Sesi 6, Kamis 23 April 2026 Kelas 09 Mentor Izva
FULL TRANSCRIPT
Selamat malam Bapak Ibu.
Malam Ibu
malam.
Selamat malam Pak Yudit, Bu Rifa,
Pak Abu, Bu Windi, dan Bu Aris. Selamat
malam.
Selamat malam Ibu Isantik. Nah,
terima kasih.
Jam telah menunjukkan pukul 0.15.
Berarti kita akan memulai sesi kita
walaupun baru enam orang. Enggak apa-apa
ya kita sambil menunggu rekan-rekan kita
yang lain
mungkin kita mulai saja dulu. Adakah
Bapak Ibu yang bersedia membuka dan
memimpin kegiatan kita hari ini?
Ya, enggak apa-apa, Bu Windi. Silakan.
Ee tidak mengaktifkan kamera. Boleh.
Adakah yang bisa membantu memimpin di
dalam doa?
I saya, Bu.
Baik, silakan, Pak.
Iya, terima kasih kepada teman-teman
semuanya.
Marilah kita berdoa memohon
perlindungan dan semoga pembelajaran
pada hari ini kita dapat keberkahan dan
mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi
dunia dan akhirat.
Berdoa dimulai.
Terima kasih.
Amin. Amin ya rabbal alamin. Terima
kasih Bapak Ibu semuanya. Asalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Waalaikumsalam warahmatullahi
wabarakatuh. Terima kasih, Pak Yudit.
Selamat malam Bu Erna yang sudah
bergabung dengan kita.
Oke, Bapak Ibu ee saya sudah menampilkan
di sini judul daripada ee materi kita
pada malam hari ini yaitu teknologi
sebagai penopang interaksi dan
pengalaman belajar.
bagaimana nanti kita mencoba mendesain
ee sebuah learning tools yang efektif
dan yang engaging ya. Apakah sulit ee
enggak juga seperti apa kita akan lihat
lebih jauh. Oke
ee sedikit dulu kita mau review kemarin
kita ee sudah belajar apa dan preading
kita tentang apa. Kemarin saya sudah
kirim. Adakah Bapak Ibu yang sudah
membaca preading-nya?
Ada yang mau berbagi atau mungkin mau
review tentang pertemuan kita sebelumnya
juga boleh.
Iya, Bu.
Ya, silakan, Pak.
Ini tadi saya sudah baca ee reading-nya,
tapi mungkin
ee enggak tahu benar enggak tahu salah
pemahaman saya. Jadi
ee readading-nya
ada tentang AI juga, ada tentang
bagaimana penggunaan digital itu tidak
membebani
kognisi anak gitu dengan misalkan ada
gambar, ada teks juga gurunya ngejelasin
sambil.
Jadi artinya ee
di prereading itu dijelaskan tentang
bagaimana
cara kita men-deliver atau mengantarkan
anak mempresentasikan sesuatu ke anak
dengan sesuatu yang tidak membebani
kognisi mereka dengan terlalu banyak hal
gitu. Jadi sehingga kita harus belajar
untuk ee memfokuskan misalkan kalau
misalkan gambar, gambar aja
penjelasannya pakai
ee secara dialogis gitu, secara ngobrol
gitu. Jangan di
presentasinya misalkan pakai teks, kita
jelasin juga pakai teks. Itu pasti tidak
akan maksimal gitu ee pemahaman
siswanya. Ee kurang lebih kayak gitu sih
yang saya pahami.
Baik. Terima kasih, Pak. Satu yang
digaris bawahi bahwa tidak menjadikan
teknologi ataupun cara penyampaian
delivery materi itu sebagai beban ya.
Tapi teknologinya itu seperti judul
kita, kita gunakan sebagai penopeng
bukan sebagai ee alat untuk membebani
anak. Oke, good. Terima kasih Pak Abu.
Saya lanjutkan ya Bapak Ibu.
Eh, ada tiga essential question yang
akan kita sama-sama eh
dalami malam hari ini. Yang pertama
adalah bagaimana nanti memilih dan
menggunakan digital tools agar
benar-benar mendukung pembelajaran
mendalam dan kebutuhan murid. Lalu yang
kedua, bagaimana kita mengubah alur
pembelajaran menjadi bahan ajar
interaktif yang mendorong interaksi dan
tetap sesuai dengan prinsip pembelajaran
mendalam. Lalu yang ketiga, bagaimana
merancang bahan ajar interaktif yang
sederhana,
inklusif, tetapi tetap bermakna dan
berdampak.
Oke.
Nah, dari ketiga pertanyaan tadi ee
tujuan daripada sesi kita malam hari ini
saya sampaikan dulu yaitu yang pertama
kita perlu atau kita akan memetakan alur
interaksi murid dalam satu pertemuan
pembelajaran digital. Lalu yang kedua,
kita akan menentukan fungsi daripada
teknologi itu sebagai penopang daripada
interaksi dan pengalaman belajar. Dan
yang ketiga, kita akan mencoba
menghasilkan sebuah experience atau
interaction map yang inklusif dan siap
untuk diuji coba.
Seperti biasa ee dari minggu pertama
sampai minggu ke-12 kegiatan sesi kita
ini akan mengikuti alur pundi Bapak Ibu
ya. Dan kita akan mengawalinya dengan P
purposeful learning.
Pertanyaan yang cukup menarik, kenapa
teknologi itu harus mengikuti tujuan dan
pengalaman belajar?
Menurut Bapak, Ibu, kenapa?
Kenapa teknologinya yang harus mengikuti
tujuan dan pengalaman belajar?
Karena teknologi itu alat, jadi enggak
boleh
enggak boleh kita diperalat oleh alat
gitu. Jadi harus kita yang
mengendalikan alat. Jangan alat yang
mengendalikan kita yang saya pahami
gitu, Bu.
Oke, terima kasih Pak, Bu. Pak Yudit
tadi ada yang mau disampaiin, Pak?
Ya, supaya ini Bu, terarah dan struktur.
He.
Supaya nanti kita bisa mengetahui bukti
belajar anek sudah sampai di mana
kemampuannya dan jadi teknologi itu
sebagai tempat untuk menyalurkan
aktivitas atau media seperti yang kita
pelajari yang lalu.
He
tentang Bw desainer itu ya.
Oke, good. Thank you buat Pak Abu dan
Pak Yudit ya. Terima kasih buat
jawabannya, Pak. Sudah merangkum
dikaitkan juga dengan pembelajaran kita
sebelumnya, ya. Jadi, kalau kita mau
pergi pasti kita tahu dulu mau ke mana
gitu ya. Enggak mungkin kita menentukan
dulu mau naik pesawat baru kita cari
tujuannya mau ke mana gitu ya. Tentu
saja. Jadi, ee kalau misalnya kita
menggunakan teknologinya itu kita
paksain, oh saya mau pakai teknologi ini
deh. Saya mau pakai interactive ee
panel, tapi saya belum tahu mau belajar
apa gitu ya. masuk kelas ya. Sudah
pokoknya mau pakai TV aja gitu dan udah
pasti tanpa arah pedagogis. Kemudian
berujung kepada apa? Teknologi jadi
mudah untuk sori sebentar Bapak.
Teknologi akan mudah distraksi gitu ya.
Kemudian teknologi itu hanya bermakna
jika dia tentu saja dapat memperkuat
interaksi, pemahaman, dan refleksi
murid. Ya, enggak mungkin misalnya kita
bawa ke kelas tanpa tujuan pembelajaran
langsung di ya udah yang penting anaknya
mau main quisis saja atau yang penting
saya mau anak-anak itu tahu tentang
word. Jadi, saya bawa dia ke lab
tujuannya enggak ada. Nah, sudah pasti
pemahaman murid dan refleksi pun tidak
akan tercapai. Dan untuk itulah kita ya
sebagai guru-guru pundi di
sesi kita ini dipanggil untuk memilih
dengan sadar bukan mengikuti tren. Nah,
ini menarik sekali ya Bapak Ibu. Kenapa?
Karena teknologi itu
ya tidak lagi dijadikan sebagai ee
kalau tadi kata Pak Bu ee menarik bukan
kita yang diperalat oleh teknologi gitu.
Kadang-kadang ee anak-anak di kelas juga
pernah sih ee mention, "Bu, jadiin PR
aja, Bu. Nanti aku cari di chat GPT
sudah ada yang tahu. Nanti aku cari di
UNLOCK MORE
Sign up free to access premium features
INTERACTIVE VIEWER
Watch the video with synced subtitles, adjustable overlay, and full playback control.
AI SUMMARY
Get an instant AI-generated summary of the video content, key points, and takeaways.
TRANSLATE
Translate the transcript to 100+ languages with one click. Download in any format.
MIND MAP
Visualize the transcript as an interactive mind map. Understand structure at a glance.
CHAT WITH TRANSCRIPT
Ask questions about the video content. Get answers powered by AI directly from the transcript.
GET MORE FROM YOUR TRANSCRIPTS
Sign up for free and unlock interactive viewer, AI summaries, translations, mind maps, and more. No credit card required.