TRANSCRIPTID

Perang Aceh - Perang Terlama yang Dialami Belanda Selama di Nusantara!

17m 2s1,926 words409 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

di

0:01

Aceh apa yang pertama kali kamu pikirkan

0:04

saat mendengar kata tersebut

0:06

buat masyarakat pada umumnya mungkin

0:09

langsung ingat syariat Islam untuk

0:11

kalangan militer dan pemerintah mungkin

0:13

akan ingat mengenai game tapi bagi

0:16

mereka yang suka belajar sejarah mungkin

0:18

mengingatnya sebagai salah satu reh

0:20

Indonesia yang berperang paling lama

0:22

dengan Belanda

0:24

narasi yang sering sekali diingat dalam

0:26

sejarah adalah Indonesia dijajah oleh

0:29

Belanda selama 350 tahun padahal tim

0:33

tersebut keliru karena faktanya banyak

0:35

pula yah di Indonesia yang tidak bisa

0:38

dengan mudah ditaklukan oleh Belanda

0:40

mulai Aceh ini adalah salah satunya

0:43

baru setelah konflik panjang yang

0:46

mengakibatkan banyaknya korban jiwa di

0:48

kedua pihak Belanda berhasil menguasai

0:50

Aceh di awal abad ke-20 hal ini

0:53

membuktikan bahwa Aceh sebenarnya adalah

0:56

wilayah nusantara yang masih tidak lama

0:59

beranda ah puasan Belanda

1:01

perlawanan rakyat Aceh yang terabadikan

1:04

dalam Perang Aceh merupakan suatu

1:07

perlawanan yang panjang dan berdarah

1:09

bahkan perang kali ini sering kali

1:12

dijuluki sebagai perang terpanjang yang

1:14

dialami oleh Belanda

1:16

hidup lebih lama dari Perang Diponegoro

1:19

di Pulau Jawa

1:20

lalu sebenarnya apakah penyebab

1:23

terjadinya perang ini bagaimana perang

1:26

ini bisa menjadi perang terpanjang

1:27

Belanda Siapakah tokoh-tokoh yang

1:30

terlibat dan apakah pengaruhnya bagi

1:32

pemerintah kolonial Belanda maupun

1:34

sejarah Indonesia di kemudian hari

1:38

Hai

1:40

di abad ke-19 Sultan Aceh sama sekali

1:44

dia terusik oleh kolonialisme padahal

1:46

Wilayah lain sudah menjadi bagian dari

1:49

koloni negara-negara Eropa yang sangat

1:51

berpengaruh seperti Belanda Perancis

1:53

Portugis atau Inggris

1:56

kebebasan Aceh ini dikarenakan

1:58

kesultanan Aceh menjalin perjanjian

2:00

dengan Inggris

2:02

perjanjian persahabatan antara Inggris

2:04

dan Aceh ini terjadi pada 1819

2:08

sertom Stamford Raffles adalah salah

2:11

satu tokoh utama dibalik rancangan

2:13

perjanjian dua

2:15

kerajaan-kerajaan Inggris memberikan

2:17

dukungannya terhadap Sultan Alauddin

2:19

Jahwa Alamsyah dalam mempertahankan

2:21

kekuasaannya

2:23

Hai sebagai imbalan Aceh memberikan hak

2:26

bagi kapal-kapal Inggris untuk melakukan

2:28

perdagangan di seluruh Pelabuhan Aceh

2:30

Selain itu Aceh juga berjanji untuk

2:33

tidak melakukan perundingan dan

2:35

perjanjian dengan negara lain tanpa

2:37

sepengetahuan dan persetujuan Inggris

2:40

pada 1816 Inggris menyerahkan kepulauan

2:44

nusantara kepada Belanda pada 1824

2:47

Inggris dan Belanda menurut tangani

2:50

sebuah kesepakatan bernama traktat

2:52

London

2:53

dalam kesempatan ini Inggris mendapat

2:56

Semenanjung Malaya sedangkan Belanda

2:58

bisa dengan bebas memperluas wilayahnya

3:01

di Sumatera

3:02

dalam kesepakatan ini Inggris tidak

3:05

dibatasi untuk melakukan perdagangan di

3:07

Sumatera namun Belanda melakukan

3:10

tindakan yang membuat Inggris berang

3:12

serta khawatir bahwa Belanda akan

3:14

melakukan ekspansi ke wilayah Aceh serta

3:17

nantinya akan menggunakan Aceh sebagai

3:19

akses untuk menutup Selat Malaka yang

3:22

sangat strategis

3:23

Hai

3:23

Yunus mendesak Belanda untuk tetap

3:26

menghormati kedaulatan Aceh sebagai

3:28

wilayah yang merdeka poin ini juga

3:32

terdapat dalam traktat London yang

3:34

menyebutkan bahwa baik Inggris maupun

3:35

Belanda harus menghormati kedaulatan

3:38

Aceh

3:39

namun Belanda memiliki sebuah Ambisi

3:41

untuk menguasai seluruh wilayah

3:43

nusantara termasuk juga Aceh di dalamnya

3:46

selain karena faktor ekonomi dimana Aceh

3:50

kaya akan hasil bumi seperti merica

3:52

terdapat juga faktor politis yang

3:54

membuat Belanda ingin menguasai Aceh

3:57

Aceh dianggap sebagai hambatan utama

3:59

Belanda dalam memperluas wilayahnya di

4:02

pesisir timur dan selatan Sumatera

4:04

karena oleh ini menjadi kawasan ekonomi

4:07

baru seperti Perkebunan karet dan

4:10

industri vital seperti pengolahan minyak

4:12

bagi Belanda

4:14

di Aceh yang kaya akan merica menjadi

4:17

pemasok setengah dari kebutuhan merica

4:19

dunia membuat Aceh menjadi salah satu

4:22

kekuatan politik dan perdagangan

4:24

regional

4:25

pemerintahan Sultan Alaudin Ibrahim

4:27

mansyursyah yang berkuasa di tahun 1838

4:31

hingga 1870 menetapkan kontrolnya atas

4:34

para raja merica lokal serta memperluas

4:37

wilayah Aceh atas wilayah pantai Timur

4:39

Sumatera

4:44

Hai bentrokan Aceh dan Belanda terjadi

4:46

pertama kali di tahun 1829 saat itu

4:50

Belanda menyerang Barus yang merupakan

4:53

wilayah dibawah pengaruh Aceh bentrokan

4:56

pun tidak dapat dihindarkan dan Aceh

4:58

melakukan serangan balasan pada Belanda

5:00

dengan menyerang pos Belanda di plafon

5:03

cat sekitar Teluk Tapanuli

5:06

Hai pada 1836 Aceh kembali menyerang dan

5:10

membakar kapal milik Banda biar

5:12

telanjang respon dengan memperkuat

5:14

kedudukannya di simple dengan membangun

5:17

tiga benteng di sungai Mekong tak Barus

5:19

dalam bentrokan ini Belanda sukses

5:22

mengalahkan Aceh

5:24

pada tahun 1857 Mayor Jenderal Jan Van

5:28

swieten yang merupakan program Belanda

5:31

dan Sultan Ibrahim mansursyah yang

5:33

merupakan perwakilan Aceh menyepakati

5:36

sebuah perjanjian perdamaian dan

5:38

persahabatan

5:39

dalam perjanjian ini kedua belah pihak

5:42

berjanji untuk menyelesaikan Semua

5:44

pertikaian dengan damai namun meskipun

5:48

perjanjian tersebut sudah disepakati

5:49

oleh kedua belah pihak pihak Belanda

5:51

terus-menerus berusaha untuk menginvasi

5:53

wilayah Aceh

5:55

ia tak hanya itu mereka juga

5:57

mempengaruhi wilayah-wilayah yang berada

5:59

dibawah kekuasaan Aceh seperti Tamiang

6:02

Langkat Deli dan batubara di Sumatera

6:05

Timur untuk tidak lagi membayar upeti

6:07

kepada kesultanan Aceh

6:09

akibat hasutan Belanda rakyat Deli

6:12

Langkat dan batubara malah mengibarkan

6:15

bendera Belanda pada 1853 kapal-kapal

6:19

perang Aceh melakukan serangan ke deli

6:21

dan angkat yang kemudian didukung oleh

6:24

sedang dan Asahan

6:26

Hai intimidasi yang dilakukan Aceh

6:28

terhadap Dewi dan mengangkat

6:29

menghasilkan sebuah insiden tewasnya

6:31

beberapa orang Cina dari Vena yang

6:33

dibunuh di Tamiang oleh tentara dari

6:36

kapal berbendera Aceh Belanda pun

6:39

melancarkan sebuah ekspedisi militer di

6:41

tahun 1865 yang memaksa Asahan dan

6:44

sedang untuk menghukum pelaku pembunuhan

6:47

bendera Aceh kemudian diturunkan dari

6:50

Tamiang Belanda menempatkan Tamiang

6:52

dibawah Kerajaan Siak yang pro kepada

6:55

Belanda di tahun 1858 kerajaan siap

6:59

menyerahkan wilayah Deli Asahan dan

7:02

sedang pada Belanda melalui perjanjian

7:05

Siak

7:06

Hai sekalipun banyak kerajaan di

7:07

Sumatera yang sudah berada di bawah

7:09

kekuasaan Belanda namun Aceh yang

7:11

merdeka tetap dianggap sebagai batu

7:13

sandungan bagi Belanda yang berambisi

7:15

untuk menguasai seluruh nusantara dalam

7:18

satu kesatuan di bawah kekuasaan Belanda

7:21

apabila Aceh berhasil dikuasai oleh

7:24

Belanda maka bukan hanya prestasi

7:26

kolonial Belanda di wilayah Hindia Timur

7:27

bisa dikatakan sempurna tapi juga

7:30

peluang ekonomi dan perdagangan yang

7:32

sudah menanti untuk dipanen oleh Belanda

7:36

setelah Terusan Suez dibuka nilai

7:39

strategis Aceh semakin meningkat karena

7:41

itu Belanda khawatir jika kerajaan di

7:44

ujung Sumatera ini jatuh ke tangan

7:46

negara kolonial

7:48

Hai Belanda lalu mengambil kebijakan

7:50

untuk menancapkan pengaruhnya di wilayah

7:52

Aceh

7:53

Hai untuk memperlancar rencananya satu

7:56

halangan yang harus dilewati adalah

7:58

kerajaan Inggris untuk itu Belanda

8:01

membujuk Inggris untuk mendatangani

8:03

traktat Sumatera pada tahun 1871

8:07

traktat ini mengakhiri kekuasaan Inggris

8:10

atas Sumatera dan memberikannya kepada

8:12

Belanda Namun sebagai gantinya Inggris

8:15

mendapatkan pantai-mas di Afrika barat

8:18

Aceh tentu saja khawatir dengan

8:20

ditetapkannya traktat Sumatera ini

8:22

karena itu sebagai cara untuk

8:25

mempertahankan kemerdekaannya Aceh

8:27

berusaha menjalin hubungan diplomatik

8:28

dengan beberapa negara-negara baru

8:31

seperti Turki kita lihat hingga Amerika

8:34

Serikat

8:35

Hai namun pemerintah Hindia Belanda

8:37

justru menggunakan berbagai cara dan

8:39

alasan untuk membuat upaya hubungan

8:41

diplomatik yang dijalin kesultanan Aceh

8:43

di level internasional ini menjadi

8:45

enggak berhasil

8:47

Hai inilah bentuk kesiapan Belanda

8:49

sebelum melakukan penyerangan kepada

8:51

Aceh

8:55

Hai halus Belanda yang pertama terjadi

8:58

pada 26 Mar 1873 dengan pasukan Belanda

9:02

tidak langsung melakukan serangan karena

9:04

masih menghimpun pasukannya

9:07

Hai setelah itu Aceh juga bersiap

9:09

menghadapi Perang yang sudah sangat

9:11

dekat

9:12

26 April 1873 salah seorang Perwira

9:16

Belanda Jendral Jack Cover pemimpin

9:19

pasukan Belanda dan berlabuh di pantai

9:21

ceureumen Aceh Barat

9:24

F1 Racing yang dipimpin oleh Panglima

9:26

Polim dan Sultan mahmudsyah mulai

9:29

menggempur pasukan Belanda menggunakan

9:30

Riam akibat saat ini pasukan Belanda

9:34

yang terkenal jago melawan

9:35

pasukan-pasukan lokal malah lari

9:37

kocar-kacir dan akhirnya mundur

9:39

Aceh berhasil mempertahankan

9:41

kedaulatannya dari serangan Belanda yang

9:43

pertama Belanda kemudian mundur sembari

9:47

kembali membangun waktunya lagi

9:49

Belanda yang tidak terima mulai

9:51

memperbesar kekuatannya dan melakukan

9:53

serangan kembali kali ini pasukan

9:56

Belanda dipimpin oleh seorang Perwira

9:58

Jan Van swieten

10:00

dan aktivasi ini pasukannya berhasil

10:03

membakar Masjid Raya Baiturrahman dan

10:06

menduduki Keraton Sultan

10:08

Hai namun pendudukan Keraton ini

10:10

disebabkan karena seluruh pejuang Aceh

10:12

sudah meninggalkan Keraton dan pergi

10:14

hutan guna melakukan perang gerilya

10:18

taktik perang gerilya digunakan karena

10:21

acheh telah kekuatan dari Belanda

10:23

Terlebih jika menghadapi Belanda di

10:25

pertempuran terbuka

10:27

jatuhnya Masjid Raya Baiturrahman dan

10:30

Keraton Sultan membuat Belanda menjadi

10:32

jumawa mereka berani menyatakan bahwa

10:36

Aceh telah ditaklukkan dan telah menjadi

10:38

wilayah kekuasaan mereka

10:41

Hai hal tersebut tidak diambil pusing

10:43

oleh pasukan Aceh yang terdiri dari

10:45

uleebalang rakyat dan kaum ulama mereka

10:49

tetap menyusun strategi dan terus

10:51

menerus melancarkan serangan

10:57

Hai bangun 1884 Sultan Alauddin Muhammad

11:01

daudsyah dinobatkan sebagai Sultan Aceh

11:04

penobatan ini membawa babak baru dalam

11:07

Perang Aceh dalam babak ini motivasi

11:10

rakyat Aceh untuk memerangi Belanda

11:12

tidak hanya didasarkan pada teritorial

11:15

saja namun faktor agama juga menjadi

11:18

salah satu alasan besar dalam memerangi

11:21

Belanda

11:22

Aceh sebagai basis agama Islam yang kuat

11:25

di Indonesia tidak akan pernah mengakui

11:27

Belanda sebagai pemimpin mereka karena

11:30

Belanda tidaklah beragama Islam Hal

11:33

inilah yang mengobarkan semangat perang

11:35

Suci membela agama dan tanah air melawan

11:38

kezaliman hubungi perang atas dasar

11:41

agama ini kemudian dikenal dengan nama

11:43

Perang Sabil

11:45

para pemimpin pasukan Aceh seperti

11:48

Panglima Polim tunggu Cik Ditiro adalah

11:51

tokoh-tokohnya mengobarkan perang dengan

11:53

landasan membela agama akibatnya

11:57

orang rakyat Aceh untuk memerangi

11:59

Belanda semakin besar hari demi hari

12:02

The Floor and pun semakin meluas di

12:05

bagian Barat terdapat tuh Umar yang

12:07

berjuang dengan sangat gini dengan

12:10

perlawanan yang semakin meluas Banda pun

12:12

semakin kewalahan dalam menghadapi

12:13

seperti gerilya sehingga memutuskan

12:16

untuk menerapkan sebuah strategi yang

12:18

memusatkan pasukannya di sebuah wilayah

12:21

namun strategi ini tidak cukup berhasil

12:24

untuk menumpas gerakan gerilya pasukan

12:26

Aceh Belanda pun mulai memikirkan dan

12:30

mencari cara lainnya hingga akhirnya

12:32

mereka memutuskan untuk menggunakan

12:35

strategi baru strategi Seperti apakah

12:38

yang direncanakan Belanda

12:40

Hai Belanda malah mengutus seorang ahli

12:42

orientalis yang bernama Snouck Hurgronje

12:45

blog Hurgronje yang sudah lama

12:48

mempelajari Islam bahkan masuk Islam dan

12:51

mengganti namanya menjadi Abdul Gaffar

12:53

mulai masuk dan berbaur dengan menyamar

12:55

ditengah-tengah masyarakat Aceh Hal ini

12:59

bertujuan untuk memahami kebudayaan dan

13:01

keseharian masyarakat Aceh Sehingga

13:04

nantinya Belanda bisa menganalisis dan

13:06

mencari cara terbaik untuk mengalahkan

13:08

mereka

13:09

melalui penyamaran dan penelitiannya

13:12

snock berkesimpulan bahwa semangat

13:15

rakyat Aceh untuk terus melakukan

13:17

perlawanan terhadap Belanda berasal dari

13:19

perancangan ulama bukannya dari para

13:22

penguasa atau para kelompok bangsawan

13:25

Aku males Nok Belanda berhasil memecah

13:28

belah pasukan Aceh dari dalam sehingga

13:30

melemahkan kekuatan pasrah Aceh Hai

13:33

Belanda juga membentuk korps

13:34

marechaussee sebuah korps yang terdiri

13:37

dari orang-orang Indonesia atau londo

13:39

Ireng yang berada dibawah pimpinan opsir

13:42

opsir Belanda

13:43

pasukan ini pada akhirnya berhasil

13:46

mematahkan serangan dari pasukan kuliah

13:49

di saat yang sama masyarakat Aceh sedang

13:53

dalam keadaan berduka setelah mereka

13:55

kehilangan Tofu Cik Ditiro

13:57

pemimpin Aceh lainnya yang bernama Teuku

14:00

Umar malah memutuskan menyerah dan pergi

14:03

menggabung dengan pasukan kolonial

14:04

Belanda

14:05

menurut sumber-sumber nasional hal

14:08

tersebut dilakukan tunggu Mar guna

14:11

mengetahui strategi perang pasukan

14:12

Belanda sekaligus mendapatkan senjata

14:14

milik maskapai Belanda sedangkan menurut

14:17

Belanda Itu semua hanya karena ia

14:20

tergiur uang dan kekuasaan

14:22

nah kira-kira Mana nih yang bener

14:25

beberapa waktu setelahnya tuh Umar

14:28

memang kembali bergabung dengan pasukan

14:29

Aceh namun ia gugur dalam pertempuran

14:33

tanggal 11 Februari

14:35

1899

14:36

Belanda begitu murka dengan hal ini

14:39

sampai-sampai mereka membuat lagu

14:41

penghianatan situ Umar yang sering

14:44

dinyanyikan oleh knil

14:47

perjuangannya pun kemudian Diteruskan

14:49

oleh istrinya Cut Nyak Dien bersama

14:52

dengan Pocut Baren

14:55

hai hai

14:57

di tahun 1903 Sultan Alauddin Muhammad

15:01

daudsyah dan Panglima Polim menyerah

15:03

kepada Belanda

15:04

banyak kehilangan pemimpin semangat

15:07

pasukan Aceh mulai menurun

15:09

Hai sementara itu Cut Nyak Dien masih

15:12

melakukan perlawanan dan terus keluar

15:13

masuk hutan di tengah kondisi tubuh yang

15:15

rentan bahkan penglihatannya sudah mulai

15:19

kabur para pengikutnya pun melewati

15:22

sampai-sampai salah satu pengikut

15:24

setianya memutuskan menemui Belanda agar

15:27

menangkap cutnyakdin dengan harapan bisa

15:29

mengakhiri pertempuran dan Cut Nyak Dien

15:32

bisa mendapatkan perawatan

15:34

Hai tahun 1905 cutnyakdin berhasil

15:38

ditangkap dan selama sisa hidupnya ia

15:41

berusaha menjalani hidup dalam

15:42

pengasingan di Sumedang hingga akhirnya

15:44

wafat di tahun 1908

15:47

demikianlah berakhir Kisah perlawanan

15:49

dari rakyat Aceh

15:52

kemenangan ini sekaligus menjadi Jalan

15:54

bagi Belanda untuk menancapkan

15:56

kekuasaannya di wilayah Aceh ngerti

15:59

begitu perlawanan rakyat Aceh terhadap

16:01

Belanda terus berjalan walaupun dalam

16:04

skala kecil hingga invasi pasukan Jepang

16:06

sementara yang langsung mengusir Belanda

16:09

Nah apakah pelajaran berharga yang bisa

16:12

kamu ambil dari kasus sejarah perang

16:14

Aceh Jika kamu yang menjadi pemimpin

16:17

Aceh saat itu hal apakah yang akan kamu

16:20

lakukan untuk dapat mempertahankan

16:22

wilayah Aceh dari invasi Belanda coba

16:25

bagikan strategimu di kolom komentar

16:29

Hai Terima kasih sudah menonton dan

16:32

belajar sejarah bersama Inspector

16:34

dengan ragu untuk berikan komentar like

16:37

dan bagikan bila kamu merasa konten ini

16:39

bermanfaat

16:42

hai hai

16:49

hai hai

16:52

[Musik]

16:56

hai hai

16:58

[Musik]

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.