal taruh di tanah terus petani bisa

70:50

langsung e monitoring. Jadi simpel

70:52

memang. Cuman masalahnya adalah kenapa

70:55

kita yang sudah bisa tapi

70:58

ee industri tuh belum tahu kalau kita

71:00

tuh bisa gitu loh. Kayak contoh

71:03

teman-teman saya itu dari Teknik Tenaga

71:05

Listrik mereka itu sering sekali ee

71:08

punya apa ya ee tugas akhir tentang

71:11

elektronika daya yang tadi di bagian

71:14

green industry dan juga teman-teman saya

71:17

juga ada yang di bater engineer ee

71:20

tertarik di bagian baterai begitu. Cuman

71:23

ya saya rasa tidak ada tempat untuk kami

71:27

karena industri tidak tahu apa

71:29

sebenarnya sedang kita kerjakan gitu.

71:31

Kayak ee nyatanya seperti ini. Ketika

71:34

kita melambat pekerjaan salah satu yang

71:37

dilihat itu adalah IPK atau enggak

71:39

jurusan. Sekedar itu aja. Tapi tugas

71:42

akhir itu enggak pernah dilihat gitu.

71:44

Jadi seolah-olah inovasi yang kita

71:46

kerjakan di sini tuh tidak diperhatikan

71:48

gitu. Begitu sih dari saya. Terima

71:50

kasih. Jadi menurut saya 2 sampai 3

71:52

tahun terakhir belum ada perubahan dan

71:54

saya rasa ya kalau untuk survive mungkin

71:59

ada di startup atau ke luar negeri

72:01

begitu Bu. Terima kasih.

72:04

Ke luar negeri.

72:07

Saya suka dengan kepercayaan dirinya Mas

72:09

Raffi. Terima kasih Mas Raffi. Satu lagi

72:11

boleh mungkin kita dengarkan dulu ya.

72:13

Silakan Mas sebelahnya. Ini udah

72:16

bisik-bisikan sama Mas Rafi kaynya.

72:18

Ayo mbak-mbaknya siap-siap ya. Habis ini

72:21

kita tanya satu orang lagi. Silakan,

72:22

Mas. Oke. Oke.

72:26

Terima kasih atas kesempatan yang telah

72:28

diberikan pada hari ini. E perkenalkan

72:30

nama saya Fitraka Ario Sutansyah dengan

72:32

NIM 132272.

72:34

Saya dari Teknik Elektro juga.

72:37

Eh, pendapat saya tentang eh job market

72:40

yang ada sekarang menurut saya cukup

72:42

menantang.

72:44

Soalnya ee bisa dilihat dari

72:48

perkembangan teknologi yang sekarang ini

72:50

makin lama makin cepat. Jadi, selain

72:54

kita harus ee menguasai

72:57

ilmu kuliah yang akan menjadi fondasi

72:59

kita di dunia kerja nanti, nah kita juga

73:04

harus ee belajar dari berbagai macam

73:09

dari berbagai macam sumber lain seperti

73:12

proyekan, seperti lomba atau kita juga

73:14

belajar dari YouTube secara autodidak.

73:17

Soalnya eh kalau kita enggak kecap sama

73:19

itu semua, eh kita bakal ketinggalan

73:22

cukup jauh

73:25

gitu menurut saya.

73:26

Mas siapa dipanggilnya?

73:28

Fitraka.

73:28

Mas Fitraka. Oke. Kayaknya kalau

73:30

malam-malam sambil begadang Mas Fitraka,

73:33

Mas Raffi itu debatnya seru gitu ya.

73:35

Betul sekali.

73:37

Oke, satu lagi mungkin Mbaknya ada yang

73:40

mau cerita sharing silakan.

73:44

Ada mic atau ke depan aja boleh?

73:55

Baik, terima kasih buat kesempatannya.

73:56

Sebelumnya kenalkan saya Liana dari

73:58

Teknik Biomedis stay ITB. Untuk ee di

74:03

masalah lapangan pekerjaan jujur karena

74:06

saya latar belakangnya itu adalah

74:07

medical biomedical engineering yang mana

74:10

enggak jauh beda sebenarnya sama

74:12

teman-teman teknik elektro cuman lebih

74:14

ke arah medikalnya. Saya melihat di

74:16

Indonesia saat ini belum banyak lapangan

74:19

pekerjaannya. Kenapa? Karena yang

74:22

pertama di Indonesia sendiri belum

74:24

banyak adanya teknologi kesehatan yang

74:26

benar-benar dibuild dari awal di

74:28

Indonesia. Saat ini yang saya ketahui

74:32

untuk medical devices itu banyakan

74:34

import dari negara-negara lain dan belum

74:36

ada yang dikembangkan di Indonesia. Jadi

74:38

memang saat ini ee untuk

74:41

lapangan pekerjaan itu terbatas pada apa

74:44

ya distribusi alat, penjualan alat dari

74:46

dari luar negeri atau justru banyak dari

74:49

kakak tingkat di jurusan saya tuh yang

74:51

justru berbalik arah gitu. yang tadinya

74:54

belajar tentang instrumentasi biomedical

74:56

device itu malah justru ke arah data

74:58

engineer karena memang kami jujur kurang

75:01

melihat adanya perkembangan atau harapan

75:04

gitu di jurusan ini terutama di medical

75:06

device itu sendiri karena memang sejauh

75:08

ini belum ada banyak perkembangan untuk

75:13

ee industri medis di Indonesia. Itu saja

75:16

dari saya. Terima kasih

75:18

Mbak Lian.

75:19

Iya

75:20

Mbak Lian. Betul,

75:21

Mas. Boleh kasih tepuk tangan buat Mbak

75:22

Liana.

75:24

Satu orang lagi perempuan. Jadi tadi eh

75:26

Mbak Nadya cerita di BYD itu mostly

75:30

woman in engineers gitu ya, woman in

75:32

STEM. Di ITB itu tahun lalu saya cek

75:34

statistik barusan S1 itu perempuannya

75:37

43%, Mbak. S3 perempuannya 51%.

75:42

Jadi sudah banyak nih mbak-mbak

75:45

eh woman in STET, in science in

75:47

engineers. Ada lagi satu orang lagi

75:49

mungkin.

75:50

Selain stay, stay lagi nanti

75:53

perempuannya dulu ada yang mau?

75:57

Oke, silakan.

75:59

Satu orang lagi ya.

76:10

Oke, selamat pagi Mbak Nadia. So, my

76:12

name is Tania. I'm from managemen ITB.

76:16

maybe eh untuk ngomongin tentang job

76:19

market gitu ya, dari apa yang saya lihat

76:21

dari teman-teman ataupun dari seniors

76:24

yang ada di ITB itu banyak yang eh

76:26

pivoting gitu. Awalnya mereka dari

76:28

engineerings tapi tiba-tiba masuk ke

76:30

corporate like finance or human resource

76:32

something like that gitu. Jadi yang aku

76:34

lihat di sini itu adalah untuk

76:36

penyerapan industrinya sendiri itu masih

76:38

sangat ee apa ya rendah gitu. mungkin

76:41

lebih ke untuk entry level-nya itu

76:43

dibutuhkan seseorang yang benar-benar

76:45

punya ee technological

76:48

ilmu atau knowledge yang benar-benar

76:49

tinggi gitu atau beneran yang dia punya

76:51

achievement yang tinggi gitu untuk bisa

76:53

masuk ke industri eh teknologi gitu.

76:55

Jadi makanya banyak dari mereka itu

76:56

pivoting ke arah yang yang mungkin bukan

77:00

e bagian eksertis-nya lagi gitu masuk ke

77:02

dunia job market yang lebih kecorporate

77:04

dan eh untuk anak manajemen jadinya kita

77:07

lebih compete lagi gitu dengan anak

77:09

engineering ini gitu. itu Kak. Terima

77:11

kasih.

77:13

Terima kasih banyak. Eh, so maybe you

77:16

could.

77:17

Terima kasih, terima kasih banyak,

77:20

Teman-teman, sudah sharing sama aku.

77:22

Jadi, kalau aku boleh rangkum karena

77:24

sebetulnya aku pun enggak punya

77:25

jawabannya ya, cuman aku mau tanya aja

77:28

gitu ya kan. Em ya katanya kebanyakan

77:31

memang lumayan worried ya atau anxious

77:34

dengan job marketnya karena memang ada

77:35

mismatch itu. Dan aku jadi penasaran

77:38

gitu kalau teman-teman sudah sadar

77:39

dengan mismatch itu kenapa teman-teman

77:41

masih masuk ke bidang ini gitu ya.

77:43

Apakah memang itu dari passion atau apa

77:45

yang tadi disebut sama sori tadi dengan

77:48

siapa? Eh bukan Liana yang setelah Liana

77:51

SBM yang Mbak SBM

77:54

siapa t Mbak

77:55

ITB? Sori tadi enggak nangkap namanya

77:57

siapa. Tapi anyway em apakah pengin ada

78:00

jurusan engineering karena kelihatannya

78:02

lebih kompeten gitu ya di CV itu mungkin

78:05

menjadi juga masukan yang sangat

78:06

menarik. Mungkin nanti kalau kapan-kapan

78:08

kita ee bisa duduk bareng ya, Pak. Eh

78:11

kita bisa mengadakan program gitu ya

78:13

untuk bisa memahami what are the needs

78:15

of the young talent and bagaimana kita

78:17

juga bisa menyalurkan mereka ke

78:19

tempat-tempat yang tepat sebetulnya sih

78:22

begitu. baik di sini atau bahkan di luar

78:25

sebetulnya.

78:26

Emm kalau dari saya ee sekali lagi saya

78:30

berterima kasih ke Pak Wakil Rektor, ke

78:34

para pemimpin ITB dan juga dosen

78:37

pengampu dan ke teman-teman semua sudah

78:41

ee menyisihkan waktu ya pagi ini untuk

78:44

aku gitu. Em, I feel very honored dan

78:47

semoga juga Eyang di atas melihat kita

78:49

semua bahwa kita sedang melakukan

78:52

diskusi yang sangat menarik dan mungkin

78:54

sangat relevan untuk beliau juga kalau

78:56

beliau masih ada di sini.

78:59

I hope this is not the last dan semoga

79:01

kita bisa melanjutkan diskusinya di

79:03

waktu eh yang lain. Terima kasih banyak

79:06

and see you next time

79:13

Mbak Nad Habibi. Terima kasih banyak.

79:15

Eh, I'm very sure that Eyang Habibi

79:18

bangga gitu ya dengan teman-teman dan

79:20

tentu saya dengan Mbak Nadya Habibi yang

79:22

hari ini hadir di ITB memprovokasi

79:24

adik-adiknya para engineers dan nation

79:27

builders ini untuk melanjutkan

79:28

mimpi-mimpi dari Pak Prof. PJ Habibi.

79:32

Mari kita berikan doa alfatihah untuk

79:35

beliau agar beliau bisa menjadi ee tamar

79:39

jariahnya bisa sampai untuk kebaikan

79:41

kepada beliau di akhirat. Alfatihah

79:51

ya. Selesai. Terima kasih banyak. Sekali

79:53

lagi beri tepuk tangan yang meriah untuk

79:54

Mbak Nadia Habibi, Executive Board of

79:56

the Habibi Center. Saya kembalikan

79:57

kepada moderator. Asalamualaikum

79:58

warahmatullahi wabarakatuh.

80:02

Kepada Ibu Ned Habibi kami mohon untuk

80:04

tetap di tempat. Selanjutnya kami

80:07

mengundang Wakil Rektor Bidang

80:09

Komunikasi, Kemitraan, Kealumnian, dan

80:12

Administrasi ITB untuk memberikan piagam

80:14

penghargaan kepada Ibu Nadya Habibi.

80:17

Kepada Dr. Arik Rikusmara kami silakan.

80:25

Baik, saya izin untuk pandu. Silakan

80:27

untuk diangkat piagamnya menghadap ke

80:30

kamera. 1 2 tiga

81:18

Baik, selanjutnya disilakan untuk

81:20

menempati posisi di depan panggung untuk

81:22

berfoto bersama dengan mahasiswa. Untuk

81:25

rekan-rekan mahasiswa disilakan untuk

81:27

berdiri dan merapat ke bagian tengah.

81:30

Sekali lagi untuk rekan-rekan mahasiswa

81:33

disilakan untuk berdiri dan merapat ke

81:36

bagian tengah agar seluruh peserta dapat

81:38

terlihat lebih jelas.

81:45

Baik, untuk teman-teman disilakan untuk

81:46

berdiri

81:48

boleh untuk merapat ke bagian tengah.

82:00

Oke, untuk rekan-rekan mahasiswa

82:02

disilakan untuk berdiri merapat ke

82:04

bagian tengah dan boleh mengisi bagian

82:06

yang kosong.

82:12

Oke. Baik, sudah siap. Mohon untuk

82:13

melihat ke kamera.

82:16

3 2 1.

82:21

Sekali lagi dengan formasi tangan ITB.

82:27

3 2 1.

82:34

Baik, terima kasih hadirin. Dengan

82:36

demikian, studium generalnya pada hari

82:38

ini telah selesai.

82:41

Kepada seluruh mahasiswa kami silakan

82:43

untuk mengisi presensi dengan memindai

82:46

qrter pada layar.

82:56

Baik, kami informasikan juga bahwa saat

82:58

ini sedang diselenggarakan acara

83:00

collaboration Gost to Campus oleh ITB

83:02

Karir Center di Aula Timur ITB.

83:05

Collaboration Gost Kampus berkolaborasi

83:07

dengan Indosat untuk membangun karir di

83:09

industri digital. Kami silakan kepada

83:12

para peserta Studium Generale untuk

83:14

menghadiri acara ini di aula timur.

83:18

Terima kasih atas perhatian hadirin pada

83:21

acara hari ini. Selamat siang.

83:23

Wasalamualaikum warahmatullahi

83:25

wabarakatuh.

83:26

Yeah.

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.