TRANSCRIPTID

[LIVE] Bisa Tanya Kebijakan PANRB: Penyusunan Peta Proses Bisnis, PermenPANRB Nomor 19 Tahun 2018

1h 57m 14s11,696 words2,127 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

30:33

Asalamualaikum warahmatullahi

30:35

wabarakatuh. Selamat pagi menjelang

30:37

siang Bapak Ibu sekalian. Salam

30:39

sejahtera untuk kita semua. Om

30:41

swastiastu. Namo buddhaya. Salam

30:43

kebajikan.

30:45

Bapak, Ibu sekalian, hadirin sekalian

30:47

yang berbahagia. Kami ucapkan terima

30:49

kasih kepada hadirin yang telah

30:51

menghadiri acara bisa tanya kebijakan

30:54

Kementerian Pendayagunaan Aparatur

30:56

Negara dan Reformasi Birokrasi yang

30:58

setiap harinya, setiap minggunya terkait

31:01

dengan pendalaman isu strategis berbagai

31:04

kebijakan kebijakan pendagunaan aparatur

31:07

negara dan reformasi birokrasi yang

31:09

tentunya dengan harapan dapat bermanfaat

31:12

bagi kita semua.

31:14

Sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu

31:17

nama saya Gina Kamilia. Saya analis

31:21

kebijakan pertama dari Deputi Bidang

31:24

Kelembagaan dan Tata Laksana. Serta

31:27

untuk kesempatan kali ini pemateri ee

31:30

kita dengan Mbak Nanda Putri, analis

31:33

kebijakan ahli muda dari Deputi Bidang

31:36

Kelembagaan dan Tata Laksana.

31:39

Pada kesempatan kali ini untuk materi

31:41

yang akan disampaikan adalah terkait

31:43

penyusunan peta proses bisnis sesuai

31:46

dengan ee Peraturan Menteri PAN RB nomor

31:50

19 tahun 2018. Tentunya Bapak, Ibu dari

31:54

kementerian lembaga maupun dari ee

31:56

pemerintah daerah sudah sangat familiar

31:59

ya dengan ee peta proses bisnis ini ya.

32:03

Guna ee mengefektifkan waktu yang

32:06

diberikan. kami persilakan kepada Mbak

32:09

Nanda untuk menyampaikan materi terkait

32:12

penyusunan peta proses bisnis tersebut

32:18

ya.

32:19

Ya. Baik. Ee terima kasih banyak ee Mbak

32:21

Gina atas ee pendahuluannya. Ee izin

32:25

memperkenalkan diri lagi ya Bapak Ibu.

32:27

Ee saya Nanda. Mungkin nanti dalam

32:30

prosesnya setelah kita ee apa melakukan

32:33

ee pemaparan materi apabila ada yang

32:36

ingin ditanyakan silakan ditanyakan baik

32:39

ee rekan-rekan di ee Zoom maupun di

32:43

kanal YouTube. Oke, ee saya izin share

32:47

screen.

32:54

Sudah terlihat ya, Mbak Gina ya. Oke.

32:56

Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim.

32:57

Asalamualaikum warahmatullahi

32:59

wabarakatuh. Ee kita langsung saja ya

33:01

Bapak Ibu. Jadi ini adalah ee kita akan

33:05

me me apa namanya memberikan ee sharing

33:09

kebijakan terkait dengan penyusunan peta

33:11

proses bisnis berdasarkan Permenpan 19

33:14

tahun 2018 tentang ee penyusunan proses

33:17

bisnis. Nah, sebagaimana kita ketahui

33:20

bahwa ee Bapak Presiden Prabowo saat ini

33:23

juga e koncern gitu ya terhadap

33:25

pelaksanaan reformasi birokrasi. ada

33:28

beberapa arahan yang memang ini murni

33:30

100% kaitannya dengan pelaksanaan ee

33:33

reformasi birokrasi. Di antaranya Bapak

33:36

Presiden menginginkan adanya

33:37

responsivitas birokrasi, kemudian adanya

33:40

percepatan implementasi kebijakan,

33:42

penguatan koordinasi antar lembaga,

33:44

kemudian efektivitas dialokasikannya

33:46

anggaran, percepatan ee pemberatasan

33:49

korupsi dan kebocoran anggaran, ada juga

33:51

pengolan ASN, pelayanan berbasis

33:53

teknologi dan juga reformasi pelayanan

33:55

publik. Nah, apabila kita melihat dari

33:58

berbagai arahan Bapak Presiden terkait

34:00

reformasi birokrasi ini, kita ee dapat

34:04

ee menemu kenali bahwa memang ternyata

34:06

proses bisnis ini menjadi suatu fondasi

34:09

gitu ya, agar ee arahan reformasi

34:12

birokrasi ini dapat ee tercapai secara

34:15

paripurna. Nah, mengerucut lagi ee Bapak

34:20

Presiden juga mengeluarkan beberapa ee

34:23

instrumen kebijakan gitu ya. nya dalam

34:26

hal ini adalah Impress gitu ya. sejak

34:28

tahun ada 2019 dulu ee masih era ee

34:33

presiden eh sebelumnya hingga ee INPRES

34:37

di tahun 2025 yang pada intinya adalah

34:39

berbagai ee arahan instruksi presiden

34:42

ini memang arahnya adalah untuk

34:44

mengoptimalkan kesejahteraan rakyat

34:46

mulai dari pengentasan kemiskinan gitu

34:48

ya, peningkatan investasi, mendorong

34:50

upaya hilirisasi gitu ya, mendukung

34:52

ketahanan pangan nasional hingga yang

34:54

terakhir adalah peningkatan kualitas dan

34:56

akses layanan kesehatan. Nah, berbagai

34:59

inpresinpres maupun kepres ini Bapak Ibu

35:01

yang saya hormati memang ee membutuhkan

35:06

semacam pengait gitu ya agar ee

35:09

memastikan orkestrasi antar KL ini bisa

35:12

berjalan secara optimal. Nah, apa yang

35:15

apa yang bisa apa yang dipergunakan gitu

35:18

sebagai pengaitnya itu adalah reformasi

35:20

birokrasi yang sifatnya tematik gitu ya.

35:22

Jadi tujuannya adalah memastikan agar

35:25

kolaborasi dan kerja sama lintas

35:28

kewenangan antara kementerian, lembaga,

35:30

maupun pemerintah daerah ini bisa

35:32

sama-sama ee apa tertuju pada satu titik

35:36

yang sama ya. Baik itu dari aspek

35:38

anggaran, baik itu dari aspek kebijakan,

35:40

maupun pengelolaan teknologi

35:42

informasinya. Tujuannya sama, endingnya

35:43

sama itu untuk ee mendukung

35:45

kesejahteraan rakyat. Nah, ee Bapak, Ibu

35:49

yang saya hormati, memang ketika kita

35:51

bicara RB ternyata RB itu bukan hanya

35:54

tentang administrasi gitu ya, bukan

35:56

hanya terkait dengan ee apa namanya ee

36:02

semua yang segala sesuatu yang tercatat

36:04

dan terdokumentasi dengan baik, tetapi

36:06

transformasi pemerintahan yang sifatnya

36:08

holistik gitu ya, tidak parsial. Nah,

36:11

sehingga tujuannya apa? Untuk mencapai

36:13

target pembangunan. Jadi tidak boleh

36:15

antara reformasi birokrasi ini ada gap

36:17

gitu ya, gap yang yang belum dapat diisi

36:20

dengan baik ketika kita bicaranya ee apa

36:23

namanya ee tercapainya tujuan

36:25

pembangunan. Nah, di dalam reformasi

36:28

kerangka reformasi birokrasi itu sendiri

36:30

gitu ya, Bapak, Ibu yang saya hormati.

36:31

kita punya ada kelembagaan yang perlu

36:34

yang yang jadi satu isu utama juga ada

36:37

proses bisnis gitu ya, ada personilnya

36:39

gitu SDM aparaturnya, ada manajemen

36:42

kinerjanya, ada pelayanan publik, dan

36:43

terakhir adalah ada transformasi digital

36:45

pemerintah gitu ya yang menjadi ee

36:48

pengait atau pengikat untuk ee seluruh

36:52

atau beberapa dari komponen-komponen

36:54

reformasi birokrasi. Nah, khususnya

36:56

proses bisnis ini yang akan menjadi ee

36:58

bahasan kita pada pagi hari ini. Nah,

37:02

Bapak Ibu yang saya hormati ee

37:05

sejak 2018 ee proses bisnis ini menjadi

37:09

sesuatu hal yang memang kita sering ee

37:12

suarakan gitu ya, baik itu secara

37:14

teoritis maupun itu baik itu secara

37:17

teoritis maun

37:19

secara ee legalnya gitu ya, secara

37:22

yuridisnya. Nah, kalau secara teoritis

37:25

memang sudah ada banyak ee pakar yang

37:27

menyatakan bahwa memang proses bisnis

37:29

ini seperangkat aktivitas yang tujuannya

37:31

memang menggambarkan keterkaitan gitu

37:33

ya, antara pihak satu dengan pihak lain,

37:36

menggambarkan alur logis dan tujuannya

37:38

adalah menghasilkan output untuk

37:40

mencapai tujuan akhirnya tuh apa sih

37:42

gitu ya. Nah, di Permenpan 192018 ini

37:46

juga disebutkan bahwa proses bisnis

37:47

adalah diagram yang menggambarkan

37:49

hubungan kerja yang efektif dan efisien

37:51

antar unit organisasi. Kata kuncinya

37:53

adalah efektif dan efisien. Jadi kalau

37:55

hubungan kerja itu tidak efektif dan

37:57

efisien ya jangan digambarkan di dalam

37:58

peta proses bisnis ini. Jadi ketika kita

38:01

memetakkan di dalam ee memetakan peran

38:03

gitu ya, memetakkan peran dan proses

38:05

dari masing-masing ee apa namanya pelaku

38:08

gitu ya, maka kita perlu petakan yang

38:11

paling efektif itu seperti apa, yang

38:12

paling efisien itu seperti apa gitu.

38:14

Jadi ee

38:16

nanti dalam proses penyusunannya memang

38:18

kita perlu melepaskan dulu nih semua

38:20

unit-unit organisasi. Kita fokus pada ee

38:22

prosesnya, kita fokus pada mandatnya itu

38:25

apa, kita fokus pada ee apa sasaran

38:27

program yang ingin dicapai sehingga

38:29

harapannya nanti tergambar hubungan

38:31

kerja yang efektif dan efisien antar

38:33

unit organisasi.

38:35

Nah, ee memang ee Bapak Ibu yang saya

38:37

hormati tadi ya, ketika kita bicara

38:39

arahan bahwa Presiden terkait dengan

38:40

reformasi birokrasi

38:42

ada ee apa namanya ee sasaran yang juga

38:47

perlu kita capai yaitu

38:49

penyelesaian-penyelesaian isu tematik

38:50

melalui reformasi birokrasi yang

38:52

sifatnya tematik. Yang tadinya fokusnya

38:55

ke hulu gitu ya, perbaikan manajemen

38:57

internal instansi pemerintahan. Ketika

38:59

kita bicara reformasi birokrasi tematik,

39:01

maka bergeser pada isu-isu yang sifatnya

39:04

prioritas presiden yang ditujukan yang

39:06

ditujukan untuk menyelesaikan

39:08

masalah-masalah yang sifatnya konkret

39:10

seperti kemiskinan gitu, investasi,

39:12

hilisasi gitu ya. Jadi bicaranya di isu

39:15

hilir gitu ya Bapak, Ibu. Nah, di mana

39:17

letak proses bisnis? Kalau dulu delan

39:20

area perubahan proses bisnis itu secara

39:22

eksplisit disampaikan gitu ya, di dalam

39:25

ee apa namanya? delapan area perubahan

39:27

reformasi birokrasi. Kalau di roadmap RB

39:31

saat ini memang ada pemisahan, ada hard

39:33

element, ada soft element. Kalau hard

39:36

element kita bicara terkait dengan

39:38

kerangka logis eh RB untuk terciptanya

39:40

tata kelola pemerintahan digital yang

39:42

efektif, lincah, dan kolaboratif,

39:44

sementara sub elemennya kita bicara

39:45

budaya dan sumber daya manusia. Nah,

39:47

proses bisnis ini gitu ya dan delapan

39:49

area perubahan sebelumnya ini menjadi

39:51

bagian yang sebenarnya tidak terpisahkan

39:53

dari heart elemen ini. Jadi memperluas

39:55

yang tadinya kita hanya fokus ke heart

39:57

elemennya, tapi ini juga kita tambahkan

39:59

dengan soft elemennya yang menjadi eh

40:02

apa? penguat gitu ya dari roadmap RB

40:04

yang sudah disusun ee saat ini. Nah, ee

40:08

Bapak Ibu yang saya hormati ee memang

40:11

ini adalah praktik gitu ya, praktik yang

40:14

idealnya ee berjalan di instasi

40:17

pemerintah ketika kita melakukan

40:18

penataan organisasi. Praktiknya adalah

40:21

pertama ini praktik terbaiknya,

40:22

benchmark terbaiknya ya Bapak Ibu.

40:24

Pertama ada mandat gitu ya. Dari mandat

40:26

ini kita desain organisasinya, kemudian

40:28

kita petakkan peran-perannya apa saja,

40:30

proses inti, pendukung, proses lainnya

40:33

seperti apa. Jadilah ke dalam proses

40:34

bisnis. Kemudian nanti kita susun

40:37

strukturnya dari proses-proses tersebut.

40:39

siapa saja yang benar-benar berperan

40:42

departemenasi-departemen apa

40:43

departementasi apa saja yang perlu kita

40:45

susun gitu ya untuk melaksanakan

40:47

proses-proses tadi. Kemudian orangnya

40:50

butuhnya ee kapas kompetensinya apa,

40:54

berapa jumlahnya gitu ya melalui ee

40:57

anjab ABK dan urai jabatan. Yang

40:59

terakhir adalah spesifik spesifikasi

41:01

jabatannya butuhnya ee pegawaiinya

41:03

seperti apa. Nah, namun saat ini seap

41:06

kali ada disparitas atau ada semacam gap

41:10

gitu ya antara

41:13

ee praktik terbaik dengan kondisi yang

41:15

seharusnya. Ada lompatan proses antara

41:18

mandat itu biasanya langsung digambarkan

41:20

struktur organisasinya. Jadi ada dua

41:22

proses yang terpisah nih antara desain

41:24

dengan proses bisnis. Nah, ini yang

41:25

sebenarnya ee sama-sama idealnya perlu

41:28

kita perbaiki ketika kita ingin ee

41:31

menyusun struktur organisasi.

41:33

Nah, ee ini kita langsung saja. Nah, ini

41:36

ya Bapak, Ibu. Jadi ketika kita bicara

41:37

proses bisnis ini dia bagian dari ee

41:41

penyederhanaan layanan birokrasi yang ee

41:44

overall memang bicaranya di back

41:46

office-nya gitu ya, karena menggambarkan

41:48

hubungan kerja intra dan antar

41:50

organisasi agar nanti yang front office

41:52

bisa berjalan dengan eh smooth, bisa

41:56

soft landing gitu ketika kita bicara

41:58

masyarakat. Karena ketika masyarakat

42:00

misal ingin mendapatkan pelayanan

42:02

katakanlah di bidang ee apa namanya ee

42:06

perizinan gitu ya, masyarakat tahunya

42:08

hanya satu pintu gitu ya ke OSS atau

42:11

seperti apa. Nah, enggak masyarakat tuh

42:13

enggak perlu tahu di belakang ini ada

42:15

berbagai kementerian lembaga yang

42:16

bekerja. Ada Kemenaker misalnya,

42:18

kemudian ada BP2MI misalnya atau ada

42:21

kementerian-kementerian lain pemerintah

42:22

lainnya yang terlibat gitu ya di dalam

42:25

ee proses perizinan tersebut gitu.

42:26

sehingga memang proses bisnisnya ini

42:28

yang perlu kita perkuat gitu ya agar

42:30

yang front office masyarakat ini

42:32

everything menjadi lebih smooth gitu ya,

42:35

lebih softlanded ketika kita bicaranya

42:37

hospitality.

42:39

Nah, memang kerap kali Bapak Ibu

42:41

terdapat ee apa ya ee confuse gitu

42:45

antara apa sih bedanya proses bisnis

42:47

dengan SOP gitu ya. Ini kita coba

42:49

petakan perbedaannya ee dari aspek lima

42:52

besaran. Yang pertama mulai dari

42:53

langkahnya, langkah penyusunannya,

42:55

bentuk penggambarannya, dokumen turunan,

42:57

kebermanfaatan, dan terakhir adalah

42:59

periode dalam mengevaluasinya.

43:01

Untuk proses bisnis memang kalau di

43:03

daerah gitu ya berdasarkan RPJMD gitu ya

43:06

atau rencana strategis untuk

43:08

masing-masing ST pemerintahnya.

43:10

Sementara SOP ini adalah turunan dari

43:12

peta proses bisnis ketika sudah masuk

43:14

level N atau nanti level eh cfm-nya,

43:18

cross functional eh map-nya gitu ya.

43:20

Jadi ketika sudah tergambar petalitas

43:22

fungsi maka SOP ini bisa kita susun.

43:25

Bagaimana bentuk ee penggambarannya

43:28

kalau proses bisnis ini dengan notasi

43:30

simbol sederhana bisa bisa flowchart

43:32

bisa juga BPMnya nanti kita singgung di

43:33

belakang. Sementara SOP ini ada ee

43:37

khususnya SOP administrasi pemerintah

43:39

ini memang sudah kita bakukan menjadi

43:42

hanya terdiri dari lima jenis simbol.

43:44

Kalau proses bisnis dokumen turunannya

43:47

adalah SOP. Sementara SOP ini adalah

43:49

dokumen dokumen turunan adalah seperti

43:51

juklak Juknis gitu ya yang lebih

43:53

spesifik gitu ya. Apa yang harus kita

43:55

lakukan dan apa persyaratan-persyaratan

43:57

dari setiap ee prosedur yang ee sudah

43:59

kita lakukan bersama. Kemudian

44:02

kebermanfaatannya proses bisnis ini kita

44:04

bicara aset pengetahuan organisasi

44:06

hal-hal yang sifatnya intangible gitu

44:08

ya. Jadi siapapun yang duduk di dalam

44:10

organisasi tersebut sudah tahu nih apa

44:12

yang harus dikerjakan sipo-nya kemudian

44:15

input output proses eh customernya itu

44:17

seperti apa tuh sudah sudah bisa

44:19

tergambar. Sementara SOP ini kita bicara

44:22

ee pedoman standar penerapan. Jadi untuk

44:25

melakukan sesuatu standarnya tuh seperti

44:26

apa? Kalau bicara evaluasinya proses

44:29

bisnis ini paling sedikit memang 1 tahun

44:31

sekali tapi biasanya ketika dalam 1

44:34

tahun itu ada perubahan organisasi dari

44:36

organisasi misalnya penambahan modal

44:39

organisasi baru dan sebagainya ini bisa

44:41

kita lakukan evaluasi juga meskipun

44:42

misalnya tahun kemarin sudah kita

44:44

evaluasi gitu ya. Nah, biasanya sering

44:46

juga ada pertanyaan Bapak, Ibu, kalau

44:48

misalnya ada ee perubahan organisasi,

44:50

apakah satu buku bundle proses bisnis

44:53

ini harus kita ubah gitu ya? Nah,

44:55

jawabannya ee bisa iya bisa tidak. Kalau

44:58

perubahan organisasi itu adalah

45:00

mempengaruhi proses inti, nah itu

45:02

biasanya akan berdampak tuh kepada ee

45:05

turunan-turunan subproses, peta relasi,

45:07

dan seterusnya hingga level CFM. Tapi

45:09

kalau misalnya organisasi yang berubah

45:12

itu hanya misal penambahan tugas fungsi

45:14

atau misal ee perubahan organisasi yang

45:17

sifatnya minor gitu ya. Ini mungkin yang

45:19

dirubah tapi proses intinya nih enggak

45:21

enggak berubah nih proses intinya.

45:23

Paling yang kita rubah nanti hanya peta

45:24

subprosesnya atau ee peta keterkaitan

45:27

relasinya saja atau bahkan cfm-nya saja

45:29

yang kita rubah. Jadi perubahannya juga

45:31

tidak tidak holistik gitu ya. Hanya

45:34

part-part tertentu yang kita ubah. Nah,

45:35

ini menyesuaikan lagi dengan kebutuhan

45:37

masing-masing organisasi.

45:40

Nah, ee

45:42

memang ee penyusunan peta proses bisnis

45:45

ini ee secara ee ee mandatory

45:50

kalau di Undang-Undang Administrasi

45:52

Pemerintah kita bicaranya adalah pedoman

45:54

umum standar operasional. Nah, SOP ini

45:56

kan tadi seperti didiskusikan sebelumnya

45:59

adalah dokumen turunan dari peta proses

46:02

bisnis di Perpres OKN atau organisasi

46:05

Kementerian Negara juga kita mandatkan

46:06

agar kementerian lembaga perlu menyusun

46:10

ee peta proses bisnis yang menggambarkan

46:12

hubungan yang efektif dan efisien antar

46:15

ee apa namanya organisasi pemerintah

46:18

gitu ya. Sehingga memang ee sebelum SOP

46:21

ini disusun kita perlu punya dulu nih

46:23

peta proses bisnisnya. Oke, Bapak Ibu.

46:26

Nah, ee selanjutnya Bapak, Ibu yang saya

46:29

hormati, apa kaitannya dengan SPBE?

46:31

Mungkin kita sering sering-sering

46:32

mendengar ee apa namanya peta proses

46:35

bisnis ini disusun gitu ya. Tujuannya

46:37

adalah untuk memenuhi persyaratan dari

46:39

penyusunan arsitektur SPBE. Nah, memang

46:42

di Perpres 95 tentang SPBE ee tujuannya

46:47

adalah untuk mewujudkan sistem

46:49

pemerintahan basic elektronik yang

46:51

terpadu baik di instansi pusat maupun di

46:53

daerah. Nah, bagaimana untuk mencapai

46:56

keterpaduan ini gitu ya, kita butuh

46:58

arsitektur SPBE nasional yang akan

47:01

digunakan sebagai acuan dalam

47:02

pelaksanaan integrasi proses bisnis

47:04

gitu. Jadi memang proses bisnis ini

47:06

tetap dibutuhkan untuk menjadi mesin

47:09

gitu ya atau untuk menjadi suplai utama

47:12

dalam penyusunan arsitektur SPBE gitu ya

47:15

yang nantinya akan ee apa namanya

47:18

harapannya ke depan kita akan tergambar

47:20

gitu ya ee keterpaduan secara nasional

47:23

untuk mengoptimalisasi tadi orkestrasi

47:25

antar ee kinerja dan kewenangan dari

47:29

kementerian maupun lembaga maupun

47:31

pemerintah daerah.

47:33

Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati ee

47:35

terlebih lagi di Perpes95 2018 tentang

47:38

SPBE tadi memang

47:40

proses bisnis itu salah satu unsur-unsur

47:42

dari SPBE gitu ya. Sehingga memang ini

47:45

menjadi bagian yang ee tidak terlepas

47:49

gitu ya dari ee upaya kita dalam

47:51

mewujudkan ee sistem pembelan berbasis

47:53

elektronik yang terintegrasi.

47:56

Nah, ini ada beberapa prinsip penyusunan

47:58

ee proses bisnis Bapak, Ibu. terkadang

48:00

memang kita ee bingung gitu ya ee proses

48:03

bisnis itu ee apakah ada standar bakunya

48:06

gitu ya. Kalau dari Menpan seperti apa

48:08

sih standar bakunya gitu ya. Nah, salah

48:11

satu prinsip yang perlu kita kita

48:14

pastikan atau kita yakini atau kita

48:16

laksanakan di dalam penyusunan proses

48:18

bisnis adalah yang menurut saya dari

48:20

semua proses ini ada 1 2 3 ada delan

48:22

proses ada ada delapan prinsip ini yang

48:24

paling paling bisa kita pegang adalah

48:28

yang pertama sederhana representatif

48:30

yang kedua konsensus konsensus subjektif

48:34

kenapa sederhana representatif proses

48:36

bisnis itu enggak perlu yang rumit

48:39

banget enggak perlu perlu yang terlalu

48:41

menjelimet gitu ya, sepanjang dia bisa

48:43

mewakili seluruh aktivitas organisasi

48:46

dan penggambarannya secara sederhana

48:48

gitu ya. Artinya sederhana ini bisa

48:50

dipahami tidak hanya oleh yang menyusun,

48:53

tetapi juga oleh yang membaca. Karena

48:55

yang akan memakai proses bisnis itu

48:57

tidak hanya ee tim yang ada di ee tempat

49:01

itu, organisasi saat itu, tapi siapapun

49:03

nanti once misal pimpinannya pensiun

49:05

atau mutasi, rotasi kan ada orang baru

49:07

nih yang masuk ke tempat itu. Nah, dia

49:08

juga harus bisa paham nih proses

49:10

bisnisnya itu seperti apa. Kemudian

49:12

selanjutnya adalah konsensus subjektif.

49:14

Artinya

49:16

sepanjang ee apa? proses-proses ini

49:20

sudah kita ambil dari mandat ya. Kalau

49:22

kita bicara mandat mah ee gampang ya

49:24

karena biasanya ee tertera secara

49:25

leksikal gitu di dalam ee peraturan

49:27

perundang-undangan. Tapi biasanya ada

49:29

proses-proses lain yang memang kita

49:31

melakukan loh gitu ya. Dan ini tuh

49:33

dipahami dan diyakini dan disepakati

49:36

dalam bentuk konsensus bersama dan

49:39

disepakati maka inilah ee bisa kita

49:41

tuangkan di dalam e proses bisnis.

49:43

Sehingga tadi kata kuncinya harus

49:45

sederhana representatif. Yang kedua

49:47

harus ee berdasarkan konsensus dan

49:50

sifatnya juga ee ee apa namanya ee

49:55

kesepakatan bersama.

49:57

Nah, manfaatnya kita sudah tadi

49:59

disinggung ya Bapak, Ibu sebelumnya

50:00

sebelumnya ee aset pengetahuan kemudian

50:03

nanti ini bisa kita otomatisasi di dalam

50:06

aplikasi ee atau ee sistem teknologi

50:09

informasi yang Bapak Ibu susun gitu ya.

50:11

Kemudian juga kita jadi tergambar gitu

50:14

logika proses pekerjaan kita tuh seperti

50:16

apa, siapa customer kita, apa input

50:19

kita, bagaimana outputnya dan

50:21

seterusnya. Nah, selanjutnya adalah kita

50:24

bicara penyusunannya. Bapak, Ibu ee

50:27

Bapak, Ibu yang saya hormati, memang

50:28

secara garis besar ada empat tahapan

50:31

ketika kita melakukan penyusunan proses

50:32

bisnis, gitu ya. Yang pertama mulai dari

50:35

tahap ee persiapan dan perencanaan gitu

50:38

ya, mulai dari pengumpulan informasi,

50:39

pengorganisasian.

50:41

Yang kedua kita bicara tahap

50:42

pengembangan penyusunan ee probis

50:45

menggunakan level, level 0, level 1, 2,

50:48

dan seterusnya level n. Dan yang kedua

50:51

adalah penyusunan probis menggunakan

50:52

gambar. Kemudian tahapan implementasi

50:55

mulai dari pengesahan, pendistribusian

50:57

ini kalau undang-undang itu kita

50:59

pengundangan gitu ya, Bapak, Ibu.

51:00

memastikan bahwa semua orang mengetahui

51:02

dan memahami. Kemudian penyimpanan,

51:05

penempatan, pemanfaat, dan perubahan.

51:07

Dan yang terakhir adalah tahapan

51:09

pemantauan dan evaluasi. Jadi ketika

51:11

sudah kita susun, kita evaluasi gitu ya,

51:14

apakah ini masih relevan gitu ya untuk

51:17

tetap dilakukan ee atau perlu kita

51:20

reengineering gitu tetap prosesnya. Nah,

51:23

ee

51:25

Bapak, Ibu yang saya hormati, baik yang

51:27

ada di Zoom maupun yang ada di YouTube

51:29

gitu ya. Nah, ini adalah ee langkah

51:32

dasar ketika kita ingin melakukan

51:34

identifikasi proses bisnis gitu ya.

51:37

Kalau kita bicara proses bisnis level,

51:39

instansi pusat, level pemerintah pusat,

51:42

maka RPJM nasional itu menjadi acuannya.

51:45

Ketika kita bicara proses bisnis

51:47

masing-masing kementerian, lembaga, maka

51:49

yang menjadi dasarnya adalah RENSTRA.

51:51

Bapak, Ibu sekalian, gitu ya. Ini adalah

51:53

dokumen-dokumen yang dokumen-dokumen

51:56

program kegiatan yang kita miliki

51:57

sehari-hari. Untuk di level daerah, maka

52:01

RPJMD itu menjadi acuan proses bisnisnya

52:04

gitu ya. Jadi untuk tapi untuk di level

52:08

OPD maka RENSTR lah yang jadi acuannya.

52:11

Jadi kalau OPD itu kan ibarat

52:13

kementerian lembaga yang ada di daerah

52:14

gitu. ee gambaran mudahnya seperti itu.

52:17

Ini adalah dokumen-dokumen yang bisa

52:19

kita jadikan ee salah satu pedoman

52:22

ketika menyusun ee proses bisnis. Nah,

52:26

Bapak Ibu yang saya hormati ee ini ada

52:29

beberapa unsur dari proses bisnis

52:30

mungkin Bapak Ibu sudah sudah paham

52:33

sekali gitu ya terkait dengan ee apa

52:35

saja sih proses-proses yang harus kita

52:38

gambarkan di dalam peta proses bisnis

52:40

ini gitu ya. Mulai dari yang pertama ada

52:42

proses inti gitu ya. Ini proses inti ini

52:44

proses yang menciptakan aliran utama.

52:46

Gampangnya adalah ini proses yang yang

52:49

paling kelihatan core bisnisnya Bapak

52:50

Ibu gitu ya. Kor bisnisnya Bapak Ibu apa

52:53

sih gitu ya? Ketika bicara

52:55

ee apa namanya ee

52:59

em apa misal Balit Bangda gitu ya.

53:02

Artinya di situ ada penelitian,

53:04

pengembangan ya itulah yang menjadi

53:05

proses intinya gitu ya. Berperan

53:07

langsung dalam memberikan nilai dari

53:09

organisasi Bapak Ibu. Kemudian proses

53:11

pendukung dan manajemen. Nah, ini

53:13

biasanya yang sifatnya dukungan

53:14

operasional seperti misalnya SDM,

53:17

organisasi, tata laksana. Ini sifatnya

53:19

dukungan gitu ya. Terus kemudian juga

53:22

ada proses lainnya. Proses yang

53:23

sebenarnya tidak memiliki keterkaitan

53:25

langsung tapi sebenarnya menghasilkan

53:27

manfaat-manfaat. Misalnya Bapak Ibu

53:29

punya proses-proses yang proses ini mm

53:33

tidak inti tapi ada manfaat yang besar

53:36

terutama bagi kepentingan eksternal.

53:38

contoh hal-hal yang menghasilkan PNBP

53:41

misalnya atau proses-proses lain yang

53:44

misalnya ee menghasilkan apa ya ee apa

53:50

ee

53:52

apa pelaksana memastikan bahwa proses

53:56

inti maupun pendukung ini dapat berjalan

53:59

dengan baik kalau proses lainnya ini itu

54:00

ada gitu ya. Nah, inilah yang perlu kita

54:03

petakkan dari dokumen-dokumen tadi mulai

54:05

dari Renstra, kemudian nanti ada program

54:07

kegiatan dan seterusnya nanti akan ee

54:09

kita jabarkan di belakang. Nah, ee Bapak

54:13

Ibu yang saya hormati, ketika kita

54:15

bicara peta proses maupun peta

54:18

subproses, maka yang kita gambarkan

54:20

adalah proses dan proses. Hubungan antar

54:23

proses. Ketika kita bicara peta relasi,

54:26

relasi ya berarti ada orangnya di situ.

54:29

Berarti yang kita gambarkan adalah

54:30

proses dan pelaku. Ketika kita bicara

54:33

peta cross functional map, peta lintas

54:35

fungsi, maka fungsinya atau di sini

54:37

dalam dalam konteks proses itu kita

54:39

bicaranya adalah aktivitas. Jadi antara

54:41

orangnya, pelakunya, maupun

54:42

aktivitasnya. Nah, ee Bapak Ibu yang

54:45

saya hormati, memang di Permenpan proses

54:47

bis penyusunan perta proses bisnis

54:49

memang kita

54:51

belum membukan gitu ya ee apa format ee

54:56

penyusunan peta proses bisnis apa yang

54:57

bisa kita jadikan ee acuan gitu ya.

55:01

Makanya memang dalam kurun waktu

55:03

beberapa tahun terakhir ada pemerintah e

55:06

instansi pemerintah yang menyusun

55:08

menggunakan model BPMN,

55:10

ada yang menyusun menggunakan flowchart

55:12

gitu ya. Flowchart ini yang sederhana

55:14

Bapak Ibu yang ada kotak gitu ya,

55:17

kemudian ada ee apa namanya? sebelah

55:20

ketupat gitu ya, ada terminator.

55:22

Kemudian ee sampai nanti proses itu

55:25

selesai yang mana simbol-simbol itu

55:27

sebenarnya sudah ada di Permenpan 352

55:29

tentang pedoman penyusunan SOP

55:32

administrasi pemerintah. Nah, namun

55:33

ketika kita bicara BPMN ini sebenarnya

55:36

notasi-notasi yang internationally

55:38

recognized yang eh dipahami bersama baik

55:42

itu oleh pemu kebijakan maupun penyusun

55:45

ee teknologi informasi, penyusun

55:47

aplikasi sistem itu mereka pakainya BPMN

55:49

gitu ya. Singkatan dari bisnis process

55:52

modeling notation gitu. Ini sama aja

55:54

representasi grafik gitu ya untuk

55:57

menentukan proses bisnis dengan dalam

55:59

model proses bisnis dengan flowchart

56:01

yang sudah terstandarisasi. Kalau

56:02

flowchart ini terstandar di dalam SOPAP,

56:06

tapi BPMN-nya terstandar secara

56:08

internasional. Jadi pemahamannya,

56:10

harapannya bisa lebih ee apa namanya?

56:13

menyeluruh gitu ya. Tidak hanya kita,

56:15

tapi ketika ada ee apa ketika sistem

56:19

berusaha untuk memahami alur ini, ini

56:21

pun juga menjadi ee lebih implementatif

56:23

dan lebih adaptif ketika kita ingin

56:25

melakukan otomatisasi.

56:28

Nah, ini eh perbandingannya ya, Bapak,

56:31

Ibu, antara BPMN dengan flowchart. Kalau

56:34

BPMN ini adalah notasi standar

56:36

internasional, sementara Flowchart ini

56:38

belum ada standar baku yang dilgunakan

56:40

secara internasional. Bahkan dalam

56:41

negeri pun ketika kita menyusun SOPAP

56:44

tidak semua ada yang mengikuti SOPAP-nya

56:47

ee Permenpan 35 2012, ada yang belum nih

56:50

gitu. Jadi standarnya itu belum belum

56:52

belum terkonsolidasi dengan baik.

56:55

Kemudian kalau PMN dia memang mampu

56:58

menggambarkan logika proses secara lebih

57:00

eksplisit dan kayak arti sehingga

57:02

siapapun pembaca peta proses bisnis

57:04

dapat memahami dan memaknainya tanpa ada

57:06

interpretasi ganda. Sementara flowchart

57:09

itu kan kadang kita bingung ya garisnya

57:11

apa ke kanan ke kiri dan seterusnya gitu

57:13

ya. Nah, ini yang memang terkadang

57:15

menjadi kurang akurat dan di bisa

57:18

menimbulkan bermacam ee interpretasi.

57:21

Kemudian tadi yang saya sampaikan

57:24

sebelumnya ketika kita susun pakai BPMN

57:26

itu sudah otomatis terintegrasi dengan

57:28

sendirinya proses itu tinggal klik klik

57:29

aja dia keluar keluar gitu dan dapat

57:31

langsung diotomatisasi. Sementara kalau

57:34

flowchart ini masih kita perlukan ee

57:37

pendokumentasian arsip gitu ya yang

57:40

mungkin agak text time dan tex space

57:43

serta perlu kita terjemahkan ee dua kali

57:46

gitu ya ke dalam bahasa permodelan ee

57:50

program gitu ya. sehingga ini ada ada

57:53

sedikit perbandingan meskipun yang

57:55

flowchart-nya sebenarnya lebih sederhana

57:56

dan menyusunnya juga bisa dengan barang

57:59

apapun dengan dengan aplikasi apapun

58:01

yang sifatnya lebih lebih sederhana

58:03

bahkan PowerPoint pun kita bisa gitu ya.

58:05

Nah, ini ada plus minusnya ya Bapak Ibu

58:08

antara flowchart dan BPMN.

58:10

Nah, ini sedikit Bapak Ibu yang saya

58:12

hormati terkait dengan siklus manajemen

58:14

proses bisnis gitu ya.

58:16

Bisnis proses manajemen atau BPM ini

58:19

adalah seni atau ilmu mengawasi

58:20

bagaimana pekerjaan dilakukan dalam

58:22

suatu organisasi. Tujuannya apa? Untuk

58:24

memastikan hasil yang konsisten. Intinya

58:27

Bapak Ibu ada proses ee identifikasi

58:32

dari proses saat ini ya. Kita analisis

58:34

proses saat ini gitu ya. Kemudian juga

58:37

kita rancang ulang atau kita range

58:39

inering kalau misalnya kita temukan

58:40

kelemahan. Kemudian ada implementasi

58:43

proses baru dan terakhir adalah

58:44

pemantauan proses baru. Ini semacam

58:45

sebuah siklus ya Bapak Ibu. Ada

58:47

redesign, rework, remove process. Kalau

58:50

ada yang tidak efektif dan tidak efisien

58:53

misal terlalu makan biaya dan terlalu

58:55

makan waktu kita replace dengan proses

58:57

yang baru. Dan terakhir adalah proses

58:58

outsource gitu ya. Nah,

59:01

ee Bapak, Ibu yang saya ee hormati, baik

59:04

itu di Zoom maupun di YouTube gitu ya,

59:06

ini ada perbandingan ee gambar peta dan

59:09

levelnya antara yang flowchart maupun

59:11

yang BPMN. Sama-sama keduanya berangkat

59:14

dari visi, misi, dan tujuan kemudian

59:16

diturunkan ke dalam ee sasaranat

59:19

strategis gitu ya. Nah, kalau di ee peta

59:22

flowchart ini disebutnya peta proses

59:25

bisnis level 0. Sama di BPMN juga level

59:27

0.

59:28

Untuk program kegiatan biasanya kalau di

59:31

yang flow chart itu disusun ke dalam

59:33

peta subproses. Tapi kalau BPMN kita

59:36

sebutnya peta proses bisnis level 1.

59:38

Jadi ini sebenarnya setara ya Bapak Ibu

59:39

antara subproses sama level 1 itu sama.

59:42

Kemudian nanti ada program kegiatan juga

59:44

gitu ya turun lagi turun lagi menjadi

59:47

apa biasanya ada subprogram apa segala

59:50

macam. Kalau di peta flowchart ini turun

59:53

menjadi peta relasi karena kita

59:54

gambarkan gitu ya ee aktor-aktornya itu

59:57

siapa saja kemudian kita turunkan ke

59:59

petalitas fungsi. Tapi kalau BPMN ini

60:01

kita tidak perlu menggambarkan ee siapa

60:04

pelakunya karena di dalam swimline itu

60:06

sudah sudah terg sudah kita letakkan

60:09

nanti siapa saja tokoh-tokohnya. Jadi

60:11

lebih sedikit lebih sederhana kalau

60:12

BPMN. Nah, kemudian selanjutnya Bapak,

60:15

Ibu eh di flowchart itu kita bicaranya

60:18

petalitas fungsi atau cross functional

60:20

map yang penggambarnya sebenarnya

60:23

mirip-mirip dengan di BPMN kita sebutnya

60:25

level N. Terah mau level saya sih lebih

60:28

suka apa itu apakah itu level N, level

60:30

Z, level Y, ang huruf apapun yang kita

60:33

sukai gitu. Artinya ini proses yang

60:35

memang sangat jauh di belakang tapi

60:37

memang ini detail jadi cikalbakal untuk

60:39

kita menyusun SOP gitu ya. Nah, ini ee

60:44

gambaran singkat Bapak, Ibu terkait

60:46

dengan ee peta flowchart itu seperti

60:48

apa. Menyusunnya mudah gitu ya, ada bisa

60:50

pakai Visio, ada beberapa dulu sih kami

60:53

sempat melakukan pendampingan memakai

60:55

Microsoft Excel bahkan PowerPoint juga

60:57

bisa gitu ya karena memang ee lebih

60:59

lebih sederhana tetapi kita ada empat

61:02

gitu 1 2 3 4. Tapi ketika kita bicara eh

61:05

BPMN ini justru lebih simpel lagi gitu

61:07

ya, level 0, level 1, level N gitu ya.

61:11

Nah, ini yang tadi saya sampaikan ini

61:13

notasi-notasi BPMN gitu yang memang

61:15

sudah terstandar internasional dan bisa

61:17

dapat langsung diotomatisasi.

61:20

Nah, ee

61:22

ini ini sedikit ya Bapak Ibu. Jadi

61:24

memang ee

61:27

kalau ee apa namanya ee

61:32

ini gambaran di ee apa ee proses yang

61:36

kita jalankan di dalam katakanlah eh

61:39

instasi swasta gitu ya, mulai dari

61:40

production management ini contoh ya.

61:42

Tapi kalau di birasnya tentu banyak

61:44

katakanlah di sini ada penelitian gitu

61:45

ya dan pengembangan. Kemudian

61:47

subprosesnya apa? apakah itu ee ee

61:50

pengajuan anggaran atau seperti apa dari

61:52

proses-proses ini kemudian berakar lagi

61:55

kita terjemahkan lagi menjadi lintas

61:57

fungsi step-stepnya apa saja sih barulah

62:00

yang terakhir adalah SOP gitu ya. Nah,

62:03

namun tadi seperti saya sampaikan ketika

62:05

kita ee apa namanya ee bicara BPM maka

62:09

tidak perlu lagi menampilkan pelakunya

62:12

dalam peta relasi gitu ya sehingga dapat

62:14

langsung disusun peta lintas fungsi.

62:18

Nah, ini Bapak, Ibu ee elemen dasar dari

62:20

BPMN tadi gitu ya. mulai dari event gitu

62:23

ya yang bulat-bulat tadi ee menandakan

62:26

sesuatu yang terjadi selama berjalannya

62:29

proses. Ada yang mulai menengah dan

62:31

akhir-akhir itu merah, mulai itu hijau

62:34

dan menengah itu yang kuning. Dan

62:36

masing-masing ini juga ada lagi sih

62:38

sebenarnya ee gambar-gambarnya ada yang

62:41

ee mungkin kalau kita lihat di sini ada

62:42

yang ee plus apa segala macam, ada yang

62:46

link event misa sinyal start dan

62:47

selanjutnya. Ini sebenarnya hal-hal yang

62:49

tidak perlu kita hafalkan nih, Bapak,

62:50

Ibu karena ee para programmer itu sudah

62:53

tahu gitu. Makanya tadi jadi lebih mudah

62:55

untuk kita otomatisasi. Kemudian setelah

62:59

simbol event adalah simbol tas atau

63:02

activity yang kotak-kotak ini gitu ya.

63:05

Ee ini adalah kegiat apa?

63:08

Merepresentasikan kegiatan yang

63:10

dilakukan. Kalau subproses biasanya di

63:13

dalamnya tuh ada kotak kecil gambar plus

63:16

lagi di sini Bapak, Ibu. Karena ketika

63:17

kita klik nanti biasanya keluar lagi

63:20

prosproses turunannya tuh seperti apa

63:22

gitu ya. Sehingga ee jadi lebih

63:24

sederhana tadi penggambarannya. Kemudian

63:27

selanjutnya Bapak Ibu kalau di flowchart

63:29

kita punya belah ketupat di BPMN juga

63:32

kita punya gitu tapi disebutnya sebagai

63:34

gateway. Ini menggambarkan setiap

63:36

keputusan dan distribusi aliran. sama

63:38

kita bisa juga mendefinisikan ini untuk

63:42

ee menggambarkan apakah ini perlu ada

63:46

pengambilan keputusan atau tidak. Yes or

63:48

no? Ya atau tidak gitu. Kalau kembali

63:50

lagi. Eh kalau ya dilanjutkan, kalau

63:52

tidak kembali lagi dan seterusnya. Nah,

63:55

kemudian ee ada dikenal dengan swim line

63:58

tadi yang seperti saya sampaikan

64:00

sebelumnya ini ee menggambarkan ee

64:04

apa namanya area kerjanya gitu ya atau

64:07

departemasinya kira-kira nanti itu siapa

64:09

melakukan apa itu di sini kalau ini

64:11

biasanya keluar nanti di level N atau

64:13

kalau kita pakai flowchart ini

64:16

disusunnya di ee CFM gitu ya

64:20

ee mewakili suatu proses dalam suatu

64:22

organisasi

64:23

L ini merepresentasikan suatu area. Jadi

64:25

L

64:27

misal ini pekerjaan misal ee penyusunan

64:31

drafting ee Raperda misalnya ini

64:33

termasuk line gitu ya

64:35

apa namanya dan ini nanti kita gambarkan

64:38

ee apa namanya notasi-notasi BPMN ini

64:41

kita gambarkan di dalam swingl ini. Nah,

64:44

ini ini salah satu contohnya Bapak, Ibu.

64:46

Ketika kita bicara level nol, kita

64:48

petakan nih proses utamanya apa, proses

64:50

intinya apa, proses pendukung atau

64:53

proses managerialnya apa, lalu proses

64:55

lainnya apa. Nah, dari masing-masing

64:58

proses ini kita gambarkan kalau voucher

64:59

kan kita turunkan ke dalam peta

65:01

subproses. Nah, ini kita turunkan ke

65:03

dalam peta level 1 5. Misalnya

65:05

katakanlah kita mau menggambarkan proses

65:07

5, artinya yang kita turunkan adalah

65:08

proses 5.2. Nanti 5.2 ini mau kita

65:12

gambarkan lagi, gambarkan lagi

65:13

seterusnya itu di dalam ee level N

65:15

5.2.1. Nah, di sinilah ee apa

65:19

notasi-notasi BPMN itu semakin nampak

65:22

ya, Bapak, Ibu di dalam swinglwing l

65:24

ini. Nah, ini tadi ee mirip ya, Bapak,

65:27

Ibu ya contoh penyusunannya. Nah, ee ini

65:31

jenis gambar peta tadi yang menggunakan

65:32

flowchart gitu ya. Ada peta subproses

65:34

yang nantinya ini kita gambarkan di

65:36

dalam ee cfm, peta cfm gitu Bapak, Ibu.

65:39

ini ee ini disusunnya menggunakan eh

65:42

Visi ya Bapak Ibu, Microsoft Visio. Nah,

65:46

kalau ini ee

65:49

gambaran sumber sumbernya dari mana sih,

65:51

Mbak? Gitu ya. Ketika kita bicara proses

65:54

ee manajerial gitu ya atau proses utama

65:57

biasanya ini memang tadi ya seperti

65:59

sebelumnya disampaikan ini sumbernya

66:00

dari Renstra gitu ya, dari arah

66:02

kebijakan utama. Kita mengelaborasi

66:05

kalimat dari Renstra itu sendiri. Jadi

66:07

kita buat kalimat yang tadi sifatnya

66:10

sederhana representatif gitu ya.

66:13

Kemudian kita turunkan ke dalam peta

66:15

subproses dari masing-masing proses ini

66:17

gitu ya.

66:19

Yang mana nanti di dalamnya di dalam

66:21

peta subproses ini kita jabarkan ke

66:23

dalam ee cross functional map atau peta

66:25

lintas fungsi gitu ya. Nah, ini yang

66:28

tadi ee saya sampaikan sebelumnya B ini

66:30

peta relasi gitu ya. Dan yang terakhir

66:32

adalah peta lintas fungsi.

66:35

Nah, ee Bapak, Ibu yang saya hormati,

66:39

ini langkah penyusunan CFM Bapak Ibu. Ee

66:43

judul dari ee peta lintas ee fungsi tadi

66:48

itu kita ambil dari subproses yang sudah

66:50

kita gambarkan sebelumnya. Jadi, setiap

66:52

subproses tuh kita turunkan jadi ee

66:54

petal lintas fungsi. Nah, bagaimana

66:57

mengisi? Sama kan ada landline-nya juga

66:59

ya, ada swim lens-nya juga baik itu di

67:00

flowchart maupun BMN. Bagaimana

67:02

mengisinya? Nah, ini biasanya kita ada

67:04

semacam kertas kerja gitu ya. Kita

67:06

identifikasi nih langkah kerja apa saja

67:07

sih yang menjadi tanggung jawab dari

67:09

masing-masing unit di dalam organisasi.

67:11

Jadi kalau kelebihan flowchart itu kan

67:13

kita gambarkan nih, kita identifikasi di

67:15

awal siapa saja aktornya gitu ya,

67:17

stakeholders-nya tuh siapa saja. Nah,

67:19

ini yang kita tuangkan ke dalam peta

67:20

CFM. Kita tulis nama prosesnya gitu ya

67:24

di dalam kertas kerja itu. Lalu siapa

67:26

pemilik prosesnya lalu kita kaitkan.

67:29

Tapi tadi kita harus memastikan bahwa

67:30

ini sederhana representatif. Kemudian

67:33

juga menggambarkan hubungan kerja yang

67:36

efektif dan efisien seperti definisi

67:38

proses bisnis sehingga kalau ada

67:40

proses-proses yang kira-kira enggak

67:42

perlu gitu ya, enggak usah kita

67:43

gambarkan di sini atau proses-proses

67:45

yang sifatnya sebenarnya ini bisa

67:47

digabung dengan proses yang lain ya

67:49

enggak usah kita gambarkan di sini. Nah,

67:50

ini nanti akan tergambar nih apakah

67:53

suatu proses itu benar-benar dibutuhkan

67:55

atau tidak, apakah unit organisasi itu

67:58

benar-benar diperlukan atau tidak gitu.

67:59

Nah, ini mulai tergambar ketika kita

68:02

melakukan penyusunan CFM dan ini ee

68:05

penyusunan CFM ini adalah yang paling

68:07

lama nyusunnya Bapak, Ibu karena memang

68:09

mulai detail gitu ya ee apa namanya?

68:12

Siapa yang punya prosesnya, kemudian

68:14

tanggung jawabnya apa dan seterusnya.

68:17

Nah, apakah terkaitan dengan sistem

68:19

kerja? Tiba-tiba kita bicara sistem

68:20

kerja ya, Bapak, Ibu. Nah, ee sistem

68:23

kerja ini kan salah satu rangkaian dari

68:25

ee praktik penyedaran birokrasi yang

68:26

memang sudah kita lakukan sejak tahun

68:28

2000.

68:30

2021 gitu ya Bapak Ibu. Nah, memang

68:33

sistem kerja ini kita taruh di belakang

68:35

akhiran. Setelah kita sederhanakan

68:37

strukturnya, setelah kita setarakan

68:39

jabatan orang-orangnya, baru kita

68:40

sederhanakan sistem kerjanya. Nah,

68:42

sistem kerja ini menjadi bagian yang

68:44

juga tidak terpisahkan dari proses

68:45

bisnis karena tujuannya adalah kita

68:47

ingin menciptakan alur kerja yang lebih

68:49

efektif dan efisien gitu ya. Familiar ya

68:51

dengan kata-kata efektif, efisien.

68:53

Karena tadi proses bisnis itu ee

68:56

definisinya adalah penggambaran hubungan

68:57

kerja yang efektif dan efisien. Nah,

68:59

ketika sistem kerja ini kita lakukan

69:02

perbaikan, kita reengineering sistem

69:04

kerjanya, nah biasanya di sini ada

69:05

perubahan juga proses bisnisnya gitu ya.

69:07

ada perubahan proses bisnis dan juga ada

69:10

perubahan terkait dengan apa ee

69:12

dukungannya, dukungan lain seperti

69:14

misalnya mekanisme kerjanya, kemudian

69:16

dukungan TIK-nya atau seperti apa. Nah,

69:18

ini memiliki ee dua kebijakan yang

69:21

berbeda tapi memiliki keterkaitan yang

69:22

luar biasa gitu ya antara ee penyusunan

69:25

peta proses bisnis dan sistem kerja.

69:28

Sehingga Bapak Ibu ketika ee

69:29

beruntunglah Bapak Ibu di e instanasi

69:32

pemerintah yang memang sudah punya ee

69:34

peta proses bisnis yang paripurna ketika

69:36

ketika masuk ke kebijakan penyederaan

69:38

birokrasi di 2021 2020 gitu ya, bahkan

69:42

mungkin sampai saat ini gitu ya yang ee

69:46

apa penyederaan birokrasi itu akan lebih

69:48

terasa ketika ada proses-proses di dalam

69:51

peta proses bisnis yang sudah Bapak Ibu

69:52

gambarkan ini bisa kita sederhanakan

69:55

mana sih yang kira-kira perlu, mana sih

69:57

yang kira kira-kira enggak perlu gitu ya

69:58

atau mana yang bisa kita otomatisasi

70:01

karena ee ternyata sudah enggak butuh

70:03

nih kepala bagian atau sudah enggak

70:05

butuh nih kepala sebagian ternyata ini

70:07

bisa kita otomatisasi gitu ya. Nah, ini

70:09

yang ini yang ini yang menjadi

70:11

keuntungan nih untuk instansi pemerintah

70:13

yang memang sudah memiliki peta proses

70:15

bisnis yang paripurna di awal.

70:18

Nah, ee ini sebagai contoh Bapak Ibu

70:21

ketika kita melakukan ee perubahan ee

70:24

pada sistem kerja kita, tidak kita tidak

70:27

lagi apa namanya ee bicara struktur

70:31

pengambilan keputusan mungkin pada saat

70:33

itu agak text time gitu ya, silo-silo,

70:35

pejabat fungsional jadi kurang

70:37

mendapatkan apresiasi karir dan

70:38

seterusnya. Ketika kita bicara

70:40

penyederan birokrasi ee semuanya jadi

70:43

lebih jelas gitu ya, struktur jadi lebih

70:45

sederhana, pengambilan keputusan juga

70:47

jadi lebih cepat untuk dilakukan gitu

70:49

ya. Karena semua orang berkinerja. Yang

70:51

tadinya cuma menggunakan satu jari

70:53

nunjuk-nunjuk gitu ya, sekarang kita

70:54

melakukan menggunakan 10 jari kita untuk

70:56

ngetik gitu untuk bekerja memaksimalkan

70:58

yang ada. Nah, ini ee apa ee tentu saja

71:02

tadi ya memiliki keterkaitan arat dengan

71:05

ee penyusunan peta proses bisnis yang

71:07

sudah kita petakan di awal tadi gitu ya.

71:09

Karena harapannya apa? Ada perubahan

71:11

budaya kerja yang lebih ee maksimal dan

71:13

optimal ketika kita bicara penyalan

71:15

birokrasi secara ee holistik. Nah, ini

71:20

ee implikasi ee Permenpan 7 2022

71:24

terhadap proses bisnis dan SOP. ada

71:26

penyederhanaan proses dan prosedur yang

71:28

cukup signifikan ya Bapak Ibu. Ini ini

71:31

kita bicaranya SOP gitu ya. Kalau

71:34

sebelum penyederhanaan ini kira-kira ada

71:36

sembilan

71:38

kegiatan hanya ee misal ketika kita mau

71:42

melakukan eh consering itu ada tahapan

71:44

gitu ya karena berlayer-layer ada kabit,

71:47

Kasubit, analis Astep yang semuanya

71:50

punya peran. Tetapi ketika kita

71:52

melakukan penyederhanaan tentu saja ada

71:54

penyederhanaan proses juga. yang tadinya

71:56

9 menjadi 4 gitu ya. Koordinator JF ini

71:59

bisa bekerja sama nih di dalamnya di

72:01

back office-nya tadi itu untuk

72:02

menghasilkan output yang sama. Sama-sama

72:05

terakhirnya adalah laporanering gitu ya

72:07

Bapak Ibu. Jadi ini laporan kenioring

72:09

dan mungkin terlaksananya eh konsering

72:11

itu ya. Nah, jadi ini adalah gambaran

72:14

sederhana bagaimana ee implikasi ee

72:17

penyedaran proses dan prosedur yang

72:19

sudah kita lakukan.

72:22

Ee waktunya masih berapa lama lagi

72:24

bagim? Mungkin

72:25

masih bisa ya. Ini mungkin sedikit Bapak

72:27

Ibu kita ee gambarkan sedikit terkait

72:29

dengan contoh penyusunan peta proses

72:31

bisnis. Ee

72:34

ini ini tabel instrumen sederhana ya

72:36

Bapak Ibu. Tentu saja bisa kita

72:37

kreasikan masing-masing. Misalnya ini di

72:39

pemda kita elaborasi dulu nih misinya

72:42

apa, tujuannya apa, sasarannya apa gitu.

72:44

Ini biasanya semua ada di RPJMD kan.

72:47

Dari sini kemudian kita identifikasi

72:49

kalimat prosesnya itu seperti apa.

72:51

Contoh misal misinya Bapak Gubernur atau

72:54

e Bapak Walikota gitu ya, membangun

72:56

ekonomi dan versus secara merata dan

72:58

berkeadilan untuk mewujudkan pertumbuhan

73:00

yang berkualitas dan inklusif. Berarti

73:02

artinya intinya kalimat prosesnya adalah

73:05

untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi

73:06

kan pertumbuhan ekonomi daerah yang

73:09

berkualitas dan inklusif. Nah, inilah

73:11

yang kita turunkan menjadi kalimat

73:12

proses proses proses intinya peningkatan

73:16

pertumbuhan perekonomian daerah yang

73:17

berkualitas dan inklusif ya. Begituun

73:21

proses selanjutnya. Nah, kemudian kita

73:23

ee identifikasi nih kira-kira ini dua

73:26

ini apakah masuk proses utama atau

73:28

pendukung. Karena ini misal misi

73:30

besarnya ee gubernur atau walikota gitu,

73:33

maka ini kita bisa jadikan ini

73:34

sebenarnya proses utamanya gitu ya dari

73:38

ee apa namanya ee keseluruhan proses

73:41

yang ada. Nah, ini kaitannya dengan tadi

73:43

RB tematik yang di awal gitu ya, Bapak,

73:45

Ibu. Ketika kita bicara pengantasan

73:47

katakanlah ini pengantasan kemiskinan

73:50

menjadi salah satu prioritas utama misi

73:53

yang secara eksplisit disampaikan oleh

73:55

ee kepala daerah. maka seluruh tenaga

73:59

dan apa upaya anggaran sumber daya yang

74:01

ada di OPD-OPD terkait itu sebenarnya

74:04

harusnya bergerak ke arah sana gitu ya,

74:06

bergerak ke arah bagaimana upaya

74:07

pengetasan kemiskinan. Kementerian

74:10

Pendidikan misal upayanya apa nih untuk

74:12

mendukung pengatasan kemiskinan,

74:14

optimalisasi ee apa misal kurikulum atau

74:17

seperti apa gitu ya yang ada keterkaitan

74:19

dengan itu. Kemudian misal ee balda apa

74:22

sih keterkaitannya dengan pengentasan

74:24

kemiskinan? misal ee melakukan ee kajian

74:28

atau analisis terkait dengan

74:30

optimalisasi

74:31

ee apa sumber daya yang ada di daerah

74:34

gitu ya. Apapun itu misal sumber daya

74:35

alam atau apa yang tujuannya untuk

74:37

meningkatkan PAD yang pada endingnya

74:39

adalah untuk ee pengentasan kemiskinan.

74:41

Jadi semua OPD itu bergeraknya ke sana

74:43

gitu ya. Nah ee kemudian kita

74:46

identifikasi Bapak Ibu kalimat

74:48

subprosesnya apa ini dari program yang

74:51

ada di RPJMD Bapak Ibu. Kemudian kita

74:54

berikan kode, terserah kodenya apa aja.

74:56

Kemudian organisasi terkait itu siapa?

74:58

Siapa saja yang terkait? Ada kepala

75:00

daerah misalnya, ada Sekda, dinas, dinas

75:03

terkait dan seterusnya. Dinas badan

75:04

terkait. Jadi ini salah satu kertas

75:07

contoh kertas kerjanya ya, Bapak, Ibu.

75:08

Ketika kita ingin melakukan ee penentuan

75:13

proses bisnis pemda. Nah, selanjutnya

75:14

kita gambarkan Bapak, Ibu ke dalam ee

75:18

proses inti, proses pendukung, proses

75:20

lainnya itu seperti apa tadi ya dari

75:23

RPJMD tadi kita temukan ada enam proses

75:26

inti. Ada pertumbuhan ekonomi daerah

75:28

yang berkualitas dan inklusif,

75:30

infrastruktur

75:31

dan seterusnya ya. Kemudian proses

75:34

pendukungnya apa saja? Nah, ini biasanya

75:35

tadi sifatnya yang dilaksanakan oleh

75:38

unit teknokratis Bapak Ibu badan-badan

75:41

gitu ya. ada badan perencanaan, ada ee

75:45

penelitian, kemudian juga biro-biro

75:47

biasanya, kemudian juga ada Inspektorat

75:49

Peningkatan Kepatuhan Penyelenggaraan

75:51

pemerintahan juga kita masukkan di sini

75:53

sebagai bagian dari proses pendukung.

75:55

Kemudian supplier inputnya kan tadi CPO

75:58

ya, supplier input prosesnya ini, ini

76:00

output dan customernya di sini kita

76:02

gambarkan kita petakan.

76:04

Nah, nah nanti masing-masing dari proses

76:08

inti ini kita turunkan ke dalam peta

76:10

subproses Bapak Ibu. Nah, ini ya tadi ya

76:12

misal peningkatan pertumbuhan

76:14

perekonomian yang berkualitas dan

76:16

inklusif ini kita turunkan ke dalam peta

76:18

subproses. Kemudian pengembangan proses

76:20

promosi dan penanaman modal ini kita

76:22

jabarkan turunkan lagi menjadi petalitas

76:24

fungsi. Nah, ini ini kertas kerjanya

76:26

Bapak Ibu. Identifikasi aktivitasnya

76:29

seperti apa. Nah, ini biasanya jadi

76:31

bahan berantem Bapak Ibu. Jadi, ah

76:33

enggak sih ee dinas itu enggak melakukan

76:35

itu ya melakukan kami gitu ya. Atau

76:37

misal ee yang melakukan tuh justru

76:38

Kanwil loh. Kanwil ternyata punya peran

76:40

gitu di situ karena ee ini adalah

76:42

program pemerintah pusat. Nah, ini yang

76:44

ini yang yang biasanya agak-agak lama ee

76:48

apa namanya penyusunannya. Nah, ini

76:50

nanti jadi cikal bakal penyusunan SOP

76:53

yang akan Bapak Ibu miliki gitu ya. Nah,

76:56

ini yang tadi ee contoh penyusunan peta

76:58

lintas fungsi. Nah, ini juga contoh ya,

77:02

Bapak, Ibu. Kalau ini dulu ada salah

77:04

satu Dirjen ee pengembangan ekonomi dan

77:06

investasi di Kementerian Desa PDT dulu

77:08

ya, pada saat masih jadi Kementerian

77:09

Desa PDT ini kita ambil dari eh

77:12

renstranya gitu ya. Elaborasi ini

77:14

menjadi kalimat proses ini ketika kita

77:16

melakukan pendampingan pada saat itu.

77:18

Kemudian ini kita ee jabarkan gitu ya ke

77:22

dalam ee peta proses utama dan

77:25

pendukung. Kemudian kita turunkan ke

77:27

dalam peta subproses. Kita petakan nih

77:29

data dukungnya apa, inputnya tuh apa,

77:32

gitu ya. Akademi si akademis si apa sih

77:34

inputnya hasil kajian ini menjadi data

77:36

dukung KL. KL terkait inputnya apa sih

77:39

kebijakan? Oh ini jadi bahan kebijakan

77:41

untuk apa? Untuk pengembangan

77:43

kelembagaan ekonomi dan investasi yang

77:44

nanti output-nya keluarannya apa?

77:46

misalnya juklak Juknis atau kebijakan

77:48

atau seperti apa. Nah, ini yang kita

77:50

gambarkan menjadi satu proses peta

77:53

proses ee level nol gitu ya dari si ee

77:56

Direktorat Jenderal ee PAID ini.

78:00

Nah, ee ini tadi sudah saya sampaikan

78:02

sebelumnya. Nah, ini contoh petal lintas

78:04

fungsinya Bapak, Ibu ya. Tetap gitu

78:06

belah ketumpat tuh tetap ada. Kalau dulu

78:08

ee ya kotak-kotak seperti tetap ada.

78:10

Kalau di BPMN kita tadi sebutnya eh

78:13

swing lanes gitu ya dari penggambaran

78:16

petalitas fungsinya. Eh sekian Bapak Ibu

78:19

pemaparan dari saya ee semoga

78:23

bermanfaat. Ee apabila ada pertanyaan

78:26

silakan ee saya kembalikan kepada Mbak

78:28

Gines selaku moderator. Terima kasih.

78:35

Oke. Baik. Terima kasih Mbak Nanda atas

78:38

penjelasannya yang sangat komprehensif

78:40

untuk penyusunan peta proses bisnis.

78:42

Wow, agak melepuh ya, Bapak, Ibu ya

78:45

mendengarnya. Memang kalau dari paparan

78:48

itu terkesan sangat kompleks.

78:52

Tapi sebenarnya nanti kalau misalnya

78:53

memang sudah dixercise dengan kertas

78:56

kerjanya Bapak Ibu, ini akan terlihat

78:59

jelas. Jadi memang kita membuatnya itu

79:02

harus dirunut berdasarkan visi misinya

79:05

apa dulu, nanti kegiatannya apa seperti

79:07

itu, nanti aktor-aktor yang terlibat

79:09

apa. Ini nanti memang baru bisa terurai

79:13

ya, Bapak Ibu semua tadi ilmu-ilmu yang

79:16

dipaparkan. Oh, maksud Mbaknya tuh yang

79:18

ini berarti, oh maksud Mbaknya yang itu.

79:21

Nah, itu tuh memang harus dieexercise

79:24

langsung, Bapak, Ibu. Baik ee Bapak Ibu

79:27

yang ada di Zoom maupun yang di YouTube

79:32

pada sesi tanya jawab ini kami berikan

79:34

kesempatan dulu ya Bapak Ibu ya kepada

79:37

tiga pertanyaan pertama seperti itu.

79:40

Mbak Nanda kira-kira ee lebih nyaman

79:43

dikumpulkan tiga pertanyaan atau

79:45

satu-satu dijawab nih Mbak Nanda?

79:48

Ee mungkin kita bisa satu-satu ya Mbak

79:50

Gina agar lebih fokus ya.

79:53

Oke boleh. berarti ee narasumber kita

79:55

lebih prefer untuk satu pertanyaan nanti

79:58

satu dijawab. Bapak, Ibu kita langsung

80:00

saja jika memang ada Bapak-bapak atau

80:03

Ibu-ibu di YouTube dan ee Zoom yang

80:07

ingin ee memberikan pertanyaan, kita

80:10

berikan waktu untuk di sesi tanya jawab

80:13

ini. Silakan, Bapak, Ibu.

80:20

Baik, ini sudah ada Mbak Nanda di Zoom

80:24

ternyata ya. Pertanyaan pertama dari Ibu

80:26

Rani

80:29

Sulistiani. Baik, selamat pagi eh

80:32

selamat siang Bapak Ibu. Izin bertanya.

80:35

Untuk penyusunan probis di perguruan

80:38

tinggi apakah mengacu pada RENRA Kemend

80:41

eh Kemendikti

80:43

Saintech atau turunan Rensra di tingkat

80:47

PTN?

80:48

Kemudian untuk penyusunannya apakah ada

80:51

aplikasi selain bisagi? Terima kasih.

80:55

Baik, silakan Mbak Nanda untuk waktunya

81:00

ya. Baik terima kasih banyak ee Mbak

81:02

Gina. Terima kasih banyak Ibu Rani

81:03

Sulistiani atas pertanyaannya. Ee ya

81:07

jadi memang ee perguruan tinggi ini saya

81:10

mengacu ini mungkin perguruan tinggi

81:12

negeri ya Bapak Ibu atau perguruan

81:13

tinggi swasta mungkin ya. Ini karena

81:16

gini semua kebijakan ee pendidikan

81:19

tinggi itu kan ada di Kemendikttintech

81:21

gitu ya. Artinya ketika kita menyusun

81:22

peta proses bisnis memang idealnya

81:25

selaras dengan dokumen perencanaan baik

81:27

itu di level nasional, sektor pendidikan

81:28

tinggi, maupun yang kita lakukan sendiri

81:31

di ee perguruan tinggi kita

81:32

masing-masing. Nah, memang ee mungkin

81:36

kita enggak eksplisit menyusun mengacu

81:39

pada renstranya Kemendikti Saintech

81:41

karena Renstranya Kemendikti Saintech

81:42

itu akan menjadi pedomannya proses

81:45

bisnis si kementerian itu sendiri gitu

81:47

ya. Tapi kita mengacunya kepada arah

81:49

kebijakan besarnya Kementerian Dikti itu

81:51

apa sih gitu ya untuk perguruan tinggi

81:53

gitu ya. Kita juga perlu nah arah

81:56

kebijakan apa? Nah biasanya ee saya

81:58

enggak tahu apakah ada Permen gitu ya,

82:00

Permen Dikti terkait gitu ya. Atau

82:03

mungkin kalau misalnya di Renstra itu

82:05

ada semacam kebijakan yang memang

82:08

sifatnya strategis dan langsung menyasar

82:11

kepada

82:13

perguruan-perguruan tinggi. Nah, ini

82:14

bisa kita gunakan. Yang tidak kalah

82:16

penting adalah kita perlu menggunakan

82:18

dokumen internal kampus ini sebagai ee

82:21

arah kebijakan kita juga gitu ya. Karena

82:23

biasanya apa? Kalau perguruan tinggi

82:25

punya renstra ya Bapak Ibu, ada dokumen

82:27

internal dan renstranya perguruan tinggi

82:29

ini kan biasanya enggak boleh ee

82:32

terlampau jauh gitu ya substansinya

82:35

dengan eh renstranya Kemendikti Saintech

82:38

gitu ya. Nah ini ini yang perlu kita

82:41

align gitu ya. Jadi mengacu pada arah

82:43

kebijakan besar kementerian. Kemudian

82:46

juga kita perlu mengakomodasi

82:48

target-target di dalam rstra perguruan

82:50

tinggi kita masing-masing.

82:52

Kemudian ee kita juga perlu ee apa

82:56

namanya ee mengacu pada misal Bapak Ibu

83:01

punya ikunya masing-masing gitu ya,

83:03

punya ee apa namanya target-targetnya

83:06

masing-masing gitu ya. mulai dari

83:08

program-programnya misal penguatan di

83:11

bidang penelitian apa fokus dari ee

83:13

perguruan tinggi Bapak Ibu

83:14

masing-masing. Nah, ini kan bisa jadi

83:16

proses utama dari perguruan tingginya.

83:18

Jadi memang kalau tadi kita gambarkan

83:20

ada dokumen-dokumen yang bisa menjadi

83:22

dasar gitu ya, seperti misalnya Renstra

83:24

dan seterusnya, tapi ketika kita bicara

83:26

di level kita masing-masing, ada

83:28

dokumen-dokumen lain yang sebenarnya

83:30

Bapak Ibu sendiri yang mengetahui yang

83:32

bisa menggambarkan proses inti maupun

83:34

proses pendukung Bapak Ibu. Jadi eh

83:37

intinya tidak tidak 100% kita ikut tren

83:40

stranya Dikti, tapi kita ambil sari-sari

83:43

kebijakan apa sih yang bisa yang bisa

83:46

atau memiliki keterkaitan dengan ee ee

83:50

apa namanya perguruan tinggi kita.

83:51

Mungkin itu ee dari saya, Mbak Gint.

83:57

Oke. Baik, terima kasih Mbak Nanda. Jadi

84:00

ee di sini kalau bisa disarikan ya

84:03

Bapak, Ibu ya untuk memang sebenarnya

84:06

saat membuat probis kita tuh harus

84:08

mengacu ke mana seperti itu. Kalau untuk

84:12

pemerintah daerah ini mungkin lebih ee

84:14

spesifik ya, bisa dari RPJMD seperti itu

84:17

atau dari visi misi bupati atau kepala

84:20

daerah terpilih seperti itu. Namun

84:21

memang untuk kementerian lembaga lain

84:23

ini agak sedikit tricky. tricky di sini

84:26

maksudnya adalah mm memang kita harus

84:29

bisa mengelaborasi nih apakah ada benang

84:32

merah antara Renstra RPJMN

84:34

seperti itu atau misalnya memang ada ee

84:37

rensa-rensa dari kementerian terkait

84:39

misalnya tadi ini cas-nya di sini ada

84:41

perguruan tinggi dengan Renstra

84:43

Kemendesintech itu sendiri ya. Namun

84:45

memang di sini yang harus dipastikan

84:47

memang tidak ada yang ee

84:51

saling bertolak belakang untuk ee RENSRA

84:54

atau ee RPJMN ee masing-masing

84:57

kementerian lembaga tersebut. Lalu oh

85:00

ini ada yang belum terjawab mungkin tadi

85:02

sedikit ya Mbak Nanda ya. Ini

85:04

penyusunannya apakah aplikasi selain

85:06

Bizagi, Mbak Nanda?

85:08

Oh iya. Baik. Jadi memang ada banyak

85:10

instrumen penyusunan, ada Bizagi, ada

85:12

Visio gitu ya. Kemudian juga ada saya

85:15

lupa deh, ada satu aplikasi lagi dan ada

85:17

lagi kalau Bapak Ibu familiar dengan SIA

85:20

SPBE kalau enggak salah bisa juga

85:21

langsung menyusun di sana gitu ya. Nah,

85:24

ini memang ee bentuknya itu aplikasinya

85:28

tuh apa saja yang penting nanti ini bisa

85:30

kita arahnya ke depan memang notasinya

85:33

itu BPMN gitu. Jadi aplikasi apapun yang

85:37

bisa Bapak Ibu gunakan silakan gunakan

85:39

karena nanti arahnya tetap BPMN dan

85:41

sepanjang menggunakan notasi BPMN ya dan

85:44

ini nanti harapannya bisa langsung kita

85:45

otomatisasi gitu. Mungkin itu sedikit

85:48

dari saya mungkin.

85:49

Oke. Baik terima kasih Mbak Nanda.

85:50

Mungkin kalau yang selaras nih dengan

85:52

tim dari tim TDP kami transformasi

85:56

digital pemerintah itu sekarang si SPBE

85:58

nih yang lagi hits digaungkan nih ya

86:01

Bapak Ibu ya. Baik, kita lanjut ke

86:03

pertanyaan berikutnya. Mbak Nanda ini

86:06

ada dari bagian organisasi. Bagian

86:09

organisasi mana ya? Tapi lanjut aja nih

86:12

kita ke pertanyaannya. Izin bertanya

86:15

untuk level pemda, tim di tingkat pemda

86:18

yang menjadi leading sektor

86:20

pengoordinasian

86:22

penyusunan probis dan kira-kira PD mana

86:26

saja yang menjadi ee mitra dalam

86:29

penyusunan probis utama. Selanjutnya

86:32

saat level berikutnya subproses kan ada

86:35

di perangkat daerah. Siapa yang harus

86:38

melakukan asesmen? Baik, silakan Mbak

86:41

Nanda

86:44

ya. Baik, terima kasih banyak ee Mbak

86:46

Gina untuk e bagian organisasi. E terima

86:49

kasih banyak. Iya. Jadi yang jadi

86:51

leading sektor itu yang selalu kami

86:53

tekankan adalah pihak manapun yang

86:55

paling paham terkait dengan ee

86:58

keorganisasian gitu ya. organisasi dan

87:00

tata laksana. Katakanlah Biro, okelah

87:02

Biro jadi leik sektor utama yang ayo ayo

87:04

ayo Bapak, Ibu gitu ya, yang yang apa

87:06

yang waro-woro gitu ya. Tapi tentu saja

87:08

biro ini enggak bisa bekerja sendiri ya.

87:11

Kalau biro bekerja sendiri ee ya kasihan

87:14

karena khawatirnya ada banyak

87:16

proses-proses di tempat Bapak Ibu

87:18

sekalian yang tidak terpetakan ee dengan

87:21

baik yang yang tidak yang tidak dipahami

87:23

secara utuh oleh ee bagian atau biro

87:26

organisasi ini gitu ya. Nah, makanya

87:29

perlu melibatkan

87:31

ee apa namanya? ee stakeholder atau

87:35

OPD-OPD lain, unit-unit lain seperti

87:37

misal Inspektorat gitu ya. Kemudian juga

87:39

ada ee apa namanya? BPKAD. Kemudian juga

87:43

ada ee macam-macam gitu ya. Tergantung

87:46

dari sebenarnya balik lagi tergantung

87:48

dari ee apa namanya ee arah utama,

87:53

arahan utama atau misi yang ee

87:57

digaungkan oleh kepala daerah gitu ya.

88:00

Kalau misalnya penyusunan peta proses

88:01

bisnisnya kan memang ini kan teknis gitu

88:03

ya, bagian organisasi mungkin yang

88:05

idealnya mesti lebih paham dibandingkan

88:06

dengan bagian-bagian lain. Tetapi misal

88:09

dari kepala daerah konsernnya adalah

88:12

untuk ee menjaga inflasi. Oke, berarti

88:16

dinas mana nih, OPD mana nih yang bisa

88:17

paling itu kan sudah pasti itu akan jadi

88:19

proses utama kan. Nah, selanjutnya dinas

88:22

mana nih yang paling punya keterkaitan

88:24

dengan upaya menurunkan atau menjaga

88:26

inflasi tersebut gitu. Nah, inilah yang

88:28

bisa kita jadikan ee apa ya ee

88:32

koordinator katakanlah gitu ya terkait

88:34

dengan substansi penyusunan proses utama

88:38

dalam ee pengendalian inflasi di daerah

88:40

Bapak Ibu gitu ya. Nah, ini ini balik

88:44

lagi tidak ada standar bakunya tetapi

88:47

Bapak Ibu perlu menyesuaikan dengan

88:48

kebutuhan masing-masing. Tapi yang pasti

88:50

adalah ketika kita menyusun proses

88:52

bisnis pasti pastikan yang menggawangi

88:54

gitu ya atau yang menjadi leading sektor

88:56

adalah unit organisasi yang paling paham

88:58

terkait dengan organisasi maupun terkait

89:01

dengan kelembagaan dan ketatalaksanaan

89:03

ee di ee tempat Bapak Ibu sekalian. Nah,

89:07

selanjutnya tadi ada pertanyaan ya. Pada

89:09

level berikutnya, subproses kan ada di

89:10

perangkat daerah, siapa yang harus

89:11

melakukan assesment gitu ya. Nah, ini

89:14

biasanya ee disusunnya bersama-sama

89:17

Bapak, Ibu karena memang subproses ini

89:20

lagi-lagi tidak berdiri sendiri ya dari

89:23

proses akan diturun jadi subproses gitu

89:24

ya. Ini tidak berdiri sendiri. Kalau di

89:27

OPD ee apa namanya? kita juga perlu

89:30

melibatkan tadi pihak-pihak yang paling

89:33

ee familiar, paling mengenali ee

89:35

organisasinya masing-masing. Kalau itu

89:37

di dinas biasanya di sekretariatnya gitu

89:39

ya. Atau karena ini kita bicaranya

89:42

adalah ee operating core-nya ee apa

89:45

bukan operating core eh core bisnis-nya

89:48

gitu ya. Nah, maka yang yang punya

89:51

kerjaanlah yang harus harus harus harus

89:54

apa? Harus muncul gitu ya. Ini kita

89:55

enggak bicara assesment. Assesment itu

89:57

kan penilaian ya, tepat atau enggak gitu

89:59

ya, benar atau salah gitu. Ini kan kita

90:01

bicaranya apakah peran kita ini sudah

90:04

terpetakan atau tidak gitu. Jadi kita

90:06

tidak bicara asesmen di sini kecuali

90:08

nanti tahap melakukan evaluasi. Ketika

90:10

proses bisnis sudah jadi, sudah

90:11

implementasi, sudah berjalan sekian

90:13

tahun, kemudian kita evaluasi, nah ini

90:15

baru baru ada proses asesmen. Tetapi

90:17

ketika kita bicaranya penyusunan, nah

90:18

ini proses asesmen ini nanti di belakang

90:21

gitu ya, kita bicara bagaimana kita

90:23

memetakan dulu nih semuanya dengan

90:25

paripurna, tidak ada proses-proses yang

90:27

terlewat.

90:29

Ee mungkin itu sedikit jawaban dari

90:30

saya.

90:33

Oke. Baik, terima kasih Mbak Nanda. Jadi

90:35

di sini kalau ee saya car sarikan apa

90:38

yang benanda sampaikan adalah sebenarnya

90:41

mm

90:42

leading sektornya itu sih siapa yang

90:45

paling memahami untuk prosesnya seperti

90:48

itu ya. Namun memang sebaiknya untuk

90:50

proses bisnis ini kan proses bisnis ya,

90:52

proses bisnis itu urusan. Jadi memang ee

90:59

ee mudahnya adalah saat memang ada

91:02

urusan yang akan dilakukan, namun yang

91:05

membuat atau merencanakan urusan

91:07

tersebut, membuat prosesnya adalah orang

91:10

yang bukan memahami untuk melaksanakan

91:13

urusan tersebut, pasti nanti akhirnya

91:16

terkadang proses bisnis yang sudah

91:18

disusun Bapak, Ibu ini proses bisnis

91:21

maupun turunannya seperti SOP ini

91:24

barangnya akan jadi Bapak Ibu. Namun

91:26

mungkin nanti saat proses

91:27

implementasinya akan sulit

91:29

diimplementasikan

91:31

karena tidak sesuai dengan ril-nya di

91:33

lapangan. Makanya nih Bapak Ibu untuk

91:35

proses penyusunan ee proses bisnis

91:38

maupun SOP ini memang harus dilakukan

91:41

rembuk ya Bapak, Ibu ya. Jadi memang

91:43

disusunnya itu bersama-sama walaupun

91:46

memang nanti akan ada leading sektor

91:47

yang akan ee koordinasikan proses

91:51

penyusunan tersebut. Untuk pertanyaan

91:54

selanjutnya ini dari Kemendak. Oke.

91:57

Dengan Bapak Eka Putra, Mbak Nanda tadi

92:00

disebutkan perlunya sebuah kegiatan atau

92:02

program bisnis proses manajemen, tetapi

92:05

manda tersebut saya belum mengetahui

92:08

apakah sudah ada dasar hukumnya atau

92:10

belum. Pertanyaan saya, apakah dasar

92:13

hukum atas pelaksanaan program BPM

92:16

tersebut sudah ada? Sebab bentuk BPM

92:19

yang standar sesuai dengan bentuk

92:21

pemerintah Indonesia menjadi acuan bagi

92:24

instansi.

92:25

Silakan Mbak Nanda untuk waktunya.

92:29

Ya, terima kasih banyak ee Mbak Gina. Ee

92:32

terima kasih banyak ee Ibu atau Bapak ya

92:34

kayaknya Bapak ya, Bapak Eka gitu ya

92:37

dari Kemendang.

92:39

Nah, ee apa namanya? Memang ee ini Bapak

92:44

Ibu Kementerian 4RB sedang melakukan

92:47

penyusunan

92:49

manajemen proses bisnis gitu ya atau

92:52

tadi BPM. harapannya melalui penyusunan

92:55

manajemen proses bisnis ini kita jadi

92:57

lebih tertib gitu ya ketika kita

92:59

melakukan ee apa namanya ee ee pemetaan

93:03

proses bisnis mulai dari penyusunannya

93:06

gitu ya. Kemudian nanti implementasinya

93:08

tadi yang siklus yang tadi saya

93:09

gambarkan kapan kita redesain, kapan

93:11

kita rework, kapan kita reengineering,

93:15

kapan kita melakukan evaluasi, kemudian

93:18

sejauh mana proses evaluasinya. Nah,

93:19

ini, nah, ini, nah, ini bisa terpetakan

93:22

semuanya dengan baik gitu ya. Jadi, nah

93:25

tapi saat ini memang

93:27

hal tersebut masih ee dalam kajian

93:29

Bapak, Ibu terkait dengan bisnis proses

93:30

manajemen. Tapi sebenarnya

93:31

prinsip-prinsipnya itu sudah sudah

93:34

mungkin secara

93:36

sadar atau tidak sadar sebenarnya sudah

93:37

kita lakukan gitu ya terhadap proses

93:39

bisnis kita masing-masing. Mungkin dari

93:41

ee peta proses bisnis yang kita miliki

93:42

saat ini kita sudah mulai mulai berpikir

93:45

apalagi setelah penataan organisasi, oh

93:46

kayaknya proses ini tuh udah enggak

93:48

tepat deh. Nah, itu kan ada proses

93:50

proses teknokratis yang sebenarnya ee

93:54

dari bisnis proses manajemen ini

93:57

meskipun memang belum terlegalkan gitu

94:00

ya.

94:02

Nah, jadi kalau jawabannya apakah sudah

94:04

ada dasar hukumnya atau belum?

94:05

Jawabannya belum. Saat ini masih masih

94:07

pada tahap pengkajian di lingkungan

94:09

Kementerian 4AN RB gitu ya untuk

94:12

penyusunan ee rancangan peraturan

94:13

menteri terkait dengan manajemen proses

94:15

bisnis gitu ya. Tapi tadi secara

94:18

implisit

94:20

pasti mungkin kita sudah

94:21

mempertimbangkan gitu ya, kapan proses

94:23

bisnis saya ini bisa dievaluasi atau

94:25

mungkin ada beberapa juga instasi

94:26

pemerintah yang sudah melakukan evaluasi

94:28

peta proses bisnisnya masing-masing gitu

94:30

ya. Karena misalnya tadi dari aspek

94:32

notasi saja sudah tidak tepat, kemudian

94:35

apalagi sejak ada peman besar-besaran

94:39

tentu saja prosesnya juga berubah. Misal

94:42

katakanlah semulai Kemenkum HAM sekarang

94:43

jadi tiga kementerian hukum, HAM, dan

94:46

imigrasi pemasyarakatan. Ini kan proses

94:48

bisnisnya sudah berubah nih, pecah gitu.

94:49

Nah, ini sebenarnya proses evaluasi yang

94:53

ada di dalam ada menjadi bagian dari

94:55

manajemen proses bisnis.

94:57

Kemudian

94:59

ee sesuai dengan oh ya itu jadi intinya

95:01

belum disusun secara legalnya meskipun

95:04

masing-masing dari kita sebenarnya sudah

95:05

melakukan itu gitu. nanti tinggal

95:08

bagaimana proses evaluasinya itu kita

95:09

standarkan melalui peraturan menteri

95:11

panb terkait dengan manajemen proses

95:13

bisnis. Itu mungkin dari saya.

95:17

Baik, terima kasih Mbak Nanda untuk

95:20

jawabannya. Semoga menjawab ya Pak Eka

95:22

ya cukup menjawab. Selanjutnya Mbak

95:24

Nandah ini ada dari Kemenkes dengan

95:27

Bapak atau Ibu ya. Ini Pawit Sugiharto

95:30

Bapak mungkin ya. Ini pertanyaannya

95:33

cukup teknis nih, Bananda nih. Berarti

95:35

sepertinya nih Bapak Pawid sudah pernah

95:38

membuat untuk ee proses bisnisnya nih,

95:42

Mbak Nanda. Pertanyaan pertama menanda,

95:44

apakah apabila peta proses bisnis telah

95:47

ditetapkan level 1 sampai level N

95:51

apabila ada terdapat ketidaksesuaian

95:53

atau perubahan pada level-level yang ada

95:55

di peta proses bisnis, bagaimana

95:58

tahapannya untuk dilakukan perubahan

96:00

atau revisi?

96:02

Untuk pertanyaan yang kedua, SOP

96:04

merupakan level dari peta proses bisnis

96:07

yang telah ditetapkan.

96:09

Apakah SOP ini harus sesuai dengan

96:11

nomenklaturnya di level N ini? Misal N

96:16

di peta proses bisnis penyusunan materi

96:18

praktikum atau pedoman praktik. Silakan

96:22

Mbak Nanda.

96:24

Baik, terima kasih banyak Mbak Gina.

96:26

Terima kasih banyak Pak Pawit dari ee

96:29

Kemenkes gitu ya. Memang ini teknis

96:30

sekali ya tadi ee sepakat, tapi justru

96:32

malah yang teknisnya kita jadi lebih

96:34

grounding gitu. Jadi kita enggak

96:36

ngawang-ngawang gitu di atas ee apa

96:38

bahasa-bahasa yang bahasa-bahasa dewa

96:40

gitu. Jadi kita lebih grounded. Nah,

96:42

tadi kalau misalnya ada perubahan ee

96:46

terdapat perubahan atau ketidaksesuaian

96:49

apabila ada terdapat ketidaksesuaian

96:50

pada level-level,

96:52

bagaimana tahapannya untuk melakukan

96:54

perubahan atau revisi? Nah, tadi ini

96:55

sempat saya singgung ya, misal ada

96:57

perubahan organisasi, maka ee level mana

97:01

yang perlu kita revisi. Nah, ini perlu

97:04

kita bedah lagi nih proses bisnis kita,

97:06

gitu ya. Kita coba bedah dari proses

97:09

utama dulu gitu ya. Kalau proses

97:11

utamanya ini belum berubah gitu ya atau

97:15

proses proses utam yang paling paling

97:17

paling ini paling signifikan

97:19

berubah-berubah, maka ya oke proses

97:21

utama aman. Kita coba cari lagi di

97:22

subprosesnya. Kira-kira dari proses

97:24

utama yang kita turunkan dalam subproses

97:26

itu apakah ada perubahan dari sejak

97:28

perubahan organisasi? Oh, ada

97:30

perubahannya di orangnya, di pelakunya.

97:32

Oh, berarti yang kita rubah adalah peta

97:33

relasinya. Berarti ketika kita berubah

97:35

peta relasi ini kaitannya dengan apa?

97:38

Dengan peta lintas fungsinya. Karena di

97:39

peta lintas fungsi itu tergambar siapa

97:41

saja aktor-aktornya. Nah, ini yang nah

97:44

biasanya yang paling banyak perubahan

97:46

nanti adalah di peta lintas fungsinya

97:47

gitu ya. Karena tidak hanya tergambar

97:50

aktor-aktornya, tetapi juga tergambar

97:52

kegiatan-kegiatannya.

97:54

Yang tadinya kotaknya panjang dari lens

97:56

1, 2, 3 untuk dilaksanakan oleh tiga

97:59

unit yang berbeda misalnya. Kemudian ada

98:01

penyederhanaan struktur, ada

98:03

penggabungan struktur atau seperti apa

98:05

atau ada malah ada pemekaran struktur,

98:07

kotaknya jadi lebih panjang nyampai line

98:09

keempat misal atau jadi lebih pendek

98:11

jadi dua line saja gitu ya. mungkin

98:13

tergambar ya Bapak Ibu kalau di CFM

98:15

tadi. Jadi misal eh bergantung jadi

98:19

enggak bisa kita enggak bisa kita

98:21

langsung state oh rubah saja di level N

98:24

loh enggak bisa orang yang berubah

98:25

proses intinya karena memang ini

98:27

pemecahan kementerian besar-besaran. Nah

98:29

berarti proses inti yang kita rubah.

98:31

Tapi kalau misalnya tidak tidak tidak

98:33

apa tidak masif perubahannya atau hanya

98:36

berubah tugas fungsinya saja. Nah, ini

98:37

bisa kita ee apa ubah di level N-nya

98:41

gitu atau di cross functional map-nya.

98:43

Kemudian pertanyaan kedua, SOP merupakan

98:45

level dari peta proses bisnis yang telah

98:47

ditetapkan. Apakah SOP ini harus sesuai

98:50

dengan nomenklaturnya di level N? Misal

98:52

di level N peta proses bisnis,

98:54

penyusunan materi praktikum dan ee

98:56

pedoman praktik. Nah, ini artinya kita

98:57

bicara aktor ya, Bapak, Ibu. Pelaku di

99:01

dalam SOP karena ini tadi ya nomenklatur

99:04

gitu. Nah, ee Bapak, Ibu yang saya

99:06

hormati, ketika kita dalam penyusunan

99:08

SOP ketika kita menentukan ee

99:12

pelaksananya gitu ya, sesuaikan kita

99:15

perlu menyesuaikan dua hal. Kapan kita

99:17

menggunakan jabatan, kapan kita

99:19

menggunakan peran. Contoh, kalau

99:21

misalnya kita menggunakan peran itu

99:23

biasanya ketua tim gitu ya atau tadi

99:25

koordinator jabatan fungsional itu kan

99:27

perannya sebagai koordinator jabatan

99:29

fungsional atau misalnya bendahara atau

99:31

pengelola data. Nah, ini perannya yang

99:35

kita angkat. Makanya tidak disarankan

99:38

sebenarnya ketika kita menyusun

99:39

pelaksana dalam SOP tidak disarankan

99:41

untuk menyebutkan titelatur jabatan

99:43

kecuali dia jabatan struktural. Karena

99:45

biasanya jabatan struktural ini

99:48

melakukan otorisasi gitu ya. Makanya

99:51

tidak tidak perlu kita menyebut di

99:52

jabatan contoh analis kebijakan ahli

99:55

madia di dalam pelaksana SOP. itu enggak

99:57

perlu karena ya kalau misalnya ada

99:59

madanya, kalau misalnya enggak ada

100:01

madanya, nah ini kan yang agak repot ya.

100:03

Tapi kalau misalnya perannya ketua tim,

100:06

nah everyone bisa menjadi ketua tim

100:08

tergantung penunjukannya gitu ya. Apakah

100:09

dia ditunjuk sebagai ketua tim atau

100:11

tidak gitu sih mungkin dari saya Bapak

100:14

Ibu apakah menjawab ya? Semoga menjawab

100:16

ya.

100:18

Baik, terima kasih Mbak Nanda untuk

100:20

jawabannya.

100:22

Mm cukup menjawab menurut ee saya

100:24

pribadi ya. Semoga ee Pak Pawit

100:27

Sugiharto juga merasa jawabannya sudah

100:30

cukup untuk ee menjawab pertanyaan

100:33

pertanyaan yang disampaikan ini. Untuk

100:36

pertanyaan selanjutnya menanda ini cukup

100:37

banyak ya pertanyaannya dari Ibu Nuzul

100:40

Ummu Hudzaifah.

100:43

Pertanyaannya adalah korelasi probis

100:46

dengan cascading kinerja Mbak Nanda

100:48

terutama spesifik itu Permenpan tentang

100:51

penjenjangan kinerja. Silakan Mbak

100:54

Nanda.

100:59

Ya, terima kasih banyak ee Ibu atas ee

101:02

pertanyaannya. Ee pasti ya ada

101:04

keterkaitannya ya. Jadi memang namun

101:07

menurut hemat kami Bapak Ibu

101:08

keterkaitannya adalah hubungan yang

101:10

sifatnya apa ya integratif mungkin ya

101:12

antara dokumen perencanaan strategis

101:15

dengan dokumen kinerja ee operasional.

101:17

Karena kan tadi kita bicaranya

101:19

cashcading kinerja itu kan lebih

101:20

sifatnya operasional. Sementara kalau

101:22

proses bisnisnya kan dokumen yang

101:24

sifatnya berangkat dari perencanaan

101:25

sifatnya strategis gitu ya. Jadi probase

101:28

ini memang jembatan katakanlah kita bisa

101:30

menggambarkan proses bisnis ini jembatan

101:32

antara bagaimana strategi itu disusun

101:35

dan ketatakan probis dengan casing

101:38

cascading kinerja ya arya probis ini

101:40

sebagai jembatan antara bagaimana

101:41

strategi ini disusun dengan eksekusi

101:43

kinerjanya gitu. Semoga maksud ya. Jadi

101:46

ee apa namanya? Cash cading ini harus

101:50

memastikan bahwa probis maupun program

101:54

di masing-masing unit kerja maupun

101:56

target individu itu selaras dan

101:58

katakanlah terukur gitu ya. Jadi kalau

102:01

misalnya kita mau katakan langsung plek

102:03

ketiplek apakah ada keterkaitannya

102:05

mungkin secara leksikal itu tidak pernah

102:08

tidak tidak disebutkan ya atau saya

102:10

belum menemukan nih apakah ada

102:12

keterkaitan yang secara eksplisit

102:13

disebutkan dalam suatu dokumen

102:15

pemerintahan tertentu. Tetapi kalau kita

102:17

bicara logika kebijakannya ini pasti ada

102:20

keterkaitannya karena tadi sifatnya

102:21

hubungan integratif. proses bisnis ini

102:24

sebagai jembatan gitu ya antara strategi

102:26

dengan eksekusi kinerja di dalam

102:29

cascading kinerja itu mungkin dari

102:33

Oke. Baik, terima kasih Mbak Nanda ya.

102:35

Ini selanjutnya apakah kira-kira ada

102:38

pertanyaan lagi Bapak Ibu untuk ee

102:41

proses bisnis? Mumpung narasumber kita

102:44

masih

102:46

bersemangat nih Bapak Ibu untuk menjawab

102:48

pertanyaan-pertanyaannya.

102:51

di YouTube.

102:53

Kira-kira yang di YouTube apakah ada

102:54

Bapak Ibu?

103:50

Baik, ini coba saya lagi scroll di

103:53

YouTube nih. Kira-kira apa ada

103:54

pertanyaan-pertanyaannya?

104:01

apa?

104:09

Baik, Mbak Nandah. Ini ada dari ee Ibu

104:12

Nuraini ya, Mbak Nanda ya.

104:16

Ini ee bagus nih, Mbak Nanda untuk

104:18

pertanyaan nih Mbak Nanda. Banyak

104:20

instansi daerah mengalami kesulitan

104:23

mengintegrasikan peta proses bisnis

104:26

dengan struktur organisasi dan tupoksi.

104:30

Bagaimana solusi terbaik agar keduanya

104:32

saling mendukung?

104:36

Silakan Mbak Nanda,

104:39

ya. Baik, terima kasih banyak Mbak Gina.

104:40

Terima kasih banyak Bu Nuraini Apple.

104:43

Ada Apple-nya Nurini Apple. Banyak

104:45

instansi daerah mengalami kesulitan

104:46

mengintegrasikan peta proses bisnis

104:48

dengan struktur organisasi dan Tupoki.

104:49

Nah, pertanyaannya kok bisa susah dalam

104:52

mengintegrasikan peta proses bisnis

104:54

dengan struktur organisasi dan tupoksik?

104:56

Kita lepaskan dulu struktur. Ketika kita

104:58

menun peta prosesis, jangan pernah

105:00

masukkan struktur menjadi bagian dari

105:02

kita ketika kita menyusun p proses

105:04

bisnis kita masukkan poxinya. Kalau

105:07

misalnya kesulitan, nah berarti ee ini

105:10

apa ya? Eh cheatset-nya lah eh apa eh

105:13

cheatset-nya adalah kalau kita sulit

105:17

mengidentifikasi benar-benar tupoksi apa

105:19

saja yang yang masih yang perlu kita

105:21

petakan, berarti itu adalah indikasi

105:24

berat penyakit itu ada simptomnya ya.

105:25

Itu simptom yang pertama.

105:27

either dia terlalu overwork gitu ya,

105:31

maksudnya terlalu overload semua apa

105:34

namanya tugas fungsi di unit tersebut

105:37

yang mana berpotensi overlap. Nah, gitu.

105:40

Jadi sebenarnya ketika kita sudah

105:42

kesulitan ini kita bicaranya kesulitan

105:44

memetakan ya, either dia overlap atau

105:47

either dia memang sebenarnya enggak ada

105:49

kerjaannya gitu ya. Untuk organisasi ini

105:51

sebenarnya enggak perannya tuh enggak

105:53

maksimal gitu ya. Misal katakanlah saya

105:55

organisasi, saya enggak mau sebut suatu

105:57

unit organisasi. Katakanlah em ya

106:01

udahlah dinas A gitu ya. Ketika saya

106:04

duduk bareng gitu ya ee dengan

106:06

dinas-dinas lain untuk menentukan misal

106:09

peran saya apa sih dalam pengantasan

106:10

kemiskinan misalnya atau dalam maya

106:12

hilirisasi katakanlah ternyata tuh saya

106:15

enggak punya peran yang signifikan gitu

106:16

ya. Atau misal peran saya tuh banyak

106:19

banget. Kalau misalnya peran saya banyak

106:21

banget oh artinya organisasi saya itu

106:23

sudah terlalu berat. gitu ya. Banyak

106:25

mandat untuk dilaksana banyak mandat

106:26

peraturan perundang-undangan, baik itu

106:28

Permen, Pertek, INPRES atau apapun itu

106:31

PP mungkin yang memandatkan ke saya

106:34

untuk melaksanakan itu dan saya sudah

106:36

enggak mampu nih organisasi dari aspek

106:38

kerja. Nah, ini ada potensi untuk kita

106:41

bisa melakukan pemekaran atau bisa

106:43

kitaah

106:45

nih ee apa namanya SDM-nya gitu ya. atau

106:49

bisa jadi kita ya organisasinya memang

106:52

enggak punya peran yang maksimal gitu

106:54

ya, karena peran mereka tadi sudah

106:56

tersebar gitu di tempat lain. Nah, ini

106:58

tadi makanya ee idealnya ketika kita apa

107:02

namanya ee menyelakukan penyusunan

107:04

proses bisnis tupoki itu tidak menjadi

107:07

isu tapi yang akan menjadi isu adalah

107:09

strukturnya gitu ya. Bagaimana solusi

107:12

terbaik agar keduanya saling mendukung.

107:14

Nah, kalau tadi diperhatikan di slide

107:17

saya di awal, Bapak, Ibu memang sebelum

107:19

struktur itu disusun, kita perlu dulu

107:21

menyusun peta proses bisnisnya. Jadi,

107:24

ini tujuannya apa? Agar align antara

107:26

struktur, peta proses bisnis, mandat

107:29

gitu ya. Jadi, enggak enggak lompat dari

107:30

mandat langsung ke struktur. Yang

107:32

praktik yang terjadi saat itu kan

107:33

seperti ini gitu ya. Dari mandat

107:35

langsung ke struktur. Padahal kita perlu

107:36

mendesain dulu organisasinya, kita perlu

107:39

susun dulu peta proses bisnisnya baru

107:40

kita susun strukturnya. ya. Nah, ini

107:42

harusnya ketika praktik itu sudah

107:44

berjalan sih harusnya tidak ada lagi

107:46

kebingungan ya atau kesulitan ketika

107:48

kita ee menyusun ee peta proses bisnis.

107:52

Mungkin itu dari saya, Mbak.

107:57

Baik, terima kasih Mbak Nanda. Ini ada

108:00

beberapa pertanyaan yang ee teknikal

108:03

nih, Mbak Nanda. Saya tertarik

108:04

sebenarnya sama pertanyaan-pertanyaan

108:06

ini karena teknikal di proses penyusunan

108:08

nih sebenarnya ini ada ee Bapak mungkin

108:12

Vera Reinanense.

108:15

Pertanyaan pertamanya adalah bagaimana

108:17

cara menentukan proses level 0 dan level

108:20

1 dari dokumen RPJMD?

108:23

Pertanyaan keduanya bagaimana menentukan

108:27

kriteria bahwa proses bisnis level N ini

108:30

sudah selesai? Apakah level N sama SOP?

108:35

Lalu saya ini saya gabung ya, Mbak Nanda

108:37

boleh ya? Karena ini pertanyaannya

108:39

teknis sekali nih dalam proses

108:41

penyusunan.

108:42

Ee

108:45

bedanya proses bisnis level kabupaten

108:48

dan level OPD ini apa?

108:50

Karena jika penyusunan diturunkan sampai

108:52

level ke N maka otomatis akan

108:55

mengakomodir kegiatan ee perangkat

108:58

daerah tersebut.

109:00

Itu dulu, Mbak Nanda. Ini saya saya suka

109:03

nih sama pertanyaan-pertanyaannya ini.

109:04

Mohon dibantu ya, Mbak Nanda.

109:10

Iya. Baik, terima kasih banyak Mbak

109:12

Gina. Terima kasih banyak Bapak Ibu atas

109:14

pertanyaan yang teknis ya. Kita langsung

109:15

masuk ke teknis. Jadi bukan

109:17

prinsip-prinsip lagi. Nah, tadi apa

109:19

namanya? Sebentar saya sambil buka

109:21

YouTube ya. Ee

109:24

saya sambil buka YouTube-nya. ee

109:26

bagaimana cara menentukan proses level 0

109:28

dan level 1 dari dokumen RPJMD. Nah,

109:30

tadi mungkin saya bisa share screen lagi

109:32

ya, Bapak, Ibu. Tadi sempat ee

109:37

sempat saya sempat saya tayangkan sudah

109:39

terlihat ya screen-nya ya. Nah, ee Bapak

109:42

Ibu yang saya hormati. Nah, ini aduh

109:43

maaf. Nah, ini ketika kita menentukan ee

109:49

apa namanya?

109:51

Ee ini adalah kertas kerja dari

109:55

penentuan proses bisnis pemerintah

109:56

daerah.

109:59

Semua ini kita dapatnya dari RPJMD ya,

110:01

Bapak, Ibu. Misi tujuan itu biasanya ada

110:04

di RPJMD kita masing-masing gitu ya. Ee

110:08

aku

110:10

sebentar Bapak Ibu mohon izin ternyata

110:13

laptop saya low bed. Nah, oke. Ee kita

110:17

lanjut ya Bapak Ibu. misi eh tujuan,

110:20

sasaran ini semua biasanya terpetakkan

110:23

di dalam RPJMD karena ini adalah dokumen

110:25

kerjanya perang kepala daerah untuk

110:27

melakukan oh 5 tahun ke depan saya mau

110:29

ngapain sih untuk masyarakat saya. Nah,

110:31

inilah yang mau dikerjakan gitu ya. Nah,

110:34

kita tuliskan dulu di dalam kertas kerja

110:36

kita misinya apa, tujuannya apa,

110:39

sasarannya apa. Ini semua lexikel ada di

110:42

dokumen kita masing-masing, dokumen

110:43

RPJMD kita masing-masing. Nah, kemudian

110:46

kita identifikasi kalimat prosesnya.

110:49

Kalimat proses ya, Bapak, Ibu, bukan

110:51

kalimat misi. Kalimat prosesnya ini kita

110:53

ambil dari mana? Kita ambil dari

110:55

elaborasi antara misi, tujuan, dan

110:58

sasaran.

111:00

Memang ini jatuhnya enggak bisa kita

111:03

secara ee eksplisit kita masukkan ke

111:05

dalam kalimat proses. Kita ee turunkan

111:08

dari misi misal kan misinya kan di sini

111:10

ee membangun ekonomi dan infrastruktur

111:12

secara merata dan berkeadilan untuk

111:13

mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas

111:15

dan inklusif. Oke, kata kuncinya adalah

111:17

pertumbuhan ekonomi ekonomi dan

111:19

infrastruktur ya yang berkualitas dan

111:22

inkluktif. Tapi kemudian di sini dibagi

111:23

dua nih tujuannya ada ekonomi, ada

111:25

infrastruktur. Berarti ini nanti ada dua

111:27

proses yang berbeda, satu, satu ekonomi,

111:29

satu infrastruktur. Tapi dua-duanya sama

111:32

untuk mewujudkan pembangunan yang

111:33

berkualitas dan inklusif. Kemudian kita

111:35

lihat nih sasarannya gitu ya. Sasarannya

111:37

oh ternyata yang ekonomi ini untuk nilai

111:39

investasi, meningkatkan pertemuan sektor

111:42

industri. Sementara infrastruktur ini

111:44

untuk

111:46

apa namanya? Memastikan bahwa ee

111:48

pemenuhan infrastruktur strategis ini

111:49

terpenuhi. Dan yang terakhir adalah

111:51

memastikan pemenuhan infrastruktur

111:53

dasar. Nah, ini kita katakanlah kita

111:56

resume lah kita kita kita resume tiga

111:59

tiga tiga apa konteks ini gitu ya ke

112:02

dalam kalimat proses. Ketemulah menjadi

112:05

dua ya Bapak Ibu. Yang pertama adalah

112:07

proses-proses utamanya adalah

112:09

peningkatan pertumbuhan perekonomian

112:10

daerah berkualitas dan inklusif. Lalu

112:12

proses keduanya adalah peningkatan

112:14

pembentuan infrastruktur strategis dan

112:16

infrastruktur dasar gitu ya. Nah, ini

112:17

yang kemudian menjadi proses utama dari

112:20

ee pemda Bapak Ibu sekalian. Nah,

112:24

kemudian bagaimana dengan suatu

112:25

prosesnya? Nah, dari sasaran ini kan

112:27

biasanya di RPJMD kan ada program ya

112:30

lanjutannya. Nah, ini kita ambil dari

112:31

program-programnya. Program apa saja sih

112:34

yang tujuannya untuk mendukung

112:36

pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan

112:38

inklusif?

112:39

kita temu ada 10 program yang tujuannya

112:43

untuk mendukung ee peningkatan

112:46

pertumbuhan ekonomi. Nah, 10 inilah yang

112:47

kita turunkan di dalam kalimat

112:48

subproses. Lalu, program apa saja sih

112:51

yang memiliki keterkaitan dengan ee

112:54

pemenuhan infrastruktur strategis dan

112:56

infrastruktur dasar? Oh, ternyata kita

112:57

ketemu delapan. Oh, berarti delapan

112:59

inilah yang kita tuangkan di dalam

113:00

kalimat subproses dan seterusnya.

113:02

Seperti itu mungkin ee apa namanya

113:05

Bapak, Ibu untuk tadi ya pertanyaannya.

113:08

Entar saya cek lagi, takutnya ada yang

113:09

kelewat ya.

113:12

Ee sebentar Bapak Ibu.

113:15

Kemudian e bagaimana menentukan kriteria

113:19

bahwa proses bisnis level N ini sudah

113:21

selesai. Apakah level N ini SOP? Level N

113:23

ini sebenarnya cfm ya Bapak, Ibu. Cross

113:24

functional map gitu. Level N ini artinya

113:27

level yang kita enggak bisa lagi

113:29

metakkan tuh angkanya berapa sih karena

113:31

makin turun makin turun makin turun

113:33

gitu. Kalau misalnya prosesnya banyak

113:34

kata karena seperti misalnya di Dinas

113:36

Pendidikan itu kan biasanya banyak

113:37

banget ya program kegiatannya biasanya

113:39

bahkan program pun ada subprogram itu

113:41

dan seterusnya. Nah, ini biasanya turun

113:44

turun turun terus. Nah, tapi level N ini

113:45

bukan SOP ya. Mungkin nanti Mbak Gina

113:48

bisa menambahkan level SO level N ini

113:51

bukan SOP, tapi masing-masing dari

113:54

kegiatan atau task atau activity di

113:57

dalam eh peta lintas fungsi ini yang

113:59

bisa menjadi cikal bakal ketika kita

114:02

menyusun SOP. Katakanlah

114:05

ee masing-masing task di dalam peta

114:09

lintas fungsi ini kita sebut sebagai SOP

114:11

strategisnya. Artinya isasinya Bapak,

114:14

Ibu itu perlu punya SOP ini loh. Karena

114:17

SOP ini nih SOP strategis, SOP yang

114:19

menggambarkan proses utama atau proses

114:22

inti dari organisasi Bapak, Ibu gitu.

114:24

Jadi ketika kita mau menyusun SOP, kita

114:26

enggak ngawong-ngawong lagi. Yang mana

114:28

dulu ya yang perlu disusun? Oh, ternyata

114:30

kita punya SOP strategis nih yang ini.

114:31

Nah, ini dulu yang bisa kita susun gitu

114:34

mungkin Mbagina.

114:41

Oke, baik. Terima kasih Mbak Nanda untuk

114:43

penjelasan dari paparan dan

114:45

jawaban-jawaban dari pertanyaannya. ini

114:47

sangat komprehensif dan

114:50

memang enak kalau membahas peta proses

114:52

bisnis ya ini seperti banyak sekali yang

114:56

akan dibicarakan karena memang ya ini

114:59

melakukan ee

115:02

pemetaan terhadap seluruh proses bisnis

115:04

yang dilakukan suatu kementerian atau

115:06

lembaga ataupun pemerintah daerah. Jadi

115:08

pasti akan sangat dinamis juga ini akan

115:12

akan ada perubahan dan perlu dievaluasi

115:15

terutama apabila terdapat

115:18

per penataan-penataan ee OTK seperti itu

115:22

serta adanya perubahan-perubahan RENSTRA

115:24

atau RPJMD.

115:26

Namun baik Bapak Ibu, tidak terasa ini

115:28

sudah 1 seteng jam sesi ini berlangsung.

115:31

Terima kasih kami ucapkan atas atensi

115:34

dari Bapak Ibu yang ee join melalui Zoom

115:37

maupun melalui YouTube yang telah ee

115:41

menyaksikan ee pemaparan dari narasumber

115:44

ee kam

115:46

dari awal sampai akhir kegiatan. Besar

115:49

tentunya harapan kami agar ke depannya

115:51

seluruh instansi pemerintah baik

115:53

pemerintah pusat maupun pemerintah

115:55

daerah dapat menyusun serta mengevaluasi

115:59

secara berkala ya proses bisnis guna

116:01

memastikan aktivitas organisasi yang

116:03

berlangsung ini sudah baik, tidak ada

116:07

yang overlapping terutama atau yang

116:10

lebih parahnya nih Bapak Ibu tidak ada

116:12

yang white space. Jadi tidak ada yang

116:15

mengerjakan misalnya mandat tersebut

116:18

dalam rangka tentunya agar terwujudnya

116:21

pelayanan publik terbaik bagi

116:22

masyarakat. Jangan lupa untuk sesi bisa

116:25

tanya kebijakan PAN RB ini kami ada

116:28

setiap hari Bapak Ibu khususnya untuk

116:30

hari Jumat ini memang dari deputi

116:32

kelembagaan dan tata laksana terkait

116:35

pendalaman isu strategis berbagai

116:37

kebijakan-kebijakan di bidang

116:38

pendagunaan aparatur negara dan

116:40

reformasi birokrasi yang tentunya dengan

116:43

harapan dapat bermanfaat bagi kita

116:45

semua. Baik, wasalamualaikum

116:48

warahmatullahi wabarakatuh. Selamat

116:50

siang. Selamat melanjutkan aktivitasnya

116:52

Bapak Ibu.

116:54

Terima kasih.

116:54

Terima kasih banyak, Mbak Ginda.

116:56

Waalaikumsalam warahmatullahi

116:57

wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak

116:58

Ibu yang sudah hadir baik itu via Zoom

117:01

maupun via YouTube. Mohon maaf apabila

117:02

kami ada salah kata. Ee selamat

117:06

melanjutkan aktivitas kembali. Terima

117:07

kasih. Terima kasih Biro DakIP

117:10

Kementerian PAN RB.

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.