Kupas Tuntas Fiqih Wanita, Jawaban yang Menenangkan Hati Ustadzah Siti Fathiya
FULL TRANSCRIPT
melihat tentang bersuci gitu ya. Dan
Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
adalah suri tauladan yang luar biasa
untuk hal yang satu ini. Baik dari sisi
kebersihan hati, kebersihan tutur kata,
kebersihan pakaian. Bahkan di dalam
Alquran dikatakanillahyairim
yazirakair.
Ada kalimataka
dan pakaianmu bersihkan gitu. Jadi
ketika akan mengagungkan Allah, akan
menyembah Allah, akan menghadap Allah,
maka pakaian kita harus dibersihkan.
Even ada yang mengatakan pakaian
tersebut adalah pakaian yang sebenarnya.
Karena syarat sah salat adalah suci
badan, suci pakaian, dan suci tempat
salat dari najis. Ada yang mengatakan
pakaianmu maksudnya akhlakmu. Jadi
ketika kita akan menghadap Allah, akhlak
kita harus dibersihkan. Maka tema
taharah, tema bersuci menjadi urgan,
menjadi penting lantaran berkaitan
dengan komunikasi kita kepada Allah
Subhanahu wa taala. Kalau dulu kita
melihat bahwa tema taharah itu bersuci
paling ya bersuci di hadas, najis, wudu,
mandi, kita berpikir hanya seperti itu.
Sesungguhnya tema thaharah ini adalah
pintu ke salat dan salat pintu ke surga.
Maka apa kata Rasulullah? Banyak sekali
orang yang terpending masuk ke dalam
surga karena bersuci mereka, karena
istinja mereka, karena ceboknya mereka
tidak sesuai dengan yang disampaikan
atau diajarkan Rasulullah sallallahu
alaihi wasallam. Maka banyak yang
terganjal, maka banyak yang terhalang
salatnya, diragukan kesahan salatnya
lantaran cara cebok atau istindanya
tidak sesuai dengan yang diajarkan
Rasulullah. di antaranya mohon maaf
masih ada sisa najis di ujung ee
kemaluannya sehingga ketika dia salat ee
terganggu. Kalau sudah bermasalah
wudunya atau bermasalah bersucinya,
otomatis bermasalah salatnya. Kalau
salatnya bermasalah terpending juga,
Mbak ke dalam ke dalam surganya. Tujuan
hidup kita adalah mendapat rida Allah
dan mendapatkan jannahnya Allah. Maka
ketika kita ingin menggapai surganya
Allah, salat kita kita perbaiki dan agar
salat kita diterima oleh Allah Subhanahu
wa taala, bersuci kita diperbaiki. Maka
terkait tema hari ini mudah-mudahan
menjadi ee pencerahan buat kita semua,
buat saya pribadi dan buat kita semua
yang join dalam kajian hari ini. Karena
sesungguhnya
ee Allah itu thayib, Allah itu baik dan
tidak menerima kecuali yang baik-baik
saja. Allah itu indah. Innallaha jamil
yuhibbul jamal. Allah itu indah. Allah
itu sempurna dan tidak menerima kecuali
yang sempurna dan yang indah-indah saja.
Maka ketika kita membahas tentang ee
bersuci atau taharah, sekadar wacana,
sekedar peroloh, bersuci itu ada dua.
Yang pertama bersuci dari hadas. Yang
pertama bersuci dari hadas. Yang kedua
bersuci dari najis.
Jadi ada ada dua panah. Pertama bersuci
dari hadas. Kedua, bersuci dari najis.
Sementara bersuci dari hadas, hadas ada
dua macam. Ada hadas kecil, ada hadas
besar. Kalau hadas kecil hanya berwudu
saja, istinja, berwudu, kemudian bisa
melakukan salat. Sementara kalau hadas
besar dia harus mandi terlebih dahulu,
kemudian wudu, kemudian salat. Intinya
tetap ke salat. Kalau kita sedang tidak
salat, kita enggak perlu dengan dengan
ee bersuci. Namun karena kita begitu
mementingkan salat dan jangan salah,
salat adalah ibadah kita yang pertama
kali ditanya oleh Allah Subhanahu wa
taala. Bahkan ketika penghuni surga
bertanya kepada penghuni nerakaumqar?
Apa yang menyebabkan kamu masuk ke
neraka sakar? Jawabannya adalah karena
kami dahulu tidak salat. Jadi neraka
sakar sudah disiapkan untuk mereka yang
tidak salat. Kita ingin sekali salat
kita diterima oleh Allah Subhanahu wa
taala sehingga tidak perlu mampir ke
neraka sakar. Namun tadi terganjar ilmu
kita terganjal ilmu yang mungkin belum
sempurna atau belum atau terkadang lupa
gitu ya. sehingga perlu diulang lagi
terkait dengan ee terkait dengan tema
kita hari ini. Jadi kalau kita ee
membahas tentang taharah atau bersuci
itu enggak lepas dari hadas dan najis.
Dan yang kita bahas hari ini tentang
hadas. Saya ulang, ada hadas kecil, ada
hadas besar. Hadas kecil contohnya itu
hanya BAK buang air kecil, BAB buang air
besar,
Kauar angin,
mazi apa? Mazi keluar mazi keluar cairan
yang disebabkan oleh hawa nafsu namanya
mazi.
Jadi kalau seseorang melihat bacaan,
tontonan atau mohon maaf mukadimah,
mukadimah melakukan hubungan intim
dengan suami keluar cairan maka cairan
itu namanya mazi. Dia juga najis. Yang
kelima, setelah bak, BAB keluar angin,
mazi. Ada yang kelima, yaitu wadi. Apa
wadi? Cairan yang keluar karena capek,
karena stres, banyak pikiran. yang
sering kita sebut dengan keputihan. Maka
keputihan ini pun menjadi najis. Jika
seseorang sudah wudu kemudian akan
melakukan salat, tiba-tiba keluar
keputihan, maka batal wudunya. Berarti
keputihannya harus dibersihkan, CD-nya
harus diganti, dia ambil air wudu lagi
kemudian baru bisa mendirikan salat. Itu
terkait hadas kecil. Jadi saya ulang,
hadas kecil cukup dibersihkan ee
kemaluannya. Kemudian dia berwudu,
kemudian dia bisa mendirikan salat.
Berbeda dengan hadas besar. Kalau hadas
besar dia wajib mandi, maka dia wajib
mandi, setelah itu wudu, setelah itu dia
mendirikan salat. Apa contoh hadas
besar? Contoh hadas besar ada tiga.
Yang pertama haid.
Yang kedua
ee nifas, yang ketiga junub. Nah, yang
akan dibahas di sini panitia ingin agar
pembahasan darah lebih mendominasi gitu
ya. Ee jadi ketika kita membahas darah,
ada tiga macam darah. Ada yang disebut
darah haid. Apa definisi darah haid?
Darah haid adalah darah yang keluar dari
vagina
dalam kondisi sehat.
dan tidak melahirkan.
Dari definisi ini kita tahu darah yang
keluar dari vagina. Kalau dari hidung
namanya bukan haid, tapi mimisan. Jadi
enggak bisa kita mengatakan hmm haid
gitu gak. Jadi darah yang keluar dari
vagina khusus dari vagina saja. Dalam
kondisi sehat kalau bleeding atau
misalnya ada hal-hal yang membuat yang
disebabkan oleh penyakit dia bukan haid.
Kenapa? Karena definisinya darah yang
keluar dari vagina dalam kondisi sehat
dan tidak melahirkan atau keguguran.
Jadi nanti kalau melahirkan atau
keguguran namanya bukan darah haid lagi,
namanya lain lagi begitu ya. Jadi itu
terkait dengan darah haid. Kapan
masanya? Massanya itu ada yang
mengatakan 1 hari 1 malam minimal ada
yang mengatakan 3 hari 3 malam. Jadi
minimal 3 hari 3 malam. umumnya 7 hari,
maksimal 2 minggu.
Ee untuk mempermudah cara menghitung
haid dalam waktu 30 hari atau 29 hari,
maka haid maksimal 15 hari. Sisanya masa
suci.
Sisanya masa suci. Maka masa suci itu
minimal 13 hari atau 14 hari. Jika belum
13 hari atau belum 14 hari sudah mens
lagi, sudah haid lagi, maka darah itu
bukan darah haid.
Kenapa? Karena minimal minimal masa suci
itu 13. Ada yang berpendapat 14 hari.
Kalau sudah 14 hari dia mens, baru mens
baru dihitung atau dianggap mens. Tapi
kalau baru 10 hari dia mens, maka itu
tidak dianggap mens. Itulah yang disebut
dengan darah istihadah atau darah
penyakit. Begitu juga karena mens itu
maksimal 2 minggu, maka hari ke-15 atau
hari ke-16
masih mens. Sesungguhnya itu bukan darah
mens, tapi darah istihadah.
Jadi kalau kita anak kita sudah 2 minggu
masih mens saja, masih terus
mengeluarkan darah, maka dianggap bukan
darah haid. Kita pernah membahas terkait
dengan alat reproduksi ini di hotel
syahid. Jadi alat reproduksi dengan
dokter kandungan dari sisi medis dan
saya dari sisi ee syariah ya dari sisi
hukum agama. Ketika saya menyampaikan
bahwa maksimal 2 minggu itu ternyata
nyambung sekali dengan medis. Jadi kalau
ada seorang wanita mens melebih 2 minggu
atau melebih 15 hari sesungguhnya dalam
hukum Islam dia sudah wajib mandi hadas
besar. Dia wajib salat dia wajib puasa.
Jika suami meminta untuk beribadah atau
kerja bakti, maka dibolehkan.
Ternyata secara medis juga demikian.
Jadi ketika darah istihadah itu keluar,
apa pendapat ee pendapat dokter?
Pendapat dokter bahwa darah yang keluar
melebihi 15 hari sesungguhnya bukan
darah yang keluar dari rahim, tetapi
darah yang keluar dari peranakan bagian
bawah. Jadi boleh melakukan hubungan
intim jika darah mensnya sudah 15 hari.
Kenapa? Karena itu bukan darah haid.
Yang diharamkan melakukan hubungan intim
jika istri haid atau jika istri nifas.
Tetapi kalau darah istihadah maka
dibolehkan melakukan hubungan intim dan
kita wajib salat atau wajib puasa jika
itu ternyata bulan Ramadan.
Bagaimana di masa Rasulullah? Di masa
Rasulullah ada seorang wanita
mengatakan, "Ya Rasulullah, aku kotor
terus, aku haid terus. Bagaimana ini
sudah sekian hari?" Maka beliau
menjawab, "Mandi sucilah."
Mandi sucilah dan kamu wajib ee wajib
apa? Wajib puasa, wajib salat
sebagaimana yang dilakukan oleh
wanita-wanita normal pada umumnya. Hanya
kalau darah istihadah atau darah
penyakit, dia boleh wudu setelah azan
berkumandang. Berbeda dengan kita yang
normal. Kalau darah istihadah,
maka wudunya masuk waktu dulu. Allahu
Akbar. Allahu Akbar. Maka dia baru boleh
wudu. Dan wudunya hanya boleh salat satu
waktu saja.
Kalau kita wudu di waktu zuhur gak
batal. Asar kita langsung salat asar
boleh. Tetapi untuk orang yang sedang
istihadah, dia hanya bisa salat satu
kali dengan wudu itu. Karena dia keluar
darah terus kan. Berarti dia setiap akan
salat wajib berwudu, wajib mengganti
pembalutnya. Begitu. Jadi syaratnya dua.
Masuk waktu dulu kemudian wudunya hanya
untuk satu kali ee satu kali salat satu
waktu. masuk itu terkait ee darah haid.
Jadi saya ulang minimal 3 hari, umumnya
7 hari dan maksimal 2 minggu. Bagaimana
dengan darah nifas?
Darah nifas adalah darah yang keluar
dari vagina setelah melahirkan
atau keguguran.
Saya mohon maaf sekali, banyak sekali
ibu-ibu muda yang melahirkan. Dia sudah
mengeluarkan darah dan dia meninggalkan
salat. Padahal definisi nifas adalah
darah yang keluar dari vagina setelah
melahirkan atau keguguran. Setelah Jadi
kalau sebelum melahirkan mengeluarkan
darah, dia masih wajib salat. Masih
wajib salat gitu ya. Masih ee dia punya
punya punya tanggung jawab di hadapan
Allah Subhanahu wa taala. Dan ketika
mereka tahu, "Oh, berarti saya waktu itu
meninggalkan salat," Maka wajib mengqada
salat yang ditinggalkan pada saat itu.
Ini ibu-ibu muda banyak ya, banyak
sekali yang ee mohon maaf meninggalkan
salat saat akan melahirkan
dan menganggap darah itu darah nifas.
Padahal definisi nifas adalah darah yang
keluar dari vagina setelah melahirkan
atau keguguran. Atau ada lagi banyak
sekali ibu-ibu yang bertanya terkait
dengan Bu Fatiah. Bagaimana saya
mengeluarkan darah banyak sekali?
Kemudian apakah saya meninggalkan salat?
Saya tanya janinnya masih ada enggak di
sana? Janinnya masih ada. Kalau janinnya
masih ada, maka dia wajib salat karena
bukan keguguran namanya. Tapi kalau
janinnya di USG kemudian ternyata
sudah tidak ada dan mengeluarkan darah
baru itu namanya keguguran.
Selama janin masih ee berada di rahim
kemudian dia mengeluarkan darah dia
harus bedres. Maka darah tersebut bukan
darah nifas tetapi darah ee apa
dianggapnya darah istihadah atau darah
penyakit. Memang bermacam-macam pendapat
terkait darah penyakit atau darah
istihadah. Pendapat pertama, ada yang
mengatakan darah istihadah adalah darah
penyakit yang keluar di luar kebiasaan.
Misalnya kita mens 7 hari atau paling
lama 8 hari. Dari tahun ke tahun kita
mens hanya 7 hari atau maksimal 8 hari.
selalu seperti itu. Tiba-tiba karena
kita banyak pikiran, karena kita stres,
karena ee banyak hal, maka ternyata
darah itu keluar 8 hari, 9 hari, 10
hari. Terus begitu. Maka ada ulama
berpendapat jika darah itu keluar di
luar kebiasaan dia, maksudnya apa? Dia
mensnya biasanya hanya 7 atau 8 hari
saja. That's it. Itu saja. Cuma itu
maksimal 8 hari. Tiba-tiba karena ada
masalah darahnya keluar sampai 10 hari,
11 hari. Maka yang melebih kebiasaan
namanya darah istihadah. Itu pendapat
ulama.
Ada yang mengatakan darah istihadah itu
darah yang melebihi 2 minggu. Jadi kalau
sudah 15 hari, hari ke-15 mandi,
ternyata hari ke-16 masih keluar, hari
ke-17 masih keluar. Ini darah penyakit
begitu. Jadi ada dua ya terkait darah
penyakit. Yang pertama di luar
kebiasaan. Maksudnya di luar kebiasaan
apa? Umumnya kita main 7 8 hari
tiba-tiba 9 10 11 maka 9 10 11 ini di
luar kebiasaan disebut darah penyakit.
Ini untuk wanita yang haidnya teratur
maka ketika melebihi kebiasaan disebut
darah penyakit.
Namun untuk kita misalnya yang mensnya
tidak teratur terkadang 5 hari,
terkadang 7 hari, terkadang 13 hari,
terkadang 15 hari, maka darah yang
keluar melebihi 15 hari baru dianggap
darah istihadah.
Ini terkait ee darah untuk para ibu.
Sesungguhnya ilmu ilmu ini ilmu basic,
ilmu dasar. di mana anak-anak perempuan
kita sudah wajib mengetahui hal ini.
Maka di situlah pentingnya seorang ibu
memiliki ilmu yang ee yang mumpuni
terkait ibadah. Mengapa? Karena dia
harus mentransfer ilmu tersebut kepada
anak perempuannya, anak perempuannya
kepada anak perempuannya. Begitu juga
anak laki-laki. Dia akan menjadi suami
dan suami wajib mengajarkan istrinya
terkait hal-hal seperti ini. Maka
event-event tema ini ee mungkin menurut
kita ee sudah biasa terdengar. Tetapi
jujur saja ee beberapa perkantoran ya
termasuk BI, termasuk Rasa Mandiri
beberapa itu membahas tentang taharah,
tentang bersuci dan itu bisa selesai
dalam waktu 1 tahun setengah karena kita
membahas bersucinya.
membahas tentang macam-macam hadasnya,
macam-macam hadis ee apa najisnya
sampai mohon maaf etika berhubungan
intim, cara mandi junub itu kita bahas
sampai detail kita membahas salatnya,
tata caranya, rukunnya, sunahnya itu
masyaallah. Mengapa? Karena mereka
merasa dahulu tidak terlalu maksimal
untuk urusan yang satu ini. Jadi mereka
khawatir sekali salatnya belum sempurna.
Sehingga tema-tema yang dulunya kita
pernah menganggap, sudah pernah belajar,
ternyata banyak yang oh gitu. Contohnya
apa? Keputihan. Banyak teman-teman kita,
anak-anak kita mungkin atau
sahabat-sahabat kita menganggap
keputihan biasa. Padahal keputihan itu
sesungguhnya najis. Jadi kalau ada
teman-teman yang kerja di kantor pakai
levice atau pakai rock ya, kemudian
CD-nya, celana dalamnya ada keputihan,
dia nyantai saja dia salat dengan CD
dengan celana yang ada keputihannya.
Sesungguhnya itu tidak sah gitu. Dan
mereka baru menyadari sekarang ketika
mereka tahu, "Oh, itu najis, Bu Fatia."
Iya, keputihan itu najis. Jadi celananya
harus dilepas. Untuk amannya pakai panty
penty liner penty liner sehingga ketika
ada keputihan dia jatuh di pent. Kalau
mau salat vagina dibersihkan atau
istinja ya cebok mungkin bahasa kitanya
istinja kemudian pentingnya diganti.
Lantas bagaimana kalau enggak pakai
pent? Kalau enggak pakai pentnya dilepas
disimpan di tempat yang rapi. Khawatir
dibawa kucing ya kalau disimpan yang
berantakan gitu ya. Jadi dicuci dulu
gitu.
atau dibersihkan, Pak. Dibersihkan atau
pakai pent. Kalau dia enggak bawa
penting, ya CD-nya harus dibersihkan
kemudian dipakaiin lagi CD-nya. Ya,
mungkin paling masuk angin ya, celana
basah dipakai gitu. [tertawa]
Jadi halal seperti itu terkadang dialami
oleh teman-teman kita, jemah kita di
perkantoran karena mereka menganggap
bahwa mazi tidak najis. Enggak tahu gitu
keputihan enggak najis. Itu yang perlu
kita sampaikan ke putri-putri kita, ke
teman-teman kita. maka ilmu ini menjadi
penting. Maka hari ini I tema kita
tentang darah tapi tidak menutup
kemungkinan ee jika Ibu-ibu ingin
bertanya, mohon maaf sekali terkait
dengan apa itu junub, apa itu keputihan,
apa itu mazi gitu ya. Ee karena ee
masyaallah ya, ada seorang ibu sudah
punya anak empat.
Dia bertanya hal yang menurut saya ee ee
itu sebuah kepolosan ya. Dia hanya
bertanya, "Bu Fatiah, memang perempuan
bisa mengeluarkan mani atau mazi itu
bentuknya seperti apa?" Hal-hal seperti
itu? Saya merasa kasihannya kalau saya
bilang, "Ibu selama menikah tidak pernah
merasakan kenikmatan saat berhubungan."
Tidak. Saya hanya menjalankan kewajiban
saja. Ini ini ee menyedihkan buat saya
ya. Seorang wanita itu dia sampai tidak
tahu bahwa perempuan itu bisa sampai
klimaks, perempuan itu bisa sampai
orgasme. Jadi dia gak, saya hanya
menjalankan kewajiban saya. Saya pikir
dia bilang, "Hanya laki-laki yang bisa
menikmati itu." Coba dalam Islam
Rasulullah sampai membahas detail.
Bahkan beliau mengatakan apa? "Wahai
para sahabatku, jika engkau melihat
wanita cantik di luar sana maka cepat
pulang ke rumah. Apa yang ada dalam diri
wanita itu ada juga dalam diri istrimu.
Atau di di hadis yang lain mengatakan
beliau bersabda, "Jika kamu mendatangi
istrimu jangan terburu-buru.
Jangan seperti hewan. Coba ada eh ffly,
ada pemanasan dulu, ada mukadimahnya."
Mukadimahnya bukan sambutan yang
asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Bukan. Ada mukadimah yang
lain. Memang kita perlu mengetahuinya.
Tapi mohon maaf, terkadang hal-hal
seputar ee alat reproduksi atau
terkadang ee em membahas tentang itu ya
itu kita tuh rancu, tabu, malu gitu
membahas hal-hal seperti itu. Mungkin Bu
Anana tahu bahwa kita pekan kemarin
membahas tentang etika malam pertama ya
Bunak ya di Plasa Mandiri kita membahas
etika malam pertama. Coba mereka harus
kita beritahukan bahwa apa sih etika
malam pertama tuh? Apa yang harus
dilakukan? Kenapa? Karena menurut saya
itu menjadi hal yang penting sekali
untuk anak-anak di era eh globalisasi.
Zaman now ini anak-anak megang gadget,
tetapi hal-hal yang seharusnya mereka
dapatkan bagaimana Rasulullah
mengajarkan mereka pun seharusnya tahu.
Tapi itulah PR kita ya. PR kita sebagai
orang tua banyak sekali ilmu yang perlu
kita transfer ke anak-anak kita. Maka
mudah-mudahan pertemuan kita hari ini
memberikan ee pencerahan, memberikan ee
semangat agar kita menuntut ilmu lebih
dalam lagi, lebih panjang lagi. Itu
mungkin yang bisa sampaikan karena tadi
sudah disampaikan Bu Eni ya, materi 30
menit selebihnya kita akan sambung
dengan tanya jawab. Wallahuam bawab. Itu
yang bisa saya sampaikan. Ee saya lanjut
saya serahkan ke Bu Eni. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Baik, Ustazah. Nanti kita
lanjut ke ee di pembahasan tanya jawab
dan ini pasti juga akan lebih menarik
gitu ya, Ustazah ya.
Jadi ini sudah ada ee beberapa
pertanyaan yang masuk ke saya terkait
dengan karena memang ee apa haid ya fas
perdarahan ini memang akan sangat-sangat
terkait dengan taharah. Pertanyaan yang
pertama, Ustazah adalah ee bagaimanakah
cara mandi junub yang benar setelah
haid? Nah, terkait dengan pertanyaan
yang ini, Ustazah. Ada satu pertanyaan
lagi itu seperti ini, Ustazah. Ee
kayak gini setelah haid. Jadi, kan gini,
setelah haid kemudian kita punya
kewajiban untuk mandi junub.
Nah, ini ada pertanyaan ee bagaimanakah
hukumnya seandainya setelah haid belum
mandi junub tapi sudah berhubungan
badan? Jadi, mikirnya adalah sekalian
mandi junubnya. Nah, ini saja. Ini ee
dua pertanyaan sangat terkait ya.
Bagaimana cara mandi junub yang pertama
dan yang kedua adalah tadi ada kasus
kayak begitu. Jadi mikirnya ah sekalian
ah mandi junubnya toh ini sudah bersih.
Nah, gitu ya. Silakan Ustazah.
Iya. Memang sudah menjadi rahasia umum
ibu-ibu itu. Mohon maaf ya, saya juga
ibu-ibu kita. [tertawa]
Iya. Iya.
Kita itu terkadang malas menservis suami
karena malas mandinya
keramasnya.
Jadi kalau suami pulang kerja kita
pura-pura udah tidur, suami pulang kita
bukan servis tapi pakai balsem gitu ya.
Seakan-akan kita semua orang sehat itu
mengapa saya sampaikan ini? Karena ada
seorang bapak ee mungkin
salah seorang pejabat ee ketika saya
selesai ngajar dia menghampiri saya. Bu
Fatiah ee dia sambil menggoyangkan
dasinya dia bilang dia mungkin sungkan
ya sambil megang dasinya dia bilang
gini, "Bu Fatia, Ibu sering mengisi
pengajian Ibu-ibu?" "Iya, Pak." Gitu. Ee
mohon maaf Bu ee tolong sampaikan pesan
kami kepada para ibu. Jangan malas
menservis kami. Itu permintaannya. Jadi
ee kalau seandainya istri-istri di rumah
malas menservis suami, kami harus lari
ke mana lagi? berbeda dengan mereka yang
nakal, binal, gatal itu versi saya ya.
Mungkin mereka bisa mencari ee apa ya
kepuasan di luar sana. Tetapi kami kata
dia kami pria baik-baik yang memang kami
hanya berani melakukan hubungan intim
dengan istri kami. Tapi kalau istri kami
malas tuh bagaimana? Itu sudah menjadi
rahasia umum pertanyaan itu gitu ya.
Betapa para ibu malas ee mandinya gitu.
Nah, sesungguhnya untuk mandi junub itu
rukunnya hanya dua.
Rukun mandi junub hanya dua. Pertama,
niat. Yang kedua, mengalirkan air ke
seluruh tubuh. That's it. Itu saja.
Jadi, misalnya kita di bawah shower,
kita niat, saya niat mandi junub karena
Allah, langsung shower kita nyalakan
seluruh tubuh kita. itu sudah sah. Atau
kita berada di villa mau mandi junub
malu nih gitu ya sama anak-anak atau
sama yang lain. Kebetulan di samping
villa ada kolam renang atau di rumah
kita ada kolam renang.
Habis habis mandi junub eh habis
berhubungan langsung saya niat mandi
junub karena Allah langsung berenang.
Itu sudah sah sebenarnya. Makanya saya
terkadang suka menggoda bapak-bapak yang
tiba-tiba kok malam-malam berenang gitu.
nih mandinya mandi berenang apa mandi
apa nih? Saya bilang gitu ya. Mereka
langsung ketawa-ketawa aja. Kenapa?
Karena untuk ee seakan-akan mereka
berenang sesungguhnya mereka bisa mandi
junub di kolam renang. Kenapa? Karena
syaratnya cuma dua. Eh iya rukunnya sori
rukunnya hanya dua. Pertama niat. Kedua,
mengalirkan air ke seluruh tubuh. Itu
rukun ya. Rukun.
Bagaimana dengan sunahnya? Ini yang
sunahnya yang akan saya sampaikan ketika
kita akan mandi junub. Yang pertama
seperti biasa kita masuk ke kamar mandi
dengan kaki kiri dan membaca doa.
Allahumma inniubika minal.
Masuk dengan kaki kiri. Kemudian kita
membaca doa ke kamar mandi. Setelah itu
apa? Bersihkan. Mohon maaf ya vagina
kita kita bersihkan gitu ya. Ee khawatir
ada sperma-sperma yang masih tersisa
kita bersihkan. Setelah kita bersihkan
vagina dan selangkangan paha kita ini.
Mohon maaf ya bahasa saya agak vulgar
ya. Kalau membahas thaaharah mau enggak
mau beginilah gitu ya. Ini
konsekuensinya begini. Jadi ee kemudian
ketika sudah membersihkan ee pagina dan
selangkangan ambil air wudu. Itu yang
keempat
kita berwudu ya. Berwudu seperti kita
mau salat kemudiannya berwudu. Setelah
berwudu apa? Menyiram air ke kepala tiga
kali. Atau kita pakai shower kepala tiga
kali. Setelah menyeramkan kepara tiga
kali, kemudian mengambil sabun.
Basuh yang sebelah kanan terlebih
dahulu.
Tangan kanan baru tangan kiri, kaki
kanan baru kaki kiri. Begitu telinga
kanan dibersihkan baru telinga kiri. Itu
sunahnya.
Setelah itu meratakan air ke seluruh
tubuh. Diratakan di kepala, kulit-kulit
kepala gitu. Maka terkait dengan mandi
junub dan mandi hadas besar yang lain,
ada ulama mengatakan sama saja. Mandi
mens, mandi nifas, mandi junub sama.
Namun ada ulama yang mengatakan berbeda
antara mandi junub dengan mandi hadas
besar yang lain. Kalau mandi haid, mandi
nifas itu harus detail. Semua kepala itu
harus detail gitu. Sementara kalau mandi
junub, junub itu melakukan hubungan
intimnya. Junub itu melakukan hubungan
intim. Untuk junub maka ada yang
berpendapat tidak harus detail seperti
mandi haid, cukup dia menyiramkan saja.
Mengapa? Karena Aisyah pernah mandi
junub dan kepangnya enggak dibuka.
Dia mengalirkan air ke seluruh tubuh.
Basahlah semua. Tapi kepangnya enggak
dibuka. Kenapa? Itu pendapat yang kedua
bahwa ulama mengatakan mandi junub
dengan mandi hadas besar yang lain
berbeda sesungguhnya sama harus basah
seluruh tubuhnya ya. Jadi harus basah
seluruh tubuh perbedaannya adalah hanya
lebih detail lagi. Kalau haid dan nifas
lebih detail lagi. Kenapa haid dan nifas
lebih detail? Karena kalau haid kan
sebulan sekali, nifas sekian tahun
sekali. Tapi kalau mandi junub kan
tergantung orderan
suami mau berapa kali kalau dia harus di
pilek nanti diaincin
gitu ya penganten baru kan baru masih
basah rambut keramas lagi. Kalau dia
pakai shampo lagi pilek dia maka
dipermudah dalam agama kita itu
maksudnya. Namun tetap harus membasahi
seluruh tubuh. Perbedaannya hanya apakah
yang satu pakai shampo atau yang yang
satunya lagi tidak begitu. gitu ya. Ee
kemudian setelah ee meratakan air ke
seluruh tubuh gitu ya, ee kemudian yang
selanjutnya adalah hemat dalam
menggunakan air, tidak boros gitu. Jadi
saya ulang, pertama masuk dengan kaki
kiri. Kedua, membaca doa atau doa dulu
baru masuk dengan kaki kiri. Kemudian
yang ketiga membersihkan vagina dan
selangkangan. Yang keempat ee berwudu.
Yang kelima
me apa? membasuh air kepala ya kepala.
Kemudian yang keenam mendahulukan yang
kanan baru yang kiri. Kemudian yang
selanjutnya ee
meratakan air ke seluruh tubuh.
Meratakan ya diratakan telinga semuanya
ketiak apa gitu maksudnya. Baru terakhir
ee tertib atau teratur gitu ya dan hemat
dalam menggunakan air. That's itu saja
sebetulnya ee mudah gitu ya. Nah,
bagaimana dengan pertanyaan yang kedua
ini? Ini
kalau habis haid wajib mandi dulu. Hatta
yathurna itu kalimat mandi hadas besar
dulu baru melakukan hubungan intim.
Kalau misalnya belum ee belum mandi,
belum mandi hadas besar itu dilarang
melakukan hubungan intim. Itulah betapa
ibu-ibu saking perhitungan dengan mandi
ya, dia enggak mau gitu ya. Setelah aduh
ya Allah baru mandi haid. Justru memang
yang ditunggu sama bapak-bapak itu mandi
haidnya
sampai nifas saja. Itu bapak-bapak
ngitung. Bunda, Bunda sudah 40 hari ya.
Loh, kok Bapak tahu? Iya. Mie di
belakang habis satu kardus. Ternyata dia
beli mie satu kardus, istrinya kan 40.
Dia makan tiap hari dia ngitung, "Oh,
berarti istrinya sudah 40 hari." Begitu.
Saking apanya? Saking menganggap bahwa
nifas itu harus 40 hari. Padahal enggak
harus 40 hari. sebulan kalau sudah
bersih wajib mandi. Apalagi kalau
caesar, caesar itu 2 minggu sudah bersih
maka wajib mandi. Begitu seterusnya
sabar gitu ya. Jadi jangan mau satu
paket habis selesai haid gak berbeda.
Jadi mandi ee hadas besar dulu baru
boleh melakukan hubungan intim kemudian
mandi lagi. Nah di situ mandinya enggak
pakai shampo enggak apa-apa yang penting
rukunnya terpenuhi. Apa rukunnya? Niat.
Yang kedua apa? mengalirkan air ke
seluruh tubuh. Jadi misalnya shamponya
masih wangi, badannya masih wangi, pakai
handuk udah ibadah misalnya, enggak
apa-apa ya belum pakai baju udah ibadah
misalnya sama suami, ya sudah setelah
itu siram saja semuanya dibersihkan itu
udah sudah cukup. Itu yang menurut
pendapat ulama bahwa mandi junub itu
lebih simpel ketimbang begitu ya.
Wallahualam.
Itu Bu
ada lagi
masih dimute ya. Ya. Ustazah kilasah.
Semoga
ee yang bertanya ya tercerahkan.
Jadi itu itu mungkin pengalaman pribadi
gitu kali. Jadi malas mandi. Jadi
sekalian deh sekalian gitu [tertawa]
emak-emak.
Iya.
Eh ini Ustazah e ada masuk ke ruang e
room chat. pertanyaan. Asalamualaikum,
Ustazah. Saya mau nanya ustazah. Soal
keputihan. Misalnya kita sudah berwudu
dan saat melakukan salat pada rakaat
kedua atau tiga, tiba-tiba terasa
keputihan itu keluar. Apakah harus
membatalkan salat
atau dilanjutkan? Dan setelah mandi
junub dan melakukan salat, namun entah
itu sperma yang keluar saat salat atau
cairan keputihan. Oh, ketika salat. ee
ketika habis berhubungan ya, ketika
apakah itu sperma atau cairan keputihan
ee apakah salat juga harus dibatalkan
dan apakah harus mandi wajib lagi? Ini
pertanyaannya, Ustazah.
Oke.
Baik. Ee yang pertama terkait dengan
keputihan.
Keputihan itu sesungguhnya ee kalau dia
normal dia itu pelumas yang Allah
berikan.
Jadi pelumas yang Allah berikan itu ee
saat kita mohon maaf ya belum menopause.
Kalau belum menopause itu masih keluar
keputihan, masih keluar lendir. Kalau
bahasa pelumas ya, minyak pelumas ee
minyak pelumas yang Allah berikan untuk
kita. Maka jika dia normal saat kita
salat tiba-tiba keluar keputihan maka
batal salatnya. Mengapa? Karena
mengeluarkan najis. seperti kita pipis
lah. Ee sementara kalau keputihannya
penyakit, mohon maaf ya, ciri-ciri
penyakit tuh gatal, kemudian warnanya
juga udah enggak enggak putih ya, baunya
juga agak amis, kemudian enggak
berhenti-berhenti gitu. Jadi ee porsinya
itu berlebihan gitu. Dia sampai capek,
sudah dibersihkan, aduh keluar lagi.
Bersihkan keluar lagi. Dia sampai capek
gitu. Maka jika keputihannya itu
penyakit, ada makfu di situ dimaafkan
dengan catatan tadi keputinnya penyakit.
Kalau masih normal batal salat kita
salat tiba-tiba kayak clear gitu keluar.
Ah sudah batal salat kita. Di antara
yang membatalkan wudu adalah keluar
sesuatu dari salah satu dua jalan, dari
kubul maupun dubur. Apapun yang keluar
dari salah satu dua jalan tadi
membatalkan wudu. Kalau membatalkan wudu
otomatis membatalkan salat. Begitu.
Keputihan itu salah satu ee cairan yang
keluar dari salah satu dua jalan. apapun
itu, entah keputihan, entah itu mazi,
entah itu. Jadi nyambung ke jawaban yang
kedua ya. Kalau misalnya kita sudah
mandi junub gitu, tiba-tiba saat salat
keluar lagi atau udah wudu kok keluar
lagi, maka cairan itu ee boleh jadi
mazi, dia najis tetapi tidak wajib
mandi. Mazi cairan yang keluar karena
nafsu atau setelahnya dan dia hanya
hadas kecil jadi tidak wajib mandi lagi.
Cukup dilepas Cidin-nya, bersihkan
vagina kemudian dia wudu kemudian dia
bisa mendirikan mendirikan salat seperti
itu. Jadi beda ya ada yang penyakit ada
yang memang pelumas normal yang
diberikan oleh Allah Subhanahu wa taala.
Sementara kalau penyakit dimaafkan,
tetapi kalau normal membatalkan wudu
kita. Begitu.
Baik itu ya.
Iya. Ustazah
ini ada lagi pertanyaan.
ee yang masuk ke WA saya, Ustazah
ee gini,
izin bertanya ya. Setelah haid tuntas
tidak ada darah haid, beberapa hari
kemudian terkadang keluar darah haid
sedikit-sedikit, sedangkan saya sudah
melaksanakan salat wajib.
Apakah harus mandi wajib? Atau ada lagi
pertanyaan yang sama, Ustazah. Jadi ee
haid sudah selesai kemudian ee beliau
berhubungan badan.
Nah, setelah berhubungan badan tiba-tiba
ee setelahnya setelahnya itu malah
justru darah haid-nya keluar lagi,
Ustazah. Jadi ini gimana dengan status
hubungan badannya tadi juga?
Baik. Ee yang pertama terkait dengan
darah yang keluar entah itu flek entah
itu gitu ya. ee jika misalnya mohon maaf
kita mensnya itu biasanya 78 hari dan
itu dari yang keluar di hari keedelapan
maka dia masih darah haid.
Jadi ketika keluar lagi maka otomatis
wajib mandi lagi. Ee sementara kalau
orang yang sudah melakukan hubungan
intim jika memang misalnya gini mohon
maaf ya ee kita itu kan siklusnya
berbeda-beda. Ada yang di awal banyak
hari pertama sampai hari ketiga atau
keempat banyak hari kelima dia kosong
enggak keluar darah sama sekali.
Nanti hari keenam ketujuh dia keluar
lagi. Kita paling hafal siklus kita.
Jika memang di hari kelima kosong tidak
ada darah sama sekali, tapi nanti hari
keenam ketujuh keluar lagi, maka yang
kelima tidak dianggap bersih, enggak
punya kewajiban salat. Nah, khawatir
ibu-ibu nih, eh cepat cepat, Pak.
Mumpung hari kelima nih, Pak, enggak ada
darah, Pak. Nanti keenam datang lagi
misalnya, maka tidak dibolehkan. Tetapi
jika dia sudah hafal, siklusnya memang
ketujuh atau kedelapan bersih. Hari
ketujuh dia mandi kemudian melakukan
hubungan intim gitu ya. kemudian keluar
lagi, maka enggak berdosa. Kenapa?
Karena umumnya memang dia hari ketujuh
sudah bersih total. Ketika dia melakukan
hubungan intim dan setelah selesai dia
ternyata mens lagi, maka itu darah mens.
Jadi dia ee wajib mandi darah, wajib
mandi karena haid ya gitu. Kenapa?
Karena ketika setelah selesai melakukan
hubungan intim haid, dia enggak punya
kewajiban salat.
Bisa dipahami gini,
berarti berarti masih darah haid itu
saja hitungannya.
Iya. Iya, masih darah haid.
Masih darah haid.
Heeh. Misalnya begini, mohon maaf, ada
suami istri melakukan hubungan intim.
Esok harinya ketika akan mandi junub,
ketika akan mandi junub tiba-tiba haid.
Dia enggak mandi enggak apa-apa. Yang
mewajibkan dia mandi karena dia mau
salat gitu. Tetapi ketika misalnya jam
bangun atau .30 dia mau mandi, mau mandi
apa? Mandi hadas besar, mau mandi junub,
mau salat subuh kan gitu. Tiba-tiba hah
mens gitu haid.
Heeh. Mens atau haid dia enggak perlu
enggak wajib mandi.
Kenapa? Karena enggak wajib salat gitu.
Atau misalnya melakukan hubungan intim
kerja baktinya misalnya jam 10. Jam .
Dia merasakan kayaknya head. Ya sudah
dia tidur saja enggak mandi enggak
apa-apa. Yang mewajibkan dia mandi
adalah karena dia mau salat. Begitu
subuh itu ya, Ustazah? I
iya. Makanya mohon maaf kalau misalnya
bulan Ramadan kita kesiangan
ada waktu 5 menit nih. 5 menit mandi
dulu apa sahur dulu? Sahur dulu. Jadi
enggak apa-apa belum mandi junub kita
sahur. Junub ya bukan hadas besar junub.
Kita sahur kemudian azan berkumandang
kita baru mandi junub. Itu boleh.
Mengapa? Karena kalau mandi junub ee
setelah azan dibolehkan. Tapi kalau
sahur setelah azan kan enggak
dibolehkan. Maka dahulukan ee sahur
daripada mandi junub. Namun kalau mandi
hadas besar, mandi haid atau mandi
nifas, dia harus sebelum azan.
Berbeda. Mengapa? Karena mandi haid dan
nifas dia statusnya belum pernah puasa.
Belum puasa. Tapi kalau mandi junub kan
dia statusnya sebagai orang yang
berpuasa. Jadi karena statusnya dia
sebagai orang yang berpuasa saat mandi
junubnya kesiangan, maka dia tetap
dianggap bisa berpuasa. Tapi kalau haid
dan nifas dia kan statusnya belum puasa
nih. Belum puasa. Tiba-tiba dia
kesiangan yah sudah subuh baru
dia baru mandi hadas besar kesiangan.
Maka dia tidak bisa dianggap ikut puasa
pada hari itu karena sudah mandinya
sudah melebihi ya subuh begitu.
Allahuam.
Eh, ini ada lagi, Ustazah.
Iya.
Ee saya berusia 53 tahun.
He.
Yang saya tanyakan tentang awal haid
ini. Jika ada hari jika hari pertama ada
flek-flek cokelat.
Iya.
Tapi mohon maaf tidak di celana tapi
ketika bak
ada coklat-coklat itu terus kalau
diperiksa ke dalam juga ada
coklat-cokelatnya.
Saya tunggu sampai 24 jam. tidak salat.
Nah, setelah hari ketiga bersih, di hari
yang ketiga saya mandi.
Mandi keramas. Mohon penjelasannya,
Ustazah, yang sebenarnya harus apa yang
harus dilakukan di saat hari pertama
keluar coklat-coklat itu dan setelah
bersih tidak ada coklat-cokelat. Mohon
maaf saya sudah telat haid 18 hari haid
bulan yang lalu.
Apakah yang cokelat tadi itu darah haid
gitu, Ustazah?
Iya. Baik. Ee ini memang ee
kalau dia enggak pernah telat, tiba-tiba
telat itu kan ee apa ya hormonal ya.
Kalau sudah umur 50 ke atas itu 50 ke
atas
ya sudah enggak teratur ya. Pramenopaus.
Iya. Jadi tapi masih belum belum aman ya
Bu. Eh maksudnya belum aman masih bisa
hamil gitu. Karena saya saya termasuk
yang umur 48 kemarin hamil.
pikir sudah menopause, Teman-teman.
Sudah menopause, saya sudah enggak mudah
enggak teratur m-nya. Lepas KB,
masyaallah kun fayakun ya Allah, saya
hamil. Jadi, saya masih punya B umur 4
tahun ya.
Eh, jadi ibu-ibu yang masih belum belum
belum benar-benar menopaus masih tetap
dijaga
ee ketika dia haid, ketika dia haid ee
keluar darah gitu ya, boleh jadi itu
darah haid. Jadi sudah betul banget gitu
kalau ditunggu gitu ya. dalam waktu ee
sehari atau 2 3 hari gitu. Ketika enggak
enggak keluar lagi ya sudah dia mandi
hadas besar. Dia mandi hadas besar boleh
jadi itu adalah ee darah mens gitu. Tapi
diingat kalau misalnya
ee selesai men tadi ya selesai men
misalnya ee baru 7 hari mens padahal
baru selesai mens baru 7 hari mens lagi.
Maka itu tidak dianggap mens. Darah itu
disebut darah istihadah. Jadi tolong
dilingkari kapan terakhir kita mens agar
kita tahu agar kita tahu nih terakhir
main tanggal sekian kok sudah keluar
darah lagi tanggal sekian. Diingat
minimal masa suci 13 hari. Kalau belum
13 hari sudah haid atau sudah mens lagi
maka darah itu bukan darah mens. Umumnya
kalau pramenopaus itu premenopaus itu
acakadut ya jadwalnya itu berantakan.
Maka tolongi saja. sudah enggak stabil
ya, Ustaz.
Betul. Sehingga harus diingat gitu ya,
jangan sampai ee kita menganggapnya men
semuanya tidak diingat ya ada masa suci
yang harus kita jaga 13 hari. Kemudian
Rasulullah mumpung ingat Rasulullah
sallallahu alaihi wasallam pernah
ditanya sama seorang sahabiyah, "Ya
Rasulullah, bagaimana cara mengecek
darah haid?" Begitu. Beliau malu gitu
ya. Beliau malu menjawab, "Ya,
dibersihkan begitu. Bagaimana caranya?"
Iya. Dibersihkan gitu sampai akhirnya
beliau masuk ke kamar. Aisyah yang
keluar. Eh, kamu nih gitu ya. Bahasa
terjemahan bebasnya begitulah. Kata
Aisyah, "Hah, kamu nih gimana sih?"
Ambil sedikit kapas. Kata Aisyah, "Cara
membersihkan darah haid, ambil sedikit
kapas, tutulkan minyak wangi." Minyak
minyak wangi zaman dahulu kan enggak ada
alkoholnya. Jadi tutulkan minyak wangi
dan cek di bekas tempat darah.
Mengapa? Karena terkadang di CD enggak
ada. di celana dalam kita enggak ada,
tetapi di bekas tempat darah haid dia
masih tersimpan di sana. Maka Aisyah
mengajarkan ambil sedikit kapas. Kalau
zaman sekarang canggih, ada cutton bat.
Saya terbiasa pakai caten benton b yang
bagus ya. Jangan sampai kapasnya
ketinggalan di sana gitu. Jadi cuton bat
yang bagus ee kemudian ee berikan minyak
wangi yang non alkohol. Apa sih
manfaatnya darah itu amis biasanya kalau
habis keluar darah itu? Habis selesai
main kan suami mau ibadah sama kita agar
wangi. Tapi kalau kita takut, aduh takut
deh enggak usah pakai minyak wangi.
Cukup ambil sedikit kapas atau cuton bat
dicek di bekas tempat darah. Di bekas
tempat darah men itu terkadang ada
coklat-coklat berarti kita belum bersih.
Jangan mandi dulu. Kita terkadang
komplain, "Ih, capek banget baru mandi
keluar lagi." Karena kita enggak ngecek
di bekas tempat darah itu. Jadi kita
ngeceknya cuma di CD. Oh, udah bersih
enggak keluar. Padahal di bekasnya masih
ada. Jadi kita cek pakai cutb, kita
lihat, oh masih ada merah, jangan mandi
atau oh masih ada coklat, jangan mandi
dulu. Tunggu nanti di katon bas sampai
putih baru kita mandi hadas besar
seperti itu. Ee kenapa harus pakai
minyak wangi? Biar wangi kita tempelkan
saja di paha. Kalau memang kita takut
memasukkan katembat dengan minyak wangi,
maka kita tempelkan saja di paha kita
apa aroma ee minyak wanginya begitu.
Wallahualam.
Eh, Ustazah, ini ada lagi pertanyaan
Ustazah terkait dengan haid. Masih
terkait dengan haid. He.
Ee banyak ada dua pertanyaan yang hampir
sama ya.
Heeh.
Ee
jadi tentang flek. Jadi ketika haid 1
sampai 7 ya. Kemudian setelah itu flek
flek flek flek.
Heeh.
Jadi mungkin ee ngerasanya fleknya lama
gitu
bahasanya cuman ngotorin celana dalam.
Kayak gimana? Apakah ini termasuk darah
haid ya atau menunggu bersih sekali gitu
seperti itu. Ini juga di pertanyaan yang
sama. Jadi ee saya haid dan keluar darah
banyak 2 sampai 3 hari saja tapi setelah
itu ya tadi ee sedikit-sedikit flek gitu
ya. Itu saja. Apakah kemudian itu masih
tergolong darah haid?
Oh ya.
A harus nunggu lama gitu. Nunggu bersih.
Bersih banget.
Kalau tergantung kebiasaan kita yang
tadi saya singgung. Kalau kita
terbiasanya 7 atau 8 hari gitu, itu dari
bulan ke bulan seperti itu. Dari tahun
ke tahun, dari bulan ke bulan selalu 7
hari, maksimal 8 hari. Maka darah yang
melebihi itu namanya darah istihadah.
Kenapa? Karena kita hafal biasanya 7 dan
8 hari saja. Nah, saya dulu seperti itu
7 8 hari enggak pernah lebih dari itu.
Maka ketika 9 10 11 12 masih keluar
darah, maka saya menganggap itu adalah
darah istihadah karena darah yang di
luar kebiasaan saya. Namun setelah
pramenopaus gitu ya, biasa kalau 50
lebih kan pasti hormonalnya enggak
enggak lengkap apa enggak sempurna gitu
ya, enggak stabil. Maka saya menganggap
karena dari itu enggak stabil maksimal
itu 2 minggu. Maksimal 2 minggu.
selebihnya ee saya menganggap itu darah
haid. Jadi hari ke-15 sudah saya
langsung mandi mandi hadas besar.
Kenapa? Karena tadi darahnya masih
keluar lagi keluar lagi keluar lagi
begitu udah sudah apa sudah enggak
normal ya. Atau mohon maaf yang KB Ayudi
dan seterusnya ini terkadang enggak
stabil nih mensnya. Maka boleh tanya
sama dokter kandungan dulu darah yang
mens itu kapan? Jika dokter kandungan
bilang ini yang darah men yang tanggal
13, maka kita tandai tanggal 13 itu
darah mens. Begitu. Jadi agar kita tidak
meninggalkan salat terlalu lama ya
karena darahnya terkeluar terlalu
banyak. Jadi ibu tinggal pilih aja kalau
m-nya yang teratur. Sini ada
kenapa?
Oh enggak ada. Ada. Lanjut saja. Lanjut
saja. Maaf.
Oh iya.
Jadi kalau memang mensnya teratur,
diingat melebihi kebiasaan itu dianggap
darah haid eh darah istihado. Tapi kalau
yang darah mensnya tidak teratur, ibu
tunggu saja sampai 2 minggu. Jadi hari
ke-15 sudah mandi hadas besar dan sudah
wajib menunaikan salat. Begitu.
Wallahuam.
Masih di-mute, Bu Eni. Suaranya enggak
kedengaran.
Iya. Ee gini, Ustazah. Jadi, anaknya
teman saya itu
haid-nya itu bisa hampir 3 minggu.
Tetapi begitu diperiksakan ke dokter
kandungan itu memang jadi gini dia lama
3 minggu kemudian bersih cuman satu
pekan kemudian dia head lagi. Ternyata
begitu diperiksakan ke dokter kandungan
itu memang dia memiliki sel telur yang
mudah pecah.
Oke
berarti kan itu darah dari rahim saja.
He.
Jadi masih masuk dalam darah istihadah
itu.
Iya.
Jadi darah penyakit dia masuknya bukan
darah mens ya. Darah mens itu hanya 2
minggu saja. selebihnya dianggap bukan
darah mens, darah istihadah. Itu dia.
Masyaallah ya. Kalau
mohon maaf banget kalau ada sesuatu yang
di luar kebiasaan itu sinyal dari Allah,
kode dari Allah bahwa kita harus
memeriksa rahim kita. Keputihan yang
berlebihan,
mens yang berlebihan, nifas berlebihan,
itu konsultasikan ke dokter. itu kode
dari Allah bahwa ada masalah dengan
rahim kita. Jadi kalau yang normal, yang
sehat itu enggak ada keluhan itu enggak
perlu konsultasi karena Allah sudah
memberikannya seperti itu sedemikian
rupa. Namun kalau ada yang luar biasa
atau di luar kebiasaan itu kode dan
sinyal dari Allah bahwa kita harus
konsultasi ke dokter kandungan. Ada
masalah dengan siklus kita. Jadi Allah
sudah masyaallah ya Allah itu mengatur
sedemikian rupa bagaimana rahim kita
sehat seperti apa, yang tidak sehat
seperti apa. Maka dibuatlah rambu-rambu
agar kita tidak bingung, tidak confuse
bahwa mens atau haid maksimal 2 minggu
atau 15 hari. selebihnya bukan darah,
mens, apapun itu alasannya. Dibuatlah
rambu-rambu seperti itu agar kita tidak
bingung. 15 hari saja. selebihnya darah
penyakit, maka wajib salat, wajib puasa,
dan seterusnya.
Baik, Ustazah ya. Ee ini ada pertanyaan
lagi, Ustazah. Ee kewajiban yang boleh
dan tidak boleh ketika
sedang haid, Ustazah?
Iya. Ee hal-hal yang dilarang baca Quran
Heeh. Hal-hal yang saat seseorang sedang
berhadas besar. Hal-hal yang dilarang
saat seseorang memiliki hadas besar ada
tujuh.
Tujuh
ee empat disepakati
tiga berbeda pendapat
tujuh empat disepakati para ulama tiga
berbeda pendapat empat yang disepakati
apa saja salat,
puasa,
tawaf,
melakukan hubungan intim. Itu empat
disepakati.
Yang tiga berbeda pendapat. Yang pertama
memegang Alquran.
Ketika Allah berfirman, "Lauhuun,
jangan menyentuhnya kecuali yang suci."
Imam Syafi'i berpendapat orang yang suci
di situ harus berwudu.
Maka dia tidak boleh menyentuhnya jika
dia sedang haid. Itu Imam Syafi'i.
Sementara kalau Quran terjemah yang ada
terjemahannya, yang ada tafsirnya, yang
ada gitu ya. yang tidak pure, tidak
murni Al-Qur'an, maka boleh disentuh.
Begitu ada yang ada lagi yang
mengatakan, "It megang Quran sedang men
gitu." Kalau saya mengambil pendapat
mayoritas ulama termasuk Imam Syafi'i.
Imam Syafi'i itu sangat hati-hati. Jadi
kalau enggak punya wudu saja enggak
boleh megang Quran. Apalagi sedang haid,
maka tidak boleh memegang Al-Qur'an.
Yang kedua ya yang yang berbeda pendapat
adalah membaca Al-Qur'an. Jadi membaca
Al-Qur'an sedang haid enggak boleh.
Kecuali jika bacaan tersebut menjadi
rutinitas dia. Misalnya murajaah,
murajaah hafalan, mengulang hafalan atau
dia sebagai guru ngaji atau dia sebagai
orang yang belajar ngaji. Kalau dia
misalnya m 2 minggu, dia enggak
belajar-belajar kan susah. Misalnya
setiap habis magrib dia belajar atau dia
mengajar itu namanya rutinitas. Yang
sifatnya rutinitas dibolehkan
mengucapkan lafaz-lafaz Al-Qur'an. Namun
jika di luar rutinitas dia, maka
diusahakan tidak melafazkan ayat-ayat
Al-Qur'an. Yang ketiga, yang berbeda
pendapat adalah ee berdiam di masjid
gitu ya. Ada yang mengatakan boleh di
pintu-pintu pinggir-pinggirnya saja. Ee
ada yang mengatakan jangan. Mengapa?
karena khawatir ada darah yang tercecer
atau dan sejenisnya. Jadi ee empat
disepakati tiga berbeda pendapat. Jadi
tujuh ini tujuh ini disepakati oleh
mayoritas ulama dan saya mengambil yang
ee disepakati oleh mayoritas ulama
begitu. Jadi hal-hal yang meragukan saya
tidak melakukan begitu. Wallahuam.
Oh gitu ya. Baik.
Ee ini ada pertanyaan juga di room chat
Ustazah. Tapi sebenarnya tadi sudah
dibahas sama ustazah. Nanti mungkin
lebih mantap kalau Ustazah yang jawab.
Tadi sudah disinggung sih masalah nifas
ini. Asalamualaikum ee Ustazah izin
bertanya berkenaan dengan darah nifas.
Ee
saat hamil memasuki trimester 3
menjelang persalinan biasanya akan
keluar flek darah yang keluar 2 sampai 3
hari sebelum bersalin. Nah, itu saya
menganggap sudah termasuk darah nifas
yang artinya saya tidak wajib salat.
Namun pernah ee pernah flek darah itu
keluar 9 hari sebelum bersalinan.
Artinya itu masih ee sangat jauh ya dari
waktu melahirkan. Apakah ini juga
termasuk dari nifas? Jadi ini pertanya
tangan nifas. Tapi tadi ustazah sudah
sudah sebenarnya sudah menjelaskan di
awal tapi mungkin bisa dijelaskan lagi
saja mungkin telat masuk kali ini.
Baik baik baik. Jadi definisi ni darah
yang keluar dari vagina setelah
melahirkan atau keguguran setelahnya.
Jadi darah yang keluar dari vagina
setelah melahirkan atau keguguran. Jadi
kalau sebelum melahirkan, sebelum
keguguran maka bukan nifas namanya dia
masih wajib salat begitu. Jadi ee enggak
ada enggak ada ee apa ya, exception ya.
Intinya diingat saja nifas itu darah
yang keluar dari vagina setelah
melahirkan. Kalau sebelum melahirkan dia
keluar darah entah berapa hari saja,
maka dia dihitung darah penyakit bukan
darah nifas. Maka buat ibu-ibu salehah
yang mungkinmungkin ya waktu melahirkan
sudah terlanjur keluar darah dan
meninggalkan salat, tolong dibayar qada
salatnya.
Mengapa? Karena dia berdosa meninggalkan
salat. Padahal enggak ada yang
menghalangi dia salat. Jadi nifas itu,
saya ulang setelah melahirkan atau
setelah keguguran. Bagaimana mengetahui
setelah keguguran? Ketika di WSG
janinnya sudah tidak ada. Jadi
pendarahan yang keluar setelah janinnya
tidak ada itu namanya keguguran. Kalau
dia ee bleeding kemudian dicek di USG
janinnya masih ada di sana, maka
otomatis dia masih wajib salat. Begitu.
Jadi intinya semua darah yang keluar
saat hamil tidak menghalangi kita untuk
tetap salat, puasa, dan menservis uang
begitu. Wallahualam. Itu secara hukum
ya. Kalau secara medis nanti bisa
dikonsultasikan ke dokter apakah boleh
melakukan hubungan intim atau tidak. Itu
mungkin kepada pakarnya, kepada ahlinya
begitu. Ee Mbak Eni.
Kalau lupa gimana, Ustazah?
Maksudnya
maksudnya ini ee misalnya punya anaknya
tuh banyak gitu, terus ini dulu ini
enggak ya gitu-gitu misalnya karena
mungkin pahamnya baru sekarang gitu
misalnya tentang definisi nifas itu ya
setelah bayinya sudah keluar gitu. Terus
ini kan beliau beliau [tertawa] kan
pahamnya nifas itu ya ketika sudah mulai
flek-flek mau melahirkan itu kan mulai
pendarahan dia anggap itu termasuk darah
nifas. Nah misalnya dia sudah lupa ini
kan dia harus mengqada ya mengqada salat
yang sudah ditinggalkan itu. Nah
misalnya dia sudah lupa ini yang dulu
anak yang pertama saya anak yang kedua
loh ternyata anak yang banyak.
Untuk amannya untuk amannya itu ee
diqada saja.
Oh diqada aja gitu ya. untuk amannya ya.
Misalnya anaknya berapa sih anak ibu
misalnya paling cuma tiga, empat atau
lima lah. E kita ingatlah waktunya
melahirkannya subuh harusnya ingat
ya gitu ya mungkin gitu. Kalau gak kalau
gak ingat sama sekali sudah tobat saja
tertabat. Mengapa gitu? Karena kita
enggak pernah tahu. Jadi terkait
meninggalkan salat ini ada dua pendapat
memang. Ada yang mengatakan tobat sudah
cukup, ada yang mengatakan bayar qada.
Saya termasuk yang berpendapat membayar
qada. Mengapa begini? Kalau misalnya
kita tertidur, kita ketiduran nih
ee ketiduran jam 11.30. Kita mau salat
zuhur belum masuk zuhur kan. Kita
ketiduran tiba-tiba bablas sampai azan
asar.
Allahu Akbar. Allahu Akbar. Kita baru
bangun. Kita pikir zuhur ternyata asar.
itu kita ketiduran saja kita wajib bayar
qada kan padahal kita ketiduran.
Kalau yang ketiduran saja wajib bayar
qada apalagi ditinggalkan karena sengaja
begitu. Jadi dikiaskannya dengan itu
yang ketiduran kita ketiduran
benar-benar enggak tahu itu kita wajib
wajib bayar qada itu. Ya Allah asar ya
ternyata. Maka kita wajib membayar qada
salat zuhur ya. Setelah asar kita
tunaikan langsung wajib membayar qada
zuhur. Karena ketika kita ketiduran jadi
ee kalau bahasa baju daripada dia bolong
lebih baik ditambal saja begitu.
Allahuam ya. Untuk amannya demikian.
Iya. Ya. Jadi dilakukan di waktu salat
yang waktu mengqada zuhur berarti di
waktu zuhur gitu kan sesudah kita salat
ya. Boleh, boleh. Atau pas dia ingat
selesai salat Isya dia baru ingat,
astagfirullah saya tuh kemarin misalnya
lupa belum salat zuhur, maka di setelah
salat Isya langsung qada salat zuhur.
Jadi kapan saja di?
Oh, di kapan saja waktunya? Enggak. Oh,
gitu.
Oh, baik baik.
Misalnya amannya Isya nih, kita sudah
enggak ada kegiatan apapun gitu ya. Ya
sudah kita qada setelah salat Isya.
Intinya diusahakan jangan membayar qada
di tiga waktu terlarang.
setelah subuh,
setelah asar, sebelum azan zuhur. Jadi
jangan diusahakan e diusahakan tidak
melakukan di tiga waktu itu, di waktu 3
larang salat selebihnya silakan.
Ee ini ada yang lanjut tentang mandi
sesudah haid, Ustazah. Jadi kapan
waktunya? Ini pertanyaannya adalah saya
biasa haid 9 hari.
Yang mau saya tanyakan adalah
bentar ee mana tadi
ini saja ee kebiasaannya 9 hari. yang
mau saya tanyakan adalah sebaiknya kita
mandi itu ketika sudah tidak keluar
darah atau dicek sudah tidak ada atau
menunggu batas kebiasaan dan sebaiknya
langsung setelah cek darah tidak ada
saya mandi. Namun seringnya ketika darah
sudah tidak keluar, sudah sudah darah
sudah tidak keluar, tetapi kondisi saya
belum bisa langsung mandi misalnya
sedang ada di kantor.
Jadi ini gimana, Ustazah? Apakah
kemudian salat yang kita tinggal tadi?
Jadi ini sudah selesai. Oh, ternyata jam
09.00 pagi sudah selesai. Tapi ini sudah
dicek enggak ada. Tapi posisi ada di
kantor, jadi enggak bisa langsung mandi.
Akhirnya terlewatkan salat zuhur dan
asar yang kemudian kita tidak bisa salat
karena kita belum mandi. Nah, ini
gimana, Ustazah? Yang ini apakah juga
harus diqada?
Ee jika kita sudah tahu ya kalau memang
udah ee misalnya zuhur kita akan akan
bersih, misalnya kita cek subuh belum
bersih gitu ya, ternyata jam 10. Kita
yakin sudah bersih, otomatis zuhur kita
sudah punya kewajiban salat.
Nah, sebagian kantor itu ada kamar
mandi. Saya rasa sebagian kantor ada
kamar mandi, dia bisa gitu ya. Entah di
tempat wudu, entah di man dia punya
punya keinginan untuk membersihkan
dirinya gitu. Nah, kalau ternyata
benar-benar tidak memungkinkan untuk dia
mandi, maka dia bisa tayamum dengan niat
mandi hadas besar.
Kemudian dia nanti ee apa ee apa berwudu
untuk mengerjakan salat zuhur, asar.
Nanti di rumah dia wajib mandi. Jadi
tayamum itu bukan hanya pengganti wudu.
Tayamum pun bisa digunakan sebagai
pengganti mandi saat air tidak ada atau
saat tempat tidak memungkinkan atau
misalnya penyakit dan seterusnya. Maka
tayamum itu posisinya bisa mengganti
mandi hadas besar. Sesungguhnya kalau
saya melihat hampir di setiap kantor itu
ada kamar mandi ya. Jadi bisalah dia
mandi junub di kantor gitu. Ada beberapa
saya saya ngajar di perkantoran ya
sebetulnya setelah setiap zam zuhur
begini saya ngajar di perkantoran. Nyari
saya cek ada semuanya kamar mandi dan
ada tempat wudu ya. Ee maksudnya tempat
wudu itu kan ada kerannya kan. Dia bisa
mandi di situ.
Dikunci tentunya lah ya. Dia bisa mandi
sebisanya. Kenapa? Dia benar-benar
menghargai waktu. dia benar-benar ingin
menggugurkan dosa dari ee meninggalkan
salat gitu. Jadi dia bisa mandi di
kantor enggak ada halangan. Nyari saya
nyari hampir setiap saya ngajar ada kok
kamar mandi gitu. Even misalnya tidak
representatif ya minimal dia menghargai
waktu saja dia sebisa mungkin atau tadi
benar-benar enggak ada air atau kondisi
tidak memungkinkan dia bisa tayamum
niatnya sebagai pengganti mandi hadas
besar begitu.
Ustazah, ini ada pertanyaan lagi di room
chat.
Iya.
Ee
jadi udah ustazah, apakah harus mandi
junub lagi ketika keluar lendir pada
hari berikutnya setelah melakukan ibadah
dengan suami?
Padahal setelah melakukan tadi
ini
iya
c bersihkan aja gitu ya saya karena saya
pertanyaannya hampir sama dengan yang
pertama. Jika kalau ee jika seseorang
jika mengeluarkan cairan nih kayaknya
bekas malam nih misalnya gitu ada mazi
yang tersisa bekas malam maka cukup
dibersihkan saja ganti CD-nya CD diganti
ee kemudian dia berwudu. Dia enggak
wajib mandi karena mandi junub hanya
satu kali setelah selesai. Begitu. Dan
mohon maaf ini terkait mazi dengan mani
ee tolong dibedakan kalau hanya keluar
mazi dia enggak wajib mandi. Contohnya
misalnya roloh baru mukadimah ya
mukadimah melakukan hubungan intim baru
mukadimah tiba-tiba ada bel gitu
abuabubar ada tamu itu enggak wajib.
Tapi kalau mohon maaf sekali ini ilmu
dia sudah ketemu, sudah nyelup kalau
bahasa fikih itu seperti kail sudah
masuk ke dalam mulut ikan. Iwan baru
nyelup sebentar terus bubar karena ada
tamu. Maka dia wajib mandi. Ini karena
pembahasannya darah. Jadi saya enggak
membahas tentang junub ya. Sebetulnya
apa sih junub itu panjang sekali? di
antaranya itu. Jadi kalau misalnya
ketemu ee kelamin ya, dua kelamin
bertemu even cuman ee cuman
asalamualaikum cuman sebentar terus
bubar karena ada tamu atau karena anak
nangis maka wajib mandi. Berbeda kalau
hanya pipi-pipinya. Vagina kan punya
pipi kan ada pipi-pipinya cuman baru
pemanasan di pipi-pipi terus belum
melakukan hubungan intim dia enggak
wajib mandi.
Itu terkait hukum ya. Jadi kalau
misalnya mbaknya banyak sekali banyak
sekali Bu Fatiah saya cuma baru sebentar
kok enggak sampai keluar orang baru
sebentar tiba-tiba anak kita bubar emang
wajib mandi hal-hal seperti itu
menyedihkan buat saya aduh mbak wajib
mbak wajib mandi jika sudah bertemu dua
khitan even belum sampai ke liimat atau
ya Allah baru celup terus bubar gitu iya
tetap wajib mandi saya katakan seperti
itu. Entar ada kalau dia enggak mandi
kan berarti selama ini salatnya
bagaimana begitu. Hal-hal seperti itu ya
yang perlu kita ketahui kelak.
Iya, Mbak Eni. Mbak Eni, mungkin 5 menit
lagi karena saya ada janji lagi kajian
lagi setelah ini.
Eh, iya, Ustazah. Ee, Ustazah ini ada
yang masih bertanya tentang
membaca Quran pakai aplikasi Ustazah di
handphone.
Iya. Kalau misalnya dia ee sedang men
maksudnya.
Iya. Iya.
Kalau dia rutin memang dia rutin
merutinkan. Yang tadi saya sudah
senjung. Kalau dia merutinkan misalnya
setiap habis subuh dia mengulang hafalan
atau setiap subuh dia memang membaca
merutinkan. Dia merutinkan maka
dibolehkan. Tapi kalau enggak bukan
orang-orang yang merutinkan, bukan
aktivitas rutin enggak boleh gitu. Ada
kan teman-teman kita misalnya begini,
kita kalau habis salat subuh suka baca
ayat kursi terbiasa. Saat enggak enggak
salat sedang haid, kita boleh enggak
baca ayat kursi? Boleh. Karena memang
kita merutinkan setiap pagi itu baca
ayat kursi. Jadi kalau lagi haid baca
ayat kursi boleh enggak? Boleh. Karena
dianggap zikir dan itu aktivitas
rutinan. Namun kalau bukan rutin enggak
dibolehkan begitu even lewat aplikasi.
Kenapa? Karena enggak rutin. Jadi ada
dua hukum di sini ya, Bu. Ada
menyentuhnya, ada membacanya.
Kalau menyentuhnya, menyentuhnya itu
dibolehkan jika
ee bukan bukan murni, bukan pure ya. Ada
Al-Qur'an yang mohon maaf ini ada
terjemahannya, ada tafsirnya gitu. Ini
bukan murni namanya. Kalau seperti ini
boleh di
atau aplikasi di HP boleh. Jadi ada dua
hukum. Ada hukum menyentuhnya, ada hukum
membacanya gitu ya. Yang membacanya
karena rutin boleh. Kalau menyentuhnya
jika itu bukan murni Al-Qur'an entah itu
ada terjemahannya, entah itu ada artinya
atau aplikasi ya kan. Itu kan campur ada
chatting ada apa, enggak apa-apa menyent
enggak apa-apa begitu. Wallahualam.
Iya.
Jazakilah ustazah nanti insyaallah kita
akan agendakan lagi untuk kita belajar
bersama dengan ustazah
terkait dengan ee tema-tema fikih yang
lain.
Baik.
Kalau bagusnya tuh urut gitu ya, Ustazah
ya.
Bagusnya begitu.
Bagusnya urat gitu ya dari mulai Fik
Tohara dan seterusnya ya. Karena B
ini enggak ini ee kebetulan ibu-ibu
Darma Wanita Bang Bukopin ya. Bang
Bukopin baru mulai ee bulan lalu urut
dari taharah bersuci kemudian membahas
najis seperti itu sampai kita bahas ee
kalau bagusnya ini ada buku fikih wanita
gitu ya. Jadi ada rujukan ada ee
diurutlah diurut agar tidak apa ya agar
tidak ada yang tertinggal gitu aja.
Oh iya.
Jadi namun karena pertemuan ini ee
spontanitas ya jadi makanya saya bingung
nih ee mau temanya apa gitu. Ah ternyata
tentang darah ya enggak apa-apa bagus
gitu ya. Karena kalau kita tanyakan ke
ustaz terkadang kita risih ya terkait
dengan
Iya.
lubang lubangnya ada berapa kita juga
dia juga bingung kan keputihan gitu ya
bingunglah gitu jangan
kalau sama sama perempuan kan ini ya
ustazah ya
betul betul gitu ya baik mungkin
sementara pertemuan kita kita cukupkan
insyaallah kita bertemu lagi lain waktu
mohon maaf karena saya ada janji lagi
dengan pengajian di tempat lain ee jika
ada kesempurnaan milik Allah jika ada
kekurangan dari saya kekurangan dari
saya ee mungkin ada salah-salah kata,
ada jauh jawaban yang kurang berkenan.
Mohon dimaafkan. Ee itu saja.
Mudah-mudahan ini bukan pertemuan
perdana dan terakhir ya. Allah kasih
kesempatan kita untuk bertemu kembali
dan semoga berkah. Wabillahi taufik wal
hidayah. Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Ee alhamdulillah Ibu-ibu
semuanya kita ada di sesi terakhir ya.
Ee ilmu yang kita dapat pasti masih
sangat sangat kita pasti masih sangat
penasaran gitu ya. terkait dengan
fikih-fikih wanita ini. Ee mohon
berkenan Ustazah untuk menutup dengan
doa ustazah.
Baik. Baik ya. Untuk menambah keberkahan
acara kita hari ini dan untuk
mendapatkan rida Allah subhanahu wa
taala, kita membaca al-Fatihah terlebih
dahulu. Kita baca al-Fatihah sama-sama.
Mudah-mudahan saudara-saudara kita yang
sedang sakit Allah sembuhkan. Yang sudah
mendahului kita Allah ee ampuni
dosa-dosanya. Allah lapangkan kuburnya.
Dan mudah-mudahan yang join dalam kajian
hari ini diberikan kesehatan, rezeki
yang berkah, rumah tangga yang sakinah,
dan ilmu yang kita dapatkan barokah.
Alfatihah. Auzubillahiminasyaitanirjim.
Bismillahirrahmanirrahim.
Alhamdulillahiabbil alamin
arrahmanirrahim.
iki yaumiddin iyaka nabudu wa iyaka
nastain
ihdinasirathal
mustaqimathalladzina
anamta alaihim ghairil magdubi alai
bismillahirrahmanirrahim
alhamdulillahiabbil alamin hamda yiufi
yaanaakalamak
Allahumma sholli ala sayidina Muhammad
waa ali sayidina Muhammad. Allahumma
inna nasaluka salamatan fiddini wad
dunya wal akhirah waatan fil jasadatan
fil ilmi wokatan firqiatan
qabdal maut warahmatanal mautfiratan
ba'dal maut. Allahumamanaidun
hasanah wail akabarhabb
Dan doa penutup majelis
subhanakallahumma wabihamdika asadu
an astagfiruka
wabillahi hidayah warahmatullahi
wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Alhamdulillah jazakillah
ustazah atas ilmunya. Sama-sama. Ee
Ibu-ibu semuanya, dengan berakhirnya
acara ini saya sebagai MC mohon maaf dan
kita tutup dengan wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. War
Ibu-ibu pamit semuanya ya. Mohon maaf
ya.
Iya, Ustazah.
Iya, Ustazah. Waalaikumsalam
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.