TRANSCRIPTID

SG KU-4078 : Amalia Adininggar Widyasanti S.T., M.Si., M.Eng., Ph.D.

1h 53m 6s11,282 words2,217 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:05

Kami mohon perhatian hadirin. Sesaat

0:08

lagi acara akan dimulai. Kami mohon

0:12

kepada hadirin untuk menempati tempat

0:14

duduk yang telah disediakan. Terima

0:17

kasih.

0:24

Kami ucapkan selamat datang kepada yang

0:27

terhormat Kepala Badan Pusat Statistik

0:30

Republik Indonesia Ibu Amalia Adiningar

0:34

Widanti, PhD beserta seluruh jajaran

0:37

pimpinan Badan Pusat Statistik Provinsi

0:40

Jawa Barat, kota dan Kabupaten Sebandung

0:43

Raya.

0:45

Dan yang kami hormati Rektor Institut

0:48

Teknologi Bandung Prof. Dr. Tata Cipta

0:51

Dirgantara, MT. beserta jajaran pimpinan

0:54

Institut Teknologi Bandung. Kami silakan

0:57

untuk dapat menempati tempat duduk yang

1:00

telah kami sediakan.

1:31

Asalamualaikum warahmatullahi

1:33

wabarakatuh.

1:38

Selamat pagi dan selamat datang di Aula

1:41

Barat Institut Teknologi Bandung dalam

1:44

acara Studium Generale bersama Kepala

1:47

Badan Pusat Statistik Republik Indonesia

1:50

Ibu Amalia Adiningar Widyasanti, ST,

1:53

M.Si., Mng. PhD dengan topik Membangun

1:57

Indonesia berbasis data

2:01

sebagai fondasi kebijakan publik.

2:05

Acara hari ini akan diawali dengan

2:07

menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia

2:10

Raya. Hadirin dimohon berdiri.

2:25

[musik]

2:28

Indonesia

2:30

tanah airku, [musik]

2:32

tanah tumpah darahku.

2:37

Di [musik] sanalah

2:40

aku berdiri

2:42

jadi penuh ibuku.

2:48

Indonesia [musik]

2:49

kebangsaanku,

2:52

bangsa dan tanah airku. [musik]

2:57

Marilah kita berseru,

3:02

Indonesia bersatu.

3:07

Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,

3:11

[musik]

3:12

bangsaku, rakyatku semuanya.

3:17

Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya

3:22

untuk Indonesia

3:25

Raya.

3:26

[musik]

3:27

Indonesia Raya merdeka merdeka tanahku,

3:33

[musik] negeriku yang kucinta.

3:37

Indonesia Raya merdeka, [musik] merdeka.

3:42

Hiduplah Indonesia Raya.

3:45

[musik]

3:47

Indonesia Raya merdeka, merdeka.

3:52

Tanahku, [musik]

3:53

negeriku yang kucinta.

3:57

Indonesia Raya merdeka, [musik]

4:00

merdeka. Hiduplah

4:03

Indonesia

4:05

Raya.

4:07

[musik]

4:09

Hadirin disilakan duduk kembali.

4:25

Hadirin yang kami hormati,

4:27

selanjutnya kita akan mengikuti

4:30

penyampaian sambutan dari Rektor

4:32

Institut Teknologi Bandung yang

4:34

sekaligus akan membuka acara pada pagi

4:37

hari ini. Kami silakan dengan hormat

4:40

Prof. Dr. Ir. Tata Cipta Dirgantara, MT.

4:57

Asalamualaikum warahmatullahi

4:59

wabarakatuh.

5:01

Selamat pagi dan salam sejahtera bagi

5:04

kita semua.

5:06

Yang terhormat Ibu Amalia Adiningar

5:09

Widyaanti,

5:11

Kepala Badan Pusat Statistik Republik

5:14

Indonesia.

5:17

Ini saya biasanya memanggilnya Bu Wini.

5:19

Bu Wini ini adalah alumni teknik kimia

5:22

angkatan 90.

5:28

[tepuk tangan]

5:31

Bukti lain bahwa ITB banyak yang salah

5:35

jurusan.

5:40

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Ibu

5:43

Margareta Ari Anggorowati,

5:48

Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Jawa

5:50

Barat, Pak Toto, Kepala BPS Kota

5:53

Bandung, Ibu Nevi, Kepala BPS Kabupaten

5:57

Bandung Pak Agus Nuwibowo,

6:01

Kepala BPS Kabupaten Bandung Barat, Yudi

6:04

Harto Trisnadi, Kepala BPS Kota Cimahi,

6:08

Pak Rendra,

6:10

para wakil rektor khususnya

6:13

Pak Rikrik yang merupakan koordinator

6:16

dari acara studium general ini.

6:20

Ibu Lala, Pak Insanu, serta para dekan,

6:24

para dosen, dan yang saya banggakan para

6:27

mahasiswa ITB yang hadir langsung di

6:30

aula barat maupun yang mengikuti secara

6:33

daring dari kampus Jatinangor dan kampus

6:36

Cirebon.

6:38

Alhamdulillah hari ini kita kedatangan

6:42

narasumber yang sangat mumpuni, Ibu Wini

6:46

ini. Bu Wini ini saya kenal baik dan

6:51

beliau ini sangat smart begitu ya. ee

6:57

berkarir di Bapernas sejak lama dan

7:01

akhirnya hari ini beliau menjadi kepala

7:05

BPS dan karena beliau kepala BPS dan

7:10

alumni ITB garis keras, kita sekarang

7:12

punya pojok statistik di perpustakaan

7:15

ITB. Kita beri tepuk tangan.

7:18

[tepuk tangan]

7:21

Nah, kenapa BPS? Ya, kita tahu bahwa

7:26

data itu adalah sesuatu yang mahal

7:29

harganya dan selama ini BPS itu dianggap

7:35

sesuatu yang usang yang ditaruh di

7:37

belakang di dapur. Jadi tumpukan

7:40

ee apa? Tumpukan kertas-kertas usang

7:43

seolah-olah begitu gitu ya. Padahal

7:47

yang ingin kita lakukan adalah pada saat

7:50

mengambil kebijakan

7:52

kita perlu data yang betul yang

7:56

sedemikian rupa sehingga kebijakan itu

8:01

di apa? Diputuskan berbasis data yang

8:05

valid dan kemudian keputusannya menjadi

8:08

ee bermanfaat dan berdampak. Nah,

8:13

maka pada hari ini kita bisa

8:15

mendengarkan langsung dari sumbernya

8:18

dari Ibu Wini, bagaimana kita membangun

8:22

Indonesia berbasis data. Data sebagai

8:26

pondasi kebijakan publik.

8:30

Dan ini memang tantangan bangsa saat

8:33

ini. Jangankan bangsa, bahkan di ITB aja

8:36

kita mau ngecek berapa jumlah mahasiswa

8:38

hari ini tepatnya saya masih kesulitan,

8:41

Bu.

8:43

Jadi ee dan kita bisa bayangkan bahwa

8:48

hari ini semuanya sebetulnya bisa

8:50

dilakukan secara digital, transparan,

8:53

dan akuntabel. Nah, dengan seperti itu

8:56

maka sebetulnya potensi ee alumni kita

9:02

untuk ee apa? untuk berkiprah

9:07

dalam ee kaitan dengan data ini

9:10

sebetulnya terbuka sangat lebar. Nanti

9:13

Bu Wini juga akan mengumumkan kesempatan

9:15

untuk bisa

9:18

magang gitu ya, Bu ya, 2 bulan nanti

9:20

akan ada sensus ekonomi nanti detailnya

9:23

akan disampaikan.

9:25

ee

9:27

dan

9:28

juga ee

9:32

dengan

9:33

kita paham

9:36

akan data ini, maka

9:40

nanti ke depannya kebijakan-kebijakan

9:43

pengentasan kemiskinan,

9:46

inflasi,

9:48

ee apa gini rasio gitu ya, ketimpangan

9:51

sampai perencanaan pembangunan jangka

9:53

panjang itu bisa dilakukan dengan ee

9:57

sangat tepat.

9:59

Nah, mudah-mudahan ee acara pagi ini

10:05

dengan narasumber yang sangat mumpuni

10:08

ini bisa kita nikmati bersama dan kita

10:12

akan mendapat wawasan baru

10:15

terkait dengan data. Ya. Dan saya kira

10:20

kalau kita bicara data praktis,

10:23

semua program studi yang ada di ITB

10:27

sejak tahun pertama itu diajari untuk

10:31

mengambil data dan mengolah data mulai

10:34

dari laboratorium fisika, laboratorium

10:37

kimia dasar di tingkat 1 sampai lulus

10:40

itu semuanya terkait dengan mengolah

10:42

data dan ee mengambil data dan ee

10:46

mengolah data. Nah, bagaimana data itu

10:49

kemudian disediakan dan dipaparkan dan

10:53

menjadi sesuatu informasi yang bermakna

10:56

untuk pengambilan keputusan. Itulah yang

10:59

nanti akan disampaikan oleh Bu Wini.

11:01

Sekali lagi terima kasih Bu Wini dan

11:04

selamat menikmati studium jenderal ini.

11:08

Billahi taufik wal hidayah.

11:09

Wasalamualaikum warahmatullahi

11:11

wabarakatuh.

11:14

[tepuk tangan]

11:23

Hadirin yang kami hormati, kita akan

11:26

memasuki acara utama pada hari ini yaitu

11:28

Studium Generale yang akan dipandu oleh

11:31

moderator Ibu Pipit Fitriani, S.Si.,

11:34

PhD. Beliau adalah dosen di Fakultas

11:37

Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

11:40

Institut Teknologi Bandung. Untuk itu

11:42

kepada Ibu Pipit Fitriani, PhD kami

11:45

silakan.

11:49

[tepuk tangan]

11:58

Baik. Asalamualaikum warahmatullahi

12:01

wabarakatuh.

12:02

Waalaikumsalam.

12:04

Selamat pagi Bapak, Ibu hadirin. Selamat

12:07

pagi mahasiswa ITB.

12:10

Pagi.

12:11

Iya. Sekali lagi boleh ya, meskipun

12:13

bulan Ramadan tapi semangatnya tetap

12:15

terjaga kan ya. Selamat pagi mahasiswa

12:17

ITB.

12:19

Pagi.

12:20

Pagi. Alhamdulillah.

12:22

Yang saya hormati Rektor Institut

12:24

Teknologi Bandung, Bapak Prof. Tata

12:26

Cipta Dirgantara

12:28

ee yang saat ini ditemani juga oleh

12:30

Bapak Wakil Rektor Bidang Komunikasi

12:32

Kementeri Kemitraan Kealumnian

12:34

Administrasi ITB, Bapak Dr. Rikrik dan

12:37

juga ada Bapak Direktur Kemahasiswaan

12:39

Bapak Prof. Insanu beserta Direktur

12:42

Komunikasi Humas Ibu Dr. Lala Arif.

12:45

Serta yang kami hormati secara khusus

12:48

narasumber pagi ini Kepala Badan Pusat

12:51

Statistik Republik Indonesia Ibu Amalia

12:55

Adininggal Widya Santi, ST, M.Si., SI,

12:58

MN, PhD beserta seluruh jajaran pimpinan

13:02

dari Badan Pusat Statistik yang pada

13:05

kesempatan ini juga turut mendampingi

13:07

Ibu

13:09

ee serta tentunya yang berbahagia yaitu

13:13

rekan-rekan mahasiswa yang hadir pada

13:16

mata kuliah umum Studium General pagi

13:19

hari ini secara daring ee di Alula Barat

13:24

dan juga tentunya secara luring, mohon

13:27

maaf secara luring di kampus Jatinangor

13:29

dan Cirebon. Ya, sudah bergabung bersama

13:31

kita Bapak, Ibu sekalian, mahasiswa di

13:33

kampus Cirebon dan kampus Jatinangor.

13:36

Boleh bersapa dulu yang ada di kampus

13:37

Jatinangor dan Cirebon. Selamat pagi

13:39

semuanya.

13:41

Selamat pagi. Baik, Bapak dan Ibu, ee

13:44

mata kuliah umum Studian General ini

13:46

dihadiri oleh kurang lebih sekitar 1300

13:49

mahasiswa Ibu di kampus aula di kampus

13:52

Ganesa maupun di Jatinangor dan Cirebot.

13:55

Baik, puji dan syukur kehadirat Tuhan

13:57

yang maha esa bahwasanya pada kesempatan

13:59

ini ee kita bisa bersama hadir di aula

14:02

barat untuk pertemuan studium generale

14:05

yang ketiga. Dan alhamdulillah pada

14:07

kesempatan ini telah hadir bersama kita

14:10

narasumber yang luar biasa yaitu Ibu

14:13

Amalia yang saya mendapatkan bocoran

14:16

juga tadi Bu. Sapaannya adalah Ibu Wini

14:19

ya Bu ya. Jadi mohon izin ee menyapa ee

14:22

Ibu Wini. Ee maka ya tanpa berpanjang

14:28

lebar lagi mungkin kita akan e undang Bu

14:30

Wini untuk naik ke atas panggung dan

14:33

berbincang dan berdiskusi bersama kita.

14:35

Kepada Ibu Wini kami persilakan.

14:39

[tepuk tangan]

14:47

Selamat pagi, Ibu. Selamat datang.

14:52

Iya, selamat datang kembali di kampus

14:56

ITB ya, Bu ya. Berarti ini kita kembali

14:59

ke kampus, Bu.

15:07

Baik, terima kasih.

15:10

Selamat pagi semuanya.

15:14

Iya. Ee Ibu mohon izin terakhir berarti

15:17

mengunjungi kampus

15:20

kapan ya Bu? Ya,

15:21

terakhir saya mengunjungi kampus itu

15:23

pada saat meresmikan pojok statistik di

15:28

baik perpustakaan.

15:29

Di perpustakaan

15:31

beri tepuk tangan untuk Ibu ini sekalian

15:32

ya.

15:33

Jadi waktu itu saya bilang sama Pak

15:36

Rektor, "Pak Rektor, saya kan alumni

15:39

ITB."

15:40

Iya. Tapi kenapa sudah banyak kampus

15:44

yang punya pojok statistik? Kok ITB

15:47

belum punya pojok statistik? Akhirnya

15:49

saya terima kasih kepada Pak Rektor yang

15:51

sudah menyambut dengan hangat akhirnya

15:54

di tahun lalu kita bisa meresmikan pojok

15:56

statistik ada di ITB.

15:58

Alhamdulillah kita beri tepuk tangan

15:59

sekali lagi ya untuk Ibu Wi dan juga

16:02

seluruh jajarannya. Baik, tentunya Bu ee

16:05

pojok statistik di perpustakaan ini

16:07

sangat bermanfaat bagi mahasiswa di

16:10

sini, Bu. Dan ya mudah-mudahan

16:11

dimanfaatkan juga jadi untuk para

16:12

mahasiswa silakan dimanfaatkan dengan

16:15

baik ya fasilitas yang sudah tersedia di

16:17

kampus.

16:18

Iya. Jadi kami menginginkan dengan

16:20

adanya pojok statistik itu bisa

16:24

dimanfaatkan oleh mahasiswa baik yang

16:27

menyusun ee tugas akhir atau menyusun

16:32

apa namanya paper-paper

16:34

ya penelitian. Karena sebenarnya

16:38

data-data yang dihasilkan oleh BPS itu

16:41

sangat banyak jumlahnya. Tetapi mungkin

16:45

ee dulu saya juga ee alumni di ITB

16:49

ee waktu mahasiswa terus terang data

16:52

yang saya fokuskan ya data dari

16:54

laboratorium tentunya

16:55

ya kan. Tetapi sebenarnya kalau kita mau

16:59

ee melihat lebih luas banyak data-data

17:03

statistik dari BPS yang dihasilkan. BPS

17:06

ini kan sebenarnya ee lembaga statistik

17:10

resmi negara.

17:11

Iya. Jadi semua data yang kita hasilkan

17:14

itu betul-betul data official, data ee

17:18

resmi negara jumlahnya

17:22

mungkin ratusan ribu ada di di itu di

17:25

website ada di ini juga mungkin kalau

17:28

teman-teman punya smartphone

17:30

bisa men-download aplikasi namanya All

17:33

Start. all

17:34

baik di iPhone maupun di smartphone

17:38

itu nanti kalau mau yang senang dengan

17:40

mungkin ada jurusan studi pembangunan

17:42

mau memonitor perkembangan indikator

17:45

pembangun pertumbuhan ekonomi atau

17:48

misalnya inflasi

17:50

dan itu ada nanti di dalam Allstar itu

17:52

akan terupdate secara real time. Jadi

17:56

nanti baik di iPhone ataupun di apa

18:00

namanya

18:00

smartphone ee di Android

18:01

di Android. Nah, itu bisa di-download

18:05

dan itu kenapa all start? Artinya

18:07

statistik dalam genggaman

18:09

e masyarakat kita.

18:10

Baik. Jadi statistik yang mudah diakses

18:12

juga ya, Bu ya dan dimanfaatkan untuk

18:15

kebaikan bersama. Baik. Ee jadi seperti

18:18

yang Bu Wini sampaikan juga kalau tadi

18:20

saya mengutip ee dari sambutan Pak

18:22

Rektor bahwa di era digitalisasi ini

18:25

data itu sebagai sumber daya yang sangat

18:28

strategis ya, Bu ya.

18:29

Iya. Bahkan e mungkin kerap juga

18:32

teman-teman mahasiswa ini biasa

18:33

mendengar data ini sebagai new oil

18:36

karena saking resourcefulnya begitu ya

18:38

Bu ya. Namun memang tantangannya ke

18:40

depan berarti bagaimana data tersebut

18:43

yang menjadi landasan kita baik itu dari

18:46

sektor mungkin nanti ekonomi bahkan

18:48

hingga layanan publik atau bahkan di

18:50

tataran akademik ya Bu ya.

18:51

Betul.

18:52

Kita bisa menggunakan, memanfaatkan dan

18:56

juga mempertanggungjawabkannya.

18:58

Dan saya rasa di sini juga salah satu

19:00

perannya ee BPS ya, Bu ya. Dan nanti Bu

19:03

Wini juga akan menyampaikan ee bagaimana

19:06

data tersebut bisa menjadi fondasi untuk

19:08

kebijakan publik ya. Iya.

19:11

Jadi mohon izin Ibu sebelum kita masuk

19:13

ke paparan ee utama di sini juga sudah

19:15

tertera CV dari Ibu Wini. Jadi rekan

19:19

mahasiswa singkat saja saya menyampaikan

19:21

bahwa Bu Wi tadi juga merupakan lulusan

19:23

ee ITB Teknik Kimia ya Bu ya. lalu mel1

19:28

dan S2-nya ee lalu melanjutkan juga

19:31

untuk masternya di Amerika Serikat dan

19:34

mendapatkan gelar PhD di bidang ekonomi

19:37

di University of Melbourne tahun 2005.

19:40

Jadi karir beliau ini sudah sangat malah

19:43

melintang di kementerian baik dari

19:45

perencanaan Pembangunan Nasional BAPENAS

19:48

dengan berbagai prosesi strategisnya

19:51

yaitu direktur perencanaan makro dan

19:53

analisis statistik, deputi bidang

19:55

ekonomi, serta staf ahli menteri dalam

19:57

bidang pembangunan sektor unggulan dan

20:00

inovasi digital. dan tepat tahun lalu

20:03

ya, Ibu ya ee Bu Wini dilantik ee oleh

20:05

Presiden e RI sebagai Kepala Bidan Badan

20:09

Pusat Statistik ee Republik Indonesia.

20:13

Baik, tanpa berpanjang kata selanjutnya

20:16

saya persilakan Ibu untuk memberikan

20:19

pemaparannya. Mangga, Ibu.

20:22

Boleh, I.

20:29

Mari kita berikan applaus yang meriah

20:31

untuk Ibu ini. [tepuk tangan]

20:41

Asalamualaikum warahmatullahi

20:43

wabarakatuh.

20:44

Waalaikumsalam.

20:46

Selamat pagi.

20:48

Pagi.

20:50

Kurang kurang kencang ini saya. Selamat

20:52

pagi.

20:53

Pagi.

20:54

Terima kasih. Yang saya hormati dan kami

20:57

banggakan tentunya Bapak Rektor ITB,

21:01

Bapak Profor. Tata Cipta Dirgantara. ee

21:06

beliau ini saya kenal beliau bukan waktu

21:10

hanya beliau sebagai rektor, tetapi

21:13

waktu saya dulu masih di BAPENAS sebagai

21:17

deputi ekonomi. Kami sudah berkolaborasi

21:20

dengan dulu Pak Dekan ee

21:24

ee Pak Dekan yang menangani. Kebetulan

21:27

waktu itu kita punya program untuk

21:29

melakukan industrialisasi dari sektor

21:33

kedirgantaraan.

21:35

Dan waktu pertama kali saya ketemu

21:38

dengan beliau, kok pas sekali, Pak, kita

21:41

lagi membahas untuk membangkitkan

21:44

industri kedirgantaraan.

21:46

Dekan namanya juga Dirgantara waktu itu.

21:49

Jadi ini beliau adalah profesor di

21:52

teknik kedirgantaraan. Jadi ee terima

21:54

kasih Pak ee dan kerja sama terus

21:57

berlanjut. Begitu beliau ee menjadi

22:01

rektor, kita lanjutkan kolaborasi. Salah

22:04

satunya waktu saya sudah ditugaskan di

22:08

BPS ya, saya bilang, "Mari kita bikin

22:13

pojok statistik di ITB." Terima kasih,

22:15

Prof. Tata. Ee tepuk tangan untuk

22:17

beliau. [tepuk tangan]

22:20

Yang saya hormati ee Wakil Rektor Bidang

22:25

Komunikasi Kemitraan, Kealumnian dan

22:29

Administrasi,

22:31

Dr. Rikrik Kusmara, Direktur

22:35

Kemahasiswaan

22:37

ITB, Bapak Prof. Muhammad Insanu. Tadi

22:42

saya sudah berkoordinasi dengan beliau

22:45

untuk bagaimana nanti kita bisa

22:47

melibatkan mahasiswa ITB untuk Sansus

22:50

Ekonomi 2026. Nanti saya akan cerita

22:54

bagaimana peluang untuk mahasiswa bisa

22:56

terlibat dan bagaimana nanti perannya

23:00

dan ini merupakan kesempatan besar nanti

23:03

untuk mahasiswa bisa terlibat di dalam

23:06

ee agenda besar Indonesia yang

23:10

sebenarnya sensus itu 10 tahun sekali.

23:13

Jadi manfaatkan kesempatan ini

23:16

seluas-luasnya

23:18

karena nanti kebetulan jatuhnya sensus

23:21

ekonomi itu kira-kira di bulan Juni Juli

23:24

pada saat mahasiswa tentunya lagi libur

23:29

atau yang ingin magang ini nanti bisa

23:32

menjadi kesempatan untuk magang. Terima

23:34

kasih, Pak eh Insanu. Nanti kita follow

23:38

up dengan Ibu Ari. Eh, dan juga yang

23:41

saya hormati Direktur Komunikasi dan

23:44

Humas ITB Ibu Dr. Lala Arif, Ibu

23:48

moderator kita pada hari ini Ibu Pipit

23:50

Fitriani, S.Si., PhD. Dan tentunya Bapak

23:54

dan Ibu, saya didampingi beberapa

23:57

pejabat dari

23:59

BPS dan yang saya ingin perkenalkan juga

24:02

adalah Kepala BPS Provinsi Jawa Barat,

24:06

Ibu Dr. Margareta Ari Enggorowati, SKOM,

24:11

MT. Beliau juga memperoleh gelar S2-nya

24:15

dari ITB. Silakan berdiri, Bu. Jadi

24:20

[tepuk tangan]

24:21

jurusan apa, Bu?

24:24

apa

24:26

studi pembangunan ya. Jadi beliau

24:28

mendapatkan gelar S2-nya dari studi

24:31

pembangunan ITB. Baik. Ee dan juga

24:35

tentunya seluruh mahasiswa yang saya

24:38

cintai dan banggakan baik di kampus

24:41

Ganesa, kampus Jatinangor dan kampus ee

24:46

Cirebon yang hadir secara offline dan

24:50

online. Saya

24:53

ingin menyampaikan terima kasih kepada

24:55

Prof. Tata yang sudah mengundang saya.

24:58

Terus terang kalau saya datang ke kampus

25:01

ITB itu ada semangat mudanya jadi muncul

25:05

karena ketemu dengan mahasiswa kembali.

25:08

Dan menjadi pengingat saya karena waktu

25:11

itu di tahun 1990

25:16

lama mungkin semua belum belum lahir ee

25:20

saya jadi teringat bagaimana waktu itu

25:23

suka duka menjadi mahasiswa

25:26

dan bagaimana waktu itu stresnya

25:30

di TPB dan waktu sudah masuk jurusan.

25:35

Jadi ini menjadi pengingat kembali bahwa

25:37

dan saya juga ingin memberikan semangat

25:41

kepada para mahasiswa dan mahasiswi ITB

25:44

yang saya cintai bahwa jadikanlah

25:48

pengalaman kampus di ITB ini menjadi

25:51

pengalaman yang berharga dan itu yang

25:53

saya rasakan sekarang. Ternyata apa yang

25:56

saya alami baik di kampus, di kelas,

26:00

maupun selama pergaulan waktu di ITB

26:03

ternyata itu menjadi bekal berharga

26:06

waktu saya meniti karir baik di BAPENAS

26:09

maupun di BPS. Jadi bersyukurlah

26:12

mahasiswa-mahasiswi ITB, Anda sekarang

26:14

berada di dalam kawah candra di muka

26:18

yang luar biasa yang menjadi pengalaman

26:21

menempa kita untuk tangguh kemudian juga

26:24

untuk bisa berpikir inovatif untuk bisa

26:27

kemudian bekerja keras karena itulah

26:30

keunggulan para mahasiswa-mahasiswi

26:33

yang ada di kampus ini. Jadi

26:35

berbanggalah kalian bisa mendapatkan

26:39

kesempatan emas ini. Tepuk tangan untuk

26:41

semuanya mahasiswa-mahasis sini.

26:44

[tepuk tangan]

26:45

Jadi, Bapak, Ibu yang saya hormati, para

26:48

mahasiswa yang saya cintai. Pada

26:53

kesempatan ini saya ingin menyampaikan

26:57

bagaimana kita membangun Indonesia

26:59

berbasis data statistik. Tetapi karena

27:02

waktunya terbatas, saya ingin bercerita

27:07

apa cerita di balik angka yang kami

27:09

hasilkan. Karena statistik itu ee

27:14

adik-adik semua bukanlah sekedar angka,

27:17

tetapi statistik itu sebenarnya penuh

27:20

makna di balik angka yang kita bisa

27:22

cerita, yang kita bisa memberikan makna,

27:26

yang kemudian nanti kemudian pemerintah

27:28

bisa memberikan intervensi yang tepat.

27:31

untuk kebijakan yang lebih baik untuk

27:33

pembangunan Indonesia ke depan. Nah,

27:36

satu hal yang saya ingin cerita adalah

27:40

tentang statistik dari ekonomi. Nanti

27:43

banyak sebenarnya kalau nanti adik-adik

27:45

ingin tahu lebih banyak statistik apa

27:48

saja yang kita hasilkan, nanti silakan

27:51

buka website kami. Data bisa diunduh

27:55

secara gratis. Publikasi juga ada. Mau

27:59

kita melihat data mengenai

28:03

rata-rata lama sekolah se-Indonesia?

28:06

Ada. Mau kita bicara mengenai indeks

28:09

pembangunan manusia, ada inflasi, ada.

28:11

Semua statistik yang kita lakukan itu

28:14

berbasis kepada sensus survei, dan juga

28:18

pengumpulan data administrasi. Jadi

28:20

sebagai pengenalan buat BPS, BPS itu

28:25

adalah lembaga statistik resmi negara.

28:29

Waktu kita menghasilkan angka, kita

28:32

harus melalui metodologi yang prudent,

28:35

enggak boleh sembarangan.

28:37

Dan kita punya kantor di seluruh

28:40

Indonesia. Bukan saja ada di pusat atau

28:44

di Jakarta, tetapi kantor BPS itu ada di

28:49

seluruh provinsi di Indonesia dan

28:51

seluruh kabupaten kota se-Indonesia.

28:54

Memang dari 38 provinsi kami baru punya

28:59

kantor di 34 provinsi.

29:03

yang empat pemekaran baru masih

29:05

dirangkap oleh beberapa ee kantor

29:08

provinsi kami dan yang di kabupaten kota

29:12

kami punya kantor BPS kabupaten kota

29:15

dikepalai oleh Kepala BPS Kabupaten Kota

29:19

jumlahnya ada di 502

29:22

kabupaten kota ee 12 lagi sedang dalam

29:26

proses pembukaan ee kantor yang baru.

29:31

Nah, jadi kami adalah lembaga vertikal.

29:33

Mengapa? Karena untuk mengumpulkan data

29:37

itu serentak harus sampai ke daerah.

29:40

Tidak bisa satu daerah pakai metodologi

29:43

begini, daerah lain metodologinya

29:45

berbeda. Itulah mengapa BPS merupakan

29:48

kantor vertikal. sehingga standar

29:51

pengumpulan datanya, standar pengolahan

29:55

ee ee pengolahan datanya ini harus

29:58

serempak sama, tidak boleh berbeda-beda.

30:01

Nah, baiklah ee itu sekilas dan tentunya

30:05

saya se-Indonesia pegawainya ada BPS

30:08

punya pegawai sebesar kira-kira 20.000

30:11

orang se-Indonesia.

30:13

Ee jadi kalau ada yang nanti mau

30:15

tertarik bergabung dengan BPS silakan.

30:18

kami terbuka untuk ee bisa menerima

30:22

siapapun yang ingin bergabung pada BPS.

30:25

Baik, ee adik-adik mahasiswa yang saya

30:28

hormati dan saya banggakan. Saya ingin

30:31

hari ini bercerita mengenai statistik

30:34

yang terkait dengan ekonomi. Nah,

30:38

pertanyaannya mungkin kalau yang sudah

30:41

pernah belajar ekonomi, apa sih ekonomi

30:44

itu? Ekonomi itu adalah suatu ilmu

30:48

khusus,

30:49

ilmu yang bagaimana kita bisa mengatur

30:53

negara ini, mengelola sumber daya yang

30:56

terbatas supaya kita bisa mencapai

31:01

target ataupun mencapai ee apa

31:04

kesejahteraan yang kita inginkan. Nah,

31:08

ini nanti kalau ada yang tertarik

31:10

mengenai belajar ekonomi ini saya salah

31:13

satu contoh dari engineer kemudian

31:16

belajar ekonomi. Ternyata belajar

31:18

ekonomi itu tidak mudah. Dulu saya pikir

31:22

mudah, ternyata itu adalah suatu ilmu

31:25

yang butuh dengan logika yang agak

31:28

berbeda dengan logika engineering yang

31:30

biasa kita lakukan. Tetapi adik-adik,

31:34

begitu kita santika ekonominya, maka

31:39

logika teknik itu sangat bermanfaat.

31:42

Pengalaman adik-adik nanti dalam

31:44

menghitung, mempelajari matematika,

31:47

teknik dan sebagainya itu menjadi

31:50

kekuatan luar biasa dalam mempelajari

31:53

ilmu ekonomi nantinya.

31:55

Jadi ee kalau kita lihat di slide 4

32:01

ini adalah prinsip dasar dari ekonomi

32:05

one 10 one 101 kita bilang bahwa ekonomi

32:09

ini pada prinsipnya adalah sisi

32:11

permintaan dan sisi

32:15

produksi. Kalau kita bekerja di sektor

32:18

industri, kalau kemudian ada industri

32:21

yang menghasilkan output, itu adalah

32:24

memberikan kontribusi pada ekonomi sisi

32:27

produksi atau kita sebut dengan sisi

32:30

kalau di di BPS bilangnya sisi lapangan

32:32

usaha. Tapi dalam ilmu ekonomi kita

32:35

sebut itu adalah agregat supply atau

32:39

sisi produksi ya. Kemudian kalau di

32:43

dalam di dalam ekonomi ini kan kita

32:45

melihat ada yang men-supply, ada yang

32:48

membeli. Nah, ini yang kita sebut dengan

32:51

agregat demand atau sisi permintaan.

32:55

Nah, permintaan dan penawaran atau sisi

32:59

permintaan dan sisi produksi ini harus

33:02

match. Itulah yang kita sebut dengan

33:05

keseimbangan dalam pasar atau yang kita

33:08

sebut dengan equilibrium ya. Adik-adik

33:11

kalau kita lihat kalau nanti pendapatan

33:14

masyarakat itu naik maka ini demand atau

33:19

permintaan dia akan bergeser ke kanan

33:22

yang menyebabkan nanti kalau suplly

33:26

terbatas tapi kemudian permintaan naik

33:29

nih seperti bulan Ramadan. Kalau di

33:31

bulan Ramadan dibandingkan dengan bulan

33:32

sebelumnya permintaan naik tidak?

33:35

Kenapa?

33:38

Kenapa naik?

33:43

Karena yang tadinya enggak pernah beli

33:45

takjil, enggak pernah beli kurma,

33:48

kemudian sekarang permintaan kurmanya

33:50

naik. Karena permintaan kurmanya naik,

33:52

suplly di Indonesia terbatas. Apa yang

33:55

dilakukan? Kita impor kurma. Ya,

33:58

Indonesia adalah salah satu kalau di

34:01

sebulan, 2 bulan sebelum Ramadan

34:04

biasanya dan data statistik kami

34:06

mengatakan jumlah impor kuma kita

34:09

meningkat karena ini untuk memenuhi

34:13

permintaan yang akan timbul di saat

34:17

bulan Ramadan.

34:19

Punya kurma enggak di rumah? Eh, di

34:21

rumah di tempat kos-kosan

34:23

punya. Ada yang enggak punya?

34:26

Kalau enggak punya nanti beli di pasar.

34:28

Nah, kemudian ini yang kita sebut dengan

34:32

peningkatan permintaan itu kalau event

34:36

tertentu, kalau pendapatan kita naik,

34:40

kesejahteraan masyarakat naik, itu

34:42

demand yang warna merah geser. Akibatnya

34:45

kalau suplainya terbatas, apa yang

34:47

terjadi? Yang terjadi adalah harganya

34:50

akan naik. Betul? Karena suplai

34:53

terbatas.

34:55

permintaan naik, harganya akan naik.

34:58

Tapi kalau demand-nya naik, supllyya

35:01

juga ikut naik, cepat nih produksinya.

35:04

Misalnya, misalnya minyak goreng naik

35:07

disuplly sama sama

35:10

ee pabriknya, ini geser juga nanti

35:13

harganya kembali kepada titik

35:14

keseimbangan sehingga harganya tidak

35:17

naik. ini kira-kira ini adalah konsep

35:20

dasar dari ekonomi antara sisi

35:23

permintaan, sisi sisi penawaran atau

35:26

sisi produksi itu yang kemudian kita

35:29

cerminkan di dalam statistik kita yang

35:31

namanya PDB. Jadi kalau kita lihat PDB

35:36

itu ada sisi produksi, slide 6.

35:41

Slide 6. Ada sisi produksi, ada sisi

35:46

permintaan.

35:48

Sisi produksi itu, Bapak dan Ibu, isinya

35:51

adalah sektor. Ada sektor pertanian, ada

35:55

sektor industri, ada sektor jasa-jasa

36:00

seperti teknologi danun apa informasi

36:04

dan komunikasi. ada perdagangan,

36:08

ada 17 sektor secara agregat yang kami

36:11

keluarkan setiap triwulan waktu kami

36:14

merilis angka produk domestik bruto atau

36:19

PDB. Ini sebenarnya dalam konsep

36:22

teorinya yang menunjukkan sisi

36:24

permintaan dan sisi penawaran, sisi

36:27

permintaan dan sisi produksi.

36:29

Permintaannya apa? permintaannya itu

36:32

sisi permintaan yang kita cerminkan

36:34

dalam PDB pengeluaran.

36:37

Siapa yang meminta, siapa yang butuh

36:40

masyarakat. Artinya C itu adalah

36:43

konsumsi masyarakat. C itu adalah

36:46

konsumsi masyarakat. Jadi kalau

36:48

adik-adik belanja banyak nih di bulan

36:50

Ramadan ya atau yang perempuan sering

36:54

belanja di Shopee,

36:56

belanja di Tokopedia atau misalnya

36:59

weekend ini makan di restoran, di kafe

37:04

itu adalah masuk dalam C konsumsi

37:07

masyarakat. Jangan dikira aktivitas yang

37:10

adik-adik lakukan tidak memberikan

37:13

kontribusi kepada ekonomi Indonesia.

37:15

memberikan.

37:17

Kalau adik-adik itu kemudian belanja di

37:21

toko online atau offline, itu datanya

37:24

kami kumpulkan. Kalau misalnya adik-adik

37:27

belanja di mana pun itu tercermin di

37:31

dalam C konsumsi rumah tangga. Termasuk

37:34

kalau melakukan traveling, menginap di

37:37

hotel, makan di kafe dan restoran. Ini

37:39

semua tercermin di dalam yang namanya

37:42

konsumsi rumah tangga.

37:45

C ya. Kemudian habis itu kalau kita

37:50

melakukan investasi, pabrik melakukan

37:52

investasi masuknya di I ini adalah G

37:56

spending. Kemudian kalau ada ekspor,

37:58

impor ini juga masuk ke dalam rekaman

38:02

PDB yang kita sebut dengan sisi

38:05

pengeluaran. Nah, itu kira-kira konsep

38:08

dasar dari PDB. Dan kalau kita ingin

38:12

menghitung pertumbuhan, kalau adik-adik

38:15

dengar apa sih pertumbuhan ekonomi? Apa

38:18

sih pertumbuhan ekonomi? Pertumbuhan

38:20

ekonomi itu adalah coba slide 3.

38:23

Pertumbuhan ekonomi adalah perubahan PDB

38:28

yang dibandingkan dari satu waktu dengan

38:31

waktu yang lain. Jadi pertumbuhan

38:34

ekonomi adalah perubahan PDB dalam kurun

38:37

waktu tertentu dalam persentase.

38:41

Jadi kalau kita lihat PDB 2025 artinya P

38:45

pertumbuhan, maaf kalau kita lihat

38:47

pertumbuhan ekonomi 2025 artinya

38:51

perubahan PDB 2025 dibandingkan dengan

38:55

tahun 2024 dipersentasekan

38:59

itulah yang disebut dengan pertumbuhan

39:02

ekonomi. Siapa yang sudah dengar

39:04

pertumbuhan ekonomi? Coba tolong

39:06

diangkat tangannya.

39:08

Siapa yang sudah sempat dengar

39:10

pertumbuhan ekonomi?

39:12

Yang belum angkat tangan. Yang belum kok

39:16

enggak ada suaranya?

39:19

Coba saya ingin jujur. Enggak akan

39:20

ditanya. Enggak usah enggak usah takut.

39:22

Siapa yang belum pernah mendengar

39:26

pertumbuhan ekonomi?

39:29

Yang belum pernah siapa?

39:34

dari YouTube, dari Instagram, dari

39:37

medsos atau dari media online.

39:40

Pernahkah mendengar pertemuan ekonomi?

39:43

Berarti sudah pernah semua kan?

39:46

Sudah tahu apa konsep dasarnya?

39:50

Ada yang sudah, ada yang belum. Ya, jadi

39:52

tadi itu konsepnya seperti itu. Jadi

39:54

kalau bilang berapa pertumbuhan ekonomi

39:56

Indonesia tahun 2025?

40:01

Siapa yang bisa menjawab? Kalau sudah

40:04

pernah mendengar pertumbuhan ekonomi ada

40:07

yang jawab dikasih hadiah coba Mas

40:09

Kosasih nanti dikasih hadiah.

40:14

Baik, ada yang bisa menjawab? Silakan

40:16

acungkan tangan.

40:18

Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia

40:20

tahun 2025? Jangan Google dulu nih.

40:22

Nanti googling [tertawa] dulu nih.

40:25

Langsung googling nih.

40:28

Ada yang angkat tangan berapa? Silakan.

40:30

Itu siapa? Dari mana namanya,

40:32

Mbak yang pakai? Iya.

40:35

Irnanda, Bu.

40:36

Iya.

40:37

Ee dari studi pembangunan ee pertumbuhan

40:39

ekonominya 5,11%.

40:42

Betul. Tepuk tangan. Nanti kasih hadiah

40:43

nanti kasih vouet.

40:45

[tepuk tangan]

40:45

Nanti di ditanya ininya

40:49

nanti ee hadiahnya

40:53

ditransfer ke rekening

41:01

ya. Ee siapa namanya tadi?

41:05

Irlanda.

41:06

Ya

41:07

Iranda. Nah, Iranda sudah tingkat

41:09

berapa?

41:11

S

41:12

baru masuk S2. Enggak googling dulu kan?

41:14

Enggak. Nah, berarti sudah tahu ini

41:16

pertumbuhan ekonomi ya, karena dari

41:19

studi pembangunan. Baik. Nah, sekarang

41:21

saya mau masuk kepada statistik yang

41:24

kami hasilkan dalam pertumbuhan ekonomi

41:29

di mana waktu itu ee bukan waktu itu

41:32

kami selalu menghasilkan

41:36

ee angka pertumbuhan ekonomi ini setiap

41:39

triwulan. Jadi ini baru saja kami

41:42

menerbitkan

41:44

angka pertumbuhan

41:46

ee PD ee angka pertumbuhan ekonomi

41:49

Indonesia ini di tanggal 5 Februari

41:52

menghasilkan pertumbuhan ekonomi

41:55

Indonesia sepanjang tahun 2025 dan

41:58

triwulan 4 2025.

42:02

Jadi kalau kita lihat

42:06

ee pertumbuhan ekonomi Indonesia di

42:11

tahun 2025 adalah 5,11%.

42:17

Nah, ini menunjukkan perubahan PDB 2025

42:22

dibandingkan dengan PDB 2024 tumbuhnya

42:27

5,11%

42:29

itu. Jadi kalau ditanya sekarang coba ke

42:31

slide 7. Ke slide 7 adalah lihat ini

42:37

ya ee adik-adik

42:40

2025 kita punya PDB 13.580,5

42:46

5 atas dasar harga konstan atau kita

42:50

sebut dalam istilah umumnya adalah PDB

42:52

real ya. PDB real itu harganya konstan

42:56

dibandingkan 2010. Jadi ini sebenarnya

42:59

volume based yang berubahnya ada volume

43:02

tidak dipengaruhi oleh harga. Jadi kalau

43:04

ditanya berapa PDB Indonesia atas dasar

43:07

harga konstan? Jawabannya adalah

43:09

13.580,5

43:12

di tahun 2025 ya ini tumbuhnya

43:16

dibandingkan dengan 2024 yang 12.920,5

43:22

kita tumbuh 5,11%.

43:25

Jadi adik-adik kalau kita menghitung

43:28

pertumbuhan ekonomi selalu dari PDB real

43:32

atau atas dasar harga konstan karena

43:35

kita tidak mau menghitung pertumbuhan

43:37

yang ada dipengaruhi oleh harga. Tapi

43:41

PDB nominal itu selalu di di dibutuhkan

43:46

juga. Kalau ditanya size dari ekonomi

43:50

kita itu pakai angka PDB nominal. Kalau

43:53

kita berapa sih sebenarnya besaran,

43:56

besarnya ekonomi kita, besarnya kue

43:59

ekonomi kita dibandingkan dengan negara

44:01

lain, kita biasanya menggunakan PDB

44:04

nominal atau PDB atas dasar harga

44:08

berlaku. Ya, jadi itu yang kita sebut

44:12

dengan PDB nominal. Berapa besarnya?

44:15

23.821,1

44:20

triliun.

44:23

Kalau dikonversi kepada US dollar berapa

44:26

kira-kira?

44:29

Ini besarnya kira-kira 1,45

44:33

triliun US Dorel. Jadi kalau kita

44:37

dibandingkan makanya kita kalau ini kita

44:39

kita bilang PDB nominal adalah

44:42

menunjukkan size atau besaran dari suatu

44:45

perekonomian di dalam negara. Ini yang

44:48

kita bandingkan. Makanya di dalam G20

44:52

yang dibandingkan adalah PDB nominal

44:55

dalam US Dollar dengan 1,45

44:58

triliun US Do

45:03

yang ke-16 terbesar di dunia. Jadi

45:06

basisnya apa ini? Basisnya adalah PDB

45:10

nominal yang dikonversi kepada triliun

45:13

US dollar. kita sudah 1 trillion economy

45:17

size one. Jadi above 1 trillion. Jadi

45:19

enggak semua enggak banyak negara yang

45:22

punya PDB di atas 1 triliun US Do. Nah,

45:25

ini kita sudah 1,45

45:28

triliun US DO di dalam ee apa? di dalam

45:33

US Dollar. Nah, baik. Bagaimana sekarang

45:35

kita lihat sejarah pertumbuhan ekonomi

45:39

Indonesia dari waktu ke waktu?

45:42

Kita lihat ee ini adalah sejarah

45:45

perkembangan pertumbuhan ekonomi sejak

45:49

1961

45:51

sampai dengan tahun 2025.

45:56

Nah, setelah COVID bahkan sebelum COVID

46:00

kita selalu stabil di angka sekitar 5%.

46:04

Sekarang 5,11%.

46:08

sebelum COVID rata-ratanya juga sekitar

46:11

5%. Padahal kita dulu pernah tumbuh di

46:15

atas 6%. 2007 pernah tembus 6,35%.

46:20

1995 sebelum krisis ee keuangan 98 kita

46:26

pernah tumbuh di ee sampai 8,2%

46:30

bahkan kita pernah menyentuh double

46:33

digit. Pertanyaannya, apakah cukup kita

46:37

punya pertumbuhan ekonomi 5%?

46:42

Cukup tidak?

46:44

Cukup tinggi tidak?

46:46

Kenapa tidak cukup?

46:50

Kenapa tidak cukup? Berapa yang kita

46:53

inginkan?

46:56

Berapa yang diinginkan oleh pemerintah?

46:58

Del.

46:59

Delapan. Berarti sudah pada tahu nih,

47:01

Pak, targetnya nih, Pak Rektor sudah

47:03

tahu semua. Nah, sekarang pertanyaannya

47:06

kenapa kita harus tumbuh tinggi?

47:10

Kenapa kita harus tumbuh tinggi?

47:13

Ada yang mau jawab enggak? Nanti dikasih

47:15

hadiah lagi.

47:17

Benar ini nanti kasih hadiah. Silakan.

47:19

Siapa yang mau jawab? Kenapa kita harus

47:22

tumbuh tinggi?

47:25

Ada yang mau tunjuk tangan yang online

47:27

juga boleh loh.

47:28

Silakan. Ada satu Bu di tengah.

47:30

Iya, silakan.

47:30

Silakan Masnya bisa berdiri.

47:34

Ya, kenalkan nama saya Arif dari Teknik

47:36

Tenaga Listrik. Jadi, kenapa ee kita

47:39

perlu pertumbuhan ekonomi yang lebih

47:41

tinggi itu karena ee dunia itu selalu

47:43

mengalami inflasi. Jadi, setiap apa

47:46

setiap waktu itu harga tuh selalu naik

47:48

gitu. Jadi, itu

47:50

apakah karena inflasi?

47:52

Iya,

47:53

karena tadi saya bilang bahwa

47:54

pertumbuhan ekonomi tidak dipengaruhi

47:56

oleh harga ya. Eh, pertumuhan ekonomi

47:59

itu menunjukkan

48:01

real activity ekonominya yang harus

48:05

bergerak. Pertanyaannya, kenapa

48:08

Indonesia harus tumbuh di atas 5%?

48:11

Mungkin yang lain makasih ya, sudah

48:13

berani. Makasih. Makasih. Ee silakan

48:15

yang lain.

48:17

Oh, ada di sebelah kanan.

48:22

Silakan. Iya, boleh. Mas yang berbaju

48:25

hijau boleh maju ke

48:26

enggak usah takut salah tadi. Terima

48:27

kasih nih Arif ya. Hebat sudah bisa

48:30

berani menjawab.

48:34

Kenapa pertanyaannya kok harus tumbuh di

48:37

atas 5%?

48:43

Iya

48:45

untuk ee menyaingi pe perkembangan

48:48

infrastruktur dengan negara-negara lain

48:50

gitu.

48:51

Heeh.

48:51

Iya. sebenarnya negara-negara lain kan

48:53

sedang sekarang lagi maju untuk dalam

48:54

sektor-sektornya masing-masing sehingga

48:56

Indonesia juga harus ikut melampaui itu

48:58

gitu. Terutama kita juga negara yang

49:00

lumayan tertinggal ya tahun-tahun

49:02

sebelumnya gitu.

49:04

Apa manfaat dari pertumbuhan ekonomi

49:06

buat ekonomi kita, buat masyarakat kita?

49:10

Kemampuan daya beli masyarakat.

49:12

Iya. Terus terus bagus itu. Sehingga

49:15

kalau pertumbuhan ekonomi tinggi artinya

49:18

bisa meningkatkan

49:20

lapangan pekerjaan. Nah, itu tepuk

49:22

tangan ini mungkin.

49:24

Baik, terima [tepuk tangan] kasih,

49:25

Mas. Mas Kosasih tolong dicatat ya. Ya,

49:30

nanti ee dikasih hadiah. Terima kasih.

49:33

Jadi, kenapa kita butuh pertumbuhan

49:36

ekonomi tinggi? Karena kita ingin

49:39

meningkatkan kesejahteraan masyarakat

49:41

kita. Kalau tumbuhnya tinggi, artinya

49:45

penciptaan lapangan kerja bisa lebih

49:47

banyak. Kemudian pendapatan per

49:50

kapitanya nanti akan bisa meningkat

49:53

karena kita ingin meningkatkan

49:54

kesejahteraan masyarakat. Artinya

49:57

pendapatan perkapita ini bukan PDB per

50:00

kapita. Saya juga mau

50:03

me apa namanya mengklarifikasi ya.

50:06

Karena di Mersos kan ada apa namanya

50:11

yang viral. Kalau mungkin mungkin

50:14

adik-adik mahasiswa itu terima info PDB

50:19

per kapita atau pendapatan apa PDB per

50:22

kapita itu adalah gaji

50:26

rata-rata Indonesia itu salah ya. Salah.

50:31

Jadi itu adalah hoaks. Tidak pernah BPS

50:34

mengeluarkan PDB per kapita itu sama

50:38

dengan gaji rata-rata Indonesia. tidak

50:42

pernah. Jadi PDB per kapita tidak sama

50:46

dengan income pendapatan orang rata-rata

50:51

tidak sama. Karena ini adalah kita

50:53

menunjukkan PDB itu adalah seluruh

50:56

aktivitas ekonomi yang dilakukan baik

50:58

oleh masyarakat maupun oleh perusahaan

51:02

dan sektor-sektor produksi. Jadi tidak

51:06

sama dengan gaji rata-rata. Jadi kami

51:09

sudah mengumumkan juga di Instagram dan

51:12

berbagai media online bahwa yang namanya

51:15

gaji rata-rata Indonesia 78,6

51:19

juta per tahun itu adalah hoaks, bukan

51:23

angka official, bukan dikeluarkan oleh

51:27

BPS. Itu sekalian mungkin saya ee

51:30

mengklarifikasi. Jadi sekali lagi

51:32

Indonesia butuh untuk tumbuh lebih

51:35

tinggi. Nah, ee kemudian saya masuk saja

51:40

langsung ke berapa menit lagi nih, Mbak?

51:44

Kurang lebih 15 menit, Bu.

51:45

Oh, 15 menit lagi, ya. Nah, kemudian

51:49

kita mungkin langsung kepada fenomena di

51:52

mana pertumbuhan ekonomi Indonesia itu

51:57

ditopang oleh sisi produksi dan sisi ee

52:02

konsumsi. Coba kita lihat mana yang sisi

52:05

produksi dan mana sisi konsumsi. Nah,

52:07

ini Bapak, Ibu di sisi produksi itu yang

52:12

menggerakkan ekonomi Indonesia ada

52:14

berbagai sektor. Ini yang kami catat

52:18

bahwa sisi produksi itu ada industri

52:20

pengolahan,

52:22

ada perdagangan, ada pertanian,

52:25

konstruksi, pertambangan, transportasi,

52:30

informasi, komunikasi,

52:33

jasa keuangan, administrasi pemerintahan

52:36

dan sebagainya, jasa-jasa lainnya. Jadi,

52:39

inilah yang menggerakkan ekonomi

52:42

Indonesia dari sisi produksi. Oleh sebab

52:45

itu tidak heran mengapa pemerintah

52:47

mendorong industrialisasi. Betul?

52:50

Mengapa? Karena industrialisasi itu

52:53

adalah sebagai salah satu pengungkit

52:55

dari ekonomi Indonesia di sisi produksi.

52:59

Dan e khusus untuk tahun 2025 sektor

53:04

industri pengolahan itu tumbuhnya di

53:07

atas pertumbuhan ekonomi nasional yaitu

53:10

sebesar 5,3%.

53:13

Ini industri lagi tumbuh sekarang,

53:15

tetapi kita harus lihat industri mana

53:18

yang tumbuh. Karena ternyata memang ada

53:20

industri yang lagi tumbuh tinggi seperti

53:24

industri berbasis logam.

53:26

Ada industri kimia dan farmasi itu juga

53:29

lagi tumbuh tinggi. Tetapi memang ada

53:32

industri yang lagi kontraksi seperti

53:35

tekstil, seperti yang lain-lain. Jadi

53:39

adik-adik yang ingin saya sampaikan

53:41

adalah mari kita lihat data secara

53:44

detail. Kalau ada di medsos beredar, oh

53:48

ini kita lagi industri lagi enggak

53:51

baik-baik saja, lihat data BPS dulu.

53:55

Lihat data yang kami miliki. Apakah

53:58

industri seluruhan berada tidak

54:00

baik-baik saja?

54:02

Tetapi kenyataannya statistik yang kami

54:05

kumpulkan sebagian ada memang yang lagi

54:09

kontraksi, tapi sebagian ada kok yang

54:12

lagi tumbuh tinggi. Nanti kita lihat

54:14

mungkin ada breakdown-nya enggak ya.

54:15

Nah, ini di slide 26.

54:19

Mana industri yang lagi baik-baik, yang

54:22

lagi tumbuh tinggi adalah industri

54:26

makanan yang share-nya kalau

54:29

dibandingkan dengan industri lain dia

54:32

paling tinggi share-nya. Industri

54:34

makanan itu paling besar di Indonesia

54:37

dan tumbuhnya juga 6,38%.

54:41

Karena manusia kan butuh makan, manusia

54:44

kan butuh untuk mengkonsumsi. Apalagi

54:46

sekarang kafe, restoran, ini anak-anak

54:50

muda sedang pada nongkrong banyak di

54:52

situ. Itu menggerakkan industri makanan,

54:55

minuman. Kemudian juga industri susu,

54:59

mie instan. Pasti di tempat kosnya ada

55:02

mie instan. Betul. Pada saat mahasiswa

55:06

mengkonsumsi min instan menggerakkan

55:08

sektor industri min instan.

55:11

Ya, ini menggerakkan ekonomi dari dua

55:14

sisi. Ada yang konsumsi, ada yang

55:17

memproduksi. Nah, ini kemudian salah

55:19

satunya ada di industri makanan minuman.

55:24

Yang kedua adalah industri kimia,

55:28

farmasi, dan obat tradisional. Saat ini

55:30

lagi tumbuh tinggi 8,35%.

55:35

Ini semakin lama share-nya semakin

55:37

meningkat, tumbuhnya cepat.

55:40

Kenapa?

55:41

Kenapa ini bisa tumbuh?

55:44

Ada yang dari farmasi,

55:48

Pak Direktur Farmasi.

55:51

Ada yang dari teknik kimia?

55:55

Ada yang dari teknik kimia enggak?

55:58

Takut ya? Takut ditanya enggak ada yang

56:00

berani. Nih, ada yang dari teknik kimia

56:01

enggak?

56:02

Ya, silakan acungkan tangan yang dari

56:04

teknik kimia. Harusnya ada Bu. [tertawa]

56:08

Harusnya ada

56:08

ini ada yang dari teknik kimia ya.

56:10

Pertanyaan saya, ada industri kimiaah

56:13

yang lagi tumbuh,

56:15

yang lagi bagus?

56:18

Silakan.

56:22

Kenapa?

56:23

Silakan bisa berdiri, Mas, ya. Oke.

56:27

Ee selamat pagi Bapak Ibu.

56:29

Angkatan berapa?

56:31

Ee saya angkatan 24.

56:33

Ee nama saya Muhammad Rabbani dari

56:36

Teknik Kimia angkatan 24. ee industri

56:39

kimia yang masih tumbuh ee setahu saya

56:42

sih ee industri

56:46

ee

56:47

kosmetik dan farmasi gitu sih.

56:50

Betul itu betul sekali. Tepuk tangan

56:51

ini. Betul jawabannya. Dan selain itu

56:53

nih [tepuk tangan] itu

56:56

salah satu industri kosmetik lagi tumbuh

56:59

tinggi. Industri kimianya sendiri juga

57:03

lagi banyak investasi baru. Misalnya di

57:06

Banten, di daerah Banten sana itu ada

57:10

Lotech Chemicals yang baru berdiri

57:12

investasi Korea join dengan Indonesia

57:16

itu lagi tumbuh ee dan investasi baru

57:19

lagi berkembang. Kemudian industri

57:22

olahan dari sawit itu kan masuknya

57:26

kepada industri oliek kimia ya itu masuk

57:29

menghasilkan produk-produk kimia

57:31

berbasis sawit. Ini lagi banyak contoh

57:34

ada di kawasan ekonomi khusus

57:36

semangkilever

57:38

mendirikan industri olahan oleokimia

57:41

berbasis sawit. Apalagi sekarang tadi

57:45

disampaikan oleh siapa tadi namanya?

57:46

Maaf yang angkatan teknik kimia 2024.

57:48

Jauh banget sama saya. Saya 90 ini 2024.

57:51

Terus ee apa e namanya siapa?

57:56

Restu.

57:57

Restu. Nah, Restu juga betul industri

58:00

kosmetik itu juga lagi tumbuh tinggi.

58:02

Kenapa tumbuh tinggi? Karena sekarang

58:06

permintaan terhadap produk-produk skinc

58:10

juga meningkat. Betul.

58:14

Skinc sekarang enggak hanya perempuan,

58:17

laki-laki juga ada produk skinc

58:22

i kan. Lalu apalagi? Clear aja ada clear

58:25

man iya kan? Nah, kemudian nanti ada

58:28

yang apalah yang untuk men inilah itulah

58:32

banyak. Dan kalau kita lihat di dalam

58:35

ini kan ada data masuk juga ke kami dari

58:38

perdagangan melalui sistem elektronik

58:41

ya. Dari data itu yang transaksi

58:45

elektronik ada sekitar 350-an

58:49

ee apa namanya platform perdagang online

58:52

tuh harus lapor ke BPS. Jadi kami tapi

58:54

kami tidak boleh disclose, kami enggak

58:56

boleh menunjukkan ini si A sekian

58:58

transaksi si B. Enggak boleh karenaang

59:00

kami melindungi data pribadi. Tetapi

59:03

dari data yang masuk itu menunjukkan

59:06

produk yang paling digemari, dibeli oleh

59:09

online adalah

59:12

skincare.

59:14

Nah, jadi ini menjawab pertanya menjawab

59:17

kebiasaan dari adik-adik terutama yang

59:19

perempuan mungkin laki-laki juga kalau

59:22

beli produk skincare biasanya karena

59:24

sudah tahu viral belinya langsung

59:27

melalui online. Betul enggak?

59:30

Nah, ini yang dilakukan oleh ee

59:34

masyarakat kita. Ada lifestyle di sini

59:38

yang selalu yang kita rekam ee nanti

59:42

mungkin saya bercerita di konsumsi

59:43

masyarakat ada lifestyle berubah. Nanti

59:46

kita rekam. Ternyata ee masyarakat

59:49

sekarang ini kalau konsumsi disuruh

59:52

memilih antara beli aset atau traveling,

59:56

maka ternyata traveling yang lebih

59:59

banyak digemari. Ini menunjukkan

60:02

generasi milenial dan generasi genset

60:04

itu sudah berubah pola konsumsinya

60:07

dibandingkan dengan yang ee generasi

60:10

sebelumnya. Jadi Bapak dan Ibu lihat

60:13

akibat program hilirisasi kan tahu ya

60:16

ada program hilirisasi nikel diolah

60:20

menjadi produk turunannya. Baux seat

60:23

yang dari Kalimantan Barat dikirim ke

60:27

Pulau Bintan. Di sana ada industri di

60:30

kawasan ekonomi khusus Galang Batang

60:32

diolah menjadi alumina dan turunannya.

60:37

Proses hilirisasi ini ternyata

60:40

mendongkrak industri logam naik menjadi

60:45

lima logam dasar industri logam dasar

60:48

15,71%

60:51

pertumbuhannya.

60:52

Kemudian juga ada industri yang lagi

60:57

tumbuh tinggi adalah industri mesin dan

61:01

perlengkapannya.

61:03

Tapi memang ada industri yang lagi

61:06

kontraksi.

61:07

Apa? Kalau kita lihat datanya di sini

61:10

adalah industri karet dan produk karet

61:16

ini lagi turun. Karena kalau kita lihat

61:20

karet alam ada saingannya dengan karet

61:23

sintetis. Betul tidak? Kita bisa

61:26

memproduk orang bisa memproduksi karet

61:28

sintetis sekarang. Tetapi kan memang

61:29

untuk kasus-kasus tertentu seperti ban

61:32

pesawat terbang itu harus pakai karet

61:34

alam.

61:36

Nah, tapi kan secara keseluruhan ini

61:39

produk industri karet dan produk

61:41

turunannya lagi turun. Kemudian industri

61:45

kayu, barang dari kayu juga lagi turun.

61:49

Tekstil tumbuhnya biasa saja 3% tidak

61:54

setinggi industri yang lainnya. Jadi

61:57

Bapak dan Ibu, inilah postur dari

62:00

industri kita saat ini. Tetapi kalau

62:03

ditanya apakah industri itu penting?

62:06

Penting. Tidak pernah ada negara yang

62:09

bisa melompat menjadi negara maju tanpa

62:12

melalui proses industrialisasi.

62:15

Pada umumnya negara berkembang bisa

62:19

menjadi negara maju karena melewati fase

62:22

industrialisasi.

62:24

contoh ya apa namanya Inggris dulu dia

62:30

pedagang menjajah segala macam begitu

62:33

dia melakukan revolusi industri maka dia

62:36

langsung bisa membangun apa maju menjadi

62:40

negara maju pada saatnya

62:43

Cina Korea, Jepang menjadi maju karena

62:47

melalui fase industrialisasi

62:50

dulu sebelum Korea dan Cina Jepang maju

62:53

karena industrinya

62:55

diyakini sebagai industri yang

62:57

menghasilkan produk yang dengan jaminan

63:00

mutu dengan kualitas prima.

63:03

Jepang eh sekarang Korea dan Cina juga

63:06

bisa masuk kepada negara maju dalam

63:09

waktu cepat karena memang dia melakukan

63:13

industrialisasi berbasis inovasi. Nah,

63:16

jadi Bapak dan Ibu, Adik-adik semua

63:19

industrialisasi ini menjadi motor har ke

63:23

depan yang harus ditopang. Apalagi di

63:26

sini banyak lulusan dari ee teknik,

63:30

artinya ini ruang kerja ke depan menjadi

63:33

sangat penting. Nah, selain itu mengapa

63:37

industrialisasi penting? Karena

63:40

penciptaan lapangan kerja yang formal

63:43

dan membutuhkan skill yang tertentu dan

63:47

skill khusus adalah dari sektor

63:49

industri.

63:51

Kalau kita mau mendorong peningkatan

63:53

pendapatan per kapita dari masing-masing

63:56

orang atau gaji rata-rata dari orang,

63:59

yang paling efektif adalah dari

64:01

industrialisasi.

64:03

Karena

64:04

kalau di industri jelas gajinya,

64:08

skill-nya. Kalau kita bekerja di sektor

64:11

jasa cenderung informal. Mana contoh

64:14

sektor jasa yang membuka lapangan

64:16

pekerjaan tetapi informal? Misalnya

64:20

ee ojek online ya, dia membuka lapangan

64:24

pekerjaan. Iya. Tetapi informal kan

64:29

kalau kita mau meningkatkan

64:31

kesejahteraan masyarakat yang penting

64:33

skill-nya dibenahi. Lalu kemudian dia

64:37

diberikan tempat untuk bekerja yang

64:40

layak, yang formal, yang bisa memberikan

64:43

upah yang layak.

64:45

Nah, Bapak dan Ibu ee ini adalah sektor

64:51

yang menjadi utama penyerapan tenaga

64:55

kerja. Industri pengolahan menyerap

64:59

tenaga kerja ketiga terbesar setelah

65:02

pertanian dan perdagangan. Tetapi yang

65:05

bisa memberikan upah ataupun gaji yang

65:08

relatif

65:10

besar tentunya adalah di sektor industri

65:14

pengolahan. dan kemudian yang biasanya

65:17

yang tinggi juga di sektor jasa

65:19

keuangan. Dua itu sektor itu yang

65:22

memberikan upah yang relatif stabil

65:25

[musik] dan baik. Nah, kemudian Bapak

65:29

dan Ibu, ini banyak sebenarnya ee slide

65:31

yang ingin saya sampaikan, tetapi saya

65:35

ingin menyampaikan juga mengenai

65:39

perkembangan

65:40

[musik] ekspor

65:42

ee Indonesia karena lagi tren mengenai

65:46

[musik] Cina dan Amerika.

65:50

Nah, Bapak Ibu di sini before, after

65:54

tarif terang di slide 15

65:58

setelah dan negosiasi kita kita kalau

66:02

lihat nih Bapak dan Ibu lihat nih

66:04

adik-adik lihat ini ee Indonesia ini

66:07

pertumbuhan ya ini pertumbuhan bukan

66:09

nilai. Jadi pada saat kita ada masa

66:13

jeda, negosiasi, pemberlakuan tarif

66:15

untuk mayoritas negara termasuk

66:17

Indonesia, ekspor kita ke Amerika ini

66:20

masih tumbuh. Bahkan di bulan Desember

66:23

tumbuhnya double digit, ekspor Indonesia

66:26

13,6%.

66:28

Tapi Cina, ekspor Cina ke Amerika

66:32

Serikat yang tadinya tumbuh positif

66:36

bahkan di tahun 2024 sempat di atas 10%.

66:40

Begitu penerapan tarif Trump dan

66:43

sebagainya dia tumbuhnya negatif sampai

66:47

-2%-an.

66:49

Jadi ekspor Cina ke Amerika turun ne

66:52

atau tumbuh negatif turun 20% dari

66:56

biasanya. Tapi ekspor Indonesia ke

66:59

Amerika naik tetap positif ya. Bahkan

67:02

sempat waktu masa jeda adalah yang

67:05

sampai 38%

67:07

terakhir di bulan Desember 13,6%.

67:11

Dan kalau kita lihat Indonesia

67:13

sebenarnya mendapatkan manfaat dari

67:17

adanya perang tarif ini. Kenapa? Karena

67:20

kita tetap justru tumbuh ekspornya ke

67:23

Amerika. Dan kalau kita lihat next

67:26

slide,

67:28

terjadi perubahan ranking Indonesia

67:31

sebagai pemasok ke Amerika. Biasanya

67:33

kita di ranking 20 besarannya 29,5

67:39

eh miliar US dolar naik menjadi 36,5 US

67:43

Do ekspor kita ke Amerika dan kita

67:47

sekarang ranking ke-19 naik satu

67:49

peringkat. Tapi kalau Cina, kita lihat

67:53

Cina, Meksiko tetap nomor satu. Jadi

67:58

kalau dulu eh supplier utama ke Amerika

68:02

adalah Meksiko dan Cina nomor dua

68:06

terbesar. Meksiko karena dekat secara

68:09

lokasi ya karena tinggal lintas batas.

68:12

Kedua Cina, ketiga Kanada, keempat

68:15

Taiwan. Ya. Tetapi kemudian ee di tahun

68:20

2025 ini Cina turun peringkat dari

68:24

ranking 2 jadi ranking 3. Masuklah yang

68:27

naik ranking 2 jadi Kanada. Awalnya

68:30

Kanada ketiga, sekarang Kanada jadi

68:33

kedua. Taiwan lihat ini bagaimana Taiwan

68:37

bisa memanfaatkan peluang pasar dengan

68:40

baik. Taiwan dari peringkat 8 dia bisa

68:44

masuk menjadi peringkat 4. Lompatnya

68:47

cukup luar biasa. Dan juga Vietnam dia

68:52

naik kelas dari peringkat keenam ke

68:54

peringkat kelima. Begitu juga Thailand.

68:58

Jadi dengan adanya kebijakan Trump ini

69:01

ada negara yang diuntungkan, ada negara

69:04

yang dirugikan. Salah. Nah, inilah tugas

69:07

kita bagaimana kita bisa mengambil

69:10

keuntungan sebesar-besarnya buat

69:12

kepentingan ekonomi Indonesia. Artinya

69:15

peluang pasar ke Amerika itu sebenarnya

69:18

terbuka buat Indonesia. bagaimana kita

69:20

tinggal memanfaatkannya itu. Nah,

69:24

berikutnya adalah ee ekspor Cina ke

69:30

Amerika Serikat kan tadi sudah ee turun,

69:34

tapi kita lihat pintarnya Cina turun di

69:38

Amerika tapi kalau kita lihat secara

69:40

global dia tetap naik ya. Ini kita lihat

69:45

ini artinya dalam ilmu ekonomi yang

69:47

disebut dengan trade diversion

69:51

ya. Kenapa trade diversion? Diivert dia

69:54

trade-nya yang tadinya tujuan utamanya

69:56

ke Amerika di-divert ke negara lain.

69:59

Siapa yang kemudian menjadi target

70:04

ekspornya Cina? ini terlihat antara lain

70:08

dia meningkatkan ekspornya ke Hongkong,

70:11

dia meningkatkan ekspornya ke Vietnam,

70:15

dia meningkatkan ekspornya ke Jepang dan

70:18

ke India. Tuh, lihat ya, bagaimana

70:22

strategi di tengah ketidakpastian

70:24

geopolitik,

70:26

Cina tetap bisa menumbuhkan ekspornya.

70:28

dia tidak mati secara global, tapi dia

70:31

mengalihkan ekspornya ke negara lain.

70:35

Nah, tapi memang kalau ke Amerika

70:38

Serikat terlihat turun tajam. Nah, di

70:42

sisi lain Tiongkok itu masih menjadi

70:46

tujuan ekspor Indonesia. Nah, ini kita

70:50

merilis angka ekspor impor ini setiap

70:53

bulan, Bapak dan Ibu. Jadi kami merilis

70:57

ada yang rilis angka setiap bulan, ada

71:00

yang setiap triwulan. Kalau yang

71:02

triwulan itu biasanya pertumbuhan

71:04

ekonomi dan lapangan pekerjaan, maaf dan

71:07

ketenagakerjaan. Statistik

71:09

ketenagakerjaan itu kami sekarang

71:11

mengeluarkannya setiap 3 bulan sekali.

71:14

Tapi kalau ekspor impor, inflasi,

71:17

produksi beras, produksi padi, kemudian

71:21

juga statistik pariwisata itu kami

71:23

keluarkan setiap ee setiap bulan.

71:27

[musik]

71:28

Nah, ini adalah salah satu hasil

71:31

publikasinya BPS yang kami terbitkan

71:34

setiap bulan. Di sini terlihat bahwa

71:38

Tiongkok masih menjadi tujuan utama

71:40

ekspor Indonesia sepanjang tahun 2025.

71:45

Kalau kita lihat bedah ekspor Indonesia

71:47

itu ke mana aja sih? Ternyata 24%

71:53

dari ekspor Indonesia sekarang itu

71:56

diarahkan ke Cina.

71:58

Jadi kalau ini trade relation-nya itu

72:01

cukup dekat dengan suatu negara, kalau

72:04

ada apa-apa dengan ekonomi tujuan ekspor

72:07

utama kita ini berpotensi memperlambat

72:10

ekspor kita. Jadi itu transmisinya. Jadi

72:13

kalau dalam ilmu ekonomi adalah ada

72:15

transmisi

72:17

ee ee ataupun efek dari perlambatan

72:21

ekonomi suatu negara itu akan cepat

72:24

menular ke negara lain jika hubungan

72:27

perdagangan antara kedua negara itu

72:30

relatif dekat dan relatif besar.

72:34

Ukraine kenapa tidak berdampak terhadap

72:38

ekonomi Indonesia? Karena hubungan

72:41

perdagangan Indonesia dengan Ukraine itu

72:44

tidak terlalu besar bahkan kecil sekali.

72:47

Sehingga yang terjadi di Ukraine, yang

72:49

terjadi Ukrainia itu tidak berdampak

72:52

terlalu besar untuk ekonomi Indonesia.

72:56

Tapi Cina kalau colollaps ni Cina itu

72:59

bahaya buat Indonesia. Tetapi kan tadi

73:01

kita lihat dia punya strategi terhadap

73:04

global dia tetap ekspornya meningkat

73:07

tinggi dan Cina pun sekarang menjadi

73:10

tujuan utama ekspor Indonesia. Apa yang

73:14

diekspor ke Cina? Satu, produk besi dan

73:18

baja akibat dari hilirisasi nikel. Jadi

73:22

kalau kita lihat data ekspor impor,

73:24

adik-adik, dulu kita ekspor nikel mentah

73:27

atau yang kita sebut dengan bijih nikel.

73:29

Ada datanya dulu banget 10 tahun yang

73:32

lalu sebelum ada kebijakan hilirisasi

73:35

kita mengekspor bijih nikel tapi

73:38

sekarang ekspor biji nikel itu nol ya.

73:42

Ini contoh hiirisasi komoditas nikel

73:45

[musik]

73:45

yang mendorong peningkatan ekspor produk

73:49

olahan nikelnya meningkat signifikan.

73:53

Lihat dari data ini.

73:55

Data ini menunjukkan bahwa di tahun

73:58

2015, 2016,

74:01

2017

74:03

kecil sekali. Kecil sekali. Bahkan ini

74:07

kenapa ini adalah produk olahan nikel.

74:10

Nah, pada saat kita melarang ini yang

74:13

warna kuning dilarang ekspor bijih

74:16

nikel. Nikel harus diolah di Indonesia

74:20

akibatnya. Maka sampai saat ini terjadi

74:24

peningkatan yang luar biasa. Ekspor

74:26

produk olahan nikel. Ini yang terekam di

74:29

dalam data statistiknya BPS. Nah, ini

74:33

ada Permen SDM tahun 2019 melarang

74:37

ekspor bijih nikel mulai berlaku di

74:39

tahun 2020 langsung melejit ekspor

74:43

produk olahannya.

74:45

Ya, di sini ekspor bijih nikel ada ada

74:50

gitu kan.

74:52

ada ekspor biji nikelnya, [musik] tapi

74:54

ini yang produk olahan nikel enggak ada.

74:57

Nol, nol begitu. Jadi ee ini salah satu

75:03

yang menyebabkan tadi industri olahan

75:06

logam dasar dan industri turunannya

75:09

meningkat double digit. Kemudian karena

75:12

ekspor kita ini juga meningkat dan salah

75:16

satu tujuan ekspor kita adalah ke Cina

75:19

untuk produk besi dan baja dan

75:22

turunannya. Nikel dan barang daripadanya

75:25

ini produk olahan nikel tumbuhnya

75:28

tinggi. Tapi lihat yang turun adalah

75:32

bahan bakar mineral. Ini apa? Ini apa?

75:36

Ada yang bisa jawab?

75:39

yang turun double digit itu ekspor bahan

75:42

bakar mineral kita ke Cina turun

75:46

terkontraksi min 24,59%.

75:52

Batuara.

75:55

Jadi batu bara itu ekspor utama kita ke

75:58

Cina dan India. Tapi sekarang ekspor

76:02

batu bara kita ke Cina turun. yang naik

76:05

adalah olahan nikel, besi, dan baja.

76:08

Kenapa turun ekspor batubara ke Cina?

76:12

Karena Cina menerapkan kebijakan untuk

76:17

energi yang lebih ramah lingkungan.

76:20

Kemudian yang kedua, Cina juga lebih

76:23

menginginkan untuk mereduksi emisi

76:26

karbon itu menggunakan batuara yang

76:31

dengan nilai energi yang lebih tinggi.

76:34

Jadi, impor batu bara Cina secara global

76:38

pun turun 12%

76:40

atau hampir 43 juta ton pada tahun 2025.

76:46

India pun begitu. Impor India untuk batu

76:50

bara juga turun. Mengapa? Karena ada

76:54

kebijakan pemerintah Tiongkok dan India

76:58

yang mendukung untuk produksi batu bara

77:01

dalam negeri. Tetapi selain itu juga

77:04

adanya kebijakan untuk energi yang lebih

77:09

ramah lingkungan. Karena inilah yang

77:13

kemudian menyebabkan permintaan terhadap

77:17

impor batu bara di Cina dan India

77:19

mengalami penurunan.

77:21

Izin saya 5 menit lagi kalau boleh 5

77:24

menit 10 menit lagi. Ada satu hal yang

77:27

ingin saya sampaikan mengenai pentingnya

77:29

industri pengolahan sebagai pengungkit

77:33

dari ee ekonomi Indonesia ke depan.

77:38

Ee mungkin

77:42

masuk kepada slide kawasan ekonomi

77:46

khusus. Adik-adik dalam rangka mendorong

77:49

industrialisasi tentunya pemerintah

77:52

sekarang memiliki kawasan ekonomi

77:54

khusus. Sekarang kawasan ekonomi khusus

77:57

itu ada di 25 lokasi tersebar di seluruh

78:03

Indonesia. Yang warnanya biru itu adalah

78:06

cek berbasis industri.

78:09

Yang warnanya orange itu adalah cek

78:12

berbasis pariwisata.

78:15

Dan yang berwarna ee hijau itu kawasan

78:20

ekonomi khusus berbasis digital dan

78:23

pendidikan. Jadi kalau kita lihat ada

78:28

kawasan ekonomi khusus yang di Bali itu

78:32

di Bali punya dua kawasan ekonomi khusus

78:35

Sanur ini pariwisata kesehatan. Jadi

78:40

sekarang ada buka klinik-klinik

78:43

dengan standar internasional yang kerja

78:46

sama dengan klinik internasional itu ada

78:49

di Kek Sanur. Kedua, ini kekura-kura

78:52

Bali berbasis pariwisata dan pendidikan.

78:55

Dan kalau kita lihat ada kawasan kek

78:59

industropolis Batang ini betul-betul

79:02

industri. Kalau kita lihat di Kendal dan

79:05

Gresik ini juga kawasan ekonomi khusus

79:08

berbasis industri. di Gresik ini contoh

79:11

yang tadi Wilmar punya industri alo

79:14

komikal yang salah satu terbesar mulai

79:17

dari hulu sampai hilir sampai dengan

79:19

produk-produk turunannya ada di situ.

79:22

Kemudian ee kalau kita lihat yang tadi

79:26

yang saya bilang cake semangke ini

79:28

adalah salah satunya eh unilever

79:32

mengolah sawit menjadi produk turunannya

79:36

sehingga ekspornya bukan sawit mentah

79:38

tetapi produk turunannya yang bisa

79:40

menciptakan nilai tambah dan lapangan

79:42

pekerjaan di Indonesia. Berikutnya juga

79:46

yang saya ingin sampaikan, saya ingin

79:48

masuk kepada contoh Korea.

79:53

Korea adalah salah satu negara yang kita

79:58

bisa contoh bagaimana industri itu bisa

80:01

mendorong pertumbuhan ekonomi karena

80:04

berbasis kepada inovasi.

80:12

Mungkin sebelum Korea ee izin saya masuk

80:17

dulu ke hilirisasi. Tadi sudah nikel.

80:21

Indonesia adalah negara yang kaya dengan

80:24

sumber daya alam. Tetapi jangan sampai

80:28

era Dutch disease kita alami lagi

80:32

seperti pada saat waktu lalu. Dulu

80:35

Indonesia adalah negara yang paling

80:38

terkenal dengan tehnya pada saat zaman

80:40

Belanda. Betul enggak? Mungkin adik-adik

80:42

belum lahir. Mungkin nanti Bapak Ibu

80:44

yang ada di sini. Teh Indonesia itu

80:47

terkenal. Rempah-rempah Indonesia itu

80:50

terkenal. Dulu cengkeh kita digemari,

80:54

rempah-rempah Indonesia juga. Makanya

80:58

Belanda datang ke sini karena kita

81:00

adalah penghasil rempah terbesar dunia.

81:04

Tetapi semua itu sekarang hilang. Betul.

81:09

Teh kita kalah dengan TWG.

81:12

Enggak ada brand dari teh Indonesia. Ada

81:15

enggak? Paling Sariwangi. Betul. teh

81:18

Sariwangi dengan kualitas yang soso.

81:21

Tetapi kalau kita lihat TWG brand

81:24

Singapura, pertanyaan saya, apakah

81:27

Singapura punya punya apa namanya? Punya

81:32

kebun teh. Dari mana tehnya? Lah kita

81:36

punya kebun teh dulu yang besar di zaman

81:38

Belanda, tetapi tidak ada brand global

81:42

yang kita bisa jual. Karena waktu itu

81:44

kita jual teh dalam bentuk curah.

81:48

Ya, kita ekspor ekspor oleh PTPN

81:51

diekspor tapi curah dalam aluminium foil

81:54

yang besar. Tidak ada brand,

81:57

tidak ada value edit padahal branding.

82:01

Mengapa Singapura masuk dengan TWG? Di

82:04

branding karena nilai value edit atau

82:07

nilai tambah dari branding itu cukup

82:09

besar.

82:11

Brand uniclo di mana produksinya?

82:16

Di mana produksinya?

82:18

Di Jepang bukan. Sebagian Uniclo ada

82:22

yang produksi di Indonesia, ada yang

82:24

diproduksi di Vietnam, ada yang produk

82:26

Bangladesh. Tapi brandnya, desainnya ada

82:30

di Jepang. Itulah yang menciptakan nilai

82:32

tambah yang besar. Apa artinya? Itu

82:36

adalah inovasi.

82:38

Inovasi memberikan nilai tambah yang

82:40

luar biasa terhadap perekonomian. Bukan

82:43

sekedar memproduksi curah. Lihat baca

82:46

koffe. Siapa yang minum coffee baca.

82:49

Lihat harganya. Satu kemasan Rp500.000.

82:53

Dia ada di Changi Airport dengan dengan

82:57

outlet yang sangat besar dan sangat

83:01

mewah. Siapa yang punya brand Baca

83:04

Kopfi? Indonesia bukan. Ternyata dia

83:09

Maroko yang sebenarnya bukan produsen

83:15

e eh bukan produsen

83:18

utama dari Kopi.

83:21

Dia eksportirnya ke 105.

83:25

Tapi Maroko itu adalah peringkat ke-24

83:30

pengimpor kopi hijau. Apa yang dilakukan

83:33

oleh baca kofe? Siapa yang suka baca

83:36

koffee?

83:38

Tahu kan? Pasti generasi muda pasti tahu

83:40

baca koffee. Brandnya luar biasa. Ada

83:44

kopi dari sini, kopi dari sana, kopi

83:46

dari sini dengan kemasan yang luar

83:48

biasa. Akibat inovasi dia lakukan Maroko

83:54

yang sebenarnya dia not importir kopi

83:58

bein, tapi dia bisa membuat brand baca

84:02

coffee yang go global. Sama halnya

84:05

seperti teh TWG.

84:07

Tapi itu kemudian tidak kita lakukan ee

84:12

pada saat kita memiliki

84:14

ee sumber daya alam yang luar biasa.

84:17

Saatnya kita melakukan hilirisasi tidak

84:21

hasil tambang saja, tetapi kita harus

84:23

dorong hilirisasi dari sumber daya alam

84:26

yang kita miliki plus kita bangun

84:29

branding

84:30

Indonesia. Ya. Kemudian kalau kita lihat

84:34

Korea, saya mau kasih contoh Korea untuk

84:37

menyemangati teman-teman semua. Korea,

84:41

Korea bisa lompat menjadi negara maju

84:45

hanya dalam waktu kurun sekitar 17

84:48

tahun. Karena Korea memanfaatkan bonus

84:52

demografi.

84:53

Korea pada saat bonus demografi dia

84:56

dorong industrialisasi.

84:58

Dia mulai masuk industrialisasi. dari

85:02

dua saja

85:04

yang dia sebut dengan industri berat.

85:06

Awalnya dulu dia masuk dari industri

85:08

tekstil. Ingat dulu zaman dulu Korea

85:11

terkenal dengan garmennya tekstil Korea.

85:15

Tapi sekarang apa yang dia lakukan? Dia

85:17

terkenal dengan produk teknologinya.

85:20

itu artinya staging dari industrialisasi

85:23

yang dilakukan oleh Korea itu efektif

85:27

untuk membawa Korea menjadi negara maju

85:31

dalam waktu singkat.

85:33

Korea itu merdekanya sama dengan

85:36

Indonesia tahun 1945

85:39

hanya beda hari. Tapi kenapa kita kalah

85:42

setting? Karena dia melakukan kebijakan

85:45

industrialisasi sejak dini. waktu

85:47

kemudian dulu dia awal masuknya memang

85:50

dari industri tekstil untuk meabsorb

85:55

kebutuhan lapangan kerja karena industri

85:58

tekstil itu adalah industri padat karya.

86:02

Industri tekstil maju makanya kita

86:03

terlihat oh baju Korea. Betul. Kemudian

86:07

dulu kalau kita ke Korea belanjanya ee

86:10

baju dulu ibu-ibu, adik-adik mahasiswa

86:13

itu dulu. dulu, bukan sekarang, tapi ke

86:16

Korea sekarang yang dibelanjain apa?

86:18

Skinc dengan teknologi inovasi yang

86:22

macam-macam yang ada inilah itulah

86:26

dengan berbagai branding skincare Korea.

86:29

Dia masuk dengan teknologi Samsung,

86:32

Hyundai dan segala macamnya. Jadi

86:35

tahapan industrialisasi Korea adalah

86:37

industri tekstil. Lalu setelah itu dia

86:40

menguatkan yang disebut dengan basic

86:44

industry atau industri dasar yaitu

86:47

industri kimia dan industri baja atau

86:51

logam. Dia memperkuat itu dulu. Jadi

86:54

sebelum dia masuk kepada industri

86:56

hightech, setelah tekstil yang dia

86:59

lakukan adalah memperkuat industri

87:02

kimia.

87:04

Makanya ada lote chemical yang terkenal

87:06

karena dia sudah kuat memperkuat

87:08

industri kimia dan industri logam atau

87:12

industri berat. Jadi memang di dalam

87:15

kerangka pembangunan ee suatu industri

87:18

itu dua industri yang penting sebagai

87:21

basis industrialisasi

87:23

industri kimia dan industri logam. Bukan

87:27

karena saya teknik kimia, tapi itu

87:29

memang kenyataannya seperti itu. Nah,

87:32

setelah itu dia kembangkan industri

87:35

berbasis inovasi.

87:37

Artinya kalau kita lihat sekarang

87:40

bagaimana

87:41

Ibu mohon izin, Ibu.

87:43

Iya. 1 menit lagi ya.

87:44

Boleh silakan [tertawa]

87:46

biar enggak putus ceritanya. Enggak.

87:47

Jadi kita ee lihat yang kemudian

87:51

dilakukan sekarang contoh sukses Korea

87:55

adalah melakukan industri berbasis

87:58

inovasi dan teknologi Samsung, LG,

88:03

Hyundai dan industri kosmetik lainnya.

88:07

Hasil-hasilnya adalah kenapa ini bisa

88:10

berkembang? Karena IPEKIN atau ilmu

88:14

pengetahuan dan teknologi yang ada di

88:16

kampus dan di research-research center

88:18

ini langsung dikonnectkan dengan

88:21

komersialisasi industri. Jadi kuncinya

88:25

dari Korea itu maju karena menghubungkan

88:28

antara research center, antara

88:31

university dengan industri sehingga

88:35

hasil risetnya bisa dikomersialisasi.

88:39

Ini contoh hasil IPTEKIN yang

88:41

dikomersialisasi di Korea Selatan di

88:44

mana tahun 2000-an Korea Selatan itu

88:47

sudah aktif melakukan kebijakan untuk

88:50

transfer R&D dari lembaga penelitian ke

88:54

sektor swasta dan dikomersialisasikan.

88:58

Kemudian juga ini contoh di ee ee Korea

89:03

Selatan lembaga risetnya ini langsung

89:07

berhubungan dengan UKM.

89:10

Ini lembaga riset di Korea Selatan. Jadi

89:12

ada Korea Selatan itu punya struktur

89:15

rarch centernya yang luar biasa. Artinya

89:18

apa?

89:20

bahwa universitas

89:23

juga bisa berperan untuk mendorong RnD

89:27

menjadi inovasi melalui kerja sama

89:31

dengan industri langsung sehingga hasil

89:34

inovasi yang langsung diterapkan oleh

89:37

industri inilah yang ini nanti menjadi

89:40

inovasi berkontribusi terhadap

89:43

pertumbuhan ekonomi. Oleh sebab itu,

89:46

Bapak dan Ibu ee tentunya ee terakhir

89:50

sebagai penutup, inovasi akan mendorong

89:54

produktivitas tinggi. Jadi RnD itu belum

89:58

menjadi produktivitas kalau belum

89:59

dikomersialisasi. Ini transmisi dalam

90:02

perekonomian itu seperti itu. RnD akan

90:06

menjadi inovasi pada saat diaplikasikan

90:10

oleh industri. Begitu nanti industri

90:13

mengaplikasikan inovasi, maka ini akan

90:16

menciptakan produktivitas dan inilah

90:19

yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi

90:21

karena industrinya menjadi kompetitif,

90:23

industrinya maju, output-nya lebih

90:25

tinggi, lebih berdaya saing, akhirnya

90:28

bisa menyerap lapangan pekerjaan,

90:30

ekonomi bisa tumbuh tinggi. Jadi

90:33

kata-kata terakhir dari Paul Krukman ini

90:36

adalah guru ekonomi

90:39

yang yang apa ya guru mahagurunya

90:44

ekonomi di dunia mengatakan

90:47

produktivitas bukanlah segalanya tetapi

90:51

dalam jangka menengah dan panjang

90:53

produktivitas adalah hampir segalanya.

90:56

Karena dengan produktivitas ini

90:59

kemampuan suatu negara bisa meningkatkan

91:03

standar hidupnya dari waktu ke waktu.

91:06

Karena inilah nanti produktivitas yang

91:08

bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi.

91:11

Oleh sebab itu, produktivitas akan lahir

91:15

dari universitas. Tetapi yang penting

91:19

adalah bagaimana riset-riset Bapak, Ibu,

91:23

dan mahasiswa-mahasiswi ini bisa connect

91:27

inovasi untuk kemudian diaplikasikan di

91:31

dalam industri. Demikian selamat bekerja

91:33

semuanya. Oh ya, satu lagi

91:36

ee sensus ekonomi

91:39

terakhir sebelum ditutup mungkin saya

91:42

ingin juga menyampaikan bahwa di bulan

91:46

Mei sampai dengan Juli kita BPS akan

91:51

melakukan sensus ekonomi 2026. Kita

91:55

membutuhkan petugas lapangan mungkin

91:59

lebih dari 250.000 orang se-Indonesia.

92:04

Dan sensus ekonomi ini adik-adik,

92:08

peluang bagi adik-adik untuk

92:11

mendapatkan pengalaman baru, untuk

92:14

kemudian membuka wawasan dan untuk

92:18

mendapatkan tambahan income selama

92:21

liburan.

92:22

Jadi ee kalau berminat silakan daftar.

92:27

terutama saya ingin banyak memanfaatkan

92:30

mahasiswa karena sensus ekonomi ini

92:33

nanti mayoritas yang kita datangi adalah

92:36

perusahaan, kafe, restoran, warung,

92:40

semua perusahaan besar industri

92:43

ya. Dan kami

92:46

membuka seluas-luasnya

92:48

untuk para mahasiswa dan mahasiswi ITB

92:51

untuk bergabung memberikan kontribusi

92:54

terbaik buat Indonesia supaya Indonesia

92:57

nantinya bisa mendapatkan peta ekonomi

93:01

Indonesia yang sesungguhnya, data

93:03

ekonomi Indonesia yang sesungguhnya.

93:06

Karena ini sensus. Ini sensus artinya

93:10

semua akan tercatat bukan sampel. bukan

93:14

sampling. Semua akan tercatat termasuk

93:17

nanti rumah-rumah tangga akan didatangi

93:20

karena nanti kita akan merekam adanya

93:23

aktivitas digital atau transaksi digital

93:27

di dalam rumah tangga. Itu rangkaian

93:30

kegiatannya nanti di bulan Maret sampai

93:33

dengan April akan ada rekrutmen petugas

93:37

SE.

93:39

Dan oleh sebab itu tadi ee nanti Ibu ee

93:43

Kepala BPS Provinsi Jawa Barat akan

93:46

koordinasi secara intensif dengan Prof.

93:50

Insanu untuk kemudian nanti bagaimana

93:53

kita bisa merekrut mahasiswa-mahasiswa

93:55

ITB untuk menjadi bagian dari petugas

93:58

sensus. Manfaatkan ini dengan

94:00

sebaik-baiknya karena ini kegiatan 10

94:04

tahun sekali ya. Baru akan datang nanti

94:07

2036 enggak ada lagi kesempatan buat

94:10

adik-adik untuk ikut sensus ekonomi.

94:13

Jadi sekali lagi nanti kami akan

94:18

menggunakan smartphone untuk melakukan

94:22

pencacahan untuk perusahaan besar

94:24

melalui web base questionernya.

94:27

Dan lanjut lanjut ini contohnya

94:31

di slide.

94:33

Nah, ini ini questioner sudah kami

94:36

tuangkan dalam smartphone, web base.

94:40

Bahkan untuk mengatur klasifikasi

94:43

usahanya kami sudah menggunakan AI ya.

94:47

Jadi sehingga nanti ada kata kunci nanti

94:50

AI generated untuk mengklasifikasikan

94:52

untuk meminimalkan kesalahan. Untuk

94:55

pelatihan kami juga sudah menggunakan AI

94:58

base ya. Ada Pusdiklat kami yang sudah

95:02

membangun AI base untuk pelatihan.

95:05

Tentunya nanti yang sebelum menjadi

95:07

petugas harus dilatih. Ini sudah ada AI

95:10

base yang kami gunakan untuk pelatihan.

95:14

Kalau persyaratan saya yakin teman-teman

95:17

ITB ini pasti memenuhi prasyarat

95:20

minimum. Jadi tidak usah khawatir untuk

95:22

persyaratannya. Yang penting adalah mari

95:25

kita sukseskan sensus ekonomi 2026.

95:29

Karena SE 2026 ini milik kita bersama,

95:33

milik bangsa kita. Kalau kita mau maju

95:36

ekonominya, datanya harus bagus. Data

95:39

bagus itu kalau kita kumpulkan melalui

95:42

sensus ekonomi secara akurat. Terakhir

95:45

mungkin saya akan menyampaikan

95:49

ee video singkat. Jadi ini adalah Bung

95:51

Itung, ini adalah maskot dari SE 2026.

95:56

Jadi kalau Anda jadi petugas ini kayak

95:58

jadi Bung Itung, smart,

96:01

cepat tanggap gitu ya, dan juga ee

96:06

ramah. Karena jadi petugas sensus tidak

96:09

boleh cemberut, harus ramah seperti Bung

96:11

Itung ini ya. Jadi silakan untuk

96:15

videonya untuk di ee tayangkan sebentar.

96:22

Silakan.

96:23

Setiap sudut negeri ini punya ceritanya

96:26

sendiri. Cerita para pelaku usaha yang

96:28

menjaga harapannya tetap hidup. Ada yang

96:31

datang untuk mendengar cerita itu dan

96:32

memahami kehidupan ekonomi di sekitar

96:35

kita. Dari [musik] cerita sederhana hari

96:37

ini, lahirlah kebijakan untuk masa depan

96:39

yang lebih baik. Jika petugas sensus

96:42

datang, jangan takut. Sambutlah dan

96:44

berikan data yang benar. Ayo sukseskan

96:47

sensus ekonomi 2026.

96:49

Bersama [musik] kita mencatat Indonesia.

96:56

Mari kita [tepuk tangan] mari kita

96:59

sukseskan sensus ekonomi kita

97:01

bersama-sama. Terima kasih.

97:03

Wasalamualaikum warahmatullahi

97:04

wabarakatuh.

97:05

Waalaikumsalam warahmatullahi

97:07

wabarakatuh. Sekali lagi terima kasih

97:09

kepada Bu Ini. Baik, Ibu. Saya yakin

97:13

banyak sekali pertanyaan dari mahasiswa

97:15

di sini. Namun saya juga mendapat

97:17

informasi ee Ibu juga ada kelanjutan

97:20

agenda. Tapi mungkin satu pertanyaan

97:22

singkat ya, Bu. Ia

97:23

oke ya. Ee jadi silakan ee acungkan oh

97:26

tiga pertanyaan. Boleh acungkan tangan

97:28

setinggi mungkin karena kita hanya ada

97:30

satu seti pertanyaan ya. Ada Mbak yang

97:33

berwar pakai kerudung ee hitam di Iya.

97:38

yang pakai kacamata silakan.

97:48

Ee sebelumnya terima kasih atas waktu

97:49

dan kesempatan telah diberikan dan

97:52

sebelumnya perkenalkan saya Miss Bahul

97:54

Laila berasal dari Fisika angkatan 2022.

97:58

Jadi ee saya izin bertanya kepada Ibu

98:00

Wini yang telah memaparkan materi yang

98:03

sangat bermanfaat tadi. Yang pertama

98:04

yaitu ee meningkatnya harga kebutuhan

98:07

pokok ketika hari besar keagamaan.

98:10

Contohnya seperti bulan Ramadan menjadi

98:12

fenomena yang terus berulang setiap

98:13

tahunnya di Indonesia. Dari perspektif

98:16

statistik resmi negara, bagaimana BPS

98:19

membaca pola tersebut? Apakah kenaikan

98:21

ini dipandang sebagai fenomena inflasi

98:23

musiman yang wajar atau dapat menjadi

98:26

indikator adanya tantangan struktural

98:29

dalam stabilitas pasokan dan distribusi

98:31

pangan nasional? Terima kasih.

98:35

Baik, terima kasih pertanyaannya.

98:37

Ee Ibu Bukit kita bisa langsung jawab

98:40

ya. Oh, dikumpulkan. Mungkin satu

98:42

pertanyaan singkat lagi.

98:44

Oh, baik. Silakan Mas yang di tengah

98:47

yang pakai kacamata hitam yang

98:48

mengangkat tangan terlebih dahulu.

98:51

Silakan bisa berdiri ya, Mas.

98:55

Ee selamat pagi semuanya. Jadi ee ini

98:59

pertanyaan Oh ya. Sebelumnya perkenalkan

99:02

saya Mulyadi dari Fisika angkatan 22.

99:05

Saya ingin bertanya mengenai di mengenai

99:08

bahan yang ada di slide tadi. Tadi kan

99:10

ada penjelasan mengenai impor ke

99:13

Amerika. ee dan kita tuh impor ke

99:15

Amerikan tuh ditingkatkan gitu. Ee

99:18

apakah emang

99:20

kalau suatu negara impor ke Amerika tuh

99:22

bisa meningkatkan ekonominya secara

99:25

signifikan ataukah gimana? Kenapa

99:27

gameplay kita tidak seperti Cina yang

99:29

impornya tuh merata ke negara-negara

99:31

yang ada di dunia gitu? Kayak emangnya

99:34

kita se ke se ketergantungan itu ke

99:36

Amerika atau bagaimana gitu. Terima

99:38

kasih Bu.

99:40

Baik, terima kasih pertanyaannya

99:43

ya.

99:46

Satu lagi pertanyaan kata Bu Wini.

99:48

Silakan. Kita tadi sudah di tengah, di

99:50

tengah mungkin kita ke sebelah sini ya.

99:52

Mas yang pakai baju biru silakan bisa

99:53

langsung ke depan. I boleh.

100:02

Eh, ya. Baik. Eh, asalamualaikum, Ibu.

100:05

Perkenalkan saya WISF Muhammad WISF dari

100:07

Mikrobiologi 24.

100:10

Em izin bertanya, Ibu. Terkait em

100:13

economic growth sebanyak 8%. Em saya

100:16

yakin Indonesia kan bisa mengejar delta

100:18

3% atau 2% tersebut ya dari e 5,11% itu

100:22

ya Bu. Namun seperti yang kita ketahui

100:24

terdapat ee penurunan IHSG pada kuartal

100:28

4 em 2025. Nah, em apakah dari sisi

100:34

Indonesia sendiri ada perubahan strategi

100:36

untuk meraih economic growth 8% atau

100:39

bagaimana ya, Ibu? Terima kasih.

100:42

Baik, terima kasih. Tiga pertanyaannya

100:44

sudah kita tampung. Ee selanjutnya

100:47

silakan Ibu untuk merespon nomor Oh iya,

100:51

Mbak. Saya ingat dari fisika ya, Mbak.

100:53

Tadi namanya siapa? Mohon maaf.

100:55

Lala. Lara. Iya, silakan. Baik, terima

100:58

kasih untuk pertanyaannya yang pertama.

101:00

dari Mbak Lala ya mengenai inflasi. Jadi

101:03

memang tepat sekali yang tadi

101:04

disampaikan bahwa setiap memang tadi ada

101:09

permintaan tinggi pasti harganya kan

101:12

akan naik karena supply sometimes tidak

101:14

bisa catch up secara cepat. Nah, itu

101:17

yang tadi efek supply and demand yang

101:19

tadi saya sampaikan di dalam kurva tadi.

101:22

Nah, peningkatan harga ini selalu

101:25

direkam oleh BPS melalui angka yang kita

101:29

sebut dengan inflasi. Jadi, saya ingin

101:32

menjelaskan sedikit mengenai inflasi.

101:34

Inflasi itu adalah angka yang

101:37

menunjukkan perubahan harga secara

101:40

persentase dari bulan ini dibandingkan

101:43

bulan lalu atau bulan Januari

101:46

dibandingkan dengan bulan Januari tahun

101:48

lalu. Jadi, dua angka inflasi yang

101:49

selalu kita sampaikan. Inflasi mantuman

101:54

atau inflasi bulanan adalah menunjukkan

101:57

perkembangan perubahan harga dari bulan

102:01

ini dibandingkan bulan lalu. Kemudian

102:04

kalau inflasi tahunan adalah bulan yang

102:07

sama tahun ini dibandingkan dengan bulan

102:10

yang sama tahun lalu itu kita sebut

102:11

dengan inflasi tahunan. Nah, yang tadi

102:15

dis adalah karena biasanya di bulan

102:19

Ramadan itu demandnya atau permintaannya

102:21

tinggi, maka perubahan harganya akan

102:25

menjadi ee besar dan ini direkam kepada

102:28

inflasi yang lebih tinggi. Biasanya yang

102:31

tinggi selama bulan Ramadan itu adalah

102:32

bahan makanan. Kami kami kami ada

102:35

catatannya. Nanti mungkin kalau mau

102:37

lihat silakan nanti diklik website-nya

102:39

ya untuk angka ada rilis inflasi

102:42

terakhir. Nanti untuk yang bulan Ramadan

102:45

ini kan kita mulai bulan Ramadan bulan

102:47

Februari angka inflasinya akan kami

102:50

keluarkan di tanggal 1 Maret nanti. Jadi

102:52

nanti tanggal 1 Maret kita keluarkan

102:54

angka inflasi. Satu hal yang ingin saya

102:56

sampaikan kepada adik-adik mahasiswa

102:58

adalah bedakan dengan harga mahal dan

103:01

inflasi. Kenapa bedanya? Karena kalau

103:05

kita lihat harga minyak goreng stabil

103:09

tapi harganya tinggi. Stabil itu berarti

103:11

apa? Dia perubahan harganya tidak beda

103:15

dari bulan ke bulan ya segitu saja ya.

103:18

Karena dia stabil tinggi tapi mahal.

103:21

Yang dibayar oleh konsumen adalah level

103:24

harga bukan inflasi ya. Jadi kalau kita

103:27

lihat, saya sering mendapatkan

103:29

pertanyaan, kok inflasinya rendah tapi

103:32

harganya mahal sih, Bu komoditas ini?

103:35

Kenapa? Karena ada komoditas-komoditas

103:37

tertentu yang dia stabil, tidak pernah

103:40

mengalami perubahan harga yang

103:41

signifikan. Artinya inflasinya rendah,

103:44

tapi harganya sudah tinggi. Contoh yang

103:47

jelas minyak goreng 15.700, ada yang

103:50

16.000 terus 16.000 Ibu kalau lihat di

103:52

market kan di pasar dia inflasinya

103:56

rendah tapi yang dibayar oleh konsumen

103:59

adalah harga.

104:01

Nah, kalau inflasi itu adalah perubahan

104:04

harga. Jadi cabai rawit yang tadinya

104:07

sekilo misalnya ee Rp50.000, sekarang

104:11

sekilonya Rp100.000. Nah, itu inflasinya

104:13

50% kira-kira ya. Itu ada inflasi

104:16

perubahan harganya.

104:17

[musik]

104:18

Jadi, Bapak dan Ibu, menghitung inflasi

104:21

itu adalah perubahan harganya. Kalau

104:25

harga yang dibayar oleh konsumen adalah

104:28

level harganya. Contoh, kalau misalnya

104:31

ini yang untuk yang murah misalnya harga

104:33

telur satu biji Rp1.000 karena murah

104:37

misalnya naik Rp1.200

104:42

artinya ada perubahan harganya berapa?

104:44

20% tapi knya murah enggak? Murah. Kalau

104:47

karena 1.200 harganya dibandingkan

104:49

minyak goreng misalnya begitu. Jadi itu

104:51

kira-kira ee jadi betul terima kasih

104:54

kalau setiap Ramadan lebaran harga

104:58

beberapa bahan pokok bahan makanan itu

105:01

biasanya naik. Apalagi untuk yang cabai

105:04

rawit, cabai merah, bawang merah itu

105:06

adalah komoditas yang sangat rentan

105:09

terhadap curah hujan. Jadi kalau curah

105:11

hujan tinggi, banyak busuk, pasokan

105:13

rendah, nah itu kemudian biasanya

105:15

inflasinya tinggi itu. Ee ee jadi itu ya

105:18

untuk fenomena harga. Kemudian yang

105:19

kedua adalah dari Mulyadi mengenai ee

105:24

impor atau ekspor ke Amerika. Ee tadi

105:27

ekspor kali mungkin maksudnya ya Mas

105:30

Mulyadi ya.

105:32

Hah gimana?

105:34

Ekspor maksudnya kan ekspor kita ke

105:36

Amerika. Jadi kalau kita lihat tadi

105:38

tayangan saya, coba tolong tim ee

105:40

ditayangkan yang tadi tujuan ekspor

105:44

Indonesia itu nomor satu adalah ee Cina,

105:49

kedua Amerika, ketiga kemudian ada salah

105:53

satunya ada Uni Eropa juga dan beberapa

105:56

negara lainnya. Coba nanti tolong

105:58

ditayangkan yang ee tujuan ekspor ini.

106:02

Jadi ekspor Indonesia itu enggak hanya

106:05

melulu ke Amerika Serikat.

106:07

Kita juga ekspor ke Cina paling besar,

106:10

ke India juga ada 6,79%.

106:13

bahkan kita ekspor ke ASEAN,

106:16

negara-negara ASEAN dan Uni Eropa.

106:19

Makanya ada perjanjian perdagangan

106:21

dengan Uni Eropa yang ee Indonesia IU

106:25

SEPA itu dalam rangka untuk memperbesar

106:27

ekspor kita ke Uni Eropa. Jadi kalau

106:30

misalnya ee ditanya kenapa kita ada

106:35

perundingan perdagangan dengan Amerika

106:37

Serikat? Karena kita tidak mau kalah

106:39

bersaing dengan negara lain yang

106:40

menikmati. Jadi pada saat ada peluang

106:43

pasar yang tercipta di sana, kita mau

106:46

masuk kepada yang lebih ee

106:51

mengapa? Karena Amerika itu secara size

106:55

ekonominya besar. Jumlah penduduk

106:58

Amerika itu besar. Artinya itu adalah

107:01

pasar ekspor yang besar.

107:04

Tapi nanti suatu saat sekarang yang lagi

107:07

diprediksi naik tinggi dalam waktu 2050

107:10

itu nanti negara-negara Afrika akan

107:12

menjadi negara penduduk besar. Cina akan

107:15

mulai kalah. Sekarang kan dulu Cina

107:17

nomor satu. Betul enggak?

107:20

Sekarang yang nomor satu ber siapa?

107:23

Penduduk terbesar dunia.

107:25

India sekarang nomor satu. karena ada eh

107:29

kebijakan one child policy ternyata

107:31

efeknya sekarang Cina populasinya mulai

107:34

shrinking sehingga Cina sekarang

107:36

penduduk kedua terbesar dunia nomor

107:38

satunya India. Nah, jadi tentunya

107:41

peluang pasar akan terus didorong dan

107:43

kalau kita lihat dari data statistik ini

107:46

Indonesia juga tidak hanya ekspor ke

107:48

Amerika Serikat. Terakhir mungkin ee

107:52

mengenai IHSG dan Economic growth. IHSG

107:56

itu kan adalah pasar saham ya kan ya

108:01

belum tentu itu uang masuk ke sektoril

108:03

tapi yang kita rekam dalam ekonomi

108:06

adalah real activity ekonominya. Jadi

108:10

kalau kita lihat government spending,

108:13

kemudian konsumsi masyarakat yang terus

108:16

tumbuh itu yang direkam dalam

108:18

pertumbuhan ekonomi. Jadi untuk

108:21

mendorong pertumbuhan ekonomi yang

108:23

paling penting adalah mendorong

108:25

aktivitas

108:27

ekonomi kita baik dari sisi produksi

108:30

maupun dari sisi permintaan. Jadi

108:34

intinya adalah itu adalah real economic

108:36

activity. betul-betul aktivitas ekonomi

108:39

yang ada di lapangan itulah yang direkam

108:42

dalam pertumbuhan ekonomi. Karena kalau

108:44

kita invest di saham ya itu kan di pasar

108:46

saham. Apakah saham yang kita inject di

108:48

situ jadi real activity ekonomi?

108:51

Tergantung kebijakan perusahaan nantinya

108:53

ya. Apakah dia menjadi saham saja di

108:56

situ atau menjadi investasi baru oleh si

109:00

perusahaan tergantung. Once itu menjadi

109:03

investasi baru perusahaan itu terekam

109:05

menjadi catatan PDB kita. Tapi kalau

109:08

tidak hanya di pasar saham belum menjadi

109:12

real economic activity ya itu tidak

109:15

terekam di dalam PDB. Jadi itu bedanya.

109:17

Jadi yang paling penting untuk mendorong

109:19

growth, mendorong pertumbuhan ekonomi

109:22

yang penting adalah tingkatkan

109:23

produktivitas kemudian dorong aktivitas

109:27

ekonomi baik di masyarakat maupun di

109:29

sisi produksi.

109:31

investasi, ekspor didorong gitu ya dan

109:34

juga government spending. Demikian

109:37

mungkin yang bisa saya sampaikan. Terima

109:39

kasih tentunya atas pertanyaannya. Ee

109:41

terima kasih tadi mahasiswa-mahasiswa

109:42

yang sudah menjawab pertanyaannya.

109:44

Baik, terima kasih kepada Ibu Wini. Mari

109:47

kita berikan tepuk tangan yang luar

109:48

biasa sekali lagi untuk narasumber kita

109:50

hari ini. [tepuk tangan] I, terima kasih

109:53

Ibu kami ucapkan ee dan untuk sesi

109:56

diskusi kita ee cukup di sini dan

109:58

selanjutnya kami kembalikan kepada

110:00

moderator. Silakan. Terima kasih kami

110:02

ucapkan kepada Ibu Pipit selaku

110:04

moderator dan kami ucapkan juga terima

110:06

kasih kepada Kepala BPS Republik

110:08

Indonesia yang telah memberikan materi.

110:10

Kami ee mohon untuk dapat tetap di

110:13

panggung karena kita akan lanjutkan

110:14

dengan pemberian penghargaan. Untuk itu

110:16

kami mengundang ke atas panggung Rektor

110:18

ITB untuk dapat memberikan piagam

110:20

penghargaan kepada Kepala Badan Pusat

110:23

Statistik Republik Indonesia selaku

110:25

narasumber kita pada siang hari ini.

110:35

Mohon izin kita akan pandu untuk

110:36

pengambilan gambar

110:40

dalam 3 2 1. Sekali lagi 3 2 1 boleh

110:47

kita berikan apresiasi sekali lagi untuk

110:50

Kepala Badan Pusat Statistik Republik

110:52

Indonesia yang telah memberikan materi

110:55

pada kesempatan kali ini.

110:57

Mohon izin Bapak Ibu untuk dapat menuju

110:59

ke depan area depan. Kita akan berfoto

111:01

bersama dengan seluruh tamu undangan dan

111:03

juga peserta. Mohon izin Bapak, Ibu,

111:06

tamu undangan dan juga peserta untuk

111:07

dapat sejenak kita berdiri dan berfoto

111:10

bersama dengan narasumber kita pada

111:12

kesempatan kali ini.

111:15

Baik, Teman-teman mahasiswa boleh

111:17

sejenak kita berdiri dan merapat ke

111:19

tengah. Kita akan berfoto bersama

111:21

terlebih dahulu.

111:27

Baik, kami pandi kami pandu untuk

111:29

pengambilan gambar dalam 3 2 1.

111:34

Baik.

111:35

Mohon izin Bapak Ibu untuk sign ITB.

111:39

Jempol kanan diacungkan dan jempol kiri

111:42

berada di atasnya. Siap. Kami hitung 3 2

111:46

1.

111:49

Baik, selanjutnya sain sensus ekonomi

111:55

seperti yang diperagakan oleh

111:57

kakak-kakak di depan. Baik.

112:00

3 2 1.

112:05

Baik, Bapak, Ibu, mohon izin kita akan

112:07

membuat satu video pendek. Jadi, ketika

112:10

saya menyuarakan sensus ekonomi 2026,

112:15

Bapak, Ibu, dan Teman-teman menjawab

112:16

mencatat ekonomi

112:19

Indonesia. Boleh kita coba dengan

112:21

mengacungkan ee mengepalkan tangan

112:23

tekanan ke depan. Sensus Ekonomi 2026

112:27

mencatat ekonomi Indonesia. Boleh sekali

112:30

lagi mungkin ya.

112:32

Sensus ekonomi 2026

112:35

mencatat ekonomi Indonesia.

112:39

[tepuk tangan]

112:39

Kita berikan tepuk tangan yang meriah

112:41

Bapak Ibu sekalian. Terima kasih

112:43

hadirin. Dengan demikian Studium

112:45

Generale pada hari ini telah selesai.

112:47

Kami informasikan kepada seluruh

112:49

mahasiswa untuk dapat mengisi presensi

112:52

dengan memindahi kode QR yang tadi telah

112:54

tertera pada layar. Terima kasih atas

112:56

perhatian hadirin pada acara hari ini.

112:58

Selamat siang dan wasalamualaikum

113:01

warahmatullahi wabarakatuh.

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.