TRANSCRIPTID

Dinamika Litosfer: Tenaga Endogen

15m 49s1,777 words339 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:02

[Musik]

0:11

asalamualaikum warahmatullahi

0:12

wabarakatuh Hai semuanya berjumpa lagi

0:15

dalam video pembelajaran

0:17

geografi pada video kali ini kita akan

0:19

belajar tentang dinamika litosfer yang

0:22

terkait dengan tenaga

0:25

endogen kita mulai dari struktur lapisan

0:28

bumi secara umum bumi dibagi menjadi

0:31

tiga lapisan utama yaitu kerak bumi

0:34

mantel bumi dan inti bumi kerak bumi

0:38

adalah lapisan bumi paling luar Lapisan

0:41

ini memiliki ketebalan berkisar antara 5

0:44

sampai 70 KM kerak bumi termasuk bagian

0:48

paling tipis bahkan hanya 1% dari

0:51

keseluruhan volume bumi kerak bumi

0:54

terbagi menjadi dua bagian yakni kerak

0:56

samudra dan kerak benua

0:59

[Musik]

1:00

mantal bumi berada di bawah kerak bumi

1:04

sampai kedalaman

1:06

2.900 KM disebut juga sebagai lapisan

1:11

astenosfer astenosfer bagian atas

1:14

merupakan lapisan yang menjadi sumber

1:16

magma bagi gunung api atau dengan kata

1:19

lain sebagai dapur magma densitas

1:22

astenosfer lebih tinggi daripada kerak

1:25

bumi yakni 3,4 gr/ cm³

1:31

kemudian inti bumi yang terbagi ke dalam

1:34

inti luar dan inti dalam inti bumi

1:38

adalah bagian bumi yang terdiri dari

1:40

magma pijar pada bagian ini suhu dan

1:43

tekanannya sangat tinggi Lapisan ini

1:45

dibedakan menjadi dua yakni inti luar

1:48

dan inti dalam inti luar adalah inti

1:51

bumi yang berada di bagian luar diduga

1:54

berwujud cair sebab Lapisan ini tidak

1:56

dapat dilalui oleh gelombang sekunder

1:59

kemudian inti dalam adalah inti bumi

2:01

yang berada di Lapisan dalam yang diduga

2:04

berwujud padat tersusun dari materi

2:07

berupa besi dan

2:10

nikel seperti yang sudah dijelaskan di

2:13

awal bahwa kerak bumi dibagi menjadi dua

2:16

yaitu kerak benua dan kerak samudra

2:18

kerak benua memiliki ketebalan rata-rata

2:21

35 sampai 40 km sedangkan di daerah

2:24

pegunungan dapat mencapai 60 sampai 70

2:28

km umur batuannya lebih tua mencapai

2:32

1.00 juta tahun kemudian beratnya lebih

2:36

ringan dengan densitas 2,6 gr/

2:40

cm³ batuan induk yang menyusun kerak

2:43

benua ini adalah batuan berwarna cerah

2:45

dengan unsur penyusun utama silisium dan

2:48

aluminium atau batuan

2:51

granit kemudian kerak samudra memiliki

2:54

ketebalan yang lebih tipis yakni antara

2:56

7 sampai 10 km umur batuannya lebih muda

3:01

bahkan kurang dari 200 juta tahun

3:04

kemudian beratnya atau massanya lebih

3:07

berat jika dibandingkan dengan kerak

3:09

benua yaitu 3 gr/

3:12

cm³ batuan induk penyusun berwarna gelap

3:15

dengan unsur penyusun utama silisium dan

3:18

magnesium atau batuan

3:22

basal berikutnya adalah proses tektonik

3:26

merupakan gerakan pada kerak bumi yang

3:28

menimbulkan lekuk lipatan retakan dan

3:31

patahan sehingga membentuk relelif pada

3:35

permukaan bumi gerak tektonik dibedakan

3:38

menjadi gerak epirogenetik dan

3:42

orogenetik gerak epirogenetik merupakan

3:45

gerak pembentuk kontinen atau benua

3:47

yaitu Gerakan naik turun lapisan kulit

3:50

bumi dalam waktu yang lambat dan

3:52

meliputi wilayah yang luas gerakan ini

3:55

dibedakan menjadi dua macam yaitu

3:57

epirogenetik positif yang Mer ak

4:00

penurunan suatu daratan sehingga

4:01

permukaan air laut seolah-olah naik

4:04

sebagai contoh adalah turunnya kepulauan

4:06

Maluku Barat Daya sampai ke Pulau Banda

4:09

contoh lain adalah lembah Sungai Hudson

4:11

di Amerika Serikat yang dapat dilihat

4:13

dengan jarak kurang lebih 1700 m dan

4:17

juga turunnya lembah Sungai kongo sampai

4:20

dengan 2000 m di bawah permukaan laut

4:23

kemudian epirogenetik negatif adalah

4:26

naiknya suatu daratan sehingga permukaan

4:28

air laut seolah-olah menjadi turun

4:31

contohnya adalah naiknya Pulau Timur dan

4:33

Pulau Buton kemudian ada juga naiknya

4:35

dataran tinggi Colorado di

4:37

Amerika kemudian ada gerak orogenetik

4:40

yaitu gerak kulit bumi yang cepat dengan

4:42

wilayah yang lebih sempit hal ini

4:45

menghasilkan lipatan dan patahan lipatan

4:48

terjadi akibat adanya tekanan horizontal

4:51

dan tekanan vertikal pada batuan yang

4:54

bersifat elastis bagian yang turun

4:57

dinamakan sinklinal dan bagian yang ter

4:59

angkat dinamakan

5:02

antiklinal lalu patahan terjadi karena

5:05

tenaga horizontal atau tenaga vertikal

5:07

pada kulit bumi terjadi pada batuan yang

5:10

tidak elastis bidang patahan yang turun

5:13

disebut dengan grabenben atau seleng dan

5:16

bagian yang naik disebut dengan

5:19

horse selanjutnya proses vulkanik

5:23

Vulkanik diartikan sebagai suatu gejala

5:25

atau akibat adanya aktivitas magma di

5:28

dalam litosfer magma adalah batuan cair

5:31

pijar bertemperatur tinggi yang terdapat

5:34

di dalam kulit bumi terdapat dua gerakan

5:38

magma yaitu intrusi dan ekstrusi

5:41

magma intrusi magma adalah proses

5:44

penerobosan magma melalui rekahan atau

5:47

celah pada lapisan batuan pembentuk

5:49

litosfer namun tidak sampai ke permukaan

5:53

bumi intursi magma bisa mengangkat

5:56

lapisan kulit bumi menjadi cembung

5:58

hingga membentuk tonjolan berupa

5:59

pegunungan secara rinci adanya intrusi

6:03

magma dapat menghasilkan berbagai macam

6:05

bentukan yaitu yang pertama ada batolit

6:08

merupakan batuan beku yang terbentuk di

6:10

dalam dapur magma kemudian ada lakolit

6:14

adalah Magma yang menyusup Di antara

6:16

lapisan batuan yang menyebabkan lapisan

6:18

batuan di atasnya terangkat sehingga

6:21

menyerupai lensa cembung sementara

6:23

bagian bawahnya tetap

6:26

rata Kemudian ada se yaitu sisipan Magma

6:30

yang bebeku di antara dua lapisan

6:32

litosfer relatif tipis melebar dan

6:35

sejajar dengan

6:38

pelapisan kemudian ada intrusi korok

6:40

Gang atau da adalah batuan hasil intrusi

6:44

magma yang memotong lapisan litosfer

6:46

dengan bentuk pipih atau

6:48

lempeng kemudian ada

6:51

apopisa Lalu ada diatrema merupakan

6:53

batuan yang mengisi pipa letusan

6:56

berbentuk silinder mulai dari dapur

6:58

magma samp sampai ke permukaan bumi

7:05

ekstrusi magma adalah proses keluarnya

7:07

magma ke permukaan bumi ekstrusi magma

7:11

inilah yang menyebabkan gunung api

7:13

terbentuk ekstrusi magma tidak hanya

7:15

terjadi di daratan tetapi juga terjadi

7:17

di lautan Oleh karena itu gunung berapi

7:20

bisa terjadi di dasar laut

7:23

eksusi identik dengan erupsi atau

7:25

letusan gunung api yang dapat dibedakan

7:27

menjadi dua yaitu erupsi usif dan erupsi

7:32

eksplosif erupsi evusif yakni erupsi

7:34

berupa lelehan lava melalui retakan atau

7:37

rekahan pada lubang suatu gunung api

7:39

atau pada permukaan litosfer kemudian

7:42

erupsi eksklusif yaitu erupsi berupa

7:45

ledakan dengan mengeluarkan bahan-bahan

7:47

padat berupa lapili bom Kerikil dan debu

7:50

vulkanik bersama-sama dengan gas dan

7:56

fluida Adapun material yang dikeluarkan

7:59

dari hasil aktivitas vulkanik dibedakan

8:02

menjadi beberapa jenis material yang

8:05

pertama ada material padat atau disebut

8:08

eflata yang terdiri atas bom yaitu

8:11

batu-batu besar kemudian ada lapili

8:14

berupa kerikil Lalu ada pasir debu dan

8:17

batu

8:18

apung kemudian ada material cair yang

8:21

terdiri atas lava yaitu Magma yang

8:24

meleleh yang keluar dari lereng gunung

8:26

api kemudian ada lahar panas dan lar

8:29

dingin dan selanjutnya ada material gas

8:32

atau disebut juga

8:34

ekshalasi material gas ini terdiri dari

8:37

solfatar berbentuk gas belerang fumarol

8:40

berbentuk uap air dan mofet berbentuk

8:42

gas asam arang gunung api dibedakan

8:46

menjadi beberapa bentuk yang pertama ada

8:49

bentuk Mar bentuk Mar ini dibangun oleh

8:52

erupsi dassyat yang menghepaskan

8:54

sebagian besar tubuh gunung namun erupsi

8:57

selanjutnya lebih dominan gas yang

8:59

mengikis batuan kemudian membentuk

9:01

lubang besar nama Mar berasal dari nama

9:04

danau di kawah di daerah pegunungan Evel

9:07

di Jerman kemudian Bentuk gunung api

9:10

berikutnya adalah gunung api strato

9:12

dibangun oleh material erupsi berupa

9:15

piroklastik magmananya bersifat asam

9:18

lebih kental dan banyak mengandung gas

9:21

sehingga erupsinya bersifat eksplosif

9:24

materi-materi piroklastik tersebut

9:26

setelah diempaskan ke udara kemudian

9:28

jatuh ke lereng-lereng gunung tersebut

9:30

menghasilkan Bentuk gunung api yang

9:32

makin ke Puncak semakin

9:35

meruncing kemudian ada bentuk

9:39

perisai dibangun oleh aliran lava dalam

9:42

jumlah besar dari satu kawah pusat sifat

9:46

magmanya basah dan kekentalannya rendah

9:48

serta kurang mengandung gas karena

9:51

itulah erupsinya Lemah atau erupsi

9:54

evusif akibatnya lereng gunung api ini

9:57

menjadi landai

10:00

selanjutnya tipe letusan gunung api yang

10:03

pertama ada tipe letusan Hawai di mana

10:06

Magma yang dikeluarkan sangat cair

10:08

dengan tekanan gas rendah yang berasal

10:10

dari dapur Magma yang

10:12

dangkal kemudian tipe stromboli terjadi

10:16

tidak terlalu eksplosif tetapi

10:18

berlangsung lama sering terjadi letusan

10:21

kecil dan banyak mengeluarkan eflata

10:23

Magma yang dikeluarkan bersifat cair dan

10:26

tekanan gas sedang berasal dari dapur

10:28

magma yang agak

10:30

dalam contoh gunungnya ada gunung Raung

10:33

di Jawa Timur dan gunung faesuius di

10:36

Italia kemudian ada tipe letusan peret

10:40

mempunyai ledakan yang sangat dahsyat

10:42

disertai material yang menyembur ke

10:44

angkasa karena tekanan gas yang sangat

10:47

tinggi contohnya adalah letusan gunung

10:49

trakatau di Selat

10:51

Sunda selanjutnya adalah tipe letusan

10:54

pele merupakan tipe letusan dengan

10:56

karakteristik Magma yang kental dengan

10:59

makan gas yang tinggi yang berasal dari

11:01

dapur Magma yang cukup dalam contoh

11:04

gunungnya adalah gunung pele di Amerika

11:07

Tengah kemudian tipe letusan berikutnya

11:09

adalah tipe vulkano Magma yang

11:12

dikeluarkan cair kental dengan tekanan

11:14

gas sedang sampai tinggi dan berasal

11:16

dari dapur Magma yang dangkal sampai

11:19

agak dalam contohnya adalah gunung Bromo

11:22

dan gunung etna di Italia selanjutnya

11:26

adalah proses

11:28

seismik seismik atau gempa bumi adalah

11:31

getaran pada permukaan bumi yang

11:33

disebabkan oleh kekuatan dari dalam dan

11:35

umumnya berasosiasi dengan gerakan

11:38

lempeng gempa bumi disebabkan pelepasan

11:41

energi secara tiba-tiba pada litosfer

11:43

semakin besar energi dilepaskan semakin

11:46

kuat gempa yang

11:49

ditimbulkan pusat gempa di dalam bumi

11:51

disebut hiposentrum berawal dari

11:54

hiposentrum getaran gempa diteruskan ke

11:56

segala arah letak hiposentrum ada yang

11:59

sangat dalam dan ada yang dangkal di

12:02

Indonesia sendiri terdapat hiposentrum

12:04

dengan kedalaman lebih dari 500 km yaitu

12:08

hiposentrum di bawah laut Flores dengan

12:11

kedalaman sekitar 720

12:15

KM pusat gempa pada permukaan bumi di

12:18

atas hiposentrum disebut dengan

12:20

episentrum kerusakan terbesar

12:22

diakibatkan oleh gempa yang terdapat di

12:25

sekitar daerah episentrum di Indonesia

12:28

epis kebanyakan terdapat di bawah

12:30

permukaan laut sehingga kerusakan yang

12:32

terjadi di daratan tidak begitu

12:36

besar nah jenis gempa bumi berdasarkan

12:38

penyebabnya dibedakan menjadi empat yang

12:41

pertama ada gempa tektonik yang

12:43

disebabkan oleh adanya kegiatan tektonik

12:45

lempeng gempa ini terjadi di zona batas

12:48

antar lempeng dan patahan gempa ini

12:52

sering mengakibatkan perpindahan tanah

12:54

sehingga gempa ini disebut dengan gempa

12:56

dislokasi bahaya gempa ini besar karena

13:00

dapat terjadi pelipatan dan pergeseran

13:02

tanah gempa ini memiliki kekuatan yang

13:05

sangat besar dan sebarannya meliputi

13:07

daerah yang sangat luas kekuatan gempa

13:10

tektonik dapat mencapai

13:13

skararister kemudian ada gempa vulkanik

13:16

yaitu gempa yang disebabkan oleh

13:17

aktivitas gunung api gempa ini terjadi

13:21

baik sebelum selama atau setelah gunung

13:24

api meletus gempa ini hanya terjadi di

13:26

daerah sekitar gunung api Jika gunung

13:29

api akan meletus maka akan timbul

13:32

tekanan gas dari dalam sumet kawah yang

13:35

menyebabkan terjadinya Getaran yang

13:37

disebut gempa vulkanik dalam banyak

13:39

peristiwa gempa bumi ini mendahului

13:41

terjadinya erupsi atau letusan gunung

13:45

api selanjutnya gempa runtuhan gempa

13:48

runtuhan adalah gempa yang terjadi

13:49

akibat runtuhan batuan biasanya terjadi

13:52

di daerah kapur atau terowongan bawah

13:54

tanah akibat kegiatan penambangan

13:59

pada daerah kapur runtuhan dipengaruhi

14:01

oleh proses

14:03

pelarutan runtuhan yang besar dapat

14:05

mengakibatkan getaran kuat yang bersifat

14:08

lokal selanjutnya adalah gempa tumbukan

14:11

terjadi akibat meteor yang menabrak

14:14

bumi salah satu contohnya adalah meteor

14:17

yang jatuh di Rusia pada tahun

14:19

198 akibatnya adalah terjadi lubang yang

14:22

sangat besar yang menyerupai sebuah

14:26

kawah selanjutnya gelombang seismik atau

14:29

gelombang gempa proses perambatan

14:31

gelombang gempa bumi terjadi melalui

14:34

tiga macam gelombang yang pertama adalah

14:36

gelombang longitudinal yaitu gelombang

14:39

yang merambat dari sumber gempa ke

14:40

segala arah dengan kecepatan 7 sampai

14:43

144 Km per detik gelombang inilah yang

14:47

pertama dicatat oleh seismograb dan yang

14:50

pertama kali dirasakan orang di daerah

14:52

sekitar gempa sehingga dinamakan juga

14:54

dengan gelombang

14:56

primer selanjutnya ada gelombang

14:59

transversal yaitu gelombang yang sejalan

15:02

dengan gelombang primer dengan kecepatan

15:04

4 sampai 7 km/ detik dinamakan juga

15:07

sebagai gelombang sekunder dan yang

15:10

ketiga adalah gelombang panjang atau

15:12

gelombang permukaan yaitu gelombang

15:14

gempa yang merambat di permukaan bumi

15:16

dengan kecepatan 3,5 sampai 3,9 km/

15:21

detik gelombang inilah yang paling

15:23

banyak menimbulkan kerusakan di

15:25

permukaan bumi

15:29

Oke Cukup Sekian dulu untuk video

15:31

pembelajaran kali ini Terima kasih yang

15:32

sudah menyimak sampai jumpa lagi di

15:34

video pembelajaran berikutnya Akhir kata

15:37

asalamualaikum warahmatullahi

15:39

wabarakatuh

15:43

[Musik]

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.