TRANSCRIPTID

TAK ADA MAKAN SIANG GRATIS | Kelindan Kepentingan di Balik Program MBG

1h 15m 6s6,072 words685 segmentsID

FULL TRANSCRIPT

0:00

[Musik] Hingga Selasa siang, siswa korban

0:09

keracunan MBG di Kecamatan Cipongkor, Bandung Barat, Jawa Barat mencapai 364

0:16

siswa. Siswa-siswa yang merupakan korban dari

0:18

MBG ini terdapat indikasi dari mulai nyeri kepala yang hebat, demam, mual,

0:24

muntah, dan juga nyeri ulu hati yang sangat hebat sekali. Begitu.

0:36

Korban ini mencapai 842 orang.

0:39

Data terbaru korban keracunan MPG di Cipongkor berjumlah 1171

0:44

orang.

1:03

Selamat pagi semuanya. Pagi.

1:06

Alhamdulillah ya. Apa kabar? Baik. Oke, siapa saja yang sudah

1:14

Oke, sudah ya. Nah, nanti kalian yang belum kalian boleh.

1:18

Nama saya Caris Aalia. Saya dari kelas 11 TJKT2.

1:22

Apa itu transaksi? [Tepuk tangan]

1:26

Karisa adalah siswa SMKN 1 Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

1:33

Sejak Agustus 2025, ia menerima makan bergizi gratis dari

1:40

pemerintah.

1:43

Namun 2 bulan program berjalan, Karisa mengalami gangguan kesehatan usai

1:49

memakan jatah MBG di sekolah. Waktu itu kan aku baru beres pulang dari

1:56

sekolah, habis makan MBG juga. itu tuh awalnya lemas, pusing. Awalnya mah belum

2:02

muntah-muntah, pusing pokoknya lemas. Terus habis gitu tuh si e ayah ayah tuh

2:10

nanya kenapa? Terus aku bilang, "Aku habis makan MBG." Terus ayah tuh udah

2:15

curiga kalau aku tuh keracunan karena dari awal perut aku udah sakit.

2:21

Makasih. Oke, makasih [Musik]

2:27

ya.

2:31

Mau [Musik]

2:41

pihak kecurigaan itulah yang membuat Asep

2:45

Herna mencari pertolongan pertama untuk anaknya.

2:50

Saat itu juga saya bawa ke klinik terdekat. Alhamdulillah dikasih obat di

2:55

klinik pertama di Anugerah Sehat gitu kan. Setelah itu barulah kira-kira jam

3:02

19.00 semalam muntah. He.

3:05

Muntah hampir tiga kali yang pada akhirnya juga pada saat itu juga kita

3:11

larikan kembali ke apa ke klinik swasta di wilayah kami di RT5 di Dr. Entin.

3:18

Alhamdulillah di situ di apa ya diadakan penangananlah oleh pihak

3:23

klinik dengan dipasang infus gitu kan hampir kurang lebih 4 labu pada saat itu

3:30

habis gitu ya. Apa [Musik]

3:36

yang dialami Karisa dan teman-teman sekolahnya bermula dari sini.

3:44

Saudara-saudara, saya kira kalian sudah mengerti

3:48

perjuangan Prabowo Gibrani. Betul. Sudah mengerti?

3:55

Kita akan kasih makan siang untuk semua anak-anak Indonesia.

4:02

Yang tidak setuju mungkin sebaiknya

4:07

belajar lagi.

4:12

Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban Presiden

4:19

Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya

4:23

dan seadil-adilnya.

4:46

yang luar biasa. Terima kasih.

4:59

[Musik]

5:08

Saudara-saudara, anak-anak kita semua harus bisa makan bergizi minimal satu

5:14

kali sehari. Dan itu akan kita lakukan dan itu bisa kita

5:22

lakukan, Saudara-saudara sekalian.

5:32

[Musik]

5:39

Pemerintahan Prabowo Gibran memulai program MBG pada Januari 2025 menyasar

5:47

190 titik layanan di 26 provinsi. [Musik]

6:05

Sebaran ini menargetkan 3 juta siswa sekolah mendapatkan makan bergizi

6:11

gratis. Bismillahirrahmanirrahim.

6:20

Program makan bergizi gratis menggunakan dana APBN sebesar 71 triliun

6:27

yang sudah disiapkan sebelum pemerintahan Joko Widodo berakhir.

6:33

Alokasi diwujudkan dengan mengambil anggaran pendidikan yang kemudian

6:37

dikelola oleh Badan Gizi Nasional. Pada perjalanannya, Prabowo juga

6:44

mengeluarkan kebijakan efisiensi. Salah satunya dengan memotong dana

6:50

transfer ke daerah untuk program prioritas nasional

6:56

termasuk untuk program MBG di dalamnya. terkait dengan kebijakannya pun juga

7:02

tidak dipersoalkan oleh ee institusi parlemen misalnya ee

7:09

karena ada upaya mengalihkan anggaran ya sebenarnya itu menggerogoti anggaran

7:13

pendidikan dan kita tahu bahwa kebutuhan untuk ee

7:19

menopang ya ee pendidikan tinggi misalnya itu kan ee anggarannya juga

7:25

diperlukan untuk memperkuat ee sumber daya bangsa ya. Ee begitu juga

7:30

pendidikan dasar, pendidikan menengah, mereka juga masih butuh anggaran untuk

7:36

bagaimana memastikan ee hak-hak dasar atas pendidikan itu terpenuhi.

8:00

[Musik]

8:07

Nama saya Agustinus Nitmani, guru pada SD Negeri Batu Esa.

8:17

Dua dekade lebih, Agustinus mengabdi sebagai guru honorer di SD Batu Esa,

8:24

Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur.

8:30

Awalnya saya guru dari SD Investres Sumlili

8:35

sampai dengan tahun 2009 saya dipercayakan untuk perintis sebuah

8:41

SD yang sekarang ini SD namanya SD Negeri Batu Isa yang mana saya sudah

8:48

kurang lebih sudah 23 tahun mengabdi dari tahun 2004 sampai sekarang.

9:04

Saya mulai jadi guru honor tahun 2004 itu gaji dihitung dengan Rp50.000

9:11

sampai 2017

9:15

baru gaji saya naik menjadi 100. [Musik]

9:33

Kenaikan gaji yang diterima Agustinus terjadi lagi pada 2021.

9:40

Jumlahnya menjadi Rp600.000 per bulan.

9:47

Meski mengalami kenaikan gaji, Agustinus tetap harus berhemat.

9:52

[Musik]

10:02

[Musik] termasuk saat ia berangkat mengajar ke

10:07

sekolah yang berjarak hampir 4 km.

10:21

[Musik] kita bahas bersama karena baru-baru

10:43

semester ini kita matematikanya Ya, ini suangnya ada ini. Ini.

10:49

Jadi kita semua perhatikan 5 - 3 = berapa?

10:54

2. Iya. 5 - 3 = 2. Saya merasa bahwa

11:00

pengorbanan saya biar sampai masa pensiun saja. Karena saya juga

11:04

mengorbankan untuk mengubah anak bangsa yaitu murid-murid

11:11

saya. Banyak yang sekarang tercipta. jadi orang baik.

11:18

Tapi saya sampai saat ini masih begini.

11:24

[Musik]

11:45

[Musik]

12:16

Sebagai orang tua, Agustinus berkewajiban membiayai pendidikan dua

12:21

anaknya yang masih SD dan SMP. Gaji yang diterima Agustinus jelas tidak

12:28

cukup untuk membiayai kebutuhan itu. Istrinya pun ikut bekerja sebagai buruh

12:35

kebun dengan gaji yang tak seberapa. Ya, kalau mau jujur tidak cukup. Karena

12:43

kalau kebutuhan dalam rumah itu tidak cukup sama sekali. Tidak cukup

12:51

sama sekali karena penghasilan yang sangat sedikit. atau sangat kecil hanya

12:57

ya kita harus berusaha dicukupkan supaya bisa cukup untuk kita bertahan hidup.

13:10

Saya harus bayar uang sekolah anak kan yang besar yang kakak itu di SMP. Jadi

13:17

itu uang komitenya 1 bulan Rp25.000. Saya harus bayar anak uang sekolah

13:24

karena ini sudah bulan Oktober 2 bulan lagi mau ujian, mau ulangan semester itu

13:30

kan harus lunas. Kalau tidak lunas kan tidak diperkenankan untuk ikut ujian.

13:36

Jadi saya pikir banyak hal saya harus bayar uang sekolah, harus kumpul untuk

13:44

keluarga karena keluarga laki-laki yang mau nikah ini juga tetangga di sini.

13:49

Jadi saya sempat menangis. karena uang tidak cukup begitu.

14:01

[Musik] Sementara untuk menekan pengeluaran

14:08

rumah tangga, Agustinus harus memutar otak.

14:14

Ia memanfaatkan lahan pekarangan dekat rumahnya untuk bercocok tanam.

14:21

Hasilnya ia konsumsi untuk kebutuhan sehari-hari.

14:26

Jadi mungkin setiap hari kalau tidak ada beras, beras itu kita harus ada sedikit

14:31

untuk masak untuk anak. Sedangkan kita setiap hari itu makan makanan lokal

14:37

seperti jagung, ubi, dan lain-lain. Itu setiap hari kita hanya makan itu saja.

14:43

Beras itu masak mungkin hanya satu mok untuk anak. Memang penghasilan terlalu

14:48

sedikit. Sebagai istri kadang juga, "Wih ini hasil begini, kita tidak bisa

14:54

membiayai rumah tangga bahkan makan minum juga tidak cukup. Tapi saya hanya

14:59

diam saja. Dengan menjalani itu saya mulai kerja sampingan seperti buat kebun

15:05

ketika pulang sekolah. Artinya ada binatang yang saya piara.

15:26

Di tengah hidup yang serba terbatas, Agustinus juga menghadapi situasi yang

15:32

membuatnya semakin sulit. Gaji yang harusnya ia terima tiap bulan

15:39

sering datang terlambat.

15:44

Ya, sebagai guru honor peraturannya kadang 3 bulan baru dibayar, kadang 6

15:50

bulan. Kami kan dapat uangnya dari dana bos. Jika dana bos terlambat berarti

15:55

kami tidak dapat uang. Kalau ketika dana bos sudah ada ya kami bisa dibiayai.

16:06

[Musik] Ya kadang sampai 4 bulan baru dibayar

16:12

ini. Tapi itu ya mau dibilang kay mana ya? Karena kita anggap itu hal biasa.

16:18

Karena dari awal kita menik menikah itu gaji itu bayarnya 3 sampai 4 bulan. Jadi

16:25

kita siap menerima. Jadi kalau tidak ada uang kita butuh sangat penting itu

16:30

kadang kita minta bantuan kita pinjam dari sesama. Ketika uang ada baru kita

16:36

kembalikan. Tapi kita tidak pinjam yang ada bunga karena memang uang tidak cukup

16:43

untuk mau bayar bunga.

16:47

[Musik]

16:58

Nama saya Ibu Sugiati dari Desa Maitan, Kecamatan Tambak Romo, Kabupaten Pati.

17:04

keseharian saya, ibu rumah tangga men ee selain itu menanam jagung, menanam padi,

17:12

dan mengurus anak sekolah.

17:20

Sudah hampir dua musim tanam, Sugiati berhenti menanam jagung.

17:27

Sebab lahan seluas 1 seteng hektar miliknya mengalami serangan hamaus.

17:34

sampai 3 tahun ini kita tidak panen. Panennya hanya sedikit. Lahan ini bisa

17:41

panen 119 karung. Eh, kemarin saya panen ini cuma 10 karung. 10 karung aja itu ee

17:51

saya cuma sedikit-sedikit. Ada tiga larik, ada ujung tok. Ojo enek cuma

17:58

bongko tok. Nah, itu kan ngenes s masaku dadine modal.

18:03

Eh, modal sekian juta terus ogak balik iku kan yo tambah tambah rugi, tambah

18:10

ngenes. Aku dadi wong tani yo tambah nangis.

18:24

Demi bertahan hidup, Sugiati harus menyambi pekerjaan sebagai buruh jahit.

18:33

Selain pertanian di Maitan itu ada konveksi kan bisa dikonveksi ya. Kalau

18:41

kalau perempuan itu dikonveksi itu bisa seminggu ee ada uang gajian lah

18:47

istilahnya kan iso 250 iso 200 tok istilah istilahnya kalau

18:53

sedikit kerjaan. Nah, jalan keluarnya satu-satunya ya laki-laki di kebun

18:59

terus perempuan di rumah kerja jalan satu-satunya seperti itu untuk

19:04

mengurangi beban kita seperti itu keluannya

19:12

bekas R kemarin tambah sebelah sini mulai dari sini ke sana

19:17

kesulitan juga dihadapi Soeharno yang berprofesi sebagai petambak ikan bandem

19:26

Terjangan banjir R membuat tambak seluas 2 hektar miliknya belum panen selama

19:32

beberapa bulan terakhir. Gangguan untuk akhir-akhir ini itu

19:39

faktor alam. Jadi misalnya ada banjir R, terus ada banjir dari gunung gitu. Nah,

19:45

ini untuk banjir L kebetulan di tahun ini itu

19:49

Oh, luar biasa. maksudnya enggak seperti yang sudah terjadi di sini. Paling R itu

19:53

biasanya 1 tahun cuman ada R itu 1 hari sampai apa itu membanjiri lokasi tambak.

20:00

Tapi untuk tahun ini kita itu ee hampir 6 bulan ini posisi tambak saya yang

20:05

dekat dengan ee garis pantai sekitar 500 m itu rob terus. Jadi ini kami belum

20:14

belum panen selama 6 bulan ini.

20:26

Namun di tengah kesulitan yang dihadapi Soeharno, pemerintah Kabupaten Pati

20:31

justru menaikkan tarif pajak bumi dan bangunan.

20:37

Jadi biasanya saya itu membayar itu di kisaran Rp70.000 R000 itu yang satu

20:42

petak, dua petak berarti sekitar Rp10.000 itu sekitar 2 hektar. Nah, itu

20:47

kan saat ini. Saat ini itu yang kemarin sebelum diturunkan lagi waktu dinaikkan

20:54

250% itu

21:00

kondisi saat ini memang ee kami ini kan apa itu sumber penghasilan kami kan

21:07

memang dari perikanan dan pertanian Mas ya di PTI ini. Nah, itu saat ini memang

21:14

bahasannya gimana ya? kami mengalami paceklik lah.

21:19

[Musik] Kenaikan pajak serupa juga dialami

21:52

Sugiati. NJOP yang dulu

21:57

itu per meter kan per meter kubik kan hanya Rp10.000 kan

22:03

lah. Ini tahun 2025 ini Enjop menjadi per met³.000

22:15

itu naiknya itu berapa kan? Ya, kalau pendapat saya ya

22:22

memberati beban

22:26

masyarakat. Jadi terasa ya, Pak?

22:31

Iya, terasa. Wong langsung melonjaknya 250%

22:36

ternyata dicek ini jadi 300%.

22:43

sempat bayar pajak tapi atiku nangis yo ngeluh mas aku lho ora nanam jagung ogak

22:52

panen kok iso-isone bupati pati menaikkan pajak sampai 250%

23:02

kenaikan pajak yang dialami Sugiati Soeharno, serta warga Kabupaten Pati

23:07

lainnya berawal dari sini yang lagi ramai penghematan penghematan.

23:14

Iya, penghematan. Penghematan yang kita lakukan

23:19

totalnya kita punya 750T.

23:25

[Tepuk tangan] 24 terpaksa saya pakai

23:31

untuk apa? untuk makan bergizi.

23:39

Prabowo Subianto mengeluarkan instruksi Presiden atau INPRES nomor 1 tahun 2025.

23:48

Isinya menginstruksikan instansi pusat dan daerah untuk mengefisienkan anggaran

23:55

belanja tahun 2025. Pemerintah menargetkan penghematan

24:01

sebesar Rp306 triliun. R56 triliun dari penghematan belanja

24:09

kementerian dan lembaga. Sementara 50 triliun sisanya dari pengurangan

24:15

transfer ke daerah. Salah satu tujuannya adalah untuk

24:21

membiayai program prioritas termasuk makan bergizi gratis di dalamnya.

24:27

yang terjadi apa yang terjadi? Ekonomi komando ini sentralisasi membuat banyak

24:33

daerah itu kering selama 1 tahun terakhir. Daerahnya kering, pendapatan

24:38

daerahnya turun karena memang daya beli sedang turun ditambah efisiensi anggaran

24:42

yang akhirnya membuat ledakan berbagai daerah itu karena kenaikan PBB.

24:48

Keringnya pendapatan inilah yang membuat kepala daerah mencari jalan pintas.

24:55

menyerahkan beban persoalan ini kepada masyarakat dengan menaikkan tarif pajak

25:02

seperti yang terjadi di Kabupaten Pati. Kok Bupati tidak merasakan hati kita

25:09

yang menjerit, yang menangis tidak bisa makan. Neng kenapa DPR dari Jakarta sana

25:17

bisa sampai melonjak kepengin naik gaji, Mas? Itu yang saya nangis miris. Kenapa

25:25

tidak dia tidak bisa ikut ke lapangan? Kenapa dia tidak bisa melihat kita

25:31

sebagai tani seperti ini? Tetapi dia merasakan yang enak-enak saja. Itu yang

25:38

saya ingin marah. Tapi saya tidak bisa ke sana. Saya hanya menangis di sini.

25:45

Nangis, nangis, nangis, dan nangis isine, Mas.

25:50

Jadi tujuan dari efisiensi enggak tercapai karena ternyata itu bukan

25:54

efisiensi. Yang terjadi adalah realokasi anggaran dari anggaran pendidikan dari

25:59

transfer daerah yang dipotong digunakan untuk proyek-proyek strategis atau

26:03

prioritas versi dari Prabowo Gibran. Maka jelas kalau modelnya seperti ini

26:08

yang jadi korban adalah orang-orang yang tadi berharap dari anggaran-anggaran

26:14

daerah untuk misalnya pengadaan barang, infrastruktur, irigasi yang sebenarnya

26:20

itu tujuannya adalah pelayanan publik dan juga untuk ketahanan pangan. Tapi

26:25

karena efisiensi anggaran terjadi, fungsi itu jadi dikorbankan. Nah,

26:30

akhirnya pemda pusing. Pemda pusing karena terlalu cepat efisiensi dan tidak

26:34

pada tempatnya. nya. Maka dia mencari cara-cara yang sudah ditebak. Apa cara

26:40

paling gampang pemda? Pemdanya enggak kreatif. Iya. Tapi yang dikorbankan

26:44

adalah menyesuaikan NJOP seperti terjadi di Pati.

26:52

Warga Pati tidak sendiri. Setidaknya ada lima kepala daerah yang

26:59

membebani persoalan keringnya pendapatan daerah kepada warganya.

27:08

Persoalan baru ini muncul lahir dari kebijakan efisiensi.

27:16

Jika warga Pati mendapatkan beban kenaikan pajak, berbeda dengan nasib

27:21

yang dialami Agustinus,

27:26

Provinsi NTT juga mengalami pemotongan transfer ke daerah atas nama efisiensi.

27:34

Instruksi yang dikeluarkan oleh Presiden Prabowo itu pun langsung berdampak

27:40

kepada Agustinus. Gaji saya menjadi artinya meningkat pada

27:46

tahun 2021. 2021 baru dia meningkat jadi 600

27:54

sampai dengan saat ini gaji 600. Tapi semester yang sekarang masuk semester 2

28:00

ini gaji kami dikurangi. Jadi sementara kemarin saya ambil gaji

28:05

satu per bulan hanya 2223.000 saja 1 bulan. itu sebelum itu dari bendahara

28:13

kami bendahara sekolah menjelaskan bahwa ada peraturan yang berlaku buat

28:19

guru-guru honor. Jadi ini kita akan dana bos itu hanya 20% bagi kami sekolah

28:27

negeri. Kalau untuk ini sekolah swasta itu 40%.

28:33

Sehingga gaji kami dipotong sampai gaji 600 kembali menjadi 221.

28:40

[Musik] Kondisi Agustinus adalah satu dari

28:46

hampir 12.000 guru yang juga berstatus honorer di Provinsi NTT.

28:54

Jumlah guru honorer ini bahkan melebihi guru ASN yang berjumlah hampir 7.000

29:00

orang. Padahal Provinsi NTT sedang berupaya

29:06

keluar dari rendahnya kualitas layanan pendidikan bagi warganya.

29:11

Jadi, MBG yang diberikan kepada para siswa tapi gurunya hidup merana. Ini kan

29:17

paradoks ya. Apa yang mau dicapai sebenarnya? kita enggak habis pikir

29:22

sebenarnya apa yang mau dicapai dari makan bergizi gratis yang bahkan masih

29:27

banyak guru yang menjadi korban dari efisiensi anggaran atau sebelumnya

29:31

memang dia tidak sejahtera masuk kategori prasejahtera. berapa banyak

29:35

guru ya yang masih menerima bansos itu kan artinya ini yang harus ditolong dulu

29:42

tapi kalau ini kemudian mau dilompatin atas nama program kampanye yang namanya

29:47

makan bergizi gratis saya kira ini enggak adil dan saya kira ini kita

29:52

sedang memupuk kuburan untuk pendidikan yang semakin gelap ke depan

29:59

kenaikan pajak ini langsung mendapat penolakan dari warga Pati bahkan

30:05

ajakan untuk demonstrasi besar semakin menguat.

30:13

Dia sambat mbah-mbah itu e curhatlah mengeluh.

30:18

Mas mohon maaf ya ini kan e pajak naik lah. Kapan itu rencananya Sudewo mau

30:25

pajak naik 250%. Fajar adalah salah satu warga yang sejak

30:31

awal menolak kenaikan pajak. Terus

30:35

ada gejola-gejola terkait pengeluhan soal pajak. Terus saya ambil kesimpulan

30:41

berarti masyarakat Patih secara mayoritas itu menolak pajak naik tetapi

30:47

enggak ada yang berani bersuara. Memang kita pancing?

30:50

Iya. Loh, kok malah kejadian tenan? Tahan

30:52

dulu ya. Memang ditahan aku ngomong iki

30:56

strategi penolakannya melalui media sosial

31:00

mendorong Fajar terhubung dengan warga lain yang merasakan keresahan serupa.

31:05

Itu terganggu dengan adanya jadi terkadang dalam sebuah e amarah

31:11

yang banyak ini harus ada pemantik gitu. Nah, butuh orang gila-gila seperti ini

31:15

gitu loh yang berani untuk mengup. Jadi enggak sengaja, "Mas, gimana, Mas? Busan

31:21

saya tak bantu. Buatkan pamlet Mas Fajar." Saya buatkan pamplet

31:24

disebarlah Husein di Facebook. Saya juga menyebar di Facebook juga. Terus lewat

31:29

TikTok dan lain-lain. Ee sampai puncaknya booming sampat

31:35

booming sampat booming. Masyarakat antusias

31:38

bukan perang mitos saja itu loh menunjukkan langsung realitasnya.

31:41

Jadi masyarakat juga tahu bahwa gerakan aksi 13 Agustus itu benar-benar nyata

31:46

gitu loh dan murni dari masyarakat. Karena kalau

31:48

kita tidak keluar di lapangan masyarakat mesti bimbang rame nok mes ono demo

31:53

tenan tah ora an kegiatan tapi kalau sudah ada posco

31:58

wis wis kari medose

32:01

kan gitu jangan hanya 5.000 orang 50.000 Ibu

32:05

orang suruh ngerap saya tidak akan dendang saya tidak akan merubah

32:10

keputusan tetap [Musik]

32:14

pernyataan seperti ini semakin menyulut kemarahan warga.

32:19

[Musik] Solidaritas antar warga terbangun.

32:25

Mereka berinisiatif menyiapkan logistik untuk warga yang akan turun ke jalan.

32:33

Aku

32:36

[Musik]

32:43

[Musik]

32:49

wong wedok

32:55

sing bayar pakat. Kalau saya jadi pajak tidak naik tapi

32:59

kenyataannya apa? Pajak naik sampai 250. Turuno,

33:05

Mas. Mas, Mas, Mas. Apa salah kami?

33:08

Salah ki apa? Kami di sini mau mencanakan aspirasi ya. He

33:13

heh, jangan-pendakah kamu

33:16

ditertang. Aku tidak takut.

33:18

Terserah. Jangankan Rp50.000 sama saya saja. Tertamkan, Pak polisi.

33:24

Enggak boleh. Polisi enggak berhak. Nak kebijakan

33:27

Sudwa menanggil perda kok samp pasangan.

33:32

Pak polisi apa-apa tertib kamu aja enggak tertib

33:36

terserah kamu karo lah perda hansurkan wong cilak-ijak

33:42

[Tepuk tangan]

33:46

[Musik] untuk membantah stigma masyarakat bahwa

33:51

oh itu gerakan aliansi masyarakat Pati Bersatu ditumpangi politik. Oh itu

33:55

gerakan itu karena gerakan barisan barisan sakit hati bupati zaman dulu

33:59

gitu. Oh, itu gerakan ee merah zaman dulu. Wah, kayak gitu bla bla bla bla

34:05

gitu. Untuk membantah stigma itu, kita adakanlah aksi

34:10

ee posco donasi sekaligus kita juga cek ombak sejauh

34:16

mana ee respon masyarakat. Ternyata respon masyarakat antusias.

34:24

[Musik] Eskalasi kemarahan warga yang semakin

34:30

meningkat membuat bupati membatalkan kenaikan pajak.

34:36

[Musik]

34:40

Namun pembatalan kenaikan pajak itu tidak menurunkan semangat warga untuk

34:46

mengekspresikan kemarahannya.

34:51

Warga yang awalnya menolak rencana kenaikan PBB kadung kecewa.

34:57

Kini mereka meminta bupati untuk mundur dari jabatannya.

35:03

Yang menjadi pemantik bukan hanya pajak PBB, tetapi lebih kerogansian

35:08

Pak Bupati itu sendiri, gitu. Jadi yang pemantik seperti itu yang terjadi di

35:14

dinamika masyarakat seperti itu lah. Masyarakat tambah bumi

35:22

[Musik] dari penjuru

35:26

wilayah di Pati semua kumpul di Pendopokot Kabupaten Pati

35:32

dari semua elemen masyarakat. [Musik]

35:42

Yesus [Musik]

35:52

[Musik]

36:01

[Musik] mohon maaf yang sebesar-besarnya. Saya

36:06

akan berbuat yang lebih baik. Terima kasih.

36:28

Namun pemerintah memilih cara ini dalam merespon kemarahan warga.

36:35

Polisi juga menangkap sejumlah warga dengan pendekatan kekerasan.

36:41

[Musik]

37:03

Salah satunya Kristoni Duha yang menjadi salah satu tim pendamping hukum warga.

37:09

di-mini. Saya menjadi salah satu korban itu di

37:14

keroyok oleh kurang lebih 50-an personil polisi dan dibantu dengan kurang lebih

37:21

15 orang preman yang disiapkan atau ditaruh di dalam pendopo oleh ya kita

37:27

duga keras yang menaruh di situ Bupati Pati. Siapa lagi yang bisa mengizinkan

37:32

sekelompok preman untuk masuk di dalam kantor bupati? Masyarakat yang ikut demo

37:36

aja tidak diizinkan masuk ke dalam kantor bupati.

37:39

Lah kan warna baju saya mencolok banget itu.

37:42

Tristoni menjadi korban kekerasan polisi saat berupaya mendampingi warga yang

37:48

ditangkap dan dibawa ke dalam kantor bupati.

37:53

Ia diteriaki sebagai provokator yang memicu polisi untuk mengeksekusinya.

38:01

Saya mau menunjukkan KTP saya langsung tangan saya dihadang. Iya kan dihadang

38:06

oleh mereka langsung dari belakang itu ada yang

38:09

meminting layar saya itu lengan bajunya itu warna hitam kalau ee yang saya

38:13

sempat lihat saya di layar saya dipiting saya lepaskan pitingannya lepas saya

38:18

balik badan bersama teman saya tadi dua orang

38:21

ketika saya balik badan tadi mau menyelamatkan diri langsung polisi tadi

38:25

yang pakai seragam lengkap dengan APD-nya langsung memukul meninju

38:29

menendang saya hingga saya terbaring dan satu ternyata teman saya si Fajar juga

38:34

sempat dipukuli juga oleh polisi ini. Sampai saya terbaring pun saya masih

38:38

diinjak-injak.

38:45

Masuk masuk masuk di Manado bukan di Jakarta atau di Makar ya.

38:52

Ekspresi kemarahan warga Pati menular ke sejumlah daerah di Indonesia termasuk di

38:59

Jakarta. Semua bermula dari rencana kenaikan

39:04

tunjangan anggota DPR RI. Kami menuntut transparansi gaji anggota

39:09

DPR karena sumbernya adalah uang rakyat. Rencana muncul di tengah warga yang

39:16

sedang menghadapi kesulitan seperti yang dialami Agustinus dan warga Pati.

39:30

Ya Allah, ya Allah, ya Allah. Injak puncak kemarahan terjadi usai polisi

39:38

melindas pengemudi ojek online. W itu mati itu mati. Itu mati itu mati.

39:46

Gojek. Woi Gojek ditabrak itu mati. Kejadian yang menyulut kemarahan warga

39:53

hampir di seluruh Indonesia. Evolosi.

39:59

[Musik]

40:03

[Tepuk tangan]

40:11

Woi, kabut woi. Kita diserang, guys. Sama par sama par

40:18

cok.

40:21

saya mencatat ada hal yang ee perlu di ee dikritisi ya. Karena respon balik

40:29

atas situasi ketidakadilan ini kan seharusnya ee pemerintah bisa merefleksi

40:34

ada apa sebenarnya dengan kebijakan yang ee diprotes ee di ruang publik secara ee

40:40

masif dan meluas di berbagai daerah. alih-alih merefleksi ya ee yang

40:46

dilakukan oleh pemerintah yang terjadi justru sebaliknya merepresi. Merepresi

40:51

ini pun juga ee kualitas ee penegakan hukumnya juga sangat buruk sekali.

40:59

Setidaknya ada 112 aksi yang terjadi sejak 25 Agustus 2025

41:08

dan tersebar di 33 provinsi di Indonesia.

41:15

Provinsi dengan aksi terbanyak adalah Jawa Tengah dengan 20 aksi diikuti

41:22

Jakarta 9 aksi, Jawa Timur tujuh aksi dan Jawa Barat en aksi.

41:39

Sementara itu, polisi menangkap lebih dari 6.000 orang pasca aksi di

41:45

penghujung Agustus hingga awal September 2025.

41:52

Lebih dari 900 orang ditetapkan sebagai tersangka dengan hampir 300 orang di

41:59

antaranya masih di bawah umut. Ee hal yang paling saya khawatirkan

42:05

adalah impunitas. Ketika kekerasan itu terjadi, ketika penahanan atau

42:10

penangkapan sewenang-wenang itu terus dilakukan oleh institusi kepolisian

42:15

ee dan kemudian terjadilah ee penyiksaan ee yang terjadi pada saat penahanan

42:22

ataupun penangkapan itu di mana pertanggungjawabannya?

42:26

Ee mengapa ini terus dibiarkan? Ee mengapa Presiden diam saja? Mengapa

42:31

penangkapan sampai 959 ee baik itu aktivis maupun warga sipil

42:37

itu ee seakan-akan dianggap hal yang biasa saja. Bukankah ini tahanan yang

42:44

begitu besar dalam sejarah ee sejak reformasi jatuhnya Soeharto? Nah, kenapa

42:49

ini tidak jadi bahan refleksi untuk memperbaiki institusi kepolisian? Kenapa

42:54

tidak di pikirkan bagaimana upaya ee memastikan bahwa ekspresi kritis itu

43:01

dijamin di republik ini? Selain itu, 12 orang menjadi korban

43:08

tewas dalam rangkaian peristiwa ini. [Musik]

43:20

[Musik]

43:33

Pengertian rotasi adalah transportasi geometri yang memindahkan setiap titik

43:39

pada bidang dengan cara di tak hanya Karisa,

43:43

siswa SMKN 1 Cihamplas lainnya juga mengalami gangguan kesehatan usai

43:50

menyantap MBG kalian laksanakan.

43:54

Kemudian e dari tugas-tugas yang kalian kerja

43:57

termasuk Tia Handayani. Usai menyantap MBG, Tia mengalami muntah

44:05

hingga kejang. Awal mula pas dirasain e cuman pusing aja, pusing, mual, cuman

44:12

enggak muntah. Pas beberapa menit kemudian baru muntah

44:17

gitu sama ee badan ee kaku sebadan-badan.

44:22

Oke, ya. Sudah selesai? Sudah.

44:26

Oke, silakan dikumpulkan ke barisan langsung dibawa ke rumah sakit. Awalnya

44:31

ee enggak bakalan dibawa ee soalnya kayak udah mendingan udah dikasih obat.

44:36

Tapi makin ke sini ee makin parah gitu, makin mual-mual sama kejang-kejang.

44:45

Jang ya.

44:47

Eh

44:51

ki Prof. Pu bisa ngecas atuh, Gung. Iya.

44:57

I saya sebagai orang tua Tia atas nama

45:02

Usep Gilang dari Awi Larangan ke Desa Mekar Mukti Kecamatan Ciampelas.

45:15

Usep dan istrinya harus dua kali membawa Tia ke rumah sakit usai mengalami gejala

45:21

keracunan. makan mas.

45:24

Bahkan pada kali kedua ke rumah sakit, kondisi kesehatan anaknya semakin

45:30

memburuk.

45:33

Parahnya muntah-muntah terus kejang-kejang, lemas, pingsan.

45:38

Pingsan selama a 1 jam mungkin pingsan, tidak sadarkan diri. Terus alhamdulillah

45:44

setelah diperiksa sadar lagi ya. pemikiran sebagai orang tua pasti

45:50

was-was, takut terjadi apa-apa gitu. Takutnya sih terjadinya fatal kan

45:56

terjadi sampai meninggal dunia kan enggak yang enggak diharap-harapan sama

45:59

orang tua siswa kan itu yang yang diwas-waskan.

46:06

USEP sedikit bernafas lega karena tidak perlu mengeluarkan biaya perawatan untuk

46:13

Tia lantaran sudah ditanggung oleh pemerintah daerah.

46:19

Namun, USEP pun harus rela meninggalkan pekerjaannya sebagai buruh harian untuk

46:25

menemani anaknya selama dirawat di rumah sakit.

46:30

ya tidak ada penghasilan. Soalnya kita kan mau lebih mementingkan kesehatan

46:34

anak. Tiba kita usaha yang dicapai hasil sebenar sementara anak kita

46:40

apa enggak ketolong keadaannya gimana kan? Lebih baik diutamain menolong anak

46:45

dulu. Masalah usaha bisa ditunda. Cuman masalah penghasilan ya enggak ada

46:49

ya. Yang ada aja dinikmati gitu dulu dipakai.

46:55

Meski kondisi kesehatan Tia sepenuhnya pulih.

46:59

Namun peristiwa keracunan masih menyisakan trauma.

47:05

Ada sih trauma telur sampai sekarang enggak makan telur. Malahan ee kalau

47:09

misalnya ee nyium aroma telur jadi pusing

47:14

ee kayak trauma aja gitu. Setelah kerja di keracunan MBG yang jadi

47:21

trauma itu cuman makanan telur aja sama kentangnya. Kalau selain itu enggak.

47:25

sebelumnya makan padahal sebelumnya ya paling hobinya itu makan

47:30

telur telur goreng gitu sama kentang di apa disayur itu di

47:36

kering gitu

47:41

[Musik]

47:46

menurut pihak sekolah menu dari satuan pelayanan penyedia gizi atau SPPG yang

47:54

melayani MB BG di SMKN 1 Cihamplas kerap kali bermasalah.

48:02

Puncaknya saat keracunan massal yang terjadi pada 25 September

48:09

2025 lalu. Kebetulan menu hari itu ee kalau istilah

48:16

orang Sunda mah lotek. Ee mungkin tahulah lotek ya dari sayuran sayuran

48:22

yang sudah direbus. Tetapi memang warnanya teh sudah

48:27

apa ya, sudah agak menghitam gitu si warna sayurannya. Kemudian ada kentang.

48:32

Kentang rebus yang kalau saya ee lihat mah kentangnya juga kayak setengah

48:38

matang gitu. Jadi masih agak keras. Kemudian ada telur. Nah, telurnya itu

48:45

sudah telur rebus tapi sudah dikupas dan hanya digeletakin gitu. Tidak pakai

48:50

plastik atau apa, dibungkus gitu. Nah, terus ee satu lagi itu bumbu kacang.

48:56

Dari awal kita ee komplain anak-anak bahkan ee sampai anak-anak datang ke

49:04

saya, "Ibu, lihat ini ayamnya bau." Ketika saya buka dan saya cium, ternyata

49:11

betul baunya minta ampun sampai saya mau enggak kuat mual ngitu ayamnya.

49:18

[Musik] Meski demikian, upaya percepatan program

49:28

MBG ini justru membuahkan ratusan peristiwa keracunan.

49:35

Dari 441 kejadian keracunan pangan, 211 kejadian

49:42

di antaranya terkait dengan MBG. Artinya MBG menyumbang hampir separuh

49:51

kejadian keracunan pangan di Indonesia sepanjang tahun 2025.

49:59

Namun Prabowo menganggap tingkat keberhasilan MBG mencapai 99%.

50:10

Hari ini memang ada

50:15

yang keracunan. Yang keracunan sampai hari ini

50:20

dari 3 kom sekian juta kalau tidak salah di bawah 200 orang

50:29

yang nginap. Yang rawat nginp hanya lima orang.

50:37

Jadi bisa dikatakan yang keracunan

50:42

atau yang enggak enggak perutnya enggak enak

50:47

sejumlah 200 orang itu 200 dari 3 koma

50:53

3 kom sekian juta kalau tidak salah adalah 0,00

51:02

5

51:05

berarti keberhasilannya adalah 99,99%.

51:20

Nyatanya jumlah korban keracunan MBG per November 2025 mencapai lebih dari 16.000

51:30

orang di seluruh Indonesia.

51:36

Periode puncak keracunan justru terjadi pada bulan Agustus hingga Oktober 2025,

51:44

saat di mana program MBG tengah mengalami percepatan.

51:50

[Musik]

51:54

Jawa Barat menjadi penyumbang korban tertinggi dengan lebih dari 4.000 orang.

52:02

Jawa Tengah 1600 orang, Yogyakarta 1000 orang, Jawa Timur 950

52:11

orang dan Nusa Tenggara Timur 800 orang.

52:19

[Musik] Selamat datang kepada yang kami hormati

52:24

para menteri koordinator, para menteri, pimpinan lembaga, para tamu undangan,

52:29

serta seluruh rekan media dalam konferensi PES RAPBN dan nota keuangan

52:33

tahun anggaran 2026. Kami persilakan. Namun

52:38

namun pemerintah bersi keras melanjutkan program MBG di tengah rangkaian

52:43

keracunan siswa. Kami langsung ke APBN dengan delapan agenda yang tadi sudah

52:49

disampaikan Bapak Presiden dan juga diulang oleh Pak Menko. Ada delan agenda

52:54

prioritas ketahanan pangan, ketahanan energi, makan bergizi gratis, program

52:59

pendidikan, program kesehatan, pembangunan

53:02

UMKM. Anggaran lebih besar disiapkan untuk program MBG pada 202. dari yang

53:09

tadi disampaikan Bapak Presiden yang sudah menyampaikan

53:12

jika pada 2025 alokasi anggaran MBG 71 triliun,

53:19

pemerintah menaikkan anggaran MBG untuk tahun 2026

53:26

menjadi Rp335 triliun.

53:31

Jadi kalau kita keluarkan anggaran dari MBG itu dari dana pendidikan sebenarnya

53:36

tahun depan pendidikan itu terancam di 2026. kualitas pendidikan itu turun,

53:41

kesejahteraan guru itu bisa terancam, sekolah-sekolah rusak untuk

53:44

revitalisasinya itu juga dilakukan ee pemangkasan anggaran.

53:54

Alokasi anggaran MBG pada 2026 ini mengambil 67%

54:01

anggaran pendidikan, 7% anggaran kesehatan, dan 6% fungsi ekonomi.

54:09

Sementara ada dana cadangan juga yang mencapai 20% dari total anggaran MBG.

54:18

Nah, ee itu sebabnya ee dalam persidangan di Mahkamah Konstitusi saya

54:24

menyatakan MBG itu melanggar hak asasi manusia karena strateginya justru

54:30

menggerus anggaran ee kebutuhan dasar warga negara yang lain.

54:38

Peningkatan anggaran ini guna mengejar target 32.000

54:43

SPPG di akhir Februari 2026. Pemerintah juga menargetkan setidaknya

54:53

82 juta orang akan menerima penyaluran MBG di waktu bersamaan.

55:00

Dia mau menyelamatkan generasi masa depan dengan pemberian nutrisi itu

55:04

mimpinya. Tapi justru menjadi ancaman buat anak-anak di masa depan calon

55:11

generasi penerus ke depan. Karena apa? MBG-nya sendiri tidak berhasil mendorong

55:16

perbaikan nutrisi. Bahkan orang tua yang masak di rumah itu sebenarnya bisa

55:21

memasak lebih aman, lebih sehat, nutrisinya lebih tinggi daripada MBG di

55:25

sekolah. Itu karena banyak dipotong biaya-biayanya. Jadi yang diterima siswa

55:30

enggak sebanyak itu. Di sisi yang lain, anggaran pendidikannya sendiri itu jadi

55:34

korban. Nah, jadi ini ada di persimpangan jalan. Ekonomi komando

55:39

akhirnya berat sebelah. apapun yang harus dilakukan MBG tetap jalan meskipun

55:43

taruhannya adalah pendidikan.

55:50

[Musik] Guna mengejar target yang sudah

55:54

ditentukan, pemerintah melibatkan TNI dan Polri untuk membuka dapur SPPG.

56:02

Hingga Oktober 2025, setidaknya sudah terdapat 15.000 1000 SPPG yang

56:10

beroperasi di seluruh Indonesia. TNI kini memiliki 452

56:18

dapur dari 2.000 dapur yang ditargetkan. Sementara Polri memiliki 672

56:27

dapur dari 1500 dapur yang ditargetkan. Kemudian ee MBG itu sendiri makan

56:36

bergizi gratis itu saya kira juga ee militer begitu kuat ya ee terlibat ee

56:42

memasuk ee bahkan ee membuat industri ee vitamin kemudian mencoba untuk me apa ee

56:52

membuat kebijakan yang ee ingin dalam rangka untuk meningkatkan gizi mereka

56:57

yang studi banding dan seterusnya. Jadi ee hal-hal begini ee seakan-akan

57:03

hari-hari ini dinormalisasi.

57:07

Bahkan TNI sudah menyiapkan lebih dari 1300 hektar lahan untuk memenuhi

57:15

kebutuhan pasokan bahan pangan MBG. Lahan ini tersebar di wilayah Jawa Barat

57:23

dan Lampung. Kok polisi urusan

57:29

jagung loh. Masa polisi kok ngurus

57:35

polisi kok buka dapur ya. Ini Indonesia, Bung.

57:40

Kalau secara konteks hak gitu ya, hak asasi manusia memang ee dalam ya

57:46

konvenan ekosop terus juga Undang-Undang Dasar, Undang-Undang HAM sampai kepada

57:51

yang spesifik ya, Undang-Undang Pangan bahkan pun gitu ya.

57:55

itu juga dijamin bahwa ketika warga negara itu mendapatkan pangan dan

58:00

dikelolanya harus secara baik gitu. Dan ini bukti atau di lapang bahwa tata

58:06

kelola yang buruk ini juga punya dampak yang buruk ternyata kepada masyarakat.

58:12

Apalagi ini yang di sasarnya adalah sekolah ya gitu, anak bangsa gitu ke

58:16

depannya.

58:19

Daripada dikelola oleh tentara dan polisi, konsep pemenuhan hak atas pangan

58:26

sebenarnya bisa dikelola sendiri oleh warga.

58:31

Namun dengan catatan negara tidak mengusiknya.

58:44

[Musik]

58:49

keringas kering

58:53

seperti yang dilakukan Orpa, warga Timur Tengah Selatan yang masih mengandalkan

58:59

pangan lokal sebagai konsumsi utama.

59:06

Ini sekering ini.

59:11

Ini ada cari kacang. Kacang arbila. Kacang arbila yang tumbuhnya

59:16

tumbuh sendiri. Sendera

59:19

tidak dirawat. Dia tumbuh sendiri secara alamiah. Tidak dipupuk

59:24

dia ee tumuhunnya juga merambat. Dan ini khas khas orang Timur.

59:34

Memang dari kecil mama itu selalu siapkan makanan-makanan pangan lokal

59:39

yang ada di sekitar. Terus datangnya

59:45

stantin yang ada. Terus saya sadar bahwa ee pangan lokal yang ada di sekitar itu

59:53

sangat bergizi juga dibanding dengan makanan-makanan instan yang ada di toko

60:00

yang pakai kimia. [Musik]

60:05

Weh, [Musik]

60:17

kebanyakan dari bahan ubi, bahan keladi,

60:22

terus apa ya yang biasa disajikan setiap hari? Ee bahan yang ada di hutan di

60:28

sekitar itu jamur itu sering ada.

60:34

[Musik] Selain masih banyak tersedia, pengolahan

60:47

pangan lokal juga cenderung mudah.

60:53

[Musik] Mie itu seharnya mie basah. He

61:02

tapi orang bilang manta mi manta karena dia dia mentah

61:07

bahannya mentah. Kalau mie instan itu kan sudah dikukur

61:11

oke. Di su masak

61:14

tepung keladi juga saya sudah coba buat mie itu jug jadi

61:18

h tepung keladi. Terus tepung apa? Ubi

61:21

jalan ke mana? Ui jalan.

61:24

Ubi jalan. Umbi jalan. Apa yang dilakukan Ora

61:28

merupakan konsep dari kedaulatan pangan yang menjadi hak setiap orang.

61:35

Warga bisa menentukan sendiri sistem pangan dan pertaniannya yang sehat dan

61:41

berkelanjutan sesuai kondisi lokal. Sebenarnya mengelola pangan lokal itu

61:47

tidak terlalu sulit kalau menurut saya karena sudah ada di sekitar sini dan di

61:53

sekitar lingkungan yang ada dan pengolahannya tergantung kitong juga

61:57

tidak terlalu ribet-ribet juga sebenarnya.

62:02

Peristiwa keracunan siswa sebenarnya tidak perlu terjadi jika pemenuhan gizi

62:08

diserahkan kepada warganya sendiri. Nah, adanya MBG

62:17

itu yang membuat saya kecewa itu ee namanya makanan gratis bergizi,

62:26

tapi kok ada keracunan. Ada yang keracunan

62:32

begitu. Nah, kalau menurut saya

62:36

sebaiknya kita kelola pangan lokal yang ada di sekitar sini untuk dikasih pada

62:42

anak-anak sekolah karena itu juga penting buat pertumbuhan

62:47

mereka.

62:55

Bukannya mempertimbangkan konsep kedaulatan pangan, pemerintah justru

63:00

menerapkan kebijakan yang dekat dengan konflik pentingan.

63:16

Sebenarnya lagi karena tidak adanya yang menjadi

63:20

Indonesia Corruption Watch atau ICW menemukan adanya potensi konflik

63:26

kepentingan terkait 102 yayasan yang menjadi mitra pengelola MBG.

63:37

[Musik]

63:55

Salah satu kelindan kepentingan utama adalah 28 yayasan yang diduga

64:01

terafiliasi dengan sejumlah partai politik.

64:09

[Musik] Selain itu, ada sembilan yayasan yang

64:23

diduga terafiliasi dengan kelompok relawan atau organisasi kemasyarakatan

64:30

pendukung pada masa kampanye Pemilu Presiden.

64:42

[Musik]

65:00

Kalau dari temuan kami, kami justru melihat

65:03

ini tidak hanya sebatas kroni atau orang-orang dekat Prabowo, tapi juga

65:07

orang-orang yang ada di lingkaran yang tidak sedekat itu dengan Prabowo ee itu

65:12

mereka juga mendapatkan ee apa proyek ini gitu ya yang akhirnya apa nanti

65:18

mereka secara ee mereka bisa mendapatkan benefit mereka dalam arti Prabowo dan ee

65:26

kroni-kroninya benefit orang-orang yang mendapatkan proyek ini bisa mendukung

65:31

Prabowo. ketika Prabowo menjalankan pemerintahan paling tidak 4 tahun ke

65:34

depan atau ketika nanti dia di pemilu ee apa merunning lagi sebagai ee presiden

65:40

gitu.

65:44

Hal ini senada dengan temuan MBG Watch yang melihat bahwa proporsi jumlah SPPG

65:51

cenderung signifikan di tiga wilayah yang diduga menjadi kantong suara dari

65:57

Prabowo dan Gibran pada Pemilu 2024.

66:06

[Musik]

66:15

[Musik] ini langsung diterapkan dengan pola yang

66:30

sangat ee apa namanya? menyeluruh gitu, sistematis ee yang justru tidak hanya

66:36

menguras anggaran negara, tetapi juga ee di situlah masalahnya karena pola-pola

66:42

jejaring ee partisan pasca elektoral itu yang di ee digunakan sebagai sel-sel ee

66:51

untuk menjalankan ee program ini dan ini tentu menjadi tanda tanya besar karena

66:56

ada konflik kepentingan di situ. Inilah sengkarut lain operasional MBG

67:03

terkait pemenuhan gizi dan jaminan nutrisi yang kerap digaungkan.

67:09

Jadi ee problem ee gizi yang buruk itu bukan karena mereka miskin. miskin

67:17

karena kondisi miskin secara keadaan, tapi miskin karena dimiskinkan oleh

67:22

kebijakan-kebijakan yang diciptakan oleh pemerintah atau diakselerasi dibiarkan

67:26

oleh ee negara ini untuk membuat mereka jatuh miskin. Nah, ini yang ee

67:33

saya me ee menyadari bahwa betapa kompleksnya ee MBG ditambah dengan ee

67:42

angka yang sudah ee terpapar ee atau keracunan

67:47

itu sangat tinggi sekali. Kalau di negara lain ini sudah dihentikan model

67:53

MBG yang sudah bikin ee banyak anak sekolah keracunan gitu ya.

68:00

[Musik]

68:05

Tata kelola yang buruk, kebijakan yang mengorbankan rakyat kecil hingga praktik

68:10

konflik kepentingan adalah hasil dari program makan bergizi gratis yang

68:15

digaungkan Prabowo Subianto.

68:20

Maka kini MBG tidak lagi menjadi program yang relevan untuk dipertahankan.

68:27

[Musik]

68:39

[Musik]

68:48

Kami dari Suara Ibu Indonesia di Yogyakarta. kami adalah kolektif dari

68:54

ibu-ibu dengan berbagai latar belakang profesi dan juga identitas yang ee kami

69:00

berkumpul pertama kali waktu itu untuk menolak revisi UU TNI dan berlanjut

69:07

kemudian untuk membicarakan isu-isu sosial lain dan ee waktu itu batas

69:13

toleransi kami adalah ketika terjadi situasi KLB di Bandung Barat ya dengan

69:18

ribuan anak-anak keracunan massal pada saat itu kami turun

69:22

aksi lagi untuk e memprotes e pelaksanaan program prioritas MBG ini

69:30

masih pada tuntutan kami yakni masih pada tuntutan kami yakni

69:37

satu mendesak pemerintah untuk menghentikan program prioritas MBG.

69:44

Mereka menagih komitmen partisipasi warga khususnya perempuan dalam jumlah

69:50

kebijakan pemerintah termasuk MBG. Ya, kami e sebagai gerakan warga ya dari

69:57

awal kami memang berkomitmen untuk menunjukkan bahwa suara perempuan itu

70:04

ada karena ada banyak sekali kebijakan yang ee terjadi gitu ya ee di apa

70:11

Presiden Prabowo ini itu tidak sama sangat maskulin gitu. sama sekali tidak

70:16

ada perspektif perempuan. Padahal ee mereka juga menang juga dengan waktu itu

70:22

kampanye karena untuk ee melawan stunting gitu kan, terus kemudian untuk

70:26

pemenuhan gizi ibu gitu. Tapi ternyata hal-hal tersebut dijalankan dengan cara

70:31

yang sangat maskulin, represif, enggak ngajak ngomong ibu-ibunya gitu.

70:37

[Musik] MBG menjadi cerminan bentuk regresivitas

70:50

sosioekonomi dari kebijakan negara.

70:56

Warga berpenghasilan rendah membayar pajak lebih tinggi untuk membiayai

71:02

sejumlah program prioritas. Nah, sekarang siapa yang paling

71:06

dikorbankan dari semua ini? Atraksi ini adalah kelas menengah.

71:11

Jadi kelas menengah itu semakin seringking, semakin menciut. Dia

71:16

dipajaki, dia menyumbang lebih dari 68%

71:20

pengeluaran konsumsi seluruh warga di Indonesia. Dia enggak dapat bansos,

71:26

tapi dia juga bukan orang kaya. [Musik]

71:32

MBG juga membuka tabir. Tak ada makan siang gratis.

71:39

Sebagaimana terkuaknya kelindan kepentingan pemburu rente yang saling

71:45

berebut kue di dapur MBG. ini adalah buah dari proses panjang ee

71:52

melekatnya relasi kuasa oligarki di dalam kekuasaan dan terus-menerus diberi

71:57

jalan melalui ee sistem politik, melalui sistem hukum, ketatanegaraan, dan juga

72:05

ee diafirmasi dengan strategi-strategi kebudayaan yang penuh simbolisasi.

72:11

[Musik]

72:14

pun dengan sisa harapan warga tidak ada lagi kebijakan menyakitkan di masa

72:20

depan.

72:24

Saya punya pengharapan yang sebesar-besarnya

72:27

buat pemerintah kalau bisa memperhatikan kami yang guru honorer dan yang terutama

72:33

pribadi saya yang sudah begini lama saya mengorbankan

72:38

untuk mengubah anak bangsa. ee mending bawa bekal dari rumah dibikinin orang

72:43

tua gitu yang yang intinya e lebih sehat terjaga gitu. Ee sebaiknya MBG diganti

72:51

juga dengan uang. Uang bisa ee dikasih ke orang tua buat bekal kita juga

72:57

ya. Kalau bisa sih buat orang tua siswa gitu. Kalau bisa gitu lebih baik

73:03

dibagiin itunya aja uangnya aja ke orang tua

73:07

siswa. Mau ngitung per minggu apa bisa, mau ngitung per bulan apa bisa gitu.

73:12

Setidaknya jatuhnya upah Rp10.000 mungkin kalau per minggu mungkin 70 buat

73:17

satu siswa bisa aja gitu. Kalau kalaupun bisa gitu ini kan cuman sebagai apa

73:23

namanya keinginan gitu sebagai keinginan aja kalau bisa. Tapi kalau enggak bisa

73:28

ya enggak apa-apa. Ee kalau bahasanya Fajar Merah kan aku

73:32

akan tetap ada dan apa? Aku akan tetap ada dan berlipat ganda. Jadi harapannya

73:40

dari Pati semua menjadi gerakan kolektif

73:44

people di Indonesia itu harus ada. Karena kalau Pati saja terus ee berhenti

73:51

di Pati, spirit ini tidak disampaikan di kabupaten-kabupaten yang lain,

73:56

Indonesia tinggal tunggu waktu aja, Mas. [Musik]

74:02

[Tepuk tangan]

74:15

[Musik] [Tepuk tangan]

74:32

[Musik] [Tepuk tangan]

74:48

[Musik]

UNLOCK MORE

Sign up free to access premium features

INTERACTIVE VIEWER

Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

AI SUMMARY

Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

TRANSLATE

Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

MIND MAP

Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

CHAT WITH TRANSCRIPT

Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.

SIGN UP FREE TO UNLOCK

GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS

Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.