TRANSCRIPTID

RAHASIA Orang Sukses Lepas dari RANTAI KEMISKINAN untuk Selamanya

37m 27s6,889 words1,121 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

Lu pernah mikir enggak seberapa besar

0:01

sih peluang orang kaya lu pada keluar

0:04

dari zona kemiskinan? Apakah 100%, 50%

0:09

atau bahkan 0% alias sama sekali enggak

0:12

mungkin keluar dari zona kemiskinan?

0:14

Faktanya, Guys, kesempatan untuk keluar

0:16

dari kemiskinan itu sangat besar sekali.

0:19

Tapi ini hanya untuk orang-orang yang

0:22

siap mengubah pola pikirnya, Guys. Nah,

0:25

di video ini gua mau bagiin nih lima

0:27

cara ya. Lima mindset yang bikin orang

0:29

jadi kaya raya, yang bikin mereka bisa

0:32

naik kelas, yang bikin lu bisa keluar

0:34

dari zona kemiskinan. Sementara yang

0:36

lain tetap jalan di tempat. Yang

0:38

pertama, orang kaya itu punya mindset

0:41

sebagai pemilik, bukan korban. Nah, ini

0:44

konsep yang sangat penting dan mindset

0:45

yang sangat penting yang lu harus tahu

0:47

dan internalisasi di dalam diri lu.

0:49

Jadi, di buku Acer ya, The Secrets of

0:52

Millionaire Mind itu dia bilang gini,

0:53

orang kelas menengah bawah itu biasanya

0:55

punya pikir, "Oh, ini udah nasib, ini

0:57

udah takdir, ini memang salahnya orang

1:00

tua gue, ini salahnya pemerintah,

1:02

pokoknya udah semuanya karena hidup itu

1:04

kejadian ke dia bahwa ya hidup memang

1:06

begini adanya dan gua harus jalani hidup

1:08

ini apa adanya." Mindsetnya itu mindset

1:11

kayak korban, Guys. Jadi memang

1:12

model-model viktim lah. Tetapi kalau

1:14

orang kaya ya punya pola pikir rich

1:16

mindset, rich people, mereka believe

1:19

kalau eh hidup ini terjadi karena

1:21

pilihan gua, karena keputusan gua. Kalau

1:23

gua mau kaya, gua lakukan ini. Kalau gua

1:25

mau miskin, gua hindari ini. Jadi mereka

1:28

mengambil keputusan secara sadar bahwa

1:30

hidup mereka yang ciptakan, hidup mereka

1:32

yang usahakan. Mereka bekerja keras,

1:35

mereka berpikir keras, mereka berusaha

1:37

dengan segala daya upaya. Kenapa? Karena

1:40

mereka percaya nasib mereka ada di

1:42

tangan mereka. Nah, ini beda dengan

1:43

orang miskin. Makanya orang miskin tuh

1:44

suka banget nyalahin ya ini salah

1:46

pemerintah. Hidup ini enggak adil. Gaji

1:48

segini mah enggak cukup. Ekonomi lagi

1:50

susah. Ini gara-gara dolar nih. Ini

1:52

gara-gara inilah itulah gitu. Jadi

1:54

mereka semua nyalahin aja karena mereka

1:56

mentalnya viktim, korban. Tetapi kalau

1:58

orang kaya itu mikir sebaliknya. Oh ini

2:00

lagi perang tarif nih. Oh ini lagi

2:01

perang Donald Trump nih. Oh ini lagi

2:03

perang dunia 3 nih. Mereka pikir apa? Oh

2:05

gua harus cari cara nih. Ada potensi apa

2:07

nih? Ada cuan di mana nih? ada

2:08

opportunity di mana nih? Itu mindset

2:10

orang kaya. Mereka bukan korban. No.

2:13

Mereka pelaku. Mereka pejuang. Mereka

2:17

cari cara supaya bisa jalan. Tapi kalau

2:19

mental victim gua udah pernah ketemu,

2:21

Guys. Terus Tor ini teman gua ini gua

2:23

sedih banget. Orang ini selalu pikir

2:24

cari cara kenapa dia itu harus gagal.

2:27

Ah, enggak bisa, Ben. Kalau ini begini

2:28

nanti gua begini. Enggak bisa, Ben,

2:30

nanti rugi. Enggak bisa, Ben, nanti

2:31

gagal. Nanti kalau enggak berhasil, apa

2:33

yang terjadi dengan karir gua? Udah yang

2:35

dia pikirkan kegagalan semua dalam

2:37

hidupnya. Hari ini enggak jadi apa-apa.

2:38

Orang itu sedih lulusan Universitas Uni

2:40

Indonesia tapi tolol. Padahal coba dia

2:43

punya pikir, "Hei, mindset gua harusnya

2:44

gimana caranya biar ini bekerja? Gimana

2:46

caranya biar project ini berhasil?

2:48

Gimana caranya biar ini jalan sukses

2:50

besar?" Kan begitu dong. Tapi pola

2:52

pikirnya langsung kalau gagal gimana?

2:54

Kalau ada meteor gimana? Enggak sekalian

2:55

lu pikir kalau besok kiamat gimana, kan

2:57

gitu kan. Tolol namanya. Jadi kalau lu

2:59

berpikir lu mau jadi orang kaya, lu

3:01

harus punya mindset yang sama, pola

3:02

pikir yang sama. Bahwa perubahan hidup

3:05

itu tidak menunggu situasinya berubah.

3:07

Lu mau rubah nasib lu, wah enggak.

3:08

Tunggu deh ganti presiden. Waduh, sampai

3:10

kapan lu mau jadi kaya? Enggak bisa,

3:12

Guys. Aduh, nanti deh tunggu musim

3:14

hujan. Lu memang mau nanam cabe apa

3:15

gimana ya? Tapi lu harus punya pikir

3:18

bahwa hidup ini terus berjalan, waktu

3:20

ini terus berjalan. Kalau lu mau rubah

3:21

nasib lu, kalau lu mau rubah hidup lu,

3:23

lu enggak bisa nunggu situasi ini

3:25

berubah. Tapi lu sendiri yang harus

3:27

berubah. Kalau lu mau hidup lu berubah,

3:29

lu harus rubah hidup lu dulu. Bukan

3:32

nunggu-nunggu situasi yang lebih baik,

3:34

bukan nunggu-nunggu orang lain yang

3:35

lebih baik, bukan nunggu-nunggu orang

3:37

lain memperlakukan lu lebih baik,

3:38

enggak. Itu namanya wishful thinking. Lu

3:40

ngarep, aliran ngarep, itu bukan

3:42

investor, Bro. Kalau investor, ya lu

3:44

pasti selalu lihat potensi, opportunity,

3:46

gimana caranya lu bisa mendapatkan cuan

3:48

dari segala situasi. Jadi, di sini lu

3:50

harus punya prinsip lu itu bukan korban

3:53

ya. Gua kan cuma lulusan SMP, ya. Gua

3:56

kan enggak sempat kuliah. Iya, orang tua

3:58

gua kan miskin. Iya, orang tua gua kan

3:59

bukan pejabat. Iya, partai pilihan gua

4:01

kan kalah. Eh, bego. Enggak. Itu enggak

4:03

ada hubungannya. Hidup lu ada di tangan

4:05

lu. Lu upayakan supaya bisa jalan,

4:07

supaya bisa berhasil. Perjuangkan

4:09

hidupmu. Kenapa? Karena kalau lu pengin

4:11

jadi orang kaya, berarti lu harus punya

4:12

mindset dulu sebagai orang kaya. Dan lu

4:15

harus yakin bahwa lu bukan korban. Lu

4:17

adalah pemilik atas hidup lu. Nah,

4:20

Teman-teman, kita ada sistem poin di

4:22

sini supaya lu bisa lihat lu udah berapa

4:24

poin sih dalam hidup lu nanti di akhir

4:25

video ini. Makanya lu jangan skip. Nah,

4:27

kalau lu merasa lu udah punya risk

4:28

mindset di sini, lu adalah pelaku. Lu

4:30

bukan korban. Lu adalah orang yang

4:31

menciptakan hidup. Lu orang yang

4:33

bekerja. Lu orang yang melakukan daya

4:35

upaya supaya merubah nasib lu. Kalau lu

4:37

merasa lu sudah lakukan itu, catat ambil

4:40

kertas penak lu udah dapat 20 poin. Tapi

4:42

kalau lu masih merasa lu adalah korban,

4:44

lu punya mentalitas viktim, ini salah

4:46

orang tua gua, ini salah nasib gua, ini

4:48

salah keluarga gua miskin, ini salah

4:50

pemerintah, ini salah kenapa 03 kalah,

4:52

ini salah kenapa 02 menang, ah lu masih

4:55

bego akui itu. Tulis nilai lu nol.

4:59

Kalau udah tulis itu, kita masuk ke yang

5:00

kedua, Guys. Orang kaya itu fokus ke

5:03

peluang, bukan kendala. Jadi, dia fokus

5:06

di opportunity, bukan di masalah.

5:08

Maksudnya begini, kadang-kadang lu

5:09

ketemu situasi yang mengatakan bahwa eh

5:11

lu enggak bisa nih lewat jalan ini. Eh,

5:14

lu enggak bisa jadi direktur di usia

5:16

muda. Eh, lu enggak bisa jadi pengusaha

5:18

sukses. Orang umur lu masih di bawah 30

5:20

tahun. Eh, lu enggak bisa jadi investor

5:22

saham soalnya gaji lu kan masih UMR.

5:25

Aduh, bukan begitu pola pikirnya. Kalau

5:27

orang kaya, rich mindset itu dia harus

5:29

punya pola pikir, peluang, opportunity.

5:32

Lu gak bisa bilang, "I cannot afford it.

5:35

Gua gak bisa. Gua gak mampu beli itu.

5:37

Gua gak bisa ke posisi itu. Gua tidak

5:38

paham ilmu itu." No, lu harus berpikir

5:41

not about you cannot afford it. Tapi lu

5:44

harus punya pola pikir how can you

5:47

afford it. Maksudnya gini, ada orang

5:49

bilang, "Pak Beni, saya enggak bisa jadi

5:50

investor. Orang gaji saya cuma Rp3 juta.

5:52

Kalau saya beli saham itu, nanti gaji

5:55

saya jadi berkurang setengahnya. Kalau

5:57

saya beli saham itu karena harganya

5:58

mahal. Kalau beli satu lot aja kan 100

6:00

lembar. Kalau harganya Rp30.000 berarti

6:01

gua harus siapin Rp3 juta. Jadi saya

6:03

enggak mau jadi investor. Padahal SAMnya

6:05

bagus, padahal perusahaannya bagus, tapi

6:06

lu kehilangan opportunity. Itu harusnya

6:08

kan lu punya pola pikir, eh harusnya

6:10

gimana caranya ya gua bisa investasi di

6:13

situ? Harusnya gimana ya caranya gua

6:14

bisa ikut peluang bisnis ini? Atau

6:16

gimana ya caranya supaya gua bisa dapat

6:17

beasiswa di sana atau bisa dapat S2 di

6:19

sini. Harusnya berpikir gimana caranya

6:21

bisa itu jadi kenyataan. Jadi kalau

6:24

orang yang punya mindset gimana caranya

6:25

lu bisa dapat peluang itu? Karena

6:27

peluang mungkin enggak datang dua kali,

6:28

tiga kali dalam hidup lu, lu akan

6:29

lakukan segala cara. Misalkan, "Oke

6:31

kalau gitu gua berhemat. Oke, gua

6:32

tadinya makan tiga kali sehari. Gua

6:34

sekarang makan dua kali sehari karena

6:35

gua sekarang mau investasi di saham itu

6:37

atau gua sekarang mau menabung buat S2

6:39

gua. Kalau gua udah bisa S2 gaji gua

6:40

bisa naik atau ini saatnya gua buka

6:42

bengkel sendiri? Karena gua udah lihat

6:43

ini ada perumahan baru ramei penduduknya

6:45

tapi tidak ada bengkel di sana. Tapi gua

6:47

enggak punya modal. Oke, gua fight.

6:48

Gimana caranya gua bisa dapat modal?

6:50

bisa nabung sendiri atau cara apapun itu

6:52

yang lu perlu lakukan supaya lu bisa

6:54

wujudkan mimpimu. Karena kalau mindset

6:57

miskin, ah ya sudah ini susah. Ah, ya

6:59

sudah pasti gagal. Tapi mindset kayak

7:01

ada jalan enggak ya? Gimana ya biar bisa

7:03

bekerja ini? Gimana ya biar gua tetap

7:06

bisa jalan di sini? Jadi ketika orang

7:08

lain pada ketakutan, khawatir, panik,

7:10

rich people, mindsetnya langsung ada

7:13

celahnya enggak? Makanya ya orang-orang

7:15

ini ya jago buat melihat masalah menjadi

7:17

opportunity. opportunity kemudian

7:19

menjadi duit. Artinya masalah orang lain

7:21

jadi duit buat dia. So, ini hal yang

7:24

sebetulnya paling mudah ya buat

7:25

orang-orang yang memang punya mindset

7:26

pejuang, fighter, cari opportunity,

7:28

fight terus ya. Contoh paling gampang

7:30

lah gua lihat gua bahkan tahulah gua

7:32

punya teman ya di saat orang lain lagi

7:33

ngetren nih PHK di mana-mana. Pabrik

7:35

banyak yang bangkrut. Eh teman gua ada

7:37

satu tambah kaya raya di daerah Karawang

7:39

karena dia dapat peluang bisnis dari

7:41

situ. Kenapa? Karena begitu banyak orang

7:43

PHK di mana-mana apa yang dia lakukan?

7:45

Dia buka jasa. Jasa bikin CV. Lu

7:47

bayangin jasa bikin CV sesimpel itu aja

7:50

enggak pakai ribet. Satu CV dia bikin,

7:52

dia ngecas Rp150.000. Ini follower kita

7:54

di sekolah Sambenix. Dia ngecas

7:56

Rp150.000, Guys. Lu bayangin Rp150.000

7:58

buat satu CV per bulan di Karawang itu

8:01

ada puluhan ribu orang kena PHK, kena

8:03

pecat lah. Dia dapat 1000 orang aja, dia

8:05

dapat Rp150 juta, Guys, per bulan. Jadi

8:06

pas gua ngelihat, "Iya, Pak Ben, thank

8:08

you ya buat ilmunya ya. Sekarang saya

8:10

mulai bisa investasi saham di

8:11

mana-mana." Emang berapa penghasilan lu?

8:13

Ya, lumayanlah berkat Pak Ben gua dapat

8:15

ide baru buat bisnis. Dia resign dari

8:17

pabriknya. Dia kerja di pabrik Yamaha.

8:19

Dia resign bikin usaha buat perbaikin CV

8:22

orang yang kena PHK. Tadinya gaji dia

8:24

cuman 5 juta sekian lah per bulan.

8:26

Sekarang dia bisa dapat ratusan juta per

8:27

bulan dari peluang usaha upgrade CV.

8:30

Gila, sesimpel itu loh. Tapi itulah

8:33

mindset orang kaya lihat opportunity.

8:35

Orang lain lihatnya masalah, stres,

8:37

panik, khawatir enggak. Dia dapat

8:38

opportunity. Anyway, ini bukti bahwa ya

8:41

kalau poor people dia cuman bisa

8:42

desperate, sedih, khawatir, kecewa,

8:45

menyalah-nyalahin orang lain,

8:46

menyalah-nyalahi dunia. Ya, syukurlah.

8:48

Tapi kalau lu mau jadi orang kaya harus

8:50

punya pola pikir how can you afford it,

8:52

gimana caranya bisa jalan? Gimana

8:54

caranya gua bisa beli itu? Gimana

8:56

caranya gua bisa invest di situ, gimana

8:57

caranya gua bisa nambah pabrik lagi,

8:59

gimana caranya usaha keluarga ini bisa

9:00

bertumbuh, bukan tambah nyungsep ketika

9:03

masuk ke generasi gua. Kan itu yang lu

9:05

harusnya pikir. Jangan lihat masalah

9:07

masalah masalah problem problem. Wah,

9:09

kalau lu punya teman yang kayak gitu

9:11

segera jauhin, Guys. Toxic gitu. Gua

9:13

udah lihat orang-orang kayak begitu

9:14

enggak berhasil, enggak jadi apa-apa

9:15

dalam hidupnya. Lu harus berani delete.

9:17

Nah, itulah saran ketiga. Tapi sebelum

9:18

lu ke sana, tulis lagi di buku kertas

9:20

lu. Kalau lu sudah punya mindset, cari

9:22

peluang, bukan kendala, tambahkan lagi

9:24

poin 20 di rapot kamu. Kalau belum punya

9:28

mindset seperti itu, lu harus tulis nol

9:31

supaya lu tahu ya, lu harus kenal diri

9:32

lu. Gua ini masuk kategori yang mana ya?

9:34

Gua orang yang mengenal diri gua kah?

9:36

Gua orang yang bisa lihat opportunity

9:37

kah? Apakah gua berbakat menjadi orang

9:39

kaya atau tidak, lu harus berani

9:40

melakukan self assessment, menilai diri

9:43

sendiri. Banyak orang yang gak sadar

9:44

diri di Indonesia ini. Akibatnya ya dia

9:47

enggak kenal dirinya sendiri. Jadi

9:48

potensinya hilang terbuang sia-sia. So,

9:50

tulis di situ nilai kamu berapa. Dan

9:52

kita sekarang masuk ke step yang ketiga.

9:54

Apa tadi? Keluar dari zona nyaman. Ini

9:57

ditulis sama David Schwartz, The Magic

10:00

of Thinking Big. Lihat di bukunya dia

10:02

bilang apa? Sukses itu doesn't demand

10:05

super intelligence. Lu kalau mau

10:07

berhasil, lu enggak butuh otak yang

10:08

super pintar, super intelek kayak gua,

10:10

Benix, IQ-nya hampir 200. Enggak, enggak

10:13

penting itu. Kalau lu mau sukses, lebih

10:15

penting apa? Courage. So, success

10:17

doesn't demand super intelligent. It

10:19

demands courage. Dia butuh keberanian.

10:23

Keberanian lu buat apa? Good news, guys.

10:25

Gala dinner Benix Investor Group akan

10:27

diselenggarakan di akhir bulan Agustus

10:29

ini. Kamu harus buruan daftar karena di

10:31

sini bakal ada pembicara yang luar biasa

10:32

terkenal, mantan menteri, investor hebat

10:35

juga karena dia sudah berhasil membawa

10:36

perusahaannya punya Omzet ratusan

10:38

triliun setiap tahunnya. Kita juga akan

10:40

ketemu nih sama direktur emiten-emiten

10:43

ternama memberikan kita cuan

10:45

multibagger, Guys. Dan ngobrol sama

10:47

direksi-direksi top dari perusahaan Tbk

10:49

yang ada di Indonesia. Yuk, tunggu

10:51

apaagi? Segera daftar sekarang juga dan

10:52

kamu bisa dapetin 17% diskon ya, khusus

10:55

buat 17 orang pertama. So, segera

10:58

hubungi nomor yang ada di bawah ini.

10:59

Sampai ketemu ya di Gala Dinar Benix

11:01

bersama bintang tamu Spektakuler. Jangan

11:04

lupa daftaran dirimu sekarang juga.

11:06

Keberanian lu buat apa? Keberanian buat

11:08

keluar dari zona nyaman. Karena banyak

11:11

orang miskin, orang gagal itu karena dia

11:14

takut. Dia enggak berani ambil resiko.

11:16

Dia takut gagal, dia takut malu banyak.

11:20

Sementara orang kaya itu tahu zona

11:22

nyaman itu musuh dari pertumbuhan. Itu

11:26

enggak pernah dan jangan pernah bawa

11:29

diri lu ke zona nyaman. Ya, contohnya

11:32

gua, gua enggak pernah terlena. Oh,

11:34

ketika guaaji gua Rp0 juta, oke, itulah

11:36

hidup gua. Enggak, gua enggak pernah

11:37

berada di zona nyaman. Gua tidak pernah

11:39

takut buat resign kapanp gua tidak

11:41

pernah takut. Dan ketika gua resign apa

11:42

yang terjadi? Oh, ternyata gaji gua naik

11:44

jadi R juta. Terus gua berada di zona

11:46

nyaman gitu. Enggak, gua upgrade lagi

11:47

ilmu gua naik lagi jadi R00 juta. Terus

11:50

gua apa yang gua lakukan satu zona

11:51

nyaman? Enggak, gua resign juga gua mau

11:53

gaji gua R500 juta. Kan gitu. Lu selalu

11:55

punya mindset keluar dari zona nyaman.

11:58

Kenapa? Karena begitu lu merasa nyaman,

12:00

dunia itu langsung berlomba-lomba

12:03

mengalahkan lu. Contoh paling gampang lu

12:06

kalau berhenti belajar, ya kalau di

12:07

dunia gua, gua kan investor ya. Begitu

12:09

gua stop berhenti belajar, apa yang

12:10

terjadi? Yang lain langsung ke catch up

12:12

karena keluar ilmu baru. Zaman dulu

12:13

enggak ada soal AI. Even Waren Buffet

12:15

aja ketakutan buat investasi di Apple

12:17

karena dia gak ngerti bisnis Apple.

12:18

Sampai kemudian datang orang baru

12:20

memperkenalkan bagus investasi di Apple.

12:22

Dia gak paham teknologi. Dia takut.

12:24

Padahal hari ini kalau lihat ya

12:25

keuntungan terbesar Warren Buffet

12:27

ternyata dari saham Apple itu bayangkan

12:29

kalau dia enggak berani ambil keputusan

12:31

itu selama bertahun-tahun dia anti

12:33

investasi di teknologi. Padahal dia

12:35

sahabat baiknya Bill Gates, pemiliknya

12:37

Microsoft. Tapi akhirnya Warren Buffet

12:39

ya berani mengakui kesalahannya. Gua

12:41

selama ini terlalu bermain di zona

12:42

nyaman. Zonanya apa? retail, dia

12:44

investasi di perusahaan permen, dia

12:46

investasi di perusahaan asuransi, dia

12:48

investasi di perusahaan energi. Pokoknya

12:49

bisnisnya bisnis gampang lah, enggak

12:50

ribet. Tapi kalau lu investasi di

12:52

perusahaan teknologi memang ribet karena

12:54

mereka bisa punya pair multiplayer bisa

12:56

sampai 10, 20, 100 bahkan. Tapi kalau

12:58

kita ngobrol di dunia usaha juga banyak

13:00

ya orang yang enggak berani buat maju.

13:02

Ada gua lihat pengusaha usahanya gitu

13:04

gitu gitu gitu enggak berani ngutang ke

13:05

bank. Takut, "Pak, nanti gimana kalau

13:07

enggak bisa bayar bunga." Tapi kalau lu

13:08

enggak bisa bayar bunga, lu enggak bisa

13:09

buka cabang, lu enggak bisa ekspansi. Ya

13:11

udahlah, Pak. Enggak apa-apa. Biar

13:12

bisnis gua gini-gini aja, gini-gini aja.

13:14

Makanya gua senang banget ketika gua

13:15

dengar jarum akuisisi GM. Karena Bakmi

13:18

GM itu udah generasi ketiga lebih.

13:19

Bahkan ahli warusnya puluhan orang,

13:22

tetapi bisnisnya gitu-gitu doang. Lu

13:24

enggak pernah hari ini ya, lu tahu BMI

13:25

GM itu rasanya enak banget, tapi lu

13:27

pergi ke Bandung enggak ada. Lu pergi ke

13:29

Surabaya enggak ada bakm GM. Lu pergi ke

13:31

Medan enggak ada bakm GM. Kok konyol

13:32

banget? Sementara McD bisa buka cabang

13:34

di mana-mana. Kenapa mereka takut buka

13:36

cabang di mana-mana? Bakmi Aloy, bakmi

13:38

karet tuh enak tuh Bakmi Aloy tuh di

13:41

Lampung ada di Villa Citra itu enak

13:43

banget punya nyali. Gua kaget kemarin

13:46

tuh gua pergi ke Semarang ada Bakmi

13:48

Aloy. Gila ini bakmy nih dari Lampung

13:50

ada, Jakarta ada, Palembang ada sampai

13:52

Semarang juga ada. Nyalinya lebih tinggi

13:54

dibanding Bakmi GM. Padahal Bang GM

13:56

rasanya enak banget, tapi enggak ada

13:58

nyali. Tapi ya sudahlah akhirnya

13:59

diakuisisi dengan perusahaan lebih besar

14:01

gua rasa bahkan bisa lebih untung lagi

14:02

nih perusahaan. Lu bisa bayangkan ya

14:04

kalau seandainya jarum itu terlena

14:06

berada di zona nyaman, colollaps gua

14:07

yakin. Kenapa ya? Lu lihat perokok di

14:10

Indonesia tambah banyak apa tambah

14:11

jumlahnya sedikit? Tambah sedikit jumlah

14:13

perokok di Indonesia. Kalau jarum

14:15

terlena nyungsep dia hari ini kayak

14:16

Sampurna. Tapi kan dia pintar, dia

14:18

diversifikasi, dia keluar dari zona

14:20

nyaman. Memang kakek leluhur gua udah

14:22

buyut-buyut anak beranak. Bisanya bisnis

14:25

rokok, tapi gua mau diversifikasi. Masuk

14:27

mereka ke perbankan punya bank BCA.

14:29

Masuk mereka pergi ke bisnis e-commerce

14:31

online ada Bli-bli. Masuk mereka ke

14:33

bisnis media, punya narasi. Masuk dia ke

14:35

bisnismi, beli bakmi GM. Menarik, Guys.

14:39

Lu bayangin mereka aja yang udah kaya

14:40

raya duitnya ratusan bahkan ribuan

14:43

triliun enggak ada tuh berada di zona

14:45

nyaman. Selalu punya nyali untuk mencoba

14:47

hal yang baru, opportunity baru.

14:49

Bayangkan kalau mereka masih bertahan

14:51

dengan bisnis rokoknya. Hari ini apa

14:53

yang terjadi? Colaps. Kalau

14:55

anak-anaknya, cucunya terlalu enak,

14:57

terlalu nyaman, dapat duit triliunan

14:59

dari jualan rokok. Eh, begitu generasi

15:01

keempat bingung planga-plongo. Eh, kok

15:03

cukai naik 100%? Kok ada rokok ilegal?

15:06

Kok ada rokok tanpa asap? Kok ada rokok

15:08

dalam bentuk cairan? Apa ya ini ya?

15:11

Bingung collapse. Jadi buat teman-teman

15:13

yang mau keluar dari zona kemiskinan, lu

15:15

harus punya mindset, berani belajar hal

15:18

baru. Buat teman-teman yang belum tahu,

15:19

ya. Gua ini basicnya sarjana hukum loh.

15:21

Tapi lu tahu gua sebagai ahli ekonomi,

15:23

ahli investasi. Kalau buat teman lama

15:25

gua, mereka tahunya gua programmer

15:26

karena gua bisa program. Gua dulu kuliah

15:28

jurusan artificial intelligence. Gua

15:30

bisa coding dalam bahasa HTML, Java,

15:32

C++. Tapi gua gak takut. Gua pindah dari

15:34

programmer ke sarjana hukum. Dari

15:36

sarjana hukum ke dunia investment dan

15:37

ekonomi. Gua enggak takut. Kenapa?

15:39

Kenapa harus takut? Karena kalau lu aja

15:41

enggak berani berubah, maka lu jangan

15:43

berharap hidup lu bakalan berubah juga.

15:46

Karena selalu itu mulainya dari lu

15:47

sendiri. So, mulai belajar beranilah.

15:50

Lakukan hal baru, pelajari hal baru,

15:52

kerjaan baru, bahkan bernyali buat mulai

15:56

dari nol. Kalau teman-teman dekat gua

15:57

pasti sudah tahu gua berulang kali mulai

15:59

dari nol. Tapi ya itulah itulah hidup

16:02

perjalanannya seperti itu. Gua pun

16:04

melihat ada begitu banyak juga ya

16:06

orang-orang yang sukses ya. Ya karena

16:08

dia ditempa jatuh bangun, jatuh bangun,

16:09

jatuh bangun. Tapi lu lihatnya ketika

16:11

udah enaknya doang. Tapi lu enggak lihat

16:12

prosesnya ketika dia dikejar-kejar dop

16:14

collektor. Ketika dia stres banget

16:16

bisnisnya mau collapse hutang ke bank

16:17

segala macam dia mau. Lu enggak pernah

16:19

tahu cerita itu. Dia tapi yang lu lihat

16:21

hari ini dia sukses berhasil kaya raya.

16:23

Hmm. Tapi dia bisa ke situ karena dia

16:25

melewati begitu banyak marabahaya,

16:28

jurang-jurang yang demikian terjal

16:30

sehingga dia bisa sampai ke titiknya

16:31

hari ini. Nah, jadi buat teman-teman

16:33

sebelum kita move ke yang keempat,

16:34

tolong tulis di sini el termasuk yang

16:37

mana? Lu orang yang menikmati kenyamanan

16:39

hidup lu atau lu orang yang berani

16:40

keluar dari zona nyaman? Kalau lu orang

16:42

yang berani keluar dari zona nyaman dan

16:43

lu sudah buktikan itu, tambahkan lagi 20

16:45

poin. Berarti ya sampai titik ini lu

16:47

udah 60 poin. By the way ya, berani

16:49

keluar dari zona nyaman bukan cuma soal

16:51

resign atau belajar hal baru. Tadi gua

16:52

udah bilang. Termasuk lu juga berani

16:54

mengambil keputusan dalam hidup lu untuk

16:56

mengatakan tidak terhadap hal-hal yang

16:58

nyaman. Contoh apa? Dapat undangan kawin

17:00

dari saudaranya di Singapura. Datang

17:02

enggak berani bilang enggak. Undangan

17:04

ponakannya, sunatan, tetangganya ulang

17:07

tahun semua dia iayain. Iayain. Dia

17:09

enggak berani bilang enggak. Dia takut

17:11

bilang enggak. Dia iyain semua karena

17:13

orangnya enggak enakan. Padahal Warren

17:15

Buffet udah berani bilang bahwa kalau lu

17:17

mau jadi kaya raya, lu harus berani

17:18

bilang tidak. Termasuk kepada circle lu

17:21

yang toxic. Eh, lu audit lagi diri lu

17:23

sendiri sebelum lu audit laporan

17:24

keuangan perusahaan orang lain. Coba lu

17:26

audit diri lu sendiri, keluarga lu

17:27

sendiri, ccle lu sendiri. Ada enggak

17:29

orang-orang yang toxic? Ngutang

17:30

dikit-dikit, ngutang sama lu,

17:31

dikit-dikit, ngutang sama lu,

17:33

dikit-dikit, ngibul sama lu, bohong,

17:34

manipulatif sama lu. Hati-hati. Ingat

17:37

ya, kalau lu mau maju, lu harus berani

17:39

katakan tidak, terutama kepada ccle

17:41

toxic itu. Jadi, punya nyali apa? Satu

17:43

contoh, keluar dari zona nyaman, lu

17:45

berani delcon, delet kontak. Mantan lu

17:48

yang toksik, teman-teman lu yang rese,

17:51

yang enggak ada kasih value, kalau

17:52

ketemu cuman ngajak mabuk. Hai hai,

17:54

enggak ada value-nya buat lu. Buang

17:55

semua, delete kontaknya. Berani enggak

17:57

lu? Lakukan itu. Kenapa? Karena lu gak

17:59

bisa bergerak. maju. Kalau kawanan lu,

18:02

pek lu, orang-orang sekeliling lu itu

18:04

berusaha untuk membawa lu ke level

18:06

mereka. Dan mungkin juga level mereka

18:07

dibawah lu dari pola pikir, dari mulai

18:10

mindset, psikologis, daya fighting, daya

18:13

juang. Jangan sampai lu justru yang

18:15

ditarik ke mereka karena lu kan pengen

18:17

upgrade nih, lu pengen naik kelas nih.

18:19

So, lu harus berani deh lihat kontak.

18:20

Lakukan itu. Ada orang bangga banget di

18:23

suatu event marketing ya, ayo siapa yang

18:25

kontaknya lebih banyak dari gua? Gua

18:27

kasih hadiah. Akhirnya ada saya punya

18:28

7.000 R nomor kontak. Saya punya 12.000

18:30

nomor kontak. Saya punya 15.000 nomor

18:32

kontak. Hmm. Bolehlah kalau lu cuma

18:35

sales lah. Tapi kalau lu seorang CEO,

18:37

pengusaha, lu mau sukses, lu harus

18:38

berani delete kontak. Buang yang enggak

18:40

penting-gak penting itu buang. Gua tiap

18:42

hari itu undangan meeting ada lebih dari

18:43

30 kali orang ngajak gua meeting inilah,

18:45

meeting itulah. Mayoritas gua bilang

18:47

enggak, enggak, enggak, enggak, enggak.

18:48

Enggak penting. Jadi lu harus berani

18:49

bilang enggak. Ya terserah dia mau

18:51

bilang apa. Benny, kok lu enggak bisa

18:53

datang ke acara ulang tahun ponakan gua?

18:54

Urusan lu. Lu mau marah? urusan lu. Gua

18:57

ada hal yang lebih penting gua harus

18:58

lakukan. Kenapa? Karena lu hidup harus

19:01

ada prioritas. Lu harus berani keluar

19:03

dari zona nyaman. Termasuk ketika lu

19:05

tidak nyaman. Ketika saudara lu, teman

19:07

baik lu meminta hal-hal yang sebetulnya

19:09

enggak ada nilai tambahnya bagi lu. Lu

19:12

harus berani katakan tidak. Beranilah

19:14

keluar dari zona nyaman. Yang nah yang

19:15

keempat tadi udah tiga ya. Kalau lu 20

19:17

berarti udah 60 poin lu. Tapi lu harus

19:18

jujur ya sama diri lu. Yang keempat ini

19:20

penting guys. Orang kaya itu punya

19:21

mindset jangka panjang bukan instan.

19:23

Makanya gua berulang kali bilang gini,

19:24

kalau lu cocok jadi investor itu

19:26

sebenarnya paling gampang. Gua suka

19:28

ngajar ya. Gua ngajar tuh udah sampai ke

19:29

pedalaman Kalimantan, Guys. Jadi enggak

19:31

usah kuliahin gua soal ini. Gua udah

19:32

lihat real case-nya seperti apa. Gua

19:34

udah sampai masuk ke Sulawesi, ke

19:36

Sumatera. Gua bisa bilang dengan jujur,

19:39

jauh lebih gampang ya ngajarin petani

19:41

loh buat jadi seorang investor handal

19:43

dibandingkan orang ibu kota profesional,

19:45

lawyer, accountant, ahli pajak segala

19:47

macam. Enggak susah. Mereka jauh lebih

19:49

gampang ngajarin petani karena mereka

19:51

udah punya mindset jangka panjang. Ho.

19:52

Kalau gua nanam semangka hari ini, gua

19:54

panennya 4 bulan lagi. Oh, kalau gua

19:56

nanam pohon sawit hari ini, gua panennya

19:58

5 tahun lagi. Mereka sudah tahu. Jadi

20:01

mereka tidak gampang dikibuli oleh ya

20:03

investasi-investasi palsu, investasi

20:05

bodong menggaransi cuan 10% sehari, 50%

20:09

sebulan. Hal-hal yang enggak realistis.

20:11

Karena realitanya lu nanam pohon durian

20:13

hari ini, enggak bisa lu makan buahnya

20:15

besok. Enggak bisa. Kalau bisa lu itu

20:17

penipuan. Kalau ada yang jual benih,

20:19

"Bro, bro, beli nih biji terbaik nih.

20:21

Ini adalah benih pisang terbaik. Lu

20:23

tanam hari ini, besok lu bisa dapat

20:25

buah." Itu udah jelas penipu, Guys.

20:26

Hati-hati. Makanya, nah orang kaya

20:27

enggak gampang ditipu-tipu dengan

20:29

hal-hal aneh begitu. Dia udah tahu

20:30

ketika dia investasikan waktunya,

20:32

duitnya, energinya, termasuk pengusaha

20:33

juga. Ini buat sesuatu yang baik dalam

20:36

jangka panjang. Makanya penting yang

20:38

namanya integritas. Kenapa? Selalu

20:39

berpikir jangka panjangnya seperti apa?

20:41

Jangka panjangnya seperti apa? Bukan

20:43

soal besok gua mau makan apa. Itu

20:44

mentalitas orang miskin. Eh, gua nyolong

20:46

aja dulu. Itu mentalitas orang miskin.

20:48

Mereka punya nyali dipakai buat hal yang

20:50

sia-sia. Contoh nyali maling besi,

20:52

mencuri. Mereka cuma pikir besok makan

20:55

apa, hari ini makan apa. Udah sampai

20:56

situ doang level pemikirannya. Miskin

20:58

terus. Besok pikir lagi, besok pikirnya

21:01

itu lagi. Mereka enggak pikir jangka

21:02

panjang. Eh, mendingan gua kursus

21:04

menjahit ya? He, mendingan gua kursus

21:05

bahasa Inggris ya. Heh, gua bisa belajar

21:06

nyetir ya. Gua bisa jadi sopir truk ya?

21:08

Eh, gua bisa jadi sopir tambang ya.

21:09

Mereka enggak berpikir jangka panjang.

21:11

Nanti udah jadi sopir tambang, upgrade

21:12

lagi. Ini gua kasih contoh real case.

21:14

Gua punya teman baik kemarin baru

21:15

ngajakin proposal bisnis, cuan

21:17

bareng-bareng gua. Investasi bareng yuk.

21:19

Teman gua ini mantan buru pabrik motor

21:22

Jepang yang ada di Karawang. Ketika

21:24

zaman dulu dia kuliah, dia harus

21:26

bolak-balik karena dia dapat shift

21:27

malam. Kadang-kadang shift malam itu

21:28

masuknya jam 09.00 malam sampai jam 5.00

21:31

pagi. Lu bayangin siangnya kuliah bareng

21:34

gua. Malamnya langsung lagi naik motor

21:36

pergi ke Karawang. Dari Depok ke

21:38

Karawang ya, dari UI ke Karawang. Lu

21:40

bayangin setiap hari dia lakukan itu,

21:41

Sabtu, Minggu juga kerja. Kenapa? Biar

21:43

dapat lemburan. Hei, gila ini lulusan

21:45

STM. STM mesin kerja di pabrik Jepang,

21:49

motor di Karawang, tapi punya nyali,

21:51

punya harapan baik, berpikir jangka

21:53

panjang. Gua tidak mau seumur hidup jadi

21:55

buru. Terus gua tanya sama dia, "Ngapain

21:57

lu kuliah di UI? Buat apa lu ambil

21:59

kuliah hukum bareng gua?" Lu kan udah

22:01

enak, gua aja pengangguran namanya. Gua

22:02

mahasiswa ya. Lu kan udah punya gaji.

22:04

Gaji lu berapa, Bro? Ya, gua sekarang

22:05

levelnya udah senior lah. Kalau senior

22:07

gaji gua waktu itu UMR sekitar Rp3 juta

22:09

ya. Jadi waktu itu gaji gua udah

22:11

Rp4.500. Jadi ya lumayanlah udah bisa

22:13

nyicil buat bayar uang kuliah. Terus gua

22:15

tanya lagi, ngapain lu masih lanjut

22:17

kuliah? Gaji lu udah di atas UMR, Bro.

22:18

Jawabannya gini, "Ben, ya gue jadi STM,

22:21

gua enggak mau dong kerja teknik

22:23

ngegerinda, gerinda, gerinda tiap hari

22:25

berapapun gaji gua." Tetap akan lebih

22:27

bagus kalau gua punya keahlian. Dan gua

22:29

yakin kalau gua kuliah di sini, gua

22:31

punya title sarjana hukum, gua bisa

22:33

dapat lebih banyak dari sini. Jadi

22:35

enggak apa-apa gua menderita selama 5

22:36

tahun kuliah di UI. Selama 5 tahun gua

22:39

akan kerja 20 jam sehari. Lu bayangin

22:41

dia kerja di Karawang, kuliah di Depok,

22:44

rumah di Bogor. Lu bisa bayangin

22:47

perjuangan dia selama 5 tahun? Hari ini

22:49

jadi apa dia? Perjuangan buruh pabrik

22:51

ini yang kalau lu kuliah, waduh lu

22:54

tahulah bakaian buru itu oli minyak di

22:56

mana-mana lah. Pakai long trouser gitu,

22:58

Long John. Ya, lu bisa langsung lihat

23:00

gila ini orang. Buat apa sih ada orang

23:02

bengkel di sini? Mungkin orang berpikir

23:04

seperti itu, tapi gua melihat ini orang

23:05

fighter pasti jadi orang. Nah, hari ini

23:07

apa yang terjadi sama dia? Ya, dia jadi

23:08

salah satu lawyer bonafit yang gua

23:10

enggak mau sebutin namanya karena gua

23:11

promosiin gratis. Jadi, tapi gua mau

23:13

bilang ya dia mendapat berkali-kali

23:15

lipat dibandingkan penghasilannya yang

23:17

dulu yang cuman R jutaan itu ya. Hari

23:20

ini gajinya hampir 3 digit. Jadi

23:22

growing, dia punya grow mindset. Gua

23:25

berpikir untuk jangka panjang bukan buat

23:27

hari ini. Kalau dia mau buat hari ini

23:29

zaman dulu itu dia udah happy gajinya di

23:31

atas UMR. Banyak orang-orang di Karawang

23:33

gaji di atas UMR langsung beli Ninja,

23:35

beli motor baru, beli istri baru dan

23:37

lain sebagainya. Yang dia lakukan

23:39

enggak. Dia investasi untuk masa

23:41

depannya. Nah, dia berani lakukan itu.

23:43

Ketika dia lulus, apa yang dia lakukan?

23:44

Dia resign. Lu bayangin dia resign, dia

23:47

sudah naik pangkat bahkan sampai

23:48

supervisor gajinya di atas R juta. Tapi

23:50

dia resign, dia berani ambil keputusan

23:52

itu karena dia mau merubah nasibnya. Dia

23:54

mau merubah nasib keluarganya. Dia harus

23:56

menghidupi orang tuanya nanti ketika

23:58

sudah pensiun. Dia punya pola pikir

24:00

jangka panjang. Dan ini yang membedakan

24:02

orang miskin sama orang kaya. Orang

24:04

miskin itu carinya kepuasan. Bagaimana

24:07

membuat dirinya happy, ganti handphone

24:09

baru. Kalau perlu pakai pinjol, ganti

24:10

handphone baru. Karena mereka pengin

24:12

cepat dipuaskan hasratnya itu. Mereka

24:14

enggak punya nyali, enggak punya

24:16

keberanian, enggak punya mindset buat

24:18

menabung, buat berpikir jangka panjang,

24:19

buat kuliahin anaknya di tempat yang

24:21

lebih bagus dari dia, supaya anaknya

24:23

punya kehidupan yang lebih baik dari

24:24

dia. Tidak ada itu. Ujung-ujungnya apa?

24:26

Orang-orang kayak begini kena investasi

24:27

bodong, kena judul, kena pinjol karena

24:31

hobinya memuaskan diri sendiri demi

24:33

gol-gol jangka pendek. Enggak penting.

24:36

Enggak penting lu punya handphone baru.

24:37

Enggak penting. Enggak ada gunanya. Ya

24:38

mungkin kecuali kalau lu konten kreator

24:40

kali. Tapi selain itu enggak penting.

24:42

Handphone harga R2 juta dengan handphone

24:44

sama R juta sama-sama bisa WhatsApp,

24:46

Bro. Udahlah. Yang paling lu pakai apa

24:49

sih? Paling WhatsApp, email, Instagram,

24:51

semua pun bisa. Buka Instagram YouTube

24:53

di handphone R juta. Ngapain lu pilih

24:54

handphone harga R juta? kan gitu ya.

24:56

Cuma buat gaya biar dibilang orang

24:58

keren. Buat apa? Hidup dari kacamata

25:00

orang lain. Nah, ini yang membedakan

25:01

dengan orang kaya. Orang kaya itu sabar

25:04

dia bangun asetnya. Dia investasi jangka

25:06

panjang. Investasi apa? Kalau teman kita

25:08

tadi investasi leher ke atas, investasi

25:11

keilmuan, sarjana, atau tempat lain. Ada

25:14

investasi dalam bentuk tanah, investasi

25:16

dalam bentuk kebun, investasi dalam

25:18

bentuk deposito atau dalam bentuk saham.

25:20

Dan mereka sabar bertahan. hidupnya

25:23

biasa aja, sederhana. Karena mereka udah

25:25

tahu yang penting itu bukan menang hari

25:26

ini, Bro. Yang penting itu menang 30

25:28

tahun lagi. Itu makanya banyak orang

25:30

bilang, "Eh, yang penting dapat rezeki

25:31

besar. Hari ini salah, lebih baik dapat

25:33

rezeki panjang." Jadi, orang kaya itu

25:35

memang benar mentalitasnya bahwa

25:37

kekayaan itu dibangun, Guys. Bukan

25:40

diburu-buru. Kalau diburu-buru,

25:42

ujung-ujungnya lu jadi marketing

25:44

afiliator krypto, bangsat lu. Bodong aja

25:48

semua dijualin. Bego jadya. Jangan

25:50

begitu. Belajar lu bisa menunda

25:52

kepuasan. Belajar lu bisa menunda

25:55

kenikmatan lu sekarang. Karena yang

25:57

penting apa? Lu dapat kebebasan lu. Lu

25:59

dapat financial freedom lu nanti depan.

26:02

Lu harus lakukan itu. Nah, kalau buat

26:05

teman-teman gimana yang di sini? Lu udah

26:07

melihat diri lu orang yang berani enggak

26:08

sih buat mengambil keputusan bertahan?

26:11

Tidak sedikit-dikit gratifikasi diri

26:14

sendiri, memuaskan diri sendiri, hasrat

26:16

diri sendiri, tidak berpikir instan,

26:18

tapi punya pola pikir jangka panjang.

26:20

Oh, nanti anak gua seperti apa? Oh, gua

26:22

harus menabung hari ini karena gua mau

26:23

anak gua sekolah di sini. Oh, gua mau

26:24

investasi gua seperti ini. Oh, gua nanti

26:26

mau bawa orang tua gua haji 20 tahun

26:28

lagi. Oh, gua nanti mau kasih rumah yang

26:30

lebih baik buat mertua gua nanti. Lu

26:33

tipe yang mana, Guys? Atau lu orang yang

26:35

hidup hari ini? Ya, buat hari ini. Gua

26:36

masih lihat banyak orang yang seperti

26:38

itu. Lu masuk kategori yang mana? Kalau

26:39

lu sudahudah masuk ke tipe orang yang

26:40

mampu berpikir panjang dan menunda

26:42

kesenangan jangka pendek, ambil pena

26:44

kamu, tulis lagi kamu dapat ekstra 20

26:46

poin. Tapi kalau belum, tulis nol.

26:48

Belajar mengenali diri sendiri. Lu masuk

26:50

yang mana, lu harus jujur. Bahkan hari

26:51

ini ya, gua suka ketemu direktur ya yang

26:53

gajinya juga udah lumayan ya, gajinya

26:55

sekitar Rp jutaan ya. Itu masih banyak

26:57

loh yang hidupnya dari pinjol. Sedih

26:59

kalau lu lihat itu sedih banget yang

27:01

masih ngutang ke mana-mana sedih. Aduh,

27:03

gua gak bisa sebut namanya karena

27:04

perusahaannya Tbk. Tapi itu fakta yang

27:06

gua temui begitu tragis dia gak bisa

27:08

mengontrol hasrat di dalam dirinya.

27:10

Sehingga hari ini orangnya sekarat ya,

27:12

lagi di rumah sakit di Singapura tapi

27:14

hutangnya banyak banget. Cucilan rumah

27:16

belum habis, cicilan mobil belum

27:17

selesai, anaknya masih ada yang mau

27:19

kuliah. Ngeri, Guys. Padahal ya gajinya

27:21

Rp50 juta sama tunjangan mungkin dapat

27:23

Rp10 juta sebulan. Tapi itu tidak cukup,

27:25

Guys. Karena gaya hidupnya enggak masuk

27:27

akal dan itu realita. Nah, yang kelima.

27:30

Yang kelima ini prinsip dari Warren

27:31

Buffet bahwa apa? The best investment is

27:34

in yourself. Karena the more you learn,

27:36

the more you earn. Jadi maksudnya apa?

27:38

Lu kalau investasi emas bisa dicuri

27:40

orang, oke. Lu investasi mobil bisa

27:42

berkarat, bisa rusak, bisa tabrakan,

27:44

bisa dimaling orang juga. Lu investasi

27:46

tanah bisa longsor, bisa keluar

27:48

sertifikat palsu. Namanya negara

27:49

Kazakhstan, Bro. Tapi ada satu investasi

27:52

yang enggak bisa dicuri sama siapapun,

27:55

yaitu apa? Investasi kepada diri

27:56

sendiri. Jadi kalau orang miskin itu

27:59

biasanya harus lu push buat belajar,

28:02

harus push buat sekolah, bahkan dia

28:03

enggak mau upgrade nilai dirinya

28:05

sendiri. Stay aja di situ. Jadi lu kalau

28:07

ketemu orang umurnya hari ini 40 tahun

28:10

tapi knowledge-nya enggak ada bedanya

28:12

dengan ketika lu ketemu dia pas SMA

28:13

dulu, dia enggak naik level. Dunia

28:15

sekarang udah bergerak cepat, tapi dia

28:17

jalan di tempat. Kenapa? Karena dia

28:18

tidak mau investasi ke dirinya sendiri.

28:20

Nah, orang kaya itu tahu bahwa the best

28:23

investment is in yourself. Artinya apa?

28:25

Investasilah ke dirimu sendiri.

28:27

investasi layar ke atas. Kalau lu enggak

28:28

ngerti, lu pengin bisnis sesuatu,

28:30

belajar cari mentor, bayar, ikut kursus,

28:33

ikut sekolah lagi. So what? Lu harus

28:35

lakukan itu karena even selevel Warren

28:37

Buffet aja sampai ikut kursus ke DLK

28:39

negeri. Jadi dia lakukan itu padahal dia

28:41

udah dari S1 dari universitas paling

28:43

bagus di dunia. S2 dia juga tapi dia

28:45

enggak puas diri karena dia tahu aset

28:47

dia yang paling berharga ya dirinya

28:48

sendiri. Jadi sebelum dia pakai duitnya

28:51

buat investasi di hal-hal yang lain, lu

28:53

investasilah buat diri lu sendiri.

28:55

Investasi apa, Pak? Contohnya lu kursus

28:58

bikin kue, bikin roti, investasi kursus

29:02

petiseri, investasi kursus ngelas,

29:04

ngebengkel, benerin baterai,

29:05

ujung-ujungnya lu bisa buka pabrik mobil

29:07

listrik. Who knows, lu enggak ada yang

29:09

tahu. Tapi itulah perjalanan kehidupan.

29:11

At the end of the day nih, titik-titik

29:13

ini akan sekaling bertautan dan akan

29:14

membantu lu. Hari ini lu mungkin merasa

29:16

enggak penting kursus bahasa Inggris.

29:17

Eh, tunggu dulu. Itu sangat penting.

29:20

Hari ini lu merasa bahasa Indonesia aja

29:21

cukup atau bahasa Inggris aja cukup. Eh,

29:23

salah. Hari ini lu harus bisa bahasa

29:24

Inggris sama bahasa Mandarin. Realita

29:26

dunia, Amerika Serikat collapse, China

29:28

naik. Lu harus upgrade. Karena kalau

29:30

skill lu naik, pasti income lu juga

29:33

naik. Ya, contohnya gua ya. Dulu gua

29:36

mulai waktu di BINUS gua tuh ya

29:38

artificial intelligence. Gua software

29:39

engineer, kita belajar coding. Bahasa

29:41

gua bahasa mesin, ribet setengah mati,

29:43

bahasa assembly. Susah, Guys. Dari situ

29:46

gua pindah. Gua berani ambil keputusan.

29:48

Pindah gua ambil hukum. Kebetulan

29:50

didaftarin sama kakak gua di UE lulus

29:53

belajar hal baru. Tapi di situ juga gua

29:55

enggak puas diri hukum ini dari sudut

29:56

pandang sosial seperti apa. Gua

29:58

bergabung ke LSM, Guys. Gua ikut Komnas

30:00

Anak waktu itu dibawa Kaseto Sekjennya

30:03

Aris Merdeka si Rait. Ya, gua ikut

30:04

mereka gajinya gratis. Yang penting gua

30:07

dapat ilmu dulu. Tapi gua menganggap itu

30:09

investasi. Gua dapat koneksi banyak di

30:11

situ. Dari situ gua masuk ke LBH

30:12

Jakarta. Ini undernya Adnan Buyung

30:14

Nasution. Dapat ilmu baru. Iya. Duit

30:16

dibayar kagak bro. Miskin semua di situ.

30:18

Tapi lu dapat koneksi. Ingat, yang lu

30:20

cari bukan duit, tapi lu investasi ke

30:22

dalam diri lu. Lu dapat kenalan baru, lu

30:25

dapat pengetahuan baru, lu dapat network

30:27

baru. Dan itu semua berfungsi buat lu.

30:30

Mungkin enggak pada saat itu, tapi dalam

30:32

perjalanan karir lu ya itu akan terjadi

30:34

seperti itu. Karena gua enggak akan

30:35

dibayar mahal kalau skill gua cuman

30:37

sarjana hukum. Dan gua yakin akhirnya

30:38

gua belajar. Gua belajar akuntansi, gua

30:40

belajar soal investasi, gua belajar soal

30:43

pajak. Mau enggak mau, suka enggak suka.

30:45

Karena apa? Ya, kita harus investasi ke

30:47

diri kita sendiri. Makanya sekarang

30:48

orang kalau pakai gua, hire gua jadi

30:50

konsultan. Mereka harus bayar ratusan

30:52

juta per jam. Iya. Kenapa? Karena mereka

30:54

bisa dapat hasil review yang holistik.

30:56

Hm. Dari orang yang sudah punya

30:57

pengalaman berkarir di perusahaan

30:59

software terbesar di Indonesia, Gojek

31:01

saat itu punya pengalaman di Astra,

31:03

punya pengalaman di Oyo, punya

31:05

pengalaman di Tensen, di MNC, itu yang

31:08

dibeli sama orang. Dan lu harus punya

31:10

keberanian buat investasi di dalam diri

31:12

lu sendiri. Jadi, bahkan ketika waktu

31:14

itu gaji gua pun enggak cukup buat

31:15

kursus, gua upayakan gua bisa dapat

31:17

kursus bahasa Inggris. Gua ikut apa?

31:18

Toast master. Karena harganya murah,

31:20

tapi jaringannya banyak. Gua enggak

31:21

perlu keluar biaya duit mahal-mahal.

31:23

Waktu itu gua belum ada duit, gua ikutin

31:24

itu. Teman-teman bisa lakukan itu

31:26

enggak? Bisa. Jadi, ada begitu banyak

31:28

jalan menuju Roma buat Teman-teman yang

31:29

mau investasi ke dalam dirinya sendiri.

31:31

Sampai kemudian ya gua merasa udah cukup

31:33

gua gantian, gue yang ngajar. Dan sampai

31:35

sekarang pun gua masih kebiasa ngajar.

31:37

Tadinya gua biasa ngajar di kolong

31:38

jembatan ke anak-anak yang enggak punya

31:40

duit ya buat ikut sekolah SD, SMP.

31:42

Sekarang gua ngajar ke kampus-kampus

31:44

karena menurut gua ini udah urgen nih

31:45

buat kita bawa generasi Genzi kita buat

31:48

naik level lah pola pikirnya supaya bisa

31:50

menang nih lawan negara asing. Karena

31:52

globalisasi sudah semakin dekat. Kalau

31:54

enggak makin banyak nih negara kita

31:55

habis buat belanja barang impor. Habis

31:58

rupiahnya digadaikan buat beli dolar.

32:00

So, buat teman-teman ya, gua aja berani

32:02

investasi ke diri gua sendiri untuk

32:03

mempelajari hal-hal yang mungkin menurut

32:06

lu gak make sense. Tapi kalau di sini

32:07

ada orang ITB pasti tahu. Dulu gua tuh

32:08

pernah sampai kursus ke ITB belajar

32:10

bikin stemsel gimana caranya membuat

32:13

kultur jaringan untuk tanaman jamur. Eh,

32:15

siapa yang sangka 20 tahun kemudian gua

32:17

buka kebun di Palangkaraya. Kita punya

32:19

kebun pisang terbesar di Kalimantan

32:20

Tengah. Hmm, siapa yang sangka? Gua juga

32:22

enggak nyangka, tapi waktu itu gua mau

32:24

belajar aja. Gua yakin segala sesuatu

32:26

itu ada gunanya. Ya, mungkin enggak

32:27

sekarang tapi nanti. Kursus gua yang

32:29

paling aneh ya, investasi layar ke atas.

32:31

Kalau kursus animasi itu udah standar

32:32

lah. Kursus bahasa Mandarin gua juga

32:34

udah pernah, itu juga standar lah.

32:35

Kursus yang aneh-aneh. Gua pernah

32:36

belajar kursus gimana caranya merubah

32:38

minyak jelantah jadi solar. Menurut lu

32:41

aneh ya, tapi gua ikutin itu. Gimana

32:43

kursus merubah minyak goreng bekas makan

32:45

jadi sabun shampo produk yang

32:47

berbasiskan palm oil. Jadi itu dari

32:50

sekian banyak hal yang gua pernah ikutin

32:51

ya itulah salah satu contohnya yang

32:53

menurut lu mungkin aneh-aneh ya. Tapi

32:54

kalau yang standar-standar kursus

32:55

matematika gua udah pernah, kursus

32:57

kalkulus gua udah pernah, programming ya

32:59

apalagi animasi pun gua bisa. Jadi

33:01

itulah yang kita lakukan untuk investasi

33:03

ke diri sendiri. Termasuk sekarang

33:05

misalkan gua pengin banget nih ngerti

33:07

bisnis nikel. Gua sampai kursus gimana

33:08

caranya rare earth itu bisa diolah.

33:11

Gimana caranya nikel, baxed, cobalt itu

33:13

bisa menjadi produk sampingan dari

33:14

penggalian nikel. Ternyata ven-nya

33:17

beribu-ribu dolar jauh lebih mahal

33:19

dibandingkan lu investasi batu bara.

33:21

Harganya enggak nyampai 100$00. Tapi

33:23

begitu lu ngelihat, wah rare earth

33:25

ternyata seksi, Guys. Makanya lu buruan

33:26

daftar ya sekolah S Benix yang terbaru.

33:28

Karena di season 8 kita akan belajar

33:30

tentang investasi rare Earth. Nah, ini

33:33

khusus buat pemula saham. Jadi, buat

33:34

teman-teman yang masih bingung gimana

33:36

cara baca laporan keuangan, gimana cara

33:38

mengkoneksikan neraca laba rugi,

33:40

keputusan investasi, bisnis rare Earth

33:42

yang bakal booming sebentar lagi.

33:44

Makanya sampai Donald Trump

33:45

ngemis-ngemis minta rare Earth dari

33:47

Indonesia. Tunggu apaagi, Guys? Yuk,

33:48

segera ikutan di sekolah Sambenix season

33:50

8. Kita akan membahas khusus pemula di

33:52

dunia saham gimana cara jadi investor

33:54

yang hebat khususnya di sektor rare

33:56

earth. So, gimana guys? Kita udah mau

33:58

sampai akhir dari video ini bahwa

33:59

penting banget lu punya lima mindset

34:01

jadi orang kaya. Nah, skor kamu gimana

34:04

sekarang? Coba angkat kertas kalian.

34:06

Tadi kan total ada lima rasi.

34:08

Masing-masing nilainya 20 poin. Karena

34:10

kalau nilai kamu ya di atas 60, maka

34:13

kemungkinan kamu buat keluar dari zona

34:16

miskin itu sudah cukup besar. Jadi yang

34:18

lebih penting lagi, seberapa persen

34:20

kemungkinan lu bisa berubah dari miskin

34:23

menjadi kaya? Ternyata persentasenya

34:25

tergantung seberapa pengin kamu berubah.

34:28

Karena keputusan ada di tanganmu.

34:30

Sekarang lu bisa jalani hidup ini

34:32

seperti apa adanya yang udah-udah

34:34

seperti biasa. Atau lu bisa mulai ubah

34:37

pola pikir lu mulai detik ini, detik lu

34:40

lihat video ini, eh gua mau berubah, gua

34:42

enggak mau gitu-gitu aja. Karena

34:44

ketahuilah, Guys, apa yang terjadi di

34:46

dalam hidupmu hari ini, apapun itu,

34:48

siapa yang jadi pasanganmu, apa

34:51

kuliahmu, seberapa besar gajimu,

34:54

seberapa besar circle kamu, itu adalah

34:57

hasil dari keputusan kamu, bukan dari

34:59

keputusan orang lain. Jadi, apa yang

35:01

kamu lakukan, apa yang kamu pikirkan,

35:03

itulah yang akan kamu lakukan dan

35:05

terjadi di dalam hidup kamu. Jadi, what

35:08

you don't change is what you have. Apa

35:10

yang elah di masa lalu lu, itulah yang

35:13

terjadi di dalam diri lu hari ini. Jadi,

35:16

lu jangan komplain ke mana-mana. Ini

35:17

salah pemerintah, ini salah Prabowo, ini

35:19

salah 03 enggak menang, ini salah Donald

35:22

Trump. No, lihat dulu ke diri lu

35:23

sendiri. Because what you don't change,

35:26

artinya lu sudah memilih apa yang kamu

35:28

tidak rubah dari hidupmu. Berarti kamu

35:31

sudah pilih secara sadar. Gua terima

35:33

fakta itu terjadi di dalam hidup gua.

35:35

Itu adalah keputusan gua. So, lu harus

35:37

hati-hati because what happen in your

35:39

life is actually because of your

35:41

decision. It keputusan kamu yang terjadi

35:44

dalam hidupmu. So, guys, yuk segera

35:46

komen di bawah ini dari lima mindset

35:48

yang ada di sini yang udah gua terangin

35:49

sama kalian, mana sih yang lu sudah

35:51

terapkan di dalam hidup lu? Dan ada

35:53

enggak sih contoh konkrit dari lima

35:55

mindset ini yang lu lihat dari

35:56

sekelilingmu, temanmu, saudaramu,

35:58

keluargamu yang memiliki lima mindset

36:00

ini dan ternyata mereka berhasil merubah

36:02

kehidupan mereka. Sharing juga dong di

36:04

sini biar dilihat sama teman-teman lain

36:07

bahwa iya betul orang bisa berubah dari

36:09

zero no one nobody into somebody into

36:12

someone. Tolong dong sharing juga

36:14

pengalaman cerita kalian di sini. Dan

36:17

buat teman-teman ya kalau lu ngerasa

36:18

video ini memberikan lu value, yuk

36:21

segera share video ini ke teman-teman

36:23

kalian yang lain yang membutuhkan

36:24

insight ini juga. Karena apa? Karena

36:26

Indonesia butuh lebih banyak lagi orang

36:28

yang mau fight, orang yang mau berubah,

36:30

mau kasih yang terbaik dalam hidupnya.

36:32

punya patien, punya obsession untuk

36:35

berubah, ya setidaknya dirinya jadi

36:37

lebih baik lagi. Karena kalau diri lu

36:39

secara individual jadi lebih baik lagi,

36:40

percayalah keluarga lu, family lu, ccle

36:43

lu akan menjadi lebih baik lagi. Dan

36:44

kalau makin banyak ya keluarga-keluarga,

36:46

family-fily yang berhasil naik kelas

36:48

negara juga akan jadi lebih baik lagi,

36:51

akan tambah positif karena makin banyak

36:53

sel-sel kecilnya dalam bentuk individu

36:55

dan keluarga itu yang berhasil berubah

36:58

menjadi positif. Oke, guys. Semoga video

37:01

ini bermanfaat. Ditunggu komentar

37:02

kalian. Yuk, segera subscribe channel

37:04

Benix. Salam sehat, salam cuan. Bye bye.

37:07

[Musik]

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.