SG KU-4078 : Amalia Adininggar Widyasanti S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D.
FULL TRANSCRIPT
Kami mohon perhatian hadirin. Sesaat
lagi acara akan dimulai. Kami mohon
kepada hadirin untuk menempati tempat
duduk yang telah disediakan. Terima
kasih.
Kami ucapkan selamat datang kepada yang
terhormat Kepala Badan Pusat Statistik
Republik Indonesia Ibu Amalia Adiningar
Widanti, PhD beserta seluruh jajaran
pimpinan Badan Pusat Statistik Provinsi
Jawa Barat, kota dan Kabupaten Sebandung
Raya.
Dan yang kami hormati Rektor Institut
Teknologi Bandung Prof. Dr. Tata Cipta
Dirgantara, MT. beserta jajaran pimpinan
Institut Teknologi Bandung. Kami silakan
untuk dapat menempati tempat duduk yang
telah kami sediakan.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi dan selamat datang di Aula
Barat Institut Teknologi Bandung dalam
acara Studium Generale bersama Kepala
Badan Pusat Statistik Republik Indonesia
Ibu Amalia Adiningar Widyasanti, ST,
M.Si., Mng. PhD dengan topik Membangun
Indonesia berbasis data
sebagai fondasi kebijakan publik.
Acara hari ini akan diawali dengan
menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia
Raya. Hadirin dimohon berdiri.
[musik]
Indonesia
tanah airku, [musik]
tanah tumpah darahku.
Di [musik] sanalah
aku berdiri
jadi penuh ibuku.
Indonesia [musik]
kebangsaanku,
bangsa dan tanah airku. [musik]
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.
Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,
[musik]
bangsaku, rakyatku semuanya.
Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya
untuk Indonesia
Raya.
[musik]
Indonesia Raya merdeka merdeka tanahku,
[musik] negeriku yang kucinta.
Indonesia Raya merdeka, [musik] merdeka.
Hiduplah Indonesia Raya.
[musik]
Indonesia Raya merdeka, merdeka.
Tanahku, [musik]
negeriku yang kucinta.
Indonesia Raya merdeka, [musik]
merdeka. Hiduplah
Indonesia
Raya.
[musik]
Hadirin disilakan duduk kembali.
Hadirin yang kami hormati,
selanjutnya kita akan mengikuti
penyampaian sambutan dari Rektor
Institut Teknologi Bandung yang
sekaligus akan membuka acara pada pagi
hari ini. Kami silakan dengan hormat
Prof. Dr. Ir. Tata Cipta Dirgantara, MT.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi
kita semua.
Yang terhormat Ibu Amalia Adiningar
Widyaanti,
Kepala Badan Pusat Statistik Republik
Indonesia.
Ini saya biasanya memanggilnya Bu Wini.
Bu Wini ini adalah alumni teknik kimia
angkatan 90.
[tepuk tangan]
Bukti lain bahwa ITB banyak yang salah
jurusan.
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Ibu
Margareta Ari Anggorowati,
Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Jawa
Barat, Pak Toto, Kepala BPS Kota
Bandung, Ibu Nevi, Kepala BPS Kabupaten
Bandung Pak Agus Nuwibowo,
Kepala BPS Kabupaten Bandung Barat, Yudi
Harto Trisnadi, Kepala BPS Kota Cimahi,
Pak Rendra,
para wakil rektor khususnya
Pak Rikrik yang merupakan koordinator
dari acara studium general ini.
Ibu Lala, Pak Insanu, serta para dekan,
para dosen, dan yang saya banggakan para
mahasiswa ITB yang hadir langsung di
aula barat maupun yang mengikuti secara
daring dari kampus Jatinangor dan kampus
Cirebon.
Alhamdulillah hari ini kita kedatangan
narasumber yang sangat mumpuni, Ibu Wini
ini. Bu Wini ini saya kenal baik dan
beliau ini sangat smart begitu ya. ee
berkarir di Bapernas sejak lama dan
akhirnya hari ini beliau menjadi kepala
BPS dan karena beliau kepala BPS dan
alumni ITB garis keras, kita sekarang
punya pojok statistik di perpustakaan
ITB. Kita beri tepuk tangan.
[tepuk tangan]
Nah, kenapa BPS? Ya, kita tahu bahwa
data itu adalah sesuatu yang mahal
harganya dan selama ini BPS itu dianggap
sesuatu yang usang yang ditaruh di
belakang di dapur. Jadi tumpukan
ee apa? Tumpukan kertas-kertas usang
seolah-olah begitu gitu ya. Padahal
yang ingin kita lakukan adalah pada saat
mengambil kebijakan
kita perlu data yang betul yang
sedemikian rupa sehingga kebijakan itu
di apa? Diputuskan berbasis data yang
valid dan kemudian keputusannya menjadi
ee bermanfaat dan berdampak. Nah,
maka pada hari ini kita bisa
mendengarkan langsung dari sumbernya
dari Ibu Wini, bagaimana kita membangun
Indonesia berbasis data. Data sebagai
pondasi kebijakan publik.
Dan ini memang tantangan bangsa saat
ini. Jangankan bangsa, bahkan di ITB aja
kita mau ngecek berapa jumlah mahasiswa
hari ini tepatnya saya masih kesulitan,
Bu.
Jadi ee dan kita bisa bayangkan bahwa
hari ini semuanya sebetulnya bisa
dilakukan secara digital, transparan,
dan akuntabel. Nah, dengan seperti itu
maka sebetulnya potensi ee alumni kita
untuk ee apa? untuk berkiprah
dalam ee kaitan dengan data ini
sebetulnya terbuka sangat lebar. Nanti
Bu Wini juga akan mengumumkan kesempatan
untuk bisa
magang gitu ya, Bu ya, 2 bulan nanti
akan ada sensus ekonomi nanti detailnya
akan disampaikan.
ee
dan
juga ee
dengan
kita paham
akan data ini, maka
nanti ke depannya kebijakan-kebijakan
pengentasan kemiskinan,
inflasi,
ee apa gini rasio gitu ya, ketimpangan
sampai perencanaan pembangunan jangka
panjang itu bisa dilakukan dengan ee
sangat tepat.
Nah, mudah-mudahan ee acara pagi ini
dengan narasumber yang sangat mumpuni
ini bisa kita nikmati bersama dan kita
akan mendapat wawasan baru
terkait dengan data. Ya. Dan saya kira
kalau kita bicara data praktis,
semua program studi yang ada di ITB
sejak tahun pertama itu diajari untuk
mengambil data dan mengolah data mulai
dari laboratorium fisika, laboratorium
kimia dasar di tingkat 1 sampai lulus
itu semuanya terkait dengan mengolah
data dan ee mengambil data dan ee
mengolah data. Nah, bagaimana data itu
kemudian disediakan dan dipaparkan dan
menjadi sesuatu informasi yang bermakna
untuk pengambilan keputusan. Itulah yang
nanti akan disampaikan oleh Bu Wini.
Sekali lagi terima kasih Bu Wini dan
selamat menikmati studium jenderal ini.
Billahi taufik wal hidayah.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
[tepuk tangan]
Hadirin yang kami hormati, kita akan
memasuki acara utama pada hari ini yaitu
Studium Generale yang akan dipandu oleh
moderator Ibu Pipit Fitriani, S.Si.,
PhD. Beliau adalah dosen di Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Institut Teknologi Bandung. Untuk itu
kepada Ibu Pipit Fitriani, PhD kami
silakan.
[tepuk tangan]
Baik. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi Bapak, Ibu hadirin. Selamat
pagi mahasiswa ITB.
Pagi.
Iya. Sekali lagi boleh ya, meskipun
bulan Ramadan tapi semangatnya tetap
terjaga kan ya. Selamat pagi mahasiswa
ITB.
Pagi.
Pagi. Alhamdulillah.
Yang saya hormati Rektor Institut
Teknologi Bandung, Bapak Prof. Tata
Cipta Dirgantara
ee yang saat ini ditemani juga oleh
Bapak Wakil Rektor Bidang Komunikasi
Kementeri Kemitraan Kealumnian
Administrasi ITB, Bapak Dr. Rikrik dan
juga ada Bapak Direktur Kemahasiswaan
Bapak Prof. Insanu beserta Direktur
Komunikasi Humas Ibu Dr. Lala Arif.
Serta yang kami hormati secara khusus
narasumber pagi ini Kepala Badan Pusat
Statistik Republik Indonesia Ibu Amalia
Adininggal Widya Santi, ST, M.Si., SI,
MN, PhD beserta seluruh jajaran pimpinan
dari Badan Pusat Statistik yang pada
kesempatan ini juga turut mendampingi
Ibu
ee serta tentunya yang berbahagia yaitu
rekan-rekan mahasiswa yang hadir pada
mata kuliah umum Studium General pagi
hari ini secara daring ee di Alula Barat
dan juga tentunya secara luring, mohon
maaf secara luring di kampus Jatinangor
dan Cirebon. Ya, sudah bergabung bersama
kita Bapak, Ibu sekalian, mahasiswa di
kampus Cirebon dan kampus Jatinangor.
Boleh bersapa dulu yang ada di kampus
Jatinangor dan Cirebon. Selamat pagi
semuanya.
Selamat pagi. Baik, Bapak dan Ibu, ee
mata kuliah umum Studian General ini
dihadiri oleh kurang lebih sekitar 1300
mahasiswa Ibu di kampus aula di kampus
Ganesa maupun di Jatinangor dan Cirebot.
Baik, puji dan syukur kehadirat Tuhan
yang maha esa bahwasanya pada kesempatan
ini ee kita bisa bersama hadir di aula
barat untuk pertemuan studium generale
yang ketiga. Dan alhamdulillah pada
kesempatan ini telah hadir bersama kita
narasumber yang luar biasa yaitu Ibu
Amalia yang saya mendapatkan bocoran
juga tadi Bu. Sapaannya adalah Ibu Wini
ya Bu ya. Jadi mohon izin ee menyapa ee
Ibu Wini. Ee maka ya tanpa berpanjang
lebar lagi mungkin kita akan e undang Bu
Wini untuk naik ke atas panggung dan
berbincang dan berdiskusi bersama kita.
Kepada Ibu Wini kami persilakan.
[tepuk tangan]
Selamat pagi, Ibu. Selamat datang.
Iya, selamat datang kembali di kampus
ITB ya, Bu ya. Berarti ini kita kembali
ke kampus, Bu.
Baik, terima kasih.
Selamat pagi semuanya.
Iya. Ee Ibu mohon izin terakhir berarti
mengunjungi kampus
kapan ya Bu? Ya,
terakhir saya mengunjungi kampus itu
pada saat meresmikan pojok statistik di
baik perpustakaan.
Di perpustakaan
beri tepuk tangan untuk Ibu ini sekalian
ya.
Jadi waktu itu saya bilang sama Pak
Rektor, "Pak Rektor, saya kan alumni
ITB."
Iya. Tapi kenapa sudah banyak kampus
yang punya pojok statistik? Kok ITB
belum punya pojok statistik? Akhirnya
saya terima kasih kepada Pak Rektor yang
sudah menyambut dengan hangat akhirnya
di tahun lalu kita bisa meresmikan pojok
statistik ada di ITB.
Alhamdulillah kita beri tepuk tangan
sekali lagi ya untuk Ibu Wi dan juga
seluruh jajarannya. Baik, tentunya Bu ee
pojok statistik di perpustakaan ini
sangat bermanfaat bagi mahasiswa di
sini, Bu. Dan ya mudah-mudahan
dimanfaatkan juga jadi untuk para
mahasiswa silakan dimanfaatkan dengan
baik ya fasilitas yang sudah tersedia di
kampus.
Iya. Jadi kami menginginkan dengan
adanya pojok statistik itu bisa
dimanfaatkan oleh mahasiswa baik yang
menyusun ee tugas akhir atau menyusun
apa namanya paper-paper
ya penelitian. Karena sebenarnya
data-data yang dihasilkan oleh BPS itu
sangat banyak jumlahnya. Tetapi mungkin
ee dulu saya juga ee alumni di ITB
ee waktu mahasiswa terus terang data
yang saya fokuskan ya data dari
laboratorium tentunya
ya kan. Tetapi sebenarnya kalau kita mau
ee melihat lebih luas banyak data-data
statistik dari BPS yang dihasilkan. BPS
ini kan sebenarnya ee lembaga statistik
resmi negara.
Iya. Jadi semua data yang kita hasilkan
itu betul-betul data official, data ee
resmi negara jumlahnya
mungkin ratusan ribu ada di di itu di
website ada di ini juga mungkin kalau
teman-teman punya smartphone
bisa men-download aplikasi namanya All
Start. all
baik di iPhone maupun di smartphone
itu nanti kalau mau yang senang dengan
mungkin ada jurusan studi pembangunan
mau memonitor perkembangan indikator
pembangun pertumbuhan ekonomi atau
misalnya inflasi
dan itu ada nanti di dalam Allstar itu
akan terupdate secara real time. Jadi
nanti baik di iPhone ataupun di apa
namanya
smartphone ee di Android
di Android. Nah, itu bisa di-download
dan itu kenapa all start? Artinya
statistik dalam genggaman
e masyarakat kita.
Baik. Jadi statistik yang mudah diakses
juga ya, Bu ya dan dimanfaatkan untuk
kebaikan bersama. Baik. Ee jadi seperti
yang Bu Wini sampaikan juga kalau tadi
saya mengutip ee dari sambutan Pak
Rektor bahwa di era digitalisasi ini
data itu sebagai sumber daya yang sangat
strategis ya, Bu ya.
Iya. Bahkan e mungkin kerap juga
teman-teman mahasiswa ini biasa
mendengar data ini sebagai new oil
karena saking resourcefulnya begitu ya
Bu ya. Namun memang tantangannya ke
depan berarti bagaimana data tersebut
yang menjadi landasan kita baik itu dari
sektor mungkin nanti ekonomi bahkan
hingga layanan publik atau bahkan di
tataran akademik ya Bu ya.
Betul.
Kita bisa menggunakan, memanfaatkan dan
juga mempertanggungjawabkannya.
Dan saya rasa di sini juga salah satu
perannya ee BPS ya, Bu ya. Dan nanti Bu
Wini juga akan menyampaikan ee bagaimana
data tersebut bisa menjadi fondasi untuk
kebijakan publik ya. Iya.
Jadi mohon izin Ibu sebelum kita masuk
ke paparan ee utama di sini juga sudah
tertera CV dari Ibu Wini. Jadi rekan
mahasiswa singkat saja saya menyampaikan
bahwa Bu Wi tadi juga merupakan lulusan
ee ITB Teknik Kimia ya Bu ya. lalu mel1
dan S2-nya ee lalu melanjutkan juga
untuk masternya di Amerika Serikat dan
mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi
di University of Melbourne tahun 2005.
Jadi karir beliau ini sudah sangat malah
melintang di kementerian baik dari
perencanaan Pembangunan Nasional BAPENAS
dengan berbagai prosesi strategisnya
yaitu direktur perencanaan makro dan
analisis statistik, deputi bidang
ekonomi, serta staf ahli menteri dalam
bidang pembangunan sektor unggulan dan
inovasi digital. dan tepat tahun lalu
ya, Ibu ya ee Bu Wini dilantik ee oleh
Presiden e RI sebagai Kepala Bidan Badan
Pusat Statistik ee Republik Indonesia.
Baik, tanpa berpanjang kata selanjutnya
saya persilakan Ibu untuk memberikan
pemaparannya. Mangga, Ibu.
Boleh, I.
Mari kita berikan applaus yang meriah
untuk Ibu ini. [tepuk tangan]
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam.
Selamat pagi.
Pagi.
Kurang kurang kencang ini saya. Selamat
pagi.
Pagi.
Terima kasih. Yang saya hormati dan kami
banggakan tentunya Bapak Rektor ITB,
Bapak Profor. Tata Cipta Dirgantara. ee
beliau ini saya kenal beliau bukan waktu
hanya beliau sebagai rektor, tetapi
waktu saya dulu masih di BAPENAS sebagai
deputi ekonomi. Kami sudah berkolaborasi
dengan dulu Pak Dekan ee
ee Pak Dekan yang menangani. Kebetulan
waktu itu kita punya program untuk
melakukan industrialisasi dari sektor
kedirgantaraan.
Dan waktu pertama kali saya ketemu
dengan beliau, kok pas sekali, Pak, kita
lagi membahas untuk membangkitkan
industri kedirgantaraan.
Dekan namanya juga Dirgantara waktu itu.
Jadi ini beliau adalah profesor di
teknik kedirgantaraan. Jadi ee terima
kasih Pak ee dan kerja sama terus
berlanjut. Begitu beliau ee menjadi
rektor, kita lanjutkan kolaborasi. Salah
satunya waktu saya sudah ditugaskan di
BPS ya, saya bilang, "Mari kita bikin
pojok statistik di ITB." Terima kasih,
Prof. Tata. Ee tepuk tangan untuk
beliau. [tepuk tangan]
Yang saya hormati ee Wakil Rektor Bidang
Komunikasi Kemitraan, Kealumnian dan
Administrasi,
Dr. Rikrik Kusmara, Direktur
Kemahasiswaan
ITB, Bapak Prof. Muhammad Insanu. Tadi
saya sudah berkoordinasi dengan beliau
untuk bagaimana nanti kita bisa
melibatkan mahasiswa ITB untuk Sansus
Ekonomi 2026. Nanti saya akan cerita
bagaimana peluang untuk mahasiswa bisa
terlibat dan bagaimana nanti perannya
dan ini merupakan kesempatan besar nanti
untuk mahasiswa bisa terlibat di dalam
ee agenda besar Indonesia yang
sebenarnya sensus itu 10 tahun sekali.
Jadi manfaatkan kesempatan ini
seluas-luasnya
karena nanti kebetulan jatuhnya sensus
ekonomi itu kira-kira di bulan Juni Juli
pada saat mahasiswa tentunya lagi libur
atau yang ingin magang ini nanti bisa
menjadi kesempatan untuk magang. Terima
kasih, Pak eh Insanu. Nanti kita follow
up dengan Ibu Ari. Eh, dan juga yang
saya hormati Direktur Komunikasi dan
Humas ITB Ibu Dr. Lala Arif, Ibu
moderator kita pada hari ini Ibu Pipit
Fitriani, S.Si., PhD. Dan tentunya Bapak
dan Ibu, saya didampingi beberapa
pejabat dari
BPS dan yang saya ingin perkenalkan juga
adalah Kepala BPS Provinsi Jawa Barat,
Ibu Dr. Margareta Ari Enggorowati, SKOM,
MT. Beliau juga memperoleh gelar S2-nya
dari ITB. Silakan berdiri, Bu. Jadi
[tepuk tangan]
jurusan apa, Bu?
apa
studi pembangunan ya. Jadi beliau
mendapatkan gelar S2-nya dari studi
pembangunan ITB. Baik. Ee dan juga
tentunya seluruh mahasiswa yang saya
cintai dan banggakan baik di kampus
Ganesa, kampus Jatinangor dan kampus ee
Cirebon yang hadir secara offline dan
online. Saya
ingin menyampaikan terima kasih kepada
Prof. Tata yang sudah mengundang saya.
Terus terang kalau saya datang ke kampus
ITB itu ada semangat mudanya jadi muncul
karena ketemu dengan mahasiswa kembali.
Dan menjadi pengingat saya karena waktu
itu di tahun 1990
lama mungkin semua belum belum lahir ee
saya jadi teringat bagaimana waktu itu
suka duka menjadi mahasiswa
dan bagaimana waktu itu stresnya
di TPB dan waktu sudah masuk jurusan.
Jadi ini menjadi pengingat kembali bahwa
dan saya juga ingin memberikan semangat
kepada para mahasiswa dan mahasiswi ITB
yang saya cintai bahwa jadikanlah
pengalaman kampus di ITB ini menjadi
pengalaman yang berharga dan itu yang
saya rasakan sekarang. Ternyata apa yang
saya alami baik di kampus, di kelas,
maupun selama pergaulan waktu di ITB
ternyata itu menjadi bekal berharga
waktu saya meniti karir baik di BAPENAS
maupun di BPS. Jadi bersyukurlah
mahasiswa-mahasiswi ITB, Anda sekarang
berada di dalam kawah candra di muka
yang luar biasa yang menjadi pengalaman
menempa kita untuk tangguh kemudian juga
untuk bisa berpikir inovatif untuk bisa
kemudian bekerja keras karena itulah
keunggulan para mahasiswa-mahasiswi
yang ada di kampus ini. Jadi
berbanggalah kalian bisa mendapatkan
kesempatan emas ini. Tepuk tangan untuk
semuanya mahasiswa-mahasis sini.
[tepuk tangan]
Jadi, Bapak, Ibu yang saya hormati, para
mahasiswa yang saya cintai. Pada
kesempatan ini saya ingin menyampaikan
bagaimana kita membangun Indonesia
berbasis data statistik. Tetapi karena
waktunya terbatas, saya ingin bercerita
apa cerita di balik angka yang kami
hasilkan. Karena statistik itu ee
adik-adik semua bukanlah sekedar angka,
tetapi statistik itu sebenarnya penuh
makna di balik angka yang kita bisa
cerita, yang kita bisa memberikan makna,
yang kemudian nanti kemudian pemerintah
bisa memberikan intervensi yang tepat.
untuk kebijakan yang lebih baik untuk
pembangunan Indonesia ke depan. Nah,
satu hal yang saya ingin cerita adalah
tentang statistik dari ekonomi. Nanti
banyak sebenarnya kalau nanti adik-adik
ingin tahu lebih banyak statistik apa
saja yang kita hasilkan, nanti silakan
buka website kami. Data bisa diunduh
secara gratis. Publikasi juga ada. Mau
kita melihat data mengenai
rata-rata lama sekolah se-Indonesia?
Ada. Mau kita bicara mengenai indeks
pembangunan manusia, ada inflasi, ada.
Semua statistik yang kita lakukan itu
berbasis kepada sensus survei, dan juga
pengumpulan data administrasi. Jadi
sebagai pengenalan buat BPS, BPS itu
adalah lembaga statistik resmi negara.
Waktu kita menghasilkan angka, kita
harus melalui metodologi yang prudent,
enggak boleh sembarangan.
Dan kita punya kantor di seluruh
Indonesia. Bukan saja ada di pusat atau
di Jakarta, tetapi kantor BPS itu ada di
seluruh provinsi di Indonesia dan
seluruh kabupaten kota se-Indonesia.
Memang dari 38 provinsi kami baru punya
kantor di 34 provinsi.
yang empat pemekaran baru masih
dirangkap oleh beberapa ee kantor
provinsi kami dan yang di kabupaten kota
kami punya kantor BPS kabupaten kota
dikepalai oleh Kepala BPS Kabupaten Kota
jumlahnya ada di 502
kabupaten kota ee 12 lagi sedang dalam
proses pembukaan ee kantor yang baru.
Nah, jadi kami adalah lembaga vertikal.
Mengapa? Karena untuk mengumpulkan data
itu serentak harus sampai ke daerah.
Tidak bisa satu daerah pakai metodologi
begini, daerah lain metodologinya
berbeda. Itulah mengapa BPS merupakan
kantor vertikal. sehingga standar
pengumpulan datanya, standar pengolahan
ee ee pengolahan datanya ini harus
serempak sama, tidak boleh berbeda-beda.
Nah, baiklah ee itu sekilas dan tentunya
saya se-Indonesia pegawainya ada BPS
punya pegawai sebesar kira-kira 20.000
orang se-Indonesia.
Ee jadi kalau ada yang nanti mau
tertarik bergabung dengan BPS silakan.
kami terbuka untuk ee bisa menerima
siapapun yang ingin bergabung pada BPS.
Baik, ee adik-adik mahasiswa yang saya
hormati dan saya banggakan. Saya ingin
hari ini bercerita mengenai statistik
yang terkait dengan ekonomi. Nah,
pertanyaannya mungkin kalau yang sudah
pernah belajar ekonomi, apa sih ekonomi
itu? Ekonomi itu adalah suatu ilmu
khusus,
ilmu yang bagaimana kita bisa mengatur
negara ini, mengelola sumber daya yang
terbatas supaya kita bisa mencapai
target ataupun mencapai ee apa
kesejahteraan yang kita inginkan. Nah,
ini nanti kalau ada yang tertarik
mengenai belajar ekonomi ini saya salah
satu contoh dari engineer kemudian
belajar ekonomi. Ternyata belajar
ekonomi itu tidak mudah. Dulu saya pikir
mudah, ternyata itu adalah suatu ilmu
yang butuh dengan logika yang agak
berbeda dengan logika engineering yang
biasa kita lakukan. Tetapi adik-adik,
begitu kita santika ekonominya, maka
logika teknik itu sangat bermanfaat.
Pengalaman adik-adik nanti dalam
menghitung, mempelajari matematika,
teknik dan sebagainya itu menjadi
kekuatan luar biasa dalam mempelajari
ilmu ekonomi nantinya.
Jadi ee kalau kita lihat di slide 4
ini adalah prinsip dasar dari ekonomi
one 10 one 101 kita bilang bahwa ekonomi
ini pada prinsipnya adalah sisi
permintaan dan sisi
produksi. Kalau kita bekerja di sektor
industri, kalau kemudian ada industri
yang menghasilkan output, itu adalah
memberikan kontribusi pada ekonomi sisi
produksi atau kita sebut dengan sisi
kalau di di BPS bilangnya sisi lapangan
usaha. Tapi dalam ilmu ekonomi kita
sebut itu adalah agregat supply atau
sisi produksi ya. Kemudian kalau di
dalam di dalam ekonomi ini kan kita
melihat ada yang men-supply, ada yang
membeli. Nah, ini yang kita sebut dengan
agregat demand atau sisi permintaan.
Nah, permintaan dan penawaran atau sisi
permintaan dan sisi produksi ini harus
match. Itulah yang kita sebut dengan
keseimbangan dalam pasar atau yang kita
sebut dengan equilibrium ya. Adik-adik
kalau kita lihat kalau nanti pendapatan
masyarakat itu naik maka ini demand atau
permintaan dia akan bergeser ke kanan
yang menyebabkan nanti kalau suplly
terbatas tapi kemudian permintaan naik
nih seperti bulan Ramadan. Kalau di
bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan
sebelumnya permintaan naik tidak?
Kenapa?
Kenapa naik?
Karena yang tadinya enggak pernah beli
takjil, enggak pernah beli kurma,
kemudian sekarang permintaan kurmanya
naik. Karena permintaan kurmanya naik,
suplly di Indonesia terbatas. Apa yang
dilakukan? Kita impor kurma. Ya,
Indonesia adalah salah satu kalau di
sebulan, 2 bulan sebelum Ramadan
biasanya dan data statistik kami
mengatakan jumlah impor kuma kita
meningkat karena ini untuk memenuhi
permintaan yang akan timbul di saat
bulan Ramadan.
Punya kurma enggak di rumah? Eh, di
rumah di tempat kos-kosan
punya. Ada yang enggak punya?
Kalau enggak punya nanti beli di pasar.
Nah, kemudian ini yang kita sebut dengan
peningkatan permintaan itu kalau event
tertentu, kalau pendapatan kita naik,
kesejahteraan masyarakat naik, itu
demand yang warna merah geser. Akibatnya
kalau suplainya terbatas, apa yang
terjadi? Yang terjadi adalah harganya
akan naik. Betul? Karena suplai
terbatas.
permintaan naik, harganya akan naik.
Tapi kalau demand-nya naik, supllyya
juga ikut naik, cepat nih produksinya.
Misalnya, misalnya minyak goreng naik
disuplly sama sama
ee pabriknya, ini geser juga nanti
harganya kembali kepada titik
keseimbangan sehingga harganya tidak
naik. ini kira-kira ini adalah konsep
dasar dari ekonomi antara sisi
permintaan, sisi sisi penawaran atau
sisi produksi itu yang kemudian kita
cerminkan di dalam statistik kita yang
namanya PDB. Jadi kalau kita lihat PDB
itu ada sisi produksi, slide 6.
Slide 6. Ada sisi produksi, ada sisi
permintaan.
Sisi produksi itu, Bapak dan Ibu, isinya
adalah sektor. Ada sektor pertanian, ada
sektor industri, ada sektor jasa-jasa
seperti teknologi danun apa informasi
dan komunikasi. ada perdagangan,
ada 17 sektor secara agregat yang kami
keluarkan setiap triwulan waktu kami
merilis angka produk domestik bruto atau
PDB. Ini sebenarnya dalam konsep
teorinya yang menunjukkan sisi
permintaan dan sisi penawaran, sisi
permintaan dan sisi produksi.
Permintaannya apa? permintaannya itu
sisi permintaan yang kita cerminkan
dalam PDB pengeluaran.
Siapa yang meminta, siapa yang butuh
masyarakat. Artinya C itu adalah
konsumsi masyarakat. C itu adalah
konsumsi masyarakat. Jadi kalau
adik-adik belanja banyak nih di bulan
Ramadan ya atau yang perempuan sering
belanja di Shopee,
belanja di Tokopedia atau misalnya
weekend ini makan di restoran, di kafe
itu adalah masuk dalam C konsumsi
masyarakat. Jangan dikira aktivitas yang
adik-adik lakukan tidak memberikan
kontribusi kepada ekonomi Indonesia.
memberikan.
Kalau adik-adik itu kemudian belanja di
toko online atau offline, itu datanya
kami kumpulkan. Kalau misalnya adik-adik
belanja di mana pun itu tercermin di
dalam C konsumsi rumah tangga. Termasuk
kalau melakukan traveling, menginap di
hotel, makan di kafe dan restoran. Ini
semua tercermin di dalam yang namanya
konsumsi rumah tangga.
C ya. Kemudian habis itu kalau kita
melakukan investasi, pabrik melakukan
investasi masuknya di I ini adalah G
spending. Kemudian kalau ada ekspor,
impor ini juga masuk ke dalam rekaman
PDB yang kita sebut dengan sisi
pengeluaran. Nah, itu kira-kira konsep
dasar dari PDB. Dan kalau kita ingin
menghitung pertumbuhan, kalau adik-adik
dengar apa sih pertumbuhan ekonomi? Apa
sih pertumbuhan ekonomi? Pertumbuhan
ekonomi itu adalah coba slide 3.
Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan PDB
yang dibandingkan dari satu waktu dengan
waktu yang lain. Jadi pertumbuhan
ekonomi adalah perubahan PDB dalam kurun
waktu tertentu dalam persentase.
Jadi kalau kita lihat PDB 2025 artinya P
pertumbuhan, maaf kalau kita lihat
pertumbuhan ekonomi 2025 artinya
perubahan PDB 2025 dibandingkan dengan
tahun 2024 dipersentasekan
itulah yang disebut dengan pertumbuhan
ekonomi. Siapa yang sudah dengar
pertumbuhan ekonomi? Coba tolong
diangkat tangannya.
Siapa yang sudah sempat dengar
pertumbuhan ekonomi?
Yang belum angkat tangan. Yang belum kok
enggak ada suaranya?
Coba saya ingin jujur. Enggak akan
ditanya. Enggak usah enggak usah takut.
Siapa yang belum pernah mendengar
pertumbuhan ekonomi?
Yang belum pernah siapa?
dari YouTube, dari Instagram, dari
medsos atau dari media online.
Pernahkah mendengar pertemuan ekonomi?
Berarti sudah pernah semua kan?
Sudah tahu apa konsep dasarnya?
Ada yang sudah, ada yang belum. Ya, jadi
tadi itu konsepnya seperti itu. Jadi
kalau bilang berapa pertumbuhan ekonomi
Indonesia tahun 2025?
Siapa yang bisa menjawab? Kalau sudah
pernah mendengar pertumbuhan ekonomi ada
yang jawab dikasih hadiah coba Mas
Kosasih nanti dikasih hadiah.
Baik, ada yang bisa menjawab? Silakan
acungkan tangan.
Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia
tahun 2025? Jangan Google dulu nih.
Nanti googling [tertawa] dulu nih.
Langsung googling nih.
Ada yang angkat tangan berapa? Silakan.
Itu siapa? Dari mana namanya,
Mbak yang pakai? Iya.
Irnanda, Bu.
Iya.
Ee dari studi pembangunan ee pertumbuhan
ekonominya 5,11%.
Betul. Tepuk tangan. Nanti kasih hadiah
nanti kasih vouet.
[tepuk tangan]
Nanti di ditanya ininya
nanti ee hadiahnya
ditransfer ke rekening
ya. Ee siapa namanya tadi?
Irlanda.
Ya
Iranda. Nah, Iranda sudah tingkat
berapa?
S
baru masuk S2. Enggak googling dulu kan?
Enggak. Nah, berarti sudah tahu ini
pertumbuhan ekonomi ya, karena dari
studi pembangunan. Baik. Nah, sekarang
saya mau masuk kepada statistik yang
kami hasilkan dalam pertumbuhan ekonomi
di mana waktu itu ee bukan waktu itu
kami selalu menghasilkan
ee angka pertumbuhan ekonomi ini setiap
triwulan. Jadi ini baru saja kami
menerbitkan
angka pertumbuhan
ee PD ee angka pertumbuhan ekonomi
Indonesia ini di tanggal 5 Februari
menghasilkan pertumbuhan ekonomi
Indonesia sepanjang tahun 2025 dan
triwulan 4 2025.
Jadi kalau kita lihat
ee pertumbuhan ekonomi Indonesia di
tahun 2025 adalah 5,11%.
Nah, ini menunjukkan perubahan PDB 2025
dibandingkan dengan PDB 2024 tumbuhnya
5,11%
itu. Jadi kalau ditanya sekarang coba ke
slide 7. Ke slide 7 adalah lihat ini
ya ee adik-adik
2025 kita punya PDB 13.580,5
5 atas dasar harga konstan atau kita
sebut dalam istilah umumnya adalah PDB
real ya. PDB real itu harganya konstan
dibandingkan 2010. Jadi ini sebenarnya
volume based yang berubahnya ada volume
tidak dipengaruhi oleh harga. Jadi kalau
ditanya berapa PDB Indonesia atas dasar
harga konstan? Jawabannya adalah
13.580,5
di tahun 2025 ya ini tumbuhnya
dibandingkan dengan 2024 yang 12.920,5
kita tumbuh 5,11%.
Jadi adik-adik kalau kita menghitung
pertumbuhan ekonomi selalu dari PDB real
atau atas dasar harga konstan karena
kita tidak mau menghitung pertumbuhan
yang ada dipengaruhi oleh harga. Tapi
PDB nominal itu selalu di di dibutuhkan
juga. Kalau ditanya size dari ekonomi
kita itu pakai angka PDB nominal. Kalau
kita berapa sih sebenarnya besaran,
besarnya ekonomi kita, besarnya kue
ekonomi kita dibandingkan dengan negara
lain, kita biasanya menggunakan PDB
nominal atau PDB atas dasar harga
berlaku. Ya, jadi itu yang kita sebut
dengan PDB nominal. Berapa besarnya?
23.821,1
triliun.
Kalau dikonversi kepada US dollar berapa
kira-kira?
Ini besarnya kira-kira 1,45
triliun US Dorel. Jadi kalau kita
dibandingkan makanya kita kalau ini kita
kita bilang PDB nominal adalah
menunjukkan size atau besaran dari suatu
perekonomian di dalam negara. Ini yang
kita bandingkan. Makanya di dalam G20
yang dibandingkan adalah PDB nominal
dalam US Dollar dengan 1,45
triliun US Do
yang ke-16 terbesar di dunia. Jadi
basisnya apa ini? Basisnya adalah PDB
nominal yang dikonversi kepada triliun
US dollar. kita sudah 1 trillion economy
size one. Jadi above 1 trillion. Jadi
enggak semua enggak banyak negara yang
punya PDB di atas 1 triliun US Do. Nah,
ini kita sudah 1,45
triliun US DO di dalam ee apa? di dalam
US Dollar. Nah, baik. Bagaimana sekarang
kita lihat sejarah pertumbuhan ekonomi
Indonesia dari waktu ke waktu?
Kita lihat ee ini adalah sejarah
perkembangan pertumbuhan ekonomi sejak
1961
sampai dengan tahun 2025.
Nah, setelah COVID bahkan sebelum COVID
kita selalu stabil di angka sekitar 5%.
Sekarang 5,11%.
sebelum COVID rata-ratanya juga sekitar
5%. Padahal kita dulu pernah tumbuh di
atas 6%. 2007 pernah tembus 6,35%.
1995 sebelum krisis ee keuangan 98 kita
pernah tumbuh di ee sampai 8,2%
bahkan kita pernah menyentuh double
digit. Pertanyaannya, apakah cukup kita
punya pertumbuhan ekonomi 5%?
Cukup tidak?
Cukup tinggi tidak?
Kenapa tidak cukup?
Kenapa tidak cukup? Berapa yang kita
inginkan?
Berapa yang diinginkan oleh pemerintah?
Del.
Delapan. Berarti sudah pada tahu nih,
Pak, targetnya nih, Pak Rektor sudah
tahu semua. Nah, sekarang pertanyaannya
kenapa kita harus tumbuh tinggi?
Kenapa kita harus tumbuh tinggi?
Ada yang mau jawab enggak? Nanti dikasih
hadiah lagi.
Benar ini nanti kasih hadiah. Silakan.
Siapa yang mau jawab? Kenapa kita harus
tumbuh tinggi?
Ada yang mau tunjuk tangan yang online
juga boleh loh.
Silakan. Ada satu Bu di tengah.
Iya, silakan.
Silakan Masnya bisa berdiri.
Ya, kenalkan nama saya Arif dari Teknik
Tenaga Listrik. Jadi, kenapa ee kita
perlu pertumbuhan ekonomi yang lebih
tinggi itu karena ee dunia itu selalu
mengalami inflasi. Jadi, setiap apa
setiap waktu itu harga tuh selalu naik
gitu. Jadi, itu
apakah karena inflasi?
Iya,
karena tadi saya bilang bahwa
pertumbuhan ekonomi tidak dipengaruhi
oleh harga ya. Eh, pertumuhan ekonomi
itu menunjukkan
real activity ekonominya yang harus
bergerak. Pertanyaannya, kenapa
Indonesia harus tumbuh di atas 5%?
Mungkin yang lain makasih ya, sudah
berani. Makasih. Makasih. Ee silakan
yang lain.
Oh, ada di sebelah kanan.
Silakan. Iya, boleh. Mas yang berbaju
hijau boleh maju ke
enggak usah takut salah tadi. Terima
kasih nih Arif ya. Hebat sudah bisa
berani menjawab.
Kenapa pertanyaannya kok harus tumbuh di
atas 5%?
Iya
untuk ee menyaingi pe perkembangan
infrastruktur dengan negara-negara lain
gitu.
Heeh.
Iya. sebenarnya negara-negara lain kan
sedang sekarang lagi maju untuk dalam
sektor-sektornya masing-masing sehingga
Indonesia juga harus ikut melampaui itu
gitu. Terutama kita juga negara yang
lumayan tertinggal ya tahun-tahun
sebelumnya gitu.
Apa manfaat dari pertumbuhan ekonomi
buat ekonomi kita, buat masyarakat kita?
Kemampuan daya beli masyarakat.
Iya. Terus terus bagus itu. Sehingga
kalau pertumbuhan ekonomi tinggi artinya
bisa meningkatkan
lapangan pekerjaan. Nah, itu tepuk
tangan ini mungkin.
Baik, terima [tepuk tangan] kasih,
Mas. Mas Kosasih tolong dicatat ya. Ya,
nanti ee dikasih hadiah. Terima kasih.
Jadi, kenapa kita butuh pertumbuhan
ekonomi tinggi? Karena kita ingin
meningkatkan kesejahteraan masyarakat
kita. Kalau tumbuhnya tinggi, artinya
penciptaan lapangan kerja bisa lebih
banyak. Kemudian pendapatan per
kapitanya nanti akan bisa meningkat
karena kita ingin meningkatkan
kesejahteraan masyarakat. Artinya
pendapatan perkapita ini bukan PDB per
kapita. Saya juga mau
me apa namanya mengklarifikasi ya.
Karena di Mersos kan ada apa namanya
yang viral. Kalau mungkin mungkin
adik-adik mahasiswa itu terima info PDB
per kapita atau pendapatan apa PDB per
kapita itu adalah gaji
rata-rata Indonesia itu salah ya. Salah.
Jadi itu adalah hoaks. Tidak pernah BPS
mengeluarkan PDB per kapita itu sama
dengan gaji rata-rata Indonesia. tidak
pernah. Jadi PDB per kapita tidak sama
dengan income pendapatan orang rata-rata
tidak sama. Karena ini adalah kita
menunjukkan PDB itu adalah seluruh
aktivitas ekonomi yang dilakukan baik
oleh masyarakat maupun oleh perusahaan
dan sektor-sektor produksi. Jadi tidak
sama dengan gaji rata-rata. Jadi kami
sudah mengumumkan juga di Instagram dan
berbagai media online bahwa yang namanya
gaji rata-rata Indonesia 78,6
juta per tahun itu adalah hoaks, bukan
angka official, bukan dikeluarkan oleh
BPS. Itu sekalian mungkin saya ee
mengklarifikasi. Jadi sekali lagi
Indonesia butuh untuk tumbuh lebih
tinggi. Nah, ee kemudian saya masuk saja
langsung ke berapa menit lagi nih, Mbak?
Kurang lebih 15 menit, Bu.
Oh, 15 menit lagi, ya. Nah, kemudian
kita mungkin langsung kepada fenomena di
mana pertumbuhan ekonomi Indonesia itu
ditopang oleh sisi produksi dan sisi ee
konsumsi. Coba kita lihat mana yang sisi
produksi dan mana sisi konsumsi. Nah,
ini Bapak, Ibu di sisi produksi itu yang
menggerakkan ekonomi Indonesia ada
berbagai sektor. Ini yang kami catat
bahwa sisi produksi itu ada industri
pengolahan,
ada perdagangan, ada pertanian,
konstruksi, pertambangan, transportasi,
informasi, komunikasi,
jasa keuangan, administrasi pemerintahan
dan sebagainya, jasa-jasa lainnya. Jadi,
inilah yang menggerakkan ekonomi
Indonesia dari sisi produksi. Oleh sebab
itu tidak heran mengapa pemerintah
mendorong industrialisasi. Betul?
Mengapa? Karena industrialisasi itu
adalah sebagai salah satu pengungkit
dari ekonomi Indonesia di sisi produksi.
Dan e khusus untuk tahun 2025 sektor
industri pengolahan itu tumbuhnya di
atas pertumbuhan ekonomi nasional yaitu
sebesar 5,3%.
Ini industri lagi tumbuh sekarang,
tetapi kita harus lihat industri mana
yang tumbuh. Karena ternyata memang ada
industri yang lagi tumbuh tinggi seperti
industri berbasis logam.
Ada industri kimia dan farmasi itu juga
lagi tumbuh tinggi. Tetapi memang ada
industri yang lagi kontraksi seperti
tekstil, seperti yang lain-lain. Jadi
adik-adik yang ingin saya sampaikan
adalah mari kita lihat data secara
detail. Kalau ada di medsos beredar, oh
ini kita lagi industri lagi enggak
baik-baik saja, lihat data BPS dulu.
Lihat data yang kami miliki. Apakah
industri seluruhan berada tidak
baik-baik saja?
Tetapi kenyataannya statistik yang kami
kumpulkan sebagian ada memang yang lagi
kontraksi, tapi sebagian ada kok yang
lagi tumbuh tinggi. Nanti kita lihat
mungkin ada breakdown-nya enggak ya.
Nah, ini di slide 26.
Mana industri yang lagi baik-baik, yang
lagi tumbuh tinggi adalah industri
makanan yang share-nya kalau
dibandingkan dengan industri lain dia
paling tinggi share-nya. Industri
makanan itu paling besar di Indonesia
dan tumbuhnya juga 6,38%.
Karena manusia kan butuh makan, manusia
kan butuh untuk mengkonsumsi. Apalagi
sekarang kafe, restoran, ini anak-anak
muda sedang pada nongkrong banyak di
situ. Itu menggerakkan industri makanan,
minuman. Kemudian juga industri susu,
mie instan. Pasti di tempat kosnya ada
mie instan. Betul. Pada saat mahasiswa
mengkonsumsi min instan menggerakkan
sektor industri min instan.
Ya, ini menggerakkan ekonomi dari dua
sisi. Ada yang konsumsi, ada yang
memproduksi. Nah, ini kemudian salah
satunya ada di industri makanan minuman.
Yang kedua adalah industri kimia,
farmasi, dan obat tradisional. Saat ini
lagi tumbuh tinggi 8,35%.
Ini semakin lama share-nya semakin
meningkat, tumbuhnya cepat.
Kenapa?
Kenapa ini bisa tumbuh?
Ada yang dari farmasi,
Pak Direktur Farmasi.
Ada yang dari teknik kimia?
Ada yang dari teknik kimia enggak?
Takut ya? Takut ditanya enggak ada yang
berani. Nih, ada yang dari teknik kimia
enggak?
Ya, silakan acungkan tangan yang dari
teknik kimia. Harusnya ada Bu. [tertawa]
Harusnya ada
ini ada yang dari teknik kimia ya.
Pertanyaan saya, ada industri kimiaah
yang lagi tumbuh,
yang lagi bagus?
Silakan.
Kenapa?
Silakan bisa berdiri, Mas, ya. Oke.
Ee selamat pagi Bapak Ibu.
Angkatan berapa?
Ee saya angkatan 24.
Ee nama saya Muhammad Rabbani dari
Teknik Kimia angkatan 24. ee industri
kimia yang masih tumbuh ee setahu saya
sih ee industri
ee
kosmetik dan farmasi gitu sih.
Betul itu betul sekali. Tepuk tangan
ini. Betul jawabannya. Dan selain itu
nih [tepuk tangan] itu
salah satu industri kosmetik lagi tumbuh
tinggi. Industri kimianya sendiri juga
lagi banyak investasi baru. Misalnya di
Banten, di daerah Banten sana itu ada
Lotech Chemicals yang baru berdiri
investasi Korea join dengan Indonesia
itu lagi tumbuh ee dan investasi baru
lagi berkembang. Kemudian industri
olahan dari sawit itu kan masuknya
kepada industri oliek kimia ya itu masuk
menghasilkan produk-produk kimia
berbasis sawit. Ini lagi banyak contoh
ada di kawasan ekonomi khusus
semangkilever
mendirikan industri olahan oleokimia
berbasis sawit. Apalagi sekarang tadi
disampaikan oleh siapa tadi namanya?
Maaf yang angkatan teknik kimia 2024.
Jauh banget sama saya. Saya 90 ini 2024.
Terus ee apa e namanya siapa?
Restu.
Restu. Nah, Restu juga betul industri
kosmetik itu juga lagi tumbuh tinggi.
Kenapa tumbuh tinggi? Karena sekarang
permintaan terhadap produk-produk skinc
juga meningkat. Betul.
Skinc sekarang enggak hanya perempuan,
laki-laki juga ada produk skinc
i kan. Lalu apalagi? Clear aja ada clear
man iya kan? Nah, kemudian nanti ada
yang apalah yang untuk men inilah itulah
banyak. Dan kalau kita lihat di dalam
ini kan ada data masuk juga ke kami dari
perdagangan melalui sistem elektronik
ya. Dari data itu yang transaksi
elektronik ada sekitar 350-an
ee apa namanya platform perdagang online
tuh harus lapor ke BPS. Jadi kami tapi
kami tidak boleh disclose, kami enggak
boleh menunjukkan ini si A sekian
transaksi si B. Enggak boleh karenaang
kami melindungi data pribadi. Tetapi
dari data yang masuk itu menunjukkan
produk yang paling digemari, dibeli oleh
online adalah
skincare.
Nah, jadi ini menjawab pertanya menjawab
kebiasaan dari adik-adik terutama yang
perempuan mungkin laki-laki juga kalau
beli produk skincare biasanya karena
sudah tahu viral belinya langsung
melalui online. Betul enggak?
Nah, ini yang dilakukan oleh ee
masyarakat kita. Ada lifestyle di sini
yang selalu yang kita rekam ee nanti
mungkin saya bercerita di konsumsi
masyarakat ada lifestyle berubah. Nanti
kita rekam. Ternyata ee masyarakat
sekarang ini kalau konsumsi disuruh
memilih antara beli aset atau traveling,
maka ternyata traveling yang lebih
banyak digemari. Ini menunjukkan
generasi milenial dan generasi genset
itu sudah berubah pola konsumsinya
dibandingkan dengan yang ee generasi
sebelumnya. Jadi Bapak dan Ibu lihat
akibat program hilirisasi kan tahu ya
ada program hilirisasi nikel diolah
menjadi produk turunannya. Baux seat
yang dari Kalimantan Barat dikirim ke
Pulau Bintan. Di sana ada industri di
kawasan ekonomi khusus Galang Batang
diolah menjadi alumina dan turunannya.
Proses hilirisasi ini ternyata
mendongkrak industri logam naik menjadi
lima logam dasar industri logam dasar
15,71%
pertumbuhannya.
Kemudian juga ada industri yang lagi
tumbuh tinggi adalah industri mesin dan
perlengkapannya.
Tapi memang ada industri yang lagi
kontraksi.
Apa? Kalau kita lihat datanya di sini
adalah industri karet dan produk karet
ini lagi turun. Karena kalau kita lihat
karet alam ada saingannya dengan karet
sintetis. Betul tidak? Kita bisa
memproduk orang bisa memproduksi karet
sintetis sekarang. Tetapi kan memang
untuk kasus-kasus tertentu seperti ban
pesawat terbang itu harus pakai karet
alam.
Nah, tapi kan secara keseluruhan ini
produk industri karet dan produk
turunannya lagi turun. Kemudian industri
kayu, barang dari kayu juga lagi turun.
Tekstil tumbuhnya biasa saja 3% tidak
setinggi industri yang lainnya. Jadi
Bapak dan Ibu, inilah postur dari
industri kita saat ini. Tetapi kalau
ditanya apakah industri itu penting?
Penting. Tidak pernah ada negara yang
bisa melompat menjadi negara maju tanpa
melalui proses industrialisasi.
Pada umumnya negara berkembang bisa
menjadi negara maju karena melewati fase
industrialisasi.
contoh ya apa namanya Inggris dulu dia
pedagang menjajah segala macam begitu
dia melakukan revolusi industri maka dia
langsung bisa membangun apa maju menjadi
negara maju pada saatnya
Cina Korea, Jepang menjadi maju karena
melalui fase industrialisasi
dulu sebelum Korea dan Cina Jepang maju
karena industrinya
diyakini sebagai industri yang
menghasilkan produk yang dengan jaminan
mutu dengan kualitas prima.
Jepang eh sekarang Korea dan Cina juga
bisa masuk kepada negara maju dalam
waktu cepat karena memang dia melakukan
industrialisasi berbasis inovasi. Nah,
jadi Bapak dan Ibu, Adik-adik semua
industrialisasi ini menjadi motor har ke
depan yang harus ditopang. Apalagi di
sini banyak lulusan dari ee teknik,
artinya ini ruang kerja ke depan menjadi
sangat penting. Nah, selain itu mengapa
industrialisasi penting? Karena
penciptaan lapangan kerja yang formal
dan membutuhkan skill yang tertentu dan
skill khusus adalah dari sektor
industri.
Kalau kita mau mendorong peningkatan
pendapatan per kapita dari masing-masing
orang atau gaji rata-rata dari orang,
yang paling efektif adalah dari
industrialisasi.
Karena
kalau di industri jelas gajinya,
skill-nya. Kalau kita bekerja di sektor
jasa cenderung informal. Mana contoh
sektor jasa yang membuka lapangan
pekerjaan tetapi informal? Misalnya
ee ojek online ya, dia membuka lapangan
pekerjaan. Iya. Tetapi informal kan
kalau kita mau meningkatkan
kesejahteraan masyarakat yang penting
skill-nya dibenahi. Lalu kemudian dia
diberikan tempat untuk bekerja yang
layak, yang formal, yang bisa memberikan
upah yang layak.
Nah, Bapak dan Ibu ee ini adalah sektor
yang menjadi utama penyerapan tenaga
kerja. Industri pengolahan menyerap
tenaga kerja ketiga terbesar setelah
pertanian dan perdagangan. Tetapi yang
bisa memberikan upah ataupun gaji yang
relatif
besar tentunya adalah di sektor industri
pengolahan. dan kemudian yang biasanya
yang tinggi juga di sektor jasa
keuangan. Dua itu sektor itu yang
memberikan upah yang relatif stabil
[musik] dan baik. Nah, kemudian Bapak
dan Ibu, ini banyak sebenarnya ee slide
yang ingin saya sampaikan, tetapi saya
ingin menyampaikan juga mengenai
perkembangan
[musik] ekspor
ee Indonesia karena lagi tren mengenai
[musik] Cina dan Amerika.
Nah, Bapak Ibu di sini before, after
tarif terang di slide 15
setelah dan negosiasi kita kita kalau
lihat nih Bapak dan Ibu lihat nih
adik-adik lihat ini ee Indonesia ini
pertumbuhan ya ini pertumbuhan bukan
nilai. Jadi pada saat kita ada masa
jeda, negosiasi, pemberlakuan tarif
untuk mayoritas negara termasuk
Indonesia, ekspor kita ke Amerika ini
masih tumbuh. Bahkan di bulan Desember
tumbuhnya double digit, ekspor Indonesia
13,6%.
Tapi Cina, ekspor Cina ke Amerika
Serikat yang tadinya tumbuh positif
bahkan di tahun 2024 sempat di atas 10%.
Begitu penerapan tarif Trump dan
sebagainya dia tumbuhnya negatif sampai
-2%-an.
Jadi ekspor Cina ke Amerika turun ne
atau tumbuh negatif turun 20% dari
biasanya. Tapi ekspor Indonesia ke
Amerika naik tetap positif ya. Bahkan
sempat waktu masa jeda adalah yang
sampai 38%
terakhir di bulan Desember 13,6%.
Dan kalau kita lihat Indonesia
sebenarnya mendapatkan manfaat dari
adanya perang tarif ini. Kenapa? Karena
kita tetap justru tumbuh ekspornya ke
Amerika. Dan kalau kita lihat next
slide,
terjadi perubahan ranking Indonesia
sebagai pemasok ke Amerika. Biasanya
kita di ranking 20 besarannya 29,5
eh miliar US dolar naik menjadi 36,5 US
Do ekspor kita ke Amerika dan kita
sekarang ranking ke-19 naik satu
peringkat. Tapi kalau Cina, kita lihat
Cina, Meksiko tetap nomor satu. Jadi
kalau dulu eh supplier utama ke Amerika
adalah Meksiko dan Cina nomor dua
terbesar. Meksiko karena dekat secara
lokasi ya karena tinggal lintas batas.
Kedua Cina, ketiga Kanada, keempat
Taiwan. Ya. Tetapi kemudian ee di tahun
2025 ini Cina turun peringkat dari
ranking 2 jadi ranking 3. Masuklah yang
naik ranking 2 jadi Kanada. Awalnya
Kanada ketiga, sekarang Kanada jadi
kedua. Taiwan lihat ini bagaimana Taiwan
bisa memanfaatkan peluang pasar dengan
baik. Taiwan dari peringkat 8 dia bisa
masuk menjadi peringkat 4. Lompatnya
cukup luar biasa. Dan juga Vietnam dia
naik kelas dari peringkat keenam ke
peringkat kelima. Begitu juga Thailand.
Jadi dengan adanya kebijakan Trump ini
ada negara yang diuntungkan, ada negara
yang dirugikan. Salah. Nah, inilah tugas
kita bagaimana kita bisa mengambil
keuntungan sebesar-besarnya buat
kepentingan ekonomi Indonesia. Artinya
peluang pasar ke Amerika itu sebenarnya
terbuka buat Indonesia. bagaimana kita
tinggal memanfaatkannya itu. Nah,
berikutnya adalah ee ekspor Cina ke
Amerika Serikat kan tadi sudah ee turun,
tapi kita lihat pintarnya Cina turun di
Amerika tapi kalau kita lihat secara
global dia tetap naik ya. Ini kita lihat
ini artinya dalam ilmu ekonomi yang
disebut dengan trade diversion
ya. Kenapa trade diversion? Diivert dia
trade-nya yang tadinya tujuan utamanya
ke Amerika di-divert ke negara lain.
Siapa yang kemudian menjadi target
ekspornya Cina? ini terlihat antara lain
dia meningkatkan ekspornya ke Hongkong,
dia meningkatkan ekspornya ke Vietnam,
dia meningkatkan ekspornya ke Jepang dan
ke India. Tuh, lihat ya, bagaimana
strategi di tengah ketidakpastian
geopolitik,
Cina tetap bisa menumbuhkan ekspornya.
dia tidak mati secara global, tapi dia
mengalihkan ekspornya ke negara lain.
Nah, tapi memang kalau ke Amerika
Serikat terlihat turun tajam. Nah, di
sisi lain Tiongkok itu masih menjadi
tujuan ekspor Indonesia. Nah, ini kita
merilis angka ekspor impor ini setiap
bulan, Bapak dan Ibu. Jadi kami merilis
ada yang rilis angka setiap bulan, ada
yang setiap triwulan. Kalau yang
triwulan itu biasanya pertumbuhan
ekonomi dan lapangan pekerjaan, maaf dan
ketenagakerjaan. Statistik
ketenagakerjaan itu kami sekarang
mengeluarkannya setiap 3 bulan sekali.
Tapi kalau ekspor impor, inflasi,
produksi beras, produksi padi, kemudian
juga statistik pariwisata itu kami
keluarkan setiap ee setiap bulan.
[musik]
Nah, ini adalah salah satu hasil
publikasinya BPS yang kami terbitkan
setiap bulan. Di sini terlihat bahwa
Tiongkok masih menjadi tujuan utama
ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025.
Kalau kita lihat bedah ekspor Indonesia
itu ke mana aja sih? Ternyata 24%
dari ekspor Indonesia sekarang itu
diarahkan ke Cina.
Jadi kalau ini trade relation-nya itu
cukup dekat dengan suatu negara, kalau
ada apa-apa dengan ekonomi tujuan ekspor
utama kita ini berpotensi memperlambat
ekspor kita. Jadi itu transmisinya. Jadi
kalau dalam ilmu ekonomi adalah ada
transmisi
ee ee ataupun efek dari perlambatan
ekonomi suatu negara itu akan cepat
menular ke negara lain jika hubungan
perdagangan antara kedua negara itu
relatif dekat dan relatif besar.
Ukraine kenapa tidak berdampak terhadap
ekonomi Indonesia? Karena hubungan
perdagangan Indonesia dengan Ukraine itu
tidak terlalu besar bahkan kecil sekali.
Sehingga yang terjadi di Ukraine, yang
terjadi Ukrainia itu tidak berdampak
terlalu besar untuk ekonomi Indonesia.
Tapi Cina kalau colollaps ni Cina itu
bahaya buat Indonesia. Tetapi kan tadi
kita lihat dia punya strategi terhadap
global dia tetap ekspornya meningkat
tinggi dan Cina pun sekarang menjadi
tujuan utama ekspor Indonesia. Apa yang
diekspor ke Cina? Satu, produk besi dan
baja akibat dari hilirisasi nikel. Jadi
kalau kita lihat data ekspor impor,
adik-adik, dulu kita ekspor nikel mentah
atau yang kita sebut dengan bijih nikel.
Ada datanya dulu banget 10 tahun yang
lalu sebelum ada kebijakan hilirisasi
kita mengekspor bijih nikel tapi
sekarang ekspor biji nikel itu nol ya.
Ini contoh hiirisasi komoditas nikel
[musik]
yang mendorong peningkatan ekspor produk
olahan nikelnya meningkat signifikan.
Lihat dari data ini.
Data ini menunjukkan bahwa di tahun
2015, 2016,
2017
kecil sekali. Kecil sekali. Bahkan ini
kenapa ini adalah produk olahan nikel.
Nah, pada saat kita melarang ini yang
warna kuning dilarang ekspor bijih
nikel. Nikel harus diolah di Indonesia
akibatnya. Maka sampai saat ini terjadi
peningkatan yang luar biasa. Ekspor
produk olahan nikel. Ini yang terekam di
dalam data statistiknya BPS. Nah, ini
ada Permen SDM tahun 2019 melarang
ekspor bijih nikel mulai berlaku di
tahun 2020 langsung melejit ekspor
produk olahannya.
Ya, di sini ekspor bijih nikel ada ada
gitu kan.
ada ekspor biji nikelnya, [musik] tapi
ini yang produk olahan nikel enggak ada.
Nol, nol begitu. Jadi ee ini salah satu
yang menyebabkan tadi industri olahan
logam dasar dan industri turunannya
meningkat double digit. Kemudian karena
ekspor kita ini juga meningkat dan salah
satu tujuan ekspor kita adalah ke Cina
untuk produk besi dan baja dan
turunannya. Nikel dan barang daripadanya
ini produk olahan nikel tumbuhnya
tinggi. Tapi lihat yang turun adalah
bahan bakar mineral. Ini apa? Ini apa?
Ada yang bisa jawab?
yang turun double digit itu ekspor bahan
bakar mineral kita ke Cina turun
terkontraksi min 24,59%.
Batuara.
Jadi batu bara itu ekspor utama kita ke
Cina dan India. Tapi sekarang ekspor
batu bara kita ke Cina turun. yang naik
adalah olahan nikel, besi, dan baja.
Kenapa turun ekspor batubara ke Cina?
Karena Cina menerapkan kebijakan untuk
energi yang lebih ramah lingkungan.
Kemudian yang kedua, Cina juga lebih
menginginkan untuk mereduksi emisi
karbon itu menggunakan batuara yang
dengan nilai energi yang lebih tinggi.
Jadi, impor batu bara Cina secara global
pun turun 12%
atau hampir 43 juta ton pada tahun 2025.
India pun begitu. Impor India untuk batu
bara juga turun. Mengapa? Karena ada
kebijakan pemerintah Tiongkok dan India
yang mendukung untuk produksi batu bara
dalam negeri. Tetapi selain itu juga
adanya kebijakan untuk energi yang lebih
ramah lingkungan. Karena inilah yang
kemudian menyebabkan permintaan terhadap
impor batu bara di Cina dan India
mengalami penurunan.
Izin saya 5 menit lagi kalau boleh 5
menit 10 menit lagi. Ada satu hal yang
ingin saya sampaikan mengenai pentingnya
industri pengolahan sebagai pengungkit
dari ee ekonomi Indonesia ke depan.
Ee mungkin
masuk kepada slide kawasan ekonomi
khusus. Adik-adik dalam rangka mendorong
industrialisasi tentunya pemerintah
sekarang memiliki kawasan ekonomi
khusus. Sekarang kawasan ekonomi khusus
itu ada di 25 lokasi tersebar di seluruh
Indonesia. Yang warnanya biru itu adalah
cek berbasis industri.
Yang warnanya orange itu adalah cek
berbasis pariwisata.
Dan yang berwarna ee hijau itu kawasan
ekonomi khusus berbasis digital dan
pendidikan. Jadi kalau kita lihat ada
kawasan ekonomi khusus yang di Bali itu
di Bali punya dua kawasan ekonomi khusus
Sanur ini pariwisata kesehatan. Jadi
sekarang ada buka klinik-klinik
dengan standar internasional yang kerja
sama dengan klinik internasional itu ada
di Kek Sanur. Kedua, ini kekura-kura
Bali berbasis pariwisata dan pendidikan.
Dan kalau kita lihat ada kawasan kek
industropolis Batang ini betul-betul
industri. Kalau kita lihat di Kendal dan
Gresik ini juga kawasan ekonomi khusus
berbasis industri. di Gresik ini contoh
yang tadi Wilmar punya industri alo
komikal yang salah satu terbesar mulai
dari hulu sampai hilir sampai dengan
produk-produk turunannya ada di situ.
Kemudian ee kalau kita lihat yang tadi
yang saya bilang cake semangke ini
adalah salah satunya eh unilever
mengolah sawit menjadi produk turunannya
sehingga ekspornya bukan sawit mentah
tetapi produk turunannya yang bisa
menciptakan nilai tambah dan lapangan
pekerjaan di Indonesia. Berikutnya juga
yang saya ingin sampaikan, saya ingin
masuk kepada contoh Korea.
Korea adalah salah satu negara yang kita
bisa contoh bagaimana industri itu bisa
mendorong pertumbuhan ekonomi karena
berbasis kepada inovasi.
Mungkin sebelum Korea ee izin saya masuk
dulu ke hilirisasi. Tadi sudah nikel.
Indonesia adalah negara yang kaya dengan
sumber daya alam. Tetapi jangan sampai
era Dutch disease kita alami lagi
seperti pada saat waktu lalu. Dulu
Indonesia adalah negara yang paling
terkenal dengan tehnya pada saat zaman
Belanda. Betul enggak? Mungkin adik-adik
belum lahir. Mungkin nanti Bapak Ibu
yang ada di sini. Teh Indonesia itu
terkenal. Rempah-rempah Indonesia itu
terkenal. Dulu cengkeh kita digemari,
rempah-rempah Indonesia juga. Makanya
Belanda datang ke sini karena kita
adalah penghasil rempah terbesar dunia.
Tetapi semua itu sekarang hilang. Betul.
Teh kita kalah dengan TWG.
Enggak ada brand dari teh Indonesia. Ada
enggak? Paling Sariwangi. Betul. teh
Sariwangi dengan kualitas yang soso.
Tetapi kalau kita lihat TWG brand
Singapura, pertanyaan saya, apakah
Singapura punya punya apa namanya? Punya
kebun teh. Dari mana tehnya? Lah kita
punya kebun teh dulu yang besar di zaman
Belanda, tetapi tidak ada brand global
yang kita bisa jual. Karena waktu itu
kita jual teh dalam bentuk curah.
Ya, kita ekspor ekspor oleh PTPN
diekspor tapi curah dalam aluminium foil
yang besar. Tidak ada brand,
tidak ada value edit padahal branding.
Mengapa Singapura masuk dengan TWG? Di
branding karena nilai value edit atau
nilai tambah dari branding itu cukup
besar.
Brand uniclo di mana produksinya?
Di mana produksinya?
Di Jepang bukan. Sebagian Uniclo ada
yang produksi di Indonesia, ada yang
diproduksi di Vietnam, ada yang produk
Bangladesh. Tapi brandnya, desainnya ada
di Jepang. Itulah yang menciptakan nilai
tambah yang besar. Apa artinya? Itu
adalah inovasi.
Inovasi memberikan nilai tambah yang
luar biasa terhadap perekonomian. Bukan
sekedar memproduksi curah. Lihat baca
koffe. Siapa yang minum coffee baca.
Lihat harganya. Satu kemasan Rp500.000.
Dia ada di Changi Airport dengan dengan
outlet yang sangat besar dan sangat
mewah. Siapa yang punya brand Baca
Kopfi? Indonesia bukan. Ternyata dia
Maroko yang sebenarnya bukan produsen
e eh bukan produsen
utama dari Kopi.
Dia eksportirnya ke 105.
Tapi Maroko itu adalah peringkat ke-24
pengimpor kopi hijau. Apa yang dilakukan
oleh baca kofe? Siapa yang suka baca
koffee?
Tahu kan? Pasti generasi muda pasti tahu
baca koffee. Brandnya luar biasa. Ada
kopi dari sini, kopi dari sana, kopi
dari sini dengan kemasan yang luar
biasa. Akibat inovasi dia lakukan Maroko
yang sebenarnya dia not importir kopi
bein, tapi dia bisa membuat brand baca
coffee yang go global. Sama halnya
seperti teh TWG.
Tapi itu kemudian tidak kita lakukan ee
pada saat kita memiliki
ee sumber daya alam yang luar biasa.
Saatnya kita melakukan hilirisasi tidak
hasil tambang saja, tetapi kita harus
dorong hilirisasi dari sumber daya alam
yang kita miliki plus kita bangun
branding
Indonesia. Ya. Kemudian kalau kita lihat
Korea, saya mau kasih contoh Korea untuk
menyemangati teman-teman semua. Korea,
Korea bisa lompat menjadi negara maju
hanya dalam waktu kurun sekitar 17
tahun. Karena Korea memanfaatkan bonus
demografi.
Korea pada saat bonus demografi dia
dorong industrialisasi.
Dia mulai masuk industrialisasi. dari
dua saja
yang dia sebut dengan industri berat.
Awalnya dulu dia masuk dari industri
tekstil. Ingat dulu zaman dulu Korea
terkenal dengan garmennya tekstil Korea.
Tapi sekarang apa yang dia lakukan? Dia
terkenal dengan produk teknologinya.
itu artinya staging dari industrialisasi
yang dilakukan oleh Korea itu efektif
untuk membawa Korea menjadi negara maju
dalam waktu singkat.
Korea itu merdekanya sama dengan
Indonesia tahun 1945
hanya beda hari. Tapi kenapa kita kalah
setting? Karena dia melakukan kebijakan
industrialisasi sejak dini. waktu
kemudian dulu dia awal masuknya memang
dari industri tekstil untuk meabsorb
kebutuhan lapangan kerja karena industri
tekstil itu adalah industri padat karya.
Industri tekstil maju makanya kita
terlihat oh baju Korea. Betul. Kemudian
dulu kalau kita ke Korea belanjanya ee
baju dulu ibu-ibu, adik-adik mahasiswa
itu dulu. dulu, bukan sekarang, tapi ke
Korea sekarang yang dibelanjain apa?
Skinc dengan teknologi inovasi yang
macam-macam yang ada inilah itulah
dengan berbagai branding skincare Korea.
Dia masuk dengan teknologi Samsung,
Hyundai dan segala macamnya. Jadi
tahapan industrialisasi Korea adalah
industri tekstil. Lalu setelah itu dia
menguatkan yang disebut dengan basic
industry atau industri dasar yaitu
industri kimia dan industri baja atau
logam. Dia memperkuat itu dulu. Jadi
sebelum dia masuk kepada industri
hightech, setelah tekstil yang dia
lakukan adalah memperkuat industri
kimia.
Makanya ada lote chemical yang terkenal
karena dia sudah kuat memperkuat
industri kimia dan industri logam atau
industri berat. Jadi memang di dalam
kerangka pembangunan ee suatu industri
itu dua industri yang penting sebagai
basis industrialisasi
industri kimia dan industri logam. Bukan
karena saya teknik kimia, tapi itu
memang kenyataannya seperti itu. Nah,
setelah itu dia kembangkan industri
berbasis inovasi.
Artinya kalau kita lihat sekarang
bagaimana
Ibu mohon izin, Ibu.
Iya. 1 menit lagi ya.
Boleh silakan [tertawa]
biar enggak putus ceritanya. Enggak.
Jadi kita ee lihat yang kemudian
dilakukan sekarang contoh sukses Korea
adalah melakukan industri berbasis
inovasi dan teknologi Samsung, LG,
Hyundai dan industri kosmetik lainnya.
Hasil-hasilnya adalah kenapa ini bisa
berkembang? Karena IPEKIN atau ilmu
pengetahuan dan teknologi yang ada di
kampus dan di research-research center
ini langsung dikonnectkan dengan
komersialisasi industri. Jadi kuncinya
dari Korea itu maju karena menghubungkan
antara research center, antara
university dengan industri sehingga
hasil risetnya bisa dikomersialisasi.
Ini contoh hasil IPTEKIN yang
dikomersialisasi di Korea Selatan di
mana tahun 2000-an Korea Selatan itu
sudah aktif melakukan kebijakan untuk
transfer R&D dari lembaga penelitian ke
sektor swasta dan dikomersialisasikan.
Kemudian juga ini contoh di ee ee Korea
Selatan lembaga risetnya ini langsung
berhubungan dengan UKM.
Ini lembaga riset di Korea Selatan. Jadi
ada Korea Selatan itu punya struktur
rarch centernya yang luar biasa. Artinya
apa?
bahwa universitas
juga bisa berperan untuk mendorong RnD
menjadi inovasi melalui kerja sama
dengan industri langsung sehingga hasil
inovasi yang langsung diterapkan oleh
industri inilah yang ini nanti menjadi
inovasi berkontribusi terhadap
pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu,
Bapak dan Ibu ee tentunya ee terakhir
sebagai penutup, inovasi akan mendorong
produktivitas tinggi. Jadi RnD itu belum
menjadi produktivitas kalau belum
dikomersialisasi. Ini transmisi dalam
perekonomian itu seperti itu. RnD akan
menjadi inovasi pada saat diaplikasikan
oleh industri. Begitu nanti industri
mengaplikasikan inovasi, maka ini akan
menciptakan produktivitas dan inilah
yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi
karena industrinya menjadi kompetitif,
industrinya maju, output-nya lebih
tinggi, lebih berdaya saing, akhirnya
bisa menyerap lapangan pekerjaan,
ekonomi bisa tumbuh tinggi. Jadi
kata-kata terakhir dari Paul Krukman ini
adalah guru ekonomi
yang yang apa ya guru mahagurunya
ekonomi di dunia mengatakan
produktivitas bukanlah segalanya tetapi
dalam jangka menengah dan panjang
produktivitas adalah hampir segalanya.
Karena dengan produktivitas ini
kemampuan suatu negara bisa meningkatkan
standar hidupnya dari waktu ke waktu.
Karena inilah nanti produktivitas yang
bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi.
Oleh sebab itu, produktivitas akan lahir
dari universitas. Tetapi yang penting
adalah bagaimana riset-riset Bapak, Ibu,
dan mahasiswa-mahasiswi ini bisa connect
inovasi untuk kemudian diaplikasikan di
dalam industri. Demikian selamat bekerja
semuanya. Oh ya, satu lagi
ee sensus ekonomi
terakhir sebelum ditutup mungkin saya
ingin juga menyampaikan bahwa di bulan
Mei sampai dengan Juli kita BPS akan
melakukan sensus ekonomi 2026. Kita
membutuhkan petugas lapangan mungkin
lebih dari 250.000 orang se-Indonesia.
Dan sensus ekonomi ini adik-adik,
peluang bagi adik-adik untuk
mendapatkan pengalaman baru, untuk
kemudian membuka wawasan dan untuk
mendapatkan tambahan income selama
liburan.
Jadi ee kalau berminat silakan daftar.
terutama saya ingin banyak memanfaatkan
mahasiswa karena sensus ekonomi ini
nanti mayoritas yang kita datangi adalah
perusahaan, kafe, restoran, warung,
semua perusahaan besar industri
ya. Dan kami
membuka seluas-luasnya
untuk para mahasiswa dan mahasiswi ITB
untuk bergabung memberikan kontribusi
terbaik buat Indonesia supaya Indonesia
nantinya bisa mendapatkan peta ekonomi
Indonesia yang sesungguhnya, data
ekonomi Indonesia yang sesungguhnya.
Karena ini sensus. Ini sensus artinya
semua akan tercatat bukan sampel. bukan
sampling. Semua akan tercatat termasuk
nanti rumah-rumah tangga akan didatangi
karena nanti kita akan merekam adanya
aktivitas digital atau transaksi digital
di dalam rumah tangga. Itu rangkaian
kegiatannya nanti di bulan Maret sampai
dengan April akan ada rekrutmen petugas
SE.
Dan oleh sebab itu tadi ee nanti Ibu ee
Kepala BPS Provinsi Jawa Barat akan
koordinasi secara intensif dengan Prof.
Insanu untuk kemudian nanti bagaimana
kita bisa merekrut mahasiswa-mahasiswa
ITB untuk menjadi bagian dari petugas
sensus. Manfaatkan ini dengan
sebaik-baiknya karena ini kegiatan 10
tahun sekali ya. Baru akan datang nanti
2036 enggak ada lagi kesempatan buat
adik-adik untuk ikut sensus ekonomi.
Jadi sekali lagi nanti kami akan
menggunakan smartphone untuk melakukan
pencacahan untuk perusahaan besar
melalui web base questionernya.
Dan lanjut lanjut ini contohnya
di slide.
Nah, ini ini questioner sudah kami
tuangkan dalam smartphone, web base.
Bahkan untuk mengatur klasifikasi
usahanya kami sudah menggunakan AI ya.
Jadi sehingga nanti ada kata kunci nanti
AI generated untuk mengklasifikasikan
untuk meminimalkan kesalahan. Untuk
pelatihan kami juga sudah menggunakan AI
base ya. Ada Pusdiklat kami yang sudah
membangun AI base untuk pelatihan.
Tentunya nanti yang sebelum menjadi
petugas harus dilatih. Ini sudah ada AI
base yang kami gunakan untuk pelatihan.
Kalau persyaratan saya yakin teman-teman
ITB ini pasti memenuhi prasyarat
minimum. Jadi tidak usah khawatir untuk
persyaratannya. Yang penting adalah mari
kita sukseskan sensus ekonomi 2026.
Karena SE 2026 ini milik kita bersama,
milik bangsa kita. Kalau kita mau maju
ekonominya, datanya harus bagus. Data
bagus itu kalau kita kumpulkan melalui
sensus ekonomi secara akurat. Terakhir
mungkin saya akan menyampaikan
ee video singkat. Jadi ini adalah Bung
Itung, ini adalah maskot dari SE 2026.
Jadi kalau Anda jadi petugas ini kayak
jadi Bung Itung, smart,
cepat tanggap gitu ya, dan juga ee
ramah. Karena jadi petugas sensus tidak
boleh cemberut, harus ramah seperti Bung
Itung ini ya. Jadi silakan untuk
videonya untuk di ee tayangkan sebentar.
Silakan.
Setiap sudut negeri ini punya ceritanya
sendiri. Cerita para pelaku usaha yang
menjaga harapannya tetap hidup. Ada yang
datang untuk mendengar cerita itu dan
memahami kehidupan ekonomi di sekitar
kita. Dari [musik] cerita sederhana hari
ini, lahirlah kebijakan untuk masa depan
yang lebih baik. Jika petugas sensus
datang, jangan takut. Sambutlah dan
berikan data yang benar. Ayo sukseskan
sensus ekonomi 2026.
Bersama [musik] kita mencatat Indonesia.
Mari kita [tepuk tangan] mari kita
sukseskan sensus ekonomi kita
bersama-sama. Terima kasih.
Wasalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Sekali lagi terima kasih
kepada Bu Ini. Baik, Ibu. Saya yakin
banyak sekali pertanyaan dari mahasiswa
di sini. Namun saya juga mendapat
informasi ee Ibu juga ada kelanjutan
agenda. Tapi mungkin satu pertanyaan
singkat ya, Bu. Ia
oke ya. Ee jadi silakan ee acungkan oh
tiga pertanyaan. Boleh acungkan tangan
setinggi mungkin karena kita hanya ada
satu seti pertanyaan ya. Ada Mbak yang
berwar pakai kerudung ee hitam di Iya.
yang pakai kacamata silakan.
Ee sebelumnya terima kasih atas waktu
dan kesempatan telah diberikan dan
sebelumnya perkenalkan saya Miss Bahul
Laila berasal dari Fisika angkatan 2022.
Jadi ee saya izin bertanya kepada Ibu
Wini yang telah memaparkan materi yang
sangat bermanfaat tadi. Yang pertama
yaitu ee meningkatnya harga kebutuhan
pokok ketika hari besar keagamaan.
Contohnya seperti bulan Ramadan menjadi
fenomena yang terus berulang setiap
tahunnya di Indonesia. Dari perspektif
statistik resmi negara, bagaimana BPS
membaca pola tersebut? Apakah kenaikan
ini dipandang sebagai fenomena inflasi
musiman yang wajar atau dapat menjadi
indikator adanya tantangan struktural
dalam stabilitas pasokan dan distribusi
pangan nasional? Terima kasih.
Baik, terima kasih pertanyaannya.
Ee Ibu Bukit kita bisa langsung jawab
ya. Oh, dikumpulkan. Mungkin satu
pertanyaan singkat lagi.
Oh, baik. Silakan Mas yang di tengah
yang pakai kacamata hitam yang
mengangkat tangan terlebih dahulu.
Silakan bisa berdiri ya, Mas.
Ee selamat pagi semuanya. Jadi ee ini
pertanyaan Oh ya. Sebelumnya perkenalkan
saya Mulyadi dari Fisika angkatan 22.
Saya ingin bertanya mengenai di mengenai
bahan yang ada di slide tadi. Tadi kan
ada penjelasan mengenai impor ke
Amerika. ee dan kita tuh impor ke
Amerikan tuh ditingkatkan gitu. Ee
apakah emang
kalau suatu negara impor ke Amerika tuh
bisa meningkatkan ekonominya secara
signifikan ataukah gimana? Kenapa
gameplay kita tidak seperti Cina yang
impornya tuh merata ke negara-negara
yang ada di dunia gitu? Kayak emangnya
kita se ke se ketergantungan itu ke
Amerika atau bagaimana gitu. Terima
kasih Bu.
Baik, terima kasih pertanyaannya
ya.
Satu lagi pertanyaan kata Bu Wini.
Silakan. Kita tadi sudah di tengah, di
tengah mungkin kita ke sebelah sini ya.
Mas yang pakai baju biru silakan bisa
langsung ke depan. I boleh.
Eh, ya. Baik. Eh, asalamualaikum, Ibu.
Perkenalkan saya WISF Muhammad WISF dari
Mikrobiologi 24.
Em izin bertanya, Ibu. Terkait em
economic growth sebanyak 8%. Em saya
yakin Indonesia kan bisa mengejar delta
3% atau 2% tersebut ya dari e 5,11% itu
ya Bu. Namun seperti yang kita ketahui
terdapat ee penurunan IHSG pada kuartal
4 em 2025. Nah, em apakah dari sisi
Indonesia sendiri ada perubahan strategi
untuk meraih economic growth 8% atau
bagaimana ya, Ibu? Terima kasih.
Baik, terima kasih. Tiga pertanyaannya
sudah kita tampung. Ee selanjutnya
silakan Ibu untuk merespon nomor Oh iya,
Mbak. Saya ingat dari fisika ya, Mbak.
Tadi namanya siapa? Mohon maaf.
Lala. Lara. Iya, silakan. Baik, terima
kasih untuk pertanyaannya yang pertama.
dari Mbak Lala ya mengenai inflasi. Jadi
memang tepat sekali yang tadi
disampaikan bahwa setiap memang tadi ada
permintaan tinggi pasti harganya kan
akan naik karena supply sometimes tidak
bisa catch up secara cepat. Nah, itu
yang tadi efek supply and demand yang
tadi saya sampaikan di dalam kurva tadi.
Nah, peningkatan harga ini selalu
direkam oleh BPS melalui angka yang kita
sebut dengan inflasi. Jadi, saya ingin
menjelaskan sedikit mengenai inflasi.
Inflasi itu adalah angka yang
menunjukkan perubahan harga secara
persentase dari bulan ini dibandingkan
bulan lalu atau bulan Januari
dibandingkan dengan bulan Januari tahun
lalu. Jadi, dua angka inflasi yang
selalu kita sampaikan. Inflasi mantuman
atau inflasi bulanan adalah menunjukkan
perkembangan perubahan harga dari bulan
ini dibandingkan bulan lalu. Kemudian
kalau inflasi tahunan adalah bulan yang
sama tahun ini dibandingkan dengan bulan
yang sama tahun lalu itu kita sebut
dengan inflasi tahunan. Nah, yang tadi
dis adalah karena biasanya di bulan
Ramadan itu demandnya atau permintaannya
tinggi, maka perubahan harganya akan
menjadi ee besar dan ini direkam kepada
inflasi yang lebih tinggi. Biasanya yang
tinggi selama bulan Ramadan itu adalah
bahan makanan. Kami kami kami ada
catatannya. Nanti mungkin kalau mau
lihat silakan nanti diklik website-nya
ya untuk angka ada rilis inflasi
terakhir. Nanti untuk yang bulan Ramadan
ini kan kita mulai bulan Ramadan bulan
Februari angka inflasinya akan kami
keluarkan di tanggal 1 Maret nanti. Jadi
nanti tanggal 1 Maret kita keluarkan
angka inflasi. Satu hal yang ingin saya
sampaikan kepada adik-adik mahasiswa
adalah bedakan dengan harga mahal dan
inflasi. Kenapa bedanya? Karena kalau
kita lihat harga minyak goreng stabil
tapi harganya tinggi. Stabil itu berarti
apa? Dia perubahan harganya tidak beda
dari bulan ke bulan ya segitu saja ya.
Karena dia stabil tinggi tapi mahal.
Yang dibayar oleh konsumen adalah level
harga bukan inflasi ya. Jadi kalau kita
lihat, saya sering mendapatkan
pertanyaan, kok inflasinya rendah tapi
harganya mahal sih, Bu komoditas ini?
Kenapa? Karena ada komoditas-komoditas
tertentu yang dia stabil, tidak pernah
mengalami perubahan harga yang
signifikan. Artinya inflasinya rendah,
tapi harganya sudah tinggi. Contoh yang
jelas minyak goreng 15.700, ada yang
16.000 terus 16.000 Ibu kalau lihat di
market kan di pasar dia inflasinya
rendah tapi yang dibayar oleh konsumen
adalah harga.
Nah, kalau inflasi itu adalah perubahan
harga. Jadi cabai rawit yang tadinya
sekilo misalnya ee Rp50.000, sekarang
sekilonya Rp100.000. Nah, itu inflasinya
50% kira-kira ya. Itu ada inflasi
perubahan harganya.
[musik]
Jadi, Bapak dan Ibu, menghitung inflasi
itu adalah perubahan harganya. Kalau
harga yang dibayar oleh konsumen adalah
level harganya. Contoh, kalau misalnya
ini yang untuk yang murah misalnya harga
telur satu biji Rp1.000 karena murah
misalnya naik Rp1.200
artinya ada perubahan harganya berapa?
20% tapi knya murah enggak? Murah. Kalau
karena 1.200 harganya dibandingkan
minyak goreng misalnya begitu. Jadi itu
kira-kira ee jadi betul terima kasih
kalau setiap Ramadan lebaran harga
beberapa bahan pokok bahan makanan itu
biasanya naik. Apalagi untuk yang cabai
rawit, cabai merah, bawang merah itu
adalah komoditas yang sangat rentan
terhadap curah hujan. Jadi kalau curah
hujan tinggi, banyak busuk, pasokan
rendah, nah itu kemudian biasanya
inflasinya tinggi itu. Ee ee jadi itu ya
untuk fenomena harga. Kemudian yang
kedua adalah dari Mulyadi mengenai ee
impor atau ekspor ke Amerika. Ee tadi
ekspor kali mungkin maksudnya ya Mas
Mulyadi ya.
Hah gimana?
Ekspor maksudnya kan ekspor kita ke
Amerika. Jadi kalau kita lihat tadi
tayangan saya, coba tolong tim ee
ditayangkan yang tadi tujuan ekspor
Indonesia itu nomor satu adalah ee Cina,
kedua Amerika, ketiga kemudian ada salah
satunya ada Uni Eropa juga dan beberapa
negara lainnya. Coba nanti tolong
ditayangkan yang ee tujuan ekspor ini.
Jadi ekspor Indonesia itu enggak hanya
melulu ke Amerika Serikat.
Kita juga ekspor ke Cina paling besar,
ke India juga ada 6,79%.
bahkan kita ekspor ke ASEAN,
negara-negara ASEAN dan Uni Eropa.
Makanya ada perjanjian perdagangan
dengan Uni Eropa yang ee Indonesia IU
SEPA itu dalam rangka untuk memperbesar
ekspor kita ke Uni Eropa. Jadi kalau
misalnya ee ditanya kenapa kita ada
perundingan perdagangan dengan Amerika
Serikat? Karena kita tidak mau kalah
bersaing dengan negara lain yang
menikmati. Jadi pada saat ada peluang
pasar yang tercipta di sana, kita mau
masuk kepada yang lebih ee
mengapa? Karena Amerika itu secara size
ekonominya besar. Jumlah penduduk
Amerika itu besar. Artinya itu adalah
pasar ekspor yang besar.
Tapi nanti suatu saat sekarang yang lagi
diprediksi naik tinggi dalam waktu 2050
itu nanti negara-negara Afrika akan
menjadi negara penduduk besar. Cina akan
mulai kalah. Sekarang kan dulu Cina
nomor satu. Betul enggak?
Sekarang yang nomor satu ber siapa?
Penduduk terbesar dunia.
India sekarang nomor satu. karena ada eh
kebijakan one child policy ternyata
efeknya sekarang Cina populasinya mulai
shrinking sehingga Cina sekarang
penduduk kedua terbesar dunia nomor
satunya India. Nah, jadi tentunya
peluang pasar akan terus didorong dan
kalau kita lihat dari data statistik ini
Indonesia juga tidak hanya ekspor ke
Amerika Serikat. Terakhir mungkin ee
mengenai IHSG dan Economic growth. IHSG
itu kan adalah pasar saham ya kan ya
belum tentu itu uang masuk ke sektoril
tapi yang kita rekam dalam ekonomi
adalah real activity ekonominya. Jadi
kalau kita lihat government spending,
kemudian konsumsi masyarakat yang terus
tumbuh itu yang direkam dalam
pertumbuhan ekonomi. Jadi untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi yang
paling penting adalah mendorong
aktivitas
ekonomi kita baik dari sisi produksi
maupun dari sisi permintaan. Jadi
intinya adalah itu adalah real economic
activity. betul-betul aktivitas ekonomi
yang ada di lapangan itulah yang direkam
dalam pertumbuhan ekonomi. Karena kalau
kita invest di saham ya itu kan di pasar
saham. Apakah saham yang kita inject di
situ jadi real activity ekonomi?
Tergantung kebijakan perusahaan nantinya
ya. Apakah dia menjadi saham saja di
situ atau menjadi investasi baru oleh si
perusahaan tergantung. Once itu menjadi
investasi baru perusahaan itu terekam
menjadi catatan PDB kita. Tapi kalau
tidak hanya di pasar saham belum menjadi
real economic activity ya itu tidak
terekam di dalam PDB. Jadi itu bedanya.
Jadi yang paling penting untuk mendorong
growth, mendorong pertumbuhan ekonomi
yang penting adalah tingkatkan
produktivitas kemudian dorong aktivitas
ekonomi baik di masyarakat maupun di
sisi produksi.
investasi, ekspor didorong gitu ya dan
juga government spending. Demikian
mungkin yang bisa saya sampaikan. Terima
kasih tentunya atas pertanyaannya. Ee
terima kasih tadi mahasiswa-mahasiswa
yang sudah menjawab pertanyaannya.
Baik, terima kasih kepada Ibu Wini. Mari
kita berikan tepuk tangan yang luar
biasa sekali lagi untuk narasumber kita
hari ini. [tepuk tangan] I, terima kasih
Ibu kami ucapkan ee dan untuk sesi
diskusi kita ee cukup di sini dan
selanjutnya kami kembalikan kepada
moderator. Silakan. Terima kasih kami
ucapkan kepada Ibu Pipit selaku
moderator dan kami ucapkan juga terima
kasih kepada Kepala BPS Republik
Indonesia yang telah memberikan materi.
Kami ee mohon untuk dapat tetap di
panggung karena kita akan lanjutkan
dengan pemberian penghargaan. Untuk itu
kami mengundang ke atas panggung Rektor
ITB untuk dapat memberikan piagam
penghargaan kepada Kepala Badan Pusat
Statistik Republik Indonesia selaku
narasumber kita pada siang hari ini.
Mohon izin kita akan pandu untuk
pengambilan gambar
dalam 3 2 1. Sekali lagi 3 2 1 boleh
kita berikan apresiasi sekali lagi untuk
Kepala Badan Pusat Statistik Republik
Indonesia yang telah memberikan materi
pada kesempatan kali ini.
Mohon izin Bapak Ibu untuk dapat menuju
ke depan area depan. Kita akan berfoto
bersama dengan seluruh tamu undangan dan
juga peserta. Mohon izin Bapak, Ibu,
tamu undangan dan juga peserta untuk
dapat sejenak kita berdiri dan berfoto
bersama dengan narasumber kita pada
kesempatan kali ini.
Baik, Teman-teman mahasiswa boleh
sejenak kita berdiri dan merapat ke
tengah. Kita akan berfoto bersama
terlebih dahulu.
Baik, kami pandi kami pandu untuk
pengambilan gambar dalam 3 2 1.
Baik.
Mohon izin Bapak Ibu untuk sign ITB.
Jempol kanan diacungkan dan jempol kiri
berada di atasnya. Siap. Kami hitung 3 2
1.
Baik, selanjutnya sain sensus ekonomi
seperti yang diperagakan oleh
kakak-kakak di depan. Baik.
3 2 1.
Baik, Bapak, Ibu, mohon izin kita akan
membuat satu video pendek. Jadi, ketika
saya menyuarakan sensus ekonomi 2026,
Bapak, Ibu, dan Teman-teman menjawab
mencatat ekonomi
Indonesia. Boleh kita coba dengan
mengacungkan ee mengepalkan tangan
tekanan ke depan. Sensus Ekonomi 2026
mencatat ekonomi Indonesia. Boleh sekali
lagi mungkin ya.
Sensus ekonomi 2026
mencatat ekonomi Indonesia.
[tepuk tangan]
Kita berikan tepuk tangan yang meriah
Bapak Ibu sekalian. Terima kasih
hadirin. Dengan demikian Studium
Generale pada hari ini telah selesai.
Kami informasikan kepada seluruh
mahasiswa untuk dapat mengisi presensi
dengan memindahi kode QR yang tadi telah
tertera pada layar. Terima kasih atas
perhatian hadirin pada acara hari ini.
Selamat siang dan wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.