TRANSCRIPTID

Mereka yang Berkepentingan di balik Dapur MBG

13m 7s1,577 words301 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

kasus siswa keracunan menu program makan

0:03

gratis

0:06

per Oktober 2025 sudah ada lebih dari

0:09

11.000 anak di Indonesia yang mengalami

0:10

keracunan dari program makan bergizi

0:12

gratis. Padahal program MBG seharusnya

0:15

dibuat agar anak-anak tidak kelaparan

0:17

dan mendapatkan gizi yang cukup. Tapi

0:20

angka keracunan justru malah semakin

0:22

terus naik dan itu menunjukkan satu hal

0:25

penting. Ada kegagalan sistemik dalam

0:27

tata kelola MBG seperti sistemnya tidak

0:30

siap, pengawasannya lemah, dan

0:32

pelaksananya banyak yang tidak kompeten.

0:34

Lebih kacaunya lagi, anggaran untuk MBG

0:37

justru malah ditambah. Di tahun 2025

0:40

saja anggarannya sudah sangat besar,

0:41

yaitu berjumlah R1 triliun yang berasal

0:45

dari APBN. Dan tahun depan di 2026 dana

0:48

tersebut justru ditingkatkan sampai lima

0:50

kali lipat menjadi 335 triliun. Di balik

0:54

carut marutnya MBG ini, kalian penasaran

0:56

enggak sih siapa orang-orang yang

0:58

sebenarnya berada di balik dapur MBG dan

1:00

kenapa bisa program sebesar ini tetap

1:02

dijalankan walau tanpa kesiapan yang

1:04

matang?

1:23

Dengan berbagai masalah dan juga

1:25

carut-marut dari pelaksanaan program MBG

1:27

ini, maka kami melakukan penelusuran

1:29

lebih lanjut untuk menemukan adanya

1:32

indikasi praktik patronase dan juga

1:34

konflik kepentingan yang diduga kuat

1:37

hinggap di dalam yayasan yang menjadi

1:39

penyedia. dari MBG ini kami mengumpulkan

1:42

daftar sebanyak 220 yayasan yang berasal

1:45

dari laman Badan Gizi Nasional dan juga

1:48

dikumpulkan dari pemberitaan media yang

1:50

kemudian 220 yayasan tersebut dicari

1:53

aktenya di portal milik ee Dirjen

1:57

Administrasi Hukum Umum milik

1:59

Kementerian Hukum Republik Indonesia

2:01

hingga datanya mengerucut menjadi 102

2:04

yayasan yang datanya dapat diakses dan

2:07

kemudian diolah lebih lanjut Secara

2:09

sampel data tersebut sudah mewakili

2:12

keseluruhan provinsi yang ada di

2:14

Indonesia yaitu berjumlah 38 provinsi.

2:17

Dan dalam temuan ini afiliasi yang

2:19

dimaksudkan adalah keterubungan dari

2:23

individu-individu di dalam yayasan yang

2:26

namanya tercatat pada akta yayasan yang

2:29

kemudian memiliki keterhubungan dengan

2:31

individu lain maupun institusi lainnya.

2:34

Sebelumnya juga sudah ditemukan hasil

2:36

investigasi dari Tempo yang mengungkap

2:38

bahwa setidaknya ada tujuh yayasan

2:41

penyedia SPPG atau pelaksana mitra MBG

2:44

yang dikelola langsung oleh Prabowo dan

2:46

juga lingkaran terdekatnya. Hasil

2:48

penelusuran kami menunjukkan adanya

2:50

temuan pada sejumlah kategori ini. Di

2:52

antaranya 28 yayasan terafiliasi dengan

2:55

partai politik. Kemudian 18 yayasan

2:58

terafiliasi pebisnis dan swasta. 12

3:01

yayasan terafiliasi dengan birokrasi

3:02

pemerintahan, 9 yayasan terafiliasi

3:05

dengan kelompok relawan dan atau ormas

3:07

pendukung kampanye Pilpres 2024. Tujuh

3:10

yayasan terafiliasi CCEL dan orang dekat

3:13

pejabat. Enam yayasan terafiliasi

3:15

militer. Empat empat yayasan terafiliasi

3:18

dengan mantan penyelenggara negara. Tiga

3:21

yayasan terafiliasi dengan individu yang

3:23

pernah tersangkut dalam kasus korupsi

3:25

dan dua yayasan terafiliasi dengan

3:27

kepolisian dan kejaksaan. Pada kategori

3:29

yang pertama, kita mulai pada afiliasi

3:31

terhadap partai politik. Sebagaimana

3:34

teman-teman bisa lihat bahwa Partai

3:35

Gerindra yang juga dipimpin oleh

3:37

Presiden Prabowo menempati urutan

3:40

pertama sebagai partai yang terafiliasi

3:44

dengan individu paling banyak di Yayasan

3:46

Penyedia MBG. Posisi selanjutnya diikuti

3:49

dengan Partai Keadilan Sejahtera atau

3:51

PKS yang terafiliasi dengan lima yayasan

3:54

dan kemudian ada Partai Amanat Nasional

3:56

atau Partai PAN yang terafiliasi dengan

3:59

politisi yang berada di tiga yayasan.

4:02

Dari 44 politisi yang tadi ditemukan,

4:04

ada empat anggota legislatif yang saat

4:07

ini masih aktif menjabat. Empat orang

4:09

tersebut terbagi dari satu anggota

4:11

legislatif di tingkat nasional dan tiga

4:13

orang anggota legislatif di tingkat

4:14

daerah. Selain empat nama anggota

4:17

legislatif yang masih aktif menjabat,

4:19

ada juga empat nama lainnya yang pernah

4:22

tersangkut dalam kasus korupsi yang

4:24

ternyata merupakan bagian dari Yayasan

4:26

Penyedia MBG. Dengan adanya sejumlah

4:29

nama yang pernah tersangkut dalam kasus

4:30

korupsi ini, maka kita patut

4:32

mempertanyakan apakah proses untuk

4:34

mengecek rekam jejak dan juga

4:36

kualifikasi dari yayasan untuk bisa

4:39

diterima sebagai penyedia SPPG sudah

4:41

dilakukan dengan cukup baik atau belum.

4:44

Pada temuan berikutnya kami menemukan

4:47

adanya jejak keluarga polisi di balik

4:49

dapur MBG yang ditemukan melalui Yayasan

4:53

Kemala Bayangkari. Dari hasil

4:55

penelusuran kami, ada tiga nama petinggi

4:59

di kepolisian yang bisa ditemukan dari

5:01

yayasan ini. Yang pertama adalah

5:04

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang

5:07

merupakan suami dari ketua yayasan ini.

5:10

Kemudian Kapolri Listio Sigit Prabowo

5:13

yang merupakan suami dari pembina

5:15

yayasan ini dan juga penasihat khusus

5:18

untuk reformasi Polri sekaligus mantan

5:21

Kapolri Ahmad Dofri yang merupakan suami

5:23

dari pembina Yayasan Kemala Bayangkari.

5:27

Dengan hubungan kekerabatan berupa suami

5:29

istri tersebut, maka kita bisa melihat

5:32

bahwa yayasan ini mengarah kepada para

5:35

petinggi di kepolisian.

5:37

Temuan kami berikutnya menunjukkan

5:39

hubungan dengan aparat penegak hukum

5:41

lain yaitu kejaksaan. Kami menemukan

5:43

adanya jejak jaksa di balik MBG swasta

5:47

yang mana mengarah ke Yayasan Inklusi

5:49

Pelita Bangsa. Di dalam yayasan ini ada

5:53

dua jaksa yaitu Reda Mantovani dan juga

5:56

Deni Ahmad. Reda merupakan jaksa Agung

5:58

Muda bidang intelijen, sedangkan Deni

6:00

merupakan Kepala Kejaksaan Negeri

6:02

Kabupaten Bogor. Keterkaitan antara

6:05

yayasan ini dengan penyediaan MBG

6:08

dilaksanakan dalam bentuk skema MBG

6:10

swasta. Ketidakjelasan pelaksanaan skema

6:13

MBG swasta ini juga terjadi akibat tidak

6:17

adanya transparansi data dan informasi

6:19

berkaitan dengan tata kelola dan juga

6:21

pelaksanaan program MBG. Dugaan

6:23

keterlibatan aparat penegak hukum dalam

6:25

pelaksanaan MBG justru berbahaya bagi

6:28

proses pengawasan dan juga penegakan

6:29

hukumnya. Bagaimana kemudian apabila di

6:32

ee waktu mendatang ditemukan sejumlah

6:34

permasalahan bisa berupa keracunan

6:37

ataupun juga dugaan kasus korupsi yang

6:40

terjadi di balik pelaksanaan MBG ini.

6:43

Tentu hal ini akan sulit diawasi apabila

6:45

APH-nya justru ikut terlibat dalam

6:48

proses pelaksanaan MBG. Sebenarnya apa

6:50

sih yang dimaksud dengan skema MBG

6:52

swasta? Sayangnya dengan tidak adanya

6:56

suatu peraturan teknis yang menjadi

6:58

landasan dari pelaksanaan MBG menjadikan

7:01

tidak ditemukan satu penjelasan khusus

7:03

yang menjelaskan apa itu skema MBG

7:06

swasta. Tetapi dalam proses wawancara

7:09

yang dilakukan oleh tim ICW dengan

7:11

Kepala BGN yaitu Bapak Dadan Hindayana

7:14

disebutkan bahwa semua pelaksanaan MBG

7:17

yang dilakukan di seluruh Indonesia itu

7:19

pasti berafiliasi dan sudah melewati

7:22

proses koordinasi dan juga verifikasi

7:24

dengan BGN. Dengan demikian disebutkan

7:27

juga tidak ada satupun SPPG yang berada

7:31

di luar dari sistem yang sudah dibentuk

7:34

dan dilaksanakan oleh BGN. Artinya skema

7:37

MBG swasta yang dijalankan oleh yayasan

7:40

ini tidaklah berbeda dengan skema MBG

7:43

yang dijalankan oleh yayasan-yayasan

7:45

lainnya yang menjadi penyedia SPPG dalam

7:48

program MBG ini. Kami juga menemukan

7:51

adanya sejumlah yayasan yang terkait

7:53

dengan individu yang punya latar

7:55

belakang sebagai militer. Sebagaimana

7:58

teman-teman bisa lihat, ada enam yayasan

8:00

yang mana ditemukan punya afiliasi

8:03

dengan militer. Dari enam yayasan

8:05

tersebut, ada sejumlah nama militer

8:08

aktif yang diduga terkait dengan

8:10

pelaksanaan MBG. Selain nama-nama tadi,

8:13

ada juga 19 purnawirawan militer yang

8:18

ada di balik Yayasan Pengelola MBG.

8:22

Temuan berikutnya adalah yayasan yang

8:25

berisikan tim pendukung dalam pemilihan

8:27

presiden. Dalam kategori ini kami

8:30

menemukan ada lima yayasan yang

8:33

terafiliasi dengan individu yang pernah

8:35

menjadi pendukung dari pasangan calon

8:37

Prabowo dan Gibran. Selain itu, ada juga

8:40

dua yayasan lainnya yang terafiliasi

8:42

dengan individu pendukung dari pasangan

8:45

calon Anis Muhaimin dan dua yayasan juga

8:48

yang terafiliasi dengan individu

8:50

pendukung dari Joko Widodo. bentuk

8:53

afiliasi tersebut bisa berupa

8:56

keikutsertaan ataupun jabatan struktural

8:58

individu di dalam yayasan pada

9:01

organisasi masyarakat maupun kelompok

9:03

relawan lainnya yang pernah menjadi

9:05

bagian dari tim pemenangan dari para

9:07

pasangan calon tersebut. Selanjutnya,

9:09

Teman-teman, pada kategori berikutnya

9:11

kami menemukan adanya sejumlah yayasan

9:14

yang terafiliasi dengan individu yang

9:17

memiliki jabatan di birokrasi

9:20

pemerintahan. Ada 12 yayasan yang kami

9:23

temukan dan dua di antaranya merupakan

9:25

Badan Gizi Nasional yang merupakan atau

9:29

yang mendapatkan mandat untuk melakukan

9:32

e penyelenggaraan dari program MBG ini.

9:35

12 yayasan tersebut terbagi di tingkat

9:37

pusat dan juga daerah. Ada lima yayasan

9:40

yang afiliasinya terhadap institusi di

9:42

tingkat pusat dan juga tujuh yayasan

9:44

lainnya yang terafiliasi dengan

9:47

institusi di tingkat daerah. Pada

9:50

yayasan yang terafiliasi di tingkat

9:52

pusat yang jumlahnya ada lima, dua

9:55

yayasan di antaranya terafiliasi

9:56

langsung dengan tenaga ahli dan juga tim

9:59

teknis dari Badan Gizi Nasional.

10:01

Teman-teman bayangkan Badan Gizi

10:03

Nasional itu adalah badan yang

10:04

mendapatkan mandat untuk bisa melakukan

10:07

penyelenggaraan dari pemenuhan gizi

10:09

nasional. Di dalamnya ia juga

10:12

dimandatkan untuk bisa melakukan upaya

10:14

pemantauan dan juga pengawasan terhadap

10:16

pelaksanaan pemenuhan gizi nasional.

10:18

Ketika justru orang-orang yang

10:20

terafiliasi dengan BGN malah ikut

10:23

menyediakan MBG, bagaimana proses

10:25

pengawasan tersebut bisa dilakukan

10:27

dengan baik?

10:31

Teman-teman bisa lihat di layar ada

10:33

tujuh yayasan yang punya afiliasi dengan

10:36

e institusi di tingkat daerah. Dari

10:38

tujuh yayasan di tingkat daerah, ada dua

10:40

yayasan yang mana individu di dalamnya

10:43

punya keterkaitan dengan jabatan sebagai

10:46

mantan penjabat di tingkat daerah. Ada

10:48

Yayasan Pendidikan Islam atau YAPIS di

10:51

tanah Papua yang mana Muhammad Musa'ad

10:54

sebagai ketuanya itu merupakan mantan

10:56

pejabat gubernur Papua pegunungan.

10:59

Kemudian ada Yayasan Lazardi Kendari

11:02

yang didirikan oleh Zayad Kaimudin yang

11:05

di mana dia pernah menjabat sebagai

11:08

pejabat bupati Muna. Temuan lainnya kami

11:13

menemukan ada 18 yayasan yang mana

11:16

individu di dalamnya memiliki afiliasi

11:19

dengan sektor bisnis ataupun swasta.

11:23

Kemudian ada juga tujuh Yayasan Mitra

11:26

MBG yang terafiliasi dengan

11:28

penyelenggara negara dan mantan

11:31

penyelenggara negara alias orang dekat

11:33

pejabat.

11:36

Kenapa semua temuan ini berbahaya?

11:38

Karena dari apa yang tadi kita lihat

11:40

bersama ini mengindikasikan bahwa

11:43

program MBG itu syarat akan praktik

11:47

patronase yang dijalankan oleh rezim

11:49

Prabowo dan juga Gibran. Pelaksanaan

11:52

program MBG sangat mungkin untuk

11:54

dijadikan wadah bancakan dan sarana

11:58

untuk mencari keuntungan bagi orang

12:00

terdekat dan orang-orang yang berada di

12:02

lingkaran ee pemerintahan saat ini. Bila

12:04

demikian maka bukan penerima MBG yang

12:07

pada akhirnya diuntungkan, tapi justru

12:09

kelompok-kelompok yang dengan sengaja

12:11

terlibat agar bisa mendapatkan

12:13

keuntungan dari pelaksanaan proyek ini.

12:16

MBG sudah dijadikan sebagai sarana yang

12:19

mengakomodir politik patronase atau

12:21

politik balas budi yang dikelola dan

12:23

dijalankan oleh rezim Prabowo Gibran.

12:26

Hal ini bisa terjadi sebagai bentuk

12:29

balas budi atas dukungan elektoral yang

12:31

sempat diterima pada pemilihan presiden

12:33

lalu, maupun juga sebagai bagian untuk

12:36

mengakomodir, mengamankan, dan menjaga

12:39

loyalitas dari para jejaringnya agar

12:41

bisa memberikan dukungan elektoral pada

12:43

kontestasi mendatang. Jika hal yang

12:45

demikian yang terjadi, maka penerima

12:48

manfaat dari program ini yaitu siswa dan

12:52

juga ibu hamil dan juga Ibu menyusui

12:54

tidak akan bisa sepenuhnya mendapatkan

12:56

manfaat dari program MBG. yang

12:58

mendapatkan manfaat dan keuntungan

13:00

justru elit yang berada di lingkaran

13:03

pemerintah dan rezim saat ini.

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.