[LIVE] Bisa Tanya Kebijakan PANRB: Penyusunan Peta Proses Bisnis, PermenPANRB Nomor 19 Tahun 2018
FULL TRANSCRIPT
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Selamat pagi menjelang
siang Bapak Ibu sekalian. Salam
sejahtera untuk kita semua. Om
swastiastu. Namo buddhaya. Salam
kebajikan.
Bapak, Ibu sekalian, hadirin sekalian
yang berbahagia. Kami ucapkan terima
kasih kepada hadirin yang telah
menghadiri acara bisa tanya kebijakan
Kementerian Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi yang
setiap harinya, setiap minggunya terkait
dengan pendalaman isu strategis berbagai
kebijakan kebijakan pendagunaan aparatur
negara dan reformasi birokrasi yang
tentunya dengan harapan dapat bermanfaat
bagi kita semua.
Sebelumnya perkenalkan terlebih dahulu
nama saya Gina Kamilia. Saya analis
kebijakan pertama dari Deputi Bidang
Kelembagaan dan Tata Laksana. Serta
untuk kesempatan kali ini pemateri ee
kita dengan Mbak Nanda Putri, analis
kebijakan ahli muda dari Deputi Bidang
Kelembagaan dan Tata Laksana.
Pada kesempatan kali ini untuk materi
yang akan disampaikan adalah terkait
penyusunan peta proses bisnis sesuai
dengan ee Peraturan Menteri PAN RB nomor
19 tahun 2018. Tentunya Bapak, Ibu dari
kementerian lembaga maupun dari ee
pemerintah daerah sudah sangat familiar
ya dengan ee peta proses bisnis ini ya.
Guna ee mengefektifkan waktu yang
diberikan. kami persilakan kepada Mbak
Nanda untuk menyampaikan materi terkait
penyusunan peta proses bisnis tersebut
ya.
Ya. Baik. Ee terima kasih banyak ee Mbak
Gina atas ee pendahuluannya. Ee izin
memperkenalkan diri lagi ya Bapak Ibu.
Ee saya Nanda. Mungkin nanti dalam
prosesnya setelah kita ee apa melakukan
ee pemaparan materi apabila ada yang
ingin ditanyakan silakan ditanyakan baik
ee rekan-rekan di ee Zoom maupun di
kanal YouTube. Oke, ee saya izin share
screen.
Sudah terlihat ya, Mbak Gina ya. Oke.
Baik. Ee bismillahirrahmanirrahim.
Asalamualaikum warahmatullahi
wabarakatuh. Ee kita langsung saja ya
Bapak Ibu. Jadi ini adalah ee kita akan
me me apa namanya memberikan ee sharing
kebijakan terkait dengan penyusunan peta
proses bisnis berdasarkan Permenpan 19
tahun 2018 tentang ee penyusunan proses
bisnis. Nah, sebagaimana kita ketahui
bahwa ee Bapak Presiden Prabowo saat ini
juga e koncern gitu ya terhadap
pelaksanaan reformasi birokrasi. ada
beberapa arahan yang memang ini murni
100% kaitannya dengan pelaksanaan ee
reformasi birokrasi. Di antaranya Bapak
Presiden menginginkan adanya
responsivitas birokrasi, kemudian adanya
percepatan implementasi kebijakan,
penguatan koordinasi antar lembaga,
kemudian efektivitas dialokasikannya
anggaran, percepatan ee pemberatasan
korupsi dan kebocoran anggaran, ada juga
pengolan ASN, pelayanan berbasis
teknologi dan juga reformasi pelayanan
publik. Nah, apabila kita melihat dari
berbagai arahan Bapak Presiden terkait
reformasi birokrasi ini, kita ee dapat
ee menemu kenali bahwa memang ternyata
proses bisnis ini menjadi suatu fondasi
gitu ya, agar ee arahan reformasi
birokrasi ini dapat ee tercapai secara
paripurna. Nah, mengerucut lagi ee Bapak
Presiden juga mengeluarkan beberapa ee
instrumen kebijakan gitu ya. nya dalam
hal ini adalah Impress gitu ya. sejak
tahun ada 2019 dulu ee masih era ee
presiden eh sebelumnya hingga ee INPRES
di tahun 2025 yang pada intinya adalah
berbagai ee arahan instruksi presiden
ini memang arahnya adalah untuk
mengoptimalkan kesejahteraan rakyat
mulai dari pengentasan kemiskinan gitu
ya, peningkatan investasi, mendorong
upaya hilirisasi gitu ya, mendukung
ketahanan pangan nasional hingga yang
terakhir adalah peningkatan kualitas dan
akses layanan kesehatan. Nah, berbagai
inpresinpres maupun kepres ini Bapak Ibu
yang saya hormati memang ee membutuhkan
semacam pengait gitu ya agar ee
memastikan orkestrasi antar KL ini bisa
berjalan secara optimal. Nah, apa yang
apa yang bisa apa yang dipergunakan gitu
sebagai pengaitnya itu adalah reformasi
birokrasi yang sifatnya tematik gitu ya.
Jadi tujuannya adalah memastikan agar
kolaborasi dan kerja sama lintas
kewenangan antara kementerian, lembaga,
maupun pemerintah daerah ini bisa
sama-sama ee apa tertuju pada satu titik
yang sama ya. Baik itu dari aspek
anggaran, baik itu dari aspek kebijakan,
maupun pengelolaan teknologi
informasinya. Tujuannya sama, endingnya
sama itu untuk ee mendukung
kesejahteraan rakyat. Nah, ee Bapak, Ibu
yang saya hormati, memang ketika kita
bicara RB ternyata RB itu bukan hanya
tentang administrasi gitu ya, bukan
hanya terkait dengan ee apa namanya ee
semua yang segala sesuatu yang tercatat
dan terdokumentasi dengan baik, tetapi
transformasi pemerintahan yang sifatnya
holistik gitu ya, tidak parsial. Nah,
sehingga tujuannya apa? Untuk mencapai
target pembangunan. Jadi tidak boleh
antara reformasi birokrasi ini ada gap
gitu ya, gap yang yang belum dapat diisi
dengan baik ketika kita bicaranya ee apa
namanya ee tercapainya tujuan
pembangunan. Nah, di dalam reformasi
kerangka reformasi birokrasi itu sendiri
gitu ya, Bapak, Ibu yang saya hormati.
kita punya ada kelembagaan yang perlu
yang yang jadi satu isu utama juga ada
proses bisnis gitu ya, ada personilnya
gitu SDM aparaturnya, ada manajemen
kinerjanya, ada pelayanan publik, dan
terakhir adalah ada transformasi digital
pemerintah gitu ya yang menjadi ee
pengait atau pengikat untuk ee seluruh
atau beberapa dari komponen-komponen
reformasi birokrasi. Nah, khususnya
proses bisnis ini yang akan menjadi ee
bahasan kita pada pagi hari ini. Nah,
Bapak Ibu yang saya hormati ee
sejak 2018 ee proses bisnis ini menjadi
sesuatu hal yang memang kita sering ee
suarakan gitu ya, baik itu secara
teoritis maupun itu baik itu secara
teoritis maun
secara ee legalnya gitu ya, secara
yuridisnya. Nah, kalau secara teoritis
memang sudah ada banyak ee pakar yang
menyatakan bahwa memang proses bisnis
ini seperangkat aktivitas yang tujuannya
memang menggambarkan keterkaitan gitu
ya, antara pihak satu dengan pihak lain,
menggambarkan alur logis dan tujuannya
adalah menghasilkan output untuk
mencapai tujuan akhirnya tuh apa sih
gitu ya. Nah, di Permenpan 192018 ini
juga disebutkan bahwa proses bisnis
adalah diagram yang menggambarkan
hubungan kerja yang efektif dan efisien
antar unit organisasi. Kata kuncinya
adalah efektif dan efisien. Jadi kalau
hubungan kerja itu tidak efektif dan
efisien ya jangan digambarkan di dalam
peta proses bisnis ini. Jadi ketika kita
memetakkan di dalam ee memetakan peran
gitu ya, memetakkan peran dan proses
dari masing-masing ee apa namanya pelaku
gitu ya, maka kita perlu petakan yang
paling efektif itu seperti apa, yang
paling efisien itu seperti apa gitu.
Jadi ee
nanti dalam proses penyusunannya memang
kita perlu melepaskan dulu nih semua
unit-unit organisasi. Kita fokus pada ee
prosesnya, kita fokus pada mandatnya itu
apa, kita fokus pada ee apa sasaran
program yang ingin dicapai sehingga
harapannya nanti tergambar hubungan
kerja yang efektif dan efisien antar
unit organisasi.
Nah, ee memang ee Bapak Ibu yang saya
hormati tadi ya, ketika kita bicara
arahan bahwa Presiden terkait dengan
reformasi birokrasi
ada ee apa namanya ee sasaran yang juga
perlu kita capai yaitu
penyelesaian-penyelesaian isu tematik
melalui reformasi birokrasi yang
sifatnya tematik. Yang tadinya fokusnya
ke hulu gitu ya, perbaikan manajemen
internal instansi pemerintahan. Ketika
kita bicara reformasi birokrasi tematik,
maka bergeser pada isu-isu yang sifatnya
prioritas presiden yang ditujukan yang
ditujukan untuk menyelesaikan
masalah-masalah yang sifatnya konkret
seperti kemiskinan gitu, investasi,
hilisasi gitu ya. Jadi bicaranya di isu
hilir gitu ya Bapak, Ibu. Nah, di mana
letak proses bisnis? Kalau dulu delan
area perubahan proses bisnis itu secara
eksplisit disampaikan gitu ya, di dalam
ee apa namanya? delapan area perubahan
reformasi birokrasi. Kalau di roadmap RB
saat ini memang ada pemisahan, ada hard
element, ada soft element. Kalau hard
element kita bicara terkait dengan
kerangka logis eh RB untuk terciptanya
tata kelola pemerintahan digital yang
efektif, lincah, dan kolaboratif,
sementara sub elemennya kita bicara
budaya dan sumber daya manusia. Nah,
proses bisnis ini gitu ya dan delapan
area perubahan sebelumnya ini menjadi
bagian yang sebenarnya tidak terpisahkan
dari heart elemen ini. Jadi memperluas
yang tadinya kita hanya fokus ke heart
elemennya, tapi ini juga kita tambahkan
dengan soft elemennya yang menjadi eh
apa? penguat gitu ya dari roadmap RB
yang sudah disusun ee saat ini. Nah, ee
Bapak Ibu yang saya hormati ee memang
ini adalah praktik gitu ya, praktik yang
idealnya ee berjalan di instasi
pemerintah ketika kita melakukan
penataan organisasi. Praktiknya adalah
pertama ini praktik terbaiknya,
benchmark terbaiknya ya Bapak Ibu.
Pertama ada mandat gitu ya. Dari mandat
ini kita desain organisasinya, kemudian
kita petakkan peran-perannya apa saja,
proses inti, pendukung, proses lainnya
seperti apa. Jadilah ke dalam proses
bisnis. Kemudian nanti kita susun
strukturnya dari proses-proses tersebut.
siapa saja yang benar-benar berperan
departemenasi-departemen apa
departementasi apa saja yang perlu kita
susun gitu ya untuk melaksanakan
proses-proses tadi. Kemudian orangnya
butuhnya ee kapas kompetensinya apa,
berapa jumlahnya gitu ya melalui ee
anjab ABK dan urai jabatan. Yang
terakhir adalah spesifik spesifikasi
jabatannya butuhnya ee pegawaiinya
seperti apa. Nah, namun saat ini seap
kali ada disparitas atau ada semacam gap
gitu ya antara
ee praktik terbaik dengan kondisi yang
seharusnya. Ada lompatan proses antara
mandat itu biasanya langsung digambarkan
struktur organisasinya. Jadi ada dua
proses yang terpisah nih antara desain
dengan proses bisnis. Nah, ini yang
sebenarnya ee sama-sama idealnya perlu
kita perbaiki ketika kita ingin ee
menyusun struktur organisasi.
Nah, ee ini kita langsung saja. Nah, ini
ya Bapak, Ibu. Jadi ketika kita bicara
proses bisnis ini dia bagian dari ee
penyederhanaan layanan birokrasi yang ee
overall memang bicaranya di back
office-nya gitu ya, karena menggambarkan
hubungan kerja intra dan antar
organisasi agar nanti yang front office
bisa berjalan dengan eh smooth, bisa
soft landing gitu ketika kita bicara
masyarakat. Karena ketika masyarakat
misal ingin mendapatkan pelayanan
katakanlah di bidang ee apa namanya ee
perizinan gitu ya, masyarakat tahunya
hanya satu pintu gitu ya ke OSS atau
seperti apa. Nah, enggak masyarakat tuh
enggak perlu tahu di belakang ini ada
berbagai kementerian lembaga yang
bekerja. Ada Kemenaker misalnya,
kemudian ada BP2MI misalnya atau ada
kementerian-kementerian lain pemerintah
lainnya yang terlibat gitu ya di dalam
ee proses perizinan tersebut gitu.
sehingga memang proses bisnisnya ini
yang perlu kita perkuat gitu ya agar
yang front office masyarakat ini
everything menjadi lebih smooth gitu ya,
lebih softlanded ketika kita bicaranya
hospitality.
Nah, memang kerap kali Bapak Ibu
terdapat ee apa ya ee confuse gitu
antara apa sih bedanya proses bisnis
dengan SOP gitu ya. Ini kita coba
petakan perbedaannya ee dari aspek lima
besaran. Yang pertama mulai dari
langkahnya, langkah penyusunannya,
bentuk penggambarannya, dokumen turunan,
kebermanfaatan, dan terakhir adalah
periode dalam mengevaluasinya.
Untuk proses bisnis memang kalau di
daerah gitu ya berdasarkan RPJMD gitu ya
atau rencana strategis untuk
masing-masing ST pemerintahnya.
Sementara SOP ini adalah turunan dari
peta proses bisnis ketika sudah masuk
level N atau nanti level eh cfm-nya,
cross functional eh map-nya gitu ya.
Jadi ketika sudah tergambar petalitas
fungsi maka SOP ini bisa kita susun.
Bagaimana bentuk ee penggambarannya
kalau proses bisnis ini dengan notasi
simbol sederhana bisa bisa flowchart
bisa juga BPMnya nanti kita singgung di
belakang. Sementara SOP ini ada ee
khususnya SOP administrasi pemerintah
ini memang sudah kita bakukan menjadi
hanya terdiri dari lima jenis simbol.
Kalau proses bisnis dokumen turunannya
adalah SOP. Sementara SOP ini adalah
dokumen dokumen turunan adalah seperti
juklak Juknis gitu ya yang lebih
spesifik gitu ya. Apa yang harus kita
lakukan dan apa persyaratan-persyaratan
dari setiap ee prosedur yang ee sudah
kita lakukan bersama. Kemudian
kebermanfaatannya proses bisnis ini kita
bicara aset pengetahuan organisasi
hal-hal yang sifatnya intangible gitu
ya. Jadi siapapun yang duduk di dalam
organisasi tersebut sudah tahu nih apa
yang harus dikerjakan sipo-nya kemudian
input output proses eh customernya itu
seperti apa tuh sudah sudah bisa
tergambar. Sementara SOP ini kita bicara
ee pedoman standar penerapan. Jadi untuk
melakukan sesuatu standarnya tuh seperti
apa? Kalau bicara evaluasinya proses
bisnis ini paling sedikit memang 1 tahun
sekali tapi biasanya ketika dalam 1
tahun itu ada perubahan organisasi dari
organisasi misalnya penambahan modal
organisasi baru dan sebagainya ini bisa
kita lakukan evaluasi juga meskipun
misalnya tahun kemarin sudah kita
evaluasi gitu ya. Nah, biasanya sering
juga ada pertanyaan Bapak, Ibu, kalau
misalnya ada ee perubahan organisasi,
apakah satu buku bundle proses bisnis
ini harus kita ubah gitu ya? Nah,
jawabannya ee bisa iya bisa tidak. Kalau
perubahan organisasi itu adalah
mempengaruhi proses inti, nah itu
biasanya akan berdampak tuh kepada ee
turunan-turunan subproses, peta relasi,
dan seterusnya hingga level CFM. Tapi
kalau misalnya organisasi yang berubah
itu hanya misal penambahan tugas fungsi
atau misal ee perubahan organisasi yang
sifatnya minor gitu ya. Ini mungkin yang
dirubah tapi proses intinya nih enggak
enggak berubah nih proses intinya.
Paling yang kita rubah nanti hanya peta
subprosesnya atau ee peta keterkaitan
relasinya saja atau bahkan cfm-nya saja
yang kita rubah. Jadi perubahannya juga
tidak tidak holistik gitu ya. Hanya
part-part tertentu yang kita ubah. Nah,
ini menyesuaikan lagi dengan kebutuhan
masing-masing organisasi.
Nah, ee
memang ee penyusunan peta proses bisnis
ini ee secara ee ee mandatory
kalau di Undang-Undang Administrasi
Pemerintah kita bicaranya adalah pedoman
umum standar operasional. Nah, SOP ini
kan tadi seperti didiskusikan sebelumnya
adalah dokumen turunan dari peta proses
bisnis di Perpres OKN atau organisasi
Kementerian Negara juga kita mandatkan
agar kementerian lembaga perlu menyusun
ee peta proses bisnis yang menggambarkan
hubungan yang efektif dan efisien antar
ee apa namanya organisasi pemerintah
gitu ya. Sehingga memang ee sebelum SOP
ini disusun kita perlu punya dulu nih
peta proses bisnisnya. Oke, Bapak Ibu.
Nah, ee selanjutnya Bapak, Ibu yang saya
hormati, apa kaitannya dengan SPBE?
Mungkin kita sering sering-sering
mendengar ee apa namanya peta proses
bisnis ini disusun gitu ya. Tujuannya
adalah untuk memenuhi persyaratan dari
penyusunan arsitektur SPBE. Nah, memang
di Perpres 95 tentang SPBE ee tujuannya
adalah untuk mewujudkan sistem
pemerintahan basic elektronik yang
terpadu baik di instansi pusat maupun di
daerah. Nah, bagaimana untuk mencapai
keterpaduan ini gitu ya, kita butuh
arsitektur SPBE nasional yang akan
digunakan sebagai acuan dalam
pelaksanaan integrasi proses bisnis
gitu. Jadi memang proses bisnis ini
tetap dibutuhkan untuk menjadi mesin
gitu ya atau untuk menjadi suplai utama
dalam penyusunan arsitektur SPBE gitu ya
yang nantinya akan ee apa namanya
harapannya ke depan kita akan tergambar
gitu ya ee keterpaduan secara nasional
untuk mengoptimalisasi tadi orkestrasi
antar ee kinerja dan kewenangan dari
kementerian maupun lembaga maupun
pemerintah daerah.
Nah, Bapak, Ibu yang saya hormati ee
terlebih lagi di Perpes95 2018 tentang
SPBE tadi memang
proses bisnis itu salah satu unsur-unsur
dari SPBE gitu ya. Sehingga memang ini
menjadi bagian yang ee tidak terlepas
gitu ya dari ee upaya kita dalam
mewujudkan ee sistem pembelan berbasis
elektronik yang terintegrasi.
Nah, ini ada beberapa prinsip penyusunan
ee proses bisnis Bapak, Ibu. terkadang
memang kita ee bingung gitu ya ee proses
bisnis itu ee apakah ada standar bakunya
gitu ya. Kalau dari Menpan seperti apa
sih standar bakunya gitu ya. Nah, salah
satu prinsip yang perlu kita kita
pastikan atau kita yakini atau kita
laksanakan di dalam penyusunan proses
bisnis adalah yang menurut saya dari
semua proses ini ada 1 2 3 ada delan
proses ada ada delapan prinsip ini yang
paling paling bisa kita pegang adalah
yang pertama sederhana representatif
yang kedua konsensus konsensus subjektif
kenapa sederhana representatif proses
bisnis itu enggak perlu yang rumit
banget enggak perlu perlu yang terlalu
menjelimet gitu ya, sepanjang dia bisa
mewakili seluruh aktivitas organisasi
dan penggambarannya secara sederhana
gitu ya. Artinya sederhana ini bisa
dipahami tidak hanya oleh yang menyusun,
tetapi juga oleh yang membaca. Karena
yang akan memakai proses bisnis itu
tidak hanya ee tim yang ada di ee tempat
itu, organisasi saat itu, tapi siapapun
nanti once misal pimpinannya pensiun
atau mutasi, rotasi kan ada orang baru
nih yang masuk ke tempat itu. Nah, dia
juga harus bisa paham nih proses
bisnisnya itu seperti apa. Kemudian
selanjutnya adalah konsensus subjektif.
Artinya
sepanjang ee apa? proses-proses ini
sudah kita ambil dari mandat ya. Kalau
kita bicara mandat mah ee gampang ya
karena biasanya ee tertera secara
leksikal gitu di dalam ee peraturan
perundang-undangan. Tapi biasanya ada
proses-proses lain yang memang kita
melakukan loh gitu ya. Dan ini tuh
dipahami dan diyakini dan disepakati
dalam bentuk konsensus bersama dan
disepakati maka inilah ee bisa kita
tuangkan di dalam e proses bisnis.
Sehingga tadi kata kuncinya harus
sederhana representatif. Yang kedua
harus ee berdasarkan konsensus dan
sifatnya juga ee ee apa namanya ee
kesepakatan bersama.
Nah, manfaatnya kita sudah tadi
disinggung ya Bapak, Ibu sebelumnya
sebelumnya ee aset pengetahuan kemudian
nanti ini bisa kita otomatisasi di dalam
aplikasi ee atau ee sistem teknologi
informasi yang Bapak Ibu susun gitu ya.
Kemudian juga kita jadi tergambar gitu
logika proses pekerjaan kita tuh seperti
apa, siapa customer kita, apa input
kita, bagaimana outputnya dan
seterusnya. Nah, selanjutnya adalah kita
bicara penyusunannya. Bapak, Ibu ee
Bapak, Ibu yang saya hormati, memang
secara garis besar ada empat tahapan
ketika kita melakukan penyusunan proses
bisnis, gitu ya. Yang pertama mulai dari
tahap ee persiapan dan perencanaan gitu
ya, mulai dari pengumpulan informasi,
pengorganisasian.
Yang kedua kita bicara tahap
pengembangan penyusunan ee probis
menggunakan level, level 0, level 1, 2,
dan seterusnya level n. Dan yang kedua
adalah penyusunan probis menggunakan
gambar. Kemudian tahapan implementasi
mulai dari pengesahan, pendistribusian
ini kalau undang-undang itu kita
pengundangan gitu ya, Bapak, Ibu.
memastikan bahwa semua orang mengetahui
dan memahami. Kemudian penyimpanan,
penempatan, pemanfaat, dan perubahan.
Dan yang terakhir adalah tahapan
pemantauan dan evaluasi. Jadi ketika
sudah kita susun, kita evaluasi gitu ya,
apakah ini masih relevan gitu ya untuk
tetap dilakukan ee atau perlu kita
reengineering gitu tetap prosesnya. Nah,
ee
Bapak, Ibu yang saya hormati, baik yang
ada di Zoom maupun yang ada di YouTube
gitu ya. Nah, ini adalah ee langkah
dasar ketika kita ingin melakukan
identifikasi proses bisnis gitu ya.
Kalau kita bicara proses bisnis level,
instansi pusat, level pemerintah pusat,
maka RPJM nasional itu menjadi acuannya.
Ketika kita bicara proses bisnis
masing-masing kementerian, lembaga, maka
yang menjadi dasarnya adalah RENSTRA.
Bapak, Ibu sekalian, gitu ya. Ini adalah
dokumen-dokumen yang dokumen-dokumen
program kegiatan yang kita miliki
sehari-hari. Untuk di level daerah, maka
RPJMD itu menjadi acuan proses bisnisnya
gitu ya. Jadi untuk tapi untuk di level
OPD maka RENSTR lah yang jadi acuannya.
Jadi kalau OPD itu kan ibarat
kementerian lembaga yang ada di daerah
gitu. ee gambaran mudahnya seperti itu.
Ini adalah dokumen-dokumen yang bisa
kita jadikan ee salah satu pedoman
ketika menyusun ee proses bisnis. Nah,
Bapak Ibu yang saya hormati ee ini ada
beberapa unsur dari proses bisnis
mungkin Bapak Ibu sudah sudah paham
sekali gitu ya terkait dengan ee apa
saja sih proses-proses yang harus kita
gambarkan di dalam peta proses bisnis
ini gitu ya. Mulai dari yang pertama ada
proses inti gitu ya. Ini proses inti ini
proses yang menciptakan aliran utama.
Gampangnya adalah ini proses yang yang
paling kelihatan core bisnisnya Bapak
Ibu gitu ya. Kor bisnisnya Bapak Ibu apa
sih gitu ya? Ketika bicara
ee apa namanya ee
em apa misal Balit Bangda gitu ya.
Artinya di situ ada penelitian,
pengembangan ya itulah yang menjadi
proses intinya gitu ya. Berperan
langsung dalam memberikan nilai dari
organisasi Bapak Ibu. Kemudian proses
pendukung dan manajemen. Nah, ini
biasanya yang sifatnya dukungan
operasional seperti misalnya SDM,
organisasi, tata laksana. Ini sifatnya
dukungan gitu ya. Terus kemudian juga
ada proses lainnya. Proses yang
sebenarnya tidak memiliki keterkaitan
langsung tapi sebenarnya menghasilkan
manfaat-manfaat. Misalnya Bapak Ibu
punya proses-proses yang proses ini mm
tidak inti tapi ada manfaat yang besar
terutama bagi kepentingan eksternal.
contoh hal-hal yang menghasilkan PNBP
misalnya atau proses-proses lain yang
misalnya ee menghasilkan apa ya ee apa
ee
apa pelaksana memastikan bahwa proses
inti maupun pendukung ini dapat berjalan
dengan baik kalau proses lainnya ini itu
ada gitu ya. Nah, inilah yang perlu kita
petakkan dari dokumen-dokumen tadi mulai
dari Renstra, kemudian nanti ada program
kegiatan dan seterusnya nanti akan ee
kita jabarkan di belakang. Nah, ee Bapak
Ibu yang saya hormati, ketika kita
bicara peta proses maupun peta
subproses, maka yang kita gambarkan
adalah proses dan proses. Hubungan antar
proses. Ketika kita bicara peta relasi,
relasi ya berarti ada orangnya di situ.
Berarti yang kita gambarkan adalah
proses dan pelaku. Ketika kita bicara
peta cross functional map, peta lintas
fungsi, maka fungsinya atau di sini
dalam dalam konteks proses itu kita
bicaranya adalah aktivitas. Jadi antara
orangnya, pelakunya, maupun
aktivitasnya. Nah, ee Bapak Ibu yang
saya hormati, memang di Permenpan proses
bis penyusunan perta proses bisnis
memang kita
belum membukan gitu ya ee apa format ee
penyusunan peta proses bisnis apa yang
bisa kita jadikan ee acuan gitu ya.
Makanya memang dalam kurun waktu
beberapa tahun terakhir ada pemerintah e
instansi pemerintah yang menyusun
menggunakan model BPMN,
ada yang menyusun menggunakan flowchart
gitu ya. Flowchart ini yang sederhana
Bapak Ibu yang ada kotak gitu ya,
kemudian ada ee apa namanya? sebelah
ketupat gitu ya, ada terminator.
Kemudian ee sampai nanti proses itu
selesai yang mana simbol-simbol itu
sebenarnya sudah ada di Permenpan 352
tentang pedoman penyusunan SOP
administrasi pemerintah. Nah, namun
ketika kita bicara BPMN ini sebenarnya
notasi-notasi yang internationally
recognized yang eh dipahami bersama baik
itu oleh pemu kebijakan maupun penyusun
ee teknologi informasi, penyusun
aplikasi sistem itu mereka pakainya BPMN
gitu ya. Singkatan dari bisnis process
modeling notation gitu. Ini sama aja
representasi grafik gitu ya untuk
menentukan proses bisnis dengan dalam
model proses bisnis dengan flowchart
yang sudah terstandarisasi. Kalau
flowchart ini terstandar di dalam SOPAP,
tapi BPMN-nya terstandar secara
internasional. Jadi pemahamannya,
harapannya bisa lebih ee apa namanya?
menyeluruh gitu ya. Tidak hanya kita,
tapi ketika ada ee apa ketika sistem
berusaha untuk memahami alur ini, ini
pun juga menjadi ee lebih implementatif
dan lebih adaptif ketika kita ingin
melakukan otomatisasi.
Nah, ini eh perbandingannya ya, Bapak,
Ibu, antara BPMN dengan flowchart. Kalau
BPMN ini adalah notasi standar
internasional, sementara Flowchart ini
belum ada standar baku yang dilgunakan
secara internasional. Bahkan dalam
negeri pun ketika kita menyusun SOPAP
tidak semua ada yang mengikuti SOPAP-nya
ee Permenpan 35 2012, ada yang belum nih
gitu. Jadi standarnya itu belum belum
belum terkonsolidasi dengan baik.
Kemudian kalau PMN dia memang mampu
menggambarkan logika proses secara lebih
eksplisit dan kayak arti sehingga
siapapun pembaca peta proses bisnis
dapat memahami dan memaknainya tanpa ada
interpretasi ganda. Sementara flowchart
itu kan kadang kita bingung ya garisnya
apa ke kanan ke kiri dan seterusnya gitu
ya. Nah, ini yang memang terkadang
menjadi kurang akurat dan di bisa
menimbulkan bermacam ee interpretasi.
Kemudian tadi yang saya sampaikan
sebelumnya ketika kita susun pakai BPMN
itu sudah otomatis terintegrasi dengan
sendirinya proses itu tinggal klik klik
aja dia keluar keluar gitu dan dapat
langsung diotomatisasi. Sementara kalau
flowchart ini masih kita perlukan ee
pendokumentasian arsip gitu ya yang
mungkin agak text time dan tex space
serta perlu kita terjemahkan ee dua kali
gitu ya ke dalam bahasa permodelan ee
program gitu ya. sehingga ini ada ada
sedikit perbandingan meskipun yang
flowchart-nya sebenarnya lebih sederhana
dan menyusunnya juga bisa dengan barang
apapun dengan dengan aplikasi apapun
yang sifatnya lebih lebih sederhana
bahkan PowerPoint pun kita bisa gitu ya.
Nah, ini ada plus minusnya ya Bapak Ibu
antara flowchart dan BPMN.
Nah, ini sedikit Bapak Ibu yang saya
hormati terkait dengan siklus manajemen
proses bisnis gitu ya.
Bisnis proses manajemen atau BPM ini
adalah seni atau ilmu mengawasi
bagaimana pekerjaan dilakukan dalam
suatu organisasi. Tujuannya apa? Untuk
memastikan hasil yang konsisten. Intinya
Bapak Ibu ada proses ee identifikasi
dari proses saat ini ya. Kita analisis
proses saat ini gitu ya. Kemudian juga
kita rancang ulang atau kita range
inering kalau misalnya kita temukan
kelemahan. Kemudian ada implementasi
proses baru dan terakhir adalah
pemantauan proses baru. Ini semacam
sebuah siklus ya Bapak Ibu. Ada
redesign, rework, remove process. Kalau
ada yang tidak efektif dan tidak efisien
misal terlalu makan biaya dan terlalu
makan waktu kita replace dengan proses
yang baru. Dan terakhir adalah proses
outsource gitu ya. Nah,
ee Bapak, Ibu yang saya ee hormati, baik
itu di Zoom maupun di YouTube gitu ya,
ini ada perbandingan ee gambar peta dan
levelnya antara yang flowchart maupun
yang BPMN. Sama-sama keduanya berangkat
dari visi, misi, dan tujuan kemudian
diturunkan ke dalam ee sasaranat
strategis gitu ya. Nah, kalau di ee peta
flowchart ini disebutnya peta proses
bisnis level 0. Sama di BPMN juga level
0.
Untuk program kegiatan biasanya kalau di
yang flow chart itu disusun ke dalam
peta subproses. Tapi kalau BPMN kita
sebutnya peta proses bisnis level 1.
Jadi ini sebenarnya setara ya Bapak Ibu
antara subproses sama level 1 itu sama.
Kemudian nanti ada program kegiatan juga
gitu ya turun lagi turun lagi menjadi
apa biasanya ada subprogram apa segala
macam. Kalau di peta flowchart ini turun
menjadi peta relasi karena kita
gambarkan gitu ya ee aktor-aktornya itu
siapa saja kemudian kita turunkan ke
petalitas fungsi. Tapi kalau BPMN ini
kita tidak perlu menggambarkan ee siapa
pelakunya karena di dalam swimline itu
sudah sudah terg sudah kita letakkan
nanti siapa saja tokoh-tokohnya. Jadi
lebih sedikit lebih sederhana kalau
BPMN. Nah, kemudian selanjutnya Bapak,
Ibu eh di flowchart itu kita bicaranya
petalitas fungsi atau cross functional
map yang penggambarnya sebenarnya
mirip-mirip dengan di BPMN kita sebutnya
level N. Terah mau level saya sih lebih
suka apa itu apakah itu level N, level
Z, level Y, ang huruf apapun yang kita
sukai gitu. Artinya ini proses yang
memang sangat jauh di belakang tapi
memang ini detail jadi cikalbakal untuk
kita menyusun SOP gitu ya. Nah, ini ee
gambaran singkat Bapak, Ibu terkait
dengan ee peta flowchart itu seperti
apa. Menyusunnya mudah gitu ya, ada bisa
pakai Visio, ada beberapa dulu sih kami
sempat melakukan pendampingan memakai
Microsoft Excel bahkan PowerPoint juga
bisa gitu ya karena memang ee lebih
lebih sederhana tetapi kita ada empat
gitu 1 2 3 4. Tapi ketika kita bicara eh
BPMN ini justru lebih simpel lagi gitu
ya, level 0, level 1, level N gitu ya.
Nah, ini yang tadi saya sampaikan ini
notasi-notasi BPMN gitu yang memang
sudah terstandar internasional dan bisa
dapat langsung diotomatisasi.
Nah, ee
ini ini sedikit ya Bapak Ibu. Jadi
memang ee
kalau ee apa namanya ee
ini gambaran di ee apa ee proses yang
kita jalankan di dalam katakanlah eh
instasi swasta gitu ya, mulai dari
production management ini contoh ya.
Tapi kalau di birasnya tentu banyak
katakanlah di sini ada penelitian gitu
ya dan pengembangan. Kemudian
subprosesnya apa? apakah itu ee ee
pengajuan anggaran atau seperti apa dari
proses-proses ini kemudian berakar lagi
kita terjemahkan lagi menjadi lintas
fungsi step-stepnya apa saja sih barulah
yang terakhir adalah SOP gitu ya. Nah,
namun tadi seperti saya sampaikan ketika
kita ee apa namanya ee bicara BPM maka
tidak perlu lagi menampilkan pelakunya
dalam peta relasi gitu ya sehingga dapat
langsung disusun peta lintas fungsi.
Nah, ini Bapak, Ibu ee elemen dasar dari
BPMN tadi gitu ya. mulai dari event gitu
ya yang bulat-bulat tadi ee menandakan
sesuatu yang terjadi selama berjalannya
proses. Ada yang mulai menengah dan
akhir-akhir itu merah, mulai itu hijau
dan menengah itu yang kuning. Dan
masing-masing ini juga ada lagi sih
sebenarnya ee gambar-gambarnya ada yang
ee mungkin kalau kita lihat di sini ada
yang ee plus apa segala macam, ada yang
link event misa sinyal start dan
selanjutnya. Ini sebenarnya hal-hal yang
tidak perlu kita hafalkan nih, Bapak,
Ibu karena ee para programmer itu sudah
tahu gitu. Makanya tadi jadi lebih mudah
untuk kita otomatisasi. Kemudian setelah
simbol event adalah simbol tas atau
activity yang kotak-kotak ini gitu ya.
Ee ini adalah kegiat apa?
Merepresentasikan kegiatan yang
dilakukan. Kalau subproses biasanya di
dalamnya tuh ada kotak kecil gambar plus
lagi di sini Bapak, Ibu. Karena ketika
kita klik nanti biasanya keluar lagi
prosproses turunannya tuh seperti apa
gitu ya. Sehingga ee jadi lebih
sederhana tadi penggambarannya. Kemudian
selanjutnya Bapak Ibu kalau di flowchart
kita punya belah ketupat di BPMN juga
kita punya gitu tapi disebutnya sebagai
gateway. Ini menggambarkan setiap
keputusan dan distribusi aliran. sama
kita bisa juga mendefinisikan ini untuk
ee menggambarkan apakah ini perlu ada
pengambilan keputusan atau tidak. Yes or
no? Ya atau tidak gitu. Kalau kembali
lagi. Eh kalau ya dilanjutkan, kalau
tidak kembali lagi dan seterusnya. Nah,
kemudian ee ada dikenal dengan swim line
tadi yang seperti saya sampaikan
sebelumnya ini ee menggambarkan ee
apa namanya area kerjanya gitu ya atau
departemasinya kira-kira nanti itu siapa
melakukan apa itu di sini kalau ini
biasanya keluar nanti di level N atau
kalau kita pakai flowchart ini
disusunnya di ee CFM gitu ya
ee mewakili suatu proses dalam suatu
organisasi
L ini merepresentasikan suatu area. Jadi
L
misal ini pekerjaan misal ee penyusunan
drafting ee Raperda misalnya ini
termasuk line gitu ya
apa namanya dan ini nanti kita gambarkan
ee apa namanya notasi-notasi BPMN ini
kita gambarkan di dalam swingl ini. Nah,
ini ini salah satu contohnya Bapak, Ibu.
Ketika kita bicara level nol, kita
petakan nih proses utamanya apa, proses
intinya apa, proses pendukung atau
proses managerialnya apa, lalu proses
lainnya apa. Nah, dari masing-masing
proses ini kita gambarkan kalau voucher
kan kita turunkan ke dalam peta
subproses. Nah, ini kita turunkan ke
dalam peta level 1 5. Misalnya
katakanlah kita mau menggambarkan proses
5, artinya yang kita turunkan adalah
proses 5.2. Nanti 5.2 ini mau kita
gambarkan lagi, gambarkan lagi
seterusnya itu di dalam ee level N
5.2.1. Nah, di sinilah ee apa
notasi-notasi BPMN itu semakin nampak
ya, Bapak, Ibu di dalam swinglwing l
ini. Nah, ini tadi ee mirip ya, Bapak,
Ibu ya contoh penyusunannya. Nah, ee ini
jenis gambar peta tadi yang menggunakan
flowchart gitu ya. Ada peta subproses
yang nantinya ini kita gambarkan di
dalam ee cfm, peta cfm gitu Bapak, Ibu.
ini ee ini disusunnya menggunakan eh
Visi ya Bapak Ibu, Microsoft Visio. Nah,
kalau ini ee
gambaran sumber sumbernya dari mana sih,
Mbak? Gitu ya. Ketika kita bicara proses
ee manajerial gitu ya atau proses utama
biasanya ini memang tadi ya seperti
sebelumnya disampaikan ini sumbernya
dari Renstra gitu ya, dari arah
kebijakan utama. Kita mengelaborasi
kalimat dari Renstra itu sendiri. Jadi
kita buat kalimat yang tadi sifatnya
sederhana representatif gitu ya.
Kemudian kita turunkan ke dalam peta
subproses dari masing-masing proses ini
gitu ya.
Yang mana nanti di dalamnya di dalam
peta subproses ini kita jabarkan ke
dalam ee cross functional map atau peta
lintas fungsi gitu ya. Nah, ini yang
tadi ee saya sampaikan sebelumnya B ini
peta relasi gitu ya. Dan yang terakhir
adalah peta lintas fungsi.
Nah, ee Bapak, Ibu yang saya hormati,
ini langkah penyusunan CFM Bapak Ibu. Ee
judul dari ee peta lintas ee fungsi tadi
itu kita ambil dari subproses yang sudah
kita gambarkan sebelumnya. Jadi, setiap
subproses tuh kita turunkan jadi ee
petal lintas fungsi. Nah, bagaimana
mengisi? Sama kan ada landline-nya juga
ya, ada swim lens-nya juga baik itu di
flowchart maupun BMN. Bagaimana
mengisinya? Nah, ini biasanya kita ada
semacam kertas kerja gitu ya. Kita
identifikasi nih langkah kerja apa saja
sih yang menjadi tanggung jawab dari
masing-masing unit di dalam organisasi.
Jadi kalau kelebihan flowchart itu kan
kita gambarkan nih, kita identifikasi di
awal siapa saja aktornya gitu ya,
stakeholders-nya tuh siapa saja. Nah,
ini yang kita tuangkan ke dalam peta
CFM. Kita tulis nama prosesnya gitu ya
di dalam kertas kerja itu. Lalu siapa
pemilik prosesnya lalu kita kaitkan.
Tapi tadi kita harus memastikan bahwa
ini sederhana representatif. Kemudian
juga menggambarkan hubungan kerja yang
efektif dan efisien seperti definisi
proses bisnis sehingga kalau ada
proses-proses yang kira-kira enggak
perlu gitu ya, enggak usah kita
gambarkan di sini atau proses-proses
yang sifatnya sebenarnya ini bisa
digabung dengan proses yang lain ya
enggak usah kita gambarkan di sini. Nah,
ini nanti akan tergambar nih apakah
suatu proses itu benar-benar dibutuhkan
atau tidak, apakah unit organisasi itu
benar-benar diperlukan atau tidak gitu.
Nah, ini mulai tergambar ketika kita
melakukan penyusunan CFM dan ini ee
penyusunan CFM ini adalah yang paling
lama nyusunnya Bapak, Ibu karena memang
mulai detail gitu ya ee apa namanya?
Siapa yang punya prosesnya, kemudian
tanggung jawabnya apa dan seterusnya.
Nah, apakah terkaitan dengan sistem
kerja? Tiba-tiba kita bicara sistem
kerja ya, Bapak, Ibu. Nah, ee sistem
kerja ini kan salah satu rangkaian dari
ee praktik penyedaran birokrasi yang
memang sudah kita lakukan sejak tahun
2000.
2021 gitu ya Bapak Ibu. Nah, memang
sistem kerja ini kita taruh di belakang
akhiran. Setelah kita sederhanakan
strukturnya, setelah kita setarakan
jabatan orang-orangnya, baru kita
sederhanakan sistem kerjanya. Nah,
sistem kerja ini menjadi bagian yang
juga tidak terpisahkan dari proses
bisnis karena tujuannya adalah kita
ingin menciptakan alur kerja yang lebih
efektif dan efisien gitu ya. Familiar ya
dengan kata-kata efektif, efisien.
Karena tadi proses bisnis itu ee
definisinya adalah penggambaran hubungan
kerja yang efektif dan efisien. Nah,
ketika sistem kerja ini kita lakukan
perbaikan, kita reengineering sistem
kerjanya, nah biasanya di sini ada
perubahan juga proses bisnisnya gitu ya.
ada perubahan proses bisnis dan juga ada
perubahan terkait dengan apa ee
dukungannya, dukungan lain seperti
misalnya mekanisme kerjanya, kemudian
dukungan TIK-nya atau seperti apa. Nah,
ini memiliki ee dua kebijakan yang
berbeda tapi memiliki keterkaitan yang
luar biasa gitu ya antara ee penyusunan
peta proses bisnis dan sistem kerja.
Sehingga Bapak Ibu ketika ee
beruntunglah Bapak Ibu di e instanasi
pemerintah yang memang sudah punya ee
peta proses bisnis yang paripurna ketika
ketika masuk ke kebijakan penyederaan
birokrasi di 2021 2020 gitu ya, bahkan
mungkin sampai saat ini gitu ya yang ee
apa penyederaan birokrasi itu akan lebih
terasa ketika ada proses-proses di dalam
peta proses bisnis yang sudah Bapak Ibu
gambarkan ini bisa kita sederhanakan
mana sih yang kira-kira perlu, mana sih
yang kira kira-kira enggak perlu gitu ya
atau mana yang bisa kita otomatisasi
karena ee ternyata sudah enggak butuh
nih kepala bagian atau sudah enggak
butuh nih kepala sebagian ternyata ini
bisa kita otomatisasi gitu ya. Nah, ini
yang ini yang ini yang menjadi
keuntungan nih untuk instansi pemerintah
yang memang sudah memiliki peta proses
bisnis yang paripurna di awal.
Nah, ee ini sebagai contoh Bapak Ibu
ketika kita melakukan ee perubahan ee
pada sistem kerja kita, tidak kita tidak
lagi apa namanya ee bicara struktur
pengambilan keputusan mungkin pada saat
itu agak text time gitu ya, silo-silo,
pejabat fungsional jadi kurang
mendapatkan apresiasi karir dan
seterusnya. Ketika kita bicara
penyederan birokrasi ee semuanya jadi
lebih jelas gitu ya, struktur jadi lebih
sederhana, pengambilan keputusan juga
jadi lebih cepat untuk dilakukan gitu
ya. Karena semua orang berkinerja. Yang
tadinya cuma menggunakan satu jari
nunjuk-nunjuk gitu ya, sekarang kita
melakukan menggunakan 10 jari kita untuk
ngetik gitu untuk bekerja memaksimalkan
yang ada. Nah, ini ee apa ee tentu saja
tadi ya memiliki keterkaitan arat dengan
ee penyusunan peta proses bisnis yang
sudah kita petakan di awal tadi gitu ya.
Karena harapannya apa? Ada perubahan
budaya kerja yang lebih ee maksimal dan
optimal ketika kita bicara penyalan
birokrasi secara ee holistik. Nah, ini
ee implikasi ee Permenpan 7 2022
terhadap proses bisnis dan SOP. ada
penyederhanaan proses dan prosedur yang
cukup signifikan ya Bapak Ibu. Ini ini
kita bicaranya SOP gitu ya. Kalau
sebelum penyederhanaan ini kira-kira ada
sembilan
kegiatan hanya ee misal ketika kita mau
melakukan eh consering itu ada tahapan
gitu ya karena berlayer-layer ada kabit,
Kasubit, analis Astep yang semuanya
punya peran. Tetapi ketika kita
melakukan penyederhanaan tentu saja ada
penyederhanaan proses juga. yang tadinya
9 menjadi 4 gitu ya. Koordinator JF ini
bisa bekerja sama nih di dalamnya di
back office-nya tadi itu untuk
menghasilkan output yang sama. Sama-sama
terakhirnya adalah laporanering gitu ya
Bapak Ibu. Jadi ini laporan kenioring
dan mungkin terlaksananya eh konsering
itu ya. Nah, jadi ini adalah gambaran
sederhana bagaimana ee implikasi ee
penyedaran proses dan prosedur yang
sudah kita lakukan.
Ee waktunya masih berapa lama lagi
bagim? Mungkin
masih bisa ya. Ini mungkin sedikit Bapak
Ibu kita ee gambarkan sedikit terkait
dengan contoh penyusunan peta proses
bisnis. Ee
ini ini tabel instrumen sederhana ya
Bapak Ibu. Tentu saja bisa kita
kreasikan masing-masing. Misalnya ini di
pemda kita elaborasi dulu nih misinya
apa, tujuannya apa, sasarannya apa gitu.
Ini biasanya semua ada di RPJMD kan.
Dari sini kemudian kita identifikasi
kalimat prosesnya itu seperti apa.
Contoh misal misinya Bapak Gubernur atau
e Bapak Walikota gitu ya, membangun
ekonomi dan versus secara merata dan
berkeadilan untuk mewujudkan pertumbuhan
yang berkualitas dan inklusif. Berarti
artinya intinya kalimat prosesnya adalah
untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi
kan pertumbuhan ekonomi daerah yang
berkualitas dan inklusif. Nah, inilah
yang kita turunkan menjadi kalimat
proses proses proses intinya peningkatan
pertumbuhan perekonomian daerah yang
berkualitas dan inklusif ya. Begituun
proses selanjutnya. Nah, kemudian kita
ee identifikasi nih kira-kira ini dua
ini apakah masuk proses utama atau
pendukung. Karena ini misal misi
besarnya ee gubernur atau walikota gitu,
maka ini kita bisa jadikan ini
sebenarnya proses utamanya gitu ya dari
ee apa namanya ee keseluruhan proses
yang ada. Nah, ini kaitannya dengan tadi
RB tematik yang di awal gitu ya, Bapak,
Ibu. Ketika kita bicara pengantasan
katakanlah ini pengantasan kemiskinan
menjadi salah satu prioritas utama misi
yang secara eksplisit disampaikan oleh
ee kepala daerah. maka seluruh tenaga
dan apa upaya anggaran sumber daya yang
ada di OPD-OPD terkait itu sebenarnya
harusnya bergerak ke arah sana gitu ya,
bergerak ke arah bagaimana upaya
pengetasan kemiskinan. Kementerian
Pendidikan misal upayanya apa nih untuk
mendukung pengatasan kemiskinan,
optimalisasi ee apa misal kurikulum atau
seperti apa gitu ya yang ada keterkaitan
dengan itu. Kemudian misal ee balda apa
sih keterkaitannya dengan pengentasan
kemiskinan? misal ee melakukan ee kajian
atau analisis terkait dengan
optimalisasi
ee apa sumber daya yang ada di daerah
gitu ya. Apapun itu misal sumber daya
alam atau apa yang tujuannya untuk
meningkatkan PAD yang pada endingnya
adalah untuk ee pengentasan kemiskinan.
Jadi semua OPD itu bergeraknya ke sana
gitu ya. Nah ee kemudian kita
identifikasi Bapak Ibu kalimat
subprosesnya apa ini dari program yang
ada di RPJMD Bapak Ibu. Kemudian kita
berikan kode, terserah kodenya apa aja.
Kemudian organisasi terkait itu siapa?
Siapa saja yang terkait? Ada kepala
daerah misalnya, ada Sekda, dinas, dinas
terkait dan seterusnya. Dinas badan
terkait. Jadi ini salah satu kertas
contoh kertas kerjanya ya, Bapak, Ibu.
Ketika kita ingin melakukan ee penentuan
proses bisnis pemda. Nah, selanjutnya
kita gambarkan Bapak, Ibu ke dalam ee
proses inti, proses pendukung, proses
lainnya itu seperti apa tadi ya dari
RPJMD tadi kita temukan ada enam proses
inti. Ada pertumbuhan ekonomi daerah
yang berkualitas dan inklusif,
infrastruktur
dan seterusnya ya. Kemudian proses
pendukungnya apa saja? Nah, ini biasanya
tadi sifatnya yang dilaksanakan oleh
unit teknokratis Bapak Ibu badan-badan
gitu ya. ada badan perencanaan, ada ee
penelitian, kemudian juga biro-biro
biasanya, kemudian juga ada Inspektorat
Peningkatan Kepatuhan Penyelenggaraan
pemerintahan juga kita masukkan di sini
sebagai bagian dari proses pendukung.
Kemudian supplier inputnya kan tadi CPO
ya, supplier input prosesnya ini, ini
output dan customernya di sini kita
gambarkan kita petakan.
Nah, nah nanti masing-masing dari proses
inti ini kita turunkan ke dalam peta
subproses Bapak Ibu. Nah, ini ya tadi ya
misal peningkatan pertumbuhan
perekonomian yang berkualitas dan
inklusif ini kita turunkan ke dalam peta
subproses. Kemudian pengembangan proses
promosi dan penanaman modal ini kita
jabarkan turunkan lagi menjadi petalitas
fungsi. Nah, ini ini kertas kerjanya
Bapak Ibu. Identifikasi aktivitasnya
seperti apa. Nah, ini biasanya jadi
bahan berantem Bapak Ibu. Jadi, ah
enggak sih ee dinas itu enggak melakukan
itu ya melakukan kami gitu ya. Atau
misal ee yang melakukan tuh justru
Kanwil loh. Kanwil ternyata punya peran
gitu di situ karena ee ini adalah
program pemerintah pusat. Nah, ini yang
ini yang yang biasanya agak-agak lama ee
apa namanya penyusunannya. Nah, ini
nanti jadi cikal bakal penyusunan SOP
yang akan Bapak Ibu miliki gitu ya. Nah,
ini yang tadi ee contoh penyusunan peta
lintas fungsi. Nah, ini juga contoh ya,
Bapak, Ibu. Kalau ini dulu ada salah
satu Dirjen ee pengembangan ekonomi dan
investasi di Kementerian Desa PDT dulu
ya, pada saat masih jadi Kementerian
Desa PDT ini kita ambil dari eh
renstranya gitu ya. Elaborasi ini
menjadi kalimat proses ini ketika kita
melakukan pendampingan pada saat itu.
Kemudian ini kita ee jabarkan gitu ya ke
dalam ee peta proses utama dan
pendukung. Kemudian kita turunkan ke
dalam peta subproses. Kita petakan nih
data dukungnya apa, inputnya tuh apa,
gitu ya. Akademi si akademis si apa sih
inputnya hasil kajian ini menjadi data
dukung KL. KL terkait inputnya apa sih
kebijakan? Oh ini jadi bahan kebijakan
untuk apa? Untuk pengembangan
kelembagaan ekonomi dan investasi yang
nanti output-nya keluarannya apa?
misalnya juklak Juknis atau kebijakan
atau seperti apa. Nah, ini yang kita
gambarkan menjadi satu proses peta
proses ee level nol gitu ya dari si ee
Direktorat Jenderal ee PAID ini.
Nah, ee ini tadi sudah saya sampaikan
sebelumnya. Nah, ini contoh petal lintas
fungsinya Bapak, Ibu ya. Tetap gitu
belah ketumpat tuh tetap ada. Kalau dulu
ee ya kotak-kotak seperti tetap ada.
Kalau di BPMN kita tadi sebutnya eh
swing lanes gitu ya dari penggambaran
petalitas fungsinya. Eh sekian Bapak Ibu
pemaparan dari saya ee semoga
bermanfaat. Ee apabila ada pertanyaan
silakan ee saya kembalikan kepada Mbak
Gines selaku moderator. Terima kasih.
Oke. Baik. Terima kasih Mbak Nanda atas
penjelasannya yang sangat komprehensif
untuk penyusunan peta proses bisnis.
Wow, agak melepuh ya, Bapak, Ibu ya
mendengarnya. Memang kalau dari paparan
itu terkesan sangat kompleks.
Tapi sebenarnya nanti kalau misalnya
memang sudah dixercise dengan kertas
kerjanya Bapak Ibu, ini akan terlihat
jelas. Jadi memang kita membuatnya itu
harus dirunut berdasarkan visi misinya
apa dulu, nanti kegiatannya apa seperti
itu, nanti aktor-aktor yang terlibat
apa. Ini nanti memang baru bisa terurai
ya, Bapak Ibu semua tadi ilmu-ilmu yang
dipaparkan. Oh, maksud Mbaknya tuh yang
ini berarti, oh maksud Mbaknya yang itu.
Nah, itu tuh memang harus dieexercise
langsung, Bapak, Ibu. Baik ee Bapak Ibu
yang ada di Zoom maupun yang di YouTube
pada sesi tanya jawab ini kami berikan
kesempatan dulu ya Bapak Ibu ya kepada
tiga pertanyaan pertama seperti itu.
Mbak Nanda kira-kira ee lebih nyaman
dikumpulkan tiga pertanyaan atau
satu-satu dijawab nih Mbak Nanda?
Ee mungkin kita bisa satu-satu ya Mbak
Gina agar lebih fokus ya.
Oke boleh. berarti ee narasumber kita
lebih prefer untuk satu pertanyaan nanti
satu dijawab. Bapak, Ibu kita langsung
saja jika memang ada Bapak-bapak atau
Ibu-ibu di YouTube dan ee Zoom yang
ingin ee memberikan pertanyaan, kita
berikan waktu untuk di sesi tanya jawab
ini. Silakan, Bapak, Ibu.
Baik, ini sudah ada Mbak Nanda di Zoom
ternyata ya. Pertanyaan pertama dari Ibu
Rani
Sulistiani. Baik, selamat pagi eh
selamat siang Bapak Ibu. Izin bertanya.
Untuk penyusunan probis di perguruan
tinggi apakah mengacu pada RENRA Kemend
eh Kemendikti
Saintech atau turunan Rensra di tingkat
PTN?
Kemudian untuk penyusunannya apakah ada
aplikasi selain bisagi? Terima kasih.
Baik, silakan Mbak Nanda untuk waktunya
ya. Baik terima kasih banyak ee Mbak
Gina. Terima kasih banyak Ibu Rani
Sulistiani atas pertanyaannya. Ee ya
jadi memang ee perguruan tinggi ini saya
mengacu ini mungkin perguruan tinggi
negeri ya Bapak Ibu atau perguruan
tinggi swasta mungkin ya. Ini karena
gini semua kebijakan ee pendidikan
tinggi itu kan ada di Kemendikttintech
gitu ya. Artinya ketika kita menyusun
peta proses bisnis memang idealnya
selaras dengan dokumen perencanaan baik
itu di level nasional, sektor pendidikan
tinggi, maupun yang kita lakukan sendiri
di ee perguruan tinggi kita
masing-masing. Nah, memang ee mungkin
kita enggak eksplisit menyusun mengacu
pada renstranya Kemendikti Saintech
karena Renstranya Kemendikti Saintech
itu akan menjadi pedomannya proses
bisnis si kementerian itu sendiri gitu
ya. Tapi kita mengacunya kepada arah
kebijakan besarnya Kementerian Dikti itu
apa sih gitu ya untuk perguruan tinggi
gitu ya. Kita juga perlu nah arah
kebijakan apa? Nah biasanya ee saya
enggak tahu apakah ada Permen gitu ya,
Permen Dikti terkait gitu ya. Atau
mungkin kalau misalnya di Renstra itu
ada semacam kebijakan yang memang
sifatnya strategis dan langsung menyasar
kepada
perguruan-perguruan tinggi. Nah, ini
bisa kita gunakan. Yang tidak kalah
penting adalah kita perlu menggunakan
dokumen internal kampus ini sebagai ee
arah kebijakan kita juga gitu ya. Karena
biasanya apa? Kalau perguruan tinggi
punya renstra ya Bapak Ibu, ada dokumen
internal dan renstranya perguruan tinggi
ini kan biasanya enggak boleh ee
terlampau jauh gitu ya substansinya
dengan eh renstranya Kemendikti Saintech
gitu ya. Nah ini ini yang perlu kita
align gitu ya. Jadi mengacu pada arah
kebijakan besar kementerian. Kemudian
juga kita perlu mengakomodasi
target-target di dalam rstra perguruan
tinggi kita masing-masing.
Kemudian ee kita juga perlu ee apa
namanya ee mengacu pada misal Bapak Ibu
punya ikunya masing-masing gitu ya,
punya ee apa namanya target-targetnya
masing-masing gitu ya. mulai dari
program-programnya misal penguatan di
bidang penelitian apa fokus dari ee
perguruan tinggi Bapak Ibu
masing-masing. Nah, ini kan bisa jadi
proses utama dari perguruan tingginya.
Jadi memang kalau tadi kita gambarkan
ada dokumen-dokumen yang bisa menjadi
dasar gitu ya, seperti misalnya Renstra
dan seterusnya, tapi ketika kita bicara
di level kita masing-masing, ada
dokumen-dokumen lain yang sebenarnya
Bapak Ibu sendiri yang mengetahui yang
bisa menggambarkan proses inti maupun
proses pendukung Bapak Ibu. Jadi eh
intinya tidak tidak 100% kita ikut tren
stranya Dikti, tapi kita ambil sari-sari
kebijakan apa sih yang bisa yang bisa
atau memiliki keterkaitan dengan ee ee
apa namanya perguruan tinggi kita.
Mungkin itu ee dari saya, Mbak Gint.
Oke. Baik, terima kasih Mbak Nanda. Jadi
ee di sini kalau bisa disarikan ya
Bapak, Ibu ya untuk memang sebenarnya
saat membuat probis kita tuh harus
mengacu ke mana seperti itu. Kalau untuk
pemerintah daerah ini mungkin lebih ee
spesifik ya, bisa dari RPJMD seperti itu
atau dari visi misi bupati atau kepala
daerah terpilih seperti itu. Namun
memang untuk kementerian lembaga lain
ini agak sedikit tricky. tricky di sini
maksudnya adalah mm memang kita harus
bisa mengelaborasi nih apakah ada benang
merah antara Renstra RPJMN
seperti itu atau misalnya memang ada ee
rensa-rensa dari kementerian terkait
misalnya tadi ini cas-nya di sini ada
perguruan tinggi dengan Renstra
Kemendesintech itu sendiri ya. Namun
memang di sini yang harus dipastikan
memang tidak ada yang ee
saling bertolak belakang untuk ee RENSRA
atau ee RPJMN ee masing-masing
kementerian lembaga tersebut. Lalu oh
ini ada yang belum terjawab mungkin tadi
sedikit ya Mbak Nanda ya. Ini
penyusunannya apakah aplikasi selain
Bizagi, Mbak Nanda?
Oh iya. Baik. Jadi memang ada banyak
instrumen penyusunan, ada Bizagi, ada
Visio gitu ya. Kemudian juga ada saya
lupa deh, ada satu aplikasi lagi dan ada
lagi kalau Bapak Ibu familiar dengan SIA
SPBE kalau enggak salah bisa juga
langsung menyusun di sana gitu ya. Nah,
ini memang ee bentuknya itu aplikasinya
tuh apa saja yang penting nanti ini bisa
kita arahnya ke depan memang notasinya
itu BPMN gitu. Jadi aplikasi apapun yang
bisa Bapak Ibu gunakan silakan gunakan
karena nanti arahnya tetap BPMN dan
sepanjang menggunakan notasi BPMN ya dan
ini nanti harapannya bisa langsung kita
otomatisasi gitu. Mungkin itu sedikit
dari saya mungkin.
Oke. Baik terima kasih Mbak Nanda.
Mungkin kalau yang selaras nih dengan
tim dari tim TDP kami transformasi
digital pemerintah itu sekarang si SPBE
nih yang lagi hits digaungkan nih ya
Bapak Ibu ya. Baik, kita lanjut ke
pertanyaan berikutnya. Mbak Nanda ini
ada dari bagian organisasi. Bagian
organisasi mana ya? Tapi lanjut aja nih
kita ke pertanyaannya. Izin bertanya
untuk level pemda, tim di tingkat pemda
yang menjadi leading sektor
pengoordinasian
penyusunan probis dan kira-kira PD mana
saja yang menjadi ee mitra dalam
penyusunan probis utama. Selanjutnya
saat level berikutnya subproses kan ada
di perangkat daerah. Siapa yang harus
melakukan asesmen? Baik, silakan Mbak
Nanda
ya. Baik, terima kasih banyak ee Mbak
Gina untuk e bagian organisasi. E terima
kasih banyak. Iya. Jadi yang jadi
leading sektor itu yang selalu kami
tekankan adalah pihak manapun yang
paling paham terkait dengan ee
keorganisasian gitu ya. organisasi dan
tata laksana. Katakanlah Biro, okelah
Biro jadi leik sektor utama yang ayo ayo
ayo Bapak, Ibu gitu ya, yang yang apa
yang waro-woro gitu ya. Tapi tentu saja
biro ini enggak bisa bekerja sendiri ya.
Kalau biro bekerja sendiri ee ya kasihan
karena khawatirnya ada banyak
proses-proses di tempat Bapak Ibu
sekalian yang tidak terpetakan ee dengan
baik yang yang tidak yang tidak dipahami
secara utuh oleh ee bagian atau biro
organisasi ini gitu ya. Nah, makanya
perlu melibatkan
ee apa namanya? ee stakeholder atau
OPD-OPD lain, unit-unit lain seperti
misal Inspektorat gitu ya. Kemudian juga
ada ee apa namanya? BPKAD. Kemudian juga
ada ee macam-macam gitu ya. Tergantung
dari sebenarnya balik lagi tergantung
dari ee apa namanya ee arah utama,
arahan utama atau misi yang ee
digaungkan oleh kepala daerah gitu ya.
Kalau misalnya penyusunan peta proses
bisnisnya kan memang ini kan teknis gitu
ya, bagian organisasi mungkin yang
idealnya mesti lebih paham dibandingkan
dengan bagian-bagian lain. Tetapi misal
dari kepala daerah konsernnya adalah
untuk ee menjaga inflasi. Oke, berarti
dinas mana nih, OPD mana nih yang bisa
paling itu kan sudah pasti itu akan jadi
proses utama kan. Nah, selanjutnya dinas
mana nih yang paling punya keterkaitan
dengan upaya menurunkan atau menjaga
inflasi tersebut gitu. Nah, inilah yang
bisa kita jadikan ee apa ya ee
koordinator katakanlah gitu ya terkait
dengan substansi penyusunan proses utama
dalam ee pengendalian inflasi di daerah
Bapak Ibu gitu ya. Nah, ini ini balik
lagi tidak ada standar bakunya tetapi
Bapak Ibu perlu menyesuaikan dengan
kebutuhan masing-masing. Tapi yang pasti
adalah ketika kita menyusun proses
bisnis pasti pastikan yang menggawangi
gitu ya atau yang menjadi leading sektor
adalah unit organisasi yang paling paham
terkait dengan organisasi maupun terkait
dengan kelembagaan dan ketatalaksanaan
ee di ee tempat Bapak Ibu sekalian. Nah,
selanjutnya tadi ada pertanyaan ya. Pada
level berikutnya, subproses kan ada di
perangkat daerah, siapa yang harus
melakukan assesment gitu ya. Nah, ini
biasanya ee disusunnya bersama-sama
Bapak, Ibu karena memang subproses ini
lagi-lagi tidak berdiri sendiri ya dari
proses akan diturun jadi subproses gitu
ya. Ini tidak berdiri sendiri. Kalau di
OPD ee apa namanya? kita juga perlu
melibatkan tadi pihak-pihak yang paling
ee familiar, paling mengenali ee
organisasinya masing-masing. Kalau itu
di dinas biasanya di sekretariatnya gitu
ya. Atau karena ini kita bicaranya
adalah ee operating core-nya ee apa
bukan operating core eh core bisnis-nya
gitu ya. Nah, maka yang yang punya
kerjaanlah yang harus harus harus harus
apa? Harus muncul gitu ya. Ini kita
enggak bicara assesment. Assesment itu
kan penilaian ya, tepat atau enggak gitu
ya, benar atau salah gitu. Ini kan kita
bicaranya apakah peran kita ini sudah
terpetakan atau tidak gitu. Jadi kita
tidak bicara asesmen di sini kecuali
nanti tahap melakukan evaluasi. Ketika
proses bisnis sudah jadi, sudah
implementasi, sudah berjalan sekian
tahun, kemudian kita evaluasi, nah ini
baru baru ada proses asesmen. Tetapi
ketika kita bicaranya penyusunan, nah
ini proses asesmen ini nanti di belakang
gitu ya, kita bicara bagaimana kita
memetakan dulu nih semuanya dengan
paripurna, tidak ada proses-proses yang
terlewat.
Ee mungkin itu sedikit jawaban dari
saya.
Oke. Baik, terima kasih Mbak Nanda. Jadi
di sini kalau ee saya car sarikan apa
yang benanda sampaikan adalah sebenarnya
mm
leading sektornya itu sih siapa yang
paling memahami untuk prosesnya seperti
itu ya. Namun memang sebaiknya untuk
proses bisnis ini kan proses bisnis ya,
proses bisnis itu urusan. Jadi memang ee
ee mudahnya adalah saat memang ada
urusan yang akan dilakukan, namun yang
membuat atau merencanakan urusan
tersebut, membuat prosesnya adalah orang
yang bukan memahami untuk melaksanakan
urusan tersebut, pasti nanti akhirnya
terkadang proses bisnis yang sudah
disusun Bapak, Ibu ini proses bisnis
maupun turunannya seperti SOP ini
barangnya akan jadi Bapak Ibu. Namun
mungkin nanti saat proses
implementasinya akan sulit
diimplementasikan
karena tidak sesuai dengan ril-nya di
lapangan. Makanya nih Bapak Ibu untuk
proses penyusunan ee proses bisnis
maupun SOP ini memang harus dilakukan
rembuk ya Bapak, Ibu ya. Jadi memang
disusunnya itu bersama-sama walaupun
memang nanti akan ada leading sektor
yang akan ee koordinasikan proses
penyusunan tersebut. Untuk pertanyaan
selanjutnya ini dari Kemendak. Oke.
Dengan Bapak Eka Putra, Mbak Nanda tadi
disebutkan perlunya sebuah kegiatan atau
program bisnis proses manajemen, tetapi
manda tersebut saya belum mengetahui
apakah sudah ada dasar hukumnya atau
belum. Pertanyaan saya, apakah dasar
hukum atas pelaksanaan program BPM
tersebut sudah ada? Sebab bentuk BPM
yang standar sesuai dengan bentuk
pemerintah Indonesia menjadi acuan bagi
instansi.
Silakan Mbak Nanda untuk waktunya.
Ya, terima kasih banyak ee Mbak Gina. Ee
terima kasih banyak ee Ibu atau Bapak ya
kayaknya Bapak ya, Bapak Eka gitu ya
dari Kemendang.
Nah, ee apa namanya? Memang ee ini Bapak
Ibu Kementerian 4RB sedang melakukan
penyusunan
manajemen proses bisnis gitu ya atau
tadi BPM. harapannya melalui penyusunan
manajemen proses bisnis ini kita jadi
lebih tertib gitu ya ketika kita
melakukan ee apa namanya ee ee pemetaan
proses bisnis mulai dari penyusunannya
gitu ya. Kemudian nanti implementasinya
tadi yang siklus yang tadi saya
gambarkan kapan kita redesain, kapan
kita rework, kapan kita reengineering,
kapan kita melakukan evaluasi, kemudian
sejauh mana proses evaluasinya. Nah,
ini, nah, ini, nah, ini bisa terpetakan
semuanya dengan baik gitu ya. Jadi, nah
tapi saat ini memang
hal tersebut masih ee dalam kajian
Bapak, Ibu terkait dengan bisnis proses
manajemen. Tapi sebenarnya
prinsip-prinsipnya itu sudah sudah
mungkin secara
sadar atau tidak sadar sebenarnya sudah
kita lakukan gitu ya terhadap proses
bisnis kita masing-masing. Mungkin dari
ee peta proses bisnis yang kita miliki
saat ini kita sudah mulai mulai berpikir
apalagi setelah penataan organisasi, oh
kayaknya proses ini tuh udah enggak
tepat deh. Nah, itu kan ada proses
proses teknokratis yang sebenarnya ee
dari bisnis proses manajemen ini
meskipun memang belum terlegalkan gitu
ya.
Nah, jadi kalau jawabannya apakah sudah
ada dasar hukumnya atau belum?
Jawabannya belum. Saat ini masih masih
pada tahap pengkajian di lingkungan
Kementerian 4AN RB gitu ya untuk
penyusunan ee rancangan peraturan
menteri terkait dengan manajemen proses
bisnis gitu ya. Tapi tadi secara
implisit
pasti mungkin kita sudah
mempertimbangkan gitu ya, kapan proses
bisnis saya ini bisa dievaluasi atau
mungkin ada beberapa juga instasi
pemerintah yang sudah melakukan evaluasi
peta proses bisnisnya masing-masing gitu
ya. Karena misalnya tadi dari aspek
notasi saja sudah tidak tepat, kemudian
apalagi sejak ada peman besar-besaran
tentu saja prosesnya juga berubah. Misal
katakanlah semulai Kemenkum HAM sekarang
jadi tiga kementerian hukum, HAM, dan
imigrasi pemasyarakatan. Ini kan proses
bisnisnya sudah berubah nih, pecah gitu.
Nah, ini sebenarnya proses evaluasi yang
ada di dalam ada menjadi bagian dari
manajemen proses bisnis.
Kemudian
ee sesuai dengan oh ya itu jadi intinya
belum disusun secara legalnya meskipun
masing-masing dari kita sebenarnya sudah
melakukan itu gitu. nanti tinggal
bagaimana proses evaluasinya itu kita
standarkan melalui peraturan menteri
panb terkait dengan manajemen proses
bisnis. Itu mungkin dari saya.
Baik, terima kasih Mbak Nanda untuk
jawabannya. Semoga menjawab ya Pak Eka
ya cukup menjawab. Selanjutnya Mbak
Nandah ini ada dari Kemenkes dengan
Bapak atau Ibu ya. Ini Pawit Sugiharto
Bapak mungkin ya. Ini pertanyaannya
cukup teknis nih, Bananda nih. Berarti
sepertinya nih Bapak Pawid sudah pernah
membuat untuk ee proses bisnisnya nih,
Mbak Nanda. Pertanyaan pertama menanda,
apakah apabila peta proses bisnis telah
ditetapkan level 1 sampai level N
apabila ada terdapat ketidaksesuaian
atau perubahan pada level-level yang ada
di peta proses bisnis, bagaimana
tahapannya untuk dilakukan perubahan
atau revisi?
Untuk pertanyaan yang kedua, SOP
merupakan level dari peta proses bisnis
yang telah ditetapkan.
Apakah SOP ini harus sesuai dengan
nomenklaturnya di level N ini? Misal N
di peta proses bisnis penyusunan materi
praktikum atau pedoman praktik. Silakan
Mbak Nanda.
Baik, terima kasih banyak Mbak Gina.
Terima kasih banyak Pak Pawit dari ee
Kemenkes gitu ya. Memang ini teknis
sekali ya tadi ee sepakat, tapi justru
malah yang teknisnya kita jadi lebih
grounding gitu. Jadi kita enggak
ngawang-ngawang gitu di atas ee apa
bahasa-bahasa yang bahasa-bahasa dewa
gitu. Jadi kita lebih grounded. Nah,
tadi kalau misalnya ada perubahan ee
terdapat perubahan atau ketidaksesuaian
apabila ada terdapat ketidaksesuaian
pada level-level,
bagaimana tahapannya untuk melakukan
perubahan atau revisi? Nah, tadi ini
sempat saya singgung ya, misal ada
perubahan organisasi, maka ee level mana
yang perlu kita revisi. Nah, ini perlu
kita bedah lagi nih proses bisnis kita,
gitu ya. Kita coba bedah dari proses
utama dulu gitu ya. Kalau proses
utamanya ini belum berubah gitu ya atau
proses proses utam yang paling paling
paling ini paling signifikan
berubah-berubah, maka ya oke proses
utama aman. Kita coba cari lagi di
subprosesnya. Kira-kira dari proses
utama yang kita turunkan dalam subproses
itu apakah ada perubahan dari sejak
perubahan organisasi? Oh, ada
perubahannya di orangnya, di pelakunya.
Oh, berarti yang kita rubah adalah peta
relasinya. Berarti ketika kita berubah
peta relasi ini kaitannya dengan apa?
Dengan peta lintas fungsinya. Karena di
peta lintas fungsi itu tergambar siapa
saja aktor-aktornya. Nah, ini yang nah
biasanya yang paling banyak perubahan
nanti adalah di peta lintas fungsinya
gitu ya. Karena tidak hanya tergambar
aktor-aktornya, tetapi juga tergambar
kegiatan-kegiatannya.
Yang tadinya kotaknya panjang dari lens
1, 2, 3 untuk dilaksanakan oleh tiga
unit yang berbeda misalnya. Kemudian ada
penyederhanaan struktur, ada
penggabungan struktur atau seperti apa
atau ada malah ada pemekaran struktur,
kotaknya jadi lebih panjang nyampai line
keempat misal atau jadi lebih pendek
jadi dua line saja gitu ya. mungkin
tergambar ya Bapak Ibu kalau di CFM
tadi. Jadi misal eh bergantung jadi
enggak bisa kita enggak bisa kita
langsung state oh rubah saja di level N
loh enggak bisa orang yang berubah
proses intinya karena memang ini
pemecahan kementerian besar-besaran. Nah
berarti proses inti yang kita rubah.
Tapi kalau misalnya tidak tidak tidak
apa tidak masif perubahannya atau hanya
berubah tugas fungsinya saja. Nah, ini
bisa kita ee apa ubah di level N-nya
gitu atau di cross functional map-nya.
Kemudian pertanyaan kedua, SOP merupakan
level dari peta proses bisnis yang telah
ditetapkan. Apakah SOP ini harus sesuai
dengan nomenklaturnya di level N? Misal
di level N peta proses bisnis,
penyusunan materi praktikum dan ee
pedoman praktik. Nah, ini artinya kita
bicara aktor ya, Bapak, Ibu. Pelaku di
dalam SOP karena ini tadi ya nomenklatur
gitu. Nah, ee Bapak, Ibu yang saya
hormati, ketika kita dalam penyusunan
SOP ketika kita menentukan ee
pelaksananya gitu ya, sesuaikan kita
perlu menyesuaikan dua hal. Kapan kita
menggunakan jabatan, kapan kita
menggunakan peran. Contoh, kalau
misalnya kita menggunakan peran itu
biasanya ketua tim gitu ya atau tadi
koordinator jabatan fungsional itu kan
perannya sebagai koordinator jabatan
fungsional atau misalnya bendahara atau
pengelola data. Nah, ini perannya yang
kita angkat. Makanya tidak disarankan
sebenarnya ketika kita menyusun
pelaksana dalam SOP tidak disarankan
untuk menyebutkan titelatur jabatan
kecuali dia jabatan struktural. Karena
biasanya jabatan struktural ini
melakukan otorisasi gitu ya. Makanya
tidak tidak perlu kita menyebut di
jabatan contoh analis kebijakan ahli
madia di dalam pelaksana SOP. itu enggak
perlu karena ya kalau misalnya ada
madanya, kalau misalnya enggak ada
madanya, nah ini kan yang agak repot ya.
Tapi kalau misalnya perannya ketua tim,
nah everyone bisa menjadi ketua tim
tergantung penunjukannya gitu ya. Apakah
dia ditunjuk sebagai ketua tim atau
tidak gitu sih mungkin dari saya Bapak
Ibu apakah menjawab ya? Semoga menjawab
ya.
Baik, terima kasih Mbak Nanda untuk
jawabannya.
Mm cukup menjawab menurut ee saya
pribadi ya. Semoga ee Pak Pawit
Sugiharto juga merasa jawabannya sudah
cukup untuk ee menjawab pertanyaan
pertanyaan yang disampaikan ini. Untuk
pertanyaan selanjutnya menanda ini cukup
banyak ya pertanyaannya dari Ibu Nuzul
Ummu Hudzaifah.
Pertanyaannya adalah korelasi probis
dengan cascading kinerja Mbak Nanda
terutama spesifik itu Permenpan tentang
penjenjangan kinerja. Silakan Mbak
Nanda.
Ya, terima kasih banyak ee Ibu atas ee
pertanyaannya. Ee pasti ya ada
keterkaitannya ya. Jadi memang namun
menurut hemat kami Bapak Ibu
keterkaitannya adalah hubungan yang
sifatnya apa ya integratif mungkin ya
antara dokumen perencanaan strategis
dengan dokumen kinerja ee operasional.
Karena kan tadi kita bicaranya
cashcading kinerja itu kan lebih
sifatnya operasional. Sementara kalau
proses bisnisnya kan dokumen yang
sifatnya berangkat dari perencanaan
sifatnya strategis gitu ya. Jadi probase
ini memang jembatan katakanlah kita bisa
menggambarkan proses bisnis ini jembatan
antara bagaimana strategi itu disusun
dan ketatakan probis dengan casing
cascading kinerja ya arya probis ini
sebagai jembatan antara bagaimana
strategi ini disusun dengan eksekusi
kinerjanya gitu. Semoga maksud ya. Jadi
ee apa namanya? Cash cading ini harus
memastikan bahwa probis maupun program
di masing-masing unit kerja maupun
target individu itu selaras dan
katakanlah terukur gitu ya. Jadi kalau
misalnya kita mau katakan langsung plek
ketiplek apakah ada keterkaitannya
mungkin secara leksikal itu tidak pernah
tidak tidak disebutkan ya atau saya
belum menemukan nih apakah ada
keterkaitan yang secara eksplisit
disebutkan dalam suatu dokumen
pemerintahan tertentu. Tetapi kalau kita
bicara logika kebijakannya ini pasti ada
keterkaitannya karena tadi sifatnya
hubungan integratif. proses bisnis ini
sebagai jembatan gitu ya antara strategi
dengan eksekusi kinerja di dalam
cascading kinerja itu mungkin dari
Oke. Baik, terima kasih Mbak Nanda ya.
Ini selanjutnya apakah kira-kira ada
pertanyaan lagi Bapak Ibu untuk ee
proses bisnis? Mumpung narasumber kita
masih
bersemangat nih Bapak Ibu untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaannya.
di YouTube.
Kira-kira yang di YouTube apakah ada
Bapak Ibu?
Baik, ini coba saya lagi scroll di
YouTube nih. Kira-kira apa ada
pertanyaan-pertanyaannya?
apa?
Baik, Mbak Nandah. Ini ada dari ee Ibu
Nuraini ya, Mbak Nanda ya.
Ini ee bagus nih, Mbak Nanda untuk
pertanyaan nih Mbak Nanda. Banyak
instansi daerah mengalami kesulitan
mengintegrasikan peta proses bisnis
dengan struktur organisasi dan tupoksi.
Bagaimana solusi terbaik agar keduanya
saling mendukung?
Silakan Mbak Nanda,
ya. Baik, terima kasih banyak Mbak Gina.
Terima kasih banyak Bu Nuraini Apple.
Ada Apple-nya Nurini Apple. Banyak
instansi daerah mengalami kesulitan
mengintegrasikan peta proses bisnis
dengan struktur organisasi dan Tupoki.
Nah, pertanyaannya kok bisa susah dalam
mengintegrasikan peta proses bisnis
dengan struktur organisasi dan tupoksik?
Kita lepaskan dulu struktur. Ketika kita
menun peta prosesis, jangan pernah
masukkan struktur menjadi bagian dari
kita ketika kita menyusun p proses
bisnis kita masukkan poxinya. Kalau
misalnya kesulitan, nah berarti ee ini
apa ya? Eh cheatset-nya lah eh apa eh
cheatset-nya adalah kalau kita sulit
mengidentifikasi benar-benar tupoksi apa
saja yang yang masih yang perlu kita
petakan, berarti itu adalah indikasi
berat penyakit itu ada simptomnya ya.
Itu simptom yang pertama.
either dia terlalu overwork gitu ya,
maksudnya terlalu overload semua apa
namanya tugas fungsi di unit tersebut
yang mana berpotensi overlap. Nah, gitu.
Jadi sebenarnya ketika kita sudah
kesulitan ini kita bicaranya kesulitan
memetakan ya, either dia overlap atau
either dia memang sebenarnya enggak ada
kerjaannya gitu ya. Untuk organisasi ini
sebenarnya enggak perannya tuh enggak
maksimal gitu ya. Misal katakanlah saya
organisasi, saya enggak mau sebut suatu
unit organisasi. Katakanlah em ya
udahlah dinas A gitu ya. Ketika saya
duduk bareng gitu ya ee dengan
dinas-dinas lain untuk menentukan misal
peran saya apa sih dalam pengantasan
kemiskinan misalnya atau dalam maya
hilirisasi katakanlah ternyata tuh saya
enggak punya peran yang signifikan gitu
ya. Atau misal peran saya tuh banyak
banget. Kalau misalnya peran saya banyak
banget oh artinya organisasi saya itu
sudah terlalu berat. gitu ya. Banyak
mandat untuk dilaksana banyak mandat
peraturan perundang-undangan, baik itu
Permen, Pertek, INPRES atau apapun itu
PP mungkin yang memandatkan ke saya
untuk melaksanakan itu dan saya sudah
enggak mampu nih organisasi dari aspek
kerja. Nah, ini ada potensi untuk kita
bisa melakukan pemekaran atau bisa
kitaah
nih ee apa namanya SDM-nya gitu ya. atau
bisa jadi kita ya organisasinya memang
enggak punya peran yang maksimal gitu
ya, karena peran mereka tadi sudah
tersebar gitu di tempat lain. Nah, ini
tadi makanya ee idealnya ketika kita apa
namanya ee menyelakukan penyusunan
proses bisnis tupoki itu tidak menjadi
isu tapi yang akan menjadi isu adalah
strukturnya gitu ya. Bagaimana solusi
terbaik agar keduanya saling mendukung.
Nah, kalau tadi diperhatikan di slide
saya di awal, Bapak, Ibu memang sebelum
struktur itu disusun, kita perlu dulu
menyusun peta proses bisnisnya. Jadi,
ini tujuannya apa? Agar align antara
struktur, peta proses bisnis, mandat
gitu ya. Jadi, enggak enggak lompat dari
mandat langsung ke struktur. Yang
praktik yang terjadi saat itu kan
seperti ini gitu ya. Dari mandat
langsung ke struktur. Padahal kita perlu
mendesain dulu organisasinya, kita perlu
susun dulu peta proses bisnisnya baru
kita susun strukturnya. ya. Nah, ini
harusnya ketika praktik itu sudah
berjalan sih harusnya tidak ada lagi
kebingungan ya atau kesulitan ketika
kita ee menyusun ee peta proses bisnis.
Mungkin itu dari saya, Mbak.
Baik, terima kasih Mbak Nanda. Ini ada
beberapa pertanyaan yang ee teknikal
nih, Mbak Nanda. Saya tertarik
sebenarnya sama pertanyaan-pertanyaan
ini karena teknikal di proses penyusunan
nih sebenarnya ini ada ee Bapak mungkin
Vera Reinanense.
Pertanyaan pertamanya adalah bagaimana
cara menentukan proses level 0 dan level
1 dari dokumen RPJMD?
Pertanyaan keduanya bagaimana menentukan
kriteria bahwa proses bisnis level N ini
sudah selesai? Apakah level N sama SOP?
Lalu saya ini saya gabung ya, Mbak Nanda
boleh ya? Karena ini pertanyaannya
teknis sekali nih dalam proses
penyusunan.
Ee
bedanya proses bisnis level kabupaten
dan level OPD ini apa?
Karena jika penyusunan diturunkan sampai
level ke N maka otomatis akan
mengakomodir kegiatan ee perangkat
daerah tersebut.
Itu dulu, Mbak Nanda. Ini saya saya suka
nih sama pertanyaan-pertanyaannya ini.
Mohon dibantu ya, Mbak Nanda.
Iya. Baik, terima kasih banyak Mbak
Gina. Terima kasih banyak Bapak Ibu atas
pertanyaan yang teknis ya. Kita langsung
masuk ke teknis. Jadi bukan
prinsip-prinsip lagi. Nah, tadi apa
namanya? Sebentar saya sambil buka
YouTube ya. Ee
saya sambil buka YouTube-nya. ee
bagaimana cara menentukan proses level 0
dan level 1 dari dokumen RPJMD. Nah,
tadi mungkin saya bisa share screen lagi
ya, Bapak, Ibu. Tadi sempat ee
sempat saya sempat saya tayangkan sudah
terlihat ya screen-nya ya. Nah, ee Bapak
Ibu yang saya hormati. Nah, ini aduh
maaf. Nah, ini ketika kita menentukan ee
apa namanya?
Ee ini adalah kertas kerja dari
penentuan proses bisnis pemerintah
daerah.
Semua ini kita dapatnya dari RPJMD ya,
Bapak, Ibu. Misi tujuan itu biasanya ada
di RPJMD kita masing-masing gitu ya. Ee
aku
sebentar Bapak Ibu mohon izin ternyata
laptop saya low bed. Nah, oke. Ee kita
lanjut ya Bapak Ibu. misi eh tujuan,
sasaran ini semua biasanya terpetakkan
di dalam RPJMD karena ini adalah dokumen
kerjanya perang kepala daerah untuk
melakukan oh 5 tahun ke depan saya mau
ngapain sih untuk masyarakat saya. Nah,
inilah yang mau dikerjakan gitu ya. Nah,
kita tuliskan dulu di dalam kertas kerja
kita misinya apa, tujuannya apa,
sasarannya apa. Ini semua lexikel ada di
dokumen kita masing-masing, dokumen
RPJMD kita masing-masing. Nah, kemudian
kita identifikasi kalimat prosesnya.
Kalimat proses ya, Bapak, Ibu, bukan
kalimat misi. Kalimat prosesnya ini kita
ambil dari mana? Kita ambil dari
elaborasi antara misi, tujuan, dan
sasaran.
Memang ini jatuhnya enggak bisa kita
secara ee eksplisit kita masukkan ke
dalam kalimat proses. Kita ee turunkan
dari misi misal kan misinya kan di sini
ee membangun ekonomi dan infrastruktur
secara merata dan berkeadilan untuk
mewujudkan pertumbuhan yang berkualitas
dan inklusif. Oke, kata kuncinya adalah
pertumbuhan ekonomi ekonomi dan
infrastruktur ya yang berkualitas dan
inkluktif. Tapi kemudian di sini dibagi
dua nih tujuannya ada ekonomi, ada
infrastruktur. Berarti ini nanti ada dua
proses yang berbeda, satu, satu ekonomi,
satu infrastruktur. Tapi dua-duanya sama
untuk mewujudkan pembangunan yang
berkualitas dan inklusif. Kemudian kita
lihat nih sasarannya gitu ya. Sasarannya
oh ternyata yang ekonomi ini untuk nilai
investasi, meningkatkan pertemuan sektor
industri. Sementara infrastruktur ini
untuk
apa namanya? Memastikan bahwa ee
pemenuhan infrastruktur strategis ini
terpenuhi. Dan yang terakhir adalah
memastikan pemenuhan infrastruktur
dasar. Nah, ini kita katakanlah kita
resume lah kita kita kita resume tiga
tiga tiga apa konteks ini gitu ya ke
dalam kalimat proses. Ketemulah menjadi
dua ya Bapak Ibu. Yang pertama adalah
proses-proses utamanya adalah
peningkatan pertumbuhan perekonomian
daerah berkualitas dan inklusif. Lalu
proses keduanya adalah peningkatan
pembentuan infrastruktur strategis dan
infrastruktur dasar gitu ya. Nah, ini
yang kemudian menjadi proses utama dari
ee pemda Bapak Ibu sekalian. Nah,
kemudian bagaimana dengan suatu
prosesnya? Nah, dari sasaran ini kan
biasanya di RPJMD kan ada program ya
lanjutannya. Nah, ini kita ambil dari
program-programnya. Program apa saja sih
yang tujuannya untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan
inklusif?
kita temu ada 10 program yang tujuannya
untuk mendukung ee peningkatan
pertumbuhan ekonomi. Nah, 10 inilah yang
kita turunkan di dalam kalimat
subproses. Lalu, program apa saja sih
yang memiliki keterkaitan dengan ee
pemenuhan infrastruktur strategis dan
infrastruktur dasar? Oh, ternyata kita
ketemu delapan. Oh, berarti delapan
inilah yang kita tuangkan di dalam
kalimat subproses dan seterusnya.
Seperti itu mungkin ee apa namanya
Bapak, Ibu untuk tadi ya pertanyaannya.
Entar saya cek lagi, takutnya ada yang
kelewat ya.
Ee sebentar Bapak Ibu.
Kemudian e bagaimana menentukan kriteria
bahwa proses bisnis level N ini sudah
selesai. Apakah level N ini SOP? Level N
ini sebenarnya cfm ya Bapak, Ibu. Cross
functional map gitu. Level N ini artinya
level yang kita enggak bisa lagi
metakkan tuh angkanya berapa sih karena
makin turun makin turun makin turun
gitu. Kalau misalnya prosesnya banyak
kata karena seperti misalnya di Dinas
Pendidikan itu kan biasanya banyak
banget ya program kegiatannya biasanya
bahkan program pun ada subprogram itu
dan seterusnya. Nah, ini biasanya turun
turun turun terus. Nah, tapi level N ini
bukan SOP ya. Mungkin nanti Mbak Gina
bisa menambahkan level SO level N ini
bukan SOP, tapi masing-masing dari
kegiatan atau task atau activity di
dalam eh peta lintas fungsi ini yang
bisa menjadi cikal bakal ketika kita
menyusun SOP. Katakanlah
ee masing-masing task di dalam peta
lintas fungsi ini kita sebut sebagai SOP
strategisnya. Artinya isasinya Bapak,
Ibu itu perlu punya SOP ini loh. Karena
SOP ini nih SOP strategis, SOP yang
menggambarkan proses utama atau proses
inti dari organisasi Bapak, Ibu gitu.
Jadi ketika kita mau menyusun SOP, kita
enggak ngawong-ngawong lagi. Yang mana
dulu ya yang perlu disusun? Oh, ternyata
kita punya SOP strategis nih yang ini.
Nah, ini dulu yang bisa kita susun gitu
mungkin Mbagina.
Oke, baik. Terima kasih Mbak Nanda untuk
penjelasan dari paparan dan
jawaban-jawaban dari pertanyaannya. ini
sangat komprehensif dan
memang enak kalau membahas peta proses
bisnis ya ini seperti banyak sekali yang
akan dibicarakan karena memang ya ini
melakukan ee
pemetaan terhadap seluruh proses bisnis
yang dilakukan suatu kementerian atau
lembaga ataupun pemerintah daerah. Jadi
pasti akan sangat dinamis juga ini akan
akan ada perubahan dan perlu dievaluasi
terutama apabila terdapat
per penataan-penataan ee OTK seperti itu
serta adanya perubahan-perubahan RENSTRA
atau RPJMD.
Namun baik Bapak Ibu, tidak terasa ini
sudah 1 seteng jam sesi ini berlangsung.
Terima kasih kami ucapkan atas atensi
dari Bapak Ibu yang ee join melalui Zoom
maupun melalui YouTube yang telah ee
menyaksikan ee pemaparan dari narasumber
ee kam
dari awal sampai akhir kegiatan. Besar
tentunya harapan kami agar ke depannya
seluruh instansi pemerintah baik
pemerintah pusat maupun pemerintah
daerah dapat menyusun serta mengevaluasi
secara berkala ya proses bisnis guna
memastikan aktivitas organisasi yang
berlangsung ini sudah baik, tidak ada
yang overlapping terutama atau yang
lebih parahnya nih Bapak Ibu tidak ada
yang white space. Jadi tidak ada yang
mengerjakan misalnya mandat tersebut
dalam rangka tentunya agar terwujudnya
pelayanan publik terbaik bagi
masyarakat. Jangan lupa untuk sesi bisa
tanya kebijakan PAN RB ini kami ada
setiap hari Bapak Ibu khususnya untuk
hari Jumat ini memang dari deputi
kelembagaan dan tata laksana terkait
pendalaman isu strategis berbagai
kebijakan-kebijakan di bidang
pendagunaan aparatur negara dan
reformasi birokrasi yang tentunya dengan
harapan dapat bermanfaat bagi kita
semua. Baik, wasalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh. Selamat
siang. Selamat melanjutkan aktivitasnya
Bapak Ibu.
Terima kasih.
Terima kasih banyak, Mbak Ginda.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih banyak Bapak
Ibu yang sudah hadir baik itu via Zoom
maupun via YouTube. Mohon maaf apabila
kami ada salah kata. Ee selamat
melanjutkan aktivitas kembali. Terima
kasih. Terima kasih Biro DakIP
Kementerian PAN RB.
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.