RAHASIA Mental Juara Samuel Christ : Alasan Di Balik Mimpi Besar Untuk Sesama | Menembus Waktu
FULL TRANSCRIPT
Ngapain kamu bikin-bikin video enggak
jelas di Amerika? Mama papa kirimin kamu
ke Amerika buat sekolah, bukan buat
bikin video. Katanya saya nyolong duit
uang sekolah, beli kamera diam-diam.
Saking desperate-nya, saya sampai buat
email palsu 200 untuk subscribe diri
saya sendiri. Salah satu titik terendah
di karir saya sebagai content kreator ya
2019 sampai 2021 itu
orang yang kaya itu adalah orang yang
bisa memberikan impact yang luas
sebenarnya. Kalau bisa jangan ada plan
supaya apa? Kalau kamu gagal
tidak mengandalkan.
Kalau gagal bakal hancur kan. I karena
kamu mau hancur, maka kamu tuh ada
survival inst.
Selamat datang di podcast Menembus
Waktu. Kami mau mengajak saudara untuk
berhenti sejenak dari Kronos menuju
kepada Kairosnya Tuhan. Hari ini dalam
episode yang khusus ini kita mengundang
Bro Samuel Kris untuk mengulik setiap
kehidupannya perjalanan dari titik ee
awal kepada titik kepada kesuksesannya.
Eh iya, di episode ini bersama dengan
saya ee Pak Usman dan juga dengan saya
Vivi Bong eh di menembus waktu ee kita e
memberikan selamat kepada Bro Sem.
Selamat datang hari ini di podcast
perdana kami nih, Bro.
Terima kasih sudah mengundang juga.
Iya. Eh, kita bakalan bicara santai
mengenai perjalanan Bro Samuel dari
mulai awal sampai momen-momen tersulit.
Terus bagaimana titik baliknya? Kalau
kita tahu kan sekarang Bro itu ee trend
setter ya.
Iya. Untuk anak-anak muda juga.
Iya. Diaminin aja. Amin. Amin.
Heeh. Langsung aja nih, Bro. Ee silakan
Pak Usman. Eh, Bro Sem waktu kita mau
melihat ya waktu titik di mana, Bro
Semassar itu terus lalu Brosem ada satu
kegiatan untuk merantau nih di Jakarta
ya. Kita momen paling nyebelin itu
sebenarnya apa sih selama bro? Ee kenapa
sih ada suatu titik di mana Bro mau
keluar nih dari Makassar menuju ke
Jakarta? Sebenarnya kalau alasannya
keluar ke Amerika itu karena sesuatu
yang menyebalkan atau apa enggak ada
sih. Karena memang dari awal itu kan
ngelihat dari Om berarti e kokonya
mamaku itu sudah tinggal di US,
udah kuliah juga akhirnya menetap di
sana, kerja di sana dan waktu itu kan
masih belum punya goals enggak tahu
hidup ini mau ke mana. Jadi ngelihat dia
aja yang udah punya gaji ratusan juta di
Amerika menurut saya waktu itu ya udah
seminimalnya kalau saya sekolah di situ
kerja at least gaji saya juga mirip sama
dia. Jadi memang sudah diplanning.
Oh seperti itu.
Nah orang tuh sekarang kan melihat ee
Bro Samuel kan suksesnya yang sekarang
nih ya. Orang enggak lihat pada waktu
masa lalu masa-masa gelapnya nih. Kita
pengin tahu nih apa yang masa-masa yang
paling gelap pada saat itu, Bro. Saya
mengambil satu tindakan yang wah gitu
luar biasa di sini. M kalau
balik ke 2017 kali ya itu awal-awal saya
mulai ngonten pertama kalinya
itu kan masih enggak ngerti cara bikin
konten dan di zaman itu juga belum ada
yang ngajarin karena
orang pegang kamera aja di mall itu udah
dianggap gila sama orang dulu ya kita
turun eskalator pegang mall kok aneh ini
orang gitu kan.
Ee apalagi waktu itu saya dari Makassar
jadi Makassar tuh lebih kuno lagi
daripada Jakarta. Mungkin Jakarta pegang
kamera masih dimaklumin. Tapi kalau
Makassar itu sudah seburuk itu
stigmanya. Jadi itu terbawa akhirnya
sampai ke Amerika yang membuat pertama
kali saya mau terjun sebagai content
kreator itu pertimbangannya lumayan
banyak.
Ini saya ee bakal dikatain orang apa ya
teman-teman saya di Makassar bakal
bilang apa ya banyak pikiran-pikiran ke
sana
dan masa-masa paling sulitnya itu karena
saya enggak ada yang ngajarin. Jadi
semuanya itu otodidak mulai dari belajar
ngeditnya juga itu sendiri, nonton
YouTube, cara nge-cut videonya gimana,
cara masukin lagu gimana, semuanya
benar-benar sendiri. Dan setelah itu
mulai dari buat scriptnya, konsepnya,
syutingnya itu semuanya dilakukan
sendiri. Bahkan saya masih ingat waktu
itu saya kan masih kuliah kan, jadi ada
PR yang harus dikerjakan, ada ujiannya
juga. Plus saya ada dua job sampingan
waktu saya di Amerika. Saya sebagai
asisten dosen matematika dan saya
sebagai ee resepsionis di asrama, asrama
kampus. Nah, dengan semua kesibukan ini
ditambah dengan harus syuting, ngonten,
terus em edit sendiri dan lain-lain itu
saya cuma tidur 3 jam sehari.
Wow. dan itu berlangsung selama 3 sampai
4 bulan lah.
Sampai akhirnya skill ngedit saya makin
lama makin cepat. Di situ mulai akhirnya
waktu tidur semakin semakin panjang.
Tapi awal-awal belajar itu satu video
durasi 10 menit bisa memakan waktu saya
16 jam buat ngedit. Jadi saya bagi ke
dalam 3 hari tuh 8 jam, 7 jam kayak
gitu-gitu sehari. Jadi lumayan memakan
waktu. Banyak yang dikorbankan juga
waktu main sama teman akhirnya jadi
enggak ada.
Sampai dikatain teman sombong. Eh, ni
Sem nih dulu awal-awal masih mau jalan
sama kita, nonton sama kita, sekarang
udah sombong jadi YouTuber. Mana enggak
laku lagi YouTube-nya. Dikit-kitituin
lah. Akhirnya dijauin teman. Banyak yang
saya korbankan lah di awal-awal untuk
untuk e bisa build YouTube pada saat
itu.
Oh, oke.
Luar biasa ya. Cara kerja kerasnya
begitu. Sangat banget ya.
Mungkin juga kita melihat ya bagaimana
orang mungkin dilihat wah sekilasnya
sukses gitu ya. Tapi perjalanannya
benar-benar sangat benar-benar kerja
keras ya. Luar biasa.
Iya. butuh 8 tahun lah kan saya start
2017 ini du tahun ini tahun 9 berarti
saya di YouTube. He.
Oh oke oke.
Terus ee kira-kira ada enggak nih Bro
Sam yang waktu itu kepikiran, ah
kayaknya quit aja nih
atau move on terus. Em banyak sekali
titik-titik seperti itu.
Di 6 bulan awal pada saat saya mulai
ngonten itu kan sama sekali penontonnya
enggak ada.
Bahkan ada titik di mana saya udah
saking
ee apa ya? saking desperate-nya saya
sampai buat email palsu 200 untuk
subscribe diri saya sendiri [tertawa]
untuk supaya nambah tuh followers kalau
enggak
karena e pressure dari sekitar itu
sangat-sangat besar dari orang tua
pertama enggak mendukung ya kan dia
bilang ngapain kamu bikin-bikin video
enggak jelas di Amerika mama papa
kirimin kamu ke Amerika buat sekolah
bukan buat bikin video katanya gitu mau
beli kamera enggak diizin akhirnya saya
nyolong duit uang sekolah beli kamera
diam-diam
kan sudah ditransfer duluan segitunya
lah terus dari lingkungan sekitar
teman-teman setiap kali kali ke kampus
pasti dikata-katain. Oh, lihat nih ada
YouTuber yang lewat nih. Youtuber enggak
terkenal.
Upload konten sudah konsisten setiap
minggu yang nonton gitu-gitu aja 50
enggak enggak ada yang nonton.
Akhirnya apakah ini jalan saya ya?
Sempat doa sama Tuhan juga
dan sempat pengin berhenti karena
benar-benar pressure sekeliling itu se
separah itu.
Nah, itu tuh akhirnya setelah 6 bulan
ngupload konten secara konsisten baru
mulai tuh kelihatan ada satu video
tiba-tiba viral. He.
Nah, dari situ dapat 10.000 subscriber
pertama setelah 6 bulan.
Dan itu berlangsung
ee channelnya Grow Grow Grow sampai di
tahun kedua berarti di 2019 kurang lebih
itu YouTube saya naiknya kencang banget
di situ.
Tapi tiba-tiba gara-gara COVID YouTube
saya hancur. Karena yang tadinya saya
ngonten di Amerika
saya harus balik ke Indonesia kan
pelajaran online semuanya online COVID
kan.
Balik ke Indonesia konten saya berubah.
He.
Nah, pas konten saya berubah, views-nya
hancur dan itu mungkin salah satu titik
terendah di karir saya sebagai content
kreator ya 2019 sampai 2021 itu.
Di mana 2 tahun ini e Tuhan proses bahwa
em kamu enggak boleh fokus sama
views-nya doang. Karena kalau kamu fokus
sama views-nya kamu bisa depresi, kamu
stres kayak gitu-gitu.
Jadi di 2 tahun itu benar-benar anjlok
banget sampai yang awalnya ada yang
ngajak foto sampai enggak ada yang
ngenali benar-benar hilang dari
permukaan [tertawa]
hilang berid
karena COVID. Bahkan sampaikan adiknya
istriku yang sekarang dulu sempat
nontonin saya sebenarnya dari Amerika.
Terus waktu itu dia sempat nanya, dia
bilang,
"Kok waktu di tahun 2019 sempat stop
nge-YouTube ya?
Jawabanku bukan stop sih, tetap upload
tapi enggak laku aja waktu itu."
[tertawa]
Jadi tetap upload tapi enggak ada yang
nonton. Jadi dipikirnya stop
gitu. Saking parahnya waktu itu
situasinya gitu. Dan
titik itu pengin stop juga. He.
Tapi waktu itu saya mikir kayaknya e
kalau ee saya stop di sini ee purpose
saya ini udah geser. Awalnya kan buat
konten untuk tujuannya dokumentasi.
Kalau misalnya sekarang saya stop karena
tujuan saya adalah views, berarti kan
tujuan awal saya ngonten udah geser nih.
Jadi em harus balik lagi ke tujuan awal
ngonten yaitu untuk dokumentasi untuk
memberikan impact yang positif. Akhirnya
di momen itu saya balik lagi ke motivasi
awal. Saya sudah enggak ngelihat views
lagi. Pokoknya yang penting ngupload aja
terus. Oh,
akhirnya dari situ naik naik naik naik
sampai titik sekarang.
Oh, berarti adik ipar sudah fans duluan
ya?
Iya, [tertawa] sama ya? Iya.
Oke. Ee, Bro ee sekarang ini kan Bro
sebagai tenter-nya anak muda ya gitu
untuk bekerja ee yang tidak ee dari pagi
sampai ee sore seperti itu. Jadi ee ada
tren-tren yang memang Bro kenalkan ke
anak-anak muda ya di dalam pekerjaan
mencari uang. Kira-kira kalau menurut
Bro nih nasihat apa sih yang Bro ingin
ee berikan mengenai arti kekayaan yang
sebenarnya kepada anak-anak muda?
Hmm
hm.
Berat sekali pertanyaannya ya. [tertawa]
Arti kekayaan ya?
Iya.
Menurut saya ujung-ujungnya kekayaan itu
akan dipakai buat impact.
Heeh. Heeh.
Jadi bagi saya kan sebenarnya kalau kita
ngomong arti kekayaan itu kan
masing-masing orang beda nih.
Betul. level-levelnya beda. Ada yang
bilang dia 1 M sudah kaya, ada yang
butuh sampai 1T baru bilang kaya, ada
yang 100T. Tapi
selama saya berkarir di industri ini dan
juga ee melihat sekeliling saya, manusia
itu kan punya tendensi yang enggak
pernah merasa puas ya. Jadi ketika dia
sudah mencapai level tertentu, kayak
contoh dulu saya ngomongnya,
"Kayaknya kalau saya bisa punya 10 juta
pertama kayaknya ini udah mukjizat nih."
Ternyata begitu dapat R juta pertama,
wah harus R juta pertama. pertama gitu
terus dan enggak enggak pernah puas kan.
Iya betul.
Sampai di titik yang di mana saya merasa
bahwa dengan pertambahannya uang ini
I
itu hanya sebagai angka di rekening.
Jadi tingkat kebahagiaannya itu sudah
enggak nambah.
Oh.
Apapun barang misalnya dulu punya jam
tangan pertama happy banget lah.
Tapi begitu sudah bisa beli yang lebih
mahal dan dan memang beli jam kedua, jam
ketiga rasanya tuh sudah biasa aja. He.
Nah, itu yang sebenarnya saya mau
katakan bahwa sebenarnya arti kekayaan
itu adalah bagaimana nanti
ee orang yang kaya itu adalah orang yang
bisa memberikan impact yang luas
sebenarnya.
Betul.
Dan itulah kenapa saya membangun si
influencer kan itu bisnis em
pelatihan content creator.
I
sudah ribuan muridnya dan murid-murid
ini ketika datang ke saya kembali kayak
contoh tadi salah satu yang saya
podcastkan sebelum ini itu dia murid
sifluencer juga. Dia cerita, dia bilang,
"Saya setelah lulus dari influencer,
saya ada upload satu video dan dari satu
video itu saya dapat omset 5 M."
Wow.
Mendengar itu saya happy banget karena
saya berarti sukses sebagai mentornya
dia yang ngajarin dia sampai bisa sukses
kan.
Iya. Iya. I
itu sesuatu yang enggak bisa dibeli
pakai uang.
Betul, betul, betul.
Dan saya juga sudah ngomong sama istri
saya berkali-kali. Saya bilang, "Saya
bekerja sedemikian kerasnya karena saya
punya purpose yang besar buat Indonesia.
He. Saya bangun sekolah gratis, saya
bangun rumah sakit gratis, saya bangun
gereja tempat ibadah dan sebagainya.
Nah, kalau kita enggak kaya dulu, gimana
caranya ini bisa kita realisasikan gitu
kan.
Betul. Betul.
Nah, jadi hopefully dengan apa yang saya
sudah bangun sekarang ujung-ujungnya
pasti buat dampak.
Hm. Oke.
Jadi menjadi berkat untuk memberikan
berkat gitu ya.
Wow. Mati. Kita masih di Kronos nih, Bro
Sem. Kita bicara mengenai ee dulu ya.
Pernah enggak sih kalau dulu tuh bikin
keputusan finansial atau karir yang
bikin aduh kayaknya nyesel nih gue nih
ngambil karir ini atau ee ngambil ee
jalan ini, tapi ternyata malah itu
menjadi guru yang terbaik buat Bro gitu.
Banyak sekali lagi ya. Mungkin yang
paling
krusial dan yang paling menjadi guru
terbaik saya adalah keputusan finansial
sih.
Oh. Jadi kalau keputusan
karir menurut saya enggak ada yang perlu
disesali. Kayak misalnya dulu saya
bukan contreator finance dan bisnis.
Saya dulu adalah contonent kreator
entertainment. Bikin konten prank,
konten reaction, konten semua konten
saya coba lah.
Ya kan?
Terus kalau ditanya apakah menyesal dulu
enggak enggak dari dulu jadi content
kreator finance? Enggak juga. Karena
mungkin pada saat awal banget saya mulai
sebagai content kreator ilmu saya belum
nyampai misalnya kayak gitu kan. Jadi
memang udah jalannya tunggu sampai 4
tahun baru switch ke content creator
bisnis sama finance. baru jadi seperti
sekarang.
Tapi yang saya sesali sebenarnya adalah
keputusan finansial yang di mana saya
itu orangnya
ee tidak berpikir panjang. Makanya saya
ketemu istri saya yang mikirnya terlalu
panjang juga [tertawa]
ya. Terlalu panjang. Akhirnya kadang
buat saya jadi ribet juga. Tapi menurut
saya ini sebuah balance lah. Karena saya
tu orangnya enggak enggak mikir panjang.
Apa-apa hajar aja hajar aja action aja
dulu.
Jadi sekarang lebih ada filter walaupun
sekarang kayak aduh ribet banget sih ini
orang gitu kan. [tertawa] Tapi
ujung-ujungnya
dengan adanya dia lebih balance lah
hidup saya sekarang. Bagus dong ya.
Bagus, positif. Nah,
em gara-gara dulu saya belum ketemu dia.
Jadi banyak sekali keputusan-keputusan
yang kayak misalnya
anak muda lihat kiri kanan kok dia bisa
cepat kaya dari kripto, cepat kaya dari
sini. Akhirnya saya juga sudahlah hajar
aja, hajar aja. He.
Sampai akhirnya mengalami kerugian yang
yang lumayan besar pada saat itu.
Dan em kalau misalnya uang ini mungkin
saya enggak hajar-hajar ke tempat yang
enggak jelas-gak jelas itu, ke
investasi-investasi yang enggak jelas
itu, mungkin sekarang
sudah lebih terarah misalnya dulu saya
emas misalnya, sekarang sudah berapa
gitu kan.
Cuman akhirnya ini menjadi sebuah
pelajaran yang sangat-sangat berharga
bagi saya karena akhirnya sekarang saya
lebih bisa ngatur uang dengan baik.
lebih bisa main-main aman, lebih bisa
mengembangkannya lebih bijak. Kalau
enggak ada kejadian ini, mungkin dengan
uang yang saya punya sekarang baru saya
baru saya mungkin panasnya sekarang,
mungkin kerugiannya akan jauh lebih
besar daripada yang lalu.
Iya.
Wow.
Berarti thanks God juga ya ada Sister
Vanessa.
Betul. [tertawa]
Iya. Iya. I
luar biasa ya. Wah, sekarang ini kan
kamu dikenal sebagai edukator ya untuk
sebagai bisnis influencer ya yang
inspiratif nih. Keren banget kan? Eah,
apa sih yang bikin kamu mutusin move nih
dari konten kamu hiburan ke konten yang
benar-benar ngasih impact ke banyak
orang?
K itu di 2019 tadi yang pada saat itu
saya bikin konten entertainment,
reaction naik banget tiba-tiba COVID.
Pas COVID hancur, viewsku hancur,
karirku hancur, uang juga enggak ada
sampai harus pecat pegawai gara-gara
udah enggak bisa gaji pegawai pada saat
itu.
Dan ini berlangsung selama 2 tahun.
Nah, di masa-masa 2 tahun ini saya
merasa bahwa udah nothing tous nih.
Kayak
memang sudah dibawa kok. Jadi mau
ngelakuin apun memang sudah dibawa. Jadi
itu memang momen yang saya pakai untuk
explore lebih banyak lagi.
Akhirnya saya coba banyak hal di sana
dan terakhir-terakhir saya mikir kayak
kira-kira 10 tahun lagi Samuel Kris ini
mau jadi apa sih?
Dan setelah saya mikir 10 tahun lagi
kayaknya saya akan menjadi pebisnis deh.
Kenapa enggak dari sekarang saya bikin
konten tentang bisnis kalau memang
ujung-ujungnya saya akan jadi pebisnis?
Akhirnya dari situlah saya mengambil
keputusan untuk ya udah deh iseng aja
buat konten bisnis.
Walaupun mungkin waktu itu ilmuku juga
masih cetek ya. Tapi gara-gara saya buat
konten bisnis, mau enggak mau akhirnya
saya push diri saya sendiri untuk
belajar lebih banyak.
Kalau enggak apa yang saya mau bagikan
ke orang kalau saya sendiri enggak
belajar kan
akhirnya belajar lebih banyak bisa
sharing pelan-pelan pelan pelan-pelan.
Akhirnya sampai titik sekarang.
Hm.
Wow. Kerenkeren ya. Dengan semua
pencapaian kamu nih sekarang nih ya. Ya.
Seperti kamu sudah jadi top influencer
tahun 2025 tahun lalu ya yang dianggap
seperti itu ya. Defisi sukses itu buat
kamu tuh apa sih sekarang ini? Apakah
yang membuat kamu itu seperti orang
sukses itu dengan takaran oh rekeningnya
yang memang full gitu ya atau maningful
nih buat kamu sendiri?
Ya kalau sukses balik lagi bagi saya
adalah seberapa besar impact yang saya
bisa berikan sih.
Wow. Jadi ee menurut saya sekarang
kenapa saya belum merasa saya sukses
karena menurut saya impact saya belum
sebesar itu.
Walaupun
mungkin dari ribuan murid mungkin ya
ratusan lah sudah benar-benar hidupnya
berubah setelah tahu cara bikin konten.
Terus ada yang dapatkan ee endorse
pertamanya ada yang awalnya ibu rumah
tangga gara penghasilan tiba-tiba
sekarang sudah punya penghasilan
tambahan. Ada yang cari contoh yang tadi
ya bikin satu video dapat omset 5 M. Ada
yang satu video juga dapat 1 M. Hidupnya
orang berubah. Tapi bagi saya goals ini
itu masih terlalu kecil. Saya pengin
targetkan sampai minimal 10.000 orang
yang saya ubah hidup.
Wow, keren.
Jadi ketika sudah sampai 10.000 orang
yang berubah hidupnya gara-gara em
belajar di influencer atau misalnya
dengerin podcast saya, dengerin konten
saya dan berubah hidupnya, mungkin itu
titik di mana saya merasa saya sudah
lumayan sukses
karena sudah bisa mengubah 10.000
kehidupan tadi itu.
Wow, keren. Nah, pemirsa terdapat
lowongan nih ya untuk mau jadi sukses
ikutin bro [tertawa] gitu ya, Bro ya.
Betul. Betul.
Boleh kasih tahu kelasnya, Bro?
Em gini aja. Em saya kasih yang gratis
aja di khusus di podcast ini.
Jadi enggak usah bayar. Nanti saya kasih
link.
Nanti linknya ditaruh di deskripsi
podcast ini aja. Buat yang mau belajar
cara bikin konten viral ini gratis.
Sekali lagi
tinggal pencet link itu ya bisa akses
ee belasan video pembelajaran yang saya
sudah buat.
Wow. Thank you brat bro. Thank you bran
berkati ya bro ya. Luar biasa.
Ee bro. Sekarang ini kan di masa present
ini ee kalau kita lihat tuh, Bro kan ee
sekarang lebih banyak berbicara mengenai
iman dan spiritualitas nih, Bro. Iya
kan?
Nah, kalau boleh tahu seberapa besar sih
peran Tuhan ee di dalam hidup Bro?
Karena kan di dalam industri kreatif ini
ya apalagi ee Bro ee dilihat oleh banyak
orang kan harus bisa ibaratnya tetap
waras nih.
Iya kan? Tetap waras. ee dan ee
bagaimana mengatasi stresnya.
Iya.
Saya harus ngomong kalau Samuel Kris
enggak mungkin ada di titik sekarang.
He.
Kalau bukan karena Tuhan.
Heeh.
Karena di setiap hidup saya ini
disaksikan langsung sama istriku juga
sih, by the way.
Heeh.
Itu benar-benar
itu kayak ibarat naik roller coaster
lah.
H. kehidupanku itu sebenarnya mungkin
kalau di sosm dilihat orang kayak
benar-benar kayak wah ini enak banget
nih hidupnya sama
lancar-lancar aja gitu kan tapi
sebenarnya di belakang itu banyak sekali
tantangan yang yang dihadapi juga dan
apa yang saya korbankan dan yang saya
kerjakan ini sekarang
juga
effortnya itu jauh lebih besar daripada
yang orang lihat di sosmat
saya bisa syuting itu per hari itu bisa
sampai 40 sampai 50 video
sat hari
satu hari video pendek
em dan itu yang orang enggak lihat kayak
kayak contoh Sebelum saya ke Eropa
kemarin liburan 3 minggu itu sehari tuh
bisa 50 50. Jadi udah dioking dulu tih e
videonya
1 hari
1 hari
keren
50 video
50 video 1 hari ini ini bisa langsung
disaksikan sama timku juga ya. Wow.
Karena tim saya tuh kalau syuting tuh
sampai dibilang tangan saya udah tremor
nih. Ko kenapa saya bisa terus? Saya
jawab mata saya juga kunang-kunang ni
lihat [tertawa] tik jadi bukan cuman
kamu gitu ya. Itu sampai lembur sampai
bahkan besok besok nih tanggal merah kan
Jumat Sabtu itu bakal tetap masuk kerja
kita
karena kita mau mengejar jam tayang
karena kan saya
sering banget travel kan di akhir bulan
saya bakal ke Qatar juga ke Doha. Jadi
banyak sekali yang harus kita ee push
nih untuk sisi kontennya gitu kan. Jadi
effort yang saya keluarkan dan semua
pressure dan tekanan ini itu memang
sangat-sangat besar. Jadi kalau tanpa
Tuhan susah susah banget sih.
Dan banyak sekali juga momen-momen hidup
saya kayak misalnya kemarin nikah.
Heeh.
Yang orang tahu mungkin miliaran gitu
kan. Itu juga sebenarnya waktu saya
decide untuk melakukan itu di
tengah-tengah tiba-tiba ada aja masalah.
Kayak contoh yang saya sudah planning.
Oh nanti ini ee saya prediksi kriptoon
ini akan naik ya. Jadi uang nikahnya
dari kripto tahu-tahunya faktanya enggak
seperti itunya turun misalnya. Jadi,
waduh duitnya dari mana akhirnya? Ya
udah enggak tahu dari mana. Akhirnya
doa, doa tiba-tiba ada ada mukjizat yang
datang.
Terus misalnya ini sekarang lagi
renovasi rumah.
Heeh.
Ya kan? Dan waktu saya renovasi rumah
ini kan juga mahal ya. Rumah kan mahal
ya.
Itu juga
maksudnya bingung juga nih ini dana dari
mana ya. Tapi ya sudah kita berserah
lagi sama Tuhan, kita doa lagi nanti
ada-ada aja lagi jalan-jalan Tuhan kayak
gitu. Jadi em apa yang saya alami di
hidup saya itu setiap momennya itu tuh
dari Tuhan.
Hmm.
Keren banget. Enggak ada sama sekali
dari kekuatannya Samuel Kris sendiri
sebenarnya.
Iya. Iya.
Itu itu faktanya sih.
Nah, dengar ya pemirsa. Seorang Brok
Kris loh.
Iya kan? Mengandalkan Tuhan. Mari kita
mengandalkan Tuhan,
Bro.
Ee kalau di film nih, Bro, cerita film
nih. Kira-kira hidup Bro ini ibarat film
di babak yang mana nih? [tertawa]
Apakah di babak puncak ee konflik atau
baru mulai sesuatu yang lebih epik?
Ini pertanyaan sebenarnya kalau
ditanyakan ke pebisnis ya.
Iya.
Itu pasti jawabannya selalu di dimulai
gitu loh. Di awal di awal awal.
Mau dia sudah punya bisnis umurnya 70
tahun kalau di Bapak Maman pasti
jawabannya masih di awal [tertawa] itu
enggak jawaban klasik enggak pernah ada
habisnya.
Dan ya memang itu benar sih karena kan
kita kalau sebagai pebisnis harus selalu
punya visi misi yang besar kan. Jadi
ketika sudah mencapai level tertentu
kita enggak boleh stop di sana. harus
punya bigger picture yang lain itu mau
dibawa ke mana? Jadi kalau ditanya
tentang film tadi mungkin saya bisa
jawab saya di awal tapi penuh dengan
konflik langsung dari awal. [tertawa]
Jadi jadi konfliknya di awal paling itu
sih
gitu ya, Bro. Oke.
Nah, sudah ee Bro ini kan 5 10 tahun
tadi sudah dibahas juga ya 5 10 tahun ke
depan nih Bro sudah punya konsep mau
seperti apa nih
untuk apa nih?
Untuk e sekarang yang Bro sedang
kerjakan.
Oh. E bisnisnya atau Sam Krisnya?
E Samel Krisnya. Kalau sama Krisnya
hopefully ya di 10 tahun yang akan
datang nanti seharusnya saya secara
finansial udah benar-benar udah enggak
usah mikir.
Heeh.
E jadi maunya sih di 10 tahun lagi saya
sudah punya rumah sakit gratis, sekolah
gratis, dan rumah ibadah gratis.
Walaupun mungkin jumlahnya masih belum
banyak, tapi at least sudah ada beberapa
di beberapa kota.
Wow.
Gitu sih seharusnya.
Good, good. Mantap. Mantap. Luar biasa.
Iya. Berarti efeknya lebih ke masyarakat
luas, ya.
Betul. Betul.
Dunia digital nih, Bro. kita balik lagi
kan cepat berubah ya eh brand personal
brandnya Samulai Kris ini ke depannya
kira-kira bakal seperti apa nih?
Kayaknya akan sampai selama-lamanya
tetap menjadi seorang Samuel Kris yang
pebisnis sih.
Pebisnis dan investor sih paling
enggak akan berubah banyak sih harusnya.
Cuman mungkin
ee yang berubah itu nanti isi videonya
karena pastinya dengan berjalannya waktu
pasti kan ilmuku juga nambah. Heeh.
Jadi pastinya apa yang saya sampaikan
udah enggak secetek sekarang nih.
Karena kalau saya lihat video saya di 2
tahun yang lalu,
saya juga agak malu ya ngapain saya buat
video kayak gini. [tertawa]
Tapi nanti mungkin 5 tahun lagi ketika
saya sudah sampai level tertentu dengan
pemikiran yang tertentu, saya akan lihat
video saya yang sekarang juga. Kenapa
saya buat video seperti ini? Tapi enggak
apa-apa, itu bagian proses dari
perjalanan saya. Betul. Betul.
Bahkan saya rencana nih, ini kan masih
Januari.
Iya.
Saya mau buat
dokumentasi sih. Jadi saya mau buat
em semacam interview He.
Yang di-upload ke YouTube channel Samuel
Kris
dan itu nanti
ee di-update gitu loh. Jadi setahun per
tahun itu ada diinterview dengan
pertanyaan yang sama. Kayak misalnya,
"Kamu sekarang berapa follower, Samuel?"
Saya akan jawab, "Saya followersnya
sekian di tahun ini. Nanti tahun 2027
ditanya lagi, kamu followersnya berapa?"
Itu kan pasti kelihatan jinnya.
Oh, iya. I.
Terus ditanya, "Jadi goalsmu tahun ini
apa?" Saya jawab nanti kan di 2030 ditek
goals-nya kan pasti beda sama yang 2026.
Nah, itu kita nanti akan gabung-gabungin
kompilasinya sampai nanti 10 tahun. Jadi
saya bisa ngelihat lagi, oh ternyata
pemikiran saya di 2026 ini seperti ini
ya.
Saya saya lagi mau ngelakuin itu.
Harusnya saya lakukan ini dari 2017 jadi
lebih kelihatan jelas tuh jernih saya
recordnya. Tapi enggak apa-apalah
daripada enggak buat sama sekali
mendingan startnya harus dari sekarang.
Iya iya. Oke. Oke.
Wah, cocok banget nih dengan pertanyaan
yang selanjutnya nih. Kalau kamu punya
mesin waktu dan bisa dilihat nih di
Indonesia 20 tahun ke depan nih,
Indonesia ke depan, eeah peran apa yang
pengin banget kamu ambil buat kemajuan
generasi anak muda?
Edukasi. Jadi saya ee memang
udah pelan-pelan masuk ke edukasi
formal. Memang kita startnya dari
edukasi nonformal. Kita mulai dari
pelatihan content kreator. Tapi di tahun
ini 2026
kita satu-satunya
ini aku boleh SP enggak ya? Yaudah aku
SP aja lah. Ini ee kita satu-satunya
pelatihan content kreator yang
kurikulumnya itu diadopsi di universitas
dan sekolah tinggi.
Oh.
Jadi kita nanti bakal ada gelarnya
sarjana content kreator.
Wow.
Kita pertama di Indonesia dan kita buat
gebrakan baru di Indonesia.
Keren.
Jadi em materiku yang seharusnya 8
minggu nih di pelatihan nonformal itu
dijadikan 8 semester. [tertawa] Oh
iya akan dibaca-baca. Iya. Tapi mungkin
untuk awal-awal kita akan start dari
universitas swasta dulu karena negeri
kan izinnya panjang sekali ya. Betul.
Kita start dari swasta dulu dan sudah
ada yang kita deal dengan beberapa ee
sekolah tinggi swasta yang mau
mengadopsi kurikulum kita dan mungkin
kita startnya dari konsentrasinya dulu.
Jadi misalnya sarjana ekonomi
konsentrasi digital creator misalnya
kayak gitu.
Tapi
kalau kita mau vision 20 tahun dari
sekarang saya merasa mungkin saya bisa
dikatakan sebagai salah satu pionir yang
akan menciptakan gelar
digital creator pertama kali di
Indonesia dan nanti anak-anak itu yang
mau jurusan konten kreator itu bakalan
ada. bakal ada beneran.
He.
Dan hopefully nanti di 20 tahun yang
akan datang itu kontribusi saya buat
Indonesia.
Iya.
Dengan saya support secara kurikulum
yang terbaik, anak-anak juga makin melag
tentang literasi finansial, literasi
digital,
teknologi yang akan membuat nanti
mendapatkan uang itu bisa lewat sosial
media, lewat digital. Jadi mempercepat
putaran ekonomi Indonesia juga.
Wow, keren banget ya.
Itu sih
keren banget.
Ee kita udah sampai pada pertanyaan
penutup nih, Bro. H.
Kira-kira kalau bisa kirim satu pesan
singkat ke diri sendiri nih pas umur 60.
Hm.
Apa sih yang mau Bro katakan? Ee yang
Bro bisa ucapkan ternyata sudah sampai
sini ya. Bagaimana tuh? Punya enggak
pandangan kalau udah sampai umur 60 apa
50 gitu?
Harusnya kebalik. Umur 60 ngomong ke
bawah ya harusnya ya. [tertawa] Kalau
saya ngomong ke 60 saya ngomong apa ya?
paling paling kayak lebih ee memakai
waktu dengan bijak sih. Karena kan kalau
umur 60 kayaknya
saya bangun pagi tuh sudah bersyukur
masih hidup mungkin gitu kali ya.
Masih hidup lagi apa? Puji Tuhan masih
hidup nih sekarang. Dan pasti di
momen-momen itu
ee di sisa-sisa waktu itu paling yang
saya pikirin gimana memanfaatkan waktu
sebaik mungkin kan nantinya
bukan mikirin tentang duit lagi dan
lain-lain karena kan sisa waktu tinggal
makin dikit. Jadi sebelum itu terlambat
dan waktu kan udah enggak bisa
dibalikin. Waktu itu sangat mengerikan.
Jadi apa yang saya mau sampaikan ya em
mungkin terima kasih ya karena dari umur
26 ini sudah mulai menyadari bahwa waktu
tuh sepenting itu. Jadi
saya bisa membagi waktu dengan baik
sekarang.
Saya bisa bagi waktu buat keluarga, buat
teman, buat e metime, buat pekerjaan
juga.
Dulu sebelum saya ketemu istri saya,
saya benar-benar yang di otak saya itu
cuma kerja. Hm.
Jadi enggak ada waktu yang lain selain
kerja itu bisa kerja sampai 14 jam, 16
jam sehari.
He.
Nah, sekarang karena ada dia, jadi sudah
mulai balance lah. Kayak bahkan saya
sempat ngomong sama dia, "Ayo kita buat
rules 777."
Jadi setiap 7 hari sekali kita dating ke
mall, kita nonton, kita hang out bareng
seharian tuh setiap 7 minggu sekali kita
keluar kota, kita stay ya kan satu du
hari
dan setiap 7 bulan sekali kita ke luar
negeri
yang benar-benar jauh banget. Nah, ini
ini salah satu bentuk yang saya ee mau
berikan
untuk lebih bisa split waktu ke
keluarga. Apalagi kalau sudah punya
anak, harus lebih ada waktu lagi ke
sana. Jadi, uang sih memang penting
untuk bisa menang di dalam bisnis itu
penting,
tapi menang di dalam hidup lebih penting
kayaknya.
Jadi harus balance ya.
Harus balance.
Iya.
Dan saya sudah ngomong juga sama istri
sih kayak mungkin kamu kasih saya waktu
3 tahun lagi dari sekarang yang
benar-benar saya akan kerja sekeras itu
3 tahun. Setelah itu kayaknya saya akan
mulai slowing down. Karena seharusnya by
3 tahun yang akan datang
seharusnya saya sudah jauh lebih besar
dari sekarang lagi. Jadi untuk ekonomi
harusnya sudah bisa running sendiri lah.
Timnya juga sudah gede.
Mungkin hanya kontrol-kontrol kayak
gitu-gitulah.
Iya,
Bro. Ee infonya kan sekarang eh Sister
Vanessa nih udah punya baby nih. I kan
udah five months ya. Kira-kira apa nih
harapan untuk sang bayi? Nah, dari
papanya Bro Samuel. E
iya.
Wah, berat sekali ya.
Iya. [tertawa]
Sebenarnya saya belum terlalu mendalami
banget tentang cara parenting.
Oh, e dan lain-lain. Cuman pasti kalau
harapannya semoga anak ini bisa menjadi
anak yang takut akan Tuhan,
yang bisa
ee menggenapi janji-janji Tuhan dan
perpesuhan di dalam hidupnya.
Iya.
Dan harapannya sih dia bisa menjadi
orang yang berdampak juga bagi orang
sekitar. Iya.
Jadi bukan hanya mikirin tentang diri
sendiri diri sendiri, tapi
lebih mementingkan society dan orang
sekitar dibanding dirinya sendiri.
Karena leader yang baik itu kan adalah
leader yang melayani,
bukan leader yang dilayani.
Betul.
Wow.
Keren. Keren. Wah, makasih banget nih,
Brosem. Kita sudah sharing di sini,
sudah membagi pengalaman dari kegagalan
sampai menuju kesuksesan. Kita dapat
sesuatu nih, pemirsa hari ini bahwa
apapun proses yang kita lewati, kita
harus sama-sama bahwa tetap terus
berjuang, maju terus ya. apapun e
rintangannya, besar kecilnya kita maju
terus. Ada satu konsisten, ada satu
komitmen yang kita mau langkah
sama-sama. Jadi hari ini kita dapat
sesuatu bagaimana kesuksesan itu tidak
diraih dengan seketika, tapi melalui
proses dalam perjalanan yang panjang.
Bro Sem, ada pesan untuk pemirsa
menembus waktu?
Mm tidak ada yang tidak mungkin di dalam
dunia ini. Semuanya pasti bisa-bisa aja
asalkan memang punya ee motivasi atau
drive yang besar di dalam dirinya.
Karena yang saya lihat di zaman sekarang
kan anak-anak ini kenapa enggak bisa
sukses bukan karena enggak bisa,
tapi dorongan di dalam dirinya itu
kurang.
Nah, untuk menimbulkan dorongan di dalam
dirinya ini kan sebenarnya hanya dengan
dua cara.
Yang pertama dia punya target yang besar
apa yang dia mau capai
sama yang kedua dia punya rasa sakit.
Misalnya rasa sakit terhadap kemiskinan.
Dia sudah capek hidup susah. Akhirnya
punya dorongan di dalam dirinya.
Berarti selama kalau kamu belum punya
motivasi di dalam dirimu yang kuat,
kamu harus memperkuat rasa sakitmu itu
bahwa udah capek banget nih aku hidup
kayak gini, akhirnya kamu kuat. E
akhirnya kamu semangat atau kamu
mempertebal goalsemu dan keinginanmu
untuk mencapai sesuatu. Nah, biasanya
orang kalau sudah punya motivasi atau
drive yang kuat di dalam dirinya,
dia akan hajar apapun rintangannya, dia
akan maju terus, dia akan konsisten. Itu
efek sampingnya tuh ketika sudah punya
dorongan ini dulu kan. Tapi
fundamentalnya harus bangkitkan dulu tuh
drive dan motivasinya itu.
Kalau bisa ini prinsipku ya, jangan ada
plan B. Plan B itu maksudnya ada pilihan
kedua, ada rencana kedua. Kalau aku
gagal, oh ada ini kok. Tenang aja. Kalau
bisa jangan ada plan B supaya apa? Kalau
kamu gagal
tidak mengandalkan.
Kalau gagal bakal hancur, kan? Jadi
karena kamu enggak mau hancur maka kamu
tuh ada survival instingnya.
Oh iya.
Jadi makanya kamu langsung bisa kayak,
"Wah, aku enggak mau gagal nih."
Akhirnya kamu akan maju terus kan. Oh,
jadi harus memposisikan dirimu itu di
jurang terus, kalau aku kayak gitu.
Jadi selalu challenge diriku tuh yang
lebih lagi, lebih lagi. Misal aku
uangnya baru sekian nih,
tapi aku udah berani beli rumah yang
harganya jauh jauh-jauh berkali lipat
daripada itu. Kalau teh gimana caranya
ya enggak tahu, pokoknya pasti ada jalan
aja.
Akhirnya kan mau enggak mau daripada
rumahnya diita misalnya nih e cicilannya
enggak dibayar, akhirnya kita push diri
terus kan untuk untuk bisa lebih maju
lagi dari sebelumnya. Nah, itu cara-cara
yang saya pakai untuk terus bisa push
diri saya
e menembus limit manusia normal. He.
Jadi ya pesannya semoga ee yang menonton
ini punya apa namanya? Dorongan di dalam
dirinya supaya bisa ee maju terus.
He.
Dan balik lagi jangan pernah em
hilangkan harapanmu pada Tuhan. Karena
apapun yang kamu hadapi sekarang
pasti ada solusinya ketika kamu
mengandalkan Tuhan.
Wow, keren.
Oh, mantap. pemirsa menembus waktu e
kita sudah dapat bonus dari pesan-pesan
Bro Samuel Kris dan juga eh kelas ya
gratis ya Bro ya
nanti kita bagikan di link podcast ini.
Ee tetap semangat, tetap percaya bahwa
Tuhan selalu beserta kita memberikan
jalan-jalan [musik] keluar di dalam
kehidupan kita. Amin.
Thank you, Bro. Thank you. Thank you.
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.