TRANSCRIPTID

Mentoring PUNDI - Kelas 09 [Kamis, 05 Februari 2026]. Mentor: Isva Theresia Adelina

2h 1m 59s13,537 words2,495 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:16

Halo

0:33

Bagaimana sekarang? Sudah terlihat

0:35

Bapak, Ibu?

0:37

Sudah.

0:37

Sudah.

0:38

Sudah, Bu.

0:38

Oke, ya.

0:40

Ee jadi perkenalkan Bapak Ibu ee malam

0:43

hari ini ee akan dibersamai oleh saya.

0:47

Perkenalkan nama saya adalah Isfa

0:49

Teresia Adelina. Ya, Bapak Ibu boleh

0:52

kalau mudahnya sih biasa di sekolah saya

0:54

dipanggilnya Tere karena nama depannya

0:56

agak susah ya karena pakai V. Saya

1:01

adalah guru SD. Saya mengajar ee untuk

1:04

tahun ini. Kebetulan dapatnya di kelas

1:06

2. Saya lahir di Medan. Saya aslinya

1:09

orang Batak. Lahir di Medan tanggal 23

1:12

Oktober 89.

1:15

Kemudian saya adalah lulusan dari

1:17

Universitas Pelita Harapan. Saya S1 dari

1:20

sana PGSD. Dan saat ini saya mengajar di

1:24

ee Kota Tangerang yaitu di SDN Karawaci

1:27

Baru 1. Kemudian ee ada beberapa ee

1:32

kesibukan yang saya coba ikuti ya di

1:36

tengah-tengah waktu yang saya pikir saya

1:38

memiliki waktu nih untuk coba ikut

1:40

belajar. Saya kebetulan bergabung

1:43

kemarin di guru penggerak angkatan 11.

1:46

Kemudian di tahun 2023 saya juga ikut

1:49

menjadi Warda Inspiring Teacher. Dan

1:52

yang terbaru saya ikut membersamai LPTK

1:56

UPH. Kebetulan membuka prodi baru yaitu

1:59

PPG. Saya bergabung menjadi guru pamong

2:03

di sana ee dari tahun lalu pada saat

2:07

Guter dan nanti mulai berjalan di

2:10

Februari ini bersama dengan mahasiswa ee

2:14

calon guru. Seperti itu perkenalan dari

2:18

saya. Nah, apakah ada Bapak Ibu di sini

2:22

yang bersama-sama dengan saya? Mungkin

2:24

kita berada di tempat yang sama dari

2:26

Kota Tangerang. Apakah ada

2:30

Bapak Ibu yang dari Kota Tangerang

2:32

mungkin boleh kasih

2:33

TR

2:34

ada ya boleh kasih ini kali ya ee

2:39

reaction yang dari kota Tangerang

2:43

ada berapa orang nih? Boleh komen-komen

2:46

juga boleh. Oh iya.

2:49

Oke.

2:50

Kemudian ee

2:53

apakah ada yang tetanggaan dengan Kota

2:56

Tangerang? Mungkin yang dekat dari

2:59

Jakarta.

3:03

Oh, mungkin lebih jauh lagi kali ya.

3:06

Baik, kita lanjutkan slide-nya.

3:11

Nah, di minggu pertama ini ya ee materi

3:15

kita kok berat banget ya judulnya

3:17

kayaknya orientasi dan identitas guru

3:21

pundi identity before innovation. Apa

3:24

yang mau kita ketahui tentang ini gitu.

3:27

Nah, supaya enggak terlalu pusing Bapak

3:29

Ibu, kita mau lihat sebentar video

3:31

perkenalan tentang pundi dulu ya supaya

3:34

kita enggak penasaran sebenarnya di

3:36

pundi ini apa sih isinya gitu. Si pundi

3:39

ini apa? gitu ya Bapak Ibu ya. Sebentar

3:42

saya stop dulu.

3:46

Okay.

4:19

Bapak dan Ibu.

4:23

Halo Bapak dan Ibu guru hebat dari

4:25

seluruh Indonesia. Saya Yosua dan senang

4:29

sekali bisa menyambut Anda. Anda di

4:31

titik awal perubahan besar bagi

4:33

pendidikan kita. Mungkin Bapak dan Ibu

4:35

bertanya apa itu pundi di Nusantara?

4:38

Pendidikan unggul digital Nusantara

4:41

lahir dari sebuah keyakinan sederhana

4:43

namun mendalam. bahwa kualitas

4:45

pendidikan di Indonesia sangat

4:47

bergantung pada kualitas setiap guru

4:49

yang berdiri di garda terdepan di dalam

4:51

setiap ruang kelas. Undi adalah

4:54

ekosistem yang kami bangun untuk

4:56

melahirkan guru-guru unggul, pendidik

4:58

yang memiliki pola pikir

4:59

transformasional,

5:01

berdaya, dan tentunya melek teknologi.

5:04

Karena kami percaya hanya guru unggul

5:06

yang mampu menyiapkan murid menjadi

5:08

generasi emas yang berkarakter dan

5:11

berdaya saing glokal, berstandar global.

5:14

Namun tetap memegang teguh kearifan

5:16

lokal. Visi kami sangat jelas.

5:19

pemberdayaan guru dan transformasi pola

5:22

pikir lebih

5:36

macet Bu

5:48

tidak

6:17

Video tidak jalan, Bu.

6:25

Sumbernya terlempar Bu sepertinya

6:31

jaringan mungkin ya.

6:49

Iya, narsum-nya terlempar kayaknya.

7:07

Yang jadi host Bu Eka Rahmayantina

7:11

yang jadi host sekarang Bu

7:15

Bu Eka.

7:19

Kawan saya nih Bu Eka. Haloi apa?

7:24

Apa?

7:25

Ibu host.

7:27

Hah?

7:29

Pian jadi host tuh. Eh,

7:31

kenapa

7:32

narasumbernya terlempar

7:34

lah? Terus piye?

7:36

Enggak apa-apa. Tunggu aja, tunggu aja,

7:38

tunggu aja. Nanti datang juga.

7:40

Kenapa diriku jadi host?

7:42

Otomatis kan?

7:45

Oh. Oh, karena karena tadi masuknya

7:48

lebih dulu gitu.

7:50

H maybe. Enggak tahu juga kan begitu

7:53

host asli keluar teralihkan ya.

7:57

Oh.

8:01

Sudah masuk lagi belum ibunya nih?

8:03

Belum. Belum ada. Belum ada sih.

8:08

Tak apa, tak apa. Kita ngopi dulu deh.

8:15

Presensi katanya di classroom ya, Bu ya?

8:19

Kalau enggak salah sih, coba sambil cek

8:21

classroom nih.

8:39

Hmm. Belum ada

9:04

Bapak Ibu maaf ya, itu tadi saya

9:06

terlempar keluar.

9:09

karena sinyal. Mohon maaf.

9:13

Oke, saya akan ulangi itu ya, Bapak, Ibu

9:15

ya ee untuk menampilkan videonya tadi.

9:19

Mohon maaf.

9:21

Eh, sepertinya host-nya perlu diganti.

9:23

Bu Eka bisa dikasih ke Bu ISPA mungkin

9:25

ya.

9:26

Iya, iya. Bentar, bentar ya.

9:31

Makasih ya, Ibu ya.

9:39

Oke, sudah ya, Bu? Belum.

9:42

Ee

9:43

salah itu, Pak Abu. Abu

9:46

salah, Uy.

9:47

Oh, salah toh.

9:50

Enggak apa-apa.

9:51

Iya, entar entar entar.

9:53

Mana? Walau

9:55

sudah tulisannya itu loh, Bu. I S ya.

9:59

Oh, Pak Abu berarti yang mindahin ya.

10:01

Oh, iya iya benar.

10:03

Pak Abu tolong saya, Pak.

10:12

Oke,

10:14

baik. Terima kasih, Pak Abu.

10:16

Oke, saya kembali lagi ya, Bapak Ibu ya.

10:20

Terima kasih sekali masih bersabar. Ini

10:23

memang kalau kita sudah berteman sama

10:24

teknologi begini ya, suka ada hal yang

10:26

di luar kendali. Oke, kita putar sekali

10:30

lagi ya Bapak Ibu. Selamat datang untuk

10:32

Bapak Ibu yang baru bergabung. Saya

10:34

putar kembali ya.

10:37

Halo Bapak dan Ibu guru hebat dari

10:39

seluruh penjuru Indonesia. Saya Yosua

10:42

dan senang sekali bisa menyambut Anda di

10:44

titik awal perubahan besar bagi

10:46

pendidikan kita. Mungkin Bapak dan Ibu

10:49

bertanya Ya.

11:21

Suaranya enggak kedengaran ya, Bu? Di

11:24

sini atau di tempat lain, Bu? Aris

11:26

kedengaran enggak suaranya?

11:28

Enggak kedengaran juga sama

11:34

suaranya Ibu Isa kayaknya dimut.

11:40

Ee suara videonya tidak terdengar.

11:42

Iya, enggak kedengaran, Ibu. Oh, oke.

11:45

Coba kalau sekarang

11:46

sangat jelas pemberdayaan guru

11:48

bisaasi.

11:50

Sudah kedengaran?

11:52

Iya, sudah kedengaran, Ibu.

11:53

Oh, iya sudah.

11:59

Halo, Bapak dan Ibu guru hebat dari

12:00

seluruh hukum Indonesia. Saya Yosua dan

12:04

senang sekali bisa menyambut Anda di

12:06

titik awal perubahan besar bagi

12:08

pendidikan kita. Mungkin Bapak dan Ibu

12:10

bertanya, apa itu pundi di Nusantara?

12:13

Pendidikan unggul Digital Nusantara

12:16

lahir dari sebuah keyakinan sederhana

12:18

namun mendalam bahwa kualitas pendidikan

12:20

di Indonesia sangat bergantung pada

12:22

kualitas setiap guru yang berdiri di

12:24

garda terdepan di dalam setiap ruang

12:27

kelas. Pundi adalah ekosistem yang kami

12:30

bangun untuk melahirkan guru-guru

12:32

unggul, pendidik yang memiliki pola

12:34

pikir transformasional,

12:36

berdaya, dan tentunya melek teknologi.

12:39

Karena kami percaya hanya guru unggul

12:41

yang mampu menyiapkan murid menjadi

12:43

generasi emas yang berkarakter dan

12:46

berdaya saing glokal, berstandar global,

12:49

namun tetap memegang teguh kearifan

12:51

lokal. Visi kami sangat jelas.

12:54

Pemberdayaan guru dan transformasi pola

12:57

pikir lebih mewujudkan generasi emas

13:00

Indonesia 2045.

13:02

Untuk mencapainya, kami memiliki misi

13:05

besar untuk melatih 1000 guru setiap

13:08

tahunnya agar memiliki pola pikir yang

13:10

adaptif dan menjadi pembelajar sepanjang

13:13

hayat. Kami bergerak melalui

13:15

pengembangan kompetensi yang holistis,

13:18

transformasi pedagogi abad ke-21 hingga

13:21

membentuk digital leaders yang menjadi

13:23

agen perubahan di sekolahnya

13:25

masing-masing. Tujuan akhirnya kami

13:28

ingin melihat ada 70 praktik

13:30

pembelajaran inovatif yang lahir dari

13:33

tangan Bapak dan Ibu sekalian sebagai

13:35

apa? Sebagai model inspirasi bagi

13:37

komunitas pendidikan di seluruh

13:40

Indonesia.

13:42

Halo Bapak dan Ibu guru. Untuk mencapai

13:45

visi besar yang baru saja dipaparkan

13:47

tadi, perjalanan kita di pundi

13:50

pendidikan unggul digital nusantara ini

13:53

akan dipandu oleh tiga nilai utama yang

13:56

berasar dari makna terdalam pendidikan.

14:00

Pertama, edukere memimpin mereka untuk

14:04

keluar. diund

14:07

tugas guru adalah menuntun potensi luar

14:11

biasa yang sudah dipercayakan oleh sang

14:13

pencipta di dalam diri setiap murid

14:17

sehingga potensi tersebut dapat

14:19

terpancar keluar dan terus berkembang.

14:22

Kedua, edukare menuntun mereka dengan

14:26

penuh perhatian dalam pemeliharaan.

14:30

Nilai ini mengingatkan kita bahwa

14:31

pendidikan adalah relasi dengan tindakan

14:34

penuh welas asing dan kepedulian. Guru

14:39

harus merawat pertumbuhan murid dengan

14:42

hati. Ketiga, edukatif melatih dan

14:46

memperlengkapi mereka. Guru tidak hanya

14:49

memberi informasi, tapi harus membekali

14:52

murid dengan pemahaman yang mendalam,

14:55

kompetensi yang signifikan, serta

14:58

keterampilan yang relevan agar para

15:01

murid dapat bertumbuh kembang, menjadi

15:03

pribadi dewasa yang turut berkontribusi

15:06

nyata dan berdampak bagi lingkungan di

15:09

sekitar mereka. sebagai warga Kingko

15:13

berstandar global dengan kearifan lokal.

15:18

Transformasi ini harus diawali dari

15:20

perubahan mindset, pola pikir kita

15:23

sendiri. Dari sekedar pengajar menjadi

15:26

pembelajar seumur hidup dari pribadi

15:28

yang bekerja sendiri dan terisolasi

15:31

menjadi bagian dari komunitas yang

15:33

saling memberdayakan.

15:35

Yuk, kita sambut bonus demografi 2030

15:39

dan generasi emas 2045 dengan kesiapan.

15:43

Kami sangat bangga Bapak dan Ibu

15:45

bersedia turut terlibat dalam gerakan.

15:50

Dari seluruh penjuru Nusantara, selamat

15:52

bergabung di pundi Nusantara. Mari kita

15:56

mulai transformasi besar ini dengan

15:58

sebuah langkah kecil menuju 100 tahun

16:02

Indonesia merdeka.

16:16

Baik

16:20

ya, sedikit ee itu dia perkenalan

16:25

singkat ya dari pundi. Apa itu pundi?

16:28

Oke. Nah, sebelum ee lebih jauh kita

16:32

masuk ke dalam kegiatan kita malam hari

16:35

ini, Bapak Ibu, seperti biasa kalau kita

16:37

di kelas pasti sebelum kita memulai ya

16:41

pembelajaran di kelas tahun ajaran baru

16:43

biasanya kita ee ada apa ya?

16:48

Ada

16:48

berdoa, Bu.

16:49

Oke, berdoa dulu. Betul ya. Sebelum kita

16:53

memulai lebih jauh, saya minta kesediaan

16:55

dari Bapak Ibu sekalian memimpin agama

16:58

menurut ee agama dan kepercayaan. Yang

17:01

memimpin saja enggak apa-apa. Jadi nanti

17:03

bergantian ya. Boleh adik, Bapak atau

17:05

Ibu yang bersedia memimpin kegiatan

17:08

malam hari ini dalam doa.

17:18

Nah, ini dia belum ada. Oke. Baik.

17:21

Karena belum ada, saya awali ee

17:24

pertemuan ini dengan saya memimpin doa

17:26

terlebih dahulu ya. Berhubung saya

17:28

beragama Kristen, jadi saya akan

17:29

memimpin secara Kristen. Bapak, Ibu yang

17:33

beragama lain silakan mengikuti dengan

17:35

agama dan kepercayaannya masing-masing

17:37

ya. Mari kita bersatu di dalam doa. Bapa

17:40

di dalam surga, kami mengucap syukur

17:41

Tuhan untuk kesehatan, kekuatan, dan

17:44

kesempatan yang Tuhan berikan pada kami

17:46

sehingga malam hari ini kami boleh

17:48

memulai pertemuan pertama kami dalam

17:50

program Pundi Nusantara. Tuhan, kiranya

17:53

Engkau yang memimpin kegiatan kami pada

17:55

malam hari ini dari awal pertengahan

17:57

hingga akhir. Biarlah Bapak setiap kami

18:00

yang terlibat dalam kegiatan di

18:02

pertemuan ini boleh membawa satu insight

18:05

baru sehingga di pertemuan kedua,

18:07

ketiga, bahkan sampai di pertemuan ke-12

18:10

nanti kami tetap memiliki semangat yang

18:12

sama. Terima kasih Tuhan. Di dalam

18:14

nama-Mu kami telah berdoa dan mengucap

18:16

syukur. Amin.

18:19

Baik, kita lanjutkan ya Bapak Ibu. Nah,

18:22

setelah berdoa biasanya kita ngapain ya,

18:24

Bapak, Ibu ya? Kalau di kelas ya

18:30

ada yang kesepakatan-kesepakatan, Kak.

18:33

Iya, betul. Kesepakatan dulu sebelum

18:34

kita perkenalan ya. Oke, kita

18:38

ada beberapa kesepakatan kelas di sini

18:41

ya yang sudah kita susun bersama dengan

18:44

tim pundi. Saya mau membagikan ke Bapak

18:46

Ibu sekalian.

18:51

sudah terlihat ya. Ini dia

18:55

ada beberapa hal yang pertama yaitu

18:57

mengenai ketepatan waktu. Terima kasih

19:00

untuk Bapak Ibu yang sudah memulai

19:04

sebelum saya menyampaikan ee komitmen

19:06

ini yaitu untuk hadir setidaknya 5 menit

19:09

sebelum ee sesi dimulai. Kemudian yang

19:12

kedua meminimalisir gangguan. Jadi kalau

19:15

memang ee kita menghindari obrolan

19:18

virtual pribadi antara peserta jika

19:21

tidak ee ada hubungannya dengan topik

19:23

yang dibahas ataupun dengan tugas gitu.

19:26

Kemudian yang ketiga adalah partisipasi.

19:28

Nah, sebagian besar sesi ini datang dari

19:31

partisipasi aktif ee para peserta. Jadi

19:34

bukan satu arah dari saya gitu karena

19:36

saya pun belajar juga dari Bapak Ibu ya.

19:38

Jadi harus dua arah nih kita nih

19:41

masing-masing dari Anda membawa

19:42

pengalaman berharga ke dalam kegiatan

19:45

kelas kita sehingga keberhasilan dari

19:47

kelas kita ini, kegiatan kita ini

19:49

bergantung dari dua arah antara Bapak

19:52

Ibu dengan saya, Bapak Ibu sesama

19:54

peserta juga. Kemudian kita juga penting

19:57

sekali untuk menghormati orang lain ya.

20:00

Mari kita menghormati satu sama lain

20:02

diri kita sendiri, mentor juga dengan

20:05

mematikan mikrofon pada saat ada peserta

20:08

lain ataupun mentor yang berbicara gitu.

20:12

Kemudian setuju untuk tidak setuju bahwa

20:16

selama program ini berlangsung, setiap

20:18

peserta itu ee didorong untuk merasa

20:22

bebas menyampaikan pendapat tanpa rasa

20:24

kekhawatiran untuk dihakimi. Karena

20:27

setiap orang layak merasakan suasana

20:30

belajar dan berbagi ya tanpa ada merasa

20:32

aduh kok saya kayaknya kurang pintar ya

20:34

dibanding sama peserta lain. Nah, itu

20:36

enggak boleh ya. Kemudian Bapak Ibu juga

20:39

diperkenankan untuk mengajukan

20:40

pertanyaan. Semua pertanyaan adalah

20:42

penting. Tidak ada pertanyaan yang tidak

20:44

penting. Sehingga jika Bapak, Ibu

20:46

memiliki pertanyaan ya silakan bertanya

20:50

baik secara pribadi pada saat istirahat

20:52

ataupun mungkin kalau memang merasa oh

20:55

di depan umum kurang nyaman enggak

20:56

apa-apa ya nanti boleh cari waktu

20:58

pribadi. Silakan boleh nanti ee

21:01

menghubungi saya. Nah, kemudian jalur

21:03

komunikasi kita ya bisa dengan melalui

21:08

ee Google Classroom dan juga WA grup

21:11

kelas. Nah, bila ditemukan ada

21:12

pelanggaran yang berulang dan disengaja,

21:15

maka mentor kelas dapat memberikan ajuan

21:17

komplain kepada pihak panitia pundi dan

21:20

akan ditindaklanjuti segera. Oke.

21:24

Kemudian ee ada juga ee diperbolehkan

21:27

bertanya di grup WhatsApp dan

21:29

menghubungi akun apabila pertanyaan

21:31

bersifat keperluan pribadi.

21:34

Nah, ini yang paling penting Bapak Ibu

21:35

jangan sampai lupa mungkin terlalu asyik

21:38

nanti di dalam kelas kita ada namanya

21:40

formulir presensi. Formulir ini diakses

21:43

melalui Google Classroom masing-masing

21:45

dan ee nanti itu diberikan waktu sekitar

21:49

paling lama setelah sesi kita 15 menit

21:51

setelah sesi paling lama.

21:53

ee

21:55

batas akhir untuk mengisi presensi.

21:57

Nanti saya akan membagikannya. Nanti

21:58

mohon bantu diingatkan kepada saya di

22:01

pukul 20.30 saya akan mulai membagikan

22:03

presensinya ya.

22:06

Kemudian ketentuan untuk mendapatkan

22:08

sertifikat akhir nanti yaitu menunjukkan

22:10

komitmen usaha terbaik belajar bersama

22:12

selama program ini berlangsung. Kemudian

22:15

kelengkapan dari setiap assesmentnya dan

22:18

ini di-highlight Bapak Ibu wajib hadir

22:21

dan mengisi presensi. tepat waktu setiap

22:23

minggunya yang berjumlah sebanyak 12

22:26

sesi. Apabila panitia maupun mentor

22:29

menemukan perbedaan antara hasil

22:31

presensi dengan kehadiran di live Zoom

22:34

meeting, maka berhak untuk melakukan

22:37

penyelidikan. Tapi saya rasa sih Bapak

22:38

Ibu sudah cukup dewasa ya, jadi enggak

22:41

mungkin berbohong untuk hal ini.

22:44

Ini dia. Kemudian ketentuan untuk

22:46

pemilihan nanti kan jadi dari kita ada

22:48

1.000 nanti akan diperkecil menjadi 70.

22:51

tadi di video juga ada disampaikan ya.

22:54

Nah, bagaimana ketentuannya? Nah, itu

22:56

akan menentukannya berdasarkan kriteria

22:58

yang pertama pemenuhan poin-poin

23:00

komitmen, kemudian kelengkapan kehadiran

23:03

tugas maupun materi, kemudian

23:05

rekomendasi kinerja dan pertumbuhan dari

23:08

para mentor kelas.

23:10

Baik, itu saja yang bisa saya bagikan.

23:15

Selanjutnya kita akan beralih kepada

23:20

ini dia materi kita hari ini ya.

23:24

Bentar.

23:26

Oke.

24:10

Ini dia yang menjadi judul daripada

24:13

pertemuan pertama kita Identity Before

24:15

Innovation.

24:17

Nah, tadi saya sudah perkenalan di awal,

24:20

sekarang saya mau berkenalan dulu dengan

24:22

Bapak Ibu sekalian. Tapi berhubung kita

24:24

jumlahnya ada banyak 2.800 orang di

24:28

dalam kelas kita malam hari ini ya. Jadi

24:31

mungkin bisa perwakilan saya minta

24:33

mungkin ada tiga orang boleh ya nanti

24:36

kalau masih ada waktu kita boleh lanjut.

24:38

tiga orang. Bapak, Ibu yang bersedia

24:40

untuk ee berkenalan boleh menyampaikan

24:43

juga namanya, asalnya, mengajar ee di

24:48

jenjang apa, kemudian tahu pundi dari

24:51

mana sih dan apa harapannya ketika ee

24:55

memilih, oh saya mau ikut pundi nih.

24:57

Harapannya apa sih nanti ketika

24:59

pertemuan ke-12 gitu ya? Saya mau dengar

25:03

ada tiga orang pertama dulu deh. Adakah

25:06

Bapak Ibu yang mau berbagi?

25:08

nama asalnya mengajar di mana, kemudian

25:11

tahu pundi dari mana dan apa harapannya

25:14

ketika mengikuti ee memilih untuk

25:16

mengikuti kegiatan pundi.

25:19

Oke, silakan Pak Abu ya raise hand.

25:23

Silakan Pak boleh

25:29

trial.

25:39

Trial.

25:40

Eh, suaranya enggak kedengaran, Bapak.

25:46

Trial.

25:56

Apa di saya aja? Bapak, Ibu yang lain

25:58

apakah bisa mendengar?

26:00

Cek cek cek.

26:01

Ah, iya. Sudah. Oke, Pak. Sip. Lanjut,

26:03

Pak.

26:03

Maaf. Terima kasih atas kesempatannya,

26:06

Bu. Ee bismillahirrahmanirrahim.

26:08

Asalamualaikum warahmatullahi

26:09

wabarakatuh.

26:10

Waalaikumsalam.

26:11

Ee

26:12

perkenalkan nama saya Abu Dzar

26:14

Alghifari. Saya mengajar di Tangerang

26:17

sama dengan Bu Isfa. Kalau saya

26:20

kebetulan memajar

26:22

sebagai guru agama.

26:25

Untuk mengenal pundi sendiri sebenarnya

26:28

saya dulu pernah ikut pundi yang

26:32

500 guru ya yang 2021

26:35

tentang PBL atau project based learning

26:38

waktu itu. Dan akhirnya sekarang dapat

26:42

info lagi tentang yang pundi yang

26:44

sekarang dan saya tertarik untuk ikut

26:46

lagi gitu.

26:48

Kemudian harapan

26:51

untuk 12 sesi ke depan sebenarnya saya

26:54

enggak tahu

26:56

ee apa ya,

26:59

enggak tahu beririsan dengan

27:02

kurikulumnya atau enggak gitu. Cuman

27:04

saya itu sebenarnya sekarang sedang

27:05

mengalami kesulitan karena di tahun ini

27:09

ini adalah tahun pertama saya ngajar di

27:11

kelas rendah gitu di kelas 1, 2, 3. Dan

27:15

itu luar biasa menangtang bagi saya

27:18

karena ketika kemarin di kelas 34 saya

27:22

relatif bisalah mungkin dalam dalam 2

27:25

tahun 3 tahun sudah mulai kepegang gitu

27:27

gimana cara anak ee agar mereka tenang

27:31

dan seterusnya.

27:33

Kemudian di kelas 1 2 itu luar biasa

27:36

menangtang. Jadi saya sih sederhana aja

27:39

12 pertemuan ke depan saya sih berharap

27:43

bisa dapat sesuatu yang bisa saya

27:52

ee apakah akan beririsan dengan

27:54

kurikulumnya atau enggak. Tapi itu sih

27:56

yang saya sedang hadapi hari ini. Terima

27:58

kasih atas kesempatannya Bu Isfa.

28:01

Oke, terima kasih, Pak. Boleh kita kasih

28:04

tepukan dulu ya buat Pak Abu via virtual

28:07

Bapak Ibu boleh.

28:10

Oke. Oke. Sekarang saya minta kepada Ibu

28:14

ya, Ibu Yugi. Ibu Yugi boleh, Ibu

28:18

silakan.

28:19

Baik, terima kasih sebelumnya.

28:21

Asalamualaikum warahmatullahi

28:23

wabarakatuh.

28:24

Waalaikumsalam.

28:25

Perkenalkan nama saya Yugi Widya Stuti

28:28

Yusuf. Eh, asal dari Kota Bogor. Saat

28:32

ini saya mengajar di Sekolah Dasar Islam

28:34

Terpadu Alia. Saat ini saya memegang

28:37

kelas 6. ee mengetahui pundi ee saya

28:41

dari Instagram

28:44

ee kebetulan emang saya suka cari-cari

28:47

juga ada pelatihan apa yang gratis ya

28:49

gitu seperti itu. Dan kebetulan ee saya

28:53

juga dapat informasinya itu dari teman

28:56

yang ikut WIT eh Wardah Inspiring

28:59

Teacher. Kebetulan saya kemarin ikutan

29:01

ya. Alhamdulillah nih ada infonya dari

29:03

teman itu. Terus ee pas e lihat pundi

29:06

pendidikan unggul digital, saya

29:08

tertariknya dengan digitalnya itu gitu.

29:11

Eh mudah-mudahan nih saya bisa lolos

29:14

gitu terus ya banyak menambah ilmu

29:18

khususnya tentang digital itu sendiri.

29:20

Ee yang saya rasakan beberapa hal untuk

29:24

ee tentang AI ya gitu coding dan lain

29:27

sebagainya ya. HKA ya kemarin sempat

29:29

tahu eh barangkali ada ya keterkaitannya

29:32

gitu ya. Ee meskipun mungkin harapannya

29:36

sih seperti itu kalaupun misalnya. Jadi

29:38

insyaallah sih mudah-mudahan saya bisa

29:40

menerapkannya di kegiatan pembelajaran

29:43

seperti itu. Itu mungkin Bu dari saya.

29:47

Terima kasih.

29:48

Terima kasih Bu. Keren banget ya. Jadi

29:50

tidak berhenti belajar ya Bu. Pokoknya

29:52

di mana ada pelatihan ikut man

29:56

keren. Tepuk tangan dong buat Bu. Oke.

29:58

Kepada Bapak Arvi boleh, Pak. Silakan

30:01

Pak.

30:03

Tadi Pak Arvi sudah angkat tangan duluan

30:05

ya. Nanti setelah itu ee boleh satu

30:08

orang lagi deh ya. Silakan Pak.

30:16

Halo. Asalamualaikum.

30:18

Waalaikumsalam Pak. Silakan, Pak Arvi.

30:20

Ee perkenalkan nama saya Arvi Suhanda,

30:25

saya dari Kabupaten Deli Serdang,

30:28

Sumatera Utara.

30:30

Kebetulan saya mengajar di tingkat

30:32

Madrasah Aliah.

30:35

Nah, nama madrasahnya Mas Insan Kesuma

30:37

Madani. Ee harapan saya mengetahui pundi

30:41

sebelumnya sama seperti Bu Yugi tadi.

30:44

Saya tahu dari Instagram dan kebetulan

30:47

ee tahun sebelumnya saya pernah ikut

30:49

Warda Inspiring Teacher juga. Jadi saya

30:51

mendapatkan informasi pundi memang dari

30:53

beberapa teman yang mengikuti Warda

30:56

Inspiring Teacher juga. Jadi ee ketika

31:00

saya melihat tentang pundi ini

31:02

sepertinya saya tertarik gitu karena kan

31:04

dari namanya pundi Nusantara pendidikan

31:07

unggul digital gitu kan Bu. Jadi

31:11

yang saya harapkan sama seperti Ibu Yugi

31:13

tadi memang ketika saya mengikuti ya

31:16

saya dapat ilmu baru apalagi saya memang

31:20

suka bersosial media kan Bu. Jadi

31:23

sebagai guru kita juga kan memang harus

31:25

mengikuti trennya zaman sekarang yaitu

31:27

ya sosial media kan. Kemudian ya

31:30

harapannya dari mengikuti pundi ini ya

31:32

saya mendapatkan wawasan baru, ilmu baru

31:34

yang nantinya akan bisa diterapkan di

31:37

kelas saya nanti dan bisa juga berbagi

31:39

dengan teman-teman sejawat di madrasah

31:41

tempat saya mengajar. Mungkin itu saja

31:43

dari saya Bu. Sekian. Terima kasih.

31:45

Terima kasih, Pak.

31:48

Salam hormat. Saya juga dari Medan

31:50

aslinya ya, Pak ya. Semoga ada

31:53

kesempatan bisa ketemu langsung ya, Pak.

31:55

Baik.

31:56

Oke. Ee wah ini excited sekali. Boleh

31:59

deh tiga orang yang sudah angkat tangan

32:01

ya. Setelah itu kita nanti lanjut. Boleh

32:02

kita ee pertama ke Ibu tadi mana ya? Ada

32:07

tiga. Ah ya. Ke Bu Windi, kemudian ke Bu

32:10

Harya Ningsih, lalu terakhir Ibu Fatma

32:12

Dewi. Untuk Bapak Ibu yang lain nanti

32:14

kita boleh lanjut kalau misalnya ada

32:16

masih waktu kita nanti lanjut ya

32:18

berkenalan lagi. Oke silakan Ibu Dewi

32:20

boleh.

32:25

Eh, Bu Windi atau Bu Windi. Oh, sori.

32:28

Oke, silakan Bu Windi. Maaf.

32:30

Selamat malam semuanya. Malam.

32:33

Nama saya Windi. Saya asalnya dari

32:35

Manado, cuma sekarang saya mengajar di

32:38

ee Jakarta.

32:41

ee tahu pundi itu di Instagram ya banyak

32:44

sebenarnya enggak beda-beda jauh sih

32:45

dari Instagram ee cari-cari

32:48

pelatihan-pelatihan buat ee

32:52

menambah informasi, menambah ee hal-hal

32:56

yang bisa saya pelajari untuk diajarkan

32:58

ke anak-anak. Apalagi sekarang saya

32:59

ngajarnya di TK. Terus alasannya ya

33:02

supaya bagaimana nanti mengajarnya

33:05

enggak boring. Apalagi tadi ada

33:07

prereading itu ya mengingatkan lagi

33:10

gimana guru tuh ee enggak enggak

33:13

bolehlah kita cuma stop di situ, stuck

33:15

di situ. Kita enggak enggak tahu apa

33:17

perkembangan. Akhirnya ujung-ujungnya

33:19

kita juga yang enggak disukain sama

33:21

anak-anak di situ sih. Jadi motivasi

33:24

awalnya ya untuk belajar terus. Terima

33:26

kasih.

33:27

Keren. Terima kasih Bu Windy ya. Betul.

33:32

Tidak berhenti belajar kalau enggak

33:33

nanti kita jadi membosankan. Oke, itu

33:36

quot hari ini nih. Oke, silakan

33:38

selanjutnya boleh Ibu Haryati Ningsih.

33:41

Silakan Ibu.

33:43

Oke, terima kasih banyak atas waktu yang

33:46

diberikan. Ee sebelumnya izin saya untuk

33:50

memperkenalkan diri. Saya Haryati

33:53

Ningsih dari ee SMP Negeri 2 Banjar

33:58

eh merupakan kota kecil Ibu Kota Banjar

34:01

itu dekat Pangandaran dan masuk ke dalam

34:04

wilayah Provinsi Jawa Barat. Saya ee

34:08

mengetahui pundi ini kalau teman-teman

34:10

mungkin kebanyakan dari Instagram ya.

34:12

Kalau saya dari grup eh IGI Dairi Ibu.

34:17

Kebetulan saya juga termasuk ke dalam

34:19

pengurus IGI gitu. Ikatan Guru

34:22

Indonesia.

34:24

Kemudian ee saya sangat tertarik ee

34:28

begitu melihat

34:32

informasi dari kegiatan pundi Nusantara

34:34

ini karena salah satunya ee

34:38

tentunya akan mempelajari tentang

34:40

literasi ya Bu ya. Kemudian yang kedua

34:43

ee tentang ee digital juga

34:47

mungkin ee harapannya nanti ee ke

34:49

depannya mudah-mudahan dipelajari juga

34:52

terkait dengan ee aplikasi pembelajaran

34:55

yang bisa diterapkan di kelas gitu.

34:58

Ee saya di sini berharap juga ee yang

35:03

pertama tentu menambah jejaring

35:06

sehingga kita nanti bisa sharing tentang

35:08

pembelajaran di kelas itu seperti apa

35:11

yang ee terbaik gitu. Kemudian saya juga

35:14

berharap untuk setiap sesinya dapat

35:16

insight baru. Ibu ini baru sesi pertama

35:20

sudah sangat menarik tentang

35:23

pembelajaran sepanjang hayat.

35:25

Mudah-mudahan nanti juga bisa membuat

35:27

praktik baik kemudian kita imbaskan juga

35:30

ke rekan-rekan yang lain.

35:33

Dan mungkin itu saja Ibu yang bisa saya

35:35

sampaikan. Terima kasih banyak.

35:38

Terima kasih, Ibu. Pembelajaran

35:41

sepanjang hayat. Betul. Baik.

35:44

Satu orang lagi tadi. Oh, udah ya. Udah.

35:46

Terakhir ada satu lagi tadi ya. Ibu

35:49

siapa

35:51

tadi? Oh, iya. Ibu Fatma Dewi. Oke,

35:53

silakan Ibu

35:59

kami ucapkan pada Bapak selaku moderator

36:01

hari ini. Izin saya memperkenalkan diri

36:03

Bapak Ibu. Nama saya Fatma Dewi. Saya

36:07

berasal dari SMA Negeri 10 Mandau,

36:09

Provinsi Riau. Karena dari tadi nih

36:11

kayaknya ee daerah sana saya ke barat

36:14

ya, Bu. Ee saya dari Sumatera terutama

36:17

di Provinsi Riau, salah satu Provinsi

36:19

Riau. Kemudian jika ditanya dari mana

36:23

saya tahu sumber informasi ini kebetulan

36:26

dari teman kemudian diajak untuk melihat

36:29

Instagram dan kami dari sekolah ada tiga

36:31

orang yang juga ikut program pundi ini.

36:33

Jadi kami bareng-bareng untuk ikut tahun

36:35

ini. Oke. Kenapa kami tertarik? Karena

36:38

kami memang punya tim basic tim

36:41

Ibu Bapak Ibu semua. Jadi memang fokus

36:44

kami itu makanya saya bilang saya

36:45

tertarik dengan program ini karena

36:47

detailnya tetap. Kemudian dari digital

36:49

ini kan kami harus ikut membuat sebuah

36:51

inovasi baik itu nanti praktik baik yang

36:55

Bapak Ibu lakukan maupun yang kami

36:58

lakukan di dalam proses pembelajaran.

37:00

Saya tertarik juga ikut ini karena di

37:02

sini ajang kumpulnya itu lintas

37:04

Nusantara. Ee ini yang paling positif

37:07

saya ingin tangkap itu adalah kita bisa

37:09

sharing itu se-Indonesia gitu. Jadi

37:11

kalau kita punya masalah satu lokal,

37:13

kita bisa sharing dalam forum ini.

37:15

Itulah salah satu tertarik kenapa saya

37:16

ikut program pundi ini. Mungkin itu saja

37:18

dari Bu dari saya. Terima kasih saya

37:20

ucapkan.

37:23

Wah, keren sekali. Semangat ya, Bu

37:25

Fatma. Ada tiga orang ya. Wih, mantap.

37:27

Keren, Ibu. Baik, terima kasih buat

37:30

Bapak Ibu semuanya. Saya ee terharu

37:33

sekali mendengarkan semangat Bapak Ibu,

37:35

alasan dari Bapak Ibu ya. Ee saya juga

37:38

punya harapan. Bapak, Ibu punya harapan.

37:41

Saya juga punya. Saya bagikan. Harapan

37:43

saya adalah di kelas saya itu ada 42

37:46

seharusnya, tapi ini yang masuk 29.

37:49

Mungkin ada kendala atau bagaimana ya.

37:52

Tapi harapan saya adalah 42

37:55

ee guru-guru yang ada di dalam kelas

37:57

saya bisa masuk ke dalam 70 peserta

38:00

untuk di

38:02

selanjutnya. Yeay.

38:05

Ya,

38:07

itu harapan saya. Jadi kita harus

38:08

sama-sama semangat nih nih kalau guru

38:10

kelas 2 mah kuduk begini nih. Harus

38:12

semangat terus.

38:14

Oke, saya lanjutkan slide kita. Bapak,

38:17

Ibu, kita banyak sharing ya, Bapak Ibu.

38:19

Hari ini kita akan banyak sekali

38:20

sharing. Jadi, Bapak Ibu ee biar kita

38:23

enggak ngantuk karena saya juga banyak

38:26

dapat insight baru nih. Tadi sudah ya

38:28

video narasinya. Nah, ini dia

38:31

eh big picture eh visi besar daripada

38:36

Pudi Nusantara ini apa sih sebenarnya

38:38

gitu. Nah, di sini transformasi guru

38:41

sebagai subjek bukan objek. Maksudnya

38:45

ini apa gitu. Ada enggak kira-kira Bapak

38:47

Ibu yang mau kasih pendapat apa ya dan

38:50

output-nya adalah pendidik yang

38:51

memerdekakan dan memanusiakan.

38:55

Kira-kira apa ya yang ada dalam pikiran

38:57

Bapak Ibu?

38:59

output-nya pendidik yang memerdekakan

39:01

dan memanusiakan. Kita kan sudah merdeka

39:02

ya, Indonesia sudah merdeka sudah

39:04

puluhan tahun. Kenapa masih disebutkan

39:07

untuk output-nya pendidik yang

39:08

memerdekakan dan memanusiakan?

39:11

Ada satu orang Bapak Ibu yang mau

39:12

sharing

39:15

kira-kira? Oke, silakan Pak Abu.

39:24

yang terlintas di benak saya ini ada

39:28

keterkaitan gitu antara visi dengan

39:30

output-nya.

39:31

Iya.

39:32

Ee sebenarnya yang biasanya saya

39:35

dapatkan kan biasanya murid yang menjadi

39:38

subjek pembelajaran

39:40

kayak di Paulo Freer kan Paulo Freer

39:42

bilang selama ini murid murid menjadi

39:45

objek pendidikan harus jadi subjek. Nah,

39:48

ini jarang transformasi guru menjadi

39:51

subjek. Padahal selama ini jadi subjek.

39:53

Maka

39:55

kalau misalkan selama ini guru adalah

39:57

objek pendidik pendidikan, berarti kita

40:00

adalah sesuatu yang pasif. Karena apa?

40:02

Oh, berarti mungkin kita terjebak dengan

40:05

aturan-aturan, dengan belenggu-belenggu

40:08

yang dibuat oleh kurikulum misalkan

40:12

sehingga kita enggak enggak punya

40:14

kemerdekaan untuk berinovasi

40:18

ee menciptakan kreativitas yang bisa

40:20

kita lakukan di dalam kelas gitu. Jadi

40:25

sebenarnya kita subjek tapi tanpa sadar

40:29

kita jadi objek. Nah, pundi ini ingin

40:33

mentransformasi kita menjadi subjek

40:35

kembali. Ibaratnya yang saya yang saya

40:38

terlintas begitu. Maka ada keterkaitan

40:40

dengan output-nya gitu. Kita sebelum

40:43

kita

40:46

ee bisa memerdekakan murid ya, kita juga

40:49

harus merdeka dulu gitu. Merdeka dari

40:53

objektifikasi gitu. Mungkin dari

40:55

kurikulum, mungkin dari aturan. kita

40:57

jadi harus kreatif, kita harus ee bisa

41:01

ya gitulah. Itu sih yang terlintas di

41:03

benang saya, Bu. Terima kasih. Keren.

41:06

Makasih, Pak ya. Terima kasih, Pak Bu.

41:08

Ee saya hanya menambahkan sedikit kalau

41:11

kayak gini mah udah bisa tahu semua nih

41:13

kayaknya sampai sesi 12 ya. Jadi ee

41:16

sedikit saya tambahkan Bapak Ibu mungkin

41:18

sering ya kalau kayak saya di sekolah

41:20

negeri sering tuh guru diposisikan

41:22

sebagai objek pelatihan. Benar ya? Jadi

41:25

kalau ada satu yang sudah bisa, nah itu

41:27

itu aja tuh terus orangnya tuh ya yang

41:29

dikirim ada pelatihan ini dapat seminggu

41:31

lagi pelatihan ini. Itu itu lagi. Nah

41:33

sering seperti itu sehingga apa? Kita

41:36

tuh menjadi objek pelatihan. Disuruh

41:38

ikut pelatihan Kanva, disuruh ikut

41:40

pelatihan ee yang terbaru PM, disuruh

41:44

ikut pelatihan coding ya KKA. Tapi bukan

41:48

dari diri sendiri sebenarnya, bukan

41:50

karena kesadaran diri kita untuk

41:52

memilih. Bukan karena kita yang oke saya

41:54

punya willing nih, mau mau mau ikut nih.

41:56

Nah, kalau Bapak Ibu tadi kan beda ya,

41:58

memang mau ikut pundi dari kesadaran

41:59

diri sendiri bukan karena ada paksaan

42:01

gitu ya. Nah, itu yang yang kita mau

42:03

rubah gitu. Jadi melalui pundi ini

42:05

harapan kita adalah bahwa para pendidik

42:08

ini memang merdeka untuk dirinya

42:11

sendiri. Saya sadar saya memilih untuk

42:14

mengambil keputusan ini karena apa?

42:17

Kalau kita ini selaras sebenarnya dengan

42:19

pemikiran Ki Hajar Dewantara, yaitu

42:20

bahwa beliau mengatakan pendidik itu

42:24

harusnya mendidik dirinya sendiri

42:26

terlebih dahulu ya sebelum dia mengajar

42:29

kepada anak-anak gitu. Bagaimana mungkin

42:31

bisa memberikan masukan kepada

42:34

anak-anak, mendidik kalau kitanya

42:35

sendiri enggak update. Kayak gitu ya.

42:38

Sama kayak komputer deh. Pasti enggak

42:40

mungkin Pentium 1 bisa kompatibel lagi

42:42

untuk program-program zaman sekarang.

42:45

Enggak usah jauh-jauh HP di tangan kita.

42:47

TikTok misalnya TikTok itu kan CapCut

42:49

itu kan makan memorinya besar. HP yang

42:52

keluaran tahun zaman saya sekolah dulu

42:54

pasti enggak akan mungkin kompatibel

42:56

lagi untuk HP ee untuk program-program

42:59

zaman sekarang. Nah, apalagi kita ilmu

43:01

pendidikan itu kan terus berbulir maju

43:03

ya. Sehingga apa dibutuhkan adalah

43:05

kesadaran dari diri kita sendiri untuk

43:07

memilih merdeka gitu bukan lagi kita

43:10

yang sebagai objeknya.

43:12

Oke, selanjutnya. ya. Nah, ini adalah

43:14

alur pundi, Bapak, Ibu. Jadi, P-nya itu

43:17

adalah purposeful learning. Kemudian

43:20

U-nya ada understanding context, N-nya

43:22

itu ada new insight, D-nya demonstrated

43:25

practice, dan yang I-nya itu adalah

43:27

impactful action. Apalagi ini, Bu? Gitu

43:30

ya. Kita akan lihat satu-satu ya. Mulai

43:34

dari yang purpose full learning yaitu

43:36

apa? Belajar itu ada adalah karena apa?

43:40

Ada tujuannya. Jadi, bukan ikut-ikutan.

43:43

Oh, lagi trennya nih guru-guru bikin

43:45

konten ya diposting di TikTok

43:49

sampai-sampai karena ikut ikutan yang

43:51

penting saya banyak follower tapi saya

43:53

enggak punya konten nih. Ya udahlah

43:55

nari-nari aja sama anak-anak. Oke. Nah,

43:58

itu kan apakah benar nih tujuannya apa

44:00

karena cuman ikut-ikutan. Ya, itu dia.

44:03

Ada tiga pertanyaan ya. Saya minta tiga

44:06

orang juga satu orang jawab satu ya,

44:09

Bapak Ibu ya. Ada yang bersedia enggak?

44:12

Pertama, mengapa sih guru itu perlu

44:14

menjadi pembelajar sepanjang hayat? Yang

44:16

kedua, apa bedanya mengajar dengan terus

44:20

belajar? Dan ketiga, nilai apa yang akan

44:23

saya pegang?

44:25

Ya, jadi ada tiga. Saya minta tiga orang

44:28

dari Bapak Ibu mungkin yang boleh

44:29

sharing. Yang tadi belum sempat kenalan

44:31

biar sekalian kenalan. Sebutin nama sama

44:34

asalnya, mengajar di mana sekalian

44:36

boleh.

44:39

Kalau memang ee masih malu-malu enggak

44:41

apa-apa. Yang tadi sudah perkenalan juga

44:43

boleh.

44:48

Apakah ada?

44:53

Oke, Ibu ya, Ibu Liliana. Oke, silakan

44:56

Ibu.

45:01

Iya. Ee terima kasih. Izin, suara saya

45:03

kedengaran?

45:04

Kedengaran, Ibu.

45:05

Oh, iya.

45:07

Ya. Eh, terima kasih Ibu Tere. Saya izin

45:11

memperkenalkan diri dulu. Ee nama saya

45:14

Liliana Tanggu, saat ini mengajarnya di

45:19

SMA Negeri 3 Kabupaten Biaknumfor di

45:22

saya di Papua.

45:23

Oh,

45:24

iya. Saya ngajar Heeh. saya ngajar

45:26

ekonomi.

45:28

Ee untuk pundi sendiri saya tahunya dari

45:32

ini ee

45:34

Pak Tresna ya, Mas Tresna kebetulan

45:36

beliau adalah

45:38

ee sama-sama

45:40

Google Champion juga. Jadi dia coba dia

45:43

memberikan informasi kemudian saya coba

45:46

ee ikut kegiatannya karena terus terang

45:48

pundi juga saya baru dengar gitu. Iya.

45:51

harapannya ya tentu saya mendapat banyak

45:53

insight baru ya selama ee 12 sesi ee

45:57

pertemuan ke depan

46:00

ya. Untuk ee pertanyaan pertama mengapa

46:03

guru perlu menjadi pembelajar sepanjang

46:06

hayat ini? Saya izin ee menjawab ee

46:11

sepanjang pengetahuan saya sebagai guru

46:14

ya.

46:15

Eh,

46:17

kalau saya melihat khususnya ya di

46:21

daerah tempat saya ngajar ini di daerah

46:23

Papua

46:25

seorang guru itu memiliki banyak

46:27

tantangan gitu khususnya di di sini di

46:30

Papua dengan berbagai karakter

46:33

murid-murid saya ee juga kemampuan

46:39

serta latar belakang. Nah, ini membawa

46:42

tantangan buat saya sebagai guru

46:46

sehingga saya tidak bisa berhenti untuk

46:49

ee belajar. Karena saya yakin bahwa

46:52

belajar itu bukan hanya ee saya membaca

46:55

buku atau saya ikut pelatihan,

46:59

tetapi saya juga belajar di sini

47:01

bagaimana mengenal anak murid saya gitu.

47:05

Bagaimana saya bisa memfasilitasi

47:08

mereka. bagaimana saya bisa membawa

47:11

perubahan yang lebih baik buat mereka.

47:13

Nah, ini saya melihat bahwa sebagai guru

47:16

saya tadi ya saya hubungkan ke

47:18

pertanyaan pertama ee sebelumnya guru

47:21

sebagai subjek. Saya ingin bahwa

47:26

ee

47:28

di sisa kehidupan saya sebagai guru,

47:30

saya ingin membawa apa ya perubahan

47:34

walaupun perubahan itu kecil.

47:37

Nah, bagaimana saya bisa membawa

47:39

perubahan? Tentu saya tidak bisa

47:41

mengandalkan ilmu yang saya dapat hanya

47:43

ketika saya di bangku kuliah.

47:47

Sepanjang saya menjadi guru, saya

47:48

melihat ada banyak tantangan, ada banyak

47:51

hambatan, dan ini menjadi bahan

47:53

pembelajaran buat saya pribadi.

47:56

Itulah sebabnya ee tantangan-tantangan

47:59

ini apalagi yang namanya tantangan

48:01

teknologi ya, perkembangan teknologi itu

48:03

membawa banyak sekali tantangan buat

48:05

saya sehingga saya ee saya

48:08

ee berkomitmen bahwa saya tidak bisa

48:10

berhenti untuk ee belajar. saya harus

48:13

belajar. Ee karena itu saya mengikuti

48:16

banyak-banyak ee pelatihan. Contohnya di

48:20

pundi ini saya makanya saya berharap

48:22

bahwa setelah kegiatan ini selesai ee

48:26

saya mendapat

48:28

insight baru buat apa ya buat saya

48:31

bagikan ke rekan-rekan saya, buat

48:34

anak-anak murid saya. Mungkin dari saya

48:36

itu, Mbak Ti. Terima kasih.

48:38

Terima kasih, Ibu. Keren jawabannya ya.

48:41

jauh-jauh nih belajar ternyata kita tapi

48:44

bisa didekatkan ya Bu secara virtual.

48:48

Baik, terima kasih Bu Ibu. Silakan ee

48:50

Bapak Ibu untuk yang pertanyaan kedua

48:52

ada yang mau menjawab

48:56

tadi? Pertanyaan kita yang kedua, apa

48:57

bedanya mengajar dan terus belajar?

49:02

Nah, ini nih.

49:07

Apakah ada

49:09

belajar dan terus

49:12

belajar? Mengajar dan terus belajar.

49:16

Saya coba, Ibu.

49:18

Boleh. Silakan, Ibu. Terima kasih. Oke.

49:21

Ee kalau menurut saya mengajar itu

49:25

mungkin lebih kepada memberi gitu ya, di

49:29

mana guru itu membagikan pengetahuan,

49:32

kemudian keterampilan,

49:34

nilai, maupun pengalaman kepada murid.

49:37

Sedangkan kalau untuk ee terus belajar

49:40

itu berarti menjadi gitu. Jadi ee guru

49:43

itu membuka dirinya untuk berubah,

49:45

bertumbuh, maupun memperbaiki diri

49:48

dengan melakukan refleksi ee secara

49:51

terus-menerus atau secara berkala.

49:54

Mungkin itu, Ibu.

49:56

Oke. Baik, Ibu. Terima kasih. Oke, satu

49:59

pertanyaan lagi yang terakhir. Lalu,

50:01

nilai apa yang ingin saya pegang sebagai

50:04

guru? Adakah Bapak, Ibu yang mau

50:06

menyampaikan

50:08

di pertanyaan yang terakhir? apa yang

50:11

ingin saya pegang sebagai guru?

50:20

Oke, silakan Bu Windi.

50:25

Baik, Bu. Mungkin ee nilai yang akan

50:27

saya pegang dan saya pegang sekarang

50:30

adalah yang pertama ee kebenaran atau

50:33

iman yang saya percayai ee keahlian dan

50:36

karakter. Dari situ ee mungkin dasar

50:40

awal jadi motivasi untuk jalan sebagai

50:44

guru. Terima kasih.

50:47

Baik, terima kasih Bapak Ibu. Oke. Oh,

50:50

ada Bu Dewi. Silakan Ibu Dewi.

50:57

Bu Dewi mau menambahkan

51:00

saya ya, Bu

51:03

ya. Silakan. Boleh, Ibu.

51:05

I

51:05

izin menambahkan sekadar sharing ya, Bu.

51:08

Iya, enggak apa-apa, Ibu. Silakan.

51:12

Ee ee saya mencoba menjawab pertanyaan

51:16

kiga tadi ya, Bu. Sedikit tambahan aja.

51:19

Ee sampai saat ini kalau kita mengajar

51:22

yang saya masih pegang itu adalah mencob

51:26

untuk sebisa mungkin itu berpihak pada

51:29

murid. Karena yang saya penuhi kelas itu

51:31

adalah murid saya, murid saya. apapun

51:34

itu mencoba untuk berpihak. Itu aja

51:37

mungkin tambahan dari saya.

51:41

Terima kasih Bu Dewi. Satu lagi boleh ya

51:45

Bu Yuli. Silakan Ibu Yuli.

51:47

Ee selamat malam semuanya. Perkenalkan

51:50

nama saya Yuliana. Saya dari Sekolah

51:53

Kalam Kudus Green Garden. Em harapan

51:58

saya ikut pundi adalah em mengupgrade

52:01

diri dengan sharing bersama teman-teman

52:04

semua juga bisa berbagi praktik baik ee

52:08

dengan teman-teman semuanya. Untuk

52:11

seminar saya jarang ikut seminar kecuali

52:14

di sekolah. Jadi ini mungkin se em dari

52:18

sekian lama inilah yang saya ikuti

52:20

infonya. saya dapat dari sekolah juga.

52:24

Begitu kira-kira. Em buat saya nilai

52:26

yang saya pegang adalah em murid itu

52:30

harus selalu merasa dikasihi

52:33

dan diperhatikan dan ee selalu ingatkan

52:36

mereka bahwa mereka bisa dan selalu

52:39

ingatkan mereka bahwa mereka emm

52:43

selalu bisa em belajar dari kesalahan.

52:46

Karena anak-anak itu kalau sudah salah

52:48

pasti sudah enggak mau belajar lagi,

52:51

merasa enggak bisa. Jadi, kita selalu

52:53

harus bisa em memotivasi dan

52:57

menginspirasi

52:59

em anak-anak didik kita. Itu saja dari

53:02

saya.

53:03

Baik, terima kasih Bu Yuli

53:07

untuk apa yang disampaikan ya. Merasa

53:10

dikasihi ini sangat penting sekali ya.

53:13

Oke, saya lanjutkan boleh ya Bapak Ibu

53:15

ya. Kalau saya secara pribadi ya

53:18

menyampai ee dari ketiga hal ini saya

53:22

ingat ada kemarin pernah ikut pelatihan

53:24

ee menemukan satu yang baru istilah PPT

53:29

ya, pola pikir tetap dan pola pikir

53:32

bertumbuh. Mungkin ada Bapak Ibu kalau

53:34

yang ikut PM atau mungkin coding

53:36

diperkenalkan dengan istilah ini ya,

53:38

pola pikir bertumbuh dan pola pikir

53:40

tetap. Nah, ada satu quotes yang menarik

53:43

dari Bapak Mendikdas Desmen kita. Beliau

53:45

mengatakan kalau orang berpikir dengan

53:48

growth mindset ya, dengan pola pikir

53:51

bertumbuh, maka dia yakin masalah yang

53:54

hanya sedikit itu jalan keluarnya

53:56

banyak. Tuh, artinya kalau masalahnya

54:00

sedikit jalan keluarnya banyak berarti

54:02

masalah yang besar itu jalan keluarnya

54:04

lebih banyak lagi gitu ya. Karena itu

54:06

jangan menyerah, jangan putus asa,

54:08

yakinlah ada jalan keluarnya. Ini

54:11

berkaitan jadinya dengan pertanyaan yang

54:13

pertama. Kenapa sih kita perlu belajar

54:15

sepanjang hayat? Karena kalau kita

54:17

enggak belajar, sudah pasti pola pikir

54:18

kita itu tidak akan mengalami

54:20

pertumbuhan. Berkait jadi diteruskan

54:23

lagi dengan pertanyaan kedua. Karena

54:25

apa? Mengajar itu kita hanya

54:27

menyampaikan apa yang kita sudah tahu.

54:30

Artinya apa? Kalau di gelas udah kita

54:33

cuman airnya itu aja kita udah tutup.

54:35

Akhirnya apa? Mau diganti air yang baru

54:38

enggak bisa. Lama-lama kan airnya itu

54:40

juga kalau enggak diminum ada batas

54:42

masak kaduarsanya juga ya. Nah, ilmu itu

54:45

juga saya pikir seperti itu. Akan ada

54:47

batas di mana ternyata ilmu kita itu

54:50

kalau kayak sekarang nih kayak saya

54:52

secara pribadi sekarang sudah rajin

54:54

mulai ngedit video anak-anak di kelas.

54:56

Saya belajar dari siapa? Dari belajar

54:58

dari anak saya yang umur 6 tahun.

55:00

Saya bilang gini, dia selalu nunjukin

55:02

video dia, "Mami, aku record. Mami, aku

55:04

record." Terus saya bilang, "Itu kamu

55:06

edit pakai apa? Kok bisa? Kamu tadi ada

55:08

di e ruang tamu, terus kamu pindah ke

55:10

kamar." Saya bilang gitu kan. Eh, itu

55:13

it's easy, kata dia, "Itu gampang, Mami,

55:15

kamu tinggal pause, kata dia. Terus kamu

55:17

pindah ke kamar," katanya. Jadi itu

55:19

enggak perlu diedit pakai program. Aku

55:21

enggak ngerti program kata dia. Oh, iya

55:23

ya. Nah, tadinya saya tuh suka ngerekam

55:25

anak-anak di kelas, tapi saya mau

55:27

mengalami kesulitan. Uh, malas banget

55:29

ngeditnya. Kenapa? Karena saya record

55:30

itu sepanjang kegiatan saya record,

55:32

akhirnya waktu mau dipotong videonya

55:35

kan, jadi saya harus aduh itu tadi di

55:36

menit ke berapa ya gitu capek. Nah,

55:39

ternyata saya belajar dari anak saya

55:41

umur 6 tahun. Oh iya ya sudah satu anak

55:43

paus pindah anak yang lain paus pindah

55:45

lagi paus ya semudah itu ternyata gitu.

55:48

Jadi nah itu kan saya belajar dari anak

55:50

saya. Kalau saya tadi pakai pola pikir

55:52

yang tetap enggak mau bertumbuh, sudah

55:53

pasti saya enggak akan mau terima tuh.

55:55

Dan saya enggak enggak enggak peduli tuh

55:57

dia mau ngapa ya ya ya update video ya

55:59

udahlah gitu ya. Ternyata ilmu itu kita

56:02

bisa dapat dari mana aja. Nah itu dia

56:04

berkaitan dengan terus terus belajar.

56:06

Artinya apa? Itu adalah sebuah proses.

56:09

Jadi kita tidak berbicara lagi tentang

56:11

output tapi berbicara tentang proses.

56:13

Mencari tahu apa yang kita belum pahami.

56:15

Nah di situ dia sehingga apa? bukan

56:18

hanya tentang ilmu, tapi juga tentang

56:20

anak murid. Tahun lalu saya mengajar

56:22

kelas 2, tahun ini saya mengajar kelas

56:25

2. Tapi semua materi alat peraga dan

56:28

juga LKPD yang saya pakai di semester

56:30

lalu eh di tahun lalu itu enggak bisa

56:32

kepakai ya di anak yang sekarang. Karena

56:34

anak saya yang dulu itu itu lebih suka

56:38

pembelajaran itu yang ee berupa

56:42

ini video ee video audio visualnya

56:45

banyak anak-anak di kelas saya. Tapi

56:46

anak yang sekarang ini itu banyaknya

56:49

anak-anak yang cara belajarnya itu

56:51

mayoritas itu kinestetik. Jadi saya

56:54

harus membuat alat ee apa namanya ee

56:56

aktivitasnya itu yang menggunting,

56:58

menempel, bikin bukunya harus yang

57:00

berupa flipbook begitu. Padahal

57:02

sama-sama jenjang kelas 2, masih

57:04

sama-sama materinya, tapi ternyata agak

57:06

sulit untuk saya pakai yang tahun lalu

57:07

dipakai di anak yang sekarang. Kayak

57:09

gitu. Jadi seandainya kita tidak punya

57:12

semangat untuk terus belajar, sudah

57:14

pasti akhirnya apa? Kita ngerasa

57:17

pekerjaan ini menjadi sebuah beban dan

57:19

kita melihat anak-anak juga jadinya apa?

57:21

Aduh, ketemuin anak ini lagi, ketemu

57:23

anak ini lagi. Udah mah dikasih tahu

57:25

susah, terlambat, enggak ngerti-ngerti,

57:28

nyusahin di kelas. Padahal mungkin

57:30

sebenarnya bukan anaknya yang salah,

57:31

tapi kitanya yang tidak mau memahami

57:33

anak itu kebutuhannya apa, anak ini

57:36

belajarnya kayak gimana, seperti itu.

57:38

Ya, itu mungkin dari saya. Kita lanjut

57:43

dan slide-nya

57:47

ya.

57:49

Oke,

57:53

selanjutnya adalah

57:58

kita mau melihat ee baik ini tadi sudah

58:01

disampaikan bahwa tujuan sesi kita ini

58:03

adalah untuk memahami arah pundi ini

58:05

adalah ee berupa transformasi versus

58:09

pelatihan teknis. Kemudian kita juga

58:11

akan belajar untuk memetakan identitas

58:14

belajar diri sendiri dan merumuskan

58:16

fokus pertumbuhan kita selama 12 minggu

58:18

ke depan.

58:21

Oke, ini dia. Kita masuk ke yang

58:23

berikut. Tadi P ya, sekarang kita masuk

58:26

ke yang U di understanding context.

58:30

Artinya apa? Ini kita mau lihat kata

58:32

kun. Nah, kalau lihat ini nih

58:35

apa yang ada dalam pikiran Bapak Ibu

58:38

ketika melihat ini?

58:40

Boleh dua orang yang sharing.

58:44

Oke, silakan. Ee

58:48

dari SDK Jogja. Eh, sori.

58:51

Bukan, Kak. Bukan, Bu. Itu SDK,

58:56

Pak. Pak Widiatmoko. Oke, silakan Pak.

58:59

Nggih. Selamat malam, Bapak Ibu.

59:01

Selamat malam, Pak.

59:03

Sebelumnya perkenalkan saya Pak Widyat

59:05

Moko Antonius

59:07

dari Surabaya. Kalau tadi Bapak Ibu dari

59:11

barat, saya dari timur ini untuk tahu

59:15

dar pundi ini saya jadi bingung karena

59:18

banyak grup yang saya ikuti jadinya

59:21

kemungkinan dari WA grup yang saya tahu.

59:26

Kemudian

59:28

sebelum lanjut ini saya karena Bapak Ibu

59:31

ini kan guru ya. Nah, saya ini maaf

59:36

kepala sekolah. Apakah diperkenankan

59:38

nantinya untuk kalau tugas-tugas ini

59:41

bagaimana untuk kelanjutannya nanti itu

59:45

loh, Kak. Kalau kalau kepala sekolah kan

59:48

kita memberi

59:50

istilahnya tugasnya sudah beda kalau

59:51

apalagi kepala sekolah yang sekarang ini

59:54

kan tidak boleh mengajar gitu.

59:58

Begitu dulu Bu Dere. Terima kasih

60:01

banyak.

60:03

Terima kasih, Pak. Berarti Bapak

60:05

perannya berbeda ya. Kalau kita tadi

60:07

sharing tentang kelas, kalau Bapak akan

60:09

sharingnya tentang bagaimana manajerial

60:11

ya, Pak ya, menghadapi guru-guru.

60:15

Tapi enggak masalah, Pak. Jadi dengan

60:17

kepala sekolah yang memiliki pola pikir

60:20

yang bertumbuh, mau terus belajar

60:21

berarti bisa memotivasi guru-gurunya.

60:24

Jangan mau kalah sama kepala sekolahnya,

60:25

Pak.

60:27

Gitu ya. Ada satu orang lagi yang mau?

60:30

Oke, silakan Ibu Ibu Lili. Boleh nanti

60:35

satu lagi Ibu Ari ya

60:39

bayangannya dengan melihat gambar yang

60:41

tadi itu.

60:42

Iya.

60:45

Ee izin kalau saya melihat nih yang ada

60:49

di slide ini.

60:52

Ee ini sepertinya memang apa ya seperti

60:57

beban ya beban buat ee Bapak Bapak Ibu

61:00

guru zaman sekarang ini belum ngajarnya,

61:03

belum tantangan dari orang tua. Kemudian

61:07

administrasi ini yang paling saya lihat

61:09

tulisannya yang paling besar nih. ini

61:11

kalau saya melihat ini sebagai ee

61:13

tantangan botere bahwa ee seorang guru

61:17

ternyata bukan hanya sekedar ee tugasnya

61:20

ngajar, tetapi ada tantangan yang lebih

61:23

besar yang ada di luar gitu. Jadi yang

61:26

tantangannya apa ya yang ini yang ada

61:28

tampil di layar ini. Demikian Bu Tera

61:31

Kasih.

61:33

Terima kasih Bu. Satu lagi tadi Ibu

61:37

Bu Ari ya.

61:39

Baik, terima kasih Ibu Tere dan Bapak

61:43

Ibu semuanya. Perkenalkan nama saya Aris

61:45

Tanika. Saya dari SMK Negeri 2 Kuala

61:49

Kapuas, Kalimantan Tengah. Selamat kenal

61:52

semuanya. Mengikuti pundi karena dicolek

61:56

oleh rekan saya yang ada dalam ruangan

61:58

ini, Ibu Eka.

62:00

Kebetulan juga melihat dari Instagram

62:02

juga kami berdua pasangan yang suka

62:05

berpetualang, Bu. Jadi memang kami suka

62:08

belajar, suka mencari-cari

62:10

ee kira-kira pelatihan apa yang bisa

62:13

kami ikuti sehingga bisa meningkatkan

62:15

kompetensi kami, menambah juga

62:17

pengalaman gitu ya. Dan akhirnya ada di

62:20

sini bersama dengan Bapak Ibu semua.

62:22

Boleh sedikit bercanda ya supaya enggak

62:25

tegang. Kalau melihat gambar yang ada di

62:28

sini, pikiran saya tuh pertama kali

62:31

tergelitik dalam artian saya ingat

62:34

memok,

62:37

di Instagram dan lain-lain gitu ya

62:39

tentang guru jadi avatar,

62:42

guru harus bisa ini, harus bisa itu gitu

62:44

kan ya. Dengan beban mengajar yang

62:47

tinggi, kemudian administrasi, kurikulum

62:49

berubah, tuntutan teknologi dan

62:52

lain-lain sebagainya gitu. Tapi di satu

62:53

sisi saya juga cukup setuju dengan yang

62:56

Ibu Liliana katakan bahwa ini merupakan

62:59

tantangan untuk kita semua gitu. Kalau

63:01

jadi guru di era sekarang ya mau tidak

63:04

mau tantangan-tantangan ini harus kita

63:06

hadapi. Nggih. Demikian terima kasih.

63:13

Baik. Terima kasih Ibu. Betul ya. Ini

63:16

juga saya juga melihat ini jadi sebuah

63:20

hal yang sangat mengerikan kalau kita

63:23

mengingat yang namanya beban

63:25

administrasi. Betul sekali ya. Belum

63:28

lagi yang kita hadapin murid baru duduk

63:30

mau bikin RPP ngebayangin anak murid

63:33

tiba-tiba Bu gitu. Bu apalagi kalau saya

63:37

di kelas 2 baru mau duduk nih sudah

63:39

selesai. Bu apakah bukain? Oke, baru

63:44

duduk, Bu. Bukain botol aku. Oke, baru

63:47

duduk, Bu, kunciran rambut aku, Bu, tali

63:50

sepatu aku. Ada aja gitu, ya. Jadi

63:52

kayaknya kadang-kadang kalau kalau saya

63:55

datang gitu ya, tidak melihat anak-anak

63:57

ini sebagai

64:00

Tuhan titipkan ke saya, rasanya kayak,

64:02

"Abuh, kenapa sih saya itu kok tiap hari

64:04

ada aja, tiap hari ada aja yang

64:06

sepatulah yang Bu Guru jadi tukang kunci

64:08

rambut lah. Belum lagi nanti sling

64:11

celananya yang rusaklah, kudu dijahit

64:13

dulu kalau enggak celananya melorot gitu

64:15

ya." Ada aja gitu dramanya setiap hari.

64:17

Tapi itu tadi balik lagi ternyata waktu

64:21

saya menjalankan itu melihat mereka

64:25

sebagai anak-anak saya yang Tuhan

64:28

titipkan untuk saya ajar di kelas pada

64:30

saat mereka datang, "Bu, celana aku gitu

64:33

ya. Dan anak-anak kelas lain datang juga

64:35

ke saya gitu." Artinya apa? Saya merasa

64:38

bahwa ee akhirnya bukan cuman murid saya

64:41

sendiri yang bisa melihat. ada sedikit

64:44

mungkin ya yang berbeda dari apa yang

64:46

saya lakukan selama di sekolah dengan

64:48

apa yang ee dia lihat mungkin dari

64:50

gurunya sehingga membuat anak-anak itu

64:53

merasa nyaman ke saya. Jadi nanti dari

64:55

kelas 6 juga tiba-tiba datang, "Bu, tadi

64:57

si A ngomong jorok ke ini." Ya udah kamu

64:59

kasih tahu ke guru kelas kamu. Udah tapi

65:01

tadi katanya udahlah berisik berisik

65:03

kamu gitu. Datang-datang terus ke sini.

65:05

Ada ada kalimat yang seperti itu yang

65:07

disampaikan gitu. Dan itu kan jadi

65:09

sesuatu yang menyedihkan sebenarnya ya

65:11

ketika ee melihat anak ini mungkin

65:14

mereka datang ke sekolah pun sudah punya

65:16

problemnya sendiri gitu. Jadi dia datang

65:19

ke sekolah dengan mencari perhatian dari

65:21

kita walaupun dengan berbagai macam cara

65:24

dan drama yang dia lakukan. Percayalah

65:27

kalau saya merasa kalau daripada enggak

65:30

ada anak yang datang ke saya, artinya

65:32

saya enggak ada di hatinya mereka gitu

65:33

ya. Selama mereka mau datang ke saya

65:36

menceritakan segala keluh kesahnya,

65:38

event itu untuk membuka bungkus

65:39

beng-beng yang dia enggak bisa gitu ya,

65:41

saya merasa saya ada di hatinya mereka

65:43

kayak gitu. Nah, terus gimana dengan

65:45

rekan-rekan di tempat kerja? Apalagi

65:48

dramanya ada juga gitu ya. Kadang kita

65:50

ikut pelatihan ini ada aja sih kayaknya

65:53

ee kalau saya enggak ikut pelatihan ya

65:55

kamu juga jangan ikut gitu. Kalau saya

65:57

enggak bisa melag teknologi ya kamu juga

65:59

jangan ikut. Ada masih yang berprinsip

66:02

seperti itu gitu. Bukannya oh kalau kamu

66:04

bisa berarti saya juga bisa. Enggak.

66:06

Yang ada malah kalau saya enggak bisa

66:08

berarti kamu juga jangan bisa. Kayak

66:10

gitu kan. Ada juga yang kayak begitu.

66:12

Kemudian apalagi? Belum lagi tuntutan

66:14

dari kurikulum tiba-tiba udah ada

66:16

coding, tiba-tiba ada PM apaagi ini gitu

66:19

ya. Tiba-tiba TV panel datang gitu ya

66:22

Bapak Ibu ya. Yang satu belum selesai

66:24

dipelajari sudah datang lagi laptopnya.

66:26

sudah datang lagi dalam perjalanan

66:28

pengiriman kedua. Itu kan juga jadi jadi

66:31

sesuatu yang bikin kita pusing kayak

66:33

gitu. Tapi kembali lagi Bapak Ibu yang

66:35

kita perlu ingat bahwa tadi itu kita tuh

66:38

jangan mengingat diri kita itu sebagai

66:41

sebuah objek gitu tapi kita melakukan

66:44

segala sesuatu itu kita punya tujuan

66:46

sebenarnya apa sih tujuan saya? Kalau

66:48

kita hanya berpikir tujuannya hanya uang

66:51

pasti kita capek ngerjainnya ya. Tapi

66:55

balik lagi tadi kepada nilai-nilai yang

66:56

kita pegang. Kita pegang nilai-nilai

66:59

kita itu apa sih tujuan kita untuk

67:00

melakukan segala sesuatunya itu apa?

67:02

Kayak gitu ya. Saya harap sih Bapak Ibu

67:06

di sini ayo makin semangat ya kita ya

67:08

apapun kendalanya. Karena kayak saya di

67:10

sekolah ada aja sih yang kayak begitu.

67:12

Aduh neng kalau Ibu mah enggak bisa yang

67:15

model-model kayak gitu nyatat aja di

67:17

papan atau neng juga jangan terlalu

67:18

banyak lah yang kayak gitu nyatat aja.

67:20

Nah kita diajak untuk mundur. Ada yang

67:22

kayak gitu juga. Tapi patah semangat

67:24

enggak? Enggak. Justru saya ajakin

67:26

ibunya. Ya udah ayo Bu, ayo saya printin

67:28

biar Ibu nanti bisa juga kayak kayak

67:29

saya nih di kelas kayak gitu.

67:32

Oke, kita masuk selanjutnya. Lantas

67:35

bagaimana nih budaya

67:37

mengajar tuntas versus dengan belajar

67:40

reflektif? Nah, seringkiali memang kita

67:43

itu sibuk untuk menyelesaikan materi

67:45

sampai lupa bertanya apakah saya sendiri

67:48

itu sedang bertumbuh. Tadi ada ibu yang

67:50

sharing, saya itu enggak pernah ikut ee

67:52

seminar selain ada yang di sekolah gitu

67:55

ya. Ini baru pertama kali. Nah,

67:57

pertanyaan kuncinya bagian mana dari

68:00

praktik mengajar saya? Ternyata yang

68:02

saya rasa itu mandek sampai saya itu, oh

68:05

iya, setelah saya pikir-pikir ternyata

68:08

saya itu mengalami

68:10

ee sesuatu yang mandek. Kok enggak

68:12

bertumbuh nih saya ternyata setelah saya

68:16

tadi dengar teman-teman saya ngobrol,

68:18

ada enggak? yang Bapak Ibu mau share

68:20

satu orang aja ada enggak yang merasa

68:23

ternyata oh kayaknya saya madek ternyata

68:25

ini ada enggak yang mau berbagi kita

68:27

bukan untuk menghakimi ya Bapak Ibu ya

68:29

lebih kepada saling sharing. Ada enggak

68:32

satu orang yang mau berbagi mungkin?

68:35

Silakan Pak Abu.

68:40

Iya Bu yang seperti tadi saya ee

68:44

utarakan di awal ya, Bu.

68:45

Iya. Jadi

68:47

ketika saya kan jadi

68:51

ee saya pertama ngajar kelas 3 kelas 4.

68:55

Kemudian saya kebetulan selalu diskusi

68:58

sama seorang rekan saya waktu itu

69:01

akhirnya tercetus, oke kita sekarang

69:03

belajar dulu bagaimana caranya membuat

69:07

anak belajar secara tertib dulu walaupun

69:10

dalam prosesnya ada reward punishment

69:13

dan seterusnya. Nah, kemudian.

69:21

Nah, di sini reward punishment tuh kayak

69:23

enggak enggak apa ya enggak enggak

69:26

berefek gitu. Anak tuh mau di ya mungkin

69:29

dipelototin sekali dia takut tapi

69:32

kemudian tetap lari-larian, tetap

69:34

bercanda, tetap ngobrol gitu. Dan

69:37

sejujurnya itulah yang yang ee beberapa

69:40

bulan ke belakang itu kayak saya merasa

69:42

stuck gitu, Bu. merasa mandek. Ini saya

69:46

juga kalau terus dialasi

69:49

saya misalkan punishment di eskalasi itu

69:52

juga saya takut apa ya merusak mental

69:55

anak juga apalagi ini mengingat kelas 1

69:57

du

69:59

ee tapi juga kalau enggak anak enggak

70:02

tertib

70:04

itulah yang kayak

70:08

gitu

70:11

dua

70:13

secara psik psikologis ter memang

70:15

meskipun bedanya tahun 2 tahun antara

70:18

kelas 1 2 dengan 34 itu ternyata jauh

70:20

beda

70:23

sih merasakan teragasi itu

70:26

saya

70:34

baik terima kasih Pak untuk yang

70:37

dibagikan ya jadi memang saya ee saya

70:40

juga tidak membantah ya Bapak Ibu ya

70:42

memang kita tuh sibuk. Betul. Betul.

70:45

Sibuk banget gitu ya. Ee ini sudah

70:48

dimulai kalau saya merasa ee pada saat

70:51

pandemi itu itu ee mungkin agak lebih

70:54

santai merasanya ya karena banyaknya kan

70:56

kelasnya itu secara virtual dan kalau di

70:58

negeri itu enggak selalu tatap muka gitu

71:01

ya. Kasih tugas. Tiba-tiba ketika masuk

71:04

setelah pandemi. Nah, itu agak kaget

71:06

tuh. Anak-anak juga mulai ngajak mereka

71:08

lagi untuk belajar aktif itu tuh agak

71:11

lama gitu. Kemudian ee ditambah kemarin

71:15

ee di masa kepemimpinan menteri yang

71:17

lama itu kan kita banyak sekali

71:18

berhubungan dengan aplikasi. Dikit-dikit

71:20

ada aplikasi aplikasi aplikasi gitu ya.

71:23

Banyak sekali program untuk

71:24

pelatihan-pelatihan. Kemudian tambah

71:26

sekarang lagi kurikulum yang baru.

71:28

Memang tidak bisa saya bantah itu memang

71:31

real terjadi. Kita tuh sibuk dan pasti

71:33

capek secara manusiawi kita capek. Nah,

71:36

ketika kita merasa capek itu di situlah

71:38

refleksi itu tadi dibutuhkan gitu ya.

71:41

Kenapa? kita melihat oh sebenarnya di

71:45

kelas saya itu apa ya yang terjadi kok

71:47

kayaknya capek banget ya apa yang

71:49

membuat kok kayaknya tadi kalau Pak

71:51

bilang gimana ya ini cara menertibkan

71:53

muridnya tapi ini sesuatu yang baik ya

71:54

Pak dengan Bapak menyadari artinya ada

71:57

suatu keresahan gimana caranya ya dulu

72:00

saya ngajarnya kelas 3 4 sekarang kelas

72:02

1 2 gitu manajemen kelasnya berarti

72:04

harus kayak gimana gaya bahasanya udah

72:07

pasti berbeda berbicara dengan anak

72:09

kelas 2 kayak saya tuh 3 tahun lalu

72:11

ngajar kelas 6 tiba-tiba langsung pindah

72:13

ke kelas du itu tuh sudah beda cara

72:16

bahasanya, cara memperlakukan mereka,

72:18

bagaimana bentuk tugas-tugasnya juga itu

72:20

kan jadi sesuatu yang berbeda gitu. Nah,

72:23

ketika kita belajar berefleksi ya

72:25

kadang-kadang kalau saya tuh mau tidur

72:27

kok hari ini kayaknya capek banget ya.

72:29

Kenapa ya murid saya kok si ini biasanya

72:31

enggak heboh banget kayak ini kok ini

72:33

hari ini si A heboh banget di kelas

72:35

kayak makan gula kebanyakan gitu ya

72:37

disuruh ini bergerak terus capek banget

72:40

ngelihatnya gitu.

72:42

Akhirnya ketika kita menyadari

72:43

merefleksikan,

72:45

oh ternyata saya menemukan ada kesalahan

72:47

pada diri saya. Jadi enggak semata-mata

72:49

karena anaknya susah diatur, tapi

72:51

mungkin ada kesalahan dari diri saya,

72:52

gitu. Nah, ketika kita menemukan apa

72:55

yang kurang, kita cari tahu nih cara

72:59

mengatasi kesalahan ini dari mana? Oh,

73:02

saya lihat nih ada guru yang berhasil

73:04

nih. Saya tuh ee melihat jadi di kelas

73:07

saya kelas 2 itu memanggil guru agama.

73:11

nya itu adalah ayah. Guru itu lebih muda

73:14

3 tahun dari saya. Tapi mereka akrab

73:16

banget sama gurunya. Selalu manggil guru

73:18

agama itu ayah ayah gitu. Kalau enggak

73:20

datang guru agamanya ya ayah enggak ada

73:22

gitu. Terus saya ngintip ini kenapa ya

73:25

anak-anak ini kok bisa sedekat itu

73:26

manggil dia ayah gitu ya. Pas saya lihat

73:29

di kelas jadi anak-anak tuh dikasih

73:30

tugas banyak nulis ee kemarin mewarnai

73:34

kaligrafi disuruh nulis tulisan Arab kan

73:36

itu susah ya Pak ya. Itu anak-anak itu

73:39

enggak pernah ngeluh gitu. saya ngasih

73:40

catatan lima nomor aja kok mereka Bu

73:43

berapa nomor sudah langsung nanya kayak

73:45

begitu ternyata saya lihat pendekatan

73:48

gurunya itu ke anak-anak itu ee membuat

73:51

mereka itu kayak ee pada saat makan gitu

73:53

kan ditanya di rumah ngapain aja ayahnya

73:56

gimana mamahnya gimana katanya kamu

73:59

punya adik dan si guru itu mengingat

74:01

mengingat ee keluarga anak-anak yang dia

74:04

tanya jadi enggak cuma nanya asal tanya

74:06

gitu jadi anak-anak itu merasa memang

74:08

guru ini datang memperhatikan dia. Nah,

74:10

itu saya belajar. Jadi, saya juga

74:12

belajar juga melakukan hal itu ke

74:13

anak-anak saya dan memang mereka jadi

74:15

lebih banyak curhat gitu ke saya, "Bu,

74:18

tadi aku kayak gini, Bu. Kemarin aku

74:20

gini." Nah, jadi anak itu sudah mulai

74:22

berani untuk bercerita ee hal-hal yang

74:24

membuat dia sedih di rumah. Kayak gitu

74:26

sih, Pak. Mungkin Pak, Bu juga bisa

74:28

mulai saya pikir ya saya pikir belajar

74:32

dari guru agama saya itu juga gitu

74:35

ee masuk ke dunianya mereka gitu. masuk

74:38

ee lebih dalam ke dunia pribadinya

74:40

mereka sehingga mungkin lebih terbuka.

74:41

Jadi gitu kita datang tuh anaknya

74:44

langsung tenang malah dicariin gitu sih,

74:46

Pak.

74:48

Oke, saya saya lanjut ya.

74:52

Kemudian saya lanjut di sini. Nah, apa

74:55

new insight-nya? Tadi udah P U sekarang

74:58

kita N.

75:00

New insight-nya adalah guru yang

75:02

berhenti belajar pelan-pelan berhenti

75:04

memanusiakan murid-muridnya. guru

75:06

sebagai penyampai pengetahuan versus

75:09

guru sebagai pembelajar sejati. Tadi

75:11

kita sudah bahas ya di slide yang

75:13

sebelumnya itu bahwa memang ketika kita

75:16

berhenti untuk belajar sudah pasti

75:18

berhenti upgrade dan berhenti

75:21

memanusiakan murid-muridnya. Nah, ini

75:23

ada satu kata baru nih. Berhenti

75:26

memanusiakan murid-muridnya. Maksudnya

75:27

apa ya? Ada yang mau kasih masukan

75:29

enggak, Bapak, Ibu?

75:33

Emang murid kita bukan manusia gitu ya?

75:36

Kadang-kadang istilah-istilah kayak gini

75:38

nih butuh. Oke, silakan Bu Yugi

75:42

coba ya, Bu.

75:43

Iya, silakan.

75:44

Ee pelan-pelan berhenti memanusiakan

75:47

murid-muridnya. Artinya mungkin begini

75:49

ya. Ee jadi kita datang ke sekolah jadi

75:53

kayak udah rutinitas aja itu sebagai

75:54

rutinitas aja gitu ngajar aja enggak ada

75:57

ruhnya gitu. Jadi ya lama-lama anak-anak

76:00

tuh ya jadi seperti objek kita ya, objek

76:04

penderita.

76:05

Jadi kita mengajar ya ee perkesannya ya

76:09

udah ini ee sebagai menggugurkan

76:12

kewajiban aja gitu. Karena emang beda

76:14

feel-nya gitu ketika kita menyukai

76:17

sesuatu ee ketika misalnya kita mau

76:20

ketemu anak-anak tuh udah ih nanti

76:22

ketemu anak nih kita mau seru-seruan

76:24

begini begini begini gitu seperti itu.

76:26

Kalau misalnya memang ee sudah ada niat

76:30

dan tujuan kita ya untuk selain mengajar

76:33

itu apa gitu kan. Kalau mungkin ee kita

76:37

sebagai guru tidak hanya mengajar, tidak

76:39

hanya mengajar mungkin ya paling penting

76:41

itu yang mendidik gitu seperti itu

76:43

mungkin dan ya merasa enjoy aja kalau

76:46

sama anak-anak gitu mungkin kalau

76:48

menurut saya ya.

76:50

Makasih ya Bu. Terima kasih.

76:52

Terima kasih.

76:53

Betul. Oke, saya setuju nih sama Ibu.

76:55

Oke, kita coba lihat tanggapan dari Pak

76:58

Arvi. Gimana, Pak?

77:04

Iya. Nanti presensinya akan saya

77:05

bagikan. Terima kasih, Bu, sudah

77:06

mengingatkan.

77:09

Oh, iya, enggak apa-apa, Bu Eka. Silakan

77:11

kalau mau ada yang mau menyampaikan

77:12

pendapatnya lewat chat juga boleh ya.

77:18

Ada tambahan dari Pak Arvi?

77:22

Jadi,

77:23

e

77:25

Oh, iya, silakan, Pak.

77:27

Ee kalau menurut saya ketika guru sudah

77:31

berhenti belajar atau tidak mau belajar

77:34

kembali, berarti

77:37

guru itu tugasnya dia hanya ingin

77:40

mengajar ya seperti rutinitasnya

77:42

mengajar pulang. Mengajar pulang tanpa

77:46

ingin mendengarkan apa yang murid-murid

77:49

kita mau gitu.

77:51

Jadi sebenarnya

77:53

kita sebagai guru juga tidak boleh

77:55

berhenti belajar seperti yang pertanyaan

77:57

sebelumnya. Karena kita tuh bukan hanya

78:02

bukan hanya kita yang memberi ee bukan

78:05

hanya kita yang mengajar, tapi kita juga

78:07

sebenarnya belajar dari murid-murid itu

78:09

gitu. Jadi ketika kita berhenti belajar

78:13

kita tidak mau tahu apa yang murid mau.

78:17

Itu itu saja sih dari saya, Bu. Terima

78:19

kasih.

78:20

Makasih, Pak. Ini saya jadi ingat ee

78:22

tadi kata Bapak kan kita belajar dari

78:24

murid saya jadinya karena tadi saya baru

78:26

dapat nih dari anak-anak. Dia bilang

78:28

gini, "Bu, Bu, ayo kita main

78:29

tebak-tebakan. Apa, Kak? ikan apa yang

78:32

bodoh?" Katanya gitu. Ikan apa? Ya

78:35

enggak ada. L ikan mau bikin pintar kata

78:37

saya gitu kan. Ada ikan kembung katanya.

78:40

Loh, kenapa kok ikan kembung? Lah, iya

78:42

bukan dia udah kembung masa dia tetap

78:43

berenang di dalam air katanya. Buat saya

78:46

kan itu lucu ya. Akhirnya pas saya lagi

78:48

ngoreksi LKS mereka, saya ketawa. Nah,

78:51

saya pikir itu ilmu baru. Nah, saya

78:53

praktikin pas lagi tadi kumpul di kantor

78:56

pada serius-serius kan soalnya mau

78:57

nyiapin UH1. Terus saya bilang, "Bu, Bu,

79:00

ikan apa yang bodoh gitu ya." Enggak

79:02

datang-datang aneh-aneh aja. Ini ada loh

79:05

Bu, kalau sama senior saya suka panggil

79:07

emak gitu. Ada mak ikan kembung. Kenapa?

79:09

Katanya ya dia udah bodohlah. Udah tahu

79:12

kembung masakmasuk di dalam air ketawa

79:14

gitu. Nah, akhirnya saya pikir saya

79:16

datang ke kantor tuh membawa sukacita

79:18

yang saya pelajari dari anak-anak gitu

79:20

ya. Jadi, apa aja bisa kita pelajari

79:22

dari anak-anak itu even itu mungkin

79:25

lelucon gitu yang buat kita apaan sih

79:27

ini? Eh, ternyata lucu juga gitu ya.

79:31

Oke, saya lanjut ya. Terima kasih ya

79:33

Bapak Ibu untuk tanggapannya. Ee saya

79:35

bagikan ini sebentar ya berarti saya

79:37

stop share sebentar. Saya bagikan

79:39

linknya dulu ya. Takut Bapak Ibu ada

79:42

yang terlewat sebentar. Link absensi

79:45

presensinya ini.

79:50

Oke, nanti ada dua. Nanti ada survei

79:53

juga ya Bapak Ibu ya. Ini presensinya

79:55

dulu saya bagikan di kolom chat

79:59

bentar.

80:06

Oke, ini yang presensinya.

80:09

Eh, lalu nanti Bapak Ibu ada satu survei

80:12

yang Bapak Ibu perlu isi.

80:16

Harusnya tadi ini kita di awal, tapi

80:18

saya terlalu seru ya.

80:22

N yang kedua ini nanti aja enggak

80:24

apa-apa. Jadi yang pertama dulu aja

80:26

nanti masih bisa dibuka sampai 15 menit

80:28

setelah ee materi kita selesai

80:31

disampaikan.

80:33

Oke, saya sudah di sudah di kolom chat

80:35

ya.

80:37

Oke, saya lanjutkan kembali sedikit lagi

80:40

nih slide kita sudah mau berakhir.

80:45

Oke, ini dia

81:02

sudah kelihatan ya, Bapak, Ibu ya.

81:17

Oke,

81:19

ini dia

81:26

ada 4 C ya, Bapak, Ibu. Di sini yang

81:30

kita yang diperkenalkan. Yang pertama

81:33

adalah karakter, calling, competence,

81:37

dan compassion. Kita singkat menjadi

81:40

cham.

81:42

C yang pertama yaitu adalah fondasi

81:44

moral dan integritas. Kemudian ada

81:47

calling. Ternyata mengajar itu bukan

81:50

cuman sebagai itu adalah bukan cuman

81:53

sebagai profesi, tapi sebuah panggilan.

81:56

Ketika kita merasa itu hanya sebuah

81:58

profesi, sudah pasti kita hanya akan

82:01

berperan sebagai pengajar aja tadi ya,

82:04

yang cuman ee datang menyampaikan

82:06

pengetahuan yang sudah kita punya. Bukan

82:09

kritik ya, Bapak, Ibu. Ini sebenarnya

82:11

untuk mengajak kita untuk naik level ya.

82:14

Kenapa? Dengan cara apa? Competence.

82:15

Terus mengasa keterampilan kita.

82:18

Kemudian apa? Yang terakhir adalah

82:20

compassion, belas asih terhadap murid.

82:23

Jadi tidak menutup diri bahwa kita itu

82:25

bisa mendapatkan ilmu dari mana saja.

82:28

Ya, kenapa kayak saya bilang tadi,

82:30

kenapa saya belajar mengedit videonya

82:32

baru sekarang? Sebelum-sebelumnya saya

82:34

ngajar itu di kelas 6, anak-anak itu

82:36

jago banget ngedit video. Jadi saya

82:37

tinggal bilang, "Kak, kita hari ini mau

82:40

aktivitas ini. Ee nanti Bu Guru minta

82:42

tolong ya dieditin videonya." Oke, Bu.

82:45

Jadi, dia akan standby HP-nya mereka.

82:47

Saya tripot selalu ada di kelas. dia

82:49

akan tahu kapan dipause, kapan mau dia

82:52

ee dimulai lagi record-nya. Kemudian

82:55

dengan sangat mudah, Bu, sudah jadi

82:56

videonya. Nah, saya terlain akhirnya

82:59

saya pikir, "Ya udahlah gampanglah ada

83:00

anak kelas 6 ini, gitu ya untuk ngedit

83:02

video." Ketika terjun di kelas 2, orang

83:05

tuanya ada yang tanya, "Bu, anak-anak

83:07

ada video enggak ya belajar di kelas?

83:10

Kayak apa? Bu, ada enggak ya

83:11

foto-fotonya?" Nah, situ saya waduh mau

83:14

enggak mau saya harus belajar nih cara

83:16

ngedit videonya karena saya orang yang

83:18

paling susah sekali untuk belajar ngedit

83:20

video itu menurut saya sulit gitu tapi

83:23

mau enggak mau akhirnya saya belajar dan

83:25

pertama kali cara mudah itu saya temukan

83:27

dari ya itu tadi anak saya yang umur 6

83:29

tahun saya bilang. Nah, di sini saya mau

83:32

mengajak Bapak Ibu semua

83:35

supaya kita belajar untuk terus ya

83:38

belajar untuk terus menjadi seorang

83:40

pembelajar. Jadi jangan patah semangat

83:43

di di sesi pertama ini. Yuk kita bakar

83:46

lagi api. Semangat kita ini tujuannya

83:48

kita mau jadi apa sih sebenarnya? Apakah

83:51

cuman sekedar menuntaskan tanggung jawab

83:53

kita aja sebagai seorang guru datang ke

83:56

kelas menuntaskan, oh ya harus ngajar

83:59

materinya ini, ini, ini, terus pulang

84:01

tuh. Atau ada tujuan yang lain yang

84:04

sebenarnya mau kita capai gu ya.

84:08

Sini dia

84:10

guru pundi inquiry bukan metode mengajar

84:13

tapi bagaimana cara hidup seorang guru.

84:16

Nah, guru pundi ya Bapak Ibu guru pundi

84:19

itu akan menjadi

84:22

seorang pembelajar sepanjang hayat

84:24

lifelong learner. Jadi tidak berhenti,

84:27

cuman puas dengan apa yang sudah

84:29

dimiliki sekarang. Tapi yuk terus lagi

84:31

asah kemampuannya.

84:36

Nah, ini dia. Saya mau ajak Bapak Ibu

84:39

untuk melakukan survei ya. Bagaimana

84:43

Bapak Ibu

84:46

nanti di screenshot ya Bapak Ibu ya, di

84:48

screenshot disimpan karena nanti ada

84:50

poinnya berapa. Nah, ini Bapak Ibu bisa

84:52

lihat enggak? Oke, mungkin yang punya HP

84:56

boleh Bapak Ibu di ee apa namanya?

84:59

barcode-nya dicek

85:02

untuk kita mau melakukan self mapping

85:04

nih diri kita itu kayak apa sih

85:05

sebenarnya gitu.

85:13

Apa perlu saya kirimkan linknya

85:16

Bapak Ibu?

85:20

Boleh.

85:20

Sudah bisa, Bu Tere? Bisa kok.

85:22

Oke, coba saya

85:23

sudah bisa Bu.

85:26

Bisa ya? Sebentar sebagi. Nah, ini dia

85:31

sini ada.

85:39

Oke, saya copy.

85:45

Saya copy sebentar saya kirim.

85:51

Entar saya kirim di chat ya Bapak Ibu.

85:55

Bentar.

86:11

Bapak Ibu bisa lihat dari sini ini.

86:26

Oke.

86:54

Coba up. Sudah bisa belum, Bapak Ibu?

86:57

Coba saya lihat ya. Pas

87:00

sudah Bu.

87:02

Roda refleksi pundi betul.

87:09

Oh, ini dia. Tadi salah ya ngopinya ya.

87:12

Nih nih Bapak Ibu.

87:17

Nah, ini dia roda refleksi pundi ya.

87:20

Nah, buat yang enggak bisa, Bapak, Ibu.

87:22

Nah, ini bisa dibuka dari chat saya.

87:26

Nanti direenshot hasilnya ya, Bapak,

87:28

Ibu. Kita mau lihat seperti apa. Enggak

87:29

usah ditampilin. Enggak apa-apa.

87:32

Saya kasih waktu ee mungkin bisa berapa

87:35

menit ya? 10 menit cukup kali ya.

88:28

Ibu Ispa izin bertanya, Bu.

88:31

Silakan, Ibu.

88:32

Ini kan ada tiga link ya.

88:35

Yang paling terakhir, Bu. Yang

88:37

yang paling terakhir dulu. Oke.

88:39

Iya. Kalau yang di atasnya itu yang

88:41

absensi

88:42

nanti ya, Bu.

88:43

Presensi. Iya. Oke,

88:44

survein-nya yang paling terakhir.

88:46

Oke. Yeah.

90:48

Apakah sudah ada yang selesai? Bapak,

90:50

Ibu yang sudah selesai mungkin bisa

90:52

kasih

90:54

ee reaksi ya,

90:56

kasih jempolnya kalau emang sudah

90:58

selesai. Saya mau lihat. Oke, Bu Yuli

91:01

sudah.

91:04

Oke, Bu Ari. Oh, udah pada selesai ya.

91:10

Oke,

91:12

Bu Irsanti ya.

91:15

1 menit lagi ya berarti ya Bapak Ibu ya.

91:17

Boleh ya.

92:01

Bu Rizki eee jika sudah apakah

92:04

tampilannya memang putih semua? Ada

92:06

skornya, Bu.

92:11

Coba Bapak Ibu yang lain. Apakah ada

92:13

yang sama mengalami seperti Bu Rizki?

92:30

Nah, iya benar. Waktu saya nyoba juga

92:32

ada skornya dia

92:36

mungkin jaringan masalah internet kali

92:38

jaringan. Iya.

92:39

Iya. Tuh.

92:47

Baik. Saya ee

92:49

lanjutkan ya, Bapak, Ibu ya. Ee buat

92:52

yang masih mengerjakan enggak apa-apa

92:54

kita lanjut aja. Saya ulang sedikit lagi

92:58

ya sambil menunggu. Jadi tadi kalau yang

93:00

si 4C kita jangan sampai lupa. Ini

93:03

adalah suatu hal yang sangat penting.

93:05

Ketika Bapak Ibu nanti berakhir

93:08

di pundi. Kita mengingat bahwa ada empat

93:12

change tadi yang menjadi identitas guru

93:15

pundi. Ada karakter, calling,

93:18

competence, dan compassion.

93:21

Kenapa? Karena ketika kita menjalankan

93:25

sebuah teknologi tanpa identitas, tanpa

93:28

cham ya, tanpa CN4 ini, itu hanya akan

93:31

mempercepat kekosongan. Jadi kita enggak

93:34

tahu tujuannya kita tuh sebenarnya mau

93:36

ngapain. Oke, pokoknya ikutin aja kayak

93:38

tadi yang saya bilang di awal ya. Oh,

93:40

mau ikut-ikutan ngelihat orang kok

93:43

follower TikTok-nya banyak, tapi dia

93:44

memang punya konten. Banyak yang

93:46

dibagiin. Karena saya enggak punya

93:49

konten, yang penting saya mau follower

93:50

banyak, ya udah segala macam cara

93:51

jadinya dilakukan. Yang penting konten

93:53

ee ee apa namanya? Followernya bisa

93:55

naik. Nah, kayak gitu ya. Melag

93:57

teknologi enggak melag tapi tidak ada

94:00

makna yang berarti dari apa yang

94:02

dilakukan. gitu. Jadi perlu kita ingat

94:05

karena kita perlu bikin yel-yel nih

94:06

kayaknya jago deh nih ibu-ibu atau

94:09

bapak-bapak mungkin bisa. Jadi kalau

94:11

saya bilang identitas guru pundi berarti

94:13

4C

94:15

ya. Identitas guru pundi 4C tuh. Jangan

94:20

sampai lupa. Entar ditanyain loh sama

94:22

saya loh. Bu apa Bu kemarin Bu yang

94:24

pertama Bu gitu Pak yang kedua apa Pak

94:29

gitu ya.

94:31

Jadi sama-sama yuk coba Bapak Ibu enggak

94:34

apa-apalah dibuka ee mikrofonnya kita

94:37

semua yuk sama-sama yuk. Jadi nanti di

94:40

sela-sela ya biar enggak ngantuk ya.

94:42

Kita sampai sesi 12 harus ikut loh ini

94:44

diingat-ingat lohnya ter.

94:46

Jadi kalau setiap saya bilang identitas

94:48

guru pundi Bapak Ibu langsung 4C

94:52

ya. Oke.

94:55

Nah dedeknya enggak apa-apa diajakin

94:57

juga enggak apa-apa, Pak.

94:59

Mohon maaf, Ibu. Makanya ini dimatikan

95:02

karena ada bayi di sebelah. Keren loh

95:05

mamanya malam malam masih belajar. Yuk,

95:08

identitas guru pundi apa?

95:11

C

95:13

karakter

95:15

apa tuh? Yang pertama karaktering

95:20

kompeten

95:22

compassion.

95:23

Kalau ada yang bisa bikin gerakannya

95:25

minggu depan dipraktikin enggak apa-apa.

95:27

misalnya, oh karakter gini aja, Bu, kita

95:29

biar gampang ingat calling kayak gini

95:30

aja. N boleh

95:32

ibu dari SMP, dari SMK, yang dari

95:35

madrasah bikin kita praktekin minggu

95:38

depan ya pokoknya identitas guru pundi

95:41

4C.

95:44

Oke,

95:46

kita lanjut ya sedikit lagi Bapak, Ibu.

95:53

Nah, ini dia.

95:55

Saya mau ngajak Bapak Ibu untuk enggak

95:58

enggak perlu kertas ditulis ya. Siapa

96:00

saya sebagai guru? Ada pertanyaan yang

96:03

perlu dijawab. Minimal pilih dua. Kenapa

96:07

saya perlu terus belajar? Tadi Bapak Ibu

96:09

sudah banyak sharing. Jadi sebenarnya

96:11

hanya tinggal dituangkan saja. Kemudian

96:13

yang kedua, kenapa saya merasa perlu

96:16

saya untuk terus belajar? Dan yang

96:18

ketiga, nilai apa yang tidak boleh

96:21

hilang dari saya selama program pundi

96:24

ini. Nah, barusan kita sudah bikin tuh

96:26

yel-yelnya tadi ya.

96:28

Jadi pilih ada dua nanti enggak apa-apa

96:31

Bapak Ibu enggak mau dikerjakan pada

96:33

saat ini juga nanti saya ee sudah

96:36

buatkan ruang untuk Bapak Ibu

96:39

mengirimkannya

96:40

itu bisa saya tunggu kan kita ketemu

96:42

lagi nanti tanggal 12 ya berarti ee

96:44

paling akhir nanti di tanggal 11 jam

96:48

2359

96:50

karena ketika masuk tanggal 12 berarti

96:53

tepat di pukul 1200 malam ee udah enggak

96:56

bisa submit lagi. kayak gitu. Jadi nanti

96:58

aja enggak usah stres sekarang. Apa yang

97:01

Bapak Ibu tadi sudah sampaikan tinggal

97:03

diketik aja ya supaya nanti buat

97:06

refleksi juga buat saya. Oh ya di sesi

97:08

pertama tadi apa sih yang menjadi

97:12

kerinduan Bapak Ibu? Kan tadi ada

97:13

beberapa yang sudah menyampaikan harapan

97:15

gitu ya.

97:18

Atau Bapak Ibu kalau nanti kita memang

97:19

masih ada waktu Bu saya ngerjainnya

97:21

sekarang aja silakan enggak apa-apa.

97:24

Oke

97:26

kita masuk. Yang I berarti yang terakhir

97:28

ya udah mau berakhir loh Bapak Ibu. I

97:30

yaitu adalah impactful action.

97:34

Nah, apa itu? Ini dia tadi kita sudah

97:38

cerita di awal

97:40

ekspektasi Bapak Ibu apa, harapannya

97:42

apa, keresahannya apa. Sehingga kita

97:46

punya sebuah tugas buat Bapak Ibu

97:49

merenung ya. Kita hari ini banyak

97:51

berefleksi untuk membuat komitmen

97:54

pertumbuhan diri Bapak Ibu. ee selama

97:56

mengikuti ini adalah sebuah program dari

97:58

pundi ya, mengikuti komitmennya selama

98:00

mengikuti program pundi. Nah, dalam 12

98:03

minggu ke depan saya itu berkomitmen

98:05

untuk bertumbuh dalam hal apa dan hal ee

98:09

alasannya apa? Kalau mungkin tadi ada

98:10

yang oh saya mau bertumbuh dalam

98:12

manajemen kelas. Kenapa? Karena saya

98:14

sekarang mengajar kelas kecil dan saya

98:17

mengalami kesulitan. Bagaimana caranya

98:19

membuat anak-anak ini bisa ee dengan

98:22

mudah menenangkan dirinya gitu.

98:26

Kemudian mungkin ada juga yang oh ee

98:28

saya merasa perlu bertumbuh dalam apa

98:31

dalam bidang teknologi. Kenapa? Karena

98:34

saya itu menjadi salah satu duta

98:37

teknologi di area saya misalnya gitu ya.

98:42

Nah, ini Bapak Ibu silakan tuliskan

98:44

ketentuannya apa. Ini ada yaitu

98:47

dituliskan dalam satu lembar A4 nanti

98:49

dikumpulkan. Saya sudah buatkan rumahnya

98:53

dan ada rubriknya Bapak Ibu. Kita bahas

98:54

sedikit rubriknya ya.

98:59

Oke, kita bahas sedikit rubriknya

99:02

supaya Bapak Ibu tidak mengalami

99:04

kesulitan.

99:06

Sebentar

99:08

ada rubriknya. Tidak sulit Bapak Ibu

99:11

rubriknya itu.

99:14

Sebentar ada di sini

99:18

rubrik.

99:31

Oke, ini dia rubriknya Bapak Ibu. Nanti

99:33

tampilannya seperti ini

99:36

ya. Ada nama Bapak Ibu asal sekolahnya,

99:39

kemudian mengajar apa?

99:43

Ini dia kriterianya yang pertama

99:45

kelengkapan format bernilai empat ketika

99:49

Bapak Ibu berhasil merumuskan 1 sampai 2

99:51

fokus

99:53

dengan komponen waktu, fokus, dan

99:56

alasannya secara lengkap.

99:59

Kemudian ada keterukuran.

100:02

Fokusnya berupa perilaku konkret yang

100:03

dapat diukur atau terlihat nyata

100:05

perubahannya.

100:07

Kemudian yang ketiga, realistis dan

100:11

kontekstual. Fokus sangat mungkin

100:13

dicapai dengan optimasi sumber daya yang

100:16

tersedia. Jadi jangan juga misalnya nih

100:19

ee kayak saya pernah ikut kemarin Bimtek

100:22

yang waktu IFP mau dibagikan itu saya

100:26

ikut bimteknya di kementerian. Kemudian

100:28

dapat ee teman pesertanya itu dari

100:31

daerah yang memang di sana itu kalau

100:33

sudah jam 11.00 siang biasanya sudah

100:35

mulai hujan dan itu sedikit ee biasanya

100:38

hujannya itu disertai angin kencang.

100:40

Jadi agak kayak badai dan listrik sudah

100:42

pasti padam. Nah, jadi enggak realistis

100:45

kalau misalnya dia ingin membuat ee apa

100:48

namanya? Perubahannya itu dalam bidang

100:50

teknologi yang signifikan seperti dia

100:53

memandangnya ke daerah-daerah yang

100:55

memiliki jaringan listrik dan internet

100:57

yang sangat kuat. Nah, kayak gitu tuh

100:59

jangan sampai begitu. Jadi mengoptim apa

101:02

yang sumber daya apa yang tersedia di

101:04

sekitar Bapak Ibu kalau boleh mah memang

101:06

kekayaan yang menjadi kekayaan

101:08

sekolahnya. Nah, itu yang dimaksimalkan.

101:11

Lagu kemudian adalah logika alasannya

101:14

yang kuat menjelaskan hubungan langsung

101:16

antara pertumbuhan diri dengan manfaat

101:18

nyatanya bagi siswa.

101:21

Itu saja Bapak Ibu ada empat kriterianya

101:25

nanti bisa dilihat. Oh, saya enggak mau

101:27

nilainya empat lah, mau yang tiga aja.

101:29

It's ok. Enggak apa-apa ya. Yang penting

101:31

Bapak Ibu di sini kita mau sama-sama

101:33

belajar bagaimana merefleksikan diri dan

101:36

memilik me menuliskan supaya enggak lupa

101:40

apa yang menjadi

101:45

nih komitmennya untuk bisa terus fokus

101:47

belajar terukur dan berdampak bagi

101:49

muridnya nanti kan enggak mungkin kan.

101:51

Kenapa mau ikut program pundi? Ya

101:53

iseng-iseng aja lah Bu saya. Soalnya

101:55

biar bisa update status kan enggak

101:56

mungkin kayak gitu ya Bapak Ibu ya.

101:58

meluangkan waktu 12 minggu tiap malam

102:00

kita nanti belajar.

102:03

Oke, itu. Nah, ini rubriknya nanti sudah

102:05

ada juga saya masukkan ke dalam Google

102:07

Classroom kita ya, Bapak Ibu ya. Jadi

102:09

akan dengan mudah untuk Bapak Ibu bisa

102:11

melihatnya.

102:16

Oke, saya kembali lagi kepada slide

102:19

kita.

102:39

ya yang tadi ya Bapak Ibu ya. Jangan

102:41

lupa kertasnya di dalam ukuran A4 tidak

102:44

perlu diprint dan discan ya tinggal

102:47

diketik dan di-save DFS.

102:53

Ini satu quing

102:56

untuk di akhir ee program kita ini.

102:59

Program ini tidak kita mulai dengan

103:01

teknologi, tetapi dengan kejujuran guru

103:04

terhadap dirinya sendiri, gitu. Jadi

103:08

tadi refleksi kita ee mungkin banyak

103:12

yang masih malu-malu untuk menyampaikan.

103:14

Enggak apa-apa Bapak, Ibu silakan

103:16

menuangkannya di dalam kertas. Tenang

103:18

saja tidak akan saya tampilkan di

103:20

mana-mana.

103:21

Cukup rahasia antara Bapak, Ibu, saya

103:25

dengan Tuhan aja yang tahu gitu ya.

103:30

Bukan untuk mempermalukan. Bapak, Ibu

103:32

perlu perlu untuk mengingat ini refleksi

103:35

kita. Kalaupun di situ banyak

103:37

kekurangan, bukan untuk mempermalukan

103:39

kita sebenarnya, tapi justru untuk

103:41

membawa kita naik ke level yang baru

103:44

dengan kita memiliki kesadaran untuk mau

103:47

ikut saja ke program ini sekalipun

103:50

sebenarnya apa ya diajak teman. Tapi kan

103:52

dengan ada niatan diajak teman aja itu

103:54

sudah luar biasa ya sebenarnya. Berarti

103:56

sudah tergelitik, sudah mengalami

103:59

keresahan. Karena kalau kayak saya ini

104:01

di sekolah kadang-kadang guru-guru yang

104:02

masih muda, ayo yuk kita ikut pelatihan

104:04

ini bilangnya apa?

104:06

Oke, Teteh. Kita doakan kamu. Kalau kamu

104:09

berhasil nanti bagi-bagi ke kita

104:11

duitnya. N suka kayak gitu. Oke, kita

104:13

dukung kamu dalam doa. Kamu aja yang

104:14

belajar bawa nama baik sekolah. Nah,

104:17

kayak gitu.

104:19

Semoga kita jangan jadi guru yang kayak

104:21

gitu ya, Bapak, Ibu ya.

104:24

Ya, jadi ee tidak dimulai dengan

104:26

teknologi tetapi dimulai dengan

104:29

kejujuran terhadap diri sendiri.

104:33

Terima kasih Bapak Ibu sudah berakhir

104:36

slide-nya. Artinya sudah selesai kita

104:39

hari ini malam ini.

104:44

Nah, sampai di sini adakah Bapak Ibu

104:47

yang Iya, betul. Ee nanti PPT-nya akan

104:51

saya bagikan, saya akan kirimkan dalam

104:53

bentuk PDF ya, Bapak, Ibu ya.

104:56

Oke,

104:58

senang sekali saya hari ini. Apalagi

105:00

Bapak Ibu yang paling jauh berarti tadi

105:02

Bu Lili ya dari Papua.

105:05

Ada yang dari Kalimantan, ada yang dari

105:08

Bogor, Jakarta. Tadi dari ada yang dari

105:12

saya catat dari Riau ya, ada yang dari

105:15

Banjar gitu. Ada rekamannya Ibu? Ada,

105:18

ada, Ibu. Ini dicord juga nanti

105:20

rekamannya mungkin kalau mau dilihat

105:22

nanti saya tanya ke tim ya Bu ya. Kalau

105:24

rekamannya ini apakah bisa dibagikan

105:26

juga atau hanya materinya saja? Kayak

105:28

gitu sih. Adakah Bapak Ibu yang mungkin

105:32

ingin menyampaikan sesuatu dari awal

105:35

tadi sampai sudah selesai di thank you?

105:39

Ada yang ingin berbagi mungkin.

105:42

Bu, saya ngantuk banget Bu. Ibu

105:44

ngebosenin banget nih. Kita pusing gitu

105:46

ya. Enggak apa-apa juga kalau mau

105:48

dibagikan.

105:51

Boleh dua orang. Satu atau dua orang

105:53

boleh

105:56

atau mungkin ada Bu kayaknya udah saya

105:58

sesi satu aja, Bu. Udah 11 sesi

106:00

berikutnya. Enggak usahlah, Bu. Saya ini

106:01

sudah menyerah gitu. Enggak apa-apa

106:03

juga.

106:07

Ada yang mau

106:10

enggak apa-apa enggak kelihatan wajahnya

106:12

Bapak Ibu.

106:16

Ee izin saya Ibu sedikit menyampaikan.

106:19

Silakan. Silakan Bu. ini kalau boleh

106:22

jujur Ibu ee kita kan nanti akan

106:25

mengikuti kegiatan ini selama 12 sesi

106:28

kedepan ya Bu. Ini baru sesi pertama

106:32

saja materinya sudah sangat luar biasa.

106:35

Banyak sekali Bu

106:39

dan semuanya ee daging semua ini, Bu.

106:43

Terima kasih banyak untuk sesi hari ini

106:46

dan dari sesi yang pertama ini saya ee

106:51

mulai belajar untuk ee menyampaikan

106:55

pendapat gitu. Karena sebenarnya saya

106:58

paling sulit gitu kalau diminta untuk

107:01

menyampaikan pendapat. J dari sesi ini

107:04

saya ee harus belajar ee untuk sesi

107:08

berikutnya untuk mulai menyampaikan

107:11

pendapat ya, Bu.

107:14

Keren. Tepuk tangan dong buat Ibu. Saya

107:17

maulah nih pakai reaction lah juga

107:22

ya. Terima kasih banyak Ibu.

107:24

Terima kasih, Ibu. Semangat terus

107:26

belajarnya. Ada lagi

107:30

dari? Saya mau dengar dari Bu Irsanti.

107:34

Boleh enggak, Bu? Aku lihat Ibu aja dari

107:37

tadi loh, tapi belum dengar suaranya.

107:42

Boleh, Ibu. Aduh, maaf

107:44

kondisi saya sebenarnya lagi kurang

107:46

sehat hari ini. Jadi, Iya. Iya.

107:48

Tadi ah udah diam aja deh sambil

107:50

dengerin gitu.

107:51

Enggak apa-apa, Ibu. Dapat apa, Bu, hari

107:53

ini kira-kira, Bu? Memang sama ya, Bu

107:56

seperti Bu ee Hariati tadi ee memang ee

108:01

ee kalau melihat judulnya kan ee

108:05

pendidikan unggul digital ya. Saya pikir

108:08

dari awal kita sudah mau diarahkan untuk

108:10

ee belajar digital gitu, tapi ternyata

108:13

kita diajak untuk merefleksi dulu gitu.

108:16

Dan tadi ee ketika mengisi roda refleksi

108:19

memang ee betul sih gitu hasilnya ee ada

108:23

terdapat ketidakseimbangan antara apa

108:25

yang sudah saya lakukan dengan ee bagian

108:28

refleksi yang ee maksudnya aksi saya di

108:31

ee dalam kegiatan mengajar dengan

108:33

refleksi saya itu memang ee ada

108:35

ketidakteimbangan. memang saya mengakui

108:37

saya e jarang melakukan refleksi gitu

108:40

dan itu ee apa ya jadi satu ee

108:44

pembelajaran buat saya jadi satu

108:45

pengingat mungkin ya Bu ya ee bahwa ya

108:49

memang sebagai guru kita harus terus ee

108:51

berefleksi supaya kita bisa terus

108:54

belajar terus ee bertumbuh jangan jangan

108:57

hanya ee maju tapi juga harus jangan

109:00

hanya berani maju tapi juga harus berani

109:02

melihat ke belakang gitu apa yang sudah

109:04

kita lakukan, apa yang ee sudah baik apa

109:07

yang belum baik gitu. Jadi mungkin itu

109:09

sih ee yang saya dapatkan dari ee

109:12

pertemuan kita malam ini. Insyaallah

109:14

mudah-mudahan 12 sesi ke depan bisa kita

109:18

laksanakan dengan lancar, dengan sehat

109:21

gitu. Itu saja barangkali Ibu. Terima

109:24

kasih.

109:26

Makasih, Bu Santi. Lagi enggak enak

109:28

badan aja semangat banget. Keren. Terima

109:31

kasih ya, Bu ya. Jadi memang betul

109:33

berefleksi jangan pernah berhenti

109:35

belajar. Nih saya sharing sedikit. Tadi

109:37

saya baru Zoom meeting jadi nanti

109:39

tanggal 18 ee tapi diundur jadi tanggal

109:43

25 karena kan kita ada libur puasa ya

109:45

awal puasa itu sekolah saya kan akan

109:47

kedatangan mahasiswa PPL yang ee calon

109:51

guru ya PPG. Kemudian saya ee mikir saya

109:56

kan akan membagi ya kepada mahasiswa

109:58

ini. Jangan sampai sesat nih

110:00

anak-anaknya gitu ya.

110:01

Mahasiswa-mahasiswa ini nih akan menjadi

110:03

penerusnya nanti kalau saya sudah

110:05

pensiun kan ini masih menjadi guru gitu

110:06

ya. Saya minta teman saya masuk ke kelas

110:09

tolong dong observasi saya gitu. Jadwal

110:12

supervisi kepala sekolah soalnya masih

110:14

lama. tolong masuk ke kelas saya lihatin

110:16

saya kurangnya apa, terus anak-anak

110:18

saya, saya harusnya apa. Kadang-kadang

110:20

kan kalau kita ketemu terus juga sama

110:22

anak-anak ee kita merasa oh ini anak

110:25

udah tenang kok sama saya gitu ya.

110:27

Padahal mungkin tenangnya itu bisa jadi

110:29

karena takutkah mungkin sama saya atau

110:30

mungkin lebih memilih ya sudahlah

110:32

daripada guru ini cerewet gitu udah saya

110:34

diam aja gitu ya. Eh saya saya e jadi

110:36

mungkin Bapak Ibu juga enggak apa-apa

110:38

kita tanya dari teman kita yang mungkin

110:40

ngerasa akrab. Jadi jangan juga nanya

110:42

harus guru senior yang harus menjatuhkan

110:44

ya enggak juga. Jadi manggil santai aja

110:47

10 menit ajaalah masuk bentar aja kan

110:49

kamu sudah selesai ngajar lihatin aku

110:51

kurangnya di mana kayak gitu. Dan waktu

110:53

dia kasih tahu kan ada kurang ini, ada

110:55

kurang ini. Ada kadang-kadang rasa kayak

110:58

emang iya enggak lah kayaknya enggak ah

110:59

gua mah enggak kayak gitu enggak ah

111:01

perasaan gitu ya Bu ya. Ada rasa kayak

111:03

gitu. Tapi itu kan penilaian orang yang

111:06

tahu kita itu kan sebenarnya enggak

111:07

enggak semendiri kita juga gitu ya.

111:09

Berefleksi untuk kita. Betul. Tapi

111:11

enggak apa-apa juga kalau kita misalnya

111:12

tanya dari orang supaya kita tahu, oh

111:15

menurut orang saya kayak begini.

111:16

Ternyata artinya pendapat orang dengan

111:19

hasil perenungan saya, kita dapat

111:21

sesuatu yang baru, oh ya sudah saya cari

111:23

kekurangan saya. Saya cari tahu

111:24

bagaimana cara memperbaikinya. Kayak

111:27

gitu sih. Mungkin Bapak Ibu juga boleh

111:29

sama-sama. Jadi enggak usah malu-malu

111:31

karena di sekolah saya itu kita yang

111:34

agak senior itu delan. kita gurunya itu

111:37

ada 42 ya sama penjaga semua kita ada

111:41

50. Jadi yang muda di bawah saya itu

111:43

masih banyak banget gitu ya. Saya

111:46

panggil mereka gitu enggak apa-apa. Jadi

111:48

memang penilaian dari yang muda

111:50

sekalipun yang enggak boleh berkecil

111:52

hati kalau memang dia merasa itu

111:53

kekurangan kita, it's oke. Itu sih kalau

111:56

dari saya ada lagi mungkin yang mau

111:59

berbagi?

112:01

Kita masih punya sekitar 4 menit lagi.

112:06

Oh ya, dari hasil roda refleksinya tadi

112:08

Bapak Ibu bagaimana skornya?

112:11

Ada yang balance kah tadi? Parvi

112:14

langsung senyum. Gimana Pak?

112:20

Ee berdasarkan roda apa tadi kan, Bu? ee

112:24

punya saya itu 7,1 cuman ya di bagian

112:29

refleksi sih balik lagi seperti yang

112:31

tadi ee di bagian refleksi mungkin

112:34

terkadang lupa untuk merefleksi diri

112:36

sendiri gitu Bu. Jadi di bagian refleksi

112:39

tinggak balance gitu paling rendah

112:42

daripada yang lainnya gitu. Itu sih dari

112:45

tempat saya Bu.

112:47

Keren. Bapak berani mengakuinya di depan

112:50

kita. Berarti untuk ke depannya sih

112:52

semoga Oh, ini sudah berefleksi, Pak.

112:54

Oh, saya berefleksi. Kalau saya ternyata

112:56

jarang berefleksi gitu ya. Berarti untuk

112:59

ke depannya nanti enggak apa-apa, Pak.

113:00

Pelan-pelan. Tadi koknya di kelas

113:02

kayaknya si ini banget ya rusuh banget

113:04

gitu ngegangguin temannya mulu. Kok ini

113:06

tadi tiba-tiba pas berdoa merengut ya

113:08

anaknya kenapa ya gitu. Jadi bisa mulai

113:11

lebih aware lagi. Semangat. Keren, Pak.

113:13

Tadi ini saya lihat Bu Eka katanya

113:15

dapatnya 9,9.

113:18

Wow.

113:20

Bu Eka sharing atuh, Bu. Enggak usah

113:23

tampak wajahnya. Enggak apa-apa, Bu. Bu

113:25

Eka mau sharing enggak?

113:28

Bu Eka Meidayanti ya.

113:32

Oh, enggak bisa suaranya. Ya udah,

113:34

enggak apa-apa. 8,2. Wih, keren nih,

113:38

Pak. Bapak Kepala Sekolah. Ayo tuh pakai

113:41

sharing.

113:42

Sharingnya apa, Kak? Ini saya juga

113:44

bingung ini tadi. Karena

113:46

8,2.

113:47

Gimana, Pak Perasaannya, Pak?

113:51

Ee perasaan untuk hari ini

113:55

apa ya? Ya, sangat sangat bagus sih. Ada

114:00

saling keterbukaan.

114:03

Mohon maaf suaranya agak kecil ya.

114:05

Oh, suaranya kecil ya, Bu?

114:06

Heeh.

114:07

Nah, ini sudah lumayan nih, Pak. Ya, ini

114:09

saya mendekat dengan laptop ini. Iya.

114:12

Baik, untuk refleksinya kegiatan hari

114:15

ini

114:17

ee suasananya sangat menarik. Kemudian

114:21

banyak apa ya? banyak pengetahuan yang

114:25

ya seperti refresh karena

114:31

di

114:33

apa di

114:35

pengalaman mengajar saya dulu itu

114:39

jarang sekali menggunakan ini

114:40

menggunakan teknologi. Kalau sekarang

114:42

ini tadi kan banyak ee apa kayak

114:45

tugas-tugas juga menggunakan

114:49

ini laptop dan HP ya. Jadi untuk

114:52

kegiatan hari ini mm sangat bagus gitu

114:56

Bu. Terima kasih Bu Tere.

115:00

Baik, makasih Pak. Nanti berarti untuk

115:03

sesi-sesi berikutnya boleh nih kita

115:05

menanyakan dari sudut pandang kepala

115:08

sekolah ya. Bagaimana menghadapi

115:11

guru-guru yang seperti kita ini yang

115:13

suka jarang berefleksi karena sekarang

115:15

kepala sekolahnya dituntut untuk

115:17

berefleksi nih Pak ya. Jadi nanti kita

115:19

mau tanya dari sudut pandang Bapak

115:21

sebenarnya melihat guru-guru ini seperti

115:23

apa sih gitu ya. Kalau kita kan

115:24

memandangnya ke murid nih gitu. Jadi

115:26

kalau Bapak melihat kita gimana supaya

115:28

kan Pak kita juga tahu nih oh sebenarnya

115:31

mungkin dalam pikiran kepala sekolah

115:33

dalam hatinya kepala sekolah ini loh

115:35

ternyata ada ekspektasi yang mungkin

115:36

tidak tersampaikan ke kita gitu ya.

115:39

Nanti boleh ya, Pak ya. Untuk sesi-sesi

115:41

ke depannya kita masih ada 11 sesi. Kita

115:43

mau dengar nanti dari Pak Widi.

115:46

I siap Bu.

115:49

Kemudian saya mau dengar kalau Bu Retno

115:52

boleh enggak, Bu? Satu lagi dari Bu

115:55

Retno terakhir.

116:07

Ibu maaf suaranya belum kedengaran.

116:21

Belum kedengaran, Ibu.

116:26

Sudah terdengar belum?

116:27

Nah, ini sudah, Bu. Ini dengar, Bu.

116:30

Sudah terdengar? Sudah, Bu. Sudah.

116:34

Sudah, Ibu. Dengan jelas

116:35

sudah terdengar, Ibu.

116:37

Sudah, Ibu. Jelas sekali kedengaran.

116:39

Alhamdulillah. Ya.

116:43

Ee, perkenalkan saya Rugianti dari SMA

116:46

Negeri 2 S3. ee senang bergabung dengan

116:50

pundi ini. Saya ee melihat dari

116:54

Instagram agak

116:57

agak tertarik juga ini pundi itu apa

117:00

karena baru pertama kali ee

117:04

pundi pendidikan unggul digital gitu. ee

117:09

ada ketertarikannya karena di sini saya

117:12

melihat ada pembelajaran ee desain ng

117:16

desain ada nanti ada

117:19

empati kemudian define kemudian

117:23

menentukan idea dari pembelajarannya

117:27

bagaimana kemudian menentukan tetap

117:30

prototype ee kemudian ee di hari ini

117:34

saya juga mendapatkan ilmu

117:40

bagaimana guru itu bisa

117:43

ee bisa terus belajar

117:48

untuk lebih menambah kompetensinya. Jadi

117:52

pola bertumbuh itu memang penting bukan

117:55

saja untuk guru, tetapi bisa untuk

117:58

siswa. dengan siswa kita harus memang

118:01

harus

118:03

ee diberi wawasan

118:06

selalu untuk gelomanset begitu. Nah, ini

118:10

tadi ee sangat bagus inspirasinya dari

118:15

Mbak Ismawa ini. Kemudian ee

118:22

ini juga saya ee mendengar dari Bapak

118:25

Ibu guru semua juga ee menarik juga.

118:28

Jadi saya bisa belajar dari ee

118:32

pengalaman Bapak Ibu semua begitu.

118:34

Terima kasih. Asalamualaikum

118:36

warahmatullahi wabarakatuh.

118:38

Waalaikumsalam warahmatullahi

118:40

wabarakatuh. Terima kasih Ibu Retno.

118:43

Berarti sharing dari Ibu sekaligus

118:45

menutup ya perjumpaan kita malam hari

118:47

ini. Saya ucapkan terima kasih yang

118:50

sangat luar biasa buat Bapak Ibu semua.

118:52

Kita beri tepuk tangan dulu dong ya buat

118:55

Bapak Ibu semua yang dari awal sampai

118:57

akhir. Keren. Kita ketemu lagi minggu

119:00

depan ya Bapak Ibu. Semoga tidak

119:03

jemu-jemu. Semoga semua dalam keadaan

119:05

sehat. Doa saya ya. Nanti saya minta

119:07

perwakilan satu orang untuk menutup

119:09

dalam doa kemudian kita ee foto dulu ya

119:12

Bapak Ibu ya. Tadi kan membuka dalam doa

119:14

kemudian kita tutup dalam doa. Ada yang

119:17

mau memimpin kita dalam doa yang

119:20

bersedia?

119:23

Lintas agama enggak masalah. Yang mana

119:26

aja

119:30

ada yang mau?

119:32

Parvi boleh, Pak.

119:37

Silakan, Pak.

119:39

Sepertinya Pak Abu

119:42

kebetulan kan Pak Abu guru agama.

119:48

Ya udah, gambreng

119:50

sit dulu.

119:54

Iya. Sudah boleh, Bu.

119:55

Oke, silakan Pak.

119:57

Izin.

119:58

Izin mungkin dengan doa

120:02

Islam ya. Bismillahirrahmanirrahim.

120:05

Bismillahirrahmanirrahim.

120:08

Subhanakallahumma

120:10

wabihamdika ashadu alla ilahailla anta

120:13

astagfiruka.

120:20

Terima kasih.

120:25

Baik, terima kasih Pak Bu. Kita stop

120:29

share. Kita mau foto ya, Bapak Ibu ya.

120:32

Untuk yang bisa membuka kameranya boleh

120:36

silakan membuka kameranya.

120:40

Kita mau pakai gaya apa ini? Gaya

120:42

identitas guru pundi aja boleh? Biar

120:44

kita enggak lupa di pertemuan pertama.

120:47

Berarti 4C gini ya.

120:50

Nah, dua-dua enggak tuh jarinya

120:53

tangannya tuh. Nah, repot enggak tuh

120:54

dibikin sama saya?

120:57

Enggak apa-apa ya dikerjain kapan lagi

120:59

coba. Eh, entar saya screenshot.

121:03

Siap. Saya empatnya aja. Eh, mana nih

121:05

empatnya? Oh, gini. Saya C-nya aja deh.

121:08

Oke, siap. 1 2 3.

121:17

Bentar saya simpan dulu.

121:21

Dek, sebentar ya. Enggak apa-apa kita

121:24

sampai 5.000 foto boleh.

121:28

Oke, sekali lagi. Nah, sekarang gayanya

121:30

mau bebas, mau 4C lagi apa mau bebas?

121:33

Bebas aja ya. Oke, bebas. Oke, silakan

121:37

kita mulai. 1 2 3.

121:44

Oke,

121:48

baiklah. sudah selesai

121:52

ya. Terima kasih Bapak Ibu. Selamat

121:55

beristirahat.

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.