TRANSCRIPTID

Mendalami Kejanggalan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

42m 34s6,665 words1,095 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

Kalau misalnya kita bicara tiap dapur

0:01

ya, gua dapat informasi dari klien gua,

0:04

tiap dapur memang ada potongan, ada Ve.

0:06

Bayangin kita udah Rp15.000, tiba-tiba

0:08

praktiknya jadi R.000 tiba-tiba praktik

0:10

jadi Rp.000. Gimana kita?

0:16

Hari ini kita kedatangan Bro Dana ya.

0:19

Beliau ini kuasa hukum dari salah satu

0:22

kitchen MBG. Betul ya? Yang kemarin ini

0:25

baru viral gara-gara kliennya kan enggak

0:27

dibayar. ya. Ini ee gua undang dia

0:30

supaya kita bisa menggali apa yang

0:33

terjadi. Em soalnya kan ini kan salah

0:35

satu program pemerintah yang besar. Jadi

0:37

yang gua harapkan itu kalau misalnya

0:39

program sebesar ini kita penginnya se

0:42

bisa berjalan sebaik mungkinlah gitu ya.

0:44

Makanya gua pengin ngegali ada apa yang

0:47

terjadi gitu supaya kita bisa edukasi.

0:49

Kita langsung mulai aja deh Bro. Boleh

0:51

sharing enggak ini konteksnya kayak

0:52

gimana sih? Ini dapur MBG yang mana lalu

0:55

udah beroperasi sejak kapan? Nah,

0:58

dapurnya ini dapur yang bagi Kalibata.

1:00

Dia itu ada di Kalibata Pancoran sudah

1:02

beroperasi dari bulan Februari sampai

1:04

terakhir Maret kemarin. Februari tahun

1:06

ini kan berarti kan 2 bulan. 2 bulan dia

1:09

2 bulan itu dia itu sudah jalan 19 hari.

1:12

Sudah jalan 19 hari. Baru jalan 19 hari.

1:14

19 hari karena kan ada potong liburan

1:16

lebaran kemarin tuh kan. Nah, jadi baru

1:18

jalan 19 hari. 19 hari itu kita sudah

1:21

produksi kurang lebih sekitar 65.000

1:24

porsi. 65.000 porsi. 65.000 R000 porsi

1:27

ya begitu. Oke. Terus ini case-nya blow

1:29

up-nya gara-gara apa? Emang nominal

1:30

kerugiannya kan yang gua bacakan itu ee

1:33

sekitar 1 M ya. 1 M. Nah, jadi blow

1:36

upnya itu begini. Kita kan sudah jalan

1:39

19 hari kita sudah keluarkan 65.000

1:42

porsi. 65.000 porsi itu semua sudah

1:46

disalurkan, sudah dimakan sama

1:48

anak-anak. Nah, jadi kalau kita tarik

1:51

benangnya dari awal kita ini kan dapur

1:54

kita kontrak dengan yayasan yayasan MBN.

1:57

Kalau misalnya gua selalu bilang di

1:59

berita semua itu MBN itu inisial. Jadi

2:02

kita kontrak dengan Yayasan MBN ini kita

2:05

itu diminta untuk menyiapkan makan

2:08

bergizi gratis. Nah, kita ada kebetulan

2:10

kita dapat itu jatah 19 sekolah TK dan

2:14

SD.

2:15

Nah, di kontrak itu awalnya disebutkan

2:19

kita disuruh siapkan, kita dibayar

2:21

R15.000 per

2:22

porsi. 15.000 per porsi. Ya udahlah

2:25

okelah kita sepakat kan berjalan itu

2:27

setelah kita beres 19 hari kita sudah

2:30

keluar 65.000 kita tagih dong 15.000 per

2:32

porsi kita tagihlah ke pihak yayasan.

2:34

Nah, pas kita tagih yayasan enggak mau

2:37

bayar. Pertama kali nih alasan dia

2:40

enggak mau bayar katanya kita ada

2:42

tunggakan sama pi yayasan. Jadi saat

2:44

ditagih itu kan pertama kali itu tahap

2:48

pertama itu turun 385 juta dari BGN kita

2:51

tagih. Dia enggak mau bayar dengan

2:53

alasan pihak dari dapur itu punya utang

2:57

sama yayasan. Dari dapur punya berarti

3:00

klien lu punya utang sama yayasan

3:03

yayasan gitu. Nah, utangnya ini gini.

3:06

Jadi waktu awal pada saat dapur ini

3:09

berjal mau berjalan, kita diminta beli

3:11

omprank tempat makan. Tadi minta beli

3:13

omprank 12.000 ompreng. Nah, kita bayar

3:17

R00 juta sebagai

3:18

DP. Setelah kita bayar R juta sebagai DP

3:21

masih ada sisa tuh sekitar Rp300 juta.

3:23

Nah, kita akan bayar itu kalau program

3:26

ini jalan. Masalahnya mereka ini

3:29

mencampuradukan. Jadi ketika ada uang

3:31

masuk dari BGN ke mereka yang seharusnya

3:34

dibayar ke mitra untuk biaya dapur,

3:36

biaya operasional, langsung mereka

3:39

campur adokan dengan utang itu hasillah

3:41

minus R5 juta. Itu yang pertama. Nah,

3:44

okelah kalau misalnya kita bicara

3:46

seperti itu, ya sudahlah kita itu kan

3:48

perdata itu dalam artian itu adalah

3:50

utang piutang. Oke, yang kedua kita

3:52

lanjut lagi. Kita tagih yang pembayaran

3:55

kedua, tahap kedua kita tagih. Saat kita

3:57

tagih juga mereka enggak mau mencairkan.

3:59

Nah, kita bingung dong kalau yang

4:00

pertama mereka bilang kita punya hutang

4:02

walaupun salah caranya enggak mau

4:04

dibayar okelah kita masih ya udahlah

4:06

pada saat yang kedua kita mau tagih,

4:08

mereka juga enggak mau mencairkan.

4:09

Mencairkannya dengan dalil kita enggak

4:11

ada kuitansi, kita enggak menyerahkan

4:12

bukti-bukti. Padahal itu semua sudah

4:15

kita kasih ke mereka gitu. Oke, gua

4:17

pengin ee perjelas yang pertama deh.

4:20

Berarti ompranknya ini nih belinya dari

4:21

yayasan. Yayasan. beli dari yayasan itu.

4:24

Oke. Dengan nilai totalnya satu ee

4:26

totalnya itu sekitar

4:29

berarti kan tadi juta sekitar R00 juta

4:31

kanun sekian berarti tapi dari pihak

4:33

dapur sudah bayar R00 juta. Sudah bayar

4:35

R juta. Jadi pihak dapur sudah bayar R

4:37

juta. Habis itu pihak dapur masih bakal

4:40

membayar Rp300 juta untuk lelunasan.

4:42

Habis itu dari pihak yayasan itu

4:45

seharusnya membayar pihak dapur sebesar

4:48

jadi R85 juta itu ini kalau hitungannya

4:51

ya kita kan hitung per porsi.

4:53

R.000. Jadi kita udah kita masak R5.000,

4:55

kita tagi Rp1.000. Cuman kenyataannya

4:59

kita baru tahu nih. Jadi di perjanjian

5:01

itu R.000

5:02

praktiknya ada yang 13.000, ada yang

5:06

15.000 dan itu dipotong

5:08

2.500 dari pihak yayasan. Oke, berarti

5:12

Oke, satu-satu ya. Berarti seharusnya

5:14

itu kan ee berarti ini kan ada ada dua

5:16

kan, ada pihak yayasan sama ada pihak

5:20

dapur. Betul ya kan? Kalau misalnya

5:22

pihak dapur membeli omprank tadi kan R00

5:26

juta sudah bayar 200 sudah bayar R200

5:28

juta lalu bakal bayar Rp300 juta. Cuma

5:30

mungkin ekspektasinya itu menggunakan

5:32

cash flow dari menjual makanan tersebut

5:35

supaya bisa bayar Rp00 juta kan ada

5:37

termin gitu maksudnya ya.

5:38

Jadi ee cuman sekarang dari yayasannya

5:41

tidak membayar pihak dapur. Iya. Karena

5:44

mereka mencampur adukan. Mencampur

5:45

adukan. Seharusnya kan ada uang dari BGN

5:48

dicairkan dulu untuk kita bisa running

5:50

lagi dapur lagi. Kita kan harus beli

5:51

bahan, kita harus masak, kita harus

5:54

hantar. Itu kan uangnya berjalan terus.

5:56

Kalau dia enggak bayar, gimana kita mau

5:57

jalanin dapur. Benar begitu. Oke. Oke.

6:01

Nah, saat ini apakah dapurnya masih

6:03

beroperasi? Nah, saat ini dapur itu

6:06

masih berjalan tapi dengan dana pribadi.

6:09

Oh, jadi belum adaend belum ada

6:11

pemasukan. Belum ada. Jadi kita masak

6:14

kemarin

6:15

Rp5.000 sama sekali belum dibayar sampai

6:17

sekarang. Tahap ketiga juga yang kemarin

6:20

baru berjalan minggu lalu itu seharusnya

6:22

sudah ada dana bantuan dari BGN itu juga

6:25

enggak dikasih ke kita. Sekarang sudah

6:27

mulai tahap 4. Tahap 4 ini kita masih

6:29

jalan dengan pribadi, namun sudah akan

6:32

diganti yayasannya dengan yayasan lain.

6:35

Oh, switch yayasan. Switch yayasan.

6:37

Karena udah clash banget ini. Udah

6:38

enggak bisa. Oke, gitu. Berarti sekarang

6:41

kalau misal gitu berarti udah tahap tiga

6:43

tahap berarti ya. Tiga tahap kita sudah

6:44

lalui. Ini masuk ke tahap empat. Tahap

6:46

empat. Tahap 4 kan yang sudah pindah

6:47

yayasan. Iya. Yang tiga tahap ini

6:49

berarti nilai berapa porsinya? Berapa?

6:51

Kan satu tahap tadi kan 19 hari. Jadi

6:53

dua tahap itu itu kan 19 hari. ee 8 dan

6:56

11 hari. Nah, itu 65.000 porsi. R5.000.

6:59

Kemarin karena kita sempat berhenti 3

7:01

hari, kita enggak ada uang. Tahap ketiga

7:03

ini kita baru jaran

7:05

sekitar 8 hari. 8 hari. 8 hari itu kita

7:08

cuman bisa suplly sekitar 600 porsi.

7:12

Oke. Jadi kurang lebih 4.000 4.000

7:16

sekian porsi sampai 5.000 porsi kita

7:17

bisa suplly itu kemarin. Jadi 65.000

7:19

plus 5.000 70.000 kita sudah kita

7:22

sediakan sampai saat ini enggak dibayar.

7:26

Oke. Oke. Ee nanti gua bakal ee pengin

7:29

kita break down coba Iya satu-satu.

7:31

Soalnya tadi gua masih kurang paham yang

7:32

kontrak ee 15.000 segala macam. Tapi

7:35

kalau misalnya menurut lu ya

7:36

permasalahan utamanya kayak gimana? Ini

7:37

kan berarti kan ada yang gua paham ya

7:39

ini kan berarti ada tiga pihak ya kan.

7:42

Ada pihak ee BGN, BGN, yayasan, yayasan

7:46

sama dapur. Jadi prosesnya itu dari BGN

7:49

bayar ke yayasan lalu dari yayasan bayar

7:52

ke dapur. Prosesnya seperti itu. Betul.

7:54

Nah, kalau misalnya lihat berarti ini

7:55

uangnya ini staknya di mana? Apakah dari

7:57

BGN yang berarti belum menyalurkan duit

8:00

ke yayasan sehingga yayasan ini tidak

8:01

punya uang untuk bayar ke dapur atau ini

8:04

gimana? Jadi gini, ini clear. Dari BGN

8:07

itu sudah transfer dua tahap pertama itu

8:10

sekitar 700 juta sekian. Oh, dari

8:12

BGN-nya sudah transfer, transfer ke

8:13

yayasan. Oke. Terus dia juga sudah

8:15

berikan dana bantuan untuk operasional

8:18

10 hari ke depan. Oh, bayar plus ke

8:21

depannya. Iya, itu R1 juta itu sudah ada

8:25

di virtual account-nya yayasan. Lu tahu

8:27

dari mana Ki? Emang bisa kelihatan ya

8:29

trans? Bilang jadi gua kan gua kan udah

8:32

beberapa kali ketemu Pak Dadan kepala

8:34

BGN. Gua udah ketemu dia, gua udah

8:36

ketemu orang yayasan. Pak Dad

8:37

menyampaikan langsung ke gua kita sudah

8:39

bayar R00 juta sekian. Kita sudah

8:41

berikan juga dana bantuan ada di

8:44

yayasan. Nah, silakan berhubunganlah

8:47

dengan yayasan itu. Masalahnya yayasan

8:49

ini enggak mau mencairkannya. Itulah

8:51

sekarang permasalahan yang terjadi. Oke.

8:53

Dapur ini kan masak ini kan uangnya

8:55

harus terus berputar nih. Kalau ditahan

8:57

begini sudah pasti stop. Iya. R miliaran

9:00

itu kan dana yang lumayan besar. Nah,

9:04

terus ee berarti ee kita berarti

9:07

fokusnya itu adalah dari yayasan inilah

9:08

yang belum menyalurkan lagi atas

9:10

alasannya. Ya, gua gua di posisi netral

9:13

ya. Gua kurang tahu ee siapa yang salah

9:15

siapa. Cuman intinya dari BGN bilang

9:17

duitnya sudah ditransfer tapi dari sini

9:18

yang belum disalurkan kembali gitu.

9:20

Betul. Betul. Terus gua juga sempat baca

9:22

di CNN kan e infonya klien lu itu yang

9:24

tadi kan ditagih ada yang bilang R00

9:26

juta tapi gua baca di Kompas juga atau

9:28

di mana juga ada yang bilang R juta yang

9:30

ee dapur itu ditagih oleh yayasan yang

9:34

benar yang mana R00 juta R00 juta sekian

9:36

R00 juta sekian 400 kalau enggak salah

9:38

buat ompranknya ini omprank dan ada

9:40

invoice-invoice lain jadi gini pada

9:43

pelaksanaannya yayasan ini mengklaim

9:45

jadi saat ada pelaksanaan itu dia

9:48

mengeluarkan invoice-invoice Dia untuk

9:50

katanya untuk talangin bensin, dia untuk

9:53

beli

9:54

peralatan-peralatan. Nah, dia tuh kirim

9:56

surat ke kantor gua. Gua tanya dong,

10:00

"Apa sih ini invoice-nya apa sih? Kirim

10:01

detailnya biar gua bisa tahu, biar gua

10:03

bisa breakdown." Sampai sekarang enggak

10:05

dikirim. Oh, sebentar. Yayasan ini ada

10:09

invoice-invoice. Adavoice, bensin. Iya.

10:12

Nah, dan salah satunya ada yang aneh.

10:14

Bayangkan sebelum sehari kita jalan dia

10:16

klaim invoice bensin R juta.

10:21

Yayasan klaim invoice bensin. Invoice

10:23

bensin ini atas atas dasar

10:25

operasionalnya operasional. Nah ini kan

10:27

dua makanya ini agak aneh operasional

10:29

itu kan udah dibayar sama pihak lain.

10:31

Gua kan yang pihak dapur kan masak.

10:35

Betul. Yang kirim makanannya siapa? Kain

10:37

gua pakai supir. Pakai spir kita udah

10:40

sewa mobil kita siapkan sopirnya dia

10:43

yang kirim.

10:44

Jadi pihak ee klien pihak dapur yang

10:47

kirim makanannya ke TK, ke SD gitu. Jadi

10:49

gini gua gua kasih tahu dapur ini klien

10:52

gua lah. Dia itu diminta untuk beli

10:54

bahan, dia diminta untuk masak, dia

10:56

diminta untuk packing, dia diminta untuk

10:58

ngirim. Ya, semua itu dia jadi semua

11:01

dilakukan oleh klien gua. Oke. Terus, ee

11:05

invoice dari yayasan untuk bensin ini

11:08

bensin apa kalau kayak gitu? Nah, itu

11:10

dia yang mau gua tanyakan. Kan dia kirim

11:12

kirim dia maim nih. Gua tanya dong ini

11:14

invoicnya yang mana? Buktinya apa?

11:16

Dipakai untuk apa? Biar bisa gua

11:18

matchin. Cuman sampai sekarang enggak

11:19

dikasih

11:21

gitu. Jadi stuck kita di situ. Kita mau

11:23

nagih, kita ditagih balik. Ditagih balik

11:25

tapi invoice-nya enggak dikasih.

11:27

Invoice-nya enggak dikasih. Dia cuma

11:28

kirim surat. Ada taragi invoice dia

11:30

kirim table kan bensin sekian. Beli ini

11:33

sekian, beli ini sekian, beli ini

11:34

sekian. Beli apa?

11:36

untuk ee alat masak yang lengkap itu

11:39

kayak kayak

11:41

untuk masker, untuk baju-bajunya itu

11:45

yang buat masak khusus buat masak

11:46

katanya untuk standar dari BGN mereka

11:48

bilang. Terus emang baju-baju dan masker

11:50

ini diberikan ke kitchen supaya itu jadi

11:51

standarnya? Nah, informasinya seperti

11:53

itu enggak? Tapi dapurnya menerima

11:56

masker dan baju itu menerima. Menerima.

11:58

Oh, menerima. Menerima, menerima. Oh,

11:59

tapi mereka yang beliin. Oh, mereka yang

12:02

beliin. Mereka kirim beliin. Mereka

12:04

suruh pakai ke kitchen kita. Nah, cuman

12:06

kan gini kirim mereka tapi mereka minta

12:09

lu yang bayar. Eh, minta kita yang

12:10

bayar. Kita makan bingung kalau misalnya

12:12

seperti itu kenapa enggak minta aja ke

12:14

klien gua. Klien gua minta siapin ini

12:16

dong kita beli. Ini kan enggak. Mereka

12:18

tiba-tiba beli sendiri, bensin juga

12:20

tiba-tiba diklaim sendiri. Oh, bisa

12:22

tiba-tiba mereka kirim barangnya ke

12:24

supaya mengikuti standarnya dari BGN lah

12:27

gitu ya. Iya. Karena kan gini, sekarang

12:28

permasalahannya itu kita nih tiga pihak

12:30

biasanya itu kan dari bagian langsung ke

12:32

mitra dapur. Jadi kita tahu apa yang

12:33

harus kita kerjakan. Ini kan enggak dari

12:35

bagian ke yayasan yayasan baru ke mitra

12:38

dapur. Yayasan ini yang kadang kita buat

12:41

komunikasi agak-agak kacau di situ. Oh.

12:43

Tapi yayasan ini berarti kan enggak

12:44

eksklusif sama satu dapur lu gitu. Ada

12:46

dia ada dua dap dia kalau enggak salah

12:48

ada dua atau tiga dapur. Ah tiga dapur.

12:50

Apakah yang lainnya itu dibayar atau lu

12:53

enggak tahu? Nah sampai saat ini juga

12:54

kita belum tahu gimana. Belum tahu.

12:56

Belum tahu. Oh. kita belum tahu apakah

12:58

mereka dibayar apakah mereka dipotong

13:00

juga 2.500 kita belum tahu. Oke oke oke.

13:04

Kita gua pengin bahas ee dalamin

13:06

mengenai kontraknya deh yang 2.500. Jadi

13:08

dalam kontrak itu bunyinya kayak gimana

13:10

nih? Ya. Jadi di kontrak itu ada

13:13

lampiran. Nah di kontrak itu state jelas

13:15

sekali per porsi dihargai

13:18

Rp15.000. Itu clear. Kita diminta buat,

13:21

kita diminta packing, kita diminta

13:22

kirim. adalah lampiran dalam perjanjian

13:25

itu. Lampirannya adalah setiap porsi itu

13:30

ada potongan 2.500. Itu tertulis di

13:32

kontrak. Tertulis di kontrak. Di

13:34

lampiran kontrak tertulis 2.500 untuk V

13:37

yayasan. V yayasan. V yayasan 2.500. V

13:40

yayasan ini fungsinya untuk nah itu yang

13:43

kita enggak tahu. Oh untuk apa 2 seteng

13:45

ini untuk apa nih kita enggak tahu.

13:47

Soalnya kalau misalnya mereka mau bilang

13:49

untuk bantu menjalankan operasional

13:51

akhirnya mereka klaim juga ke kita. Nah,

13:53

2,5 ini kalau asumsi gua ya untuk

13:56

mereka. Oh, I itu jelas di state di

13:59

kontrak itu. Oke, berarti di kontrak itu

14:01

tertulisnya 15.000asan.

14:05

Jadi 12.500 lah yang diterima oleh

14:07

klien. Berarti klien sudah mengetahui

14:09

juga dong dari awal bahwa itu 12.500 per

14:11

mengetahui dari awal. Iya. Karena gini,

14:13

the awal itu klien gua berpikir bahwa oh

14:16

mungkin memang namanya bisnis harus

14:17

begini kali ya. Jadi dipotong 2 untuk fe

14:19

mereka karena kan mereka yang dapat

14:20

kontrak. Iya. K. Gua berpikir seperti

14:22

itu awalnya itu. Jadi mereka oh ya

14:24

udahlah wajarlah begitu. Oh terus

14:26

ternyata kan awalnya klien lu berpikir

14:29

kayak gitu. Terus ternyata emangnya

14:31

klien gua enggak sukanya ada perbedaan

14:33

harga makan yang jadi Rp3.000 ada yang

14:36

Rp15.000. Oh jadi akhirnya itu 1.000 ini

14:39

masih kururangin 2.500. Itu yang enggak

14:41

sepakat klien gua. Bayangkan kita cuma

14:43

dapat 10.500 tuh. 10.500. Kita disuruh

14:46

bikin makanan, kita disuruh packing,

14:47

kita disuruh ngantter.

14:49

Oh, itulah mulai konfliknya di situ. Oh,

14:53

ini tapi di kontraknya enggak tertera

14:56

13.000. Enggak ada di kontrak 15.000.

14:58

Oh, apakah boleh dilampirin enggak sih

14:59

kontraknya? Kenapa boleh enggak sih itu?

15:01

Apakah itu boleh dilampirin enggak kayak

15:03

kontrak apa yang lu punya supaya gua

15:05

show gitu di biro? Nah, itu kan ini lagi

15:07

berjalan di polisi sebaiknya tunggu

15:10

nanti mereka yang price rilis. Oke oke

15:13

oke oke. Cuman intinya kalau misalnya di

15:14

versi lu itu ee yang dikontrak awal

15:16

15.000 R. Habis itu ee tapi mereka waktu

15:20

mereka mau bayar mereka bilang harusnya

15:22

1.000 kurangin 2.500 untuk beberapa dan

15:24

range sampai Iya. Jadi gini, jadi gini.

15:27

E pada bulan Desember tahun lalu pihak

15:31

kayasan ini sudah tahu ada harga

15:34

Rp3.000, ada harga Rp15.000. Pihak

15:36

yayasan tahu. Pihak yayasan. Jadi udah

15:38

udah ada dua tahap nih eh dua dua

15:40

kategori yang berbeda. Dari TK sampai SD

15:43

kelas 3 13.000, R SD kelas 3, SMP SMA

15:47

15.000. Nah, sayangnya di kontrak mereka

15:50

cuman state 15.000 per pororsi. Kita

15:53

tagi yang dikontrak dong. Kontrak itu

15:55

kan pakta Sunsar gak undang-undang bagi

15:57

kita yang

15:59

menandatangani yaitu mulai clash lah di

16:02

situ. Oke. I see iya sih ya intinya sih

16:04

ee ya dari kontrak terus penjelasannya

16:06

apa? Kan gini kan kalau misalnya kita

16:09

bikin perjanjian dan kita ada kontrak

16:11

pasti kan basisnya adalah perjanjian. He

16:14

saat lu bilang

16:15

bahwa ini kan dikontrak 15.000 ya gua

16:19

nagi 15.000 dong. Responsnya apa?

16:22

Mengikuti pencairan dari BGN. Mengikuti

16:24

pencairan dari BGN. Pencairan dari BGN.

16:26

Iya begitu. Makanya kuasa hukumnya

16:29

kemarin bilang di kontraknya di kontrak

16:31

dan praktiknya itu bisa berbeda. Nah

16:33

itulah yang gua keberatan juga. Kalau

16:36

misalnya itu mindset kita

16:38

terapkan, pasti selalu ada orang yang

16:41

rugi. Kalau kayak gitu bayangin kita

16:44

udah 15.000 tiba-tiba praktiknya jadi

16:46

13.000 tiba-tiba praktik jadi 10.000.

16:49

Gimana kita? Itulah yang menurut gua

16:52

aneh

16:53

statementnya gitu. Oke. Terus ee di

16:57

dalam kontrak itu apaagi yang diinfokan?

17:00

Apakah ada tulisan dari segi termin

17:02

pembayaran gitu misalnya? itu enggak.

17:04

Jadi di kontrak itu benar-benar clear.

17:06

Kita cuman masak, kita cuma melaksanakan

17:08

kewajiban kita. Kewajiban kita tutup aja

17:10

ya masak, menyiapkan makanan,

17:12

di-packing, dikirim. Kemudian kita

17:14

dibayar R.000. Enggak ada termin, enggak

17:16

ada apa. Pokoknya setelah kita beres

17:18

tahap pertama 10 hari kemudian itu akan

17:21

dibayarkan ke kita. Oh, berarti dia

17:22

bayarnya itu bukan setiap bulan, tapi

17:24

ada tulisan harnya. Iya. Jadi, setiap

17:26

jadi kan ini kan kita pertahap nih,

17:28

setiap bayar satu tahap 10 hari kemudian

17:30

itu sudah dibayar. Nah, barulah di

17:33

setelah kita terima pembayaran barulah

17:35

kita membayar 2.500 ke yayasan.

17:39

Jadi kalau misalnya kita bicara benarnya

17:41

ya, uang masuk ke kita, kita terima baru

17:44

kita bayar ke yasan 2.500 untuk V-nya

17:46

per porsi. Iya. Kan lu kan udah sempat

17:50

ee bicara di beberapa media kan kayak di

17:53

Kompas, ICNN gitu-gitu kan. Apakah

17:56

ada operator dapur-dapur lainnya yang

18:00

juga bilang bahwa emang 2500 ini adalah

18:03

ee buat mereka ya itu emang berlaku buat

18:05

semua orang atau ini cuma berlaku buat

18:07

lu doang atau kayak gimana? Lu juga

18:09

antara harga R.000 sampai.000 Bu ini

18:10

apakah ada yang menyuarakan hal yang ini

18:12

kalau misalnya kita bicara tiap dapur ya

18:14

gua dapat informasi dari klien gua tiap

18:16

dapur memang ada potongan ada V tapi

18:18

paling 1.000

18:20

mentok 1500 ini 2 set5 dan kemarin gua

18:24

nih di Kompas itu kan gua baru di Kompas

18:27

dan berita 1 gua tuh baru live bareng

18:28

Pak Dadan dua kali gua padan tuh siapa

18:30

so padadan itu kepala BGN oke nah dia

18:34

state dua maksimal kalau misalnya kita

18:37

mau cari range atau misalnya mau cari

18:39

keuntungan itu maksimal 2.000 yayasan

18:42

maksimal 2.000 Dia bilang gitu untuk

18:44

yayasan ini maksudnya. Oke. He. Makanya

18:46

dia bilang ketika gua bilang itu 2.500

18:48

dia bilang, "Wah, ini berarti enggak

18:49

benar nih. Ada kongkalong." Kepala

18:51

bagian sendiri yang ngomong kayak gitu.

18:53

Hm. Itu terus ee berarti saat ini ee kok

18:58

kenapa akhirnya bisa dipindahkan itu

19:01

atas sarannya dari pihak BGN kah atau

19:04

kayak gimana? Kan dari sana iya kan

19:05

akhirnya ya sana pindah. Jadi gini jadi

19:07

waktu pertama kali kita dipanggil BGN

19:10

kita kan mediasi di sana.

19:12

mediasi Pak Dadan. Pak Dadan nanya ini

19:15

kasus seperti apa sih? Saya jelasin kan.

19:17

Nah, Pak Dadan kepala BGN baru tahu

19:21

ternyata Yayasan Ditunjuk ini itu enggak

19:23

punya dapur sendiri. Dia baru tahu di

19:26

situ. Oh, seharusnya Yayasan Tunjuk itu

19:29

yang punya dapur. Jadi langsung jadi

19:32

enggak ada lagi subkon-supkon. Makanya

19:34

pada saat Padang dan tahu dapura ini

19:35

milik Bu Ira, milik klien gua, dia

19:38

langsung bilang, "Ya udah, Ibu segera

19:40

buat yayasan diganti pakai yayasan Ibu

19:43

biar dapur ini terus berjalan." Soalnya

19:45

kan dapurnya sudah ada, fasilitas sudah

19:47

ada, tinggal berarti kan masalah

19:48

yayasannya kan. Nah, bilang begitu.

19:51

Akhirnya kita sepakat, "Nah, sekarang

19:53

ini lagi masa transisi mau diganti. Kita

19:55

sudah daftarkan, sudah terdaftar tinggal

19:58

teknisnya dari Yayasan MBN diganti ke

20:01

yayasannya milikra gitu. Oh, jadi

20:03

seharusnya tadi kan ada tiga parti kan?

20:06

Ada ada ada

20:09

yayasan, dapur. Dapur harusnya itu

20:12

berarti yayasan ini memiliki dapur.

20:14

Memiliki dapur harusnya. Oh, harusnya

20:16

enggak diapkom

20:17

kan. Kalau sekarang gini, ini juga fakta

20:19

dari kepolisian ya. Pas saat gua BAP gua

20:22

menemukan fakta ini. Yayasan

20:25

MBN dia itu punya perjanjian bagi hasil

20:28

dengan dua oknum yayasan MBN. Oke. Y

20:33

punya perjanjian bagi hasil dengan dua

20:35

oknum namanya MI dan GR. Oh, perorangan.

20:40

Perorangan bagi hasil. Nah, MI dan GR

20:44

ini dia barulah bikin perjanjian dengan

20:47

Ibu Ira yang 15.000 itu. Tapi dia

20:51

membawa nama

20:56

yayasan sebentar. Berarti kan tapi kan

20:58

kontraknya itu atas nama Yayasan MBN.

21:01

Yayasan MBN dan Pihak dapur. Berarti dua

21:04

orang ini

21:05

mengatasnamakan. Nah, sampai sekarang

21:07

gua belum tahu nih ada enggak sih

21:09

perunjukan resmi dari yayasan ke dua

21:11

orang ini? Karena

21:13

dikontrak adalah MI GR mewakili Yayasan

21:17

MBN di kontraknya itu. Tapi gua belum

21:19

tah gua belum nemu nih penunjukannya tuh

21:21

ada apa enggak. Nah, semoga nanti di

21:23

kepolisan bisa digali itu. Jadi ada sub

21:26

ada subcon diubcon lagi. Oh, gitu. Jadi

21:29

ya saat ini sub ke dua orang tersebut,

21:32

dua orang ini baruah kita begitu. Jadi

21:36

memang agak-agak ruet ini. Kalau misal

21:37

orang lihat kan ah ini masalah

21:39

hutang-putang nih, masalah simpel.

21:41

Nyatanya enggak kayak gitu. Nyatanya

21:42

kompleks. Ini kompleks banget. Iya iya

21:45

iya iya. Terus ee ini kan salah satu

21:49

program andalan pemerintah kan bisa

21:51

dibilang bahkan saat kampanye program ee

21:55

program yang selalu digabungkan selalu

21:56

digabungkan kan. Ada enggak sih

21:58

tanggapan dari pihak pusat gitu yang

22:01

step in yang bilang eh ayo dong ini

22:04

diselesaikan gitu supaya kita punya

22:05

program MBG ini ee makan bergizi gratis

22:09

ini bisa berjalan dengan baik gitu. Ada

22:11

enggak sih yang kayak gitu? Yes. Eh ada

22:13

beberapa. Satu dari PCO dari

22:16

Presidential Communication Office itu

22:17

kemarin gua sempat live dua kali. Beliau

22:20

juga titip pesan ke gua untuk itu PO PCO

22:22

tuh Jubir Presiden. Jubir Presiden.

22:24

Jubir Presiden. Jubir Presiden sudah

22:26

titip untuk ini supaya ditindak lanjut.

22:29

Oh, malah dibilang suruh tindak lanjut.

22:31

Tindak lanjut. Karena masalahnya kan

22:32

gini, ini kan jatuhnya ini orang yang

22:36

mengganggu program presiden. Oh, ke ke

22:39

ada oknum di sini gitu berarti ya. Okum.

22:41

Gini prinsipnya ya, kita itu sempat

22:44

berhenti tiga kali 3 hari karena kita

22:47

enggak dibayar dan yasan ini enggak

22:50

ngapa-ngapain. Kita yang harus ngadu ke

22:51

BGN. Barulah kita setelah kita blow up,

22:54

kita ngadu, kita baru dipanggil. Nah,

22:57

berarti waktu 3 hari itu enggak

22:58

beroperasi, makanan enggak ada yang

23:00

dikirim. Enggak ada yang dikirim. Kita

23:01

enggak punya uang. Kita enggak punya

23:03

uang. Itu benar-benar habis uang kalain

23:05

saya tuh yayasan kan ya udah diam-diam

23:07

aja. Kalau misalnya memang yayasan ini

23:09

mendukung program Pak Perbowo, sudah

23:11

tahu enggak ada uang ya dicirkan dulu

23:13

lah. Sebenarnya kan masalah simpel

23:15

pencarian ini kan. Minimal bahan

23:17

pokoklah atau minimal dana bantuan yang

23:20

memang seharusnya dipakai untuk dapur

23:22

itu dicairkan. Tapi kan enggak, enggak

23:24

sama sekali. Berarti sekarang sampai

23:25

sekarang berarti bisa dibilang sampai

23:27

sekarang per detik kita ngrecord ya

23:29

belum ada pembayaran satuun dari yayasan

23:31

belum ada. Dan yang ada adalah dari lu

23:33

yang ngebayar buat omprank. Iya, itu R

23:35

juta DP itu dulu kita bayar R00 juta

23:37

itu. Jadi kita sekarang nih benar-benar

23:39

jalan dana pribadi dan dana bantuan dari

23:42

investor-investor yang memang mau bantu

23:44

kita. Investor mau ngebantu. Oh, iya.

23:46

Jadi bayangin ee klien gua ini dia itu

23:50

udah masuk 60 lah. Dia sudah masuk 60.

23:53

Dia ikut program ini, satu, dia cari

23:55

investor. Yang kedua, dia pakai dana

23:57

pribadi. Yang ketiga, pas berhenti mogok

23:59

ini sampai minggu kemarin itu sampai

24:01

jual barang, sampai jual barang sampai

24:03

gak di emas dia buat berlanjut program

24:07

ini. Itu memang sekacau itu. Berarti

24:10

mungkin memang

24:12

kitchen-kitchennya ekspektasinya harus

24:14

orang yang udah lumayan kuat juga secara

24:15

finance ya supaya bisa ngedanain

24:17

program. Iya, karena kan memang program

24:21

awalnya itu kan di Rembers, tapi

24:23

sekarang dengan dana bantuan itu kita

24:25

juga kecewa. Dana bantuan ini kan

24:26

seharusnya diberikan di depan nih. Jadi

24:28

ada dana uang masuk untuk kita beli

24:31

bahan-bahan itu kita enggak usah pakai

24:33

uang pribadi lagi. Seharusnya kan sudah

24:35

begitu cuma kan sampai sekarang enggak

24:36

enggak dicairin. Iya. Iya. Iya. Itulah

24:39

sekarang masalahnya berarti intinya dan

24:40

bantuan itu supaya modal awalnya bisa

24:44

dibantu supaya bisa berputar gitu

24:46

maksudkan ya. Iya. Biar bisa terus

24:47

berputar uangnya.

24:48

Oke. Oke. Tapi di dalam kontrak itu

24:50

apakah tertera gitu kayak yang tadi tuh

24:52

mengenai SOP dan juga tanggung jawabnya

24:55

siapa sama siapa gitu? Tertulis enggak

24:57

sih? Kalau tanggung jawab itu sudah

24:59

pasti ada tanggung jawabnya itu dari

25:01

pihak dapur kan yang pertama ee

25:03

mengikuti standar dari BGN. standar

25:04

bagian seperti apa, dapurnya seperti

25:06

apa. itu kalau gua kasih tahu ya dari

25:09

restoran ini eh ee dapur ini dulunya

25:11

restoran dulunya restoran dulunya

25:13

restoran dikonversi dikonversi di full

25:16

renov renov itu hampir 2 miliar loh oh

25:18

renov itu 2 miliar peralatan steamer

25:21

segala macam itu kita beli sendiri kita

25:24

beli sendiri

25:27

itu begitu nah itu kewajiban pertama

25:30

kita untuk standar bagian kita sudah

25:32

ikut yang kedua kewajiban kita yaitu

25:34

tadi memasak mempacking mengantar semua

25:37

sudah kita jalani.

25:39

Ada klausul biasa kan kalau misalnya

25:42

pebisnis ya biasanya kan ada klausul eh

25:45

kontrak ganti rugi gitu kan ada termin

25:47

pembayaran ada ganti rugi ada rugiak

25:49

enggak ada enggak ada sama sekali oh

25:51

enggak ada sama sekali itu apa yang

25:54

bikin klien lu pengin ngambil project

25:57

ini jadi gini ee kita tarik ke belakang

26:00

ya jadi pertama kali yang kontak klien

26:03

gua ini itu si

26:05

Mi dia itu waktu pertama pertama kali

26:08

banget kontak T gua ada bukti chatnya

26:10

sudah dikasih ke polisi juga. Dia itu

26:12

mengaku dari orang BGN. Oke. Mengaku

26:14

dari orang BGN. Oh, bukan dari yayasan.

26:16

Ngaku dari orang BGN. Makanya wah orang

26:18

BGN nih kontak saya nih. Tertarik dong

26:20

dia. Nah mulailah itu jalan. Di sisi

26:23

lain Bu Ira ini kan memang passionnya di

26:25

kuliner. Yang kedua, dia memang pengin

26:28

bantu program Pak Perbowo. Nah, dari si

26:32

ME itu datang dengan iming iming-iming

26:34

15.000 per porsi sama setahun terus

26:37

diperpanjang sampai 5 tahun. tertariklah

26:39

Ibu Wira mau bantu begitu. Iya sampai

26:43

investasi 2 M ya lumayan. Iya kan

26:45

soalnya sekarang gini kita kalau mau

26:47

berhenti juga susah juga karena apa?

26:49

Udah diganti semua sekarang dari

26:51

restoran diganti jadi dapur itu kan

26:53

biayanya lebih gede. Iya kan? Iya untuk

26:55

tiba-tiba berhenti ya udah deh gua

26:57

enggak lanjut deh balik di situ ya

26:58

berapa miliar juga sih. Betul. Karena

27:01

kita udah dijanjiin sama kepala BGN

27:03

langsung, ya udahlah kita anggap ya udah

27:04

kita jalan dulu deh. Toh kita kemarin

27:06

itu kan masih sekitar 500 porsi. 500

27:08

porsi 500 porsi per hari. Per hari

27:11

biasanya itu kita 3.300 sampai 3.500.

27:15

Tapi karena keterbatasan dana kemarin,

27:17

karena konflik kemarin kita cuma 500

27:18

porsi. Pelan-pelan. Terus berarti yang

27:21

sisanya gini anak-anak enggak dapat

27:22

makanan dong, anak TK sama anak SD atau

27:25

digantiin sama kitchen lain? Oh. Eh, gua

27:28

enggak tahu gimana, cuman kan gini,

27:30

prinsipnya itu setiap dapur maksimal

27:32

4.000. Oke, maksimal 4.000. Jadi kalau

27:36

misalnya dibilang ganti, gua juga enggak

27:38

paham gimana keberenyutannya. Karena ya

27:40

itu tadi 3 hari kemarin anak-anak enggak

27:43

dapat makan.

27:45

Iya, iya, iya. Ee kalau misalnya apakah

27:49

lu lihat ya yang ini tu berarti bukan

27:51

masalah kontrak soalnya kan kontrak kan

27:53

sudah jelas kan dari harga segala macam.

27:55

Eh, jadi ini tuh masalah kayak kontrak

27:57

yang ditulis itu kurang detail dan

28:00

kurang baik atau menurut ini masalah

28:02

kontrak itu sebenarnya sudah sesuai tapi

28:04

pelaksanaannya aja yang pelaksanaannya.

28:07

Jadi kalau kita bicara kontrak ya itu

28:09

kan 15.000 per porsi. Nah, dari yayasan

28:11

ini yang dia ini

28:14

ee bingunglah bikin LPJ-nya seperti apa.

28:16

Karena gini,

28:18

bayangkan kita kan yang

28:20

ngirim, kita ini ditutup-tutupi. Kenapa

28:23

ditutup-tutupi? Gini, saat kita kirim

28:25

seharusnya kita tahu dong yang diterima

28:26

sekolah tuh berapa.

28:28

Oke, kita kirim berapa, yang diterima

28:30

berapa, ada tangan terimanya dong. Nah,

28:32

pihak dapur enggak boleh tahu.

28:35

Pihak dapur enggak boleh tahu. Enggak

28:37

boleh tahu. Jadi, berapa yang sudah

28:39

diterima sama sekolah tuh kita enggak

28:40

boleh tahu. Kita enggak dikasih unjuk

28:42

dua tahap itu. Pertama, setelah viral

28:44

baru dikasih

28:45

tahu ternyata.

28:49

Nah, yang dua tahap ini gua enggak tahu

28:51

berapa, tapi setelah viral mereka

28:53

barulah ngasih tahu kita hari ini kirim

28:55

ke sekolah ini berapa porsi, berapa rus

28:57

porsi baru dikasih tahu. Tapi yang dua

28:58

tahap mana ada 19 hari itu kita enggak

29:00

dikasih tahu. Kita enggak dikasih tahu

29:01

dikirim berapa, diterima berapa, kita

29:04

enggak dikasih tahu pula LPJ-nya seperti

29:06

apa yang dibikin sama LPJ itu apa?

29:08

Lembar pertanggung jawaban untuk klaim.

29:10

Kita enggak tahu kayak gimana. Jadi kita

29:11

enggak dilibatin. Sedangkan klien gua

29:13

ini sudah nanya ke beberapa dapur itu

29:15

dilibatin semua. Jadi ketika kita mau

29:17

klaim, kita dipanggil, kita disuruh

29:21

bahas ini apa aja pengeluarannya dibahas

29:23

barulah klaim ke BGN. Nah, ini kita

29:25

enggak dilebatin sama sekali. Itu yang

29:28

agak jadi ketidak ee apa namanya?

29:31

Keterbukaannya minim sekali waktu itu.

29:33

Iya. Berarti bisa dibilang apakah ini

29:35

tuh corner case? Masa kuh ini tuh cuman

29:38

kebetulan ini dapurnya ee ee Bu Ira dan

29:42

juga mungkin yayasan ini yang ada isu

29:44

tapi yang ngelinnya itu berjalan dengan

29:46

smooth atau ini tuh sejauh ini 1709 SPPG

29:51

lain itu berjalan semut ee dapur 1700 DP

29:54

e 1700 dapur lain berjalan semua. Ini

29:57

kan berarti ee secara sistem berarti

30:00

bagiannya sudah benar berjalan tapi

30:02

yayasannya yang bermasalah. Oke,

30:04

kebetulan ada yayasan ini yang ini.

30:06

Terus e solusinya apa kayak kira-kira

30:08

langkah hukum yang sudah diambil sama Bu

30:09

Wira apa aja? Nah, sekarang kita kan

30:11

sudah bikin laporan polisi di PORES

30:13

Jakarta Selatan itu sudah berjalan hari

30:15

Rabu mereka dipanggil. Oh, berarti 2

30:18

hari piasan mereka akan dipanggil oleh

30:20

pihak Polres. Oke. Nah, selain itu kita

30:23

juga sudah siapkan gugatan perdata.

30:25

gugatannya sudah siap, tinggal menunggu

30:27

aba-aba dari klien. Nah, yang ketiga ini

30:31

kemungkinan juga tim kuasa hukum akan

30:34

konsultasi kejaksaan Agung terkait

30:36

apakah ada tindak pidana korupsinya di

30:38

sini. Oke.

30:40

Nah, tapi kan kalau kan ee ya kita

30:42

tahulah ya kalau misalnya kita berproses

30:43

hukum ya di Indonesia yang namanya

30:45

pengusaha itu kan pasti kan keluar biaya

30:47

kan pasti kan berarti kliennya ini udah

30:49

keluar biaya di kitchen, keluar biaya di

30:51

word proses hukum itu iya produk ini

30:53

juga semua orang banyak nanya ini Bu Ira

30:55

kata sudah rugi tapi sama pengacara

30:57

sampai sekarang saya dengan Bu Ira ini

31:00

saya probono. Probono. Saya tidak

31:02

mengenakan V karena saya cuman mau

31:06

program ini bisa berjalan. Jadi saya

31:08

bantu Ibu Ira. Oh, lu enggak ngecas?

31:11

Enggak ngecas perbono ini.

31:13

Lu kenal Bu kenal Bu. Bu ini kawan lama.

31:16

Jadi

31:17

ee dulu temannya itu pernah ada case

31:20

sama gua. Nah, temannya waktu itu pada

31:23

saat ada masalah ini temannya kontak

31:24

gua, "Pak, ini tolong bantu dong. Ini

31:26

ada teman saya. Dia udah udah

31:29

habis-habis bangetlah." Siap. Saya tanya

31:31

kan masalah apa ya? Ini masalah MBG.

31:33

Nah, ditelusuri ternyata masalahnya

31:35

kayak gini. Ya udahlah akhirnya gua

31:37

ambil gitu. Jadi sampai sejauh ini gua

31:40

enggak dibayar sama Bu. Benar-benar

31:41

probono gua. Tapi ada success fee-nya

31:43

gitu-gitu. Ee gua enggak mengecas sucses

31:46

fee tapi kalau masalah ini beres, kalau

31:48

misalnya dia memang mau ngasih ya

31:50

silakan. Tapi kalau misalnya enggak ya

31:51

udah enggak apa-apa. Karena background

31:53

gua ini satu ya, background gua ini dari

31:55

Lem Hanas, Lembaga Kethanan Nasional.

31:58

gua ee merah putih gua untuk Indonesia.

32:01

Jadi kalau ada masalah kayak gini, ada

32:02

orang minta tolong apalagi masalah besar

32:04

kayak gini gua akan tolong. Karena itu

32:06

salah satu tugas dari pekerjaan gua juga

32:09

advokat probono. Pekerjaan yang mulia

32:12

inilah. Jadi zero chart sampai sekarang.

32:16

Nanti ada banyak

32:17

brmono juga kalau misal buat isu-isunya

32:20

mereka. Tapi e apa tanggapan dari

32:23

pihaknya BGN

32:25

melihat ada ada isu dari pihak yayasan

32:29

dan pihak Daftar? Nah, ini yang cukup

32:31

gua kecewa karena dari BGnya ini setelah

32:34

beberapa kali gua live, setelah beberapa

32:36

kali gua

32:37

ketemu lebih ke lepas tangan mereka itu.

32:41

Jadi masalah ini mereka selalu

32:42

mengatakan masalah ini memang dari BG

32:44

sudah tunaikan kewajiban. Memang benar

32:46

BG sudah bayar.

32:49

masalahnya mereka enggak mereka enggak

32:51

ngurus nih dari yayasan ke mitra dapur

32:53

seperti apa, mereka enggak mau tahu.

32:54

Nah, itulah yang jadi problem. Padahal

32:55

ini kan tetap programnya satu kesatuan

32:58

nih. Programnya BGN juga program

33:00

pemerintah. Kalau ada masalah kayak gini

33:01

enggak jalan mereka juga kan yang kena

33:04

sebenarnya. Itu sih gua agak kecewanya

33:06

di situ. Iya. Terus kalau misalnya

33:08

sampai ee pihak dapur akhirnya dibayar

33:11

ya R miliar gitu, apakah ini berarti

33:13

udah case close? Udah ya udah berarti

33:16

udah kelar kasus hukumnya atau kayak

33:18

gimana? No no no. Jadi eh kalaupun

33:21

mereka bayar ke klien ke Bu

33:24

Ira, Bu Ira satu dari PCO kemudian juga

33:30

dari beberapa praktisi hukum yang saya

33:32

kenal yang sudah kasih konsultasi ke

33:34

saya ini laporan hukum ini masalah

33:38

proses pidana ini akan terus berlanjut

33:40

karena untuk apa? Untuk pelajaran.

33:43

untuk pelajaran dan untuk keberlanjutan

33:46

program MG. Bayangkan kalau perkara ini

33:49

nanti damai, perkara ini bisa dibayarkan

33:52

dengan uang, semua orang, semua yayasan

33:55

akan berpikir sama. Jadi mereka akan

33:57

berpikir, "Ah, kalau misalnya gua tarik

33:58

segini pihak dapur teriak, gua bisa

34:01

bayar kok. Enggak bakal dilaporin

34:02

polisi, enggak bakal enggak bakal ribet

34:04

masalahnya." C beres. Kita ngomong kayak

34:05

gitu karena

34:07

tetap kita harus bantu program Pak

34:10

Borbowo. Enggak boleh ada orang-orang

34:13

yang mengisingin seperti ini. Harus jadi

34:15

pelajaran ini gitu. Terus kok kok Bu Ira

34:19

bisa Bu Ira bisa enggak ini ya bisa

34:20

enggak kapok gitu? Maksudnya gini gua

34:22

bayangin gua ya kalau misalnya orang

34:23

sudah ditagih R miliar habis itu belum

34:25

dibayar habis itu dia juga udah keluarin

34:26

2 M. dia masih karena dijanjikan karena

34:30

dijanjikan sama Bapak Dadan kan kemarin.

34:32

Oh supaya lanjut supaya lanjut supaya

34:34

lanjut ganti yayasan. Hm. Ya oke kita

34:36

jalan. Makanya kan kemarin juga pas gua

34:38

ketemu gua ada selalu nanya kan

34:40

bagaimana kebelanjutannya. Pak Dad

34:41

bilang iya lagi diproses. Tadi pagi gua

34:43

juga sudah WA se pr-nya Pak Dadan ini

34:46

lagi diproses. Oh ya udah. Iya iya iya

34:49

iya. Ya kalau misalnya sudah direct

34:50

hopefully udah lebih clear lah ya. Iya

34:52

betul. Itulah kan kita enggak mungkin

34:53

juga ketika kita sudah jadi dapur ini

34:56

kita rubah ke resto lagi. Enggak

34:57

mungkin. Iya ngerti ngerti ngerti ngerti

34:59

ngerti. Tapi lu ini berarti

35:00

background-nya ini ee lu punya Lem atau

35:03

lu? Oh punya Lem. Fokusnya itu di bisnis

35:06

atau di mana? Kalau gua fokus itu di

35:08

kepilitan sebenarnya. Kepilitan.

35:10

Kepilitan fokusnya. Oh. Tapi lu ada

35:12

social project lah yang lu ambil yang

35:13

kayak gini. Ada. Jadi memang kalau

35:15

pengacara itu idealnya setiap tahun

35:17

adalah dia satu kasus probono. Idealnya

35:20

begitu. Iya. Ya. Ya. Tapi sekarang lu

35:22

dapat ini kali kaget enggak dapat media

35:24

attention di mana-mana tiba-tiba. Kalau

35:26

media attention sih sebenarnya udah udah

35:28

biasa ya karena beberapa kali udah nakan

35:29

kasus cukup gede juga sih. Oke. Oke.

35:32

Mungkin lu boleh kasih advice enggak sih

35:33

buat teman-teman lainnya ya

35:35

yang mau ini mereka adalah ee memiliki

35:38

dapur atau mereka berbisnis dengan ee

35:42

pihak dari pemerintah juga. Apa advice

35:44

lu supaya jangan sampai mereka jadi

35:47

kepusingan antara inilah buat yang

35:49

peragihan kayak gini? khusus untuk MBG

35:51

nih ya. Oke, khusus untuk MBG dulu.

35:53

Khusus untuk MBG yang pertama kalau bisa

35:55

langsung direct ke BGN. Langsung direct

35:57

dalam artian gunakanlah yayasan sendiri

36:01

dan daftar di website BGN. Itu yang

36:03

pertama. Jangan pernah mau dengan

36:05

yayasan yang sudah ada. Dalam artian

36:07

kayak kasus gua ni sekarang nih, jangan

36:09

kayak gitu karena pasti nanti ada

36:11

potongan pasti juga nanti ribet. Oh,

36:13

kalau misalnya tadi ya misalnya tadi kan

36:15

ee yang baru ini kan Bu Ira mendirikan

36:18

yayasan. Heeh. Iya kan yayasan ini ee

36:21

daftar ke BGN. Daftar ke BGN. Kalau

36:23

misalnya berarti 15.000 full. Enggak ada

36:25

potongan 2.500. Nah, enggak enggak ada

36:27

potongan dari yayasan yang sebesar 2.500

36:30

kan? Iya. Enggak ada potongan. Berarti

36:32

kalau itu 15.000 langsung R.000. Iya.

36:34

Kalau jadi S is kalau misal Bu dengan BG

36:36

itu Sis aja enggak ada lagi

36:38

potong-potongan.

36:39

Kalau misal itu berarti bisa dibilang

36:40

yasan kayak perantara lah itu kan. Iya

36:43

itu dia. Oh bayangkan aja nih 19 hari

36:47

2.500 kali 65.000 Dua porsi udah berapa

36:50

coba dia dapat? Enggak ngapa-ngapain.

36:53

Iya iya iya. Itu berapa sih? Gua gua

36:55

pengin hitung dulu dong. Boleh kasar ya.

36:58

Rp5.000 2500 di kali

37:01

2.500 R12 juta 19 hari itu 19 hari satu

37:07

dapur. Satu dapur. Makanya kalau

37:09

misalnya itu tadi bilang BGN ini sudah

37:12

menyiapkan tadi gua bilang dana bantuan

37:14

untuk 10 hari ke

37:15

depan silakan daftarkan dapurnya.

37:19

daftarkan yayasannya. Jadi lebih baik

37:21

punya yayasan sendiri dan punya daper

37:23

sendiri baru daftarkan ke BGIN. Emang

37:24

itu open ya, bisa langsung di

37:25

website-nya. Semua orang bisa semua

37:27

orang bisa akses. Yang kedua, kalau

37:29

misalkan sudah terlanjur dengan yayasan

37:32

harus di benar-benar

37:33

dipantau. Kalau misalnya memang ada

37:35

kecurangan-kecurangan, segera laporlah

37:37

ke BGN. Nah, jadi BGN itu kemarin gua

37:40

juga sempat komplain kan gua ini udah

37:42

datatangin BGN, gua udah kirim suaret ke

37:44

BGN tapi enggak pernah ada respon. Oh,

37:46

enggak pernah direspon. Enggak ada lu

37:47

kirim suratnya atas. Oh, jadi gini, gua

37:50

pertama tuh kirim surat ke bagian gua su

37:53

komplain keberatan karena ada pihak

37:55

yayasan ini enggak bayar. Oke, kita

37:57

enggak bisa jalan. H-1 gua press

38:00

conference. H1 gua press conference gua

38:02

datang ke BGN gua nanya, "Dapur saya

38:05

ini, dapur klien saya udah enggak jalan,

38:08

enggak punya

38:10

modal. Besok saya mau press conference

38:12

dari BGN gimana." Nah, waktu itu yang

38:14

terima saya itu orang humas dan hukum.

38:18

Mereka bilang ee wah kita deputi

38:21

hukumnya lagi keluar mungkin datang aja

38:23

nanti lusa bilang. Tapi besok saya press

38:26

conference ya. Iya. Oh ya udah jangan

38:28

press conference. Setelah saya press

38:29

conference barulah

38:32

dipanggil. Makanya pada saat kemarin

38:34

sempat live di berupa TV saya selalu

38:36

sampaikan kepada kepada jubir presiden

38:38

saya sampaikan kepada orang BG yang saya

38:40

sampaikan. ini harus ada

38:43

wadah pengaduan yang fast respon.

38:46

Akhirnya dibuatlah sama PGN. Ada itu

38:49

nomor WhatsApp-nya sama ada pengaduan di

38:51

website sekarang sudah ada gitu. No

38:54

viral, no justice. Oh, itu itu benar

38:57

banget sih. Itu benar banget. Kalau

38:58

misalnya enggak kayak gini ya, kalau

39:00

misalnya Ibu Wira tanpa preskon kemarin

39:03

mungkin sampai sekarang ya udah dibiarin

39:05

aja atau mungkin lebih parahnya mungkin

39:07

di-take over dapurnya.

39:10

Kenapa itu lebih parah maksudnya? Iya.

39:12

Jadi ini e parahnya ya misalnya dari

39:14

yayasan kan Ibu Wira enggak mampu lagi

39:16

nih dapur sudah ada akan take over. Jadi

39:20

Bu Ira istilahnya dia ya dia dapat

39:22

komisi aja deh. Bisa-bisa jadi kayak

39:24

gitu kan asumsinya. Asumsi. Iya. Iya.

39:28

Oke. Terapi lu udah pernah pengalaman ee

39:31

klien yang berbisnis dengan pemerintah

39:33

lainnya atau ini yang pertama kali?

39:35

Kalau dengan pemerintah ya ini yang

39:37

pertama kali. Yang pertama kali. Ya,

39:39

berarti advice-nya itulah ya. Kalau

39:40

misalnya intinya kalau misalnya yayasan

39:42

ee bisa lu bisa direct kalau misalnya

39:44

kitchen lu bisa langsung direct bikin

39:45

yayasan sendiri gitu. Jangan jangan

39:48

jangan mau ikut iming-iming. Kalau mau

39:51

ikut programing begini program bagus

39:53

bayangannya seperti ini. Keuntungannya

39:54

itu kalau kita punya rumah makan kita

39:56

enggak laku. Ini udah sehari itu udah

39:58

ketahuan kita masak 3.000 sekian porsi

40:01

kita dapat kita dapat profit 2.000 itu

40:04

sudah ketahuan sehari kita dapat itu.

40:05

Jadi sebenarnya program bagus untuk UMKM

40:07

juga bagus.

40:08

untuk orang-orang ya yang punya dapur

40:11

ini bagus dalam artian kalau restoran lu

40:14

sepi, lu gabung ini lu udah ketahuan nih

40:16

per hari lu dapat berapa nih? Jadi

40:18

uangnya udah ada. Cuman itu tadi jangan

40:20

sampai terbuai dengan omong-omongan dari

40:23

oknum-oknum. Iya. Iya. Lu udah tahu

40:25

enggak sih dari segi profitnya itu

40:26

apakah emang dipatokin kayak tadi tuh

40:28

2.000 berarti secara cost e 13.000 untuk

40:32

eh cost of goods untuk HPP-nya plus

40:34

untuk pengiriman gitu. Nah, kalau

40:35

detailnya seperti apa ee gua belum tahu,

40:37

tapi yang dari apa yang disampaikan pada

40:40

waktu sama gua juga pas live, dia bilang

40:42

memang kalau misalnya ambil margin kalau

40:44

misalnya memang ada keuntungan itu

40:45

mungkin 2.000

40:47

maksimal per porsi. Tapi kalau saya

40:50

sudah 2.500 sudah itu margin makanya itu

40:53

makanya itu Pak Dad bilang yang Oh,

40:56

sebentar sebentar berarti yang 2.000 ini

40:57

yang dari pihak BGN bilang ini 2.000

41:00

untuk keuntungan dapur. Keuntungan

41:02

dapur. Oh, bukan untuk keuntungan

41:03

yayasan bukan. Oh, gua kira dibilang itu

41:06

lu yayasan ambil 2000 aja monggo.

41:08

Enggak. Untuk dapur ini. Makanya kan dia

41:10

kaget yang dia baru tahu ternyata ada

41:11

yayasan juga di sini kan. Oh, begitu.

41:15

Jadi sebenarnya kalau ya seperti kan so

41:17

kan e ada kaitan dengan kualitas makanan

41:19

ya. Pastilah kalau misalnya kita harga

41:21

pokoknya itu misalnya 10.000 perak sama

41:23

kita harga pokok makanan R.000 perak

41:25

pasti beda dong gitu kan. Nah itu jadi

41:28

kalau harga harga harga pangannya itu

41:31

itu dia ada mekanismenya sendiri jadi

41:32

ada hitung-hitungannya. N. Nah, itu gua

41:34

gua kurang jelas gimana apakah diambil

41:36

harga pasarnya gimana apa gimana. Jadi

41:39

pada itu sampaikan kalau untuk kualitas

41:41

enggak mungkin nurun karena harga

41:44

makanannya itu nanti menyesuaikan harga

41:46

pokoknya menyesuaikan tapi profit yang

41:48

di dapur itu sudah pasti R000 Rp2.000

41:50

maksimal. Oke. Tuh maksimal maksimal.

41:54

Ini kan du pada saat dia tahu 2 seteng

41:56

aja dia langsung bilang berarti ini ada

41:57

yang salah nih. Ada yang salah dia

41:59

bilang. Iya. I ya. Oke ya. ee semoga ee

42:04

semua bisa berjalan lancar ya, terutama

42:06

buat MBG inilah ini kan soalah kan

42:07

program ee yang penting dan juga

42:10

anggaran kan sangat sangat sangat tinggi

42:11

kan ya dan ee hopefully program

42:14

andalannya Pak Prabowo bisa ee dengan

42:17

case ini bisa berjalan lebih lancar lagi

42:19

ke depan. Iya, lebih lancar dan harus

42:21

diawasi oleh setiap lapisan masyarakat.

42:24

Itu penting banget. Oke, Bro. Thank you

42:25

banget atas waktunya ya. Thank you.

42:27

Thank you.

42:29

[Musik]

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.