TRANSCRIPTID

R. A KARTINI "DRAMA MUSIKAL" - XI MERDEKA 3 2025

12m 48s1,140 words257 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:02

21 April 1879

0:09

lahir seorang anak perempuan dari

0:13

pasangan Raden Mas Adipati Arosingrat

0:18

dan Mas Ajengrah.

0:22

Anak tersebut diberi nama Raden Ajeng

0:27

Kartini.

0:30

Semasa remaja, Kartini merupakan anak

0:34

yang menginginkan kebebasan

0:37

menentang adat yang berlaku pada saat

0:39

itu untuk mewujudkan kesetaraan hak

0:43

antara pria dan wanita.

0:46

Jadi, ini adalah huruf A. Ayo dibaca A.

0:49

A.

0:51

Selanjutnya ini B.

0:55

Nih, sedang apa kau di sini? Aku sedang

0:58

mengajar, Kang Mas.

0:59

Untuk apa kau mengajar? Tugas wanita

1:02

harus menikah dan juga mengurus rumah.

1:04

Betul,

1:05

biarkan saja para wanita ini mengurus

1:07

tugas mereka di rumah.

1:09

Apa salah jika wanita melakukan hal yang

1:12

kita inginkan? Wanita juga manusia.

1:14

Sudahlah, Kartini. Kau tak perlu

1:16

mengajari mereka. Ayo, sekarang tukang

1:18

Mas balik kepingitanmu.

1:22

Jangan.

1:25

Namun meski semangatnya begitu tinggi,

1:29

Kartini harus melawan berbagai tekanan.

1:33

Tidak hanya dari masyarakat,

1:36

tetapi juga dari orang terdekat.

1:39

Nih, keluar, cepat keluar.

1:43

Ada apa, Bu?

1:44

Nih, sudah saatnya kamu harus dipingit.

1:48

Ibu tidak mau melihat kamu terus

1:50

mengajar dan belajar. persiapkan dirimu

1:53

hingga calon suamimu menjemputmu.

1:56

Mengap, apa salah jika seorang wanita

1:59

belajar? Apa salah jika wanita memiliki

2:03

kedudukan yang sama dengan pria?

2:05

Cukup. Tradisi tetaplah tradisi dan kamu

2:09

tidak boleh melanggar tradisi ini.

2:12

Saya

2:14

akan tetap berpendapat seperti ini, Bu.

2:17

Terserah kamu saja. Hingga tiba saatnya,

2:20

siap atau tidak siap, kamu harus

2:22

melakukan pingitan ini.

2:25

Meskipun tantangannya begitu besar,

2:28

namun semangat Kartini untuk menggapai

2:32

cita-cita tak pernah padamu.

2:35

Dalam perbincangannya dengan Romo dan

2:37

Kartono, Kartini memohon izin

2:40

melanjutkan pendidikan ke Belanda,

2:43

sebuah langkah besar dalam

2:45

perjuangannya.

2:48

Permisi, Romo. Saya ingin meminta izin

2:51

untuk melanjutkan sekolah di Belanda.

2:54

Apakah diperbolehkan,

2:56

Rinil? Apakah kamu sangat menginginkan

2:58

sekolah di Belanda?

3:01

Benar, Romo. Trinil sangat ingin sekolah

3:03

di Belanda dan ingin menggapai cita-cita

3:05

Romo.

3:07

Baiklah, Romo mengizinkanmu.

3:10

[Musik]

3:12

Apakah kamu sudah memirikannya dengan

3:14

baik?

3:15

Sudah, Kang Mas.

3:17

Maaf tuan, saya kurang setuju dengan

3:20

pendapat dijengkartini tentang sekolah

3:22

ke Belanda.

3:23

Kenapa?

3:24

Jika Ibu mendengar beliau akan marah

3:26

Tuan, terserah adik saya saja bagaimana

3:29

nantinya.

3:30

Namun impian tersebut harus terhimpit

3:34

oleh tradisi dan harapan keluarga.

3:37

Ibu tiri memaksanya menikah membuat

3:40

Kartini harus memilih antara cita-cita

3:45

atau patuh pada adat.

3:51

Kamu harus bersyukur nih karena ada

3:53

orang yang mau melamarmu. Apa yang harus

3:56

disyukuri, Bu? Dari seorang laki-laki

3:59

yang sudah memiliki tiga istri. Sudah

4:00

bagus bupati yang melamarmu, bukan

4:03

petani.

4:04

Saya akan tetap menunggu proposal dari

4:07

Belanda.

4:08

Proposalmu belum tentu disetujui.

4:10

Mungkin bisa saja ditolak. Lamaranmu

4:13

harus dijawab dalam waktu 3 hari.

4:16

Saya tidak mau membuat Romo kecewa.

4:18

Mohon maaf, Bung.

4:21

Mohon maaf, Ibu. Izinkan saya berbicara

4:24

kepada adik saya. Kamu bisa meminta

4:27

tolong kepada Romo untuk membatalkan

4:29

proposal itu.

4:31

Saya tidak mau, Kang Mas.

4:33

Sekarang semuanya sudah jelas. Kamu

4:36

hanya memikirkan dirimu sendiri. Egois

4:38

kamu, Kartini.

4:40

Saya tidak mau, Bu.

4:45

Maafkan, Kang Masni.

4:47

Di tengah semua kebingungan dan

4:49

pertentangan itu, ada sosok ibu yang

4:53

tetap mendukung Kartini.

4:56

percakapannya dengan

4:59

menyadari betapa pentingnya pendidikan

5:03

dan

5:04

[Musik]

5:10

panggil aku ibu kita tidak sedang diend

5:15

[Musik]

5:18

ada yang ingin ibu tanyakan ilmu apa

5:21

yang sudah kamu pelajari dari aksara

5:23

Belanda

5:24

kebebasan, Bu.

5:27

Lalu apa yang tidak ada dalam aksara

5:29

Belanda?

5:31

Tidak tahu.

5:33

Kesetiaan manusia ketika dipangku

5:35

hatinya tentram karena keseimbangannya

5:38

terjaga. Sepintar-pintarnya orang

5:41

Belanda untuk menguasai dunia, mereka

5:44

tidak akan mengenal kesetiaan.

5:46

Selama ini ibu menerima dipisahkan oleh

5:51

tembok kehidupan

5:52

dengan anak-anak yang lahir dari rahim

5:55

ibu nih.

5:57

Harapan ibu anak-anak bisa sekolah

6:02

dan derajatnya lebih tinggi dari ibu.

6:06

[Musik]

6:11

Seiring waktu, Kartini mengajukan syarat

6:15

pernikahan.

6:17

Ia ingin pendidikan perempuan dan

6:20

martabat ibunya dihargai.

6:23

Namun, tidak semua bisa menerima langkah

6:27

beraninya.

6:32

Bagaimana? Apa kamu siap menyandang

6:34

gelar Raden Ayu?

6:36

Saya siap untuk menerima pinangan dari

6:38

Kanjeng Adipati Dioyo Adiningrat dari

6:41

Rembang. Tapi saya ingin meminta syarat.

6:43

Apalagi nih?

6:45

Sudah sebutkan saja apa syaratnya.

6:48

Pertama, saya tidak mau membasuh kakinya

6:51

dan tidak mau dibebani oleh berbagai

6:54

perintah sopan santun yang sangat rumit.

6:57

Serta saya mau diperlakukan seperti

6:59

orang biasa saja.

7:01

Yang terakhir.

7:01

Cukup nih. Kamu hanya memikirkan dirimu.

7:05

Ibu tidak akan membiarkan syaratmu

7:07

terpenuhi.

7:13

Kartini benar. Suami saya menikah lagi,

7:16

Bu. Lastri mengerti. Suami Lastri lebih

7:20

mencintai istri mudanya yang lebih

7:22

pintar dan terpelajar. Lastri tidak

7:24

kuat, Bu.

7:27

Kartini benar ni lanjutkan. Mbak Yumu

7:31

ini mendukungmu.

7:35

Yang terakhir saya mengharuskan calon

7:38

suami saya untuk membantu mendirikan

7:40

sekolah untuk perempuan dan orang

7:42

miskin.

7:44

Saya juga ingin Yung tidak tinggal di

7:46

rumah belakang, tapi di rumah depan.

7:49

Serta saya ingin semua putri-putri Romo

7:51

memanggil Yung Sirah dengan sebutan Mas

7:53

Ajeng bukan Yu lagi.

7:57

Cepat dulu syaratmu lalu kirim ke Bupati

8:00

Rembang.

8:01

Mohon maaf Romo. Izinkan saya menulis

8:04

surat ini. Saya anak yang paling tua.

8:06

Sudah jadi bukti saya sebagai kakak

8:09

untuk melindungi adik-adiknya.

8:11

Dan saya akan membantu untuk

8:13

mengantarkan surat itu langsung ke

8:14

Bupati Rembang, Romo. Baiklah. Apa

8:20

benar diajeng yang menulis syarat

8:22

pernikahan itu?

8:24

Benar, Kang Mas. Apabila Kang Mas

8:26

keberatan dengan syarat ini, saya mohon

8:29

supaya Kang Mas tidak memperpanjang

8:31

masalah ini dengan menjadi permusuhan

8:33

antar keluarga.

8:37

Mohon maaf, Romo, saya gelir dengan

8:40

kekhawatiran di Ajeng Kartini. Tapi ini

8:43

wajar karena di Ajeng belum mengenal

8:46

siapa saya. Justru kedatangan saya ke

8:48

sini untuk meluruskan hal penting yang

8:51

tidak bisa dijelaskan dengan surat. Saya

8:55

sangat ingin anak-anak diasuh oleh ibu

8:58

yang berhati kuat dan pintar seperti di

9:00

Ajeng Kartini.

9:02

Aku akan ikut mengawal cita-citamu.

9:05

Bagaimana di Ajeng?

9:10

Pada hari pernikahan mereka, Kartini

9:14

tidak hanya melangkah sebagai seorang

9:16

istri, tapi sebagai simbol perubahan.

9:21

Dengan keyakinan yang teguh, ia berjanji

9:24

untuk terus memperjuangkan hak-hak

9:26

perempuan.

9:28

[Musik]

9:32

Perjalanan panjang ini baru saja

9:35

dimulai.

9:37

Saya izin pamit, Ibu. Nih, mau jadi

9:41

Raden Ayu.

9:43

Iya, Nak. Jaga dirimu baik-baik, ya.

9:47

Ingat pesan-pesan yang Ibu sampaikan.

9:52

Setelah pernikahan dilaksanakan,

9:55

Kartini dan Raden Ageng Joyo Diningrat

9:59

pergi ke sekolah melihat para

10:02

murid-murid yang sedang belajar. di

10:05

sekolah yang sudah Kartini impikan.

10:12

Terima kasih suamiku telah memenuhi

10:14

persyaratan yang aku wajibkan sebelum

10:16

menikah.

10:18

Sama-sama, Dek Kartini.

10:27

[Musik]

10:37

It's a beautiful night. We're looking

10:39

for something dumb to do.

10:43

Hey baby,

10:45

I think I want to marry you.

10:50

Is it the look in your eyes or is it

10:53

this dancing juice?

10:56

Who cares baby? I think I want to marry

11:00

you.

11:03

Well, I know this little chap on the

11:06

full art. We can go home.

11:09

No one will know.

11:13

Oh, come on

11:15

girl.

11:16

Who cares if a trash? Got a pocket full

11:19

of cash we can blow

11:22

shots patrol

11:26

and it's longer.

11:29

Don't say no

11:31

no no no. Just say yeah yeah. And we'll

11:37

go go go go. If you're ready like I'm

11:41

ready cuz it's a beautiful night. We're

11:45

looking for something dumb to do.

11:49

Hey baby,

11:51

I think I want to marry you.

11:56

Is it the look in your eyes or is it

11:59

this dancing juice?

12:03

Who cares, baby? I think I w to marry

12:06

you.

12:14

[Tepuk tangan]

12:24

Well, I know this little chap on the

12:27

full of art. We can go on.

12:30

No one will know.

12:33

[Musik]

12:34

Oh, come on

12:36

girl.

12:37

Who cares if we trash got a pocket full

12:40

of cash? We can blow

12:43

shots patro

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.