Perang Aceh - Perang Terlama yang Dialami Belanda Selama di Nusantara!
FULL TRANSCRIPT
di
Aceh apa yang pertama kali kamu pikirkan
saat mendengar kata tersebut
buat masyarakat pada umumnya mungkin
langsung ingat syariat Islam untuk
kalangan militer dan pemerintah mungkin
akan ingat mengenai game tapi bagi
mereka yang suka belajar sejarah mungkin
mengingatnya sebagai salah satu reh
Indonesia yang berperang paling lama
dengan Belanda
narasi yang sering sekali diingat dalam
sejarah adalah Indonesia dijajah oleh
Belanda selama 350 tahun padahal tim
tersebut keliru karena faktanya banyak
pula yah di Indonesia yang tidak bisa
dengan mudah ditaklukan oleh Belanda
mulai Aceh ini adalah salah satunya
baru setelah konflik panjang yang
mengakibatkan banyaknya korban jiwa di
kedua pihak Belanda berhasil menguasai
Aceh di awal abad ke-20 hal ini
membuktikan bahwa Aceh sebenarnya adalah
wilayah nusantara yang masih tidak lama
beranda ah puasan Belanda
perlawanan rakyat Aceh yang terabadikan
dalam Perang Aceh merupakan suatu
perlawanan yang panjang dan berdarah
bahkan perang kali ini sering kali
dijuluki sebagai perang terpanjang yang
dialami oleh Belanda
hidup lebih lama dari Perang Diponegoro
di Pulau Jawa
lalu sebenarnya apakah penyebab
terjadinya perang ini bagaimana perang
ini bisa menjadi perang terpanjang
Belanda Siapakah tokoh-tokoh yang
terlibat dan apakah pengaruhnya bagi
pemerintah kolonial Belanda maupun
sejarah Indonesia di kemudian hari
Hai
di abad ke-19 Sultan Aceh sama sekali
dia terusik oleh kolonialisme padahal
Wilayah lain sudah menjadi bagian dari
koloni negara-negara Eropa yang sangat
berpengaruh seperti Belanda Perancis
Portugis atau Inggris
kebebasan Aceh ini dikarenakan
kesultanan Aceh menjalin perjanjian
dengan Inggris
perjanjian persahabatan antara Inggris
dan Aceh ini terjadi pada 1819
sertom Stamford Raffles adalah salah
satu tokoh utama dibalik rancangan
perjanjian dua
kerajaan-kerajaan Inggris memberikan
dukungannya terhadap Sultan Alauddin
Jahwa Alamsyah dalam mempertahankan
kekuasaannya
Hai sebagai imbalan Aceh memberikan hak
bagi kapal-kapal Inggris untuk melakukan
perdagangan di seluruh Pelabuhan Aceh
Selain itu Aceh juga berjanji untuk
tidak melakukan perundingan dan
perjanjian dengan negara lain tanpa
sepengetahuan dan persetujuan Inggris
pada 1816 Inggris menyerahkan kepulauan
nusantara kepada Belanda pada 1824
Inggris dan Belanda menurut tangani
sebuah kesepakatan bernama traktat
London
dalam kesempatan ini Inggris mendapat
Semenanjung Malaya sedangkan Belanda
bisa dengan bebas memperluas wilayahnya
di Sumatera
dalam kesepakatan ini Inggris tidak
dibatasi untuk melakukan perdagangan di
Sumatera namun Belanda melakukan
tindakan yang membuat Inggris berang
serta khawatir bahwa Belanda akan
melakukan ekspansi ke wilayah Aceh serta
nantinya akan menggunakan Aceh sebagai
akses untuk menutup Selat Malaka yang
sangat strategis
Hai
Yunus mendesak Belanda untuk tetap
menghormati kedaulatan Aceh sebagai
wilayah yang merdeka poin ini juga
terdapat dalam traktat London yang
menyebutkan bahwa baik Inggris maupun
Belanda harus menghormati kedaulatan
Aceh
namun Belanda memiliki sebuah Ambisi
untuk menguasai seluruh wilayah
nusantara termasuk juga Aceh di dalamnya
selain karena faktor ekonomi dimana Aceh
kaya akan hasil bumi seperti merica
terdapat juga faktor politis yang
membuat Belanda ingin menguasai Aceh
Aceh dianggap sebagai hambatan utama
Belanda dalam memperluas wilayahnya di
pesisir timur dan selatan Sumatera
karena oleh ini menjadi kawasan ekonomi
baru seperti Perkebunan karet dan
industri vital seperti pengolahan minyak
bagi Belanda
di Aceh yang kaya akan merica menjadi
pemasok setengah dari kebutuhan merica
dunia membuat Aceh menjadi salah satu
kekuatan politik dan perdagangan
regional
pemerintahan Sultan Alaudin Ibrahim
mansyursyah yang berkuasa di tahun 1838
hingga 1870 menetapkan kontrolnya atas
para raja merica lokal serta memperluas
wilayah Aceh atas wilayah pantai Timur
Sumatera
Hai bentrokan Aceh dan Belanda terjadi
pertama kali di tahun 1829 saat itu
Belanda menyerang Barus yang merupakan
wilayah dibawah pengaruh Aceh bentrokan
pun tidak dapat dihindarkan dan Aceh
melakukan serangan balasan pada Belanda
dengan menyerang pos Belanda di plafon
cat sekitar Teluk Tapanuli
Hai pada 1836 Aceh kembali menyerang dan
membakar kapal milik Banda biar
telanjang respon dengan memperkuat
kedudukannya di simple dengan membangun
tiga benteng di sungai Mekong tak Barus
dalam bentrokan ini Belanda sukses
mengalahkan Aceh
pada tahun 1857 Mayor Jenderal Jan Van
swieten yang merupakan program Belanda
dan Sultan Ibrahim mansursyah yang
merupakan perwakilan Aceh menyepakati
sebuah perjanjian perdamaian dan
persahabatan
dalam perjanjian ini kedua belah pihak
berjanji untuk menyelesaikan Semua
pertikaian dengan damai namun meskipun
perjanjian tersebut sudah disepakati
oleh kedua belah pihak pihak Belanda
terus-menerus berusaha untuk menginvasi
wilayah Aceh
ia tak hanya itu mereka juga
mempengaruhi wilayah-wilayah yang berada
dibawah kekuasaan Aceh seperti Tamiang
Langkat Deli dan batubara di Sumatera
Timur untuk tidak lagi membayar upeti
kepada kesultanan Aceh
akibat hasutan Belanda rakyat Deli
Langkat dan batubara malah mengibarkan
bendera Belanda pada 1853 kapal-kapal
perang Aceh melakukan serangan ke deli
dan angkat yang kemudian didukung oleh
sedang dan Asahan
Hai intimidasi yang dilakukan Aceh
terhadap Dewi dan mengangkat
menghasilkan sebuah insiden tewasnya
beberapa orang Cina dari Vena yang
dibunuh di Tamiang oleh tentara dari
kapal berbendera Aceh Belanda pun
melancarkan sebuah ekspedisi militer di
tahun 1865 yang memaksa Asahan dan
sedang untuk menghukum pelaku pembunuhan
bendera Aceh kemudian diturunkan dari
Tamiang Belanda menempatkan Tamiang
dibawah Kerajaan Siak yang pro kepada
Belanda di tahun 1858 kerajaan siap
menyerahkan wilayah Deli Asahan dan
sedang pada Belanda melalui perjanjian
Siak
Hai sekalipun banyak kerajaan di
Sumatera yang sudah berada di bawah
kekuasaan Belanda namun Aceh yang
merdeka tetap dianggap sebagai batu
sandungan bagi Belanda yang berambisi
untuk menguasai seluruh nusantara dalam
satu kesatuan di bawah kekuasaan Belanda
apabila Aceh berhasil dikuasai oleh
Belanda maka bukan hanya prestasi
kolonial Belanda di wilayah Hindia Timur
bisa dikatakan sempurna tapi juga
peluang ekonomi dan perdagangan yang
sudah menanti untuk dipanen oleh Belanda
setelah Terusan Suez dibuka nilai
strategis Aceh semakin meningkat karena
itu Belanda khawatir jika kerajaan di
ujung Sumatera ini jatuh ke tangan
negara kolonial
Hai Belanda lalu mengambil kebijakan
untuk menancapkan pengaruhnya di wilayah
Aceh
Hai untuk memperlancar rencananya satu
halangan yang harus dilewati adalah
kerajaan Inggris untuk itu Belanda
membujuk Inggris untuk mendatangani
traktat Sumatera pada tahun 1871
traktat ini mengakhiri kekuasaan Inggris
atas Sumatera dan memberikannya kepada
Belanda Namun sebagai gantinya Inggris
mendapatkan pantai-mas di Afrika barat
Aceh tentu saja khawatir dengan
ditetapkannya traktat Sumatera ini
karena itu sebagai cara untuk
mempertahankan kemerdekaannya Aceh
berusaha menjalin hubungan diplomatik
dengan beberapa negara-negara baru
seperti Turki kita lihat hingga Amerika
Serikat
Hai namun pemerintah Hindia Belanda
justru menggunakan berbagai cara dan
alasan untuk membuat upaya hubungan
diplomatik yang dijalin kesultanan Aceh
di level internasional ini menjadi
enggak berhasil
Hai inilah bentuk kesiapan Belanda
sebelum melakukan penyerangan kepada
Aceh
Hai halus Belanda yang pertama terjadi
pada 26 Mar 1873 dengan pasukan Belanda
tidak langsung melakukan serangan karena
masih menghimpun pasukannya
Hai setelah itu Aceh juga bersiap
menghadapi Perang yang sudah sangat
dekat
26 April 1873 salah seorang Perwira
Belanda Jendral Jack Cover pemimpin
pasukan Belanda dan berlabuh di pantai
ceureumen Aceh Barat
F1 Racing yang dipimpin oleh Panglima
Polim dan Sultan mahmudsyah mulai
menggempur pasukan Belanda menggunakan
Riam akibat saat ini pasukan Belanda
yang terkenal jago melawan
pasukan-pasukan lokal malah lari
kocar-kacir dan akhirnya mundur
Aceh berhasil mempertahankan
kedaulatannya dari serangan Belanda yang
pertama Belanda kemudian mundur sembari
kembali membangun waktunya lagi
Belanda yang tidak terima mulai
memperbesar kekuatannya dan melakukan
serangan kembali kali ini pasukan
Belanda dipimpin oleh seorang Perwira
Jan Van swieten
dan aktivasi ini pasukannya berhasil
membakar Masjid Raya Baiturrahman dan
menduduki Keraton Sultan
Hai namun pendudukan Keraton ini
disebabkan karena seluruh pejuang Aceh
sudah meninggalkan Keraton dan pergi
hutan guna melakukan perang gerilya
taktik perang gerilya digunakan karena
acheh telah kekuatan dari Belanda
Terlebih jika menghadapi Belanda di
pertempuran terbuka
jatuhnya Masjid Raya Baiturrahman dan
Keraton Sultan membuat Belanda menjadi
jumawa mereka berani menyatakan bahwa
Aceh telah ditaklukkan dan telah menjadi
wilayah kekuasaan mereka
Hai hal tersebut tidak diambil pusing
oleh pasukan Aceh yang terdiri dari
uleebalang rakyat dan kaum ulama mereka
tetap menyusun strategi dan terus
menerus melancarkan serangan
Hai bangun 1884 Sultan Alauddin Muhammad
daudsyah dinobatkan sebagai Sultan Aceh
penobatan ini membawa babak baru dalam
Perang Aceh dalam babak ini motivasi
rakyat Aceh untuk memerangi Belanda
tidak hanya didasarkan pada teritorial
saja namun faktor agama juga menjadi
salah satu alasan besar dalam memerangi
Belanda
Aceh sebagai basis agama Islam yang kuat
di Indonesia tidak akan pernah mengakui
Belanda sebagai pemimpin mereka karena
Belanda tidaklah beragama Islam Hal
inilah yang mengobarkan semangat perang
Suci membela agama dan tanah air melawan
kezaliman hubungi perang atas dasar
agama ini kemudian dikenal dengan nama
Perang Sabil
para pemimpin pasukan Aceh seperti
Panglima Polim tunggu Cik Ditiro adalah
tokoh-tokohnya mengobarkan perang dengan
landasan membela agama akibatnya
orang rakyat Aceh untuk memerangi
Belanda semakin besar hari demi hari
The Floor and pun semakin meluas di
bagian Barat terdapat tuh Umar yang
berjuang dengan sangat gini dengan
perlawanan yang semakin meluas Banda pun
semakin kewalahan dalam menghadapi
seperti gerilya sehingga memutuskan
untuk menerapkan sebuah strategi yang
memusatkan pasukannya di sebuah wilayah
namun strategi ini tidak cukup berhasil
untuk menumpas gerakan gerilya pasukan
Aceh Belanda pun mulai memikirkan dan
mencari cara lainnya hingga akhirnya
mereka memutuskan untuk menggunakan
strategi baru strategi Seperti apakah
yang direncanakan Belanda
Hai Belanda malah mengutus seorang ahli
orientalis yang bernama Snouck Hurgronje
blog Hurgronje yang sudah lama
mempelajari Islam bahkan masuk Islam dan
mengganti namanya menjadi Abdul Gaffar
mulai masuk dan berbaur dengan menyamar
ditengah-tengah masyarakat Aceh Hal ini
bertujuan untuk memahami kebudayaan dan
keseharian masyarakat Aceh Sehingga
nantinya Belanda bisa menganalisis dan
mencari cara terbaik untuk mengalahkan
mereka
melalui penyamaran dan penelitiannya
snock berkesimpulan bahwa semangat
rakyat Aceh untuk terus melakukan
perlawanan terhadap Belanda berasal dari
perancangan ulama bukannya dari para
penguasa atau para kelompok bangsawan
Aku males Nok Belanda berhasil memecah
belah pasukan Aceh dari dalam sehingga
melemahkan kekuatan pasrah Aceh Hai
Belanda juga membentuk korps
marechaussee sebuah korps yang terdiri
dari orang-orang Indonesia atau londo
Ireng yang berada dibawah pimpinan opsir
opsir Belanda
pasukan ini pada akhirnya berhasil
mematahkan serangan dari pasukan kuliah
di saat yang sama masyarakat Aceh sedang
dalam keadaan berduka setelah mereka
kehilangan Tofu Cik Ditiro
pemimpin Aceh lainnya yang bernama Teuku
Umar malah memutuskan menyerah dan pergi
menggabung dengan pasukan kolonial
Belanda
menurut sumber-sumber nasional hal
tersebut dilakukan tunggu Mar guna
mengetahui strategi perang pasukan
Belanda sekaligus mendapatkan senjata
milik maskapai Belanda sedangkan menurut
Belanda Itu semua hanya karena ia
tergiur uang dan kekuasaan
nah kira-kira Mana nih yang bener
beberapa waktu setelahnya tuh Umar
memang kembali bergabung dengan pasukan
Aceh namun ia gugur dalam pertempuran
tanggal 11 Februari
1899
Belanda begitu murka dengan hal ini
sampai-sampai mereka membuat lagu
penghianatan situ Umar yang sering
dinyanyikan oleh knil
perjuangannya pun kemudian Diteruskan
oleh istrinya Cut Nyak Dien bersama
dengan Pocut Baren
hai hai
di tahun 1903 Sultan Alauddin Muhammad
daudsyah dan Panglima Polim menyerah
kepada Belanda
banyak kehilangan pemimpin semangat
pasukan Aceh mulai menurun
Hai sementara itu Cut Nyak Dien masih
melakukan perlawanan dan terus keluar
masuk hutan di tengah kondisi tubuh yang
rentan bahkan penglihatannya sudah mulai
kabur para pengikutnya pun melewati
sampai-sampai salah satu pengikut
setianya memutuskan menemui Belanda agar
menangkap cutnyakdin dengan harapan bisa
mengakhiri pertempuran dan Cut Nyak Dien
bisa mendapatkan perawatan
Hai tahun 1905 cutnyakdin berhasil
ditangkap dan selama sisa hidupnya ia
berusaha menjalani hidup dalam
pengasingan di Sumedang hingga akhirnya
wafat di tahun 1908
demikianlah berakhir Kisah perlawanan
dari rakyat Aceh
kemenangan ini sekaligus menjadi Jalan
bagi Belanda untuk menancapkan
kekuasaannya di wilayah Aceh ngerti
begitu perlawanan rakyat Aceh terhadap
Belanda terus berjalan walaupun dalam
skala kecil hingga invasi pasukan Jepang
sementara yang langsung mengusir Belanda
Nah apakah pelajaran berharga yang bisa
kamu ambil dari kasus sejarah perang
Aceh Jika kamu yang menjadi pemimpin
Aceh saat itu hal apakah yang akan kamu
lakukan untuk dapat mempertahankan
wilayah Aceh dari invasi Belanda coba
bagikan strategimu di kolom komentar
Hai Terima kasih sudah menonton dan
belajar sejarah bersama Inspector
dengan ragu untuk berikan komentar like
dan bagikan bila kamu merasa konten ini
bermanfaat
hai hai
hai hai
[Musik]
hai hai
[Musik]
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.