Mendalami Kejanggalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
FULL TRANSCRIPT
Kalau misalnya kita bicara tiap dapur
ya, gua dapat informasi dari klien gua,
tiap dapur memang ada potongan, ada Ve.
Bayangin kita udah Rp15.000, tiba-tiba
praktiknya jadi R.000 tiba-tiba praktik
jadi Rp.000. Gimana kita?
Hari ini kita kedatangan Bro Dana ya.
Beliau ini kuasa hukum dari salah satu
kitchen MBG. Betul ya? Yang kemarin ini
baru viral gara-gara kliennya kan enggak
dibayar. ya. Ini ee gua undang dia
supaya kita bisa menggali apa yang
terjadi. Em soalnya kan ini kan salah
satu program pemerintah yang besar. Jadi
yang gua harapkan itu kalau misalnya
program sebesar ini kita penginnya se
bisa berjalan sebaik mungkinlah gitu ya.
Makanya gua pengin ngegali ada apa yang
terjadi gitu supaya kita bisa edukasi.
Kita langsung mulai aja deh Bro. Boleh
sharing enggak ini konteksnya kayak
gimana sih? Ini dapur MBG yang mana lalu
udah beroperasi sejak kapan? Nah,
dapurnya ini dapur yang bagi Kalibata.
Dia itu ada di Kalibata Pancoran sudah
beroperasi dari bulan Februari sampai
terakhir Maret kemarin. Februari tahun
ini kan berarti kan 2 bulan. 2 bulan dia
2 bulan itu dia itu sudah jalan 19 hari.
Sudah jalan 19 hari. Baru jalan 19 hari.
19 hari karena kan ada potong liburan
lebaran kemarin tuh kan. Nah, jadi baru
jalan 19 hari. 19 hari itu kita sudah
produksi kurang lebih sekitar 65.000
porsi. 65.000 porsi. 65.000 R000 porsi
ya begitu. Oke. Terus ini case-nya blow
up-nya gara-gara apa? Emang nominal
kerugiannya kan yang gua bacakan itu ee
sekitar 1 M ya. 1 M. Nah, jadi blow
upnya itu begini. Kita kan sudah jalan
19 hari kita sudah keluarkan 65.000
porsi. 65.000 porsi itu semua sudah
disalurkan, sudah dimakan sama
anak-anak. Nah, jadi kalau kita tarik
benangnya dari awal kita ini kan dapur
kita kontrak dengan yayasan yayasan MBN.
Kalau misalnya gua selalu bilang di
berita semua itu MBN itu inisial. Jadi
kita kontrak dengan Yayasan MBN ini kita
itu diminta untuk menyiapkan makan
bergizi gratis. Nah, kita ada kebetulan
kita dapat itu jatah 19 sekolah TK dan
SD.
Nah, di kontrak itu awalnya disebutkan
kita disuruh siapkan, kita dibayar
R15.000 per
porsi. 15.000 per porsi. Ya udahlah
okelah kita sepakat kan berjalan itu
setelah kita beres 19 hari kita sudah
keluar 65.000 kita tagih dong 15.000 per
porsi kita tagihlah ke pihak yayasan.
Nah, pas kita tagih yayasan enggak mau
bayar. Pertama kali nih alasan dia
enggak mau bayar katanya kita ada
tunggakan sama pi yayasan. Jadi saat
ditagih itu kan pertama kali itu tahap
pertama itu turun 385 juta dari BGN kita
tagih. Dia enggak mau bayar dengan
alasan pihak dari dapur itu punya utang
sama yayasan. Dari dapur punya berarti
klien lu punya utang sama yayasan
yayasan gitu. Nah, utangnya ini gini.
Jadi waktu awal pada saat dapur ini
berjal mau berjalan, kita diminta beli
omprank tempat makan. Tadi minta beli
omprank 12.000 ompreng. Nah, kita bayar
R00 juta sebagai
DP. Setelah kita bayar R juta sebagai DP
masih ada sisa tuh sekitar Rp300 juta.
Nah, kita akan bayar itu kalau program
ini jalan. Masalahnya mereka ini
mencampuradukan. Jadi ketika ada uang
masuk dari BGN ke mereka yang seharusnya
dibayar ke mitra untuk biaya dapur,
biaya operasional, langsung mereka
campur adokan dengan utang itu hasillah
minus R5 juta. Itu yang pertama. Nah,
okelah kalau misalnya kita bicara
seperti itu, ya sudahlah kita itu kan
perdata itu dalam artian itu adalah
utang piutang. Oke, yang kedua kita
lanjut lagi. Kita tagih yang pembayaran
kedua, tahap kedua kita tagih. Saat kita
tagih juga mereka enggak mau mencairkan.
Nah, kita bingung dong kalau yang
pertama mereka bilang kita punya hutang
walaupun salah caranya enggak mau
dibayar okelah kita masih ya udahlah
pada saat yang kedua kita mau tagih,
mereka juga enggak mau mencairkan.
Mencairkannya dengan dalil kita enggak
ada kuitansi, kita enggak menyerahkan
bukti-bukti. Padahal itu semua sudah
kita kasih ke mereka gitu. Oke, gua
pengin ee perjelas yang pertama deh.
Berarti ompranknya ini nih belinya dari
yayasan. Yayasan. beli dari yayasan itu.
Oke. Dengan nilai totalnya satu ee
totalnya itu sekitar
berarti kan tadi juta sekitar R00 juta
kanun sekian berarti tapi dari pihak
dapur sudah bayar R00 juta. Sudah bayar
R juta. Jadi pihak dapur sudah bayar R
juta. Habis itu pihak dapur masih bakal
membayar Rp300 juta untuk lelunasan.
Habis itu dari pihak yayasan itu
seharusnya membayar pihak dapur sebesar
jadi R85 juta itu ini kalau hitungannya
ya kita kan hitung per porsi.
R.000. Jadi kita udah kita masak R5.000,
kita tagi Rp1.000. Cuman kenyataannya
kita baru tahu nih. Jadi di perjanjian
itu R.000
praktiknya ada yang 13.000, ada yang
15.000 dan itu dipotong
2.500 dari pihak yayasan. Oke, berarti
Oke, satu-satu ya. Berarti seharusnya
itu kan ee berarti ini kan ada ada dua
kan, ada pihak yayasan sama ada pihak
dapur. Betul ya kan? Kalau misalnya
pihak dapur membeli omprank tadi kan R00
juta sudah bayar 200 sudah bayar R200
juta lalu bakal bayar Rp300 juta. Cuma
mungkin ekspektasinya itu menggunakan
cash flow dari menjual makanan tersebut
supaya bisa bayar Rp00 juta kan ada
termin gitu maksudnya ya.
Jadi ee cuman sekarang dari yayasannya
tidak membayar pihak dapur. Iya. Karena
mereka mencampur adukan. Mencampur
adukan. Seharusnya kan ada uang dari BGN
dicairkan dulu untuk kita bisa running
lagi dapur lagi. Kita kan harus beli
bahan, kita harus masak, kita harus
hantar. Itu kan uangnya berjalan terus.
Kalau dia enggak bayar, gimana kita mau
jalanin dapur. Benar begitu. Oke. Oke.
Nah, saat ini apakah dapurnya masih
beroperasi? Nah, saat ini dapur itu
masih berjalan tapi dengan dana pribadi.
Oh, jadi belum adaend belum ada
pemasukan. Belum ada. Jadi kita masak
kemarin
Rp5.000 sama sekali belum dibayar sampai
sekarang. Tahap ketiga juga yang kemarin
baru berjalan minggu lalu itu seharusnya
sudah ada dana bantuan dari BGN itu juga
enggak dikasih ke kita. Sekarang sudah
mulai tahap 4. Tahap 4 ini kita masih
jalan dengan pribadi, namun sudah akan
diganti yayasannya dengan yayasan lain.
Oh, switch yayasan. Switch yayasan.
Karena udah clash banget ini. Udah
enggak bisa. Oke, gitu. Berarti sekarang
kalau misal gitu berarti udah tahap tiga
tahap berarti ya. Tiga tahap kita sudah
lalui. Ini masuk ke tahap empat. Tahap
empat. Tahap 4 kan yang sudah pindah
yayasan. Iya. Yang tiga tahap ini
berarti nilai berapa porsinya? Berapa?
Kan satu tahap tadi kan 19 hari. Jadi
dua tahap itu itu kan 19 hari. ee 8 dan
11 hari. Nah, itu 65.000 porsi. R5.000.
Kemarin karena kita sempat berhenti 3
hari, kita enggak ada uang. Tahap ketiga
ini kita baru jaran
sekitar 8 hari. 8 hari. 8 hari itu kita
cuman bisa suplly sekitar 600 porsi.
Oke. Jadi kurang lebih 4.000 4.000
sekian porsi sampai 5.000 porsi kita
bisa suplly itu kemarin. Jadi 65.000
plus 5.000 70.000 kita sudah kita
sediakan sampai saat ini enggak dibayar.
Oke. Oke. Ee nanti gua bakal ee pengin
kita break down coba Iya satu-satu.
Soalnya tadi gua masih kurang paham yang
kontrak ee 15.000 segala macam. Tapi
kalau misalnya menurut lu ya
permasalahan utamanya kayak gimana? Ini
kan berarti kan ada yang gua paham ya
ini kan berarti ada tiga pihak ya kan.
Ada pihak ee BGN, BGN, yayasan, yayasan
sama dapur. Jadi prosesnya itu dari BGN
bayar ke yayasan lalu dari yayasan bayar
ke dapur. Prosesnya seperti itu. Betul.
Nah, kalau misalnya lihat berarti ini
uangnya ini staknya di mana? Apakah dari
BGN yang berarti belum menyalurkan duit
ke yayasan sehingga yayasan ini tidak
punya uang untuk bayar ke dapur atau ini
gimana? Jadi gini, ini clear. Dari BGN
itu sudah transfer dua tahap pertama itu
sekitar 700 juta sekian. Oh, dari
BGN-nya sudah transfer, transfer ke
yayasan. Oke. Terus dia juga sudah
berikan dana bantuan untuk operasional
10 hari ke depan. Oh, bayar plus ke
depannya. Iya, itu R1 juta itu sudah ada
di virtual account-nya yayasan. Lu tahu
dari mana Ki? Emang bisa kelihatan ya
trans? Bilang jadi gua kan gua kan udah
beberapa kali ketemu Pak Dadan kepala
BGN. Gua udah ketemu dia, gua udah
ketemu orang yayasan. Pak Dad
menyampaikan langsung ke gua kita sudah
bayar R00 juta sekian. Kita sudah
berikan juga dana bantuan ada di
yayasan. Nah, silakan berhubunganlah
dengan yayasan itu. Masalahnya yayasan
ini enggak mau mencairkannya. Itulah
sekarang permasalahan yang terjadi. Oke.
Dapur ini kan masak ini kan uangnya
harus terus berputar nih. Kalau ditahan
begini sudah pasti stop. Iya. R miliaran
itu kan dana yang lumayan besar. Nah,
terus ee berarti ee kita berarti
fokusnya itu adalah dari yayasan inilah
yang belum menyalurkan lagi atas
alasannya. Ya, gua gua di posisi netral
ya. Gua kurang tahu ee siapa yang salah
siapa. Cuman intinya dari BGN bilang
duitnya sudah ditransfer tapi dari sini
yang belum disalurkan kembali gitu.
Betul. Betul. Terus gua juga sempat baca
di CNN kan e infonya klien lu itu yang
tadi kan ditagih ada yang bilang R00
juta tapi gua baca di Kompas juga atau
di mana juga ada yang bilang R juta yang
ee dapur itu ditagih oleh yayasan yang
benar yang mana R00 juta R00 juta sekian
R00 juta sekian 400 kalau enggak salah
buat ompranknya ini omprank dan ada
invoice-invoice lain jadi gini pada
pelaksanaannya yayasan ini mengklaim
jadi saat ada pelaksanaan itu dia
mengeluarkan invoice-invoice Dia untuk
katanya untuk talangin bensin, dia untuk
beli
peralatan-peralatan. Nah, dia tuh kirim
surat ke kantor gua. Gua tanya dong,
"Apa sih ini invoice-nya apa sih? Kirim
detailnya biar gua bisa tahu, biar gua
bisa breakdown." Sampai sekarang enggak
dikirim. Oh, sebentar. Yayasan ini ada
invoice-invoice. Adavoice, bensin. Iya.
Nah, dan salah satunya ada yang aneh.
Bayangkan sebelum sehari kita jalan dia
klaim invoice bensin R juta.
Yayasan klaim invoice bensin. Invoice
bensin ini atas atas dasar
operasionalnya operasional. Nah ini kan
dua makanya ini agak aneh operasional
itu kan udah dibayar sama pihak lain.
Gua kan yang pihak dapur kan masak.
Betul. Yang kirim makanannya siapa? Kain
gua pakai supir. Pakai spir kita udah
sewa mobil kita siapkan sopirnya dia
yang kirim.
Jadi pihak ee klien pihak dapur yang
kirim makanannya ke TK, ke SD gitu. Jadi
gini gua gua kasih tahu dapur ini klien
gua lah. Dia itu diminta untuk beli
bahan, dia diminta untuk masak, dia
diminta untuk packing, dia diminta untuk
ngirim. Ya, semua itu dia jadi semua
dilakukan oleh klien gua. Oke. Terus, ee
invoice dari yayasan untuk bensin ini
bensin apa kalau kayak gitu? Nah, itu
dia yang mau gua tanyakan. Kan dia kirim
kirim dia maim nih. Gua tanya dong ini
invoicnya yang mana? Buktinya apa?
Dipakai untuk apa? Biar bisa gua
matchin. Cuman sampai sekarang enggak
dikasih
gitu. Jadi stuck kita di situ. Kita mau
nagih, kita ditagih balik. Ditagih balik
tapi invoice-nya enggak dikasih.
Invoice-nya enggak dikasih. Dia cuma
kirim surat. Ada taragi invoice dia
kirim table kan bensin sekian. Beli ini
sekian, beli ini sekian, beli ini
sekian. Beli apa?
untuk ee alat masak yang lengkap itu
kayak kayak
untuk masker, untuk baju-bajunya itu
yang buat masak khusus buat masak
katanya untuk standar dari BGN mereka
bilang. Terus emang baju-baju dan masker
ini diberikan ke kitchen supaya itu jadi
standarnya? Nah, informasinya seperti
itu enggak? Tapi dapurnya menerima
masker dan baju itu menerima. Menerima.
Oh, menerima. Menerima, menerima. Oh,
tapi mereka yang beliin. Oh, mereka yang
beliin. Mereka kirim beliin. Mereka
suruh pakai ke kitchen kita. Nah, cuman
kan gini kirim mereka tapi mereka minta
lu yang bayar. Eh, minta kita yang
bayar. Kita makan bingung kalau misalnya
seperti itu kenapa enggak minta aja ke
klien gua. Klien gua minta siapin ini
dong kita beli. Ini kan enggak. Mereka
tiba-tiba beli sendiri, bensin juga
tiba-tiba diklaim sendiri. Oh, bisa
tiba-tiba mereka kirim barangnya ke
supaya mengikuti standarnya dari BGN lah
gitu ya. Iya. Karena kan gini, sekarang
permasalahannya itu kita nih tiga pihak
biasanya itu kan dari bagian langsung ke
mitra dapur. Jadi kita tahu apa yang
harus kita kerjakan. Ini kan enggak dari
bagian ke yayasan yayasan baru ke mitra
dapur. Yayasan ini yang kadang kita buat
komunikasi agak-agak kacau di situ. Oh.
Tapi yayasan ini berarti kan enggak
eksklusif sama satu dapur lu gitu. Ada
dia ada dua dap dia kalau enggak salah
ada dua atau tiga dapur. Ah tiga dapur.
Apakah yang lainnya itu dibayar atau lu
enggak tahu? Nah sampai saat ini juga
kita belum tahu gimana. Belum tahu.
Belum tahu. Oh. kita belum tahu apakah
mereka dibayar apakah mereka dipotong
juga 2.500 kita belum tahu. Oke oke oke.
Kita gua pengin bahas ee dalamin
mengenai kontraknya deh yang 2.500. Jadi
dalam kontrak itu bunyinya kayak gimana
nih? Ya. Jadi di kontrak itu ada
lampiran. Nah di kontrak itu state jelas
sekali per porsi dihargai
Rp15.000. Itu clear. Kita diminta buat,
kita diminta packing, kita diminta
kirim. adalah lampiran dalam perjanjian
itu. Lampirannya adalah setiap porsi itu
ada potongan 2.500. Itu tertulis di
kontrak. Tertulis di kontrak. Di
lampiran kontrak tertulis 2.500 untuk V
yayasan. V yayasan. V yayasan 2.500. V
yayasan ini fungsinya untuk nah itu yang
kita enggak tahu. Oh untuk apa 2 seteng
ini untuk apa nih kita enggak tahu.
Soalnya kalau misalnya mereka mau bilang
untuk bantu menjalankan operasional
akhirnya mereka klaim juga ke kita. Nah,
2,5 ini kalau asumsi gua ya untuk
mereka. Oh, I itu jelas di state di
kontrak itu. Oke, berarti di kontrak itu
tertulisnya 15.000asan.
Jadi 12.500 lah yang diterima oleh
klien. Berarti klien sudah mengetahui
juga dong dari awal bahwa itu 12.500 per
mengetahui dari awal. Iya. Karena gini,
the awal itu klien gua berpikir bahwa oh
mungkin memang namanya bisnis harus
begini kali ya. Jadi dipotong 2 untuk fe
mereka karena kan mereka yang dapat
kontrak. Iya. K. Gua berpikir seperti
itu awalnya itu. Jadi mereka oh ya
udahlah wajarlah begitu. Oh terus
ternyata kan awalnya klien lu berpikir
kayak gitu. Terus ternyata emangnya
klien gua enggak sukanya ada perbedaan
harga makan yang jadi Rp3.000 ada yang
Rp15.000. Oh jadi akhirnya itu 1.000 ini
masih kururangin 2.500. Itu yang enggak
sepakat klien gua. Bayangkan kita cuma
dapat 10.500 tuh. 10.500. Kita disuruh
bikin makanan, kita disuruh packing,
kita disuruh ngantter.
Oh, itulah mulai konfliknya di situ. Oh,
ini tapi di kontraknya enggak tertera
13.000. Enggak ada di kontrak 15.000.
Oh, apakah boleh dilampirin enggak sih
kontraknya? Kenapa boleh enggak sih itu?
Apakah itu boleh dilampirin enggak kayak
kontrak apa yang lu punya supaya gua
show gitu di biro? Nah, itu kan ini lagi
berjalan di polisi sebaiknya tunggu
nanti mereka yang price rilis. Oke oke
oke oke. Cuman intinya kalau misalnya di
versi lu itu ee yang dikontrak awal
15.000 R. Habis itu ee tapi mereka waktu
mereka mau bayar mereka bilang harusnya
1.000 kurangin 2.500 untuk beberapa dan
range sampai Iya. Jadi gini, jadi gini.
E pada bulan Desember tahun lalu pihak
kayasan ini sudah tahu ada harga
Rp3.000, ada harga Rp15.000. Pihak
yayasan tahu. Pihak yayasan. Jadi udah
udah ada dua tahap nih eh dua dua
kategori yang berbeda. Dari TK sampai SD
kelas 3 13.000, R SD kelas 3, SMP SMA
15.000. Nah, sayangnya di kontrak mereka
cuman state 15.000 per pororsi. Kita
tagi yang dikontrak dong. Kontrak itu
kan pakta Sunsar gak undang-undang bagi
kita yang
menandatangani yaitu mulai clash lah di
situ. Oke. I see iya sih ya intinya sih
ee ya dari kontrak terus penjelasannya
apa? Kan gini kan kalau misalnya kita
bikin perjanjian dan kita ada kontrak
pasti kan basisnya adalah perjanjian. He
saat lu bilang
bahwa ini kan dikontrak 15.000 ya gua
nagi 15.000 dong. Responsnya apa?
Mengikuti pencairan dari BGN. Mengikuti
pencairan dari BGN. Pencairan dari BGN.
Iya begitu. Makanya kuasa hukumnya
kemarin bilang di kontraknya di kontrak
dan praktiknya itu bisa berbeda. Nah
itulah yang gua keberatan juga. Kalau
misalnya itu mindset kita
terapkan, pasti selalu ada orang yang
rugi. Kalau kayak gitu bayangin kita
udah 15.000 tiba-tiba praktiknya jadi
13.000 tiba-tiba praktik jadi 10.000.
Gimana kita? Itulah yang menurut gua
aneh
statementnya gitu. Oke. Terus ee di
dalam kontrak itu apaagi yang diinfokan?
Apakah ada tulisan dari segi termin
pembayaran gitu misalnya? itu enggak.
Jadi di kontrak itu benar-benar clear.
Kita cuman masak, kita cuma melaksanakan
kewajiban kita. Kewajiban kita tutup aja
ya masak, menyiapkan makanan,
di-packing, dikirim. Kemudian kita
dibayar R.000. Enggak ada termin, enggak
ada apa. Pokoknya setelah kita beres
tahap pertama 10 hari kemudian itu akan
dibayarkan ke kita. Oh, berarti dia
bayarnya itu bukan setiap bulan, tapi
ada tulisan harnya. Iya. Jadi, setiap
jadi kan ini kan kita pertahap nih,
setiap bayar satu tahap 10 hari kemudian
itu sudah dibayar. Nah, barulah di
setelah kita terima pembayaran barulah
kita membayar 2.500 ke yayasan.
Jadi kalau misalnya kita bicara benarnya
ya, uang masuk ke kita, kita terima baru
kita bayar ke yasan 2.500 untuk V-nya
per porsi. Iya. Kan lu kan udah sempat
ee bicara di beberapa media kan kayak di
Kompas, ICNN gitu-gitu kan. Apakah
ada operator dapur-dapur lainnya yang
juga bilang bahwa emang 2500 ini adalah
ee buat mereka ya itu emang berlaku buat
semua orang atau ini cuma berlaku buat
lu doang atau kayak gimana? Lu juga
antara harga R.000 sampai.000 Bu ini
apakah ada yang menyuarakan hal yang ini
kalau misalnya kita bicara tiap dapur ya
gua dapat informasi dari klien gua tiap
dapur memang ada potongan ada V tapi
paling 1.000
mentok 1500 ini 2 set5 dan kemarin gua
nih di Kompas itu kan gua baru di Kompas
dan berita 1 gua tuh baru live bareng
Pak Dadan dua kali gua padan tuh siapa
so padadan itu kepala BGN oke nah dia
state dua maksimal kalau misalnya kita
mau cari range atau misalnya mau cari
keuntungan itu maksimal 2.000 yayasan
maksimal 2.000 Dia bilang gitu untuk
yayasan ini maksudnya. Oke. He. Makanya
dia bilang ketika gua bilang itu 2.500
dia bilang, "Wah, ini berarti enggak
benar nih. Ada kongkalong." Kepala
bagian sendiri yang ngomong kayak gitu.
Hm. Itu terus ee berarti saat ini ee kok
kenapa akhirnya bisa dipindahkan itu
atas sarannya dari pihak BGN kah atau
kayak gimana? Kan dari sana iya kan
akhirnya ya sana pindah. Jadi gini jadi
waktu pertama kali kita dipanggil BGN
kita kan mediasi di sana.
mediasi Pak Dadan. Pak Dadan nanya ini
kasus seperti apa sih? Saya jelasin kan.
Nah, Pak Dadan kepala BGN baru tahu
ternyata Yayasan Ditunjuk ini itu enggak
punya dapur sendiri. Dia baru tahu di
situ. Oh, seharusnya Yayasan Tunjuk itu
yang punya dapur. Jadi langsung jadi
enggak ada lagi subkon-supkon. Makanya
pada saat Padang dan tahu dapura ini
milik Bu Ira, milik klien gua, dia
langsung bilang, "Ya udah, Ibu segera
buat yayasan diganti pakai yayasan Ibu
biar dapur ini terus berjalan." Soalnya
kan dapurnya sudah ada, fasilitas sudah
ada, tinggal berarti kan masalah
yayasannya kan. Nah, bilang begitu.
Akhirnya kita sepakat, "Nah, sekarang
ini lagi masa transisi mau diganti. Kita
sudah daftarkan, sudah terdaftar tinggal
teknisnya dari Yayasan MBN diganti ke
yayasannya milikra gitu. Oh, jadi
seharusnya tadi kan ada tiga parti kan?
Ada ada ada
yayasan, dapur. Dapur harusnya itu
berarti yayasan ini memiliki dapur.
Memiliki dapur harusnya. Oh, harusnya
enggak diapkom
kan. Kalau sekarang gini, ini juga fakta
dari kepolisian ya. Pas saat gua BAP gua
menemukan fakta ini. Yayasan
MBN dia itu punya perjanjian bagi hasil
dengan dua oknum yayasan MBN. Oke. Y
punya perjanjian bagi hasil dengan dua
oknum namanya MI dan GR. Oh, perorangan.
Perorangan bagi hasil. Nah, MI dan GR
ini dia barulah bikin perjanjian dengan
Ibu Ira yang 15.000 itu. Tapi dia
membawa nama
yayasan sebentar. Berarti kan tapi kan
kontraknya itu atas nama Yayasan MBN.
Yayasan MBN dan Pihak dapur. Berarti dua
orang ini
mengatasnamakan. Nah, sampai sekarang
gua belum tahu nih ada enggak sih
perunjukan resmi dari yayasan ke dua
orang ini? Karena
dikontrak adalah MI GR mewakili Yayasan
MBN di kontraknya itu. Tapi gua belum
tah gua belum nemu nih penunjukannya tuh
ada apa enggak. Nah, semoga nanti di
kepolisan bisa digali itu. Jadi ada sub
ada subcon diubcon lagi. Oh, gitu. Jadi
ya saat ini sub ke dua orang tersebut,
dua orang ini baruah kita begitu. Jadi
memang agak-agak ruet ini. Kalau misal
orang lihat kan ah ini masalah
hutang-putang nih, masalah simpel.
Nyatanya enggak kayak gitu. Nyatanya
kompleks. Ini kompleks banget. Iya iya
iya iya. Terus ee ini kan salah satu
program andalan pemerintah kan bisa
dibilang bahkan saat kampanye program ee
program yang selalu digabungkan selalu
digabungkan kan. Ada enggak sih
tanggapan dari pihak pusat gitu yang
step in yang bilang eh ayo dong ini
diselesaikan gitu supaya kita punya
program MBG ini ee makan bergizi gratis
ini bisa berjalan dengan baik gitu. Ada
enggak sih yang kayak gitu? Yes. Eh ada
beberapa. Satu dari PCO dari
Presidential Communication Office itu
kemarin gua sempat live dua kali. Beliau
juga titip pesan ke gua untuk itu PO PCO
tuh Jubir Presiden. Jubir Presiden.
Jubir Presiden. Jubir Presiden sudah
titip untuk ini supaya ditindak lanjut.
Oh, malah dibilang suruh tindak lanjut.
Tindak lanjut. Karena masalahnya kan
gini, ini kan jatuhnya ini orang yang
mengganggu program presiden. Oh, ke ke
ada oknum di sini gitu berarti ya. Okum.
Gini prinsipnya ya, kita itu sempat
berhenti tiga kali 3 hari karena kita
enggak dibayar dan yasan ini enggak
ngapa-ngapain. Kita yang harus ngadu ke
BGN. Barulah kita setelah kita blow up,
kita ngadu, kita baru dipanggil. Nah,
berarti waktu 3 hari itu enggak
beroperasi, makanan enggak ada yang
dikirim. Enggak ada yang dikirim. Kita
enggak punya uang. Kita enggak punya
uang. Itu benar-benar habis uang kalain
saya tuh yayasan kan ya udah diam-diam
aja. Kalau misalnya memang yayasan ini
mendukung program Pak Perbowo, sudah
tahu enggak ada uang ya dicirkan dulu
lah. Sebenarnya kan masalah simpel
pencarian ini kan. Minimal bahan
pokoklah atau minimal dana bantuan yang
memang seharusnya dipakai untuk dapur
itu dicairkan. Tapi kan enggak, enggak
sama sekali. Berarti sekarang sampai
sekarang berarti bisa dibilang sampai
sekarang per detik kita ngrecord ya
belum ada pembayaran satuun dari yayasan
belum ada. Dan yang ada adalah dari lu
yang ngebayar buat omprank. Iya, itu R
juta DP itu dulu kita bayar R00 juta
itu. Jadi kita sekarang nih benar-benar
jalan dana pribadi dan dana bantuan dari
investor-investor yang memang mau bantu
kita. Investor mau ngebantu. Oh, iya.
Jadi bayangin ee klien gua ini dia itu
udah masuk 60 lah. Dia sudah masuk 60.
Dia ikut program ini, satu, dia cari
investor. Yang kedua, dia pakai dana
pribadi. Yang ketiga, pas berhenti mogok
ini sampai minggu kemarin itu sampai
jual barang, sampai jual barang sampai
gak di emas dia buat berlanjut program
ini. Itu memang sekacau itu. Berarti
mungkin memang
kitchen-kitchennya ekspektasinya harus
orang yang udah lumayan kuat juga secara
finance ya supaya bisa ngedanain
program. Iya, karena kan memang program
awalnya itu kan di Rembers, tapi
sekarang dengan dana bantuan itu kita
juga kecewa. Dana bantuan ini kan
seharusnya diberikan di depan nih. Jadi
ada dana uang masuk untuk kita beli
bahan-bahan itu kita enggak usah pakai
uang pribadi lagi. Seharusnya kan sudah
begitu cuma kan sampai sekarang enggak
enggak dicairin. Iya. Iya. Iya. Itulah
sekarang masalahnya berarti intinya dan
bantuan itu supaya modal awalnya bisa
dibantu supaya bisa berputar gitu
maksudkan ya. Iya. Biar bisa terus
berputar uangnya.
Oke. Oke. Tapi di dalam kontrak itu
apakah tertera gitu kayak yang tadi tuh
mengenai SOP dan juga tanggung jawabnya
siapa sama siapa gitu? Tertulis enggak
sih? Kalau tanggung jawab itu sudah
pasti ada tanggung jawabnya itu dari
pihak dapur kan yang pertama ee
mengikuti standar dari BGN. standar
bagian seperti apa, dapurnya seperti
apa. itu kalau gua kasih tahu ya dari
restoran ini eh ee dapur ini dulunya
restoran dulunya restoran dulunya
restoran dikonversi dikonversi di full
renov renov itu hampir 2 miliar loh oh
renov itu 2 miliar peralatan steamer
segala macam itu kita beli sendiri kita
beli sendiri
itu begitu nah itu kewajiban pertama
kita untuk standar bagian kita sudah
ikut yang kedua kewajiban kita yaitu
tadi memasak mempacking mengantar semua
sudah kita jalani.
Ada klausul biasa kan kalau misalnya
pebisnis ya biasanya kan ada klausul eh
kontrak ganti rugi gitu kan ada termin
pembayaran ada ganti rugi ada rugiak
enggak ada enggak ada sama sekali oh
enggak ada sama sekali itu apa yang
bikin klien lu pengin ngambil project
ini jadi gini ee kita tarik ke belakang
ya jadi pertama kali yang kontak klien
gua ini itu si
Mi dia itu waktu pertama pertama kali
banget kontak T gua ada bukti chatnya
sudah dikasih ke polisi juga. Dia itu
mengaku dari orang BGN. Oke. Mengaku
dari orang BGN. Oh, bukan dari yayasan.
Ngaku dari orang BGN. Makanya wah orang
BGN nih kontak saya nih. Tertarik dong
dia. Nah mulailah itu jalan. Di sisi
lain Bu Ira ini kan memang passionnya di
kuliner. Yang kedua, dia memang pengin
bantu program Pak Perbowo. Nah, dari si
ME itu datang dengan iming iming-iming
15.000 per porsi sama setahun terus
diperpanjang sampai 5 tahun. tertariklah
Ibu Wira mau bantu begitu. Iya sampai
investasi 2 M ya lumayan. Iya kan
soalnya sekarang gini kita kalau mau
berhenti juga susah juga karena apa?
Udah diganti semua sekarang dari
restoran diganti jadi dapur itu kan
biayanya lebih gede. Iya kan? Iya untuk
tiba-tiba berhenti ya udah deh gua
enggak lanjut deh balik di situ ya
berapa miliar juga sih. Betul. Karena
kita udah dijanjiin sama kepala BGN
langsung, ya udahlah kita anggap ya udah
kita jalan dulu deh. Toh kita kemarin
itu kan masih sekitar 500 porsi. 500
porsi 500 porsi per hari. Per hari
biasanya itu kita 3.300 sampai 3.500.
Tapi karena keterbatasan dana kemarin,
karena konflik kemarin kita cuma 500
porsi. Pelan-pelan. Terus berarti yang
sisanya gini anak-anak enggak dapat
makanan dong, anak TK sama anak SD atau
digantiin sama kitchen lain? Oh. Eh, gua
enggak tahu gimana, cuman kan gini,
prinsipnya itu setiap dapur maksimal
4.000. Oke, maksimal 4.000. Jadi kalau
misalnya dibilang ganti, gua juga enggak
paham gimana keberenyutannya. Karena ya
itu tadi 3 hari kemarin anak-anak enggak
dapat makan.
Iya, iya, iya. Ee kalau misalnya apakah
lu lihat ya yang ini tu berarti bukan
masalah kontrak soalnya kan kontrak kan
sudah jelas kan dari harga segala macam.
Eh, jadi ini tuh masalah kayak kontrak
yang ditulis itu kurang detail dan
kurang baik atau menurut ini masalah
kontrak itu sebenarnya sudah sesuai tapi
pelaksanaannya aja yang pelaksanaannya.
Jadi kalau kita bicara kontrak ya itu
kan 15.000 per porsi. Nah, dari yayasan
ini yang dia ini
ee bingunglah bikin LPJ-nya seperti apa.
Karena gini,
bayangkan kita kan yang
ngirim, kita ini ditutup-tutupi. Kenapa
ditutup-tutupi? Gini, saat kita kirim
seharusnya kita tahu dong yang diterima
sekolah tuh berapa.
Oke, kita kirim berapa, yang diterima
berapa, ada tangan terimanya dong. Nah,
pihak dapur enggak boleh tahu.
Pihak dapur enggak boleh tahu. Enggak
boleh tahu. Jadi, berapa yang sudah
diterima sama sekolah tuh kita enggak
boleh tahu. Kita enggak dikasih unjuk
dua tahap itu. Pertama, setelah viral
baru dikasih
tahu ternyata.
Nah, yang dua tahap ini gua enggak tahu
berapa, tapi setelah viral mereka
barulah ngasih tahu kita hari ini kirim
ke sekolah ini berapa porsi, berapa rus
porsi baru dikasih tahu. Tapi yang dua
tahap mana ada 19 hari itu kita enggak
dikasih tahu. Kita enggak dikasih tahu
dikirim berapa, diterima berapa, kita
enggak dikasih tahu pula LPJ-nya seperti
apa yang dibikin sama LPJ itu apa?
Lembar pertanggung jawaban untuk klaim.
Kita enggak tahu kayak gimana. Jadi kita
enggak dilibatin. Sedangkan klien gua
ini sudah nanya ke beberapa dapur itu
dilibatin semua. Jadi ketika kita mau
klaim, kita dipanggil, kita disuruh
bahas ini apa aja pengeluarannya dibahas
barulah klaim ke BGN. Nah, ini kita
enggak dilebatin sama sekali. Itu yang
agak jadi ketidak ee apa namanya?
Keterbukaannya minim sekali waktu itu.
Iya. Berarti bisa dibilang apakah ini
tuh corner case? Masa kuh ini tuh cuman
kebetulan ini dapurnya ee ee Bu Ira dan
juga mungkin yayasan ini yang ada isu
tapi yang ngelinnya itu berjalan dengan
smooth atau ini tuh sejauh ini 1709 SPPG
lain itu berjalan semut ee dapur 1700 DP
e 1700 dapur lain berjalan semua. Ini
kan berarti ee secara sistem berarti
bagiannya sudah benar berjalan tapi
yayasannya yang bermasalah. Oke,
kebetulan ada yayasan ini yang ini.
Terus e solusinya apa kayak kira-kira
langkah hukum yang sudah diambil sama Bu
Wira apa aja? Nah, sekarang kita kan
sudah bikin laporan polisi di PORES
Jakarta Selatan itu sudah berjalan hari
Rabu mereka dipanggil. Oh, berarti 2
hari piasan mereka akan dipanggil oleh
pihak Polres. Oke. Nah, selain itu kita
juga sudah siapkan gugatan perdata.
gugatannya sudah siap, tinggal menunggu
aba-aba dari klien. Nah, yang ketiga ini
kemungkinan juga tim kuasa hukum akan
konsultasi kejaksaan Agung terkait
apakah ada tindak pidana korupsinya di
sini. Oke.
Nah, tapi kan kalau kan ee ya kita
tahulah ya kalau misalnya kita berproses
hukum ya di Indonesia yang namanya
pengusaha itu kan pasti kan keluar biaya
kan pasti kan berarti kliennya ini udah
keluar biaya di kitchen, keluar biaya di
word proses hukum itu iya produk ini
juga semua orang banyak nanya ini Bu Ira
kata sudah rugi tapi sama pengacara
sampai sekarang saya dengan Bu Ira ini
saya probono. Probono. Saya tidak
mengenakan V karena saya cuman mau
program ini bisa berjalan. Jadi saya
bantu Ibu Ira. Oh, lu enggak ngecas?
Enggak ngecas perbono ini.
Lu kenal Bu kenal Bu. Bu ini kawan lama.
Jadi
ee dulu temannya itu pernah ada case
sama gua. Nah, temannya waktu itu pada
saat ada masalah ini temannya kontak
gua, "Pak, ini tolong bantu dong. Ini
ada teman saya. Dia udah udah
habis-habis bangetlah." Siap. Saya tanya
kan masalah apa ya? Ini masalah MBG.
Nah, ditelusuri ternyata masalahnya
kayak gini. Ya udahlah akhirnya gua
ambil gitu. Jadi sampai sejauh ini gua
enggak dibayar sama Bu. Benar-benar
probono gua. Tapi ada success fee-nya
gitu-gitu. Ee gua enggak mengecas sucses
fee tapi kalau masalah ini beres, kalau
misalnya dia memang mau ngasih ya
silakan. Tapi kalau misalnya enggak ya
udah enggak apa-apa. Karena background
gua ini satu ya, background gua ini dari
Lem Hanas, Lembaga Kethanan Nasional.
gua ee merah putih gua untuk Indonesia.
Jadi kalau ada masalah kayak gini, ada
orang minta tolong apalagi masalah besar
kayak gini gua akan tolong. Karena itu
salah satu tugas dari pekerjaan gua juga
advokat probono. Pekerjaan yang mulia
inilah. Jadi zero chart sampai sekarang.
Nanti ada banyak
brmono juga kalau misal buat isu-isunya
mereka. Tapi e apa tanggapan dari
pihaknya BGN
melihat ada ada isu dari pihak yayasan
dan pihak Daftar? Nah, ini yang cukup
gua kecewa karena dari BGnya ini setelah
beberapa kali gua live, setelah beberapa
kali gua
ketemu lebih ke lepas tangan mereka itu.
Jadi masalah ini mereka selalu
mengatakan masalah ini memang dari BG
sudah tunaikan kewajiban. Memang benar
BG sudah bayar.
masalahnya mereka enggak mereka enggak
ngurus nih dari yayasan ke mitra dapur
seperti apa, mereka enggak mau tahu.
Nah, itulah yang jadi problem. Padahal
ini kan tetap programnya satu kesatuan
nih. Programnya BGN juga program
pemerintah. Kalau ada masalah kayak gini
enggak jalan mereka juga kan yang kena
sebenarnya. Itu sih gua agak kecewanya
di situ. Iya. Terus kalau misalnya
sampai ee pihak dapur akhirnya dibayar
ya R miliar gitu, apakah ini berarti
udah case close? Udah ya udah berarti
udah kelar kasus hukumnya atau kayak
gimana? No no no. Jadi eh kalaupun
mereka bayar ke klien ke Bu
Ira, Bu Ira satu dari PCO kemudian juga
dari beberapa praktisi hukum yang saya
kenal yang sudah kasih konsultasi ke
saya ini laporan hukum ini masalah
proses pidana ini akan terus berlanjut
karena untuk apa? Untuk pelajaran.
untuk pelajaran dan untuk keberlanjutan
program MG. Bayangkan kalau perkara ini
nanti damai, perkara ini bisa dibayarkan
dengan uang, semua orang, semua yayasan
akan berpikir sama. Jadi mereka akan
berpikir, "Ah, kalau misalnya gua tarik
segini pihak dapur teriak, gua bisa
bayar kok. Enggak bakal dilaporin
polisi, enggak bakal enggak bakal ribet
masalahnya." C beres. Kita ngomong kayak
gitu karena
tetap kita harus bantu program Pak
Borbowo. Enggak boleh ada orang-orang
yang mengisingin seperti ini. Harus jadi
pelajaran ini gitu. Terus kok kok Bu Ira
bisa Bu Ira bisa enggak ini ya bisa
enggak kapok gitu? Maksudnya gini gua
bayangin gua ya kalau misalnya orang
sudah ditagih R miliar habis itu belum
dibayar habis itu dia juga udah keluarin
2 M. dia masih karena dijanjikan karena
dijanjikan sama Bapak Dadan kan kemarin.
Oh supaya lanjut supaya lanjut supaya
lanjut ganti yayasan. Hm. Ya oke kita
jalan. Makanya kan kemarin juga pas gua
ketemu gua ada selalu nanya kan
bagaimana kebelanjutannya. Pak Dad
bilang iya lagi diproses. Tadi pagi gua
juga sudah WA se pr-nya Pak Dadan ini
lagi diproses. Oh ya udah. Iya iya iya
iya. Ya kalau misalnya sudah direct
hopefully udah lebih clear lah ya. Iya
betul. Itulah kan kita enggak mungkin
juga ketika kita sudah jadi dapur ini
kita rubah ke resto lagi. Enggak
mungkin. Iya ngerti ngerti ngerti ngerti
ngerti. Tapi lu ini berarti
background-nya ini ee lu punya Lem atau
lu? Oh punya Lem. Fokusnya itu di bisnis
atau di mana? Kalau gua fokus itu di
kepilitan sebenarnya. Kepilitan.
Kepilitan fokusnya. Oh. Tapi lu ada
social project lah yang lu ambil yang
kayak gini. Ada. Jadi memang kalau
pengacara itu idealnya setiap tahun
adalah dia satu kasus probono. Idealnya
begitu. Iya. Ya. Ya. Tapi sekarang lu
dapat ini kali kaget enggak dapat media
attention di mana-mana tiba-tiba. Kalau
media attention sih sebenarnya udah udah
biasa ya karena beberapa kali udah nakan
kasus cukup gede juga sih. Oke. Oke.
Mungkin lu boleh kasih advice enggak sih
buat teman-teman lainnya ya
yang mau ini mereka adalah ee memiliki
dapur atau mereka berbisnis dengan ee
pihak dari pemerintah juga. Apa advice
lu supaya jangan sampai mereka jadi
kepusingan antara inilah buat yang
peragihan kayak gini? khusus untuk MBG
nih ya. Oke, khusus untuk MBG dulu.
Khusus untuk MBG yang pertama kalau bisa
langsung direct ke BGN. Langsung direct
dalam artian gunakanlah yayasan sendiri
dan daftar di website BGN. Itu yang
pertama. Jangan pernah mau dengan
yayasan yang sudah ada. Dalam artian
kayak kasus gua ni sekarang nih, jangan
kayak gitu karena pasti nanti ada
potongan pasti juga nanti ribet. Oh,
kalau misalnya tadi ya misalnya tadi kan
ee yang baru ini kan Bu Ira mendirikan
yayasan. Heeh. Iya kan yayasan ini ee
daftar ke BGN. Daftar ke BGN. Kalau
misalnya berarti 15.000 full. Enggak ada
potongan 2.500. Nah, enggak enggak ada
potongan dari yayasan yang sebesar 2.500
kan? Iya. Enggak ada potongan. Berarti
kalau itu 15.000 langsung R.000. Iya.
Kalau jadi S is kalau misal Bu dengan BG
itu Sis aja enggak ada lagi
potong-potongan.
Kalau misal itu berarti bisa dibilang
yasan kayak perantara lah itu kan. Iya
itu dia. Oh bayangkan aja nih 19 hari
2.500 kali 65.000 Dua porsi udah berapa
coba dia dapat? Enggak ngapa-ngapain.
Iya iya iya. Itu berapa sih? Gua gua
pengin hitung dulu dong. Boleh kasar ya.
Rp5.000 2500 di kali
2.500 R12 juta 19 hari itu 19 hari satu
dapur. Satu dapur. Makanya kalau
misalnya itu tadi bilang BGN ini sudah
menyiapkan tadi gua bilang dana bantuan
untuk 10 hari ke
depan silakan daftarkan dapurnya.
daftarkan yayasannya. Jadi lebih baik
punya yayasan sendiri dan punya daper
sendiri baru daftarkan ke BGIN. Emang
itu open ya, bisa langsung di
website-nya. Semua orang bisa semua
orang bisa akses. Yang kedua, kalau
misalkan sudah terlanjur dengan yayasan
harus di benar-benar
dipantau. Kalau misalnya memang ada
kecurangan-kecurangan, segera laporlah
ke BGN. Nah, jadi BGN itu kemarin gua
juga sempat komplain kan gua ini udah
datatangin BGN, gua udah kirim suaret ke
BGN tapi enggak pernah ada respon. Oh,
enggak pernah direspon. Enggak ada lu
kirim suratnya atas. Oh, jadi gini, gua
pertama tuh kirim surat ke bagian gua su
komplain keberatan karena ada pihak
yayasan ini enggak bayar. Oke, kita
enggak bisa jalan. H-1 gua press
conference. H1 gua press conference gua
datang ke BGN gua nanya, "Dapur saya
ini, dapur klien saya udah enggak jalan,
enggak punya
modal. Besok saya mau press conference
dari BGN gimana." Nah, waktu itu yang
terima saya itu orang humas dan hukum.
Mereka bilang ee wah kita deputi
hukumnya lagi keluar mungkin datang aja
nanti lusa bilang. Tapi besok saya press
conference ya. Iya. Oh ya udah jangan
press conference. Setelah saya press
conference barulah
dipanggil. Makanya pada saat kemarin
sempat live di berupa TV saya selalu
sampaikan kepada kepada jubir presiden
saya sampaikan kepada orang BG yang saya
sampaikan. ini harus ada
wadah pengaduan yang fast respon.
Akhirnya dibuatlah sama PGN. Ada itu
nomor WhatsApp-nya sama ada pengaduan di
website sekarang sudah ada gitu. No
viral, no justice. Oh, itu itu benar
banget sih. Itu benar banget. Kalau
misalnya enggak kayak gini ya, kalau
misalnya Ibu Wira tanpa preskon kemarin
mungkin sampai sekarang ya udah dibiarin
aja atau mungkin lebih parahnya mungkin
di-take over dapurnya.
Kenapa itu lebih parah maksudnya? Iya.
Jadi ini e parahnya ya misalnya dari
yayasan kan Ibu Wira enggak mampu lagi
nih dapur sudah ada akan take over. Jadi
Bu Ira istilahnya dia ya dia dapat
komisi aja deh. Bisa-bisa jadi kayak
gitu kan asumsinya. Asumsi. Iya. Iya.
Oke. Terapi lu udah pernah pengalaman ee
klien yang berbisnis dengan pemerintah
lainnya atau ini yang pertama kali?
Kalau dengan pemerintah ya ini yang
pertama kali. Yang pertama kali. Ya,
berarti advice-nya itulah ya. Kalau
misalnya intinya kalau misalnya yayasan
ee bisa lu bisa direct kalau misalnya
kitchen lu bisa langsung direct bikin
yayasan sendiri gitu. Jangan jangan
jangan mau ikut iming-iming. Kalau mau
ikut programing begini program bagus
bayangannya seperti ini. Keuntungannya
itu kalau kita punya rumah makan kita
enggak laku. Ini udah sehari itu udah
ketahuan kita masak 3.000 sekian porsi
kita dapat kita dapat profit 2.000 itu
sudah ketahuan sehari kita dapat itu.
Jadi sebenarnya program bagus untuk UMKM
juga bagus.
untuk orang-orang ya yang punya dapur
ini bagus dalam artian kalau restoran lu
sepi, lu gabung ini lu udah ketahuan nih
per hari lu dapat berapa nih? Jadi
uangnya udah ada. Cuman itu tadi jangan
sampai terbuai dengan omong-omongan dari
oknum-oknum. Iya. Iya. Lu udah tahu
enggak sih dari segi profitnya itu
apakah emang dipatokin kayak tadi tuh
2.000 berarti secara cost e 13.000 untuk
eh cost of goods untuk HPP-nya plus
untuk pengiriman gitu. Nah, kalau
detailnya seperti apa ee gua belum tahu,
tapi yang dari apa yang disampaikan pada
waktu sama gua juga pas live, dia bilang
memang kalau misalnya ambil margin kalau
misalnya memang ada keuntungan itu
mungkin 2.000
maksimal per porsi. Tapi kalau saya
sudah 2.500 sudah itu margin makanya itu
makanya itu Pak Dad bilang yang Oh,
sebentar sebentar berarti yang 2.000 ini
yang dari pihak BGN bilang ini 2.000
untuk keuntungan dapur. Keuntungan
dapur. Oh, bukan untuk keuntungan
yayasan bukan. Oh, gua kira dibilang itu
lu yayasan ambil 2000 aja monggo.
Enggak. Untuk dapur ini. Makanya kan dia
kaget yang dia baru tahu ternyata ada
yayasan juga di sini kan. Oh, begitu.
Jadi sebenarnya kalau ya seperti kan so
kan e ada kaitan dengan kualitas makanan
ya. Pastilah kalau misalnya kita harga
pokoknya itu misalnya 10.000 perak sama
kita harga pokok makanan R.000 perak
pasti beda dong gitu kan. Nah itu jadi
kalau harga harga harga pangannya itu
itu dia ada mekanismenya sendiri jadi
ada hitung-hitungannya. N. Nah, itu gua
gua kurang jelas gimana apakah diambil
harga pasarnya gimana apa gimana. Jadi
pada itu sampaikan kalau untuk kualitas
enggak mungkin nurun karena harga
makanannya itu nanti menyesuaikan harga
pokoknya menyesuaikan tapi profit yang
di dapur itu sudah pasti R000 Rp2.000
maksimal. Oke. Tuh maksimal maksimal.
Ini kan du pada saat dia tahu 2 seteng
aja dia langsung bilang berarti ini ada
yang salah nih. Ada yang salah dia
bilang. Iya. I ya. Oke ya. ee semoga ee
semua bisa berjalan lancar ya, terutama
buat MBG inilah ini kan soalah kan
program ee yang penting dan juga
anggaran kan sangat sangat sangat tinggi
kan ya dan ee hopefully program
andalannya Pak Prabowo bisa ee dengan
case ini bisa berjalan lebih lancar lagi
ke depan. Iya, lebih lancar dan harus
diawasi oleh setiap lapisan masyarakat.
Itu penting banget. Oke, Bro. Thank you
banget atas waktunya ya. Thank you.
Thank you.
[Musik]
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.