TRANSCRIPTEnglish

FREE COURSE - Personal Branding & Digital Product Dari 0 ke 1 Miliar Pertama

7h 3m 40s65,298 words11,138 segmentsEnglish

FULL TRANSCRIPT

0:00

Hari ini adalah hari keberuntungan lo

0:02

karena gue akan share full course gue

0:04

yang berhasil membawa productivity boy

0:06

dari 0 ke 150.000 followers hanya dalam

0:08

1 seteng bulan dan juga membawa gue dari

0:11

0 ke 1 miliar pertama gue dengan

0:13

productivity boy lewat digital products

0:14

3 tahun lalu. Buat lo yang belum kenal,

0:17

nama gue Rama, founder of value creator

0:19

dan high ticket coaching pioneer di

0:20

Indonesia. Gue ngebantu established

0:22

creators, infopreneurs, dan service

0:24

based business owners untuk ng-scale

0:26

bisnis mereka ke multiple ratusan juta

0:28

per bulan lewat Value Creator Client

0:31

Acquisition System. Lu bisa lihat

0:32

sendiri orang-orang yang udah berhasil

0:33

gua bantu selama 3 tahun belakang ini.

0:35

Nah, sekarang buat lo yang baru mau

0:36

mulai ngonten, bikin personal branding,

0:38

atau bahkan digital product, gue enggak

0:39

mau matain semangat lo dan bikin lu

0:41

enggak bisa belajar cuman karena lo

0:42

belum punya modal uangnya. Justru gua

0:45

pengin bantu lo. Gunain ilmu yang akan

0:47

lo dapetin dari free course ini yang

0:49

durasinya 7 jam. 7 jam, Bro. gua kasih

0:51

gratis. Gunain ini seoptimal mungkin

0:53

karena kesempatan enggak datang dua

0:54

kali. Dan jujur untuk nyiapin KS ini

0:56

secara gratis, gue dan tim gue itu tuh

0:58

ngeluangin banyak banget waktu dan

0:59

tenaga untuk mempersiapkan ini. Jadi,

1:01

buat lo yang mendapatkan manfaat dari KS

1:03

ini, permintaan gua cuman satu, tolong

1:05

bantu share course ini ke orang-orang

1:06

yang lo rasa akan membutuhkan KS ini

1:08

supaya gak cuman lo dan gak cuman gue

1:10

yang berkembang, tapi semua orang bisa

1:11

berkembang juga. So, with that said,

1:12

enough of the intro. Grab some pen and

1:14

paper and we'll get into the

1:17

masterclass.

1:24

Oke, so welcome to this video. Di video

1:25

kali ini kita bakal ngebahas gimana

1:27

caranya kita bisa membangun personal

1:29

branding kita. Karena kalau misalnya

1:30

kita ngomongin personal branding ya dan

1:32

atau apapun itu, itu pasti menyesuaikan

1:34

dengan tren industri yang sedang ada.

1:36

Dan kita tahu sendiri belakangan ini

1:38

content creation, personal branding,

1:39

bikin digital product itu tuh lagi onise

1:41

banget. Nah, oleh karena itu pasti ada

1:44

banyak banget perubahan-perubahan yang

1:46

itu tuh benar-benar berjalan dengan

1:47

sangat cepat. Tapi enggak cuman

1:48

membangun personal branding doang.

1:50

Karena banyak banget orang di luar sana

1:51

itu tuh ngebahas personal branding

1:53

gimana cara dapetin views, dapetin

1:55

followers tapi mentok ya

1:56

sampai sana. Jadi kayak cuma oke gimana

1:58

lu dapat 100.000 views? Dapat 100.000

2:00

followers. Nah, tapi pertanyaan gua

2:02

ketika lu udah mendapatkan views itu, lu

2:04

udah mendapatkan followers itu, lu mau

2:05

pakai buat apa?

2:07

Next step-nya gimana? Nah, itu yang

2:09

sering banget orang missing. Nah,

2:10

makanya kita mau ngebahas end to end

2:11

nih, full strateginya ketika lu

2:14

membangun ketika lu mau membangun

2:15

personal branding itu tuh gimana. Nah,

2:17

disclaimer dulu sebelum kita lanjut ke

2:19

topiknya, I'm very excited karena today

2:21

ini kita come back ya, guys ya. Setelah

2:23

kita udah vakum beberapa bulan dan

2:27

channel ini tuh rasanya udah existan,

2:29

kita mau fokus di YouTube lagi. Kita mau

2:32

seriusin di YouTube lagi. So, thank you

2:34

kalau lo udah nonton dan lo subscriber

2:36

lama. Very happy to see you. Karena

2:37

sebelumnya kita tuh udah sempat aktif

2:39

juga ya ngonten di Value Creator ya, di

2:42

Value Creator channel. Jadi, lu bisa

2:44

ngelihat kita udah sempat upload tiga

2:45

video nih. Mungkin bisa diinsert di sini

2:47

ya. Nah, jadi itu tipe videonya gimana

2:49

ya? Ngomong kayak gini aja, unscripted.

2:51

Benar-benar enggak pakai script. Kalau

2:53

misal lu lihat, gua juga enggak baca

2:55

script atau apapun. Itu cuma ada

2:57

pointers doang dan gua benar-benar full

2:58

ngomong ke kamera dan ada tim gua di

3:00

sini ada Helmi sama ada Aril. Jadi

3:02

di sini kita sifatnya ngobrol-ngobrol

3:04

santai aja gitu ya. Kalau misalnya gua

3:07

salah pun kita enggak tetap rolling ya,

3:08

Guys.

3:08

Betul.

3:09

Jadi kayak udah ya udah enggak dicut

3:11

gitu. Benar-benar raw aja pure value. Di

3:13

sini kita enggak mau ada hyper yang

3:15

jedar-jeder. [tertawa]

3:19

ged gitu kan kita gak mau ada hyper edit

3:22

yang gimana banget ya it's just pure and

3:24

raw value aja kita mau share di sini

3:26

jadi kalau misal gua belibet pun gua

3:27

salah pun ya rolling aja oke so that's

3:29

how we drill and let's get to the video

3:32

alri so gimana cara kita bisa membangun

3:34

personal branding

3:36

pertama-tama poin pertama yang gua mau

3:38

highlight adalah kita harus tahu dulu

3:40

kalau misal personal branding itu bukan

3:42

buat semua orang

3:44

itu yang gua mau highlight dulu

3:45

karena lu sering enggak sih dengar

3:46

konten kayak

3:48

Kalau lu enggak mulai present branding

3:49

tahun ini, lu rugi nih. Ya kan? Dan lu

3:51

sering ngelihat enggak sih ada orang

3:52

kayak stop jadi orang yang sok

3:54

misterius. Karena kalau misalnya lu sok

3:56

misterius kayak lu tuh lu tuh kayak lu

3:58

tuh kayak ee apa ya melewatkan

4:00

kesempatan yang sangat bagus gitu.

4:03

Sejujurnya gua setuju enggak setuju.

4:04

Kenapa setujunya? Karena emang oke ya

4:06

personal branding tuh bisa ngasih kita

4:07

leverage.

4:08

It's really good gitu loh.

4:10

Buat bikin kita tuh punya competitive

4:11

edge, buat bikin kita punya unique edge

4:13

dibandingkan orang yang enggak melakukan

4:15

itu. Benar. Tapi yang gua mau highlight

4:17

di sini enggak semua orang bisa kayak

4:18

gitu.

4:21

Kreator-kreator yang lu suka itu paling

4:23

top berapa persen? 1%, 0.1% atau mungkin

4:27

0.01%.

4:30

Kalau misalnya semua orang bikin

4:31

personal branding, ya udah enggak ada

4:32

yang unik dong dengan personal branding.

4:33

Benar enggak sih?

4:34

Betul.

4:35

Orang yang bilang kayak gitu menurut gua

4:36

mereka ujungnya cuma jualan kelas gitu

4:38

[tertawa] loh. Pasti mereka

4:43

duar gitu kan. Enggak, maksudnya enggak

4:45

ada salnya juga, tapi ya gua mau kita

4:48

berpikir lebih dalam lagi dengan ini

4:50

gitu loh. Jadi person brand itu enggak

4:53

buat semua orang. Kenapa gua bilang

4:55

kayak begitu? It's quite a strong

4:57

statement. Benar ya?

4:58

Jadi gua bilang person brand enggak

4:59

semua orang, enggak buat semua orang.

5:00

Wah, gila ini orang ngomongnya bold

5:01

statement banget. Gua punya alasan

5:03

kenapa gua ngomong gitu gitu ya. Nah,

5:05

kenapa gua ngomong gitu? Karena gua

5:07

percaya untuk lu bisa punya personal

5:09

branding yang bagus, orang mau nengok ke

5:11

lu dan orang mau sustain follow el.

5:14

kita tuh harus punya tiga konsep ini.

5:18

Kira kita harus punya tiga ibaratnya

5:20

bekal inilah pilar ini gitu ya di dalam

5:22

diri kita. Yang pertama itu value. Yang

5:26

kedua itu karisma, yang ketiga itu

5:29

positioning. Itu kita harus punya.

5:31

Kalau misalnya kita enggak punya ketiga

5:32

ini, susah buat gede gitu loh. Gede bisa

5:36

enggak? Bisa. Tapi lu seberapa sering

5:37

lihat orang gede 1 bulan, bulan depannya

5:39

habis lagi. Enggak enggak kedengaran

5:40

lagi. Nah, itu susah tuh. Kalau kita mau

5:43

sustain gimana kita mau menjadikan ini

5:45

karir gimana? Kita harus tahu gitu loh

5:50

value yang kita punya apa, karisma yang

5:52

membedakan kita dengan orang lain apa,

5:54

dan positioning kita apa. Nah, gua kasih

5:56

contoh value, charisma and positioning.

5:59

Gimana cara kita menemukannya? Gimana

6:01

cara kita mengembangkannya? Pertama-tama

6:04

value dulu. At the end of the day,

6:05

apapun itu yang kita lakukan di social

6:07

media, it's basically a transaction of

6:09

value. Benar enggak?

6:10

Betul. Ketika kita ngasih orang value,

6:13

mereka akan memberikan kita waktu

6:14

mereka. Mereka akan memberikan kita

6:16

engagement mereka. Mereka akan

6:18

memberikan kita mungkin juga uang

6:19

mereka.

6:20

Ya,

6:21

value. It's all transaction of value.

6:26

Benar kan? Itulah makanya kenapa nama

6:28

agency kita, nama akademi kita tuh value

6:29

creator.

6:30

Udah itu aja gitu loh. That's the

6:32

biggest apa ya konsep yang perlu kita

6:35

punya. bekal terbesar kita ketika kita

6:37

mau ngonten ngasih value gitu loh.

6:41

Karena kalau misalnya kita enggak punya

6:42

value ibaratnya kita tuh kayak emas tapi

6:45

karatan. Kebayang enggak sih maksud gua?

6:47

Kelihatannya bagus tapi kalau udah kena

6:49

air sedikit atau kena barang apapun itu

6:51

sedikit kena debu gitu lama-lama karatan

6:53

gitu.

6:53

Emang Mas bisa karatan

6:55

enggak bisa.

6:55

Bisa enggak sih?

6:56

Enggak bisa

6:57

emas yang bohongan.

6:58

Oh iya itu

6:59

itu maksud gua gitu loh. Emas-emasan.

7:03

emas yang emas-emasan gitu loh. Atau

7:05

enggak misal lu beli kalung, ada enggak

7:07

nih?

7:08

Misalnya kalung kayak begini, ini bukan

7:11

masih ini apa nih namanya ya? Silver lah

7:13

ya. Kalung yang kayak gini kalau

7:15

misalnya lu beli kalung yang enggak

7:16

murni gitu kan itu pasti bisa karatan

7:18

kan. I.

7:19

Nah, pertanyaannya seberapa murni kalung

7:21

ini? Itu tuh seberapa kentel value yang

7:22

kita punya ibaratnya.

7:23

Hmm.

7:24

Karena zaman sekarang itu tuh gampang

7:25

banget buat viral.

7:27

Viral enggak pakai value itu gampang.

7:29

Benar enggak? Lu tinggal bugil aja di

7:31

kamera. Lu tinggal bagi-bagi iPhone aja,

7:33

bagi-bagi duit lu. Tinggal mandi lumpur

7:34

aja. Benar enggak? Jual kesedihan aja ya

7:37

kan? Kena musibah ya kan? Terus habis

7:40

jualan kelas laku kayak gitu. Benar

7:42

enggak?

7:43

Wow.

7:44

Sering terjadi maksud gua yang kayak

7:46

gitu dan orang pada kemakan ya kan.

7:49

Nah jadi

7:50

viral itu gampang tapi kita viral karena

7:52

apa? Itu dulu.

7:56

viral karena value. That's the key.

7:57

Kalau misalnya kita bisa viral karena

7:59

value, nah itu baru tuh menurut gua jago

8:01

baru tuh penting, gitu. Nah, jadi at the

8:03

end kita tuh harus tahu value yang kita

8:04

mau kasih apa. Tentunya kalau bisa

8:06

harusnya positif

8:07

ya. Positif dalam bentuk apa? Paling

8:10

gampang gini, dalam bentuk edukasi atau

8:12

enggak entertainment atau enggak

8:14

keduanya. Sesimpel itu aja. Jadi bukan

8:16

berarti value itu harusnya full edukasi

8:19

kasih info kayak gini gitu. Enggak,

8:20

enggak juga gitu loh.

8:22

Tapi kita harus bisa gimana ketika kita

8:25

memberikan konten, kita membuat konten,

8:27

orang nonton konten kita, setidaknya

8:29

hari mereka atau momen mereka ketika

8:32

mereka setelah menonton konten itu, they

8:34

got something itu aja. And that is

8:35

something positive. It value. That's a

8:37

transaction of value there,

8:39

gitu loh. Entah itu bisa membuat mereka

8:40

lebih pintar, lebih terhibur, atau

8:42

apapun itu. Itu dulu. Kita punya enggak

8:44

value yang positif?

8:46

Kalau enggak bisa viral, enggak bisa.

8:48

Tapi kita bisa aja viral karena hal yang

8:49

buruk atau enggak kita bisa enggak

8:51

sustain. Sesimpel itu aja. Kalau

8:53

misalnya value-nya itu enggak kuat,

8:54

ibaratnya kayak tadi kalung tapi karatan

8:56

gitu loh. Itu value. Nah, next.

8:58

Charisma.

9:00

Enggak semua orang bisa punya karisma

9:02

yang optimal gitu loh.

9:03

He.

9:04

Cara nge-hack karisma gampang. Pakai

9:06

baju yang bagus,

9:08

mandi.

9:08

Mandi, pakai parfum yang bagus, gitu loh

9:12

ya. Kenapa itu bisa membantu kita?

9:14

Karena grooming kita tuh sangat sangat

9:16

benar-benar impactful ke gimana orang

9:18

nge-perceive kita. At the end of the

9:20

day, personal branding is perception

9:23

engineering. Nah,

9:25

bisa jadi short content nih. Personal

9:27

branding is perception engineering.

9:29

Kenapa? Karena persepsi orang terhadap

9:31

kitalah itulah personal branding kita.

9:33

Dan itu kan bisa kita craft. Craft-nya

9:35

gimana? Cara kita berbicara, cara kita

9:37

berpakaian, ya kan?

9:39

I

9:40

cara kita jalan, cara kita berdiri.

9:43

komunikasi

9:44

komunikasi kita ya kan terus wangi dari

9:46

badan kita itu semua bisa di-hack.

9:48

Kenapa? Karena persepsi itu bergantungan

9:50

kepada lima indra kita. Penglihatan

9:52

kita, pendengaran kita, penciuman kita,

9:54

pengecap kita, sama perasa kita.

9:55

Sesimpel itu, gitu loh. Dan kalau misal

9:58

di online kita bisa nge-hack itu lewat

9:59

dua cara, penglihatan dan pendengaran.

10:01

Sesimpel itu. Jadi, kita bisa

10:03

nge-optimize itu. Nah, tapi lu pernah

10:05

enggak sih ngelihat orang

10:08

bajunya belel? He.

10:10

Pakai celana pendek, pakai sendal jepit,

10:12

tapi pas dia masuk ruangan kayak ada

10:14

auranya gitu loh.

10:15

Bob Bob Sadino Milioner. [tertawa]

10:17

Kenapa lu ngomong Bobsadino sih? Jadi

10:20

pokoknya ya mungkin gampangnya

10:22

engkok-engkok BCA prioritas lah gitu

10:25

loh.

10:25

H

10:26

kayak siapa tuh?

10:27

K ko BCA prioritas misalnya gitu kan.

10:30

Nah, kenapa orang kayak begitu? Karena

10:32

itu lari dari confidence mereka.

10:34

He.

10:35

Nah, confidence itu datangnya dari mana?

10:37

dari kompetensi mereka yang mereka

10:40

punya. Kompetensi mereka, skill mereka

10:43

datangnya dari apa? Dari value lagi gitu

10:44

loh.

10:45

Makanya value gua kaitin nomor satu.

10:47

Ketika lu punya value pasti lu akan bisa

10:49

mendapatkan karisma juga karena niat lu

10:51

baik gitu loh. Kita akan bisa memberikan

10:54

orang hal yang positif juga. Nah, itu

10:56

karisma tuh. Bisa nge-hacknya lewat apa

10:58

grooming bisa. Tapi kalau misal lu mau

10:59

lebih next level lagi, take care of your

11:01

body. Baju bisa dibeli, parfum bisa

11:04

dibeli, musik bisa kita pilih, ya kan?

11:07

Tapi badan kita enggak bisa dibeli loh.

11:09

Seberapa sehat badan kita dan seberapa

11:10

sixpack badan kita itu enggak bisa

11:11

dibeli. Ketika kita bisa punya badan

11:14

yang bagus itu pasti orang langsung

11:15

respect setidaknya this guy got

11:17

discipline.

11:19

Karena the measure of a man or the

11:21

measure of a of a successful person is

11:24

their perseverance and their discipline.

11:26

Itu menurut gua. Seberapa kuat el

11:28

menghadapi tantangan dan seberapa

11:30

disiplin lu. Itu itu menumbuh itu

11:32

menimbulkan karisma menurut gua. Nah,

11:33

yang ketiga, positioning.

11:36

Semua orang itu tuh punya backgroundnya

11:38

masing-masing dan punya solusinya

11:40

masing-masing dan punya masalah

11:43

masing-masing. He.

11:45

Ada orang bisa menjadi CEO tapi

11:48

background-nya beda. Ada satu dari anak

11:49

orang kaya, satu dari yang misalnya

11:50

perintis gitu loh,

11:52

punya cerita masing-masing. Jadi

11:53

relate-nya masing-masing. Yang satu akan

11:55

ngebawa masa yang lebih relate sama yang

11:58

dari anak orang kaya tapi mau merintis

11:59

sendiri. Yang satu lagi pengin ngebawa e

12:01

cerita dari gimana lu dari Rex to Riches

12:03

gitu loh.

12:04

Itu beda tuh psikologinya gitu. Nah, itu

12:07

sering banget. Jadi, just be yourself.

12:10

Karena kita di dunia ini itu tuh akan

12:12

menarik orang yang similar dengan kita

12:14

menurut gua. Jadi, just be authentic.

12:16

Ketika lu menjadi diri lu sendiri dan lu

12:18

enggak menjadi orang lain, itu akan bisa

12:19

menjadi bekal yang sangat luar biasa

12:21

ketika nanti kita ingin memulai personal

12:22

branding kita. Karena authenticity itu

12:24

gitu.

12:25

ketika kita authentic ya kita seapa

12:28

adanya gitu loh. Karena personal

12:30

branding it's like a

12:33

it's not ini bukan branding kalau

12:35

misalnya gua boleh minjam kata dari

12:37

teman gua Yasa ya Singgi. Jadi dia

12:39

bilang personal branding itu tuh bukan

12:41

kayak branding. Kalau branding tuh

12:43

kanvas kosong yang lu bisa isi. Tapi

12:45

kalau personal branding lu udah hidup

12:47

nih belasan tahun, puluhan tahun, 20, 30

12:50

tahun. Lu mau kosongin enggak bisa kan

12:51

lu udah ada memori dari lu sebelumnya

12:54

udah kebawa. Cuma tinggal dari kanvas

12:56

yang sudah terisi ini lu mau tonjolin

12:58

yang mana

12:59

gitu loh.

13:00

Nah, jadi itu positioning lu juga. Lu

13:01

memposisikan diri lu, cerita lu gimana

13:03

gitu.

13:04

Bukan logo,

13:05

bukan logo,

13:06

bukan warna, bukan font ya. Branding tuh

13:09

ya. Nah, jadi kita memposisikan diri

13:11

kita gimana? Ketika kita memposisikan

13:12

diri kita sebagai diri kita apa adanya,

13:14

orang pasti akan ngrek kok yang

13:15

sefrekuensi. Intinya gitu aja. Jadi

13:17

kalau misalnya kita mau punya personal

13:19

branding yang bagus harus punya tiga

13:20

aspek tadi. Value-nya harus ada,

13:23

cardismanya harus ada, sama

13:25

positioningnya harus ngenak gitu. Nah,

13:27

itu poin pertama. Poin pertamanya udah

13:29

panjang banget ya. Tapi di sini kita all

13:31

out ya. Gua mau ngebuka dapur

13:33

terbuka-terbukanya dan ke depannya video

13:35

kita juga akan lebih banyak kayak gini

13:37

ya, Hell real ya. Nah, jadi akan lebih

13:39

banyak kayak gini juga harapannya lu

13:40

enjoy. Oke, supaya apa yang lu dapat

13:44

full nih, enggak setengah-setengah. Gua

13:45

enggak mau bikin video part 1, part 2,

13:46

part 3 enggak. Jadi full dalam satu

13:48

video lu langsung dapat semua apa yang

13:50

ada di isi kepala gua dan tim

13:52

productivity boy and value creator gitu.

13:54

Oke, so itu poin nomor satu tadi ya.

13:57

Jadi personal branding itu enggak buat

13:58

semua orang. Nah, poin nomor dua gua mau

14:00

lanjut yaitu kita harus menguasai

14:02

namanya scope of mastery.

14:05

Kalau misalnya lo udah ngikut eh

14:09

value creator pasti udah ngerti banget

14:10

ya kan value creator ya dari dulu ya

14:13

kita udah ngajarin orang ini banyak

14:14

banget scope of myy jadi essentially gua

14:17

percaya ketika kita ingin memulai person

14:20

branding kita, kita harus memulai dari

14:23

apa yang kita suka plus jago.

14:26

Harus suka plus jago. Enggak bisa salah

14:28

satunya aja. Enggak bisa suka plus suka

14:31

dan jago. Enggak bisa suka atau jago.

14:32

Enggak bisa. Lu cuman suka doang atau lu

14:35

cuman jago doang? Enggak bisa. Let me

14:37

tell you why. Kenapa? Karena gini, kalau

14:39

lu suka doang dan lu enggak jago, ya lu

14:42

akan kalah sama kompetitor lu. Benar

14:43

enggak?

14:44

Iya.

14:44

Akan ada orang yang jago, yang suka,

14:47

yang benar-benar mendalami itu banget

14:48

sampai akhirnya dia jadi top of the

14:50

game. Lu akan kalah sama skill dia,

14:52

gitu.

14:53

He

14:54

simpel enggak sih?

14:55

Iya. He

14:56

kan kita Apple to Apple nih

14:57

comparisonnya sekarang misalnya kita

14:59

ngebahas video editing A sama Bagusan

15:02

video editingnya B ya B lebih jago lah

15:04

gampang kan

15:05

gua mendingan ngikutin dia kalau gua mau

15:06

belajar belajar dari dia. Benar enggak

15:07

sih?

15:08

He. Heeh.

15:09

Sesimpel itu harus suka plus jago.

15:11

Karena kalau suka doang akan kalah sama

15:12

kompetitor kita yang lebih jago. Nah

15:14

kalau misalnya kita cuma jago doang kita

15:16

enggak suka. Menurut gua kalau misalnya

15:18

kita ngomong

15:20

yang penting mah kita jago aja. Kalau

15:21

kita enggak suka, enggak apa-apa yang

15:22

penting makes money. Itu mah menurut gua

15:24

agak sedikit naif sih. Menurut gua

15:27

pribadi ini opini pribadi. Orang lain

15:29

mungkin bisa punya opini sendiri ya

15:31

enggak masalah. Ini my personal opini

15:32

yang suka-suka gua dong mau berpikir

15:33

seperti apa. Kenapa gua bilang kayak

15:35

gitu? Karena hidup itu enggak selalu

15:37

indah, Bro.

15:39

Enggak selalu indah. Kalau lu lagi di

15:42

atas ya bagus lu. Udah tuh ya kan ngeruk

15:44

duit. Iya.

15:45

Kalau ada duitnya bagus ngeruk duit.

15:47

Tapi kalau hidup lu lagi di bawah,

15:50

mati lu. Mati lu. Benar. Benar enggak?

15:52

Iya.

15:52

Dan kita semua tahu personal branding is

15:54

a business of momentum.

15:56

Hm.

15:57

Lu bisa aja tahun ini naik, Bro. Tapi

15:59

ketika tahun depan lu udah ada orang

16:02

yang lebih muda dari lo, lebih pintar

16:04

dari lo, lebih jago dari lo, lebih

16:06

ganteng atau cantik dari lu, lu turun

16:08

gitu loh. Dan ketika lu lagi turun dan

16:11

lo enggak suka apa yang lo lakuin,

16:13

depresi lu gitu loh. Kebayang enggak sih

16:14

maksud gua?

16:15

Iya. Enggak cuman soal content creation,

16:17

enggak cuman soal personal branding,

16:18

apapun itu gitu. Pada akhirnya yang

16:21

membuat kita stay dan punya harapan

16:24

untuk hidup dan bahagia setiap hari itu

16:25

apa? Meaning dalam hidup kita. Benar

16:29

enggak sih?

16:29

Betul.

16:30

Kalau misalnya kita enggak punya makna

16:31

dalam hidup kita yang kita taruh di

16:33

pekerjaan kita, ya lu ya dapat duit.

16:36

Tapi emangnya hidup nih cuma buat nyari

16:37

duit?

16:39

Ada capeknya?

16:40

Ada capeknya.

16:42

Ketika lu udah financial freedom,

16:44

gimana? Lu mau ngapain? Kalau duit udah

16:46

bukan jadi masalah

16:48

ya bisa aja sih orang mau nyari duit

16:49

terus terus terus tapi ya to be honest

16:52

ya I'm just not that of guy sih ada

16:54

mungkin orang-orang yang seperti itu.

16:55

Tapi ya gua enggak seperti itulah. Jadi

16:57

itu harus suka plus jago ya harus

16:59

keduanya. Karena kalau misalnya kita

17:01

cuma jago doang ketika hidup lagi

17:02

benar-benar menghantam kita, bensin kita

17:05

habis. Gampang banget buat nyerahnya.

17:08

Orang kadang-kadang yang kita suka plus

17:09

jago aja suka mau nyerah. Benar enggak

17:11

lu?

17:11

Betul. Benar. Apalagi lu udah e jago

17:13

tapi gak suka lu uh habis tuh gitu kan.

17:16

Nah, which brings me to my next point di

17:17

mana scope of mastery ini adalah formula

17:21

buat kita bisa menentukan nich kita.

17:24

Nah, tapi kan sekarang orang pada bilang

17:25

nih enggak usah fokus ke nich. Just be

17:27

yourself. Just just Iya kan

17:31

udah lu apa adanya gitu kan.

17:33

Kalau lu artis bisa menurut gua

17:37

orang yang bilang lu enggak butuh nich

17:40

itu adalah

17:42

apa ya kalau bisa bilang [tertawa]

17:46

nanti lu harus kasih lihat screenshotnya

17:47

Denk buk ini tapi bahkan Denko aja

17:50

bilang tuh kita butuh nich cuy karena

17:52

dia bilang you are the niche

17:55

kalau dia bilang you are the niche kita

17:56

adalah nich kita sendiri kita itu kan

17:58

terbuat dari beberapa aspek dalam

18:00

kehidupan kita

18:02

aspek dalam kehidupan kita itu adalah

18:03

nich-nya apa? Spirituality,

18:05

productivity, content creation itu kan

18:07

misalnya gua gitu kan. Itu nich gua.

18:11

Tapi kalau misalnya lu cuman ngasil

18:12

daily life lu bisa seberapa menarik aja

18:15

kehidupan lu gitu loh. Kalau lu kayak

18:17

Daniel Den sih oke gitu.

18:19

H

18:19

kalau kehidupan lu cuman tiap hari kerja

18:22

gitu ya

18:23

macet-macetan

18:24

bisa sih. Karena banyak loh orang bikin

18:26

video gitu kan.

18:27

Jadi relate bisa juga gitu ya. Jadi

18:29

bikin video gini nih, bangun tidur jam

18:32

5.00, masak sarapan buat suami sama eh

18:34

buat dia sama istri, ya kan. Habis itu

18:36

jam 08. Berangkat kerja, jam 09.00

18:38

kerja, jam 12.00 makan, ya kan. Habis

18:41

itu jam 12.00 makan, habis itu jam .00

18:44

balik, habis itu nge-gym lah atau

18:47

misalnya spend time sampai jam 08.00,

18:48

jam 08.00 siap-siap tidur, jam 10.

18:50

Tidur, gitu loh. Ada aja yang kayak

18:52

gitu, tapi seberapa banyak yang bisa

18:55

kayak gitu?

18:57

That's the advantage of first mover

18:59

menurut gua.

19:01

Kalau misalnya lu jadi orang kedua,

19:02

ke-10, ke 100 yang ngelakuin itu, apakah

19:04

laku?

19:05

Kalau kita enggak punya aspek pertama

19:07

yang tadi gua bilang

19:08

value, charisma, sama positioning.

19:11

At the end semua balik ke situ aja.

19:13

Itu gua harus kasih nama ya, value,

19:16

karisma, sama positioning. Itu bagus

19:18

loh.

19:19

Apa ya? The trior. Nantilah kita pikirin

19:21

yang namanya ya. Nah, jadi itu menurut

19:24

gua

19:25

kita kalau misalnya mau mulai baiknya

19:27

sih menentukan scope of myy kita. Yes.

19:30

Enggak menaruh diri kita dalam satu bok

19:32

itu bagus.

19:34

Gua enggak cum gua kan enggak bilang

19:36

juga ketika lu mau emm ketika lu mau

19:40

ngonten harus fokus ke ngomongin satu

19:41

topik aja kan gua enggak bilang gitu.

19:43

Benar enggak?

19:44

Bahkan gua aja ngebahas banyak

19:45

productivity boy aja gua namanya

19:46

productivity tapi gua ngebahas personal

19:48

branding nih gitu loh maksudnya. Iya,

19:49

tapi harus ada yang menjadi pegangan

19:51

kita. Kita tuh paling kuat di mana? Itu

19:53

aja. Karena kalau kita manusia enggak

19:55

punya pegangan, lu ngomongin apa? Benar

19:56

enggak sih?

19:57

Itu sih maksud gua. Jadi bukan bukan

19:59

berarti lu harus ee stick ke satu nish,

20:02

mulai ke banyak nich. Enggak. Lu

20:04

ngomongin banyak boleh, ngomongin satu

20:06

juga boleh, tapi harus yang penting

20:07

punya satu pegangan yang benar-benar lu

20:08

paling jago. Nah, itu scope of mastery

20:10

lo. Itulah yang akan membedakan el

20:12

dengan orang lain menurut gua. Nah, kita

20:14

lanjut ke yang ketiga ya. Ini udah

20:16

berapa menit nih? Udah berapa menit nih?

20:19

Mau 20.

20:19

Wah gila. Gak apa-apa ya? Kita lanjut

20:20

aja ya. Jadi gas ya. Yang penting kita

20:23

benar-benar bisa ngasih the biggest

20:25

amount of value di sini. Alright. Nah,

20:27

ketika kita lanjut

20:30

nomor 3 ini gua mau ngebahas yang

20:31

namanya scale of command. Nah, ini

20:34

konsep dari value creator juga ya.

20:36

Ketika kita memulai kita tuh harus tahu

20:38

scale of command kita.

20:40

Kita tuh mau jadi kreator kayak apa.

20:42

Nah, ini yang tadi gua bilang the end

20:44

goal-nya tuh kita akan nge-craft. Kita

20:45

tuh mau jadi kreator kayak gimana.

20:47

penting banget karena end goal-nya kita

20:49

mau apa? Cara untuk menuju itu

20:50

beda-beda. Kebayang enggak?

20:51

Nah, jadi ini mungkin nanti Helmi bisa

20:53

tolong masukin diagram skill of command

20:55

kita ya. Nah, jadi skill of command itu

20:56

adalah spektrum

20:59

yang terdiri dari closeness sama

21:01

authority. Ingat ya, ini spektrum. Jadi,

21:03

lu bisa di tengah-tengah bisa lebih ke

21:04

kiri atau bisa lebih ke kanan. Bukan

21:06

dikotomi, bukan lo A atau lo B, bukan

21:08

spektrum ini ya. Closeness sama

21:10

authority. Closeness itu apa? Closeness

21:12

itu biasanya adalah content kreator yang

21:14

sifatnya edukasi.

21:16

Eh sori kebalik. Closes itu adalah

21:18

content kreator yang sifatnya lifestyle

21:21

ya.

21:21

Endorse, endorse,

21:22

endorse misalnya. Nah, jadi sifatnya

21:23

lifestyle. Maksudnya gimana? Karena dia

21:25

sifatnya lifestyle, menunjukkan

21:27

keseharian dia, menunjukkan aktivitas

21:30

dia, kita jadi merasa dekat sama dia.

21:32

Benar enggak?

21:33

Berasa jadi kayak teman. Makanya mereka

21:34

tuh memposisikannya tuh kayak gua nih

21:36

teman loh dan lu bisa relate loh sama

21:38

gua. Benar enggak?

21:39

Makanya seringki yang menjadi jalur

21:41

untuk memonetisasi kreator-kreator yang

21:43

sifatnya lifestyle ini adalah

21:44

endorsement. H

21:47

karena endorsement itu sangat

21:50

rely on trust

21:52

sama rely on relatability

21:55

lu kalau udah trust lu udah relate

21:56

gampang tuh ketemu tuh

21:58

karena kayak teman saling pakai

21:59

Iya

22:00

barang-barang

22:01

benar iya kan misalnya lu ke kantor lu

22:04

bawa ee tumbler corksle corksle misalnya

22:08

terus ih lucu ya lucu ya lucu ya bulan

22:11

depan teman lu beli juga benar enggak

22:12

kayak gitu loh

22:12

i beli Stanle

22:13

iya atau enggak misalnya Stanley gitu

22:15

gitu kan ya. Apapun itulah ya, siapa

22:16

yang mau endorse kita terserah nanti

22:17

kita masukin ya. Nah, gitu itu

22:20

closeness.

22:21

Di sisi satu lagi ada authority.

22:23

Authority itu kebalikannya yang sifatnya

22:25

kreator itu edukasi. Kenapa gua bilang

22:27

authority? Karena seringkiali kalau

22:29

orang closens itu menempatkan dirinya

22:30

tuh kayak sejajar, kayak teman. Ini tuh

22:32

authority tuh yang kreator edukasi tuh

22:34

sedikit berbeda. Mereka menepatkan diri

22:36

mereka tuh sedikit di atas. Tapi

22:38

bukannya sok-sok mau jadi di atas, tapi

22:40

emang karena sifat konten mereka tuh

22:41

seperti itu.

22:42

H

22:43

jadi menempatkan diri mereka tuh sedikit

22:45

di atas. Maksudnya gimana? Karena kita

22:48

kan mengedukasi

22:49

ya

22:50

content creator edukasi mengedukasi dan

22:51

ketika kita mengedukasi akan ada

22:54

authority yang timbul di sana.

22:56

Mereka mereka akan memandang kita,

22:58

mereka akan melihat kita, "This guy

23:00

knows this girl know something." Gitu

23:02

loh. Gua bisa nih belajar dari dia gitu.

23:05

Itulah sifat content creator yang

23:07

authority yang biasanya bergerak dari

23:10

sifat edukasi konten-kontennya gitu.

23:12

Nah, cara monetiznya beda.

23:15

Seringkiali kalau kita ngedukasi,

23:16

edukasi itu kita transfer of apa?

23:20

Value,

23:20

knowledge dan in

23:22

information.

23:23

Formation.

23:25

Karena kita transfer information,

23:27

makanya seringkiali yang digunakan oleh

23:29

kreator-kreator yang sifatnya edukasi

23:30

ini, authority ini untuk monetize adalah

23:33

lewat info products.

23:36

Info products itu apa? Information

23:38

products yang biasanya kita kenal

23:39

sebagai digital products. Bisa juga term

23:42

yang lebih populer belakangan ini, yaitu

23:44

misalnya e-book lah, online course lah,

23:46

bootcamp lah, coaching lah, webinar lah,

23:49

lah yang kayak gitu-gitu ya. Nah, jadi

23:52

itu adalah info products. Kenapa info

23:54

products? Karena kita menjual informasi.

23:56

Itulah yang kita udah lakuin juga ya di

23:58

productivity boy dan di value creator.

23:59

Dan we made our big e of revenue ya dari

24:03

info product itu gitu. Jadi kalau

24:05

misalnya lu mau belajar tentang itu ya I

24:07

recommend dengerin HP akhir karena nanti

24:09

kita banyak spill hal-hal yang kayak

24:10

gitu juga ya. Nah, jadi memonetize dari

24:13

info produk. Kenapa? Karena wih dia

24:16

ngerti sesuatu nih. Kalau gua belajar

24:18

dari dia kayaknya gua bisa belajar

24:20

sesuatu yang lebih banyak gitu loh.

24:22

Ibaratnya konten gratis valuable apalagi

24:24

konten berbayarnya gitu loh.

24:25

Betul.

24:26

Nah, kurang lebih kayak gitu. Nah, itu

24:27

adalah cara memonetizasi yang berbeda.

24:29

Nah, tergantung nih kita mau di mana. Di

24:32

segi closeness, authority, eh di segi

24:35

closeness yang sifatnya lifestyle atau

24:37

di segi authority yang sifatnya edukasi.

24:39

Kita tentuin kalau kreator edukasi

24:41

seringkiali mungkin monetiznya lebih ke

24:43

digital product. ke info product. Kalau

24:45

misalnya kita kreator yang sifatnya

24:47

closeness lebih sering itu tuh lifestyle

24:48

tuh monetiz-nya lewat endorsements

24:51

karena brand lebih gampang buat percaya.

24:53

Gua kasih konteks misalnya ada brand

24:55

skincare nih mau nge-endorse orang, mau

24:58

nge-endorse orang buat make sure produk

25:00

mereka laku gitu ya. Mereka bakal ajak

25:02

closeness atau authority?

25:05

Closeness dong. Kenapa? Karena kalau

25:07

misalnya barang ini direkomenin sama

25:09

temannya, teman-teman ini bakal kena.

25:11

Benar ya?

25:12

Iya. bakal lebih gampang buat dipersuit

25:14

kayak tadi contoh yang corksle tadi.

25:16

Tapi kalau misalnya brand skincare ini

25:17

mau bikin kelas cara formulasi skinc

25:21

mengedukasi bahwa skincare ini tuh itu

25:23

adalah punya zat yang paling e baru dan

25:26

paling bisa efektivitasnya ampuh,

25:29

lu bakal ngundang siapa? Yang closes

25:31

atau authority?

25:31

Authority.

25:32

Authority. Kenapa? Karena mereka

25:33

mengedukasi, mereka punya power itu,

25:36

gitu loh ya. Nah, jadi kita tinggal

25:38

pilih kita mau ada yang di mana. Kalau

25:40

misalnya kita mau di tengah-tengah itu

25:43

perfect ya, itu udah paling bagus,

25:45

posisi paling enak, sweet spot. Kenapa?

25:46

Karena kita bisa dapat dua-duanya. Tapi

25:48

enggak sebanyak orang bisa kayak gitu.

25:51

Enggak sebanyak orang bisa kayak gitu.

25:52

Kadang-kadang mereka either di kiri

25:54

doang atau di kanan doang atau di

25:55

tengah-tengah, tapi lebih melipir ke

25:57

mana?

25:57

Kalau lu bisa di tengah-tengah banget,

25:59

coba deh. Jago sih kalau lu bisa gitu.

26:01

Itu skill of command ya. Jadi ada

26:03

authority, ada closeness. Nah, sekarang

26:04

kita lanjut ke poin keempat, yaitu

26:08

hierarchy of content.

26:11

Hierarchy of content maksudnya apa? Ini

26:14

gua membagi menjadi empat ya. Jadi kalau

26:16

misalnya kita ngomongin konten sering

26:17

kali itu kita bagi jadi empat aspek ya.

26:20

Ada video editing, ada scriptwriting,

26:23

ada hook sama ada ide. Benar ya?

26:24

Iya betul.

26:25

Kalau misalnya kita lagi bikin konten.

26:27

Nah sekarang pertanyaan gua di antara

26:28

keempat ini. Gua mau nanya ke Helmi sama

26:30

ke Aril ya tim gua ya. video editing,

26:33

script writing, hook, sama idea. Paling

26:36

penting yang mana?

26:37

Idea.

26:37

Idea.

26:38

Iya, karena mereka udah tahu. [tertawa]

26:39

Coba gua tanya ke orang awam, salah

26:41

nanya gua. Mereka udah tahu. Tapi

26:42

seringkiali mungkin orang akan mikir

26:44

hook

26:45

atau enggak orang akan mikir video

26:46

editing. Kenapa video editing? Karena

26:48

paling kelihatan. Benar ya?

26:50

Paling kelihatan. Wah, ini videonya

26:51

jedar-jeder nih. Wah, hyper edit nih.

26:53

Wah, bagus nih kualitasnya, kameranya

26:55

bagus nih. Full frame nih. Lensanya R3

26:57

juta nih, yang kayak gitu loh. Kelihatan

26:58

quality-nya langsung. atau enggak orang

27:00

bakal mikir hook karena orang udah

27:01

pintar. Oh, 3 detik pertama tuh paling

27:03

krusial. Kalau misalnya orang swipe

27:04

retention-nya enggak ada, algoritman

27:06

jelek. Nah, bisa juga.

27:07

Tapi menurut gua yang paling penting tuh

27:09

idenya. Kenapa? Karena kalau konten kita

27:12

enggak idea market fit sama aja hilang.

27:16

Contoh, video kita bagus tapi orang

27:18

enggak relate, percuma enggak?

27:20

He.

27:20

Orang enggak bakal nonton. Atau misalnya

27:23

video kita hook-nya bagus tapi orang

27:26

enggak butuh. enggak

27:28

butuh mereka bakal tetap coba misalnya

27:31

contoh ada produk bagus lu tahu nih

27:34

produk ini bisa ngilangin jerawat

27:36

testimoninya banyak nih produk ini bisa

27:38

ngilangin jerawat teman-teman lu pada

27:40

pakai

27:42

10 orang yang pakai 9 orang berhasil

27:43

jerawatnya hilang

27:44

h

27:45

lu disuruh beli tapi lu enggak jerawat

27:47

lu bakal beli enggak

27:48

enggak

27:48

buat apa benar enggak sih maksud gua

27:49

iya

27:50

karena lu enggak butuh enggak ada idea

27:52

market fit-nya di sana

27:54

hook-nya bagus kontennya bagus tapi

27:56

kalau Kalau misal orang enggak butuh,

27:57

percuma bounce dia nge-scroll, nge-skip.

28:00

Maka yang paling penting di antara

28:02

semuanya adalah idenya. Menurut gua

28:05

ketika kita bikin konter, mikir ketika

28:08

kita membuat konten tentang ide ini bisa

28:10

membantu orang enggak? Bisa ada

28:12

value-nya lagi enggak ke orang? Kalau

28:13

misalnya ada penting dah, udah itu pasti

28:16

udah

28:16

clear, viral lah setidaknya gitu loh.

28:20

Makanya hierarkinya begini. Yang paling

28:21

penting tuh ide, hook, script, sama

28:24

video. Ini kalau misalnya kita lihat nih

28:26

agak sedikit unik ya. Padahal yang

28:27

paling kelihatan tuh videonya dulu loh.

28:29

Habis videonya kelihatan, scriptnya loh

28:30

yang kelihatan. Habis itu hook-nya loh.

28:32

Habis itu baru idenya. Tapi yang paling

28:33

penting justru kebalik ya.

28:34

Iya.

28:35

Nah, ini yang s yang seringkali orang

28:36

sering kemis. Jadi itu penting banget

28:38

buat kita. Hierarchy of content. Oke.

28:41

Nah, yang kelima ya gua pengen e

28:48

ini adalah advisor advisor basic. I

28:52

actually really hate this advice tapi

28:54

menurut gua ini penting buat gua instill

28:56

ke teman-teman. Apalagi yang baru mau

28:58

mulai karena ini gini, judul dari video

29:01

ini adalah cara mulai, benar ya.

29:02

H

29:03

I.

29:03

Jadi gua ngomongnya di sini yang basic

29:05

dulu nih. Benar kan?

29:06

Ini basic dulu. Nanti mungkin kita akan

29:08

bisa bikin video lagi lebih intermediate

29:10

atau lebih advance bisa.

29:11

Tapi ini intinya dengan video ini gua

29:14

mau membantu orang-orang yang baru

29:15

mulai.

29:16

Jadi kalau lu dari nol udah lu enggak

29:18

usah beli course ini aja lu nonton gitu

29:19

loh maksudnya.

29:20

Iya.

29:21

Kalau dari nol ini penting banget

29:23

ngonten ngonten aja.

29:25

Karena kalau misalnya kita mikirin oh

29:28

harus begini, harus begitu.

29:31

Lu bakal overthinking sampai akhir lu

29:32

enggak ngonten-ngonten selama 1 tahun. H

29:34

kayak siapa?

29:35

Banyak

29:36

ya. kayak Helmi gitu ya. Ya, ini

29:39

orangnya ada nih. Contohnya lu bakal

29:41

overthinking dan lu enggak akan

29:42

ngonten-ngonten. Terus

29:44

lu enggak usah bikin video pertama lu

29:46

video paling perfect. Enggak.

29:48

Lu si gini aja rekam. Hai nih gua

29:50

challenge lu ya. Kalau misalnya lu mau

29:51

ngonten, lu nonton video ini, gua

29:53

challenge lu. Hai gue kasih tahu nama lu

29:55

misalnya. Hai, nama gue Rama dan ini

29:57

adalah video pertama yang gua mau buat

29:59

di sosial media gua. Ini adalah video

30:01

personal banding pertama gua dan gua

30:02

di-challenge oleh Rama untuk ngupload

30:04

video ini supaya gua gak punya limiting

30:06

belief. Kalau misalnya gua mau ngonten

30:07

semuanya harus bagus. Jadi ini adalah

30:08

langkah pertama gua untuk ngonten. Wish

30:11

me luck, guys. Udah lu upload itu aja ke

30:12

IG lu, ke TikTok lu, ke YouTube lu.

30:15

Hashhag

30:16

hashtag apa?

30:17

Hashproadby

30:19

challeng. Prodadby challenge. Apapun

30:20

lah, tag gua aja kalau misalnya lu bikin

30:22

video itu. Gua akan support lu beneran

30:24

ya. Karena gini, most likely video

30:26

pertama lu enggak akan viral gitu loh.

30:29

Belum tentu. Bukannya enggak akan ya,

30:30

belum tentu viral kemungkinannya. 200

30:34

views-nya mungkin di bawah 1000 ya,

30:36

Guys.

30:37

200 view-nya mungkin 100 bisa jadi di

30:41

bawah 100 gitu loh.

30:43

Tapi yang penting el mulai

30:46

karena yang paling susah ya nih gua

30:48

kasih contoh deh ini kita ngomongin

30:49

productivity sedikit

30:52

karena mau bagaimanapun username gua

30:53

productivity ya jadi gua kaitin ke

30:55

productivity sedikit.

30:57

Ketika kita lagi malas kerja, lagi malas

30:59

nugas, lagi malas apapun itu, sebenarnya

31:02

tuh bukan malasnya itu loh

31:04

yang bikin susah,

31:06

bukan tugasnya itu loh yang susah, bukan

31:08

kerjaannya itu loh yang berat, bukan,

31:11

tapi momentum untuk mulainya ngumpulin

31:13

niatnya itu loh

31:14

h

31:15

yang paling susah threshold energi

31:17

terbesarnya tuh di situ. Dikumpulin

31:18

niatnya dan akhirnya ngelakuin itu yang

31:20

paling susah. Bukan tugasnya berat,

31:21

enggak gitu. Bukan ngonten yang susah,

31:23

ngumpulin niatnya dan keberaniannya itu

31:25

yang paling susah.

31:27

Ketika lu bisa melampaui itu, momentum

31:30

datang dan winners are the ones that are

31:34

favored by the momentum, gitu. Nah, jadi

31:36

menurut gua udah mulai aja karena ketika

31:38

lu mau mulai, udah lu mulai momentumnya

31:41

datang dan lu jangan stop.

31:43

Coba aja terus.

31:46

Jangan sampai lu baru ngonten 10 konten

31:48

nyerah. Aduh, kok ini enggak works? Ya

31:50

dimaki lu sama orang yang udah e ngonten

31:52

1000 konten ya kan?

31:53

Iya. 100 konten lah. Kalau misalnya

31:56

masih enggak viral,

31:58

kita review apa yang terjadi. Ini

32:00

beneran. Jangan jangan gini, jangan

32:02

cuman konten 100 konten terus isinya

32:04

jelek semua, sampah semua ya. Enggak

32:05

gitu juga gitu. Setiap konten kalau

32:07

enggak works ya lu review apa yang perlu

32:08

diperbaiki.

32:09

I

32:10

karena yang paling penting untuk content

32:12

creator dalam fase-fase awal mereka

32:13

adalah fase testing.

32:15

Layaknya apapun itu. Lu mau nge-ads kek,

32:17

lu mau bikin bisnis kek, itu ada

32:19

testingnya, fase testingnya. Teral

32:21

error.

32:21

Iya, tral errornya lu tuh bayar tuh

32:24

paling besar tuh waktu duit lu, energi

32:26

lu tuh fokus lu tuh di sana. Testing

32:28

untuk mencari apa? Mencari yang mana

32:30

yang works. Ketika lu udah nemu konten

32:32

yang works, lu abuse itu sampai lu

32:35

enggak bisa press lagi baru lu lanjut ke

32:37

format baru. PR orang di awal-awal

32:40

disuruh bikin banyak konten buat apa?

32:41

Bukan buat konsisten, bukan buat buat

32:43

nemuin winning content itu doang.

32:46

Ketika lu udah ketemu, abuse sampai

32:48

akhirnya udah enggak bisa dipress lagi,

32:50

move on ke next content. Kenapa? Karena

32:51

orang tuh suka dengan value yang yang lu

32:53

kasih di sana. Benar enggak?

32:55

I.

32:55

Nah, makanya pentingnya adalah kita

32:57

harus menentukan apa yang kita mau

33:00

kontenin dari awal di scope of myy tadi.

33:02

Karena seringkiali kalau misalnya kita

33:04

asal ngonten, kita asal ngonten, kita

33:08

maunya viralnya jadi orang kayak gimana,

33:10

tapi k kita karena kita enggak nentuin,

33:12

kita malah viral karena apa? Hal yang

33:13

beda itu bahaya juga. Kebayang enggak?

33:14

Iya. He.

33:15

Maunya viral karena A eh tapi malah

33:17

viralnya karena B karena asal ngonten

33:18

gitu loh.

33:19

Kejadian di teman kita.

33:20

Nah, kejadian di teman kita itu saya

33:22

dulu gitu kan. Kalau misalnya lu mau

33:24

lihat buktinya itu ada akun gue yang

33:26

dulu di Seser Masati ya begitu makanya

33:28

gua bikin akun baru Productivity Boy ya

33:30

kayak gitu. Nah, jadi itulah ngonten

33:31

aja. Sama terakhir gua mau share ini

33:35

balik lagi ya. Ini buat teman-teman yang

33:36

baru mulai ini full strateginya ketika

33:38

lu baru mulai.

33:41

Kalau misalnya lu ngerasa ini terlalu

33:43

general, terlalu ini, karena ini buat

33:44

orang yang baru mau mulai. Kalau

33:46

misalnya lu tertarik nih lu udah

33:47

intermediate atau lu advance, coba deh

33:48

komen. Ee lu mau strategi yang lebih

33:51

intermediate atau advance, nanti kita

33:52

bikinin ya guys ya. Nah, jadi ini

33:55

karena keywight-nya baru memulai ini

33:56

sifatnya lebih ke beginner sama general

33:59

ya. Jadi kalau misalnya lu mau yang

34:00

lebih advance, komen nanti ee komen mau

34:03

ya komen mau ya walaupun enggak ada

34:05

autom mission karena ini YouTube

34:06

[tertawa] ya eh komen mau nanti kita

34:08

bakal lihat seberapa banyak minatnya

34:10

kita bakal bikinin e next level-nya gitu

34:12

ya. Jadi kalau misalnya lu baru beginner

34:14

ya ini yang lu perlu lakuin. Dan yang

34:15

terakhir ya ini masih menyambung ke poin

34:17

nomor 5 tadi ngonten aja ya. Poin nomor

34:19

6 gua adalah harus ngerti yang namanya

34:21

the deep. Ini konten yang kita sempat

34:23

bahas juga ya sebelumnya the. Jadi fase

34:27

kita ketika kita ingin sukses itu tuh

34:29

begini guys grafiknya ya. Nanti

34:31

di-insert ya. Jadi kita akan mulai.

34:34

Ketika kita mulai akan ada beginners

34:35

luck. Wah gua merasa paling jago. Ya

34:39

kan? Kalau misalnya kita nge-gym aja ada

34:41

new be gains, benar enggak?

34:43

Gampang banget buat dapat ototnya.

34:44

Kenapa? Karena baru pertama kali

34:46

terstimulasi.

34:48

Ketika udah mulai eh susah malah turun

34:50

ya kan?

34:51

Malah balik ke posisi awal atau bahkan

34:54

lebih buruk dari awal. Itu masuk ke yang

34:56

namanya Valley of the Spear.

34:59

Seringkiali orang nyerah di situ. H.

35:01

Oh, this doesn't work for me. Ini

35:02

kayaknya gua enggak bisa. Coba hal yang

35:03

baru aja deh. Shiny object syndrome kan.

35:07

kita harusnya udah progresnya segini

35:08

balik lagi ke A lagi. Udah segini balik

35:11

lagi ke A lagi. Udah segini balik lagi

35:12

ke A lagi. Padahal kalau kita lanjutin

35:15

kalau starting line tadi kita di sini

35:17

dan value of kita di sini dan ketika

35:19

kita lanjutin lama-lama tuh bisa naik

35:21

melebihi loh dan eksponensial loh. It's

35:24

just a game of seberapa lama kita stay

35:27

in the game melakukan hal yang sama.

35:29

Karena seringkiali orang tuh gagal.

35:30

Kenapa? Mereka quit terlalu awal aja.

35:32

Benar ya?

35:35

Karena mereka quit terlalu awal aja. You

35:37

cannot lose if you don't stop doing it

35:39

if you don't quit. Benar gak sih?

35:41

Jadi it's just a matter of improving

35:42

yourself dan benar-benar improve your

35:45

craft aja ketika nanti itu selalu

35:47

terjadi. You cannot lose. You cannot

35:49

lose. Setidaknya walaupun mungkin lu

35:51

enggak jadi terbaik atau apa, lu enggak

35:53

akan di posisi yang sama seperti lo

35:54

dulu. Itu aja. Ya, jadi menurut gua itu

35:58

sih kalau misalnya mau beginner,

36:00

itu sih menurut gua yang paling penting

36:02

ya. Karena kita harus tahu dulu sebagai

36:03

beginner arah kita mau ke mana dan

36:05

memulai. Kata kuncinya kalau misalnya

36:06

gua bisa merangkum 6 poin yang gua

36:08

sampaiin dari tadi udah berapa menit

36:09

nih? 30

36:11

30 menitan ini. 35 menit ini kalau gua

36:13

rangkum menjadi dua aspek doang lu harus

36:15

tahu lu mau ke mana dan lu mulai aja itu

36:17

doang. Iya benar ya.

36:18

He.

36:19

Lu harus tahu dulu lu mau ke mana gitu.

36:21

Maunya apa. Kalau lu enggak tahu lu

36:23

bakal keseret sama arus.

36:24

He.

36:25

Kalau arusnya lagi bagus, trennya lagi

36:26

bagus. Kalau arus tergelek, lu enggak

36:28

tahu mau ke mana, lu ngikut arus ke arah

36:29

yang jelek gitu loh.

36:30

H

36:31

lu perlu tahu lu mau ke mana dan mulai

36:33

aja. Ya, kalau lu punya itu, bekal itu

36:35

lu punya aman deh. Setidaknya you're

36:37

starting on the right path.

36:45

Sebelum kita masuk ke teknis bikin

36:46

konten, ngomongin growth, algoritma,

36:48

monetisasi atau jualan dari konten, ada

36:51

satu hal wajib yang gua perlu lo untuk

36:52

pahami dulu. Dan ini bukan soal skill,

36:54

ini soal cara berpikir sebagai contonent

36:56

kreator dan kreator prer. Karena

36:57

kebanyakan orang di luar sana mereka tuh

36:59

gagal bukan karena mereka gak bisa bikin

37:00

konten. Mereka gagal karena dari awal

37:02

mereka tuh main di game yang salah tanpa

37:04

sadar. Mereka kejar views tapi enggak

37:06

ngerti positioning. Mereka kejar viral

37:08

tapi enggak ngerti value. Mereka bikin

37:10

konten tiap hari tapi enggak ngerti

37:11

sebenarnya mereka tuh lagi membangun

37:13

apa. Dan akibatnya apa? Capek, burn out,

37:16

konten naik turun, audience enggak

37:18

jelas, dan bahkan sampai enggak bisa

37:19

akhirnya monetize dan pusing sendiri.

37:22

Makanya untuk segmen awal-awal ini

37:23

penting banget untuk kita drill

37:24

foundation-nya. Karena tanpa foundasi

37:26

ini akan bahaya banget. Walaupun lu jago

37:28

bikin konten, tapi kalau lu gak ngerti

37:29

foundation-nya, lu akan bisa melaju jauh

37:31

tapi ke arah yang salah. Dan itu bahaya

37:33

banget. So, with that said, tanpa

37:34

panjang lebar, let's get into the

37:36

foundations.

37:43

Oke, so hierarchy of creators. This

37:45

video is gonna be very important.

37:47

Apalagi kalau misalnya kita pengen long

37:49

term ya di industri content creating

37:51

ini. Menurut gua kita harus paham konsep

37:52

ini supaya kita enggak kemakan nih sama

37:55

tren-tren, enggak kemakan sama

37:57

momentum-momentum yang sesaat doang dan

37:59

kita bisa sustain yang lama. Kita harus

38:00

paham yang namanya hierarchy of

38:01

creators. That's why we're gonna discuss

38:03

this right now. Ok. So, creator hier

38:05

hard di sini kita sebutnya ada C1, C2,

38:07

C3. Bedanya apa? Kita mulai dari yang

38:09

paling bawah dulu. C1 itu ibaratnya gini

38:11

nih. These are the type of people are

38:15

the type of creators yang disukain

38:17

karena kontennya. Ya, jadi orang follow

38:20

kita karena kontennya. Why do people

38:22

follow you because of your content? Lot

38:24

of reasons. First, lo ganteng, lo cantik

38:27

bisa. Dua, eh hook lu bagus. Tiga, ide

38:32

lu market fit sama konten. Eh, sori

38:34

konten konten lu market fit. Jadi

38:36

maksudnya ide yang lu sampaikan di

38:37

kontennya itu tuh orang butuhkan. Itulah

38:40

kenapa mereka membutuhkan ide eh

38:42

membutuhkan jawaban dari konten lo dan

38:44

mereka akhirnya nonton

38:46

ya. Atau bisa juga karena visual editing

38:48

lu bagus atau bisa karena scripting lu

38:50

menarik atau misalnya karena style lu

38:52

oke gitu ya. So people like you because

38:54

of your content.

38:57

Masalahnya kalau misalnya kita cuman

38:59

sampai di titik ini doang, what if ada

39:02

orang yang bikin konten lebih bagus dari

39:03

kita.

39:06

angkap ya misalnya kita jago e ngedit

39:09

dan orang follow kita karena editan kita

39:11

bagus nih. What if ada orang yang lebih

39:13

jago ngedit dari kita?

39:16

Apakah audience kita akan pindah ke

39:18

orang tersebut? Most likely yes. Contoh,

39:22

kalau misalnya orang follow kita karena

39:23

kita ganteng atau cantik, by the time

39:25

ada orang yang yang lebih muda, yang

39:26

lebih ganteng, yang lebih cantik dari

39:28

kita, yang ngebahas topik yang sama. Apa

39:30

yang akan terjadi?

39:33

orang akan pergi ke sana gitu ya. Jadi

39:36

itu adalah kas terbawah nih dari creator

39:38

harkey yaitu orang suka kita karena

39:40

konten kita. Next, orang suka kita

39:42

karena message kita, karena value kita.

39:45

Contoh kalau misalnya di value creator

39:49

kita punya misi ya, yaitu kita mau bikin

39:52

value driven content go viral more than

39:54

drama di Indonesia. Jadi kan seringkiali

39:56

kita tahu kalau misalnya orang Indo tuh

39:57

suka konten-konten yang sifatnya receh,

39:59

entertainment, prank-prank, enggak jelas

40:01

gitu ya, bagi-bagi, giveaway gitu ya.

40:03

Kita mau bikin konten-konten, kita punya

40:04

misi, kita punya mimpi di mana kita

40:06

pengin bikin konten-konten edukasi yang

40:07

bervalue itu tuh lebih viral dari

40:09

konten-konten yang kayak gitu. Nah,

40:10

kalau misalnya orang selaras

40:12

pemikirannya, idealismenya, dan

40:13

ideologinya selaras dengan ini, pasti

40:15

mereka akan suka kita karena message

40:16

kita. We wanan to make value driven

40:18

content go viral. Nah, ketika orang bisa

40:21

struk sama itu ya. Nah, jadi orang udah

40:24

di level 2 ini nih, C2 ini.

40:28

Oke, people like you because of your

40:29

message ya. Nah, yang terakhir adalah

40:31

people like you because of you. Ini udah

40:33

paling susah. Ini udah paling susah. Ya,

40:36

kalau ditanya RAM cara ini gimana?

40:39

Sorry, menurut gua eh gua belum bisa

40:41

jawab dengan tepat karena menurut gua

40:43

aja ya ini analisis pribadi ya. Self

40:45

analisis. Balik lagi self analisis

40:46

penting kan?

40:48

Analisis gua pribadi aja menurut gua

40:50

productivity boy value creator tuh masih

40:52

di C2 nih pelan-pelan ke C3. Jadi kita

40:54

masih di tengah-tengah sini atau bahkan

40:55

di C2 kita belum nyampai sini. Jadi gua

40:58

enggak bisa kasih tahu oh caranya gimana

41:00

nih gitu ya. Ya maksud gua, gua punya

41:02

hipotesis punya tapi exactly gimana gua

41:05

belum bisa share karena menurut gua gua

41:06

aja masih di sini gitu kan. Nah tapi gua

41:08

kasih contoh orang-orang yang udah

41:10

nyampai C3 ini siapa menurut gua

41:12

contohnya adalah Titra. Kenapa? Karena

41:15

gini, Tintati Tira bikin bisnis. Dia kan

41:17

awalnya content creator beauty ya,

41:19

beauty lifestyle ya, make up ya,

41:20

skincare mungkin ya. Dia tiba-tiba bikin

41:23

bisnis kan, dia bikin bisnis eh dua FnB

41:28

ya, satu sama suaminya kan ee bikin

41:31

kayak apa sih? Yaki something like that

41:35

gitu kan yang kayak Japanese gitu sama

41:37

dia bikin matte coco ya kan. E coconut

41:39

shake laku nih FnB-nya. dia bikin lagi

41:42

ya kan beauty brand beauty second date

41:46

laku juga maksudnya apa ketika orang

41:50

udah mempunyai bisnis atau turunan ya

41:53

turunan dari personal branding dia

41:55

lintas industri FnB sama beauty kan beda

41:57

ya tapi orang tetap bisa beli audiens

42:01

tetap suka dan tetap beli

42:04

itu berarti orang sudah suka kita karena

42:06

kita contoh misalnya gua bikin value

42:10

creator nih bikin productivity Boy.

42:11

Terus suatu saat gua tiba-tiba bikin ee

42:14

baju terus baju gua laku banget. Nah,

42:15

itu berarti gua udah di C3 karena orang

42:17

suka gua karena gua. Jadi, gua jualan

42:18

apapun laku. Ya. Nah, jadi sekarang

42:20

pertanyaannya gimana kita bisa dari sini

42:22

ke sini, dari sini ke sini gitu kan. Itu

42:25

langkah. Tapi memang paling biasanya

42:27

orang tuh dari bawah pelan-pelan ke

42:29

atas. Walaupun ada orang yang tiba-tiba

42:31

langsung di atas, tapi seringkiali

42:32

fasenya adalah orang jago ngonten dulu,

42:35

jago bikin persepsi, habis itu jago ee

42:38

bikin orang suka sama kita. Ya, jadi ini

42:40

hierarki penting banget sih supaya kita

42:41

tahu kita ini ada di mana. Mungkin lo

42:43

bisa ngakses lo ada di mana. Dan

42:45

harusnya baiknya menurut gua sih

42:47

aspirasinya ya udah kalau misalnya kita

42:48

di bawah pelan-pelan kita bisa naik

42:50

gitu.

42:57

Clues versus authority. First of all,

43:00

shout out to Michael ya, Zen Boy. Karena

43:03

ini konsep tuh diciptain sama Mike

43:05

ketika kita lagi brainstorming dan kita

43:07

bawa ini ke banyak banget konten yang

43:10

kita udah produce dan kita udah

43:11

introduce konsep ini ke banyak banget

43:13

B2B clients, ke banyak banget personal

43:16

brand clients, ke banyak banget coaching

43:17

clients dan orang-orang sangat merasakan

43:19

manfaat dari konsep ini. Banyak banget

43:21

yang tercerahkan dan karena menurut gua

43:23

konsep ini cukup perfect juga. So, I'm

43:25

gonna share it to you guys right now.

43:26

Oke, closest versus authority. So val

43:29

creator we believe that creators

43:33

operates in a spectrum. Jadi creator itu

43:36

tuh bertindak berdasarkan spektrum. Nah

43:38

spektrum ini tuh ada dua ya. Jadi balik

43:40

lagi ini bukan dikotom spektrum ya. Jadi

43:42

bisa bergeser ya. Enggak A atau B bukan.

43:45

Ini spektrum jadi bisa bergeser. Yang di

43:47

kiri itu closeness yang di kanan tuh

43:49

authority. Bedanya di mana? Gampangnya

43:51

gini. Closeness itu adalah biasanya

43:54

kreator-kreator yang lifestyle

43:56

ya. kreator-kreator yang lifestyle. Jadi

44:00

mereka

44:02

menitik beratkan di kedekatan mereka

44:04

dengan audiens mereka. Mereka bermain di

44:06

sana. Ketika kita show our life kan kita

44:08

jadi menganggap, "Oh, ini cici gua nih,

44:10

koko gua nih, kakak gua nih, ini dedek

44:11

gua nih, nih bapak gua nih, emak gua

44:13

nih." gitu loh ya kan? People will think

44:16

that they are close with us. They will

44:18

feel they are close with us karena kita

44:20

menunjukkan keseharian kita. Kita pakai

44:22

brand apa? kita pakai skincare apa, kita

44:24

mandi pakai sabun apa, kita naik mobil

44:26

apa, kita makan di restoran apa. Nah,

44:29

kita jadi merasa dekat sama kreator

44:31

tersebut. Nah, ini lifestyle tuh biasa

44:33

tuh mainnya di closeness. Nah, di sisi

44:35

lain itu tuh ada yang namanya authority.

44:37

Authority ini biasa tuh tercipta ketika

44:41

yang eh mengembangkan akun ini kreator

44:44

edukasi ya. Kenapa? Karena ketika kita

44:47

mengedukasi, tiga cara untuk bisa bla

44:49

bla bla. Kalau misalnya kamu mau ini

44:51

pakai bla bla bla. Nah, itu maksudnya

44:53

ini kan sifatnya edukasi ya. Nah, ketika

44:55

kita mengeducate people, when you

44:57

educate people,

45:00

positioning-nya enggak begini ya.

45:02

Positioning-nya enggak begini. Nih, gua

45:03

gedein nih, right?

45:06

Positioning-nya itu tuh enggak begini.

45:09

Ini kelihatan lagi. Ini gua lagi rekaman

45:10

di kamar gua. So,

45:13

eh ini gua btw ini gua interm sedikit.

45:16

Gua lagi enggak di kantor. Ini di kamar

45:17

gua. So this is actually where it all

45:20

started. Productivity productivity boy

45:23

was built in this desk. In this very

45:25

desk ya and I don't know why. Seeing

45:29

this background just brings me a lot of

45:31

memories back ya. Karena sekarang kita

45:33

udah ada kantor udah ada kita bersbelas

45:34

sekarang eh I started all of this alone

45:37

in this bedroom in this desk. Ya you

45:39

might ya gua wibu guys ya. So don't mind

45:42

that. Ok. In this desk alone gitu. So I

45:44

want to talk about balik lagi ya.

45:45

Intermesanya cukup.

45:48

closest versus authority. Kalau misalnya

45:49

kita closest, most likely it's gna be

45:51

like this. Ok,

45:53

kreatornya sejajar sama audiensnya

45:55

karena mereka merasa dekat. Tapi kalau

45:57

misal authority enggak kayak gitu.

45:59

Authority itu bakal begini nih, set

46:01

kreatornya di sini. Kenapa? Karena orang

46:03

akan membandang kita di atas karena kita

46:05

punya authority di sana. Ketika kita men

46:07

mengedukasi orang, kita give people

46:09

facts, kita teach people ya we give

46:11

information, people will see us as a

46:13

panutan. Kurang lebih tuh kayak gitu

46:14

seratanya. Oke, people will see us as

46:18

panutan gitu loh. Jadi ada ada gap di

46:20

sini which is not bad. Ada gap di sini.

46:22

Makanya orang tuh respect sama kita ada

46:24

authority di sini gitu ya. So that's the

46:27

difference between closest versus

46:29

authority. Oke. Nah, jadi perbedaannya

46:31

tuh di tipe konten apa, di format konten

46:33

apa yang kita berikan ke orang. Kalau

46:35

misalnya sifatnya lebih lifestyle, lebih

46:36

entertainment, itu tuh biasanya ke sini.

46:38

Closeness. Kalau misalnya kita ngasih

46:40

lebih ke edukasi biasanya lebih ke

46:41

authority di sini ya yang muncul. Nah,

46:44

kenapa ini penting? Karena ini nanti

46:45

monetization path-nya beda. Nanti kita

46:48

akan bahas path money. Tapi biasanya

46:49

kalau misal kayak begini, closeness itu

46:52

tuh biasa lebih enak kita tap ininnya

46:54

tuh di endorsements. Kenapa? Karena

46:56

kalau misalnya kita ngajak orang kita

46:58

dekat sama mereka, mereka percaya enggak

47:00

sama kita? Percaya. Engagementnya

47:02

tinggi, brand demonen, ya. Repeat order.

47:06

Kalau misal authority seringkiali

47:08

monetize lewat info products. Kenapa?

47:10

Karena orang percaya kita karena ilmu

47:11

kita, karena expertise kita. kita

47:12

nge-share apa, orang percaya orang mau

47:14

belajar dari kita. Jadi intinya di sini

47:15

orang mau belajar dari kita. Makanya

47:17

kita jual info products. Gua kasih

47:20

konteks. Misalnya ada brand skincare

47:22

nih, ada brand skincare dia mau bikin eh

47:25

campaign buat jualan produk dia supaya

47:27

lebih laku. Dia bakal ngajak orang yang

47:29

closest atau authority. Most likely dia

47:31

bakal ngajak creator lifestyle yang

47:33

ngebahas review skinc ya karena emang

47:36

udah kebiasa udah kebentuk audiens-nya

47:37

di sana. Tapi kalau misalnya brand ini

47:39

dia mau bikin workshop formulasi

47:41

skincare, dia bakal ngajak yang mana?

47:43

Closes atau authority? Kemungkinan besar

47:45

dia kan ngajak creator yang authority,

47:47

PhD dalam dermatologi. Nah, dia bakal

47:49

ngajak dokter-dokter yang authority

47:51

kontennya ya. Jadi bianya di sana. So,

47:53

this will impact your monetization path

47:56

juga nanti ke depannya gimana. Whether

47:58

you stick with closes or stick with

48:00

authority, but you can be in the middle.

48:02

Hanya saja akan susah dan kontennya akan

48:04

kesplit. Kalau misalnya lu di awal sih

48:06

gua saranin sih kita pilih salah satu

48:08

dan kalau misalnya lu ikut course ini,

48:10

lu ikut program ini, most likely kita

48:11

akan ngarahnya ke sini, guys. Oke, so

48:13

that's scale of command and closes

48:16

versus authority.

48:23

Alright, shark bite versus moskit bye.

48:25

This is a very central concept where

48:28

value creator operate around it, gitu

48:30

ya. Jadi, ini adalah konsep yang sangat

48:31

penting di mana konten-konten value

48:33

creator cara kita bergerak itu tuh

48:34

berdasarkan konsep ini. Gua enggak bisa

48:36

bilang ini 100% original karena

48:37

sebenarnya ini tuh terinspirasi dari ee

48:40

perjalanan gua di 2000 berapa nih? 2019

48:42

ya. 2019 gua tuh ada ikut lomba startup

48:44

di Hong Kong dan gua menang juara dua

48:46

dan gua belajar ini di sana gitu. Oke,

48:48

gua gak usah jelasin secara panjang

48:50

lebar ya how it happened, but ah ini

48:52

sebenarnya ceritanya bagus banget sih.

48:53

Tapi let's see before next time langsung

48:55

aja kita ke shark bite versus moskit

48:57

bite. Intinya gini, di dunia startup itu

49:00

tuh ada term ya moskit byte versus shark

49:04

bite. Dan ketika gua ingin menerapkan

49:06

ini ke konten rasanya sangat bisa juga.

49:08

Oleh karena itu makanya gua nge

49:10

repurpose, gua nge-redevelop konsep ini

49:12

untuk dunia content creating, ya. Nah,

49:14

jadi ibaratnya gini, kalau misalnya kita

49:16

digigit sama nyamuk sama kita digigit

49:18

sama hiu, itu pasti efeknya beda. Betul?

49:21

Kalau misalnya kita digigit sama nyamuk,

49:22

cuman ini doang yang terjadi. Kita cuman

49:24

bentol dan nyamuknya kita tepok, dia

49:26

mati udah. Betul ya. Tapi kalau misalnya

49:28

kita digigit sama hiu, yang terjadi apa?

49:30

Tangan kita putus, Bos. Hiunya enggak

49:32

mati, kita yang mati, gitu ya. So,

49:34

that's the difference between shark bite

49:35

and moskito bite. Gede banget

49:37

difference-nya. Nah, ketika kita

49:39

menyambungkan konteks ini ke bisnis dan

49:41

ke konten itu apa? Kalau misalnya kita

49:43

ke bisnis seringkali begini, people say

49:45

solve shark bite problems. Karena ketika

49:48

kita nge-solve masalah yang besar, kita

49:50

akan direward dengan besar juga. Intinya

49:52

begitu. Nah, di konten sama ya, solve

49:55

shark bite problems. But the thing is,

49:57

different audience itu tuh punya problem

49:59

yang, solusinya beda, kontennya juga

50:01

beda. Nah, makanya kalau misalnya kita

50:03

bikin tipe konten yang berbeda, ini akan

50:05

menargetkan audiens yang berbeda juga.

50:07

Balik lagi begitu. Jadi dari sini ke

50:09

sini, ke sini, ke sini, ini balik lagi

50:11

ke sini nih ya. Audience kita beda,

50:13

problemnya beda. Problemnya beda,

50:16

solusinya beda, solusinya beda, konten

50:18

yang harus kita kasih beda.

50:20

Audience yang sama aja kadang-kadang

50:21

problemnya beda. Contoh, kita misalnya

50:24

mau nge-serve business owners ya, CEOCEO

50:26

gitu. Kita mau bikin konten buat CEO.

50:28

Ada beberapa CEO yang kesusahan buat

50:31

ngomset ya. Jadi, buat nyari omset

50:33

susah, dapat revenue susah. Ada beberapa

50:35

CEO yang nge-manage timnya susah,

50:37

ngedelegate-nya susah. Ada beberapa CEO

50:39

yang kesusahan soal pajak, problemnya

50:41

beda. Problemnya beda, solusinya udah

50:43

beda-beda. Nah, oleh karena itu makanya

50:45

konten kita harus kita tailor sesuai

50:47

dengan solusi yang kita mau berikan

50:48

untuk audience yang kita inginkan. Nah,

50:50

ya masalahnya

50:52

masalahnya cara untuk membuat konten

50:55

Moskitobite sama Sharkbite ini beda tuh.

50:56

Ya, gua kasih contoh Moskitobite dulu.

50:59

Moskitobite itu intinya adalah gini,

51:02

tipe-tipe konten yang kebanyakan orang

51:04

tuh rasain. Sifatnya general banget.

51:06

Kenapa? Karena moskit tuh banyak ya.

51:08

Jadi ini ecek-ecek tapi bisa diterima

51:10

sama banyak orang. Nah, gua kasih contoh

51:12

dulu ya. Contoh cara grow dari nol ke

51:15

1000 followers. Ini kalau misalnya kita

51:17

ngomongin konteks content creation ya.

51:19

Cara dapetin endorsement pertama cara

51:22

bikin dan nentuin rate card.

51:24

Ini apa? Beginner problem banget ya.

51:27

Yang kalau misalnya disentil dikit

51:28

hilang gitu loh problemnya. Kalau

51:30

misalnya kita shark by udah beda. Punya

51:32

50.000 followers tapi masih kerja itu 5.

51:34

W ini berat banget. Gua udah punya

51:35

50.000 followers nih. Tapi gua masih

51:37

ketrap ke kerja kantoran ya. Gua enggak

51:39

mau ning kerja kantoran kok. Tapi masih

51:40

kerja kantoran ya. Kenapa? Oh karena gua

51:42

udah jadi macro creator 100.000

51:44

followers tapi income-nya masih di bawah

51:46

du digit per bulan. Wah big problem.

51:50

Followers gua 100.000 lebih. Kenapa

51:52

income gua di bawah R juta? Aneh tuh.

51:54

Kenapa bisa kayak begitu? Ya. Nah, itu

51:57

masalah besar. Gua udah begini tapi kok

51:59

gua masih begini gitu loh. Gua udah

52:01

kerja keras tapi kok hasilnya enggak ada

52:02

gitu loh. Income gede followers banyak

52:05

tapi tipes karena kerja mulu. Nah, kayak

52:07

gitu juga bisa juga followers lu gede

52:08

income lu gede tapi lu burn out. Ini

52:10

masalah besar. Ini shark bite yang di

52:12

mana kalau misal ini enggak disegera

52:14

diatasi kita enggak akan bisa hidup

52:16

tenang. Sedangkan Moskito Bite kalau

52:18

misalnya begini-begini doang ecek-ecek

52:21

ini permasalahannya gitu loh ya.

52:23

Kebayang ya. Nah, moral of the story

52:25

kalau misalnya kita mau jualan kita laku

52:27

dan ketika kita ingin membuat

52:28

konten-konten yang sifat jualan, kita

52:30

harus solve shark bite problems

52:33

ya. But there's a catch. Balik lagi. Ini

52:37

gua nge-chat GPT nih atau ke pokoknya Ai

52:39

lah ya. Gua nanya, "How many people in

52:42

this world got into a shark accident?

52:44

Give me the data in percentage.

52:46

Jawabannya begini. Shark B cases itu tuh

52:50

segini nih ya. 47 dibagi populasi orang

52:54

berapa? Segini 100%-nya berapa? 0,005%.

53:00

Artinya apa? Artinya ya moskitobite

53:04

cases itu tuh jauh lebih banyak daripada

53:06

shark bite cases.

53:08

Meaning gampangnya gini gua analogi ini

53:12

brilliant banget juga. If you want to

53:14

grow,

53:16

if you want to increase your followers,

53:17

focus on moskito bite contents. Ya,

53:20

kalau lu mau nge-grow, fokus ke

53:21

konten-konten kayak gini. Karena ini

53:22

bisa diterima sama semua orang.

53:25

Ini bisa diterima sama semua orang.

53:27

Followers, followers lu bisa gede. Tapi

53:29

hati-hati ketika lo jualan bisa jadi

53:31

enggak laku. Karena ini enggak ngena

53:32

painpnya. Ya, ini painp cuman yang lu

53:35

tinggal ditepok orang bodo amat. Jadi

53:37

kalau orang digigit pun juga orang

53:38

bentol doang orang enggak masalah. Kalau

53:40

mereka enggak tahu caranya gimana,

53:41

mereka enggak masalah. Ya, itu kalau

53:44

misalnya kita mau nge-grow fokus ke

53:45

Moskitobit. Kalau misalnya kita mau

53:47

jualan fokus ke shark bite content, talk

53:50

specifically to the pain points that

53:51

people have. That's the difference. Nah,

53:54

makanya nih kenapa kayak gini ya?

53:57

Moskito byite itu banyak. Jadi kalau

53:58

misalnya kita mau nggow ya udah

53:59

moskitobite aja. Kalau misalnya kita mau

54:01

ngejualan shark bait, tapi hati-hati

54:03

kalau misalnya kita sudah tahu fakta

54:06

ini, itu berarti kalau misalnya kita

54:09

fokus ke growth seringkiali mungkin kita

54:11

akan mengkompromi sales kita. Kalau kita

54:14

fokus ke sales kita, seringkiali kita

54:16

akan mengkompromi ke growth kita. Nah,

54:18

itulah kenapa di awal-awal di value

54:20

creator mindset gua bilang, jangan takut

54:22

sama konten yang views-nya rendah. Bisa

54:24

jadi kalau misalnya kita pakai konten

54:25

yang shark byite, views-nya kemungkinan

54:27

besar lebih rendah daripada konten yang

54:28

moskit byitte. Kenapa enggak semua orang

54:30

bisa menikmati itu? Kenapa? Karena udah

54:32

bottom of funnel

54:34

ya, tofu mfu, bovu udah bottom of

54:35

funnel. Ini udah bfu. Ketika orang

54:38

banyak enggak enggak terlalu banyak yang

54:39

bisa menikmati itu, tapi di antara

54:41

orang-orang yang di bottom ofel itu

54:42

adalah orang-orang yang pengin beli.

54:44

Jadi enggak terlalu masalah juga. At the

54:46

end of the day, it's just choice. Kita

54:49

mau money atau mau virality. Ya, kita

54:52

pilih red pill or blue pill. Red pill

54:54

kita dapat banyak uang, shark bite

54:55

content. varity kita dapat banyak

54:57

followers most kita buat content. Nah,

54:59

cuma tinggal kita pikirin mana aja yang

55:02

menjadi prioritas kita. We can get both.

55:05

It's just a matter of which one is your

55:06

priority. Oke, that's pretty much for

55:08

shark b ver mosk b. Use this when you

55:10

wan to grow your content and use this

55:12

when you wan to make some seals from

55:14

your content.

55:22

Eternal markets ini adalah pasar yang

55:25

enggak akan pernah hilang dari muka bumi

55:27

ini sampai kapun itu kita hidup ggak

55:30

akan pernah hilang. Right? So, what is

55:32

the bridge between our audiences heaven

55:36

and their hell? Apa sih yang ada di

55:39

antara surga mereka dan neraka audience

55:43

kita? Yaitu adalah eternal markets ini.

55:46

Health, wealth, relationship. Pertama

55:48

kali gua belajar soal Eternal Market

55:50

ini, itu tuh datanya dari Russell

55:52

Branson, yaitu founder dari Click

55:53

Funels. Jadi kalau misalnya lo mau

55:56

mendalami ini, lu mungkin bisa baca

55:58

buku-buku dari Russell Branson. So, full

55:59

credit on this itu ke Russel Branson.

56:02

Oke. Nah, the atal markets adalah

56:05

health, wealth, relationship. Jadi,

56:07

Russell tuh bilang kalau misalnya di

56:10

dunia ini akan ada tiga market yang

56:12

enggak akan pernah hilang. Makanya

56:13

namanya Eternal atau mungkin ada orang

56:14

di luar sana nyebutnya Evergreen. Ya,

56:16

suka-suka mereka l mau namain apa. Gua

56:17

sih demennya bilangnya eternal markets

56:19

yaitu health, kesehatan, wealth, yaitu

56:24

kekayaan dan relationship hubungan. Jadi

56:27

manusia itu tuh pasti akan selalu

56:29

mempunyai permasalahan ini. Kalau

56:31

misalnya enggak mereka enggak punya

56:33

permasalahan ini, pasti mereka akan

56:35

selalu mau lebih bagus dalam aspek-aspek

56:38

ini, ya kan? Misalnya mereka enggak

56:39

sakit, tapi mereka mau badannya bagus,

56:42

ya kan? Misalnya mereka enggak miskin

56:44

nih, tapi mereka mau uang lebih banyak.

56:46

Betul. Misalnya mereka udah punya pacar,

56:47

tapi mereka mau pacar lagi. Selingkuh

56:49

dia. Ya, itu bercanda ya. Enggak kayak

56:51

gitu ya. Tapi you get my point. Jadi

56:53

orang tuh akan selalu mau meningkatkan

56:55

level mereka di aspek-aspek

56:56

market-market ini. Right? So, kita akan

57:01

balik lagi ke sudut pandang psikologi.

57:04

Nah, jadi kalau misalnya lu orang

57:05

psikologi atau suka self development

57:07

mungkin pernah melihat konsep satu ini

57:10

yaitu hierarchy of needs yang bikin

57:12

adalah Abraham Maslum. Nah, jadi

57:14

hierarchy of needs ini tuh apa? Ini tuh

57:16

adalah piramida di mana kalau misalnya

57:18

kita bisa memenuhi masing-masing level

57:20

ini, itu tuh kita akan bisa

57:21

mengaktualisasi diri yang artinya kita

57:24

bisa menjadi versi terbaik dari diri

57:25

kita. Nah, ini kita bisa bagi jadi dua,

57:28

right? Kita bisa bagi jadi survival

57:30

needs sama transcendent needs. Survival

57:33

needs itu adalah needs atau kebutuhan

57:35

kita yang kalau misalnya kita enggak

57:37

bisa memenuhi kebutuhan ini, hidup kita

57:39

akan terancam, kita enggak akan

57:41

sejahtera hidupnya, gitu ya. Contohnya

57:43

apa? Physiological needs, ada air,

57:46

water, food. Jadi kayak udara kita, kita

57:49

bisa dapat akses ke air atau enggak,

57:51

kita bisa makan atau enggak, setiap hari

57:52

kita punya rumah untuk tidur atau enggak

57:54

gitu ya. Nah, jadi itu physiological

57:56

needs yang emang dibutuhkan oleh tubuh

57:58

kita untuk reproduksi dan hidup dengan

58:00

baik. Habis itu ada safety needs,

58:02

keamanan kita. Keamanan secara fisik,

58:05

keamanan secara tinggal di mana,

58:08

keamanan secara pekerjaan, keamanan

58:11

secara

58:12

kebutuhan kita untuk bersosialisasi gitu

58:15

ya. So, next-nya ada love and belonging,

58:18

yaitu pertemanan kita dengan orang lain,

58:20

intimacy kita atau kedekatan kita dengan

58:23

pasangan kita, dengan keluarga kita, dan

58:25

lain-lain. Jadi, kita butuh koneksi

58:27

intinya. Nah, kalau misalnya kita enggak

58:29

punya tiga hal ini, itu berarti

58:31

kehidupan kita enggak akan optimal,

58:34

gitu. Bahkan bukannya optimal doang,

58:36

tapi kehidupan kita terancam, gitu ya.

58:38

Nah, kalau misalnya kita sudah bisa

58:39

memenuhi tiga ini baru kita bisa masuk

58:41

yang namanya esteem, yaitu kepercayaan

58:43

diri kita, respek kita ada. ya status

58:46

kita ada orang ngrecognize kita nih

58:49

orang tuh melihat wah bahwa rama nih

58:52

bisa bla bla bla. Nah, itu esteem tuh.

58:54

Jadi kemampuan kita, kekuatan kita itu

58:57

akan bisa

58:59

melompat menjadi kebebasan kita. Nah,

59:01

itu transcend the needs ya. Yang paling

59:03

atas itu adalah set actualization. Kalau

59:05

misalnya kita sudah mendapatkan ini

59:06

semua, kita bisa menjadi versi terbaik

59:08

dari diri kita. sepengetahuan gua belum

59:10

ada orang di luar sana di Indo atau

59:12

maupun di luar negeri yang mengconnect

59:15

hierarchy of needs ini dengan eternal

59:17

markets. Jadi ini datang dari pemikiran

59:19

gua sendiri ya sepengetahuan gua sih

59:21

sebegitu tapi kalau misalnya lo pernah

59:23

melihat ini di tempat lain lemo karena

59:26

ini gua kepikiran ini sendiri dan gua

59:28

cukup ya ingin share excitement gua

59:31

bahwa wah kayaknya gua menemukan sesuatu

59:33

atau I crack the code tentang sesuatu

59:35

yang sangat penting di sini gitu ya.

59:37

Nah, perlu kita ketahui bahwa kalau

59:39

misalnya kita baru mau mulai ngonten itu

59:41

lebih baik kita fokus ke survival needs.

59:44

Kenapa? Karena balik lagi tanpa ini kita

59:46

enggak akan bisa hidup. Betul ya? Jadi

59:48

orang pasti butuh konten-konten terkait

59:51

survival needs. Uniknya survival needs

59:54

itu hubungannya itu ada banget loh sama

59:57

etteral markets ya kan. Cuma tinggal

59:59

kita lihat ya. Nih dua ini mirip banget.

60:03

Health itu masuknya ke sini nih.

60:07

Aduh, wealth itu masuknya ke sini safety

60:11

ya kan. Kita punya uang enggak untuk

60:13

bisa ngapa-ngapain. Terakhir,

60:15

relationship. masuknya ke sini, love and

60:16

belonging. Gila, ketika gua tahu ini,

60:19

gua kaget, ternyata it's there. Emang

60:21

ini tuh enggak cuman sebatas

60:22

ngonten-ngonten doang, tapi ada human

60:24

nature-nya juga, ada psikologinya juga

60:26

di balik ini. Jadi, kalau misalnya kita

60:27

mau gampang untuk memulai, bahasnya yang

60:30

ada di survival needs. Karena pasti

60:32

orang membutuhkan konten kita. Kalau

60:33

misalnya enggak viral, gimana, Bang?

60:35

Gitu kan. Mungkin orang ada yang nanya

60:36

kayak gitu. Itu berarti konten kita yang

60:38

jelek yang harus di-improve. Realitanya

60:40

itu kita enggak bisa menolak fakta. Ya,

60:42

orang tentunya butuh uang, orang

60:44

tentunya butuh kesehatan, orang tentunya

60:46

butuh hubungan. Tapi kalau misalnya kita

60:47

ngomongin tentang itu dan orang enggak

60:49

suka, bukan berarti marketnya enggak

60:50

ada. Kitanya yang perlu memperbaiki

60:52

konten kita, gitu. Nah, sekarang

60:55

pertanyaannya kalau misalnya nich kita

60:57

transcendent needs nih, bukan survival

60:59

needs, bisa enggak? Di luar health

61:02

wealth relationship kan ada banyak ya.

61:03

Ada FnB, ada travel, ada productivity ya

61:06

kan, ada yang lain-lain lah yang

61:09

unik-unik. Nah, itu gimana? Bisa enggak

61:11

gitu, Kak? Transend needs

61:14

jawabannya tentu bisa gitu. Karena kalau

61:17

misalnya enggak productivity boy itu kan

61:18

transcenden ya, productivity. Karena

61:21

gini, orang tuh enggak butuh produktif

61:23

cuy kalau misalnya kita pikir secara

61:25

jelas dibanding soalnya contohnya gini

61:27

nih. Kita bandingin productivity sama

61:30

eternal market tadi ya, health

61:31

relationship. Kalau misalnya kita udah

61:33

produktif tapi kita enggak bisa

61:36

[tertawa]

61:36

em kalau misalnya kita produktif tapi

61:39

kita berbaring di rumah sakit bakal

61:41

happy enggak? Enggak kan. Kalau misalnya

61:44

kita produktif tapi kita sama keluarga

61:46

di rumah ribut bakal happy. Enggak

61:49

enggak. Kalau misalnya kita produktif

61:52

tapi kita enggak punya uang dompet kita

61:54

kosong bakal happy. Enggak? Enggak. Jadi

61:59

tanpa eternal market kita atau survival

62:01

kita terpenuhi, productivity yang enggak

62:03

akan bisa mempunyai makanan yang bagus.

62:05

Tapi bisa enggak mendapatkan

62:07

market? Bisa enggak membesarkan

62:09

followers dengan nich productivity?

62:12

Bisa. Karena kalau misalnya enggak,

62:13

enggak mungkin productivity boy bisa

62:15

segini. Bahkan sekarang pasti by the

62:17

time lo ngelihat video ini pasti

62:19

angkanya juga udah bertambah. Bisa

62:20

enggak Productivity Boy e mendapatkan

62:24

income yang tetap dan bisa drive di

62:27

market gitu. Walaupun trans jawabannya

62:30

bisa karena kalau enggak enggak mungkin

62:31

ada server play button di sana dan gak

62:33

mungkin gua bisa ada di kantor gua ini

62:36

di studio yang full gua buat ya dari

62:39

uang konten dari memonetisasi akun gua

62:41

gitu loh. Jadi as simple as that

62:43

jawabannya bisa atau enggak ya bisa.

62:46

Nah, jadi itu yang gua mau sampaiin.

62:47

Kalau misalnya lu adalah seseorang yang

62:48

punya nih, trans jangan putus asa karena

62:51

tetap bisa aja gimana kita ngemasnya aja

62:53

nanti.

62:59

Dan kali ini kita bakal bahas soal scope

63:01

of mastery dan eternal market. Tapi

63:04

sebelum itu, gua mau ngomongin satu hal

63:06

yang sebetulnya berhubungan tapi mungkin

63:08

kalian udah sampai bosan dan pernah

63:09

dengar ini, yaitu adalah NIS. But bear

63:12

with me. Bahasan ini bakal jauh lebih

63:14

dalam dan akan mempermudah kalian untuk

63:17

menentukan ni kalian selanjutnya gimana

63:19

dan apa market yang akan bisa kalian

63:21

targetkan. NIS itu kan sebetulnya

63:24

sesimpel ngomongin tentang apa, ke

63:26

siapa. Nah, hal ini bisa kita hubungkan

63:29

dengan mustlow hierarchy of needs di

63:31

mana menurut dia ada lima kebutuhan

63:33

dasar manusia yaitu self actualization,

63:36

esteem, love and belonging, safety

63:38

needs, and physiological needs. Nah, dua

63:42

kelima kebutuhan manusia ini dibagi

63:44

menjadi dua, yaitu transcendent needs

63:46

dan survival needs. Di mana transcendent

63:48

needs ini sebetulnya tidak dibutuhkan

63:50

sepenuhnya untuk orang bisa hidup dan

63:53

menjalankan kehidupannya sehari-hari.

63:55

Sedangkan survival needs kalau salah

63:57

satu aja enggak ada, manusia itu enggak

63:59

bisa hidup. Nah, kalau kita pengin bikin

64:02

konten menjadi content creator dengan

64:04

nich yang jauh lebih gampang untuk

64:06

night, pilih aja yang survival nit

64:08

karena pasti jauh lebih gampang. Kita

64:10

tinggal membahas tentang wealth, health

64:11

atau relationship. Bagaimana caranya

64:13

jadi kaya, gimana caranya bisa sehat,

64:15

gimana caranya bisa sixpack dengan

64:17

mudah, gimana caranya bisa dapetin pacar

64:19

dua tanpa ketahuan. Bercanda ya. Nah,

64:22

itu bakal selalu driving dan orang

64:25

sampai kapanp tetap butuh. Nah, karena

64:28

ini ketiga ini adalah eternal market

64:31

atau evergreennish yang menjadi

64:33

kebutuhan dasar dari manusia. Sedangkan

64:36

gimana kalau misalnya transcendent needs

64:39

bisa enggak sih transcenden needs itu

64:41

naik? Tetap bisa. Contohnya gimana?

64:44

Productivity boy. Productive itu kan

64:45

sesuatu yang enggak dibutuhkan banget

64:48

sama manusia. Karena orang yang punya

64:50

duit tiap hari cuman having sex, makan

64:53

itu tetap bisa hidup. Enggak, enggak

64:55

harus produktif. Tapi gimana caranya

64:58

bisa productivity boy driving dan bisa

65:01

masuk ke setiap market yang besar ini?

65:04

Yaitu dengan dihubungkan dengan survival

65:05

needs. Semudah gimana caranya produktif

65:08

untuk menghasilkan uang lebih. Gimana

65:10

caranya produktif untuk bisa punya waktu

65:13

untuk olahraga dan lebih sehat? Gimana

65:15

caranya produktif sehingga punya waktu

65:17

lebih banyak untuk keluarga?

65:19

Dengan menghubungkan transcendent needs

65:21

yang kita bahas dengan kebutuhan dari

65:23

survival need manusia itu kita bisa

65:25

masuk ke penetrasi ke market apa aja.

65:27

Nah, terus gimana kalau kita udah

65:29

memilih NIS tapi kok rasanya udah banyak

65:32

yang bikin?

65:34

Ya, sesimpel apa kata Panji Pergi

65:36

Waksono? Sedikit lebih beda lebih baik

65:38

dari sedikit lebih baik. Don't be

65:39

better, be different. Karena setiap dari

65:41

kita tuh punya quk-nya sendiri, punya

65:44

kelebihan, kekurangan sendiri, dan

65:46

kepribadian itulah yang menjadi justru

65:48

menjadi hook bagi orang lain. Contohnya

65:51

adalah kalau kita nonton satu film ada

65:52

Jason Stasham dan juga satu lagi ada The

65:55

Rock, Dwayne Johnson. Dua-duanya tuh

65:57

sama-sama berotot. Dua-duanya sama-sama

66:00

aktor laga, dua-duanya sama-sama

66:03

memerankan yang yah mirip-miriplah.

66:06

Dan dua-duanya sama-sama botak. Tapi ada

66:08

yang lebih suka nonton Jason Statam, ada

66:11

yang lebih suka join Johnson. Karena

66:13

kedua-duanya punya kepribadian dan ciri

66:15

khas yang berbeda. Nah, pada saat kita

66:18

menentukan nich, kita enggak bisa cuman

66:19

sekedar nich aja, tapi harus kita nising

66:22

down untuk menentukan subnish, subnich

66:25

dan micron nich. Nah, nis sendiri adalah

66:29

apa yang kita suka dan apa yang kita

66:31

jago.

66:32

Subnis kepada siapa kita ingin

66:34

berbicara, siapa yang mau kita bantu,

66:37

posisi kita ada di mana? Sebagai guru,

66:40

sebagai teman, sebagai pembantu

66:42

tukang ya sebagai orang yang mau

66:45

membantu. Dan micronis ini problem

66:47

spesifik apa yang kita mau solve.

66:50

Contohnya dari productivity boy. NIS-nya

66:52

adalah productivity.

66:54

Subnich-nya adalah productivity untuk

66:56

pekerja kantoran. Micronis-nya adalah

66:59

productivity untuk pekerja kantoran yang

67:01

ingin kerjaannya selesai lebih cepat dan

67:03

bisa dapat work life balance yang

67:05

optimal. Gunanya ke mana? Karena semua

67:08

ini bisa kita pakai dan turunkan untuk

67:11

pembahasaan kita, pembawaan kita,

67:14

penulisan kita, bahasan kita, semuanya

67:18

itu turun dari ini. Nah, buat

67:21

teman-teman habis ini bakal ada

67:22

worksheet yang bisa kalian isi di bawah.

67:24

Langsung aja download dan kita akan

67:26

diskusi nantinya.

67:32

Alright, so in this video we're gonna

67:33

talk about building your content pillar.

67:35

Nah, sebenarnya content pillar itu tuh

67:36

apa? Jadi, basically content itu adalah

67:39

topik-topik konten yang kita bahas ya.

67:42

Jadi, topiknya what are the topics that

67:44

we want to discuss ya. Dan ini kalau

67:47

misalnya kita sudah tahu nich kita apa

67:49

itu tuh akan jadi jauh lebih gampang

67:50

buat kita tentuin ini ya. Karena udah

67:52

kebantu banget kalau misalnya kita udah

67:54

udah tahu scope of mastery kita. Oke.

67:56

So, content pillar gua membagi ini

67:57

menjadi tiga sebenarnya. Kenapa tiga?

68:00

Kenapa enggak satu? Kenapa enggak 10?

68:01

Ya. Nah, jadi gampangnya gini. Gua udah

68:04

ng ng belajar ya dari orang-orang Indo,

68:07

orang-orang luar negeri. Gua udah

68:09

belajar dari course-kurse yang harganya

68:11

100.000 sampai R00 juta sekali bayar.

68:14

Gua tuh udah sering belajar ya. Jadi

68:15

spektrum gua tuh udah banyak banget. Dan

68:17

pada akhirnya gua menyimpulkan bahwa

68:19

sweet spot-nya kalau misalnya kita mau

68:20

bikin konten pilar itu tuh di 3 sampai

68:22

li pilar. Jadi 3 sampai li topik.

68:24

Kenapa? Karena kalau misalnya satu doang

68:25

pasti akan cepat kehabisin ide. Kalau

68:26

misalnya terlalu banyak jadi enggak

68:27

spesifik. Kalau misalnya 3 sampai 5

68:29

sweet spot kurang lebih kayak gitu ya.

68:31

Nah, jadi sekarang gua bertanya lebih

68:35

jauh lagi. Kalau misalnya kita perlu

68:36

pilih tiga sampai lima, itu topiknya

68:39

harus apa aja? Apakah bebas atau ada

68:41

framework-nya? Nah, makanya gua bikin

68:43

sih framework ini menurut gua alangkah

68:45

baiknya kalau misalnya kita memilih

68:46

konten pilar kita, gua sih stik ketiga

68:48

ya, gua sih stik ketiga. Itu

68:51

framework-nya gimana? Cara memilih

68:52

topiknya apa. Oleh karena itu gua

68:55

menemukan ya si formula ini ya. Jadi

68:58

kalau misalnya kita mau bikin konten

69:00

pillar, gua saranin kita bisa ambilnya

69:02

dari hal-hal yang kita bisa monetize,

69:04

dari hal-hal yang complementary terhadap

69:06

hal yang kita bisa monetize dan hal-hal

69:08

yang membuat kita tuh excited buat

69:09

ngebahasnya. Karena inilah yang akan

69:12

membuat kita jadi sustain supaya kita

69:13

enggak capek ngontennya. Ya, contohnya

69:16

gimana? Begini. So, for the monetizable

69:18

nich, oke, so this is something that we

69:21

should be good at and that we like.

69:23

Jadi, scope of mastery, suka sama jago

69:25

ini apa yang kita suka sama jago? Ya

69:27

kan? Misalnya kita suka sama jago value

69:29

creation. Kalau misalnya for example in

69:30

my case gitu ya. Oke. Yang paling gua

69:32

suka dan jago value creation. Bikin

69:34

content creation sama digital product

69:35

ini nih yang kita bahas sekarang ya kan.

69:37

Nah ini marketnya ada enggak? Ada juga

69:40

gede banget lagi on the rice. Makanya

69:41

gua ambil topik ini sebagai monetizable

69:42

nich. Makanya gua ngomonginnya paling

69:43

banyak ya kan. Kalau misalnya kalian

69:46

ikutin productivity boy semakin ke sini

69:47

semakin jarang bahas productivity ya.

69:49

Nah habis itu sudah excitement niche

69:51

juga. Excitement niche ini adalah hal

69:53

yang kita suka ya. Hal yang kita suka

69:55

aja gitu. Kalau misalnya gua sukanya

69:57

apa? Productivity ya makanya namanya gua

69:59

productivity boy ya. Jadi ini adalah hal

70:01

yang kita suka bahas aja in general.

70:03

Nah, complementary nich ini adalah hal

70:06

apa yang men-support ini dan ini? In my

70:10

case it's near science and psychology.

70:11

Kenapa? Karena kalau misalnya gua

70:12

ngomongin psikologinya productivity sama

70:14

psikologinya value creation itu tuh

70:15

bakal mendongkrak argumen gua banget

70:17

akan membuat gua unik gitu loh. Contoh

70:20

kapan lagi

70:22

lu nemu orang yang ngekonnectin

70:26

hierarchy of needs ke content creation

70:28

ke etteral market ke every gear market

70:29

terus ngekonnectin itu ke nich enggak

70:31

ada cuman di sini doang karena itu gue

70:33

yang bikin sendiri gue yang conectin

70:34

sendiri gitu loh. Nah itulah keunggulan

70:36

gua gua bisa mengconnectin topik-topik

70:38

ini. Nah, jadi our

70:41

homework is that gimana cara kita bisa

70:43

tahu monetizable nich kita apa, excit

70:45

nich kita apa, sama complementary nich

70:47

kita apa. So, this is how you understand

70:49

and how you can find your content pillar

70:51

supaya lo bisa nanti bikin kontennya

70:54

sesuai topik-topik ini aja dan enggak

70:55

lari-lari dari ini dan bisa saling

70:56

men-support satu sama lain.

71:04

Kalau misalnya lu pengin jadi seorang

71:05

content creator atau creator yang

71:07

memorable di mata audience lo dan enggak

71:09

cuma di mata tapi di pikiran audience lo

71:11

juga, you need to craft your perception

71:13

because at the end of the day,

71:15

perception engineering is everything.

71:17

Audience lo ngebentuk persepsi tentang

71:18

lo dalam hitungan detik. Bahkan sebelum

71:20

mereka sadar, mereka lagi ngelakuin itu.

71:22

And perception is not built by logic

71:24

first, it's built by the senses. Manusia

71:27

itu tuh punya lima indra. Nah, oleh

71:28

karena itu di next training ini kita

71:30

akan ngebahas gimana cara kita

71:31

nge-priming your account perception

71:33

supaya ketika orang pertama kali

71:34

ngelihat akun lo dan mendapatkan first

71:36

impression tentang lo ini nih selaras

71:38

dengan apa yang lo pengin mereka

71:39

persepsikan. Ini bukan soal estetika

71:41

doang, bukan masalah soal kamera atau

71:43

gear yang paling mahal, tapi ini soal

71:44

gimana cara kita ngomong, baju apa yang

71:46

kita pakai. Kenapa pakai baju ini? Kita

71:49

lagi sekarang lokasinya ada di mana? Dan

71:50

lagu apa aja yang lo pakai di konten lo?

71:52

warna apa aja yang lu pakai di konten

71:53

lo. It's all about that. So, without

71:55

further ado, let's deep dive into

71:57

mastering your perception. Priming your

71:59

account punya perception it's key.

72:03

Makanya cara nge-prime-nya gimana. Kita

72:06

ngomong di sini ada five senses. Tadi

72:08

kita di productivity udah ngomong ya,

72:10

lima senses ya. kita bawa lima sensus

72:11

lagi karena gua suka banget sama five

72:12

sens the thing is in social media

72:16

sayangnya kalau offline bisa nih kita

72:17

memanipulate lima l sens mata kalian ada

72:20

di lokasi ini, kita pakai baju ini ya

72:22

kan musik tadi ada musik ya kan wangi

72:25

ada wangi ada hujan kecium baunya ya kan

72:29

touch kalian megang ini kalian megang

72:31

sofa kalian duduk kalian gimana

72:32

ergonomisnya rasa nanti kalian akan e

72:35

makan barusan chefnya datang it's gonna

72:37

be a chef prepared meal

72:40

five senses. Masalahnya kalau online itu

72:43

enggak five senses, cuman two senses.

72:46

PR-nya gimana kita bisa memanipulasi dua

72:49

indra ini dengan sangat optimal di

72:51

online itu caranya kita mainnya di sana,

72:53

kita nge-hacknya di sana, right? Kita

72:56

ngomongin visual dulu.

72:58

visual. It's all about our choices of

73:00

these five things.

73:03

Our choice of words, our choice of

73:06

attire, our choice of color, our choice

73:09

of fonts, and our choice of

73:10

surroundings. Let's break it down one by

73:12

one. Ini contoh script dari konten kita

73:13

yang tadi yang enggak viral itu ya

73:15

dengan sengaja kita perhatiin

73:18

low CTR adjust your automation. Kenapa

73:21

gua pakai low CTR bukan how many people

73:24

click? Karena gua cuman mau ngomong sama

73:26

orang yang gak ngerti. CTR itu apa?

73:28

Karena kalau misalnya lu aja kagak

73:29

ngerti itu CTR, lu udah enggak usah

73:31

ngomong sama gua, lu belajarin sama

73:32

orang lain aja yang ngajarin basic gitu.

73:33

L I want to talk to people yang ngerti

73:35

ini tuh apa. Kalau lu nanya CTR apa,

73:38

Bang? Sorry, belajar sama yang lain aja

73:40

deh bos gitu.

73:42

Kenapa kita ngomong landing page instead

73:44

of website? It's two totally different

73:46

things. Landing page is a landing page.

73:48

Website is a website. If you don't know

73:50

the difference between both, kita enggak

73:51

tahu perbedaannya apa.

73:54

Belajar sama orang lain. Jangan sama.

73:57

Why do we use USD instead of rupiah?

74:00

Karena kalau misalnya orang yang eh

74:03

punya uang mereka sudah mikir USD.

74:06

Kalau mereka enggak mikir USD mereka

74:08

ngerti USD setidaknya gitu loh. Ah

74:11

R30.000 jir 30.000 kan segini. Ya

74:14

gitulah 500 juta yang kayak gitu.

74:18

Dan kita melabel, kita nge-call out

74:20

creator founder. Inilah kenapa kita

74:21

bilang we guys are creator founders, not

74:25

content creator. Gua udah enggak ngomong

74:27

kita content creator jual produk digital

74:29

enggak lagi gitu. We sell info gitu.

74:31

We're creator founders. We sell info.

74:33

Info tuh industrinya

74:36

looknya. Agak jiji sih sebenarnya

74:37

ngelihat muka sendiri gitu. Tapi ya ini

74:39

dibikinin tim gua. Jadi ya karena mereka

74:41

sudah mendesain sangat bagus ya gua

74:42

apresiasi lah ya.

74:46

Kenapa outfitnya begini? Kenapa

74:48

outfitnya black and white? Btw tadi Ar

74:50

bilang itu bercanda jangan dipercaya

74:52

gara-gara panda enggak gitu. Bukan

74:53

karena panda gitu outfitnya. Tapi why

74:55

black? Why? Ya color psychology juga

74:59

black gives authority, white gives trust

75:02

and purity. Contoh-contoh kayak gitu.

75:04

Jadi I want to be perceived dengan

75:06

bagaimana I dress juga kan. Makanya ah

75:10

zaman sekarang apa sih yang color apa

75:12

sih? personal color tuh laku banget.

75:17

Kenapa tadi gua pakai biru buat yang

75:18

awal-awal? Nah, itu ada alasannya juga.

75:21

Tinggal dipikirin sendiri. Tapi penting

75:23

banget cara kita cara kita berdandan tuh

75:25

penting banget. Zaman dulu kita

75:27

bandingin nih. Ini kan sekarang nih set

75:29

ya kan zaman dulu, Bro. Ini pakai kaos,

75:33

Bro. Kaos yang waffel yang di TikTok

75:35

yang ngharga Rp100.000 itu loh.

75:38

Ini juga Rp50.000. Gua enggak bohong.

75:41

Ini Rp50.000 ini po. Gua beli di TikTok

75:42

Shop.

75:43

Ini Zara lah. Okelah. [tertawa]

75:45

Ini R.000. You know what I mean?

75:50

Dan I try to shift my mindset. When I

75:54

shop for clothes, it's ok deh gua bayar

75:57

mahal. Orang pun enggak tahu. Orang pun

76:00

gak tahu itu baju apa. Tapi kalau

76:02

misalnya kita tahu, "Wow, gua pakai baju

76:05

R juta loh." Ngerti enggak sih? langsung

76:07

bus langsung it's here it's here it's

76:10

here gua pakai baju R juta bos itu gaji

76:13

lu eh itu itu misalnya gaji orang em 1

76:16

bulan misalnya kayak gitu loh different

76:18

perspective tuh yang kayak gitu langsung

76:20

it's all about perception

76:22

that's why

76:24

this is how we dress this is how we

76:26

present ourself warna penting juga ini

76:28

dipick ya sama designer kita Yuda.

76:31

Jujur ini sebenarnya ada gradasi tapi

76:33

gara-gara TV-nya jadi ya ini kelihatan

76:35

semua hitam doang gitu kan. Tapi ada

76:36

alasan kenapa kita cuman pakai

76:38

monochrome. Ada alasan bukan karena

76:40

hidup kita enggak penuh warna bukan ya.

76:42

Ini juga kita cuman pakai satu font by

76:44

the way. Kita cuman pakai manrope. Jadi

76:45

all of this itu tuh pakai manrope. Ada

76:47

alasannya juga kenapa kita pakainya

76:50

sunserif. Bukan kita pakai serif yang

76:51

kayak gitu-gitu.

76:54

Last thing perception equals to

76:56

association.

76:58

Kita harus bisa mengasosiasikan diri

77:00

kita dengan

77:02

ideal customer profile kita punya hidup.

77:06

Kita tahu target customer kita tuh suka

77:08

siapa. Kalau misalnya bisa lu beli tiket

77:11

masterm ke dia atau enggak lu ikut

77:12

conference ke dia, lu foto bareng sama

77:14

dia. Kebayang gak sih dam Ricky aja bisa

77:16

ketemu si ini. Gua mauah belajar sama

77:18

Ricky karena dia dia Ricky udah dekat

77:20

sama ini. Kalau misalnya gua dekat sama

77:22

Ricky kayaknya gua bakal bisa dekat sama

77:23

ini deh gitu loh. And that is the reason

77:26

why beapa testimoni kita yang kita pilih

77:29

adalah ini misalnya. Dan ada beberapa

77:31

yang lain juga yang lagi upcoming.

77:34

You guys know who this is? By the way,

77:41

boleh sombong dikit ya? Sombong dikit

77:43

boleh.

77:45

Find me a guy that can coach someone

77:50

yang went from 15.000 followers ke 2

77:54

juta followers in just two days. Eh,

77:57

berapa? 1 minggu ya.

77:59

in just 3 days. 15.000 followers ke 2

78:03

juta followers in just 3 days. If

78:05

somebody can beat that record, I'm gna

78:07

pay I'm gna pay them and I'm gna learn

78:08

from them. Gua ajari testimoni mereka.

78:10

Gak apa-apa deh.

78:12

Gua gak bilang, "It's all my credit,

78:15

salsa did all the work.

78:17

It's her spotlight. Yang gua milih bantu

78:20

Salsa tu adalah digital productnya."

78:22

Bahkan di meeting kita setelah dia

78:25

viral, setelah 3 hari itu gua bilang ke

78:26

Salsa, "Salsa, it's all you. I don't

78:28

take part in any of this sama sekali."

78:30

gitu. Terus dia bilang, "Ram, tapi kan

78:32

cara belajar bikin konten viral kan gua

78:34

belajar sama lu juga gitu."

78:36

Ya udahlah, mungkin dikit-dikit gua udah

78:38

berpengaruh sedikit tapi yang gua bisa

78:40

banggain dari 3 hari itu ketransfer ke

78:43

bisnis dia, bukan bisnis yang lainnya.

78:45

dia kan punya bisnis jadi dewasa kan

78:47

yang info produk yang buat e

78:49

dysfunctional family dan segala macam

78:51

itu langsung three digits first launch

78:53

digits langsung that easy karena mainnya

78:56

volume tapi balik lagi gitu loh. Nah

78:58

makanya if we associate ourselves with

79:01

these people

79:02

murid gua kan banyak ya dulu kan gua gua

79:04

kan bikin low tiket ya gua bikin low

79:06

tiket murid gua kan 10.000 lebih ya.

79:07

Kenapa yang gua highlight yang ini ini

79:09

nih? Kenapa yang gua highlight yang ini

79:11

ini nih? Yang lain-lain gua enggak

79:13

highlight. Ada alasannya juga.

79:15

Association kita dekat sama siapa itu

79:19

kita diasosiasikan sebagai apa? Gua

79:20

belajar ini dari gua nge-handle klien

79:21

politik. Sumpah di page dia, dia kok

79:25

fotonya sama ini. Padahal setiap hari

79:26

sama ini. Kok yang ini gak di ngerti

79:27

enggak sih? Oh, ternyata lagi ada kasus

79:29

ini jadi teman. Ngerti enggak sih?

79:30

Enggak boleh muncul duya kayak gitu loh.

79:33

It's association. Dan gua belajar ini

79:35

karena agency Jar. Gua belajar dari

79:37

klien gua yang politician tadi gitu.

79:39

Kurang lebih kayak gitu. It's all about

79:41

association. Makanya kita harus ngerti

79:44

visual kita gimana. Enggak cuman soal

79:46

visual, tapi soal audio juga.

79:48

Kenapa dari tadi lagunya tuh ini?

79:57

Team song kita on repeat nih dari tadi.

79:59

This is my music of choice. This is my

80:01

sound of choice. Story gua banyak banget

80:04

lagunya ini juga. Karena when I want you

80:06

to look at me and hear me, you associate

80:10

me with this type of bike. Very

80:12

important.

80:15

Jangan tiba-tiba ini besoknya Indonesia,

80:17

besoknya Korea, besoknya Jepang,

80:19

besoknya. Ngerti enggak sih? You have no

80:21

branding.

80:24

Intonation penting juga,

80:29

Mar, boleh enggak gua kasih input buat

80:31

konten lu? Karena kemarin gua nonton

80:33

konten Umar.

80:35

Umar ini kalau misalnya gua pasti kan

80:37

nanti kan Umar kan juga ngobrol-ngobrol

80:39

brainstorm kan. Kalau misalnya gua bisa

80:41

ng-twak satu konten dari Umar,

80:42

editingnya udah oke, visualnya udah oke,

80:45

not bad. Yang paling penting intonation

80:46

sebenarnya.

80:47

Intonation plays a huge role.

80:50

the rise, the lows, the pauses

80:54

like just now it plays a huge rule gitu.

81:01

Kalau misalnya kita ngomong datar dari

81:02

awal sampai akhir,

81:05

there is no abs and flow. People are not

81:07

gna be interested juga. Why? Because

81:10

they cannot resonate in the first hand.

81:13

Bahkan AI aja kadang-kadang ngomongnya

81:15

lebih bagus dari kita gitu loh. Hen tuh

81:16

lebih bagus loh. 11 laps lebih bagus

81:18

dari kita. Like, bro, masa kalah sama

81:19

AI. Pantes laku eh creator laps.

81:24

Damn. Tapi more importantly than e dan

81:28

intonation is conviction.

81:34

Conviction is the most important thing.

81:39

Kalau misalnya gua bilang

81:42

di sini ada yang ngerokok enggak?

81:44

Ihh, gila. Enggak ada. Yes, qualified.

81:47

People semua. Nice ya. Gila. E, gua juga

81:49

enggak ngerokok. Tim gua juga sekarang

81:52

udah enggak ngerokok semua ya.

81:54

Iya, guaak ngerokok.

81:55

Iya, semua tim kereta enggak ada yang

81:57

ngerokok

81:59

kecuali pot. Mana pot [tertawa]

82:03

ngip.

82:04

Why people hate smoking so much?

82:08

Orang kalau misalnya ngerokok, ih nanti

82:09

lu mati loh kalau ngerokok. Tapi have we

82:11

ever think gula tuh juga bisa bikin

82:13

lebih mati. Tapi tiap hari kita minum

82:16

kopi susu golaren, kita minum boba,

82:18

setiap hari kita makan mie banyak, orang

82:20

enggak ngomong, "Lu entar ini." Ngerti

82:22

enggak sih? Tapi sekali kita ngerokok

82:23

kita langsung dijudge.

82:25

Padahal datanya tuh kebalikannya tahu?

82:28

Smoking kills kan. Tapi tahu enggak

82:30

kalau misalnya gula itu lebih membunuh

82:32

kita 10 kali lipat lebih efektif

82:34

daripada kita ngerokok.

82:36

Tapi kita kok malah lebih kor-karin stop

82:37

ngerokok. Stop ngerokok sih bukannya

82:39

stop makan gula. Benar enggak?

82:41

Why?

82:44

Because all the facts I made just now

82:45

actually made up. Gua cuman ngarang

82:47

doang enggak sebenarnya.

82:51

Smoking kill. So don't smoke

82:52

gitu kan maksudnya ya. Tapi gula juga

82:54

memang gak bagus. Tapi gua cuman ngarang

82:57

gula 10 kali lebih berbahaya dari smoky

82:59

I'm just making it up. But maybe for one

83:02

second you believe me. Benar gak?

83:05

It's because of how I speak gitu loh.

83:07

Dari tadi kalau misalnya gua ngomong

83:08

dengan penuh keraguan nih dari tadi nih

83:09

productivity nih sampai sekarang gua

83:11

ngomongin high ticket.

83:13

Kalau gua ragu,

83:15

gua sia-sia nih dari Jambi, gua sia-sia

83:18

nih dari e Surabaya, dari Sidoarja ke

83:20

sini gitu loh. Jauh-jauh loh kalian.

83:24

What's the most important thing from all

83:26

of this is this conviction of speech ini

83:28

speak mean it gitu loh.

83:32

Don't give me that boring bullshit gitu

83:33

loh yang kayak ngomongnya tuh kayak

83:35

enggak ada auranya gitu loh. Kalau kata

83:37

agen alpha tuh ris dikitlah skibidi

83:39

jangan skibidi gitu maksudnya.

83:41

That's the big difference. And ini tadi

83:43

tadi I forgot who shared kayak Ana to.

83:47

We need to think about branding. Most

83:50

people, most agency, most coaches and

83:53

most orang-orang yang ngaku ngajarin

83:55

personal branding mereka gak ngerti ini,

83:56

man. Mereka tuh fokus ke personal

83:59

awareness. That's what I call. You just

84:01

make viral content, but you don't build

84:02

a personal brand, bro. Gimana lu bisa

84:05

bilang lu punya personal brand tapi

84:06

grade 1 sampai grade 9 semuanya

84:08

beda-beda. Fontnya beda, warnanya beda,

84:10

cara ngomongnya beda, look-nya beda,

84:12

topiknya beda, nichnya beda. That's not

84:14

branding. That's just awareness putting

84:17

yourself out there. That's good. That's

84:18

not wrong. But that's not branding.

84:20

You're getting it wrong. Kalau misalnya

84:23

ketika lu ngelihat sebuah brand dan lu

84:25

bisa eh rama banget nih, PR boy banget

84:28

nih, VC banget, itu brand.

84:30

Zaman-zaman dulu, zaman-zaman dulu,

84:33

zaman-zamannya Umar, Cela, Sarah, eh

84:37

Fata, orang tuh pada bilang gini, "Ih,

84:39

gila, script gua udah prot boy core

84:40

banget." Kenapa? Karena dulu zaman dulu

84:43

prot boy itu kita bikin script itu tuh

84:44

negatif hook semua.

84:46

Coba Mike contohin negative hook gimana

84:50

lu sebagai scriptwriter nih, ini gua I'm

84:52

putting you on the spot. Ini enggak

84:53

discript sini Mike, lu punya 5 detik

84:56

untuk mikir ke depan. pikirin contoh

84:57

dari negatif hook

85:00

ini. Btw gua enggak rencanain jadi dia

85:01

ini benar-benar raw. Give me negative

85:03

hook.

85:04

Oke, stop ikut seminar content creator

85:07

sekarang juga karena masa depan kalian

85:10

enggak akan terjamin.

85:11

Oke, negative hook. Give me a niche.

85:14

Ini kita enggak janjian ya. I will

85:15

create a negative hook for you. Give me

85:16

a niche.

85:18

Polit. Ah, jangan politik, [tertawa]

85:19

Bro. Direkam masalahnya bro.

85:21

Petsal

85:23

pets boleh. Masalahnya takutnya

85:25

ditonton.

85:26

[tertawa]

85:26

Eh, pets dulu ya. Pets dulu bar. Ea ya

85:29

pets. Nah, ini Andrew jagonya engak

85:31

masal ini. Gua juga sempat bikinin

85:32

Andrewnya [tertawa]

85:37

stop kasih anabulu makan dry food. Kalau

85:40

lo enggak mau anabulu cepat mati.

85:43

Kebayang enggak

85:45

AI?

85:46

Percuma lu belajar AI karena

85:50

bentar lagi AI akan tergantikan sama hal

85:52

baru ini.

85:55

Itu orang AI kan baru. Kenapa tiba-tiba

85:57

ada hal yang baru lagi gitu loh. Ini

85:58

yang baru lagi apa gitu.

86:02

Digital product is dead. Itu aja

86:04

[tertawa]

86:05

steel proud boyor.

86:06

Ste boy. Jadi anak-anak VCA zaman dulu

86:09

tuh udah ngerti banget ketika mereka

86:10

bikin script negatif. Oke. Ini kan lu

86:12

jago bangar. Ini PR Boy Core nih. Prot

86:14

boy core. Udah Mik, thank you. Thank

86:15

you.

86:16

Jadi kita harus punya personal branding

86:19

itu kita tuh mau diketahuin sebagai apa?

86:22

Don't just be a noise. Karena kalau

86:24

misalnya kita seperti ini,

86:26

berapa banyak orang yang kalian ketemu

86:29

di event atau gimana followersnya R juta

86:31

nih, tapi mereka ke mall enggak ada yang

86:34

tahu itu siapa.

86:36

That's personal awareness. That's not

86:37

personal.

86:42

Kalau misalnya lu udah sampai di modul

86:44

ini, itu berarti kemungkinan besar lu

86:46

mengalami problem yang sama dengan

86:48

kreator dan creator perner lainnya. Lu

86:50

udah nge-post secara konsisten, tapi kok

86:52

views-nya masih enggak ada ya? Boro-boro

86:53

followers, views-nya aja stuck terus.

86:56

Pokoknya lu udah coba semuanya. Pakai

86:57

hook yang lagi viral, pakai konsep yang

86:59

lagi viral, pakai audio training, pakai

87:01

hashtag, pakai apapun itu growth hack

87:02

yang orang lain semua di luar sana suruh

87:04

lu untuk lakuin posting di jam yang

87:06

optimal lah dan segala macam, tapi masih

87:08

aja enggak ada hasil. Well, that makes a

87:10

lot of sense because you're focusing on

87:11

the wrong thing. But the question is,

87:14

what is the right thing? Dan right thing

87:15

itu akan kita bahas di master class

87:18

selanjutnya. Enjoy.

87:21

So, welcome to the next module, IG Roles

87:23

Mastery. Di modul kali ini gua enggak

87:26

akan ngomongin tentang bagaimana sekedar

87:29

nulis script dari awal sampai akhir. E,

87:32

gimana nyari konten viral atau gimana

87:34

cara bikin konten jualan. Enggak. Tapi

87:37

gua akan lebih banyak berbicara tentang

87:39

what's the logic behind making an IG RS

87:43

that convert into our sales because in

87:46

the end that's what we want right we

87:48

want to get a new leads from our content

87:51

we want to get we want to nurture our

87:55

audience as well from our content and we

87:57

want to get sales from our content. So,

88:00

basically di sini eh kalian akan bisa

88:03

ngerti bagaimana mulai pemik bagaimana

88:06

logika dalam pemikiran untuk membuat

88:08

suatu IG reels atau video short form.

88:13

Oke, so the best content is not one that

88:16

use viral hook or transition.

88:19

It's not about using high-end camera,

88:22

not about has the best editing. It

88:25

ngaruh, itu penting juga karena balik

88:28

lagi dengan banyaknya raw konten

88:31

sekarang kualitas akan tetap membentuk

88:33

vibe kita, akan tetap membedakan kita

88:36

dengan kreator lain.

88:38

Tapi the best content yang lebih penting

88:41

adalah tiga hal ini. Understandable by

88:43

your audience. Gua di sini nge-bold your

88:46

audience karena enggak harus dimengerti

88:50

semua orang.

88:52

When we are talking about high ticket

88:53

coaching, we are attracting a different

88:55

ICP. We are attracting an specific ICP.

88:59

Dan di sini yang penting adalah dream

89:02

persona dari customer kita itu yang

89:04

harus mengerti apa yang kita bicarakan.

89:07

Yang kedua, harus punya clear context.

89:09

apa yang kita buat harus memiliki

89:10

konteks yang jelas dari awal dan orang

89:13

harus mengerti konten itu tentang apa

89:15

dalam sekali mendengar aja. Dan yang

89:17

ketiga punya clear intention. Intensi

89:20

yang jelas kita mau bikin konten ini

89:22

tujuannya untuk apa. Enggak hanya

89:24

sekedar asal ada konten aja.

89:27

Eh, before we got into the module

89:30

deeper, I want to touch a bit on how

89:33

about AI.

89:35

AI can fashion your process give easier

89:37

structure good for base structure based

89:40

script especially when you have got eh

89:45

good prompt to write AI script

89:49

tapi in the end AI script will never be

89:53

100% it will never be as good if you

89:56

yourself don't understand what makes a

90:00

good content good content pada akhirnya

90:03

script yang keluar dari E itu ya hanya

90:05

base. Kalau kalian sendiri enggak ngerti

90:07

kenapa sebuah konten yang menarik itu

90:09

bisa jadi menarik, poin apa aja yang

90:10

membuat sebuah konten itu menarik,

90:14

konten yang keluar dari AI itu enggak

90:15

akan sebagus itu.

90:18

kita di val creator punai. Tapi pada

90:20

akhirnya setelah itu personalisasi yang

90:24

kita lakukan itulah yang membuat konten

90:26

itu menjadi konten yang berkualitas

90:28

untuk personal branding, konten yang

90:30

berkualitas untuk menarik leads juga

90:32

konten yang berkualitas untuk menjadi eh

90:35

branding kita di valrator. Oke, get rid

90:39

of that. Let's go into the video. Oh,

90:42

before we got into the short video,

90:45

short and long video sebetulnya logicnya

90:48

enggak jauh berbeda. Jadi nanti di

90:49

YouTube Mastery eh gua enggak akan

90:51

mengulang logik tentang menulis sebuah

90:55

script video. Tapi yang membedakan

90:57

adalah shorty video itu lebih concise.

91:00

Strong message-nya biasa hanya satu yang

91:02

paling utama dan penggunaan kata-katanya

91:06

harus jauh lebih efektif karena kita

91:07

cuman punya waktu mungkin sekitar 90

91:10

detik maksimal 60 sampai 90 detik untuk

91:13

menyampaikan one strong message ini

91:15

dalam satu konten. Sedangkan kalau long

91:18

video YouTube e casusnya YouTube yang

91:20

kita pakai, kita bisa mendapatkan

91:23

kedalaman yang lebih di mana hasilnya

91:26

juga kedekatan dan attachment lebih dari

91:28

audiens kita. Selain itu, struktur

91:30

penulisannya juga jauh lebih banyak,

91:32

lebih macam-macam, dan lebih banyak ee

91:35

room, lebih banyak ruangan untuk kita

91:36

menambahkan insight atau cerita yang

91:39

kita buat. Jadi, eh dua-duanya ini punya

91:41

tujuan dan nicknake yang berbeda, tetapi

91:43

pada akhirnya logik penulisannya itu

91:45

sama.

91:47

So, what makes a good video is that it's

91:51

understandable, clear context, and clear

91:53

intention. Eh, kita akan pelajarin, kita

91:56

akan bahas satu-satu.

91:59

First of all, understandable by real

92:00

audience.

92:03

Basically, to to be a content that's

92:06

understandable by your audience, you

92:07

need to understand your audience. Then

92:09

we have talked about eh in the previous

92:12

chapter eh customer Persona, idle

92:15

customer Persona ICP for hidden forces,

92:18

over market exercise yang eh mungkin

92:21

kalian harusnya udah nonton juga di

92:23

chapter sebelumnya di face sebelumnya di

92:26

mana gua bilang kalau misalnya ee kalian

92:28

udah menggunakan ini, udah menerapkan

92:30

ini, udah masukin ke chat GPT kalian

92:32

atau apapun yang kalian pakai, ini bisa

92:35

menjadi base yang sangat memudahkan

92:37

kalian untuk membuat script.

92:39

membuat konten apapun itu. Karena when

92:44

you understand your audience,

92:45

understanding your audience is knowing

92:47

about what to talk to them, what they

92:49

can relate, what they can understand,

92:51

and what do they want, and especially

92:54

what they don't understand juga. Itulah

92:57

yang gue bilang kenapa kalian harus

92:59

berbicara ke ICP kalian. Yang penting

93:01

ICP kalian mengerti apa yang kalian

93:03

bicarakan enggak harus orang lain.

93:05

Karena it's useless to talk about big

93:07

pain biggest pain of a farmer when

93:09

you're talking to a fisherman. Karena

93:12

ketika kalian membicarakan problem

93:16

saya ini contoh yang cukup ekstrem aja.

93:18

Tapi misalnya kalian berbicara kepada eh

93:21

let's say kalian mau menarget kita

93:23

bicara soal fitness kalian target

93:25

marketnya adalah orang yang eh baru

93:29

mulai fitness. maka language yang kalian

93:32

gunakan itu enggak bisa eh isolation,

93:35

enggak bisa berbicara tentang

93:37

gerakan-gerakan yang rumit atau yang

93:39

baru. Enggak bisa kita bicarakan

93:41

gabungan antara mobility dan lain-lain.

93:42

Tapi karena orang yang baru mulai

93:44

fitness enggak akan ngerti itu.

93:45

Sedangkan kalau target market kalian

93:47

orang yang sudah ngerti fit, 4 tahun

93:49

tapi mau eh buat dari composition, mau

93:52

bentuk badan lebih spesifik lagi, bahasa

93:54

yang digunakan tentu akan berbeda. Dan

93:56

ini makanya penting untuk bisa lebih

93:58

mengerti audience kita.

94:02

Karena content is talking

94:04

and understanding your audience will

94:06

give you on how to talk to them, what to

94:08

talk to them, and where is the best

94:10

touch point when you want to talk about

94:13

something. This is the entry point to

94:15

clear context. Karena selanjutnya kita

94:17

juga akan bilang kalau konten yang bagus

94:19

itu adalah konten yang punya clear

94:21

context dari awal.

94:25

Clear context itu datang dari tiga di

94:27

sini. Clear contex. Klik tex ini

94:28

maksudnya adalah ketika kalian nonton

94:31

video 3 sampai 10 detik pertama itu

94:33

kalian udah jelas video ini mau

94:35

ngomongin apa. Oke. Nah, ini didapat

94:38

dari apa aja? Yang pertama language yang

94:40

tadi kita sudah sempat bahas juga

94:41

pembahasan penggunaan kata intonasi

94:43

style of speaking yang sesuai dengan

94:45

audience kita. Yang kedua, secara

94:47

structure. Structure yang digunakan ini

94:50

paling mendasar. Eh, VC juga hampir

94:52

selalu memakai struktur ini ketika

94:54

membuat konten khususnya yang ada

94:56

edukasi yang cukup panjang.

94:58

di hook-nya itu harus menjawab empat

95:00

ini. What are we talking about? What are

95:03

we questioning about? What is the goal

95:06

of the content? Dan what's in it for me?

95:09

What's in it for me? Ini aturan dasar

95:10

copywriting di mana ketika audiens

95:13

membaca atau mendengar video kalian,

95:16

dari hook-nya aja mereka udah tahu

95:18

what's in for me. Konten ini buat mereka

95:21

gunanya apa, apa yang akan mereka

95:23

dapetin. Itulah pentingnya kalian

95:26

menggunakan dan memahami ini. Karena

95:28

dari for hidden forces ini adalah bahan

95:30

untuk kalian menyelesaikan masalah

95:32

mereka. What's me? Eh, it can help me

95:36

get to my dream. It can help me to avoid

95:40

my fear. It can help me to solve my

95:44

frustration. It can help me to

95:48

fasten my progress to what I want.

95:52

For hidden forces ini digunakan untuk

95:56

bisa menunjukkan di hook

95:58

what in for me.

96:01

Secara body eh masuk ke body ada

96:03

bridging eh bisa menggunakan story

96:05

journey menambahkan reset e bridging ke

96:08

menuju jawaban yang kita mau kasih di

96:10

sini ee dan juga atau poin-poin yang

96:14

kita mau tampilkan tiga e konten paling

96:17

simpel aja. Tiga cara untuk bisa membuat

96:19

konten viral ya di sini. body itu isinya

96:22

adalah poin untuk cara membuat konten

96:24

viralnya baru ke CTA. Apakah semua

96:27

konten harus ada CTA?

96:29

Sebetulnya harus, tapi enggak semuanya

96:32

secara eksplisit. Kenapa? Karena ketika

96:34

kita membuat konten,

96:37

CTA itu akan men-drive engagement secara

96:39

meningkatkan beberapa puluh persen.

96:41

Sedapi, kalau misalnya pun kita enggak

96:43

tambahkan secara eksplisit misalnya,

96:45

eksplisit itu yang gua maksud komen di

96:47

bawah atau like atau share video ini itu

96:50

eksplisit. Kalau enggak eksplisit

96:52

biasanya kita sudah mendapat menambahkan

96:54

di cerita atau di e talking points kita

96:57

hal-hal yang sebetulnya orang akan

96:59

secara enggak langsung tertarik untuk

97:00

melakukan suatu engagement atau komen

97:03

atau mengajak suatu diskusi. Jadi kita

97:05

enggak secara eksplisit meminta mereka

97:07

melakukan sesuatu tapi udah tertrigger

97:09

melakukan sesuatu gitu.

97:14

Nah, yang terakhir adalah following the

97:17

logic of writing a video. Karena menulis

97:19

video beda sama kita nulis email, beda

97:21

sama kita nulis newsletter, nulis tweet,

97:25

em nulis artikel di LinkedIn itu beda.

97:28

Karena ketika menulis video, kita harus

97:31

write to speak not to read. Karena yang

97:33

kita tulis ujungnya adalah apa yang akan

97:37

kita baca. Kalau belum terbiasa untuk

97:40

melakukan ini, lakukan proof reading.

97:42

Oke,

97:45

setelah kalian nulis script-nya, baca

97:47

ulang scriptnya. Kalau perlu rekam dan

97:50

dengarkan kembali scriptnya karena itu

97:52

akan membuat script ini

97:55

akhirnya bisa semaksimal mungkin untuk

97:58

dijadikan sebuah video yang akan kalian

98:00

rekam, bukan tulisan yang menjadi

98:02

seperti artikel. Yang kedua, right with

98:04

the end of video in mind. Karena pada

98:07

akhirnya tulisan ini akan menjadi sebuah

98:09

video. Pada saat menulis langsung coba

98:11

bayangkan kalau tulisan ini dijadikan

98:13

video, poin-poin apa aja yang perlu

98:16

penggambaran, poin apa aja yang enggak

98:18

perlu penggambaran dengan tulisan aja

98:20

cukup, poin apa aja yang sebetulnya

98:22

enggak justru enggak perlu ditulis, tapi

98:24

ada guidance untuk menambahkan sesuatu

98:27

atau gambaran atau video apapun di dalam

98:29

tulisan kalian ini karena akhirnya akan

98:31

jadi video. Dan ketika kalian berpikir

98:34

ini pada saat membuat tulisan atau

98:36

script, ini akan memudahkan kalian

98:37

banget, memudahkan editor juga dalam

98:39

proses untuk membuat video. Sehingga

98:42

koherensi antara pemikiran kalian pada

98:44

saat ingin membuat suatu video sampai

98:46

jadi hasil akhirnya akan jauh lebih

98:48

mirip.

98:50

Yang terakhir, continuity. Pada saat

98:52

membuat script, pastikan jangan

98:55

muter-muter ee pembahasannya tetap satu

98:58

dari arahnya. Ingat dari awal orang udah

99:01

paham ini apa yang mereka apa yang

99:03

dibicarakan apa yang dipertanyakan goal

99:05

tujuannya apa. Stick to this. Kalau ada

99:09

eh poin, kalau ada riset tambahan, kalau

99:12

ada cerita tambahan yang sebetulnya

99:14

kalau dihilangkan

99:16

itu tetap poin utamanya orang bisa paham

99:20

dan goal utamanya tetap tercapai. Buang

99:23

aja tulisannya, buang aja riset

99:25

tambahannya. Karena berarti riset

99:28

tambahan itu atau poin tambahan itu

99:30

justru mengurangi value dari konten

99:32

kalian, bukannya menambah clarity lagi.

99:36

Oke, last but not least is clear

99:39

intention. Kalian ini bikin konten untuk

99:41

apa?

99:43

Dapetin leads baru, nurture leads,

99:46

dapetin leads untuk di sales atau apa.

99:50

Untuk audience di level mana? Tofu, movu

99:52

atau Bovu. Kalian harusnya udah menonton

99:54

juga materi tentang TOfu, Movu, Bovu.

99:57

Tofu itu education untuk audience yang

100:00

masih problem aware dan unware. Movu itu

100:02

case study and system untuk gimana

100:04

mereka bekerja dengan kita. Yang isinya

100:06

adalah untuk audience yang solution

100:08

unaware. Dan yang terakhir, Bovu ini

100:11

isinya sales dan testimonial.

100:14

Apakah semua konten ini bisa memakai

100:16

struktur yang ada? Bisa. Karena pada

100:19

ujungnya kalian membuat konten Movu

100:21

ataupun bow pun

100:24

kalau misalnya enggak ada hook-nya,

100:26

konteksnya enggak jelas dalam bentuk

100:28

apapun ya, dalam bentuk tulisan, dalam

100:30

bentuk grafik atau dalam bentuk kalian

100:33

omongin apapun itu kalau enggak jelas

100:36

maka kontennya enggak akan optimal.

100:40

Karena tetap aja balik lagi kita bicara

100:42

konten Movu, kita bicara konten bovu.

100:44

Kalau konten Movu dan BOF ini views-nya

100:46

bisa Rp100.000 1000 qualified list-nya

100:49

bakal lebih banyak daripada konten Movu

100:50

dan BOFU yang views-nya 1.000.

100:54

Iya, kita nargetin qualified leads. Tapi

100:58

kalau kontennya aja enggak nyampai ke

100:59

qualified lead kita, ya percuma kan.

101:04

Makanya tetap pakai struktur.

101:07

Dan jangan lupa ini ya, most of us will

101:14

lead

101:15

e will

101:18

condong ke arah sini authority and

101:20

education.

101:22

Tapi dengan menambah karena ini personal

101:25

kita bicara personal branding kita

101:27

bicara attachment juga untuk mendekatkan

101:30

orang biar mereka percaya ke kita. Eh,

101:33

tetap perhatikan ini kita membuat script

101:36

itu mau leaning ke arah mana. Full

101:38

authority, full closeness, which is

101:41

kemungkinan yang kecil, e lifestyle

101:43

based atau kita mau nambahin sebagian

101:47

dari closeness ke dalam content

101:48

authority kita. Intensi,

101:52

konteks, audience. Tiga hal ini kalian

101:56

perhatiin

101:58

dan kalian paham betul-betul. dijamin

102:01

kontennya akan jauh lebih berkualitas.

102:03

Enggak usah pelajarin hook yang viral,

102:05

enggak usah pelajarin eh struktur konten

102:08

viral, enggak tahu, enggak usah bikin

102:10

gimik-gimik, enggak usah pakai editing

102:11

terlalu gimana. Ini aja kualitas konten

102:15

kalian udah sangat jauh lebih bagus.

102:17

Karena script yang clear dan jelas

102:19

konteksnya itu jauh lebih penting

102:21

daripada editing yang dardoor segitunya.

102:27

Dan how to get better at this. Simply

102:29

write more and intentionally. Apa yang

102:31

setiap kali kalian mau bikin script, apa

102:34

yang mau di-improve, apa yang mau

102:35

dimasukin dari poin-poin yang ada di

102:37

video ini, yang ada di modul ini.

102:40

Dan kalau butuh review, send it to your

102:43

e private discord channel. Kita akan

102:45

bakal review di sana. Oke,

102:48

so untuk bikin lebih jelas lagi ada di

102:52

sini ada tiga script dari video Proud

102:55

Boy yang pernah di ada yang pernah

102:57

dipost, ada yang enggak. Tapi ini dibuat

102:59

dengan struktur yang persis sama dengan

103:03

yang gua tulis di atas. Oke. Eh, kita

103:07

bedah sedikit satu-satu.

103:09

Creator founder who sells low ticket.

103:11

This is the hook. Kalau lu adalah

103:13

seorang content creator entrepreneur

103:15

yang capai jualan eh produk Rp00.000-an

103:18

tiap bulan launching produk digital

103:20

baru, tapi income masih stuck di

103:21

situs-situ aja di Ses for you. Di sini

103:23

udah jelas siapa yang ditargetin. Di

103:26

sini udah jelas masalah apa yang mau

103:28

diselesaikan.

103:30

Masuk ke bodynya.

103:33

Gua akan tambahin sedikit penjelasan di

103:34

sini. Your posting selling grounding di

103:36

sini adalah upsor

103:39

sini adalah problem.

103:42

amplification.

103:46

Ini ada problem amplification-nya.

103:52

Lalu di sini the hard truth. The truth.

104:01

Karena lu terus jual produk murah bangun

104:03

sampin kejar volume.

104:06

This is a solution that we are offering.

104:13

Nah, after the solution this is the

104:15

proof.

104:19

Ini gua sedikit sensor. Kalau ada yang

104:22

pernah lihat kontennya, you know who it

104:24

is. Tapi kalau enggak, ya udah siapapun.

104:28

Yang penting ini hanya sebagai contoh

104:30

aja. Habis masuk ke proof di sini

104:32

conclusion sedikit baru CTA.

104:36

CTA-nya simpel aja, singkat, enggak usah

104:38

terlalu banyak.

104:41

Yang kedua,

104:44

marketing finalist bullshit. you will

104:45

get bad leads. The traditional marketing

104:48

funnel is outdated especially for

104:50

creator founders like us tofu muovu

104:52

bovu. Kalau lu cuman ngikutin funel

104:53

tradisional ini, your screw. Di sini

104:56

kita nge

104:59

melawan stigma umum soal Tomfu Movu

105:02

Bovofu karena ya kita juga ajarin tofu

105:05

Movu Bovu karena ini memang penting.

105:06

Tapi orang yang mendengar ini dan ngerti

105:09

ini balik lagi pembahasaan ini kalau

105:12

bukan ke audiens kita orang belum tentu

105:15

relate karena mereka enggak akan ngerti

105:17

creator founders, enggak ngerti

105:18

marketing funnel enggak ngerti tofu,

105:21

Movu, Bovu itu apa. Dan orang gak bakal

105:23

dengar. And that's ok.

105:26

Kalau kita masuk ke sini orang yang

105:28

mencoba meyakinkan enggak punya produk

105:29

bahkan mereka enggak punya stak jualan

105:31

produk murah audience nurin harga di

105:33

sini ada relatability point

105:40

kita setting the ground

105:42

buat mereka biar mereka tahu kalau kita

105:45

paham kondisi mereka di sini

105:48

instead my new funel system di sini

105:50

mulai ada solution

105:56

Oh sorry the bridging to solution.

106:03

Lalu masuk ke ini points-nya steps

106:06

solution

106:08

three layers of day solution

106:11

baru conclusion dan CTI lagi. Di sini

106:13

CTI agak panjang untuk menjelaskan apa

106:15

yang akan mereka dapatin kalau ngelakuin

106:17

apa yang kita minta.

106:21

Then the third script reputation game.

106:24

Sinaduknya trust me the social the

106:27

social media game is actually a

106:28

reputation game. Lu bisa punya

106:30

followers, produk, fanel. Tapi kalau

106:32

nama lu kehilangan trust, everything

106:34

collapse.

106:36

Banyak yang udah paham ini, tapi belum

106:39

dijelaskan secara lebih jelas. Eh,

106:41

hook-nya enggak harus secara struktur

106:44

kita bikin hook yang kayak balik lagi

106:47

tadi gua bilang konten yang berkualitas,

106:48

konten yang terbaik itu bukan soal pakai

106:50

hook yang viral atau hook yang gimana

106:53

banget, tapi hook yang dimengerti sama

106:54

audience kita. Oke, imagine this.

107:01

Ini sama relatability point juga.

107:10

Kita ngasih faktanya gimana trut-nya

107:20

di sini? People don't buy because of

107:22

your content. Ini sebenarnya udah semi

107:24

conclusion.

107:26

Tapi kita bridging ke solution

107:30

dari sini solution-nya solution and

107:33

proof.

107:36

Oke, baru masuk ke sol e conclusion dari

107:40

kontennya

107:41

dan CTA lagi. Secara struktur sebetulnya

107:44

semua sama yang beda cuma di body

107:46

storytelling-nya berbeda-beda.

107:50

Ini yang kita bilang bikin konten pakai

107:54

intensi dan pakai tujuan dengan konteks

107:57

yang jelas untuk setiap ee videonya.

108:05

Alright. So, in the previous module, lu

108:07

udah belajar gimana cara bikin IG reels

108:08

yang valuable. Nah, sekarang missing

108:10

piece-nya ini percuma kita bisa bikin

108:12

konten yang bagus tapi kita gak ngerti

108:13

funeling. Kita gak ngerti tofu, kita gak

108:15

ngerti Movu, kita enggak ngerti boofu.

108:17

Ini essential banget kalau misalnya kita

108:19

mau bisa monetize akun kita. Karena

108:20

audience temperature itu tuh beda-beda.

108:22

Ketika kita cuman mau fokus untuk ngejar

108:24

yang namanya views, ngejar namanya

108:26

followers, kita main di top of funnel

108:27

aja enggak masalah. Tapi kalau misalnya

108:28

kita udah mau mulai untuk berjualan

108:31

entah itu digital product, kita punya

108:32

jasa atau kita punya produk fisik atau

108:34

apapun itu harus banget kita ngerti yang

108:36

namanya MOV sama BOV. So with that said

108:38

kita di modul ini akan ng-deep dive yang

108:40

namanya tofu movu boofu. Kita semua

108:43

pahamin ya tofu movu bovu ya. Gini kalau

108:47

misalnya kita ngomain ke those bahkan

108:50

bukan 10%

108:52

bahkan not the top 1%. Actually how I

108:55

see this? Kita kan sering banget ya

108:58

mikir mikir tuh begini nih. Kalau

109:00

misalnya kita ngomongin keuangan orang

109:02

kan piramida kan orang kan sering bilang

109:03

kan

109:06

ini misalnya top 1% ya kan terus sisanya

109:09

99% nih ini kan top 1% s 99% I don't

109:12

believe it's like that

109:15

I believe this is the 99%

109:18

I'm not a macroeconomist this is just

109:20

how I see things ya ini sudut pandang

109:22

pribadi aja gituah meaning yang di sini

109:27

ini tuh enggak ada sebenarnya

109:30

So, we pick kita mau ngomong ke orang

109:32

yang sini atau ngomong ke orang yang

109:33

sini. Masalahnya kalau kita jual low

109:36

tiket, kita akan ngomong ke orang yang

109:38

sini. Ketika kita ngomong ke orang yang

109:40

sini, kita harus menyesuaikan persepsi

109:42

kita ke orang yang sini. Cara ngomong

109:44

kita jadi kayak begitu. Cara berdandan

109:46

kita jadi ngomong kayak gitu. Kita jadi

109:48

perlu memperlihatkan sebuah persona yang

109:50

mungkin kita enggak mau, tapi mereka

109:52

suka. Jadi kita melakukan hal tersebut

109:54

gitu loh.

109:58

You don't see a Ferrari parked outside

110:00

because I don't have a Ferrari. But I

110:02

don't need a Ferrari to convince you

110:04

guys to come here because you don't see

110:05

my value from the Ferrari. Kebayang gak

110:07

sih? That's how the 1% things kan.

110:09

Basically,

110:12

we don't think about the material needs.

110:14

Di sini ada banyak orang-orang yang jauh

110:15

lebih sukses dari gua. Revenya lebih

110:17

tinggi dari gua. Itu gue yakin ada man

110:20

di sini. Tapi kalian masih ke sini gitu

110:21

loh to learn together ya. Karena we

110:24

speak the same language di sini. And

110:27

orang yang di sini enggak mikin dream

110:30

outcome yang gila-gila. Wah beli Ferrari

110:32

R miliar pertama enggak. Ini orang-orang

110:33

di sini udah lewat R miliar gitu loh.

110:35

Ngerti enggak sih maksud gua?

110:37

Pilihannya kita mau ngomong ke orang

110:39

sini atau ke orang sini? Nah, I choose

110:42

to speak only to here. Tapi untuk kita

110:44

ngomong ke sini ada strateginya. which

110:46

is this.

110:48

Makanya kita harus ngerti yang namanya

110:50

tofu mofubov.

110:52

Kalau misalnya kita ngomin high ticket

110:54

sama 1%

110:58

itu tuh di sini mainnya

111:01

Movu sama Boofu. Tapi kalau misalnya

111:03

kita ngomongin the top eh the bottom 99%

111:06

itu mereka di sini semua

111:10

boleh ini baru mau jelasin. Nah, jadi

111:11

gini

111:13

contoh ini kan top of funnel ini middle

111:16

of funnel ini bottom of funnel.

111:18

Fungsinya ini

111:20

adalah awareness nih.

111:30

Ini awareness yang sinifu. Orang dari

111:33

enggak tahu kita jadi tahu kita.

111:34

Followers banyak tuh di Tofu nih di sini

111:36

nih. Nah, Movu itu adalah orang

111:42

interest sama desire ya. Ya, Guys.

111:45

Masuknya ke sini.

111:47

Ini ibaratnya kita panggilnya

111:52

YTTA aja. Yang ini nih Movu YTTA aja.

111:56

BOVU itu

111:58

adalah orang yang beli,

112:01

yang bisa beli produk kita. Nah, bedanya

112:03

di di mana? Bikin kontennya beda banget.

112:06

Kita mau nge-attract ini sama kita mau

112:08

ngetrack ini tipe kontennya beda,

112:10

semuanya beda. Contoh, kita bikin konten

112:13

TO Mar, kita bikin konten TOfu. Tiga

112:15

tips produktif yang bisa bantu kamu

112:18

kelarin kerjaan 8 jam hanya dalam 4 jam.

112:20

itu tofu tuh semua orang mau dari

112:22

bisnisman, dari mahasiswa dari ibu rumah

112:25

tangga dari orang yang kerja kantoran

112:27

semua mau. Kenapa? Ke capture banyak

112:29

banget.

112:31

Tapi masalahnya dengan konten TOVU ini

112:33

yang sering tidak terjadi adalah ini.

112:38

They don't give us

112:41

qualified leads. Mereka enggak ngasih

112:43

kita qualified leads di sini karena

112:45

sifatnya kontennya terlalu broad gitu.

112:48

Nah, itu untuk si Tofu. Makanya itulah

112:51

alasan kenapa most of my content itu tuh

112:54

di sini. Nanti akan ada statistiknya

112:56

juga. You will see views peractivity itu

112:59

all time high low. Eh, all time low,

113:01

tapi review ini lagi menuju all time

113:02

high lagi gitu loh.

113:05

Karena we speak here. But kita lihat ane

113:09

Movu sama Bovofu tuh di bawahnya Tofu

113:13

ya, Guys. Awareness kan datangnya dari

113:15

sini. Kebayang ya?

113:20

Ya, makanya kadang-kadang kalau mau

113:22

diselipin ini bagus juga. Kenapa? Karena

113:25

it trickles down.

113:27

Orang dari sini akan turun ke bawah.

113:30

Bedanya kadang-kadang movu tuh jadi

113:32

tofu. Kebayang enggak sih maksud gua

113:33

Movu tuh jadi tofu most likely. Tapi

113:35

seringkiali orang tuh datang dari sini.

113:37

Nah, makanya kalau misalnya kita

113:38

ngomongin ke sini, "We speak to the

113:40

99%." Tapi enggak apa-apa karena bisa

113:42

jadi di 99% itu tetap ada 1%-nya gitu

113:45

loh. Jadi diselingin aja enggak apa-apa.

113:47

Tapi kalau misalnya if I focus right

113:49

now, this is my 8020. Jadi this is my

113:52

20% that gives me the 80 80% of results.

113:55

Itu tuh di Movus sama Bi. Kenapa? Karena

113:57

mainnya high ticket. Kebayangan

114:02

any question cukup ya? Boleh Ram

114:06

to know your thoughts. Ini hanya works

114:09

di

114:11

akun yang emang tofunya udah ada atau

114:16

if the case the the account is still

114:18

zero and then they don't have any tofu

114:21

kontennya itu akan sampai gak ke si

114:22

sampai?

114:23

Oke. Kalau gua jadi kalau gua enggak

114:26

bangun productivity boy productivity boy

114:28

hilang gua bakal langsung mulai dari

114:29

Movubovu kalau gua main high ticket ya.

114:30

Oke,

114:32

lebih enak karena yang kebangun justru

114:34

demografinya sama algoritmanya udah

114:36

lebih bagus karena langsung e langsung

114:38

high qualified prospek. Tapi yang bikin

114:40

jadi proactiv itu bermasalah kenapa

114:41

makanya viewsnya tuh jelek banget jadi

114:42

jomplang justru tuh bisa bertolak

114:44

belakang tahu kalau gua mengedukasi

114:45

kalian kalian bisa ngelihat Ram sekarang

114:47

views lu aja jomplang mau ngomong apa

114:48

ngapain lu ngomong di depan kita semua

114:50

kan sekarang views lu lagi jelek gitu

114:51

loh ngerti enggak sih? Nah, jadi bisa

114:54

bertolak belakang nih gua pakai strategi

114:56

ini sebenarnya kalau misalnya gua mulai

114:57

dari nol sebenarnya itu ideal. Jadi, it

115:00

grows along. Sebenarnya emang paling

115:02

enak strategi gua. Gua tuh bikin akun

115:04

baru sebenarnya paling enak. Gua mulai

115:05

dari nol lagi tapi gua mikir kalian

115:08

semua follow gua di productivity boy. Ya

115:09

udah productivity boy aja langsung. Nah

115:11

gitu. Tapi jawabannya yes. It can work

115:14

in a new account. Trafficnya dari mana?

115:16

Organic content sama ads content.

115:19

Yang penting lu ngerti kontennya bagus

115:21

atau enggak. Itu dulu skill-nya harus

115:23

ada. Ini konten bagus. Kalau misalnya lu

115:25

tahu ini bakal bisa nge-hit dan lu

115:27

ngomong konten yang bisa ngadress

115:28

painpoint ICP lu, ideal customer profile

115:31

lu, busa aja. Berarti enggak ngaruh ke

115:34

waktunya, Ram. Maksudnya waktu yang

115:35

dibutuhkan untuk conversion itu enggak

115:38

ngaruh ya antara akun yang udah Do you

115:41

get what I mean?

115:43

I get what you mean. Ngaruh. Ngaruh.

115:45

Is it longer for new account?

115:47

Anything sebenarnya? Everything is about

115:49

trust. The reason why you know how easy

115:51

it is to sell this this mastermind 2

115:54

hari sold out.

115:56

Why? Because I buil the trust over three

115:57

years. Kebayang maksud gu.

116:00

Andrew ini semua warm prospect. Eh, ini

116:03

semua hot sama warm prospect. Tinggal

116:05

gua toel dikit percaya gitu loh. That's

116:08

the power of time gitu Rik. Tapi kalau

116:12

misalnya kita mulai dari nol bisa

116:13

enggak? Bisa hanya lebih lama aja.

116:15

Kenapa? Karena edukasinya kita lakuin

116:17

langsung.

116:18

Bukan sebelumnya. Kalau sebelumnya kan

116:20

udah teredukasi,

116:22

tapi kalau kita baru, kita jadi butuh

116:24

waktu buat mengedukasi mereka aja. Gitu

116:26

aja sih. Anything else?

116:29

Ini good topic by the way. Thank you.

116:33

Enggak untuk semua orang.

116:37

You will need time for this to be

116:38

honest.

116:40

You will need time. Tapi the thing is

116:42

makanya bisa kita delegate,

116:45

kita bisa bangun tim juga. customer

116:48

success, video editor,

116:52

udah selesai. Kayaknya dua-dua itu cukup

116:54

deh kalau kita mau bangun high ticket

116:56

bisnis. Jadi yang nanganin klien tim

116:59

kita satu orang, kita muncul sesekali.

117:01

Nah, itu nanti high ticket tuh ada

117:03

structur-nya juga. Apakah itu one ones

117:05

group one on coaching, grup coaching

117:07

beda juga. Umar sudah paham betul. Nah,

117:10

itu tergantung nanti kita

117:11

ngestrukturinnya gimana. Habis ini kan

117:12

ada personaliz session, kita bisa

117:13

ngomong-ngomong lagi gitu. Tapi bukan

117:16

buat semua orang. Yes. Bukan buat semua

117:17

orang.

117:19

Eh du

117:21

itu apakah perlu ngalami fase yang

117:24

itu fase dan for you dulu gitu bikin.

117:26

Nah itu yang gua lihat kan di

117:29

VC gitu kan ya. Mungkin dari gua jawaban

117:32

cepatnya enggak tapi karena gua ngalamin

117:34

itu gua jadi bisa ngambil angle.

117:35

Kebayang gak? I freaking clos my agency

117:38

yang all time high so that I can build

117:40

this bu a good marketing material.

117:43

Rama agya. eh hit lebih dari 50.000 USD

117:47

per month. Tapi dia nutup itu semua buat

117:50

ngebangunin yang baru. Wah, berarti ini

117:52

next big opportunity yang lebih bagus

117:53

dong daripada bisnis 50.000 USD per

117:55

month gitu loh.

117:56

Tapi mungkin enggak kalau kita skip yang

117:59

done for you apa emang harus sih

118:00

sebenarnya?

118:01

Eh, enggak apa-apa diip. Kalau misalnya

118:03

gua bisa mulai gua skip langsung.

118:04

Ngapain gua agency?

118:09

Enggak ketawa tuh dia udah jing Ram lu

118:11

ngapain bikin agency sih gitu kata El.

118:13

Tapi gini Jar, I wouldn't trade the

118:15

experience. Gua belajar banget di

118:17

agency. Dan one thing ini kayaknya aku

118:20

pernah share ke Anda juga. The thing

118:21

that I'm most grateful about of the

118:23

agency is the people I meet. Kalau gua

118:25

gak bikin agency kemarin, gua gak akan

118:27

bisa ketemu sebanyak orang itu. Karena

118:29

literally kenapa gua close agency? Kayak

118:31

gua udah e gua udah e complete all the

118:33

checklist deh of the ideal customer

118:35

profile yang gua bisa serve. Gua udah

118:37

mulai serve dari content creator. Gua

118:38

udah mulai serve dari entrepreneur,

118:39

founder, founder. Konglo udah,

118:42

politician juga udah. Gua mau serve

118:43

siapa lagi?

118:44

Kayaknya udah hit the ideal customer

118:48

profile punya ceklist deh. Game over

118:50

deh. Yuk kita move ke yang lain gitu.

118:52

Simply. Karena itu kayak belajarnya udah

118:54

cukup deh.

118:54

Itu berarti sebenarnya untuk dapetin

118:56

terust kan di situ. Nah, kalau untuk

118:58

yang kita mungkin

119:00

enggak pakai agensi langsung itu

119:02

terustnya gimana gitu. Kan kita

119:03

sebenarnya jualnya low low low low aja

119:05

gitu. He.

119:06

Dan gimana cara dapetin supaya terasa

119:08

lebih tinggi di high ticket ini gitu.

119:10

Perception. Kita bahas sampai sini ya.

119:11

Oke,

119:12

next material.

119:13

Oke,

119:13

kita lanjut dulu ya, Guys.

119:15

Nah, it's a game of perception. Kenapa?

119:18

Karena kita udah enggak perlu main

119:19

volume lagi. Satu sale high ticket itu

119:22

tuh kayak 100 low ticket. Coba bayang

119:24

ya.

119:26

Satu high ticket itu 100 low ticket. We

119:29

100x your business with so much

119:32

leverage. Kalian udah punya course-nya,

119:35

tinggal kalian tambahin pendampingan.

119:36

Jadi, man gitu jadi gitu. More margins,

119:40

more peace. And we create leverage with

119:41

this. This is the proof. Yang kayak gua

119:46

bilang, guys, tadi all time lu nih

119:48

6.000, 2.000, 3.000, 5.000.

119:52

Banyak alasan. Satu, karena emang bovu

119:55

banget. Movu-bofu banget. Alasan kedua,

119:57

karena bahasa Inggris semuanya full

119:59

English. Why do I use English? Because I

120:01

want to talk to people. Gini deh, orang

120:03

yang bisa bayar R juta pasti orang yang

120:05

bisa ngomong Inggris dong. Most likely

120:07

gitu loh.

120:09

Most likely

120:11

enakin skill to US juga.

120:15

That's why I use English and that's why

120:17

I use USD punya ini gitu loh.

120:21

Jadi satu karena emang movu, dua emang

120:24

karena Inggris, ketiga emang karena su

120:27

productivity bo udah 6 bulan kagak

120:28

ngonten gitu [tertawa] karena gua

120:30

ngurusin klien-klien yang lain kan.

120:31

Jadi, gua baru mulai ngonten lagi. Tapi

120:33

balik lagi, benar ya, ini semua dari

120:34

high ticket sales ini nih.

120:37

Ini btw down payment, partial payments,

120:40

eh semua down payments, partial

120:43

payments. Ini dulu kita lihat ya. Bedain

120:45

ya. Ini views-nya nih beda nih.

120:48

5.000 nih

120:50

tiketnya segini.

120:52

Yang dulu views-nya mm ya. Gue juga

120:55

ngerti cara bikin konten viral aja cuman

120:57

gua udah enggak mau nge-viralin kok.

121:00

Jadi, it's intentional nonvirality. Apa

121:03

sih [tertawa] pokoknya gua secara

121:05

intensi gua emang sengaja bikin enggak

121:06

viral. Kenapa? Karena main movubovu.

121:09

Tapi kalau mau bikin konten viral bisa

121:11

tinggal gua bikin aja. Cara memanipulasi

121:13

orang supaya mereka ngerti sih bikin

121:14

konten-konten gue yang kayak dulu gitu

121:16

loh. Iya, engak, Dru? Atau enggak gua

121:17

tinggal bikin konten lagi. Ini adalah

121:19

satu lagu yang bisa bikin kamu tertidur

121:21

hanya dalam 1 menit viral. Itu fix fix

121:25

11 m, 4 m, 1 m, 1 m sealsnya begini.

121:28

Flow blueprint.

121:30

Malas banget, Men. Rp250.000.

121:35

Yes. Strukturnya punya struktur

121:39

atau strateginya secara teruk enggak

121:41

untuk tadi ya konten yang sama

121:46

ada.

121:48

Kita bahas sedikit ya.

121:52

Basically sebenarnya kalau misalnya tofu

121:54

kita tuh balik lagi ke tadi kita ngejar

121:56

awareness. Jadi kita bikin segeneral

121:59

mungkin

122:01

bikin painp. Nah gini kuncinya di sini

122:04

painpnya besar

122:07

solusinya gampang. Ini kalau boleh

122:09

dicatat catat. Painpinnya besar

122:11

solusinya gampang. Kalau misalnya movu

122:13

bovu apalagi bovu painpnya spesifik

122:19

solusinya spesifik gitu. Itu doang

122:22

kebayang ya. Karena orang yang tofu

122:24

mereka pengin masalah besar cepat-cepat

122:27

selesai. Instant gratification tuh

122:29

mainnya. Tapi kalau misalnya orang yang

122:31

e mainnya itu tuh udah e bfu, mereka

122:34

bakal mau spesifik dan spesifik. Kenapa?

122:36

Karena mereka ee butuh cepat dan enggak

122:38

mau ribet. Gua bayar mahal enggak

122:40

apa-apa, yang penting cepat gitu loh.

122:42

Karena gini, kita tiba-tiba atap bocor.

122:45

Atap bocor ada dua, ada dua solusi.

122:48

Lu nelepon orang suruh kelarin, bayar

122:51

mahal enggak apa-apa atau enggak lu

122:52

belajar kas orang yang enggak bisa

122:54

datang kasih gua instruksinya gua urusin

122:55

sendiri gitu. Enggak mungkin lu

122:57

beli-beli course Rp300.000, lu pelajarin

122:58

dulu 11 jam itu udah keburu rembes nih

123:00

rumah gitu loh. Kurang lebih gitu. Makai

123:02

specificity specificity.

123:06

Oke, so you guys have watched the mov

123:10

breakdown video that's made by Rama. We

123:13

want to just add a little bit of more

123:17

insight and

123:19

little deep dive on the content creation

123:22

on this Tofu Movu boofu. Jadi eh seperti

123:25

yang kita tahu tofu movu bovu ini untuk

123:28

kedalaman dari audiens kita dan proses

123:30

dan tujuan dari setiap konten yang kita

123:32

buat itu akan berbeda. Nah, untuk di

123:35

tofu yang kita buat itu mostly adalah

123:38

inside education atau lebih ke inside e

123:41

ditambah dengan edukasi.

123:43

Jadi yang biasa yang ditargetkan adalah

123:45

untuk audiens yang masih belum problem

123:48

unaware dan problem aware tapi belum eh

123:52

tapi belum punya awareness kalau ini ada

123:55

solusinya.

123:57

Nah, untuk MOVU itu contoh eh kita lebih

124:01

ke arah case study system. Jadi mereka

124:03

udah solution aware tapi masih belum eh

124:05

solution unaware dan belum tahu nih jadi

124:08

untuk menyelesaikan ini proses untuk

124:09

mendapatkan solusinya seperti apa. Nah

124:12

dan untuk kita sebagai yang menjual high

124:16

tiket konten-konten paling banyak akan

124:18

kita buat adalah di sini di Movu dan

124:20

juga di Bovu. Nah, contohnya contohnya

124:23

konten Movu seperti apa? konten podcast

124:26

dengan klien untuk breakdown masalah

124:28

dia. Eh, konten yang mungkin kalian

124:32

teman-teman juga pernah lihat ada di

124:33

YouTube. Eh, kalau teman-teman pernah

124:36

lihat ada di YouTube eh Productivity Boy

124:39

ini breakdown eh Hight road map ini.

124:44

Lalu ini, ini semua konten MOVU karena

124:46

ini adalah untuk eh kita membuat konten

124:49

untuk ngcase study bagaimana proses kita

124:52

dengan klien. konten MOVU tujuannya

124:54

adalah supaya klien, supaya calon klien

124:58

ee calon leads kita ini tahu bagaimana

125:00

rasanya, bagaimana prosesnya untuk

125:02

bekerja atau ee dilatih atau coaching

125:05

atau mengikuti program kita. Sedangkan

125:08

yang terakhir ada konten bovu atau

125:10

konten sales e testimonial untuk orang

125:12

yang udah solution aware. Jadi

125:14

orang-orang ini udah paham eh calon

125:16

klien kita ini udah paham kalau problem

125:18

mereka ini apa dan ada solusinya apa aja

125:22

listnya dan mereka yang mereka perlukan

125:24

adalah yang mana yang harus mereka

125:25

percaya, yang mana yang harus mereka

125:27

pilih. Nah, di sini jadinya kita harus

125:29

buat ee lebih ke arah sales dan

125:31

testimonial. Kenapa? Karena di sini

125:34

mereka akan melihat orang-orang seperti

125:36

apa yang menjadi klien kita dan sukses.

125:39

Jadi, apakah mereka ini bisa mereka ini

125:41

bisa merasakan dan mereka bisa jadi

125:43

meng-gouch apakah kita cocok untuk

125:47

mengajar atau membantu mereka

125:49

menyelesaikan masalah mereka atau

125:50

enggak. Di situlah konten Movu eh konten

125:53

bovu makanya itu lebih banyak ke arah

125:55

sales dan testimonial.

125:57

E begitu aja tambahan singkat dari gua.

126:00

Good luck.

126:08

And for the next master class, this is

126:09

one of my favorites. This is one of our

126:11

value creators classic. It's idea

126:13

generation masterclass. Mungkin beberapa

126:15

dari kita pernah mengalami fase yang

126:17

namanya creative breadth atau misalnya

126:18

writers block atau creative blog dan

126:20

segala macamnya. Itu normal banget buat

126:22

kita mengalami hal tersebut. Apalagi

126:23

kalau misalnya kita ngonten setiap hari.

126:25

Nah, sekarang pertanyaannya kalau

126:26

misalnya kita udah kehabisan ide nih,

126:28

gimana cara kita bisa menghasilkan ide

126:30

yang unlimited? Gua punya metodenya dan

126:32

di sini kita bisa mengubah satu ide jadi

126:34

del angle ID yang berbeda. And I'm very

126:36

excited to share it to you. So, welcome

126:37

to Idea generation master class. Oke,

126:40

Teman-teman, let's get to the point.

126:42

Jadi, Teman-teman, hari ini kita bakal

126:43

ngebahas soal idea generation angle

126:45

twisting. Why this is important? Karena

126:47

the power of ideas itu teman-teman semua

126:50

tahu ya. Jadi, kalau misalnya kita

126:51

tarik, kalau misalnya kita tarik

126:55

konten itu kan konten kan ada the

126:57

content output-nya. Terus yang mereka

127:00

lihat pertama-tama tuh apa? Video

127:01

editingnya. Sebelum video editing mereka

127:04

lihat apanya? Script-nya ya kan kita

127:06

nulisnya gimana. Sebelum script apa

127:07

hook-nya? Hook-nya bagus atau enggak?

127:10

Sebelum hook-nya ada idenya. Nah, jadi

127:12

sebenarnya idenya adalah proses pertama

127:14

tapi paling krusial. Karena kalau

127:15

misalnya kita gua udah sering banget

127:17

ngomongin teman-teman mau konten lu

127:19

video editingnya sebagus apa, script

127:20

writingnya sedewa apapun. Tapi kalau

127:22

misalnya idenya enggak market fit itu

127:24

enggak akan bisa nge-generate the

127:26

results that you want. Jadi, ID is

127:28

actually very important in this case.

127:30

Nah, the power of winning idea itu tuh

127:32

akan bisa ngebawa konten kita jadi

127:34

winning content. Nah, ketika kita punya

127:36

winning content, enaknya adalah kita

127:38

bisa pakai terus. Jadi, ketika kita tahu

127:40

nih kita lagi butuh ng-boost sesuatu

127:42

yang penting, itu pasti akan naik

127:44

views-nya, pasti akan viral dalam tanda

127:46

kutip. Contoh, kalau misalnya kita lagi

127:47

ada promo atau kita lagi mau ng-launch

127:49

kelas atau kita lagi mau ng-announce

127:51

sesuatu yang penting, pasti kontennya

127:53

akan naik. Kenapa? Karena itu winning

127:54

content. Nah, that's the part of winning

127:55

idea. Dari winning idea bisa jadi

127:57

winning content. Makanya kalau misalnya

128:00

eh teman-teman yang udah follow gue dari

128:03

cukup lama pasti tahu kalau misalnya gua

128:05

tuh beberapa kali suka pakai konten yang

128:06

kayak gini nih. Hook-nya nih. Cara

128:08

memanipulasi bla bla bla ya pasti sering

128:10

lihat ya. Pasti sering lihat. Kenapa?

128:11

Karena itu udah winning. Jadi gua tahu

128:14

kalau misalnya gua pakai konten itu gua

128:17

kemarin testing guys. Kalian bisa cek di

128:18

reels gua. Gua kemarin testing, gua

128:20

pakai hook yang sama, enggak ada muka

128:22

gue, cuman pakai full broll. Masih,

128:24

masih hampir 1 MV ya. Literally masih

128:27

hampir 1 MW diels. Jadi kan terbukti ya,

128:30

jadi dari idenya udah bagus pasti

128:32

hasilnya akan bagus. Nah, ketika ini

128:34

terjadi ini tuh akan bisa ningkatin

128:37

konten bank kita dengan sangat luar

128:38

biasa. Purpose-nya itu tadi ya buat make

128:41

sure kalau misalnya kita ngupload itu

128:42

pasti viral. Nah, sekarang pertanyaannya

128:45

kalau misalnya kita udah punya konten

128:46

kayak gitu, gimana cara kita ngwistnya

128:47

supaya orang enggak bosan? Ya kan? Kalau

128:49

misalnya dia ngelihat cara memanipulasi,

128:51

cara manipulasi terus terus terus terus

128:52

terus orang juga capek jenuh. Akhirnya

128:54

dari yang tanya viral jadi enggak viral.

128:56

Nah, gimana cara kita nge-quis itu

128:58

supaya bisa tetap viral terus gitu. Ada

129:01

tiga cara teman-teman. Ada tiga cara gua

129:05

chat ya.

129:07

Yang pertama adalah reuploading. Yang

129:10

kedua adalah repurposing.

129:13

Yang ketiga adalah angle twisting. Kita

129:15

akan bahas masing-masing dikit-dikit.

129:17

Reuploading itu apa? reuploading itu

129:19

adalah ngebahas the exact same content,

129:21

the same exact script. Tapi bedanya

129:24

jangan di-upload. Maksudnya reuploading

129:26

adalah konten dengan script yang sama,

129:28

tapi diretake, diedit ulang supaya at

129:31

least ini Pram enggak usah enggak usah

129:34

di spotlight video gua. Eh, ya. Jadi,

129:38

Teman-teman, reuploading itu bukan

129:40

konten yang udah ada kita download lagi,

129:41

kita upload ulang. Enggak. Tapi konten

129:43

dengan script yang sama kita take ulang,

129:45

kita edit ulang supaya at least kalau

129:46

scriptnya sama tapi viben-nya beda itu

129:49

most likely akan hit. That's what I'm

129:51

doing with my content this week. Jadi

129:54

teman-teman nanti bisa ngelihat konten

129:56

gua dari yang lama banget gua coba di

129:57

purpose nih eh gua coba diupload pasti

129:59

hasilnya sama pasti tetap viral gitu.

130:02

Satu reupload. Kedua adalah repurposing.

130:05

Repurposing itu adalah we taking the

130:07

same content tapi kita beda. Contohnya

130:10

kita punya kita bikin jadi karusel.

130:13

Kita punya karusel, kita bikin jadi

130:14

thread. Kita punya thread, kita bikin

130:16

jadi read caption. Tahu gak sih yang

130:18

video yang kita sering bikin belakangan

130:19

ini? Pada pada mirip ya video semua ya

130:22

yang kayak [tertawa] tak tak tak read

130:24

caption. Kita bisa bikin kayak gitu ya.

130:26

Jadi repurposing itu the same content

130:27

kita kemasnya berbeda. Nah, that is for

130:31

repurposing. Nah, yang terakhir which is

130:33

angle twisting. This one is my favorite

130:35

Teman-teman. Karena we literally can

130:37

twist one idea into eight different

130:40

content. Oke, so I'm gna share to you

130:43

what it looks like.

130:48

Nah, Teman-teman, aku bakal share ini

130:50

juga ke Teman-teman semua. Ini aku

130:52

share-nya view only ya. Jadi, nanti

130:55

teman-teman bisa make a copy. Oke, ini

130:57

template-nya.

130:59

Nah, Teman-teman,

131:01

let me show you something cool. This is

131:03

how we can twist one contents.

131:05

Jadi, Teman-teman, kalau misalnya kita

131:07

ngomongin content creation

131:10

yang kita bisa twak tu angle-nya.

131:14

Jadi, satu ide kita bisa bahas dari

131:16

beberapa sudut pandang yang berbeda itu

131:18

akan melahirkan konten yang jauh berbeda

131:21

gitu loh. Contoh, kita go terus

131:25

satu-satu dulu ya. Angl-nya tuh ada apa

131:26

aja?

131:30

Tamb punten minta tolong di zoom.

131:32

Oh, diperbesar. Yes.

131:35

Oke. Kelihatan kekecilan.

131:39

Ibu Bos minta dizoom. Baiklah kita zoom,

131:41

guys. Oke. So, the first one actionable.

131:44

Actionable itu adalah how to. Ini adalah

131:46

tipe-tipe konten gua. Tipe-tipe konten

131:49

Bandoro nih. Tipe-tipe kontennya Fata,

131:52

tipe-tipe kontennya Putra gitu ya. Jadi

131:54

ini adalah how to actionable. cara bla

131:57

bla bla supaya bla bla bla kita tahu

132:00

dream outcome-nya apa, cara melakukannya

132:03

gimana ya kan atau enggak misalnya

132:04

teman-teman pasti pernah lihat kayak

132:05

tiga cara supaya bla bla bla. Nah, itu

132:07

how to itu actionable. Kenapa? Karena

132:08

setelah mereka nonton video ini mereka

132:09

tahu apa yang harus mereka lakuin.

132:12

Itu angle pertama.

132:14

Angle kedua adalah inspirational.

132:16

Inspirational itu contohnya kayak

132:17

gimana? Kayak kontennya Zia ya kan?

132:21

Kayak kontennya Rohman.

132:23

Nah, itu inspirational gitu. Jadi, we

132:27

inspire people to take action based on

132:29

our stories or personal experience atau

132:31

lessons. Kita belajar apa, kita share.

132:34

Ini pembelajaran gua setelah bla bla bla

132:35

bla. Hasilnya begini loh. Gimana kalau

132:38

misal lu yang lakuin? Nah, itu

132:40

inspirational tuh contohnya. Angle

132:42

kedua. Angle ketiga adalah analytical.

132:45

Pernah ngelihat orang bikin konten

132:47

ngebahas brand enggak? Ya kan? Misalnya

132:51

analytical tuh kayak gini, belajar

132:53

marketing dari subway, belajar marketing

132:55

dari pizza H atau enggak misalnya cara

132:58

bikin konten yang bagus dari Kabilim.

133:01

Kabil kan content creator TikTok yang

133:03

tinggi banget ya views-nya eh

133:05

followersnya. Atau enggak misalnya hal

133:08

luar eh hal yang membuat Blackpink

133:10

berbeda dari eh K-pop K-pop Girl Group

133:14

lainnya gitu. something like that. Jadi

133:16

kita menganalisa sesuatu yang sudah

133:18

terjadi. Kenapa mereka bisa menjadi

133:19

seperti itu. Ini bisa people, bisa

133:22

orang, bisa brand, bisa company,

133:24

organisasi, dan lain-lain. Apapun yang

133:26

related ke nich kita. Atau enggak ini

133:28

contohnya gini nih. Misalnya ini adalah

133:31

teknik pernapasan Wimhoh. Nah, itu

133:34

konten gua pernah bahas tuh. Mungkin

133:35

teman-teman tahu Wimhoh. Jadi, Wimhof

133:36

itu kan Icem ya. Jadi, orang yang bisa

133:39

Nah, ini juga eh Mike bilang copywriting

133:41

IKEA. Nah, gitu tuh. Itu analytical.

133:45

Nah, di antara ini semua favorit gua ini

133:47

teman-teman pasti tahu negative atau

133:49

pain ya. Stopping people attention by

133:52

leveraging negativity. Kita semua tahu

133:54

bahwa manusia itu tuh lebih ketrigger

133:57

sama hal-hal yang negatif daripada hal

133:58

yang positif. Kita tuh lebih gak suka

134:00

kehilangan sesuatu daripada kita bisa

134:02

mendapatkan sesuatu. Triggernya beda,

134:04

fear of lossnya jauh lebih tinggi. Jadi,

134:06

yang kita bisa lakuin adalah kita

134:07

ngebahas hal-hal dari segi aspek yang

134:09

negatif.

134:11

Cara supaya kamu enggak insia.

134:14

Ini kita misalnya ngomong soal tidur ya.

134:25

Nih, ini ini gampang bangetnya aja lah

134:28

ya teman-teman ya. Kamu enggak mau

134:29

insopnia lakuin ini gitu kan. Positifnya

134:32

gimana? Kalau misalnya ini kan negatif,

134:34

ini positif gimana mau tidurnya? Nah,

134:39

lakuin ini tinggal kita twist begini.

134:41

Ini hook yang berbeda, ide yang berbeda,

134:42

Teman-teman. Tapi

134:44

sama topiknya benar enggak tidur

134:46

nyenyak. Yang satu ngebahas fear-nya

134:48

supaya mereka insomnia. Yang nextnya

134:50

ngebahas dreamnya mau tidur nyenyak,

134:52

tidur cepat gitu. So that's the

134:54

difference. Positif itu adalah apa yang

134:56

kita ingin dapatkan.

134:58

Nah, kalau misal opposite itu adalah hal

135:01

yang kebalikan dari statusku. Misalnya

135:04

kita biasa makan pakai tangan tapi ada

135:07

orang makan pakai kaki. What the heck

135:08

gitu kan. Ini apa tiba-tiba orang makan

135:10

pakai kaki gitu kan. Nah itu different

135:12

statusku. Kalau misalnya kita ngebahas

135:13

kayak gitu pasti viral. Nah itulah salah

135:15

satu alasan kenapa flow zone blueprint

135:17

itu viral. Kita ngomongin time

135:19

management ya.

135:21

Contoh time management.

135:25

Stop belajar time management

135:32

karena ini bullshit kalau kamu enggak

135:34

tahu ini. Nah, ketika gue ngomong kayak

135:37

gini

135:40

ini ads-nya performingnya gila banget

135:42

sama organiknya performnya gila banget.

135:44

Kenapa? Karena ibaratnya fata apa sih?

135:47

Can really this dan bisa validasi ini

135:49

productivity. Kalau misalnya kita

135:50

ngomong productivity hal pertama yang

135:52

nyantol di kepala orang tu apa? Pasti

135:54

time management kan. Gimana cara kita

135:56

bisa mengatur waktu. Ketika gua ngomong

135:57

stop belajar time management ini

135:58

bullshit. Gua tuh kayak nyari perang

136:02

semua orang yang ada di industri

136:04

productivity gitu kan. Jadi kenapa itu

136:07

ngena banget? Karena opposite atau nama

136:09

lainnya contrari. Kita mengambil

136:11

unpopular opinion. Nah ya. Jadi ini

136:14

adalah unpopular opinion, Teman-teman,

136:23

gitu. Misalnya Bandoro e ngomongin soal

136:26

anxiety gitu ya. Eh kan ada medikasi,

136:29

let's say eh enggak tahu ya, ada enggak

136:32

sih anti anxiety medication gitu kan.

136:34

Kan misalnya ada obat yang bisa nurunin

136:36

anxiety anxiety kita entah ng-repress

136:39

flat or flat atau apapun itulah I don't

136:41

know for sure. Tapi pasti ada

136:42

obat-obatan ini nih. Terus Banduro

136:44

bilang, "Jangan minum obat ini nih

136:45

karena enggak guna dan buang-buang duit

136:47

pasti viral ya kan orang biasa minum

136:49

obat itu kok. Kenapa tiba-tiba gua lu

136:51

nyuruh gua enggak minum obat itu." Nah

136:52

itu yang kayak gitu-gitu itu opposite

136:54

contrari ya. Nah lalu kita lanjut ada

136:58

next. Next-nya itu adalah observation.

137:01

Observation itu adalah sesuatu yang kita

137:03

observe dan kita ceritain ke audience

137:07

dan itu bisa namain value

137:09

gitu. Nah, ada ada yang mau dicontohin

137:13

enggak? Ini ini btw ini gua live ya

137:16

semua ya. Jadi ini apa yang ada di

137:17

kepala gua langsung gua tulis nih. Jadi

137:19

ada yang mau dibikinin konten enggak?

137:21

Langsung nih komen dong. Komen dong

137:23

[tertawa] komen. Ada yang mau dibikinin

137:25

konten enggak? Gua bikinin

137:26

mumpung live guys.

137:28

Ayo Sara ya. Finance ya. Kita mau

137:30

ngomongin apa Sara? Finance

137:33

apa ya? Berhemat misalkan.

137:35

Oke, misalnya finance atau hemat

137:54

ternyata ini adalah rumus hemat.

138:10

Nah, kenapa kayak gini itu eh kita sebut

138:14

observation? Kata kunci observation itu

138:16

ada di mana, Teman-teman?

138:19

Coba deh yang membuat ini observation

138:21

tuh ada di kata yang mana? Ada yang bisa

138:23

tebak enggak? Yang membuat ini

138:25

observation? Coba deh, apakah ternyata?

138:28

Apakah ini? Apakah adalah? Oke, kalau

138:31

Sara bilang ternyata ya, unfortunately

138:34

salah Sara. Teman-teman, ada yang tahu

138:36

enggak ini bisa menjadi content

138:37

observation karena keyword yang mana?

138:40

Apakah adalah rumus hemat yang bikin gue

138:43

bisa nabung atau yang mana?

138:46

Fata bilang gue bisa nabung. Vine bilang

138:48

dalam 5 tahun.

138:52

Yes.

138:54

Sara sama Fatah benar. Karena ada kata

138:56

apa? Ada kata gue.

138:59

Gue itu menandakan bahwa gue sudah

139:01

melihat atau sudah merasakan ini. Jadi,

139:04

it comes from a personal experience.

139:06

When we talk from that lens,

139:08

Teman-teman, ini menjadi konten yang

139:10

personal dan observasional jatuh. Nah,

139:12

jadi kalau misalnya next time

139:13

teman-teman mau bikin konten yang

139:15

observational bisa pakai kayak gini

139:18

gitu. Next kita bahas kita sor ini gua

139:21

salah harusnya di sini A versus B. Nah,

139:23

ini salah satu gua juga. A versus B itu

139:26

adalah misalnya nih kita ini ya

139:32

yang paling gampang food lah. Let's say

139:33

contoh

139:35

McD versus Burger King menang mana gitu

139:39

kan. Let's say saham versus crypto kalau

139:41

misalnya Sarah menang mana gitu kan.

139:44

Let's say kalau misalnya mic content

139:46

writing versus copywriting lebih cuan

139:47

yang mana gitu kan. Let's say kalau

139:50

misalnya

139:52

kalau misalnya Fata gitu ya.

139:55

lebih mending konsistensi atau

139:57

intensitas gitu kan. Something like that

139:59

gitu. Nah, jadi itu yang eh A versus B.

140:03

Jadi kita harus tahu yang mana yang

140:04

lebih bagus di antara kedua ini kita

140:05

kasih alasannya. Nah, yang terakhir

140:08

teman-teman kalau misalnya Teman-teman

140:09

lagi malas ini semua tuh butuh riset dan

140:11

butuh mikir. Kalau misalnya teman-teman

140:12

lagi malas yang paling enak adalah ini.

140:14

List. List itu apa? List itu let's say

140:17

ini productivity ya.

140:20

Paling enak tuh gini. Ini pasti bikinnya

140:23

enggak nyampai 1 menit. Lima buku yang

140:25

mengubah

140:30

ya patah ya Zia ya. Jadi ini udah paling

140:32

gampang di apapun bisa productivity bisa

140:35

aja bilang lima buku yang mengubah hidup

140:37

gue gitu kan. Atau enggak kalau misalnya

140:39

di keuangan lima e lima bisnismen yang

140:42

mengubah sudut pandang gua terhadap uang

140:44

gitu kan misalnya. Atau misalnya

140:45

Bandoro.

140:47

Em, gua mau ngomong lima breathing

140:49

teknik, tapi enggak breathing teknik

140:51

juga gitu. Misalnya lima fakta tentang

140:55

anxiety yang harus kamu tahu. Apa yang

140:58

membuat ini list? Karena ada angkanya di

141:01

sini ya. Jadi 4 5 7. Nah, biasanya kalau

141:07

misalnya kita ngomongin list enaknya tuh

141:08

5 sampai 7 teman-teman gitu. So, that's

141:12

what we normally do here ya. ini gua

141:17

gua duplicate dulu supaya ini kita bisa

141:19

hapus.

141:21

So, that's pretty much it for what I

141:24

would like to share. Jadi, ini adalah

141:26

yang bisa kita lakukan teman-teman untuk

141:27

satu konten kita twist jadi delan konten

141:30

yang berbeda. So, now I'm going to

141:31

demonstrate satu topik nih. Tadi kan

141:34

cuman kita pecah-pecah nih topiknya. So,

141:35

give me a topic yang teman-teman mau

141:39

bahas deh. Kalau misalnya mau missnya

141:40

masing-masing juga boleh. Tapi chat aja

141:42

topiknya mau apa nih? Nanti kita bahas

141:44

satu topik kita tulis jadi angle yang

141:46

berbeda-beda. Karena kan tadi

141:47

topik-topiknya beda-beda ya. Nah, ada

141:50

yang mau request enggak topik apa?

141:53

Kita langsung bikin live bi are improm

141:55

to

141:58

positive psychology.

142:00

Oke, Teman-teman ada yang tahu positif

142:03

psychology enggak? By the way,

142:05

V coba dong jelasin ke teman-teman dulu

142:07

positif psychology apa?

142:09

Aduh. Jadi sebenarnya singkatnya itu

142:12

adalah kalau yang ee psikologi pada

142:16

umumnya yang terkenal itu kan psikologi

142:17

tradisional di mana ee psikologi itu

142:21

terlihat untuk merubah atau menyehatkan

142:25

orang-orang yang tanda kutip sakit gitu

142:27

kan. Di mana kalau positif psychology

142:29

itu adalah eh bro kita kan enggak

142:31

semuanya sakit ya gitu. Eh, ini nanti

142:34

akan jadi konten sih, tapi ya jadi

142:36

contohnya kayak kalau orang-orang kalau

142:38

sakit ke dokter gitu, tapi kalau eh

142:41

positive psychology itu lebih kayak oh

142:42

ini vitamin-vitamin yang bisa lu e

142:45

pakai. Jadi lu sebenarnya enggak enggak

142:46

sakit sih, tapi lu bisa menjadi diri lu

142:49

yang lebih optimal lagi. Nah, positive

142:51

psychology itu lebih ke situ. Oke, sip.

142:54

Thanks, Vine. Eh, specifically about

142:58

positive psychology kan cukup broad ya,

143:00

I mean ya, karakter, strength lah, flow

143:01

lah.

143:02

He.

143:03

Ada spesifik enggak yang kita mau bahas?

143:07

Em,

143:10

well, sebenarnya sih kepikirannya pas

143:13

awal-awal ini memang buat mengenalkan

143:15

positive psychologinya aja sih. Emang

143:17

kayak jadi emang cukup broad, tapi

143:20

karakter strength boleh

143:22

ya. Karakter strength ya. Karakter

143:23

strength itu apa coba?

143:26

Karakter strength itu adalah bahwa

143:28

jadi kayak nge-quisin ya. Ini pasti

143:30

teman-teman tahu ya V ya.

143:32

Iya. Iya enggak apa-apa. Bagus.

143:34

[tertawa]

143:35

eh character strength itu jadi ee bahwa

143:39

setiap manusia itu ya gimana ya pada

143:43

dasarnya punya 24 dasar kekuatan lah

143:46

yang maksudnya ini udah pakai riset dan

143:48

lain-lain ee pakai latar belakang apapun

143:51

dan lain-lain. Ini ada 24 kekuatan yang

143:55

semua orang punya kok. Jadi ini tuh

143:57

kayak misalkan kalau yang terkenal ee

144:00

apa ya, MBTI atau apa gitu-gitu kan

144:02

kayak orang oh manusia seperti apa dan

144:04

lain-lain. Nah, kalau karakter streng

144:06

ini semua orang nih punya nih 24

144:08

kekuatannya. Jadi bukan yang kayak ee oh

144:11

berarti nomor 24 tuh yang paling eh lu

144:14

jadi enggak punya gitu karena itu di 24

144:16

enggak kayak kita punya semuanya. Dan ya

144:18

sebenarnya lebih baik kalau kita ee

144:21

memperhatikan

144:22

seluruh 24-nya ya karena berguna

144:24

semuanya gitu. Kayak pemain bola kalau

144:26

Kak SW suka ngomong ya. Main bola kan

144:28

yang cadangan juga dilatih ya gitu.

144:30

Ibaratnya kayak strah ya. Jadi kekuatan

144:33

ya kita ngebahas itu.

144:34

Oke sip. Actionable-nya nih kita ngg ya.

144:38

Jadi topik karakter str kita coba twist

144:39

jadi delan topik yang berbeda ya. Kalau

144:42

misalnya actionable paling gampang gini

144:44

cara

144:51

misalnya something like this we can do

144:52

it cara menjadi versi terbaik dari diri

144:54

kamu. Kenapa? Karena kita nglist down

144:57

how we can become the best version of

144:58

ourself gitu ya. Nahiral

145:02

based on inspiring people gitu kan.

145:13

Eh,

145:15

oh sor ini alasan kenapa

145:27

something like this. Eh, Vine, ini

145:30

adalah alasan kenapa Michael Jordan

145:31

misalnya menjadi atlet paling dikagumi

145:33

sepanjang masa. Karena ada misalnya dia

145:36

relynya on his character strength gitu,

145:37

bukan his weakness gitu kan. Something.

145:40

Nah, analytical.

145:44

Oke, analytical. Let's say

145:47

company.

145:50

H ini gua asal aja ya. H

145:54

menerapkan satu

146:14

misalnya ini kita ganti deh

146:18

ada tua ya misalnya TikTok menerapkan

146:21

satu heksikologi Ini yang membuat mereka

146:22

jadi perusahaan nomor satu di 2024.

146:24

Something like that. Ini btw datanya

146:25

ngasal ya.

146:26

H

146:27

negative pain. Negative pain. Stopping

146:30

people's attention by leveraging their

146:32

negativity bias. Nah, kita harus

146:34

identify dulu fearnya apa, dreamnya apa.

146:37

Like we always know, gitu kan.

146:50

e eh

147:05

rahasia tanpa

147:11

Misalnya something like this.

147:14

Bentar. Btw, ini kita wrap dulu biar

147:37

ini agak agak sedikit strong sih, tapi

147:39

ini contoh aja ya, V ya. Misal

147:42

kalau kamu enggak lakuin ini maka kamu

147:44

akan depresi seumur hidup. Kalau

147:45

misalnya kamu enggak jadi kita

147:46

ngeportray kalau misalnya lo enggak

147:48

ng-develop karakter strength lo ya lu

147:49

enggak akan bisa begini gitu.

147:52

Kalau misalnya kita mau jadi orang yang

147:53

tahan banting ya tanpa tanpa harus ke

147:56

psikolog ya kita bisa leverage our

147:59

character str something like that gitu

148:00

kan. Nah

148:02

ini ini agak sedikit opposite ya.

148:09

Nah, iya sejurnya memang lagi mau

148:12

ngegodok konten yang hook-nya mungkin

148:15

kayak ngapain psikolog enggak guna gitu,

148:17

tapi agak ya iya ya kayak gitu.

148:20

Nah, gitu. Nah, jadi something like

148:21

that.

148:27

Oke. Misalnya ya ee

148:30

dep eh

148:35

apa ya? A versus B ya yang enak ya.

148:37

Hm.

148:38

P misalnya yang gampang banget ya.

148:40

Psikolog psikologi positif apa psikologi

148:43

kuratif ya.

148:44

Eh tradisional sih ini omongin heeh

148:47

tradisional

148:49

gitu. Something like this gitu kan. Ini

148:50

misal tujuh cara supaya kamu bisa jadi

148:55

pribadi yang lebih tangguh yang lebih

148:59

kuat. Something observation.

149:15

Nah, something like this. Nah, ini bisa

149:18

dibawa pulang ya, bisa kamu jarin

149:19

konten.

149:20

Yes, yes,

149:21

ya. So, habis ini e linknya kan aku udah

149:23

share jadi you guys can take a look.

149:26

Jadi, Vinya juga bisa pakai. Bear in

149:27

mind teman-teman ini gua live ya, jadi

149:30

gak gak gak staged gak anything. Jadi

149:32

emang seadanya yang ada di pikiran gua

149:34

gua tuangkan aja. Ini kalau misalnya gua

149:36

kerjain empat kayaknya gua bisa lah bisa

149:40

bisa ngasih free service ke kalian gitu.

149:43

[tertawa] Ee ini gua gua emm kerjain dua

149:49

e kerjain satu lagi deh teman-teman ya.

149:50

Biar nanti teman-teman latihan sendiri

149:52

habis ini kita Q&A ini kan. Jadi masih

149:54

ada tiga nih set hassle overthinking

149:55

sama deep work. Teman-teman tolong coba

149:59

komen dong yang teman-teman mau kita

150:00

yang mana

150:03

komen ya. Saras Nasel

150:06

yang lain gimana?

150:11

Mau dibahas topik yang mana?

150:14

Sara aja baik banget sih Zia perhatian

150:17

banget.

150:18

Oke kita bahas ya

150:21

dengan senang hati V.

150:24

Oke, kita bahas hasle. Nah, ini sama

150:27

aja. Jadi, framework berpikirnya kayak

150:29

tadi, Teman-teman. Satu angle kita twist

150:31

aja kayak tadi ya. Misalnya actionable

150:33

nih ada ini jadi lebih gampang. Kalau

150:36

misalnya udah ketemu satu, Teman-teman,

150:38

jadi lebih gampang. Kenapa? Karena

150:39

tinggal dikopas terus tinggal kita ganti

150:40

aja subjeknya. Benar ya? Cara untuk bisa

150:46

dapetin R10 juta pertama dari sideite

150:50

hassle di segampang itu, Teman-teman.

150:53

Kalau udah ada contohnya framework-nya

150:54

tinggal dikopas semuanya subjeknya

150:56

diganti nih. Tinggal kita kopas lagi

150:58

nih. Benar nih. Ini adalah alasan kenapa

151:06

jadi content creator

151:11

ini. Ini kita ganti adalah ini. Ini

151:14

alasan kenapa jadi content creator

151:16

adalah hassle terbaik selama 10 tahun ke

151:21

depan. bisa lihat something like that

151:24

bisa analytical

151:29

ee misalnya kita

151:33

siapa ya ee e pebisnispisnis

151:39

deh dari misalnya menerapkan satu money

151:44

hack Ini

151:53

kembang 10 kali lipat something like

151:56

that gitu.

151:59

Negative pain. Kalau kamu enggak lakuin

152:02

ini maka kamu akan gampang banget ya.

152:05

Tinggal kita ganti depresi jadi miskin

152:07

ya kan. Terus ini next kita ganti

152:10

rahasia menjadi milion pertama.

152:14

milioner

152:16

pertama

152:18

dalam keluargamu

152:21

tanpa harus kerja kantoran. Benar

152:25

enggak? Sudah dapat nih set hasle. Ini

152:27

juga menjawab Erwin nih ya. Nah,

152:31

berhenti pergi. Eh, nah ini opinion

152:36

berhenti kerja kantoran

152:41

karena

152:43

ini

152:44

cuman buang

152:47

waktu dan masa depan lo ini gua nulisnya

152:52

seakan-akan gua berbahasa seperti Sara

152:54

gitu ya. Terus misalnya ini gua

152:56

menerapkan satu

152:59

habit ini dan satu habit ini dan dan

153:03

tabungan gua

153:06

naik lima kali lipat dalam 2 bulan

153:10

misalnya something like that. By the

153:12

way, quick tips teman-teman orang-orang

153:14

tuh suka data. Jadi throw in some

153:17

numbers misal kayak gini nih gua

153:19

menerapkan satu habit ini dan naik lima

153:21

kali lipat dalam 2 bulan ini orang makan

153:23

banget nih kayak gini seara nih jadi

153:24

bisa dipakai yang kayak gini karena ada

153:26

data, ada real data lalu A versus B

153:29

misalnya ya tadi ya versus crypto misal

153:36

kripto

153:39

yang mana lebih cocok jadi side hasle ya

153:45

Ya, bisa kita gitu.

153:49

Terus last list tujuh side hassle yang

153:56

kamu bisa coba sekarang walaupun masih

154:00

SM kelar nih. Cepat kan? Enggak nyampai

154:04

5 menit sekarang bikin kayak gini. So,

154:07

that is the way teman-teman. I've laid

154:08

down the foundation. Ini kerangkanya

154:10

template-nya udah ada. Jadi kalau

154:11

misalnya teman-teman mau ganti tadi kan

154:13

ada overthinking ya, ada Bandoro eh Fata

154:15

juga deep work ini tinggal diganti aja

154:17

cara untuk bisa berhenti overthinking

154:19

hanya dalam 1 menit. Ini adalah alasan

154:22

kenapa eh ini adalah alasan kenapa tokoh

154:25

terkenal enggak pernah overthinking

154:27

sebelum maju ke panggung. Something like

154:30

that. Atau misalnya deep word. Ini

154:32

adalah cara kamu bisa e menyelesaikan

154:34

kerja 8 jam hanya dalam 4 jam. Ya, gua

154:36

konten gua eh something fata gitu kan

154:39

ya. Jadi tinggal di kuis aja gitu.

154:44

Ini kalau enggak kerja kantoran gak bisa

154:46

beli MCH.

154:48

Oke, Teman-teman, that's pretty much it.

154:50

Maybe would like to know your opinion.

154:53

What do you think about this content

154:56

matrix? Apakah helpful untuk membuat

154:58

ide? Cukup helpful, cukup baru tahu ada

155:01

ini atau ini mah gua udah tahu. Boleh

155:04

dong share pendapatnya teman-teman

155:08

dari Zia. Btw, semua angle ini optimal

155:10

di

155:12

tipe contontu segmented kayak beberapa

155:14

untuk talking eh Zak ini gua udah coba

155:17

karena gua main Twitter juga kan

155:20

walaupun lagi rehat

155:22

gua main Twitter, gua main Instagram,

155:23

gua main TikTok, semuanya works bro.

155:25

Jadi for every content, every format

155:28

works that I can say gitu. Enggak bantu

155:32

pisan ya, Vin apalagi ya dibikin Vnya di

155:34

konten ya enak ya tinggal masukin konten

155:36

plan ya Vnya ya. Oke,

155:38

thank you.

155:40

Dengan senang hatilah, santai aja.

155:42

Sebenarnya udah beberapa kali nyobain tu

155:43

angle, tapi lebih terstruktur. Jadi, ya

155:45

Fata, ee karena kadang-kadang kita

155:48

mikirnya lari-lari aja gitu kan. Gue

155:50

tahu nih ini gua bisa twist ke sini, ini

155:51

gua bisa twist ke sini, tapi you don't

155:53

know the big picture. Kayak kita belum

155:54

tahu big picture. Nah, jadi ketika kita

155:56

ngel down dalam foundation kayak gini,

155:58

it becomes a lot easier to actually

156:03

really understand kita mau ngapain.

156:05

Basically, Teman-teman, what you can do

156:06

kalau misalnya teman-teman mau gila

156:08

adalah konten 6 bulan bisa jadi hanya

156:10

dalam 1 jam. Kalau misalnya teman-teman

156:11

gini kan literally cuma tinggal bikin

156:13

tiga template jadi yang kayak begini

156:15

bikin tiga biji yang berbeda bikin lima

156:17

topik kelar. Itu udah gila banget udah

156:19

berapa ratus konten itu. So, that's

156:21

pretty much it sih, Teman-teman. yang I

156:23

would like to share for you today. Ini

156:25

template-nya teman-teman bisa copy and

156:27

paste ya. Jadi bisa di

156:31

copy and paste nanti tinggal di ini aja

156:35

tinggal di isi buat konten sendiri.

156:38

Dengan itu, you will have lot content

156:41

that you can tweet from there.

156:50

Oke, so if you've reached this module,

156:52

most probably this is gonna be the most

156:54

fun part for you. Karena di series

156:56

beberapa video ke depan kita akan

156:57

ngebahas secara tuntas gimana cara kita

156:59

memonetisasi lewat low ticket digital

157:02

products. Kata coachnya di situ, low

157:03

ticket digital products. Apalagi buat lo

157:05

nih content creator edukasi yang

157:06

kesulitan untuk mendapatkan income dari

157:09

perjalanan content creator loh. Karena

157:11

susah banget kan ya, kita dapat

157:12

endorsement, kita dapat affiliate, kita

157:14

dapat adsense, mungkin nature dari

157:16

industri educational creator itu tuh

157:18

enggak keprime ke arah-arah yang sana.

157:20

Karena contohnya kalau misalnya kita mau

157:21

mendapatkan endorsan, big five-nya apa?

157:23

Let's say fashion, lifestyle, travel,

157:26

FnB, skin care, ya kan? Jadi enggak

157:28

masuk tuh edukasi ke sana, enggak masuk

157:30

productivity, bisnis itu tuh jarang

157:32

banget. Jadi, productivity, tag atau

157:34

bisnis atau nich apapun itu yang

157:35

kategorinya edukasi kadang-kadang akan

157:37

suka sulit untuk diselipin endorsement

157:39

yang seperti demikian. Nah, karena itu

157:41

brand juga jadi susah datang ke kita.

157:42

Nah, sekarang cara monetize-nya gimana?

157:44

It is by monetizing your knowledge, your

157:46

info. So, with that said, let's deep to

157:48

it. Gimana cara memonetiz akun lo kalau

157:50

misalnya lu adalah seorang educational

157:52

content creator?

157:59

What's up? This video is going to be

158:01

very interesting karena di video kali

158:03

ini kita akan ngebahas yang namanya

158:04

value lether. Dan ini adalah salah satu

158:06

topik favorit gua ketika kita ngobrolin

158:08

tentang monetisasi. Karena kalau

158:10

misalnya kita menguasai ini, kita bisa

158:11

literally double triple or even

158:14

quadruple our business literally karena

158:16

kita ngerti konsep value leather ini. So

158:19

value leather ini maksudnya apa? Jadi

158:21

kita ada dua ais ya, ada value ya, ada

158:25

price. Nah, jadi semakin naik value

158:28

kita, price-nya bisa semakin naik juga.

158:31

But sometimes people perceive value itu

158:33

kan differently ya. Jadi itu yang harus

158:35

kita taker baik-baik di sini. Oke. Nah,

158:37

jadi di sini ada beberapa fase

158:39

sebenarnya. Kalau misalnya kita lihat di

158:41

sini gampangnya ada bait, front end,

158:43

middle, back end, sama ada yang namanya

158:45

profit maximizer. Ini adalah program

158:47

termahal kita. But kalau misalnya kita

158:49

fokus ke bait, ke front end aja, ini

158:51

sebenarnya udah bisa gila banget. Ini

158:53

udah gila banget sebenarnya. Kita bisa

158:56

make large money dari sini aja udah

158:57

bisa. Bahkan eh flow zone blueprint aja

159:00

kan satu produk ya sampai bisa 3 digit

159:02

per bulan itu. Padahal ini cuma baru

159:04

front end doang. Dan sebenarnya udah

159:06

bisa kalau misalnya kita mau double

159:07

digit, triple digit per bulan tuh bisa

159:09

dengan front end doang. Imagine kalau

159:11

misalnya ada middle, ada backend sama

159:12

ada profit maximizer bisa gimana

159:14

potensinya? But let's focus on here

159:16

dulu. Karena kalau misalnya ininya aja

159:18

kita belum benar, kita ke belakangnya

159:20

akan susah ya. Jadi di sini kita akan

159:22

fokus ke dua hal ini. Bait itu kita bisa

159:26

sebut juga sebagai yang namanya lead

159:27

magnet. Oke.

159:31

Nah, front end itu kita bisa sebut juga

159:33

sebagai yang namanya core offer.

159:37

Bedanya lead magnet sama core offer apa?

159:39

Lead magnet itu adalah hal yang kita

159:40

kasih secara gratis dan mereka atau

159:42

audience kita bisa tukarkan dengan data

159:44

mereka dengan nama, nomor HP sama email

159:47

mereka. Jangan anggap bahwa ini tuh

159:49

nothing karena bukan duit. Ini tuh

159:51

adalah duit yang ditanamkan oleh mereka

159:53

di awal-awal. Karena data kita bisa

159:57

pakai terus-menerus untuk kita dalam

159:59

tanda kutip gangguin mereka. Ya, jadi

160:01

itu sepowerful itu. Orang ketika naruh

160:04

data dan mereka tukarkan dengan produk

160:07

gratis kita itu udah menunjukkan intent

160:10

yang luar biasa sebenarnya sampai mereka

160:11

rela loh buat ngetik data mereka, ngasih

160:13

data informasi mereka untuk bisa

160:15

dikirimkan produk kita. Itu udah crazy

160:17

banget sebenarnya gitu. Nah, ini kita

160:19

bisa nurture nanti ini di sini. Nah,

160:21

ketika kita sudah bikin ini baru kita

160:22

bisa tawarin yang ini nanti ya. Jadi

160:25

fungsi yang pertama ini itu adalah kita

160:27

kasih gratis supaya kita bisa dapat data

160:29

mereka. Nah, ketika kita sudah dapat

160:31

ini, kita bisa dengan gampang menawarkan

160:33

yang ini. Jadi, ibaratnya pintu masuk ke

160:35

sini dari sini, nanti pintu masuk ke

160:37

sini dari sini, pintu masuk ke sini dari

160:39

sini seterusnya, gitu. Nah, tapi

160:41

[tertawa] kadang-kadang ada orang yang

160:42

langsung skip, enggak ada pintu dua ini

160:44

langsung masuk ke sini, enggak ada pintu

160:45

dua ini, tiga ini langsung masuk ke

160:47

sini. Itu possible juga sebenarnya. Nah,

160:49

tapi untuk cara kita yang akan kita

160:51

lakukan di program ini, kita akan pakai

160:53

lead magnet, terus kita akan tawarkan

160:55

core over, gitu. Nah, jadi ini namanya

160:57

value leader. Jadi semakin naik semakin

160:59

mahal. Let me give you an example biar

161:01

lebih gampang. Nah, jadi productivity

161:03

boy pertama kali lahir itu kan Juni nih,

161:07

Juni 2022. Nah, kita fast for 1 bulan

161:09

kita udah langsung bikin lead magnet

161:12

saat itu tuh ini adalah kelas pertama

161:14

yang productivity boy buka secara gratis

161:16

ya 2022 Juli. Oke, Juli ya. Jadi, what

161:21

happens di sini adalah lead magnet-nya

161:23

itu adalah OT image class. Jadi, optimal

161:26

time management hack. Ini tuh lead

161:27

magnet-nya

161:29

di sini ya. Jadi, ini itu tuh lead

161:31

magnet-nya. Nah, dari sini kita bisa

161:33

jual ke front and coreover. Tapi saat

161:36

itu yang gua observe adalah karena kan

161:39

kita bikin kelas ini first batch batch 1

161:42

free class ada 100 seats. Tapi saat itu

161:46

hanya dalam 1 hari kebook 1000 seat.

161:48

Jadi kayak karena di mana terlalu besar

161:50

akhirnya gua bilang nih kayaknya enggak

161:52

bisa nih kalau misalnya semuanya free

161:53

karena udah terlalu banyak yang daftar.

161:54

Jadi gua langsung pindahin tuh dari yang

161:56

tadinya free gua kasih harga Rp75.000.

162:00

Jadi eventually OTMH juga dari yang

162:02

tadinya free bisa berubah jadi coreover

162:05

juga. Nah, yang gue lakuin apa? Setelah

162:08

orang udah masuk ke OTMH ini kan ada dua

162:10

batch nih. Batch satu ada dua kelas,

162:13

terus batch du yang berbayar ini udah

162:15

ada dua kelas juga. Jadi ada empat

162:17

gerbang nih. Jadinya OTMH ini yang

162:20

tadinya coreover gua kasih ini harganya

162:23

Rp75.000 ya. Habis itu gua upsell. Nah,

162:26

ini baru yang middle kita itu ada yang

162:29

namanya TMM atau time management

162:31

mastery. Jadi, buat orang-orang di sini

162:34

gua tawarin ini nih. Nah, ini gua

162:37

tawarin harganya berapa? Segini

162:41

ya. Jadi kurang lebih kayak gitu.

162:44

So, that's what I did. Jadi tadinya lead

162:46

magnet tapi ada demand gua pindahin.

162:48

Jadi, OTMH ini jadi coreovernya terus

162:49

habis itu ada middle productnya langsung

162:51

jadi TMM. Nah, dengan nge-utilize ini

162:53

aja dalam 1 bulan pertama gua

162:55

ngemonetize itu hasilnya R0 juta dari

162:58

OTMH nih ya. Jadi dari OTMH ada dua

163:01

kelas, optimum time management hack ada

163:03

dua kelas ya. Free class and batch 1 di

163:06

kami sama satu. Terus ada batch 2 di

163:08

sini ya kami sama satu juga gua upsell

163:12

ke sini. Nah ini hasilnya R juta. So

163:15

that's the power of value leather. Kalau

163:17

kita ngerti lead magnet, kita ngerti

163:18

coreover, kita bisa nge-ups ke sini.

163:20

Udah enak banget. Jadi yang perlu kita

163:21

lakukan adalah tentuin minimal ini dulu.

163:24

Jadi enggak usah ribet-ribet. Kita e

163:26

bait-nya dulu. Kita ngomongin-nya dulu.

163:28

Terus kita ngomongin front end. Front

163:30

end-nya

163:31

ya. Terus kita ngomongin middle-nya.

163:34

Kita ngomongnya ini dulu deh. Enggak

163:36

usah enggak usah ribet-ribet sampai

163:37

middle. Kita sampai core over depan sini

163:40

aja tuh udah luar biasa sebenarnya. So

163:42

that's what we can do. Jadi tugas kita

163:43

sekarang adalah tentuin bait-nya mau apa

163:46

sama nanti front end-nya mau apa, lead

163:49

magnet-nya mau apa, corever-nya mau apa.

163:51

Kita akan latihan bareng-bareng, kita

163:53

akan nentuin ini bareng-bareng di bagian

163:55

offer creation exercise. Oke, hope you

163:58

guys have fun and enjoy.

164:06

Okay, guys. So, what is the funnel that

164:08

you can use to make your first or next

164:11

100 million rupia? Oke. Nah, jadi

164:13

sebenarnya gua pengin ng-reflect back

164:15

lagi nih ke si value leader yang kita

164:16

sudah bahas sebelumnya. Kan kita semua

164:18

tahu ya bahwa ada lean magnet, ada

164:19

tripwire, ada core offer, ada profit

164:21

maximizer. Oke. Nah, lean magnet ini

164:23

sifatnya free kan ya. Jadi kita tuh

164:25

menukarkan data ya untuk mendapatkan

164:28

sebuah akses ke info product secara free

164:30

yang sebenarnya enggak free-feet karena

164:31

kita bayar data kita gitu kan, dapat

164:33

nama, nomor, HP, email yang kita bisa

164:35

gunain di ke depannya untuk bisa

164:37

nge-follow up our audience gitu. Nah,

164:39

next. Ini mirip kayak lead magnet.

164:41

Bedanya ada harga sedikit ya. Jadi ini

164:43

range-nya sekitar Rp20.000 sampai

164:44

Rp100.000 nih. Oke. Nah, next ada core

164:47

offer. Oke. Coree offer ini sesuai

164:49

namanya core. Jadi ini adalah produk

164:51

utama kita yang seringkiali kita jual

164:53

dan kita distribusikan secara massal

164:54

gitu. Nah, ini range harganya Rp100.000

164:56

R000 sampai R1 juta. Nah, ada yang

164:58

namanya profit maximizer. Oke, dari R1

165:00

juta sampai R10 juta. Oke, kita mungkin

165:03

enggak ngharapin dapat banyak sales dari

165:05

sini dalam artian dalam bukan banyak

165:07

quantity dari sini, tapi sekali kena

165:09

bisa lumayan kegebok rezeki juga gitu

165:11

kan kerasa gitu. Nah, lalu yang terakhir

165:13

adalah yang udah lebih ekstrem lagi

165:15

yaitu di atas R juta gitu. Nah, if you

165:17

wanna to do our first 100 million, I

165:20

would suggest you guys to focus on just

165:22

this. Segini aja udah cukup kok. Oke,

165:25

jadi kalau misalnya kita mau achieve R

165:27

juta, fokus ke sini dulu aja. Enggak

165:28

usah pikir yang ini. Trust me. Enggak

165:30

usah pikiran yang ini dulu. Fokus ke

165:32

sini dulu. Ini belum bisa baru eh ini

165:34

udah bisa baru lanjut ke sini. Jangan

165:36

sampai ini masih babak beluru. Udah mau

165:38

main-main ke sini ribet ya. Orang aja

165:41

enggak mau beli produk lu Rp100.000,

165:43

gimana orang mau beli produk lu R juta

165:44

gitu. Kebayang gitu ya. So what is what

165:48

are the types of digital products yang

165:50

you can sell? Oke, ada banyak tipenya.

165:52

Ada webinar, ada online course, ada

165:53

ebook, bootcam, workshop, templates,

165:55

paid community, paid newsletter,

165:56

coaching, consulting, and many more. So,

165:58

sekarang pertanyaannya yang paling bagus

166:00

yang mana? Enggak ada yang paling bagus.

166:02

Oke, yang ada yang paling cocok sama lu.

166:05

Sama aja kayak konten format juga.

166:07

Enggak ada konten format paling bagus.

166:09

Yang ada hanya yang paling cocok sama

166:10

lo. Kalau misalnya lo jagonya ngajar

166:12

kayak live ngajar gitu, bikin webinar

166:14

bisa, bikin workshop bisa. Kalau

166:16

misalnya lu jagonya bikin video, ya lu

166:18

rekam dan lu ngajar di video itu bikin

166:20

online course. Kalau lu jagonya nulis,

166:23

bikin ebook. Kalau misalnya lu jagonya

166:25

bikin template, ya bikin template. Kalau

166:26

lu jagonya bangun komunitas, bikin

166:28

komunitas. Ya, kalau misalnya jagonya

166:29

consulting and coaching, ya bikin

166:30

consulting and coaching. Jadi tergantung

166:33

strength.

166:35

Jadi make something based on your

166:37

strength. Karena apapun itu akan bisa

166:38

dijual pada akhirnya. Oke. Nah, ini gua

166:41

pengen share sedikit beberapa case tadi

166:43

some of the best funnels yang kita udah

166:45

lakuin buat value creator sendiri, buat

166:47

productivity boy dan buat our partners

166:49

and clients ya.

166:51

Biasanya yang kita lakuin begini nih.

166:54

Jadi kita bikin eh triper sama coreover

166:56

ya. Jadi kan selalu e stacknya begitu.

166:58

Trip sama coreover. Tripower-nya kita

167:01

bisa jual Rp50.000. Nah, targetnya tuh

167:03

sekitar 1.000 participan. Habis itu kita

167:05

di webinar ini kita enggak full edukasi.

167:08

Jadi sebenarnya di dalam webinar ini ini

167:09

tuh kita story selling ya. Kita story

167:11

selling kita jualan. Jualan apa? Jualan

167:13

coreover ini ya. Kita jualan coldover

167:15

ini kita jual 399. Nah kalau misalnya

167:17

kita totalin 1.000 partisipan itu tuh

167:19

Rp50 juta. 250 participan itu tuh Rp99

167:22

juta. Kalau misalnya inhit target ya ini

167:24

149. Kalau misalnya kita dapat 80% atau

167:27

70% aja ya juga udah R jutaan. Jadi not

167:30

bad at all. And ini works di our case

167:33

ya. Karena setiap kali kita nglaunch

167:35

sesuatu tuh pasti selalu triple digit

167:37

gitu. Nah, ini adalah sesuatu yang

167:38

sifatnya less agresif. Kalau misalnya

167:40

kita more agresif bisa. Cuma tinggal

167:42

kita ganti corover-nya aja. Kita ganti

167:45

corovernya di sini ya.

167:48

Yang satu sedikit ee harganya tapi yang

167:51

beli 250 nih. Yang satu harganya lebih

167:54

mahal tapi yang beli 50. Ini bisa juga

167:56

kalau misalnya kita mau pakai cara ini.

167:58

Kurang lebih income-nya sama tuh ya

167:59

sekitar 149 140 ya. Enggak bisa kita

168:03

expect kalau misalnya kita jual segini

168:04

yang beli juga 250 W itu namanya ngimpi.

168:08

Sebenarnya bisa kalau jago, tapi kalau

168:09

misalnya sebagai beginner rasanya susah

168:10

ya. Jadi kalau misalnya kita targetin

168:12

segini sih masuk akal ya. Jadi ini

168:13

adalah nomor yang sudah tervalidasi,

168:15

yang sudah terbuktikan. Kalau misalnya

168:17

kalian penasaran RAM buktinya mana, gua

168:18

bisa kasih screenshot screenshot-nya ya.

168:20

Jadi ini adalah sesuatu yang kita sudah

168:21

achieve sebelumnya gitu. Nah, next. Atau

168:24

enggak sebenarnya bisa juga kita enggak

168:25

usah pakai coreover kita full repire.

168:27

Jual Rp50.000 buat 2.000 participan

168:30

Rp100 juta juga. Atau enggak kita jual

168:32

corver doang enggak pakai trip 399.

168:35

260 participan tiap bulan R juta juga

168:38

ya. Nah, jadi sebenarnya enggak ada yang

168:39

salah, enggak ada yang benar di sini.

168:41

So, what I'm trying to say here is that

168:42

yang penting kita fokus ke sini ya. Kita

168:44

harus tahu lead magnet kita apa, trip

168:46

kita, corover apa ya. Nah, pilihannya

168:48

apa aja ini

168:50

ya. Terus nanti mau jualnya gimana kita

168:52

discuss bareng karena this is very

168:53

personalized. Bisa jadi funel ini enggak

168:55

cocok sama lo. Bisa jadi ada orang yang

168:58

cocoknya jualannya begini, ada orang

169:00

cocoknya jualannya begini. ada orang

169:01

cocok jualannya begini dan begini gitu.

169:03

So, ini basic-nya aja ini cara

169:05

berpikirnya. Nanti your actual funnel,

169:08

your actual value leader. Kita bahas

169:09

bareng ya secara one onone one ya.

169:10

Supaya nanti lu bisa benar-benar

169:13

mendapatkan

169:14

personalized feedback dan personalized

169:16

strategy secara optimal. Oke, but this

169:18

is how you actually construct your

169:20

funnel gitu.

169:28

What's up? Welcome to this video. Nah,

169:30

di video kali ini gua mau ngebahas soal

169:31

yang namanya te shout. Ini adalah cara

169:35

yang gua lakuin supaya kita bisa

169:37

mempromosikan offer kita dengan elegan.

169:39

Karena lu pernah enggak sih kayak

169:40

ngelihat content creator nih, terus dia

169:42

jualan online course misalnya, terus

169:44

kayak dikit-dikit klik link di bio,

169:46

dikit-dikit klinkling di bio gitu ya.

169:48

Jadi kayak every time kita buka konten

169:50

dia di akhirnya klik link di bio ya.

169:52

Atau misalnya kayak kita buka story-nya

169:54

klik link di bio ya. I mean kayak yes we

169:56

get it gitu kan. You have such a great

169:58

course, I understand. Tapi kayak itu

170:00

rahasia tuh kayak kita tuh dijejelin

170:01

gitu, woi beli woi. Gitu kan. And

170:03

sometimes people don't want that. Ketika

170:05

kita melihat itu dan orang-orang lain,

170:07

audience kita misalnya ngelihat kalau

170:08

misalnya kita ngelakuin itu orang kayak

170:10

chill man, chill gitu. I I got it. You

170:12

have a course gitu kan. Nah, jadi gimana

170:14

cara kita bisa mempromosikan dengan

170:16

elegan supaya ketika orang melihat apa

170:18

yang kita share ke mereka, mereka jadi

170:20

tertarik. Nah, kita bagi ini jadi tiga

170:22

fase. There's tease, there's tell, and

170:25

there's shout. Kita mulai dengan tease

170:27

dulu. Masing-masing dari tiga fase ini

170:30

punya objektif yang berbeda. Ya, kalau

170:32

misalnya tease objektifnya itu tuh

170:34

enggak bukan kita ngasih tahu, "Hei, I

170:36

have a course, hey, I have a digital

170:37

product." He gua punya offer baru.

170:39

Bukan. Fungsi dari teala cuman bikin

170:42

orang penasaran, nih orang lagi bikin

170:44

apa ya? Kayaknya seru nih. Nah, kurang

170:46

lebih kayak gitu. Tipe kontennya gimana?

170:48

Sesimpel kita bisa bikin IG story, kita

170:50

bisa bikin TikTok post, kita bikin IG

170:53

reels, IG carusel post, IG post feit

170:56

gitu ya. Kita lagi foto, anything

170:58

simple. Kayak kita lagi ngedokumentasiin

171:00

behind the scene aja. Kita kita lagi

171:03

mengerjakan offer kita. For example,

171:05

kita lagi bikin buku, misalnya kita lagi

171:07

nulis buku nih, kita tinggal ambil HP

171:09

kita aja terus kayak kita ngerekam terus

171:10

kayak kita ngasih lihat gitu loh. Terus

171:12

kayak kita gini doang or something and

171:14

then kayak udah stop the story. Jadi

171:16

cuman literally ngasih lihat kita lagi

171:18

have something under the works going on

171:21

gitu loh. Cuman ngasih lihat bahwa kita

171:22

lagi working on something. As simple as

171:24

that. Kita ggak usah bilang kita lagi

171:25

bikin ini, kita lagi bikin itu. Enggak.

171:27

But do it everyday. Ketika kita

171:29

ngelakuin ini setiap hari, orang jadi

171:30

mikir, "Nih orang lagi ngerjain apa ya?

171:32

rajin banget tiap hari ngerjain ini.

171:34

Seru nih kayaknya orang jadi

171:35

bertanya-tanya nanti orang bisa aja dim,

171:37

"Kak, itu apa sih, Kak?" gitu. "Share

171:38

dong, Kak, lagi bikin apa, Kak?" Nah,

171:40

when people do that, kita bisa move on

171:42

to the second phase, which is tell. Tadi

171:46

kita udah teas, sekarang kita tell. Hai,

171:48

Teman-teman. Thank you ya udah pada

171:49

kepoin bla bla bla. Iya nih, aku dari 1

171:52

bulan lalu, dari 2 bulan lalu, dari 1

171:54

tahun lalu aku udah ngerjain ini nih

171:55

buat kalian seru banget. Ada yang bisa

171:57

tebak enggak ini apa? Nah, jadi kita

171:58

bisa engage juga sama audience kita.

172:00

kita buka question box, kita kasih poll

172:01

or anything gitu ya. Oke, habis itu kita

172:03

bisa reveal, "Oke, I'm actually working

172:05

on my new course nih. I'm actually

172:07

working on my new book. Namanya ini

172:10

bakal dapat ini ini aja tentang ini.

172:12

Tertarik enggak? Bla bla bla enggak ini

172:14

itu enggak." Nah, itu kita bisa lakuin

172:15

itu. Itu tell. Jadi, yang tadinya kita

172:17

cuma kiss, kita pengin bikin orang

172:18

penasaran, orang udah kepok kan ini

172:20

orang ngapain? Gitu kan. Terus kita

172:21

tell, eh ini gua sebenar gua sebenarnya

172:23

lagi bikin ini. Nah, orang jadi klik,

172:26

"Ah, gua aware sekarang dia lagi bikin

172:28

ini. Gua jadi pengin e kalau misalnya

172:30

tertarik gitu ya, gua jadi pengin

172:31

ngikutin terus nanti produk akhirnya

172:33

gimana. Something like that, gitu kan.

172:34

Nah, itu hell kita udah declare ke

172:37

orang-orang kita lagi bikin ini." Nah,

172:39

itu ketika sebelum launch. Ketika udah

172:41

launch atau menjelang launch baru kita

172:43

bisa shout. Shout itu adalah ibaratnya

172:46

ya bukan teriak literally gitu ya, bukan

172:48

kita bikin konten w gitu. Enggak gitu,

172:50

enggak gitu. But it's basically doing

172:52

handraisers.

172:53

Jadi calling out the people yang rasanya

172:57

resonate with our product dengan target

172:59

market kita. Kita shout ke mereka, "Hei,

173:01

for those of you yang bla bla bla. Hei,

173:03

buat kamu yang lagi susah produktif,

173:04

hei, buat kamu yang lagi insecure, hei,

173:06

buat kamu yang lagi sakit pinggang, hei,

173:08

buat kamu yang lagi keuangannya lagi

173:09

rusak, aku lagi bikin ini nih buat kamu.

173:14

Kalau misalnya kamu ngerasa ini ini,

173:15

ini, ini, DM aku kasih keyword. mau ya

173:19

DM aku join ya, DM aku wealth ya, DM aku

173:21

kaya ya, DM aku bla bla bla ya, nanti

173:24

aku kirimin kamu lead magnet-nya, nanti

173:26

aku kirimin kamu coreover-nya. Nah, jadi

173:28

kurang lebih kayak gitu. Teas health

173:30

shout. Nah, gua rekomendasiin sih ini

173:32

kita udah bisa gunain ketika kita mulai

173:34

bikin lead magnet kita supaya orang udah

173:36

wah apa nih pengen dong gitu. So, that's

173:38

it. How to sell elegantly supaya kita

173:41

gak kliking di b ya, kliking b ya.

173:44

Nanti orang jadi pushing away from kalau

173:47

misalnya kita terlalu gitu kayak kita

173:48

jadi kayak bagger gitu takutnya kayak

173:50

meminta-minta banget buat orang

173:51

klik-klik ini bio. So let's do this

173:54

elegantly and you can do that. Ok. So

173:57

tease tell sh mantap.

174:06

So today is going to be really

174:08

interesting and I'm pretty sure useful

174:10

for you guys. So we're gonna talk about

174:13

lead magnet mastery. Nah mungkin

174:15

beberapa dari kita masih ada yang gimana

174:17

ya karena kenapa gua pilih topik ini?

174:20

Karena beberapa dari kita eh walaupun

174:23

udah ada yang jalan beberapa bulan,

174:24

beberapa minggu masih ada yang bingung

174:27

walaupun udah ada yang bikin corover

174:28

juga kayak lead magnet tuh harusnya

174:30

bentuknya gimana sih? Terus seberapa

174:32

banyak sih yang harus kita yang harus

174:35

kita eh bikin gitu. Terus seberapa dalam

174:39

lead magnetnya, right? You guys might

174:41

have might have that question. Jadi

174:42

seberapa banyak eh yang harus kita

174:45

masukin di lead magnet kita, seberapa

174:47

panjang? Terus habis itu lead magnet tuh

174:50

formatnya gimana segala macamnya ya kan.

174:53

So today we're gonna talk about it.

174:55

Outline-nya adalah kita enggak akan

174:56

ngebahas dulu lead magnet itu sebenarnya

174:57

apa, terus kenapa sih kita tuh butuh

174:59

bikin sebenarnya. Nah, yang paling

175:02

penting adalah

175:04

nomor 3 sama nomor 4.

175:06

Common lead magnet mistakes. Ini adalah

175:08

this is what's gna kill your lead

175:10

magnet. Karena kalau misalnya kita

175:11

melakukan kesalahan ini, lead magnet

175:12

kita yang kita udah bikin capek-capek

175:14

itu justru bisa backfire takutnya.

175:16

Right? Next is the value prizzation

175:19

framework yang gue bakal share. Jadi

175:21

kalau misalnya teman-teman habis ini mau

175:23

ngebikin lead magnet baru, this is the

175:24

framework that you can use. Nah, yang

175:26

terakhir adalah backend optimization.

175:28

Gimana kita udah bikin lead magnet

175:29

ngoptimize backendnya. So, first what is

175:32

lead magnet? This is pretty straight

175:33

forward karena I assume teman-teman

175:35

semua udah e baca course-nya ya. Jadi

175:38

sebenarnya udah harusnya paham. Nah, so

175:41

pop quiz teman-teman ini kan val leader

175:42

kita semua tahu ya val leader itu apa.

175:44

Nah, di antara bait front end middle and

175:47

back end lead magnet itu ada di mana?

175:49

Coba komen. Kalau masih salah wah gak

175:51

boleh jadi graduate nih.

175:56

Pat bilang dibait ya teman-teman yang

175:58

lain gimana cela?

176:00

E Thomas Putri Bait ya. Rohman gimana

176:04

nih? Bandoro,

176:06

Erwin, Sarah Bait. Yes. So it's correct

176:10

teman-teman di bait ya. Btw ada Sel

176:13

nanti Sella mau speech guys. Kata

176:16

kemarin udah fting speech, hari ini

176:18

selling speech. Nice. Oke mulai pada on

176:21

cam kan. The power of Sella. Sella on

176:23

cam, Sara langsung oncam tuh. Oke. So

176:27

bait teman-teman. Jadi, lead magnet itu

176:29

ada di bagian paling awal ya,

176:32

Teman-teman ya. Nah, mungkin

176:36

kebanyakan dari kita tuh

176:38

sedikit bingung sama dua term ini. Lead

176:41

magnet sama trip wire itu bedanya apa?

176:43

Lead magnet itu sama trip wire

176:45

essentially it's quite similar. It's

176:47

both debate. Tapi bedanya eh by industry

176:51

center lead magnet tuh biasanya tuh kita

176:53

kasih gratis. Trip wire tuh

176:57

mirip-mirip kayak lead magnet tapi

176:58

berbayar. Nah, kualitasnya seberapa

177:01

seberapa sama gitu menurut gua 111 sih

177:03

cukup mirip sebenarnya. But once your

177:06

lead magnet itu dikasih harga itu

177:07

berubah menjadi trip wire. Sesimpel itu

177:09

sebenarnya. Jadi kedua form of product

177:12

ini adalah bait supaya banyak orang bisa

177:16

nyicip produk kita gitu kurang lebih.

177:18

So, next. Kenapa kita sih sebenarnya tuh

177:21

harus bikin lead magnet gitu? Nah,

177:23

Teman-teman semua pasti udah pintar,

177:24

udah ngerti ini juga gitu kan. Kalau

177:27

misalnya kita ke toko es krim favorit

177:30

kita, whatever it is, Coldstone, Baskin

177:31

Robins kek, Agendas kek, Oria kek, atau

177:35

apalagi es krim yang seru gitu kan,

177:38

pasti ketika kita mau pilih flavor, kita

177:41

dikasih testernya ya kan. So, it's

177:45

pretty much similar tapi not so similar

177:47

gitu. It can act like a tester. Tapi

177:51

sebenarnya enggak cuma tester. Karena

177:52

kalau misalnya mindset kita lead magnet

177:54

itu supaya orang icip-icip kita doang.

177:56

Terus kalau misalnya dia suka terus eh

177:59

dia beli. What if orang enggak suka?

178:02

Right? Berarti

178:04

game over dong. Yes and no. Game over

178:08

kalau misalnya kita biarin aja. Enggak

178:09

game over kalau misalnya produk kita

178:12

kita improve. Kalau misalnya orang aja

178:14

enggak suka lead magnet kita, ya itu

178:15

udah sign. berarti kita harus level up

178:17

our product game. Ini bukan masalah

178:18

marketing lagi, tapi masalah produk kita

178:20

harus kita optimize. Jadi bukan sekadar

178:22

tester sebenarnya. Lead magnet itu

178:24

penting banget, Teman-teman, buat

178:25

beginners. Bagi teman-teman yang baru

178:26

pertama kali mau launch digital

178:29

products. So, bagi teman-teman yang

178:31

masih dalam fase-fase awal, this is very

178:33

important. Nah, tapi bagi orang-orang

178:35

yang udah berkecipungan cukup lama

178:37

beberapa bulan, beberapa tahun kayak gue

178:39

pun ini juga sangat penting gitu. Kenapa

178:42

penting? Karena satu

178:44

aspek ini akan menimbulkan aspek-aspek

178:47

lainnya sampai ke trust. Nah, yang

178:48

pertama lead magnet tuh akan nge-build

178:51

report. Jadi maksudnya kayak kita tuh

178:54

orang bisa perceive kita bagai eh

178:56

sebagai seseorang emang in the space to

178:58

actually share our knowledge, share our

179:00

ideas and monetize it. Kayak people tuh

179:03

akan terbiasa dengan kita menawarkan

179:05

mereka sebuah offer. Next, it builds

179:07

credibility.

179:09

Orang ketika mereka ngelihat lead magnet

179:10

kita, mereka jadi ngerasa nih, wah

179:13

bagusnya lead magnetnya. Jadi nimbul

179:14

kredibilitas di sana bahwa this person

179:17

understand what he talking about. This

179:18

person understand what she's talking

179:20

about. Jadi orang bisa ngerti bahwa kita

179:23

emang benar-benar ngerti apa yang kita

179:25

bicarakan. Ini orang enggak asal ngomong

179:26

gitu. Mereka bisa tahu itu dari lead

179:28

magnet kita. Next, setelah

179:30

credibility-nya terbangun, kita akan

179:31

build expectation. Jadi ketika orang

179:34

udah cicipin lead magnet kita, mereka

179:35

akan bisa expect kurang lebih

179:38

ini

179:41

gratis aja gua dapat segini apalagi

179:42

berbayar gitu. Although sebenarnya itu

179:44

policy sih menurut gua itu cuman

179:46

psychological trick karena yang gua

179:48

lakuin juga em what I'm trying to do.

179:51

Bahkan sebenarnya di my lead magnet and

179:53

my and my trip wire ini sedikit hack sih

179:55

teman-teman. Gua lebih niat editnya

179:58

karena kan kita akan ng-launch trip baru

180:00

juga. Nanti Helmi itu akan lebih lebih

180:02

niat ngeditnya. Sedangkan core over

180:05

productivity boy sama HVC nanti lebih

180:07

minimal on the editing side. Kenapa?

180:09

Karena so people em can see gitu loh

180:14

bahwa oh ini sebenar gitu ya. Nah, tapi

180:16

mungkin kita berpikir kalau misalnya

180:18

kayak gitu kita ngebongin orang dong

180:20

yang di depannya udah bagus tapi yang di

180:21

belakangnya jelek. Sebenarnya enggak

180:23

gitu juga sih, karena at day people buy

180:25

transformation.

180:26

Ironya gini, Teman-teman.

180:30

Ketika kita ngasih sesuatu yang lebih

180:31

murah, orang akan lebih banyak expect.

180:35

Tapi ketika kita ngejual sesuatu yang

180:36

mahal, orang akan lebih diam. Mereka

180:38

enggak banyak sor bacot gitu loh. Setuju

180:40

enggak?

180:41

If

180:45

high value creator accelerator harganya

180:47

R298.000, Orang pasti banyak yang

180:49

komplain sesimpel itu. Kok ini kok pakai

180:52

notion apa sih? Enggak ngerti notion bla

180:54

bla bla. Kok gak ada videonya sih? You

180:55

know something like that. Tapi you guys

180:58

never complain, man. That's the

180:59

psychology behind it. Semakin mahal kita

181:02

jual produk kita, orang akan semakin

181:03

enggak complain. Kenapa? Karena we

181:04

attract quality people. Dan when we

181:06

attract quality people, yang mereka

181:08

lihat tuh sebenarnya bukan seberapa

181:09

bagus modulnya, tapi seberapa

181:11

transformatif modulnya. Jadi, that's the

181:14

paradigm shift yang I like to share to

181:16

you guys. Jadi,

181:18

kalau ini kayaknya bisa jadi konsep baru

181:20

sih. So, when we make lead magnet, kita

181:23

bisa bikin itu secantik mungkin di luar

181:26

tapi dalamnya kosong. Paham enggak sih?

181:28

Jadi, e kelihatannya bagus tapi

181:29

sebenarnya isinya kosong. Kenapa? Karena

181:31

itu cuma bridging ke corover gitu loh.

181:33

Nah, tapi corover gua choose to do the

181:36

exact opposite. Jadi, dalamnya itu

181:37

benar-benar daging banget tapi

181:39

penjelasannya simplified banget. Jadi,

181:41

it builds the expectation. Next, it

181:44

builds authority. Orang udah credible,

181:46

orang udah expect kita bisa mendeliver

181:49

bagus. Jadi, kita punya authority in the

181:51

space. Kita bisa menguasai

181:56

otak mereka atau pemikiran kita ketika

181:58

kita berbicara soal let's say

182:00

productivity, productivity boy gitu kan.

182:01

Kalau misalnya kita ngomongin mindset,

182:03

mindset bertumbuh gitu. Kalau misalnya

182:04

kita ngomongin personality, Marcela gitu

182:06

kan. Jadi something like that. When it's

182:08

once it's done, it builds trust. Nah,

182:10

ketika trust is built, that's where the

182:13

money comes in.

182:16

As simple as that. Ini balik lagi ke

182:18

theory marketing funnel. Ingat ya,

182:19

Teman-teman ya, ada top of funnel,

182:22

middle of funnel, bottom of funnel.

182:24

I kan ya.

182:30

Jadi, as simple as this. Orang yang di

182:32

atas itu adalah orang-orang yang paling

182:34

cold. Jadi, mereka paling enggak kenal

182:35

sama kita. Tapi semakin bawah mereka

182:38

udah kenal sama kita.

182:40

Ini adalah orang yang belum pernah beli.

182:42

Ini adalah orang yang tahu kita punya

182:44

produk dan penasaran buat beli. Ini

182:46

adalah orang-orang yang sudah beli gitu

182:47

loh. Nah, ketika kita menawarkan produk

182:50

kita ke orang-orang yang udah trust sama

182:51

kita di bawah sini, most likely I don't

182:54

need to pitch them. I don't need to host

182:55

a webinar. I don't need to make a

182:57

landing page. Kita tinggal tawarin aja.

182:59

He gua ada produk ini. Kita kirimin

183:00

email. Mau check out gak? Pada check

183:01

out. Jadi that's the power of trust.

183:04

Sebenarnya, Teman-teman. Ketika kita

183:05

mate properly, it will be able to get us

183:08

the money, gitu. Nah, Teman-teman, this

183:12

is where larvest get things wrong.

183:14

Basically, ini adalah tujuan dari lead

183:16

magnet. Jadi, kalau misalnya kita

183:18

berpikir lead magnet itu sebenarnya

183:20

tujuannya apa? Itu adalah buat ngasih

183:21

quick win. Nah, quick win-nya ini dalam

183:24

bentuk apa? Dalam bentuk dua hal,

183:26

Teman-teman. Dalam bentuk insight dan

183:29

dalam bentuk hope. Nah, bedanya apa?

183:32

Kedua ini, insight itu kita membuat

183:34

mereka merasa lebih pintar. Jadi, mereka

183:36

PD sama kita. Hope itu membuat mereka

183:39

merasa bahwa kita punya solusi yang

183:41

bagus. Nah, jadi ketika kita bikin lead

183:43

magnet,

183:45

balik lagi quick win. Quick win artinya

183:49

kita lead magnet kita tuh isinya tuh

183:50

harus hal-hal yang menggerakkan kita

183:52

supaya kita take action. Dan ketika kita

183:54

take action itu akan ng-drive mereka

183:57

untuk ngerasa bahwa kita punya solusi

183:59

terhadap masalah yang mereka punya gitu.

184:02

Jadi, lead magnet sebenarnya sebaiknya

184:04

itu enggak yang terlalu edukatif,

184:07

tapi yang lebih banyak exercise-nya.

184:11

Karena kita pernah tes, gua lupa

184:13

percentage-nya berapa, tapi we literally

184:15

made a lead magnet ya, from monk mode

184:18

system kalau misal lu ingat. Tapi itu

184:20

different sih itu effort banget.

184:23

Em

184:25

tapi eh itu effort banget engagementnya

184:28

naik tapi sales-nya enggak naik resek

184:29

gitu loh. Engagement kita naik banget ya

184:31

Pram sama orang-orang yang ikut tuh kita

184:33

benar-benar jadi besty banget tapi

184:35

sales-nya naik enggak.

184:37

Nah jadi balik lagi kalau misalnya kita

184:38

mau naikin engagement ya udah kasih give

184:41

a lot of value aja. Give value. Nah

184:43

balik lagi value sama insight tuh beda

184:45

loh. Nah value itu kita ngajarin mereka.

184:50

inside itu kita ngasih tahu mereka

184:53

sebuah cerita atau sebuah e case. Nah,

184:56

that's different, man. Itu beda banget

184:59

tuh. Itu dua aja udah beda. Nah, jadi

185:02

kalau misalnya kita kasih kebanyakan

185:04

value yang naik apa? Engagementnya,

185:05

bukan sales-nya. Tapi kalau misalnya

185:07

kita ngasih mereka quick win dalam

185:09

bentuk insight, kita ngasih mereka

185:11

sebuah informasi baru tok ya dan kita

185:14

ngasih mereka harapan itu akan lebih

185:16

efektif untuk sales. Nah, jadi quick

185:18

win-nya itu tuh kita bisa drive mereka

185:20

dari exercise, dari contohnya gini nih,

185:23

checklist kayak templates kayaknya kayak

185:24

gitu-gitu tuh karena mereka pakai mereka

185:26

langsung ngerasa quick fix, quick win.

185:28

Gua pakai template-nya Fata, gua

185:29

langsung bisa jurnaling nih. Gua pakai

185:31

template-nya S, gua langsung tahu nih

185:33

MBTI gua apa. gua pakai template-nya

185:35

Sara, gua langsung eh utang gua langsung

185:37

lunas nih misalnya something like that

185:38

gitu. Jadi itu akan ng ng ngasih

185:41

authority

185:43

balik lagi jadi jangan ngedukasi delete

185:45

magnet tapi bridging. Nah itu yang

185:48

paling penting karena kalau misalnya

185:49

kita ngasih too much ya people malah wah

185:52

ini gua udah dikasih banyak mereka malah

185:54

ngelunjak pengin lebih eh dapat banyak.

185:56

So that's the

185:59

common mistake. Now this is some of the

186:03

most commonly magnet mistakes yang I

186:06

find. Kayaknya ada empat atau lima deh

186:08

if mistaken. Sebelum gua reveal common

186:11

mistake-nya apa aja, gua pengen ngajak

186:13

teman-teman semua guess dong kayak what

186:15

do you guys think is the most common

186:17

lead magnet mistakes yang kita tuh

186:19

sering lakuin. Kesalahan terbesar kita

186:21

dalam membuat lead magnet tuh apa sih?

186:23

Coba deh kasih tahu di komen supaya kita

186:26

Iya udah dipel ya. Mengajar kata Sara ee

186:30

kebanyakan info terlalu panjang Fat. Ada

186:32

yang lain Cela mungkin. Eh Rio Bandoro,

186:37

Oman, Thomas, Erwin.

186:43

Oh.

186:45

Hm. Ini Putri udah jago banget. Emang

186:48

tinggal nglaunch doang dia sebenarnya.

186:49

Udah jago suhu.

186:54

Oke, kurang jualan. Nice. Kurang

186:55

entertain kata Erwin. Teman-teman, the

186:57

first one. Betul. Kepanjangan.

187:01

Balik lagi. Ini enggak cuman apply ke

187:03

lead magnet, tapi apply ke coreover

187:05

kita. People don't wanna read essays,

187:07

man. Karena ini bukan buku. Kalau

187:09

misalnya buku ya lu makin panjang makin

187:11

bagus gitu kan. Kecuali kita nulis buku,

187:13

that applies. Panjang. Wih, banyak

187:16

ilmunya nih. Persepsinya gitu. Tapi

187:18

course enggak kayak gitu. Pernah enggak

187:19

sih kita eh most the most rook mistake

187:22

ada kalau kita bikin corover, kita nemu

187:24

orang nih bikin course terus yang dia

187:26

pamerin di e di value stackingnya wei

187:30

100 jam plus 60 jam plus 100 modu lebih.

187:33

Wah gua ngelihat itu gua kayak irritated

187:34

sih. What the heck man? Can you not make

187:36

it more concise? Gitu loh. Kayak

187:37

emangnya gua mau spend 60 jam. Ini

187:40

sering banget terjadi di UDMI. Aduh gua

187:42

kesal banget orang-orang Yudemi itu tahu

187:44

enggak sih? Kayak gua suka banget yang

187:46

diajarin bagus, dulu gua tuh pernah

187:48

pernah enroll eh live coaching

187:51

certificationemi kan manfulness gitu

187:54

yang ngajarin namanya K Ramsey. Mungkin

187:55

yang suka eh suka mindfulness atau suka

188:00

life coaching things mungkin tahu dia.

188:02

Jadi namanya Ken Ramse dia tuh cuy 60

188:04

jam lebih man modulnya. Gu ya gua kayak

188:07

untung ini certification jadi makes

188:09

sense tapi imagine our course 60 jam

188:11

lebih orang bakal butuh komplit-nya

188:12

berapa lama considering kita cuman punya

188:15

1 jam per hari butuh 60 hari

188:18

berturut-turut gitu loh itu kalau kita

188:20

enggak bolong kalau misalnya bolong 4

188:22

buluy sedangkan kita mau orang bisa

188:24

nge-compllete secepat mungkin flow zone

188:25

blueprint aja itu dikomplete-nya tuh 2

188:28

sampai 3 jam itu kita kenapa sengaja

188:29

structure kayak gitu supaya teman-teman

188:31

bisa selesain dengan sangat cepat

188:32

apalagi lead magnet it probably

188:36

Eh eh se 10% dari itu aja duration-nya.

188:41

So I would say maybe kayak 20 menit,

188:43

setengah jam, 10 menit lead makan tuh

188:44

udah harus selesai dibaca gitu atau

188:46

harus selesai diconsume. Right? Jadi

188:49

kepanjangan.

188:51

Nah, make it rule of time adalah

188:54

sebenarnya kalau misalnya bisa semakin

188:56

pendek semakin bagus, I would say don't

188:59

go more than 30 minutes sih. Itu udah

189:01

itu pun udah kepanjangan gitu ya.

189:05

20 minutes is good gitu. Although

189:07

sebenarnya kalau kepanjangan masalah

189:08

enggak sebenarnya enggak juga. Karena

189:09

dulu kita sempat testing PPH itu tuh 40

189:13

menit bahkan Ch kayaknya bikin dulu lead

189:15

magnet 1 jaman sekitar 1 jam ya S ya itu

189:18

masih convert juga gitu. Sebenarnya

189:20

there's no golden rule atau gimana tapi

189:22

I think it will be better aja gitu sih.

189:25

Itu preference aja gitu teman-teman. So

189:27

that's number one. Number two adalah

189:29

enggak spesifik.

189:32

Maksudnya enggak spesifik apa? We don't

189:34

solve a certain problem. Kita cuman

189:36

blabber-blab doang. Kita mencoba untuk

189:39

knowledge bombing gitu. Tahu gak sih?

189:41

Kayak weh, gua paling ngerti soal habit

189:42

nih. Gua tulis semua soal habit gitu

189:44

loh. Kayak segala hal tentang habit kita

189:47

tulis jadi enggak spesifik. Padahal

189:49

habit itu kan kalau kita pecah banyak

189:50

lagi ya Fat ya. ada morning routin lah,

189:52

ada keystone habit, ada habit

189:55

installation, ada night routin, ada

189:58

stacking dan lain-lain. Jadi, my

190:01

recommendation lead magnet itu tuh kita

190:03

pilih satu topik aja justru one topic

190:06

for one solution for one avatar.

190:09

Jadi nih, Teman-teman, satu topik buat

190:11

satu solusi buat satu target market itu

190:14

yang kita pakai itu lead magnet harus

190:17

begitu. Nah, nanti akan kita kaitin ke

190:19

exercise kita di akhir yang namanya

190:20

master class harus ada workshop ya kalau

190:22

misalnya sama gua harus ngerjain sesuatu

190:24

biar teman-teman selesai ini udah ada

190:26

ide buat bikin 6 lit magnet habis ini

190:28

nih teman-teman akan langsung bisa bikin

190:30

6 lit magnet. Next.

190:34

Ini yang putri bilang juga enggak ada

190:35

CTA-nya teman-teman. Maksudnya apa? Kita

190:38

udah bikin lead magnet ya kan

190:40

capek-capek nih bikinnya 1 hari 2 hari

190:43

apalagi sampai harus cuti gitu kan.

190:45

Anjir, kalau misalnya enggak ada yang

190:48

check out sedih gitu kan. Ialah gitu.

190:51

Nah, itu kenapa terjadi? Karena enggak

190:53

ada CTA-nya di lead magnetnya enggak ada

190:55

CTA-nya atau enggak CTA-nya enggak

190:56

optimize.

190:58

Udah untung ada deh. Tapi kadang-kadang

190:59

masih ada yang enggak taruh CTA. Jadi

191:02

cuman pure value doang kayak, "Bro,

191:04

that's ok but I think you're missing a

191:06

lot gitu loh." So, enggak ada CTA. Jadi,

191:08

Teman-teman jangan lupa delete magnet

191:09

tuh harus dislipin offnya.

191:12

Nah, offer itu diselipinnya kapan? Based

191:15

on my trial.

191:18

Em, ini gua buka buka data ya. Jadi

191:21

teman-teman karena ini gua baru share ke

191:22

yang hadir di middle child kemarin aja

191:24

tuh. Gua baru share ke Sarah, Bandoro,

191:27

Putri, sama Fata.

191:29

Kan e made a webinar kan, we made a lead

191:33

magnet. E, gua juga janji gua bakal

191:36

share kan statusnya gimana kan. So, we

191:38

made three webinars. So, in three days

191:42

kayak dalam 3 hari kita berhasil

191:44

nge-close 50 sampai 60 juta in 3 days

191:46

gitu kan. Sebenarnya itu masih kurang in

191:50

my opinion itu targetnya sebenarnya tadi

191:52

lebih banyak tapi not that bad lah gitu

191:54

ya. Nah, dari

191:57

3 hari itu hari per hari kita

191:59

nge-optimize. Jadi yang kita pelajarin

192:01

di hari pertama kita implement ke hari

192:02

kedua. yang kita belajar ke hari kedua,

192:04

kita implement ke hari ketiga. And we

192:05

found out CTA itu, Teman-teman, jangan

192:07

ditaruh di akhir. Kita sering kayak gitu

192:10

kan, kita taruh di akhir. Ada beberapa

192:12

course E LM gue yang gua masih taruh di

192:14

akhir nih, bahkan scopri aja, APC aja

192:16

gua belum ganti masih di akhir. Itu

192:18

harusnya diselipin di mana? Di

192:20

seperempat pertama nih. Misalnya kita

192:22

ada empat bab ditaruh di bab pertama

192:24

justru.

192:26

Kenapa? supaya di bab 2 3 4 kita bisa

192:28

taruh reminder.

192:31

Jadi mereka enggak decision making itu

192:32

cuma di akhir. Karena mereka ketika

192:34

decision making cuma di akhir, mereka

192:35

cuman punya beberapa detik atau beberapa

192:37

menit doang buat mikir mereka mau beli

192:39

atau enggak. Tapi kalau mereka kepapar

192:40

dari awal sampai akhir, decision making

192:43

time mereka keexpend dari yang tadi cuma

192:44

5 menit bisa jadiura selama durasi

192:47

mereka lagi ng-consume that le magnet.

192:49

Nah, itu ningkatin probabilities buat

192:53

mereka check up. So, that's really

192:55

important, Teman-teman. itu yang

193:00

itu itu yang yang kita implement gitu.

193:04

Itu gila sih my opinion. Nah, yang

193:07

terakhir adalah ini enggak ada backend

193:09

optimization. Ada yang tahu enggak

193:10

backend optimization itu apa? Ini

193:12

sebenarnya cuman kata-kata fancy sih,

193:14

tapi ada yang bisa tebak

193:22

what is back and optimization kira-kira?

193:29

Ayo, ayo. Enggak tahu. Oke, Teman-teman.

193:32

So, basically ini adalah apa yang

193:34

terjadi ketika apa yang terjadi setelah

193:36

mereka obtain dan setelah mereka

193:37

consume. Kalau misalnya mereka beli, apa

193:40

yang terjadi? Kalau mereka enggak beli

193:41

apa yang terjadi? Bahasa gampangnya

193:43

follow up. Kalau misalnya kita udah

193:45

bikin lead magnet tapi enggak ada

193:46

automation buat ngegiring mereka sampai

193:48

closing, wah itu sayang banget

193:51

gitu, Teman-teman. So, itu yang perlu

193:53

kita lakuin juga. Makanya

193:56

kita kalau misalnya bikin lead magnet, I

193:57

would highly recommend harus ada email

194:00

follow up sequence ya tuju deh gitu loh.

194:03

Tapi kita harus bisa pintar-pintar if

194:05

yes-nya. Harus bisa kita pilah. Jadi

194:08

kalau misal orang udah beli kita exclude

194:09

tuh kita jangan kirimin lagi. Atau kan

194:11

entar kita dimaki orang lah gua udah

194:13

beli lu kirimin gua email mulu

194:14

nawar-nawarin mulu. Gua pernah digituin

194:16

tuh dulu tuh. Jadi hati-hati teman-teman

194:18

gitu. So that's number four. We need to

194:20

optimize that ya teman-teman. And this

194:22

is myite part.

194:25

Jadi ini em part ini akan menjawab

194:29

banyak sekali pertanyaan soal gimana

194:30

cara bikin lead magnet berapa banyak dan

194:32

sedalam apa. Teman-teman ini adalah

194:35

framework yang gua pakai ketika kita

194:36

bikin litm.

194:38

And now this is yours. You can use it,

194:40

Teman-teman. Asik ya? Asik ya. So, ada

194:44

tiga

194:47

bulatan besar. Let me let me jelasin

194:50

mungkin ini kedengarannya kayak sangat

194:52

ini ya sangat wah intermediating apa nih

194:55

ada benefit pain som gitu kan pillar apa

194:58

ya ini kita kasih contoh aja teman-teman

195:04

ah ini ini nih kita kasih contoh dulu

195:07

nih gini teman-teman so this is the

195:09

example ya som itu apa teach guys how

195:14

can use to formulate magnetil beli ini

195:18

jadi gampang banget teman-teman kalau

195:20

misalnya sering enggak sih ee aduh mau

195:22

bikin lead magnet nih lead magnet

195:24

berikutnya tapi idenya apa gitu kan

195:25

sering bahasa apa ini le magnetnya

195:28

teman-teman pakai ini pertama-tama what

195:29

we need to know adalah som kita som itu

195:31

apa scope of mastery kita ya nich kita

195:34

apa suka plus jagonya apa jadi basically

195:36

nich kita apa kalau misalnya rama kan

195:38

productivity kalau sara kan eh eh ini

195:40

kan money kan kalau eh sela kan

195:43

personality misalnya fatah habit so on

195:46

and so forth gitu nah Jadi kita isi SOM

195:48

kita misalnya ini gua kasih contoh eh

195:51

communication ya. Communication nih Rio

195:53

nih. Rio nih. Mana Rio nih? Ini bisa

195:55

dipakai ya Rio ya. Habis ini kalau

195:57

misalnya masih ng-delete magnet kacau

195:58

nih. Nah ini communication right. Nah

196:01

setelah communication teman-teman what

196:03

we're gonna do adalah kita cari tahu

196:05

ketika orang ngomongin soal komunikasi

196:07

painp utamanya apa. Nah

196:11

painpinnya apa nih? Kita cari tahu tiga

196:14

ya. Contoh

196:16

kalau misalnya kita komunikasi, gua mau

196:19

ngomong public speaking nih, tapi gua

196:22

enggak credible. Gua enggak pernah di

196:23

depan panggung. Boleh enggak gua ngomong

196:24

something likeet gitu loh, Teman-teman.

196:26

Atau enggak misalnya gua pengen nge-gaet

196:27

gebetan nih, gebetan baru, tapi gua

196:30

bukan bandoro gitu kan. Gua enggak

196:31

sejago itu nge-gaet cewek baru gitu kan.

196:33

Nah, gimana gitu kan caranya? Nah, jadi

196:35

enggak kredibel dia. Dia enggak tahu

196:37

dia. Nah, atau enggak gua mau mulai

196:39

kenalan sama orang tapi gua enggak punya

196:41

network. Jadi enggak ada yang bisa ee

196:43

kenalin gua. gimana nih komunikasi sama

196:45

orang gitu. Atau misalnya gua pengin

196:47

jadi professional public speaker tapi

196:49

gua enggak ada profitnya, gua belum bisa

196:50

monetize dari sini, gimana caranya?

196:52

Right? So, kurang lebih kayak gitu,

196:54

Teman-teman. Painnya apa? Nah, ketika

196:57

kita udah tahu painnya, next kita cari

196:59

tahu apanya? Kita cari tahu benefitnya.

197:01

Apa yang kita bisa kasih mereka supaya

197:03

pain killer-nya tuh work, supaya hilang,

197:06

right? Nah, uniknya perhatiin

197:08

teman-teman. Jadi, painp ini

197:11

intersection-nya kita kasih solusinya.

197:13

Painpoint ini ada intersection-nya, kita

197:16

kasih solusinya. Painpoint ini kita ada

197:19

intersection-nya, kita kasih solusinya.

197:21

Contoh, kalau misalnya kita enggak punya

197:24

credibility

197:26

dan kita enggak punya income, yang bisa

197:29

menyelesaikan masalah ini itu apa sih

197:31

sebenarnya?

197:32

Sesimpel kalau jabatan kita naik, jadi

197:34

kita punya income yang lebih gede dan

197:36

kita lebih credible. Jadi, how to kill

197:39

two birds with one stone solusinya apa?

197:42

Nah, itu buat yang ini. Kalau misalnya

197:44

kita enggak kredibel terus kita enggak

197:46

punya network, yang harus kita ningkatin

197:48

apa? Status kita, gitu kan. Jadi, itu

197:52

adalah feel yang harus kita kasih ke

197:53

audience kita. Statusnya harus bisa kita

197:55

naikin. Nah, kalau misalnya kita enggak

197:57

ada income, kita enggak ada network,

197:59

yang harus kita naikin apa? Ya, uangnya

198:01

gitu. Supaya kita bisa mendapatkan kedua

198:03

ini. Jadi, gimana cara dapetin dua ini?

198:05

Kita harus punya ini. Gimana cara

198:07

dapetin dua ini? Kita harus punya ini.

198:08

Gimana cara dapetin dua ini? kita harus

198:10

punya ini something like that. Nah,

198:13

ketika kita sudah punya solusinya,

198:16

benefit yang kita bisa kasih ke mereka,

198:18

yang tinggal kita formulate adalah

198:20

idenya. How can we make them this way?

198:24

That is going to be your pillars,

198:27

gitu, Teman-teman. Nah, contohnya kalau

198:30

misalnya lu mau jadi lebih credible, apa

198:32

yang harus lu tingkatin? Personal

198:33

development lu gitu. Kalau misalnya lu

198:36

enggak ada profit, lu enggak ada income,

198:37

yang lu perlu tingkatin apa? skill lu di

198:40

sini kalau misalnya lu eh udah jago tapi

198:44

lu masih enggak naik-naik pangkat yang

198:45

lu perlu tingkatin apa soft skill

198:47

komunikasinya harus dinaikin

198:48

interpersonalnya

198:50

kalau misalnya lu enggak ada network

198:52

yang harus di tingkatin apa ability to

198:55

negotiate-nya kalau misalnya lu enggak

198:57

ada status yang perlu e dilakuin apa

198:59

ningkatin influence-nya kalau misalnya

199:00

if you don't have money, what you need

199:01

to learn? sales, something like that.

199:04

Nah, jadi kalau misalnya kita melakukan

199:06

exercise ini,

199:08

kita akan bisa nge-find out lead magnet

199:11

idis dengan sangat gampang gitu,

199:13

Teman-teman. So, which brings me back to

199:15

the question, berapa banyak lead magnet

199:18

yang harus kita bikin? Gitu kan,

199:20

Teman-teman. Sebenarnya kalau misalnya

199:22

my personal opinion, tiga itu cukup at

199:26

least bisa nge-solve ini, ini, sama ini

199:30

gitu. tiga aja udah cukup. Tapi kita

199:32

kalau misalnya ngelakuin exercise ini,

199:34

kita punya enam pilihan. Nah, jadi dari

199:36

enam ini teman-teman bisa bikin

199:38

enam-enamnya bebas. Tapi kalau misal if

199:40

I would recommend kita bikin tiga.

199:43

Kenapa tiga? Supaya kita bisa rotate.

199:46

Soalnya teman-teman pernah kayak gini

199:48

enggak sih? E kepikiran kayak gini. When

199:50

we wan to make our lead magnet gitu ya.

199:55

Kita suka mikir, gua punya satu lead

199:57

magnet, gua promosiin hari ini, gua

200:00

promosiin besok, gua promosiin usaha,

200:01

gua promosiin. Terus orang kesal enggak

200:03

yang ngelihat lead magnet gua? Maybe you

200:05

have that eh thought gitu. Orang capek

200:08

ngelihat lead magnet gua CSH mulu, Ich

200:11

mulu gitu kan. Jadi aduh enggak enak nih

200:15

gua sama audiens gua.

200:23

What's up? So, this video we're finally

200:25

going to make our offer. By the end of

200:27

this video, lo udah akan punya kerangka

200:32

overlow agar lo udah bisa mulai

200:33

memproduksi dan membuat mengeksekusi

200:36

digital products lu. Oke, tapi sebelum

200:38

kita mulai ke sana, gua pengin

200:39

nge-introduce lo beberapa mitos dan

200:41

beberapa fakta terkait overcreation.

200:43

Kalau misalnya kita ngomongin over

200:45

digital products gitu ya, enggak

200:46

jauh-jauh dari yang paling populer tuh

200:48

online course, webinar, ebook, bootcamp,

200:51

ceklist, template, dan lain-lainnya.

200:53

Tapi mungkin yang paling populer tuh

200:54

online course. So I'm going to take

200:55

online course as an example here ya.

200:57

Jadi sebenarnya orang-orang tuh enggak

200:59

mau beli online course yang kayak gini

201:00

nih, yang panjang banget sampai ratusan

201:02

jam, yang materinya banyak banget sama

201:05

website-nya bagus dan kualitas videonya

201:07

kayak film di bioskop. Mungkin ini

201:08

kedengaran enggak kan ya? Lah bukannya

201:10

kualitas bagus itu tuh penting ya gitu

201:12

kan. Nah, ini tuh dulu contohnya gua

201:14

pernah bikin pick productivity cross ni

201:15

kayak gini gua sampai bikin website

201:17

sendiri asli gitu ya. Ini kita coba

201:21

cek ya.

201:23

masih bisa enggak

201:28

nih gua bikin member area kayak begini

201:30

ya

201:32

kan bikin membership hosting domain

201:34

terus member areanya dibikin gitu nah

201:37

jadi lah malah masuknya ke WordPress.

201:39

Anyways kita coba lagi.

201:45

Ini dulu banget nih ini. Ini tuh udah

201:47

inaktif selama berbulan-bulan lalu ya.

201:49

Jadi emang udah udah lama enggak

201:51

di-manage ini kita akses lesson kayak

201:53

begini nih. Tuh

201:59

nih pick productivity course ya. Nah tuh

202:02

kayak begini bikinbikin begini gitu loh

202:05

sampai ada member areanya, ada progress

202:07

barnya segala macam. Jadi emang

202:08

benar-benar dibikinnya sebesagus mungkin

202:10

lah gitu kan. But people actually don't

202:12

necessarily want this gitu kan. Nah yang

202:15

mereka mau tuh sebenarnya apa? yang

202:17

mereka mau itu tuh adalah course yang

202:19

bisa menjawab shark bite problems

202:21

mereka. We get to that in a minute.

202:23

Course yang bisa memberikan transformasi

202:24

course yang singkat pada dan jelas dan

202:26

bisa diselesaikan secepat mungkin. So,

202:28

they don't mereka tuh enggak butuh yang

202:30

website fancy-fancy kayak gini mereka

202:31

tuh enggak butuh. Kenapa? Karena rasanya

202:33

tuh kalau misalnya materinya panjang

202:35

sampai ratusan jam terus banyak banget

202:36

effort. Jadi kayak kuliah, cuy. Ini ini

202:39

orang tuh mau beli course bukan pengin

202:41

kuliah gitu kan. Terus jadi susah gitu

202:43

kan. Terlalu banyak hal yang enggak

202:44

spesifik. Jadi kayak going and beating

202:47

around the bush gitu loh. Jadi orang

202:49

butuhnya B, kita kasihnya A, ke C, ke D

202:51

ke E, baru ke B gitu loh. Dan enggak

202:53

unik dan enggak realistis karena kalau

202:55

misalnya kita menganggap mereka semua

202:57

bisa belajar semuanya di KS ini itu

202:58

enggak realistis gitu. So, yang

202:59

orang-orang mau sebenarnya tuh yang

203:00

spesifik aja yang menjab shark bite

203:03

problems mereka, ngasih mereka

203:04

transformasi. Jadi, mereka tuh enggak

203:06

butuh website bagus, produksi bagus.

203:09

Mereka tuh enggak butuh yang sefancy

203:10

ini. Yang mereka butuhkan tuh bukan

203:12

website kualitas bagus. yang mereka

203:14

butuhkan adalah transformasi. Orang tuh

203:15

beli course tuh bukan cuman buat nonton

203:18

video bagus. Mereka tuh beli course

203:19

karena mereka berharap mereka dari poin

203:21

A bisa ke poin B. That's what they want,

203:23

right? Jadi mereka tuh butuhnya

203:24

transformasi ya. Sesingkat mungkin kita

203:27

bikin course-nya ini akan membantu

203:29

supaya mereka tuh bisa lebih cepat

203:33

memahami dan mereka bisa transform lebih

203:35

cepat lagi. So that's the key ya. So

203:38

contohnya kayak floon blueprint. Di sini

203:40

gua bikin tuh minim video ya. Kenapa gua

203:42

bikin videonya sedikit dan lebih banyak

203:45

tulisan? Literally flow dan blueprint

203:46

tuh coursenya begini tulisan. Karena

203:49

kecepatan orang membaca itu tuh lebih

203:51

cepat daripada kecepatan orang nonton

203:53

video. Right? So that's how I structure

203:55

this. Dan gua sudah memvalidasi ini ke

203:58

tim gua dan ke audiens gua yang sudah

204:00

membeli course ini. Mereka bilang

204:02

rata-rata mereka menyelesaikan course

204:03

ini hanya dalam 2 sampai 3 jam. Kalau

204:05

mereka duduk fokus selesai coursnya. So

204:08

that's what they need. mereka udah dapat

204:10

esensinya langsung bisa praktik. That's

204:13

it. That's what you need to do gitu loh.

204:15

Literally loh. Jadi itu ya kurang lebih

204:17

ya. Cepat dikonsumsi, easy to check out,

204:19

super specific, relatable positioning

204:21

ya, validated sama realistic by science.

204:23

Ini kalau misalnya dalam konteks flozen

204:25

blueprint. Oke. So, what we need to

204:27

understand adalah kita harus membedakan

204:29

shark bite sama moskito bite. Shark bite

204:32

problem atau masalah dalam hidup audiens

204:35

kita yang kalau misalnya enggak

204:36

diselesaikan hidup mereka tuh akan babak

204:39

belur akan berantakan. Ibaratnya gini,

204:41

bayangin ya. Kita lagi di kita lagi

204:42

berenang gitu kan di laut terus ada hiu

204:45

makan tangan kita habis dong tangan kita

204:47

hilang dong tangan kita berdarah segala

204:49

macam dong. Kritis dong. That's what

204:52

shark b problem should feel like. Ketika

204:54

kita enggak membantu audience kita untuk

204:56

menyelesaikan ini, mereka jadi akan

204:59

kegigit hiu rasanya. Sakit banget.

205:01

Mereka enggak bisa tidur, enggak bisa

205:02

mikir, pokoknya sakit banget. Nah, kita

205:04

tuh harus nge-solve problems yang kayak

205:06

gitu supaya kalau misalnya mereka dapat

205:08

solusinya, mereka leganya setengah mati.

205:11

Jadi fokus untuk mencari problem yang

205:13

seworth itu. Jangan fokus ke moskit

205:16

bite. Moskito baite itu gimana?

205:17

Problemnya kalau misalnya kita digigit

205:19

cuman rasanya apa? Gatal-gatal doang.

205:21

kita tekok sedikit itu juga mati gitu

205:23

moskitonya. Jadi enggak enggak enggak

205:26

greget gitu ya. Tapi jangan sampai

205:29

moskitonya DBD juga. Kalau misalnya

205:31

nyamuknya DBD ya enggak enak juga gitu

205:33

kan. Nah jadi kurang lebih gitu. So what

205:35

we need to find is shark but problem.

205:37

Kira-kira problem apa sih yang worth

205:38

solving? Oke. So that's where we're

205:41

going to go to the product to offer

205:43

building. Jadi ini adalah framework yang

205:44

kita bisa pakai. Oke ini gua udah kasih

205:46

contoh. Kita akan walk through ini. So

205:48

sharp byte cure solution. Shark B ini

205:51

adalah problemnya. List sebanyak mungkin

205:53

problemnya yang mereka punya supaya

205:56

nanti kita bisa memilih biggest wnya apa

205:58

shark buy terbesar dari problem-problem

205:59

ini itu apa? Ingat ketika kita mengisi

206:01

ini, bayangkan kita lagi ada di posisi

206:03

mereka dan bayangkan kalau misalnya ini

206:07

terjadi terus-menerus hidup kita enggak

206:08

akan tenang, kita enggak akan damai.

206:10

Problem-problemnya apa aja. Nah, jadi

206:11

kurang lebih ini mungkin yang lebih ke

206:13

shark by tuh ini. Ini agak sedikit

206:14

moskit by. Oke. So, kita punya

206:16

problem-problem ini. Nah, kita sudah

206:18

punya problem ini. Cure-nya apa?

206:19

Solusinya apa? Lu burn out, selesaiin

206:22

kerjanya lebih cepat supaya bisa lebih

206:24

cepat istirahat. Ya, jadi ini dua solusi

206:27

mirip-mirip ini. BTW contohnya related

206:29

to flow zone blueprint ya. Jadi inilah

206:31

yang gua lakukan ketika membuat course

206:32

ini, gitu ya. Jadi ini kurang lebih

206:36

cure-nya apa, solution-nya apa, oh focus

206:38

management, oh productivity techniques.

206:39

Nanti bisa dijawaban lebih lanjut lagi.

206:41

Nah, cure sama medicine bedanya apa? Ini

206:43

adalah solusinya. Ini cara kita

206:45

bungkusnya gimana? Right? Right. Nah,

206:48

bisa aja kita bungkus ini dalam online

206:50

course solusinya. Bisa aja kita focus

206:53

management ini kita kasih mereka focus

206:54

playlist. Bisa aja untuk productivity

206:57

technics ini kita enggak usah ajarin

206:59

mereka di course, tapi kita bikin

207:00

tools-nya aja. Kita share ini tools-nya

207:01

lu pakai ini aja kelar ya. So, kita list

207:04

down. Bisa di-adow,

207:08

bisa di-delete more row ya. Jadi kalau

207:10

misalnya

207:11

kebanyakan kekurangan tinggal di-adjust

207:13

saja row-nya. Oke, next kita masuk ke

207:15

biggest moon. Di antara ini semua yang

207:17

paling ngena tuh yang mana

207:20

menurut gue pribadi yang ini. Kenapa?

207:21

Karena karena kalau misalnya ini

207:22

kelamaan ya akan burn out. Oke. So the

207:24

biggest one is this. Nah, woon-nya ini

207:27

solusinya apa? Selesain kerjaan lebih

207:29

cepat. So that's what we need to focus

207:31

at. Gimana cara kita bisa membuat sebuah

207:32

online course yang bikin orang lain

207:35

kerjaannya lebih cepat. Nah, dari situ

207:37

gua berpikir untuk gue bisa menjelaskan

207:39

ini ke mereka butuh butuh waktu berapa

207:41

lama? Sesingkat mungkin. Kalau bisa

207:43

online course ini harus dikonsumsi itu

207:45

secepat mungkin. Nah, kita tentuin

207:48

durasi yang kita inginkan orang untuk

207:50

menyelesain course kita tuh berapa jam

207:51

supaya ketika kita nge-craft course

207:52

kita, kita jadi punya patokan waktunya

207:55

gitu ya. Oke, gua pikir kayaknya kalau

207:56

misalnya mereka bisa selesaiin ini dalam

207:58

3 jam udah sangat oke deh dengan mereka

208:00

mengkonsumsi bakterinya dan mereka juga

208:03

udah tahu apa yang harus mereka lakuin

208:04

setelah ini. Habis itu baru kita masuk

208:06

ke offernaming. Ini bagin paling seru.

208:08

Nah, oleh karena itu gua namain flowzone

208:10

blueprint. Cara menyelesaikan kerjaan 24

208:12

jam hanya dalam 3 jam. Ibaratnya ini

208:15

kayak

208:16

buku aja ya.

208:18

Jadi ibaratnya flow zone blueprint itu

208:21

adalah atomic habits-nya. Oke, flow zone

208:23

blueprint itu adalah atomic habits-nya.

208:26

Judul bukunya, judul course-nya. And

208:29

this, cara menyelesaikan kerjaan 24 jam

208:32

hanya dalam 3 jam adalah subtitle-nya.

208:34

Justru ini yang penting. Jadi namanya

208:36

penting supaya apa? Supaya orang bisa

208:37

ingat course kita. Tapi efeknya, dream

208:39

outcome-nya yang kita masukin di sini.

208:41

Kalau misalnya lu baca buku Atomic

208:43

Habits, ya lu akan bisa tahu cara-cara

208:44

untuk build good habits and break ones.

208:47

Kalau misalnya lo beli eh FGZB flow

208:49

blueprint dan lo menerapkannya, lu akan

208:51

tahu gimana cara menyelesaikan kerjaan

208:52

24 jam hanya dalam 3 jam. Oke, that's

208:55

what we need to do. Jadi bikin title,

208:58

bikin subtitle for our course. And one

209:01

thing yang gua pengen touch ini penting

209:03

banget. Jarang orang bahas ini ketika

209:04

ngomongin soal course. Oke, remember

209:06

hierarchy of needs ya. Ketika kita

209:08

ngomong hierar key of needs, kalau

209:09

misalnya course kita seputar health,

209:11

wealth relationship oke. Kenapa? Karena

209:12

ini eternal markets, every greenish.

209:14

Jadi orang pasti bakal makan. Kalau

209:16

misalnya kita ngomongin health, wealth,

209:18

relationship terus course kita enggak

209:19

laku. Bukan salah, bukan salah

209:21

course-nya. Salah kitanya enggak bisa ng

209:23

ngmarketnya dengan bagus. Karena pasti

209:25

semua orang butuh, kan? Semua orang

209:27

pasti mau sehat, semua orang pasti mau

209:28

kaya, semua orang pasti pengin punya

209:29

hubungan yang baik. Semua orang pasti

209:31

enggak mau sakit, semua orang pasti

209:32

enggak mau bangkrut, semua orang pasti

209:33

enggak mau kesepian. Oke, jadi three

209:35

markets. Pertanyaannya gimana kalau

209:37

misalnya course kita tuh transcendent

209:39

needs? Contoh kayak productivity. Yang

209:41

kita bisa lakuin adalah ngframe ininya

209:43

namanya atau landing page-nya kita

209:47

arahin seakan-akan

209:50

meng-solve

209:52

si tiga markets ini. For example. For

209:54

example. Oke, flowzone blueprint. Cara

209:57

menyelesaikan kerjaan 24 jam hanya dalam

210:00

3 jam supaya kamu bisa punya lebih

210:02

banyak waktu main sama anak. Nah, masuk

210:04

tuh ke relationship supaya kamu bisa

210:06

punya lebih banyak waktu untuk

210:08

mengembangkan bisnis sampingan kamu

210:09

masuk tuh ke wealth supaya kamu bisa

210:11

punya lebih banyak waktu untuk nge-gym,

210:13

untuk olahraga masuk ke health ya. Jadi

210:16

kalau misalnya cover kita transend

210:18

needs, jangan khawatir enggak apa-apa

210:20

tinggal kita connectin aja ke eternal

210:23

marketing. Simple as that. So once we

210:25

can do it, kita akan be very set lah.

210:30

Kita akan be good to go. Nah, tapi let's

210:32

kita step further ya. Ini namanya, ini

210:34

yang namanya value equation yang dibikin

210:36

sama Alex Roosi. Oke. So, ini bagus

210:38

banget. Maksudnya apa? Jadi, ada dream

210:40

outcome, ada perceiv likelihood of

210:42

achievement, ada time delay, ada effort

210:44

and sacrifice, ada value. So, what we

210:46

need to do adalah kita harus ngincrease

210:48

hal-hal yang ada di atas garis ini.

210:50

Jadi, kita harus meningkatkan dream

210:52

outcome audience kita. Kita harus

210:54

meningkatkan perceive likelihood of

210:55

achievement mereka. Dream outcome itu

210:57

apa? Mimpi yang mereka mau. Kita harus

211:00

tahu itu persis apa. Kita catat di sini

211:02

ya. dream out ke mereka apa? Terus kita

211:04

harus tahu seberapa gampang audiens kita

211:07

mencapai mimpi mereka ketika membeli

211:09

produk kita.

211:11

seberapa yakin produk kita akan works.

211:13

Kita harus cari tahu dan kita harus

211:15

meningkatkan kemungkinan itu. Jadi kalau

211:18

audience beli produk kita, kita harus

211:19

meningkatkan kemungkinan mereka untuk

211:21

bisa mendapatkan dream outcome ini. Jadi

211:23

yang di atas garis ini kita harus

211:24

naikin, sedangkan yang di bawah garis

211:27

ini kita harus kurangin. Jadi seberapa

211:29

cepat audiens mereka bisa seberapa cepat

211:31

audiens kita bisa mencapai mimpinya

211:33

ketika membeli produk kita. Semakin

211:36

cepat lebih baik. Semakin sedikit waktu

211:37

yang dibutuhkan lebih baik. Dan semakin

211:41

sedikit effort dan sacrifice yang

211:42

dibutuhkan lebih baik. Itulah kenapa

211:44

alasannya orang tuh kalau misalnya sedot

211:46

lemak lebih orang tuh lebih pengin sedot

211:48

lemak daripada mereka olahraga. Betul

211:49

kan? Kalau misalnya mereka mau kurus

211:51

sedot lemak gimana? Cepat banget.

211:53

Beberapa jam, beberapa hari mungkin

211:54

kelar terus enggak terlalu sakit, enggak

211:57

perlu ngap-ngapan, enggak perlu capek,

211:58

ya kan? Sedot lemak. Jadi less time

212:01

delay, eh jadi more time delay. Eh,

212:03

sorry, less time delay, less afford and

212:05

sacrifice. Sedangkan kalau misalnya

212:06

mereka lari tiap hari kardio capek

212:09

banget dan lama banget waktunya. Nah,

212:10

jadi kurang lebih itu bagian atas ini

212:12

kita harus naikin, bagian bawah ini

212:14

harus kita kurangin. Apabila itu

212:15

terjadi, value dari offer kita naik,

212:17

value-nya naik. Nah, itu yang perlu kita

212:19

pastikan dari sini. Jadi, ini kita bisa

212:21

isi. Once we're done with that, dari

212:24

core offer ini, kita akan bikin yang

212:25

namanya lead magnet. Jadi setelah kita

212:27

isi ini, kita akan ambil salah satu

212:31

aspek dari sini atau kita bisa bikin hal

212:33

yang baru, kita jadiin lead magnet.

212:34

Ibaratnya apa? Goalnya apa? Supaya

212:36

audience kita bisa icip-icip course

212:38

kita, supaya bisa icip-icip kita, supaya

212:40

bisa icip-icip yang kita bisa kasih ke

212:42

mereka. Dan goal dari lead magnet adalah

212:45

bukan bikin mereka pintar. Oke, goal

212:47

dari lead magnet adalah kasih mereka

212:49

seenough mungkin, secukupnya agar mereka

212:51

bisa take action dan bisa mendapatkan

212:54

kemenangan instan yang cepat. Karena

212:56

ketika mereka mendapatkan quick wins

212:58

atau kemenakan instan yang cepat, mereka

213:00

jadi merasa, "Eh, what drama tells me to

213:02

do works nih. Apa yang lo bilangin ke

213:05

gue pas gua coba works nih." Mereka jadi

213:08

ningkat terasnya dengan kita. Dan ketika

213:10

itu terjadi, mereka jadi pengin kerja

213:11

sama kita. Mereka pengin belajar dari

213:13

kita. So that's the go. Jangan kasih

213:15

kebanyakan, just enough. Make it simple,

213:18

make it simple, make it quick supaya

213:19

mereka bisa eh supaya mereka bisa

213:21

implement dengan cepat dan mereka bisa

213:23

mendapatkan apa yang mereka inginkan

213:25

dengan cepat. Oke, so that's the goal of

213:27

lead magnet. Next, kita bisa buat lead

213:30

magnet itu tuh dari mengambil sebagian

213:31

kecil dari coreover kita atau enggak

213:33

kita buat terpisah ya. Jadi, lead magnet

213:35

ini bisa menjadi jembatan ke coreover.

213:37

Kalau misalnya lu ingin viral growth

213:39

mastery, viral growth mastery itu yang

213:40

ini jembatan. Kalau misalnya kayak gini

213:43

gimana? Let's say lu punya e-book.

213:46

E-book ini, let's say ada 12 bab. Lu

213:49

kasih bab satu sama du gratis. Nah, itu

213:51

tuh membagi sebagian kecil dari corover

213:54

kita dikasih gratis. Atau misal lu bikin

213:55

online course ada 12 chapters, kita

213:57

ambil chapter 1 sama 2 kita kasih

213:59

gratis. Nah, kayak gitu. Tapi so far

214:01

dari pengalaman gua yang lebih convert,

214:04

yang lebih makes sense eh bukan makes

214:06

sense, yang lebih works adalah yang ini

214:08

yang kedua. So, you might want to

214:09

consider that, ya. Jadi nanti habis kita

214:11

tahu kita mau bikin apa, Lead magnetnya

214:13

kita namain juga. Terus kita bentuknya

214:15

apa, namanya apa terus ini medicine-nya

214:18

apa, packaging-nya apa, apakah online

214:20

course, apakah ebook, apakah ceklist

214:21

atau apa. Oke, kita bisa bikin itu.

214:23

Setelah selesai kita bikin posternya.

214:26

Poster buat corover sama poster buat

214:29

lead magnet. Posternya kayak gimana?

214:31

Yang kayak gini supaya kita bisa masukin

214:33

ini ke landing page kita. Oke, that's

214:35

pretty much it for making your offer. I

214:37

hope this helps and looking forward to

214:39

review to review sampai belibet gua

214:41

karena saking excitednya to review

214:43

offers. Kalau misal udah selesai bikin

214:44

ini jangan lupa buat share ya ke offers

214:46

talk supaya kita bisa feedback

214:48

bareng-bareng. Thank you and good luck.

214:56

Oke, Teman-teman let's take a look at

214:57

our screen. So, this talk about bagi

215:00

Teman-teman yang ngikut

215:02

accelerator ini sebagai refreshment ya.

215:05

Tapi pasti setelah kita udah jalan

215:06

bareng selama beberapa bulan pasti akan

215:08

ada angle-angle baru yang kita bisa

215:11

ambil. So, we talk about it today. Nah,

215:15

serem. Oke. Nah, jadi hari ini

215:17

teman-teman kita ngobrolin tentang yang

215:19

namanya million dollar offer ini. Aku

215:22

tanya-tanya ke teman-teman dulu deh.

215:24

Kalau misalnya kita ngomongin content

215:25

marketing atau content creating atau

215:27

content monetization kan aspeknya banyak

215:29

banget ya. Dan kita semua tahu kalau

215:31

misalnya ketika kita ingin menjual

215:32

sebuah digital product di mana ini

215:34

adalah vehicle ya atau creator kalau

215:37

misalnya teman-teman udah nonton

215:39

videonya itu adalah bagian utama kita

215:42

yang akan kita jual produk utama kita

215:44

lewat. Nah, sekarang gua pengin tanya ke

215:46

teman-teman. If you are going to sell a

215:49

digital product,

215:50

kira-kira apanya sih yang paling

215:52

penting? Coba deh dari sebuah digital

215:54

product, bagian mana yang paling penting

215:56

yang akan berdampak langsung ke

215:58

penjualan teman-teman? Ke sales

216:00

teman-teman. Jadi bagian ini itu

216:02

ibaratnya adalah bagian yang bikin

216:04

produk teman-teman paling laku. Coba deh

216:06

pas di kolom komentar. Bagi teman-teman

216:09

yang gak bisa oncam enggak apa-apa tapi

216:11

I would highly recommend to interact in

216:13

the chat supaya kita bisa ngobrol

216:14

bareng. Nah, jadi kira-kira teman-teman

216:16

ada yang tahu enggak bagian terpenting

216:18

dari sebuah digital product itu apa?

216:21

Coba harga dan apakah digital product

216:24

itu menjabat kebutuhan? Nice. Nice. So,

216:28

very nice. Oke, Teman-teman yang lain

216:31

ada yang punya input? Putri mungkin.

216:33

Nah, sebagai sepuh nih

216:37

dari Putri, Putri sudah tahu jawabannya.

216:40

Oke, Teman-teman. Nah, sebenarnya yang

216:42

Su bilang itu tuh betul. Jadi, it's

216:44

actually the price and whether it can

216:47

solve our audience problem or not. Itu

216:50

betul gak salah. Karena pricing itu

216:52

merupakan sebuah aspek yang penting

216:55

juga. Nah, kalau misalnya kita ngomong

216:57

pricing ada banyak ada banyak nih. Ini

216:59

aku aku share ke teman-teman. Ada yang

217:01

namanya low ticket, ada yang namanya

217:04

high ticket. Low ticket itu adalah

217:07

pricing point yang sekiranya cukup

217:10

rendah dan orang tuh enggak enggak perlu

217:12

mikir panjang untuk bisa beli produk

217:15

itu. Harganya kira-kira berapa? Harganya

217:18

kira-kira di sekitar di bawah Rp100.000,

217:21

198, 298. Sering lihat kan kor-kor kayak

217:23

gitu. bahkan sampai hybridated blueprint

217:25

398. Nah, mentok-mentok itu tuh 398,

217:29

Teman-teman.

217:30

Nah, ini adalah low ticket programs. Low

217:34

ticket programs itu orang tuh enggak

217:35

terlalu banyak mikir kalau misalnya gua

217:36

mau beli, gua beli. Nah, on otherum

217:39

there is high ticket program. High

217:42

ticket program itu gimana? High program

217:44

itu adalah ketika kalau misalnya kita

217:47

sebuah produk tapi harganya premium

217:50

bisa R juta, bisa juta dan bahkan lebih.

217:53

Nah, ketika itu terjadi, orang-orang kan

217:55

harus berpikir du atau bahkan sampai

217:57

lebih ya untuk gue pengin beli atau

217:59

enggak nih karena investasinya besar.

218:02

Nah, untuk high ticket program ini

218:04

makanya cara kita untuk memmarket loh,

218:07

cara kita untuk bisa mempromosikannya

218:09

beda juga. Nah, tapi bagi teman-teman

218:11

sih I would recommend di low tiket dulu

218:14

supaya teman-teman bisa fokus ke

218:16

strategi kita karena itu untuk paling

218:19

itu begitu teman-teman. Nah, aku enggak

218:21

mau ngelewatin apa yang Putri bilang

218:23

bahwa yang terpenting dari produk adalah

218:25

namanya.

218:27

Which is very true. Karena kalau misal

218:29

teman-teman tahu, jadi gini, let's take

218:33

look at.

218:35

Aku gak akan pernah bosan ngomongin

218:38

cerita ini, Teman-teman. So, close on

218:39

blueprint ini ya, Teman-teman. Flow

218:42

blueprint ini adalah course productivity

218:44

boy yang paling winning. Jadi pertama

218:47

kali winning tuh horasnya ini. Which

218:49

means winning dalam dalam bahasaku tuh

218:52

gimana maksudnya definisi winning tu

218:53

gimana? Minimal 3 digit per bulan. Nah,

218:56

Fion blueprint itu adalah pertama dari

218:58

produk dib yang bisa angka itu. Nah,

219:01

clos blueprint pembuatannya tuh 1,eng

219:04

bulan teman-teman.

219:07

Nah, 1 seteng bulan terdiri dari ngapain

219:09

aja bikin materinya 1 minggu, mikirin

219:13

namanya 1 bulan.

219:17

Ya, itu penting banget. Kenapa? Karena

219:20

nama ini ibaratnya adalah

219:24

billboard berjalan dari produk kita. In

219:27

order for people to buy our product, ya.

219:29

Mereka harus resonate dulu, harus relate

219:30

dulu sama namanya. Kalau kalau misalnya

219:32

mereka e ngerasa bahwa namanya gak

219:35

rilate, ya mereka bakal langsung skip

219:37

karena inilah garde terdepan dari produk

219:40

kita. Itu namanya. Tentu dong.

219:42

Kamu mau beli apa? Mau beli baju, dia

219:44

tahu baju itu fungsinya buat apa. Mau

219:46

beli apa? Mau beli rumah. Rumah itu

219:48

fungsinya buat apa? Mau beli produk ini,

219:50

produk ini namanya apa? Misalnya high

219:52

value creator blueprint. Kalau misalnya

219:53

kita berpikir soal high value creator

219:55

blueprint blueprint buat apa nih? Gitu

219:57

kan. Nah, makanya itulah ada

219:59

kadang-kadang

220:00

di bawah sini ada subheing-nya. Nah,

220:02

makanya di sini namanya flow zone

220:04

blueprint tapi ada subheading. Ininya

220:05

nih yang lama dipikirin. Enggak perlu

220:08

habit dan motivasi. Kerjaan sehari

220:10

selesai dalam 3 jam. Apa cara produktif

220:13

instan ini. Nah, ini nih yang bikin

220:15

orang bingung sebenarnya.

220:17

Nah, kita ambil contoh

220:21

mana ya? Cobalah.

220:24

Wih, kita ambil contoh high

220:28

ya, Teman-teman. Kenapa sih Teman-teman

220:30

beli ini? Benar enggak? Kan pertanya

220:32

menarik dong. Kenapa teman-teman beli

220:35

ini? Coba ee bentar aku. Nah, let's take

220:39

a look.

220:42

Kenapa teman-teman beli course ini ya

220:45

kan

220:47

high value creator blueprint ya? Karena

220:49

teman-teman pengin dapatin R juta per

220:51

bulan dari konten tanpa endorse benar

220:52

loh, tanpa affiliate, tanpa itu. Itulah

220:55

kenapa nama itu penting banget. dari

220:57

nama kita harus bisa sudah mentransfer

220:59

outcome yang mereka dapatkan apa. Nah,

221:02

balik ke poin yang tadi bilang di mana

221:05

orang tuh harus tahu mereka punya

221:07

problem apa, kita menyelesaikannya

221:08

gimana. Nah, itu makanya penting banget

221:10

namanya itu penting gitu. Nah, ini ada

221:13

pertanyaan dari Rijal ya. Bang, saya

221:15

termasukkan orang berpenghasilan lebih.

221:17

Kenapa saya beli kelas ini tanpa mikir?

221:19

Trik apakah yang digunakan? Ya, ini

221:21

Rijal namanya. Pasti kan kamu mau kan

221:23

mendapatkan dream outcome ini,

221:24

mendapatkan hasil ini. Makanya

221:26

kemungkinan besar kamu beli kelas ini,

221:28

gitu. Nah, itulah kenapa ketika

221:30

teman-teman nanti ingin memulai

221:31

monetisasi konten teman-teman harus

221:33

pikirin banget namanya dengan optimal.

221:36

Ya, kenapa nama itu penting? Selain tadi

221:39

berdampak langsung soal sales ya kan

221:41

clear outcome, ada tiga hal lagi

221:43

teman-teman yang

221:45

pertama yaitu psychology. Ketika orang

221:49

mengingat sebuah brand, pasti mereka

221:51

akan mengundang namanya.

221:54

Jadi kalau misalnya mereka ingat nama

221:56

produk kita dengan gampang, kata produk

221:58

kita, nama produk kita akan sangat mudah

222:00

untuk diucapkan sama orang lain ke orang

222:03

lainnya lagi. Eh, kemarin gua udah coba

222:05

F blueprint nih. Eh, kemarin gua udah

222:07

coba high value creator blueprint nih.

222:09

Hasilnya begini ya kan? Jadi ngomongin

222:11

apa? Ngomongin high value creator

222:12

blueprint. Nah, itu secara psychologi

222:14

bisa jadi top of mind. Yang kedua aku

222:16

enggak usah jelasin lagi karena tadi

222:18

teman-teman udah aku jelasin ya betapa

222:19

pentingnya sales itu tuh drivernya tuh

222:22

dari nama karena zombin aja porsnya

222:25

bikin 1 minggu namanya mikirnya 1 bulan

222:27

seting itu karena percuma kalau misal

222:30

pors kita bagus tapi gak ada yang beli

222:31

betul kan betul kan so that's point next

222:37

balik lag marketing it also

222:40

increases thickness maksudnya apa orang

222:43

jadi gampang ingat dari top of main jadi

222:45

orang word of mouth ini jadi organic

222:47

marketing yang paling pals loh itu

222:49

marketing juga. Nah, terakhir ini adalah

222:52

sistemnya. Jadi ketika kita ingin

222:55

menjual sebuah produk orang tuh harus

222:57

tahu kira-kira cara yang kita lakuin tu

222:59

apa sih? Supaya mereka tuh bisa mencapai

223:02

mimpi tersebut, supaya masalah mereka

223:04

tuh bisa hilang gitu. Metodenya apa,

223:07

orang harus tahu mereka tuh harus expect

223:09

apa. Contohnya buat high value creator

223:12

blueprint. Orang-orang tahu kan kalau

223:14

misalnya beli ini ya kita enggak akan

223:15

ngebahas soal endorsement, kita enggak

223:17

akan ngebahas soal, kita enggak akan

223:19

ngebahas soal

223:21

live shopping. Orang-orang tahu

223:24

sistemnya, orang-orang tahu. Kita enggak

223:25

akan mungkin membahas itu. Nah, itu

223:28

harus kita jelaskan juga. Ada dua cara,

223:30

entah kita langsung sebut atau enggak

223:32

kita exclude. Kalau high value creator

223:34

pakainya exclude. Jadi orang-orang

223:35

penasaran nih, bukan endorse, bukan live

223:38

shopping, bukan lihat apa dong orang

223:40

jadi penasaran orang beli. Benar ya.

223:42

Nah, itu adalah salah satu caranya juga.

223:44

Caranya bisa begitu dengan mengekclude

223:46

supaya orang-orang mikir-mikir ini

223:48

caranya gimana ya. Although semakin

223:50

berjalan ini ya nanti akan dikasih tahu

223:52

yang akan kita lakuin itu apa gitu. Nah,

223:55

nama yang bagus itu gimana cara kita

223:58

tahunya?

224:00

Harus menjelaskan

224:02

over kita tentang apa tanpa harus

224:03

panjang-panjang. Nah, kalau misal

224:05

teman-teman lihat ini namanya ini

224:07

flowone blueprint ini jadi namanya

224:11

blint. Nah, flow itu harus cukup abstrak

224:14

tapi harus cukup mendeskripsikan juga.

224:17

Nah, kita bikin konkrit gimana dari

224:21

bawahnya sini ini sampai ini baru kita

224:23

jelasin lebih detail lagi namanya.

224:27

Kurang lebih gitu. Next. Orang sekali

224:29

baca harus nangkap ini. Kalau misalnya

224:31

teman-teman ngelihat ini bakal tahu kan

224:33

apa yang kita lakuin? Ya, kerjaannya

224:35

akan cepat selesai. Teman-teman baca ini

224:38

tahu kan apa yang kita akan lakuin? kita

224:40

akan dapetin dapat 10 juta per bulan

224:42

harus clear teman-teman nama itu seperti

224:44

itu. Nah, makanya kita akan ngebahas

224:46

tiga hal hari ini, Teman-teman. So,

224:47

chapter 1, parity of market tangible

224:51

versus intangible offer, Tillion Dollar

224:54

offer. Oke. Nah, yang pertama kita

224:57

ngebahas

224:59

market dulu. Bagi teman-teman yang mau

225:01

nanya, BTW, diri buat langsung ketik di

225:03

kolom chat ya, supaya kita bisa langsung

225:06

tanya jawab juga gitu. Nah, pertama-tama

225:09

needs market. Aku pengin tanya dulu ke

225:12

teman-teman semua di sini. Ini ada 20an

225:13

orang yang ikut. Please jawab di kolom

225:15

chat. Udah pernah baca atau dengar aku

225:18

ngejelasin materi ini belum? Kalau misal

225:20

udah coba kasih di kolom chat supaya aku

225:21

bisa langsung skip. Kalau enggak,

225:23

kalau misal belum, oke, Hali udah. Ya

225:26

su, udah di materi. Huh, Irma udah udah

225:30

ngerti ya apa apa inti dari sini. Nah,

225:33

kalau gitu aku pengin ajak teman-teman

225:35

buat diskusi. Asik.

225:38

itu tuh apa sih? Ada yang bisa

225:39

dijelasin?

225:42

Ada yang ada yang mau volunte mungkin

225:43

ada yang mau open mic

225:47

kalau misalnya enggak ada mungkin aku

225:48

tunjuk on.

225:53

Oke,

225:55

Teman-teman. Kalau enggak ada mungkin.

225:57

So, do you mind explaining what's of

225:59

needs? Maybe.

226:01

Eh, Ram, tolong go back to the slides

226:04

dong.

226:04

Oh, sure sure sure. Ya, ya. Maksudnya

226:06

mau jawab tapi lihat dulu slide-nya.

226:08

Oke. Your question apa? Kenapa your

226:11

question adalah yang

226:12

boleh boleh explain enggak of ini apa?

226:15

In your own words.

226:17

Oke. Oke. Ini eh kalau kalau enggak

226:20

salah ya ini hierarch of nih. Go back to

226:23

eh psychological ini bukan sih yang

226:26

teorinya Maslov? Bukan sih ya mungkin

226:29

salah nih tapi kira-kira.

226:32

Betul. Jadi, jadi ee yang paling bawah

226:35

kan ee kebutuhan fisik ya gitu kan.

226:38

Kayak misalnya sandang pangan, papan

226:39

kira-kira kayak gitu. Semakin ke atas

226:41

itu semakin penting enggak penting

226:44

kira-kira lah kayak gitu. Tapi semua

226:45

orang pengin punya self actualization.

226:48

Nah, ee sebenarnya kalau yang kalau

226:51

enggak salah nih yang ee gua baca di

226:53

Porce lu adalah ee semakin kita bisa

226:55

memenuhi yang paling bawah physiological

226:58

dis ya sebenarnya sebenarnya itu yang

227:00

orang-orang butuhkan gitu karena orang

227:02

butuh misalnya kayak eh wealth, health

227:05

relationship kayak jadi kalau kita

227:06

content creator dan mengedukasi misalnya

227:09

kita ada di tiga market itu misalnya di

227:11

cara dapat uang misalnya atau di health

227:13

kayak aku edukasi diabetes atau tentang

227:15

relationship itu sebenarnya nya market

227:17

yang pas karena semua orang butuh itu.

227:19

Benar enggak teman-teman? Boleh

227:21

tambahin.

227:24

Yes, itu on point banget. So, thank you

227:26

very much to e for for explaining and

227:29

elaborating. Jadi kurang lebih

227:30

teman-teman survival needs kita itu

227:32

adalah needs yang kita enggak akan bisa

227:34

hindari.

227:36

Kita enggak punya ini, hidup kita akan

227:37

sengsara. Bukannya biasa-biasa hidup

227:39

kita akan sengsara. Nah, kalau misalnya

227:41

kita corate sama marketing strategy atau

227:43

marketing theory orang-orang dealer sana

227:46

ini yang mencetuskan konsep ini tu

227:48

Russel Branson dari Amerika bapaknya

227:50

panel. Nah, dia itu bilang bahwa ada

227:53

tiga market yang gak akan pernah mati di

227:54

dunia ini, yaitu health, wealth, sama

227:57

relationship. Karena pasti seumur hidup

227:59

kita orang itu gak akan pernah lepas

228:00

dari yang namanya masalah kesehatan.

228:02

Tentu orang kan akan meninggal jadi gak

228:03

akan pernah lepas tuh. Kalau misalnya

228:05

orang sudahudah sehat pun pasti dia

228:06

pengin lebih sehat. Betul ya? Orang

228:08

sehat nih tapi dia pengin dong badannya.

228:10

Orang sehat nih tapi pengin dong dia

228:12

makin ganteng. Something like that gitu.

228:14

Wealth. Kalau misalnya kita gak punya

228:15

uang kita miskin. Tapi kalau misal orang

228:18

gak miskin dia pengin lebih kaya dong

228:20

ya. Nah jadi itu relationship juga.

228:23

Orang kalau misalnya enggak punya teman,

228:24

gak punya keluarga, enggak punya

228:26

pasangan, mungkin akan sengsara. Tapi

228:28

kalau misalnya sudah punya pacar pengin

228:29

punya pacar kedua mungkin kadang-kadang

228:31

orang kan masuk aneh gitu ya. Nah, jadi

228:33

kurang lebih kayak kita ya. Ini

228:34

pentingnya tuh di sana. Nah, kita

228:37

mengambil konsep dari three markets ini,

228:39

market ini, kita harus bisa

228:40

mengkorelasikan itu dengan nama offer

228:42

kita, Teman-teman. Itulah yang membuat

228:43

offer kita powerful. Nah, ada dua tipe.

228:47

Ada tangible versus intangible,

228:49

Teman-teman. Bedanya di mana? Tangible

228:51

itu sifatnya nyata dan bisa diukur. Ini

228:55

nih,

228:57

bisa diukur maksudnya gimana? Jadi kita

228:59

tahu kalau misalnya kita sudah sukses

229:01

itu tuh gimana suksesnya kita tahu.

229:06

Contoh teman-teman tahu enggak kalau

229:08

misalnya teman-teman sukses di high

229:09

value creator blueprint dan yang lainnya

229:11

gimana? Teman-teman akan sukses kalau

229:14

sudah mendapatkan ini. Betul ya? Itu

229:17

tangible-nya. Ini adalah tangible offer.

229:20

Dan di sini teman-teman akan kalau

229:21

teman-teman sukses dengan flow zone

229:23

gimana? Karena ini 3 jam doang kerjaan

229:26

teman-teman kelar. Nah, itulah tangible,

229:28

Teman-teman. Penting banget. Harus bisa

229:30

diukur. Karena contohnya gini, kalau

229:33

misalnya aku bikin offer

229:35

ini formula untuk menghapkan R juta per

229:37

bulan tanpa endorse, affiliate sama live

229:39

shopping dibandingin sama

229:42

eh content creating master class,

229:44

teman-teman akan pilih yang mana?

229:47

Tentunya yang pertama kan. Enggak

229:49

mungkin yang kedua konten creating

229:50

masterclass. Masterclass konten

229:52

creatingnya ngapain ngonten nih? Bingung

229:54

orang. Nah, itulah pentingnya tangible

229:58

offer, Teman-teman. Bisa dirasakan,

230:00

dilihat, diukur, dan dalam tanda kutip

230:02

dipegang pakai tangan lah. Duit kan bisa

230:05

pegang pakai tangan. Kalau misalnya kita

230:07

sixpack kan bisa dipegang pakai tangan.

230:09

Kalau misalnya kita punya hubungan yang

230:11

lebih baik dengan pasangan kita kan bisa

230:13

kita pegang pakai tangan ya kan. Jadi

230:15

kurang lebih kayak gitu. Nah, yang

230:17

berdampak secara universal adalah tadi

230:19

tiga ini ya. Eternal markets ini makanya

230:22

penting banget teman-teman. Nah,

230:24

pertanyaannya gimana kalau misalnya kita

230:26

nih transend need? Betul ya? Kalau

230:28

misalnya teman-teman ngomonginnya

230:30

traveling, teman-teman ngomonginnya

230:31

productivity, teman-teman ngomonginnya

230:33

yang lain-lain. Gimana caranya supaya

230:35

kita bisa bikin hal yang enggak nyata

230:38

jadi nyata, Teman-teman? Contohnya lebih

230:41

produktif, lebih cepat masak, lebih jago

230:44

public speaking, lebih enggak stres,

230:46

enggak cemas. Masalahnya di sini kita

230:48

enggak tahu lebih produktif seberapa

230:51

produktif. Kita enggak bisa taker. Betul

230:52

enggak, Teman-teman? Lebih jago masak,

230:55

lebih cepat masak, gimana? Kita enggak

230:56

tahu takaran. Jago public speaking,

230:58

skalanya gimana? Dapat nilai gitu. Susah

231:01

kan kita takarnya? Kadang-kadang, "Oh,

231:03

dia jago, dia enggak jago gitu doang.

231:05

Binary, enggak cemas seberapa cemas?"

231:09

Kalau misalnya ngomongnya sama Mbakoro

231:10

di sini ya, mungkin yang ngebahas soal

231:13

mental health, dokter kita nih, dokter

231:15

andalan kita mungkin dia akan ada

231:17

skala-skalanya. Tapi kalau misal orang

231:19

yang bukan dokter pasti enggak tahu

231:21

gimana cara ngukur dengan optimalnya.

231:24

Nah, kalau misalnya kita ngomongin

231:26

fashion lebih enggak normal, lebih

231:27

bagus, gimana kita tahu tolak ukurnya

231:30

apa? Nah, dari nontang jadi tangible

231:33

kita bisa mungkin transend ini itu tuh

231:37

dikaitkan dengan

231:40

teman-teman. Caranya begitu.

231:43

Cara bikin non tangible jadi tangible

231:45

adalah diutin aja. Nah, yang pertama

231:49

caranya adalah hubungankan dengan

231:50

eternal market. Yang kedua ada lagi

231:53

hubungkan dengan tangible factors. Aku

231:55

ngomong yang eternal market dulu ya.

231:57

Contohnya gini.

232:01

Iya. Ini kalau misalnya teman-teman

232:02

lihat Bandoro, Putri, sama Sarah itu tuh

232:04

member dari high value creator Acceler

232:07

kita nih udah seram-seram. Jadi kalau

232:09

misalnya teman-teman mau nanya lebih

232:10

banyak, bingung nih cara nulis konten

232:13

yang bagus gimana? Cara cara ee bikin

232:16

digital produk yang bagus gimana,

232:18

tanyanya ke mereka aja udah udah

232:19

keren-keren. Udah Putri juga udah

232:21

closing-closing, Sarah juga udah double

232:23

digit, ya kan. Bandoro juga kontennya

232:25

viral terus gitu kan. Nah, jadi

232:27

teman-teman bisa tanya dari mereka. Nah,

232:30

teman-teman cara yang pertama kita

232:31

lanjutin dulu ya. Hubungkan dengan

232:34

etteral market. Di sini ada enggak yang

232:36

nich-nya transcenden need? Boleh, boleh

232:38

kast dong teman-teman di kolom chat

232:40

masing-masing dari kalian nish-nya apa?

232:42

Sudah tahu belum ngebahas topik tentang

232:44

apa? Kalau sudah tahu boleh kasih tahu

232:45

di kolom chat ya supaya kita semua tahu

232:48

nih.

232:52

Putri traveling topik aku tentang UIUK

232:59

William tentang digital marketing. Yang

233:01

lain gimana?

233:03

Ada yang mau share supaya nanti aku bisa

233:05

kasih contoh ya. B health diabetes nice

233:08

nice very specific very good self growth

233:12

personal development. Nah teman-teman

233:14

contohnya kalau misalnya kayak kalau

233:17

tentang elektro masuk ke mana? Teknik

233:18

elektro maksudnya kalau teknik elektro

233:20

maksudnya tentu ke transh menurutku.

233:23

Kalau bonek literasi dini bisnis dan

233:27

financial masih bimbang mau yang mana.

233:29

Keduanya seksi sih. Kenapa? Kenapa Irma

233:31

keduanya bisa? Karena keduanya kehubung

233:33

sama Wales. Jadi bisa keduanya kalau

233:35

misalnya ngomongin soal financial bisa

233:37

ke Sara tuh. Karena topiknya tentang

233:39

finance juga nih, Sara. Gua gua

233:41

promosiin lu, Sar.

233:44

Nih, Teman-teman bisa dicek nih

233:47

ini sama high value creater dari

233:49

followers di bawah 1 sekarang udah

233:53

udah lebih dari udah ada K lah

233:56

minimap. Terus income-nya juga ada dua

233:58

digit nih. Ya,

234:01

jadi teman-teman bisa belajar dari SAR

234:03

juga. Udah lama nih belajar sama aku

234:05

kurang lebih. Kita lanjut dulu.

234:07

Ya

234:09

notifnya emang iya ya gua gak nyadar

234:11

tiap hari emang udah begitu si put sor

234:16

oke teman-teman so caranya gimana satu

234:19

hubungan dengan etal market kalau

234:21

misalnya ya misalnya kayak to diabetes L

234:25

juga digital marketing kan Irma kayak

234:28

Will lebih oke. Nah, tapi contoh kalau

234:30

misalnya kayak Hali kayak Hood gitu kan

234:33

ini kan sedikit transcenden ya. Nah,

234:36

gimana kita ngghubunginnya ke eternal

234:38

market gini teman-teman. Mish

234:42

itu tuh contohnya time management

234:45

nontangible offer. Maksudnya gimana?

234:47

Cara menyelesaikan kerjaan 8 jam hanya

234:49

dalam 4 jam. Nah, ini sebenarnya udah

234:51

cukup tangible. Kenapa? Karena ini nih

234:54

udah diukur berarti lu bisa hemat 4 jam.

234:57

Nah, ini sebenarnya udah agak-agak

234:59

tangible. Kalau misalnya non tangible

235:00

banget biasanya gimana? Kayak gini nih,

235:03

Mas gini doang nih. Ini nontangible nih

235:05

ya kan. Ini kita enggak tahu kita

235:07

ngbelajar time management gimana. Kurang

235:10

lebih kayak gitu. Cara bisa bikin

235:11

tangible dikaitkan dengan etal market.

235:14

Contoh misalnya gini,

235:16

cara menyelesaikan kerjaan 8 jam hanya

235:18

dalam 4 jam gimana? Begini ditambahin

235:21

supaya banyak waktu main sama anak. Ini

235:23

jadi ada hubungannya sama apa? Sama

235:25

relationship, Teman-teman.

235:27

supaya bebas stres dan tidur cukup. Ini

235:30

ada hubungannya sama apa? Sama health.

235:33

Supaya omset naiknya dua kali lipat.

235:35

Nah, jadi bagi teman-teman yang punya

235:37

offer atau punya produknya itu tuh

235:40

nontangible atau n itu tuh bukan health

235:43

wealth relationship. Caranya gimana?

235:45

Cuma tinggal ditamin aja supaya bla bla

235:47

bla bla supaya bla bla bla bla supaya

235:49

bla bla bla bla. Nah, ini akan

235:51

mengaitkan over teman-teman ke eternal

235:53

market tadi supaya lebih powerful

235:55

dan teman-teman bisa ambil angle yang

235:57

berbeda-beda. Nah, caranya begitu. Jadi,

235:59

kalau misalnya teman-teman ngebahasnya

236:00

di luar health relationship, caranya

236:02

gimana? Tinggal dikaitin aja. Ini akan

236:06

jadi lebih optimal, Teman-teman. Next.

236:08

Kalau misalnya public speaking di sini,

236:10

kalau misalnya ada yang bikin konten

236:12

public speaking,

236:14

kalau misalnya kita cuman bikin course

236:15

gini, course supaya kamu jago public

236:17

speaking. Wah, orang mah

236:20

bingung sejago apa nih gua public

236:22

speaking kalau misalnya gua belajar sama

236:23

lu. Tapi kalau misalnya kita ganti gini,

236:26

jago public speaking supaya penonton lu

236:28

akan berubah jadi fans relationship.

236:31

Jago public speaking biar orang lain

236:32

nurut sama apapun yang lu bilang.

236:34

[tertawa] Ini bisa juga nih kalau

236:36

misalnya kita ngomongin em

236:40

ke relationship lagi ya. Nah, next. Jago

236:44

public speaking supaya gaji lo auto naik

236:46

dua kali lipat. Nah, itu kan ada orang

236:48

kan ada tangible gitu. Jadi ada ada

236:50

tangible-nya orang jadi bisa ukur kalau

236:53

misalnya gua belajar public speaking

236:54

sama lo yang gua akan dapatkan apa? Ya

236:56

ini gaji gua kemungkinan naik dua kali

236:58

lipat gitu. Contoh terakhir nih fashion.

237:03

Kalau misalnya teman-teman ngisinya ada

237:04

yang fashion. Nah, kalau misalnya

237:06

teman-teman ngomongin fashion kan

237:08

fashion itu kan seringkiali kan sama

237:10

styling, mix and match bla bla bla

237:11

gitu-itu. Kalau misalnya kita ngomong

237:13

soal fashion kayak begitu itu gimana

237:15

nanti cara kita supaya bisa ngitin

237:18

dengan etal market. Karena kalau

237:19

misalnya styling oke gua styling nih,

237:22

tapi gua akan bisa dapat benefit apa

237:26

dari stying yang bagus. Kalau misalnya

237:28

baju gua rapi apa? Apakah cuman rapi

237:32

doang? Karena kalau misalnya hasilnya

237:33

cuma rapi doang pasti kita enggak mau

237:35

gitu loh. Nah, jadi itu yang bisa kita

237:37

perhatikan. Nah, caranya gimana kita

237:39

ngitin? Balik lagi ke et market. Fashion

237:41

styling one untuk guide gebetan hanya

237:44

dalam sekali.

237:46

Bayangin lu kalau misal ikut course gua

237:48

gua dandan l punya gebetan sekali lu

237:51

pakai baju yang kita udah discus lu

237:53

kegbetan lu. Sekali ngok dia langsung

237:55

jatuh cinta sama lu orang pasti mau dong

237:56

kayak gitu kan. Nah, itu ada hubungannya

237:58

tuh sama etal market. Next.

238:02

101 untuk membuka bos supaya kalau

238:04

misalnya kita kerja bos jadi semangat

238:06

sama kita, jadi respect sama kita,

238:08

kemungkinan besar bisa dikaji gitu.

238:11

Atau misalnya terakhir passion 10 untuk

238:14

hidup lebih nyaman tanpa keringat. Ini

238:16

kalau misalnya supaya kalau misalnya

238:17

kita lagi ee olahraga ya buat health

238:20

kita supaya kita nyaman matin. Nah,

238:22

kurang lebih gitu teman-teman. Inilah

238:25

yang kita bisa lakuin. Nah, terakhir

238:27

terakhir ya. terakhir

238:30

eh masih banyak ternyata

238:33

ini, Teman-teman. Kalau misalnya kita

238:35

pengin kalau misalnya saking excitednya

238:38

gua udah ini aja kan. Yang kedua,

238:41

teman-teman bisa hubungkan dengan

238:42

tangible factors. Tangible factors itu

238:44

ada beberapa hal yang kalau misalnya

238:46

kita include dalam penamaan offer kita

238:49

ini akan bisa membuat kita jadi lebih

238:53

strong nih overnya.

238:55

Nah, kita tinggal bisa memanipulasi

238:56

beberapa hal berikut. umur,

238:59

uang, waktu, tempat, atau orang

239:04

gitu, Teman-teman. Nah, jadi kalau

239:07

misalnya contoh nih, contoh kalau

239:09

misalnya uang kita, kalau misalnya kita

239:11

pakai uang, contohnya gimana? Kayak gini

239:14

bisa dapetin R10 juta per bulan bla bla

239:16

bla bla itu uang tuh. Kalau misalnya

239:18

umur gimana bisa dapetin R10 juta per

239:21

bulan di bawah umur 20 tahun. Nah, itu

239:24

kan umur tuh ada aspek umurnya. ini

239:26

sudah fakta, sudah enggak bisa

239:27

diapa-apain. Nah, bisa dapat R10 juta

239:29

per bulan di bawah umur 20 hanya dalam 1

239:32

bulan luar gitu kan lebih parful lagi.

239:35

Bisa nih aku kasih contoh ya. Kalau

239:38

misalnya kita ngomongin ee uang bisa

239:41

dapat R10 juta per bulan nih ya

239:43

teman-teman ya.

239:47

Kita akan bikin nama yang powerful. Ini

239:49

uang nih. Kalau misalnya kita ngomongin

239:52

umur di bawah umur 20 tahun ini masuk

239:55

nih umur kita ngomongin waktu kita bisa

239:59

tambah lagi. Hanya dalam 1 bulan kita

240:03

tambahin tempat. Kita tambahin tempat

240:06

hanya dalam 1 bulan di dari belahan

240:09

dunia manaun.

240:12

orang ya

240:15

orang kalau misalnya kita ngomongin

240:17

apapun

240:20

ee di mana pun itu termasuk orang juga

240:23

deh karena ini kan environment kita.

240:24

Nah, jadi ini itu tuh sudah mencakup

240:26

lima faktor ini teman-teman

240:29

ya. Nah, jadi bisa dapat 10 juta per

240:31

bulan di bawah umur 20 tahun hanya dalam

240:33

1 bulan dari belahan dunia manapun. Nih,

240:36

Teman-teman coba deh bikin offer kayak

240:39

gini pasti ramai yang beli. Kenapa?

240:41

Karena dari namanya aja udah kencang,

240:43

udah bagus, Teman-teman. Kira-kira kalau

240:45

aku tanya deh ke Teman-teman simpel.

240:47

Kalau misalnya Teman-teman ketemu yang

240:48

kayak gini, bakal mau beli enggak

240:49

kira-kira? Coba kasih chat. Kalau mau

240:51

kena besar pasti mau beli kan karena

240:54

namanya sepitu teman-teman. So, that's

240:56

the power of naming. Oke. Nah, itu

240:59

adalah cara kita gimana kita bisa

241:02

menamakan produk kita dan memposisikan

241:05

produk kita separuhful itu supaya

241:06

orang-orang langsung membeli. Itu

241:08

caranya ya. Nah, next pertanyaan dari

241:12

teman-teman mungkin gini. Gimana kalau

241:13

nich gua enggak ada hubungannya sama

241:15

hal-hal barusan? Enggak bisa bikin over

241:17

bagus dong. Tentunya santai dulu karena

241:19

pasti bisa ya. kita bisa melakukan yang

241:24

namanya tangible factor terakhir yaitu

241:27

aksi

241:29

aksi itu maksudnya gimana? Setidaknya

241:32

kalau mereka enggak bisa mendapatkan

241:33

hasil, mereka akan bisa beraksi.

241:37

Nah, paham enggak, Teman-teman?

241:38

Setidaknya kalau misalnya kita sudah

241:40

bikin course, kalau misalnya mereka kita

241:43

enggak bisa menjanjikan hasil ke mereka

241:45

nih, kita nih enggak bisa menjanjikan

241:46

mereka hasil. Setidaknya yang kita bisa

241:48

janjikan ke mereka adalah kita akan

241:49

membuat mereka beraksi.

241:52

Nah, dengan mereka beraksi sedikit

241:53

banyak mereka merasakan perubahan. Nah,

241:55

itu adalah salah satu cara yang

241:57

teman-teman bisa terapan juga keover

241:59

teman-teman supaya powerful. Nah, ini

242:01

adalah salah satu course dari

242:02

productivity dulu juga yang cukup

242:06

best selling lah gitu ya teman-teman ya.

242:10

Kenapa ini works? Karena ada aksinya

242:12

tujuh langkah untuk punya 48 jam sehari.

242:16

ada tujuh langkahnya. Nah, tujuh

242:18

langkahnya ini itu adalah bentuknya

242:20

aksi. Jadi, kalau misalnya orang ikut

242:22

KES ini mereka menerapkan tujuh langkah

242:24

itu mereka sudah bisa progres. Itu

242:27

adalah aksi yang kita instill ke peserta

242:31

gitu teman-teman ya. Habis ini kita akan

242:36

tanya jawab.

242:39

session with this framework.

242:41

Teman-teman, aku pengin tanya nih di

242:43

sini udah ada yang bikin offer belum?

242:44

Udah ada yang eh punya digital product

242:47

belum? Kalau misalnya udah coba coba

242:49

kasih tahu di kolom chat deh. Siapa tahu

242:50

nanti bisa kita review dan kita langsung

242:51

optimize.

242:53

Ada enggak di sini yang udah bikin

242:54

digital produk

242:58

coba? Atau masih baru mau bikin? Nah,

243:03

ini dari Samuel. Coba dong ee boleh

243:05

kasih tahu di kolom chat enggak digital

243:06

produknya namanya apa?

243:08

Ini Kris juga kalau misalnya masih on

243:10

progress boleh k boleh dikasih tahu dong

243:12

kira-kira namanya bakal apa nih? Oke 120

243:16

topik ngobrol. Oke. Nah

243:20

eh Samuel kita bisa ngobrol-ngobrol

243:22

enggak nih? Nah supaya kita bisa

243:25

ngebedah your product.

243:30

Express self love dari Chris Nice. Kalau

243:32

putri juga boleh kok.

243:34

Oke enggak apa-apa santai aja.

243:39

Nih begini. Karena kalau misalnya kita

243:40

ngomongin

243:42

120

243:44

tapi ngobrol kita ambil di sini kita

243:47

bahas di sini.

244:02

Kita tulis dulu ya. 120 topik ngobrol.

244:06

by Sam. Terus dari Kris Express Self

244:11

Love.

244:13

Oke.

244:15

Terus terakhir

244:22

ada

244:25

digital marketing notion handbook

244:31

by W. Nah, ini dari Putri practical tips

244:35

to enjoy Japan. Udahlah ini gak usah

244:37

dibahas Putri udah bagus orang kita udah

244:39

review. Nah, contoh yang bagus tuh kayak

244:42

Putri teman-teman ya. Udah tangible.

244:44

Kenapa? Coba ada tahu gak kenapa ini

244:47

tangible punya Putri? Practical tips to

244:49

enjoy Japan million for next. Tahuak

244:53

kenapa offernya bagus? Ada yang bisa

244:55

tahu? Coba kasih di kolom chat. Kenapa

244:58

namanya bagus menurut R?

245:02

Udah di state hemat R juta. Yes, betul.

245:06

Jadi udah di state hemat R juta sudah

245:09

kena ya faktor uangnya.

245:12

Faktor aksinya juga udah ke state hemat.

245:15

aksinya sudah dapat, tempatnya sudah

245:17

tahu. Di Jepang tempatnya juga sudah

245:19

tahu.

245:21

Nah, kalau misalnya kita mau eh optimiz

245:26

ini kan kita tahu nih ada waktu ya,

245:28

tinggal kita tambain aja untuk berapa

245:30

lama tuh mungkin itu bisa optimal juga.

245:31

Tapi kalau misalnya enggak mau

245:32

ditambahin enggak apa-apa si optional

245:33

dari good gitu. Kalau misalnya mau

245:35

dioptimiz lagi bisa ditambin waktu.

245:40

Sip. Oke, next. Kita ngobrol kita

245:43

satu-satu kita optimiz ya, Teman-teman

245:44

yang tiga ini ya biar Teman-teman

245:46

nangkap. Eh, Sam, do you want to talk

245:48

about your product? Ini 120 topik

245:51

ngobrol tu konsepnya gimana sih? Dan

245:53

salam kenal ya. Happy to you.

245:55

Hai, halo. Panggilnya apa nih ya? Kok

245:58

Rama ya?

245:59

Rama aja enggak apa-apa panggil nama.

246:02

Oke, Ram. Salam kenal.

246:05

Kita bisa ketemu juga. [tertawa] Yoi.

246:07

Nice. Lama ngikutin lu gua.

246:10

Happy to see.

246:14

Oke. So, gimana nih?

246:16

Ee kira-kira 120 topik ngobrol nih boleh

246:18

dijelasin enggak knya bakal tentang apa?

246:21

Jadi kan ee orang kalau mau PDKT

246:23

seringki mereka bingung ya ee ee

246:27

beraninya sudah ada tapi bingung mau

246:28

ngomongin apa.

246:29

Jadi dengan

246:31

topi ngobrol ini ide-ide itu bisa

246:33

dipakai sih gitu.

246:36

Nah, ini tadi udah udah ini ini kan

246:38

berarti kan relationship ya.

246:40

Iya.

246:40

Ini kalau misalnya kita mau optimize

246:41

bisa gini

246:45

supaya lo eh enggak mati gaya

246:51

first di

246:54

bareng. something like this akan ngebump

246:57

sedikit jadi lebih spic up gitu loh.

247:00

Karena kita harus mikir begini nih 120

247:03

topik ngobrol itu topik buat apaan gitu

247:05

kan. Karena kalau tadi gua nanya, karena

247:06

gua enggak nangkap konteksnya apa,

247:09

ngobrolnya buat apa. Sedangkan kalau

247:11

misalnya kita gini 120 topik ngobrol

247:13

supaya lu enggak mati gaya di first date

247:16

bareng doi, orang jadi tahu, Jir, kalau

247:18

misalnya gua pakai eh e trik-trik yang

247:23

ada di kelasnya SEM, ya berarti nanti

247:24

kalau gua ketemu doi gua, gua gua enggak

247:26

bakal mati gaya nih. Dan bisa aja gua

247:28

bisa akan nge-secure next date gua

247:30

bareng dia gitu loh.

247:32

Hm. Nah, ini. Nah, ini lebih gila nih

247:35

dari makanya saya enggak pilih. Saya tuh

247:37

enggak salah pilih set of content, cuy.

247:40

Nih, ini dari Mike nih. 120 topik

247:43

ngobrol asik gbetan atau baper dalam 10

247:45

menit duar gitu kan, Sam? Benar enggak?

247:48

Iya. Iya. Cakepcakep nih. Keren, keren.

247:50

Nah, tinggal ini tinggal ini di

247:53

ee digabungin aja gitu kan. Ee

247:58

nih 120 topik ngobrol.

248:02

Nah, Sabar asik gebetan.

248:06

Eh, belum

248:09

anti kalau misal mau digabungin ya.

248:12

H

248:15

dan something like this. Anti mati gaya

248:17

dan gebetan atau bapar dalam 10 menit.

248:20

Nah, lu bikin kayak gini laku nih. Gua

248:21

jamin nih. Entah dua ini deh lu pilih

248:23

deh. Karena dari namanya aja tuh sudah

248:26

mendeskripsikan. Benarnya iya kan? Nah,

248:28

asik tuh. Nah, jadi mungkin sedikit

248:30

input dari kami itu ya semen. Jadi kalau

248:32

misalnya mau dioptimize mungkin bisa

248:34

pakai ini. Sip.

248:35

Masih siap ya. Y

248:39

best of ya. Kalau misalnya mau nanya

248:40

apa-apa berkabar aja ya di grup ya.

248:43

Kalau misalnya nanti mau nanya apa-apa

248:44

di Discordnya chat aja nanti.

248:46

Oh oke. Siap siap kalau gitu.

248:48

Kalau misalnya kan gua kan selama ini

248:50

kan gua pakai ini ya e trebelio

248:52

patch-nya si Kodeni itu

248:54

sama si siapa? eh firsttingen itu kalau

248:58

misalnya gua melampirkan linknya gitu

249:00

untuk direview gitu, is that ok?

249:03

Oh iya boleh boleh enggak apa-apa enggak

249:05

apa-apa.

249:07

Oke siap now aja. Oke thank youah

249:10

thank you.

249:11

Oke next. Nah ini express self love by

249:14

Chris. Nah ini ada Krisnya nih. What's

249:18

up Chris Christopel? How are you bro?

249:21

Eh, halo malam bro.

249:25

Nih nih review apa in the public nih.

249:30

Deg-degan nih saya sebenarnya sih.

249:31

Bisa aja lu santai kali. Siap. Happy to

249:34

see you again.

249:37

Heeh. Kris ini kan self love nih. Nah,

249:40

self love balik lagi. Kira-kira

249:42

dari self love ini yang mereka akan

249:44

rasakan apa? Nah, jadi gini, gua tahu

249:46

kita kan akan lebih self, tapi setelah

249:48

kita self love apa yang akan terjadi

249:50

gitu.

249:52

H

249:53

kalau aku sih kemarin kebetulan baru ini

249:55

sih ya apaam aku baru sempat bikin

249:58

slogannya tuh slogannya kemarin sih aku

250:00

sih tulisnya ekspresikan Anda secara

250:03

singkat dan melekat sih.

250:05

Hm. Oke,

250:07

ekspresikan Self

250:09

blok Anda

250:16

secara secara singkat dan melekat.

250:19

Oke.

250:23

Nah, balik lagi dari sini sebenarnya

250:25

udah bagus ee untuk e slogannya gitu.

250:29

Tapi balik lagi harus ada outcaya apa

250:31

nih?

250:32

Supaya. Nah, ini nih yang perlu kita isi

250:36

nih. Oh, isi

250:38

atau enggak express self love.

250:42

ee

250:44

misalnya

250:46

auto PD

250:50

dan berhenti insecure misalnya misalnya

250:53

kan orang self love gitu kan enggak PD

250:54

dan insecure misalnya misalnya sampai

250:56

sini auto PD dan berhenti insecure

250:59

dalam

251:01

ya berapa lama lah misalnya dalam 1

251:03

minggu gitu am tu itu bisa lebih optimal

251:06

pasti akan lebih lebih convincing Kris

251:09

gitu jadi bisa begitu nah tapi mungkin

251:11

Ini kan dari kampus ini kan masih dalam

251:12

development. Nanti coba dievelop dulu

251:14

nanti kita review lagi ya di

251:16

komunitasnya.

251:17

Boleh. Boleh.

251:18

Oke thank you guys. Nah last but not

251:22

least nih top G nih William Fernandez.

251:24

Yo bro. Gimana Will digital marketing

251:27

notion handbook outcome apa?

251:36

Eh btw ini belum ada suara ya?

251:40

atau

251:41

Oh, ya enggak kedengaran benar ya

251:42

berarti

251:52

masih belum ada WA.

251:56

Nah, L

252:04

belum ada

252:07

digital marketing notion handbook

252:13

atau enggak, Will? Boleh gini deh, nanti

252:14

kamu coba chat kira-kira ee ini akan

252:17

tentang apa. Nanti kita bahas

252:19

bareng-bareng. Eh, bentar. Ini kamu lagi

252:21

pasang earphone coba ya.

252:31

Bentar ya teman-teman ya. Kita belajar

252:33

bersabar

252:35

menumbuhkan self loss. Kalau misalnya

252:36

kata Kris ya kan.

252:40

Oke ini Will enggak belum belum ada

252:42

Will. Will mungkin gini aja Will kamu

252:44

deskripsiin aja di chat aku jelasin

252:46

bagian bawah ini dulu nanti aku balik ke

252:49

kamu lagi yaitu ya. Sip. Nah.

252:53

Ini sebenarnya tadi kan em

252:56

ada pertanyaan bagus banget nih dari

253:00

Sam. Sam tuh nanya. Sam tuh nanya kalau

253:03

misalnya bahasa-bahasa kayak gini

253:05

dapatnya dari mana resource nih? Nah

253:07

sebenarnya sejujurnya itu dari

253:09

pengalaman. Tapi kalau misalnya mau

253:10

dapat resource nih resource-nya ini

253:12

framework-nya biar teman-teman enggak

253:15

bingung. Karena mungkin tadi Sam, Kris,

253:18

Putri atau teman-teman yang lain bingung

253:20

ini kok Raman sama Mike itu kok bisa

253:22

bikin langsung kayak gini instan gitu

253:24

kan. Kok bisa nih dapat kayak begini

253:26

instan gitu bisa kepikiran kayak gini.

253:28

Nah, ada framework-nya teman-teman nih.

253:31

Nah, framework-nya begini. Durasinya

253:34

berapa lama, berapa banyak, outcome-nya

253:37

apa sistemnya apa?

253:40

Contohnya gimana nih durasi atau berapa

253:42

banyak? tujuh langkah ni outcome-nya

253:45

untuk punya 48 jam.

253:48

Eh, sori sori ini sistemnya. Sistemnya

253:51

tujuh langkah. Nah, dalam sehari

253:54

durasinya sehari.

253:56

Nah, ada satu lagi sistem. Cara

253:59

outcome-nya menyelesaikan kerjaan 24 jam

254:03

durasinya 3 jam. Nah, Teman-teman bisa

254:06

ikutin formula ini ya kan tadi kan kita

254:09

juga pakai di sini

254:12

120 topik ngobrol asik ini adalah

254:14

sistemnya nih. Ini sistemnya nih. Itu

254:17

sistemnya

254:21

ya kan dalam 10 menit durasinya

254:24

ini outcome-nya gitu ya. Jadi kita pakai

254:28

formula ini SEAM. Jadi kalau misalnya

254:29

nanti teman-teman Sam dan yang lain mau

254:31

bikin ee produk bisa ngikutin sistem ini

254:34

aja. Makanya tadi offnya Sam bisa

254:36

langsung kita twik kayak gitu. Jadi

254:38

pakai formula ini. Nah, sistem ini itu

254:41

apa? Mungkin bingung sistem itu apaan

254:42

sih? Sistem itu adalah metodenya.

254:45

Metodenya apa nih? Apakah dalam bentuk

254:48

blueprint? Apakah dalam bentuk

254:50

challenge? Apakah dalam bentuk sistem?

254:53

Apakah dalam bentuk hack? Apakah dalam

254:55

bentuk course atau mungkin kadang-kadang

254:57

ini rahasia cara ya kan eh atau misalnya

255:03

something like that. Jadi bisa kayak

255:05

gini nih sistem tuh tinggal kita ganti

255:07

aja kata mana dari sini yang cocok masuk

255:10

ke sini gitu teman-teman. Nah, kalau

255:13

misalnya non tangible gimana durasinya

255:15

berapa banyak, outcome-nya apa?

255:17

Sistemnya apa? Plus tangible factor atau

255:18

eternal market. Kayak tadi contoh tiga

255:21

rahasia ini buat fris nih mungkin

255:23

optimal nih. Tiga rahasia ya kan durasi

255:26

atau berapa banyak outcome-nya apa?

255:29

Berdamai dengan stres.

255:31

Sistemnya apa? Challenge

255:34

supaya sehat mental dan fisik. Nah, ada

255:38

eternal marketnya, Teman-teman.

255:40

Atauak bisa yang kedua kita tinggal

255:42

balik aja tangible factor dulu, sistem

255:44

outcome baru durasi sehat mental dan

255:47

fisik. tiga rahasia berdamai dengan

255:48

stress challenge gitu

255:51

teman-teman ya. Jadi kurang lebih gitu

255:55

caranya yang kita bisa lakuin. Nah,

255:57

kalau misal teman-teman mau lebih

255:59

optimal lagi semua ini tinggal

256:02

ditambahin pain.

256:05

Jadi contohnya kalau misalnya punya SE

256:07

tinggal kita tambahin tanpa di sini

256:10

tanpa ini

256:16

nih tanpa apa? Tanpa harus ganteng luar

256:20

makin menarik enggak coba? Kadang-kadang

256:22

kan orang kan takutnya begitu. Gua mau

256:24

ngobrol sama gebetan gua, mau sok asik

256:26

nih sama gebetan gua supaya dia baper.

256:28

Tapi gua enggak PD karena gua enggak

256:30

ganteng. Benar enggak? Kalau misalnya

256:32

kita bilang gini, 120 topik ngobrol asif

256:35

gebetan buffer dalam 10 menit tanpa

256:37

harus ganteng semua cowok beli, Bro.

256:39

Gitu kan. Nah, jadi tanpanya itu loh ini

256:43

powerful banget.

256:45

Makanya ini juga dipakai dier blueprint

256:48

ya tanpa endorsement, tanpa live

256:50

shopping, tanpa ail penting banget tuh,

256:53

kencang banget ya. Jadi tinggal kita

256:55

gituin aja. Sama contohnya kayak tadi,

256:58

siap traveling ke Jepang besok dengan

257:00

modal R juta untuk 5 hari. Nah, ini

257:02

contohnya put yang tadi gua share juga

257:03

nih. Bisa dioptimasi juga kayak gini ada

257:06

ada nominalnya, ada durasinya.

257:10

Nah, Teman-teman,

257:12

kurang lebih gitu tuh yang kita bisa

257:14

lakuin. Nah, tanpa harus tajir juga bisa

257:15

nih ya. Tanpa harus ganteng atau enggak

257:18

tanpa harus tajir nih. Sudah masukin

257:22

ini sudah bisa nih. Keren.

257:25

Orang pasti beli. Oh, atau enggak gini

257:26

tanpa harus ganteng dan tajir. Mantap.

257:29

Orang pasti beli semua nih. Kini gua

257:31

juga mau beli kalau saya gini kan apa

257:33

gua bikin aja kayak gini. Menarik nih

257:35

hajar ini pasti mantap nih salnya nanti.

257:39

Oke last but not least kita e ngobrol ke

257:41

Will punya ya. Jadi WH itu coursenya

257:43

tentang belajar digital marketing social

257:45

media dan lainnya. Tapi belajarnya by

257:47

notion tulisan enggak pakai video jadi

257:48

lebih cepat karena aku lihat di luar dan

257:50

aku pernah itu juga itu mahal.

257:53

Oke. Nah ini berarti yang udah ketemu

257:55

tuh baru aspek ininya aja Will baru

257:58

durasinya doang yang udah ketemu.

258:00

Sistemnya juga udah ketemu nih. Apa?

258:03

Karena gini.

258:04

Durasinya itu

258:06

dih kamu bilang 3 hari ya sistemnya

258:11

notion handwork ya Will. Nah, tapi

258:13

outcome-nya belum ada nih. Ini yang

258:15

harus kamu cari

258:17

ya kan? Kalau misalnya udah ada bisa

258:19

gini digital marketing

258:25

notion handbook

258:28

auto profit

258:31

juta dalam 3 hari misalnya something

258:34

bisa nih kayak gini contoh nih.

258:37

Nah, tapi outcome-nya harus ada dulu.

258:39

Apa nih outcome-nya? Kalau aku kan kasih

258:40

contoh kan auto profit ya kan. Nah, ini

258:42

nanti kamu harus bikinnya sendiri gitu.

258:46

Semoga membantu ya, Wil ya.

258:49

Sip, Teman-teman. That's pretty much it

258:51

so far. Gimana session-nya? Apakah

258:54

mencerahkan? Let me know. That's pretty

258:57

much it for the session.

259:04

Oke, Teman-teman. So today we're gonna

259:05

discuss about this ya. Jadi gimana sih

259:08

cara kita bisa ngebangun million dollar

259:11

offer ya kan. So we're gonna talk about

259:13

people's most common mistakes. Jadi

259:15

supaya teman-teman tuh bisa menghindari

259:18

kesalahan ini semenjak gini. Karena aku

259:21

udah ng for your information aku udah in

259:23

this business sekitar 2 tahunan du

259:25

hampir 3 tahunan and I made more than 20

259:29

products already. Jadi aku udah ngetes

259:31

banyak banget dari ebook, dari online

259:33

course, dari webinar, dari based

259:35

courses, dari online coaching, dari grup

259:36

coaching, every single thing that you

259:38

can imagine. Aku udah tes dan dalam

259:42

perjalanan itu ada beberapa kesalahan

259:43

yang oh rasanya kalau aku tahu lebih

259:45

awal nih aku bisa meminimalisir e

259:48

kesalahan tersebut gitu. Jadi aku akan

259:49

share habis ini. Ada juga getting the

259:51

right pricing. Nah, karena kalau

259:53

misalnya kita ngomongin harga gitu ya,

259:55

Teman-teman. Ketika misalnya lagi mau

259:57

bikin digital product, nanti mungkin ada

259:59

beberapa dari Teman-teman tuh yang udah

260:01

mikir, "Ini gua udah tahu mau bikin apa

260:03

tapi bingung nentuin harganya gimana,

260:05

harga yang pas tuh berapa ya." Nah,

260:07

something like that. Nah, kita akan

260:08

bahas juga nanti, Teman-teman. And we're

260:10

gna talk about tapping into core human

260:12

needs. Jadi, gimana cara kita make sure

260:14

ketika kita bikin digital product, bikin

260:17

offer, ketika kita launch itu tuh emang

260:20

udah benar-benar yang termaksimal.

260:21

Jangan sampai kita eh maksudnya ketika

260:24

udah launch eh tapi kok ternyata masih

260:25

ada yang bisa di-improve dan segala

260:26

macam. Nah, itu tuh kita bisa tahu

260:28

dengan cara apa? Dengan melihat human

260:30

needs, gitu. Nah, last but not least, my

260:32

favorite part which is shark bite versus

260:34

moskito bite. Teman-teman, we're gna

260:36

first discuss about people's most common

260:40

offered creation mistake. Ya, jadi ini

260:42

teman-teman ketika nanti membuat

260:44

offernya, coreover-nya apalagi kayak

260:45

Dave Sue udah mulai bikin lead magnet,

260:47

sudah mulai bikin coreover, ini bisa

260:49

menjadi renungan gitu ya e buat ke

260:51

depannya juga. Teman-teman, the biggest

260:54

mistake is actually we tend to make too

260:56

many offers.

260:59

Nah, ini kesalahan terbesar kita

261:02

kadang-kadang itu tuh kita tuh membuat

261:04

kita tuh pengin buat banyak gitu.

261:06

Padahal terkadang mungkin teman-teman

261:08

mikir bikin satunya gua udah capek

261:09

setengah mampus apalagi bikin banyak

261:10

gitu kan. Nah, tapi ketika teman-teman

261:12

gini trennya trust me ketika teman-teman

261:15

sudah bikin satu kalian akan PD dengan

261:17

apa yang kalian bisa buat dengan potensi

261:19

kalian. Kalian akan PD ketika itu

261:21

terjadi kenapa gua enggak bikin dua aja

261:23

ya? Kenapa gua enggak bikin tiga aja?

261:24

bikin empat aja itu akan terjadi. Trust

261:26

me. Ketika teman-teman sudah selesai

261:28

bikin offer pertama kali, kalian akan

261:29

berpikir seperti itu. Kayaknya nih gua

261:31

udah bikin online course, gua tambahin

261:32

mini ebook. Asik nih gua tambahin ini

261:34

asik nih. Akan seperti itu ya. Apalagi

261:37

Sam nih. Shoutout juga Sam. Sam tuh

261:41

enggak cuman offnya yang banyak, akunnya

261:43

aja ada lima. Sam gua kagak ngerti. Sam

261:46

tuh terlalu dewa gitu ya. Time

261:47

managementnya bisa sampai bikin lima

261:48

akun gitu kan teman-teman. Nanti bisa

261:50

cek ya Sam maybe you can share your

261:52

accounts ada apa aja nanti teman-teman

261:53

bisa cek semua. Ya, kayak gitu. Too many

261:55

offer, Teman-teman. Nah, kalau misalnya

261:57

kita bikin kebanyakan,

261:59

hasilnya seperti apa? Nah, ini aku kalau

262:02

enggak salah dapat dari buku Effortless

262:04

sama Essentialism dari Greg Mcwin. Dia

262:06

tuh bilang gini, "Kalau misalnya kita

262:09

bikin satu aja, satu aja off-nya,

262:13

hasilnya kayak yang kayak di kanan nih,

262:14

Teman-teman. Tuh, eksponential

262:16

growth-nya

262:18

ya. Jadi, dari 1 2 3 4, wah mantap

262:22

banget.

262:23

Nah, tapi teman-teman kalau misalnya

262:26

kita satu orang nih bikin 8 1 2 3 4 5 6

262:31

7 8 kita bikin 8 yang berbeda,

262:35

kita marketingin, kita distribusiin

262:37

secara waktu yang bersamaan,

262:39

Teman-teman. Ya, hasilnya begini, enggak

262:40

ke mana-mana. Satu produk cuman bisa

262:43

segini, produk kedua bisa segini, produk

262:45

ketiga bisa segini, produk keempat bisa

262:46

segini, dan seterusnya. Tapi sedangkan

262:48

kalau misalnya

262:51

kita bikin satu, kita put of our

262:54

marketing and sales effort itu one.

262:56

Hasilnya begini, Teman-teman. And kalau

262:58

misalnya Teman-teman perhatikan

263:00

itulah yang gue lakukan selama beberapa

263:03

bulan ke belakang. It's actually pretty

263:05

easy to get 1500 orang yang eh ikut

263:09

webinar kemarin. Kenapa? Karena every

263:10

single post, every single content kita

263:13

arahin ke sana. Kita sold out sebelum eh

263:16

waktunya webinarnya sudah berjalan.

263:18

Kenapa? Karena kayak gitu. Makanya kalau

263:20

teman-teman lihat postingan, teman-teman

263:22

bisa scroll, teman-teman bisa cek every

263:23

single one of our post, most of them

263:26

teman-teman, itu tuh 80% tuh ngarahnya

263:29

ke webinar, sisanya ke kasih value aja

263:32

gitu. Nah, jadi itulah the power of

263:34

focus yang I'm gonna share you in a bit.

263:36

Nah, kalau misalnya kita ngomongin

263:38

marketing ratio, Teman-teman, this is

263:40

the ratio. Jadi, mungkin Teman-teman

263:42

juga kadang-kadang ada berpikir ketika

263:43

nanti udah jadi nih digital productnya

263:45

ya, berapa kali ya kita harus jualan,

263:48

berapa kali ya kita harus kasih value.

263:50

Yang enaknya gimana supaya audience kita

263:53

tuh enggak merasa dijualin terus. Benar

263:55

enggak sih? Pernah berpikir seperti itu

263:56

enggak? Nih nanti gua bikin produk nih.

263:58

Jualnya seberapa sering ya? Supaya

264:01

audiens tuh enggak risih. Nih orang kok

264:02

jualan mulu gitu. Nah, so that is the

264:07

question that a lot of us have gitu.

264:08

Kalau misalnya kita ngomongin secara

264:10

teori sebenarnya 3 is one, teman-teman

264:11

untuk setiap tiga konten value yang kita

264:13

kasih kita bisa minta sekali. Jadi empat

264:16

konten nih, tiga kontennya itu kita

264:18

ngasih value. Satu kontennya kita jualan

264:21

boleh. Nah, itu zaman dulu. Tapi zaman

264:25

sekarang, Teman-teman, here is the crazy

264:27

part. Makanya kalau misalnya teman-teman

264:29

udah paham em Handra ya, apalagi Dave,

264:32

Sue Sam pasti udah paham Sam, eh Samuel

264:35

juga kalau misalnya eh udah

264:39

nonton yang day wah udah day berapa tuh?

264:42

D6, D7 kali ya atau misalnya yang VCU

264:44

yang monetization there's something

264:45

called handraiser. If you guys take a

264:47

look at that, you can sell in every

264:49

single one of your content and you don't

264:52

sound like selling. Kenapa? Karena it's

264:54

just a call to action to just chat.

264:56

Benar enggak?

264:58

komen mulai ya, komen bla bla bla ya.

265:00

Nanti gua kirimin lo DM supaya lu bisa

265:02

tahu cara mulanya gimana. Kan kita

265:04

enggak jualan, lu ikutan webinar gua ya,

265:07

lu beli online course gua ya. Enggak

265:08

kayak gitu. Jadi dari yang tadi angkanya

265:11

3 banding 1 bisa semuanya kita jualan

265:13

gitu. Nah, ini saya kayaknya agak

265:17

sedikit salf ya sama chat-chatnya ya.

265:20

Terlalu luar biasa ini kan. Kalian lihat

265:22

loh akunnya Samuel Moses. Segitu banyak

265:25

dia manage akun.

265:27

kayaknya saya aja kalah gitu kan. Gua

265:30

aja manage dua akun aja capek Sam. Ini

265:32

dia manage berapa akun? Del akun. Keren.

265:35

Nah, ya kayak gitu teman-teman. Jadi

265:37

fokus ke giving value. Tapi kalau

265:40

misalnya kita udah pakai strategi

265:41

handrazer, you can actually sell in

265:43

every single one of your content. Nah,

265:45

here's the thing, Teman-teman. Ketika

265:47

Teman-teman sudah tahu itu, the thing is

265:50

kalau misalnya kita jualan di seluruh

265:52

konten kita, itu tuh bisa tapi ada

265:55

tekniknya.

265:56

Kalau misalnya kita cuma punya satu

265:58

produk, di setiap konten kita, kita

266:00

jualan produk yang sama, itu enggak

266:02

apa-apa. Kenapa? Karena it's all

266:03

centraliz into one single product.

266:07

Nah, Teman-teman, kalau misalnya

266:09

melakukan itu, orang-orang tuh jadi

266:10

awareness-nya terhadap produk

266:11

Teman-teman tuh jadi akan makin mantap.

266:13

In a sense people will understand saat

266:16

ini yang teman-teman lagi lakuin itu tuh

266:18

apa, yang lagi mau ditonjolin apa. Itu

266:20

jadi gampang. Nah, mungkin teman-teman

266:22

pernah dengar yang namanya rule of

266:23

seven. Pernah dengar enggak?

266:27

Kalau misalnya audience kita tuh masih

266:29

cold, masih benar-benar tuh enggak

266:33

familiar banget sama kita, mereka tuh

266:35

perlu melihat offer kita atau apa yang

266:38

kita bisa tawarkan tujuh kali sampai

266:39

akhirnya mereka mau beli. Nah, itu rule

266:42

of seven. Mungkin pernah dengar eh

266:44

marketing rule itu dan itu sebenarnya

266:46

cukup true juga. Jadi patokannya gini,

266:48

orang tuh harus melihat konten kita atau

266:50

offer kita tujuh kali. Nah, ketika orang

266:53

udah lihat tujuh kali, mereka baru bisa

266:54

make purchasing decision. Nah, mereka

266:57

bisa mil itu akhirnya gua mau beli atau

266:59

gua enggak mau beli atau gua belinya

267:00

entar. Itu bisa terjadi seperti itu. Itu

267:03

kalau cool. Kalau misalnya warm udah

267:05

beda, apalagi kalau udah hot. Contoh,

267:07

kalau udah hot gimana? Misalnya Dave,

267:09

misalnya Ari, misalnya Jonathan,

267:10

misalnya Aini, misalnya Paula, misalnya

267:12

Mas Budi. Gue tawarin nih, Guys. Gua ada

267:15

program lanjutan nih untuk Value Creator

267:17

University sekian-sekian nih

267:18

investmentnya. Mau enggak? Mungkin di

267:21

atas 50%

267:22

mau gitu atau mungkin di atas 70%.

267:27

Dev is to kind ya always ya. Mau di atas

267:30

80% 90% mau. Kemungkinan besarnya untuk

267:34

orang-orang mau invest di program kita

267:36

kalau udah hot market. Hot market

267:37

maksudnya apa? Udah beli program kita

267:39

sebelumnya mereka mau. Nah, tapi

267:42

bagaimana dengan Cold? Makanya butuh

267:44

rule of 7 gitu. Ini dari Dimas. Ini

267:47

boleh minta record-nya kah? Nanti karena

267:49

sinyal saya lagi jelek. Enggak apa-apa

267:51

boleh kok nanti kita kasih ya tenang

267:52

aja. Nah Levina Kak tapi aku baru lihat

267:56

iklan ke Arawa sekali doang langsung

267:58

percas webinar kemarin. Itu makan ya

268:00

gunanya copywriting dan nanti

268:02

teman-teman bisa belajar juga ya. Jadi

268:04

selama 14 hari ke depan ya ee

268:07

teman-teman utilize ada Mike, ada Helmi,

268:10

ada timku ya. Teman-teman bisa doner

268:12

aja. Tolong dong bantuin gua bikinnya

268:14

donunder aja terus sampai mereka

268:15

stresonder aja. Gua pun juga kalian

268:17

doner enggak apa-apa. Kalau misalnya

268:19

Sam, Dave, Sue itu kan kita masih lama

268:21

ya. Jadi you can doner me every single

268:23

day enggak masalah ya tenang aja gitu.

268:25

Nah, jadi that's what's up. Kalau

268:27

misalnya kita bikin satu produk semuanya

268:28

kita centralize effortnya ke satu produk

268:30

itu aman. Tapi here's the thing. Kalau

268:32

misalnya kita delan produk orang

268:36

bingung.

268:38

orang tuh bingung gini loh, misalnya di

268:41

konten yang ini gue promosiin produk A,

268:43

di konten yang ini gue promosiin produk

268:45

B, di sini produk C, produk D, produk E,

268:48

produk F, dan seterusnya. Jadi, setiap

268:50

kali kita promosi, kita mempromosikan

268:52

hal yang berbeda-beda, orang jadi

268:55

bukannya malah mau beli, jadi bingung

268:57

gua beli yang mana nih ya? Benar enggak

268:59

sih? Make sense enggak gitu loh.

269:02

Orang tuh jadi bingung, "Eh, gua tahu

269:04

nih lu punya produk tapi gua belinya

269:06

yang mana ya?" Nah, jadi kurang lebih

269:09

kayak gitu. Orang tuh jadi bingung gua

269:12

harus beli yang mana. Sedangkan kalau

269:14

misalnya semuanya satu produk jadi

269:16

gampang kita tahunya. Oh, Rama wants to

269:19

fully focus on this. So, let's join

269:22

this. Gitu. Nah, Teman-teman, kalau

269:24

misalnya orang udah bingung akhirnya

269:26

mereka yang tadinya mau beli jadi enggak

269:27

beli. Sayangnya itu that is one of the

269:30

biggest mistake yang gue punya dan gue

269:32

lakuin dulu ketika gue bikin banyak

269:33

banget produk, balik lagi gua udah bikin

269:35

20 lebih produk. Nah, dari semua itu

269:38

udah ditesilnya seperti demikian. Jadi,

269:41

sebisa mungkin jangan ditiru kesalahan

269:43

tadi gitu. Nah, balik lagi ke yang tadi

269:46

gue sempat bilang di awal. There is a

269:47

dilemma, Teman-teman. There is a

269:49

dilemma. Kenapa? Karena begini, no

269:52

briner kita kalau misalnya kita bikin

269:54

lebih banyak produk, duit kita lebih

269:56

banyak, right? Let's say kita punya satu

269:58

produk kita bisa dapat berapa? Tapi

270:01

kalau misalnya kita bikin dua, kita kali

270:02

dua nih, kita bikin tiga, kita kali 3

270:05

nih, kita bikin empat kita kali 4 nih

270:07

our revenue. Nah, kurang lebih kayak

270:09

gitu logikanya. Tapi sebenarnya it's not

270:11

as easy like that. Nah, solusinya gimana

270:14

kalau misalnya kita mau bikin banyak

270:15

off? Ini ini berlaku juga buat Mas Budi

270:17

ya, karena kan trainingnya ada banyak,

270:18

Mas. Jadi, ini bisa di eh

270:21

implementasikan buat BQC juga. Here's

270:23

the thing, Teman-teman. Udah ada yang

270:25

pernah lihat ini belum? Di modul udah

270:26

sempat lihat intip ini belum? Apalagi

270:28

Teman-teman yang baru ya. Ah, ini belum.

270:31

Kalau Samuel Oxy udah ya, Teman-teman.

270:34

So, bagi teman-teman yang belum, belum

270:36

sampai situ ya, belum ya, ada beberapa

270:38

yang udah gini teman-teman. So, there's

270:39

something called value leader. Oke,

270:42

value leader itu apa? Kita harus paham

270:43

dulu ketika kita mau bikin core offer

270:46

sebelum kalau misalnya kita mau bikin

270:47

corover harus paham ini dulu. Kenapa?

270:49

Dengan kita paham ini kita jadi tahu

270:51

kita harus bikin digital product itu apa

270:54

aja.

270:56

Dari awal kita sudah harus tahu itu.

270:58

Nah, ketika kita tahu itu, jadi kita

270:59

efektif planning ke depannya tuh gimana.

271:02

Nah, ini ada berbeda-bedanya kayak gini.

271:04

Contoh bait. Bait itu tuh ada dua tipe,

271:07

Teman-teman. Ada yang namanya lead

271:08

magnet, ada yang namanya trip wire.

271:11

Bedanya apa? Lead magnet itu gratis tapi

271:14

kita kasih mereka gratis mereka tukerin

271:17

data ke kita, ya. Jadi mereka kasih

271:18

nama, nomor HP, sama email. Gunanya apa?

271:20

Ketika nanti kita launching produk, kita

271:22

bisa tawarin ke mereka. Itu yang namanya

271:25

lead magnet. Mereka dapatnya gratis tapi

271:27

mereka tukerinnya sama nama, nomor HP,

271:29

email. Lead magnet. Yang kedua adalah

271:31

contohnya webinar yang teman-teman

271:33

kemarin ikutin. Ingat ya, value creator

271:35

webinar harganya berapa? Ada yang 27,

271:37

ada yang Rp20.000, ada yang R7.000. Itu

271:39

sifatnya trip bait. Kenapa? Karena

271:41

harganya sangat murah. You wouldn't

271:43

think twice. Segini doang ya udahlah

271:45

coba aja. Benar enggak. Nah, itu adalah

271:47

bait-nya. Nah, after bait comes the

271:50

front end. Nah, front end ini adalah

271:52

yang namanya core offer.

271:55

Di webinar ini aku mau fokus ngebahas

271:57

yang namanya coreover ini. Yang middle

271:59

sama back endi kita ngebahasnya kayaknya

272:01

ketika nanti kita udah lebih punya

272:03

struktur yang bagus dan kalau misalnya

272:05

digital produk kita corovernya sudah

272:06

sukses baru kita ngomongin yang belakang

272:08

ini gitu. Nah, coreover ini apa? adalah

272:11

produk terlaku kita yang tadi

272:14

teman-teman lihat nih yang di sini yang

272:17

kita jualin semua ini. Ini tuh harusnya

272:19

yang paling besar tuh corover kita.

272:21

Kenapa? Karena it's the biggest eh

272:25

product that we can promote dan

272:27

harganya. Oke. Nah, contoh core

272:29

offer-nya productivity boy

272:32

ya. Maybe I'll just share it to you

272:34

guys.

272:36

Oke.

272:37

Oops.

272:39

Itu dulu ini

272:43

yang namanya flow zone blueprint. So I

272:45

basically got my first eh one billion

272:48

rupia. Jadi R miliar pertamaku dari dari

272:51

sini nih. Lumayan juga jualan C.000

272:54

dapat 1 M. Not bad right gitu kan. Nah,

272:57

jadi teman-teman kalau misalnya

272:58

teman-teman udah ketemu ini ada Arif

273:00

Budi nih. Shoutout nih Arif Budi juga

273:01

ada hari ini. Jadi kalau misalnya

273:03

teman-teman udah nemuin your winning

273:05

product ini, teman-teman promosiin

273:06

gila-gilaan, you can literally print

273:08

money gitu loh. Nah, itulah fungsi dari

273:10

si coreover tadi.

273:13

Nah, cara mainnya gini, Teman-teman. Ini

273:15

aku kasih simulasi

273:19

tadi ya. Kalau misalnya kita ngomongin

273:21

ada trip, ada coreover, sama ada back

273:23

end. Nah, kita ngomongin ee simulasi

273:27

gini, Teman-teman.

273:29

Ini adalah ee contoh dari

273:33

roadmapku dulu ketika gue pengin bikin

273:37

kan dulu productivity full ya, ketika

273:38

dulu bikin productivity mindsetnya

273:40

begini nih. Jadi inilah yang eh gue

273:43

design untuk customer journey-nya. Nah,

273:45

mungkin Mas Budi bisa relate-relate

273:47

juga. Jadi, I'm aware teman-teman ini

273:50

dari sudut pandang productivity ya.

273:52

Kalau misalnya orang mau produktif yang

273:54

harus pertama-tama diatasin tuh apa?

273:56

Masalah mereka nunda-nunda atau enggak.

273:58

Karena kalau misalnya mereka

273:59

nunda-nunda, mereka sudah beli course,

274:01

udah beli pun mereka masih nunda-nunda

274:03

mengkonsumsi coursenya. Betul enggak?

274:04

Nah, jadi pertama-tama yang harus kita

274:06

atasi apa? Masalah nunda-nundanya. Nah,

274:08

ketika mereka sudah beres bisa

274:10

nunda-nunda,

274:11

mereka baru bisa mulai belajar time

274:13

management, energy management, sama

274:15

focus management. Basic tiga ini sudah

274:16

dapat, mereka baru bisa jadiin ini

274:19

habit. Nah, logikanya ke sana. customer

274:21

journey-nya ke sana. Nah, kita ganti

274:23

shift kita perspektifnya kita ganti.

274:26

Ibaratnya kalau misalnya kita ngomongin

274:28

ee sekolah ini tuh SD, ini tuh SMP, ini

274:31

tuh SMA gitu loh. Semakin naik kelas

274:34

semakin mahal kan. Nah, jadi kurang

274:36

lebih kayak gitu. Kalau misalnya kita

274:37

ngomongin topik lain, Teman-teman,

274:39

supaya lebih seru, give me a topic, a

274:41

niche. Apa kek, a finance kek, apa kek,

274:43

kasih deh niche. Gua kasih contoh.

274:47

Ada enggak yang mau traveling health?

274:48

Oke, kita lock dua itu ya. traveling ya

274:50

sama health ya. Let's say putri for

274:52

putri traveling yang di sini kita bisa

274:55

bikin let's say contoh gini nih

274:57

itinerary misalnya di sini pergi ke

274:59

Jepang itinerary-nya apa? Jadi literally

275:00

cuma D1 sampai D7 sampai D14 ngapain

275:03

kalau traveling? Nah di sini kita bisa

275:05

bikin ebook culture-nya orang-orang eh

275:09

Jepang tuh gimana sih? Habis itu hidden

275:11

jam-nya tuh apa aja sih? Terus gimana

275:13

cara berinteraksi sama orang Jepang tuh

275:15

apa sih gitu ya. Atau kalau misalnya lu

275:18

ketika ke Jepang mau eh berbaur sama

275:20

orang Jepang, apa aja yang harus

275:21

dilakuin sih bisa bikin ebook-nya kayak

275:23

eh kayak gitu. Nah, lanjutannya lagi

275:25

yang lebih mahal kita bisa bikin eh

275:27

group travel put which is the thing that

275:30

you are doing already. Nah, jadi

275:31

something like that funnel. Nah, kalau

275:32

misalnya kita ngomongin health, contoh

275:34

health misalnya ngej. Nah, nge-gym

275:37

98.000 ini kita bisa jual apa?

275:40

misalnya

275:42

ee nutrisi kita nih kalau misalnya lagi

275:45

mau keluar makan kan suka bingung ya mau

275:47

cari nutrisinya apa. Jadi kita kumpulin

275:49

semua restoran-restoran yang ada di

275:52

mall-mall. Contoh Solaria kek, HWBand

275:55

kek, Paper Lunch kek, BGM GM ke or

275:58

apapun itu kita kumpulin let's say 100

276:00

list restoran terus kita kasih mereka

276:02

menu-menu menu-menu yang sehat yang lo

276:04

bisa nikmati di restoran ini apa aja ya.

276:07

Nah, itu masuknya ke sini. Kenapa?

276:09

Karena quick w queen sifatnya. Next-nya

276:11

kita baru edukasi lebih dalam lagi.

276:13

Ketika el tetap mau menjaga pola hidup

276:16

lo dengan makan lebih baik, lebih proper

276:18

lagi, yang harus dilakukan adalah apa?

276:20

Teknik-tekniknya apa? Misalnya

276:21

memanipulasi hormon misalnya ee ya

276:25

walaupun I'm not eh enggak gua enggak

276:28

terlalu setuju ngitung kalori tapi

276:29

ngitung kalori something like that gitu.

276:31

Nah, jadi bisa yang lebih dalam di sini.

276:34

Nah, di belakangnya sini kita bisa

276:36

tawarin coaching. Lu mau enggak jadi

276:37

klien gua? Gua ajarin deh cara supaya

276:39

bisa nge-gym dengan bagus, nutrisi

276:41

dengan bagus. Nah, funnelnya kayak gitu,

276:43

Teman-teman. Nah, jadi what we need to

276:45

do adalah sebenarnya kita fokus di sini,

276:48

Teman-teman.

276:49

Fokus di barrier paling pertama ini

276:52

dulu.

276:54

Entry level-nya ini kita fokus di sini

276:56

offer kita. Jadi, kita make sure ketika

276:58

kita lagi membuat offer, yang paling

277:00

bagus tuh yang di sini. Kenapa? Supaya

277:02

bisa nge-pol semakin banyak audience,

277:05

Teman-teman.

277:06

Nah, although kalau misalnya di

277:08

awal-awal sebenarnya emang bagus kalau

277:10

misalnya kita bikin lead magnet. Kenapa?

277:11

Karena sifatnya itu tuh gratis. Tapi

277:13

ketika nanti kita udah udah naik level

277:15

harus kita hargain teman-teman

277:17

course-nya. Semurah apapun mau hargain

277:19

Rp20.000, R7.000, R97.000

277:22

harus dikasih harga. Kenapa? Karena ada

277:25

perbedaan besar di antara lead sama

277:28

customer.

277:31

Ada perbedaan nih. Ee kastanya gini,

277:33

Teman-teman.

277:35

Kastanya gini.

277:36

ini langsung ee ini aja ya

277:42

kastanya gini nih,

277:46

ada yang namanya audience, ada yang

277:48

namanya leads, ada yang namanya

277:50

customer, ada yang namanya client. Nah,

277:54

gini ibaratnya gini, Teman-teman.

277:58

Satu leads itu tuh kayak 10 audience.

278:02

Satu customer itu tuh kayak 100 audience

278:06

value-nya. Satu klien itu tuh kayak 1000

278:08

audience value-nya. Nah, maksudnya apa?

278:11

Audience itu hanyalah orang-orang yang

278:12

nonton konten kita ya. Oh, views-nya

278:16

berapa? Banyak. Ada 100.000. Nah, tapi

278:18

kalau misalnya dari 100.000 itu kita

278:19

bisa dapat 1000 leads itu udah bagus

278:22

banget. dari 1000 leads itu kalau

278:24

misalnya kita bisa dapat 50 customer itu

278:28

udah bagus banget. 50 customer tuh

278:29

ibaratnya tuh lebih bagus daripada

278:31

100.000 views. Paham ya teman-teman ya?

278:33

E comparison-nya di sini ya. Nah, satu

278:36

klien itu tuh ibaratnya tuh kayak 1000

278:38

audience, 10.000 audience. Kita kita

278:42

dapat 100.000 views 1 M views. Dari 1 M

278:45

views itu kita bisa dapat 10 klien. Udah

278:47

bagus banget klien tuh. Maksudnya apa?

278:49

yang eh membayar kita eh service kita

278:52

lebih dari du digit misalnya, itu udah

278:54

oke banget. Nah, audience itu tuh cuman

278:56

orang yang mau menikmati konten gratis.

278:58

Leads itu adalah orang-orang yang

279:00

menunjukkan intensi bahwa mereka

279:02

tertarik dengan produk kita sampai

279:03

akhirnya mereka menukarkan nama, nomor

279:05

HP, sama email mereka. Customer itu

279:07

orang yang sama kayak leads, tapi

279:09

bedanya mereka sudah rela bayar. Klien

279:11

itu adalah yang udah percaya total.

279:14

Contohnya kalau di kasus ini misalnya

279:15

Mas Budi Dave ya ke gue gitu. Nah, jadi

279:18

itu sifatnya udah klien. Nah, next,

279:21

Teman-teman. Nah, ketika kita lagi udah

279:23

buat over ini, what we can do adalah

279:26

jangan enggak buat

279:29

over-over di belakang ini, Teman-teman.

279:32

Jadi, tadi gua bilang bikin satu offer

279:35

di awal kuncinya.

279:37

Ketika nanti teman-teman sudah jalan,

279:39

harus bikin back end-nya belakangnya

279:40

karena duit besarnya justru di sini.

279:42

Nah, ee lebih paham enggak teman-teman?

279:44

Gitu. Jadi duit besarnya sebenarnya tuh

279:46

di belakangnya. Tapi untuk orang nyampai

279:48

belakang gerbangnya harus dibuka dulu,

279:50

gitu. Nah, jadi di konten-konten kita

279:52

yang kita bisa fokus jualin adalah yang

279:55

si di depan ini. Yang belakang ini kita

279:58

fokusnya tuh ngenerchernya pakai email

280:00

sama WA, Teman-teman.

280:03

Nah, caranya kayak gitu. Inilah yang

280:06

kita bisa lakuin supaya offer kita tuh

280:08

optimized, gitu ya. Jadi ibaratnya gini,

280:10

kita bisa punya 8 produk boleh, kita

280:13

punya empat produk, tiga produk boleh,

280:14

tapi yang kita promosiin satu aja supaya

280:17

orang tuh kenal kita tuh, oh si Ramani

280:19

punyanya value creator webinar ya. Oh,

280:21

si Ramani punya e flow zone blueprint

280:23

ya. Nah, course-course paling terkenalku

280:26

kan itu. Nah, jadi itu yang kita bisa

280:28

lakuin, Teman-teman ya. Sampai sini ada

280:30

pertanyaan teman-teman.

280:32

A bit makes sense ya. Jadi, this is

280:34

setting you up for your scaling. Nanti

280:36

ketika nanti teman-teman udah sukses

280:39

dengan offer pertamanya karena kita

280:40

harus punya mindset asumsi kita akan

280:42

nail it ya, kita harus sukses ya. Enggak

280:44

boleh enggak sukses dong gitu kan. Jadi

280:46

nanti ketika teman-teman udah launch

280:47

produk pertama teman-teman nanti jangan

280:50

fall into the scaling trap teman-teman.

280:52

Bikinnya

280:54

gini ibaratnya gini teman-teman. Jangan

280:57

bikin ini tuh ada tig ada empat ada del

280:59

biji. Jangan bikin begitu. Ini yang

281:01

depan cuman satu, produk belakangnya

281:03

yang bisa banyak gitu intinya gitu. Ini

281:05

Eza mau tanya. Monggo Eza. I've open the

281:08

mic.

281:10

Oke, thank you Rama. So, forgive me

281:13

karena aku lagi gak bisa open mic eh

281:16

open mic open cam.

281:17

Tapi aku eh really appreciate webinar

281:20

hari ini. Yang pengin aku tanyain eh

281:23

sebenarnya ee apa ya? Framework ini juga

281:27

aku menarik banget gitu. aku udah ngeh

281:29

juga gitu. Cuman yang pengin aku tanyain

281:31

adalah kalau kita mau ngejual yang high

281:34

management, energy management, focus

281:36

sama habit building ini berarti kan tadi

281:38

Rama bilang pakai eh email eh tadi pakai

281:41

email dan WA ya. Berarti itu kita

281:43

nawarinnya ketika kita ngadain lead

281:46

magnetnya yang free itu ya berarti

281:49

either yang free soalnya gini ini kan

281:51

listnya kita ada. Nah list ini kita

281:53

ngegedeinnya dari mana? either dari

281:55

previous customer, orang-orang yang udah

281:56

pernah berinteraksi sama kita atau beli

281:58

produk kita sebelumnya. Nah, tapi kalau

281:59

misal belum ada cara kita ngebangunnya,

282:01

gimana dengan menukarkan produk gratis

282:02

tadi lead magnet gitu.

282:05

Oke, berarti once kita mau ngejualin

282:08

time management berarti kita harus

282:09

ngejualin procrastination gitu.

282:12

Eh, ini ibaratnya kan contoh misalnya

282:14

gini, Eza, kalau misalnya aku ingat eh

282:16

yang kamu pernah bikin, kamu kan pernah

282:18

bikin webinar nih, I kan. Eh, how to

282:20

[tertawa] start your pharmacy journey.

282:22

Nah, kamu kan buka ada berapa spot tuh?

282:24

50 spot, 100 spot, e 500 spot misalnya.

282:27

Misalnya kita asumsi semua nih udah full

282:29

book ya. Misalnya 500 ini.

282:31

Nah, yang kita lakukan ketika kita mau

282:32

rilis yang ini, kita tuh tawarin offer

282:35

baru kita ke orang-orang yang sudah beli

282:36

ini Eza gitu.

282:38

Oke. I ya ya, ya. Ya, C belakangnya ya

282:40

berarti ya.

282:41

Iya. Jadi karena kenapa? Investmentnya

282:43

di sini kan lebih besar.

282:44

Iya.

282:45

Bukan berarti orang kalau misalnya kita

282:46

tiba-tiba tawarin di konten nih lu beli

282:48

Rp300.000 Jadi, Bu, orang enggak mau.

282:49

Bukan begitu

282:50

bisa juga, tapi kemungkinan orang-orang

282:52

yang udah pernah percaya sama kita, yang

282:54

sudah beli sebelumnya, kalau mereka puas

282:56

pasti mereka mau beli lagi dong, gitu.

282:57

Oh, iya benar.

282:58

Lebih gampang.

282:59

Iya, iya iya iya.

283:01

Cara mainnya gitu.

283:02

Sip. Thank you.

283:04

Thank you. Next kita lanjut ke Mas Eka

283:07

ya. Silakan

283:11

ya. Makasih, Bang Rama ee kesempatannya.

283:14

Saya cuma mau konfirmasi aja karena ada

283:16

beberapa idea yang akhirnya muncul.

283:19

Cuman saya ini kan bedanya karena

283:23

karya yang dijual ya, bentuknya tulisan

283:25

puisi.

283:26

Nah, jadi untuk di fokus awalnya itu

283:29

saya sih rencananya gini awalnya, Mas.

283:31

Jadi saya jual awal itu produknya adalah

283:34

memang buku puisi saya mau rilis bentar

283:36

lagi. Nah, di ujungnya yang jadi paling

283:38

mahalnya adalah menulisnya tuh

283:40

sebenarnya.

283:41

Hm. He.

283:42

Buku tips menulisnya cuman dibalikkah

283:45

gimana konsepnya dari perjalanannya itu

283:48

atau tetap seperti itu gitu. Nah, kalau

283:50

ada penawaran kayak misalnya dalam harga

283:53

yang murah atau gratis terlebih dahulu

283:54

kayak di course-nya itu kan masalahnya

283:57

kalau nulis puisi itu kan penghayatannya

284:00

panjang ya Mas ya. Enggak bisa 2 jam 3

284:02

jam beres ya. Jadi, gimana tuh, Bang, ee

284:04

untuk untuk ee mungkin ada brainstorming

284:07

idea atau untuk saya ee runutin tuh si

284:10

perjalanan ee produknya

284:12

itu aja sih, Mas.

284:13

Ini ee jadi nanti produknya dalam

284:14

bentuknya dalam bentuk puisinya gitu ya.

284:16

Itu saja atau ada yang lain? Eh, Mas.

284:18

Iya. Eh, untuk saat ini saya kan baru

284:20

rilis dua tuh. Yang satu masih coming

284:22

soon, yang satu sudah pernah ada. Nah,

284:24

baru dua aja berbentuk puisi.

284:25

Ini digital sejatahnya

284:27

digital.

284:27

Oke. Ah, ee harganya berapa untuk

284:29

masing-masing? Yang pertama 30, yang

284:32

kedua 50. Oke. Nah, ee itu kan kita bisa

284:36

anggap berarti tuh itu tadi jatuhnya ke

284:38

yang ini, Mas, ke yang si

284:41

di depan ini nih kan jatuhnya.

284:43

Nah, itu jatuhnya ke

284:45

bait. Nah, nanti kita tinggal bikin

284:47

coreover-nya. Corovernya dalam bentuk

284:48

apa? Mungkin bisa kumpulan puisi tadi.

284:51

Let's say misalnya ee Mas Eka punya

284:53

lima, punya lima ee lima punya 10 puisi.

284:55

10 puisi. Kalau misalnya ee kita harga

284:58

normal Rp500.000, Bu, oh kita kasih

284:59

harga spesial jadi 397. Nah, itu bisa

285:01

tuh kayak gitu formatnya. Kalau misalnya

285:03

kita mau bundle

285:04

bisa atau kalau misalnya mau bikin yang

285:06

lebih ekstrem lagi ee bisa ngajarin cara

285:09

orang gimana nulis puisi. Itu bisa juga

285:11

harganya 397 atau apa. Lu kan sudah

285:13

menikmati nih puisi-puisi gua mau

285:14

belajar nulis kayak gua enggak banyak

285:15

tuh pas yang mau. Ketika itu ee udah

285:17

marketnya udah kegar bisa dibikin course

285:19

kayak gitu juga karena kan kita

285:20

menukarkan value ya, value creator gitu.

285:23

Jadi itu mungkin salah satu cara yang

285:24

bisa dilakukan sih itu ee menurutku Mas

285:27

Eka gitu.

285:29

Nah, I berarti kalau saya kan maunya

285:32

ujungnya tuh menulisnya karena kelas itu

285:34

kan sebenarnya yang mahal nantinya gitu.

285:35

Nah, cuma saya bingungnya ee si

285:37

pembukaanpembukaan

285:39

kayak ininya apa sih kalau di course-nya

285:41

tuh lead magnetnya itu loh ngawarkannya

285:43

sih sebenarnya yang agak pusing gitu

285:45

karena kan kayak misalnya creating

285:47

memory tuh experience saya nyari-nyari

285:50

apa hooknya orang bikin puisi

285:52

kayak gitu loh Mas. Jadi seringsering

285:54

kendalanya di situ sih sebenarnya

285:56

emang emang enggak gampang Mas Eka

285:58

karena kalau semua gampang semua orang

286:00

bisa betul enggak jadi gitu tapi Mas Eka

286:03

sudah di track yang betul kok ya jadi

286:05

menurutku sih tinggal dikembangin aja

286:07

ya siap siap Mas Eka guys by the way ini

286:10

gua enggak sadar udah jam . What the

286:12

heck? Harusnya ini 1 jam. Biasanya kita

286:14

1 jam ya, Mas Budi ya. E Dave dan

286:16

teman-teman lain ya. Tapi ini gua izin

286:17

extend ya, Teman-teman ya. Eh, izin

286:19

extend ya. Jadi mungkin 30 more minutes

286:22

teman-teman. Jadi kalau misalnya bagi

286:23

teman-teman yang perlu leave dulan,

286:25

silakan leave. Nanti ada rekamannya

286:26

juga. Tapi kalau misalnya mau stay

286:28

sampai habis mumpung gua lagi hype up

286:30

banget ya, jadi kita lanjutkan aja. Ini

286:32

kita simpan sampai Samuel sama Dave ya.

286:34

E kita lanjut dulu ke DI kalau ada yang

286:36

mau nanya.

286:38

Oke, Man. suara dengan aman aman aman.

286:43

Oke, kemarin gua sempat bikin lead

286:44

magnet cuma kayaknya masih melenceng

286:47

sama like where will go malah educate

286:49

kebanyakan isinya untuk misalnya expose

286:53

the problem si itu gimana caranya ya

286:55

kalau yang aku sempat revisi tapi jadi

286:58

berasa kayak lari dari topik ngajar itu

287:02

sendiri lebih bahas ke

287:04

inflasi lah kenapa harus tambahin income

287:07

segala macam kayak gitunya sih karena

287:10

yang e shar-nya yang mau gua ambil kan

287:13

tentang lebih ke wealth-nya gitu.

287:16

Hm. Oke, ini gua live eh sharing aja ya.

287:21

Jadi sebenarnya kalau misalnya kita mau

287:23

bikin lead magnet, nah Dave ini nih lagi

287:25

di fase lagi mau bikin lead magnet,

287:26

Teman-teman.

287:33

Ada ini kita em fokus ini kita basic of

287:38

copywriting deh. Kalau copywriting kalau

287:39

misalnya teman-teman yang pernah eh

287:41

belajar copywriting kan ada satu yang

287:42

namanya P yaitu problem agitate

287:46

solution. Nah, yang kita lagi lakuin

287:49

Dave adalah kita tuh lagi ngelakuin dua

287:52

fase awal ini supaya apa? Supaya yang

287:54

ini itu tuh nanti itu jatuhnya tuh di

287:55

coreover kita. Nah, orang tuh nanti

287:58

sampai mau beli corover kita buat ini

288:00

gitu. So, what we're doing right now is

288:02

agitating the problem and exposing the

288:05

problem gitu. Nah, tapi bukan berarti

288:06

solutionnya kitaak bisa kasih. So, I

288:08

would say it's probably like this

288:10

probbly like 80% of the problem

288:14

and agitation plus 20% of the solution.

288:18

Boleh kayak gini.

288:21

This is what we can do. Nah, jadi eh

288:25

kasih solution itu sebatas apa? solution

288:26

itu tuh sebatas

288:28

framework kita bisa kasih atau misalnya

288:31

outline di itu dulu loh. Kalau misalnya

288:33

di eh value creator kan ada webs model

288:35

gua jelasin nih visioning tuh begini,

288:37

expanding tuh begini ya kan. Eh lalu eh

288:41

building tuh begini kalau zaman dulu kan

288:43

visioning growing, monetizing ya. Jadi

288:44

visioning, growing, monetizing. Nah,

288:45

jadi menurut gue teman-teman this is a

288:47

very important topic juga. What we need

288:49

to do adalah kalau misalnya teman-teman

288:51

mau skill your product, make an IP.

288:54

IP itu maksudnya apa?

288:56

dengan gua bilang

288:59

value creator aja ini tuh sudah ngasih

289:01

new opportunity karena we're not content

289:03

creators. Paham enggak, Teman-teman?

289:05

Kita tuh udah bukan content creator

289:07

lagi, tapi kita tuh value creator. Nah,

289:10

value creator itu jatuhnya IP. Kenapa?

289:12

Karena inilah kata-kata yang gua buat.

289:14

Paham ya deh ya? Nah, jadi you can make

289:16

your own framework. Misalnya rekan

289:18

pengajar model atau misalnya rekan

289:19

pengajar eh framework or rekan pengajar

289:22

sistem something like that gitu.

289:24

Nah, jadi bisa dibikin kayak gitu. Nah,

289:27

di sini itu yang kita jelasin

289:28

framework-nya aja garis besarnya. Nah,

289:31

nanti setelah itu eh ng-deep drive-nya

289:33

baru di corover gitu, De.

289:38

Eh, sori. Eh, unmute lagi.

289:42

Oke, I see. Tapi kalau misalnya problem

289:44

sama-nya lebih ke enggak bahas ke topik

289:48

utamanya, it's oke kah?

289:50

kan mengajar

289:51

tapi bahasnya lebih ke inflasi sama

289:55

kenapa ya gitu sih

289:57

karena itu makro level ya kan itu

290:00

levelnya enggak apa-apa enggak apa-apa

290:01

yang pentingannya kok

290:04

oke alright then

290:06

thank you day

290:06

thank you ram

290:07

sip oke next kita e terakhir sor yaena

290:10

ya kita habis ini lanjut dulu nanti di

290:12

akhir ada sesi lagi kok terakhir kita

290:13

lanjut ke Samel Oxi dulu ya

290:17

oke halo halo Kak Rama

290:19

Nice to see.

290:20

Oke. Ee mungkin cepat aja ya Kak Rama

290:23

ya. Jadi tadi aku sudah lihat ee sambil

290:26

make notes gitu ya eh tentang slide yang

290:28

tadi yang procrastination, time

290:29

management, energy management dan sampai

290:31

di habit building. Nah, eh core offer

290:34

aku itu sudah ada dan untuk tripwirnya

290:37

juga sudah ada. Cuman yang belum aku

290:38

bikin itu adalah lead magnet. Nah,

290:41

ee jadi nich yang aku dalamin itu adalah

290:45

di grafologi sama mental health.

290:48

konsultan grafologi itu adalah ngam

290:52

nganalisis kepribadian dari tulisan

290:53

tangan.

290:54

Boleh minta akunmu enggak? E before

290:55

that. Apakah Samuel Oxi juga atau apa,

290:57

Sam?

290:58

Iya. @ Samuel Oxi. Boleh. Boleh. Adamel

291:00

oxi.

291:02

Oke. Sip. Aku sambil buka ya biar

291:04

gampang.

291:05

Heeh.

291:06

Eh sip. Boleh sambil lanjut.

291:09

Oke. Nah ee di

291:12

Oh jadi malu dibuka di sini. [tertawa]

291:16

Nah, ee yang pengin aku jadi pertanyaan

291:18

buat aku adalah ee bukan delete

291:21

manetnya. di lead partitnya itu udah

291:23

tadi sempat searching-searching ya di

291:24

sempat ee ngobrol sama CGBT juga kalau

291:27

lead market-nya itu modelnya mau tadi

291:31

problemnya 80% sama nanti 20%-nya adalah

291:34

ee solusinya kira-kira di mana. Nanti

291:37

coreovernya adalah yuk kita analisis

291:39

tulisan tangan kamu untuk bisa ngerti

291:41

bakat minat atau ngerti trauma kamu.

291:43

Nah, yang jadi kebingunganku adalah

291:46

bukan setelah le magnet kan nanti masuk

291:49

ke tadi ya ee prokastinasi kalau di

291:52

Heeh. He

291:53

slide-nya Kak Rama kan prokrastinasi.

291:54

Nah, yang aku bingung adalah ee

291:58

plat keduanya itu yang time managemen

292:00

yang di managementen. Nah, itu aku

292:01

bingungnya di situ mau aku isi apa.

292:02

Karena di yang sudah aku jalani sekarang

292:05

itu adalah orang beli e-book terus

292:08

mereka baca, mereka tertarik untuk dapat

292:12

laporan. Karena di dalam ebook juga aku

292:13

kasih kupon diskon 80% untuk ee laporan

292:17

grafologinya. Nanti mereka langsung ee

292:20

minta laporan anakku analisis langsung

292:24

kita konsultasi. Jadi end goal-nya

292:26

adalah tengah-tengahnya dikonsultasi.

292:29

Harapanku sebenarnya yang begitu

292:31

tengah-tengahnya tu mau aku isi apa

292:32

gitu. Apakah hanya n di konsultasi aja?

292:34

Karena tadi kalau Kak Rama kan

292:36

ngomongnya adalah konsultasi itu atau

292:38

coaching itu sebenarnya adalah eh high

292:40

end produknya gitu Kak Rama.

292:42

H. Oke got it. This is a very

292:43

interesting case. Ini si Dave

292:44

senyum-senyum ini kayak karena di chat

292:46

ada sesuatu kali ya.

292:48

Eh, bentar kita lihat dulu ini ada apa

292:50

sih ini? Kadang-kadang Samuel Moses nih

292:51

kalau ngomong langsung eh [tertawa]

292:55

bikin ketawa emang si Sam. Eh, oke. Eh,

292:58

for Samel Oxy ya. Eh, gini, ini

293:01

dua-duanya sama-sama Sam ya. Tapi ya you

293:02

guys know lah.

293:03

Panggil aja Oxi. E, aku bisa.

293:07

So, here thing in my opinion ini. E,

293:10

jadi aku ini dulu.

293:15

So, what we can do adalah

293:19

Oh, wait.

293:22

Ibu kamu tuh masuk masuknya ke sini.

293:25

Nah, tapi tadi konsultasinya tuh

293:27

langsung jampai ke sini kan maksudnya

293:28

kan

293:28

konserning. He.

293:30

Nah, terus di tengah-tengah ini

293:33

kita mau bikin apa gitu.

293:35

Heeh.

293:36

Nah, pertama-tama aku mau tanya harga

293:38

consultation-nya berapa? Axi

293:40

ee biasanya aku langsung satu paket.

293:42

Jadi untuk cor aku ada tiga paketnya.

293:44

Satu adalah cuma laporan biasa itu

293:46

around Rp150.000.

293:49

Terus yang kedua itu dapat laporan lebih

293:51

komplit plus konsultasi. Yang ketiga itu

293:54

laporan grafologi plus analisis trauma

293:57

plus konsultasi gitu. Aku ada tiga over

294:00

seperti itu.

294:01

Oh, absel-apsel ya. Oke.

294:03

Heeh. Jadi kalau konsultasinya langsung

294:04

rangkap jadi satu.

294:06

Heeh. Nah, kamu pernah tahu ini enggak

294:09

tahu Samara enggak?

294:14

Belum tahu

294:14

Samara ini dia human design coach

294:17

menurut aku offnya menarik. Although dia

294:18

sebenarnya bakal bisa di e update kalau

294:20

misalnya pakai funeling tapi dia ini aja

294:22

enggak pakai funeling. Kalau dia

294:23

sistemnya mirip sama kamu e Oxi. Jadi

294:26

dia ada report yang sedikit doang, ada

294:28

report yang banyak, ada report yang

294:29

lebih banyak lagi. Ada eh zoom

294:31

consultation.

294:32

Nah menurut aku

294:35

di sini ee itu tuh jatuhnya tuh report

294:39

your eh report. Nah, kita ngomongnya

294:42

dari segi pricing juga ya yang akan kita

294:43

bahas di sini. He. So,

294:45

tadi eh harga paling mahalnya berapa

294:47

Oxi? Sori.

294:48

Eh, harga paling mahal 400.

294:50

Oke, 400. Ini udah consultation ya?

294:53

Plus konsultasi udahan.

294:56

Yang beli aku ini aku straight forward

294:58

aja ya. Yang beli laku enggak?

295:01

Eh, so far karena aku enggak terlalu

295:03

push ya di konten pakai manet enggak

295:05

terlalu push yang laporan grafologi itu

295:09

so far baru tiga round tiga. Yang paling

295:12

banyak yang tengah soalnya karena itu

295:13

oke lah menurut mereka.

295:14

Ini yang 150 ya berarti

295:16

itu yang tengah itu yang yang paling

295:19

laku itu yang 250.

295:21

Oke 250

295:23

ini kan berarti tadi ebook ee arti

295:26

tulisan tangan.

295:27

Heeh.

295:32

One on one consultation biasanya berapa

295:33

lama? Eh, Sen

295:35

1 jam.

295:37

Ini menurutku dinaikin nih harganya nih.

295:39

Jadi minimal 897 lah. Terus ini ee BT

295:44

teman-teman aku sekalian ke ngomong

295:45

pricing ya karena ini akan e berhubung

295:47

sama Oxi punya. Jadi aku lanjut sedikit

295:49

Oxi ya. Habis ini kita

295:51

eh balik lagi ke kamu karena kebetulan e

295:53

getting the right pricing is our next

295:55

topic. Maksudnya gini, kita tuh sering

295:57

bingung nentuin harga. Bahkan barusan

295:59

mungkin Oxi juga bingung harganya oke

296:01

berapa ya? Sampai tadi gua bilang 800

296:03

tuh sampai kok 800. Teman-teman,

296:06

ada yang punya guest enggak kira-kira

296:09

ee harga yang bagus nominalnya untuk

296:12

kita jualan coreover kita itu tuh berapa

296:14

sih? Ada yang punya enggak? Eh, guess

296:17

just guess gitu. Harganya berapa nih

296:19

yang bagus di chat ya coba ya.

296:28

497 500 plus plus apa tergantung skill

296:33

kita lif ya good observation menurut aku

296:35

jangan dibahas 100.000 Kata Will 349 499

296:39

R 1 juta. Wah gila Mas Budi udah next

296:41

level ya. 298 299 5007.

296:46

Actually guys you guys are not wrong.

296:48

This is the best range based on my

296:50

experience selama 2 tahun ini. Ketika

296:52

aku udah ngetesting 20 lebih off ini

296:54

harga yang paling lukratif.

296:57

Betul Faris. Betul banget. Jadi gini

297:00

bisa ranging dari 47 sampai 397. Kalau

297:03

misalnya kita dari 47 sampai 97 itu tuh

297:06

kita mainnya di trip wire ya. Tapi kalau

297:09

udah sampai 197 sampai 397 itu tuh ada

297:11

corover lumayan. Nah maksudnya apa? Ini

297:14

kelipatan. Jadi harganya bisa gini

297:17

teman-teman 97, 197 atau 297 atau 397.

297:23

Nah mungkin teman-teman bingung kok ada

297:26

ee 9797-nya. Ini kan sebenarnya kan

297:28

Rp50.000 sama R00.000 gitu kan. Tapi

297:31

kenapa 9797 gitu teman-teman? Karena

297:33

yang namanya manusia ini kan psychology

297:36

of anchoring ya. Jadi kita akan ngelihat

297:38

lebih sedikitnya. Kalau misalnya kita

297:40

ngomongin 400 sama 397, otak kita tuh

297:43

bakal mikir ini 300.000 kok bukan

297:45

R00.000 gitu loh. Sesimpel begitu aja.

297:47

Nah, ada juga alasan kenapa kita tuh

297:49

belakangnya 7 atau 9

297:52

teman-teman. Aku udah ngetes banyak

297:53

harga. Rp50.000 aku udah sempat tes.

297:55

R5.000 aku udah sempat tes. 47.000 aku

297:58

udah sempat tes. 49.000 aku sempat tes.

298:00

298 bla bla aku sempat tes semua.

298:03

Ini udah berdasarkan riset juga. Yang

298:04

bikin riset tuh Click Funels punya

298:06

founder Russell Branson itu orang udah

298:07

dewa banget. Jadi enggak usah diraguin

298:09

lagi. Dia bilang gini, "Kalau misalnya

298:10

lu mau overall laku eh psikologi pricing

298:13

yang paling optimal itu tuh kita tuh

298:15

ngplace

298:16

ending dari harga over kita itu tuh 7

298:18

atau enggak 9. Contohnya gimana? Kalau

298:21

misalnya kita mau bikin ee R90.000-an ya

298:25

97 jadi R97.000 atau enggak R99.000

298:28

jangan R98.000 R. Kalau mau R0.000-an

298:33

197 atau enggak 199 itu lebih efektif

298:36

begitu.

298:43

Oke, jadi di video kali ini aku mau

298:45

share nih terkait struktur dari sebuah

298:47

landing page. Jadi apa aja yang harus

298:49

kita include ya ketika kita membuat

298:52

sebuah landing page gitu kan. Nah, jadi

298:54

ini ada beberapa hal, ada beberapa aspek

298:56

yang harus kita masukin. Jadi, kamu mau

298:58

pakai layanan apapun itu yang kamu ee

299:01

rasa suk gitu ya sama kebutuhan kamu

299:02

bebas. Mau pakai WordPress kayak, mau

299:04

pakai ini, mau pakai itu, mau pakai

299:05

Google Docs, mau pakai Notion, bebas

299:07

kamu pakai apapun. Yang penting

299:08

elemen-elemen ini harus kita masukin ke

299:10

dalam landing page. Nah, ini aku ambil

299:12

contoh dari landing page aku yang soal

299:15

webinar content creating. Nah, ini akan

299:17

kita jadiin contoh ya untuk

299:18

pembahasannya gitu. Nah, ini akan kita

299:20

jadiin contoh. Nah, jadi kita akan

299:22

ngebahas soal hook dulu. Pertama,

299:24

seperti sebuah konten landing page itu

299:25

harus punya hook. Jadi, apa nih yang ada

299:28

di paling atas? Nah, jadi ini hook-nya

299:30

nih. Tuh, ketika aku menemukan metode

299:32

ini, aku berhasil memecahkan kunci

299:34

menghasilkan Rp juta hanya dalam 2

299:36

minggu. Bakal orang mikir enggak kayak

299:38

gimana caranya gitu kan. Nah, itulah

299:40

efek yang kita inginkan ketika orang

299:41

membaca hook. Kita harus dam gitu. Nah,

299:44

dam-nya bisa dua tipe kayak dam gua

299:47

butuh nih gitu kan. Jadi orang ketika

299:49

ngelihat gini, "Dam, gua butuh nih, mau

299:51

banget menghasilkan Rp juta hanya dalam

299:53

2 minggu." Nah, itu efek yang harus kita

299:56

incer gitu kan. Nah, atau enggak yang

299:57

kedua, dam gua juga mau nih kayak gitu

299:59

gitu kan. Nah, atau enggak kayak orang

300:02

kat ngelihat ini, "Dem, gua juga mau nih

300:04

kayak punya Rp50 juta hanya dalam 2

300:06

minggu." Nah, kalau misalnya kita bisa

300:09

mendapatkan emosi itu, membuat audiens

300:11

kita berpikir emosi seperti itu dan

300:13

mendapatkan dan merasakan emosi seperti

300:15

itu ketika melihat hook ini, itu berarti

300:16

kita sukses. Jadi, apapun itu yang kita

300:19

tulis efeknya sama kayak bikin konten.

300:21

Harus bikin mereka kayak what the heck

300:22

gitu kan. Nah, itu yang kita mau dari

300:24

hook kita di landing page kita. Nah,

300:26

setelah hook kita bisa kasih storyting

300:28

intro.

300:30

Nah, storyting intro tuh maksudnya

300:32

gimana? Nah, ini yang aku terapin di

300:33

sini. Jadi di sini aku enggak langsung

300:35

oke ini yang kamu dapat, kamu dapat

300:37

enggak tapi bercerita dulu. Kenapa

300:39

karena manusia seperti kita belajar di

300:41

branding supercharge ya,

300:43

manusia itu tuh adalah makhluk emosional

300:47

di mana otak kita itu tuh berpikir lebih

300:50

dominan secara emosi daripada logis.

300:52

Nah, jadi di sini kalau kita ceritain

300:54

cerita kita, kita akan bisa menyentuh

300:55

sisi aspek emosi dari manusia. Jadi, ini

300:59

cerita dan ini kasih before after-nya

301:01

nih. Eh, ini kasih result-nya. Oh, bisa

301:04

menghasilkan segini loh, gitu kan. Nah,

301:06

itu adalah storyting-nya. Nah, jadi di

301:08

sini kita mengintroduksi diri kita,

301:10

memperkenalkan diri kita lewat

301:12

storyting. Nah, lalu setelah itu kita

301:14

masukin empathy points. Jadi, empathy

301:15

points ini adalah ibaratnya kita tuh

301:18

berempati dengan audience kita. Oh, kamu

301:20

pernah merasa kayak begini, aku juga

301:21

pernah loh. Nah, jadi supaya mereka tuh

301:23

ngerti kalau misalnya kita tuh tahu apa

301:25

yang mereka merasa dan kita tuh pernah

301:27

dalam fase itu. Tapi sekarang kita udah

301:29

keluar. Caranya gimana, caranya gini.

301:31

Nah, itu yang kita kasih lihat di

301:32

empathy points di sini nih. Nah, coba

301:35

cek apakah kamu pernah merasakan hal-hal

301:37

di bawah ini? Udah ngonten tiap hari

301:38

tapi enggak ada views, brand, enggak ada

301:39

yang ngajakin buat kolaborasi bla bla

301:41

bla. Ini adalah hal-hal yang mereka

301:42

rasain dan kita bilang ke mereka, "Kita

301:44

juga kok ngerasain kayak gini, tapi kamu

301:46

bisa loh berhenti merasa seperti ini."

301:49

Nah, ini adalah empathy points di mana

301:50

kita berempati dengan audience kita,

301:52

dengan calon customer kita. Lalu setelah

301:54

itu kita elaborasi nih benefitnya

301:56

gimana. Nah, benefitnya itu adalah yang

301:59

di bawah ini

302:01

tuh. Inilah yang akan kamu dapatkan.

302:04

Nah, tuh. Tuh, inilah yang akan mereka

302:07

dapatkan. Ini total-total ini offnya

302:09

kan. Nah, jadi ini benefitnya apa aja,

302:11

offer-nya apa, bonusnya apa, kita share

302:13

semua di sini gitu ya. Nah, lalu setelah

302:17

itu baru penting nih social proof.

302:18

Jangan lupa testimoni. Makanya di atas

302:20

sudah ada testimoni. Ini banyak banget

302:22

yang ikut. Terus ini testimoni dalam

302:24

bentuk video ya.

302:26

Halo. Kenal. Tuh, jadi ini emang

302:27

benar-benar orang bisa nonton videonya

302:29

terkait pendapat orang-orang terhadap

302:30

kelas ini. Nah, kurang lebih seperti

302:32

itu. Enggak cuman itu, tapi sebenarnya

302:34

ini juga menjadi social proof. Karena

302:37

social proof tuh enggak cuman hanya

302:38

testimoni, tapi perjalanan kita before

302:40

and after kita. Dari yang tadi followers

302:42

aku hanya segini gitu ya, sekarang udah

302:44

segini gitu kan. Sekarang udah segini

302:47

tuh terus naik insights-nya kita kasih

302:49

lihat ini social proof membuktikan bahwa

302:51

apa yang kita ngomong itu benar. Nah,

302:53

itu social proof penting banget. Ini

302:54

yang paling penting nih, social proof.

302:56

di sini. Lalu bonus. Kalau misalnya ada

302:58

bonus kita kasih bonus gitu ya.

303:01

Contohnya kayak ini di sini. Oh ini loh

303:03

bonusnya kamu dapetin. Enggak cuman live

303:05

webinar kamu enggak cuman kamu akan

303:07

belajar materi-materi ini. Tapi kok kamu

303:09

juga akan dapat sesi Q&A. Kamu akan

303:11

dapat sesi review akun, sesi bla bla bla

303:12

bla bla bla gitu. Nah, ini semua kita

303:14

jabarin. Ini bonusnya. Lalu ini kalau

303:16

misalnya kamu mau ini enggak ada di sini

303:18

ya. Tapi kamu bisa kasih guarantey juga.

303:22

Misalnya kalau aku di yang dulu di sini

303:25

kayaknya ada nih gurenty-nya.

303:31

Oke, tidak ada. Nah, tapi biasanya kalau

303:33

misalnya kamu lihat landing page orang

303:34

lain biasanya tuh mereka ada guarantee

303:36

di mana mereka bilang, "Oke, money back

303:38

guarantee gitu kan. Jadi ada

303:39

garansi-garansi yang kamu bisa kasih."

303:41

Ini opsional. Aku sih kurang suka ya

303:43

kalau bikin garansi gitu karena

303:44

maksudnya kalau emang orang mau belajar

303:46

apalagi kalau digital product mereka

303:48

bisa mengeksploitasinya. Jadi mereka

303:49

bisa ee menggunakan itu untuk benefit

303:51

mereka bisa niat jahat lah ibaratnya.

303:53

Jadi mereka cuman beli terus minta

303:55

refund padahal ya mereka tetap bisa

303:57

akses. Nah itu kan kurang enak ya. Nah

303:58

jadi sebenarnya kalau untuk digital

304:00

produk aku pribadi sekarang udah enggak

304:01

pakai garansi gitu. Nah jadi ini

304:03

sebenarnya tapi kalau misalnya kamu mau

304:04

pakai bisa jadi kita bisa bilang oh

304:06

kalau kamu enggak suka produk ini kita

304:08

bisa kasih money back guaranti kok.

304:09

Kalau misalnya kamu ah coba masih enggak

304:10

bekerja kita bisa ganti rugi. Kita bisa

304:12

kembalikan uangnya. Nah jadi kurang

304:14

lebih garansi atau guarantey tuh seperti

304:16

itu efeknya. Nah, lalu ini juga jangan

304:18

lupa direct CTA. Nah, penting nih. Jadi

304:21

ini harus ada daftar sekarang tanya via

304:23

WhatsApp kalau misal belum ini. Jadi di

304:25

antara semua ini, ini kan ada tombol.

304:28

Nah, ini tombol tuh harus ke sini nih.

304:30

Harus ngarahin kita ke CTA ini. Tuh kan

304:32

ada banyak tombol kan. Kalau misalnya di

304:33

landing page atau enggak di paling atas

304:34

ini daftar sekarang set harus ngarahin

304:37

kita ke sini. Ngarahin kita tinggal kita

304:39

scroll dikit lagi. Oh, daftar sekarang

304:41

ya. Nah, ini yang kita mau mereka klik

304:42

kan. Jadi mereka harus klik ini. Nah,

304:44

jadi semua copywriting kita di atas ini

304:47

itu tuh harus membuat mereka pengin

304:49

scroll, pengin scroll, pengin scroll,

304:50

pengin scroll sampai akhirnya mereka

304:52

take action. Take action-nya gimana?

304:53

Dengan membeli produk kita. Membelinya

304:56

gimana dengan CTA ini. Daftar sekarang

304:58

klik orang nanti beli. Oke, bandling.

305:01

Nah, gitu. Nah, jadi kurang lebih

305:03

seperti itu. Harus ada direct CTA-nya

305:05

dan juga ada bisa kita kasih frequently

305:07

asked questions. Jadi kalau misalnya kan

305:08

kita malas ya kalau misalnya ngeladenin

305:10

orang misalnya ratusan atau ribuan orang

305:12

yang mau beli produk kita tapi nanyanya

305:14

sama mulu. Nah, jadi kita bisa kasih

305:15

lihat di bawah kalau misalnya ada FAQ.

305:18

Nah, misalnya contohnya kayak gini. FQ

305:20

tuh kayak gini tuh. Jadi kayak gini. Apa

305:23

yang membedakan program ini dengan

305:25

program lainnya? Kelas ini akan diadakan

305:26

offline atau online? Nah, jadi kalau

305:27

misalnya kamu ingin membuat FQ seperti

305:29

ini juga boleh banget untuk membantu

305:33

menyelaraskan ekspektasi dan persepsi

305:35

customer kita dengan realitanya seperti

305:37

apa nih kelas kita atau produk kita.

305:39

Nah, bisa seperti itu juga supaya

305:41

gampang kalau mereka punya pertanyaan

305:42

dan pertanyaan ini cukup banyak ditanya

305:44

dan kita bisa kasih lihat aja supaya

305:45

mereka enggak nanya ke kita lagi tapi

305:47

mereka udah punya jawabannya. Nah, jadi

305:49

kurang lebih untuk landing page

305:50

strukturnya seperti itu. Jadi pakai

305:52

layanan apapun aman banget. WordPress

305:55

kayak Google Docs, Tribelio, Notion,

305:57

apapun semua bebas asal yang penting

305:58

strukturnya nih kita bisa ikutin. Nah,

306:00

jadi kurang lebih seperti itu. Nah,

306:02

ketika kamu membuat landing page, kamu

306:03

bisa melihat nih top creator kamu siapa.

306:05

Jadi, kamu bisa dapat inspirasi dari

306:07

landing page mereka. Oh, mereka

306:08

strukturnya ini dulu ya, baru ini dulu

306:10

ya, baru ini dulu ya. Nah, gitu. Nah,

306:12

jadi ini tuh enggak berurutan ya. Enggak

306:14

berurutan. Terserah kamu mau pakainya

306:15

kapan, kapan, kapan dulu, yang mana

306:17

dulu, yang mana dulu. Tapi yang penting

306:18

ini semua kalau bisa ada gitu ya. Nah,

306:20

jadi kurang lebih seperti itu untuk

306:22

struktur landing page. Jadi bisa make

306:24

sure buat ambil-ambil inspirasi dari top

306:27

creators yang kamu punya juga di nich

306:28

kamu supaya bisa mendapatkan

306:31

kira-kira bergambaran oh yang converting

306:33

tuh landing page tuh yang kayak gini.

306:34

Nah, jadi kurang lebih seperti itu untuk

306:36

struktur landing page. Semoga membantu

306:37

dan have a great time creating your

306:39

landing page.

306:45

Kita ngomongin hari ini landing page

306:47

copywriting masterclass. Eh, ini

306:50

kelihatan depannya bagus. Percayalah

306:52

desain yang bagus ini hanya bertahan

306:53

sekitar tiga halaman.

306:55

Misalnya sudah terlalu lelah untuk

306:57

melakukan desain. Yang penting materinya

306:59

tersampaikan dan bisa membantuah.

307:02

Oke, pertama kenapa harus ada landing

307:04

page? E

307:08

landing page itu secara

307:10

umum itu gunanya cuman tiga,

307:14

itu yaitu untuk bikin audiens kita

307:16

relate kalau apa yang kita jual itu

307:18

sesuai sama mereka. Yang kedua, bikin

307:21

mereka percaya kalau kita bisa

307:23

menyelesaikan problem mereka. Dan yang

307:26

ketiga ujungnya adalah bikin mereka

307:27

beli. Enggak gak ada tujuan aneh-aneh

307:30

lainah.

307:31

Karena kan landing page itu kalau

307:33

dibilang seolah-olah adalah seolah-olah

307:35

kayak sales person kita, yaitu bikin

307:38

problemnya, nyesuain produk kita sama

307:40

problem dia, bantu dia percaya kalau

307:43

kita bisa selesaiin dan bikin mereka

307:45

beli. Nah, sebenarnya apa sih landing

307:49

yang ini kayak tadi apa sih landing

307:51

page? Landing page itu bukan cuman

307:54

sekedar halaman, tapi eh perjalanan

307:56

orang masuk dari pintu kita. Karena

307:58

orang datang ke landing page itu

308:00

bukannya yang belum tahu sama sekali

308:02

biasanya, tapi yang udah tahu kita, udah

308:05

tahu tokonya. kita masuk ke satu toko

308:07

misalnya IKEA

308:37

kredibility

308:38

how the product works sneak peck

308:42

masuk ke

308:44

journi perjalanan kita landing page-nya

308:46

gimana harus nentuin ini dulu eh ini si

308:50

sebutan aja sih biar gampang ingat

308:52

diamond persona namanya fs challenge

308:54

dream valu ini juga pasti udah pernah

308:56

harusnya udah pernah bikin di audience

308:59

persona ya nah pada saat bikin landing

309:01

page coba e dilist lagi betul-betul

309:04

karena gini karena seperti yang kita

309:06

tahu pas kita awal bikin konten kita

309:08

sudah nentuin challenge, fear, dreams,

309:10

value apa. Tapi begitu seperjalanan kita

309:12

bikin konten, seaudience kita grow, kita

309:14

makin ngelihat lagi nih sebenarnya

309:16

problem yang bisa kita solve itu apa.

309:19

Kayak dulu aku pertama kali bikin

309:20

konten, pengin bantuin orang bisa nulis

309:22

konten, bisa viral, bisa dapat duit dari

309:25

menulis. Tapi ternyata lebih banyak

309:27

orang pengin belajar jadi copywriter

309:29

untuk hasilin duit. Nah, ujungnya itulah

309:31

yang bikin jadi produk. Ada fear-nya

309:33

dari situ, dreamnya dari situ, challenge

309:35

value-nya juga dari situ. Sebelum bikin

309:38

landing page, coba dilist dulu di satu

309:40

halaman kayak di satu word atau apa.

309:42

Karena ini bakal bikin kita pas bikin

309:44

landing page tuh jadi gampang dan cepat

309:46

banget. Ini kuncinya di sini. Nah,

309:49

makanya dari situ kita masuk pertama ke

309:51

main poster atau main offer. Contohnya

309:53

adalah ini kalau di OWB dan juga di HHF.

309:56

Aku aku mengambil contoh dua aja yang ee

309:59

dua-duanya aku tulis ya. Ini yang satu

310:02

adalah eh berdasarkan dream sama

310:04

challenge. Yang satu berdasarkan dream

310:06

and dream lagi. Yang ini dream paling

310:09

atasnya ini kerja 4 jam sehari sampai 12

310:11

jam bebas itu dream. Bisa naikin income

310:13

dua kali lipat dan ngejar passion itu

310:15

juga dream.

310:17

Nah, ee dari mana kita bisa tahu titik

310:21

pertama ini kita mulainya dari mana?

310:23

Adalah kita lihat dari diamond yang tadi

310:25

mana yang paling kuat, mana yang paling

310:27

bisa menarik audiens kita. Karena ee RAM

310:31

itu kan sebetulnya udah pernah ada

310:33

produk FZB ya untuk bikin focus

310:35

management itu bisa kerja selesai

310:39

kerjaan 24 jam hanya dalam 3 jam. Nah,

310:42

itu kalau itu kan berdasarkan dari

310:44

challenge dia dan dari dreamnya. Tapi

310:47

kalau yang ini karena kita ngambil untuk

310:49

next stepnya lagi orang udah bisa fokus

310:51

bisa apa segala macam penginnya apa

310:54

selanjutnya penginnya bisa naikin income

310:56

dreamnya ini yang harus kita kejar gitu.

310:59

Nah, kenapa ini harus pada paling atas?

311:02

Karena ini adalah yang betul-betul harus

311:03

menarik mereka. Makanya kenapa tadi eh

311:06

di awal harus dilist dulu diamond

311:08

personanya ini eh fear dream challenge

311:10

value-nya karena jadi kita bisa lihat oh

311:12

yang mana nih yang sebetulnya paling

311:13

penting untuk kita taruh di paling atas.

311:16

Nah, dari situ kita masuk ke audiens

311:18

persona. Ini contohnya ee apa lo ini

311:21

hobi menulis? Orang yang hobi menulis

311:23

pengin jadi copywritter, pengin kerja

311:25

full time tapi pengin menghasilkan juga

311:27

dari side hassle.

311:29

ee pengin juga eh pengin hidup sebagai

311:31

penulis terus ini udah capek kerja

311:34

income gitu-gitu aja susah dan makan

311:36

waktu ini. Ini adalah mungkin [tertawa]

311:39

terdengar mirip sama painp karena

311:43

dasarnya tetap sama yaitu tadi fear.

311:46

Tapi di sini kita pengemasannya adalah

311:49

kita bentuk dari persona seseorang.

311:51

Bukannya bukannya kata kerja, tapi ee

311:55

ada orangnya di situ. Nah, goalnya apa?

311:58

Kalau misalnya ini goalnya cuman dua,

312:00

bikin orang merasa terpanggil dan merasa

312:02

terwakili. Sama apanya? Sama masalahnya

312:05

dia, sama fear-nya dia. Karena kayak

312:08

tadi lagi kan dibilang untuk landing

312:10

page ini tujuannya adalah bikin orang

312:12

relate terus bikin mereka trust. Kalau

312:14

kita bisa solve

312:16

problemnya mereka

312:18

gitu. Nah, setelah di sini ada ee kita

312:23

udah bikin mereka tahu kalau mereka tuh

312:25

adalah audiens kita dan kalau mereka

312:28

yakin kalau misalnya problem mereka ada

312:30

di sini, di sini ada breaking point

312:31

pertama. Makanya kalau dilihat di HHF di

312:34

sini langsung ada nih em apa? instant

312:38

payment button ada daftar sekarang

312:40

karena main-nya udah kita kasih,

312:43

personanya udah kita kasih. Mereka tuh

312:45

udah bisa ngrelate kalau yang udah

312:46

percaya banget sama sama Rama eh mereka

312:50

bakal langsung check out bakal langsung

312:52

daftar sekarang. Makanya di sini kita

312:54

langsung kasih solusinya. Solusinya

312:56

adalah produk kita HF

312:59

gitu. Nah, kalau misalnya belum juga

313:01

kita kasih selanjutnya lagi painpin poin

313:04

bernya

313:25

ini.

313:26

Nah, makanya si painpin ini lahir dari

313:29

pain tambah personanya orang. Ini

313:31

sebenarnya sor bukan pain doang sih, ini

313:34

pain itu eh apa namanya? Dream fear

313:37

challenge lagi. Kembali ke yang tadi

313:39

lagi tiga ditambah personanya gitu. Maka

313:42

ini sih karena audiensnya by udah

313:44

terlalu luas ya, jadi enggak ada yang

313:46

cukup spesifik. Tapi kalau misalnya

313:49

audiensnya ada yang mau spesifik

313:51

misalnya pekerja atau enggak freelancer

313:54

itu bisa ditulis banget di sini.

313:56

gitu. Karena goal di sini, goal di sini

313:58

apalagi sama kayak tadi, merasa

314:01

terpanggil, merasa terwakili untuk ke

314:04

masalahnya dia gitu. Nah, ee kembali

314:09

lagi ya, ini urutannya tuh sebetulnya

314:11

enggak terlalu harus saklek begini, tapi

314:14

ini ee contoh aja ada beberapa pelajaran

314:17

yang aku ambil dan aku compile jadinya

314:19

tuh begini. Nah, selanjutnya kenapa

314:22

harus ada testimonial adalah karena tadi

314:24

lagi kita sudah bikin trilate nih yang

314:26

belum adalah mereka belum trust kalau

314:28

kita bisa solve problem mereka. Makanya

314:31

di testimonial ya dasar.

314:34

Nah, di testimonial tujuan ee di di sini

314:38

tujuan kita itu bukan untuk show off,

314:40

bukan untuk show off kalau ini udah

314:42

banyak yang beli produk kita nih udah

314:44

udah ada ini, udah ada ini, udah ada

314:46

ini. Sebetulnya bukan itu tujuan

314:48

utamanya, tapi tujuan utamanya adalah

314:50

untuk menghancurkan objection dia akan

314:53

produk yang mau dia beli.

314:56

Nah, contohnya ini. Kalau misalnya di

314:59

produk aku masalahnya adalah apakah

315:02

produk ini betul-betul bisa bikin orang

315:05

itu menghasilkan uang? Apakah produk ini

315:08

bisa meningkatkan skill mereka? Makanya

315:10

di sini iya pas banget. Makanya di sini

315:13

yang aku taruh di atas adalah kalau

315:15

ilmunya diterapin balik modalnya bakal

315:17

cepat. Jadi objection mereka kalau ih

315:19

duit gua bakal balik enggak ya? Di sini

315:21

langsung kejawab. Nah, itu beda lagi

315:23

produk-produk yang lain. Nah, kalau

315:25

produknya Rama yang HHF di sini eh

315:28

objection-nya adalah karena dreamnya tuh

315:31

kita mainin dream and dreamdream yang

315:32

gede banget kan. Apakah cara ini akan

315:36

masuk akal? Nah, makanya di sini

315:38

dimasukin di sini lebih bagus adalah

315:40

bisa dimasukin gini sih kalau cuman satu

315:42

ya objectionnya dan dibikin kita kasih e

315:45

breaking objectionnya apa? Ada orang

315:47

yang sudah menghasilkan ini nih pakai

315:50

metode yang diajarin.

315:52

Contoh lagi eh Fata karena banyak

315:55

audienceku adalah orang yang betul-betul

315:58

enggak bisa nulis. Ah banyak ke DM tuh

316:00

Bang kalau misalnya gua belum pernah

316:02

nulis kalau dari nol bisa enggak ya join

316:05

course-nya? Itu enggak sedikit yang

316:06

nanya. Makanya ini aku masukin di sini

316:08

mudah dimengerti untuk pemula. Jadinya

316:12

orang begitu ngelihat, "Oh, ini bisa

316:14

dimengerti walaupun ini nanti harus

316:16

dimainin lagi di founder eh ini

316:18

pekerjaan orangnya apa, festil

316:21

tambahannya apa, itu bisa dimainin lagi.

316:23

Tapi tujuan utamanya itu. Nah, untuk

316:26

yang HHF yang sebelah kanan ini eh

316:28

productivity course for everyone." Dan

316:30

di sini dia dokter. Jadi kayaknya dokter

316:33

tuh

316:35

mungkin ada hubungannya, tapi bukan

316:38

seseorang yang bakal terpikirkan kalau

316:40

ini orang yang butuh tanda kutip

316:41

produktivitas. Tapi ini dokter pun

316:44

mengasih testi seperti ini. Jadinya kita

316:46

bisa bangun bangun terust yang lebih

316:48

lagi gitu.

316:50

Nah, selanjutnya adalah kayak tadi eh

316:53

karena relate tujuannya relate dan juga

316:56

tujuannya trust, dream identity itu

316:57

gabungan dari keduanya, yaitu bikin

317:00

mereka relate sama dream mereka dan juga

317:03

trust sama kita. Nah, ini contohnya yang

317:05

diaku adalah jadi penulis online,

317:07

menghasilkan uang, bisa dibikin konten

317:09

viral. yang dirama ini tahu prioritas

317:11

hidup, kerja 4 jam sehari, belajar

317:13

menguasai skill dan sampai naik income.

317:17

Nah, ini tujuannya kayak relate dan

317:19

merasa kalau dia terwakili. Terwakilinya

317:23

dan merasa terpanggilnya apa? Bukan

317:25

masalahnya lagi di sini, tapi sori

317:28

terwakili dan terpanggil soal mimpinya

317:31

dia. Kalau misalnya dia tuh memang ada

317:33

di sini dan kita tuh kita ngasih tahu

317:36

kita bisa loh wujudin mimpi lu. Nah,

317:40

baru selanjutnya kita mulai bangun

317:42

trustnya nih dengan salah pertamanya

317:44

adalah credibility dan introduction.

317:47

Karena kenapa ini ee ini contohnya dulu

317:50

ya. Ini contoh di aku adalah ya gini

317:53

konten set of content productivity itu

317:56

aku tulis soalnya masih kredibilitas

317:58

rama masih tinggi banget kan jadi itu

317:59

bisa dicuri kalau misalnya kita punya

318:02

kerja di tempat apa atau pernah punya

318:04

klien apa itu bisa ditulis banget

318:06

semuanya.

318:07

Nah the goal-nya sama kayak tadi lagi.

318:10

Eh bukan sama kayak tadi goalnya adalah

318:12

karena orang itu membeli barang itu dari

318:15

orang. Orang lebih percaya sama orang.

318:17

Karena tujuan dari credibility ini

318:19

adalah bikin dia percaya kalau kita bisa

318:22

solve problem mereka. Makanya di sini ee

318:25

kita kasih kalau bisa kasih foto. Kalau

318:27

memang ya ada foto harus kasih foto sih

318:30

kalau mau bagus sih.

318:33

Nih trustnya people buy from people that

318:35

they trust. Karena makanya di sini kita

318:37

bangun mulai kita bangun kalau misalnya

318:40

tuh em kita tuh bisa dipercaya sama

318:42

mereka gitu. Nah, di sini karena kita

318:46

udah mulai kayak tadi udah kita bangun

318:47

trust, kita udah kasih tahu

318:49

relatability-nya, kita udah kasih tahu

318:50

problemnya, kita udah kasih tahu

318:52

solution-nya, kita bisa kasih breaking

318:54

point lagi. Breaking point-nya ya sama

318:56

kayak tadi, biar mereka bisa beli di

318:58

sini. Main over-nya udah ada, personanya

319:01

udah kita ambil, udah relate, problemnya

319:04

udah kita tahu solvingnya bagaimana,

319:06

trustnya udah mulai kita bangun. Dari

319:09

situ kita bisa kalau misalnya orang

319:10

sudah mulai percaya ya mereka langsung

319:12

beli, gitu. Nah, kalau masih belum

319:15

percaya

319:17

tambah lagi ee kita sudah bikin relate,

319:19

relate, relate, kita lanjutin lagi.

319:22

Orang enggak beli karena enggak percaya.

319:24

Itu kan karena aku selalu bilang ee

319:28

berlian dijual sama tukang siomai,

319:31

enggak ada yang beli tuh berlian

319:32

walaupun harganya 1.000 dan murah

319:34

walaupun itu berlian asli gitu. Tapi

319:37

sioma ini dijual sama tukangnya siomai

319:39

ya dibeli karena orang percaya sama dia.

319:40

Masalahnya tuh di trust, bukan masalah

319:42

di produknya doang gitu. Produk bagus

319:46

tapi orang enggak percaya sama yang jual

319:47

sama aja

319:50

gitu. Nah, ini contohnya ya yang ee apa

319:54

gimana cara kita sebagai produk maker

319:57

ini bantu audiens kita. Kalau di aku ya

320:00

dikasihnya gini, apa aja yang mereka

320:02

dapat, format belajar seperti apa. Ini

320:06

ee bikin mereka jadi jadi bisa goalnya

320:10

itu adalah making sense. Jadi mereka tuh

320:14

masuk akal ini bisa tercapai karena ini,

320:17

ini bisa tercapai karena ini. Dream

320:19

mereka tuh tercapai karena apa yang kita

320:20

kasih overnya.

320:23

Dan gol ada gol kedua sebenarnya dari

320:26

ini, tapi gol keduanya harus kita bahas

320:28

dulu sebelumnya adalah sneak pick dari

320:30

ee produk kita. Snik itu contohnya

320:33

seperti ini. Kalau di kita bisa kasih

320:37

betul-betul list apa aja yang mereka

320:39

pelajarin semuanya. Kita bisa kasih

320:42

video contoh pembelajaran. kita bisa

320:44

kasih contoh cheatsetnya, contoh

320:46

worksheet, apapun itu yang enggak enggak

320:49

terlalu reveal tapi masih bikin

320:52

penasaran. Kayak ini kan kenapa aku

320:54

kasih judul-judulnya di sini?

320:57

Karena judul-judul ini adalah hal-hal

320:59

yang sering ditanyain sama audiens.

321:00

Kembali lagi karena basisnya adalah

321:02

audience, kita kembali lagi ke audiens.

321:04

Mereka pengin belajar copywriting,

321:05

gimana caranya? Diajarin oh enggak,

321:07

Bang? Ee kalau AI masalahnya gimana?

321:10

Terus gimana cara mulai freelance?

321:12

Karena menurutku judul-judul dari setiap

321:14

bab ini sudah menjawab, jadi aku

321:16

masukinnya ini. Sedangkan kalau dirama

321:19

kalau dimasukin judul semuanya HHF itu

321:22

bakal kepanjangan banget. Tapi garis

321:25

besarnya adalah dua gitu. Garis besar

321:28

inilah yang membuat ee mereka bisa

321:30

mencapai gol mereka.

321:33

Nah, seperti tadi ini sama making sense

321:36

of the offer. Nah, tapi eh kayak yang

321:39

tadi aku bilang kedua hal ini sneak pick

321:41

dan juga e how the product works itu tuh

321:45

ada dua goal sendiri.

321:47

Goal keduanya adalah untuk menjawab

321:49

orang kayak gini, jangan beli kucing

321:51

dalam karung. Jadinya mereka bisa tahu

321:54

dulu apa yang mereka beli sebetulnya.

321:56

Apakah ini beli? Apakah ini beli buku,

322:00

isinya seberapa banyak, apa aja yang

322:02

akan dipelajarin sebelum mereka beli,

322:04

mereka jadi sudah tahu dulu. Dan itu eh

322:07

untuk beberapa orang itu tuh breaking

322:09

the objection juga ujungnya.

322:12

Nah, selanjutnya adalah overstacking.

322:15

Mungkin ini juga pasti pernah lihat deh

322:17

overstacking isinya berapa juta-berapa

322:19

juta. Walaupun juta-jutanya ini juga

322:21

kita buat-buat sendiri sebetulnya,

322:23

tapi kita kita yang sudah pernah bikin

322:27

ee berpikir ini ya ini dibuat-buat

322:30

karena kita ngerti.

322:32

Tapi most people enggak ngerti soal ini.

322:34

Jadi kita buat begini dengan angka yang

322:37

tanda kutip masih masuk akal ini membuat

322:40

mereka jadi sama lagi making sense. Tapi

322:43

di sini bukan making sense kalau

322:45

misalnya produk kita bisa mencapai dari

322:47

mereka tapi making sense dengan harga

322:49

yang akan kita kasih. Sebetulnya e bayar

322:52

segini tuh dapat apa aja dengan harga

322:55

yang mahal ini R10 juta, Rp1.500 500 ada

322:58

yang R juta. Nah, makanya selanjutnya

323:01

kita bedain sama pricing di bawahnya tuj

323:04

ee karena karena kembali lagi kalau

323:06

pricing itu kan harga yang mereka bayar.

323:09

Kalau misalnya overstacking adalah harga

323:12

yang mereka dapatkan. Tujuannya adalah

323:14

di sini sama making sense tapi making

323:17

sense of the price. Dan second goalnya

323:19

adalah namanya value perception. K eh

323:23

pasti pernah deh maksudnya kalau

323:24

misalnya ke UNIClo atau ke tempat-tempat

323:26

lain tulisannya diskon 50% tapi sebelum

323:30

diskon 50% tuh harganya udah dinaikin

323:32

dulu kayak hampir hampir hampir dua kali

323:35

lipat mungkin udah dinaikin dulu 30%

323:38

jadi seolah-olah kita dapat value lebih

323:40

jauh lebih gede. Padahal mah ya udah

323:42

diskon emang harganya segitu aja gitu.

323:45

Itu tujuannya pemisahan pricing yang

323:47

kayak gini tuh

323:49

gitu. Dan terakhir FQ

323:52

break and as question. Ini sebenarnya

323:54

tujuan akhirnya adalah cuma breaking

323:56

small objections dan questions. Jadi

323:58

daripada mereka kalau ada hal-hal kecil

324:01

yang bikin mereka enggak beli, kita

324:02

kasih ini aja biar mereka enggak usah

324:04

nanya kita dulu, enggak usah apa. Jadi,

324:07

jadi customer journey-nya bisa lebih

324:08

cepat.

324:10

Nah,

324:12

karena kembali lagi ee pembuatan landing

324:14

page ini adalah yang tadi aku bilang

324:16

sebuah perjalanan jernih dari customer

324:19

kita. Jadinya kita yang bikin journey

324:22

itu engak enggak usah nyesuainin sama

324:24

template ini. Kalau mau sama enggak

324:25

masalah, kalau mau beda ya itu lebih

324:29

bagus lagi karena harus disesuaikan per

324:31

audiens. Nah, bagaimana bedainnya adalah

324:34

ee harus tahu kalau semua jernih tadi

324:37

itu tuh terbagi jadi empat esensial.

324:40

Journe ini dari main over, audience

324:42

persona, paint sampai ke FQ itu tuh

324:45

dibagi jadi empat yaitu NIS kita.

324:49

problem yang kita solve, solution yang

324:51

kita kasih, dan transformation yang akan

324:53

mereka dapatkan.

324:56

Keempat ini yang sebetulnya kita kasih

324:58

di semua ini cuman dalam bentuk yang

325:01

berbeda-beda. Jadi, kalau misalnya mau

325:03

di mau kita ubah urutannya ya ubah aja

325:05

urutan berdasarkan ininya.

325:08

main goal-nya ini oh eh problem yang

325:11

kita kasih kurang tambahin problem lagi.

325:13

Solution-nya e kurang testimony. Makanya

325:16

berapa landing page ada yang

325:17

testimoninya dua. Bukan masalah

325:20

testimoninya kebanyakan tapi ya itu yang

325:21

bisa dikasih dua karena credibility

325:23

enggak mungkin kita kasih dua kali. E

325:26

how the product work susah juga kita

325:27

kasih dua kali. Sneak pick kalau kita

325:29

kasih dua kali jadi ngwenin. Tapi

325:31

testimoni kita bisa kasih dua kali

325:33

bahkan tiga kali itu karena kita bangun

325:35

trustnya di situ. Dan terakhir

325:37

transformation dream identity ini juga

325:39

bisa kasih dua kali kalau misalnya

325:41

memang masih kurang.

325:47

So today kita akan ngebahas tentang how

325:49

to conduct a webinar that sells ya. Nah,

325:52

jadi kalau misalnya teman-teman pernah

325:53

ikut webinarku yang

325:56

value creator webinar series ya yang

325:59

cara mendapatkan 5 juta dalam 14 hari

326:01

tanpa affiliate, tanpa live shopping,

326:03

tanpa yang gitu-gitu tanpa endorse ya. I

326:06

think that's a very popular webinar for

326:07

us diow Creater dan teman-teman rasanya

326:10

keracun ikut ini gara-gara itu semua e

326:12

baik dari teman-teman ya. So, I'm gna

326:15

break down that webinar. Why do I

326:18

structure it like that? Supaya

326:20

teman-teman paham betul. mindset ketika

326:22

kita bikin webinar tuh gimana dan

326:24

harapannya adalah teman-teman bisa

326:25

mendapatkan framework ya. Jadi bukan

326:27

cuman contoh webinar tapi framework-nya

326:30

ngerti kenapa bikin webinar tuh begitu

326:32

gitu. Dan for your information webinar

326:34

ini tuh nge-generate itu lebih dari 3

326:36

digit per webinar. Jadi itu ekspektasi

326:39

yang teman-teman bisa harapkan gitu ya.

326:41

Semoga sih kalau enggak nyampai 3 digit

326:43

ya at least double digit lah dapat

326:44

multiple double digit gitu. Nah, karena

326:47

ketika PR Boy praktikin, itates more

326:49

than triple digits every single time.

326:51

Nah, jadi harapannya adalah I'm going to

326:53

pass this knowledge to all of you. So,

326:55

you can also do the same. Al right,

326:57

Teman-teman, kita sebelum ngebahas

327:00

structur-nya, kita akan ngebahas

327:02

misconception-nya dulu. Kenapa sih kita

327:05

tuh bikin webinar? Itu dulu yang gue

327:07

pengin bahas di sini ya, Teman-teman.

327:09

Kita harus tahu dulu goal-nya webinar

327:12

itu apakah untuk give value, yes or no?

327:15

Ini pertanyaan penting dulu. Teman-teman

327:16

harus renungin dan coba jawab deh di

327:18

kolom chat. Goal dari webinar apakah ini

327:20

untuk give value? Yes or no? Nah,

327:24

dari William yes. Dari Dave yes. Menurut

327:26

teman-teman gimana kita bikin webinar

327:28

nih? Apakah untuk give value dari Sy?

327:30

Yes. Teman-teman yang lain Michael yes

327:32

juga. Nah, Susan mau ngomong nih pas

327:34

bisa yes bisa no.

327:36

Oke. Kenapa tuh Su?

327:38

Yesnya memang ada value yang dibagikan

327:40

di depan, tapi noya karena not entirely

327:44

giving value. Kita mau jualan

327:47

my opinion

327:48

ya. Your opinion is my other.

327:51

Luar biasa emang emang benar jawabannya

327:53

depends. J ini udah kelamaan di VC udah

327:55

jadi terlalu terlalu terlalu wah terlalu

327:57

pintar gitu kan di sini ya. Jadi very

328:00

good that's the truth depends. Nah

328:03

pertama-tama dependsnya depends on apa?

328:05

Kita harus ingat ini lagi value leader

328:07

kita dependsana apa. Contoh kalau

328:10

misalnya teman-teman bikin webinar,

328:11

webinarnya ini udah middle and over ya.

328:13

Jadi udah middle over harganya Rp500.000

328:15

ya udah yes berarti full give value aja.

328:18

Kenapa? Karena harganya udah mahal, udah

328:20

duitnya udah banyak dari sana gitu.

328:22

Kalau misalnya ini udah menjadi lebih

328:24

dari coreover, artinya udah bukan lagi

328:27

coreover yang kita promosikan

328:28

terus-menerus dan harganya udah di arah

328:30

yang premium, enggak apa-apa full give

328:32

value. Kenapa? Satu harganya premium.

328:34

Jadi, people do expect a lot from the

328:36

webinar. Jangan sampai webinar 500.000,

328:38

R juta, 2 juta kasihnya cuman cetek

328:42

gitu. Wah, itu orang ngamuk gitu ya.

328:44

Nah, jadi layak untuk kita kasih as much

328:47

rally as we can. Nah, the thing is kalau

328:50

misalnya kita kayak gini yang kita

328:53

lakuin webinarnya misalnya kayak

328:54

Vincent. Vincent kan lagi mau bikin free

328:56

webinar tuh. Lagi mau bikin free webinar

328:58

di sini ya. jatuhnya ke bait atau lead

329:00

magnet berarti gratis nih. Atau misalnya

329:02

teman-teman kalau misalnya gua lihat

329:04

kalau enggak salah Sarah tuh lagi bikin

329:05

webinar juga ya R85.000 ya kan. Nah dia

329:10

mau bikin sekitar 47.000

329:13

5.000 atau R97.000 ini jatuhnya tuh ke

329:16

front and over jatuhnya ke apa namanya

329:18

trip wire ya teman-teman bagi

329:20

Teman-teman yang masih belum paham trip

329:22

wire itu apa, lead magnet itu apa, ada

329:23

di materi yang ada di eult. Jadi silakan

329:27

eh search aja Tripwire lead magnet pasti

329:29

akan ngerti nanti bedanya apa. Nonton

329:31

materiku yang ngebahas value lader aja

329:32

pasti nanti akan ngerti total

329:34

perbedaannya apa. Kalau teman-teman itu

329:36

webinarnya itu gratis

329:38

ya atau trip wire benar yang tadi Su

329:42

bilang jangan cuman give value. Kenapa?

329:46

Supaya kita bisa m-maximize yang namanya

329:48

LTV. Nah LTV itu apa? bukan TV yang kita

329:51

sering nonton, bukan, tapi lifetime

329:52

value. Jadi kita bisa meningkatkan value

329:55

orang tuh di produk-produk kita.

329:58

Contohnya gimana? Dengan yang namanya

330:00

upsell misalnya. Makanya kalau misalnya

330:01

teman-teman ke McD, ke McDonald's, let's

330:05

say mau pesan Big Mac nih, pasti ditanya

330:06

dong, mau paket enggak sama kentang,

330:08

samaan? Mau sama es krim enggak? Yang

330:10

kayak gitu-gitu. Nah, jadi kita bisa

330:12

meningkatkan customer lifetime value

330:14

juga supaya dia beli lebih banyak dan

330:16

datangnya lebih sering. Nah, itu adalah

330:19

konsep dari value leader. Makanya kita

330:21

harus ngerti dulu at the end of the day

330:24

kalau misal ada orang mau belajar

330:25

tentang digital product pasti topik

330:27

pertama yang gua selalu ajarin ke

330:28

orang-orang adalah valer supaya kita

330:31

bisa ng-reverse engineer goal kita and

330:33

goal-nya apa. Itu tuh dari val reader

330:34

tersebut ya. Jadi kalau misalnya

330:36

teman-teman bikin webinar yang harganya

330:38

masih relatif murah atau elite magnet

330:40

atau trip wire, no. It's not for purely

330:43

100% giving value. Harus ada unsur

330:46

jualannya juga gitu di sana supaya apa?

330:49

Supaya bisa convert orang-orang tersebut

330:51

ke coreover teman-teman. Kalau misalnya

330:53

enggak ke coreover teman-teman, ke

330:54

midver teman-teman. Kalau misalnya jago

330:56

bisa nge-convert langsung ke high

330:57

ticket. Nah, itu adalah triknya. webinar

331:00

goal give value itu enggak cuman give

331:03

value tapi juga yang namanya kita sebut

331:05

di sini persuad. Nah, sekarang cara

331:08

persnya gimana? Inilah yang akan kita

331:10

bahas ya dari cuma di awal-awal sini dia

331:14

bisa naik akhirnya ke sini nih. Itu yang

331:16

akan kita bahas di webinar ini. That's

331:17

the goal of today's webinar ya. So, I'm

331:19

gonna call this the 12 webinar

331:21

commandments. Asik sudah ketahu-ket apa

331:23

aja nih commandments kan udah si paling

331:26

sok keren gitu kan kata-katanya

331:27

commandments. Right? So, we're gna talk

331:29

about this today. This is what I want to

331:31

show you guys. Ya. So, we're gna talk

331:33

about social proof. Social proof adalah

331:36

webinar commandment yang pertama. Jadi,

331:37

gini, di webinar ini eh di master class

331:40

ini, I'm gonna walk you through apa yang

331:42

gua pakai. Semua slide webinar gua

331:44

teman-teman akan gua kasih lihat. Jadi,

331:47

if you guys want to know webinar yang

331:49

terakhir kali teman-teman ikutin dari

331:50

Productivity Boy itu tuh berapa slide?

331:52

386 slide ya. Jadi emang sebanyak itu,

331:56

tapi the results paid off ya. Tapi

331:58

teman-teman bukan berarti wah gila gua

332:00

harus bikin webinar 300. Enggak, enggak

332:02

gak. Ini emang gua seniat itu kalau

332:04

bikin materi. Jadinya makanya kenapa

332:06

hasilnya bisa optimal juga. Ini hanya ee

332:08

sebagai contoh yang kita lakukan ya.

332:10

Jadi 386

332:12

slide. Nah, yang akan kita lakukan di

332:13

webinar ini adalah nge-go through

332:16

part by part. Jadi ibaratnya webinar ini

332:19

tuh gua udah bagiin jadi

332:20

chapter-chapter, Teman-teman. supaya

332:21

teman-teman paham habis ini masuknya

332:24

apa, habis ini masuknya apa, habis ini

332:26

masuknya apa. Dalam konteks webinar yang

332:29

kita pakai di sini adalah webinar buat

332:30

kasih value dan jualan. Gabungan di

332:33

antara GueU and Pursuit supaya

332:35

teman-teman bisa nge-upsel orang-orang

332:36

yang sudah beli webinar teman-teman ke

332:38

produk yang lebih mahal gitu ya. So, the

332:41

first aspect yang kita mau bahas di sini

332:43

adalah social proof. I always start my

332:46

webinars with social proof. Nah, ini

332:48

slide-nya yang kita pakai. Ini ngasih

332:50

lihat apa? Social proof. Kenapa? Karena

332:51

ini ngasih lihat nih account gua

332:53

grow-nya segini,

332:56

impression-nya segini, growth-nya

332:58

segini, income-nya segini ya. Kenapa gua

333:01

share ini? Mau kasih lihat ini semua

333:02

possible. Ini social proof. Kenapa?

333:04

Karena ngasih lihatnya data. Real kan?

333:06

Teman-teman bisa lihat sendiri. Makanya

333:07

data itu tuh very powerful di sini. Yang

333:09

kedua adalah breaking the status qua.

333:13

Jadi kita pakai yang namanya breaking

333:14

the status qu. Kenapa breaking the

333:16

status qu itu penting? Karena kita

333:17

nge-set ourselves apart from everybody

333:19

else.

333:21

Teman-teman coba bayangin ngebahas

333:23

productivity misalnya, terus gua bilang

333:25

nih time management tuh bullshit gitu.

333:27

Wah langsung diattack tuh sama satu

333:29

industri. Mat itu yang terjadi dulu

333:30

ketika gua bikin flo blueprint kan

333:32

makanya knya laku banget tapi ada

333:33

beberapa kontra juga gitu loh. Jadi kita

333:37

status quenya apa? Kita bilang jangan

333:38

begitu gitu tapi harus make sense ya.

333:42

harus make sense. Makanya contoh kalau

333:44

misalnya di fitness industry mungkin ini

333:46

lebih relate sama Vincent nih. Dan Vina

333:48

barusan kalau misalnya kita ngobrol di

333:51

eh Discord juga Vina kan bikin nutrition

333:52

ya, bikin milk plan dan segala macam.

333:54

Kalau misalnya kita bilang gini,

333:57

sehari-hari kalau misalnya mau sehat

333:59

jangan makan cuman minum air aja gitu.

334:01

Weh langsung tuh diattack tuh pasti kan.

334:03

Kalau misalnya kita ngomongin water

334:05

fasting misalnya, su mungkin

334:07

ngerti-ngerti yang kayak gini-ginian.

334:08

When we talk about water fasting,

334:10

although it's a cutting edge research on

334:12

that gitu ya, dan itu lagi eh bukan on

334:15

demand sih, tapi lagi rising banget,

334:17

kontranya baik banget juga. So that's

334:19

why kalau misalnya kita bisa jadi

334:20

pioneer dalam water fasting itu tuh akan

334:24

bisa hasilnya luar biasa. Dan itulah

334:26

yang dilakuin sama Shelly. Kalau

334:27

misalnya teman-teman ingat di webinar

334:29

yang gua share itu kan ada Shelly

334:32

ini bentar.

334:36

Jadi ada satu contoh kan yang I showed

334:38

you guys di sini yang ini nih loose 3

334:40

cage in 7 days yang diajaran apa? Water

334:43

fasting

334:45

dari sini berapa? Udah 1 M cuyime

334:48

lifetime sales-nya gitu ya. Nah jadi

334:51

that's the power of eh breaking the

334:53

status. Flow zone brin juga 1 m lebih

334:55

lifetime sales ya kan. Nah jadi

334:57

maksudnya itulah yang membedakan

335:00

over-over yang biasa aja dengan yang

335:02

luar biasa gitu teman-teman. harus bisa

335:04

breaking the status go. Nah, yang kita

335:06

lakuin di sini adalah enggak cuman dari

335:07

offer kita, tapi dari what we do in our

335:09

content. Itu tuh udah kita kasih lihat

335:11

di sini breaking the status yang gua

335:12

lakuin apa di sini gua bilang, "Lu bisa

335:14

bangun brand nih di Indo tanpa harus

335:16

joget-joget, tanpa harus madi lumpur,

335:18

sama tanpa harus giveaway." Karena kalau

335:20

misal orang mikir mau cepat viral,

335:21

gimana? Ngikuti yang sudah viral,

335:23

joget-joget, kasih-kasih duit biar cepat

335:25

dapat followers, komen ini ya. Terus

335:27

nanti orang berikut yang hoki gua

335:29

transfer Rp500.000. Wah, gitu. Kalau

335:31

misalnya itu yang terjadi kan kita bakar

335:32

duit tiap hari gitu kan ya bisa sih

335:34

kalau banyak duit enggak masalah tapi

335:36

kalau misalnya enggak dan kita justru

335:37

mau make money from this ya enggak

335:38

effective breaking the state school so

335:40

with this sequence dengan sequence ini

335:43

gua ngset myself apart from the other

335:44

creators yang melakukan ini. Kalau

335:46

misalnya kita sefrekuensi lu akan suka

335:48

dengan apa yang akan gua share karena

335:50

gua enggak akan melakukan ini yang orang

335:51

lain lakuin. Nah kita jadi sefrekuensi

335:53

di sini banyak orang yang ngejual-jual

335:56

kelas juga tapi enggak walk the talk

335:57

ngajarin hal yang enggak bermutu yang

335:59

sampah. Nah, ini sama aja kayak kita ke

336:01

dokter kulit tapi dokternya jerawatan.

336:03

Ini sama aja kayak kita nge-gym misalnya

336:04

Vincent lu nge-gym terus ptinya gendut

336:07

kocak kan maksudnya gitu kan. PTI kok

336:09

tapi gendut enggak make sense gitu.

336:11

Ngapain gua belajar dari dia ya kan

336:13

dokter kulit tapi kok jerawatan enggak

336:14

make sense. Kenapa? Karena no skin in

336:15

the game itu yang kita establish.

336:18

Breaking the status setting ourself

336:19

apart from the others. Next we're gna do

336:23

more social proof. Nah, ini kayak

336:25

ngesandwich nih. Social proof breaking

336:26

the status. social proof lagi. Nah,

336:28

kalau misalnya kita frekuensi, lu akan

336:30

tahu kalau misalnya lu akan bisa

336:33

mendapatkan hasil-hasil ini juga. Nah,

336:34

ini baru kasih testimoni nih dari our

336:37

past clients. Kalau tadi yang di pertama

336:40

social proofnya social proof gua

336:41

pribadi, sekarang social proof klien

336:43

gua. Biar orang paham ini enggak works

336:45

gua nih, tapi di clien gua udah

336:47

diterapin dari berbagai macam bidang

336:49

tuh, pengembangan diri, kedokteran,

336:50

psikologi, ya segala macam, finansial,

336:54

asuransi, MLM, udah semua mereka semua

336:56

bisa dapetin hasil yang sama. Nah, lu

336:57

mau enggak? Habis itu ada call to

336:59

action. Nah, Teman-teman ingat apa yang

337:02

terjadi habis ini? Giveaway ya,

337:06

launching free. Kalau misalnya lu mau

337:10

dapat ini gampang carinya gimana nonton

337:12

sampai habis. Ini ada call to action.

337:13

Buat apa supaya orang nonton sampai

337:15

habis? Permasalahan kita gini,

337:16

Teman-teman. W doar yang kita mau

337:19

jualan. Kita kan seringkiali jualannya

337:21

di akhir ya kan? jualannya di akhir.

337:24

Tapi kalau misalnya nyampai akhir, let's

337:26

say datang 200 orang, tapi di

337:27

akhir-akhir tiba-tiba 140 orang sisa.

337:29

Wah, itu kan huge problem. 60 orang

337:31

hilang tuh kita enggak bisa jual ke

337:32

mereka. Nah, PR-nya gimana cara supaya

337:35

ketika kita bikin webinar orang nonton

337:36

dari awal sampai akhir?

337:39

That's the hardest part in a webinar.

337:42

Apalagi webinar murah, apalagi webinar

337:44

gratis. Ah, gua enggak bayar, udahlah

337:45

skip aja gitu loh. Jadi enggak ada

337:46

urgency-nya, enggak ada scar city-nya

337:48

buat dia, gitu. Nah, itulah yang membuat

337:51

orang tuh jadi aduh udah entar aja deh.

337:53

Tapi kalau misalnya ada ini kan orang

337:55

jadi pengin nonton apa akhir bisa kok

337:57

dapat gratis gitu ya. Next kita kasih

338:00

outline. Kalau misalnya teman-teman

338:04

mau bikin presentasi rule number one of

338:06

presentation design ada banyak tapi

338:08

salah satu yang paling penting adalah

338:09

kasih clear expectations. Give the

338:11

outline. Hari ini bakal bahas apa aja

338:13

supaya teman-teman enggak bingung nih

338:15

orang kapan selesai ngomongnya. Nah,

338:17

sering enggak dengerin orang presentasi?

338:18

Mungkin sering kali dosen nih dosen

338:20

presentasi atau pembicara presentasi

338:22

ngoce mulu. Kita enggak tahu kapan dia

338:24

selesai karena apa? Enggak ada

338:26

outline-nya. Jadi kita establish ini

338:28

dulu outline-nya

338:30

gitu. Supaya orang tahu oh si Rama udah

338:32

nyampai di sini. Oh dia udah nyampai di

338:33

sini. Bentar lagi kelar nih. Supaya

338:35

mereka tahu harus sampai mana dia

338:36

berekspektasi.

338:38

Btw ini gua plugin juga. I'm not

338:40

sponsored or anything. Tapi teman-teman

338:42

gua tuh belajar presentation skill ini

338:44

tuh dari tendon. Kalau misalnya

338:45

teman-teman pernah dengar tendon. Jadi,

338:47

gua tuh belajar dari sini. Ee gua

338:51

berawal dari murid, terus mereka

338:55

akhirnya sempat jadi klien Proty juga

338:57

sampai akhirnya kita teman dekat gitu

338:58

sama foundernya. Jadi kalau misalnya

339:00

teman-teman mikir, "Wah, kok

339:01

presentasinya Protby bagus, cara eh

339:04

desainnya bagus, cara komunikasinya

339:05

bagus, gua belajar dari mereka." Jadi

339:06

kalau misalnya teman-teman mau belajar,

339:07

mau nge-deep dive bisa belajar dari

339:09

mereka juga. Gua enggak ada affiliate

339:10

code, enggak ada apa. Jadi pure gua gua

339:12

ggak ngambil profit dari sini sama

339:14

sekali. But I'm justing them karena

339:16

mereka bagus banget. As simple as that.

339:18

Jadi I just want to v them so I I learn

339:20

from them. Y gitu. Jadi dari Fendy Dave

339:23

ini Dave ada nanya juga kalau yang nomor

339:25

tiga kita belum ada that's social proof

339:27

from our clients. Oh gini. Nah dari Rafa

339:29

sama dari Dave. If you guys don't have

339:31

this teman-teman. Nah gua juga awalnya

339:35

di di landing page landing page gua awal

339:37

ketika gua pertama kali mau nge-launch

339:39

off gua kan enggak ada nih social proof

339:42

kayak gini. Yang gua lakuin apa? Gua

339:43

minta teman-teman terdekat gua atau yang

339:45

pernah belajar dari gua minta pendapat

339:48

mereka tentang my eh tentang me

339:51

personally. Jadi, social proof-nya

339:52

enggak harus tentang course-nya, tapi

339:54

omongan orang tentang kita, gitu loh.

339:56

Paham enggak sih? Misalnya Dave bikin

339:57

high demand tutor, tapi belum belum

339:59

banyak nih misalnya review-nya yang what

340:01

you can do adalah ask your previous

340:03

students atau ask parents dari previous

340:05

students itu pendapat tentang Mr. Dave

340:07

gimana kumpulin jadi satu masukin ke

340:08

sini. Gantinya bisa gitu. Jadi enggak

340:10

harus testimoni tentang course, tapi it

340:12

can be a testimony for you mewakili your

340:15

personal branding, gitu. Jadi, hope it

340:18

helps ya. That's what I do and that's

340:19

what I did and it worked gitu. Nah, jadi

340:23

balik lagi outline ya, kasih outline

340:25

supaya mereka tahu ekspektasinya gimana.

340:27

Lalu kita lanjut ke materi.

340:30

Nah, makanya kalau misalnya teman-teman

340:32

lihat ini materinya banyak nih dari

340:33

slide 70. Wah, ini kita scroll ya sampai

340:37

bawah banget sampai 180-an deh kayaknya.

340:39

Ini tuh materi full ya. Jadi baru deh di

340:42

sini kita give value ya kan. Jadi ini

340:44

kita bisa tarik ulur bisa 50-f 50% give

340:47

value sama 50% jualan gitu sih. That's

340:51

what I did gitu. Tapi kalau misalnya

340:52

teman-teman mau jomplangin dikit ya

340:54

enggak apa-apa juga gitu. Terserah

340:55

teman-teman ya. Jadi ini sampai slide

340:59

wah bahkan lebih sampai slide 199 tuh

341:03

ya. give value kasih materi berarti

341:05

berapa tuh? 150 slide lebih ya udah give

341:08

value. Nah, next baru kita ngreap. Balik

341:11

lagi. Kalau misalnya tadi kita ada

341:12

outline, baiknya kita ngreap supaya

341:15

orang ingat apa yang mereka udah

341:16

pelajarin. Makanya setelah itu, we have

341:17

a recap. Yang udah kita pelajarin ini,

341:20

ini, ini. Ya, ingat kan yang kita udah

341:22

pelajarin apa aja? Ini, ini, ini, gitu.

341:25

Nah, habis itu baru kita mulai jualan di

341:26

sini. This is the valley stack.

341:30

This is the valley stack. Before I jump

341:32

into the valley stack dari Dave nanya

341:34

kalau testingnya bukan transformation

341:36

yang kita offer enggak apa-apa ya?

341:37

Enggak apa-apa

341:39

note aja on us itu udah cukup supaya

341:42

people still know gitu. Karena kalau

341:44

misalnya teman-teman mau beli barang di

341:46

Shopee, di Tokopedia, di Go Shopee Food

341:48

kek, di Grab Food kek, di manap pun itu

341:49

mau ngebeli barang atau beli makanan

341:51

pasti teman-teman lihat review-nya

341:52

bintangnya udah berapa nih

341:55

yang like udah berapa sama digital

341:57

produk juga gitu psikologinya gitu. Nah,

342:00

so after we gave value and everything

342:03

else in between, this is the time where

342:04

we shine. Di sini kita ngasih value

342:07

stack. Kalau misalnya value stack simple

342:09

itu apa, Teman-teman? Mungkin yang sudah

342:10

belajar cukup lama paham. Value stack

342:12

simple adalah gini nih.

342:15

Iya kan? Set ini doang nih value stack

342:17

nih. Kan yang membedakan over dengan

342:19

produk apa?

342:21

Over itu ada value stack-nya lebih dari

342:23

cuman course produk itu gua cuman jualan

342:25

course nih. Over itu ada course plus apa

342:27

plus apa plus apa plus apa plus apa ini

342:29

value stack. Nah di sini gua take it

342:32

with steroids gitu. Daripada gua cuman

342:34

ngejabarin gini doang gua nge-breakdown

342:36

masing-masing tuh bakal dampaknya apa,

342:37

transformasinya apa. Makanya teman-teman

342:39

bisa lihat di sini ya. Kita lihat

342:42

bukti-bukti bla bla bla. What if I give

342:44

you all the key to this? Gitu kan.

342:46

proudly presents. Nah, kalau misalnya lu

342:48

udah bla bla bla bla bla bla, this is

342:49

for you. Ya kan set. Btw, teman-teman,

342:52

ini rahasia kecil, jangan di-share ke

342:54

siapa-siapa. Bahkan ini desainnya gua

342:56

mepet karena gua bikin hamin satu. Lihat

342:58

aja ini masih lorem. [tertawa]

343:01

Tapi enggak ada yang nyadar kan lorem

343:02

kan. Karena gua sepionate itu ketah

343:05

presentasi dan ini cepat kok jalannya

343:07

masih loren Ipsum tuh lihat tuh ya. Nah,

343:10

jadi when you speak with conviction this

343:13

can happen gitu teman-teman ya. Jadi di

343:15

sini kita kasih value stack, kita

343:16

elaborate masing-masing ini apa, terus

343:19

jeder kita kasih masing-masing value

343:21

stack itu dapatnya apa. Jadi value stack

343:23

dalam value stack, habis itu kita wah

343:25

total value-nya segini. Nah, yang gua

343:27

over kan enggak cuman satu, ada empat,

343:28

kita repeat empat kali.

343:31

Nah, ini yang kedua set ya kan. Kita

343:34

lanjutin ini yang ketiga.

343:38

Set. Lanjutin terakhir yang keempat.

343:41

Set. Nah, total yang lu dapetin kalau

343:44

misalnya lu ngikut program value creator

343:46

bakal begini su aja sampai wah [tertawa]

343:49

bingung gitu kan ngelihatnya kan banyak

343:51

banget gitu kan. Nah, jadi makanya

343:53

itulah kenapa gua bilang ini value stack

343:55

dari value stack udah ada value-nya udah

343:57

ada bonus-bonusnya bonusnya pun

343:58

dijabarin lagi. Makanya powerful banget

344:00

orang sampai ngenal banget oh ini

344:02

tangible banget bikin itu sampai

344:03

setangible mungkin gitu. Nah after the

344:06

value stack is done this is the

344:08

highlight.

344:10

This is the highlight which is the plot

344:11

twist.

344:13

Ya, plot twist apa? Kalau misalnya

344:15

teman-teman ingat makanya when I

344:18

presented ingatkan enggak segini, enggak

344:20

segini, enggak segini tapi berapa Rp

344:22

berapa? Rp nol duar orang langsung ah

344:24

ini benar gitu kan. Orang kaget langsung

344:26

semua. Nah, ini menjadi plot twist.

344:28

Kenapa? Karena orang udah ngikutin, udah

344:30

happy mood-nya udah enak terus tiba-tiba

344:32

pas dikasih ini jeder orang langsung

344:33

kayak you are the best gitu kan. If

344:36

you can see the chats, we have the

344:38

recording. People went crazy, people

344:40

went bananas. I swear to God, everybody

344:42

was like, "Kok bisa begini?" Jadi ini

344:46

eufornya lagi gila banget ya ketika kita

344:49

ini. Kenapa? Karena plot twist-nya dapat

344:52

di situ ya. Orang tuh begini ekspresi

344:54

mukanya kan pas ngelihat ini. Nah, gua

344:56

mau cerita dulu baru kasih tahu back

344:58

story-nya kenapa gitu kan. Kalau

345:00

misalnya kasih gratis

345:02

kureng gitu kan. Makanya kita kasih

345:04

plotist lagi daripada money back

345:06

guarantey yang sering orang abuse kita

345:08

hanya result based guarantey. Kalau lu

345:10

jadi top seven, top three, kita akan

345:11

balikin uangnya. Jadi we will give you

345:14

money

345:15

if you achieve the goal. Kenapa? Karena

345:18

kita mau kalian semua achieve. Kita

345:20

bukannya kalian enggak mau achieve, kita

345:21

balikin uangnya, tapi kita ganti. If you

345:23

achieve, kita kasih uang. Ini plot twist

345:25

lagi. Jarang ada yang ngelakuin ini kan.

345:26

Seringkiali orang money back guaranti.

345:28

Lu lu ngerasa ini enggak bermanfaat, gua

345:30

balikin uangnya, gua balikin lagi, plot

345:32

twist lagi. El berhasil sama gua, gua

345:34

kasih uang lu balik. Kenapa? Karena lu

345:36

udah kerja keras, cuy. Dan enggak

345:38

gampang. Nah, kayak gitu bla bla bla bla

345:40

bla. Ya, ini challenge-nya. Nah, baru

345:43

kita kasih investmentnya segini. Mahal

345:45

amat bla bla bla. Kita kita anchoring

345:47

juga bedanya di mana. Nah, habis itu

345:48

kita pakai yang namanya this is whatical

345:51

choice. Ini adalah sebuah opsi yang gak

345:54

s kalau lu gak ambil.

345:57

Ini adalah sebuah opsi yang lu tahu

345:58

sendiri. Kalau misalnya lu enggak ambil

345:59

ini, lu yang rugi. Caranya gimana? Entar

346:02

ini ada yang nge-chat. Apakah ada

346:04

pertanyaan?

346:07

Nah, dari Iya, benar sih. Kalau kalau

346:10

karena kalau gratis jadi gampang ini.

346:11

Yes, betul gitu. Nah, jadi gini. Next is

346:15

rhetorical choice. Rethodorical choice

346:17

itu adalah kalau misalnya kita ngasih

346:20

options, ada dua options, mereka tahu

346:23

yang benar tuh sama yang benar yang

346:24

mana. Jadi enggak ada yang benar, yang

346:26

salah, tapi yang benar sama yang benar.

346:27

Ya, caranya gimana kita apply-nya di

346:29

sini? Makanya kalau misalnya teman-teman

346:31

ingat di sini kan ada gini ya, gratis

346:34

kami bayarin bla bla bla. Ini kita kasih

346:37

social proof lagi ya.

346:40

Nah, kita kasih opsi good news. Kalau

346:44

misalnya lu mau jadi kayak mereka sama

346:45

bad news. Kalau misalnya lu mau jadi

346:48

kayak bocil nyinyirin lagi. Nah, makanya

346:50

lu pilih lu mau jadi tipe yang mana.

346:52

Jadi yang nyinyir atau jadi yang bagian

346:54

dari kami. Ini kan rhetorical choice.

346:56

Orang kalau misalnya punya eh rational

346:59

brain to actually think about it even

347:00

clearer, you pick this one. Logically

347:03

speaking. Kenapa? Karena iyalah udah

347:05

banyak kok yang dapetin juga dan it

347:07

makes sense rationally. So people would

347:09

want that gitu. Life pula social

347:11

proofnya. Betul. Betul. Nah kan. Karena

347:14

balik lagi what makes this webinar

347:16

powerful adalah salah satu unfake

347:17

advantage yang gua punya. Gua udah punya

347:19

skin the game. Jadi memang udah ada

347:21

orang-orang yang udah berhasil dan

347:23

enggak sedikit banyak. Jadi lu mau

347:25

ngomong apa lagi gitu loh. Enggak bisa.

347:27

Ini semua udah bukti gitu. Kalau kalian

347:30

scroll ke atas ini semua ini pasti juga

347:32

ada yang lu follow kan gitu kan. Nah

347:34

jadi masih mereka aja sama gue kok

347:36

apalagi yang lu butuhin gitu.

347:40

simpel itu gitu. Nah, ini yang paling

347:42

gua suka teman-teman mungkin wah ini

347:44

susah nih gua belum ada gua belum ada

347:46

testimoni gua belum ada ya kan gitu-gitu

347:48

kan apply ini. Ini udah paling gampang

347:50

urgency sama scar city this is what I

347:52

did. Yang lu perlu tahu gua punya

347:55

promise dan I always keep my promise

347:57

gitu ya. There's only 50 spot. Makanya

347:59

beneran untuk setiap batch ini kita cap

348:01

ke 50 spots. Value creator OS itu 14

348:03

hari itu leave 50 spots. Value creator

348:05

accelerator kemarin itu 50 spots. Ya,

348:07

jadi kita cuman nge-cap sampai 50. Nah,

348:09

tapi kita tahu kalau misalnya limitnya

348:11

50 ada 500 orang nih yang daftar

348:14

misalnya atau ada 1000 orang yang daftar

348:16

misalnya followers gua total across all

348:18

platforms itu tuh 1000 lagi 1 juta

348:21

orang.

348:23

Which means begini rasilnya bahkan

348:26

mungkin ini jauh lebih sekecil harusnya.

348:30

Segini kali ya. Jadi yang spotnya ada

348:34

segini, yang daftar segini, yang bisa

348:36

lihat over ini segini. Nah, lu mau

348:38

enggak masuk ke sini gitu. Kalau misal

348:39

mau bisa tapi harus cepat-cepetan. Orang

348:42

tahu gitu ini akan cepat habis masuknya

348:45

ke Scar City sama tinggal gua tambahin.

348:47

It's gonna sold out tonight. By our

348:50

experience in batch one, it's gna sell

348:52

out in just 15 minutes. Ya, jadi ada

348:54

masuk Scar City-nya di sini. ini scar

348:57

city nih. Nah, lalu ini urgency.

348:59

Urgencynya juga powerful. Kenapa? Karena

349:01

based on previous results, sebelumnya 15

349:04

menit udah sold out. Which means orang

349:06

akan mikir ini 15 menit nih bakal out

349:08

lagi. Kalau misalnya kita enggak gak gak

349:11

take action sekarang. Logicnya kan

349:13

begitu. So people will think like that.

349:16

Nah, next.

349:19

This is where the money comes in. Sales

349:22

checkout. Ketika gua nyampai sini kan

349:25

gua bilang dah ah capek ngoceh mulu.

349:27

Pram comes in ya kan PWK ya. Pram GPT

349:30

comes in. Pram tolong di Zoom chat kasih

349:33

link checkout-nya. Pram kasih link check

349:35

out terus gua kasih ini checkout duar

349:38

duar duar. Udah notif HP gua langsung

349:40

meledak di situ. So that's e what I did

349:44

ya. Kalau misalnya kalian lihat gua

349:46

jualan cuma dua slide cuy ini doang.

349:48

Tapi nge-build up ke sini 380 slide

349:50

kalau misalnya teman-teman. Nah,

349:52

strukturnya apa? Kita pakai the 12

349:56

commandment tadi. Jadi, if you guys want

349:58

to screenshot anything, this is what you

350:00

can screenshot, I believe, ya. Jadi,

350:02

kita ngflow-nya apa? Social proof dulu.

350:04

Social proof pertama itu adalah dari

350:06

diri kita sendiri. Kita ngelihat, kasih

350:09

lihat ke orang lain, kita sendiri bisa

350:11

enggak nih menerapkan ini?

350:14

Barusan gua dapat ads dari ada salah

350:16

satu platform, dia bilang, "Cara

350:17

mendapatkan R miliar dari digital

350:19

product SAS enggak?" Enggak SAS. Kalau

350:21

misalnya dia kasih lihat hasilnya kan

350:23

dashboard dia misalnya dia kasih lihat

350:24

dan e real testimony itu enggak sas tapi

350:27

dia enggak ngasih lihat hasil sama

350:28

sekali tapi dia ngeklaim dia bisa begitu

350:30

di otak gua lu aja udah begini belum

350:31

gitu loh 1 miliar tiap bulan dia

350:33

ngeklaimnya begitu nah tapi kalau

350:35

misalnya kita ngasilit hasil kita

350:36

sendiri itu akan powerful habis kita

350:38

ngasil habis kita ngaslit hasil kita,

350:40

kita break the status orang biasanya

350:42

gimana ini bukan cara gua enggak begini

350:45

gua dapat segini

350:47

ratusan juta miliaran dari sosial media

350:50

itu bukan dari endorse bukan Bukan dari

350:51

affiliate, bukan dari live shopping yang

350:53

lagi ramai yang kalian tahu semua, tapi

350:54

gua bikin dari digital products,

350:56

breaking the states home. Habis itu biar

350:58

orang makin percaya, kita kasih apa?

350:59

Social proof lagi. Social proof kali ini

351:02

berbeda. Kenapa? Karena ini social proof

351:04

adalah datangnya dari testimoni atau

351:07

hasil-hasil orang, penilaian orang

351:09

terhadap kita. Entah itu bisa dari

351:10

transformasi mereka atau enggak bisa

351:12

dari pendapat mereka tentang kita.

351:14

Masuknya di sini. Habis itu kita kasih

351:15

call to action. Nah, call to action-nya

351:17

apa? Call to action supaya mereka nonton

351:19

sampai habis. kita kasih apa? Bisa kasih

351:21

giveaway ya atau bisa kasih

351:25

encouragement lain, emphasis lain,

351:28

benefit lain sampai mereka nonton sampai

351:30

habis ya. Habis itu kita kasih tahu

351:32

outline-nya supaya mereka tahu

351:33

ekspektasinya apa dengan webinar ini ya.

351:36

Baru kita pemaparan materi ya setengah

351:38

sesi set kita ng-recap materinya sudah

351:41

ngebahas apa aja. Habis itu kita

351:43

ngevalue stack yang tadi kita bahas.

351:45

Habis itu baru

351:47

plot twist ya, baru jeder. Finalinnya di

351:50

sini, epic-nya di sini, eya paling besar

351:52

di sini. Habis itu kita kasih rortical

351:53

choice. Lu mau gak gimana? Bla. Nah,

351:55

baru urgency scar city supaya mereka

351:57

langsung check out dan akhirnya kita

351:58

kasih sales and check out. So that's

352:01

pretty much it. This is what I did.

352:03

This is the psychology and the logic

352:04

behind a successful webinar versi value

352:06

creator. Bisa jadi orang punya

352:09

framework lain,

352:12

tapi mereka menghasilkan berapa? Ini

352:14

menghasilkan 3 digit. Sekali ngocek 2

352:16

jam 3 digit. Kalau misalnya teman-teman

352:18

mau copy pas boleh ya, tapi asal jangan

352:20

disebarluasin ya. Awas [tertawa]

352:22

sebarlasin jangan. Copy paste boleh.

352:24

Kenapa? Karena ini benefit kalian gitu

352:26

ya. Jadi this is your eh perks. This is

352:29

how I structure my webinar. And webinar

352:32

ini adalah webinar terbaik yang boy

352:34

pernah em

352:36

buat. Secara conviction gua

352:38

menyampaikannya gua sangat PD. Kenapa?

352:40

Karena emang hasilnya nyata. Gua enggak

352:41

nipu sama sekali di sini. Enggak nipu

352:44

karena hasilnya real dan orang-orang

352:46

udah mendapatkan hasilnya dan gua pd

352:47

dengan value yang gua kasih di sini dan

352:49

gua tahu gua punya produk yang bagus gua

352:51

bisa tawarin. Jadi that on top of this

352:54

framework that's what that's what makes

352:56

a killer webinar in my opinion. Jadi

352:58

teman-teman bisa steal ini ya. Tapi

353:00

jangan lupa di ATM gitu. Cuman tinggal

353:03

teman-teman adjust social proof-nya kan

353:05

enggak bisa pakai social proof gua. Jadi

353:06

pakai punya sendiri status qu-nya cari

353:08

dengan sendiri social proof yang lain

353:10

sendiri call to action-nya bonusnya

353:12

terserah giveaway-nya mau apa sendiri

353:13

outline-nya sendiri material sendiri

353:14

semuanya diadjust aja dengan nich

353:16

teman-teman dengan personal branding

353:18

teman-teman dan dengan offer teman-teman

353:20

itu yang paling penting. That's pretty

353:22

much it. It's been fun teman-teman. kita

353:24

udah ngomongin webinar. That's what I

353:26

did to to launch three digits webinar.

353:30

Tinggal diin and repeat aja. By the way,

353:33

I did that for my clients to and they

353:34

got three digits juga dari eh this

353:37

framework. So, I gave that. Jadi,

353:41

sebelum teman-teman mendengarkan materi

353:43

ini, gua memberikan materi ini ke klien

353:44

gua. Dia udah nerapin itu dan dia

353:47

mendapatkan tiga digit juga. Jadi,

353:50

it's proven. Enggak cuman gua, tapi udah

353:52

ada klien gua juga. Tapi karena NBD gua

353:54

enggak mau disclose siapa ya. Eh, jadi

353:57

eh that's pretty much item

354:04

without further ado. So, this is what

354:06

we're gonna cover today ya. Ada tiga hal

354:08

penting yaitu online customer journey,

354:11

key matrics to monitor. Nah, jadi

354:13

matrik-matriknya apa aja nih? Kan

354:15

teman-teman pada bingung ya yang perlu

354:16

kita taker itu apa aja. Nah, kita bahas

354:18

nanti. Nah, lalu kalau misalnya kita

354:19

sudah tahu matriknya ketika goes wrong

354:22

apa yang perlu kita improve. Nah, itu di

354:24

poin ketiga nanti kita bahas ya. Nah,

354:26

sebelum kita lanjut teman-teman, so I'd

354:28

like to ask all of you. Boleh di chat,

354:31

boleh unmute bebas. What is the most

354:33

important matric to track for our

354:36

digital product? Ada yang berani jawab

354:38

enggak atau ada yang mau nebak enggak?

354:39

Ini enggak ada salah, enggak ada benar

354:40

ya. Maksudnya feel free aja ya.

354:43

Roas,

354:44

Roas. Oke. Sip. dari Sam Roas, dari

354:48

teman-teman yang lain. Ada ada thoughts,

354:50

ada mau tebakan kira-kira matrik apa sih

354:53

yang terpenting kalau misalnya kita

354:54

ngomongin tentang digital product yang

354:56

harus kita ukur?

354:59

Sales.

355:00

Oke, sales ya atau conversion ya dari SU

355:03

ya. Oke, any other kalau dari will

355:05

comment. Oke, satu lagi mungkin ada yang

355:07

mau nebak

355:10

leads kalau dari gen. Nah, jawabannya

355:12

mirip-mirip semua, tapi jawaban tertepat

355:14

adalah dari SU ya. Jadi, congratsu. It's

355:17

actually the sales, it's actually the

355:18

conversion. Kalau misalnya dari gen

355:21

leads benar, tapi leads leads to sales.

355:23

Jadi, leads leads to sales. Jadi, matrik

355:26

paling akhirnya tuh apa yang kita ukur

355:28

gitu. Nah, Dave sebenarnya juga enggak

355:30

salah karena ROAS itu juga penting kalau

355:34

misalnya kita lagi ngomongin performance

355:35

marketing.

355:36

Sam,

355:37

tapi kan kita

355:38

tapi kita kan lagi ngomongin organik

355:40

gitu ya. Nah, D ada mau tambahan?

355:43

No. Tadi Sam yang jawab Ras kayaknya.

355:46

Oh iya gua salah ngomong ya berarti tadi

355:48

ya. Belum makan malam guys mohon maaf.

355:51

Mantap ya. Jadi tadi Sam ya e Roas ya eh

355:55

Roas itu penting. Enggak cuman roas Sam.

355:57

It's also the conversion. Jadi intinya

355:59

website conversion ya atau purchase

356:01

value-nya. Jadi total sales-nya RAS itu

356:04

kan dirive kan dari total sales juga.

356:05

Nah, jadi itu matrik terpenting

356:07

sebenarnya. Jadi kita ngomongnya sales.

356:09

Kenapa? Karena kita value creator ya,

356:10

bukan content creator. Kalau content

356:12

creator mikirinnya views, kita udah

356:13

beda. Kita harus mikirinnya sales-nya,

356:15

conversion-nya gimana. Nah, on a scale

356:17

of 1 to 10, Teman-teman, how important

356:19

is it to track our matrix? Nah,

356:24

ini dari Mas Budi Rama kayaknya enggak

356:25

ngelihat kamera. Iya, karena ini aku

356:26

ngelihatnya laptop kameranya di sana,

356:28

Masud biar lebih keren. 10 dari Sena.

356:32

Ada yang mau jawab Y-nya juga enggak

356:34

kenapa. Ini kan pada jawabnya 10 penting

356:36

banget, right? Nah, tapi Y-nya kenapa

356:38

nih kira-kira? Hmm. Numbers don't lie

356:41

ya. Mantap.

356:44

Buat ngukur. Nice.

356:48

Boncos masa diterusin. Oke, nice. Biar

356:51

tahu progresku, Teman-teman. Udah pada

356:53

jawab ya-nya ya. supaya kita tahu

356:55

progres kita, KPI-nya. No sales berarti

356:57

produknya no value. Nice dari Kris ya.

357:00

Sena juga supaya tahu nanti arahnya ke

357:02

mana, yang perlu di-improve apa gitu ya.

357:03

Dari Arif baru join ya enggak apa-apa

357:06

santai aja kita santai kok. Nah jawaban

357:07

teman-teman benar semua. Kalau misalnya

357:10

gua nambahin ya kenapa kita harus ng

357:12

track our progress? Supaya kita tahu

357:15

funnel kita tuh brokennya di mana,

357:18

funel kita tuh rusaknya di mana? Jangan

357:21

sampai produk kita udah bagus. konten

357:24

kita yang jelek kita benerinnya malah

357:26

produk kita sama aja. It's not a product

357:29

problem, it's a content problem. Jangan

357:31

sampai konten kita udah bagus views-nya

357:32

tapi enggak convert-convert nih. Pernah

357:34

ngerasain gitu enggak? Mungkin views gua

357:35

udah ratusan ribu, udah 1 M, tapi kok

357:37

enggak ada yang convert, tapi kok enggak

357:39

ada yang beli produk gua. Nah, itu

357:40

berarti bukan masalah di kontennya, itu

357:43

masalah di produknya, di offer-nya. Nah,

357:45

itu yang perlu kita cari tahu sebenarnya

357:47

letak masalahnya tuh di mana. Nah, oleh

357:49

karena itu ada yang namanya online

357:50

customer journey. Nah, ini penting

357:52

banget ya buat teman-teman perhatikan

357:54

zaman dulu. Nah, ini mungkin ya kalau

357:56

misalnya ini nih, kalau misalnya ada ini

357:57

ada ini kan di sini kalau misalnya

357:59

teman-teman yang digital marketer pasti

358:01

udah enggak asing lagi ini. Apalagi Will

358:03

juga pasti udah enggak asing lagi pasti

358:05

pernah dengar yang namanya Aida. Dave

358:07

juga pasti tahulah gua yakin. Sam juga.

358:11

Jadi ini tuh udah model lama banget yang

358:12

orang-orang tuh bilang ini sebenarnya

358:14

udah outdated juga gitu. Nah, jadi ada

358:16

yang namanya Aida. Aida itu apa?

358:19

Attention, interest, desire, action.

358:20

Basically this is customer journey.

358:22

Orang dari yang enggak tahu kita, jadi

358:24

kenal sama kita, terus jadi tertarik

358:27

sama produk kita atau jasa kita sampai

358:29

akhirnya mereka beli. Nah, tapi ini udah

358:31

outdated nih. Makanya orang-orang ada

358:33

yang bikin 5A juga.

358:36

aware, appeal, ask, act, advocate.

358:40

Bedanya di mana? Teman-teman bisa lihat

358:41

di bagian bawahnya ini. Kalau mereka

358:42

aware, mereka tahu kita tuh exist.

358:44

Mereka tahu kalau misal produk kita tuh

358:45

ada. Appeal itu apa? Mereka tuh tertarik

358:48

sama produk kita. Ask itu apa? Mereka

358:50

tuh sampai nanya-nanya. Kalau misal

358:52

orang mau beli produk ya misalnya Sem di

358:55

salon mobilnya ada orang yang mau e

358:57

datang ke salon e mobilnya pasti

358:59

nanya-nanya dulu kan ini bukanya jam

359:01

berapa jam berap harganya berapa atau

359:03

misalnya kita mau beli ee mau beli

359:05

handphone kita ngelakuin hal yang sama

359:07

ini harganya berapa ada promo enggak?

359:09

Nah itu ask. Nah habis itu ada juga act.

359:12

Act itu adalah oke gua bakal mau beli

359:14

nih budgetnya sudah disiapin tinggal

359:16

cari waktunya kapan dan akhirnya beli

359:18

gitu. sampai akhirnya kalau misal mereka

359:20

suka banget sampai produknya tuh bagus

359:22

banget, mereka tuh sampai rekomenin ke

359:24

teman-temannya. Mungkin teman-teman ada

359:26

yang pernah kayak gitu entah itu

359:29

misalnya contoh teman-teman pergi pijit.

359:33

Nah, kemarin beberapa waktu gua lihat

359:34

Jen sempat pergi pijit ya karena lagi

359:36

enggak enak badan terus pergi pijit.

359:38

Kalau misalnya tukang pijitnya enak

359:39

banget pasti kita bakal ee komen ke

359:41

teman-teman, eh kemarin gua pijit di ee

359:44

di sini loh. Terus atas nama ini nih si

359:47

terapisnya enak banget gitu. Lu kalau

359:48

misalnya mau pijit di sini, mendingan lu

359:49

sama ini deh. Karena enak pijitannya

359:51

pasti kita begitu. Sama juga kurang

359:54

lebih kalau misalnya teman-teman puas

359:55

sama value creator, eh kemarin gua ikut

359:57

kelasnya value creator seru nih

359:58

pengalamannya. Lu coba deh kalau mau

360:00

belajar ngonten sama value creator

360:01

something like that. Jadi advocate. Nah,

360:03

ada versi lain juga namanya ISAS. Tadi

360:07

ada Aida ada 5A ya, 5A of Marketing sama

360:11

ada ISA. ISAS itu apa? Attention,

360:14

interest, search, action, share. Nah,

360:17

ini ada poin bagus nih. Dua pertama ini

360:20

itu tuh pasif, sedangkan yang tiga poin

360:23

terakhir ini itu tuh aktif.

360:25

Attention sama interest ini bisa jadi

360:27

subconscious. Kenapa? Karena ini tuh

360:29

tugasnya kita sebagai marketer untuk

360:31

menunjukkan konten kita ke audiens kita.

360:34

Ini dalam kontrol kita. Nah, tapi yang

360:36

tiga ini itu di luar kontrol kita

360:40

ya. Attention tuh gimana? Kita bikin

360:42

konten. Orang ngelihat konten kita di FP

360:44

mereka tertarik enggak? Nah,

360:48

itu tugas kita yang bikin mereka

360:49

tertarik. Habis itu baru role-nya

360:51

pindah, bolanya pindah nih ke audience

360:53

kita. Mereka bakal mau search enggak

360:55

produk kita? Mereka bakal mau take

360:57

action enggak buat beli produk kita?

360:59

Mereka bakal mau share enggak produk

361:01

kita? Contoh misalnya kita mau beli

361:03

iPhone, teman-teman udah tahu nih,

361:06

bentar lagi Apple udah mau ngeluarin

361:08

iPhone baru misalnya, terus tertarik mau

361:11

beli. Setelah teman-teman tertarik, yang

361:14

Teman-teman lakuin apa? Search di Google

361:16

dong launch date-nya kapan, spek barunya

361:18

apa nih yang ngebedain sama iPhone

361:19

sebelumnya? Iya kan? Kalau misalnya

361:21

sama, mendingan gua beli iPhone yang

361:23

baru atau yang lama. Nah, paham enggak

361:24

sih? Kayak gitu. Atau misalnya

361:25

teman-teman ikutan value creator

361:27

accelerator, teman-teman tanya nih sama

361:29

alumni-alumni yang udah ikutan value

361:31

creator accelerator bagus enggak sih?

361:32

Hasilnya lu gimana yang lu dapetin gitu

361:34

kan. Worth it enggak segala macam. Ya

361:37

kan? Value creator accelerator sama yang

361:39

lebih murah produknya bedanya apa ya?

361:40

Nah, kita nanya kayak gitu kan pasti

361:42

buat make decision. Habis kita udah

361:45

tahu, kita jadi punya consciousness di

361:47

mana, "Oh, yang ini nih produk yang

361:49

terbaik buat gua sampai akhirnya kita

361:51

action dan kalau kita puas kita share."

361:53

Tapi here's the thing, Teman-teman. My

361:55

point is ini banyak banget kan? Udah ada

361:58

Aida, udah ada 5A, udah ada ISAS itu

362:01

jadi gua pakai mana nih lu kasih gua ada

362:02

tiga biji Rama ya kan. Jadi gua pakai

362:04

yang mana? Takutnya teman-teman semua

362:06

pada bingung. So my point is let's

362:08

simplify all this. Daripada teman-teman

362:10

bingung seperti biasa yang teman-teman

362:12

sudah tahu dari Rama, Rama tuh udah

362:14

paling demen bikin konsep sendiri. Jadi

362:16

daripada lu ngikutin itu ribet-ribet,

362:18

mendingan

362:19

kita gampangin dengan satu terminologi

362:22

baru ini, yaitu modern online funnel.

362:25

Nah, gua singkat jadi tiga. Gampang kan?

362:28

Jadi dari tahu tertarik sampai beli

362:31

masing-masing ini ya Dave dan

362:33

teman-teman ada matrik buat ngukurnya.

362:36

Matriknya apa? Kalau misalnya orang tahu

362:38

kita itu datangnya dari mana nih? Ya,

362:41

teman-teman sudah bisa lihat Prot Boikor

362:43

ya secara manipulasi ya. Ini lagi banyak

362:45

banget yang pakai konten ini. Kemarin

362:47

Sara bikin, S bikin ya, terus Dav juga

362:49

bikin ya. Bentar lagi ini feeling gua

362:51

Sam sama Jen juga ikutan bikin nih yang

362:53

kayak gini-gini kan cara memanipulasi

362:55

ya. Ini Mas Budi juga tinggal nunggu ya.

362:57

Ini Mika juga kan. Nah, jadi

362:58

malam minggu nanti Mas Budi

363:00

sudah tadi hari ini lagi

363:02

langsung

363:03

langsung ya kan ini boyor ya. Nah, jadi

363:06

dari konten kita

363:08

orang tuh tahu produk kita dari konten

363:11

kita karena ada CTA-nya. Nah, next-nya

363:14

dari orang tahu sampai tertarik mereka

363:16

gimana kita ngetracknya dari sini

363:19

teman-teman ya kanan apa kita

363:24

landing page kita, Teman-teman.

363:27

Tugas konten kita itu tuh cuman sampai

363:29

bikin orang tuh tahu bahwa kita tuh

363:31

punya produk.

363:33

Tugas landing page kita itu tuh supaya

363:35

bikin orang tuh tertarik sama produk

363:36

kita. Makanya kalau misalnya kita mau

363:38

ngepromosin produk kita, enggak usah

363:40

jelasin semuanya. Oh, produk eh online

363:43

course gua ngajarin soal ini, ini, ini,

363:44

yang lu dapetin ini, ini, ini benefitnya

363:47

enggak usah. Itu tugasnya lading page.

363:49

Jadi tugasnya konten kita cuman buat

363:50

bikin orang aware doang. Hey, I have

363:52

this. [tertawa] The dream outcome is

363:53

this. If you want to check it out, do

363:55

this. Nah, itu tugasnya konten kita.

363:58

Cuman CTA-nya sampai sana aja. Nah,

364:00

next-nya tugasnya tuh ada di landing

364:02

page kita ngejelasin semuanya buat

364:04

nge-breakdown objection, kasih tahu

364:05

dream outcome-nya, benefit yang

364:07

didapetin apa, value stack-nya apa,

364:10

offnya gimana, harganya apa,

364:13

guarantey-nya kalau ada apa. Sama

364:15

akhirnya sampai mereka bisa beli dan

364:18

mereka masuk ke checkout page. [tertawa]

364:20

Nah,

364:22

gampangnya begitu. Content landing page

364:24

check out content landing page check out

364:27

content landing page check out.

364:30

Simpelnya begitu. Nah, sekarang

364:32

ngetracknya gimana? Kalau misalnya kita

364:35

ngomongin content landing page checkout

364:37

ya, keyrix to monitornya itu adalah ini

364:39

nih. Kalau konten tentu ya yang perlu

364:42

kita perhatikan adalah views-nya.

364:46

Kalau misal views konten kita sedikit,

364:48

belum tentu produk kita enggak laku.

364:50

Tapi kita yang harus ningkatin konten

364:51

kita supaya bisa lebih bagus. Entah itu

364:54

kita belum nemu winning konten kita atau

364:56

enggak kita nge-postnya terlalu sedikit.

364:58

Jadi belum works trafficnya belum datang

365:00

kecuali nge-ads gitu. Jadi konten nomor

365:03

satu kita harus tahu dulu ini

365:05

permasalahan di konten kita yang belum

365:06

viral atau produknya. Kalau misalnya

365:08

konten kita belum viral ya kita harus

365:09

benerin kontennya. Tapi kadang-kadang

365:12

ada yang suka terjadi begini. kontennya

365:14

udah viral, udah 100.000, udah 100.000

365:16

views nih sama udah 1 juta views nih,

365:19

tapi kok masih yang check out dikit gitu

365:22

kan. Itu berarti permasalahannya ada di

365:23

landing page.

365:26

Landing page teman-teman itu kurang

365:27

convincing enough sampai orang tuh

365:29

enggak mau ngeklik. Teman-teman bisa

365:31

ngeceknya gimana? Teman-teman nanti bisa

365:33

ngecek rasio di antara landing page

365:36

views sama button click. Berapa orang,

365:39

seberapa banyak orang yang ng-view

365:40

landing page teman-teman sampai akhirnya

365:41

ngeklik button teman-teman.

365:44

Your next question will be rasionya

365:46

berapa yang bagus ya kan. Jadi gimana?

365:48

Nah nanti kita bahas. Yang terakhir

365:50

check out conversionnya dari orang udah

365:52

ngelihat checkout page mereka masukin

365:54

data sampai akhirnya bayar itu berapa

365:55

banyak yang kita cek

365:59

ya. Nah habis itu kita bisa lihat juga

366:01

ada dua ini di tengah-tengah ada dua nih

366:03

ya. Yang pertama dari views ke button

366:06

click ya. Dari content ke landing page

366:07

itu yang perlu kita lihat apa? Link

366:09

clicks-nya. Kalau misalnya teman-

366:11

teman-teman pakai link di bio, itu

366:12

berarti link di bionnya berapa banyak

366:14

yang klik? Kalau misalnya teman-teman

366:15

pakai pakai mini chat atau pakai DM

366:17

Automation, berarti berapa banyak tuh

366:20

link clicks yang ada di DM teman-teman?

366:23

Nah, habis kita tahu, kita lihat

366:25

checkout initiation-nya dari orang yang

366:27

ngeview landing page kita, berapa banyak

366:30

orang yang ngemasukin data sampai

366:32

akhirnya klik buat bayar. Check out

366:35

initi eh initiation tuh artinya apa?

366:37

Mungkin teman-teman kurang familiar sama

366:38

checkout initiation. Tapi kalau misalnya

366:40

teman-teman ngerti ads, ini udah menjadi

366:42

e term yang sangat awam banget, checkout

366:44

initiation. Nah, checkout initiation itu

366:46

adalah gini. Kemisalannya teman-teman di

366:49

sini ya, Teman-teman.

366:52

Ini checkout page kan. Check out page

366:55

ini teman-teman kalau misalnya ada orang

366:56

ngisi nama, email, nomor HP, terus kan

366:58

mereka scroll ke bawah terus mereka bisa

367:00

bayar sekarang kan mereka bisa klik

367:02

bayar kan entah pakai metode payment

367:04

apapun itu ya. Nah, ketika orang ngeklik

367:07

itu dan mereka sudah masukin data, itu

367:09

namanya checkout initiation. Berarti

367:11

mereka sudah menginisiasi checkout

367:13

tinggal bayar. Nah, itu adalah matrik

367:15

yang kita sebut sebagai checkout

367:16

initiation,

367:18

ya. Nah, jadi itu kurang lebih adalah

367:20

yang namanya checkout initiation.

367:23

Ada pertanyaan nih dari Samuel, Ram, ada

367:25

pengalaman enggak algoritma berpihak

367:27

views-nya naik daripada biasanya, tapi

367:29

pada akun IG dan TikTok kita di udah

367:32

berapa upload?

367:34

Oh, biasanya sih di konten ke-20an

367:36

sampai 30-an. Eh, Sam kalau misal dari

367:39

nol banget gitu ya. Tapi ada orang

367:41

contoh kayak Sara. Sara itu tuh by the

367:43

way Sara itu salah satu alumni kita.

367:45

Kalau enggak salah konten best of the

367:48

best dia tuh di konten ke-50-an baru

367:50

akhirnya naik tung ngegulung dari 2000

367:51

sampai 20.000 hanya dalam beberapa em

367:55

minggu gitu kalau enggak salah. Tapi

367:57

harus gua cek sama Sara lagi. Tapi Sara

367:59

growth-nya lebih lama gitu loh. Tapi

368:02

kalau misalnya teman-teman ngelihat keep

368:04

on being consistent kayak dia, dia tuh

368:06

berarti VC tuh udah sekitar 6 bulanan

368:09

100.000 sekarang followers-nya gitu loh.

368:11

Mike kalah, Aril kalah gitu loh. Jadi

368:14

the power of apa consistency karena dia

368:16

konsisten 100.000.000 hari ini baru aja

368:18

hit. Dia baru bilang ke gua lewat WA,

368:20

"Gua udah hit nih. [tertawa] Tapi gua

368:22

tahu RAM next-nya lu bakal bilang apa?

368:24

Share di Discord." Iya. Ah, jadi bentar

368:25

lagi dia share di ya. [tertawa] Jadi em

368:29

biasa sih di 20 sampai 30 itu buat gua,

368:32

buat Mike sama buat Aril kayak begitu,

368:34

Sam. Tapi kadang-kadang ada orang

368:35

kasusnya di konten ke-50 baru naik gitu

368:37

loh. Jadi signifikannya baru kelihatan

368:38

di sana. Jadi biasanya sih kurang lebih

368:40

seperti itu. Kalau yang type akun

368:42

bertobat cepat hilang terus upload lagi,

368:44

ada pengalaman enggak? Kayaknya sama aja

368:46

sih, Sam. Jadi, I think we just need to

368:49

make sure that contentnya bagus. Karena

368:51

terkadang it's not about the quantity,

368:52

tapi emang konten kita berarti yang

368:54

perlu diimprove. Kalau misalnya meemang

368:55

belum naik views-nya gitu. Jadi itu sih

368:58

kalau titipan dari gua gitu. Oh, Sara

369:00

sudah share ya di UIN di Discord. Jadi,

369:02

teman-teman nanti bisa lihat ee

369:03

perjalanan dia. Kalau teman-teman mau

369:05

tanya, mau minta input, silakan juga di

369:06

Discord. Jadi bisa kontakkan sama Sarah

369:08

Mama Beruang gitu. Nah, Teman-teman ini

369:12

adalah jawaban dari pertanyaan

369:15

Teman-teman semua. Mungkin matriknya

369:17

gimana? Mungkin Mika juga menanya hal

369:19

yang sama. Nah, jadi begini teman-teman

369:21

dari konten ke landing page, matrik yang

369:24

bagus tuh berapa banyak sih? 2 sampai

369:27

4%. Jadi kalau udah orang ngeklik

369:29

landing page kita dari konten kita 2

369:31

sampai 4% itu udah bagus. Dari landing

369:34

page ke checkout page 10 sampai 15%

369:37

kalau misalnya convert itu udah bagus.

369:39

Tapi kalau kita ngomongin dari end to

369:40

end ini, btw disclaimer dulu ini data

369:43

pribadi sama klien-klien Proud ya yang

369:45

udah pernah dipegang sebelumnya sama e

369:48

customer-customer kita. Jadi biasa kalau

369:50

kita handle kita ngetrack kan kurang

369:51

lebih seperti ini. Nah, kalau misalnya

369:53

teman-teman mau gampang, this is just a

369:55

simple math, just a dumb math gitu ya.

369:58

Kalau mau gampang gimana? Dari views

370:00

sampai akhirnya sales itu 0,05%.

370:05

0,05%.

370:08

Makanya kalau misalnya kita lihat simple

370:10

mat gini, kalau misalnya kita punya

370:12

100.000 views dan conversionnya itu

370:15

0,05% berarti berapa banyak sales-nya?

370:18

Sales-nya itu kurang lebih di sekitar 50

370:20

sales

370:23

ya. Nah, jadi kurang lebih kayak gitu.

370:27

If you have sekitar 100,000 views,

370:30

berarti sales-nya yang kita bisa expect

370:32

tuh sekitar 50. Tapi mungkin beberapa

370:36

dari teman-teman mikir gini, "Views gua

370:39

Rp100.000 nih, tapi produk gua kok

370:41

enggak sampai 50?" Atau misalnya

370:43

kebalikannya, "View gua Rp100.000 nih,

370:46

tapi kok produk gua lakunya lebih

370:48

banyak?" Nah, mungkin beberapa dari

370:49

teman-teman ada berpikir seperti itu

370:51

karena

370:54

what if not? I kan kalau misalnya enggak

370:56

50 sales gimana, RAM? Kira-kira ada

370:58

beberapa faktor, Teman-teman, yang perlu

371:00

kita perhatikan di sini. Jadi kalau

371:02

misalnya golden ratio itu teman-teman

371:04

enggak touch atau teman-teman enggak

371:07

dalam tanda kutip achieve di sana kok

371:10

100.000 views gua enggak 50 sal ya apa

371:11

yang terjadi? Ada dua faktor teman-teman

371:15

yang pertama itu adalah digital product

371:16

price kita tentu semakin mahal pasti

371:21

akan semakin sedikit ya confession

371:23

rate-nya. Contoh, misalnya produk kita

371:25

harganya Rp1 juta, tapi yang beli cuman

371:28

20 orang.

371:30

Itu berarti udah Rp2 juta tuh dari satu

371:33

konten. Tapi kalau misalnya produk kita

371:36

harganya Rp90.000,

371:38

yang beli 200 orang sama toh R juta ish

371:44

plus minus tapi yang beli 200. Jadi

371:47

maksudnya tergantung pricing point kita

371:49

juga. Nah, jadi it's a pricing a game

371:51

gitu. Tergantung teman-teman mau mainnya

371:52

gimana. mau ngejar kuantitas atau mau

371:54

ngejar kualitas.

371:56

Ya, jadi ini ada efeknya dari harga yang

371:59

teman-teman taruh juga gimana di sana.

372:02

Nah, itulah yang perlu kita tahu

372:04

price-nya gimana. Nah, untuk yang ini

372:07

itu tuh controllable. Kenapa? Karena

372:09

kita bisa tes, oh gua pakai price di

372:11

sini orang beli. Kalau misal gua pakai

372:13

di segini orang enggak beli. Itu yang

372:15

gua lakuin dengan flowzone blueprint,

372:17

Teman-teman. Jadi, kalau misalnya

372:18

Teman-teman ingat ya, pasti tahu

372:20

Flowzone Bluint kan sering gua ceritain

372:21

ya ke Teman-teman ya dulu. Flow

372:23

Blurprint itu harga launching-nya itu

372:24

298. Tapi kita sempat testing selama 1 2

372:28

minggu kita naikin ke 349.

372:31

Yang terjadi apa? sales-nya drop 25% ya

372:35

udah gua balikin lagi ke 298 lagi and

372:36

then akhirnya balik normal lagi. Nah,

372:39

jadi itulah salah satu hal yang perlu

372:41

kita testing atau perlu kita tahu juga

372:42

bahwa pricing matters. Karena terkadang

372:46

value yang kita mau sampaikan dengan

372:47

price point sebegini mungkin orang tuh

372:49

mikir kayaknya segini enggak worth it

372:52

deh produknya segini tapi kalau segini

372:53

gua pengin beli deh. Nah, gitulah kurang

372:55

lebih kayak gitu. And this we can

372:57

control. Jadi, pricing-nya kita bisa

372:59

tes. Kalau misalnya belum laku, ada dua

373:01

opsi, Teman-teman. Entah turunin harga

373:04

buat nge-adjust ke value-nya atau

373:05

Teman-teman naikin value-nya. Misalnya

373:07

kelas gua Rp500.000, tapi kok enggak

373:09

laku. Entah kita naikin banyaknya

373:11

bonus-bonus atau materinya kita tambahin

373:13

supaya value-nya naik atau enggak kita

373:15

turunin harganya sedikit. Itu kita bisa

373:16

testingnya begitu solusinya. Yang kedua

373:19

adalah audience quality atau

373:21

targeting-nya emang suai aja. Sayangnya

373:24

organik adalah kayak gini. Kita enggak

373:26

bisa ngetarget. Gua mau audience gua

373:28

yang begini, umurnya segini-segini,

373:30

gendernya begini, lokasinya di sini,

373:31

interest begini, enggak bisa ditarget.

373:33

Kecuali kita main ads. Kalau main ads

373:35

bisa kita pinpoint, tapi kalau organik

373:37

enggak bisa. Kita mainnya gimana? Lewat

373:40

intonasi kita, lewat cara berbicara

373:42

kita, lewat ide yang kita pilih, lewat

373:44

scripting kita, lewat hook-nya.

373:49

Karena kita ngebahas bisnis buat CEO

373:52

sama kita bahas bisnis buat anak

373:53

kuliahan beda ya. Nah, jadi kita bisa

373:55

mainin di angle pembawaan konten kita.

373:57

Setidaknya itu yang kita bisa kontrol,

373:59

tapi ini uncontrollable gitu,

374:01

Teman-teman. Nah, oleh karena itu ketika

374:04

kita sudah tahu ini semua, yang perlu

374:05

kita lakuin apa? Decision making-nya

374:07

supaya kita bisa mengimprove nih ya,

374:10

ke depannya yang kita bisa lakuin itu

374:11

apa. Ini teman-teman brokennya di mana

374:14

kita harus tahu dulu ya. Seperti yang

374:17

tadi ini kan kita udah lihat nih. Kalau

374:20

misalnya kita jeleknya di konten,

374:21

views-nya masih kurang, kita betulnya di

374:23

konten. Kalau misalnya button clicksnya

374:26

masih kurang, kita betulin di landing

374:27

page. Kalau misalnya orang udah masukin

374:29

data, udah tinggal check out tapi mereka

374:31

enggak convert, kita betulinnya di sini.

374:33

Nah, masing-masing apa? Kita bahas

374:34

satu-satu ya, Teman-teman. Kalau

374:36

misalnya kita ngomongin kontennya jelek,

374:38

yang perlu kita adjust apa, Teman-teman?

374:40

Ada tiga aspek yang kita bisa adjust.

374:44

The first one, Teman-teman, is the hook

374:47

ya selalu ya udah paling utama ini hook

374:50

kita bisa adjust karena bisa aja mungkin

374:53

hook kita enggak optimal

374:57

gitu. Yang kedua adalah idenya. Karena

375:00

bisa aja ide kita yang enggak market fit

375:02

gitu loh. Konten kita bagus, hook-nya

375:04

bagus, tapi orang enggak butuh konten

375:05

ini gitu loh. Jadi mereka tetap enggak

375:07

relate. Idenya yang kita improve lagi.

375:10

Dan yang ketiga adalah CTA-nya supaya

375:12

orang bisa lanjut ke landing page. Nah,

375:15

sekarang kalau misalnya kita ngomongin

375:16

landing page yang perlu kita improve apa

375:18

nih, RAM? Supaya orang tuh merasa bahwa

375:20

value kita tuh tinggi dan akhirnya

375:22

sampai orang tuh mau ngeklik buttonnya

375:23

sampai nge-check out. Ada tiga hal ini,

375:25

Teman-teman. Yang pertama adalah above

375:27

theult. Above the foldult itu apa? Baru

375:30

pernah dengar nih, RAM gitu kan. Above

375:32

the foldult itu adalah kata-kata pertama

375:35

yang teman-teman lihat di landing page

375:37

masing-masing. Nih gua kasih contoh ya

375:39

teman-teman ya. Misalnya

375:41

buat flow zone blueprint misalnya ya.

375:48

Nih kita lihat.

375:50

Nah ini adalah above the fold. Above the

375:53

fold itu maksudnya adalah ketika kita

375:55

ngebuka website kita, gambar atau

375:58

kata-kata yang pertama kali kelihatan

376:00

sebelum kita scroll ke bawah itu adalah

376:01

yang namanya above the fold gitu ya.

376:04

Jadi ini adalah above defult kita harus

376:06

kita improve karena kalau ininya aja

376:08

enggak hooking, ini aja jelek, orang

376:10

enggak bakal scroll sampai bawah gitu.

376:12

Nah, jadi above default-nya ibaratnya

376:14

above the fault itu adalah hook-nya dari

376:15

landing page kita. Nah, itu yang harus

376:17

kita improve.

376:19

Nah, pertanyaan dari Sena, Ram buat

376:23

above the fold-nya tetap pakai hook ya?

376:25

Iya, betul, ini hook sama aja. Eh, Ram

376:28

mau dong linknya. Link apa nih? Link eh

376:30

ininya gua share ya ke sini.

376:34

I sip nih. Sip, gitu ya. Jadi above the

376:37

fold, Teman-teman.

376:39

Yang kedua adalah overstacking. Nah,

376:42

overstacking itu apa? Nah, teman-teman

376:43

semua sudah tahu ya. Over stacking itu

376:45

adalah ini. Jadi ini nih

376:47

overstacking-nya. Karena bisa aja mereka

376:49

ngelihat dengan harga segini ini 298

376:52

nih gua dapatnya ini udah cukup menarik

376:54

belum ya buat gue? Nah, mereka akan

376:56

merasionalisasikan itu. Gue dapat course

376:59

worksheet community. Worth it enggak ya

377:01

buat harga segini? Kalau menurut mereka

377:02

belum worth it mereka jadi akan

377:03

ngrationalize decision mereka untuk

377:05

enggak beli. Jadi ini yang kita perlu

377:08

twak di si overstacknya.

377:11

Nah, lalu yang terakhir adalah dream

377:13

outcome-nya nih. Dream outcome-nya.

377:16

Dream outcome itu apa?

377:18

Kalau di sini di title-nya sendiri,

377:21

kerjaan sehari selesai dalam 3 jam pakai

377:23

cara produktif ini. Jadi, gimana cara

377:25

kita bisa menyelesaikan kerjaan 24 jam

377:27

hanya dalam 3 jam? Cukup menariknya itu

377:29

ya. Itu yang perlu kita taker. Is

377:33

actually the promise of our product itu

377:36

tuh menarik enough enggak? Cukup menarik

377:38

enggak buat audiens kita? Kalau misalnya

377:40

enggak cukup menarik ya pantesan mereka

377:42

enggak beli karena ya ngapain gua beli

377:44

ini aja enggak menarik gitu loh. Itu

377:46

yang perlu kita cari tahu. Jadi ada tiga

377:48

above the fault ya hook-nya dalam

377:50

landing page kita apa. Dua,

377:52

overstacking-nya yang kita offer ke

377:54

mereka tuh apa aja. Lalu yang ketiga,

377:56

dream outcome-nya gimana?

377:59

Jadi yang kita ngasih ke mereka ketika

378:01

mereka beli ini apa? Contoh value

378:02

creator accelerator. Kalau misalnya lu

378:04

join ini, lu akan bisa dapat R3 juta.

378:07

Kalau misalnya kemarin bootcam 14 hari,

378:09

kalau misalnya lu join ini, lu akan

378:10

dapat 14 eh lu akan dapat R juta dalam

378:13

14 hari gitu ya. Ini mungkin lebih makes

378:17

sense nih bagi teman-teman. Agak ketebak

378:20

nih yang perlu di-improve apa. Tapi ini

378:22

yang teman-teman paling sering kelewatan

378:24

dan gua

378:26

I cannot emphasize

378:29

enough the importance of this. Di antara

378:32

ketiga ini. Menurut gua ini adalah salah

378:33

satu yang paling penting.

378:36

Karena sering banget kita kelupaan kalau

378:38

dua depan ini teman-teman sering ingat.

378:40

Tapi ini nih yang teman-teman sering

378:41

lupa. Kalau misalnya orang sudah masukin

378:45

data tapi mereka enggak cek outal

378:46

artinya apa? Bisa jadi tiga ini yang

378:50

menjadi bottle neck customernya

378:53

teman-teman sampai akhirnya mereka

378:54

enggak daftar. Yang pertama adalah

378:56

urgency sama scar city. Menurut mereka

378:58

produknya ini bagus tapi mereka enggak

379:00

melihat alasan kenapa mereka harus

379:01

belinya atau checkoutnya sekarang.

379:03

Contoh teman-teman, ada yang pernah mau

379:06

masuk ke gym enggak sih? pengin beli

379:08

subscription gym gitu misalnya pengin

379:10

mulai nge-gym terus ng ee ini nih

379:14

nge-contact

379:16

marketing di gym-nya gitu ya.

379:19

Atau enggak teman-teman kartu kredit dah

379:21

atau enggak misalnya teman-teman mau

379:22

beli yang lain dah

379:24

pasti mereka selalu akan kayak gitu tuh

379:26

kak ini slotnya tinggal sisa dua ya tiap

379:28

hari lu sisa dua terus slotnya tahu lu

379:31

ngibulin enggak sisa dua masih banyak

379:33

tapi tiap hari lu follow up gua sisa dua

379:34

sisa satu sisa dua lagi. Jadi, itulah

379:37

yang mereka lakukan. Nge-build urgency

379:40

sama Scar City-nya. Hey, this offer is

379:43

gonna expire soon. Jadi, lu harus check

379:45

out sekarang. Kalau enggak diambil sama

379:47

orang lain nih, banyak yang mau juga.

379:49

Dan tinggal sisa waktunya segini. Karena

379:51

cuman limited sampai bulan Agustus aja.

379:54

Bulan Juli udah enggak ada lagi. Eh,

379:55

bulan September udah enggak ada lagi

379:57

gitu. Enggak

379:59

yang kedu.

380:00

Oke, ini menarik mengenai landing page

380:02

karena selama ini yang gua masih pakai

380:04

di

380:06

mm link gua adalah landing lead

380:08

magnet-nya which is yang you dapat kelas

380:10

gratis, you line up kan masukin data.

380:14

Wish mungkin enggak menarik karena kan

380:16

setelah gua pikir-pikir kayak apa gua

380:18

masukin link yang langsung ke coreover

380:20

misalnya kan atau apa karena di situ kan

380:22

lebih jelas tuh valueing-nya dapat

380:24

apanya bla bla bla seperti itu. Anyway,

380:27

em

380:29

dari nanti ngitung-ngitungnya mungkin

380:31

nanti ya yang tadi berapa berapa ininya

380:34

gua pikir yang ini yang

380:36

em follow up kayak gitu memang memang

380:40

gua tuh suka gua udah nanyain kayak

380:42

sejak seminggu dari yang waktu itu gitu

380:44

kayak udah nonton belum gitu.

380:47

H

380:48

masalahnya karena free and it's there in

380:51

their email tinggal click and anytime is

380:54

ready. Jadi kayak ya udahlah ya tarsok

380:57

tarsok kan gua bisa nonton mau mau gua

381:00

kapan kan. Nah but I see that em enggak

381:03

tahu beberapa hari ini gua kayak ke

381:05

algoritma IG-nya tuh kayak kayak ini

381:07

kayak kayak Mind Valley ya. Gua tuh

381:10

kayak dapat terus si Mind Valley itu if

381:12

you know Mind Valley RAM

381:14

itu tuh kayak kelasnya

381:17

dia kayak pakai apa sih? calend calend

381:20

atau apa pokoknya jadi kayak the webinar

381:22

is free tapi lu harus set the time kamu

381:26

mau nonton jam berap di waktu kapan

381:28

tanggal berapa so when the access is

381:30

gone ya udah it's your loss gitu

381:32

thinking mungkinkah kita gue perlu bikin

381:36

scare city itu sehingga orang enggak

381:37

kayak bodoh tarsok-tarsok dong nonton

381:39

free-nya gitu sehingga mereka enggak

381:41

akhirnya kan kalau udah nonton course

381:44

gua kan kelihatan kan gua ngajarnya

381:45

gimana enak enggak menurut lu value-nya

381:47

nih oke enggak kalau Kalau lu beli kelas

381:49

selanjutnya gitu. Sekarang mau nonton

381:51

aja juga masih banyak yang enggak nonton

381:54

gitu, Ram. Gimana menurut lo? Oke, ada

381:57

dua jawaban. Eh, tiba-tiba kamera gua

381:59

mati, Guys. Sorry. Jadi gua pakai webcam

382:01

lagi. Back to the webcam. Anyways, so

382:05

that strategy is called automated

382:06

webinars. Nah, jadi yang main Valley

382:08

lakukan itu tuh pakai automated webinar

382:10

sistemnya. Ada beberapa teman gua udah

382:13

pakai dan it works ada beberapa yang

382:15

flop as Jadi, em

382:19

for advancy itu strategi advancy my

382:21

opinion. Jadi, kalau misalnya mau dites

382:23

tapi gua pribadi masih twaking secara

382:27

internal karena buat bisa nge-pull off

382:31

that automated webinar, every single

382:33

attention to detail itu harus kita

382:35

perhatiin. Karena gini, essentially what

382:37

it does adalah itu bikin kita berasa

382:39

kita lagi ikutan webinar dan ramai

382:41

webinarnya, tapi sebenarnya enggak ada

382:43

orang, cuman kita doang sendiri. dia tuh

382:44

bisa nge-set di detik berapa ada orang

382:47

namanya siapa ngechat apa, ada orang

382:49

namanya siapa di detik ke sini ngechat

382:51

apa. Jadi seautomated itu dan harus

382:54

dicraft sebegitu detail gitu. Jadi itu

382:57

namanya automated webinar itu ada banyak

382:59

sih. Ada pakai webinar jam pakai ada

383:02

ever webinar pakai calend juga bisa.

383:04

Jadi

383:05

toolnya banyak di luar gitu.

383:06

Enggak. Kalau gua enggak mau webinar gue

383:08

cuman mau the free class yang recording

383:11

gua adalah limited. Itu gimana?

383:13

Gini, sesimpel begini. In the in the

383:16

email that you sent them atau in your

383:18

landing page, in the thank you page,

383:20

bilang ini hanya akan bisa diakses

383:23

selama 3 hari atau selama 1 hari. Jadi

383:25

kalau misalnya mau nonton, nonton hari

383:27

ini. Kalau misalnya itu kan yang kita

383:29

bisa lakuin, lakukan ketika automated.

383:31

Dan kalau misalnya kita lagi mau follow

383:32

up nih kemarin misalnya follow up, when

383:35

you follow them up. Udah nonton belum

383:36

webinarnya? Karena ini akan expire nih

383:38

linknya hanya dalam 40 e 48 jam lagi.

383:41

Jadi kalau misalnya belum nonton dan

383:43

memanfaatkan ee promo yang ada di lead

383:46

magnet ini, lead magnet ini bisa

383:48

dimanfaatkan dalam 48 jam ke depan ya.

383:51

Karena setelah ini akan hangus

383:52

vouchernya habis gitu.

383:54

Oke oke oke oke. Soalnya kalau kan

383:57

selama ini kan itu langsung masuk

383:59

automation email kan which is

384:02

link klik link di sini misalnya gitu

384:04

kan. Myion kan kagak pernah expired ya

384:07

terus

384:07

betul betul betul e gak apa-apa just say

384:10

it to them aja bahwa this is gna expire

384:13

kalau misalnya gak tentu enggak akan

384:15

expire and it's their win kalau misalnya

384:17

mereka enggak kena tapi kalau misalnya

384:18

mereka kemakan ya kan both winwin juga

384:21

it's a good deal for them and we got a

384:22

sale. Jadi sebenarnya menurut gua

384:23

sah-sah aja sih buat kita begitu.

384:25

Oke thank you. Boleh boleh. Misalnya eh

384:28

nih tambahan nih misalnya ada audiens

384:29

kita yang kritis, "Ini gua udah beli

384:31

nih, tapi lu bilang kemarin cuman sisa 2

384:32

hari lagi, tapi ini kok masih bisa

384:34

diakses gitu kan. Ada orang yang kayak

384:35

ada orang yang kayak begitu terus kita

384:37

tinggal bilang gini aja due to popular

384:38

demand extending ya tinggal dibasi-basi

384:41

gitu aja [tertawa]

384:42

gitu loh."

384:43

Emang cara mainnya gitu digital product

384:45

itu sangat lumrah kok.

384:47

Oke. Oke.

384:48

Gitu. Thank you, thank you.

384:50

Nah, ini poin ketiga udah tadi sekalian

384:52

kita bahas nih sama yang questionnya

384:54

dari SU which is special offers. Like

384:56

when we follow them up even further,

384:58

Teman-teman kan kita bakal bilang, "Hei,

385:00

lu udah nonton belum lead magnet kita?

385:02

Hei, lu kan udah kemarin udah pre-order

385:04

ini nih." gitu kan. Masih mau enggak bla

385:06

bla bla. Ini tinggal sisa bla bla bla

385:08

ya. Tinggal sisa quantity x gitu sampai

385:10

tanggal segini offnya. Dan kalau

385:13

misalnya lu beli hari ini, gua akan

385:15

kasih lu ekstra bla bla bla dikasih

385:17

bonus lagi. Itu yang namanya special

385:19

offer. Itu yang akan bikin orang

385:20

convert. Nah, jadi magic of conversion

385:23

is in the followups.

385:25

Is in the followups. Jadi jangan ragu,

385:28

Teman-teman, atau jangan putus asa.

385:29

Kalau misalnya ini yang daftar lead

385:30

magnet udah banyak nih, tapi kok yang

385:32

check out sedikit. Yang daftar 100, tapi

385:33

kok yang checkout 1 5 7 10 kenapa ya?

385:37

Nah, kita bisa follow up kok ke

385:38

depannya. Kurang lebih gitu teman-teman.

385:40

It's it's it's pretty simple. Jadi kalau

385:42

content ya yang perlu kita perhatikan

385:44

views-nya. Kalau misalnya views-nya itu

385:46

kureng kita bisa optimize hook call to

385:48

action idea landing page. Kalau misalnya

385:51

kita mau ngetrack gimana? Button klik

385:53

kita ngimprove-nya gimana? Above the

385:55

fold ya. Kalau check out gimana? Ini

385:58

yang kita track yang kita lihat ininya.

386:06

Alright. So, the next session is gonna

386:08

be very fun karena video berikutnya

386:10

adalah live breakdown dari case study

386:12

yang gua lakuin untuk klien gua di mana

386:14

dia lagi baru mau memulai nge-scale up

386:16

info produk dia dan gua nge-breakdown

386:18

funnel dia dari awal sampai akhir.

386:19

Gimana cara dia nge-optimize low tiket

386:21

dia sampai akhirnya bisa ngcale up ke

386:23

high ticket dia. With said, let's jump

386:25

into the next session.

386:27

Oke, cool, cool, guys. What's up, Akbar?

386:31

Run me through.

386:34

Yes. Jadi eh produk sudah selesai produk

386:39

eh forover

386:41

benar gratis LP juga tinggal finishing

386:44

touchnya harusnya Selasa semua banget

386:48

gitu. Nah cuman

386:50

gua pengin ngomongin pertama dari flow

386:52

dulu nih

386:54

dari apa?

386:55

Jadi kemarin kita sempat dari flow. Oke,

386:58

FL soral fan penjualan

387:02

kemarin kita sempat ya ke misalnya kita

387:05

mau naruhnya itu

387:09

di kartu ya kan.

387:12

Oke,

387:12

jadi gratis.

387:14

Nah, cuman what you should know

387:16

sebenarnya

387:19

ourselves

387:21

itu enggak lewat many chapter.

387:23

Hm.

387:26

lewat lewat ts kebanyakan 10%

387:30

jadi kalau misalnya ngarahin dari chat

387:32

langsung ke page actually yang beli itu

387:36

dikit

387:38

kayak gitu. Nah, jadi apakah mendingan

387:42

buat lain man langsung ke si webinar

387:46

gratis ini

387:48

atau better gimana tu? Jadi dari produk

387:51

memang gua bakal taruh add cuma dari

387:52

manajer gua langsung arahin ke versi

387:56

webinarnya.

387:57

Oke, webinar jadinya mau gratis ya bar

388:01

ya enggak jadi mau berbayar ya.

388:06

Ee kita pikir tuh awal-awal kalau agak

388:10

dulu sih menurutnya gimana?

388:12

Boleh kalau misalnya apalagi kalau

388:14

misalnya tadi organik ya.

388:17

Kalau misalnya 10% comes from organik

388:21

ini boleh sih jadi funelnya langsung ee

388:24

kita pecah aja. Jadinya kalau misalnya

388:27

organik itu tuh

388:34

dari konten

388:38

konten kan many chat automation ya.

388:41

terus DM, klik link, terus habis itu

388:45

free webinar. Gua setuju, gua setuju bar

388:47

ini bar. Tapi kalau misalnya kita main

388:49

ads supaya kita bisa balik modal si

388:51

itunya juga si add cost-nya eh ini kan

388:55

kreatif terus kan eh klik

388:59

click button terus landing page

389:04

ini produk berbayar ya produk berbayar

389:09

terus one time offer order bump order

389:13

bump webinar gratis ini boleh sih kalau

389:15

ini gua enggak masalah lah.

389:18

Jadi dibedain aja funnel-nya. Kalau

389:20

misalnya

389:20

itu sih yang bakal gu

389:22

nah kalau misalnya lu mau testing bisa

389:24

gini bar lu balik. Jadi yang di organic

389:26

free webinar dulu nanti order bamnya

389:28

baru yang produk berbayar. Kebayang

389:30

enggak?

389:32

Balik aja.

389:34

Oke. Oh i ya benar benar benar

389:37

gitu tinggal dibalik. Kalau gini gua

389:38

setuju soalnya sayang kalau misalnya

389:40

mereka udah mau bayar why not kan gitu.

389:44

Iya, Pak.

389:47

Terus yang kedua nih, Ram.

389:49

Iya.

389:50

Ini kan gua bakal

389:52

kan entar ujung-ujung kan jual corover

389:54

ya

389:55

dari webinar ini, Kang.

389:57

Si coreovernya ini selain dari webinar

390:00

apakah gua juga dan if yes gua nunggu

390:05

webinar pertama dulu seakan-akan

390:07

launching dulu. Apakah gua langsung

390:10

belajar aja bagaimana?

390:12

Baik.

390:17

Gua lagi mikirin pros and ken ya biar

390:20

ini

390:24

webinarnya launch-nya e webinar did-nya

390:27

kapan ya bar?

390:29

Nah, ini belum belum kita tentu juga

390:31

lah. Bagusnya tuh kayak ketika gua mulai

390:35

robot kayak berapa kali post dan

390:39

berapanya kira-kira gimana?

390:42

Kalau misalnya gua apalagi kalau free

390:44

webinar biasanya sih needs

390:46

needs two weeks

390:48

two to the weeks sih weeks sebenarnya

390:49

udah oke weeks max ya ini

390:52

for promotion.

390:54

Jadi kalau misalnya kita ngelihat di

390:55

hari ini nih kita masih ada 2 minggu

391:01

ya mentok-mentok ya berarti di sini bar

391:04

di minggu pertama Februari tuh kalau mau

391:11

eh first week of web

391:15

will be ideal. Nah, sekarang

391:16

pertanyaannya question.

391:21

Do we sell core over on ads? Ya kan

391:24

before the webinar ya kan? Ini million

391:26

dollar questionnya kan sebenarnya kan.

391:28

Nah, what I would do bar kalau gua jadi

391:31

loop sell

391:34

butnya batnya kencang. BATnya kencang

391:37

gini. Jadi eh with core offer what we

391:40

need to do adalah kita mainin skema

391:41

promosinya akbar view. contoh-contoh

391:45

eh optimize and strategize

391:50

on the promotional campaign.

391:53

Let's say misalnya gini, let's say

391:55

misalnya misalnya nih

391:59

ada banyak cara jadi lesnya harga

392:01

aslinya berapa, Bar? Eh si ininya eh

392:04

corovernya Bar

392:06

untuk sekarang di webinar pertama sih

392:08

299.

392:10

Oke 299 ya. Nah, wikin adalah kita bisa

392:14

ads tapi kasih eh potongan harga bar.

392:20

Jadi, let's say,

392:21

let's say misalnya potongan harga jadi

392:22

249.

392:24

Nah, ini diskon khusus ads.

392:28

Nah, terus nanti ketika webinar

392:30

launching ini kan kita kan mau ada

392:32

urgency sama Dascar City kan.

392:34

Jadi ee jadi ee cara ngomongnya nanti

392:42

cuman ada diskon ini cuman ada sampai

392:45

malam ini webinar selesai

392:47

terus cuman ada 100 lot gitu kan. Nah,

392:50

tapi ketika udah ada ini harganya jadi

392:53

ee 198 misalnya

392:59

jadi 198. Nah, ketika ini 198 eh

393:03

potential conflictnya gini. Potential

393:05

conflict

393:08

adalah

393:09

orang sudah beli ads tapi ikut webinar.

393:12

Nah, benar ya. Orang yang sudah beli 249

393:16

kalau nanti mereka webinar kok lu 198

393:18

kemarin gua beli 249 nih.

393:21

I kan.

393:23

Nah, yang kita bisa lakuin adalah ya

393:26

udah ee kalau gua jadi gua chat ee gua

393:30

ee kalau misalnya mau gampang kasih chat

393:34

ke customer service refund aja

393:37

50.000-nya.

393:41

Oh oke.

393:42

Ini bisa opsi satu. Opsi satu opsi satu.

393:45

Opsi satu. Ini opsi satu. Opsi dua

393:52

free add on. Kita kasih mereka free add

393:54

on aja. Kita kasih bonus nanti kita ke

393:56

mereka yang jadi udah beliver

394:00

di ads tapi ikutan webinar. Nah, free

394:03

addon.

394:06

Free addon ini. Free addon ini eh kita

394:10

jual ee bisa juga nih kita jual free

394:13

addon-nya

394:16

bisa dijual. ee pas di webinar juga gitu

394:19

harganya Rp50.000 juga. Jadinya

394:21

nominalnya balance-nya ibaratnya nol

394:24

gitu loh. Net lah ibaratnya gitu. Nah,

394:27

ini ada dua opsi nih. Opsi satu, opsi du

394:29

bisa kayak begitu juga gitu. Nah, eh

394:31

tapi my logic my logic

394:35

behind why sell be a core offer before

394:38

webinar. yang gua mau validasi

394:41

sebenarnya alasannya karena gini bar

394:43

buat testing making sure core overnya

394:46

winning.

394:48

Karena kalau misal amit-amit ketika dari

394:50

menjelang webinar

394:52

e dari menjelang promosi webinar terus

394:54

tiba-tiba sales-nya drop itu kan berarti

394:56

corovernya enggak winning. Kita masih

394:57

bisa ada waktu buat ngerombak total bar.

395:04

Nah, itulah kenapa itulah kenapa gua

395:06

bilang ee coreover-nya di di ini aja di

395:10

di

395:12

jualin aja gitu biar bisa testing. Nah,

395:14

sama jurus jitunya lagi gini satu lagi

395:16

Vio sama Akbar. Kalau misalnya kayak

395:18

kita lagi webinar kalau misalnya

395:20

coreovernya pun belum jadi di hari itu

395:22

kita bisa preorder.

395:25

Jadi kita ah jualan dulu produknya belum

395:26

dikirim enggak apa-apa bilang

395:27

launchingnya minggu depan. Nah, itu

395:29

enggak apa-apa. Itu ngasih kita waktu

395:30

lagi tuh buat ngevalidasi lagi. Nah,

395:33

tapi gini. Jadi, nanti harga aslinya

395:35

kita naikin. Kalau misalnya kita mau

395:37

perioder, harga aslinya jangan 299, 399.

395:40

Kalau lu beli di webinar ini 299.

395:42

Jadinya kebayang ya, Vio ya.

395:45

Jadi harga selalu enggak ada masalah

395:46

karena kan production cost zero, cuman

395:48

butuh waktu sama energi doang kan sama

395:50

fokus kan gitu. Nah, jadi soal harga

395:52

bisa kita manipulate lah in gitu sesuai

395:55

dengan kebutuhan kita. Tapi logika gua

395:59

begitu sih, Bar. Mak sense enggak

396:00

kira-kira?

396:04

Cuma dari dulu personally tuh personally

396:06

kayak waktu di zaman

396:09

gitu ramai kalau gua perhatin lu

396:11

kebanyakan e webinar gitu cuma lu sempat

396:15

push di juga

396:17

e pernah tapi

396:18

eh pernah tapi skill skill utama gua

396:21

organik sih

396:23

oh

396:24

jadi makanya eh skills gua lebih baik

396:26

dari organics daripada ads karena emang

396:28

skill gua di sana gitu tapi kalau gua

396:29

mauong ads bisa enggak bisa hanya saja A

396:31

kalau misalnya setelah gang x ya paling

396:32

50 50 lebar. Kalau orang kan ada yang

396:35

kayak let's say eh 90 95% ngad nih

396:39

jagonya 5% organik. Kebayang enggak

396:40

maksud gua.

396:42

Nah ini agak sedikit tricky soalnya dia

396:44

personal brandingnya enggak sticky. Jadi

396:45

kalau misalnya tiba-tiba produknya udah

396:47

udah saturated bikin produk lagi bikin

396:49

produk terus gitu loh.

396:51

Karena brandingnya enggak ada gitu. Nah

396:53

tapi kalau di gua, gua bisa gua bisa

396:55

bilang mungkin gua 55 45 55 gua lebih

396:58

jaga organik ads gua bisa juga. Tapi

396:59

kalau ditanya lebih jago S atau organik,

397:01

jujur lebih jago organik gitu.

397:05

Dan organik tuh jingsu lewat webinar.

397:08

Kalau di gua karena gua tuh ngerasa gua

397:10

tuh paling lancar tuh ngomong ya

397:12

cuap-cuap dan enaknya kalau di webinar

397:14

itu adalah lu bisa nge-objection

397:15

handling langsung.

397:18

Nah, ini sama satu lagi kata ini rikunci

397:21

gua kalau misalnya kalian sudah nonton

397:23

video webinar gua harusnya nyadar yang

397:25

gua kirimin ke Akbar sama view kemarin.

397:26

Caranya gini bar

397:28

ya. Ketika di webinar

397:32

kita jualan dulu baru Q&A. Kadang orang

397:34

Q&A dulu baru jualan. Salah menurut gua.

397:37

Kenapa? Karena kalau lu jualan dulu baru

397:39

lu Q&A. Jadi habis kita jualan kita baru

397:41

buka Q&A. Oke. Ada yang punya pertanyaan

397:42

untuk materi sebelumnya? Orang tuh ke

397:45

aner karena hal yang terakhir mereka

397:46

dengar itu tuh bukan materi tapi jualan.

397:48

Jadi dia Q&A lu itu isinya objection

397:51

handling selama 30 menit. Kebayang

397:54

Kak ini nanti produknya ada ini enggak

397:55

ada. Jadi kayak lu nge-live e lagi kayak

397:58

nge-live shopping TikTok gitu loh selama

398:00

30 menit.

398:01

Pertanyaan orang-orang lu balas semua.

398:02

Jadi itu nge-shift perspectif dari yang

398:04

orang nanya soal materi jadi nanya soal

398:06

produk lu.

398:08

Itu game changer banget. Game changer

398:14

gitu sih.

398:20

Untuk produk over ada ada lain enggak

398:22

yang mau ditanya?

398:25

Sor gimana Bar

398:29

ada enggak buat yang

398:31

paling ini sih kalau landing page-nya

398:33

itu tuh single page kayak yang dikasih

398:35

contoh lama atau perlu bikin landing

398:37

page yang sebenarnya kayak ngejelasin

398:39

secara dep gitu tadi aku lagi mikirin

398:41

landing page juga sih barusan

398:43

yang kayak aku contohin aja e yang kayak

398:46

gini yuk e aku share screen lagi

398:51

yang kayak gini aja udah cukup sih

398:54

Udah jauh lebih dari cukup. Kita ada

398:56

juga kok materinya Vio yang di Notion

398:58

course B. Aku bukain sebentar ya.

399:03

Kayaknya yang dikasih AK beda deh. Iya.

399:05

Enggak sih soalnya berakh single page

399:07

gitu.

399:10

Yang ini Ram yang yang free webinar.

399:14

Oh free. Oke. Sabar sabar sabar.

399:16

Nangkapnangkap. Itu benar kok cuman

399:18

poster terus optin doang. Vi kalau yang

399:19

itu benar poster optim doang. Benar.

399:22

Kalau itu

399:23

soalnya tadi aku ke Akbar gitu kayak aku

399:26

kan lagi ikut kelas meditation gitulah

399:28

terus aku ngelihat ih materainya bagus

399:29

karena aku inggis sama beberapa yang dim

399:32

page dia gitu loh. Saya bilang ke Akbar

399:34

Barber kayaknya jangan single pitch deh.

399:36

Better kayak yang Rama barusan contohin

399:38

itu sih.

399:39

Oh kalau misalnya buat aku jujurly ini

399:41

nih lebih ke coreover sih karena kan ini

399:43

jualan vio. Kalau misalnya kalau

399:45

misalnya aku bikin litm aku cuman bakal

399:47

kasih ini terus di bawahnya ada opin

399:50

langsung kayak nama nomor HP email

399:51

kelar. Kenapa? Karena gratis. Barrier tu

399:54

masukinnya itu sedikit. Karena kan

399:55

gratis, nothing to lose. Kecuali kalau

399:57

kita udah mau jualan baru ada

399:58

elemen-elemen ini nih.

400:01

Gitu. Oh,

400:01

oke oke oke.

400:03

Aku kasih lihat ya. Ee

400:10

nih di bagian sini ada nih, Guys. Emm

400:14

di yang exclusif bonus. Terus ada yang

400:17

ee ini nih.

400:21

Wait.

400:21

Yang ini. Nah, yang ini nih harusnya

400:24

kelihatan landing page lead magna.

400:28

Contoh

400:31

begini aja kita bikin begini banyak yang

400:34

ikut VO ya. Oke. Oke.

400:38

[tertawa]

400:38

Gitu. Ini ada materinya nih. Ini juga

400:40

ada tuh.

400:44

Cukup kok begini

400:49

sama gua. Gua pengin nanya dikit tentang

400:51

ini dong TR.

400:54

Boleh, boleh.

400:55

Jadi kan gua juga gue juga lagi ini kan

400:57

lagi kan si webinar ini lagi diute nih

401:01

naik tiket lagi kita juga gitu biar

401:04

sekalian.

401:06

Nah kemarin lu sempat

401:09

pas di meeting terakhir tuh gua sempat

401:10

ngelihat tuh beberapa ada yang closing

401:11

gitu ya.

401:12

He.

401:13

Terus yang paling penting itu bisa make

401:15

appointment gitu.

401:16

I. Nah, gua penasaran untuk yang udah

401:19

make up banyak itu udah 100an atau lebih

401:22

sekarang segitu dia ini nunggu hand

401:24

racer dulu atau dia yang nyari sih?

401:28

Oke, dua-duanya bro karena kita ada yang

401:30

namain atau gitu.

401:31

Nah, ini di sini nih.

401:33

Em

401:35

di sini, Bro.

401:38

Di di cash velocity acceleration yang

401:41

ini appointment sting foundation.

401:44

Oke. Oke.

401:44

Nah, ini bakal ngejawab nih semua

401:46

pertanyaan lu, Bro. Ada di sini semua

401:49

gitu.

401:53

Gila, Maruk ya Akbar ya. Baru L tiket

401:55

[tertawa] langsung high tiket VO. Dia

401:56

udah kencang banget larinya.

401:58

K disuruh kerja mulu sama dia tiap hari

402:03

[tertawa]

402:04

sebelum kerja lagi, Ram.

402:06

Iya, gas lah. Ini gas masih ada 2 minggu

402:08

bar. Sikat.

402:10

Iya. Heeh.

402:14

Iya. Berarti ya 2 minggu lagiah ya

402:16

berarti udah keekit ya si webinar ini.

402:19

Iya iya jangan kelamaan ya Bar ya biar

402:21

cepat ada biar biar lu bisa cepat-cepat

402:23

masukin ke channel tuh. [tertawa]

402:26

Iya ini lagi

402:28

cabangan humar duluan.

402:29

Iya.

402:33

Okelah lagi enggak sih? Enggak sih kalau

402:37

dari aku udah sih.

402:39

Jadi eh mungkin fokus launch webinar in

402:43

weeks ya bar ya berarti latest by

402:46

first week of eh

402:50

terus run ads run ads and organic for eh

402:55

funel for webinar and coreover ya.

403:04

Kalau misalnya lu udah sampai titik ini,

403:06

itu berarti kita udah ke chapter

403:07

terakhir di masterclass kita, yaitu

403:09

automation. Lu mungkin udah sering

403:10

banget ngelihat contonent creator di

403:11

luar sana tuh ngepakai automation ya kan

403:13

dimut automation. Jadi kalau misalnya

403:15

dia ada nge-post story disuruh reply

403:16

pakai kata kunci ini ya atau kalau

403:18

misalnya dia bikin karusel atau reels

403:20

terus dia ada call to action komen

403:22

dengan kata kunci ini ya. Dan nanti

403:23

ketika autom missationnya udah masuk ke

403:24

DM lo ini akan bisa membawa lo buyers

403:27

journey yang berikutnya. Nah, itulah

403:29

yang akan kita bahas di modul kita kali

403:30

ini yaitu automation. So, if you're

403:32

ready to automate your processes, watch

403:34

the next video.

403:41

What's up? Akhirnya kita sampai di salah

403:43

satu mungkin materi yang dinantikan

403:44

banyak orang ya, gimana kita bisa

403:46

memakai DM atau gimana kita bisa

403:49

mengotomatisasi

403:51

sistem sales kita dari yang tadinya

403:54

harus kita balasin satu-satu tapi ini

403:55

tinggal pakai satu aplikasi semuanya

403:58

bisa berjalan dengan sendirinya. Nah,

404:01

mungkin buat yang udah pemain lama yang

404:03

sudah 2 tahun mungkin 3 tahun di ee

404:05

Instagram pasti pernah lihat ini atau

404:07

mungkin sekarang di TikTok pun masih

404:09

ada. Klik link di bio ya. Klik link di

404:11

bio ya. Masalahnya satu strategi ini tuh

404:14

udah basi banget dan Tobiana sudah

404:18

sangat tidak bekerja. Kenapa? Satu

404:20

prosesnya panjang dari kita suruh klik

404:22

link di bio, orang harus keluar dari

404:24

konten kita atau enggak harus klik

404:25

profile dulu, habis itu masuk ke bionya,

404:28

lihat di bio, masuk ke linknya harus

404:30

keluar lagi nungguin dulu baru masuk ke

404:33

satu website yang mungkin ya belum tentu

404:36

juga mereka akan klik atau melakukan

404:39

apapun juga di situ. Nah, jadi masalah

404:41

ini udah pada bosan banget dengerin ini.

404:44

Sedikit banget orang yang akan

404:45

melakukannya sekarang. Dan yang paling

404:47

penting seperti yang tadi udah gue

404:49

bilang, orang yang masuk ke website itu

404:50

belum tentu juga ngeklik dan orang yang

404:53

ngeklik belum kita enggak tahu siapa

404:54

yang ngeklik. Misalnya ada 1000 orang

404:57

ngeklik, ada 100 orang beli produk kita,

404:59

which is sudah bagus banget. Tapi 900

405:03

orang lain yang udah masuk ke website

405:05

kita enggak mungkin ngeklik ataupun

405:07

enggak, kita enggak tahu itu siapa. Ini

405:09

900 orang yang udah tertarik tapi enggak

405:12

bisa kita follow up, enggak bisa kita

405:14

apa-apain. Entah untuk e entah karena

405:16

alasan apapun mereka enggak beli, tapi

405:19

ini semua jadi sia-sia. Nah, makanya

405:22

Link di Bio itu udah sebuah strategi

405:24

yang bisa dibilang udah cukup matilah,

405:26

udah susah banget untuk kita manfaatkan.

405:27

Apalagi kalau di Instagram. That's why

405:30

untuk zaman sekarang untuk bisa

405:32

memarketingkan produk kita, untuk kita

405:35

bisa marketingkan digital produk kita

405:38

yang harus kita pakai itu dim

405:39

automation.

405:41

Nah, mungkin teman-teman juga pernah

405:42

dengar ya di entah di productivity boy

405:45

atau di val creator pasti pernah dengar

405:47

komen mulai ya kalau mau mulai

405:49

menghasilkan 100 juta pertama dari

405:50

digital produk kamu atau yang kedua ini

405:53

komen brand X kalau pengin bisa colab

405:54

brandnya dengan value creator atau komen

405:56

join kalau pengin bisa join webinar ini.

405:59

Ini adalah contoh VTA atau call to

406:01

action yang kita manfaatkan untuk bisa

406:03

memulai DM automation kita. Nah, di mana

406:06

orang dari komen masuk ke direct

406:08

message, masuk ke DM-nya secara langsung

406:11

atau mungkin orang balas story di balas

406:14

story kita atau reply ke story kita atau

406:16

mungkin DM kita secara langsung, kita

406:18

bisa bikin ada message yang otomatis

406:21

muncul ke DM mereka. Di mana dari orang

406:24

tadinya ada 1000 orang yang klik ke link

406:26

kita atau enggak e masuk ke profil atau

406:29

masuk ke website kita 100 orang beli dan

406:31

900-nya sia-sia. Sekarang 900 L ini kita

406:35

dapat datanya, kita tahu siapa yang klik

406:38

dan bisa kita follow up secara langsung.

406:40

Dan yang terbaiknya adalah dengan salah

406:42

satunya dengan many chat ini di

406:43

Mutomation ini, kita bisa follow up

406:45

mereka tanpa bahkan kita nyentuh

406:47

keyboard atau nyentuh handphone kita

406:49

sama sekali karena semuanya sudah

406:51

terotomatisasi.

406:52

Nah, di mana salah ada sebetulnya ada

406:54

banyak ya aplikasi yang bisa kita

406:56

gunakan untuk BM Automation ini. Tapi

406:59

yang ee sangat kita sarankan itu mini

407:02

chat. Mungkin yang lain pernah dengar

407:03

juga namanya SPS atau enggak chat viel.

407:06

Ini bisa kita pakai. Tapi tetap sampai

407:08

sekarang dari riset yang kita lakukan

407:10

dari percoba banyak percobaan yang

407:12

paling kita sarankan tetap many chat.

407:14

Dan many chat ini memang udah jadi

407:16

official partnernya Meta. Jadi well

407:20

sangat baik adanya jika kita bisa pakai

407:22

ini. Nah, kenapa harus menggunakan DM

407:25

Automation? Ada tiga. Yang satu mungkin

407:28

teman-teman bisa lihat juga

407:29

konten-konten yang menggunakan DM

407:31

Automation itu engagement-nya luar biasa

407:33

tinggi bahkan bisa sampai 10 kali lipat.

407:36

Kenapa? Karena kita bikin orang tertarik

407:38

untuk komen di konten kita. Entah apapun

407:41

yang kita janjikan di balik itu, tapi

407:43

orang akan lebih tertarik untuk bisa

407:45

engage dengan konten kita. Yang kedua,

407:47

closeness atau kedekatan kita dengan

407:49

audiens. Seperti yang mungkin

407:50

teman-teman sudah pelajarin juga soal

407:51

closeness, closeness dan authority ya.

407:54

kita bisa membangun closeness dengan

407:55

audiens kita di sini secara otomatis dan

407:57

itu yang terpenting karena kita bisa aja

408:00

bangun closeless dengan audience kita

408:01

dengan balasin DM ngobrol tapi berapa

408:04

waktu yang kita milikin sih sehari untuk

408:06

ngelakuin itu bisa-bisa kita balasin 10

408:08

20 orang aja ngobrol ngobrol itu udah

408:11

bisa seharian tapi dengan many chat

408:13

dengan DM automation yang dicraftin

408:16

dengan baik teman-teman bisa melakukan

408:18

conversation atau percakapan dengan eh

408:20

followers teman-teman ini secara

408:22

otomatis. dengan pembahasaan yang sesuai

408:25

sehingga closeness atau kedekatan dengan

408:27

audiens ini juga akan meningkat. Dan

408:29

yang terpenting adalah conversion ke

408:31

sales itu yang sangat-sangat tinggi

408:32

dengan menggunakan dim automation ini.

408:35

Kenapa? Karena orang itu enggak merasa

408:37

begitu komen atau begitu selesai nonton

408:40

konten mereka langsung dijual. Tapi

408:42

dengan DM Automation ini mereka merasa

408:45

kita DM secara langsung. mereka merasa

408:47

kita engage dengan mereka secara

408:48

langsung membangun sebuah pembicaraan,

408:50

sebuah conversation yang justru lebih

408:52

smooth untuk bisa sampai ke sales dan

408:54

ini sudah terbukti bisa meningkatkan

408:56

sales dengan sangat-sangat baik. Nah,

408:59

untuk perkenalan kita bicara itu aja.

409:01

Nah, selanjutnya kita akan bicara soal

409:03

bagaimana kita bisa menerapkan dim

409:04

Automation ini ke dalam

409:12

Halo everyone. Sekarang kita akan bicara

409:14

mengenai automation creative touch point

409:16

atau di titik-titik mana aja dalam

409:18

konten kita, dalam e kreatif dari sosial

409:22

media kita yang bisa kita terapkan untuk

409:25

menggunakan DM atau mission ini. Nah, di

409:28

mana kenapa sih harus kita bikin suatu

409:31

DM automation yang kreatif atau yang

409:32

menarik? Karena automation yang di

409:34

belakangnya udah udah bagus banget, udah

409:38

sangat kuat. Seperti teman-teman mungkin

409:39

pernah lihat yang pernah faer yang udah

409:42

panjang banget automation-nya. Tapi

409:45

kalau konten eksusinya ini jelek,

409:47

percuma karena orang tetap enggak ada

409:49

yang mau komen, tetap enggak ada yang

409:50

lihat, tetap enggak ada yang DM, tetap

409:52

enggak ada yang reply story-nya. Tapi

409:54

kalau kita bisa bikin automation yang

409:56

bagus banget, ditambah dengan eksekusi

409:58

konten yang bagus banget, ini self-nya

410:00

bisa modet, bisa gede banget dan luar

410:03

biasa jauh banget dibandingin kalau kita

410:06

konten yang kita eksekusi itu jelek.

410:09

Nah, pertanyaannya kapan harus jualan

410:12

dan kapan jangan? Apakah kita harus ee

410:15

DM, minta DM, minta komen setiap konten

410:17

kita, setiap story kita jualan atau

410:20

sebetulnya ada formulanya? Nah, basis

410:23

atau patokan yang paling mudah bisa kita

410:26

pakai adalah dengan menggunakan the

410:27

golden rule of marketing yaitu 3 banding

410:30

1.

410:31

Atau mungkin pernah teman-teman kalau

410:33

yang penggemar GV dari tahun 2018 atau

410:36

sudah lama pernah dengar di bukunya

410:37

namanya Jep Jep Jep Wright Hook yaitu di

410:40

mana kita menggunakan tiga konten untuk

410:44

em memberikan value, tiga konten untuk

410:46

engage, tiga konten untuk sharing, dan

410:48

satu konten ini nih right hook ini untuk

410:50

jualannya. kita warm up audience untuk

410:53

bisa terust sama kita, semakin dekat

410:54

sama kita, lalu kita jualan baru.

410:57

Pertanyaannya adalah di mana kita bisa

411:00

menggunakan DM Automation ini? Di mana

411:02

kita bisa menempatkan creative atau

411:04

kreatif dari automation kita ini? Nah,

411:07

jawabannya ada tiga, yaitu di konten

411:08

kita, di story kita, atau nyuruh orang

411:11

DM kita. Nah, yang pertama untuk di

411:14

konten misalnya bisa juga di end of

411:16

content VTA di akhir konten kalau mau

411:18

ini komen ini ya. atau enggak kalau mau

411:20

ini reply eh reply konten ini pakai ini.

411:24

Yang kedua bisa di tengah-tengah konten

411:26

juga enggak masalah. Di tengah-tengah

411:27

konten bisa bilang, "Yang mau ini

411:29

komenin dulu ya baru kita lanjut lagi

411:31

ngomong di konten." Atau bisa juga di

411:33

caption setelah akhir caption dan kalau

411:35

mau ini komen komen abc komen mau komen

411:38

mulai itu bisa kita lakukan semuanya.

411:41

Nah, untuk di story juga bisa mungkin

411:43

pernah lihat sorya value creator yang

411:45

ini di mana kata-kata ini value

411:47

kata-kata brandx yang kita highlight di

411:49

sini sebetulnya adalah keyword atau

411:51

keyword trigger yang kita pakai untuk

411:53

mulai automation kita yang kita sudah

411:55

setting di man sebelumnya. Nah, yang

411:58

terakhir juga bisa di DM seperti ini.

411:59

Yang ini yang gua pakai juga adalah di

412:01

DM. Kalau misalnya pengin course gratis

412:03

atau pengin sesuatu DM e DM kita di mana

412:08

pada saat itu kita sudah siapin

412:09

dimutomation di belakangnya untuk

412:11

menjalankan

412:13

proses yang akan kita setting di manet

412:16

gitu. Nah, lakukan ini aja udah cukup.

412:19

Dan selanjutnya kita akan mulai start

412:21

selling and automating

412:23

eh punya teman-teman sendiri dari many

412:26

chat dan teman-teman bisa lihat

412:27

tutorialnya di video.

412:34

So, what's up? Kita akan mulai di sini

412:36

untuk crafting your automation petwist.

412:39

kita akan belajar gimana caranya kita

412:40

setting ee kata-katanya, kita setting eh

412:44

chat bubble-nya supaya kita bisa orang

412:45

yang komen masuk kita kasih DM langsung,

412:48

ya. Di mana di sini untuk sebelum itu

412:51

kalian harus tahu dulu untuk bisa pakai

412:53

many chat kita harus punya Facebook

412:55

busnis page atau meta buisnis page di

412:57

mana ini yang akan diconnect ke many

413:00

chat akhirnya kita bisa pakai. Kalau

413:01

misalnya belum punya bisa bikin dulu dan

413:04

nantinya dikonnect ke mini chat ya. So,

413:06

kita langsung aja akan setting up our

413:08

manet automation. Oke. Nah, ini tampilan

413:12

terdepan dari automation ya. Di mana ini

413:15

yang mungkin kalian pernah lihat

413:17

sebelumnya eh keyword-keyword yang

413:20

pernah ada di HVC yaitu kita semua ada

413:23

di sini, kita masih safety sini. Nah,

413:25

tapi untuk ee memulai biar lebih enak

413:28

langsung, kita akan bikin langsung dari

413:30

awal aja. Kita bikin new automation di

413:32

sini. Nah, di pilihan itu ada banyak.

413:34

dia udah punya banyak template

413:36

sebetulnya yang bisa kita pakai, tapi

413:38

yang paling umum itu biasa dipakai dua

413:40

ini, orang yang reply story dan juga

413:43

orang yang komen dan kita akan balik

413:45

balas ke DM. Settingannya enggak jauh

413:47

berbeda, cuman bedanya ee kalau misalnya

413:50

yang di DM atau di story orang kita bisa

413:53

bikin langsung cukup panjang. Sedangkan

413:55

kalau dari komen, orang komen kita hanya

413:58

bisa balas di satu e enggak terlalu

414:00

panjang chatbnya. Kita akan langsung

414:02

coba aja ya. Langsung kita mulai di yang

414:05

komen

414:07

ini di-close dulu aja

414:09

tidak usah digubris. Nah, tampilan

414:11

pertamanya itu akan seperti ini.

414:15

Orang komen di post reels dia akan balas

414:17

ke sini. Nah, ini bisa kita setting.

414:19

Yang pertama kita bisa setting kita mau

414:22

salah satu post aja atau kita bisa untuk

414:25

post semuanya atau mungkin kalau kita

414:28

mau setting dulu nanti ditinggal baru

414:30

upload lagi kita bisa setting di next

414:31

post or. Jadi pos kita selanjutnya akan

414:34

kena dampak dari automation yang kita

414:36

lagi buat sekarang ini. Tapi biasanya

414:39

kalau HVC atau Bradby lagi bikin

414:42

campaign yang cukup panjang, kita akan

414:44

pakai all post or real karena eh keyword

414:47

yang kita gunakan biasanya sama. Nah,

414:49

selanjutnya kita bisa setting keyword

414:51

apa yang kita pakai di sini. Kita bisa

414:53

pakai misalnya kita bisa pakai mau. Nah,

414:56

huruf besar huruf kecilnya tidak usah

414:58

dipedulikan karena dia langsung

414:59

ngedetect huruf gede atau huruf kecil.

415:02

Kalau any komen sebetulnya ini orang

415:04

komen apapun di pos tersebut akan

415:06

langsung ke reply. Tapi ini cukup kurang

415:08

efektif sebetulnya. Kecuali ee kalau

415:11

kita mungkin mau bikin akoun baru yang

415:13

lagi bikin guide atau perkenalan atau

415:16

lain-lain itu bisa. Tapi kurang efektif

415:19

kurang efektif lah sebetulnya. Nah,

415:21

selanjutnya kita juga bisa sebetulnya

415:23

bikin kita reply dirly komen mereka biar

415:27

kita bisa lebih engage. Misalnya eh cek

415:32

thank you cek DM ya.

415:39

Nah, ini kita bisa comment reply-nya itu

415:43

sampai salah ketik terus itu bisa ada

415:47

lima kita di entah nanti mereka

415:49

ng-random sendiri keluar yang mana. Tapi

415:52

permasalahannya dengan multiple multiple

415:54

replies ini adalah

415:57

kalau kita ng-replay komennya terlalu

415:59

banyak akan ada satu titik di mana em

416:03

Instagram itu nge-ban account kita dan

416:05

jadinya kita enggak bisa balas komen

416:07

lagi dan bahkan kita enggak bisa naruh

416:09

caption di ee di konten kita

416:11

selanjutnya. Dan itu tentunya akan jadi

416:13

masalah ya. Jadinya e lebih baik kalau

416:17

misalnya yang ini kita biasanya pakai no

416:19

aja karena mungkin engagementnya akan

416:21

sedikit berkurang tapi setidaknya

416:24

account kita akan lebih aman. Lalu kita

416:26

save.

416:28

Nah, ini kita setting. Kita udah setting

416:30

untuk triggernya. Jadi trigger words-nya

416:32

itu sudah selesai. Tinggal kita lanjut

416:34

ke apa yang akan kita kasih, kita DM ke

416:37

audiens kita pada saat kita komen. Dia

416:40

udah ada template-nya sebetulnya begini,

416:42

tapi eh biasanya kita dikit kita ganti

416:45

lagi. Hai, thanks

416:49

thanks udah DM

416:52

ya. Bisa dikasih emoji juga.

416:56

Kalau misalnya kita mau langsung kasih

416:57

link biasanya kita bisa langsung taruh

417:00

di sini aja linknya. Langsung aja klik

417:03

link di bawah ini kalau mau klaim course

417:08

gratis gue. Misalnya begini, kita kasih

417:12

lagi emoji ini di sini. Nah, selanjutnya

417:15

ini button yang di sini adalah kalau

417:17

misalnya teman-teman lihat ada chat yang

417:19

bisa diklik button-nya itu kita setting

417:21

di sini kita bisa setting eh claim claim

417:25

course gratis atau klik di sini misalnya

417:30

tambahin lagi emoji biar lebih

417:31

interaktif dan di sini kita bisa kasih

417:34

linknya link landing page kita mau kasih

417:37

link ee seperti ini. Contohnya link

417:39

YouTube, link video kita yang lain itu

417:41

bisa di sini. Aplikasinya sangat banyak,

417:45

tinggal tergantung kreativitas

417:46

teman-teman gimana. Kalau udah done dan

417:48

done, dan di sini kita set live

417:53

selesai.

417:55

Di semua post yang ada orang yang komen

417:58

mau, dia akan dapat akan langsung dapat

418:02

DM ini langsung dikirimin DM dari

418:05

account kita gitu. Nah, aplikasi lainnya

418:09

lagi setelah ini gimana

418:12

dari sini? Kalau kita mau nge-follow up

418:14

sebetulnya bisa di sini ada action. Ee

418:17

umumnya ini sebetulnya ada banyak kita

418:18

bisa masukin ke gheet dan lain-lain.

418:20

Tapi untuk keperluan ini kita cukup

418:23

nambahin tag aja. Ini tag yang

418:25

sebetulnya sudah sebelumnya udah ada di

418:28

HVC. Jadi kita pakai aja dulu kita ee

418:31

untuk percobaan aja atau kalau

418:33

teman-teman nanti kalau mau nyoba dan

418:34

bikin sendiri tag-nya itu juga bisa kok.

418:36

Tinggal dimasukin aja. Dari situ kita

418:39

bisa kasih di sini ada banyak ee ini

418:42

Instagram message akan jadi seperti ini.

418:45

Kita bisa pilih atau kita lihat dulu

418:47

yang lain ya. Ada action itu sama yang

418:51

kay misalnya kalau misalnya orang ini

418:54

udah pernah DM sebelumnya kita kasih

418:56

apa? Kalau belum pernah atau orang baru

418:58

kita kasih apa? Randomizer itu kita bisa

419:01

balas dengan beberapa kata-kata atau

419:03

kalimat yang random tergantung dari kita

419:05

pengin kasihnya apa. Smart delay kita

419:08

bisa kasih dulu di sini misalnya smart

419:09

delay ee kita kasih waktu jangka waktu

419:15

30 menit ya. Kita kasih jangka waktu 30

419:18

menit. Dalam 30 menit ini enggak akan

419:21

ada DM apa-apa. Tapi selanjutnya kalau

419:23

kita kasih

419:25

DM dalam 30 menit. Hai, apakah kamu

419:28

sudah klaim course-nya?

419:31

Nah, di sini kita jadi kita ngingetin

419:33

lagi ini yang tadi disebutkan kalau

419:35

misalnya di many chat atau di DM

419:38

Automation ini kita bisa follow up

419:40

setiap orang yang klik atau e

419:42

berinteraksi dengan konten kita. Setiap

419:45

orang yang komen kita bisa follow up

419:46

lagi tanpa bahkan tanpa kita sentuh

419:48

Instagram kita. Semua ini dilakukan dari

419:51

automation. Batasnya di mana? Batasnya

419:53

di kreativitas, Teman-teman. Semua itu

419:54

bisa dilakukan. Begitu.

419:57

Nah, di sini pun kita juga bisa kasih

419:59

salah satu yang sering kita pakai itu

420:00

delay. Jadi, begitu orang ee udah

420:04

ngejawab sesuatu, kita kasih delay dulu

420:06

berapa detik. Seolah-olah kita lagi

420:08

ngetik. Jadinya bot ini terlihat tidak

420:10

seperti bot, tapi lebih ke manusia.

420:13

Ada delay, ada card. Carda, yang kita

420:16

kasih gambar cukup gede, ada tombolnya

420:18

lagi. Kita bisa taruh video, taruh

420:21

gambar atau teks lagi yang seperti ini

420:23

juga.

420:24

ini semua bisa dicustomize tergantung

420:27

dari ee kebutuhan teman-teman. Nah, ee

420:31

mungkin untuk comen dan eh

420:34

automation-nya seperti ini udah cukup

420:36

jelas. Kita akan coba bikin satu lagi

420:38

yang e untuk nunjukin aja kalau kita

420:40

gimana kalau kita bikin story ya.

420:44

Sebetulnya enggak jauh beda, tapi ini

420:45

bisa kita bisa pilih reply story, all

420:48

stories atau specific story. Kita bisa

420:51

pilih dengan specific word atau

420:55

kata-kata tertentu. Kayak tadi misalnya

420:56

kita mau kasih kata-katanya mau

421:00

di-save triggernya.

421:04

Lalu di sini. Nah, kita bisa kasih yang

421:06

cukup panjang bisa kata-katanya apa,

421:09

kita bisa kasih delay lagi, terus kita

421:11

kasih follow up lagi. Kita bisa buat

421:14

lebih seperti sebuah percakapan, seperti

421:17

conversation. Jadi, pada saat mereka

421:18

balas DM kita, kita bisa buat seperti

421:22

ngobrol sama mereka dengan sebuah

421:23

automation yang kita enggak bahkan

421:25

enggak perlu sentuh. Bayangin

421:28

dengan automation ini kita bisa

421:30

berinteraksi dengan 1000 bahkan 10.000

421:33

audience kita. 10.000 followers kita

421:35

tanpa kita nyentuh keyboard sama sekali.

421:38

Cuman perlu kita setting di awal. Itulah

421:40

kekuatan dari automation. Nah, tapi

421:44

kembali lagi automation ini back end di

421:47

belakangnya dapurnya. Untuk bisa

421:49

memaksimalkan ini, kita harus bisa juga

421:51

maksimalkan front end-nya konten kita

421:53

depannya. Oke, so you've reached the end

421:56

of the masterclass. Congrats, first of

421:58

all, it's been my pleasure to have you

421:59

here on our seven hours course. Semoga

422:02

dalam 7 jam ke belakang, lo sudah

422:03

mendapatkan banyak sekali valuable

422:05

insights yang lo bisa langsung terapkan

422:07

ke bisnis lo secara langsung dan

422:09

harapannya bisa meningkatkan jumlah

422:10

views lo, jumlah followers lo, dan

422:13

jumlah income yang lo dapatkan setiap

422:14

bulannya. Barusan ini adalah segala hal

422:16

yang gua lakuin untuk mendapatkan

422:18

150.000 R000 followers pertama gua dalam

422:20

1,eng bulan dan juga R miliar pertama

422:22

gua 3 tahun lalu di akun Productivity

422:24

Boy. Jadi, barusan lu udah nonton dan

422:26

opsi lu ada dua. Satu, lu terapin semua

422:28

yang gua share barusan dan nge-grow akun

422:31

lu sendiri dan ng-monetize akun lu

422:32

sendiri. Atau enggak yang kedua, kita

422:34

enggak berhenti di free course doang.

422:35

Gua udah menyiapkan bonus yang lebih

422:37

dalam lagi buat lo, yaitu free

422:38

consultation. Kalau misalnya lu pengin

422:40

dibimbing sama gua dan tim gua langsung,

422:42

di bawah di deskripsi itu tuh ada link

422:44

di mana kalau misalnya lo klik dan lo

422:45

daftar, lu tuh bisa mendapatkan free

422:47

consultation bersama gua dan tim gua

422:49

yang nanti akan bisa ngebantu lo untuk

422:50

nge-walk through proses lo. Apa aja sih

422:52

yang lo perlu lakuin untuk personal

422:54

branding lo, untuk akun lo, dan untuk

422:57

bisnis lo secara personalize. Kata

422:59

kuncinya di sana, personalize. Jadi

423:01

kalau misalnya lu pengin bantuan yang

423:02

personalize yang terstruktur untuk akun

423:04

lo secara spesifik, make sure buat klik

423:06

link yang ada di deskripsi di bawah dan

423:08

lu bisa daftar untuk mendapatkan free

423:10

one onone consultation bersama gua dan

423:11

tim gua. Tapi kalau misalnya enggak mau

423:13

pun enggak apa-apa. No worries. My only

423:15

ask for you. Permintaan gua cuman satu.

423:17

Seperti yang gua bilang di awal video,

423:19

kalau misalnya lu mendapatkan manfaat

423:20

dari video barusan, please share this

423:23

video ke orang-orang di luar sana supaya

423:25

kita enggak cuman berkembang sendiri,

423:26

gak cuman El, gak cuman gua yang

423:27

berkembang, tapi banyak orang bisa

423:29

mendapatkan manfaat dari video ini juga.

423:31

Oke, so thank you for watching this

423:32

video and always remember, value over

423:35

everything. Yeah.

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.